ak saja -atau cukup dengan menutup jaringan
komputer perbankan -maka seluruh proses produsen-konsumen yang ada akan
runtuh, dan tibalah masa tata dunia berikutnya.
Sasaran para freemason yaitu untuk menyempumakan sistem kafir, yaitu
sistem Dajjal, dengan cara melibatkan setiap orang yang berada dalam proses
produsen-konsumen, bahkan sampai kepada pekerjaan-pekerjaan mereka hingga ke
pembelian barang-barang keperluan mereka, sembari menjamin lancar dan
seimbangnya keseluruhan proses itu, dengan cara membuat semua orang dan setiap
badan usaha bergantung pada sistem perbankan.
Pada akhirnya, para freemason hendak mencapai keadaan di mana semua
orang di seluruh dunia dapat terperangkap dalam satu bidang kegiatan yang
mendunia dan serempak, yaitu kegiatan ekonomi. Andaikan sasaran ini tercapai,
tentu hanya akan ada satu mata uang, dan tentu tidak akan berbentuk uang kertas
nyata, tetapi cukup dengan perwakilan jumlah debet dan kredit dalam komputer. Apa
yang diidamkan yaitu bahwa semua keperluan setiap orang dapat dipenuhi, tetapi
tentu ada yang keperluannya lebih dipenuhi dibanding dengan yang lainnya, dan tentu
yang bakal paling dipenuhi yaitu para elit penguasa freemason, sebagairnana
berlaku sejak lampau. Ini artinya semua orang akan cukup nyaman dalam apa yang
digagas oleh para freemason sebagai surga yang telah menjadi kenyataan -tetapi
semua akan sama sekali tidak siap dengan apa yang akan hadir setelah kematian.
Beruntunglah kita atas pengetahuan yang kita dapat dari Qur'an dan Hadits
bahwa impian yang tak nyata ini tidak akan mungkin terjadi. Tata dunia baru akan
gagal. Keruntuhan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, jauh sebelum impian para
freemason dapat menjadi nyata, sudah tidak dapat dihindari lagi. Kebejatan
masyarakat yang selalu menyertai sistem ini secara alami, sebab tata-caranya,
menjamin bahwa semua orang yang paling dimanfaatkan oleh sistem ini, akan segera
keluar dari permainan produsen-konsumen, jauh sebelum impian piramida ekonomi
global yang tunggal dapat menjadi nyata.
Akan datang suatu masa di mana cukup banyak orang akan sadar bahwa uang
yang ada di saku mereka dan uang yang ada dalam catatan komputer -walaupun
angkanya "plus" atau "minus" -tak ada harganya sama sekali. Ini berarti mereka akan
menjadi tak tergantung kepada sistem perbankan kafir, dan ini akan terjadi jauh
sebelum berhasil dikeluarkannya kartu plastik ekonomi-dan-data-diri mereka.
Kejadian termutakhir yang terpenting saat ini yaitu bahwa dengan
bangkit-kembalinya Islam akan membuat lebih banyak dan lebih banyak lagi orang
memutuskan hubungannya dengan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, dan dengan
demikian mereka tak akan terperangkap oleh sistem lagi. Semakin banyak yang
berhenti mengakui sistem ini, akan semakin tak berlakulah ia. Seiring dengan
bertambahnya jumlah Muslim sejati, seiring juga dengan semakin bersatunya mereka,
maka para pengendali sistem Dajjal akan berusaha untuk memberantasnya.
Usaha-usaha pemberantasan ini akan mecapai puncak kenyataannya pada saat si
Dajjal muncul, yang akan memimpin pasukannya memerangi para Muslim yang telah
berkumpul di sekitar Mahdi.
Perseteruan puncak antara dua kutub ini, antara kufr dan iman, yang tertulis
dalam nara-sumber lainnya sebagai Armageddon 125 , atau Har Meggidon, akan
berakhir dengan matinya si Dajjal beserta semua pengikutnya, dan tentu
seluruhsistemnya juga, berkat muncul kembali dan campur tangannya Nabi 'Isa as.
Setelah itu akan datang suatu masa di mana semua akan damai dan bersatu di bawah
kepemimpinan Islam, yang sesuai dengan apa yang ada dalam Qur'an dan Sunnah,
yaitu di bawah kepemimpinan Mahdi, yaitu pemimpin Muslim yang mendapat
bimbingan. Inilah tata dunia berikutnya.
125
Armageddon ; Kata Armagedon diduga berasal dari kata bahasa Ibrani Har Megido ( הר מגידו ), yang
artinya "Bukit Megiddo". Tempat yang dirujuk ini yaitu sebuah dataran lembah yang disebut
Megiddo, yang merupakan lokasi dari banyak pertempuran yang menentukan di masa purbakala.
Pengertian seorang mu'min terhadap keberadaan uang sangatlah
bertolak-belakang dengan sistem ekonomi kafir, sebab didasari oleh kepahaman
terhadap hakikat kehidupan yang sebenarnya. Sang mu'min tahu bahwa hanyalah
Allah yang ada, walau tingkat pengetahuan ini berbeda-beda dari satu orang ke yang
lainnya. Sebagian tahu melalui kepandaiannya dan sebagian tahu melalui
kesaksiannya. Sudah barang tentu, sejak awal, seorang mu'min akan tahu bahwa
sebab uang tidaklah nyata, maka tentu ia tidak berharga apa-apa. Bagi seorang
mumin uang hanyalah alat tukar, bukan benda niaga yang dapat diperjual-belikan,
Walhasil, sama sekali tidak akan ada artinya untuk disimpan, dan sebab seorang
mu'min tak akan ada kegelisahan mengenai naungan dan nafkah, perdagangannya
yaitu , sebagaimana yang kita ketahui, didasari oleh kedermawanan dengan
keyakinan bahwa kedermawanannya itu akan diganjar sepuluh kali lipat oleh Allah.
Tidaklah berguna bagi para Muslim untuk menghimpun dana sebagaimana yang
dilakukan oleh bank-bank kafir, sebab dana yang mereka miliki yaitu Kemurahan
dari Allah, yang tak ada batasnya. Tidaklah berguna bagi para Muslim untuk
membungakan pinjam-meminjam, sebab ganjaran yang ia dapat dari Allah jauh lebih
besar dari bunga apa pun yang bisa dikenakan oleh siapa saja -yaitu, setara seribu
persen. Tidaklah berguna bagi para Muslim untuk mengendalikan khalayak dengan
cara membuat mereka senantiasa berhutang, sebab di dalam tubuh masyarakat
Muslim tidak ada golongan yang berkehendak untuk memeras dan mengendalikan
golongan lainnya.
Satu-satunya golongan elit dalam masyarakat Islami yaitu para awliya, yang
kedudukannya ditinggikan sebab mereka lebih takut dan lebih kasih kepada Allah
diantara yang lainnya; sebab dekatnya mereka dengan Allah, maka semakin
meningkatlah kepahaman mereka terhadap kehidupan yang hakiki, mereka paham
bahwa semakin banyak mereka melayani orang lain, dan semakin banyak mereka
memberi atas NamaNya, Allah akan memelihara mereka dan memenuhi apa saja
yang mereka inginkan -dan untuk para awliya ini berarti tak lain tak bukan kecuali
kebutuhan pokoknya saja.
Perdagangan Islami didasari kepercayaan dan berbagi. Sangatlah dinamis dan
mengalir dengan bebas. Teori ekonomi Keynes dan cara-cara pengendalian-nya
tidaklah berguna. Ekonomi kafir didasari pemerasan dan kekikiran. Sangatlah statis
dan kaku. Pokoknya bau, Sebuah cuplikan dari artikel nya 'Umar Ibrahim Vadillo, Islam
Against Economics (Islam vs Ekonomi).
Hukum Islam memerinci batas-batas di mana perdagangan dan perniagaan
akan adil. Ilmu Ekonomi memerinci batas-batas di mana sebuah "ekonomi"
dapat menjadi lebih efisien. Hukum Islam dan Ekonomi yaitu dua
pendekatan berbeda terhadap kehidupan, dan dengan demikian
menciptakan dua cara hidup. Islam menolak riba, sedangkan Ekonomi
didasari riba. Ekonomi telah mengesahkan apa yang dalam Islam yaitu
sebuah kejahatan. Ini dapat terjadi sebab Ekonomi punya bahan pelajaran
dan metoda pengajaran yang menyembunyikan ketidak-adilan riba hakiki.
Dengan kata lain, Ekonomi tidak dapat menganalisa riba dengan baik
maupun menemukan asal-usulnya.
Dan pada penutup artikel nya yang lain, The Workers have been Told a Lie about
their own Situation (Para Pekerja telah Dibohongi mengenai Keadaan mereka
sendiri), 'Umar Ibrahim Vadillo menyimpulkan:
Satu-satunya jalan keluar dari sistem yang mengandung riba yaitu Islam.
sebab hanyalah Islam yang merupakan pemerintahan tanpa negara dan
perniagaan tanpa riba. Zaman Yahudi dan Kristen telah lampau. Hanyalah
dengan pengertian bahwa "tidak ada tuhan selain Allah", manusia dapat
terbebas dan berhenti menuhankan apa-apa yang tidak kekal dan tidak
berguna, seperti negara, uang dan pekerjaannya. Hanyalah dengan
menerima "Muhammad yaitu utusan Allah" akan ada keadilan dalam
transaksi. Islam atau Ekonomi, Islam atau Sistem Perbankan, ini yaitu
keputusan yang harus diambil oleh semua orang.
Dari analisa ini nyatalah bahwa sebenarnya tidak ada yang namanya Bank Islam
yang "halal". Inilah kutipan dari artikel nya 'Umar Ibrahim Vadillo yang lain, The End of
Economics (Tamatnya Ekonomi):
Yang konon disebut sebagai "Bank Islam" yaitu sebuah badan yang
memakai prinsip riba dan bertentangan dengan Islam. "Bank Islam"
yaitu konsep sesat yang dicanangkan dalam rangka menuntaskan
gigihnya penentangan Islam terhadap praktek riba selama empatbelas
abad, sebagaimana yang pernah dilakukan juga kepada kaum Kristen.
Sejak asal-usulnya, "Bank Islam" didirikan dan diayomi oleh mereka yang
bergerak dalam riba. Tujuannya yaitu untuk membuka jalan bagi para
Muslim di seluruh dunia yang berjumlah ribuan-jutaan itu -yang pada
umumnya akan dengan tegas menghindar dari perbankan maupun
badan-badan riba lainnya -agar masuk ke dalam sistem
keuangan-permodalan internasional. Rekayasa pihak kolonial atas
terciptanya "negara-negara Islam", yang istilahnya saja sudah
bertentangan dengan Islam, yang cirinya nyata-nyata tidak Islami, yaitu
hasil bersejarah yang mengakhiri kolonialisme teritorial dan memulai
neo-kolonialisme ekonomi. Penerapan secara menyeluruh dari model
konstitusi barat (model konstitusi perancis) mengakibatkan diterapkannya
batas-batas negara yang jadi-jadian dan tidak alami, menyebabkan
birokrasi kementerian yang menindas, pengenaan pajak, pemaksaan uang
yang jadi-jadian tapi resmi, dan legalisasi riba (sistem perbankan), yang
kesemua perihal ini sangatlah bertentangan dengan Islam. Sang
"Bank Islam" tak lain tak bukan hanyalah salah satu hasil dari
"negara-negara Islam" yang umumnya tak berguna.
Dan dalam kesimpulan 'Umar Ibrahim Vadillo di artikel Fatwa on Paper Money
(Fatwa atas Uang Kertas):
yaitu para pendiri gerakan "Salafiyya" atau gerakan modernisasi-lah yang
pertama kali rnengumumkan dari "sumber yang terpercaya" seperti
Universitas Al-Azhar, bahwa memakai perbankan hukumnya halal.
Pengejawantahannya kini dapat dilihat dengan "ditanamnya" bank-bank
"Islam" di persada Muslim. "Bank Islam" yaitu sebuah badan yang penuh
riba yang digunakan untuk memancing para Muslim yang masih menolak
perbankan agar masuk ke dalam sistem perbankan. "Bank Islam" yaitu
"musuh dalam selimut" di Dar al-lslam (baca Kosa Kata).
Dengan melihat hakikat dan dinamika perniagaan Islami, tidaklah
mengherankan bahwa nilai uang, pada zaman masyarakat Islam yang pertama di
Madinah al-Munawwarah, bukan diukur dari berapa emas dan perak yang dapat dibeli
dengannya -sebab uang emas dan perak -tapi dengan berapa banyak emas dan
perak yang diperlukan untuk membeli sejumlah makanan pokok, misalnya gandum.
sebab gandum senantiasa ada, kecuali jika ada kemarau yang sangat panjang,
dan sebab gandum bisa dibudidayakan oleh siapa saja, walhasil gandum tidak akan
dapat dipakai untuk mempengaruhi naik-turunnya nilai uang dengan cara
menimbunnya atau membanjiri pasar-pasar dengannya. Bandingkan dengan cara
untuk mempengaruhi nilai mata uang yang terjadi kini, yaitu dengan merekayasa
pasokan dan permintaan emas dan perak -yang jumlahnya pun direkayasa -pada
pasar internasional yang dapat dilaksanakan dengan seenaknya. Artinya, di Madinah
al-Munawwarah, nilai uang hakiki -dengan kata lain, daya-belinya -tetap stabil, oleh
sebab nya tidak ada yang disebut "inflasi". Lebih jauh lagi, sebab "pajak" yang wajib
dikenakan sesuai dengan Qur'an sangat rendah, maka tak akan ada dorongan untuk
ramai-ramai menaikkan harga dalam rangka menyiasati pengaruh pajak, seperti apa
yang terjadi sekarang kini di negara-negara kafir yang konon maju itu. Tentu saja ini
berarti di Madinah al-Munawwarah harga-harga senantiasa stabil dan, sekali lagi,
tidak ada inflasi gara-gara penggelembungan harga-harga.
Dan sebab dilarang untuk mengambil untung lebih dari 30% dari penjualan
bahan-bahan pokok, jika benar-benar takut akan Allah dan Hari Akhir, dan memang
begitulah keadaan masyarakat Muslim di zaman itu, maka tidak ada satu pun diantara
mereka yang menaikkan harga-harga kebutuhan pokok demi meraup keuntungan
sebesar-besarnya. Dan tentu saja sebab nilai uang stabil, dan harga-harga barang
stabil, maka pendapatan pun akan stabil, dan tak akan ada inflasi yang diakibatkan
oleh "tuntutan kenaikan gaji yang berlebihan", sebagaimana yang kerap terjadi di
negara-negara kafir yang konon "modern" itu.
Puncaknya, dengan larangan Allah atas riba, yang kerap ditetapkan di dalam
Qur'an sebagai haram, dan dapat membawa seseorang yang melibatkan dirinya
dalam riba ke dalam Api, maka sudah tentu tidak ada satu pun kesempatan yang
terbuka bagi berdirinya sebuah badan usaha yang memakai riba sebagai cara
memperoleh keuntungan.
Allah telah tetapkan dalam Qur'an bahwa masyarakat awal di Madinah
al-Munawwarah yaitu masyarakat yang terbaik di muka bumi ini, tidak pernah ada
dan tidak akan ada lagi masyarakat sebaik itu. Ini berarti agar kita memahami
bagaimana seharusnya kita hidup, haruslah kita lihat bagaimana cara hidup mereka.
Dan dengan demikian dapat kita terapkan cara hidup itu ke dalam kehidupan kita
sehari-hari. Pendapat kafir yang menyatakan bahwa kehidupan seperti itu sudah
"ketinggalan zaman", dan sudah tidak mungkin diterapkan di "zaman sekarang",
yaitu pendapat yang sangat lemah. Situasi dan kondisi bisa saja berubah-ubah,
tetapi hakikat kehidupan manusia tidak akan berubah-ubah, ini berarti cara yang
terbaik untuk menghadapi hidup, yaitu cara hidup masyarakat awal Madinah, akan
tetap berlaku hingga akhir zaman. Mencontoh kehidupan masyarakat awal Madinah
tidak sama dengan meniru mentah-mentah cara hidup mereka sampai
serinci-rincinya, Tidaklah berarti kita harus meninggalkan teknologi, toh teknologi apa
pun dapat diambil manfaatnya dengan memperhatikan apa yang halal dan apa yang
haram.
Perikehidupan masyarakat awal itu terpijak pada Qur'an dan pada contoh
kehidupan Nabi Muhammad saw, yang dilukiskan isteri beliau Aisyah sebagai "Qur'an
yang berjalan". Semua rekaman perikehidupan Nabi saw masih ada hingga kini, yaitu
di Qur'an dan kumpulan hadits, serta masih diamalkan oleh orang-orang, khususnya
oleh awliya, yaitu mereka yang memperoleh perikehidupan lahiriah Nabi dan
hikmah-hikmah yang dikandungnya, melalui penyebaran tak putus-putus dari orang
ke orang, sejak jaman Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya hingga ke masa
kini.
Sifat Qur'an itu sedemikian rupa adanya, hingga petunjuk yang dikandungnya
dapat diterapkan pada segala keadaan. Bila anda berhadapan dengan suatu keadaan
tertentu, yang tidak secara khusus diterangkan Qur'an bagaimana cara
menghadapinya, anda masih bisa mencari penyelesaiannya dengan melakukan
ijtihad126. Ijtihad yaitu suatu cara memandang masalah dari apa yang anda ketahui
dari Qur'an, hadits dan jalan Muhammad. Cara ini diawali dengan proses berpikir yang
sadar, namun setelah hati semakin selaras dan diterangi, ijtihad menjadi kegiatan
refleks. Anda akan begitu saja mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang
harus dihindari, tanpa harus memikirkannya. Jika anda ragu mengenai suatu perkara,
yang perlu anda lakukan hanya membuka Qur'an, dan anda akan menyaksikan ayat
atau pertanda yang mengandung jawabannya. Maka tidak saja dalam hal perniagaan,
namun semua sisi perikehi-dupan muslim bersifat dinamis. Sifat dari kehidupan
yaitu terjadinya baku adu dinamis dan langgeng dari kutub-kutub yang berlawanan,
yang terus bergerak dan tak pernah berulang secara persis, walaupun pola dan
perputarannya nampak jelas. Anda yaitu bagian dari pola itu. Anda tidak terpisah
darinya.
Cara hidup Muhammad saw yaitu cara untuk mengetahui apa yang harus
dilakukan di dalam pergerakan ini , hingga anda tidak pernah melawan arusnya
namun berlaku beriringan dengannya. Dengan mengamalkan cara hidup Nabi, anda
akan mencapai ilmu pengenalan Allah, daripadaNya-lah segala kejadian berasal dan
kepadaNya segala kejadian berpulang -tidak hanya di awalnya, dan di akhirnya, tapi
juga di setiap saatnya. Dengan mengamalkan cara hidup Nabi, anda akan mengenali
diri sendiri, dan anda akan menemukan bahwa seluruh kehidupan itu yaitu diri anda
sendiri, dan siapa pun yang mengenali dirinya akan mengenali Rabbnya, Allah. Hanya
jika anda hidup dengan pemahaman seperti ini, maka anda jadi manusia, yang
bersikap dengan kemanusiaan dan kerendahan hati. Anda ridha kepada Allah, dan
Allah ridha pada anda, dengan keadaan inilah anda memasuki Tainan.
Dalam sistem kafir, hasil akhir dari cara kerja semua badan-badan dan
sub-sistemnya, yaitu untuk menihilkan kepribadian dan menihilkan kemanusiaan
setiap transaksi manusia. Dahulu manusia terbiasa untuk saling memberi, kini
manusia saling menagih. Di mana dahulu akal sehat, kedermawanan,
kebijak-sanaan, lapang-dada, dan tentunya kemanusiaan, biasa menjadi ciri setiap
transaksi manusia; Kini, peraturan-peraturan dari beragam sistem yang semuanya
membentuk sistem Dajjal, seringkali otomatis diterapkan secarav kaku dan tanpa
perasaan, walaupun sudah dapat dipastikan hasilnya akan sangat konyol.
Gambaran-gambaran yang manakjubkan yang sering digunakan untuk membenarkan
dan mempropagandakan sistem ini, sama sekali tidak pernah merujuk kepada apa
yang sebenarnya sedang terjadi, yaitu kondisi umum selalu makin memburuk.
Semakin banyak undang-undang sipil dan jaminan-jaminan pemerintah, penanganan
manusia akan semakin tak manusiawi. Para pasien di rumah-rumah sakit kini disebut
126
Membuat keputusan sendiri. Yaitu kemampuan untuk menentukan jalan terbaik dalam suatu
keadaan yang tidak dibahas dalam al-Qur'an dan al-Hadits. menentukan jalan keluar terbaik, yang
paling dekat dengan Sunnah dan tidak melanggai Shari'ah. Ijtihad sangat berguna dalam
menentukan hal-hal yang berkaitan dengan teknologi.
sebagai "pelanggan" dan khalayak pada umum-nya disebut sebagai "konsumen".
Kata-kata ini, pembentukan-pembentukan ini, perekayasaan ini, berikut
penjelasan-penjelasannya dan sebab-sebabnya -semuanya tak lebih dari sebuah
jaring khayalan yang telah dirajut oleh para pemegang tampuk kekuasaan sistem
kafir, yaitu sistem Dajjal, yaitu para freemason, sehingga mereka dapat menjaring dan
memperbudak mayoritas, yang sedang berjuang membebaskan diri.
Sistem kafir, yaitu sistem Dajjal memakai manusia hingga mereka sudah tak
dapat dimanfaatkan lagi oleh sistem itu -kemudian habis manis sepah dibuang.
Manusia diberi nomor-nomor dan diperlakukan bagaikan mesin, toh mesin lebih
mudah dikendalikan daripada manusia. Mesin berserah-diri kepada apa pun yang kita
lakukan kepadanya tanpa mengeluh, selama mereka dipelihara dengan baik. Tak ada
gunanya untuk berlaku manusiawi kepada mesin, sebab mesin-mesin tidak dapat
bereaksi seperti manusia. Mesin kita gunakan hingga daur hidupnya usai, kemudian
kita "buang" yang itu untuk "diganti" dengan yang ini -begitulah seterusnya hingga
datang saatnya kita sendiri perlu diganti.
Hanyalah mungkin menganggap manusia bagaikan mesin, sebab sebagian
besar khalayak dalam sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, memang sudah menjadi mesin.
Mereka yang konon sangat bergembira dengan adanya sistem kafir ini, yaitu sistem
Dajjal, yaitu mereka yang sudah terjajah dengannya, dan yaitu bukti nyata
perwujudan Dajjal sebagai gejala sosial budaya global dan Dajjal sebagai kekuatan
gaib; merekalah yang akan langsung mengenal, mendukung dan menjadi pengikut si
Dajjal saat ia muncul, dan yaitu mereka bakal diperuntukkan ke Api. Sebaliknya,
mereka yang tidak mau menerima sistem Dajjal yaitu mereka yang belum terjajah,
yang Insya Allah bila mereka belum menjadi Muslim akan segera menjadi Muslim,
yang akan langsung mengenal, mendukung dan menjadi pengikut Mahdi di saat
kemunculannya, dan yaitu mereka bakal diperuntukkan ke Taman.
Anda akan termasuk ke dalam salah satu di antara golongan di atas, dan
tidaklah ada kelompok ketiga. Anda tidak akan dapat memisahkan dirimu dari proses
penciptaan, yang merupakan dinamika dari saling mempengaruhi dua kutub, sebab
anda memang bagian darinya. Tidaklah ada jalan keluar. Lari dari "masalah" tidak
akan membuat masalah itu hilang. Bersembunyi di bawah selimut tidak akan dapat
mengubah jati dirimu yang sebenarnya, tapi tentu dapat membuat anda susah melihat
arah jalanmu. Tak ada tombol ajaib yang dapat ditekan dan kita akan berpindah ke
tempat lain dengan keadaan yang berbeda. Anda bisa mengubah namamu,
alamatmu, milikmu, pekerjaanmu, pasanganmu, tetapi jati dirimu yang sebenarnya
tidak dapat kau ubah.
Ada satu golongan lain yang bisa didefinisikan dengan mudah, yang sebenarnya
termasuk golongan kafir juga. Golongan ini yaitu para munafiqun, yaitu mereka
yang mengaku sebagai muslim tetapi sebenarnya mereka kafir, sebab mereka tidak
yakin kepada Allah, dan tidak pula mengikuti jalannya Muhammad saw, walaupun
mereka tahu semua itu ada, Para munafiqun sering-kali dapat dikenali dari
kritikan-sindiran-dan-pendapat-buruk mereka atas para mu'minun. Nabi Muhammad
saw, bersabda bahwa para munafiqun punya empat ciri (walaupun mereka berpuasa
pada bulan Ramadhan dan melaksanakan shalat): jika berbicara, bohong; jika
berdebat, curang; jika berjanji, tak ditepati; jika diberi amanat, khianat.
Kaum munafiqun yaitu bagian dari sistem Dajjal, dan bilamana pasukan Mahdi
berhadapan dengan pasukan si Dajjal, munafiqun akan termasuk dalam jajaran
pengikut Dajjal. Di akhirat munafiqun akan berada di Api yang paling dalam, sebab
mereka tak berbuat dengan apa yang mereka ketahui di dunia ini, yaitu mereka tidak
mencontoh perikehidupan Muhammad, walaupun nyata ada di hadapan mereka dan
tinggal diikuti, dan mereka tahu itu.
Mereka yang mencoba untuk mengikuti contoh para nabi sebelum Nabi
Muhammad, diantaranya, mereka yang mencoba menghidupkan kembali
ajaran-ajaran asli Weda, Budha, Musa dan 'Isa, ada dalam keadaan yang serba sulit.
Yang tulus di antara mereka ingin menyembah Allah, tetapi tidaklah mungkin bagi
mereka untuk menyembah Allah sesuai dengan cara yang Allah kehendaki, sebab
kitab-kitab suci mereka yang ada sekarang bukanlah kitab-kitab yang asli yang telah
diturunkan kepada nabi-nabinya as, dan sebab perikehidupan asli nabi-nabi itu telah
hilang ditelan zaman.
Sudah dapat dipastikan bahwa bagi mereka yang kini masih mencoba untuk
mengikuti tata-cara Nabi-Nabi itu, tidak akan memiliki pengenalan Allah hakiki, sebab
ilmu ini hanya akan datang kepada mereka yang mengejawantahkan apa-apa yang
telah diwahyukan kepada Nabinya masing-masing. Jika ajaran untuk perikehidupan
hakiki ini hilang, dan bahwa ajarannya itu sendiri telah rusak sebab telah diubah-ubah
oleh orang-orang korup sejak dahulu, tentulah tidak mungkin mengikuti perikehidupan
asli Nabi itu maupun mengikuti ajaran-ajaran aslinya, walhasil, ilmu untuk mengenal
yang Nyata, Allah, dengan berpegang kepada sisa-sisa ajaran-ajaran lampau,
sangatlah tak mungkin.
Allah telah menetapkan dalam.Qur'an bahwa semua ciptaan menyembah Allah,
cuma, ada orang-orang yang tidak menyadari ini. Setiap atom yang ada berada
dengan KuasaNya dan senantiasa berzikir kepada Allah dan yaitu bukti adanya
Allah. Seluruh kerajaan di dunia nyata yang luas ini dan di Alam Gaib memuja Allah,
tapi hanyalah manusia yang dapat memiliki pengenalan kepada Allah. Bagi mereka
yang memiliki pengetahuan seperti ini akan menyembah dan memuja Allah dengan
kepahaman yang lebih. Seluruh partikel di dalam tubuh seorang kafir bersaksi atas
Kemaha-sempurnaan dan Kemaha-indahan Allah, tetapi apa-apa yang dikatakan dan
dilakukan si kafir memungkiri keberadaan Allah. Seluruh partikel dalam tubuh
seseorang yang yakin kepada Allah bersaksi atas Kemaha-sempurnaan dan
Kemaha-indahan Allah, dan begitu pula dengan apa-apa yang dikatakan dan
dilakukannya, dan seseorang yang yakin kepada Allah tahu hal ini dan ia memiliki
pengenalan kepada Allah.
Adapun mereka yang coba-coba mengikuti perikehidupan salah satu Nabi
sebelum Nabi Muhammad saw, berada di antara dua kutub. Seluruh partikel dalam
tubuhnya bersaksi atas Kemaha-sempurnaan dan Kemaha-indahan Allah, tetapi
sebab ia tidak dapat mengikuti petunjuk yang masih murni, maka hanyalah sebagian
bukan semua dari apa-apa yang dikatakan dan dilakukannya, yang dapat
membenarkannya; ia pun tidak akan seluruhnya paham dengan apa yang ia lakukan,
Walhasil, kepahaman dan pengetahuannya terhadap Allah tidaklah akan lengkap dan
pasti ada penyimpangannya.
Hanya dengan mengenal Allah kita bisa benar-benar menyembahNya. Ibadat
seseorang yang memiliki pengenalan Allah akan lebih dalam dari ibadatnya seorang
yang hanya mengetahui adanya Allah, akan lebih dalam dari ibadatnya seorang yang
hanya punya pengetahuan terbatas, akan lebih dalam dari ibadatnya seorang yang
punya pengetahuan yang menyimpang, akan lebih dalam dari ibadatnya seorang
yang hanya memuja Allah sebab ia diberikan kenyataan oleh Allah, tetapi secara
sadar ia berpendapat bahwa Allah tidak ada.
Dengan bertambah dalamnya pengetahuan seseorang terhadap Allah, ia akan
semakin sadar bahwa ia tak tahu apa-apa. Berkali-kali telah Allah tetapkan dalam
Qur'an bahwa Allah tahu dan kita tidak tahu. Salah satu tanda kejahilan yaitu kita
berpikir bahwa kita tahu tetapi sebenarnya kita tidak tahu. Ini sangat sesuai bagi para
kafir, tetapi bisa juga berlaku bagi mereka yang puas dengan mencoba mengikuti
sisa-sisa ajaran Nabi-Nabi yang terdahulu, yang sudah rusak, tidak berlaku lagi dan
ketinggalan zaman.
Mereka yang belum terkenalkan dengan transaksi kehidupan Islam tak dapat
disalahkan. Allah tetapkan bahwa bagi mereka yang benar-benar mengikuti
Nabi-Nabi sebelum Muhammad pada zaman ini, dan mereka beribadat kepada Allah
dengan tulus, di Hari Akhir mereka tidak perlu takut kepada Allah. Telah pula
ditetapkan oleh Allah dalam Qur'an bahwa sekali seseorang mengenal Islam, maka
tidak ada perikehidupan lain yang akan diterima oleh Allah. Dan tentu transaksi hidup
yang diterima di sisi Allah yaitu transaksi hidup Islam.
Sejak dahulu, transaksi hidup yang berada di sisi Allah yaitu transaksi hidup
islam. Semua Nabi mengejewantahkan transaksi hidup islam -yang diantaranya dapat
berarti "menerima keberadaan segala sesuatu", termasuk "berserah diri kepada Allah"
-tetapi sebenarnya satu-satunya transaksi islam yang masih utuh hingga kini, dan
satu-satunya transaksi untuk hari ini hingga Hari Akhir, yaitu transaksi Islam yang
dibawa oleh Nabi Muhammad saw -putuskan pilihan anda sekarang juga.
Satu-satunya yang layak menjadi alternatif sistem kafir, yaitu sistem Dajjal,
yaitu perikehidupan Islam. Semua yang seolah-olah bisa menjadi alternatif
selainnya tidak pernah berhasil didirikan. Kalau bukan sebab gerakan-gerakan ini
diberangus dan dihilangkan dengan cepatnya oleh "sistem", mereka diubah bentuk
dan diserap ke dalam "sistem", atau sebenarnya memang sudah menjadi bagian
"sistem", dan jika pun nampak beda maka hanyalah pada kulitnya saja.
Kenapa hanya Islam yang bisa menjadi alternatif dari sistem kafir yaitu sistem
Dajjal sebab cara Islam persis bertolak-belakang dengan cara kafir. Bagaikan dua
kutub, dan sebagian rahasia kehidupan yaitu bahwa segala sesuatu terletak persis
di sebaliknya. Dalam proses dinamis saling mempengaruhi antara
kebalikan-kebalikan, yaitu proses penciptaan, saling berpengaruh-nya antara kafir
dan iman yaitu sademikian rupa sehingga apabila anda memiliki salah satunya,
anda pasti memiliki pula yang lainnya. Siapa pun yang sadar melihat kebenaran ini
tidak saja tentang diri mereka sendiri, tetapi juga pada pribadi yang lain, pada
keluarga yang lain, pada masyarakat yang lain, pada kota-kota yang lain, pada
negeri-negeri yang lain -dan tentu saja di seluruh dunia. sebab , pada saat penulisan
ini, sistem kafir yakni sistem Dajjal yaitu kekuatan yang berpengaruh di dunia hari
ini, tak terelakkan bahwa transaksi kehidupan Islam akan menggantikannya esok.
Segala sesuatu terletak di kebalikannya, dan tak ada perubahan pada jalan Allah.
Satu-satunya jalan untuk menghargai apa jalan Islam itu, yaitu dengan
menjadi seorang muslim kecuali jika anda kini sudah menjadi seorang muslim, dan
mengikuti jalan ini . Tak seorang pun bisa membawa anda ke Islam dan tak ada
seorang pun yang bisa mengeluarkan anda dari Islam. Allah berfirman dalam Qur'an
bahwa tidak ada paksaan dalam transaksi kehidupan. Allah-lah Yang membuat jelas
jalan yang lurus dari jalan yang bengkok -dan jalan yang lurus yaitu jalan Islam, dan
jalan itu setipis ujung pedang yang paling tajam. Inilah alasannya kenapa mereka
yang arif yang mengikuti jalan ini bergantung pada Allah bagi kesuksesannya.
Allah-lah yang membukakan hati untuk Islam. Anda tidak bisa membuat
seseorang jadi muslim, walaupun mereka yang anda cintai. Hanya Allah yang
memberikan kemampuan untuk membedakan antara kufr dan iman, antara apa yang
diridhaiNya dan apa yang tidak diridhaiNya, antara apa yang haram dan apa yang
halal, antara ucapan dan tindakan yang akan menghantarkan ke Api dengan ucapan
dan tindakan yang akan menghantarkan ke Tainan.
Yang terpenting, hanya Allah yang memberikan ilmu pengenalan kepada Allah,
kepada siapa pun yang dikehendakiNya dan sekehendakNya. Anda tidak akan
mendapatkan ilmu mengenal Allah dengan mencarinya, namun anda hanya akan
mendapatkannya dengan memintanya. Maka janganlah mengandalkan perbuatan
anda, tapi andalkanlah Allah.
Pada hakikatnya segala sesuatu berasal dari Allah, termasuk setiap manusia
dan segala perbuatannya. Seluruh alam semesta berasal dari Allah dan .akan kembali
kepada Allah, dan tidak ada yang memuat Allah, tetapi Allah yang memuat segalanya,
dan tidak ada zat atau gagasan di alam nyata maupun di alam gaib yang dapat
disetarakan dengan Allah. Allah tidak menyerupai apa pun, Jika anda mempunyai
suatu gagasan tentang Allah, maka Allah tidak seperti gagasan anda. Andalah
gagasan Allah. Seluruh ciptaan yaitu gagasan Allah. Untuk memahami perkara ini
anda harus bersujud di hadapan Allah. Sebelum anda dapat berdiri, ruku, sujud, dan
duduk di hadirat Allah, dengan cara yang sama sebagaimana Nabi Muhammad saw
telah berdiri, ruku, sujud, dan duduk di hadirat Allah, maka anda belum dapat
menghargai jalan Islam, ataupun memiliki ilmu sejati, yaitu ilmu mengenal yang Nyata,
Allah.
Mengapa para Yahudi dan Kristen tidak bisa memiliki ilmu sejati, yaitu ilmu
mengenal yang Nyata, Allah, yaitu sebab mereka tidak melaksanakan shalat yang
sama dengan shalat yang pernah dilaksanakan oleh para Nabi masing-masing, yaitu
Nabi Musa as dan Nabi 'Isa as. Cara shalat Nabi Musa as dan Nabi 'Isa as, dan
perkataan yang mereka ucapkan, sudah punah untuk selamanya. Sebaliknya
shalatnya para Muslim, dan perkataan yang mereka ucapkan, yaitu sama dengan
shalat dan perkataan yang diucapkan oleh Nabi Muhammad saw. sebab anda
melafalkan Qu'ran, anda sedang melafalkan perkataan yang telah diucapkan oleh
Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw, dan yang telah diucapkan oleh Nabi
Muhammad saw kepada para sahabatnya ra.
Pada hakikatnya segala sesuatu berasal dari Allah. Seluruh alam semesta, alam
yang nyata maupun yang gaib -di mulk, di malakut 127 , dan di jabarut -yaitu
pengejawantahan dari Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah, yang menampilkan
Keindahan dan Keagungan Allah. Segala sesuatu yang dianggap baik oleh manusia,
dan segala sesuatu yang dianggap buruk oleh manusia, semuanya berasal dari Allah,
dengan keputusan Allah. Untuk memiliki ilmu pengenalan Allah, anda harus
mencampakkan semua pertimbangan nilai dan semua pertimbangan "moral". Anda
harus berhenti berfikir, agar hati anda mengambil alih. sebab anda berhenti berpikir,
kehidupan tidak akan berhenti -melainkan anda memandangnya dari sudut lain.
Tenangkanlah pikiran dan belajarlah menyelami. Bersihkanlah hatimu dengan
berzikir, agar anda dapat menemukan apa isi hatimu. Allah. Di hadits qudsi Allah
berfirman melalui sabda Nabi Muhammad saw, "Seluruh alam semesta tidak bisa
memuat Aku, tetapi hati seorang mu'min bisa memuat Aku." Pada hakikatnya yang
127
Malakut: alam malaikat, dunia malaikat Kerajaan mahluk-mahluk gaib
ada hanya Allah. Di hadits qudsi Allah berfirman melalui sabda Nabi Muhammad saw,
"Laa ilaaha illallah artinya Aku dan hanyalah Aku". Ke mana pun anda memandang, di
sanalah wajah Allah. Segala sesuatu akan berakhir, kecuali wajah Allah. Tidak ada
kenyataan, hanya ada yang Nyata. Hanya ada Allah. Allah.
Allah membimbing siapa pun yang dikehendakiNya, dan Allah menyesatkan
siapa pun yang dikehendakiNya. Allah yang memberikan hidup dan Allah yang
mencabut hidup. Allah yang menambah dan mengurangi nafkah. Di hadits qudsi Allah
berfirman melalui sabda Nabi Muhammad saw, 'Aku mengirim orang ke Taman dan
Aku tak peduli, Aku mengirim orang ke Api dan Aku tak peduli." Allah yaitu pelaku
anda dan perbuatan anda, dan anda bertanggungjawab atas perbuatan anda. Pada
Hari Akhir anda tidak akan ditanya mengenai perbuatan orang lain, anda akan ditanya
mengenai perbuatan anda, dan anda tidak akan memeriksa Allah, tapi Allah akan
memeriksa anda, dan bergantung pada perbuatan anda di dunia ini, dan pada niat di
balik perbuatan ini , dan pada prasangka anda kepada Allah, dan pada rahmat
serta murka Allah, anda akan diperuntukkan ke Api, atau diperuntukkan ke Taman.
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya untuk mengerjakan
kebaikan atau keburukan, kecuali dari Allah. Tiada daya dan upaya, kecuali dari Allah.
Anda tak berdaya -tapi putuskan pilihan anda sekarang juga.
Satu-satunya cara untuk mengikuti jalan Islam yaitu dengan bergaul bersama
mereka yang berusaha sedaya-upaya untuk mengikuti contoh masyarakat muslim
pertama yang telah berkumpul di sekeliling. Nabi Muhammad saw di Madina
al-Munawarra. Pergaulan semacam itu hanya bisa ditemukan di sekeliling seseorang
yang dicintai Allah, dan dia mencintai serta takwa kepada Allah, yaitu wali Allah,
kawan dan kekasih Allah.
Wali Allah yaitu dia yang, setelah Nabi Muhammad saw, paling mendekati
penghayatan dan pemahamannya kepada Qur'an dan Sunnah. Wali Allah yaitu
laksana setetes dibanding samudera Nabi Muhammad saw. Wali Allah yaitu
pembimbing yang terbaik, sebab Allah membimbing mereka yang dicintaiNya, dan
tidak ada yang lebih dicintai Allah dibanding awliya. Awliya yaitu mereka yang
memiliki transaksi kehidupan islam yang hidup, beserta hikmah-hikmah yang
dikandungnya, yang telah menyebar melalui mata rantai penyebaran orang ke orang
yang tak terputus, dari Nabi Muhammad saw sampai kepada para wali Allah di masa
kini.
Awliya masa kini yaitu mereka yang paling mengetahui dan mengamalkan
jalan islam. Wali yang tertinggi derajatnya berjumpa dan bercakap dengan Nabi
Muhammad saw baik dalam mimpi atau dalam pandangan128, dan ia menerima
penegasan dan bimbingan kapan saja diperlukan. Pertolongan Nabi Muhammad saw
menyertai mereka setiap saat. Ketinggian ilmu awliya mengenai jalan-jalannya
-Muhammad -hanya bisa dibandingkan ketinggian ilmu mereka mengenai tujuan
akhirnya -Allah. Awliya Allah mengenai Allah, inilah ilmu yang tertinggi, dan ilmu inilah
yang memberikan mereka ketetapan pada hakikat kehidupan.
Ketetapan ada tiga tahap. Tiga tahap ketetapan ini seumpama: Pertama, anda
dikabari bahwa di hutan terjadi kebakaran -tanpa melihatnya anda percaya kepada
orang yang mengabarkan; kedua, anda melihat sendiri kebakaran di hutan
-mendengar gemeretaknya dan mencium asapnya dan merasakan panasnya,
128
Keyakinan wali seperti ini merupakan keyakinan orang-orang sufi
sehingga tidak tersisa lagi keraguan; dan terakhir, anda yaitu api di hutan itu -secara
mutlak diubah dan binasa oleh dan di dalamnya.
Taraf awliya tertinggi129 mencapai tahap ketetapan akhir, arti dari pencapaian
taraf itu yaitu bahwa Allah mencintai mereka, dan sebab Allah mencintai mereka,
maka Allah yaitu lidah yang mereka pakai berbicara, Allah yaitu tangan yang
mereka pakai memegang, Allah yaitu kaki yang mereka pakai berjalan. sebab
inilah keridhaan mereka yaitu keridhaan Allah, dan bimbingan mereka yaitu
bimbingan Allah, dan mereka yaitu pembimbing yang terbaik, dan mereka tidak bisa
disetarakan dengan sang Pembimbing, Allah.
Dan dari antara awliya Allah-lah Mahdi akan muncul -seorang keturunan Nabi
Muhammad saw. Mahdi yaitu yang paling terbimbing di antara para pembimbing,
dan seluruh Muslim sejati akan mengenai ini.
Kita harus membedakan antara transaksi kehidupan islam yang hidup, yang
telah tersebar dan dipelihara awliya, dengan agama Islam hampa yang dicipta dan
diawetkan oleh mereka yang ilmunya didapat hanya dari artikel -artikel belaka. Awliya
pun memanfaatkan artikel -artikel , namun mereka tidak mengandalkannya. Ilmu mereka
terbit dari taqwa kepada Allah dan atas Karunia Allah. Apabila ilmu anda bukan hasil
ketaqwaan kepada Allah, maka anda telah tertipu. Seorang wali mulia di zaman
lampau, Abu Yazid al-Bistami130, berkata kepada seorang yang hanya mengandalkan
artikel -artikel semata, “Anda mendapatkan ilmu dari yang mati, tetapi kami
mendapatkan ilmu dari yang Hidup yang tak pernah mati." Seorang wali mulia lain di
zaman lampau, Abu'l -'Abbas al-Mursi 131 , berkata, "Jika Nabi Muhammad saw
meninggalkan tatapanku walau hanya sedetik, maka saya tidak akan menganggap
diri saya sebagai muslim lagi."
Setinggi-tingginya taraf yang dicapai oleh mereka yang hanya mengandalkan
artikel -artikel demi mendapatkan ilmu Islam, yaitu kepastian tahap pertama. Mereka
akan mencapai Taman, insya Allah, namun mereka bukanlah pembimbing yang
terbaik. Bahayanya mengikuti mereka yaitu , bisa jadi akhirnya anda malah
menyembah Islam bukan menyembah Allah, artinya anda menyalah-pahami jalan
sebagai tujuan.
Jalan Islam sudah sedemikian rupa, hingga dengannya anda bisa mencapai
pengenalan kepada Allah, dan menyembah Allah, dan pengenalan terbaik kepada
Allah yaitu memahami Allah, dan seseorang yang memahami Allah akan
menyembah Allah lebih mendalam dibanding dengan seseorang yang hanya memiliki
pengetahuan -betapa pun banyaknya -mengenai Allah.
Seburuk-buruknya, mereka yang hanya mengandalkan artikel -artikel demi
mendapatkan.ilmu Islam akan membelokkan anda dari Islam, sebab mereka tidak
selalu beramal dengan apa yang mereka ketahui. Gapailah ilmu hanya dari mereka
yang beramal dengan apa yang mereka ketahui. Contohnya, apakah pemimpin
129
Ini merupakan keyakinan wihdatul wujud dikalangan sufi
130
Merupakan tokoh sufi
131
Merupakan tokoh sufi
masyarakat mereka seorang Amir132 -yang merupakan Sunnah dari Nabi Muhammad
saw; ataukah masyarakat mereka dipimpin komite yang dipilih secara demokratis
-yang merupakan sunnah para Yahudi dan Kristen?
Apakah jika terjadi perselisihan antara dua anggota masyarakat, maka mereka
menghadap Amir untuk memperoleh keputusan yang sesuai dengan Qur'an dan
Sunnah -keputusan yang telah siap disepakati oleh mereka berdua, sejak sebelum
mereka menerimanya; ataukah mereka bersandar pada sistem hukum kafir untuk
mendapatkan keputusan dan penindakkannya?
Apakah awal dan akhir bulan Ramadhan diumumkan kepada masyarakat oleh
Amir -setelah dia sendiri yakin bahwa bulan baru telah terlihat oleh dua orang saksi
yang terpercaya; ataukah perkara itu ditetapkan oleh panitia yang sebenarnya sudah
menyepakati tanggal-tanggal awal dan akhir bulan Ramadhan sebelumnya, setelah
mengacu pada almanak astronomi yang hanya bisa mencatat prakiraan ilmiah
mengenai daur kebiasaan kelahiran bulan baru -tapi bukan sebab bulan baru itu dapat
dilihat, dan yang pasti bukan kapan bulan baru itu akan betul-betul terlihat?
Apakah pengumpulan dan penyaluran zakat diawasi oleh Amir; ataukah oleh
suatu panitia yang membiarkan perkara ini kepada hati nurani dan pilihan masyarakat
masing-masing, membiarkan setiap orang menakar zakatnya sendiri lalu
mencemplungkannya ke kotak sumbangan di masjid atau disumbangkan sekehendak
masing-masing -dan dengan gampang mengabaikan mereka yang menolak atau lalai
untuk menunaikan kewajiban ini?
Apakah Imam 133 yang memimpin sholat berjemaah juga sang Amir atau
seseorang yang ditunjuk oleh Amir; ataukah Imam itu ditunjuk oleh dewan masjid
yang mengupahinya? Apakah di mesjid umum tersedia sarana-sarana terpisah untuk
pria dan wanita; ataukah mereka bercampur bebas -yang merupakan sunnah para
Kristen; ataukah mesjid menjadi tempat "khusus pria" -yang merupakan sunnah para
Yahudi?
Dengan kata lain, apakah masyarakat itu memiliki Islam pada tingkah-lakunya
sebagaimana pada lidahnya? Biasanya mereka yang memiliki islam pada
tingkah-lakunya, juga berzikir dengan lidahnya dan dalam hatinya. Pertanda mereka
yang sedang menempuh jalan hidup Nabi Muhammad saw, dan pertanda mereka
yang sedang mengikuti contoh p'ara pendahulunya – yaitu para Yahudi dan Kristen,
seperti kadal kabur ke liangnya -yaitu teramat jelas, bagi siapa pun yang mau
melihatnya,
Gapailah ilmu hanya dari mereka yang perbuatannya dan perkataannya sama.
Di zaman jahiliyah perkataan seorang disalah-pahami sebagai perbuatannya.
Manusia sejenis ini tidak berbuat sebab keyakinan tapi sebab kemudahan. Mereka
takut kepada selain Allah dan mereka tidak takut kepada Allah. Mereka ini yaitu
mahkluk bingung dan akan membingungkan siapa pun yang mendengarkan atau
mengikuti mereka, Nabi Muhammad saw bersabda bahwa, akan ada orang-orang
yang mempunyai al-Qur'an di lidahnya, tapi tidak ada di hatinya maupun pada
132
Amir yaitu seseorang yang mengambil keputusan terakhir; sumber kepemimpinan dalam setiap
saat dan keadaan. Bilamana ada sekelompok Muslim maka yaitu Sunnah untuk memilih seorang
Amir dari antara mereka sendiri.
133
Imam: berarti seseorang yang memimpin shalat berjama'ah. Dan pada masyarakat Muslim pertama
di Madmah al-Munawwara, Imam yaitu Amir juga.
perbuatannya, Beliau menyatakan bahwa mereka yaitu manusia yang terburuk di
dunia. Mereka yaitu munafiqun, para penjilat, calon penghuni Api yang paling
dalam. Salah satu pertanda mereka yaitu , mereka tidak mempunyai ketakutan di
hatinya bahwa mungkin ada kemunafikan dalam hati mereka. Terkadang, mereka
juga dapat dikenal sebab biasanya mereka mengganggap dirinya sebagai "pakar"
Islam -sebagaimana para pakar kafir mengganggap dirinya sebagai "pakar" di bidang
tertentu -dan ini akhirnya sering membuat mereka mengagungkan diri dan menghujat
mu'minun.
Walaupun mereka memakai kosa kata "islami", lembaga-lembaga yang
para munafiqun rintis atau dukung sebenarnya dibentuk berasaskan
lembaga-lernbaga sistem kafir, yaitu sistem Dajjal. Bahkan serumpun. Kini,
lembaga-lembaga semacam itu biasa ditemukan di persada-persada Muslim yang
pemerintahannya dibentuk berasaskan model-model kafir bahkan dikendalikan oleh
sistem kafir, yaitu sistem Dajjal. Para munafiqun kerap digunakan oleh pemerintahan
yang korup guna menimba persetujuan dan penerimaan khalayak padanya, dengan
menjanjikan khalayak bahwa pemerintahan-pemerintahan ini yaitu "islami".
Sebagaimana yang dilakukan pada khalayak di negara-negara kafir agar
mereka menerima sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, yaitu dengan cara membuat
khalayak percaya kepada omongan para "pakar"nya, begitu juga khalayak di
persada-persada Muslim dibujuk agar menerima perembesan sistem itu ke dalam
negeri-negeri mereka, sebab khalayak telah dibuat percaya oleh para pakar
"islami"nya yang mengatakan bahwa tata-cara kafirun yang dipakai
pemerintahan-pemerintahan mereka yaitu "islami".
Allah tidak selalu menampilkan siapa-siapa yang munafiq, tetapi sudah pasti jati
diri mereka akan muncul dengan sendirinya bilamana ada perseteruan langsung
antara kufr dan iman sebab pada saat itu para munafiqun selalu memihak kufr dan
melawan para Muslim. Ini pertanda yang paten terhadap kebebalan mereka dan
tipisnya keyakinan mereka kepada Allah, hanya sebab mereka memihak kafirun:
mereka pikir kafirun akan menang!
Merek Islam intelektual yang mereka pertahankan tiada hubungannya dengan
transaksi Islam yang hidup (sebagaimana yang diejawantahkan oleh Nabi
Muhammad dan masyarakat awal Madina al-Munawwara) semata-mata sebab
mereka mengatakan begini dan mengamalkan selainnya. Agama Islam yang
merupakan hasil produksi mereka, tak kurang dan tak lebih dari kufr dalam samaran,
persis seperti agama-agama modern Yahudi dan Kristen yang juga merupakan kufr
dalam samaran.
Salah satu ciri khas yang dimiliki oleh ketiga agama jadi-jadian di atas yaitu
semuanya digalang oleh hirarki elit penguasa sebagai rahib-rahib yang ternyata (tapi
tidak semua) para freemason. Semua berciri khas bahwa semua tidak menentang
sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, tapi malah mendukungnya, dan biasanya
memberikan kesan terhormat dan terpandang pada sebagian upacara-upacara kafir
ataupun acara-acara penduduk dengan cara melaksanakan upacara-upacara
keagamaan atau bahkan pendapat-pendapat "sah" yang tertulis. Sebenarnya,
mereka yaitu bagian dari panggung sandiwara yang dibuat untuk khalayak ramai,
dalam rangka menyarukan kegiatan-kegiatan elit penguasa freemason yang
sebenarnya.
Tentu saja ada di antara para anggota petinggi ketiga agama itu yang tulus
dalam pengamalannya dan benar-benar beribadat pada Tuhan, tetapi andaikan
mereka mau melihat ajaran Nabinya masing-masing dengan lebih seksama, mereka
akan lihat bahwa tiada di antara Nabi-Nabi mereka -bahkan di antara semua Nabi
-yang memulai sebuah kerahiban, di mana mereka mengatakan "anda perlu kami"
agar dapat mencapai Allah.
Transaksi dengan Allah yang asli yaitu langsung antara anda dengan Allah,
tanpa perantara. Seluruh hidupmu yaitu antara dirimu dengan Allah. Mereka yang
punya sarana kepada transaksi kehidupan Islam yang hidup tahu hal ini.
Ajaran Nabi Muhammad saw yaitu satu-satunya ajaran Kenabian yang utuh di
masa ini, sebab awliya yang telah memancar-teruskan ajaran ini semuanya. Muslim.
Anda tidak bisa menemukan mereka yang memahami Allah di antara para Hindu,
Budha, Magian (kasta kerahiban Persia kuno), Yahudi, maupun Kristen, sebab
pemahaman Allah hanya dapat dicapai oleh seseorang yang punya sarana ke (dan
mengikuti) ajaran Kenabian yang utuh. Seluruh ajaran Kenabian yang dahulu pernah
diikuti dengan sempurna, jauh sebelum Nabi Muhammad saw diutus, telah hilang atau
diubah, atau berhasil dilumpuhkan sistem kafir yaitu sistem Dajjal, atau malah diserap
kedalamnya -dan pernyataan ini juga berlaku bagi mereka yang telah mengubah
ajaran asli Islam menjadi sebuah agama jadi-jadian.
Segelintir Yahudi yang masih mengaku diturunkan langsung dari bani Israel
yang dipimpin oleh Musa as, beserta para Yahudi yang bukan Yahudi itu -yaitu para
keturunan Khazar atau keturunan Yahudi Oriental dan Sephardic yang telah kawin
campur dengan ras-ras lainnya -semuanya tidak mengikuti perike-hidupan yang telah
diejawantahkan oleh Nabi Musa as. Para Kristen -baik yang Unitarian maupun Trinitas
-tidak mengikuti perikehidupan yang telah dieja-wantahkan oleh Nabi 'Isa as.
artikel -artikel yang digunakan para Yahudi, para Yahudi yang bukan Yahudi, maupun
para Kristen, semuanya tidak dapat diandalkan sebab dari dahulu telah diubah dan
disensor oleh para rahib korup, yang melaksanakan perubahan-perubahan itu demi
selaras dengan para penguasa kafir, dan demi sedikit uang sampingan.
Apalagi sebenarnya dalam kedua kasus bukan wahyu yang aslinya yang telah
diubah: Pada kasus Yahudi, pernah datang satu saat dalam sejarah mereka -sekitar
enam abad setelah Musa as wafat -di mana semua salinan Kitab Taurat yang lengkap
telah dilumatkan oleh tentara-tentara Nebuchadnezzar saat ia memporak-porandakan
Jerusalem pada tahun 586 sebelum masehi (SM). Lalu para Yahudi berusaha untuk
memulihkan Taurat dengan mengumpulkan semua sisa yang ada ditambah dengan
serpihan-serpihan yang dihapalkan oleh para rabi (rahib Yahudi). Ternyata tidak pulih.
Bagaimanapun, mereka tetap mencoba merangkum dari sebanyak mungkin serpihan
dan bagian yang ada. Kumpulan serpihan inilah yang dipegang dan digalang oleh
Ezra saat pemulauan134 para Yahudi ke Babilonia pada abad ke 5 SM, dan kitab inilah
yang juga dibawanya ke Jerusalem pada 458 SM -sayang, umumnya diakui juga
bahwa hasil rangkuman ini pun dilumatkan saat Antiochus Epeplianus
memporak-porandakan Jerusalem pada tahun 161 SM.
Menarik kiranya kita catat secara sepintas bahwa sebelum pemulauan ke
Babilonia, hanya satu kitab yang ada dalam bentuk tulisan, yaitu kitab
134
Proses, cara, perbuatan memulaukan; pengasingan; pemboikotan. (KBBI)
Deuteronomy 135 -yang telah ditulis pada tahun 621 SM dan juga dibacakan ke
khalayak di Kuil di Jerusalem. Sebelum ini, yaitu selama enam abad sebelumnya,
pengajaran Yahudi dan sejarahnya disinambungkan melalui penyampaian lisan.
Douglas Reed menulis di artikel nya The Controversy of Zion:
Berarti, Deuteronomy yang muncul sebagai kitab kelima dalam Bibel masa
kini, dengan isinya yang berkesan berkelanjutan dari kitab-kitab
sebelumnya, ternyata yaitu kitab yang paling pertama dirampungkan.
Dan walaupun kitab-kitab Genesis dan Exodus memberikan latar belakang
sejarah dan batu Ioncatan kepadanya, ternyata kitab-kitab ini
dirampungkan kemudian oleh para Levites, bahkan kitab-kitab Taurat
lainnya yaitu Leviticus dan Numbers disusun jauh kemudian.
Walaupun Taurat yang asli berhasil dihapal dengan baik di hati oleh para Levites
selama berabad -abad tanpa adanya kesalahan dan perubahan -yang sepertinya tak
rnungkin -kenyataannya ini: sebagian besar isi kelima kitab itu -dan tentunya semua
kitab-kitab lain dalam rangkuman Perjanjian Lama -ada dalam bentuk aneka kisah
dan kesaksian mengenai apa yang terjadi sebelum, sewaktu dan sesudah hidupnya
Musa as, dan dengan demikian tentu tidak mungkin menyampaikan pesan mengenai
apa yang diwahyukan ke Musa as di Bukit Tursina. Uraian yang ada di kitab-kitab ini
lebih berbentuk "sejarah" Bani Israel.
Selama empat abad antara 450 dan 50 SM, dan khususnya pada saat
rangkumannya Ezra dilumatkan oleh Antiochus saat ia menyerbu Jerusalem pada
tahun 161 SM, kitab yang dinamai Taurat -beserta semua kitab tambahan yang
disumbarkan sebagai catatan sejarah Bani Israel setelah wafatnya Musa, yang kerap
ditulis dan dirangkum dari aneka sumber berabad-abad setelah kejadian-kejadian
yang ditulis terjadi -terus-menerus ditulis, ditulis-ulang, dan direvisi, yang kemudian
semakin berubah akibat penanganan para rabi korup yang ingin membengkokkan
hukum, yang asalnya diturunkan dari transaksi kehidupan islam asli bawaan Nabi
Musa as.
Bagai kupasan Dr. Maurice Bucaille dalam artikel nya: The Bible, the Qur'an and
Science, bahwa pada saat torehan-torehan Ibrani diterjemahkan ke dalam bahasa
Yunani oleh, katanya, tujuhpuluh dua rabi Yahudi di Alexandria, yaitu di antara 275
sampai 150 SM, torehan-torehan tadi tidak lagi sepenuhnya menyampaikan ajaran
Musa -bahkan sudah demikian sejak lama sekali:
Sekitar abad ketiga SM, setidaknya ada tiga bentuk torehan Ibrani: tulisan
Masoretic, yaitu tulisan yang digunakan (walaupun sebagian) untuk
menghasilkan terjemah Yunani dan The Samaritan Pentateuch (lima ajaran
Samaritan). Pada abad pertama SM, ada kecenderungan untuk
membangun hanya satu tulisan saja, tetapi baru pada satu abad setelah
Kristus, tulisan yang digunakan dalam Bibel dirangkum.
Andaikan kita punya ketiga-tiga bentuk tulisan, maka perbandingan pasti
bisa dilaksanakan, dan bisa saja kita mencapai persetujuan mengenai apa
kiranya isi tulisan yang asli. Sayangnya, kita tidak punya sedikit pun
gambaran. Kecuali The Dead Sea Scrolls (piagam-piagam di laut mati yang
ditemukan di gua Qumran), bertanggal sebelum kedatangan 'Isa; sebuah
135
Deuteronomy atau Kitab Ulangan yaitu kitab kelima daripada tanakh dan juga kitab Taurat. Dalam
bahasa Ibrani, disebut sebagai Devarim ("kata-kata"), dari kalimat permulaan "Eleh ha-devarim."
(wikipedia -localholic).
papyrus (kertas) yang berisi The Ten Commandments (sepuluh
perintah-perintah), yang bertanggal abad kedua Masehi, yang isinya ada
beberapa versi yang diambil dari tulisan aslinya; dan beberapa serpihan
dari abad kelima Masehi (Geniza dari Kairo), yaitu Bibel tulisan Ibrani yang
tertua yang pernah diketahui (abad kesembilan Masehi).
Dr, Bucaille melanjutkan:
Perjanjian Lama yaitu kumpulan karya-karya berisikan berbagai gaya
tulisan dengan panjang yang berbeda-beda. Karya-karya itu ditulis dalam
berbagai bahasa dan dalam kurun waktu lebih dari sembilan ratus tahun,
dan didasari penyampaian-penyampaian lisan. Banyak di antara
karya-karya ini diperbaiki dan dirampungkan seiring dengan
kejadian-kejadian atau keperluan-keperluan khusus, dan kerap pada
masa-masa yang amat berjauhan di antaranya.
Dr. Bucaille menyimpulkan:
Wahyu tentu bercampur-baur ke dalam semua tulisan-tulisan ini, tetapi apa
yang kita punya sekarang sebenarnya yaitu apa yang manusia anggap
baik untuk diteruskan. Orang-orang ini telah memanipulasi tulisan-tulisan
mereka demi mencapai kepuasan diri mereka sendiri, dan tergantung
dengan keadaan dan keperluan mereka sendiri.
Di artikel nya The Controversy of Zion, Douglas Reed mengutip Josef Kastein
(alias Julius Katzenstein) dari artikel nya History and Destiny of the Jews bahwa
terjemahan bahasa Yunani dilaksanakan dengan "sebuah tujuan yang jelas, agar
dapat dimengerti oleh para Yunani; ini mengakibatkan pengaburan dan pemelintiran
kata-kata, perubahan makna-makna, dan kerapnya penggantian istilah-istilah dan
gagasan-gagasan umum kepada istilah-istilah dan gagasan-gagasan lokal dan
nasional (Yunani)." Setelah mengupas apa kiranya maksud utama dalam
penerjemahan ini, bahwa tentu sebab pada saat itu masyarakat Yahudi yang
terbesar berkumpul di Alexandria, dan bahwa tentu di situ bahasa Yunani menjadi
bahasa mereka sehari-hari, dan bahwa "sebagian besar dari mereka tidak bisa
memahami lagi bahasa Ibrani dan dengan demikian memerlukan adanya versi Hukum
bahasa Yunani untuk penafsiran-penafsiran kerahiban mereka," Douglas Reed
mengamati:
Apabila kita lihat perubahan-perubahan yang dibuat saat penerjemahan
(lihat kutipan Dr. Kastein di atas), tiada seorang pun kecuali para rabi
Yahudi yang bisa tahu seberapa dekat Perjanjian Lama yang asli (dan
berbahasa Ibrani-Aramaik) dibanding dengan versi-versi yang diturunkan
dari terjemahan Yunani yang digunakan Bibel. Jelaslah banyak perubahan
yang mendasar telah dibuat, dan bahwa sangat berbeda dengan "Taurat
lisan", dengan lanjutan Talmud-nya, sehingga dunia Gentile136 (Kristen)
tentu tidak pernah tahu Hukum Yahudi yang sebenarnya.
Talmud, yang dikatakan mencatat tradisi-tradisi lisan dari Nabi Musa as, belum
muncul dalam bentuk tulisan hingga tujuhbelas abad setelah wafatnya Nabi Musa as,
dan sekurang-kurangnya sembilan abad setelah Taurat dalam bentuk aslinya sirna:
136
Gentile; orang dari bangsa non-Yahudi atau non-Yahudi dalam hal kepercayaan; terutama: seorang
Kristen yang dibedakan dari seorang Yahudi (merriam-webster.com); Kafir (Google Translate).
(localholic).
Mishnah137, yang dikatakan bentuk tertulis riwayat-riwayat lisan dari Musa as, belum
disusun seperti bentuk yang ada kini hingga abad ketiga Masehi. Dua ulasan atas
Mishnah, yaitu Gemara Jerusalem, dan Gemara Babilonia, belum diselesaikan
sehingga abad kelima dan abad ketujuh Masehi, sementara ulasan atas ulasan
ini , catatan Midrash yang lengkap, telah di tulis antara tahun 400 dan 1200 M.
sebab ulasan-ulasan ini begitu panjang dan rinci maka lahirlah usaha
untuk mengkodifikasikannya. Yang paling terkenal yaitu The Code of Maimo-nides
dihimpun pada abad ke 12 M, The Code of Jacob ben Asher (disebut The Turim)
diselesaikan pada abad ke14 M, dan The Code of Joseph Caro (disebut The Shulchan
Aruch) dihimpun pada abad ke 16 M.
Tentu, satu-satunya artikel yang kini tidak ada yaitu Tauratnya Musa, wahyu asli
yang diterimanya dari Allah, dalam bahasa asli seperti saat diwahyukannya, sehingga
dengannya keaslian dan ketepatan semua terjemahan dan tafsiran darinya dapat
dipastikan dan dinilai merujuk kepadanya kapan saja diperlukan.
Mengenai Kristen, tampaknya kitab Injil, yaitu Gospel, yang diwahyukan kepada
Nabi 'Isa as tidak pernah ditulis pada lembaran perkamen maupun papirus. Kini,
jelaslah tidak ada artikel berjudul The Gospel of Jesus yang ditulis dalam bahasa
Aramaik, bahasa asli beliau. Kalau pun ada, berarti para Kristen membisu.
Sebaliknya, muncul Perjanjian Baru yang berisi empat gospel resmi versi mereka
yang bahkan belum pernah berjumpa dengan Nabi 'Isa as, yang kerap kali
bertentangan satu sama lainnya, disatukan bersama ajaran Paul(us) yang juga tidak
pernah berjumpa dengan Nabi Isa as, yang bahkan terang-terangan menentang
transaksi kehidupan islam asli yang dibawa oleh Nabi 'Isa as, artikel inilah yang
kemudian dihimpun dan diubah oleh para pendeta korup zaman dahulu yang
berusaha menambahi dan mempercantik ajaran asli Nabi 'Isa as, sehingga
hampir-hampir tidak bisa dikenali, supaya agama baru mereka lebih dapat
disesuaikan dengan kehendak para penguasa kafir dan jemaatnya.
Barangkali dua perubahan yang paling menghebohkan yaitu : pertama,
satu-satunya penyisipan yang menyebut-nyebut doktrin Paulus tentang Trinitas (I
John 5:7), dan kedua, satu-satunya penyisipan yang menyebut-nyebut doktrin Paulus
tentang Inkarnasi (Penjelmaan Tuhan dalam badan Yesus -I Timothy 3:16) -yang
kedua-duanya telah terbukti mutlak sebagai pemalsuan, di antara-nya oleh Sir Isaac
Newton, dan yang tidak pernah disinggung sepanjang perdebatan teologis sengit
yang berlangsung tiga abad setelah gaibnya Nabi 'Isa as, semata-mata sebab kedua
ayat ini belum ada pada rnasa itu!
Menurut terjemahan bahasa Inggris dari versi bahasa Itali artikel Gospel of
Barnabas -yang sebagaimana gospel-gospel lain yang resmi diakui, tidak dapat
disahkan keasliannya sebab ketiadaan kitab aslinya -Injil memang belum pernah
"dikertaskan", tetapi diwahyukan kepada Nabi 'Isa as melalui malaikat Jibril dalam
bentuk penglihatan, mengambil bentuk seperti sumur ilmu di dalam hatinya, yang
dapai diambil kapan saja dia menghendaki, dan yang merupakan perangkat yang
digunakan beliau untuk menghembuskan nyawa baru pada hukum-hukum asli Nabi
Musa as, yang harus selalu diingat, harus dihidupkan dan ditegakkan kembali di
antara keduabelas kaum dan Bani Israel -dan bukan untuk mengubahnya "setitik atau
secoret pun".
137
Mishnah (Ibrani משנה , "pengulangan"), yaitu catatan tulisan dari Hukum Lisan Taurat dari
orang-orang Yahudi dari generasi ke generasi. (wikipedia - localholic).
Hal ini menyusahkan para rahib Yahudi yang, sebelum munculnya Nabi 'Isa as,
telah menyatakan dirinya sebagai para penjaga asli keaslian ajaran Nabi Musa as,
yang memakai kerahiban mereka sebagai alat kepemimpinan dan mata
pencahariannya. Nabi 'Isa as telah membongkar kemunafiqan mereka dan dengan
demikian mengancam sumber kekuasaan dan kekayaan mereka, sehingga mereka
begitu ganas menentang beliau. Dengan munculnya Nabi 'Isa as, maka seluruh
penggambaran yang menyeleweng -dan perubahan atas pengajaran asli Nabi Musa
as yang secara bertahap disisipkan oleh para rahib Yahudi selama sembilan abad
sejak berakhirnya kerajaan Nabi Sulaiman as -tiba-tiba terancam dibongkar dan
hirarki mereka terancam runtuh. sebab inilah mereka menolak Nabi 'Isa as, dan
merencanakan bers




