• www.coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • www.kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

  • www.berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

pengertian ruh


 Pengertian Ruh 

Untuk memahami persoalan ruh, marilah kita kaji ayat-ayat berikut :  Ayat; 87. Surat Al Baqoroh 

: “dan sungguh telah kami berikan Al Kitab kepada Musa dan kami utus sesudahnya beberapa 

seorang Rasul, dan kami berikan kepada Isa Ibn Maryam beberapa Mukjizat yang nyata. Dan 

kami perkuatkannya dengan ruh yang disajikan. Apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul, 

yang membawa sesuatu yang tidak kamu sukai, maka (kemudian ) kamu menyombongkan diri ? 

Maka sebagian Rasul kamu dustakan dan sebagian yang lain kamu bunuh” 

Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Isa relah diperkuat dengan ruh yang disucikan. Pada 

umumnya orang yang mengartikan Ruh yang disucikan (Rukhul Qudus) = Jibril. Dan mengingat 

bahwa tugas Jibril yaitu  sebagai utusan Allah untuk menyampaikan wahyu kepada para Rasul, 

sedang Rasul bukan hanya Nabi Isa saja, maka mengapa untuk Rasul-rasul lain yang tentunya 

juga memperoleh wahyu sebagaimana diperileh oleh Nabi Isa—tidak pernah disertai keterangan 

: Diperkuat dengan Rukhul qudus ? Ini mengandung arti bahwa Ruhul Qudus bukan Jibril, sebab 

Jibril akan senantiasa mendampingi setiap Rasul, sebab  tugas Jibril penyampai wahyu dan 

bukan hanya khusus mendampingi Isa. Justru sebab  salah pemahaman inilah sesatlah kaum 

nasrani dengan ajaran : Trinitasnya. Trio Tuhan yang terdiri dari : Tuhan Bapak yang ada si 

Surga, Tuhan anak dalam wujud Nabi Isa dan Ruhul Qudus yaitu Jibril. Prinsip Rukhuk Qudus 

Jibril harus kita kaji kembali. 

Sekurang-kurangnya ada tiga buah ayat lagi yang menyebutkan tentang Rukhul Kudus. Antara 

lain : Al Baqoroh 253, Al Maidah 110 dan An Nahl 102. Marilah pengertian Ruhul qudus dari 

ayat 87 itu kita fushshilatkan dengan Al Baqoroh 253. “ Itulah Rasul yang lain. Diantara mereka 

ada Rasul yang Allah berbicara langsung dengan dia. Dan Allah telah mengangkat sebagian 

mereka beberapa derajat lebih tinggi dari yang lain. Dan kami telah berikan kepada Isa anak 

Maryam, tanda tanda yang nyata dan kami telah menguatkannya dengan Ruhul Kudus. Dan 

sekiranya Allah berkehendak tentulah tiada berbunuh-bunuhan orang-orang yang datang sesudah 

rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka berbagai tanda-tanda yang nyata, akan namun  

mereka perselisihkan. Maka diantara mereka ada yang beriman, dan ada pula yang tidak 

beriman. Dan sekiranya Allah berkehendak, tentulah mereka tidak berbunuh-bunuhan. Akan 

namun  Allah mengerjakan apa yang Ia kehendaki. 

Pemahaman :Meskipun semua para mursalin itu yaitu  utusan Allah, semuanya pantas untuk 

diteladani dan layak untuk diikuti. Namun sebagian mereka mendapat keistimewaan-

keisimewaan tertentu. Keistimewaan atau keutamaan tertentu hanya kehendak Allah dan hanya 

Allah saja yang mengetahui persis dari segala hikmahnya. Misalnya : 

a. Nabi Adam disebut dengan Kholqillah, sebab  Adam diciptakan langsung oleh Allah, 

tanpa perantara. Lihat Ali Imroon 59. 

b. Nabi Ibrahim diberi gelar “Kholilullah”. Kesayangan Allah. sebab  semua tugasnya 

diselesaikan dengan sangat tuntas. Lihat An-Nisa 125 

c. Nabi Musa berpredikat Kalamullah. Sebab hanya dia yang pernah pernah langsung diajak 

berbicara dengan Allah. Nabi musa memperoleh wahyu tanpa perantara Jibril. An Nisa 

164 

d. Isa Ibn Maryam digelari Ruukhillah. Sebab dia diperkuat dengan ruhul qudus. 

e. Nabi Muhammad berfungsi sebagai “Rakhmatan Lil Alamin = pembawa rakhmat untuk 

semesta alam. Lihat An- Anbiya 107 

 

Jadi Ruhul Qudus itu yaitu  suatu keistimewaan yang khas bagi Nabi Isa. Dan sesudah kita 

selesai membahas ayat ini, kita akan kembali kepada ruhul Kudus yang menjadi keistimewaan 

Nabi Isa. “ Akan namun  Allah mengerjakan apa yang Ia kehendaki, yaitu bahwa bunuh-bunuhan, 

sesudah zaman Rasul, padahal mereka sudah mendengar berbagai keterangan mengenai 

keagamaan. Marilah kita Lihat peristiwa sejarah manusia : 

a. Perang Salib merupakn perang antara agam langit untuk memperebutkan tempat suci 

yaitu Baitul Maqdis. Kaum muslimin dan orang nashara saling bunuh membunuh sebab  

persoalan agama. 

b. Kasus perang di eropa antara Katolik dan Protestan menimbulkan korban yang tidak 

sedikit. 

c. Perang saudara antara Ali Bin Abi Tholib dengan Ma’awiyah memakan banyak korban. 

Demikan contoh-contoh yang bisa kita ambil dari sejarah. Dan marilah kita coba mencari apa 

yang menjadi seba-musabab dari timbulnya peperangan ini . 

a. Agama yaitu  sesuatu yang sangat peka. sebab  agama sesorang bisa menjadi demikian 

emosionalnya, yang dengan sendirinya mudah tersinggung. Mudah tersinggungnya inilah 

yang biasanya meletupkan insiden yang menjadi penyeba khusus dari suatu peristiwa 

berdarah. 

b. Masalah agama yaitu  masalah yang pelik, yang membutuhkan pemahaman yang 

sesungguhnya serius. sebab  pada umumnya dari manusia yaitu  berpembawaan 

pemalas, maka mereka tidak mau bersusah-payah untuk memahami masalah agama yang 

pelik ini . Dan sebagai akibatnya akan mudah sekali timbul kesalahpahaman. 

Kesalahpahaman pada mulanya diawali dengan cekcok mulut, yang akhirnya berujung 

dengan kekerasan fisik, yang jika dalam ukuran besar melibatkan umat tentu bisa terjadi 

peperangan. 

c. Dasar agama yaitu  ke-Ikhlasan. Jika orang beragama telah kehilangan ke-Ikhlasannya, 

maka sesungguhnya dia telah kehilangan agamanya. Dia sebenarnya sudah tidak 

beragama lagi! Sebab secara ukhrowi dia tidak akan mendapatkan hasil usahanya selama 

perjuangannya di Dunia. Mengapa begitu ? Lalu untuk siapa dia beramal ? Mungkin 

untuk ambisinya atau untuk kehormatannya  atau kepentingan ekonominya. Yang penting 

jika bukan sebab  keikhlasannya maka berarti bukan untuk Allah, namun  untuk selain Nya. 

Dan jika sudah tercabut ke-Ikhlasannya maka akan berlaku : Tujuan menghalalkan segala 

cara, sehingga bunuh-membunuh bila perlu diperlukan demi tercapainya maksud.  

d. Azas Kebebasan beragama. Antara manusia sesamanya, hanya menjadi pengingat satu 

sama lain. Tidak lebih dari itu. Bikan jadi pemaksa kehendak. Jika Prinsip kebebasan itu 

kita lepaskan maka yang pertama-tama akan terjadi yaitu  cara beragama tanpa disertai 

kesadaran beragama. Akibatnya Dhohir beragama, namun  hakikinya tidak beragama. Orang 

yang kosong seperti ini akan mudah dihasut untuk melibatkan diri dalam suatu 

pergolakan yang hanya akan menimbulkan bencana. 

e. Prinsip bahwa peperangan bersifat darurat. Allah hanya mengizinkan melakukan 

peperangan untuk kepentingan menghilangkan fitnah. Dan fitnah itu yaitu  suatu usaha 

yang dilakukan oleh orang-orang kafir untuk menghalangi peribadatan kita. Dan inilah 

yang sesungguhnya maksud dari ungkapan : Al Fitnatu Asyaddu Minal Qotli = Fitnah 

lebih kejam daripada pembunuhan ialah bahwa tindakan orang kafir merintangi 

peribadatan kita yaitu  jahat. Dan tingkat kejahatannya lebih besar dari pada pembalasan 

yang kita lakukan berupa pembunuhan dalam peperangan. Kita tidak akan berperang 

kecuali kita kehilangan hak kemerdekaan kita untuk melaksanakan peribadatan . Kita 

mengenal dua macam kekafiran : Kafir Kharby dan kafir dimmy, kafir kharby yang 

memerangi dan kafir dimmy yang kita lindungi. Bunyi ayat Al baqoroh 191 “Bunuhlah 

mereka itu dimana saja kamu dapati dan usirlah mereka itu sebagaimana mereka 

mengusir kamu. Fitnah itu lebih berbahaya dari pembunuhan. Dan janganlah kamu 

perangi mereka di sisi Masjidil Kharam, kecuali jika kamu diperangi disana. Jika mereka 

memerangi kamu, maka bunuhlah mereka. Demikian balasan untuk orang kafir. 

f. Memudarnya wibawa agama. Untuk ummat kita –umat islam—puncak dari segala 

puncak kebaikan ummat terjadi di zaman Khoeroh Ummah. Periode ini kurang lebihnya 

berlangsung 30 tahun. Berakhir pada Kholifah Ali Bin Abi Tholib. Sesudah itu, zaman 

kesultanan, zaman dimana istana lebih dominan daripada agama. Makin lama makin 

pudarlah wibawa wibawa agama hingga sekarang, umat telah kehilangan mutunya 

sebagai ummat yang beriman. Dan inilah sunnatullah yang harus berlaku !dan sudah 

barang tentu ummat yang tanpa mutu seperti ini akan mudah terlibat dalam peristiwa-

peristiwa yang sebenarnya tidak pernah menguntungkan kejayaan agama. 

 

Marilah kita kembali kepada masalah : apa yang dikehendaki oleh Allah tentang berbunuh-

bunuhnya manusia. Berdasarkan uraian ini kiranya Allah berkenan menguji manusia, dalam hal-

hal kita sebagai berikut : 

a. Sentimen keagamaan yang timbul dari dari kepekaan agama berdampak ke arah ingin 

menjadi pahlawan di saat damai tidak ada peperangan ataukah berdampak syuhada dari 

jihad fi sabilillah. Orang yang beriman dan memiliki keberanian tentu akan menyimpan 

keberaniannya di masa damai dan baru akan mendemonstrasikannya pada saat benar-

benar dibutuhkan pada waktu terjadinya peperangan. 

b. Rasa tanggapnya tehadap peliknya masalah agama apakah berkecenderungan 

bermujaddalah atau perdebatan yang menimbulkan permusuhan ataukah ke arah mencari 

kebenaran sejati dengan tempat rujukan pokok Al-Quran dan Hadist. Di dalam masalah 

agama, orang yang hanya senang untuk melakukan debat kusir, tandanya bahwa  dia 

tidak serius dalam agamanya. Orang yang serius dalam agamnya merupakan pembawa 

perdamaian dalam masalah kebenaran sejati. Sedang mereka yang tidak serius yaitu  

pembuat kerusuhan. 

c. Adapun ujian ke-Ikhlasan yaitu  bahwa orang yang ikhlas akan menempatkan 

kepentingan agamanya di atas kepentingan segalanya. Dan mereka yang tidak ihklas akan 

menempatkan kepentingan agama di bawah kepentingan yang lain. 

d. Orang yang beragama dengan penuh kesadaran mengetahui apa yang menjadi tanggung 

jawab atas dirinya dan tanggung jawab terhadap Allah atas orang lain. Mereka akan 

memegang prinsip : Peliharalah dirimu dan ahlimu dari siksa api neraka. Dan yang 

sebaliknya orang yang kosong akan menjadi penganjur bagi orang lain, namun  melupakan 

diri sendiri. Dia memaksakan orang lain untuk melakukan sesuatu. 

e. Cara pembelaan terhadap agama yang dibenarkan oleh Allah yaitu  hanya ditujukan 

terhadap kepentingan menghilangkan fitnah. Jenisnya peperangan sama sekali tidak 

diizinkan. 

f. Pengaruh wibawa agama dapat terlihat pada materialistis atau tidak materialitasnya para 

pengikutnya. Jika suatu agama sudah materialistis, maka runtuhlan wibawa dari agam itu. 

Agama yang tujuannya yaitu  akhirat, maka tujuan ini makin memudar berganti dengan 

serba kemunafikan, kepura-puraan untuk mengejar kepentingan pribadi namun  kedoknya 

agama. Dan dalam keadaan seperti inilah dalam keadaan konflik masing-masing pihak 

sedang mengejar kepentingan sendiri-sendiri, maka satu sama lain baik antara orang-

orang yang seagamanya maupim berlainan agama berhadap-hadapan sebagai lawan dari 

kepentingan yang dibelanya. Tingkat permusuhannya, dimulai dari saling menjegal dan 

bila perlu saling membunuh.  

 

Kesimpulan :Peperangan agama yang seharusnya tidak bisa terjadi kecuali jika prinsip Al 

Fitnatu Asyaddu Minal Qotli terpaksa harus dilaksanakan , sebab  prinsip ini sudah dikalahkan 

oleh : Sentimen agama yang tidak sehat, nafsu permusuhan yang timbul sebagai akibat 

kebuntuan dalam mencari kebenaran agama, dan memudarnya wibawa agama, sehingga 

terjadilah pengaliran darah yang seharunya tidak harus tejadi. 

Catatan :Jenis peperangan yang tampak dhohirnya tidak berlatar belakang agama, seperti perang 

dunia I dan II, perang Vietnam, perang Korea, perang kemerdekaan dan terakhir perang teluk, 

penyebabnya yaitu  sebab  ekonomi. Orang menjadi materialistis disebabkan oleh memudarnya 

agama sehingga darah manusia menjadi halal sebab nya. 

Perhatian :Peristiwa peristiwa yang melukiskan permusuhan agama dan contoh paling kecil : 

masalah khilafiyah hinnga terjadi peperangan sebagai contoh terbesarakan selalu disaksikan oleh 

dunia, hingga terjadinya hari kiamat. Sebab itulah ujian dari Allah tentang hakekat kehidupan ini. 

Kita ,,tidak usah terkejut jika membaca sejarah bahwa di Baghdad pernah terjadi peristiwa bunuh 

membunuh diantara pemeluk agama islam madzhab Syafi’I dengan madzhab Hambali hanya 

sebab  perkara : Mengeraskan bacaan Basmallah dalam Sholat. Demikkianlah fakta yang ada! 

Oleh sebab itu bukankah yang terbaik bagi kita yaitu  melaksanakan perintah : Quu anfusakum 

wa ahlikum naaro ! Semoga kita lulus dari ujian ! 

 

Masalah : Rukhul qudus 

 

Seperti yang telah kita ketahui bahwa ruhul qudus yaitu  keistimewaan Nabi Isa. Pada ayat 253 

al Baqoroh Allah hanya menyatakan “Kami telah menguatkannya dengan ruhul qudus. Apa 

keistimewaan yang Allah berikan pada Nabi Isa dengan rukhul qudusnya ? Yang bisa menjawab 

ayat ini dengan setepeat-tepatnya yaitu  ayat –ayat berikut :An-Nisa 171. “Hai Ahli kitab, 

janganlah kamu berlebih-lebihan dalam agamamu dan janganlah kamu berkata terhadap Allah 

melainkan dengan kebenaran. Sesungguhnya Al Masih Isa anak Maryam, hanyalah seorang 

Rasul Allah dan kalimatnya, disampaikanNya kalimat itu kepada Maryam dan ruh itu dari 

padaNya. Sebab itu berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasulnya dan janganlah kamu 

katakan Tuhan itu bertiga. Berhentilah kamu, itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya hanya Allah 

Tuhan yang Esa. Maha suci dia, dari mempunyai anak. Baginya apa apa yang ada di langit dan 

apa apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai wakil. 

Pemahaman :Yang dimaksud dengan berlebihan-lebihan dalam agama yaitu  meyakini dan 

mengimani bahwa Isa ibn Maryam yaitu  putra Tuhan sebab  : ruhnya berasal dari Tuhan, hanya 

sebab  pemahaman terhadap bagian ayat yang menyatakan: “dan ruh itu daripadanya” = yaitu  

ruhnya Allah sehingga Isa menjadi Putra Tuhan. Yang benar yaitu  : 1. Al Masih Isa Ibn 

Maryam hanyalah rasul dari Allah. 2. “dan kalimatnya” = kata, Kun. Dari Allah telah 

disampaikannya kepada Maryam dan kata Kun benar-benar berasal dari Allah dan bukan yang 

lain. 

Singkatnya :Nabi Isa hanyalah seorang Rasul dari Allah sedang kejadiannya di istimewakan 

oleh Allah , tidak dari prosedur Sunatullah yang lazim. namun  melalui kehendakNya dengan kata 

: Kun, sehingga jadilah Nabi Isa sebagaimana dikehendaki Allah. Maksudnya jika Allah 

berfirman : Kun terhadap kejadiannya Nabi Isa, maka fa yakunlah Nabi Isa ini , artinya = 

maka jadilah Nabi Isa ini . Dan inilah ilmu Allah !. Untuk lebih jelasnya, kita periksa Al 

Imroon 45 “(ingatlah) ketika malaikat berkata : ya Maryam Sesungguhnya Allah memberi kabar 

gembira kepada engkau dengan kalimat dari padaNya(yaitu seorang anak), Namanya : Al Masih 

Isa ibn Maryam, yang mempunyai kebesaran di dunia dan akhirat dan termasuk orang-orang 

yang dekat dengan Allah” 

Penjelasan :Kejadiannya Nabi Isa yaitu  melalui kata Kun dari Allah. Sementara itu bisa kita 

Fushshilatkan dengan Al Imroon 59 : “Sesungguhnya umpama (kejadiannya) Isa di sisi Allah, 

seperti (kejadiannya) Adam. Allah jadikan dia dari tanah. Kemudian Allah berkata padanya : 

Jadilah ! maka jadilah ia “. Untuk melengkapi uraian mengenai masalah Ruh, marilah kita kutip 

ayat 26-29 Al Hijr : “Sesungguhnya telah kami ciptakan manusia dari tanah kering, dari tanah 

hitam yamg telah berubah. Jin kami ciptakan sebelum manusia dari api yang sangat panas. 

(Ingatlah) ketika Tuhan berkata kepada malaikat : “Sesungguhnya Aku meciptakan manusia dari 

tanah kering yang telah berubah. Apabila Aku sempurnakan kejadiannya, dan Kutiupkan ke 

dalamnya dari Ruh-ku, maka meniaraplah mereka sujud kepadanya (Adam)” 

Penjelasan :Maksud dari “dan kutiupkan ke dalamnya dari RuhKu = dan kufirmankan untuk 

kesempurnaan Adam itu dengan kalimat : Kun !. Jika kata Kutiupkan ke dalamnya diartikan 

secara harfiah tentu akan memberikan kesan batang tubuh adam yang terbuat dari tanah itu 

seolah-olah seperti gelembung kosong yang kemudian Allah meniupkan Ruhnya atau nyawanya 

kedalamnya. Yang seperti ini teknologinya manusia dan bukan teknologi dari Allah yang cukup 

dengan kata : Kun. 

Kesimpulan :Kata ruh harus diartikan kalimat Kun dari firman Allah bila Dia menghendaki 

sesuatu harus berwujud. Dan kata ruh sama sekali bukan berarti nyawa. Ruhul qudus bukan 

Jibril, namun  kalimat Kun yang merupakan ilmu dan teknologinya Allah bila Dia berkenan 

menghendaki sesuatu. 

 

Marilah kita kembali pada ayat An Nisa 171 yang sedang kita kaji : “dan janganlah kamu berkata 

terhadap Allah melainkan dengan kebenaran = Janganlah kamu katakana bahwa Tuhan bertiga, 

yaitu : Trinitas yang terdiri dari Tuhan Bapa, Tuhan putra =yesus, dan Ruhul Qudus. Atau Allah, 

Yesus dan Maryam. Yang benar yaitu  : 1. Allah yaitu  Tuhan yang Maha Esa. 2. Bahwa Allah 

Maha suci dari segala sifat-sifat dari mahkluknya, seperti punya anak dan lain-lain seperti yang 

termaktub di dalam Kejadian pasal 6 Ayat 6 yang mengatakan “Maka bersesallah Tuhan sebab 

telah dijadikannya manusia di atas bumi, maka ia menduka citakan hatinya”. Selanjutnya Allah 

memerintahkan kepada Ahli kitab: “Berhentilah kamu, itu lebih baik bagimu! Maksudnya yaitu  

: 1. Supaya Ahli Kitab kembali pada kemurnian tauhid. 2. Jangan mengubah isi Taurat dan Injil 

(jangan berkata mengenai Allah kecuali dengan kebenaran). Maksud dari : “Baginya apa-apa 

yang di langit dan apa apa yang di Bumi = Semua yang ada di Bumi yaitu  makhluk Allah 

termasuk Nabi Isa pun yaitu  makhluk Allah dan bukan Putra Allah sebagaimana diajarkan oleh 

aslinya agama langit. Oleh sebab Allah itu sesungguhnya Maha perkasa, maka walaupun Dia 

tunggal –Allah yaitu  Esa—namun  baginya cukup seorang diri untuk menjadi wakil atau pelindung 

dari semua makhluknya 

 

Kesimpulan dari An Nisa 171 yaitu  : 

a. Meng-ada-ada di dalam masalah ketuhanan sebagaimana dilakukan oleh Ahli Kitab dan 

kaum musyrikin pada umumnya –meninggalkan ajaran kemurnian tauhid—dinamakan 

berlebih-lebihan dalam agama. 

b. Mengubah-ubah isi kitab suci yaitu  : Mengatakan mengenai Allah tanpa didasari 

kebenaran. 

c. Kejadiannya Nabi Isa yaitu  berdasarkan : Kalimat KunNya dari Allah.  

d. Ajaran kemurnian Tauhid yaitu  : Semua yang ada di langit dan di bumi yaitu  milik 

Allah, tidak boleh dipertuhankan. 

e. Bagi orang beriman hanya membutuhkan Allah selaku pelindung. 

Catatan : 

a. Di dalam Bahasa semit –Bahasa arab dan ibrani—terdapat dua perkataan yang didalam 

Bahasa arabnya : Ibnun dan Waladun, yang keduanya mempunyai arti sama yaitu : anak. 

Beda antara keduanya ialah :Ibnun mempunyai arti majazi atau rati ungkapan, sedang 

waladun yaitu  arti yang sebenar-benarnya. Orang yahudi bukan tidak mengetahui—namun  

memang sengaja pura-pura tidak tahu—tentang makna : Uzer Ibnullah, misalnya yaitu 

Uzer kekasih Allah, bukan user anak Allah. Saking cerdasnya tokoh ini dia diberi gelar 

Ibnullah. Sebagaimana misalnya juga bisa terjadi bahwa orang yang sangat jahat bisa 

dinamakan “anak setan”, yang juga mempunyai arti majazi atau ungkapan, bukan arti 

anak setan dalam arti yang sebenarnya. namun  kaum nasrani telah mengartikan kata Ibnun 

dengan waladun, sehingga akibatnya nabi Isa yang Ibnullah diartikan sebagai putra Allah. 

Inilah kesalahan kedua mereka sesudah kesalah mengartikan ruhillah dengan nyawa 

Allah. 

b. Sehubungan dengan fakta bahwa Isa Ibn Maryam telah dipertuhankan oleh umat Nasrani, 

maka Rasullullah sedemikian khawatirnya terhadap kemungkinan kesalahan ummatnya 

sendiri sehingga beliau pernah bersabda : “Janganlah kamu angkat-angkat aku, 

sebagaimana orang Nasrani mengangkat-angkat anak Maryam. Aku ini lain tidak yaitu  

hamba Allah. Sebab itu katakanlah : hamba Allah dan utusan Allah” (H.R Bukhori) 

c. Nabi Muhammad saw pernah mengingatkan kepada sahabat-sahabatnya : “Demi Allah. 

Tidaklah aku senang hati jika kamu angkat-angkat aku melebihi dari kedudukan yang 

telah didudukan aku oleh Allah padanya. Aku ini yaitu  Muhammad anak Abdullah, 

seorang hamba Allah dan Rasulnya. 

Dari pembahasan diatas ternyata memberikan kesimpulan bahwa ruh yaitu  ilmu dan 

teknologinya Allah, bila Dia berkenan mewujudkan sesuatu yang dikehendakinya, cukuplah 

baginya dengan hanya berfirman : kun maka fayakunlah apa yang Dia kehendaki. Untuk lebih 

meyakinkan lagi, marilah kita kaji lebih lanjut masalah ruh ini, satu dan lain hal agar supaya 

lengkaplah pembahasan ruh ini dan dengan lengkapnya uraian yang diharapkan bahwa kita akan 

makin yakin terhadap kemampuan Allah selaku Kholiq dengan teknologi Kun-Nya. 

Ayat An-nahl 1-9 : “ Telah hampir dating siksa Allah, maka janganlah kamu meminta 

dipercepat, Maha suci Allah dan Maha Tinggi dia dari pada apa yang mereka persekutukan(1). 

Allah mengutus Malaikat untuk melaksanakan ruh dari perintahnya kepada siapa yang 

dikehendakiNya, diantara hamba-hambaNya, yaitu hendaknya kamu membawa kabar takut, 

bahwa tidak ada Tuhan melainkan Aku, sebab itu takutlah kamu kepadaKu(2). Allah telah 

menjadikan langit dan bumi dengan haq, Maha Tinggi Allah dari pada apa yang mereka 

persekutukan(3). Allah telah menjadikan manusia itu dari air mani, maka tiba-tiba manusia itu 

menjadi penantang yang nyata(4). Dan Allah telah menjadikan binatang-binatang yang empat 

kaki, kamu memperoleh padanya yang memanaskan badanmu dan beberapa manfaat lain dan 

dari padanya kamu makan(5). Pada binatang-binatang itu kamu mendapat keindahan, ketika 

kamu membawanya ke kandang dan ketika melepaskannya(6). Binatang-binatang itu membawa 

beban kamu ke negeri yang tidak dapat kamu sampai padanya, melainkan dengan susah payah. 

Sesungguhnya tuhanmu Maha Penyantun lagi maha Penyayang(7). (Dia cipatakan) Kuda, bighal 

dan keledai, supaya kamu mengendarainya dan menjadi perhiasan. Dan dia menciptakan apa 

yang tidak kamu ketahui(8). Hanya Allah menerangkan jalan yang lurus, diantaranya ada jalan 

yang bengkok. Kalau dia menghendaki, niscaya ditunjukiNya kamu semuanya(9). 

Pemahaman : ayat 1 : berbeda dengan Nabi-nabi sebelumnya , dengan Nabi Muhammad saw 

Allah terikat janji bahwa adzab baru akan jatuh bila yang bersangkutan telah sampai ajalnya. 

Sebagaimana diterangkan pada ayat An-Ankabut 53 : “Mereka(kaum Musrikin Quraisy) itu 

minta kepada engkau supaya disegerakan siksa itu. Kalau tiyaitu  janji yang sudah ditentukan, 

niscaya mereka ditimpa siksa itu. Demi siksa itu akan tiba pada mereka dengan sekonyong-

konyongnya, sedang mereka tidak sadar” 

Penjelasan :permintaan orang Quraisy itu bersifat olok-olok sebab  mereka sesungguhnya tidak 

yakin bahwa siksa Allah akan datang kepada mereka. Ayat ini memang ditujukan untuk kepada 

kaum musyirikan, ketika orang musyrikin meminta supaya—dalam arti menantang—siksa atas 

mereka dipercepat, Allah hanya menjawab : “Telah hampir datang siksa Allah”. Dan ketika 

Allah menjawab kaum orang musyrikin quraisy dengan firman : “ataa amrullohi”Maka 

gelisahlah hati para sahabat Rasulullah, sehingga turunlah kelanjutan ayat itu: “Fa laa tasta jiluu” 

= maka janganlah meminta untuk dipercepat, sehingga mereka merasa tenteram kembali 

(diriwayatkan oleh Marduwaih dari Ibn Abbas). Di ujung ayatnya Allah memperingatkan kepada 

kaum musyrikin bahwa Allah terlalu suci dan terlalu tinggi derajatnya jika hanya dibandingkan 

dengan berhala-berhaa yang mereka pertuhankan. 

Ayat 2 :, juga melayani ceewetnya kaum musyrikin Qurys. Orang-orang kafir bertanya kepada 

Muhammad : Bagaimana engkau mengetahui segala urusan-urusan itu, yang hanya diketahui 

oleh Allah sendiri ? Dan bagaimana engkau bisa mengetahui rahasia-rahasia Allah dan hokum-

hukumnya ? Maka Allah menjawabnya dengan ayat 2 ini : “Allah mengutus malaikat untuk 

melaksanakan Ruh dari perintahnya” = Allah mengutus malaikat untuk melaksanakan kehendak 

KunNya Allah agar supaya dikuasainya ilmu mengenai rahasia-rahasia Allah dan hukum-

hukumnya, yang mestinya hanya Allah sajalah yang mengetahuinya. Jelasnya : Allah mengutus 

Jibril untuk memberikan kursus mengenai : rahasia-rahasia Allah dan hukum-hukumnya dengan 

metodologi Ilmu dan Teknologi Kun. Kepada siapa siapa kursus itu diberikan ? Kursus itu 

diberikan kepada siapa yang dikehendakiNya, diantara hamba-hambaNya. Dan tentuny a yang 

dimaksud yaitu  : para Nabi dan rasul. Bukan sembarangan orang beroleh kesempatan ini. 

Hanya orang-orang pilihan Allah saja yang diberi kesempatan menjadi pintar secara mendadak 

dan mengagumkan. Dan diantara orang yang pernah memperoleh kursus semacam ini tentunya 

Nabi kita Muhammad saw. Para Nabi dan rasul sesudah menguasai rahasia ketuhanan dan 

hukum-hukumnya. sebab  mereka telah dikursus dengan metodologi Kun, berkewajiban untuk : 

mengajar manusia/umatnya supaya : 1. Takut kepada Allah. 2. Hanya bertuhankan Allah. 3. 

Memahami bahwa Adzab Allah yaitu  pedih. = Dan dengan ilmu dan teknologi : Kun Allah, 

juga menjadikan : 

a. Langit dan bumi dengan sebenar-benarnya 

b. Manusia dari air mani 

c. Binatang ternak 

d. Binatang-binatang pengangkut seperti : kuda, Bighal, dan kedelai. = namun  dalam 

kenyataannya Allah yang Maha tinggi itu, oleh kebanyakan manusia telah : 

dipersekutukan dengan yang selainnya dan ditantang dengan cara yang nyata. Padahal 

Allah yang menciptakan kesemuanya ini, termasuk manusia. = yang dimaksud penantang 

yang nyata, menurut peristiwanya yaitu  –Ubay Ibn Khafah, yang tidak bisa percaya 

bahwa manusia akan dibangkitkan kembali besok pada hari kiamat sesudah menjadi 

tulang belulang, bahkan telah menjadi debu dan tanah. Dia datang kepada Rasulullah saw 

dengan membawa sepotong tulang yang sudah rusak berkata : Apakah engkau ya 

Muhammad mengajarkan bahwa Allah bakal menghidupkan tulang ini, sesudah yang 

rusak seperti ini ? berkenaan dengan kasus ini, maka turunlah An Nahl ayat 4 = manfaat 

binatang ternak bagi manusia yaitu  sedemikian besarnya seperti ; daging, susunya, 

sebagai alat angkut dan merupakan hiasan dan keindahan yang membawa perasaan 

bahagia tersendiri bagi pemiliknya dan yang melihatnya. = ayat-ayat yang relevan dengan 

masalah ternak yaitu  : 

a. Ayat : 21-22 Surat Al Mu’minun : “Sesungguhnya tentang binatang-binatang ternak 

itu menjadi Ibrokh(pengajaran) untukmu. Kami beri kamu dengan (air susunya) yang 

dalam perutnya dan binatang-binatang ternak itu banyak manfaatnya untukmu dan 

diataranya kamu makan (dagingnya)(21). Dan diatas binatang-binatang itu dan diatas 

kapal kamu diangkut”(22) 

b. Ayat : 79-80 surat Al Mu’min : “Allah menjadikan binatang-binatang ternak untukmu 

supaya kamu kendarai sebagiannya dan sebagiannya kamu makan (dagingnya)(79). 

Dan untukmu ada beberapa manfaat pada ternak itu, dan diatasnya kamu dapat 

menyampaikan hajat yang dalam dadamu dan diatas punggung ternak dan diatas 

kapal yang kamu diangkat(80) 

Catatan : Walaupun pada zaman sekarang, binatang sebagai alat transportasi sudah 

makin berkurang peranannya, namun  kiranya tidak mustahil jika dikatakan bahwa 

transportasi modern jaman sekarang ini pertumbuhannya tidak akan secepat seperti 

yang pernah kita saksikan sekiranya tenaga kuda tidak mengilhami manusia untuk 

menggantikannya dengan mesin. = pada ujung ayat 7, dinyatakan bahwa Allah Maha 

Penyantun dan Maha Penyayang. Penyantun yaitu  suatu sifat yang memperhatikan 

terhadap apa yang menjadi kebutuhan. Artinya Allah sangat memperhatikan 

kebutuhan manusia. Dan ini bisa dibuktikan bahwa segala yang ada di bumi memang 

disediakan bagi keperluan manusia. Gabungan penyantun dan penyayang menjadi 

sangat sempurna, yaitu semua milik Allah semua milik Allah diberikan untuk 

kepentingan kebahagian manusia. = ujung ayat 8 menyatakan : “Dan Dia 

menciptakan apa yang tidak kamu ketahui”. Ada pun penjelasannya sebagai berikut : 

Allah memiliki Ilmu dan teknologi ruh atau kun, untuk mewujudkan apa yang 

dikehendakiNya. Yang manusia biasa bisa melihat ciptaan Allah sangat terbatas. 

Dengan demikian sangatlah terbatanya pengetahuan manusia terhadap Kun nya Allah. 

Dan ini lah sebabnya mengapa Allah dalam Surat Al Isna 85 menyatakan : “mereka 

bertanya kepada engkau tentang Ruh (atau Kun). Katakanlah : Ruh (Kun) itu 

sebagina dari urusan Tuhanku. Kamu tidak diberi pengetahuan melainkan sedikit” 

Marilah persoalan ini kita fushshilatkan dengan : 

a. Ayat Al kahfli 109 : “katakanlah :”kalau sekiranya (air) lautan menjadi tinta untuk 

(menuliskan) Kalimat Kun nya Tuhanku, niscaya keringlah  air lautan itu, 

sebelum habis kalimat Kun Nya tuhan, sekalipun kami datangkan tinta sebanyak 

itu sebagai tambahan” 

Penjelasan : Yang terbanyak yaitu  kalimat Kun nya Allah yang difirmankan 

untuk memenuhi permintaan penduduk surge 

b. Ayat Luqman 27 : “Kalau sekiranya pohon-pohon di Muka Bumi pena dan Laut 

menjadi tinta, ditambaha kemudian dengan tujuh laut lagi, niscaya tidak habis 

kalimat Allah(dituliskan). Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha 

Bijaksana: 

Kesimpulan : 

1. Kalimat atau Kata Ruh atau kalimat Kun yaitu  ilmu dan teknologi Allah 

sebagai Maha Pencipta atau Kholiq. 

2. Pengetahuan manusia tehadap kalimat ruh sangat sedikit. = Paket yang sedang 

kita bicarakan : ayat 1-9 An Nahl yaitu  mengenai : Ilmu dan Teknologi 

kalimat Ruh yang merupakan ilmu Allah secara monopoli. Tidak pernah akan 

ada pihak lain mana pun yang memlikinya. Hanya sang Maha Pencipta sajalah 

yang memiliki ilmu khusus ini! Yang menjadi persoalan sekarang yaitu  : 

Apakah hubungan anatara kalimat Ruh dengan peringatan Allah yang tertulis 

pada pangkal ayat 9. : “Hanya Allah menerangkan jalan yang lurus, 

diantaranya ada jalan yang bengkok”. Jalan yang lurus yaitu  jalan yang tidak 

bengkok, yang tidak sesat, berarti yang tidak Musyrik. Dan Musrik artinya 

menyerupakan sifat-sifat Allah dengan sifat makhluknya. Contoh : Allah 

mempunyai anak. Lalu misal : Di dalam mencipta makhluknya Allah memang 

bekerja. Allah itu sendiri Maha Bekerja. namun  ketahuilah bahwa cara Allah 

tidak sama seperti cara bekerja manusia. Maksud ujung ayat :”Sekiranya 

Allah menghendaki, niscaya ditunjukinya kamu semuanya = sekirannya Allah 

tidak bermaksud menguji manusia, maka semua manusia –tanpa melalui 

perjuangan beribadah—secara otomatis tidak musyrik, sehingga masuk sorga 

semuanya. 

 

 

 

 

Ruukhul Amien = Ruukhul Qudus 

 

Ayat 192-212 Asy-Syu’ara : “Dan bahwasanya Al Quran yaitu  kitab yang 

diturunkan oleh Tuhan yang memelihara segala alam ini (192). Telah diturunkan 

dengan Ar-Ruukhul Amien (193). Ke dalam jiwa engkau supaya menjadi salah 

seorang yang membawa kabar takut (194). Di turunkan dalam bahasa arab yang 

nyata. (195). Dan bahwanya sebutan Al Quran ini sungguh terdapat dalam kitab-kitab 

orang-orang dahulu (196). Apakah tidak menjadi suatu tanda bagi mereka bahwa ahli 

– ahli agama  Bani Israel megetahui akan hal ini(197). Dan sekirannya kami turunkan 

Al Quran itu datas sebagian orang Ajam (198). Lalu dibacakannya kepada mereka, 

tiyaitu  mereka beriman (199) Sedimikan kami telah teguhkan nafsu mengingkarkan 

itu  dalam jiwa-jiwa orang yang berdosa(200). Maka mereka tidak akan beriman 

hingga mereka melihat adzab yang pedih (201). Maka adzab akan kudatangkan 

kepada mereka secara tiba-tiba sedang mereka tidak mengetahuinya (202) Maka 

mereka berkata : Apakah tidak diberikan perunundaan kepada kita ini ? (203). 

Apakah mereka meminta di segerakan adzab kami (204). Bagaimana pendapat 

engkau jika kami berikan kepada mereka  kejayaan hidup beberapa lama masanya 

(205). Kemudian datang kepada mereka adzab yang dijanjikan (206). Tidyaitu  

kejayaan mereka itu dan kemewahan hidupnya memlihara mereka dari adzab (207). 

Dan tidak kami binasakan suatu kota melainkan telah ada baginya Rasul-rasul yang 

dipertakutkan mereka (208). Untuk peringatan kepada mereka. Dan tiyaitu  kami ini 

orang yang dzolim (209). Dan tiyaitu  setan-setan itu yang menurunkannya dan tidak 

akan sanggup menurunkannya (211). Bahwasanya setan-setan itu sungguh 

disingkirkan dari pada dapat mendengar pembicaraan malaikat (212). 

Pemahaman :(192) kiranya cukup jelas. Yakni al quran bukan berasal dari siapa pun 

kecuali dari Allah.(193-194) Menerangkan mengenai teknik penyampaian dan tujuan 

diturunkannya Al Quran/ Allah melalui Jibril dengan menggunakan ilmu dan 

teknologi rukhul amien = kalimat rukhul qudus = kalimat Kun, menanamkan Al 

Quran dalam dada dan pengertian jiwa nabi saw sehingga beliau mengerti betul 

tentang : 1. Maknanya. 2. Maksud dan tujuannya. 3. Cara menyampaikannya kepada 

manusia. 4. Cara menerpakannya hokum-hukumnya kepada umat. Inti penyampaian 

da’wah Rasulullah saw—dan demikian juga pada da’wah pada zaman kapan pun—

yaitu  agar manusia mempunyai rasa takut kepada Allah. Manusia harus menjadi 

ulama –sebagai pewaris atau generasi penerus Rasulullah saw—sehingga agama 

islam lestari adanya. Dengan demikian kualitas umat tidak merosot menjadi umat 

yang ma’siyat seperti sekarang keadaannya. Uamt tanpa mutu seperti buih air bah. 

Umat yang takut pada Allah yaitu  umat yang beriman. Yang yakin pada agamaNya, 

keakinan yang bukan sekedar keyakinanyang terucapkan pada mulut. namun  terhunjam, 

tertanam dalam hati yang bisa dibuktikan dengan amalan peribadatan yang  nyata, 

baik amalan fisik maupun amalan harta. = jika Allah menetapkan dan menguatkan ke 

imanan dalam dada dan jiwa orang –orang neriman dengan ilmu dan teknologinya 

kalimat Ruh atau kalimat Kun sebagaimana disebutkan oleh ayat 22 Al Mujahaddah 

“Tidak kamu dapati kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir yang berkasih 

sayang dengan kaum-kaum yang melawan Allah dan Rasulnya, walaupun orang itu 

Bapa Mereka, anak mereka atau saudaera mereka atau keluarga mereka. Itulah orang-

orang yang dituliskan oleh Allah keimanannya di dalam hati-hati mereka dan Allah 

menguatkan mereka dengan sesuatu ruh dari padaNya; dan Allah masukan mereka ke 

dalam surge yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya. 

Allah meridhoi mereka dan mereka meridhoi Allah. Itulah Hizbullah. Ketahuilah 

bahwa Hizbullah itu orang-orang yang mendapat kemenangan. 

Penjelasan :Azbabun Nuzulnya ayat ini mengenai Abu Ubaidah Ibn Jarrah yang 

dalam pertempurannya badan Abu ubaidah selalu di tantang oleh ayahnya. Dan Abu 

Ubaidah berusaha menghindarkan diri. Oleh sebab  tantangan ayahnya bersifat sangat 

mendesak, maka dengan terpaksa menamatkan riwayat ayahnya. Seorang muslim 

yang sejati yaitu  yang cintanya pada Allah, Rasul dan Jihad agamanya lebih besar 

terhadap orang tuanya. Dan tehadap orang macam Abu Ubaidah Allah mengeluarkan 

Surat Keputusan Kalimat ruh demi memperkukuh keimannanya. Dan siapa mereka 

itu ?mereka yaitu  Hizbullah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir yang 

benar-benar bersifat tegar terhadap musuh-musuh Allah dan Rasulnya. Walaupun 

mereka itu : bapaknya atau anaknya atau saudaranya atau familinya sendiri. 

Kesimpulan : Hizbullah yaitu  pejuang agama di medan tempur, yang benar-benar 

beriman pada Allah dan hari akhir, yang benar-benar bersifat tegar terhadap musuh-

musuh Allah dan Rasulnya sehingga sebab nya Allah mengukuhkan keimanannya 

dengan kalimat Ruh Nya.  

Salah satu tugas Rasul yaitu  : Litakuuna minal mundzarin = menjadi pembawa 

kabar takut. Jika sesudah kita mengetahui masalah agama, namun  rasa takut kita pada 

Allah tidak bertambah, hal itu merupakan pertanda bahwa pengetahuan agama yang 

kita peroleh sesungguhnya belum menembus ke dalam hati kita. Pengetahuan itu baru 

bernilai teoritis dan belum bersifat praktis yang langsung bermanfaat terhadap arti 

kehidupan agama kita. Sentuhan pokok agama terhadap manusia yaitu  rasa takutnya 

kepada Allah. Inilah masalah kunci, yang menyebabkan orang terhindar dari dosa dan 

memperoleh pahala. Dan bagi mereka yang takut pada Allah, mereka tidak peduli 

apakah : 

1. Al Quran diturunkan di dalam bahasa arab ataupun Ajam akan tetap yakin akan 

kebenaran sejati yang dikandungnya (195,198,,199) 

2. Sebutan Al Quran itu terdapat pada kitab-kitab orang-orang terdahulu atau tidak, 

mereka tetap meyakini kebenarannya (196) dan 

3. Ada pengakuan atau tidak dari ahli-ahli agama Yahudi, keyakinannya tidak 

pernah berubah. (197) 

Singkatnya : ayng beriman sebab  merasa takut kepada Allah, sedang yang tidak pada 

Allah bagaimanapun tidak akan pernah berima, kecuali jika mereka sudah melihat 

adzab yang pedih, yang merupakan kesdaran yang datangnya terlambat(201). = Dan 

yang tidak beriman sebab  tidak takut kepada Allah  tidak akan pernah menyadari 

bahwa siksa yang akan menimpa mereka akan datang secara tiba-tiba, sebab 

datangnya kematian bukankah tidak bisa disangka-sangka ? (202). = Dan yang tidak 

takut kepada Allah, sebab nya tidak pernah beriman, pada saat kematian itu datang, 

minta agar supaya diberi waktu tangguh (203). Pdahal pada saat mereka hidup 

mereka selalu menantang dengan dengan cara olok-plok agar supaya siksa itu 

dipercepat (204). = jika dilihat dari kasusnya maka yang dimaksud dengan orang 

yang tidak takut kepada Allah itu musuh-musuh Allah dan orang Qurys dan orang-

orang Yahudi dan mereka dengan terang-terangan memerangi Nabi saw dan para 

sahabatnya. 

Kasusnya : Orang yang tidak takut kepada Allah, akum mujrimin yang terdiir dari 

kaum musyrikin Qurys dan kaum Yahudi, memerangi Allah dan Rasulnya, mereka 

benar-benar musuh Allah menjadi Aduwwal Lillahi. 

Hikmah Ajarannya : Pada zaman sesudah Rasul wafat, maka yang menjadi musuh 

Allah dan Rasulnya yaitu  umat islam itu sendiri, yaitu mereka yang oleh Allah yang 

telah dianugerahi kenikmatan hidup selama bertahun-tahun, namun  kekayaan yang 

mereka kuasai itu tidaklah berguna bagi mereka sendiri bahkan hanya menyebabkan 

datangnya adzab api neraka saja. Penjelasan dari hikmah ajaran ini  yaitu  

sebagai berikut : ayat 205.206.2007 dari Asy-Syu’ara ini dengan azbaabun Nuzul 

sebagai berikut : Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa Azbaabun Nuzul sebagai 

berikut : Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa pada suatu hari Nabi saw tampak 

gelisah, sehingga para sahabat bertanya kepadanya. Beliau menjawab : mengapa tidak 

? tampak kepadaku bahwa musuhku yaitu  umatku sendiri sesudah aku mati. Pada 

saat itu Nabi sedang dalam keadaan gelisah, sebab  pada waktu itu Allah sedang 

memberikan ramalan –tentu melalui Jibril—nubuah atau ramalan mengenai nasib 

ummatnya pada waktu yang akan datang, berbarengan dengan itu Allah menurunkan 

ayat 205-207 yang dimulai dengan pertanyaan Allah terhadap beliau : tentang 

pendapat Nabi terhadap orang-orang yang oleh Allah telah diberi anugrah kenikmatan 

harta benda selama bertahun-tahun, sayangnya yang bersangkutan tidak mampu 

memanfaatkan nikmat Allah ini . Hal mana terbukti dengan adanya ancaman 

adzab Allah kepada mereka. Maka jawaban dari Nabi : Bahwa musuh Islam yaitu  

umat islam itu sendiri !. Jawaban ini ganda terhadap pernyataan Allah, sebab  melalui 

295 Allah menanyakan pendapat beliau. Sedang para sahabat menanyakan tentang 

kegelisahan beliau, kebanyakan dari orang islam yang oleh Allah diberi anugrah 

kekayaan tidak menggunakan fungsi social dari hartanya, sebab  menngingkari 

kewajiban : Infaq, Sodaqoh dan zakat. Dan oramg macam ini lah : orang munafik 

setulen-tulennya. Mereka yaitu  apa yang dinamakan : Musuh dalam selimut kaum 

muslimin. 

Kesimpulan :Musuh dalam selimutnya kaum muslimin yaitu  kaum munafiqin yaitu 

orang-orang kaya dikalangan kaum muslimin yang mengingkari fungsi social dari 

harta yang dianugerahkan oleh Allah kepadanya sebab  mereka ingkar membayar : 

infaq, sodaqoh, dan zakat.Ayat( 208-209)Perhatikan sejarah umat terdahulu ! bahwa 

mereka dibinasakan oleh Allah yaitu  umat yang durhaka berlaku ma’siyat terhadap 

Allah, sebab mereka tidak takut kepada Allah. Walaupun terhadap mereka oleh rasul 

Allah diserukan agar supaya takut pada Allah. Tidak ada umat yang dibinasakan oleh 

Allah tanpa sebab kedurhakaan, yakni : sesudah Allah mengutus Rasul terhadap 

ummat itu demi menyerukan takut pada Allah namun  tidak dihiraukannya, maka Allah 

kemudian terpaksa membinasakannya. Ayat yang senada yaitu  : 1. An Nisa 15 : 

“Barang siapa mendapat petunjuk, maka hanya mendapat petunjuk untuk dirinya. 

Barang siapa yang sesat, maka bahaya kesesatan hanya atas dirinya sendiri pula. 

Orang yang memikul dosa tiada akan memikul dosa orang lain. Kami tiada menyiksa 

suatu kaum, sehingga kami utus seorang Rasul kepadanya”. 2. Al Qoshosh 59 : 

“Tuhanmu tiada membinasakan (penduduk) suatu negeri melainkan lebih dulu 

diutusnya seorang Rasul di negerinya yang membacakan ayat-ayat kami kepada 

mereka. Dan kami tidak membinasakan negeri-negeri itu, melainkan bila 

penduduknya dalam melakukan kezaliman” 

Seperti sudah dikatakan : tidak ada umat dibinasakan oleh Allah tanpa sebab 

kedurhakan. Ini merupakan pembelaan Allah atas diriNya bahwa Allah tidak pernah 

berlaku Dzalim, sebagaimana dinyatakan oleh ayat 209 : Harap di ingat bahwa Allah 

tidak pernah berlaku Dzolim. 

Adapun ayat-ayat yang senada dengan bahwa Allah tidak berlaku Dzolim antara lain : 

1. Ali-Imroon 108 : “Demikianlah ayat ayat Allah kami bacakan kepada engkau 

dengan sebenarnya. Dan Allah tiada hendak menganiaya orang-orang dalam alam”. 2. 

At Taubah 70 : “Tidaklah sampai kepada mereka kabar orang-orang yang terdahulu 

sebelum mereka ? (yaitu) kaum Nuh, Ad Tsamud, Kaum Ibrahim, penduduk 

Madyan(kaum Syuaib) dan penduduk kaum Luth. ? Telah datang kepada mereka 

Rasul-rasul yang keterangan. Bukanlah Allah hendak menganiaya mereka., namun  

mereka hendak menganiaya diri mereka sendiri. = Untuk menjawab ocehan-ocehan 

orang kafir-Musyirikin Qurys, yang antara lain mengatakan : “Muhammad yaitu  

seorang Kahin (dukun) dan Al Quran itu yaitu  tenungan yang dibisikan oleh setan 

kepada Muhammad, maka Allah menurunkan 210-212 surat Asy-Syu’ara. 

Kesimpulan : 

1. Rukhul Amien = Rukhul Qudus 

2. Jika Allah dengan teknik dan ilmu kalimat Ruhul AMien atau kalimat Ruhul 

Qudus menanamkan pengertian Al Quran dalam dada dan jiwa Rasulullah saw 

maka demikian pula lah : a. Allah menetapkan dan menguatkan keimanan dalam 

dada dan jiwa orang yang beriman untuk menjadi Hizbullah. B. Allah 

memperteguhkan nafsu berlaku kafir dalam jiwa kaum mujrimin, disebabkan 

mereka tidak takut pada Allah. 

Catatan : 

Untuk ummat Muhammad saw siksa tidak bersifat tunai di dunia, namun  tangguh di 

akhirat. Oleh sebab itu pembinasaan Allah terhadap mereka yang durhaka baru akan 

dilaksanakan dalam bentuk siksa di akhirat. Dan ini sesungguhnya mengandung arti 

sebagai : pemberian kesempatan untuk bertaubat. 

 

Mu’jizat termasuk dalam ruukhul qudus 

Ayat : 110 Al Maidah : “Ingatlah ketika Allah berfirman  : Hai Isa anak Maryam, 

ingatlah nikmatKu kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku menguatkan engkau 

dengan ruukhul Qudus (sehingga engkau mampu) bercakap-cakap dengan manusia 

dalam buaian (bayi). Dan ketika dewasa Aku mengajarkan kitab hikmah taurat dan 

Injil kepadamu dan ketika engkau perbuat bentuk burung daripada tanah dengan 

izinku, kemudian engkau tiup padanya, lalu ia menjadi burung dengan izinKu. Dan 

engkau sembuhkan orang-orang buta dan yang kena penyakit lepra dengan izinku. 

Dan ketika engkau keluarkan orang mati(dari kuburnya dan hidup kembali) dengan 

izinku. Dan kerika Aku tahan Bani Israel hendak membunuhmu, ketika engkau 

memberikan keterangan kepada mereka, lalu mereka berkata, orang yang kafir 

diantara mereka : Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata. 

Pemahaman : 

sebab  adanya ruukhul qudus, maka : antara lain Nabi Isa berkemampuan berbicara 

dengan manusia pada saat bayi. Dengan demikian, rukhul qudus artinya mu’jizat. 

Pada waktu beliau sudah dewasa beliau mampu melakukan seperti hal-hal yang 

disebutkan diatas. 

Kesimpulan : 

Mu’jizat termasuk kedalam : ilmu dan teknologinya ruukhul Qudus. 

 

Ruukhul Qudus memenuhi kebutuhan Risalah 

Ayat : 101-105 An-Nahl : “Dan apabila kami letakan suatu ayat di tempat ayat yang 

lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui (terhadap) apa yang 

diturunkannya, mereka berkata “Sesungguhnya kamu yaitu  orang yang mengada-

ada saja”. Bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahui (101). Katakanlah : Rukhul 

Qudus bekerja menurunkan ayat-ayat dari Tuihanmu dengan cara sedemikan rupa 

untuk memenuhi kebutuhan risalah, untuk memperteguh (hati) orang-orang yang 

beriman dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah 

diri (102). Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka berkata : 

“Sesungguhna Al Qur’an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya 

(Muhammmad). Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan bahwa Muhammad 

belajar kepadanya yaitu  bahasa ajam (bukan bahasa arab), sedang Al Qur’an yaitu  

dalam bahasa arab setulen-tulennya (103). Sesungguhnya orang-orang tidak beriman 

keada ayat-ayat Allah, Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi 

mereka yaitu  adzab yang pedih (104). Sungguhnya yang megada-adakan 

kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan 

mereka itulah orang-orang yang pendusta(105). 

Pemahaman :  

Ini yaitu  masalah : nasakh-mansukh, ayat yang menggantikan dan ayat yang 

digantikan. Atau ayat yang menghapuskan sesuatu ayat lain yang dihapuskan. Dan 

untuk menerangkan ayat :101, jalan lain yang lebih singkat tidak terlihat kecuali mem 

fushshilatkan dengan Al Baqoroh 106-107 : “Tiyaitu  kami hapuskan suatu ayat dari 

sesuatu ayat atau kami jadikan dia terlupa(niscaya) kami datangkan yang lebih baik 

dari padanya atau yang seumpamanya. Tidakkah engkau ketahui bahwasanya Allah 

atas tiap-tiap sesuatu yaitu  maha kuasa(106) Tidakkah engkau ketahui bahwasanya 

Allah, kepunyaanNya lah kerajaan semua langit dan bumi dan tidaklah ada bagi kamu 

selain Allah, akan pelindung dan penolong(107). 

Marilah kita perhatikan hal-hal sebagai berikut : 

a. Allah menghalalkan kepada Nabi Adam untuk mengawinkan putrinya dengan 

putranya, kemudian mengharamkannya. Adam pernah besanan dengan dirinya 

sendiri 

b. Juga Allah menghalalkan Bani Israel menikah dua bersaudara, sekaligus. 

Kemudian Allah mengharamkannya dalam undang-undang  syariat Taurat dan 

sesudahnya 

c. Allah memerintahkan Bani Israel membunuh penyembah-penyembah anak lembu, 

kemudian menghentikannya. 

d. Nabi Isa menghalalkan kembali Bani Israel untuk : mencari ikan di hari sabtu, 

makan ikan, daging onta dan gajih yang di zaman Nabi Musa pernah diharamkan. 

Jadi keliatannya bahwa yang mansukh—yang dihapuskan yaitu  hokum yang oleh 

Allah dipandang tidak sesuai lagi dengan semangat zaman, demi memenuhi 

kebutuhan risalah hokum untuk bisa berjalannya syariat agama –yaitu  hokum-

hukum Taurat atau Injil. Dan yang bisa menasakhkan yaitu  Al Quran. Inilah sebab 

sebabnya kaum Yahudi merasa sangat berkepentingan apabila Al Quran 

melaksanakan penggantian hokum-hukum Taurat atau Injil. Sehingga mereka 

mengatakan : “Sesungguhnya kamu(Muhammad) yaitu  orang-orang yang mengada-

ada saja”. KaumYahudi menilai bahwa melaksanakan penggantian hokum taurat atau 

injil dengan hokum final dari Al-Quran sebagai tindakan Nabi Muhammad yang 

bersifat mengada-ada saja. Hal ini berarti bahwa Nasakh-Mansukh yang ada pada Al 

Quran mereka anggap tidak berdasar. Padahal : Nasakh-mansukh termasuk sebagian 

dari pekerjaan Allah dengan ilmu dan teknologinya KunNya atau ruukhul qudusNya 

sebagaimana diterangkan oleh ayat 102, demi memenuhi kebutuhan risalah. Allah 

yang Maha Tahu tentang kebutuhanNya dalam menata makhluk ciptaanNya. Protes 

kaum Yahudi terhadap nasakh-mansukh dengan peryataanya : Bahwa Nabi 

Muhammad melakukan tindakan yang bersifat mengada-adakan, merupakan protes 

terhadap kebijaksanaan Allah. Mereka yang berbuat seperti ini, tidak ridho terhadapa 

keputusan Allah! Ini berbahaya ! bukankah Allah yang memiliki kesemuanya ini ? 

apa hak kita untuk protes ? 

Kesimpulan : 

Dengan mempergunakan ilmu dan teknologinya kalimat Kun atau ruukhul qudusNya 

Allah di dalam Al Quran me-nasakh-mansukhkan hokum-hukum taurat dan injil, 

demi memenuhi kebutuhan risalah syariat agama islam. 

Catatan : 

Didalam Al-Quran tidak terdapat Nasakh-Mansukh. Pernyataan yang benar yaitu  : 

Al Quran menasakh-mansukhkan Taurat-Injil. Ayat-ayat dalam Al Quran bukan 

bernasakh-mansukh, namun  merupakan ayat-ayat peralihan. 

Marilah kita bicarakan 103. 

Azbabun Nuzul : Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa Rasulullah saw mengajar 

seorang abid romawi bule yang bernama Bal’am. Ia tidak bisa berbahasa arab dengan 

fasikh. Ketika kaum musyrikin melihat Rasulullah sering keluar masuk rumah Bal’am 

mereka berkata : “Tentu Bal’am mengajarnya”. Maka Allah menurunkan ayat ini 

sebagai bantahannya. 

Ketahuilah bahwa cara Allah mengajarkan Al Quran kepada RasulNya yaitu  dengan 

ilmu dan teknologi kalimat Kun atau Ruukhul Qudus. Dan kefahaman Rasulullah saw 

terhadap Al Quran yaitu  sedimikian rupa, sehingga beliaupun dijamin tidak akan 

lupa terhadap ayat-ayat Quran seperti yang dinyatakan oleh Al’A’la 6 : “ Nanti kami 

bacakan kepadamu (ya Muhammad), sehingga engkau tidak lupa. Alah seterusnya 

menerangkan bahwa seandainya Muhammad belajar dari Bal’am, maka tentunya Al 

Quran yang berbahasa arab setulen-tulennya, tidak akan bisa disusun oleh pribadi 

Muhahammad, mengingat Bal’am bukan bahasa arab, bahkan dia tidak fasih bahasa 

arab. 

= orang-orang yang tidak beriman – ternasuk orang-orang musyrikin—banyak 

cincongnya—antara lain : Al Quran dinyatakan sebagai hasil dari belajarnya 

Rasulullah dengan mengambil guru abid romawi : Bal’am. Mereka ini sesungguhnya 

hanya mengada-ada sesuatu masalah! Mereka ini hanya mencari satu masalah : yaitu 

supaya bisa terus menerus bermusuhan dengan Rasulullah saw dan kaum mu’minin. 

Dan inilah fitnah dalam arti sebenar-benar fitnah, yaitu merintangi orang menuju 

jalan Allah. Ada pun mengenai teknik yang mereka pakai : kebohongan dan 

kedustaan. Dan hakekat dari orang-orang macam ini ialah : mereka tidak beriman. 

Demikianlah pemahaman 104-105. 

Ternyata rangkaian ayat 102-105 yaitu  suatu kasus. 

 

Kasusnya : 

Di zaman Rasulullah, orang yang menuduh bahwa Al Quran bukan berasal dari Allah, 

namun  dari sumber lain misalnya dari Bal’am maka mereka dikategorikan sebagai 

pendusta atau mengada-adakan kebohongan 

Hikmah ajarannya : 

Di zaman sekarang, yang disebut dengan pendusta yaitu  siapa saja yang tidak 

beriman, yaitu mereka yang membohongi dirinya sendiri demi memuaskan hawa 

nafsunya, sebagaimana kaum musrikin membohongi diri. 

 

Ilmu dan Teknologi manusia dibandingkan dengan kalimat ruukh 

Ayat 1-18 Al Ma’arif : “orang yang menuntut telah (mengajukan) tuntutan siksa, 

ayng (pasti) akan terjadi(1). Bagi orang kafir yang tak dapat menolaknya(2). Adzab 

itu datangnya dari Allah yang mempunyai tangga-tangga untuk naik(3). Malaikkat 

dan ruukh naik padanya dalam sehari yang ukurannya sama dengan 50 ribu tahun(4). 

sebab  itu sabarlah engkau dengan kesabaran yang baik(5). Sesungguhnya mereka itu 

memandang adzab amat jauhnya(6). Dan kami memandangnya amat dekat (7). Di 

hari langit cair bagai hancuran tembaga(8). Dan Gunung-gunung bagai bulu yang 

ditiup(9). Dan tiada seorang teman setia (kerabat) menyakan temannya (10). Padahal 

mereka itu berpandang-pandangan. Orang berdosa ingin, kalau dapat mereka 

menebusi dirinya dari adzab pada hari itu dengan memberikan anak-anaknya(11). 

Dengan isteri dan saudaranya (12). Dan keluarganya, yang memerikan tempat tinggal 

kepadanya(13). Dan dengan semua orang yang ada di bumi. Dia ingin melepaskan 

dirinya dari pada adzab dengan cara yang demikan itu(14). Tidak ! sekali-kali tidak ! 

sesungguhnya neraka itu yaitu  api yang menyala (15). Yang mengupas kulit kepala 

(16) dia memanggil orang yang membelakang dan berpaling (17). Dan orang yang 

mengumpulkan kekayaan dan menyimpannya (18). 

Pemahamannya : 



Gendam 1



Hipnotis Bukan 

Gen dam 

ralah kaprah dalam pemakaian  isti lah "hipnotis"

bukan hanya terjadi di kalangan orang awam. Hal

itu j uga terj adi di  kalangan mass media (cetak maupun 

elektronik). Penulisan atau penayangan berita tentang tindak 

kejahatan atau penipuan di jalanan, media juga ikut-ikutan 

menggunakan istilah hipnotis. Hal itu dapat dimaklumi, sebab  

media cenderung menggunakan bahasa yang sudah telanjur 

akrab di telinga warga , agar berita yang disampaikan itu 

mudah dipahami oleh pembaca atau pemirsanya. 

Untuk membedakan arti hipnosis, hipnotis, dan gendam 

dibutuhkan waktu yang relatif panjang. Bahkan untuk kepen­

tingan ini , saya pernah merninta beberapa redaksi media 

cetak untuk mempertimbangkan kembali pemakaian  istilah 

hipnotis untuk kasus penipuan di jalanan. Alasannya hal itu 

berdampak merugikan kalangan praktisi hipnosis, sebab  

orang awam akan menduga bahwa mereka itu sebagai pelaku 

ilmu hitam. 

lstilah hipnotis dan gendam oleh warga  kita posisinya 

seperti istilah "sihir" yang digunakan untuk menyebut se­

suatu yang dianggap mengagumkan dan yang semi -semi 

mistis. Sihir dalam bahasa agama dimaknai berbeda dengan 

istilah sihir dalam bahasa media. Dalam bahasa agama, sihir 

yaitu  kemampuan luar biasa yang dimi liki orang-orang 

kafir. sedang  dalam bahasa media, sihir digunakan untuk 

mengungkapkan sesuatu yang mengagumkan . Misalnya, pe­

nampilan artis terkenal atau tokoh karismatik itu mampu 

menyihir penonton atau hadirin .  Jika bahasa media itu dipa­

hami dari bahasa agama, tentu akan terjadi salah kaprah dan 

tidak nyambung. 

Berawal dari .,Catatan Kaki .. 

Untuk menggam barkan betapa pemakaian  istilah 

"hpnotis" itu merugikan pihak tertentu, pernah suatu saat

ketika sedang bertamu ke kediaman seorang tokoh agama 

di Jawa Timur, saya diterima terlebih dulu oleh putranya 

yang saat itu masih belajar di sebuah lembaga pendidikan 

keagamaan.  

Saat berbincang-bi ncang di  teras rumah itu,  kami 

membahas banyak hal, termasuk i lmu-ilmu yang bersifat 

supranatural . Dari perbincangan itu, putra tuan rumah kemu­

dian mengetahui bahwa selain sebagai penulis buku-buku 

supranatural, saya juga seorang praktisi hipnotis. 

"Haa ... , Anda pelatih hipnotis?" gumamnya, keheranan 

dan menunjukkan roman wajah kurang bersahabat. 

Sesaat kemudian ia pamit masuk ke dalam rumah. Dari 

teras saya melihat ia mengambil kitab dalam buffet di kamar 

tamu, kemudian kembali menemui saya lagi dengan membawa 

sebuah kitab klasik yang salah satu bagiannya membahas 

tentang ilmu sihir "kekuatan mata" yang pada zaman kenabian 

dulu sudah dikenal. 

Dalam perbincangan selanjutnya, ia mengatakan bahwa 

hipnotis yaitu  i lmu sihir dan hukumnya haram dipelajari 

sebab  berdasar  i nformasi yang diperolehnya, untuk 

menguasai i lmu hipnotis itu seseorang harus melakukan latihan 

kekuatan mata. Di antaranya, memandang api lilin ,  titik hitam 

di tembok, matahari dengan mata telanjang, dan aktivitas 

pelatihan yang terkadang disertai dengan membaca "mantra­

mantra" atau afirmasi tertentu untuk membangkitkan auto 

sugestinya. 

sebab  tidak ingin "ceramah di panggung orang lain", saya 

memilih diam dan mengalah saja. Apa pun yang dikatakan, saya 

menganggukkan kepala seolah menyetujui pendapatnya. 

Dalam pengertian umum (awam) hipnotis dipahami sebagai 

kekuatan magis yang dapat membuat orang lain tunduk dan 

kehilangan kesadaran berpikirnya, dan aktivitas itu sering kali 

berujung pada tindak kejahatan. 

Di negara kita , kesan negatif melekat pada kalimat "hip­

notis" yaitu  ketika Departemen Agama Republik negara kita  

menulis "catatan kaki" dalam tafsir Alquran pada surat Al­

qalam : 51 dengan kalimat sebagai berikut: 

Menurut kebiasaan yang terjadi di tanah Arab, seseorang 

dapat membinasakan binatang atau manusia dengan menujukan 

pandangannya yang tajam. Hal itu hendak dilakukan kepada 

Nabi Muhammad SAW. Tetapi Allah memeUharanya sehingga 

terhindar dari bahaya itu, sebagaimana djjanjikan Allah 

dalam surat Al-Maidah ayat 67. Kekuatan pandangan mata 

pada masa sekarang dikenal dengan Hypnotisme. 

Hal yang perlu digarisbawahi, munculnya istilah "hyp­

notisme" dalam "catatan kaki " Alquran terjamahan itu 

bukan berasal dari arti teks Alquran, melainkan itu pada 

"catatan kaki " oleh tim penerjemah Departemen Agama 

Republik negara kita ".  Maksudnya untuk lebih mempermudah 

pemahaman arti atau tafsir dari ayat ini , mengingat di 

I ndonesia istilah "hipnotis" itu, yang sudah telanjur akrab di 

telinga warga  dari berbagai kalangan. 

Tafsir Alquran 

Fenomena semacam "hipnotis" atau disebut dengan "ilmu 

kekuatan mata" itu memang terdapat dalam tafsir Alquran 

Surat Al-qalam 5 1 : "Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu 

benar-benar hampir menggeUncirkan kamu (Muhammad) 

dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar 

Alquran ... " 

Peristiwa itu  dapat disimak dalam berbagai tafsi r. 

Misalnya: 

• Ta/sir Jalalain oleh Imam Jalaluddin Abdurrahman As­

Suyuthi, dengan kalimat : Dengan pandangan yang kuat,

hingga hampir memingsankan dan menjatuhkan dari

tempatmu, tetapi Allah menolong. Dalam tafsir Jalalain

tidak disebut secara tegas istilah "hipnotis". Melainkan

dengan kalimat : "Yang dimaksud "memandang" itu

bukanlah pandangan kagum, melainkan pandangan tajam 

memancarkan kebencian yang disertai dengan kekuatan

semacam sihir yang pada zaman Nabi Muhammad SAW

ilmu "ketajaman mata" banyak dikuasai Bani As'ad. Untuk

memWki ilmu ini , mereka cukup melakukan puasa

tiga hari sehingga mereka dapat memWki kekuatan magis

hingga dapat menidurkan dan membuat hewan maupun

manusia menjadi kaku bahkan sampai meninggal.

• Tafsi r Al-Munir oleh Syaikh Nawawi Al-Bantani ,  juga

Tafsir Shawi oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad Al-Misri , 

juga Tafsir Mukmin oleh Syaikh Abdul Wadud - Libanon . 

Menurut Syaikh Ahmad, surat ke-51 dari surat al-qalam 

itu oleh bani Asad memiliki dua bagian fungsi . Yaitu, pada 

bagian awal yang berbunyi wa iy-yakadul-ladziina kafaru 

layuzUkuunaka bi absaarihim lammaa sami 'uz-zikra wa 

yaquuluuna innahuu lamajnuun sering disalahgunakan 

untuk sarana metafisis yang bersifat merusak, yaitu 

praktik ilmu sihir. sedang  pada surat bagian yang akhir 

digunakan sebagai penangkal atau penolak sihir, yaitu 

pada kalimat Wa maa huwa ilia dzikrul lil- 'alamiin yang 

artinya : Dan Alquran itu tidak lain hanya peringatan 

bagi seluruh umat dapat digunakan sebagai penangkal 

sihir dengan cara dibaca sebagai doa atau ditulis dalam 

bentuk wifiq atau rajah. 

Secara res mi , agama tidak mengajarkan i lmu yang 

bersifat merusak seperti sihir, santet, dan sebagainya. Namun 

demikian , bahwa ada orang-orang yang beragama yang ke­

mudian menciptakan "teknologi batin"  dengan mengambil 

inspirasi dari ayat-ayat suci , itu memang ada pada setiap 

zaman. Sikap dari agama sendiri sudah jelas, bahwa sihir 

masuk kategori dosa besar. 

"Hipnotis" dan "Gendam" 

dalam lsti lah 

pemakaian  istilah hypnotisme dalam "catatan kaki" 

sebagaimana ini  di atas, jika dilihat dari sisi 

keilmuan hipnotis modern menjadi tidak tepat sebab  yang 

dilakukan orang-orang kafir dari bani As 'ad kepada Nabi 

Muhammad saw itu praktiknya berbeda dengan hipnotis mo­

dern. 

Dalam tafsir ini  dijelaskan, ilmu "kekuatan mata" 

itu dapat memengaruhi Nabi di saat beliau sedang membaca 

Alquran. Saat itu Nabi sempat terpengaruh,  tetapi Tuhan 

kemudian menyelamatkannya. 

Kejadian ini  sesungguhnya lebih tepat disebut dengan 

istilah magis, ilmu hitam, atau bahkan gendam menurut istilah 

zaman sekarang. Walau kita ketahui bahwa tidak semua jenis 

ilmu gendam itu beral1ran hitam. Selain yang beraliran hitam, 

terdapat juga gendam yang beraliran putih .  

l lmu yang dikuasai bani As'ad itu sesungguhnya memiliki 

banyak persamaan dengan ilmu gendam jika dilihat dari 

proses belajar dan fungsinya, yaitu sama-sama dimulai dengan 

menjalankan laku tradisional (puasa, membaca, dan menulis 

rajahlwifiq) kemudian dapat diaktualisasikan ketika sasaran 

(subjek) dalam keadaan diam (pasif) . 

U ntuk mengetahui lebih  lanj ut  tentang beberapa 

perbedaan antara ilmu yang dikuasai bani As'ad dengan 

hipnotis ilmiah yang kini banyak dipelajari khalayak umum,· 

perhatikan di bawah ini :  

HIPNOI'IS ILMIAH MAGIS "KEKUATAN MATA" 

nAN RATTN 

Penguasaannya ditentukan dari Melalui pendekatan metafsik 

teknik dan skill yang bersifat ilmiah (puasa, baca mantra), dsb. 

Hanya bereaksi terhadap subjek atau Dapat bereaksi terhadap sasaran yang 

sasaran yang respons dan memang mau tidak fokus, bahkan yang menolak 

dan ingin menerima hipnotis (untuk sekalipun, termasuk dari jarak jauh tanpa 

kepentingan terapi dan atau peningkatan melalui komunikasi langsung secara 

pemberdayaan diri). verbal atau nonverbal. 

Cara kerjanya lebih memanfaatkan Berproses melalui "energi lembut" : 

sugesti verbal (saran, perintah) maupun kekuatan pikiran (mind power) dan hal 

sugesti nonverbal (gerakan, ekspresi), dll. yang masih diyakini sebagai supranatural 

Jika mengikuti kaidah yang benar, mestinya ada perbedaan 

antara hipnotis dan gendam. Namun sebab  buku ini lebih 

membahas masalah gendam, maka istilah mana yang benar itu 

biarlah dibahas pihak lain yang lebih memahami seluk beluk 

hipnotis modern . Saya memilih menggunakan istilah yang 

sudah telanjur akrab di telinga kalangan awam saja, sebab  

melalui buku ini saya ingin "menyapa" kalangan menengah 

ke bawah,  dengan bahasa yang mudah dipahami mereka . 

Kalangan ini lah yang lebih penting untuk diberi tambahan 

wawasan,  sebab  merekalah yang rawan terhadap penipuan 

bermodus gendam. 

Dalam sejarahnya, kata 'hipnotis' dan 'hipnotisme' 

dicetuskan oleh dokter bedah Skotlandia bernama James 

Braid sekitar tahun 184 1, yang kemudian dikenal sebagai 

Bapak Hipnotis Modern. Hipnotis yaitu  teknik memengaruhi 

orang lain secara sengaja agar masuk ke dalam kondisi me­

nyerupai tidur. Seseorang yang terhipnotis bisa menjawab 

pertanyaan yang diaj ukan dan dapat meneri ma sugesti 

(perintah/saran ) dengan tanpa perlawanan . 

Teknik ini  sering di lakukan untuk menjelajahi alam 

bawah sadar. Hipnotis disebut sebagai western style dengan 

menggunakan kekuatan verbal (saran/perintah).  sedang  

gendam disebut sebagai eastern style dan termasuk hipnotis 

tradisional yang lebih tertumpu pada kekuatan "aku batin "  

seseorang. 

Kalau berpedoman pada Kamus Besar Bahasa negara kita  

(2008: 501 ) ,  ada perbedaan antara keilmuan dan pelakunya. 

lstilah "hipnosis" yaitu  kondisi mirip tidur sebab  sugesti 

atau saran, yang pada taraf permulaan orang itu di bawah 

pengaruh orang yang memberikan sugesti , tetapi pada taraf 

berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali . 

sedang  "hipnotis" yaitu  membuat atau menyebabkan 

seseorang berada dalam keadaan hipnosis. Apa yang tertuang 

dalam kamus ini  sebenarnya masih layak untuk dikoreksi , 

sebab  kondisi hipnosis yang sesungguhnya hanya sebatas 

beralihnya pikiran sadar (conscius mind) ke pikiran bawah 

sadar (subconscius mind) . Bukan amnesia secara total . 

Proses kerja hipnotis dengan gendam juga berbeda.  

Hipnotis hanya mampu memengaruhi orang yang respons dan 

mau dihipnotis, misalnya untuk pertunjukan atau hipnotis 

untuk penyembuhan (h ipnoterapi ) .  sedang  gendam 

memang diprogram untuk dapat memengaruhi orang yang 

menolak saran. 

Pengertian Gendam 

Menurut kalangan awam, isti lah gendam dan hipnotis 

dipahami sebagai hal yang sama. Keduanya, yaitu  disiplin 

i lmu yang memiliki kemampuan memengaruhi orang lain 

menjadi tunduk atau tertidur. 

Dalam Kamus BASA SUNDA baik itu Satja di Brata, 

Dana di Brata, dan Kamus Sunda-/nggris (abad 19) terdapat 

kata gendam, yang artinya kepincut, ketarik, terpengaruh, 

terhanyut. sedang  menurut Kamus BASA DJAWA karya 

Gondoprawiro terbitan Balai Pusataka (1939), gendam di­

artikan :  kemat, mantra, dan pengasihan. 

berdasar  beberapa kamus ini , gendam bisa 

diartikan sebagai cara memengaruhi atau membuat orang 

lain tertarik, terhanyut, kepincut melalui cara yang wajar 

(alamiah ) ,  apakah itu melalui teknik komunikasi maupun 

teknik supranatural melalui kemat, mantra, dan pengasihan 

atau pelet. 

Menurut Rommy Rafael,  kejahatan yang oleh para kor­

bannya diklaim sebagai hipnotis itu kurang benar. Rommy 

menolak pemakaian  istilah itu. Menurutnya, modus kejahatan 

yang sering terjadi di jalanan itu tidak menggunakan hipnotis. 

"ltu bukan hipnotis, mungkin itu gendam, "  kata Rommy saat 

diwawancarai stasiun televisi swasta nasional di Jakarta . 

Rommy seolah mengatakan bahwa hipnotis itu i lmiah, sedang­

kan gendam yaitu  magis. 

Menurut Rom my, hipnotis yaitu  keadaan menyerupai 

trance yang menyebabkan seseorang menjadi lebih sadar, 

lebih fokus dan terbuka kepada sugesti atau saran . Kondisi ini 

hanya dapat dilakukan jika seseorang dengan suka rela mau 

1 0

dipengaruhi dengan hipnotis. 

Rommy menjelaskan, sebelum ia melakukan hipnotis, ia 

akan bertanya dulu apakah orang ini  mau dihipnotis 

atau tidak. Jika ia tidak mau, maka sugesti atau pe,rintah yang 

diberikan itu tidak akan masuk (berpengaruh) ,  dan orang itu 

tentu tidak akan mau menurutinya. Orang sering menyamakan 

hipnotis dengan gendam. Padahal, menurut Rommy Rafael 

atau para ahli yang lain,  kedua istilah itu berbeda. 

Untuk dapat menguasai hipnotis, seseorang memerlukan 

pelatihan yang tekun dan lama. Hipnotis tidak dapat dikuasai 

dalam waktu singkat. lni berbeda dengan gendam atau dikenal 

dengan sirep, yang konon dapat dikuasai dengan bantuan unsur 

nonpribadi melalui ritual tertentu. Seorang korban gendam 

juga menjadi tidak sadar dan melakukan keinginan orang yang 

menggendamnya. 

Selain gendam, ada aktivitas yang "serupa tetapi tidak 

sama" yang dikenal dengan istilah glembuk, lodes, swing, 

cablek, dan gablok, yaitu teknik memengaruhi orang lain 

melalui kecanggihan berkomunikasi (bersilat lidah) dan sarana 

lain sebagai pendukung. lstilah glembuk, lodes, swing, cablek, 

ini dikenal secara lokal di beberapa wilayah di negara kita . 

Dalam Kamus Bahasa Jawa - negara kita  oleh Dwijo Martono 

(2009),  ada istilah yang mendekati aktivitas gendam yang 

disebut glembuk, yang diartikan sebagai "bujuk". Yaitu teknik 

memengaruhi secara verbal maupun nonverbal. 

lstilah ini semestinya lebih pas untuk menyebut kejahatan 

di jalanan, sebab  tindak kejahatan itu lebih didominasi faktor 

teknik komunikasi semata. Namun istilah glembuk ini kemudian 

kalah populer dibanding istilah gendam dan hipnotis. 

1 1

Hasil diskusi dengan banyak pihak untuk proses penulisan 

buku ini, disarankan ada pembagian yang jelas antara gendam 

dan nongendam. Yaitu, gendam untuk penyebutan aktivitas 

memengaruhi yang murni dengan kekuatan magis, sedang  

teknik memengaruhi secara rasional melalui tipu daya dan 

teknik komunikasi yang canggih disebut "glembuk". 

Saran itu sebenarnya dapat diterima, sebab  dalam prak­

tiknya, hasil dari perkara mistis berbeda dengan yang non 

mistis. Gendam mampu dilakukan tanpa banyak bicara bahkan 

tidak harus bertemu antara pelaku dengan yang dipengaruhi , 

sedang  teknir< komunikasi tertumpu pada kemampuan 

verbal. 

Namun demikian , saya memilih untuk tidak memisahkan 

antara isti lah gendam yang magis maupun teknik gendam 

yang rasional. Semua yang timbul dari aktivitas yang dapat 

menyebabkan pihak lain kepincut atau terpikat, saya pukul 

rata saja sebagai gendam, sebab  terlalu banyak istilah justru 

membuat bingung di samping sebab  kita akan mengalami 

kesulitan membedakan apakah seseorang yang terpikat itu 

sebab  faktor magis atau faktor yang alamiah semata. 

Dengan kata lain,  saya tidak mempermasalahkan sarana 

yang dimanfaatkan, tetapi lebih kepada hasil akhirnya . 

Sesuatu yang dapat membuat korban menjadi "bego" dan 

menurut, sebut saja sebagai gendam! ! ! 

Klasifikasi Gendam 

Gendam bereaksi bukan sebab  aktivitas fisik, melainkan 

dengan "energi lembut" yang keluar dari pribadi yang men­

jalankan sebuah disiplin diri yang rutin dan berkesinambungan 

1 2  

(istiqamah) melalui laku batin seperti doa, mantra, wirid,  

puasa, dan laku batin mengurangi "kenikmatan" dunia. 

Dilihat dari sisi kei lmuan yang supranatural, gendam 

terbagi dalam tiga aliran . Yaitu : 

• Gendam Putih :

Yaitu gendam yang oleh penemunya diciptakan untuk

kebajikan. Misalnya untuk memengaruhi orang lain yang

semula bingung menjadi tenang, atau bayi yang rewel

menjadi tenang lalu tertidur. Saya menyebut gendam

yang demikian ini masuk kategori gendam putih. Efek

gendam putih bersifat menyadarkan akal, dan bukan

menghilangkan pikiran. Gendam jenis ini pada umumnya

digunakan untuk pengobatan yang bersif at psikis dan

pertolongan darurat akibat dari peristiwa mendadak yang

mengakibatkan kalap atau histeris.

• Gendam Abu-abu :

Gendam golongan kedua yaitu  gendam yang berada pada

wilayah abu-abu. Gendam ini sifatnya netral dan "elastis"

tergantung bagaimana seseorang itu mewarnainya. Pada

umumnya, tipe gendam abu-abu ini teks amalan (mantra)

berasal dari bahasa campuran antara teks religi dengan

bahasa yang berasal dari budaya setempat. Atau dalam

bahasa ilmu hikmah yaitu  amalan (doa) hasil dari iqtibas

atau meniru-niru atau yang bacaannya menyerupai bagian

ayat suci .

• Gendam Hitam :

Yakni gendam yang memiliki ciri khas : (1 ) teks mantranya

jauh dari nilai-nilai ketuhanan, lebih mengedepankan

1 3

keakuan "daya hidup" dan alam kebendaan; (2) teknik 

menguasainya melalui laku dan prilaku yang menyimpang 

dari kebenaran; (3) ilmu dan teknik pengajarannya cen­

derung memprovokasi orang lain untuk melakukan tindak 

kriminal. Gendam hitam identik dengan sihir dan bersifat 

menghilangkan piki ran . 

Kita sering kali mendengar kejadian aneh. Orang menye­

rahkan uang, perhiasan, terkadang kehormatan kepada orang 

yang baru dikenal di atas angkutan umum, di jalan , terminal 

dan sebagainya, dan sesaat setelah kejadian itu berlalu, kor­

ban pun mendadak tersadar. 

Siapa pun tentu bertanya, kenapa peristiwa seperti itu 

bisa ter:jadi? Apakah itu termasuk kejahatan magis atau teknik 

penipuan semata? Perlu diketahui , bahwa kass seperti itu 

hampir 80 % terjadi sebab  faktor logika semata. Hanya sebab  

ketidaktahuan warga  saja hingga mengaitkannya dengan 

hal-hal yang mistis. 

Untuk memahami apakah gendam itu sebutan lain dari 

sihir, kita tidak dapat memhami dari bahasa asalnya . Sihir 

dalam bahasa Arab animun saghirah yang artinya, sesuatu yang 

menyilaukan mata. Yang dimaksud dengan menyilaukan yaitu  

mengandung arti "menakjubkan" .  Suatu hal yang bersifat di 

luar kewajaran dan tidak dapat diterima oleh akal pikiran. 

lstilah "di luar kewajaran" ini tentu berkembang dari satu 

zaman ke zaman berikutnya . Misalnya i lmu sulap pada zaman 

dulu, boleh jadi disebut sihir sebab  sifatnya "menyilaukan" 

atau mengagumkan pandangan rnata. Namun, seiring dengan 

perkembangan ilmu pengetahuan , sulap menjadi hal yang sa­

ngat wajar, bahkan anak-anak kecil pun dapat melakukannya 

1 4  

tanpa harus melakukan ritual-ritual aneh . Penafsiran suatu 

masalah selalu berkembang sesuai peradaban manusia. Apa 

yang disebut sihir pada saat ini, lima atau 10 tahun mendatang 

boleh jadi menjadi hal yang wajar atau alamiah. 

Sihir dari berbagai literatur dijelaskan sebagai persekutuan 

antara manusia dengan makhluk halus (j in,  setan).  Tetapi si­

hir itu hanya memengaruhi orang yang oleh Tuhan diizinkan 

untuk terkena gangguan sihir. Nah, setelah kita mengetahui 

bahwa sihir itu diizinkan atau dibiarkan terhadap orang yang 

tidak dilindungi , semestinya ini dapat memotivasi kita untuk 

memohon kepada-Nya agar setiap sihir yang ditujukan kepada 

kita itu tidak diizinkan-Nya. 

Menurut agama, sihir yaitu  perbuatan yang amat diku­

tuk, sebab  ada unsur bersekutu dengan setan.  Beberapa 

kalangan menyebutkan, sihir yang paling kecil tingkatannya 

yaitu  sihir yang dapat memengaruhi orang lain memiliki pe­

rilaku yang tidak wajar. 

Dalam pandangan mayoritas ulama, sihir diyakini sebagai 

(bukti) yang dapat menimbulkan dampak bagi kehidupan ma­

nusia. Namun kalangan muktazilah menganggap sihir hanyalah 

tipuan mata atau dalam istilah Jawa disebut walik paningal, 

yaitu kemampuan memengaruhi pandangan mata orang lain 

sesuai yang dikehendaki pihak penyihirnya. 

Dalam Kitabus Sihr oleh Syaikh Muhammad Ja'far dise­

butkan, sihir yaitu  suatu perbuatan yang dilakukan seseorang 

dengan menyediakan syarat-syarat tertentu, dalam kondisi 

tertentu yang tidak wajar dan sangat misterius . 

Tujuan dari upaya ini  untuk memengaruhi orang lain 

dengan tujuan-tujuan tertentu yang diinginkannya. sedang  

15 

pelaku sihir dalam fikih Imam Hanafi, Maliki ,  dan Hambali 

dianggap kafir dan boleh langsung dibunuh, sepanjang orang 

itu mengaku sebagai ahli sihir. 

lbnu Suja' mengutip pendapat Hanafi, menyebutkan bahwa 

melakukan praktik sihir menanggung dua perbuatan yang tidak 

terpuji ,  yaitu kafir dan merusak. sedang  Imam Syafi 'i tidak 

menyebut pelaku sihir sebagai kafir, tetapi bisa dihukum mati 

j ika terang-terangan sihi rnya menimbulkan kematian bagi 

orang lain .  sedang  j ika sihirnya itu tidak mengenai sasaran, 

hanya dikenakan hukuman denda (diyat). 

Menurut I mam Fakhruddin Arrazi , hakikat dari seluruh 

ilmu itu mulia sebagaimana dikutip dalam kitabnya, Rawa'iul 

Bayan. Bahkan ia menganggap mempelajari ilmu sihir diper­

kenankan sepanjang untuk tujuan-tujua·n yang baik, semisal 

para mufti atau pembuat fatwa atau hakim yang memutuskan 

perkara sihir. sebab  dengan mengetahui ilmu sihir, ia bisa 

menentukan keputusan hukum bagi pelaku sihir. Namun, 

pendapat yang terkuat dari kalangan ulama, sihir tetap diha­

ramkan berdasar  ayat suci Alquran dan hadits. 

Dari sumber lain,  kata sihir sendiri berasal dari kata Arab 

'sahar' , yaitu akhir waktu malam dan awal terbitnya fajar. 

sebab  pada saat itu bercampur antara gelap dan terang, 

sehingga sesuatu menjadi tidak jelas atau tidak sepenuhnya 

jelas . Al-Azhari berkata bahwa sihir yaitu  perbuatan yang 

dilakukan dengan mendekatkan d i ri kepada setan dan 

meminta bantuan dengan nya, sihir menurutnya juga berarti 

menipu pandangan sehingga seseorang menyangka bahwa apa 

yang dilihatnya itu benar padahal sebenarnya tidak. 

Abu Bakar lbnu Al-Araby, seorang pakar tafsir dan hukum 

1 6

Islam bermazhab Maliki (w. 1 1 48 M) berpendapat bahwa sihir 

yaitu  ucapan-ucapan yang mengandung pengagungan 

kepada selain Allah yang dipercaya oleh pengamalnya dapat 

menghasilkan sesuatu dengan kadar-kadarnya. 

sedang  lmam Al-Alusy berpendapat, bahwa sihir yaitu  

perkara-perkara ganjil  yang seakan-akan ia yaitu  perkara 

yang luar biasa tetapi bukanlah luar biasa, sebab  sihir dapat 

dipelajari dan diperoleh melalui takarrub (mendekatkan diri )  

kepada setan dengan melakukan kejahatan berupa ucapan 

seperti jampi-jampi yang mengandung makna kemusyrikan 

serta pujian kepada setan, dan berupa perbuatan seperti 

beribadah kepada bintang-bintang dan melakukan jinayah 

serta kefasikan, dan berupa keyakinan seperti menganggap 

baik perkara yang membawa kepada takarrub serta cinta 

kepada setan. 

Sebenarnya masih banyak lagi pendapat para ulama 

seputar sihir. Sihir yaitu  sebutan dalam bahasa Arab. Namun 

pada hakikatnya sihir yaitu  penghambaan kepada selain 

Tuhan dengan maksud memeroleh kesaktian atas bantuan 

setan ini . 

berdasar  pendapat di atas, suatu ilmu layak disebut 

sebagai sihir itu j ika mengandung Lima unsur, yaitu : 

• Bersekutu atau bekerja sama dengan jin setan .

• Mengacaukan pandangan a tau halusinasi .

• Menggunakan media yang tidak wajar atau mis­

terius.

• Hasil yang ditimbulkan sangat mengagumkan.

• Memengaruhi peri laku dan pikiran orang lain menjadi

tidak wajar.

1 7

• Mendekatkan diri kepada setan.

• Ucapan yang mengagungkan selain kepada Tuhan .

Nah, sebab  i lmu itu termasuk pegangan yang paling 

pribadi, dan yang mengetahui yaitu  orang yang memilikinya 

atau guru yang mengajarkannya, maka orang lain tentu ti ­

daklah bijak j ika kemudian ·menghakimi ilmu seseorang itu

termasuk ilmu putih, abu-abu, atau hitam, hanya berdasar  

pada perkiraan semata. 

l lmu yang memiliki karakteristik gendam, yang dapat me­

mengaruhi pihak lain, proses kerjanya pun berbeda antara 

gendam yang beraliran putih,  abu-abu, dan gendam yang 

beraliran hitam. 

l lmu yang mumi putih memengaruhi berdasar  kesadaran 

penuh. Misalnya, Anda memiliki amalan yang bersumber dari 

doa dari kitab suci dari agama yang Anda yakini.  Jika jenis 

amalan ini Anda gunakan untuk meminta sesuatu kepada 

pihak lain,  maka pihak yang Anda mintai itu memberi ,  maka 

ia memberi berdasar  ketulusan hatinya. 

Menurut isti lah santri , berdoa yang murni langsung 

kepada Tuhan melalui petunjuk yang diajarkannya yaitu  

memanfaatkan sifat rahim-Nya, yaitu sifat Tuhan sebagai Dzat 

Yang Maha Penyayang. Karunia ini be rs if at khusus dan hanya 

diberikan kepada orang-orang terpilih ,  yang amal baiknya 

lebih banyak dibanding amal buruknya. 

sedang  i l m u  gendam yang masuk wi layah abu­

abu memi l iki karakte r "setengah memaksa" .  Tipe in i  

membutuhkan kekuatan "aku batin" manusia, tetapi arah 

permohonannya tetap menuju kepada Tuhan melalui teknik 

yang membutuhkan kekuatan visualisasi atau program niat 

1 8

guna membangkitkan daya hidup. 

Pada tahap ini manusia memanfaatkan sifat rahman-Nya, 

yaitu sifat Tuhan sebagai Dzat Yang Maha Pengasih .  Karunia ini 

dapat diberikan kepada siapa pun,  apakah ia orang beriman 

atau orang-orang yang memiliki timbangan amal baik dan 

maksiatnya seimbang. 

l lmu gendam tipe ketiga yaitu  gendam yang diambil 

dari unsur daya-daya rendah, (jin kafir dan setan).  Untuk me­

nguasainya dibutuhkan ego atau keakuan yang besar. Untuk 

lebih mantapnya, seseorang harus masuk dalam komunitas 

orang-orang yang melepas unsur-unsur ketuhanan dari dalam 

dirinya. 

Kisah ini identik dengan proses belajar sihir pada zaman 

Harut dan Marut. Yaitu, seseorang yang akan belajar sihir 

diminta untuk kencing terlebih dahulu. Setelah itu ditanya 

oleh Harut dan Marut, adakah sesuatu yang keluar saat ia 

kencing selain ai r seni? 

Jika orang itu menjawab tidak ada,  maka ia ditolak untuk 

belajar sihir. Namun jika ia menjawab melihat burung keluar 

dari alat vitalnya dan burung itu terbang ke langit, maka ia 

dianggap lulus untuk belajar sihir sebab  sesungguhnya yang 

terbang itu yaitu  imannya. 

1 9


Mengenal Teknik Gendam 

Untuk memahami isi buku ini, Anda harus mengedepankan 

cara berpikir positif sebab  buku ini ditulis bukan untuk 

mengajarkan bagaimana melakukan gendam untuk kejahatan, 

melainkan untuk memberikan wawasan kepada pembacanya 

tentang hal-hal di seputar gendam. Baik itu gendam yang 

teknik, atau gendam dalam pengertian yang metafisik. 

Orang bijak mengatakan, untuk menguasai suatu bangsa, 

Anda harus menguasai bahasanya. Membaca buku ini yaitu  

dalam rangka mengetahui "bahasa" para pelaku kejahatan , 

bermodus gendam. Berasal dari tahu, Anda memiliki kans 

selamat lebih besar saat berhadapan dengan teknik yang 

mereka gunakan. Yakinlah, buku ini jauh dari kesan menga­

jarkan gendam yang negatif. 

Ketika buku ini menulis secara lengkap tahap demi tahap 

proses gendam , hal itu untuk mengetahui sisi lemahnya, 

sebab  gendam hanya dapat dinetralisasi ketika seseorang . 

mengetahui teknik yang digunakannya. Orang mempelajari 

"ilmu maling" bukan untuk menjadi maling, tetapi agar sela­

mat dari kejahatan para maling. 

Para pelaku gendam, sebelum melakukan praktik keja­

hatan, pada umu mnya menggunakan teknik penjaj akan 

terlebih -dahulu. Teknik yang biasa digunakan yaitu  teknik 

"Tepuk bahu" atau dengan "Menyapa, Sok (Pernah) Kenal" 

21 

atau tampil sebagai calon "Dewa Penolong". Semua teknik ini 

akan dibahas lebih lanjut pada bab lain dalam buku ini . 

Menepuk bagian pundak atau anggota tubuh lain itu ibarat 

mengetuk pintu ketika seseorang akan bertamu, sedang  

sapaan sok kenal dan sok akrab ibarat ucapan "kula nuwun" 

atau "assalamu 'a/ajkum".  Artinya, jika calon korban tampak 

respons terhadap dua hingga tiga teknik itu, maka teknik 

gendam dapat diperdalam lagi . lbarat orang bertamu, jika si 

tuan rumah sudah "membuka pintu" bahkan mempersilakan 

tamunya masuk ke dalam rumah, maka target yang lain dapat · 

dilanj utkan . 

Teknik "pra induksi" atau penjajakan ini bukan hanya ber­

laku di dunia penggendaman saja .  Dalam hipnotis panggung 

(stage hypnosjs) dikenal istilah "Lima Yes" sebagaimana dila­

kukan para entertajnt di bidang hiptotis. 

Yaitu, sebelum "ngerjain" korban dengan pertunjukan 

panggungnya, terlebih dahulu melakukan tes "Lima Yes" 

diawali dengan : 1 .  Mengajak bersalaman, 2. Bertanya nama, 

3. Menyuruh maju  atau mundur satu dua langkah . 4.  Bertanya

apakah bersedia dihipnotis. 

Jika kelima langkah itu disetuj ui oleh pihak yang akan 

dihipnotis, maka proses selanjutnya hampir dipastikan berhasil. 

Teknik pendalaman dapat dilakukan agar pertunjukan dapat 

berlangsung dengan baik. 

Begitu halnya dengan teknik gendam. Jika calon korban 

menjawab "ya" atas semua saran atau buj ukan pelaku 

gendam, atau calon korban menganggukkan kepala lebih dari 

empat kali , maka hampir dipastikan ia makin terhanyut dalam 

bujuk rayu yang lebih dalam lagi . Terkecuali jika jawaban 

22 

"ya" dan anggukan kepala itu untuk sebuah teknik menjebak 

pelaku gendam untuk keperluan akan diringkus. 

Penulis saat "iseng" memeragakan teknik gendam saat pelatihan 

hypnosis & hipnoterapi th 2994 di sebuah rumah sakit di kota Surabaya. 

23 

Sebagian besar kejahatan bermodus gendam itu sering kali 

di lakukan secara berkelompok. Dalam suatu kelompok selalu 

ada yang diperankan sebagai pemimpin atau peran utama, 

sedang  anggota yang lain memiliki tugas untuk mendukung 

kerja pemimpinnya. 

Dalam menjalankan aksi kejahatan itu, para pelaku tidak 

berpedoman pada teori yang baku. Mereka lebih mengandalkan 

pengalaman praktik lapangan. Atau jika ada proses training 

bagi pemula, hal itu cukup dilakukan di sudut terminal atau 

di emperan toko atau terlebih dahulu "magang" dengan 

memerankan sebagai tokoh pembantu. 

Teknik gendam itu jika diamati dan dipolakan, mereka 

- para pelaku kejahatan - itu dalam menjalankan aksinya 

juga menggunakan prinsip tahapan yang berlaku pada hipnosis 

modern, baik itu hipnotis panggung (stage) maupun untuk 

kepentingan terapi (hipnoterapi )  meliputi : pra induksi , 

induksi , deepening, depth level test, dan sugesti . 

Bedanya, dalam gendam proses terminasi atau menya­

darkan "korban" tidak di lakukan . sebab  semakin lama korban 

mengalami blank, justru mereka lebih aman sebab  dapat 

menyingkir ke lokasi yang lebih jauh. 

Pengertian pra induksi di lingkungan para pelaku gendam 

yaitu  menciptakan pemanasan atau " kesan pertama" . 

Tahapan paling awal ini sangat menentukan apakah selanjutnya 

itu akan berlangsung mulus atau mengalami kegagalan. Kesan 

pertama itu biasanya dilakukan dengan teknik yang disesuaikan 

dengan siapa yang akan menjadi target gendam dan bagaimana 

situasi dan kondisi di sekitar lokasi praktik gendam itu . 

Secara umum, "kesan pertama" ini meliputi penampilan 

24 

fisik berupa pakaian dan aksesoris yang dapat mengesankan 

bahwa pelaku bukanlah orang sembarangan.  Misalnya, para 

pelaku gendam yang beroperasi di lingkungan pedesaan dengan 

warga  yang agamis narnun berpendidikan rendah, maka 

pelaku gendarn rnernilih berpenarnpilan layaknya seorang 

rohaniwan, lengkap dengan para tim (anggota) yang berperan 

sebagai orang yang sangat menghormati atau mengultuskan 

"sang tokoh" itu . Misalnya membawakan tas, membukakan 

pintu mobil (walau itu hanya mobil sewaan) ,  menuangkan 

minuman saat "sang tokoh utama" itu akan minum, atau 

berjalan membungkuk layaknya abdi dalem di hadapan sang 

raj a. 

Teknik Menjatuhkan Mental 

Mekanisme yang digunakan dalam kejahatan bermodus 

gendam terkadang dilakukan dengan mengadu tatapan mata. 

Ada dua pendapat dalam hal ini, dan menurut saya pribadi, 

menatap mata sasaran itu diyakini untuk "memancarkan" 

kekuatan magis ,  namun secara i lmiah tatapan mata itu 

bertujuan untuk menggertak atau menjatuhkan mental calon 

korban. 

Proses ini tidak berbeda jauh dengan teknik yang digunakan 

calo-calo di terminal bus antarkota. Caton penumpang yang 

tampak berpenampilan udik (ndesa), yang clingak-clinguk 

mengesankan tidak "menguasai medan" maka oleh para calo, 

mata calon penumpang ini dipelototinya. Dan setelah calon 

penumpang itu ketakutan (minder), mereka mudah disarankan 

untuk naik bus. Padahal bus ini  belum tentu sesuai de­

ngan jurusan yang seharusnya dinaiki oleh penumpang itu . 

25 

Prinsip mengadu tatapan mata, atau dalam bahasa Jawa 

disebut mentheleng i ni sekaligus untuk menguji sejauh 

mana kekuatan mental calon korban .  Dalam dunia tinju ,  

adu tatap mata ini digunakan sebagai cara untuk mengukur 

nyali lawan tanding menjelang pertandingan . Saat kedua 

petinj u dipertemukan di tengah ring oleh wasit ,  dapat 

diperhatikan petinju mana yang memalingkan waj ahnya 

menghindari tatapan mata lawan, maka secara mental dialah 

yang mentalnya lebih kecil dan sudah merasa kalah sebelum 

bertanding. 

Mental atau nyali ini nantinya berkaitan dengan teknik 

dan fisik saat bertanding. Seorang petinju yang mentalnya 

mulai melemah, pukulan yang mendarat ke bagian tubuhnya, 

beratnya bisa terasa d ua kali lipat dari bobot aslinya. 

Sebaliknya, bagi petinju yang bermental badak, ia lebih tahan 

dalam menerima pukulan lawan, dan bobot pukulan lawan itu 

terasa lebih ringan. 

Para pelaku gendam terkadang menjatuhkan mental 

calon korban dengan tatapan matanya. Sering kali aktivitas 

itu d i ba rengi dengan membuat calon korban menj adi 

tidak nyaman dan buyar konsentrasinya, misalnya dengan 

mendekatkan wajahnya hanya berjarak kurang sejengkal dari 

wajah korban. 

Tujuan dari teknik ini j ika di lakukan di tempat umum 

membuat calon korban merasa risih ,  ada perasaan malu . Jika 

penggendamnya dari sesama jenis, si calon korban merasa 

risih sebab  bisa dianggap sebagai gay (homoseks ) atau 

lesbian. sedang  jika pelaku gendam dari lawan jenis, ia 

bisa dianggap sebagai orang yang tidak bermoral,  berpacaran 

26 

kok di tempat ramai . Ketika seorang calon korban sudah 

terperangkap dalam kondisi kalah mental dan merasa risih 

dengan perilaku yang dianggap tidak normal, maka otak kri­

tisnya mulai menurun sehingga terperangkap dalam kendali 

penggendamnya. 

Teknik kejahatan bermodus gendam dengan cara men­

jatuhkan mental korban, misalnya, pelaku berpakaian preman, 

berlagak seperti aparat (reserse) yang sedang mencari bu­

ronan, modusnya juga dimulai dari memelototi korban dan 

setelah sasaran nyalinya mulai ciut (minder), pelaku gendam 

lalu menanyakan identitas korban . Selanjutnya, dompetnya 

dibuka dan diacak-acak, pura-pura memeriksa KTP, dan 

identitas yang lain.  

Di  saat korban itu lengah, isi dompet (uang) itu sudah 

berpindah tangan. Modus ini banyak dilakukan para pelaku 

gendam jalanan terhadap para pekerja (kuli ) yang menerima 

upah mingguan pada Sabtu petang. Sasaran lebih kepada para 

kuli bangunan di kota-kota besar sebab  dianggap lebih empuk. 

Para kuli dianggap ber-SDM rendah dan mudah digertak. 

Untuk mengantisipasi kejahatan jenis ini, para kuli di kota 

besar, setelah menerima upah mingguan lalu iuran bersama. 

Masih lengkap dengan alat kerjanya, cangkul dan goda"J, 

mereka naik taksi beramai -ramai sebab  selain hemat juga 

lebih aman . 

Sugasti Tanpa Koma 

Otak manusia itu seperti komputer. Kemampuan daya 

tampungnya dalam menerima saran atau informasi ditentukan 

dari RAM (Random Acces Memory) dan memorinya. Jika pe-

27 

rangkatnya tidak mencukupi , maka komputer bisa hank. 

sebab  itu, sepintar apa pun, jika dalam waktu bersamaan 

seseorang itu diberondong dengan kata-kata (sugesti) secara 

berlebihan, maka ada kemungkinan otaknya dapat menerima 

sebagian dari saran ini  sebagai suatu kebenaran. 

Jika suatu saat Anda menghadapi kasus semacam ini, 

langkah yang paling praktis yaitu  menghindar lalu menyi­

bukkan diri ,  misalnya menghubungi teman dengan hand phone, 

atau j ika nyali Anda cukup berani, gertaklah mereka dan 

berlagaklah sebagai "mantan pelaku" lalu meremehkan teknik 

yang mereka gunakan itu sudah kadaluwarsa. Selanjutnya 

sodorkan kartu nama Anda, dan persilakan mereka itu suatu 

saat berkunjung ke kediaman atau padepokan Anda untuk 

mempelajari teknik terbaru yang lebih canggih .  

Bagi para pelaku gendam yang tidak sabaran dan ingin 

cepat menyelesaikan tugasnya, terkadang hanya menggunakan 

dua teknik saja. Yaitu memelototi sasaran, dan setelah sasaran 

jatuh mental kemudian disusul dengan "sugesti tanpa koma". 

Bayangkan saja, siapa pun dalam kondisi mental sudah down, 

kemudian dicecar dengan saran atau bujukan yang melelahkan 

otaknya, maka ia sulit menggunakan logikanya. 

Memanfaatkan Ras • Kasta 

Di I ndonesia, kejahatan bermodus gendam ini sering di­

lakukan orang asing, khususnya yang menggunakan modus 

menukar uang dolar, menjual jam tangan rolex, berlagak 

sebagai donator yang hendak mencari yayasan yang akan diberi 

sumbangan, dan sebagainya. Fenomena ini dapat dikategorikan 

aneh sebab  lazimnya teknik bujuk rayu itu membutuhkan 

28 

kemampuan komunikasi yang baik. Namun kali ini pelaku 

justru orang yang tidak fasih berbahasa negara kita .  

Untuk diketahui bahwa yang menyebabkan seseorang 

mudah terhipnotis itu yaitu  jika yang menyampaikan saran 

itu orang yang secara sosial dianggap lebih tinggi dibanding 

orang yang menerima saran. 

Ketika suatu saat Anda berhadapan dengan orang asing, 

khususnya dari ras kulit putih dan Jepang, maka sebagian dari 

kita tentu merasa lebih rendah diri .  Hal ini berkaitan dengan 

sejarah masa lalu nenek moyang kita yang pernah dijajah oleh 

bangsa kulit putih dan bangsa dengan perawakan pendek, 

berkulit kuning dan bermata sipit. 

Secara umum manusia mewarisi budaya "minder turunan" 

dari para leluhurnya. lni dibuktikan bahwa sikap kita terhadap 

bangsa kulit putih dan bangsa yang pendek bermata sipit pun 

berbeda dengan bangsa dari ras negro yang dulu tidak pernah 

menjajah negara kita. Di negera kita, artis berwajah bule le­

bih laris dibanding yang berwajah negro. 

Begitu halnya sikap kita terhadap bangsa asal Timur 

Tengah. Sebagian dari kita sangat hormat sebab  sejarah 

spiritualitas kita banyak diwarnai ras mereka. Bahkan sebagian 

dari suku tertentu ada yang menganggap ras Timur Tengah 

pantang untuk disalahkan, apalagi diganggu, walau ia nakal 

sekalipun. Bisa kualat, katanya . 

Faktor "minder turunan" ini oleh pelaku kejahatan ber­

modus gendam benar-benar dimanfaatkan untuk melakukan 

kejahatan kepada suku pribumi . Selain faktor minder, mereka 

memanf aatkan ketidakmampuan sasaran gendam dalam 

memahami bahasa mereka, sehingga saat diajak bicara hanya 

29 

menjadi pendengar, bengong, bingung, dan serba salah dalam 

bertindak. 

Persepsi kita terhadap orang asing yang kita anggap 

"serba lebih"  dari banyak hal (materi dan intelektual ) j uga 

menempatkan kita menjadi mudah terkecoh . sebab  itu, 

ketika ada orang asing menawarkan jam tangan merek ter­

kenal atau lembaran uang dolar, pikiran kita sering kali tidak 

perlu menelitinya sebab  kedua barang ini  identik de­

ngan keseharian mereka. 

Salah satu kasus gendam yang di lakukan orang asing 

keturunan Melayu berlogat Malaysia yang pernah saya gagalkan 

yaitu  ketika hendak mengelabui pengunjung bank. Bermodal 

tas koper yang ditentengnya, dia tampak gelisah seolah-olah 

kunci tasnya ketinggalan di hotel. 

Berlagak kehabisan pulsa saat menghubungi temannya 

yang masih di hotel, ia lalu meminjam hand phone sesama 

pengunjung bank. Tas itu digunakan untuk menaruh keper­

cayaan pada calon korban yang menganggap di dalam tas itu 

ada uang dalam jumlah besar, sehingga tidak mungkin ia lari 

membawa HP sebab  isi koper itu dianggap lebih berharga. 

Berlagak sinyal ,hand phone sedang lemah, orang asing 

itu bergeser mencari tempat yang sinyalnya lebih baik. Kli­

maksnya mudah ditebak. Dia makin menjauh, menjauh dan 

kemudian kabur. Melihat peminjam hand phone kabur, maka 

pemiliknya itu tetap tenang. 

la yakin dalam waktu tidak lama lagi dia pasti kembali . 

Dan ketika peminjam hand phone itu benar-benar tidak kem­

bali , boleh jadi malah bersyukur. Dalam hati dia berkata 

kehilangan hand phone tetapi dapat sekoper dolar. Masih 

30 

untunglah, pikirnya. Namun ketika koper dibuka, isinya ter­

nyata potongan-potongan kertas . Selanjutnya cerita pun 

berbalik. Kehilangan hand phone harga jutaan dan dapat 

pengganti koper bekas seharga sekitar Rp200.000,- dan 

potongan kertas. 

Dibanding orang barat, bangsa timur memiliki tipikal 

lebih mudah dipengaruhi sebab  sifatnya yang mudah iba 

dan mudah dipercaya. Budaya timur yang mistis memiliki 

sisi lemah dalam analisis, sehingga ketika suatu saat melihat 

sesuatu yang dianggap ajaib, analisisnya sering kali mengarah 

kepada keajaiban supranatural.  

Saya merasakan adanya perbedaan yang mendasar antara 

orang barat dengan orang timur ketika hadir dalam suatu acara 

yang dihadiri sekitar 25 pesilat dari berbagai negara bagian 

Amerika. Walau mereka mengenal saya sebagai instruktur silat 

dan pelaku mistis, saat saya menampilkan demo mengeluarkan 

3 1  

listrik dari tubuh dan keberadaan stroom itu dapat dibuktikan 

dengan tespen, mereka tidak serta merta langsung mengagumi 

hal itu sebagai ilmu kesaktian. 

Awalnya memang ada beberapa yang berasumsi hal itu 

sebagai ilmu tenaga dalam tingkat tinggi . Namun sebagian 

besar dari mereka tidak mau menyerah . Mereka lebih memi ­

lih menguber saya, memeriksa apakah saya mengenakan 

peralatan yang dapat mengeluarkan stroom listrik. Baj u 

kaos pun diminta untuk dibuka, dan saya turuti . Masih belum 

puas, lanjut ke celana saya untuk dibuka, ha ha ha ... Ketika 

tidak juga ditemukan alat yang mencurigakan mereka baru 

geleng-geleng kepala dan kompak bergumam, whooooo .. . !  Dan 

hanya sebab  menghargai sikap mereka yang tidak gampang 

menyerah itu ,  saya pun membuka kartu "kesaktian" ini  

sehingga whooooo ... berubah menjadi ha ha ha .... 

Orang barat bukan berarti tidak bisa dipengaruhi, namun 

proses untuk menyerah itu lebih membutuhkan waktu 

dibanding ketika memengaruhi bangsa timur. 

32 

Berbagai Kasus Gendam 

relain kekuatan yang bersifat l lahiah (doa) ,  hal yang

menyebabkan seseorang dapat selamat dari penipuan

bermodus gendam yaitu  wawasannya. Orang dengan wawasan 

yang lebih luas, sulit dipengaruhi gendam. 

Memperluas wawasan dapat dilakukan dengan banyak 

bergaul, berdiskusi dengan orang yang memiliki pengalaman 

hidup luas, atau dengan banyak membaca. Orang yang wa­

wasannya luas, setiap kali ada upaya-upaya negatif ditujukan 

terhadap dirinya, maka logikanya langsung bereaksi . Setiap 

gerakan dan pembicaraan yang tidak wajar, mudah terdeteksi 

kemana arahnya. 

Untuk memperluas wawasan dan mempertajam analisis, 

kenalilah berbagai teknik gendam yang sering dilakukan para 

penjahat di jalanan, seperti kasus di bawah ini. 

Orang Pintar di Atas Bus 

Gendam dengan teknik tampil sebagai "dewa penolong" 

ini sering kali dimainkan secara berkelompok. Pada bab ini sa­

ya akan menulis teknik yang biasa dimainkan di atas kendaraan 

umum dengan cara : 

• Teknik gendam ini diperankan minimal tiga pelaku.

• Dari tiga pelaku ini , ada yang berperan sebagai

orang yang ditokohkan (peran utama) dan dua pelaku

lain,  sebagai figuran.

33 

• Tokoh utama berpenampilan lebih meyakinkan . '

• Jika calon korban dari kalangan agamis, pelaku utama

berpenampilan seperti rohaniwan ,  bersorban leng­

kap dengan aksesorisnya (tasbih ,  bau wewangian) ,

dll .  Jika calon korbannya warga  dari kalangan

nasionalis, ia berpenampi lan tradisional ala dukun

sakti . Bergelang akar, pakaian serba hitam, cincin ala

Tessi Srimulat, terkadang mengenakan aksesoris yang

dapat mendongkrak penampilannya, misalnya jam ta­

ngan berlogo " lstana Merdeka",  dll.

Cara kerjanya, rnereka bertiga sepakat naik bus yang 

sama tetapi masing-rnasing naik dari halte yang berbeda.  

Bus yang dipilih biasanya bus antarkota yang rnembutuhkan 

perjalanan lebih dari 1 , 5 jam. sedang  modus yang rnereka 

lakukan yaitu  figuran pertama naik dari halte pertarna, 

tokoh utama naik dari halte kedua, dan figuran kedua naik 

dari halte ketiga. 

lntinya , mereka duduk atau bertemu dalam satu bus 

te-tapi bersikap seolah-olah tidak saling mengenal .  Aksi 

mulai dimainkan setelah figuran kedua naik bus. Sang tokoh 

yang memerankan sebagai rohaniwan atau dukun ampuh itu 

menyapa figuran kedua dengan bahasa yang seolah -olah dia 

memiliki kemampuan melihat isi hati orang lain .  

"Kamu mau pinjam uang ke familirnu ya?" kata tokoh 

utama kepada figuran kedua yang baru naik kendaraan. 

"Lho .. .  bapak kok tahu?" 

"He he . . .  sebaiknya kamu pulang saja. Saudaramu yang 

akan kamu datangi itu sedang tidak punya duit, " kata tokoh 

34 

utama. 

"Tetapi saya butuh uang untuk berobat anak saya yang 

sakit, " kata figuran penuh iba. 

Sudah tentu, pembicaraan itu di lakukan dengan nada 

agak keras agar didengarkan oleh penumpang yang ada di da­

lam bus. Tentu saja ulah mereka bertiga itu menjadi bahan 

perhatian penumpang yang lain .  Selanjutnya figuran pertama 

menjalankan perannya. la menghampiri tokoh utama itu dan 

(pura-pura) bertanya: "Maaf, mbah ... Apakah abah ini Gus 

Fulan yang punya Padepokan ' Unggul Sejagat' itu?" 

Ketika tokoh utama itu menganggukkan kepala, figuran 

pertama mencium tangannya . Selanjutnya tokoh utama 

merogoh beberapa lembar uang kertas dengan nominal besar 

(Rp 50.000, - atau Rp 100.000, - )  lalu diserahkan kepada figuran 

kedua yang berperan sebagai seorang ayah yang sedang 

kesulitan keuangan untuk biaya pengobatan anak yang sedang 

sakit. 

Dari rangkaian adegan ini ,  sudah pasti ada beberapa 

penumpang bus yang terpesona dengan kedermawanan sang 

tokoh utama. Apalagi dengan kemampuan indra keenam 

yang tajam, sehingga dapat membaca hati seseorang yang 

(kesannya) belum dikenal. Maka beberapa penumpang tentu 

ada yang mulai merespons, mendekat, memperkenalkan diri ,  

dan berniat minta "dibaca" atau diberi solusi atas problem 

kehidupan yang sedang dialaminya.  

Namun untuk melayani penumpang bus yang asli , tokoh 

utama itu menyarankan untuk di lakukan pertemuan yang 

khusus. Bukan di atas bus, tetapi dapat di sebuah rumah makan 

atau tempat lain yang dirasa lebih nyaman, aman , dan bebas 

3 5  

untuk berkonsultasi . 

Ketika seseorang sudah percaya dengan kebaikan dan 

kedermawanan seseorang yang pemah dilihat secara langsung, 

apalagi ditambah dengan kesan "sakti dan waskita" itu, maka 

logika atau areal kritiknya mulai melemah. Sehingga, dengan 

modus yang dimainkan secara rapi ini ,  sering kali berlanjut 

pada tindak pemerasan berkedok "spiritual" .  

Misalnya, bagi penumpang yang menghadapi problem per­

jodohan, terlilit hutang, boleh jadi ATM-nya dikuras dengan 

dalih untuk persyaratan memeroleh kemudahan-kemudahan 

yang diinginkan ,  sehingga ia berani berkorban terlebih dahulu. 

Misalnya, berkedok untuk kesejahteraan anak yatim yang 

diasuh sang tokoh utama itu,  atau untuk proyek kemanusiaan 

yang lain .  

Bagi orang yang sudah terpesona, biasanya tidak akan me­

naruh curiga ketika ia sudah melihat kedermawanan orang 

memberi uang kepada penumpang yang sedang kesulitan. 

Apalagi ditambah dengan kemampuannya membaca hati 

orang lain ,  heemm .... . Orang dalam posisi "terperangkap" 

kekaguman tokoh yang dianggap sakti itu ibarat kerbau yang 

dicongok hidungnya. 

Maka, ketika sang tokoh utama itu berhadapan dengan 

calon korban yang kesulitan jodoh, dan mengatakan :"Kamu 

jelas sulit jodoh, sebab  selama ini hatimu masih silau dengan 

kemewahan dunia . lngatlah . .  , sebagian dari rezeki yang 

dititipkan Tuhan kepadamu itu ada hak-hak fakir-miski n .  

Terhambatnya j odoh itu sebab  kam u  kurang sedeka h .  

Bersedekahlah maka kamu pasti mendapatkan limpahan 

rezeki yang jauh lebih banyak, dan apa yang kamu inginkan 

36 

segera tercapai . "  

Nah, jika posisi korban itu orang yang wawasannya ter­

batas sehingga tidak mampu menganalisis modus gendam 

yang semacam itu, ditambah pelaku gendam memang orang 

yang profesional dalam memainkan emosi orang lain,  maka 

tidaklah mustahil jika korban kemudian menyerahkan ATM 

berikut nomor PIN-nya. 

Proses seseorang yang merelakan tabungannya dikuras 

oleh orang yang baru dikenalnya sebagaimana kasus ini , 

faktornya lebih dominan pada teknik dan skill pelakunya 

yang memang sudah sangat profesional . Dan mulusnya teknik 

yang dimainkan itu lebih disebabkan oleh faktor wawasan 

korbannya yang pas-pasan. 

Teknik Gendam di Rumah Sakit 

Selain teknik gendam di atas bus, ada juga teknik  yang 

sering dimainkan di kompleks rumah sakit. Teknik ini minimal 

di lakukan oleh tiga pelaku . Dua pelaku berperan sebagai 

figuran dan seorang berperan sebagai "orang penting" di 

lingkungan rumah sakit. Modusnya mirip dengan teknik gendam 

"di atas bus" . 

Target dari trik ini yaitu  mencari keluarga pasien yang 

sudah bersiap akan pulang. Teknik yang dilakukan memadukan 

antara teknik tampil sebagai "dewa penolong" dikombinasi 

dengan teknik menakut-nakuti orang yang terkena momok 

mahalnya berobat di negeri ini . 

Kali mat awal yang digunakan untuk memulai pembicaraan 

yaitu  : "Pak/Bu , hati-hati ya ... rumah sakit ini sudah terkenal 

nakal. Kasir sering memainkan harga obat dan sewa kamar. 

37 

Kemarin saudara saya sempat ribut dengan kasir. Harga obat 

dan sewa kamar dalam kuitansi ditulis Rp5.000.000,- padahal 

setelah diprotes, dan kami minta perincian ulang, ternyata 

hitungannya hanya Rp3. 500.000, - "  

Siapa pun orangnya tentu kaget mendengar informasi 

ini . Nah, di saat orang sudah terprovokasi adanya kasir 

nakal, muncul peran pembantu yang bertugas mengipas-ngi ­

pasi keluarga pasien agar menjadi lebih takut. Nah, di saat 

calon korban sudah mulai panik, salah satu dari dua kawanan 

penggendam itu menawarkan j asa untuk minta bantuan orang 

penting di rumah sakit agar proses kalkulasi itu berlangsung 

secara benar. 

"Beruntung sekali , kemarin saya ditolong orang penting 

di rumah sakit ini .  Kalau lbu berkenan,  saya bisa bantu 

menemui beliau agar berkenan membantu lbu , "  kata pelaku 

gendam. 

Orang dalam kondisi gugup apalagi kondisi keuangan 

yang pas-pasan, tentu dengan senang hati menerima uluran 

tangan orang yang dianggap mampu meringankan bebannya. 

Selanjutnya, pelaku gendam minta izin untuk menemui "wakil 

direktur" atau jabatan lain yang dicatutnya. Biasanya yang 

rawan dicatut namanya untuk teknik ini yaitu  wakil direktur, 

atau jika rumah sakit itu milik perorangan, yaitu  anak atau 

menantu dari pemilik rumah sakit ini . 

Maka, selanjutnya mudah ditebak. Orang yang berperan 

sebagai orang penting itu lalu menemui keluarga pasien . la 

menjelaskan dapat menolong asal tidak perlu sampai diketahui 

pasien lain .  Keluarga pasien awalnya diminta sej umlah uang 

dengan nominal yang lebih kecil dari perkiraan biaya yang 

38  

harus dibayar. Tetapi ia mengatakan, jika nanti uangnya kurang 

akan diminta lagi kekurangannya. 

Sudah tentu "orang penting" ini  akan datang lagi 

untuk yang kedua kalinya dan mengatakan bahwa uangnya 

memang belum mencukupi . Agar korban tidak menaruh curiga 

dan masih tetap merasa terbantu dengan uluran tangannya, 

uang yang diminta untuk yang kali kedua itu juga dalam jumlah 

yang wajar. 

Setelah uang kedua sudah berada di tangan komplotan itu, 

mereka yang berperan sebagai "orang penting" itu pura-pura 

masuk ruangan . Sementara keluarga pasien dan dua pela­

ku gendam itu tetap duduk berdekatan dengan korbannya. 

sedang  pelaku utama sudah kabur dan menunggu dua 

kawannya yang sedang mencari kesempatan untuk menjauh 

dart keluarga pasien . 

Untuk meloloskan dirt ,  dua pelaku ini bisa dengan pura­

pura ikut gelisah sebab  lamanya menunggu "orang penting" 

yang sedang mengurus pembayaran rumah sakit. Berdalih 

akan menyusul ke ruangan "orang penting" itu, keduanya ka­

bur dan menyusul temannya yang sudah berhasil membawa 

uang. Tempat yang lazim digunakan untuk berkumpul kembali 

setelah aksinya berhasil, biasanya yaitu  rumah makan. 

Modus Gendam Ziarah 

Masih terkait dengan korban gendam di seputar rumah 

sakit, dikenal juga teknik mengajak keluarga pasien untuk 

berziarah ke sebuah makam keramat. Para pelaku gendam 

sering menggunakan teknik ini . 

Caranya dengan mendekati keluarga pasien lalu menceri-

39  

takan keampuhan makam keramat. Untuk lebih meyakinkan, 

dia bercerita bahwa dulu keluarganya juga pernah dirawat di 

rumah sakit ini , tetapi hanya menghabiskan uang saja 

dan sakitnya tidak sembuh. Jika bujukan itu direspons oleh 

calon korban ,  mereka lalu pergi berziarah ke makam kera­

mat. Biasanya, korban dari teknik ini yaitu  ibu-ibu yang 

mengenakan perhiasan mencolok. 

Ketika mereka sudah masuk kompleks makam keramat, 

mendekatlah seseorang yang mengaku sebagai juru kunci ma­

kam ini . la mengatakan : "Bu, sebab  ini urusan spiritual, 

menurut kebiasaan yang berlaku di sini, semua benda yang 

bersifat duniawi, apakah itu uang, perhiasan, harus dilepas 

dan dititipkan kepada juru kunci. " 

Untuk mengurangi kecurigaan akan dikemanakan uang dan 

perhiasan itu, pelaku gendam juga melucuti apa yang menem­

pel pada dirinya.  Misalnya cincin, jam tangan , dompet, dan 

diserahkan pada pelaku gendam yang menyamar sebagai juru 

kunci . 

Selanjutnya, ketika orang yang sedang punya keinginan 

ikhtiar agar saudaranya itu sembuh dari sakitnya itu sedang 

khusyuk berdoa, dua pelaku penipuan berkedok gendam itu 

kabur dengan membawa seluruh uang dan perhiasan milik 

korban. 

Harta Karun .. Dawa Panolong .. 

Setiap orang memiliki bawaan hormat dan patuh pada 

orang yang dianggap sebagai dewa penolong. Dari hormat 

dan patuh itu sering kali menyebabkan kemampuan kritik dan 

analisisnya tumpul. 

40 

Sebelum teknik gendam menjadikan Anda sebagai korban, 

Anda harus banyak mencermati beberapa teknik gendam. 

Dari pengetahuan itulah Anda menjadi orang yang lebih was­

pada. 

Di antara penipuan bermodus gendam yang sering mema­

kan korban , hampir selalu diawali dengan teknik tampil seba­

gai dewa penolong. Kasus gendam di atas bus, di rumah sakit, 

di tempat ziarah atau makam keramat, sebagaimana tertulis 

tadi yaitu  contohnya. 

Di beberapa daerah sering kali kita mendengar atau bah­

kan menyaksikan secara langsung munculnya orang-orang yang 

mengaku sebagai pemegang amanah untuk pembagian harta 

karun peninggalan pemerintahan masa lalu. Dalam hal ini, 

nama yang sering dibawa-bawa yaitu  "Dana Revolusi",  "Harta 

Karun Bung Karno", dan "Dana Kerajaan se-Nusantara".  

Orang yang sudah telanjur memercayai isu ini , bisa 

berkorban habis-habisan . Sawah ladang bisa dijual untuk ope­

rasional "mendapatkan" harta karun, yang katanya tidak akan 

habis dimakan tujuh turunan itu. 

Teknik gendam dengan tampil sebagai "Dewa Penolong" 

ini pelakunya sering kali mengaku keturunan darl kalangan 

"darah biru" bahkan terkadang mengaku sebagai anggota BIN 

(Badan lnteljen Negara) .  Dan, so pasti , apa yang dimaksud 

dengan harta karun itu hanyalah isu yang sengaja diciptakan 

sebab  target dari isu ini  yaitu  mengeruk iuran dari 

calon anggotanya. 

Di daerah saya, dulu ada orang yang begitu semangat 

meyakinkan kepada warga bahwa dia termasuk anggota dari 

sebuah yayasan yang nantinya akan membagi-bagikan harta 

41 

karun kepada anggotanya. Sebagian penduduk ada yang 

terpikat bualan itu. Namun ada juga sebagian yang tidak 

meyakininya. 

Untuk meyakinkan kepada calon korbannya, pengurus 

yayasan itu menceritakan kepada warga  bahwa semua 

pengurus yayasan itu pernah mengadakan acara syukuran di 

TMl l (Taman Mini negara kita  lndah) bersama Gus Dur yang saat 

itu sebagai Presiden RI . Pada acara ini  dimeriahkan de­

ngan pementasan wayang kulit dan santunan kepada yatim 

pi a tu. 

Untuk meyakinkan bahwa acara di TMl l itu benar-benar 

berlangsung, yayasan ini  membuat Tabloid internal 

dengan memajang foto Gus Dur di halaman depan Tabloid itu. 

Ketika sebagian warga  meyakini tulisan dalam Tabloid 

itu ,  saya melihat ada kejanggalan hingga berani memastikan 

bahwa berita yang ditulis itu mengada-ada, sebab  tanggal 

penyelenggaraan acara ini  ternyata tidak cocok dengan 

berita yang ditulis harian (koran) resmi . 

Pada malam ini , ternyata Gus Dur berada di Sura­

baya, dan terpilih sebagai Dewan Pembina partai yang di­

di rikannya. Apa mungkin ada orang zaman sekarang yang 

dapat "mecah raga" dan berada di dua tempat dalam waktu 

bersamaan? Rasanya mustahil. 

Kisah ini saya tulis untuk meyakinkan kepada pembaca, 

bahwa wawasan seseorang sangat menentukan ketajaman 

analisisnya terhadap berbagai jenis penipuan . Biasakanlah 

untuk berpikir cerdas menyikap zaman edan ini, agar Anda 

terjaga dari kejahatan gendam. 

42 

Tip Selamat dari Kejahatan 

Gen dam 

Anda ingin termasuk orang yang selalu selamat dari 

upaya-upaya penipuan bermodus gendam? Gunakanlah 

segala bentuk penangkalnya. Apakah itu cara yang i lmiah mau­

pun yang supranatural, jika Anda meyakininya. 

Ada lima hal yang harus diperhatikan jika seseorang ingin 

selamat dan "kebal" dari gendam, yaitu: 

Barpikir logis dan Barwawasan 

Berpikir logis ( rasional) banyak membawa keselamatan. 

Misalnya, saat bertemu seseorang yang belum Anda kenal dan 

orang itu berlagak sebagai orang yang memiliki kelebihan, 

ucapkan dalam hati kalimat sebagai berikut: 

• "Orang pintar kok kluyuran di pinggir jalan . "

• "Orang pintar itu mestinya duduk manis di rumah, dan

orang mendatangimu. "

Bukti bahwa berpiki r logis dan berwawasan itu dapat 

menjadi penangkal gendam, pernah suatu saat saya bertemu 

dengan seseorang yang gelagatnya mencurigakan. la akan 

melakukan penipuan dengan teknik membual. la mengatakan:  

"Jelek-jelek begini, saya juga masih besan dari Gus Fulan. 

Kemarin saya barusan nengok cucu dan jagong lama dengan 

Gus Fulan . "  

43 

Tentu saja teknik "gertak" yang digunakan itu gagal atau 

dalam istilah saya disebut "patah induksi" .  Dia kurang teliti, 

sebab  saya yang nota bene calon korban ternyata lebih 

mengenal rohaniwan yang dimaksud, dan saya mengetahui 

bahwa beliau tidak memiliki keturunan. Orang yang mencoba 

menggertak saya dengan nama besar seorang tokoh itu ,  

memilih pergi setelah saya menunjukkan sebuah buku tulisan 

saya yang mencantumkan foto Gus Fulan di kovernya. 

Untuk memperluas wawasan itu dapat di lakukan dengan 

banyak hal. Harus banyak bergaul dengan orang dari berbagai 

disiplin ilmu, banyak membaca, dan jangan menutup diri dari 

menerima ilmu di luar skill Anda. Jika Anda hanya memahami 

satu bidang keilmuan saja, kemungkinan untuk "dikerjain" itu 

masih sangat mudah. 

44 

Dua bulan menjelang penulisan naskah ini, saya kedatangan 

tamu, seorang tokoh warga , ahli olah batin (tirakat) 

dan ahli pula dalam ilmu agama. la mengaku habis ketipu 

uang senilai seekor sapi hanya untuk membeli dua "jimat" 

berbentuk benda, yang menyebabkan rambutnya tidak mem­

pan dipotong dengan silet, dan selembar "uang ajaib" yang 

jika diletakkan di telapak tangan dapat menggulung sendiri . 

Mendengar kisah itu, saya pun tertawa ngakak. sebab  

alat yang digunakan untuk menggendam dirinya itu yaitu  

"uang khusus" yang di toko alat sulap seharga Rp20.000, - per 

lembar, sedang  "jimat" kebal silet itu dapat dibuat sendiri 

secara spontan dengan modal hanya Rp1 .000,-

Menurut analisis saya, dari sekian jurus yang dapat me­

netralkan gendam, yang paling memegang peranan yaitu  

wawasan yang dimiliki seseorang. Dari wawasan yang luas 

menyebabkan analisis menjadi lebih tajam, sebab  setiap 

kali ada sesuatu yang terasa ganjil ,  maka wawasannya segera 

memberikan sinyal apa yang akan terjadi dan apa yang harus 

dilakukan untuk menetralisasinya. 

Pada zaman modern ini, Anda harus memiliki keseimbangan 

antara berdzikir dengan berpikir. Gendam zaman sekarang 

tidak selamanya menggunakan kekuatan i lmu supranatural. 

Justru persentasenya lebih dominan unsur teknik itu sendiri .  

sebab  itu, para ahli doa yang menutup diri untuk tidak 

menyerap i lmu