• www.coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • www.kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

  • www.berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label setan iblis 14. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label setan iblis 14. Tampilkan semua postingan

setan iblis 14

 


p kecuali di masjid.

Di antara (a/bis Iblis terhadap orang miskin, dia merasa lebih baik

daripada orang kaya, sebab dia berzuhud, yang tidak dilakukan orang kaya.

Tentu saja ini salah. Sebab sisi kebaikan itu bukan karena ada atau tidak adanya

harta, tetapi karena di belakang itu semua.

Talbis Iblis terhadap Manusia Secara Umum

Ta/bis Iblis terhadap manusia secara umum ialah kebiasaan mereka yang

mengikuti tradisi, dan ini termasuk faktor kerusakan mereka yang paling

menonjol.

Mereka meniru para nenek moyang dan orang-orang terdahulu, sesuai

dengan keyakinan yang diterimanya semenjak kecil dan yang memang sudah

menjadi tradisi. Banyak di antara mereka menjalani hidup selama lima puluh

tahun, tetapi tak pernah berpikir apakah yang dia ikuti benar atau salah. Seperti

halnya orang-orang Nasrani, Yahudi dan orang-orang Jahiliyah yang selalu

dibelenggu tradisi, orang-orang Muslim pun tak jauh berbeda. Mereka

mendirikan shalat dan melaksanakan ibadah hanya berdasarkan tradisi.

Sekian puluh tahun seseorang shalat seperti shalat orang lain yang dilihamya.

Boleh jadi bacaan Al-Fatihahnya tidak benar dan tidak tahu mana yang wajib.

Tidak mudah baginya untuk mengetahui semua itu, karena memang dia

3 9 7Bab XII: Talbis Iblis Terhadap Orang-orang Awam

mengabaikan agama. Padahal seandainya dia hendak berdagang, tentu akai-;

bertanya-tanya apa yang diminati para konsumen di suatu daerah tempat dia

berdagang.

Tidak jarang di antara mereka ruku’ sebelum imam ruku’ atau sujuc

sebelum imam sujud. Atau, di antara mereka ada yang meninggalkan yang

fardhu dan berlebih-lebihan dalam mengerjakan yang sunat.

Adakalanya di antara mereka meremehkan dalam membasuh tumii;

tatkala wudhu’, atau tidak memutar-mutar cincin di jarinya saat membasuhi

telapak dan tangan. Dengan begitu wudhu’nya dianggap belum sah.

Dalam masalah jual beli, banyak di antara mereka yang melakukannya

dengan cara yang tidak benar, tidak berusaha mengenali hukum-hukum syaria:

dan tidak mempedulikan fatwa para fuqaha’. Barang-barang yang

diperjualbelikan juga banyak yang cacat, atau mereka berbuat curang dan

sengaja menutupi yang cacat

Di antara mereka ada yang menggadaikan rumahnya, seraya berkata,

“Ini adalah tempat yang sangat penting.” Padahal dia mempunyai rumah lain

dan di dalamnya juga terdapat banyak perabot. Andaikan dia menjual salah

satu rumahnya, tentu dia tidak akan kerepotan. tetapi dia perlu melakukan

hal itu karena takut kehormatannya akan turun, dan agar tidak ada komenta:

dari orang lain, “Dia telah menjual rumahnya.”

Yang menjadi kebiasaan mereka adalah percaya kepada perkataaii

dukun, peramal atau ahli nujum. Hal ini bukan rahasia lagi di kalangan mereka.

Orang-orang yang berkedudukan pun ikut-ikutan pula. Jika ingin bepergian,

memilih warna pakaian atau berbekam, maka mereka berkonsultasi terlebili

dahulu kepada ahli nujum dan juga melaksanakan saran-sarannya. Berapa

banyak rumah yang tidak ada Mushhafnya.

Di dalam hadits shahih diriwayatkan dari Nabi bahwa beliau pernah

ditanya tentang para dukun. Maka beliau menjawab, “Mereka itu tidak ada

apa-apanya.”

Mereka berkata, ‘"Wahai RasuluUah, terkadang mereka memberitahukati

sesuatu yang memang benar-benar terjadi.”

Beliau bersabda, “Kata-kata yang berasal dari kebenaran itu dijaga jenis

jin, lalu dipantulkan ke telinga penolongnya sebagaimana patukan ayam, lalu

mereka mencampurkan di dalamnya lebih dan seratus kebohongan.” (HR.A1-

Bukhari dan Muslim)

3 9 8 Perangkap Setan

Disebutkan di daJam Shahih Muslim, dari RasuluUah beliau bersabda,

^ ^ 4 j l _ L i c l i l ^

^ A y

"Sarangsiapa mendatangi tukang ramal dan menanyakan sesuatu

kepadanya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh malam

(hari).”

Abu Dawud meriwayatkan dari hadits Abu Hurairah dari Nabi

beliau bersabda,

“Barangsiapa mendatangi dukun dan membenarkan apa yang diucapkannya,

maka dia telah terbebas dari apa yangditurunkan kepada Muhammad.”

Yang seringkali mengiringi tradisi yang sudah menyimpang itu adalah

sumpah-sumpah palsu yang lebih banyak memperlihatkan apa yang tampak

mata. Daiam berjual beli pun mereka menggunakan sumpah palsu.

Di antara kebiasaan mereka yang lain adalah mengenakan kain sutera

dan cincin emas. Memang terkadang mereka tidak mengenakan kain sutera.

tetapi sesekali mereka tetap mengenakannya, seperti saat shalat Jum’at.

Banyak di antara mereka yang tidak mau mengingkari kemungkaran.

Bahkan seseorang yang melihat saudaranya atau kerabatnya minum khamr

atau mengenakan kain sutera, sama sekali tidak mengingkarinya dan tidak

ingin merubah tindakannya. Dia tetap mempergaulinya dengan

menampakkan kasih sayang.

Di antara kebiasaan mereka ialah duduk-duduk di depan rumah secara

bergerombol, sehingga mengganggu para pengguna jalan. Atau membiarkan

air hujan menggenang di depan rumahnya. Yang seharusnya mereka lakukan

adalah membuat air itu tidak menggenang. Jika dia membiarkannya, maka

dia mendapat dosa, karena telah mengganggu orang-orang Muslim.

Di antara kebiasaan mereka adalah masuk kamar mandi tanpa

mengenakan kain khusus penutup badan, membiarkan pahanya tampak dan

terlihat. Sebab aurat laki-laki itu dari pusar hingga kedua lutut.

D i a n t a r a k e b i a s a a n m e r e k a a d a l a h t i d a k m e m e n u h i h a k i s t r i .

Adakalanya di antara mereka memaksa istri untuk menggugurkan mas

kawinnya, lalu sang suami beranggapan bahwa dia telah bebas darinya karena

pengguguran itu. Atau adakalanya seorang suami lebih condong kepada salah

seorang istrinya dan tidak memperhadkan istri-istrinya yang lain jika dia

3 9 9Bab XII: Talbis Iblis Terhadap Orang-orang Awam

melakukan poligami. Keadaan ini biasanya disertai dengan kezhaliman dalan-

pembagian di antara istri-istrinya. Dia berbuat seperti itu karena mengabaikar.

masalah itu dan menganggapnya masalah yang ringan. Abu Hurairah ̂ telah

meriwayatkan dari Nabi 0, beliau bersabda,

$ . 1 ^ ‘ t i j ^

^ ✓ ✓ ✓ ✓ X

“Barangsiapa mempunyai dii<a orang iscri, sedang dia condong kepada salah

seorang di antara kednanya, maka dia datang pada Hari Kiamat sambil

menyeret sebelah lambungnya yang merosot atau condong. ”(HR. Abu

Dawud, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad'Darimi dan Ahmad)

Di antara kebiasaan mereka adalah mendapatkan penetapan paiiit dan

hakim, dengan keyakinan bahwa hal ini bisa membebaskannya dari kewajiban

m e m e n u h i h a k .

Di antara kebiasaan mereka, jika ada seseorang diupah untuk bekerja

sepanjang hari, maka dia lebih banyak menyia-nyiakan waktu kerja, entah

dengan santai dalam bekerja, banyak istirahat, hanya mengutak-atik alat-

alamya, seperti tukang kayu yang hanya mengutak-adk kapak atau gergajinya.

Ini merupakan pengkhianatan, kecuali jika hanya sebentar yang memang

sudah menjadi tradisi. Itu pun mereka lebih sering meninggaikan shalai,

dengan alasan bahwa dia sedang diupah orang lain. Dia tidak sadar bahwa

waktu-waktu shalat tidak termasuk dalam hitungan kerjanya.

Di antara kebiasaan mereka adalah memasukkan mayat di dalam kotak.

Ini merupakan kebiasaan yang kurang baik. Tentang kafan, tidak perlu

menggunakannya secara berlebih-lebihan. Terkadang di antara mereka ada

yang menyertakan sejumlah pakaian tatkala mengubur mayat. Hal ini tidas

boleh, karena termasuk menyia-niyiakan harta. Mereka juga banyak yan,?

meratapi mayat. Disebutkan dari Nabi beliau bersabda,

jb:> 0^3 fi i - i y > L J y l i i 0 1

1» 0 ^X

(r J* o'

4 0 0 Perangkap Setan

“SesungguAn̂ a wanita yangmeratap, jika tidak bertaubat sebelum mcninggal

dunia, malca dia al<an diberdirikan pada Hari Kiamat dengan mengenakan

jubah dari minyak obat kudis dan mantel yang terbentuk dari kudis.” (HR.

Musl im).

Di antara kebiasaan mereka adalah menempelengi muka dan mencabik-

cabik saku saat meratapi orang yang meninggal dunia. Hal ini lebih banyak

dilakukan para wanita. Di dalam Ash-Shahihain disebutkan bahwa Nabi ̂

bersabda,

“Bukan termasuk golongan kami orang yang mencabik-cahik saku,

menempelengi muka dan berseru dengan seruan-seruan Jahiliyah."

Boleh jadi seseorang melihat orang yang sedang berduka mencabik-

cabik saku, namun dia tidak mengingkarinya. Bahkan jika mereka melihat

seseorang tidak mencabik-cabik saku baju saat berduka, maka mereka

menegurnya, seraya berkata, “Engkau tidak terpengaruh oleh musibah.”

Di antara kebiasaan mereka adalah menziarahi kubur pada malam

nishfu (pertengahan) Sya’ban, menyalakan pelita di sana dan mengambil tanah

-suatu kuburan yang dipuja-puja. Ibnu Aqil berkata, “Karena ada kesulitan

dalam mengajarkan kewajiban kepada orang-orang yang bodoh, maka mereka

pun menyimpang dari ketentuan-ketentuan syariat dengan menciptakan hal-

hal yang berkaitan dengan dirinya, sehingga tidak ada lagi yang sulit bagi

orang-orang yang bodoh itu. Menurut pendapatku, dengan cara itu mereka

sudah menjadi orang-orang kafir. Contoh yang paling jelas adalah memuja-

muja kuburan dan memuliakannya, yang jelas dilarang syariat, menyalakan

pelita di dekat kuburan, memeluk nisannya, menuliskan permintaan lewat

orang yang mati, lalu mengambil sebagian tanahnya untuk mengharapkan

barakah, memercikkan minyak wangi ke kuburan, menyemarakkan wisata

ke kuburan, dan lain-lainnya.”

Sementara orang-orang semacam mi tidak pernah mendapatkan

pengarahan tentang kewajiban membayar zakat atau hukum-hukum tertenm.

Talbis Iblis terhadap Kaum Wanita

Ta/k's Iblis terhadap kaum wanita banyak sekali. Masalah ini juga sudah

kami uraikan dalam sam kitab tersendiri (Ahkamun-Nisa). Di dalamnya kami

jelaskan berbagai masalah yang berkaitan dengan dunia wanita, yang meliputi

masalah ibadah dan juga lain-lainnya. Di sini akan kami jelaskan beberapa

4 0 1Bab XII: Talbis Iblis Terhadap Orang-orang Awam

butir tentang talhis Iblis terhadap mereka, di antaranya;

Wanita bersuci setelah darah haidnya berhenti. Dia mandi setelah masu^

waktu ashar dan hanya shalat ashar saja. Padahal seharusnya dia jug;

mengerjakan shalat zhuhur. Hal ini sama sekali tidak diketahuinya. Atau ads

yang menangguhkan mandinya hingga dua hari setelah darah haidny;

berhenti, dengan alasan belum mencuci pakaiannya. Ada pula yang menunda

nunda mandi setelah junub hingga matahari terbit dan juga tidak memaka

kain pembatas saat mandi. Semua ini tidak diperbolehkan.

Seorang wanita tidak boleh memandang wanita lain sejak dari bagiar.

pusar hingga lututnya, sekalipun itu ibu atau saudarinya, kecuali jika anak

kecil, hingga berumur tujuh tahun.*’'

Jika seorang wanita mendirikan shalat sambil duduk, padahal dia

sanggup mendirikannya sambil berdiri dan tidak ada alasan tertentu yang

memperbolehkannya shalat sambil duduk, maka shalatnya tidak sah.

Adakalanya di antara mereka tidak shalat, dengan alasan pakaiannya

terkena kencing atau kotoran anaknya dan tidak mampu mencucinya. Padaha

jika dia hendak pergi ke luar rumah, dia akan mempersiapkan diri sedemikiar

rupa. Yang pasti, dia berbuat seperti itu karena meremehkan shalat.

Di antara mereka ada yang tidak tahu sama sekali hukum-hukum shalat.

tetapi juga tidak mau bertanya kepada orang lain. Ada pula yang tega

menggugurkan kandungannya. Sementara dia tidak sadar bahwa sudah

ditiupkan kepada janin di dalam kandungannya. Dengan begitu berarti dia

telah membunuh jiwa. Ada pula di antara mereka yang bersikap culas dan

kasar kepada suami, berbicara dengan kata-kata yang kasar, seperti ucapannya.

“Inilah bapak anak-anakku. Keluar rumah tanpa izin suami, seraya berkata,

“Toh aku keluar rumah bukan untuk suatu kedurhakaan.” Dia tidak sadai

bahwa keluarnya tanpa izin suami itu adalah kedurhakaan.

Di antara mereka ada yang berkabung bukan atas kematian suaminya.

Telah disebutkan dari Nabi beliau bersabda,

®'" l' «,(. 1'' ^ - ' l lr ^j Y

y . - a ^

Sebagian ulama ada yang membiiac batasan lebih dari itu, yaitu juga meliputi payudara, dadadan bagi

sekitamya.

l a n

4 0 2 Perangkap Setan

“Tidak diperbolehkan bagi wanita yang beriman kepada Allah dan Rasub

Nya untuk berkabung atas orang yang meninggal kecnali atas suaminya,

selama empat bulan sepuluh hari.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Adakalanya suami mengajaknya ke tempat tidur, namun dia menolak

ajakan itu. Dia beranggapan hal ini bukan termasuk kedurhakaan. Padahal

yang demikian ini dilarang. Dari Abu Hurairah dia berkata, “RasuluUah

bersabda,

"Jika seorang lakblaki mengajak istrinya ke tempat tidumya, lain dia menolak,

sehingga suami marah kepadanya malam itu, maka para malaikat

mengutuknya hingga pagi hari.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Di antara mereka ada yang berlebih-lebihan dalam membelanjakan

uang suami. Padahal dia tidak mengeluarkan sedikit pun apa yang ada di

dalam rumah kecuali dengan seizin suami atau dia yakin suaminya akan ridha.

Ada pula di antara mereka yang mendatangi dukun dan tukang ramal, meminta

mantera pengasih atau tujuan-tujuan lain yang diinginkannya. Semua ini haram

dan dilarang.

Di antara mereka ada yang melubangi daun telinga anaknya yang laki-

laki. Hal ini diharamkan, karena menyerupai anak wanita.

Di antara mereka ada yang biasa mendatangi majlis pengajian.

Terkadang dia berjabat tangan dengan orang sufi dalam majlis itu dan

mengagumi hal-hal aneh pada dirinya.

Karena fa/P/s Iblis terhadap kaum wanita ini sangat banyak, terpaksa

kami harus membatasi uraian hingga sampai di sini saja. Karena kalau tidak,

uraiannya bisa panjang lebar. Apalagi jika kami sertakan pula berbagai hadits

untuk masing-masing masalah dan juga a/sarj tentu uraiannya bisa berjilid-

jilid. Kami cukup menyentil sebagian di antaranya saja, yang lebih sering

dilakukan orang-orang, tanpa menyebutkan bantahan dari mereka, karena

toh permasalahannya sudah jelas.

Semoga Allah melindungi kita dari kesalahan, memberikan taufik

kepada kita berupa perkataan yang baik dan amal yang shalih.B

4 0 3Bab XII: Talbis Iblis Terhadap Orang-orang Azvam


Bab XIII:

Talbis Iblis

Terhadap Manusia Secara Umum

Berupa Angan-angan yang Muluk-muluk

l̂(EBENARNYA di dalam had sekian banyak orang Nashrani dan Yahudi

^^membersit kecintaan kepada Islam. Hanya saja Iblis senantiasa

menghalangi mereka, seraya berkata, “Tak usah terburu-buru dan pikirkanlah

sekali lag! secara matang.” Iblis terus-menerus membisikkan hal ini hingga

mereka meninggal dunia dalam keadaan kafir.

Iblis juga merintangi orang yang durhaka untuk bertaubat, lalu

menjadikan syahwat sebagai tujuan hidupnya, sebagaimana yang dikatakan

seorang penyair,

“Jangan tergesa melakukan dosa karena birahi

Dan jangan berharap taubat untuk di kemudian hari. ”

Berapa banyak orang yang mempunyai hasrat yang menggebu dibuat

berangan-angan, dan berapa banyak orang yang hendak berbuat baik

dirintangi Iblis. Adakalanya seorang berilmu hendak mendalami lagi ilmunya.

Namun Iblis membisikinya, “Mengasolah sesaat dua saat.” Atau ada seorang

ahli ibadah yang menunda-nunda shalat malamnya, lalu Iblis membisikinya,

“Engkau masih mempunyai waktu yang longgar.”

4 0 5

Iblis senantiasa mendorong manusia untuk bermalas-malasan,

mengandai-andaikan pekerjaan dan melandaskan segala urusan kepada angan-

angan semata.

Orang yang mempunyai semangat harus bertindak berdasarkan

semangatnya. Sebab semangat adalah perputaran waktu dan mengenyahkan

angan-angan. Orang yang takut, tidak akan merasa aman dan apa yang sudah

berlalu tidak akan kembali lagi.

Penyebab dari segala keterbatasan dalam kebaikan atau kecenderungan

kepada keburukan adalah angan-angan yang muluk-muluk. Manusia selalu

mempunyai bisikan untuk mengerjakan keburukan dan kebaikan, karena

memang mereka diciptakan dengan keadaan yang seperti itu. Tidak dapat

diragukan bahwa orang yang berangan-angan dapat mengadakan perjalanan

pada siang hari, tentu akan melakukannya tanpa semangat, dan siapa yang

berangan-angan dan mengharap kedatangan pagi hari, tentu alcan bekerja

secara malas pada malam harinya. Namun siapa yang membayangkan

kematian tentu akan bersemangat.

Di antara orang salaf ada yang berkata, “Aku memperingatkan kalian

tentang berandai-andai, karena berandai-andai itu merupakan pasukan Iblis

yang paling besar.”

Perumpamaan orang yang bertindak secara hati-hati dan orang yang

santai karena mengandalkan angan-angannya, seperti sekumpulan orang yang

hendak bepergian jauh. Orang yang bertindak secara hati-hati mencari beka]

untuk perjalanannya, lalu duduk untuk mempersiapkan diri, tetapi orang yang

gegabah dan berdndak berdasarkan angan-angannya, langsung menghela

hewan tunggangannya. Orang yang bertindak dengan hati-hati bisa selamat

dan orang yang gegabah akan celaka.

Begitulah perumpamaan manusia di dunia, ada yang sadar dan

menyiapkan diri dan ada orang yang terpedaya. Orang pertama tidak akan

kaget jika kematian menghampirinya, sedangkan orang kedua menjadi

ketakutan dan menyesal saat melanjutkan perjalanan hidupnya. Jika hal ini

sudah menjadi sifatnya, tentu suHt untuk mengubahnya dengan mujahadah,

kecuali jika dia benar-benar sadar, bahwa dia sedang berada di kancah

peperangan, sementara musuh tak pernah luput mengintai dirinya. Kalaupun

secara zhahirnya musuh tidak mengintainya, maka dia bisa menyusup ke dalam

batinnya dan membuat tipu daya.

4 0 6 Perangkap Setan

Kami memohon keselamatan kepada Allah dari tipu daya dan cobaan

setan, kejahatan jiwa dari dunia. Sesungguhnya Dia Mahadekat dan Maha

Mengabulkan doa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-

orang Mukmin.B

4 0 7Bab XI//; Talbis Iblis Terhadap Mannsia Secara Umum ...