Hipnotis Bukan
Gen dam
ralah kaprah dalam pemakaian isti lah "hipnotis"
bukan hanya terjadi di kalangan orang awam. Hal
itu j uga terj adi di kalangan mass media (cetak maupun
elektronik). Penulisan atau penayangan berita tentang tindak
kejahatan atau penipuan di jalanan, media juga ikut-ikutan
menggunakan istilah hipnotis. Hal itu dapat dimaklumi, sebab
media cenderung menggunakan bahasa yang sudah telanjur
akrab di telinga warga , agar berita yang disampaikan itu
mudah dipahami oleh pembaca atau pemirsanya.
Untuk membedakan arti hipnosis, hipnotis, dan gendam
dibutuhkan waktu yang relatif panjang. Bahkan untuk kepen
tingan ini , saya pernah merninta beberapa redaksi media
cetak untuk mempertimbangkan kembali pemakaian istilah
hipnotis untuk kasus penipuan di jalanan. Alasannya hal itu
berdampak merugikan kalangan praktisi hipnosis, sebab
orang awam akan menduga bahwa mereka itu sebagai pelaku
ilmu hitam.
lstilah hipnotis dan gendam oleh warga kita posisinya
seperti istilah "sihir" yang digunakan untuk menyebut se
suatu yang dianggap mengagumkan dan yang semi -semi
mistis. Sihir dalam bahasa agama dimaknai berbeda dengan
istilah sihir dalam bahasa media. Dalam bahasa agama, sihir
yaitu kemampuan luar biasa yang dimi liki orang-orang
kafir. sedang dalam bahasa media, sihir digunakan untuk
mengungkapkan sesuatu yang mengagumkan . Misalnya, pe
nampilan artis terkenal atau tokoh karismatik itu mampu
menyihir penonton atau hadirin . Jika bahasa media itu dipa
hami dari bahasa agama, tentu akan terjadi salah kaprah dan
tidak nyambung.
Berawal dari .,Catatan Kaki ..
Untuk menggam barkan betapa pemakaian istilah
"hpnotis" itu merugikan pihak tertentu, pernah suatu saat
ketika sedang bertamu ke kediaman seorang tokoh agama
di Jawa Timur, saya diterima terlebih dulu oleh putranya
yang saat itu masih belajar di sebuah lembaga pendidikan
keagamaan.
Saat berbincang-bi ncang di teras rumah itu, kami
membahas banyak hal, termasuk i lmu-ilmu yang bersifat
supranatural . Dari perbincangan itu, putra tuan rumah kemu
dian mengetahui bahwa selain sebagai penulis buku-buku
supranatural, saya juga seorang praktisi hipnotis.
"Haa ... , Anda pelatih hipnotis?" gumamnya, keheranan
dan menunjukkan roman wajah kurang bersahabat.
Sesaat kemudian ia pamit masuk ke dalam rumah. Dari
teras saya melihat ia mengambil kitab dalam buffet di kamar
tamu, kemudian kembali menemui saya lagi dengan membawa
sebuah kitab klasik yang salah satu bagiannya membahas
tentang ilmu sihir "kekuatan mata" yang pada zaman kenabian
dulu sudah dikenal.
Dalam perbincangan selanjutnya, ia mengatakan bahwa
hipnotis yaitu i lmu sihir dan hukumnya haram dipelajari
2
sebab berdasar i nformasi yang diperolehnya, untuk
menguasai i lmu hipnotis itu seseorang harus melakukan latihan
kekuatan mata. Di antaranya, memandang api lilin , titik hitam
di tembok, matahari dengan mata telanjang, dan aktivitas
pelatihan yang terkadang disertai dengan membaca "mantra
mantra" atau afirmasi tertentu untuk membangkitkan auto
sugestinya.
sebab tidak ingin "ceramah di panggung orang lain", saya
memilih diam dan mengalah saja. Apa pun yang dikatakan, saya
menganggukkan kepala seolah menyetujui pendapatnya.
Dalam pengertian umum (awam) hipnotis dipahami sebagai
kekuatan magis yang dapat membuat orang lain tunduk dan
kehilangan kesadaran berpikirnya, dan aktivitas itu sering kali
berujung pada tindak kejahatan.
Di negara kita , kesan negatif melekat pada kalimat "hip
notis" yaitu ketika Departemen Agama Republik negara kita
menulis "catatan kaki" dalam tafsir Alquran pada surat Al
qalam : 51 dengan kalimat sebagai berikut:
Menurut kebiasaan yang terjadi di tanah Arab, seseorang
dapat membinasakan binatang atau manusia dengan menujukan
pandangannya yang tajam. Hal itu hendak dilakukan kepada
Nabi Muhammad SAW. Tetapi Allah memeUharanya sehingga
terhindar dari bahaya itu, sebagaimana djjanjikan Allah
dalam surat Al-Maidah ayat 67. Kekuatan pandangan mata
pada masa sekarang dikenal dengan Hypnotisme.
Hal yang perlu digarisbawahi, munculnya istilah "hyp
notisme" dalam "catatan kaki " Alquran terjamahan itu
bukan berasal dari arti teks Alquran, melainkan itu pada
"catatan kaki " oleh tim penerjemah Departemen Agama
3
Republik negara kita ". Maksudnya untuk lebih mempermudah
pemahaman arti atau tafsir dari ayat ini , mengingat di
I ndonesia istilah "hipnotis" itu, yang sudah telanjur akrab di
telinga warga dari berbagai kalangan.
Tafsir Alquran
Fenomena semacam "hipnotis" atau disebut dengan "ilmu
kekuatan mata" itu memang terdapat dalam tafsir Alquran
Surat Al-qalam 5 1 : "Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu
benar-benar hampir menggeUncirkan kamu (Muhammad)
dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar
Alquran ... "
Peristiwa itu dapat disimak dalam berbagai tafsi r.
Misalnya:
• Ta/sir Jalalain oleh Imam Jalaluddin Abdurrahman As
Suyuthi, dengan kalimat : Dengan pandangan yang kuat,
hingga hampir memingsankan dan menjatuhkan dari
tempatmu, tetapi Allah menolong. Dalam tafsir Jalalain
tidak disebut secara tegas istilah "hipnotis". Melainkan
dengan kalimat : "Yang dimaksud "memandang" itu
bukanlah pandangan kagum, melainkan pandangan tajam
memancarkan kebencian yang disertai dengan kekuatan
semacam sihir yang pada zaman Nabi Muhammad SAW
ilmu "ketajaman mata" banyak dikuasai Bani As'ad. Untuk
memWki ilmu ini , mereka cukup melakukan puasa
tiga hari sehingga mereka dapat memWki kekuatan magis
hingga dapat menidurkan dan membuat hewan maupun
manusia menjadi kaku bahkan sampai meninggal.
• Tafsi r Al-Munir oleh Syaikh Nawawi Al-Bantani , juga
4
Tafsir Shawi oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad Al-Misri ,
juga Tafsir Mukmin oleh Syaikh Abdul Wadud - Libanon .
Menurut Syaikh Ahmad, surat ke-51 dari surat al-qalam
itu oleh bani Asad memiliki dua bagian fungsi . Yaitu, pada
bagian awal yang berbunyi wa iy-yakadul-ladziina kafaru
layuzUkuunaka bi absaarihim lammaa sami 'uz-zikra wa
yaquuluuna innahuu lamajnuun sering disalahgunakan
untuk sarana metafisis yang bersifat merusak, yaitu
praktik ilmu sihir. sedang pada surat bagian yang akhir
digunakan sebagai penangkal atau penolak sihir, yaitu
pada kalimat Wa maa huwa ilia dzikrul lil- 'alamiin yang
artinya : Dan Alquran itu tidak lain hanya peringatan
bagi seluruh umat dapat digunakan sebagai penangkal
sihir dengan cara dibaca sebagai doa atau ditulis dalam
bentuk wifiq atau rajah.
Secara res mi , agama tidak mengajarkan i lmu yang
bersifat merusak seperti sihir, santet, dan sebagainya. Namun
demikian , bahwa ada orang-orang yang beragama yang ke
mudian menciptakan "teknologi batin" dengan mengambil
inspirasi dari ayat-ayat suci , itu memang ada pada setiap
zaman. Sikap dari agama sendiri sudah jelas, bahwa sihir
masuk kategori dosa besar.
"Hipnotis" dan "Gendam"
dalam lsti lah
pemakaian istilah hypnotisme dalam "catatan kaki"
sebagaimana ini di atas, jika dilihat dari sisi
keilmuan hipnotis modern menjadi tidak tepat sebab yang
dilakukan orang-orang kafir dari bani As 'ad kepada Nabi
Muhammad saw itu praktiknya berbeda dengan hipnotis mo
dern.
Dalam tafsir ini dijelaskan, ilmu "kekuatan mata"
itu dapat memengaruhi Nabi di saat beliau sedang membaca
Alquran. Saat itu Nabi sempat terpengaruh, tetapi Tuhan
kemudian menyelamatkannya.
Kejadian ini sesungguhnya lebih tepat disebut dengan
istilah magis, ilmu hitam, atau bahkan gendam menurut istilah
zaman sekarang. Walau kita ketahui bahwa tidak semua jenis
ilmu gendam itu beral1ran hitam. Selain yang beraliran hitam,
terdapat juga gendam yang beraliran putih .
l lmu yang dikuasai bani As'ad itu sesungguhnya memiliki
banyak persamaan dengan ilmu gendam jika dilihat dari
proses belajar dan fungsinya, yaitu sama-sama dimulai dengan
menjalankan laku tradisional (puasa, membaca, dan menulis
rajahlwifiq) kemudian dapat diaktualisasikan ketika sasaran
(subjek) dalam keadaan diam (pasif) .
U ntuk mengetahui lebih lanj ut tentang beberapa
7
perbedaan antara ilmu yang dikuasai bani As'ad dengan
hipnotis ilmiah yang kini banyak dipelajari khalayak umum,·
perhatikan di bawah ini :
HIPNOI'IS ILMIAH MAGIS "KEKUATAN MATA"
nAN RATTN
Penguasaannya ditentukan dari Melalui pendekatan metafsik
teknik dan skill yang bersifat ilmiah (puasa, baca mantra), dsb.
Hanya bereaksi terhadap subjek atau Dapat bereaksi terhadap sasaran yang
sasaran yang respons dan memang mau tidak fokus, bahkan yang menolak
dan ingin menerima hipnotis (untuk sekalipun, termasuk dari jarak jauh tanpa
kepentingan terapi dan atau peningkatan melalui komunikasi langsung secara
pemberdayaan diri). verbal atau nonverbal.
Cara kerjanya lebih memanfaatkan Berproses melalui "energi lembut" :
sugesti verbal (saran, perintah) maupun kekuatan pikiran (mind power) dan hal
sugesti nonverbal (gerakan, ekspresi), dll. yang masih diyakini sebagai supranatural
Jika mengikuti kaidah yang benar, mestinya ada perbedaan
antara hipnotis dan gendam. Namun sebab buku ini lebih
membahas masalah gendam, maka istilah mana yang benar itu
biarlah dibahas pihak lain yang lebih memahami seluk beluk
hipnotis modern . Saya memilih menggunakan istilah yang
sudah telanjur akrab di telinga kalangan awam saja, sebab
melalui buku ini saya ingin "menyapa" kalangan menengah
ke bawah, dengan bahasa yang mudah dipahami mereka .
Kalangan ini lah yang lebih penting untuk diberi tambahan
wawasan, sebab merekalah yang rawan terhadap penipuan
bermodus gendam.
Dalam sejarahnya, kata 'hipnotis' dan 'hipnotisme'
dicetuskan oleh dokter bedah Skotlandia bernama James
Braid sekitar tahun 184 1, yang kemudian dikenal sebagai
8
Bapak Hipnotis Modern. Hipnotis yaitu teknik memengaruhi
orang lain secara sengaja agar masuk ke dalam kondisi me
nyerupai tidur. Seseorang yang terhipnotis bisa menjawab
pertanyaan yang diaj ukan dan dapat meneri ma sugesti
(perintah/saran ) dengan tanpa perlawanan .
Teknik ini sering di lakukan untuk menjelajahi alam
bawah sadar. Hipnotis disebut sebagai western style dengan
menggunakan kekuatan verbal (saran/perintah). sedang
gendam disebut sebagai eastern style dan termasuk hipnotis
tradisional yang lebih tertumpu pada kekuatan "aku batin "
seseorang.
Kalau berpedoman pada Kamus Besar Bahasa negara kita
(2008: 501 ) , ada perbedaan antara keilmuan dan pelakunya.
lstilah "hipnosis" yaitu kondisi mirip tidur sebab sugesti
atau saran, yang pada taraf permulaan orang itu di bawah
pengaruh orang yang memberikan sugesti , tetapi pada taraf
berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali .
sedang "hipnotis" yaitu membuat atau menyebabkan
seseorang berada dalam keadaan hipnosis. Apa yang tertuang
dalam kamus ini sebenarnya masih layak untuk dikoreksi ,
sebab kondisi hipnosis yang sesungguhnya hanya sebatas
beralihnya pikiran sadar (conscius mind) ke pikiran bawah
sadar (subconscius mind) . Bukan amnesia secara total .
Proses kerja hipnotis dengan gendam juga berbeda.
Hipnotis hanya mampu memengaruhi orang yang respons dan
mau dihipnotis, misalnya untuk pertunjukan atau hipnotis
untuk penyembuhan (h ipnoterapi ) . sedang gendam
memang diprogram untuk dapat memengaruhi orang yang
menolak saran.
9
Pengertian Gendam
Menurut kalangan awam, isti lah gendam dan hipnotis
dipahami sebagai hal yang sama. Keduanya, yaitu disiplin
i lmu yang memiliki kemampuan memengaruhi orang lain
menjadi tunduk atau tertidur.
Dalam Kamus BASA SUNDA baik itu Satja di Brata,
Dana di Brata, dan Kamus Sunda-/nggris (abad 19) terdapat
kata gendam, yang artinya kepincut, ketarik, terpengaruh,
terhanyut. sedang menurut Kamus BASA DJAWA karya
Gondoprawiro terbitan Balai Pusataka (1939), gendam di
artikan : kemat, mantra, dan pengasihan.
berdasar beberapa kamus ini , gendam bisa
diartikan sebagai cara memengaruhi atau membuat orang
lain tertarik, terhanyut, kepincut melalui cara yang wajar
(alamiah ) , apakah itu melalui teknik komunikasi maupun
teknik supranatural melalui kemat, mantra, dan pengasihan
atau pelet.
Menurut Rommy Rafael, kejahatan yang oleh para kor
bannya diklaim sebagai hipnotis itu kurang benar. Rommy
menolak pemakaian istilah itu. Menurutnya, modus kejahatan
yang sering terjadi di jalanan itu tidak menggunakan hipnotis.
"ltu bukan hipnotis, mungkin itu gendam, " kata Rommy saat
diwawancarai stasiun televisi swasta nasional di Jakarta .
Rommy seolah mengatakan bahwa hipnotis itu i lmiah, sedang
kan gendam yaitu magis.
Menurut Rom my, hipnotis yaitu keadaan menyerupai
trance yang menyebabkan seseorang menjadi lebih sadar,
lebih fokus dan terbuka kepada sugesti atau saran . Kondisi ini
hanya dapat dilakukan jika seseorang dengan suka rela mau
1 0
dipengaruhi dengan hipnotis.
Rommy menjelaskan, sebelum ia melakukan hipnotis, ia
akan bertanya dulu apakah orang ini mau dihipnotis
atau tidak. Jika ia tidak mau, maka sugesti atau pe,rintah yang
diberikan itu tidak akan masuk (berpengaruh) , dan orang itu
tentu tidak akan mau menurutinya. Orang sering menyamakan
hipnotis dengan gendam. Padahal, menurut Rommy Rafael
atau para ahli yang lain, kedua istilah itu berbeda.
Untuk dapat menguasai hipnotis, seseorang memerlukan
pelatihan yang tekun dan lama. Hipnotis tidak dapat dikuasai
dalam waktu singkat. lni berbeda dengan gendam atau dikenal
dengan sirep, yang konon dapat dikuasai dengan bantuan unsur
nonpribadi melalui ritual tertentu. Seorang korban gendam
juga menjadi tidak sadar dan melakukan keinginan orang yang
menggendamnya.
Selain gendam, ada aktivitas yang "serupa tetapi tidak
sama" yang dikenal dengan istilah glembuk, lodes, swing,
cablek, dan gablok, yaitu teknik memengaruhi orang lain
melalui kecanggihan berkomunikasi (bersilat lidah) dan sarana
lain sebagai pendukung. lstilah glembuk, lodes, swing, cablek,
ini dikenal secara lokal di beberapa wilayah di negara kita .
Dalam Kamus Bahasa Jawa - negara kita oleh Dwijo Martono
(2009), ada istilah yang mendekati aktivitas gendam yang
disebut glembuk, yang diartikan sebagai "bujuk". Yaitu teknik
memengaruhi secara verbal maupun nonverbal.
lstilah ini semestinya lebih pas untuk menyebut kejahatan
di jalanan, sebab tindak kejahatan itu lebih didominasi faktor
teknik komunikasi semata. Namun istilah glembuk ini kemudian
kalah populer dibanding istilah gendam dan hipnotis.
1 1
Hasil diskusi dengan banyak pihak untuk proses penulisan
buku ini, disarankan ada pembagian yang jelas antara gendam
dan nongendam. Yaitu, gendam untuk penyebutan aktivitas
memengaruhi yang murni dengan kekuatan magis, sedang
teknik memengaruhi secara rasional melalui tipu daya dan
teknik komunikasi yang canggih disebut "glembuk".
Saran itu sebenarnya dapat diterima, sebab dalam prak
tiknya, hasil dari perkara mistis berbeda dengan yang non
mistis. Gendam mampu dilakukan tanpa banyak bicara bahkan
tidak harus bertemu antara pelaku dengan yang dipengaruhi ,
sedang teknir< komunikasi tertumpu pada kemampuan
verbal.
Namun demikian , saya memilih untuk tidak memisahkan
antara isti lah gendam yang magis maupun teknik gendam
yang rasional. Semua yang timbul dari aktivitas yang dapat
menyebabkan pihak lain kepincut atau terpikat, saya pukul
rata saja sebagai gendam, sebab terlalu banyak istilah justru
membuat bingung di samping sebab kita akan mengalami
kesulitan membedakan apakah seseorang yang terpikat itu
sebab faktor magis atau faktor yang alamiah semata.
Dengan kata lain, saya tidak mempermasalahkan sarana
yang dimanfaatkan, tetapi lebih kepada hasil akhirnya .
Sesuatu yang dapat membuat korban menjadi "bego" dan
menurut, sebut saja sebagai gendam! ! !
Klasifikasi Gendam
Gendam bereaksi bukan sebab aktivitas fisik, melainkan
dengan "energi lembut" yang keluar dari pribadi yang men
jalankan sebuah disiplin diri yang rutin dan berkesinambungan
1 2
(istiqamah) melalui laku batin seperti doa, mantra, wirid,
puasa, dan laku batin mengurangi "kenikmatan" dunia.
Dilihat dari sisi kei lmuan yang supranatural, gendam
terbagi dalam tiga aliran . Yaitu :
• Gendam Putih :
Yaitu gendam yang oleh penemunya diciptakan untuk
kebajikan. Misalnya untuk memengaruhi orang lain yang
semula bingung menjadi tenang, atau bayi yang rewel
menjadi tenang lalu tertidur. Saya menyebut gendam
yang demikian ini masuk kategori gendam putih. Efek
gendam putih bersifat menyadarkan akal, dan bukan
menghilangkan pikiran. Gendam jenis ini pada umumnya
digunakan untuk pengobatan yang bersif at psikis dan
pertolongan darurat akibat dari peristiwa mendadak yang
mengakibatkan kalap atau histeris.
• Gendam Abu-abu :
Gendam golongan kedua yaitu gendam yang berada pada
wilayah abu-abu. Gendam ini sifatnya netral dan "elastis"
tergantung bagaimana seseorang itu mewarnainya. Pada
umumnya, tipe gendam abu-abu ini teks amalan (mantra)
berasal dari bahasa campuran antara teks religi dengan
bahasa yang berasal dari budaya setempat. Atau dalam
bahasa ilmu hikmah yaitu amalan (doa) hasil dari iqtibas
atau meniru-niru atau yang bacaannya menyerupai bagian
ayat suci .
• Gendam Hitam :
Yakni gendam yang memiliki ciri khas : (1 ) teks mantranya
jauh dari nilai-nilai ketuhanan, lebih mengedepankan
1 3
keakuan "daya hidup" dan alam kebendaan; (2) teknik
menguasainya melalui laku dan prilaku yang menyimpang
dari kebenaran; (3) ilmu dan teknik pengajarannya cen
derung memprovokasi orang lain untuk melakukan tindak
kriminal. Gendam hitam identik dengan sihir dan bersifat
menghilangkan piki ran .
Kita sering kali mendengar kejadian aneh. Orang menye
rahkan uang, perhiasan, terkadang kehormatan kepada orang
yang baru dikenal di atas angkutan umum, di jalan , terminal
dan sebagainya, dan sesaat setelah kejadian itu berlalu, kor
ban pun mendadak tersadar.
Siapa pun tentu bertanya, kenapa peristiwa seperti itu
bisa ter:jadi? Apakah itu termasuk kejahatan magis atau teknik
penipuan semata? Perlu diketahui , bahwa kass seperti itu
hampir 80 % terjadi sebab faktor logika semata. Hanya sebab
ketidaktahuan warga saja hingga mengaitkannya dengan
hal-hal yang mistis.
Untuk memahami apakah gendam itu sebutan lain dari
sihir, kita tidak dapat memhami dari bahasa asalnya . Sihir
dalam bahasa Arab animun saghirah yang artinya, sesuatu yang
menyilaukan mata. Yang dimaksud dengan menyilaukan yaitu
mengandung arti "menakjubkan" . Suatu hal yang bersifat di
luar kewajaran dan tidak dapat diterima oleh akal pikiran.
lstilah "di luar kewajaran" ini tentu berkembang dari satu
zaman ke zaman berikutnya . Misalnya i lmu sulap pada zaman
dulu, boleh jadi disebut sihir sebab sifatnya "menyilaukan"
atau mengagumkan pandangan rnata. Namun, seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan , sulap menjadi hal yang sa
ngat wajar, bahkan anak-anak kecil pun dapat melakukannya
1 4
tanpa harus melakukan ritual-ritual aneh . Penafsiran suatu
masalah selalu berkembang sesuai peradaban manusia. Apa
yang disebut sihir pada saat ini, lima atau 10 tahun mendatang
boleh jadi menjadi hal yang wajar atau alamiah.
Sihir dari berbagai literatur dijelaskan sebagai persekutuan
antara manusia dengan makhluk halus (j in, setan). Tetapi si
hir itu hanya memengaruhi orang yang oleh Tuhan diizinkan
untuk terkena gangguan sihir. Nah, setelah kita mengetahui
bahwa sihir itu diizinkan atau dibiarkan terhadap orang yang
tidak dilindungi , semestinya ini dapat memotivasi kita untuk
memohon kepada-Nya agar setiap sihir yang ditujukan kepada
kita itu tidak diizinkan-Nya.
Menurut agama, sihir yaitu perbuatan yang amat diku
tuk, sebab ada unsur bersekutu dengan setan. Beberapa
kalangan menyebutkan, sihir yang paling kecil tingkatannya
yaitu sihir yang dapat memengaruhi orang lain memiliki pe
rilaku yang tidak wajar.
Dalam pandangan mayoritas ulama, sihir diyakini sebagai
(bukti) yang dapat menimbulkan dampak bagi kehidupan ma
nusia. Namun kalangan muktazilah menganggap sihir hanyalah
tipuan mata atau dalam istilah Jawa disebut walik paningal,
yaitu kemampuan memengaruhi pandangan mata orang lain
sesuai yang dikehendaki pihak penyihirnya.
Dalam Kitabus Sihr oleh Syaikh Muhammad Ja'far dise
butkan, sihir yaitu suatu perbuatan yang dilakukan seseorang
dengan menyediakan syarat-syarat tertentu, dalam kondisi
tertentu yang tidak wajar dan sangat misterius .
Tujuan dari upaya ini untuk memengaruhi orang lain
dengan tujuan-tujuan tertentu yang diinginkannya. sedang
15
pelaku sihir dalam fikih Imam Hanafi, Maliki , dan Hambali
dianggap kafir dan boleh langsung dibunuh, sepanjang orang
itu mengaku sebagai ahli sihir.
lbnu Suja' mengutip pendapat Hanafi, menyebutkan bahwa
melakukan praktik sihir menanggung dua perbuatan yang tidak
terpuji , yaitu kafir dan merusak. sedang Imam Syafi 'i tidak
menyebut pelaku sihir sebagai kafir, tetapi bisa dihukum mati
j ika terang-terangan sihi rnya menimbulkan kematian bagi
orang lain . sedang j ika sihirnya itu tidak mengenai sasaran,
hanya dikenakan hukuman denda (diyat).
Menurut I mam Fakhruddin Arrazi , hakikat dari seluruh
ilmu itu mulia sebagaimana dikutip dalam kitabnya, Rawa'iul
Bayan. Bahkan ia menganggap mempelajari ilmu sihir diper
kenankan sepanjang untuk tujuan-tujua·n yang baik, semisal
para mufti atau pembuat fatwa atau hakim yang memutuskan
perkara sihir. sebab dengan mengetahui ilmu sihir, ia bisa
menentukan keputusan hukum bagi pelaku sihir. Namun,
pendapat yang terkuat dari kalangan ulama, sihir tetap diha
ramkan berdasar ayat suci Alquran dan hadits.
Dari sumber lain, kata sihir sendiri berasal dari kata Arab
'sahar' , yaitu akhir waktu malam dan awal terbitnya fajar.
sebab pada saat itu bercampur antara gelap dan terang,
sehingga sesuatu menjadi tidak jelas atau tidak sepenuhnya
jelas . Al-Azhari berkata bahwa sihir yaitu perbuatan yang
dilakukan dengan mendekatkan d i ri kepada setan dan
meminta bantuan dengan nya, sihir menurutnya juga berarti
menipu pandangan sehingga seseorang menyangka bahwa apa
yang dilihatnya itu benar padahal sebenarnya tidak.
Abu Bakar lbnu Al-Araby, seorang pakar tafsir dan hukum
1 6
Islam bermazhab Maliki (w. 1 1 48 M) berpendapat bahwa sihir
yaitu ucapan-ucapan yang mengandung pengagungan
kepada selain Allah yang dipercaya oleh pengamalnya dapat
menghasilkan sesuatu dengan kadar-kadarnya.
sedang lmam Al-Alusy berpendapat, bahwa sihir yaitu
perkara-perkara ganjil yang seakan-akan ia yaitu perkara
yang luar biasa tetapi bukanlah luar biasa, sebab sihir dapat
dipelajari dan diperoleh melalui takarrub (mendekatkan diri )
kepada setan dengan melakukan kejahatan berupa ucapan
seperti jampi-jampi yang mengandung makna kemusyrikan
serta pujian kepada setan, dan berupa perbuatan seperti
beribadah kepada bintang-bintang dan melakukan jinayah
serta kefasikan, dan berupa keyakinan seperti menganggap
baik perkara yang membawa kepada takarrub serta cinta
kepada setan.
Sebenarnya masih banyak lagi pendapat para ulama
seputar sihir. Sihir yaitu sebutan dalam bahasa Arab. Namun
pada hakikatnya sihir yaitu penghambaan kepada selain
Tuhan dengan maksud memeroleh kesaktian atas bantuan
setan ini .
berdasar pendapat di atas, suatu ilmu layak disebut
sebagai sihir itu j ika mengandung Lima unsur, yaitu :
• Bersekutu atau bekerja sama dengan jin setan .
• Mengacaukan pandangan a tau halusinasi .
• Menggunakan media yang tidak wajar atau mis
terius.
• Hasil yang ditimbulkan sangat mengagumkan.
• Memengaruhi peri laku dan pikiran orang lain menjadi
tidak wajar.
1 7
• Mendekatkan diri kepada setan.
• Ucapan yang mengagungkan selain kepada Tuhan .
Nah, sebab i lmu itu termasuk pegangan yang paling
pribadi, dan yang mengetahui yaitu orang yang memilikinya
atau guru yang mengajarkannya, maka orang lain tentu ti
daklah bijak j ika kemudian ·menghakimi ilmu seseorang itu
termasuk ilmu putih, abu-abu, atau hitam, hanya berdasar
pada perkiraan semata.
l lmu yang memiliki karakteristik gendam, yang dapat me
mengaruhi pihak lain, proses kerjanya pun berbeda antara
gendam yang beraliran putih, abu-abu, dan gendam yang
beraliran hitam.
l lmu yang mumi putih memengaruhi berdasar kesadaran
penuh. Misalnya, Anda memiliki amalan yang bersumber dari
doa dari kitab suci dari agama yang Anda yakini. Jika jenis
amalan ini Anda gunakan untuk meminta sesuatu kepada
pihak lain, maka pihak yang Anda mintai itu memberi , maka
ia memberi berdasar ketulusan hatinya.
Menurut isti lah santri , berdoa yang murni langsung
kepada Tuhan melalui petunjuk yang diajarkannya yaitu
memanfaatkan sifat rahim-Nya, yaitu sifat Tuhan sebagai Dzat
Yang Maha Penyayang. Karunia ini be rs if at khusus dan hanya
diberikan kepada orang-orang terpilih , yang amal baiknya
lebih banyak dibanding amal buruknya.
sedang i l m u gendam yang masuk wi layah abu
abu memi l iki karakte r "setengah memaksa" . Tipe in i
membutuhkan kekuatan "aku batin" manusia, tetapi arah
permohonannya tetap menuju kepada Tuhan melalui teknik
yang membutuhkan kekuatan visualisasi atau program niat
1 8
guna membangkitkan daya hidup.
Pada tahap ini manusia memanfaatkan sifat rahman-Nya,
yaitu sifat Tuhan sebagai Dzat Yang Maha Pengasih . Karunia ini
dapat diberikan kepada siapa pun, apakah ia orang beriman
atau orang-orang yang memiliki timbangan amal baik dan
maksiatnya seimbang.
l lmu gendam tipe ketiga yaitu gendam yang diambil
dari unsur daya-daya rendah, (jin kafir dan setan). Untuk me
nguasainya dibutuhkan ego atau keakuan yang besar. Untuk
lebih mantapnya, seseorang harus masuk dalam komunitas
orang-orang yang melepas unsur-unsur ketuhanan dari dalam
dirinya.
Kisah ini identik dengan proses belajar sihir pada zaman
Harut dan Marut. Yaitu, seseorang yang akan belajar sihir
diminta untuk kencing terlebih dahulu. Setelah itu ditanya
oleh Harut dan Marut, adakah sesuatu yang keluar saat ia
kencing selain ai r seni?
Jika orang itu menjawab tidak ada, maka ia ditolak untuk
belajar sihir. Namun jika ia menjawab melihat burung keluar
dari alat vitalnya dan burung itu terbang ke langit, maka ia
dianggap lulus untuk belajar sihir sebab sesungguhnya yang
terbang itu yaitu imannya.
1 9
3
Mengenal Teknik Gendam
Untuk memahami isi buku ini, Anda harus mengedepankan
cara berpikir positif sebab buku ini ditulis bukan untuk
mengajarkan bagaimana melakukan gendam untuk kejahatan,
melainkan untuk memberikan wawasan kepada pembacanya
tentang hal-hal di seputar gendam. Baik itu gendam yang
teknik, atau gendam dalam pengertian yang metafisik.
Orang bijak mengatakan, untuk menguasai suatu bangsa,
Anda harus menguasai bahasanya. Membaca buku ini yaitu
dalam rangka mengetahui "bahasa" para pelaku kejahatan ,
bermodus gendam. Berasal dari tahu, Anda memiliki kans
selamat lebih besar saat berhadapan dengan teknik yang
mereka gunakan. Yakinlah, buku ini jauh dari kesan menga
jarkan gendam yang negatif.
Ketika buku ini menulis secara lengkap tahap demi tahap
proses gendam , hal itu untuk mengetahui sisi lemahnya,
sebab gendam hanya dapat dinetralisasi ketika seseorang .
mengetahui teknik yang digunakannya. Orang mempelajari
"ilmu maling" bukan untuk menjadi maling, tetapi agar sela
mat dari kejahatan para maling.
Para pelaku gendam, sebelum melakukan praktik keja
hatan, pada umu mnya menggunakan teknik penjaj akan
\
terlebih -dahulu. Teknik yang biasa digunakan yaitu teknik
"Tepuk bahu" atau dengan "Menyapa, Sok (Pernah) Kenal"
21
atau tampil sebagai calon "Dewa Penolong". Semua teknik ini
akan dibahas lebih lanjut pada bab lain dalam buku ini .
Menepuk bagian pundak atau anggota tubuh lain itu ibarat
mengetuk pintu ketika seseorang akan bertamu, sedang
sapaan sok kenal dan sok akrab ibarat ucapan "kula nuwun"
atau "assalamu 'a/ajkum". Artinya, jika calon korban tampak
respons terhadap dua hingga tiga teknik itu, maka teknik
gendam dapat diperdalam lagi . lbarat orang bertamu, jika si
tuan rumah sudah "membuka pintu" bahkan mempersilakan
tamunya masuk ke dalam rumah, maka target yang lain dapat ·
dilanj utkan .
Teknik "pra induksi" atau penjajakan ini bukan hanya ber
laku di dunia penggendaman saja . Dalam hipnotis panggung
(stage hypnosjs) dikenal istilah "Lima Yes" sebagaimana dila
kukan para entertajnt di bidang hiptotis.
Yaitu, sebelum "ngerjain" korban dengan pertunjukan
panggungnya, terlebih dahulu melakukan tes "Lima Yes"
diawali dengan : 1 . Mengajak bersalaman, 2. Bertanya nama,
3. Menyuruh maju atau mundur satu dua langkah . 4. Bertanya
apakah bersedia dihipnotis.
Jika kelima langkah itu disetuj ui oleh pihak yang akan
dihipnotis, maka proses selanjutnya hampir dipastikan berhasil.
Teknik pendalaman dapat dilakukan agar pertunjukan dapat
berlangsung dengan baik.
Begitu halnya dengan teknik gendam. Jika calon korban
menjawab "ya" atas semua saran atau buj ukan pelaku
gendam, atau calon korban menganggukkan kepala lebih dari
empat kali , maka hampir dipastikan ia makin terhanyut dalam
bujuk rayu yang lebih dalam lagi . Terkecuali jika jawaban
22
"ya" dan anggukan kepala itu untuk sebuah teknik menjebak
pelaku gendam untuk keperluan akan diringkus.
Penulis saat "iseng" memeragakan teknik gendam saat pelatihan
hypnosis & hipnoterapi th 2994 di sebuah rumah sakit di kota Surabaya.
23
Sebagian besar kejahatan bermodus gendam itu sering kali
di lakukan secara berkelompok. Dalam suatu kelompok selalu
ada yang diperankan sebagai pemimpin atau peran utama,
sedang anggota yang lain memiliki tugas untuk mendukung
kerja pemimpinnya.
Dalam menjalankan aksi kejahatan itu, para pelaku tidak
berpedoman pada teori yang baku. Mereka lebih mengandalkan
pengalaman praktik lapangan. Atau jika ada proses training
bagi pemula, hal itu cukup dilakukan di sudut terminal atau
di emperan toko atau terlebih dahulu "magang" dengan
memerankan sebagai tokoh pembantu.
Teknik gendam itu jika diamati dan dipolakan, mereka
- para pelaku kejahatan - itu dalam menjalankan aksinya
juga menggunakan prinsip tahapan yang berlaku pada hipnosis
modern, baik itu hipnotis panggung (stage) maupun untuk
kepentingan terapi (hipnoterapi ) meliputi : pra induksi ,
induksi , deepening, depth level test, dan sugesti .
Bedanya, dalam gendam proses terminasi atau menya
darkan "korban" tidak di lakukan . sebab semakin lama korban
mengalami blank, justru mereka lebih aman sebab dapat
menyingkir ke lokasi yang lebih jauh.
Pengertian pra induksi di lingkungan para pelaku gendam
yaitu menciptakan pemanasan atau " kesan pertama" .
Tahapan paling awal ini sangat menentukan apakah selanjutnya
itu akan berlangsung mulus atau mengalami kegagalan. Kesan
pertama itu biasanya dilakukan dengan teknik yang disesuaikan
dengan siapa yang akan menjadi target gendam dan bagaimana
situasi dan kondisi di sekitar lokasi praktik gendam itu .
Secara umum, "kesan pertama" ini meliputi penampilan
24
fisik berupa pakaian dan aksesoris yang dapat mengesankan
bahwa pelaku bukanlah orang sembarangan. Misalnya, para
pelaku gendam yang beroperasi di lingkungan pedesaan dengan
warga yang agamis narnun berpendidikan rendah, maka
pelaku gendarn rnernilih berpenarnpilan layaknya seorang
rohaniwan, lengkap dengan para tim (anggota) yang berperan
sebagai orang yang sangat menghormati atau mengultuskan
"sang tokoh" itu . Misalnya membawakan tas, membukakan
pintu mobil (walau itu hanya mobil sewaan) , menuangkan
minuman saat "sang tokoh utama" itu akan minum, atau
berjalan membungkuk layaknya abdi dalem di hadapan sang
raj a.
Teknik Menjatuhkan Mental
Mekanisme yang digunakan dalam kejahatan bermodus
gendam terkadang dilakukan dengan mengadu tatapan mata.
Ada dua pendapat dalam hal ini, dan menurut saya pribadi,
menatap mata sasaran itu diyakini untuk "memancarkan"
kekuatan magis , namun secara i lmiah tatapan mata itu
bertujuan untuk menggertak atau menjatuhkan mental calon
korban.
Proses ini tidak berbeda jauh dengan teknik yang digunakan
calo-calo di terminal bus antarkota. Caton penumpang yang
tampak berpenampilan udik (ndesa), yang clingak-clinguk
mengesankan tidak "menguasai medan" maka oleh para calo,
mata calon penumpang ini dipelototinya. Dan setelah calon
penumpang itu ketakutan (minder), mereka mudah disarankan
untuk naik bus. Padahal bus ini belum tentu sesuai de
ngan jurusan yang seharusnya dinaiki oleh penumpang itu .
25
Prinsip mengadu tatapan mata, atau dalam bahasa Jawa
disebut mentheleng i ni sekaligus untuk menguji sejauh
mana kekuatan mental calon korban . Dalam dunia tinju ,
adu tatap mata ini digunakan sebagai cara untuk mengukur
nyali lawan tanding menjelang pertandingan . Saat kedua
petinj u dipertemukan di tengah ring oleh wasit , dapat
diperhatikan petinju mana yang memalingkan waj ahnya
menghindari tatapan mata lawan, maka secara mental dialah
yang mentalnya lebih kecil dan sudah merasa kalah sebelum
bertanding.
Mental atau nyali ini nantinya berkaitan dengan teknik
dan fisik saat bertanding. Seorang petinju yang mentalnya
mulai melemah, pukulan yang mendarat ke bagian tubuhnya,
beratnya bisa terasa d ua kali lipat dari bobot aslinya.
Sebaliknya, bagi petinju yang bermental badak, ia lebih tahan
dalam menerima pukulan lawan, dan bobot pukulan lawan itu
terasa lebih ringan.
Para pelaku gendam terkadang menjatuhkan mental
calon korban dengan tatapan matanya. Sering kali aktivitas
itu d i ba rengi dengan membuat calon korban menj adi
tidak nyaman dan buyar konsentrasinya, misalnya dengan
mendekatkan wajahnya hanya berjarak kurang sejengkal dari
wajah korban.
Tujuan dari teknik ini j ika di lakukan di tempat umum
membuat calon korban merasa risih , ada perasaan malu . Jika
penggendamnya dari sesama jenis, si calon korban merasa
risih sebab bisa dianggap sebagai gay (homoseks ) atau
lesbian. sedang jika pelaku gendam dari lawan jenis, ia
bisa dianggap sebagai orang yang tidak bermoral, berpacaran
26
kok di tempat ramai . Ketika seorang calon korban sudah
terperangkap dalam kondisi kalah mental dan merasa risih
dengan perilaku yang dianggap tidak normal, maka otak kri
tisnya mulai menurun sehingga terperangkap dalam kendali
penggendamnya.
Teknik kejahatan bermodus gendam dengan cara men
jatuhkan mental korban, misalnya, pelaku berpakaian preman,
berlagak seperti aparat (reserse) yang sedang mencari bu
ronan, modusnya juga dimulai dari memelototi korban dan
setelah sasaran nyalinya mulai ciut (minder), pelaku gendam
lalu menanyakan identitas korban . Selanjutnya, dompetnya
dibuka dan diacak-acak, pura-pura memeriksa KTP, dan
identitas yang lain.
Di saat korban itu lengah, isi dompet (uang) itu sudah
berpindah tangan. Modus ini banyak dilakukan para pelaku
gendam jalanan terhadap para pekerja (kuli ) yang menerima
upah mingguan pada Sabtu petang. Sasaran lebih kepada para
kuli bangunan di kota-kota besar sebab dianggap lebih empuk.
Para kuli dianggap ber-SDM rendah dan mudah digertak.
Untuk mengantisipasi kejahatan jenis ini, para kuli di kota
besar, setelah menerima upah mingguan lalu iuran bersama.
Masih lengkap dengan alat kerjanya, cangkul dan goda"J,
mereka naik taksi beramai -ramai sebab selain hemat juga
lebih aman .
Sugasti Tanpa Koma
Otak manusia itu seperti komputer. Kemampuan daya
tampungnya dalam menerima saran atau informasi ditentukan
dari RAM (Random Acces Memory) dan memorinya. Jika pe-
27
rangkatnya tidak mencukupi , maka komputer bisa hank.
sebab itu, sepintar apa pun, jika dalam waktu bersamaan
seseorang itu diberondong dengan kata-kata (sugesti) secara
berlebihan, maka ada kemungkinan otaknya dapat menerima
sebagian dari saran ini sebagai suatu kebenaran.
Jika suatu saat Anda menghadapi kasus semacam ini,
langkah yang paling praktis yaitu menghindar lalu menyi
bukkan diri , misalnya menghubungi teman dengan hand phone,
atau j ika nyali Anda cukup berani, gertaklah mereka dan
berlagaklah sebagai "mantan pelaku" lalu meremehkan teknik
yang mereka gunakan itu sudah kadaluwarsa. Selanjutnya
sodorkan kartu nama Anda, dan persilakan mereka itu suatu
saat berkunjung ke kediaman atau padepokan Anda untuk
mempelajari teknik terbaru yang lebih canggih .
Bagi para pelaku gendam yang tidak sabaran dan ingin
cepat menyelesaikan tugasnya, terkadang hanya menggunakan
dua teknik saja. Yaitu memelototi sasaran, dan setelah sasaran
jatuh mental kemudian disusul dengan "sugesti tanpa koma".
Bayangkan saja, siapa pun dalam kondisi mental sudah down,
kemudian dicecar dengan saran atau bujukan yang melelahkan
otaknya, maka ia sulit menggunakan logikanya.
Memanfaatkan Ras • Kasta
Di I ndonesia, kejahatan bermodus gendam ini sering di
lakukan orang asing, khususnya yang menggunakan modus
menukar uang dolar, menjual jam tangan rolex, berlagak
sebagai donator yang hendak mencari yayasan yang akan diberi
sumbangan, dan sebagainya. Fenomena ini dapat dikategorikan
aneh sebab lazimnya teknik bujuk rayu itu membutuhkan
28
kemampuan komunikasi yang baik. Namun kali ini pelaku
justru orang yang tidak fasih berbahasa negara kita .
Untuk diketahui bahwa yang menyebabkan seseorang
mudah terhipnotis itu yaitu jika yang menyampaikan saran
itu orang yang secara sosial dianggap lebih tinggi dibanding
orang yang menerima saran.
Ketika suatu saat Anda berhadapan dengan orang asing,
khususnya dari ras kulit putih dan Jepang, maka sebagian dari
kita tentu merasa lebih rendah diri . Hal ini berkaitan dengan
sejarah masa lalu nenek moyang kita yang pernah dijajah oleh
bangsa kulit putih dan bangsa dengan perawakan pendek,
berkulit kuning dan bermata sipit.
Secara umum manusia mewarisi budaya "minder turunan"
dari para leluhurnya. lni dibuktikan bahwa sikap kita terhadap
bangsa kulit putih dan bangsa yang pendek bermata sipit pun
berbeda dengan bangsa dari ras negro yang dulu tidak pernah
menjajah negara kita. Di negera kita, artis berwajah bule le
bih laris dibanding yang berwajah negro.
Begitu halnya sikap kita terhadap bangsa asal Timur
Tengah. Sebagian dari kita sangat hormat sebab sejarah
spiritualitas kita banyak diwarnai ras mereka. Bahkan sebagian
dari suku tertentu ada yang menganggap ras Timur Tengah
pantang untuk disalahkan, apalagi diganggu, walau ia nakal
sekalipun. Bisa kualat, katanya .
Faktor "minder turunan" ini oleh pelaku kejahatan ber
modus gendam benar-benar dimanfaatkan untuk melakukan
kejahatan kepada suku pribumi . Selain faktor minder, mereka
memanf aatkan ketidakmampuan sasaran gendam dalam
memahami bahasa mereka, sehingga saat diajak bicara hanya
29
menjadi pendengar, bengong, bingung, dan serba salah dalam
bertindak.
Persepsi kita terhadap orang asing yang kita anggap
"serba lebih" dari banyak hal (materi dan intelektual ) j uga
menempatkan kita menjadi mudah terkecoh . sebab itu,
ketika ada orang asing menawarkan jam tangan merek ter
kenal atau lembaran uang dolar, pikiran kita sering kali tidak
perlu menelitinya sebab kedua barang ini identik de
ngan keseharian mereka.
Salah satu kasus gendam yang di lakukan orang asing
keturunan Melayu berlogat Malaysia yang pernah saya gagalkan
yaitu ketika hendak mengelabui pengunjung bank. Bermodal
tas koper yang ditentengnya, dia tampak gelisah seolah-olah
kunci tasnya ketinggalan di hotel.
Berlagak kehabisan pulsa saat menghubungi temannya
yang masih di hotel, ia lalu meminjam hand phone sesama
pengunjung bank. Tas itu digunakan untuk menaruh keper
cayaan pada calon korban yang menganggap di dalam tas itu
ada uang dalam jumlah besar, sehingga tidak mungkin ia lari
membawa HP sebab isi koper itu dianggap lebih berharga.
Berlagak sinyal ,hand phone sedang lemah, orang asing
itu bergeser mencari tempat yang sinyalnya lebih baik. Kli
maksnya mudah ditebak. Dia makin menjauh, menjauh dan
kemudian kabur. Melihat peminjam hand phone kabur, maka
pemiliknya itu tetap tenang.
la yakin dalam waktu tidak lama lagi dia pasti kembali .
Dan ketika peminjam hand phone itu benar-benar tidak kem
bali , boleh jadi malah bersyukur. Dalam hati dia berkata
kehilangan hand phone tetapi dapat sekoper dolar. Masih
30
untunglah, pikirnya. Namun ketika koper dibuka, isinya ter
nyata potongan-potongan kertas . Selanjutnya cerita pun
berbalik. Kehilangan hand phone harga jutaan dan dapat
pengganti koper bekas seharga sekitar Rp200.000,- dan
potongan kertas.
Dibanding orang barat, bangsa timur memiliki tipikal
lebih mudah dipengaruhi sebab sifatnya yang mudah iba
dan mudah dipercaya. Budaya timur yang mistis memiliki
sisi lemah dalam analisis, sehingga ketika suatu saat melihat
sesuatu yang dianggap ajaib, analisisnya sering kali mengarah
kepada keajaiban supranatural.
Saya merasakan adanya perbedaan yang mendasar antara
orang barat dengan orang timur ketika hadir dalam suatu acara
yang dihadiri sekitar 25 pesilat dari berbagai negara bagian
Amerika. Walau mereka mengenal saya sebagai instruktur silat
dan pelaku mistis, saat saya menampilkan demo mengeluarkan
3 1
listrik dari tubuh dan keberadaan stroom itu dapat dibuktikan
dengan tespen, mereka tidak serta merta langsung mengagumi
hal itu sebagai ilmu kesaktian.
Awalnya memang ada beberapa yang berasumsi hal itu
sebagai ilmu tenaga dalam tingkat tinggi . Namun sebagian
besar dari mereka tidak mau menyerah . Mereka lebih memi
lih menguber saya, memeriksa apakah saya mengenakan
peralatan yang dapat mengeluarkan stroom listrik. Baj u
kaos pun diminta untuk dibuka, dan saya turuti . Masih belum
puas, lanjut ke celana saya untuk dibuka, ha ha ha ... Ketika
tidak juga ditemukan alat yang mencurigakan mereka baru
geleng-geleng kepala dan kompak bergumam, whooooo .. . ! Dan
hanya sebab menghargai sikap mereka yang tidak gampang
menyerah itu , saya pun membuka kartu "kesaktian" ini
sehingga whooooo ... berubah menjadi ha ha ha ....
Orang barat bukan berarti tidak bisa dipengaruhi, namun
proses untuk menyerah itu lebih membutuhkan waktu
dibanding ketika memengaruhi bangsa timur.
32
4
Berbagai Kasus Gendam
relain kekuatan yang bersifat l lahiah (doa) , hal yang
menyebabkan seseorang dapat selamat dari penipuan
bermodus gendam yaitu wawasannya. Orang dengan wawasan
yang lebih luas, sulit dipengaruhi gendam.
Memperluas wawasan dapat dilakukan dengan banyak
bergaul, berdiskusi dengan orang yang memiliki pengalaman
hidup luas, atau dengan banyak membaca. Orang yang wa
wasannya luas, setiap kali ada upaya-upaya negatif ditujukan
terhadap dirinya, maka logikanya langsung bereaksi . Setiap
gerakan dan pembicaraan yang tidak wajar, mudah terdeteksi
kemana arahnya.
Untuk memperluas wawasan dan mempertajam analisis,
kenalilah berbagai teknik gendam yang sering dilakukan para
penjahat di jalanan, seperti kasus di bawah ini.
Orang Pintar di Atas Bus
Gendam dengan teknik tampil sebagai "dewa penolong"
ini sering kali dimainkan secara berkelompok. Pada bab ini sa
ya akan menulis teknik yang biasa dimainkan di atas kendaraan
umum dengan cara :
• Teknik gendam ini diperankan minimal tiga pelaku.
• Dari tiga pelaku ini , ada yang berperan sebagai
orang yang ditokohkan (peran utama) dan dua pelaku
lain, sebagai figuran.
33
• Tokoh utama berpenampilan lebih meyakinkan . '
• Jika calon korban dari kalangan agamis, pelaku utama
berpenampilan seperti rohaniwan , bersorban leng
kap dengan aksesorisnya (tasbih , bau wewangian) ,
dll . Jika calon korbannya warga dari kalangan
nasionalis, ia berpenampi lan tradisional ala dukun
sakti . Bergelang akar, pakaian serba hitam, cincin ala
Tessi Srimulat, terkadang mengenakan aksesoris yang
dapat mendongkrak penampilannya, misalnya jam ta
ngan berlogo " lstana Merdeka", dll.
Cara kerjanya, rnereka bertiga sepakat naik bus yang
sama tetapi masing-rnasing naik dari halte yang berbeda.
Bus yang dipilih biasanya bus antarkota yang rnembutuhkan
perjalanan lebih dari 1 , 5 jam. sedang modus yang rnereka
lakukan yaitu figuran pertama naik dari halte pertarna,
tokoh utama naik dari halte kedua, dan figuran kedua naik
dari halte ketiga.
lntinya , mereka duduk atau bertemu dalam satu bus
te-tapi bersikap seolah-olah tidak saling mengenal . Aksi
mulai dimainkan setelah figuran kedua naik bus. Sang tokoh
yang memerankan sebagai rohaniwan atau dukun ampuh itu
menyapa figuran kedua dengan bahasa yang seolah -olah dia
memiliki kemampuan melihat isi hati orang lain .
"Kamu mau pinjam uang ke familirnu ya?" kata tokoh
utama kepada figuran kedua yang baru naik kendaraan.
"Lho .. . bapak kok tahu?"
"He he . . . sebaiknya kamu pulang saja. Saudaramu yang
akan kamu datangi itu sedang tidak punya duit, " kata tokoh
34
utama.
"Tetapi saya butuh uang untuk berobat anak saya yang
sakit, " kata figuran penuh iba.
Sudah tentu, pembicaraan itu di lakukan dengan nada
agak keras agar didengarkan oleh penumpang yang ada di da
lam bus. Tentu saja ulah mereka bertiga itu menjadi bahan
perhatian penumpang yang lain . Selanjutnya figuran pertama
menjalankan perannya. la menghampiri tokoh utama itu dan
(pura-pura) bertanya: "Maaf, mbah ... Apakah abah ini Gus
Fulan yang punya Padepokan ' Unggul Sejagat' itu?"
Ketika tokoh utama itu menganggukkan kepala, figuran
pertama mencium tangannya . Selanjutnya tokoh utama
merogoh beberapa lembar uang kertas dengan nominal besar
(Rp 50.000, - atau Rp 100.000, - ) lalu diserahkan kepada figuran
kedua yang berperan sebagai seorang ayah yang sedang
kesulitan keuangan untuk biaya pengobatan anak yang sedang
sakit.
Dari rangkaian adegan ini , sudah pasti ada beberapa
penumpang bus yang terpesona dengan kedermawanan sang
tokoh utama. Apalagi dengan kemampuan indra keenam
yang tajam, sehingga dapat membaca hati seseorang yang
(kesannya) belum dikenal. Maka beberapa penumpang tentu
ada yang mulai merespons, mendekat, memperkenalkan diri ,
dan berniat minta "dibaca" atau diberi solusi atas problem
kehidupan yang sedang dialaminya.
Namun untuk melayani penumpang bus yang asli , tokoh
utama itu menyarankan untuk di lakukan pertemuan yang
khusus. Bukan di atas bus, tetapi dapat di sebuah rumah makan
atau tempat lain yang dirasa lebih nyaman, aman , dan bebas
3 5
untuk berkonsultasi .
Ketika seseorang sudah percaya dengan kebaikan dan
kedermawanan seseorang yang pemah dilihat secara langsung,
apalagi ditambah dengan kesan "sakti dan waskita" itu, maka
logika atau areal kritiknya mulai melemah. Sehingga, dengan
modus yang dimainkan secara rapi ini , sering kali berlanjut
pada tindak pemerasan berkedok "spiritual" .
Misalnya, bagi penumpang yang menghadapi problem per
jodohan, terlilit hutang, boleh jadi ATM-nya dikuras dengan
dalih untuk persyaratan memeroleh kemudahan-kemudahan
yang diinginkan , sehingga ia berani berkorban terlebih dahulu.
Misalnya, berkedok untuk kesejahteraan anak yatim yang
diasuh sang tokoh utama itu, atau untuk proyek kemanusiaan
yang lain .
Bagi orang yang sudah terpesona, biasanya tidak akan me
naruh curiga ketika ia sudah melihat kedermawanan orang
memberi uang kepada penumpang yang sedang kesulitan.
Apalagi ditambah dengan kemampuannya membaca hati
orang lain , heemm .... . Orang dalam posisi "terperangkap"
kekaguman tokoh yang dianggap sakti itu ibarat kerbau yang
dicongok hidungnya.
Maka, ketika sang tokoh utama itu berhadapan dengan
calon korban yang kesulitan jodoh, dan mengatakan :"Kamu
jelas sulit jodoh, sebab selama ini hatimu masih silau dengan
kemewahan dunia . lngatlah . . , sebagian dari rezeki yang
dititipkan Tuhan kepadamu itu ada hak-hak fakir-miski n .
Terhambatnya j odoh itu sebab kam u kurang sedeka h .
Bersedekahlah maka kamu pasti mendapatkan limpahan
rezeki yang jauh lebih banyak, dan apa yang kamu inginkan
36
segera tercapai . "
Nah, jika posisi korban itu orang yang wawasannya ter
batas sehingga tidak mampu menganalisis modus gendam
yang semacam itu, ditambah pelaku gendam memang orang
yang profesional dalam memainkan emosi orang lain, maka
tidaklah mustahil jika korban kemudian menyerahkan ATM
berikut nomor PIN-nya.
Proses seseorang yang merelakan tabungannya dikuras
oleh orang yang baru dikenalnya sebagaimana kasus ini ,
faktornya lebih dominan pada teknik dan skill pelakunya
yang memang sudah sangat profesional . Dan mulusnya teknik
yang dimainkan itu lebih disebabkan oleh faktor wawasan
korbannya yang pas-pasan.
Teknik Gendam di Rumah Sakit
Selain teknik gendam di atas bus, ada juga teknik yang
sering dimainkan di kompleks rumah sakit. Teknik ini minimal
di lakukan oleh tiga pelaku . Dua pelaku berperan sebagai
figuran dan seorang berperan sebagai "orang penting" di
lingkungan rumah sakit. Modusnya mirip dengan teknik gendam
"di atas bus" .
Target dari trik ini yaitu mencari keluarga pasien yang
sudah bersiap akan pulang. Teknik yang dilakukan memadukan
antara teknik tampil sebagai "dewa penolong" dikombinasi
dengan teknik menakut-nakuti orang yang terkena momok
mahalnya berobat di negeri ini .
Kali mat awal yang digunakan untuk memulai pembicaraan
yaitu : "Pak/Bu , hati-hati ya ... rumah sakit ini sudah terkenal
nakal. Kasir sering memainkan harga obat dan sewa kamar.
37
Kemarin saudara saya sempat ribut dengan kasir. Harga obat
dan sewa kamar dalam kuitansi ditulis Rp5.000.000,- padahal
setelah diprotes, dan kami minta perincian ulang, ternyata
hitungannya hanya Rp3. 500.000, - "
Siapa pun orangnya tentu kaget mendengar informasi
ini . Nah, di saat orang sudah terprovokasi adanya kasir
nakal, muncul peran pembantu yang bertugas mengipas-ngi
pasi keluarga pasien agar menjadi lebih takut. Nah, di saat
calon korban sudah mulai panik, salah satu dari dua kawanan
penggendam itu menawarkan j asa untuk minta bantuan orang
penting di rumah sakit agar proses kalkulasi itu berlangsung
secara benar.
"Beruntung sekali , kemarin saya ditolong orang penting
di rumah sakit ini . Kalau lbu berkenan, saya bisa bantu
menemui beliau agar berkenan membantu lbu , " kata pelaku
gendam.
Orang dalam kondisi gugup apalagi kondisi keuangan
yang pas-pasan, tentu dengan senang hati menerima uluran
tangan orang yang dianggap mampu meringankan bebannya.
Selanjutnya, pelaku gendam minta izin untuk menemui "wakil
direktur" atau jabatan lain yang dicatutnya. Biasanya yang
rawan dicatut namanya untuk teknik ini yaitu wakil direktur,
atau jika rumah sakit itu milik perorangan, yaitu anak atau
menantu dari pemilik rumah sakit ini .
Maka, selanjutnya mudah ditebak. Orang yang berperan
sebagai orang penting itu lalu menemui keluarga pasien . la
menjelaskan dapat menolong asal tidak perlu sampai diketahui
pasien lain . Keluarga pasien awalnya diminta sej umlah uang
dengan nominal yang lebih kecil dari perkiraan biaya yang
38
harus dibayar. Tetapi ia mengatakan, jika nanti uangnya kurang
akan diminta lagi kekurangannya.
Sudah tentu "orang penting" ini akan datang lagi
untuk yang kedua kalinya dan mengatakan bahwa uangnya
memang belum mencukupi . Agar korban tidak menaruh curiga
dan masih tetap merasa terbantu dengan uluran tangannya,
uang yang diminta untuk yang kali kedua itu juga dalam jumlah
yang wajar.
Setelah uang kedua sudah berada di tangan komplotan itu,
mereka yang berperan sebagai "orang penting" itu pura-pura
masuk ruangan . Sementara keluarga pasien dan dua pela
ku gendam itu tetap duduk berdekatan dengan korbannya.
sedang pelaku utama sudah kabur dan menunggu dua
kawannya yang sedang mencari kesempatan untuk menjauh
dart keluarga pasien .
Untuk meloloskan dirt , dua pelaku ini bisa dengan pura
pura ikut gelisah sebab lamanya menunggu "orang penting"
yang sedang mengurus pembayaran rumah sakit. Berdalih
akan menyusul ke ruangan "orang penting" itu, keduanya ka
bur dan menyusul temannya yang sudah berhasil membawa
uang. Tempat yang lazim digunakan untuk berkumpul kembali
setelah aksinya berhasil, biasanya yaitu rumah makan.
Modus Gendam Ziarah
Masih terkait dengan korban gendam di seputar rumah
sakit, dikenal juga teknik mengajak keluarga pasien untuk
berziarah ke sebuah makam keramat. Para pelaku gendam
sering menggunakan teknik ini .
Caranya dengan mendekati keluarga pasien lalu menceri-
39
takan keampuhan makam keramat. Untuk lebih meyakinkan,
dia bercerita bahwa dulu keluarganya juga pernah dirawat di
rumah sakit ini , tetapi hanya menghabiskan uang saja
dan sakitnya tidak sembuh. Jika bujukan itu direspons oleh
calon korban , mereka lalu pergi berziarah ke makam kera
mat. Biasanya, korban dari teknik ini yaitu ibu-ibu yang
mengenakan perhiasan mencolok.
Ketika mereka sudah masuk kompleks makam keramat,
mendekatlah seseorang yang mengaku sebagai juru kunci ma
kam ini . la mengatakan : "Bu, sebab ini urusan spiritual,
menurut kebiasaan yang berlaku di sini, semua benda yang
bersifat duniawi, apakah itu uang, perhiasan, harus dilepas
dan dititipkan kepada juru kunci. "
Untuk mengurangi kecurigaan akan dikemanakan uang dan
perhiasan itu, pelaku gendam juga melucuti apa yang menem
pel pada dirinya. Misalnya cincin, jam tangan , dompet, dan
diserahkan pada pelaku gendam yang menyamar sebagai juru
kunci .
Selanjutnya, ketika orang yang sedang punya keinginan
ikhtiar agar saudaranya itu sembuh dari sakitnya itu sedang
khusyuk berdoa, dua pelaku penipuan berkedok gendam itu
kabur dengan membawa seluruh uang dan perhiasan milik
korban.
Harta Karun .. Dawa Panolong ..
Setiap orang memiliki bawaan hormat dan patuh pada
orang yang dianggap sebagai dewa penolong. Dari hormat
dan patuh itu sering kali menyebabkan kemampuan kritik dan
analisisnya tumpul.
40
Sebelum teknik gendam menjadikan Anda sebagai korban,
Anda harus banyak mencermati beberapa teknik gendam.
Dari pengetahuan itulah Anda menjadi orang yang lebih was
pada.
Di antara penipuan bermodus gendam yang sering mema
kan korban , hampir selalu diawali dengan teknik tampil seba
gai dewa penolong. Kasus gendam di atas bus, di rumah sakit,
di tempat ziarah atau makam keramat, sebagaimana tertulis
tadi yaitu contohnya.
Di beberapa daerah sering kali kita mendengar atau bah
kan menyaksikan secara langsung munculnya orang-orang yang
mengaku sebagai pemegang amanah untuk pembagian harta
karun peninggalan pemerintahan masa lalu. Dalam hal ini,
nama yang sering dibawa-bawa yaitu "Dana Revolusi", "Harta
Karun Bung Karno", dan "Dana Kerajaan se-Nusantara".
Orang yang sudah telanjur memercayai isu ini , bisa
berkorban habis-habisan . Sawah ladang bisa dijual untuk ope
rasional "mendapatkan" harta karun, yang katanya tidak akan
habis dimakan tujuh turunan itu.
Teknik gendam dengan tampil sebagai "Dewa Penolong"
ini pelakunya sering kali mengaku keturunan darl kalangan
"darah biru" bahkan terkadang mengaku sebagai anggota BIN
(Badan lnteljen Negara) . Dan, so pasti , apa yang dimaksud
dengan harta karun itu hanyalah isu yang sengaja diciptakan
sebab target dari isu ini yaitu mengeruk iuran dari
calon anggotanya.
Di daerah saya, dulu ada orang yang begitu semangat
meyakinkan kepada warga bahwa dia termasuk anggota dari
sebuah yayasan yang nantinya akan membagi-bagikan harta
41
karun kepada anggotanya. Sebagian penduduk ada yang
terpikat bualan itu. Namun ada juga sebagian yang tidak
meyakininya.
Untuk meyakinkan kepada calon korbannya, pengurus
yayasan itu menceritakan kepada warga bahwa semua
pengurus yayasan itu pernah mengadakan acara syukuran di
TMl l (Taman Mini negara kita lndah) bersama Gus Dur yang saat
itu sebagai Presiden RI . Pada acara ini dimeriahkan de
ngan pementasan wayang kulit dan santunan kepada yatim
pi a tu.
Untuk meyakinkan bahwa acara di TMl l itu benar-benar
berlangsung, yayasan ini membuat Tabloid internal
dengan memajang foto Gus Dur di halaman depan Tabloid itu.
Ketika sebagian warga meyakini tulisan dalam Tabloid
itu , saya melihat ada kejanggalan hingga berani memastikan
bahwa berita yang ditulis itu mengada-ada, sebab tanggal
penyelenggaraan acara ini ternyata tidak cocok dengan
berita yang ditulis harian (koran) resmi .
Pada malam ini , ternyata Gus Dur berada di Sura
baya, dan terpilih sebagai Dewan Pembina partai yang di
di rikannya. Apa mungkin ada orang zaman sekarang yang
dapat "mecah raga" dan berada di dua tempat dalam waktu
bersamaan? Rasanya mustahil.
Kisah ini saya tulis untuk meyakinkan kepada pembaca,
bahwa wawasan seseorang sangat menentukan ketajaman
analisisnya terhadap berbagai jenis penipuan . Biasakanlah
untuk berpikir cerdas menyikap zaman edan ini, agar Anda
terjaga dari kejahatan gendam.
42
5
Tip Selamat dari Kejahatan
Gen dam
Anda ingin termasuk orang yang selalu selamat dari
upaya-upaya penipuan bermodus gendam? Gunakanlah
segala bentuk penangkalnya. Apakah itu cara yang i lmiah mau
pun yang supranatural, jika Anda meyakininya.
Ada lima hal yang harus diperhatikan jika seseorang ingin
selamat dan "kebal" dari gendam, yaitu:
Barpikir logis dan Barwawasan
Berpikir logis ( rasional) banyak membawa keselamatan.
Misalnya, saat bertemu seseorang yang belum Anda kenal dan
orang itu berlagak sebagai orang yang memiliki kelebihan,
ucapkan dalam hati kalimat sebagai berikut:
• "Orang pintar kok kluyuran di pinggir jalan . "
• "Orang pintar itu mestinya duduk manis di rumah, dan
orang mendatangimu. "
Bukti bahwa berpiki r logis dan berwawasan itu dapat
menjadi penangkal gendam, pernah suatu saat saya bertemu
dengan seseorang yang gelagatnya mencurigakan. la akan
melakukan penipuan dengan teknik membual. la mengatakan:
"Jelek-jelek begini, saya juga masih besan dari Gus Fulan.
Kemarin saya barusan nengok cucu dan jagong lama dengan
Gus Fulan . "
43
Tentu saja teknik "gertak" yang digunakan itu gagal atau
dalam istilah saya disebut "patah induksi" . Dia kurang teliti,
sebab saya yang nota bene calon korban ternyata lebih
mengenal rohaniwan yang dimaksud, dan saya mengetahui
bahwa beliau tidak memiliki keturunan. Orang yang mencoba
menggertak saya dengan nama besar seorang tokoh itu ,
memilih pergi setelah saya menunjukkan sebuah buku tulisan
saya yang mencantumkan foto Gus Fulan di kovernya.
Untuk memperluas wawasan itu dapat di lakukan dengan
banyak hal. Harus banyak bergaul dengan orang dari berbagai
disiplin ilmu, banyak membaca, dan jangan menutup diri dari
menerima ilmu di luar skill Anda. Jika Anda hanya memahami
satu bidang keilmuan saja, kemungkinan untuk "dikerjain" itu
masih sangat mudah.
44
Dua bulan menjelang penulisan naskah ini, saya kedatangan
tamu, seorang tokoh warga , ahli olah batin (tirakat)
dan ahli pula dalam ilmu agama. la mengaku habis ketipu
uang senilai seekor sapi hanya untuk membeli dua "jimat"
berbentuk benda, yang menyebabkan rambutnya tidak mem
pan dipotong dengan silet, dan selembar "uang ajaib" yang
jika diletakkan di telapak tangan dapat menggulung sendiri .
Mendengar kisah itu, saya pun tertawa ngakak. sebab
alat yang digunakan untuk menggendam dirinya itu yaitu
"uang khusus" yang di toko alat sulap seharga Rp20.000, - per
lembar, sedang "jimat" kebal silet itu dapat dibuat sendiri
secara spontan dengan modal hanya Rp1 .000,-
Menurut analisis saya, dari sekian jurus yang dapat me
netralkan gendam, yang paling memegang peranan yaitu
wawasan yang dimiliki seseorang. Dari wawasan yang luas
menyebabkan analisis menjadi lebih tajam, sebab setiap
kali ada sesuatu yang terasa ganjil , maka wawasannya segera
memberikan sinyal apa yang akan terjadi dan apa yang harus
dilakukan untuk menetralisasinya.
Pada zaman modern ini, Anda harus memiliki keseimbangan
antara berdzikir dengan berpikir. Gendam zaman sekarang
tidak selamanya menggunakan kekuatan i lmu supranatural.
Justru persentasenya lebih dominan unsur teknik itu sendiri .
sebab itu, para ahli doa yang menutup diri untuk tidak
menyerap i lmu




