• www.coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • www.kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

  • www.berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label sistem dajjal 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sistem dajjal 8. Tampilkan semua postingan

sistem dajjal 8


 ak saja -atau cukup dengan menutup jaringan 

komputer perbankan -maka seluruh proses produsen-konsumen yang ada akan 

runtuh, dan tibalah masa tata dunia berikutnya.   

Sasaran para freemason yaitu  untuk menyempumakan sistem kafir, yaitu 

sistem Dajjal, dengan cara melibatkan setiap orang yang berada dalam proses 

produsen-konsumen, bahkan sampai kepada pekerjaan-pekerjaan mereka hingga ke 

pembelian barang-barang keperluan mereka, sembari menjamin lancar dan 

seimbangnya keseluruhan proses itu, dengan cara membuat semua orang dan setiap 

badan usaha bergantung pada sistem perbankan.  

Pada akhirnya, para freemason hendak mencapai keadaan di mana semua 

orang di seluruh dunia dapat terperangkap dalam satu bidang kegiatan yang 

mendunia dan serempak, yaitu kegiatan ekonomi. Andaikan sasaran ini tercapai, 

tentu hanya akan ada satu mata uang, dan tentu tidak akan berbentuk uang kertas 

nyata, tetapi cukup dengan perwakilan jumlah debet dan kredit dalam komputer. Apa 

yang diidamkan yaitu  bahwa semua keperluan setiap orang dapat dipenuhi, tetapi 

tentu ada yang keperluannya lebih dipenuhi dibanding dengan yang lainnya, dan tentu 

yang bakal paling dipenuhi yaitu  para elit penguasa freemason, sebagairnana 

berlaku sejak lampau. Ini artinya semua orang akan cukup nyaman dalam apa yang 

digagas oleh para freemason sebagai surga yang telah menjadi kenyataan -tetapi 

semua akan sama sekali tidak siap dengan apa yang akan hadir setelah kematian.  

Beruntunglah kita atas pengetahuan yang kita dapat dari Qur'an dan Hadits 

bahwa impian yang tak nyata ini tidak akan mungkin terjadi. Tata dunia baru akan 

gagal. Keruntuhan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, jauh sebelum impian para 

freemason dapat menjadi nyata, sudah tidak dapat dihindari lagi. Kebejatan 

masyarakat yang selalu menyertai sistem ini secara alami, sebab  tata-caranya, 

menjamin bahwa semua orang yang paling dimanfaatkan oleh sistem ini, akan segera 

keluar dari permainan produsen-konsumen, jauh sebelum impian piramida ekonomi 

global yang tunggal dapat menjadi nyata.  

Akan datang suatu masa di mana cukup banyak orang akan sadar bahwa uang 

yang ada di saku mereka dan uang yang ada dalam catatan komputer -walaupun 

angkanya "plus" atau "minus" -tak ada harganya sama sekali. Ini berarti mereka akan 

menjadi tak tergantung kepada sistem perbankan kafir, dan ini akan terjadi jauh 

sebelum berhasil dikeluarkannya kartu plastik ekonomi-dan-data-diri mereka.  

Kejadian termutakhir yang terpenting saat ini yaitu  bahwa dengan 

bangkit-kembalinya Islam akan membuat lebih banyak dan lebih banyak lagi orang 

memutuskan hubungannya dengan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, dan dengan 

demikian mereka tak akan terperangkap oleh sistem lagi. Semakin banyak yang 

berhenti mengakui sistem ini, akan semakin tak berlakulah ia. Seiring dengan 

bertambahnya jumlah Muslim sejati, seiring juga dengan semakin bersatunya mereka, 

maka para pengendali sistem Dajjal akan berusaha untuk memberantasnya. 

Usaha-usaha pemberantasan ini akan mecapai puncak kenyataannya pada saat si 

Dajjal muncul, yang akan memimpin pasukannya memerangi para Muslim yang telah 

berkumpul di sekitar Mahdi.  

Perseteruan puncak antara dua kutub ini, antara kufr dan iman, yang tertulis 

dalam nara-sumber lainnya sebagai Armageddon 125 , atau Har Meggidon, akan 

berakhir dengan matinya si Dajjal beserta semua pengikutnya, dan tentu 

seluruhsistemnya juga, berkat muncul kembali dan campur tangannya Nabi 'Isa as. 

Setelah itu akan datang suatu masa di mana semua akan damai dan bersatu di bawah 

kepemimpinan Islam, yang sesuai dengan apa yang ada dalam Qur'an dan Sunnah, 

yaitu di bawah kepemimpinan Mahdi, yaitu pemimpin Muslim yang mendapat 

bimbingan. Inilah tata dunia berikutnya.   

                                                          

125

 Armageddon ; Kata Armagedon diduga berasal dari kata bahasa Ibrani Har Megido ( הר מגידו ), yang 

artinya "Bukit Megiddo". Tempat yang dirujuk ini yaitu  sebuah dataran lembah yang disebut 

Megiddo, yang merupakan lokasi dari banyak pertempuran yang menentukan di masa purbakala. 

Pengertian seorang mu'min terhadap keberadaan uang sangatlah 

bertolak-belakang dengan sistem ekonomi kafir, sebab  didasari oleh kepahaman 

terhadap hakikat kehidupan yang sebenarnya. Sang mu'min tahu bahwa hanyalah 

Allah yang ada, walau tingkat pengetahuan ini berbeda-beda dari satu orang ke yang 

lainnya. Sebagian tahu melalui kepandaiannya dan sebagian tahu melalui 

kesaksiannya. Sudah barang tentu, sejak awal, seorang mu'min akan tahu bahwa 

sebab  uang tidaklah nyata, maka tentu ia tidak berharga apa-apa. Bagi seorang 

mumin uang hanyalah alat tukar, bukan benda niaga yang dapat diperjual-belikan, 

Walhasil, sama sekali tidak akan ada artinya untuk disimpan, dan sebab  seorang 

mu'min tak akan ada kegelisahan mengenai naungan dan nafkah, perdagangannya 

yaitu , sebagaimana yang kita ketahui, didasari oleh kedermawanan dengan 

keyakinan bahwa kedermawanannya itu akan diganjar sepuluh kali lipat oleh Allah.  

Tidaklah berguna bagi para Muslim untuk menghimpun dana sebagaimana yang 

dilakukan oleh bank-bank kafir, sebab  dana yang mereka miliki yaitu  Kemurahan 

dari Allah, yang tak ada batasnya. Tidaklah berguna bagi para Muslim untuk 

membungakan pinjam-meminjam, sebab  ganjaran yang ia dapat dari Allah jauh lebih 

besar dari bunga apa pun yang bisa dikenakan oleh siapa saja -yaitu, setara seribu 

persen. Tidaklah berguna bagi para Muslim untuk mengendalikan khalayak dengan 

cara membuat mereka senantiasa berhutang, sebab  di dalam tubuh masyarakat 

Muslim tidak ada golongan yang berkehendak untuk memeras dan mengendalikan 

golongan lainnya.  

Satu-satunya golongan elit dalam masyarakat Islami yaitu  para awliya, yang 

kedudukannya ditinggikan sebab  mereka lebih takut dan lebih kasih kepada Allah 

diantara yang lainnya; sebab  dekatnya mereka dengan Allah, maka semakin 

meningkatlah kepahaman mereka terhadap kehidupan yang hakiki, mereka paham 

bahwa semakin banyak mereka melayani orang lain, dan semakin banyak mereka 

memberi atas NamaNya, Allah akan memelihara mereka dan memenuhi apa saja 

yang mereka inginkan -dan untuk para awliya ini berarti tak lain tak bukan kecuali 

kebutuhan pokoknya saja.  

Perdagangan Islami didasari kepercayaan dan berbagi. Sangatlah dinamis dan 

mengalir dengan bebas. Teori ekonomi Keynes dan cara-cara pengendalian-nya 

tidaklah berguna. Ekonomi kafir didasari pemerasan dan kekikiran. Sangatlah statis 

dan kaku. Pokoknya bau, Sebuah cuplikan dari artikel nya 'Umar Ibrahim Vadillo, Islam 

Against Economics (Islam vs Ekonomi). 

Hukum Islam memerinci batas-batas di mana perdagangan dan perniagaan 

akan adil. Ilmu Ekonomi memerinci batas-batas di mana sebuah "ekonomi" 

dapat menjadi lebih efisien. Hukum Islam dan Ekonomi yaitu  dua 

pendekatan berbeda terhadap kehidupan, dan dengan demikian 

menciptakan dua cara hidup. Islam menolak riba, sedangkan Ekonomi 

didasari riba. Ekonomi telah mengesahkan apa yang dalam Islam yaitu  

sebuah kejahatan. Ini dapat terjadi sebab  Ekonomi punya bahan pelajaran 

dan metoda pengajaran yang menyembunyikan ketidak-adilan riba hakiki. 

Dengan kata lain, Ekonomi tidak dapat menganalisa riba dengan baik 

maupun menemukan asal-usulnya.  

Dan pada penutup artikel nya yang lain, The Workers have been Told a Lie about 

their own Situation (Para Pekerja telah Dibohongi mengenai Keadaan mereka 

sendiri), 'Umar Ibrahim Vadillo menyimpulkan:  

Satu-satunya jalan keluar dari sistem yang mengandung riba yaitu  Islam. 

sebab  hanyalah Islam yang merupakan pemerintahan tanpa negara dan 

perniagaan tanpa riba. Zaman Yahudi dan Kristen telah lampau. Hanyalah 

dengan pengertian bahwa "tidak ada tuhan selain Allah", manusia dapat 

terbebas dan berhenti menuhankan apa-apa yang tidak kekal dan tidak 

berguna, seperti negara, uang dan pekerjaannya. Hanyalah dengan 

menerima "Muhammad yaitu  utusan Allah" akan ada keadilan dalam 

transaksi. Islam atau Ekonomi, Islam atau Sistem Perbankan, ini yaitu  

keputusan yang harus diambil oleh semua orang.  

Dari analisa ini nyatalah bahwa sebenarnya tidak ada yang namanya Bank Islam 

yang "halal". Inilah kutipan dari artikel nya 'Umar Ibrahim Vadillo yang lain, The End of 

Economics (Tamatnya Ekonomi):  

Yang konon disebut sebagai "Bank Islam" yaitu  sebuah badan yang 

memakai  prinsip riba dan bertentangan dengan Islam. "Bank Islam" 

yaitu  konsep sesat yang dicanangkan dalam rangka menuntaskan 

gigihnya penentangan Islam terhadap praktek riba selama empatbelas 

abad, sebagaimana yang pernah dilakukan juga kepada kaum Kristen. 

Sejak asal-usulnya, "Bank Islam" didirikan dan diayomi oleh mereka yang 

bergerak dalam riba. Tujuannya yaitu  untuk membuka jalan bagi para 

Muslim di seluruh dunia yang berjumlah ribuan-jutaan itu -yang pada 

umumnya akan dengan tegas menghindar dari perbankan maupun 

badan-badan riba lainnya -agar masuk ke dalam sistem 

keuangan-permodalan internasional. Rekayasa pihak kolonial atas 

terciptanya "negara-negara Islam", yang istilahnya saja sudah 

bertentangan dengan Islam, yang cirinya nyata-nyata tidak Islami, yaitu  

hasil bersejarah yang mengakhiri kolonialisme teritorial dan memulai 

neo-kolonialisme ekonomi. Penerapan secara menyeluruh dari model 

konstitusi barat (model konstitusi perancis) mengakibatkan diterapkannya 

batas-batas negara yang jadi-jadian dan tidak alami, menyebabkan 

birokrasi kementerian yang menindas, pengenaan pajak, pemaksaan uang 

yang jadi-jadian tapi resmi, dan legalisasi riba (sistem perbankan), yang 

kesemua perihal ini  sangatlah bertentangan dengan Islam. Sang 

"Bank Islam" tak lain tak bukan hanyalah salah satu hasil dari 

"negara-negara Islam" yang umumnya tak berguna.  

Dan dalam kesimpulan 'Umar Ibrahim Vadillo di artikel  Fatwa on Paper Money 

(Fatwa atas Uang Kertas):  

yaitu  para pendiri gerakan "Salafiyya" atau gerakan modernisasi-lah yang 

pertama kali rnengumumkan dari "sumber yang terpercaya" seperti 

Universitas Al-Azhar, bahwa memakai  perbankan hukumnya halal. 

Pengejawantahannya kini dapat dilihat dengan "ditanamnya" bank-bank 

"Islam" di persada Muslim. "Bank Islam" yaitu  sebuah badan yang penuh 

riba yang digunakan untuk memancing para Muslim yang masih menolak 

perbankan agar masuk ke dalam sistem perbankan. "Bank Islam" yaitu  

"musuh dalam selimut" di Dar al-lslam (baca Kosa Kata).  

Dengan melihat hakikat dan dinamika perniagaan Islami, tidaklah 

mengherankan bahwa nilai uang, pada zaman masyarakat Islam yang pertama di 

Madinah al-Munawwarah, bukan diukur dari berapa emas dan perak yang dapat dibeli 

dengannya -sebab  uang emas dan perak -tapi dengan berapa banyak emas dan 

perak yang diperlukan untuk membeli sejumlah makanan pokok, misalnya gandum.  

sebab  gandum senantiasa ada, kecuali jika ada kemarau yang sangat panjang, 

dan sebab  gandum bisa dibudidayakan oleh siapa saja, walhasil gandum tidak akan 

dapat dipakai untuk mempengaruhi naik-turunnya nilai uang dengan cara 

menimbunnya atau membanjiri pasar-pasar dengannya. Bandingkan dengan cara 

untuk mempengaruhi nilai mata uang yang terjadi kini, yaitu dengan merekayasa 

pasokan dan permintaan emas dan perak -yang jumlahnya pun direkayasa -pada 

pasar internasional yang dapat dilaksanakan dengan seenaknya. Artinya, di Madinah 

al-Munawwarah, nilai uang hakiki -dengan kata lain, daya-belinya -tetap stabil, oleh 

sebab nya tidak ada yang disebut "inflasi". Lebih jauh lagi, sebab  "pajak" yang wajib 

dikenakan sesuai dengan Qur'an sangat rendah, maka tak akan ada dorongan untuk 

ramai-ramai menaikkan harga dalam rangka menyiasati pengaruh pajak, seperti apa 

yang terjadi sekarang kini di negara-negara kafir yang konon maju itu. Tentu saja ini 

berarti di Madinah al-Munawwarah harga-harga senantiasa stabil dan, sekali lagi, 

tidak ada inflasi gara-gara penggelembungan harga-harga.  

Dan sebab  dilarang untuk mengambil untung lebih dari 30% dari penjualan 

bahan-bahan pokok, jika benar-benar takut akan Allah dan Hari Akhir, dan memang 

begitulah keadaan masyarakat Muslim di zaman itu, maka tidak ada satu pun diantara 

mereka yang menaikkan harga-harga kebutuhan pokok demi meraup keuntungan 

sebesar-besarnya. Dan tentu saja sebab  nilai uang stabil, dan harga-harga barang 

stabil, maka pendapatan pun akan stabil, dan tak akan ada inflasi yang diakibatkan 

oleh "tuntutan kenaikan gaji yang berlebihan", sebagaimana yang kerap terjadi di 

negara-negara kafir yang konon "modern" itu.  

Puncaknya, dengan larangan Allah atas riba, yang kerap ditetapkan di dalam 

Qur'an sebagai haram, dan dapat membawa seseorang yang melibatkan dirinya 

dalam riba ke dalam Api, maka sudah tentu tidak ada satu pun kesempatan yang 

terbuka bagi berdirinya sebuah badan usaha yang memakai  riba sebagai cara 

memperoleh keuntungan.  

Allah telah tetapkan dalam Qur'an bahwa masyarakat awal di Madinah 

al-Munawwarah yaitu  masyarakat yang terbaik di muka bumi ini, tidak pernah ada 

dan tidak akan ada lagi masyarakat sebaik itu. Ini berarti agar kita memahami 

bagaimana seharusnya kita hidup, haruslah kita lihat bagaimana cara hidup mereka. 

Dan dengan demikian dapat kita terapkan cara hidup itu ke dalam kehidupan kita 

sehari-hari. Pendapat kafir yang menyatakan bahwa kehidupan seperti itu sudah 

"ketinggalan zaman", dan sudah tidak mungkin diterapkan di "zaman sekarang", 

yaitu  pendapat yang sangat lemah. Situasi dan kondisi bisa saja berubah-ubah, 

tetapi hakikat kehidupan manusia tidak akan berubah-ubah, ini berarti cara yang 

terbaik untuk menghadapi hidup, yaitu cara hidup masyarakat awal Madinah, akan 

tetap berlaku hingga akhir zaman. Mencontoh kehidupan masyarakat awal Madinah 

tidak sama dengan meniru mentah-mentah cara hidup mereka sampai 

serinci-rincinya, Tidaklah berarti kita harus meninggalkan teknologi, toh teknologi apa 

pun dapat diambil manfaatnya dengan memperhatikan apa yang halal dan apa yang 

haram.  

Perikehidupan masyarakat awal itu terpijak pada Qur'an dan pada contoh 

kehidupan Nabi Muhammad saw, yang dilukiskan isteri beliau Aisyah sebagai "Qur'an 

yang berjalan". Semua rekaman perikehidupan Nabi saw masih ada hingga kini, yaitu 

di Qur'an dan kumpulan hadits, serta masih diamalkan oleh orang-orang, khususnya 

oleh awliya, yaitu mereka yang memperoleh perikehidupan lahiriah Nabi dan 

hikmah-hikmah yang dikandungnya, melalui penyebaran tak putus-putus dari orang 

ke orang, sejak jaman Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya hingga ke masa 

kini.  

Sifat Qur'an itu sedemikian rupa adanya, hingga petunjuk yang dikandungnya 

dapat diterapkan pada segala keadaan. Bila anda berhadapan dengan suatu keadaan 

tertentu, yang tidak secara khusus diterangkan Qur'an bagaimana cara 

menghadapinya, anda masih bisa mencari penyelesaiannya dengan melakukan 

ijtihad126. Ijtihad yaitu  suatu cara memandang masalah dari apa yang anda ketahui 

dari Qur'an, hadits dan jalan Muhammad. Cara ini diawali dengan proses berpikir yang 

sadar, namun setelah hati semakin selaras dan diterangi, ijtihad menjadi kegiatan 

refleks. Anda akan begitu saja mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang 

harus dihindari, tanpa harus memikirkannya. Jika anda ragu mengenai suatu perkara, 

yang perlu anda lakukan hanya membuka Qur'an, dan anda akan menyaksikan ayat 

atau pertanda yang mengandung jawabannya. Maka tidak saja dalam hal perniagaan, 

namun semua sisi perikehi-dupan muslim bersifat dinamis. Sifat dari kehidupan 

yaitu  terjadinya baku adu dinamis dan langgeng dari kutub-kutub yang berlawanan, 

yang terus bergerak dan tak pernah berulang secara persis, walaupun pola dan 

perputarannya nampak jelas. Anda yaitu  bagian dari pola itu. Anda tidak terpisah 

darinya.  

Cara hidup Muhammad saw yaitu  cara untuk mengetahui apa yang harus 

dilakukan di dalam pergerakan ini , hingga anda tidak pernah melawan arusnya 

namun berlaku beriringan dengannya. Dengan mengamalkan cara hidup Nabi, anda 

akan mencapai ilmu pengenalan Allah, daripadaNya-lah segala kejadian berasal dan 

kepadaNya segala kejadian berpulang -tidak hanya di awalnya, dan di akhirnya, tapi 

juga di setiap saatnya. Dengan mengamalkan cara hidup Nabi, anda akan mengenali 

diri sendiri, dan anda akan menemukan bahwa seluruh kehidupan itu yaitu  diri anda 

sendiri, dan siapa pun yang mengenali dirinya akan mengenali Rabbnya, Allah. Hanya 

jika anda hidup dengan pemahaman seperti ini, maka anda jadi manusia, yang 

bersikap dengan kemanusiaan dan kerendahan hati. Anda ridha kepada Allah, dan 

Allah ridha pada anda, dengan keadaan inilah anda memasuki Tainan.  

 Dalam sistem kafir, hasil akhir dari cara kerja semua badan-badan dan 

sub-sistemnya, yaitu  untuk menihilkan kepribadian dan menihilkan kemanusiaan 

setiap transaksi manusia. Dahulu manusia terbiasa untuk saling memberi, kini 

manusia saling menagih. Di mana dahulu akal sehat, kedermawanan, 

kebijak-sanaan, lapang-dada, dan tentunya kemanusiaan, biasa menjadi ciri setiap 

transaksi manusia; Kini, peraturan-peraturan dari beragam sistem yang semuanya 

membentuk sistem Dajjal, seringkali otomatis diterapkan secarav kaku dan tanpa 

perasaan, walaupun sudah dapat dipastikan hasilnya akan sangat konyol. 

Gambaran-gambaran yang manakjubkan yang sering digunakan untuk membenarkan 

dan mempropagandakan sistem ini, sama sekali tidak pernah merujuk kepada apa 

yang sebenarnya sedang terjadi, yaitu kondisi umum selalu makin memburuk. 

Semakin banyak undang-undang sipil dan jaminan-jaminan pemerintah, penanganan 

manusia akan semakin tak manusiawi. Para pasien di rumah-rumah sakit kini disebut 

                                                          

126

 Membuat keputusan sendiri. Yaitu kemampuan untuk menentukan jalan terbaik dalam suatu 

keadaan yang tidak dibahas dalam al-Qur'an dan al-Hadits. menentukan jalan keluar terbaik, yang 

paling dekat dengan Sunnah dan tidak melanggai Shari'ah. Ijtihad sangat berguna dalam 

menentukan hal-hal yang berkaitan dengan teknologi. 

sebagai "pelanggan" dan khalayak pada umum-nya disebut sebagai "konsumen". 

Kata-kata ini, pembentukan-pembentukan ini, perekayasaan ini, berikut 

penjelasan-penjelasannya dan sebab-sebabnya -semuanya tak lebih dari sebuah 

jaring khayalan yang telah dirajut oleh para pemegang tampuk kekuasaan sistem 

kafir, yaitu sistem Dajjal, yaitu para freemason, sehingga mereka dapat menjaring dan 

memperbudak mayoritas, yang sedang berjuang membebaskan diri.  

Sistem kafir, yaitu sistem Dajjal memakai manusia hingga mereka sudah tak 

dapat dimanfaatkan lagi oleh sistem itu -kemudian habis manis sepah dibuang. 

Manusia diberi nomor-nomor dan diperlakukan bagaikan mesin, toh mesin lebih 

mudah dikendalikan daripada manusia. Mesin berserah-diri kepada apa pun yang kita 

lakukan kepadanya tanpa mengeluh, selama mereka dipelihara dengan baik. Tak ada 

gunanya untuk berlaku manusiawi kepada mesin, sebab  mesin-mesin tidak dapat 

bereaksi seperti manusia. Mesin kita gunakan hingga daur hidupnya usai, kemudian 

kita "buang" yang itu untuk "diganti" dengan yang ini -begitulah seterusnya hingga 

datang saatnya kita sendiri perlu diganti.  

Hanyalah mungkin menganggap manusia bagaikan mesin, sebab  sebagian 

besar khalayak dalam sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, memang sudah menjadi mesin. 

Mereka yang konon sangat bergembira dengan adanya sistem kafir ini, yaitu sistem 

Dajjal, yaitu  mereka yang sudah terjajah dengannya, dan yaitu  bukti nyata 

perwujudan Dajjal sebagai gejala sosial budaya global dan Dajjal sebagai kekuatan 

gaib; merekalah yang akan langsung mengenal, mendukung dan menjadi pengikut si 

Dajjal saat ia muncul, dan yaitu  mereka bakal diperuntukkan ke Api. Sebaliknya, 

mereka yang tidak mau menerima sistem Dajjal yaitu  mereka yang belum terjajah, 

yang Insya Allah bila mereka belum menjadi Muslim akan segera menjadi Muslim, 

yang akan langsung mengenal, mendukung dan menjadi pengikut Mahdi di saat 

kemunculannya, dan yaitu  mereka bakal diperuntukkan ke Taman.  

Anda akan termasuk ke dalam salah satu di antara golongan di atas, dan 

tidaklah ada kelompok ketiga. Anda tidak akan dapat memisahkan dirimu dari proses 

penciptaan, yang merupakan dinamika dari saling mempengaruhi dua kutub, sebab  

anda memang bagian darinya. Tidaklah ada jalan keluar. Lari dari "masalah" tidak 

akan membuat masalah itu hilang. Bersembunyi di bawah selimut tidak akan dapat 

mengubah jati dirimu yang sebenarnya, tapi tentu dapat membuat anda susah melihat 

arah jalanmu. Tak ada tombol ajaib yang dapat ditekan dan kita akan berpindah ke 

tempat lain dengan keadaan yang berbeda. Anda bisa mengubah namamu, 

alamatmu, milikmu, pekerjaanmu, pasanganmu, tetapi jati dirimu yang sebenarnya 

tidak dapat kau ubah.  

Ada satu golongan lain yang bisa didefinisikan dengan mudah, yang sebenarnya 

termasuk golongan kafir juga. Golongan ini yaitu  para munafiqun, yaitu mereka 

yang mengaku sebagai muslim tetapi sebenarnya mereka kafir, sebab  mereka tidak 

yakin kepada Allah, dan tidak pula mengikuti jalannya Muhammad saw, walaupun 

mereka tahu semua itu ada, Para munafiqun sering-kali dapat dikenali dari 

kritikan-sindiran-dan-pendapat-buruk mereka atas para mu'minun. Nabi Muhammad 

saw, bersabda bahwa para munafiqun punya empat ciri (walaupun mereka berpuasa 

pada bulan Ramadhan dan melaksanakan shalat): jika berbicara, bohong; jika 

berdebat, curang; jika berjanji, tak ditepati; jika diberi amanat, khianat.  

Kaum munafiqun yaitu  bagian dari sistem Dajjal, dan bilamana pasukan Mahdi 

berhadapan dengan pasukan si Dajjal, munafiqun akan termasuk dalam jajaran 

pengikut Dajjal. Di akhirat munafiqun akan berada di Api yang paling dalam, sebab  

mereka tak berbuat dengan apa yang mereka ketahui di dunia ini, yaitu mereka tidak 

mencontoh perikehidupan Muhammad, walaupun nyata ada di hadapan mereka dan 

tinggal diikuti, dan mereka tahu itu.  

Mereka yang mencoba untuk mengikuti contoh para nabi sebelum Nabi 

Muhammad, diantaranya, mereka yang mencoba menghidupkan kembali 

ajaran-ajaran asli Weda, Budha, Musa dan 'Isa, ada dalam keadaan yang serba sulit. 

Yang tulus di antara mereka ingin menyembah Allah, tetapi tidaklah mungkin bagi 

mereka untuk menyembah Allah sesuai dengan cara yang Allah kehendaki, sebab  

kitab-kitab suci mereka yang ada sekarang bukanlah kitab-kitab yang asli yang telah 

diturunkan kepada nabi-nabinya as, dan sebab  perikehidupan asli nabi-nabi itu telah 

hilang ditelan zaman.  

Sudah dapat dipastikan bahwa bagi mereka yang kini masih mencoba untuk 

mengikuti tata-cara Nabi-Nabi itu, tidak akan memiliki pengenalan Allah hakiki, sebab  

ilmu ini hanya akan datang kepada mereka yang mengejawantahkan apa-apa yang 

telah diwahyukan kepada Nabinya masing-masing. Jika ajaran untuk perikehidupan 

hakiki ini hilang, dan bahwa ajarannya itu sendiri telah rusak sebab  telah diubah-ubah 

oleh orang-orang korup sejak dahulu, tentulah tidak mungkin mengikuti perikehidupan 

asli Nabi itu maupun mengikuti ajaran-ajaran aslinya, walhasil, ilmu untuk mengenal 

yang Nyata, Allah, dengan berpegang kepada sisa-sisa ajaran-ajaran lampau, 

sangatlah tak mungkin.  

Allah telah menetapkan dalam.Qur'an bahwa semua ciptaan menyembah Allah, 

cuma, ada orang-orang yang tidak menyadari ini. Setiap atom yang ada berada 

dengan KuasaNya dan senantiasa berzikir kepada Allah dan yaitu  bukti adanya 

Allah. Seluruh kerajaan di dunia nyata yang luas ini dan di Alam Gaib memuja Allah, 

tapi hanyalah manusia yang dapat memiliki pengenalan kepada Allah. Bagi mereka 

yang memiliki pengetahuan seperti ini akan menyembah dan memuja Allah dengan 

kepahaman yang lebih. Seluruh partikel di dalam tubuh seorang kafir bersaksi atas 

Kemaha-sempurnaan dan Kemaha-indahan Allah, tetapi apa-apa yang dikatakan dan 

dilakukan si kafir memungkiri keberadaan Allah. Seluruh partikel dalam tubuh 

seseorang yang yakin kepada Allah bersaksi atas Kemaha-sempurnaan dan 

Kemaha-indahan Allah, dan begitu pula dengan apa-apa yang dikatakan dan 

dilakukannya, dan seseorang yang yakin kepada Allah tahu hal ini dan ia memiliki 

pengenalan kepada Allah.  

Adapun mereka yang coba-coba mengikuti perikehidupan salah satu Nabi 

sebelum Nabi Muhammad saw, berada di antara dua kutub. Seluruh partikel dalam 

tubuhnya bersaksi atas Kemaha-sempurnaan dan Kemaha-indahan Allah, tetapi 

sebab  ia tidak dapat mengikuti petunjuk yang masih murni, maka hanyalah sebagian 

bukan semua dari apa-apa yang dikatakan dan dilakukannya, yang dapat 

membenarkannya; ia pun tidak akan seluruhnya paham dengan apa yang ia lakukan, 

Walhasil, kepahaman dan pengetahuannya terhadap Allah tidaklah akan lengkap dan 

pasti ada penyimpangannya.   

Hanya dengan mengenal Allah kita bisa benar-benar menyembahNya. Ibadat 

seseorang yang memiliki pengenalan Allah akan lebih dalam dari ibadatnya seorang 

yang hanya mengetahui adanya Allah, akan lebih dalam dari ibadatnya seorang yang 

hanya punya pengetahuan terbatas, akan lebih dalam dari ibadatnya seorang yang 

punya pengetahuan yang menyimpang, akan lebih dalam dari ibadatnya seorang 

yang hanya memuja Allah sebab  ia diberikan kenyataan oleh Allah, tetapi secara 

sadar ia berpendapat bahwa Allah tidak ada.  

Dengan bertambah dalamnya pengetahuan seseorang terhadap Allah, ia akan 

semakin sadar bahwa ia tak tahu apa-apa. Berkali-kali telah Allah tetapkan dalam 

Qur'an bahwa Allah tahu dan kita tidak tahu. Salah satu tanda kejahilan yaitu  kita 

berpikir bahwa kita tahu tetapi sebenarnya kita tidak tahu. Ini sangat sesuai bagi para 

kafir, tetapi bisa juga berlaku bagi mereka yang puas dengan mencoba mengikuti 

sisa-sisa ajaran Nabi-Nabi yang terdahulu, yang sudah rusak, tidak berlaku lagi dan 

ketinggalan zaman.  

Mereka yang belum terkenalkan dengan transaksi kehidupan Islam tak dapat 

disalahkan. Allah tetapkan bahwa bagi mereka yang benar-benar mengikuti 

Nabi-Nabi sebelum Muhammad pada zaman ini, dan mereka beribadat kepada Allah 

dengan tulus, di Hari Akhir mereka tidak perlu takut kepada Allah. Telah pula 

ditetapkan oleh Allah dalam Qur'an bahwa sekali seseorang mengenal Islam, maka 

tidak ada perikehidupan lain yang akan diterima oleh Allah. Dan tentu transaksi hidup 

yang diterima di sisi Allah yaitu  transaksi hidup Islam.  

Sejak dahulu, transaksi hidup yang berada di sisi Allah yaitu  transaksi hidup 

islam. Semua Nabi mengejewantahkan transaksi hidup islam -yang diantaranya dapat 

berarti "menerima keberadaan segala sesuatu", termasuk "berserah diri kepada Allah" 

-tetapi sebenarnya satu-satunya transaksi islam yang masih utuh hingga kini, dan 

satu-satunya transaksi untuk hari ini hingga Hari Akhir, yaitu  transaksi Islam yang 

dibawa oleh Nabi Muhammad saw -putuskan pilihan anda sekarang juga.  

 Satu-satunya yang layak menjadi alternatif sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, 

yaitu  perikehidupan Islam. Semua yang seolah-olah bisa menjadi alternatif 

selainnya tidak pernah berhasil didirikan. Kalau bukan sebab  gerakan-gerakan ini 

diberangus dan dihilangkan dengan cepatnya oleh "sistem", mereka diubah bentuk 

dan diserap ke dalam "sistem", atau sebenarnya memang sudah menjadi bagian 

"sistem", dan jika pun nampak beda maka hanyalah pada kulitnya saja.  

Kenapa hanya Islam yang bisa menjadi alternatif dari sistem kafir yaitu sistem 

Dajjal sebab cara Islam persis bertolak-belakang dengan cara kafir. Bagaikan dua 

kutub, dan sebagian rahasia kehidupan yaitu  bahwa segala sesuatu terletak persis 

di sebaliknya. Dalam proses dinamis saling mempengaruhi antara 

kebalikan-kebalikan, yaitu proses penciptaan, saling berpengaruh-nya antara kafir 

dan iman yaitu  sademikian rupa sehingga apabila anda memiliki salah satunya, 

anda pasti memiliki pula yang lainnya. Siapa pun yang sadar melihat kebenaran ini 

tidak saja tentang diri mereka sendiri, tetapi juga pada pribadi yang lain, pada 

keluarga yang lain, pada masyarakat yang lain, pada kota-kota yang lain, pada 

negeri-negeri yang lain -dan tentu saja di seluruh dunia. sebab , pada saat penulisan 

ini, sistem kafir yakni sistem Dajjal yaitu  kekuatan yang berpengaruh di dunia hari 

ini, tak terelakkan bahwa transaksi kehidupan Islam akan menggantikannya esok. 

Segala sesuatu terletak di kebalikannya, dan tak ada perubahan pada jalan Allah.  

Satu-satunya jalan untuk menghargai apa jalan Islam itu, yaitu  dengan 

menjadi seorang muslim kecuali jika anda kini sudah menjadi seorang muslim, dan 

mengikuti jalan ini . Tak seorang pun bisa membawa anda ke Islam dan tak ada 

seorang pun yang bisa mengeluarkan anda dari Islam. Allah berfirman dalam Qur'an 

bahwa tidak ada paksaan dalam transaksi kehidupan. Allah-lah Yang membuat jelas 

jalan yang lurus dari jalan yang bengkok -dan jalan yang lurus yaitu  jalan Islam, dan 

jalan itu setipis ujung pedang yang paling tajam. Inilah alasannya kenapa mereka 

yang arif yang mengikuti jalan ini bergantung pada Allah bagi kesuksesannya.  

Allah-lah yang membukakan hati untuk Islam. Anda tidak bisa membuat 

seseorang jadi muslim, walaupun mereka yang anda cintai. Hanya Allah yang 

memberikan kemampuan untuk membedakan antara kufr dan iman, antara apa yang 

diridhaiNya dan apa yang tidak diridhaiNya, antara apa yang haram dan apa yang 

halal, antara ucapan dan tindakan yang akan menghantarkan ke Api dengan ucapan 

dan tindakan yang akan menghantarkan ke Tainan.  

Yang terpenting, hanya Allah yang memberikan ilmu pengenalan kepada Allah, 

kepada siapa pun yang dikehendakiNya dan sekehendakNya. Anda tidak akan 

mendapatkan ilmu mengenal Allah dengan mencarinya, namun anda hanya akan 

mendapatkannya dengan memintanya. Maka janganlah mengandalkan perbuatan 

anda, tapi andalkanlah Allah.  

Pada hakikatnya segala sesuatu berasal dari Allah, termasuk setiap manusia 

dan segala perbuatannya. Seluruh alam semesta berasal dari Allah dan .akan kembali 

kepada Allah, dan tidak ada yang memuat Allah, tetapi Allah yang memuat segalanya, 

dan tidak ada zat atau gagasan di alam nyata maupun di alam gaib yang dapat 

disetarakan dengan Allah. Allah tidak menyerupai apa pun, Jika anda mempunyai 

suatu gagasan tentang Allah, maka Allah tidak seperti gagasan anda. Andalah 

gagasan Allah. Seluruh ciptaan yaitu  gagasan Allah. Untuk memahami perkara ini 

anda harus bersujud di hadapan Allah. Sebelum anda dapat berdiri, ruku, sujud, dan 

duduk di hadirat Allah, dengan cara yang sama sebagaimana Nabi Muhammad saw 

telah berdiri, ruku, sujud, dan duduk di hadirat Allah, maka anda belum dapat 

menghargai jalan Islam, ataupun memiliki ilmu sejati, yaitu ilmu mengenal yang Nyata, 

Allah.  

Mengapa para Yahudi dan Kristen tidak bisa memiliki ilmu sejati, yaitu ilmu 

mengenal yang Nyata, Allah, yaitu  sebab  mereka tidak melaksanakan shalat yang 

sama dengan shalat yang pernah dilaksanakan oleh para Nabi masing-masing, yaitu 

Nabi Musa as dan Nabi 'Isa as. Cara shalat Nabi Musa as dan Nabi 'Isa as, dan 

perkataan yang mereka ucapkan, sudah punah untuk selamanya. Sebaliknya 

shalatnya para Muslim, dan perkataan yang mereka ucapkan, yaitu  sama dengan 

shalat dan perkataan yang diucapkan oleh Nabi Muhammad saw. sebab  anda 

melafalkan Qu'ran, anda sedang melafalkan perkataan yang telah diucapkan oleh 

Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw, dan yang telah diucapkan oleh Nabi 

Muhammad saw kepada para sahabatnya ra.  

Pada hakikatnya segala sesuatu berasal dari Allah. Seluruh alam semesta, alam 

yang nyata maupun yang gaib -di mulk, di malakut 127 , dan di jabarut -yaitu  

pengejawantahan dari Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah, yang menampilkan 

Keindahan dan Keagungan Allah. Segala sesuatu yang dianggap baik oleh manusia, 

dan segala sesuatu yang dianggap buruk oleh manusia, semuanya berasal dari Allah, 

dengan keputusan Allah. Untuk memiliki ilmu pengenalan Allah, anda harus 

mencampakkan semua pertimbangan nilai dan semua pertimbangan "moral". Anda 

harus berhenti berfikir, agar hati anda mengambil alih. sebab  anda berhenti berpikir, 

kehidupan tidak akan berhenti -melainkan anda memandangnya dari sudut lain. 

Tenangkanlah pikiran dan belajarlah menyelami. Bersihkanlah hatimu dengan 

berzikir, agar anda dapat menemukan apa isi hatimu. Allah. Di hadits qudsi Allah 

berfirman melalui sabda Nabi Muhammad saw, "Seluruh alam semesta tidak bisa 

memuat Aku, tetapi hati seorang mu'min bisa memuat Aku." Pada hakikatnya yang 

                                                          

127

 Malakut: alam malaikat, dunia malaikat Kerajaan mahluk-mahluk gaib 

ada hanya Allah. Di hadits qudsi Allah berfirman melalui sabda Nabi Muhammad saw, 

"Laa ilaaha illallah artinya Aku dan hanyalah Aku". Ke mana pun anda memandang, di 

sanalah wajah Allah. Segala sesuatu akan berakhir, kecuali wajah Allah. Tidak ada 

kenyataan, hanya ada yang Nyata. Hanya ada Allah. Allah.  

Allah membimbing siapa pun yang dikehendakiNya, dan Allah menyesatkan 

siapa pun yang dikehendakiNya. Allah yang memberikan hidup dan Allah yang 

mencabut hidup. Allah yang menambah dan mengurangi nafkah. Di hadits qudsi Allah 

berfirman melalui sabda Nabi Muhammad saw, 'Aku mengirim orang ke Taman dan 

Aku tak peduli, Aku mengirim orang ke Api dan Aku tak peduli." Allah yaitu  pelaku 

anda dan perbuatan anda, dan anda bertanggungjawab atas perbuatan anda. Pada 

Hari Akhir anda tidak akan ditanya mengenai perbuatan orang lain, anda akan ditanya 

mengenai perbuatan anda, dan anda tidak akan memeriksa Allah, tapi Allah akan 

memeriksa anda, dan bergantung pada perbuatan anda di dunia ini, dan pada niat di 

balik perbuatan ini , dan pada prasangka anda kepada Allah, dan pada rahmat 

serta murka Allah, anda akan diperuntukkan ke Api, atau diperuntukkan ke Taman.  

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya untuk mengerjakan 

kebaikan atau keburukan, kecuali dari Allah. Tiada daya dan upaya, kecuali dari Allah. 

Anda tak berdaya -tapi putuskan pilihan anda sekarang juga.   

Satu-satunya cara untuk mengikuti jalan Islam yaitu  dengan bergaul bersama 

mereka yang berusaha sedaya-upaya untuk mengikuti contoh masyarakat muslim 

pertama yang telah berkumpul di sekeliling. Nabi Muhammad saw di Madina 

al-Munawarra. Pergaulan semacam itu hanya bisa ditemukan di sekeliling seseorang 

yang dicintai Allah, dan dia mencintai serta takwa kepada Allah, yaitu wali Allah, 

kawan dan kekasih Allah.  

Wali Allah yaitu  dia yang, setelah Nabi Muhammad saw, paling mendekati 

penghayatan dan pemahamannya kepada Qur'an dan Sunnah. Wali Allah yaitu  

laksana setetes dibanding samudera Nabi Muhammad saw. Wali Allah  yaitu  

pembimbing yang terbaik, sebab  Allah membimbing mereka yang dicintaiNya, dan 

tidak ada yang lebih dicintai Allah dibanding awliya. Awliya yaitu  mereka yang 

memiliki transaksi kehidupan islam yang hidup, beserta hikmah-hikmah yang 

dikandungnya, yang telah menyebar melalui mata rantai penyebaran orang ke orang 

yang tak terputus, dari Nabi Muhammad saw sampai kepada para wali Allah di masa 

kini.  

Awliya masa kini yaitu  mereka yang paling mengetahui dan mengamalkan 

jalan islam. Wali yang tertinggi derajatnya berjumpa dan bercakap dengan Nabi 

Muhammad saw baik dalam mimpi atau dalam pandangan128, dan ia menerima 

penegasan dan bimbingan kapan saja diperlukan. Pertolongan Nabi Muhammad saw 

menyertai mereka setiap saat. Ketinggian ilmu awliya mengenai jalan-jalannya 

-Muhammad -hanya bisa dibandingkan ketinggian ilmu mereka mengenai tujuan 

akhirnya -Allah. Awliya Allah mengenai Allah, inilah ilmu yang tertinggi, dan ilmu inilah 

yang memberikan mereka ketetapan pada hakikat kehidupan.  

Ketetapan ada tiga tahap. Tiga tahap ketetapan ini seumpama: Pertama, anda 

dikabari bahwa di hutan terjadi kebakaran -tanpa melihatnya anda percaya kepada 

orang yang mengabarkan; kedua, anda melihat sendiri kebakaran di hutan 

-mendengar gemeretaknya dan mencium asapnya dan merasakan panasnya, 

                                                          

128

 Keyakinan wali seperti ini merupakan keyakinan orang-orang sufi 

sehingga tidak tersisa lagi keraguan; dan terakhir, anda yaitu  api di hutan itu -secara 

mutlak diubah dan binasa oleh dan di dalamnya.  

Taraf awliya tertinggi129 mencapai tahap ketetapan akhir, arti dari pencapaian 

taraf itu yaitu  bahwa Allah mencintai mereka, dan sebab  Allah mencintai mereka, 

maka Allah yaitu  lidah yang mereka pakai berbicara, Allah yaitu  tangan yang 

mereka pakai memegang, Allah yaitu  kaki yang mereka pakai berjalan. sebab  

inilah keridhaan mereka yaitu  keridhaan Allah, dan bimbingan mereka yaitu  

bimbingan Allah, dan mereka yaitu  pembimbing yang terbaik, dan mereka tidak bisa 

disetarakan dengan sang Pembimbing, Allah.  

Dan dari antara awliya Allah-lah Mahdi akan muncul -seorang keturunan Nabi 

Muhammad saw. Mahdi yaitu  yang paling terbimbing di antara para pembimbing, 

dan seluruh Muslim sejati akan mengenai ini.  

  

Kita harus membedakan antara transaksi kehidupan islam yang hidup, yang 

telah tersebar dan dipelihara awliya, dengan agama Islam hampa yang dicipta dan 

diawetkan oleh mereka yang ilmunya didapat hanya dari artikel -artikel  belaka. Awliya 

pun memanfaatkan artikel -artikel , namun mereka tidak mengandalkannya. Ilmu mereka 

terbit dari taqwa kepada Allah dan atas Karunia Allah. Apabila ilmu anda bukan hasil 

ketaqwaan kepada Allah, maka anda telah tertipu. Seorang wali mulia di zaman 

lampau, Abu Yazid al-Bistami130, berkata kepada seorang yang hanya mengandalkan 

artikel -artikel  semata, “Anda mendapatkan ilmu dari yang mati, tetapi kami 

mendapatkan ilmu dari yang Hidup yang tak pernah mati." Seorang wali mulia lain di 

zaman lampau, Abu'l -'Abbas al-Mursi 131 , berkata, "Jika Nabi Muhammad saw 

meninggalkan tatapanku walau hanya sedetik, maka saya tidak akan menganggap 

diri saya sebagai muslim lagi."  

Setinggi-tingginya taraf yang dicapai oleh mereka yang hanya mengandalkan 

artikel -artikel  demi mendapatkan ilmu Islam, yaitu  kepastian tahap pertama. Mereka 

akan mencapai Taman, insya Allah, namun mereka bukanlah pembimbing yang 

terbaik. Bahayanya mengikuti mereka yaitu , bisa jadi akhirnya anda malah 

menyembah Islam bukan menyembah Allah, artinya anda menyalah-pahami jalan 

sebagai tujuan.  

Jalan Islam sudah sedemikian rupa, hingga dengannya anda bisa mencapai 

pengenalan kepada Allah, dan menyembah Allah, dan pengenalan terbaik kepada 

Allah yaitu  memahami Allah, dan seseorang yang memahami Allah akan 

menyembah Allah lebih mendalam dibanding dengan seseorang yang hanya memiliki 

pengetahuan -betapa pun banyaknya -mengenai Allah.  

Seburuk-buruknya, mereka yang hanya mengandalkan artikel -artikel  demi 

mendapatkan.ilmu Islam akan membelokkan anda dari Islam, sebab  mereka tidak 

selalu beramal dengan apa yang mereka ketahui. Gapailah ilmu hanya dari mereka 

yang beramal dengan apa yang mereka ketahui. Contohnya, apakah pemimpin 

                                                          

129

 Ini merupakan keyakinan wihdatul wujud dikalangan sufi 

130

 Merupakan tokoh sufi 

131

 Merupakan tokoh sufi 

masyarakat mereka seorang Amir132 -yang merupakan Sunnah dari Nabi Muhammad 

saw; ataukah masyarakat mereka dipimpin komite yang dipilih secara demokratis 

-yang merupakan sunnah para Yahudi dan Kristen?  

Apakah jika terjadi perselisihan antara dua anggota masyarakat, maka mereka 

menghadap Amir untuk memperoleh keputusan yang sesuai dengan Qur'an dan 

Sunnah -keputusan yang telah siap disepakati oleh mereka berdua, sejak sebelum 

mereka menerimanya; ataukah mereka bersandar pada sistem hukum kafir untuk 

mendapatkan keputusan dan penindakkannya?  

Apakah awal dan akhir bulan Ramadhan diumumkan kepada masyarakat oleh 

Amir -setelah dia sendiri yakin bahwa bulan baru telah terlihat oleh dua orang saksi 

yang terpercaya; ataukah perkara itu ditetapkan oleh panitia yang sebenarnya sudah 

menyepakati tanggal-tanggal awal dan akhir bulan Ramadhan sebelumnya, setelah 

mengacu pada almanak astronomi yang hanya bisa mencatat prakiraan ilmiah 

mengenai daur kebiasaan kelahiran bulan baru -tapi bukan sebab  bulan baru itu dapat 

dilihat, dan yang pasti bukan kapan bulan baru itu akan betul-betul terlihat?  

Apakah pengumpulan dan penyaluran zakat diawasi oleh Amir; ataukah oleh 

suatu panitia yang membiarkan perkara ini kepada hati nurani dan pilihan masyarakat 

masing-masing, membiarkan setiap orang menakar zakatnya sendiri lalu 

mencemplungkannya ke kotak sumbangan di masjid atau disumbangkan sekehendak 

masing-masing -dan dengan gampang mengabaikan mereka yang menolak atau lalai 

untuk menunaikan kewajiban ini?  

Apakah Imam 133  yang memimpin sholat berjemaah juga sang Amir atau 

seseorang yang ditunjuk oleh Amir; ataukah Imam itu ditunjuk oleh dewan masjid 

yang mengupahinya? Apakah di mesjid umum tersedia sarana-sarana terpisah untuk 

pria dan wanita; ataukah mereka bercampur bebas -yang merupakan sunnah para 

Kristen; ataukah mesjid menjadi tempat "khusus pria" -yang merupakan sunnah para 

Yahudi?  

Dengan kata lain, apakah masyarakat itu memiliki Islam pada tingkah-lakunya 

sebagaimana pada lidahnya? Biasanya mereka yang memiliki islam pada 

tingkah-lakunya, juga berzikir dengan lidahnya dan dalam hatinya. Pertanda mereka 

yang sedang menempuh jalan hidup Nabi Muhammad saw, dan pertanda mereka 

yang sedang mengikuti contoh p'ara pendahulunya – yaitu para Yahudi dan Kristen, 

seperti kadal kabur ke liangnya -yaitu  teramat jelas, bagi siapa pun yang mau 

melihatnya,  

Gapailah ilmu hanya dari mereka yang perbuatannya dan perkataannya sama. 

Di zaman jahiliyah perkataan seorang disalah-pahami sebagai perbuatannya. 

Manusia sejenis ini tidak berbuat sebab  keyakinan tapi sebab  kemudahan. Mereka 

takut kepada selain Allah dan mereka tidak takut kepada Allah. Mereka ini yaitu  

mahkluk bingung dan akan membingungkan siapa pun yang mendengarkan atau 

mengikuti mereka, Nabi Muhammad saw bersabda bahwa, akan ada orang-orang 

yang mempunyai al-Qur'an di lidahnya, tapi tidak ada di hatinya maupun pada 

                                                          

132

 Amir yaitu  seseorang yang mengambil keputusan terakhir; sumber kepemimpinan dalam setiap 

saat dan keadaan. Bilamana ada sekelompok Muslim maka yaitu  Sunnah untuk memilih seorang 

Amir dari antara mereka sendiri. 

133

 Imam: berarti seseorang yang memimpin shalat berjama'ah. Dan pada masyarakat Muslim pertama 

di Madmah al-Munawwara, Imam yaitu  Amir juga. 

perbuatannya, Beliau menyatakan bahwa mereka yaitu  manusia yang terburuk di 

dunia. Mereka yaitu  munafiqun, para penjilat, calon penghuni Api yang paling 

dalam. Salah satu pertanda mereka yaitu , mereka tidak mempunyai ketakutan di 

hatinya bahwa mungkin ada kemunafikan dalam hati mereka. Terkadang, mereka 

juga dapat dikenal sebab  biasanya mereka mengganggap dirinya sebagai "pakar" 

Islam -sebagaimana para pakar kafir mengganggap dirinya sebagai "pakar" di bidang 

tertentu -dan ini akhirnya sering membuat mereka mengagungkan diri dan menghujat 

mu'minun.  

Walaupun mereka memakai  kosa kata "islami", lembaga-lembaga yang 

para munafiqun rintis atau dukung sebenarnya dibentuk berasaskan 

lembaga-lernbaga sistem kafir, yaitu sistem Dajjal. Bahkan serumpun. Kini, 

lembaga-lembaga semacam itu biasa ditemukan di persada-persada Muslim yang 

pemerintahannya dibentuk berasaskan model-model kafir bahkan dikendalikan oleh 

sistem kafir, yaitu sistem Dajjal. Para munafiqun kerap digunakan oleh pemerintahan 

yang korup guna menimba persetujuan dan penerimaan khalayak padanya, dengan 

menjanjikan khalayak bahwa pemerintahan-pemerintahan ini yaitu  "islami".  

Sebagaimana yang dilakukan pada khalayak di negara-negara kafir agar 

mereka menerima sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, yaitu dengan cara membuat 

khalayak percaya kepada omongan para "pakar"nya, begitu juga khalayak di 

persada-persada Muslim dibujuk agar menerima perembesan sistem itu ke dalam 

negeri-negeri mereka, sebab  khalayak telah dibuat percaya oleh para pakar 

"islami"nya yang mengatakan bahwa tata-cara kafirun yang dipakai 

pemerintahan-pemerintahan mereka yaitu  "islami".  

Allah tidak selalu menampilkan siapa-siapa yang munafiq, tetapi sudah pasti jati 

diri mereka akan muncul dengan sendirinya bilamana ada perseteruan langsung 

antara kufr dan iman sebab  pada saat itu para munafiqun selalu memihak kufr dan 

melawan para Muslim. Ini pertanda yang paten terhadap kebebalan mereka dan 

tipisnya keyakinan mereka kepada Allah, hanya sebab  mereka memihak kafirun: 

mereka pikir kafirun akan menang!  

Merek Islam intelektual yang mereka pertahankan tiada hubungannya dengan 

transaksi Islam yang hidup (sebagaimana yang diejawantahkan oleh Nabi 

Muhammad dan masyarakat awal Madina al-Munawwara) semata-mata sebab  

mereka mengatakan begini dan mengamalkan selainnya. Agama Islam yang 

merupakan hasil produksi mereka, tak kurang dan tak lebih dari kufr dalam samaran, 

persis seperti agama-agama modern Yahudi dan Kristen yang juga merupakan kufr 

dalam samaran.  

Salah satu ciri khas yang dimiliki oleh ketiga agama jadi-jadian di atas yaitu  

semuanya digalang oleh hirarki elit penguasa sebagai rahib-rahib yang ternyata (tapi 

tidak semua) para freemason. Semua berciri khas bahwa semua tidak menentang 

sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, tapi malah mendukungnya, dan biasanya 

memberikan kesan terhormat dan terpandang pada sebagian upacara-upacara kafir 

ataupun acara-acara penduduk dengan cara melaksanakan upacara-upacara 

keagamaan atau bahkan pendapat-pendapat "sah" yang tertulis. Sebenarnya, 

mereka yaitu  bagian dari panggung sandiwara yang dibuat untuk khalayak ramai, 

dalam rangka menyarukan kegiatan-kegiatan elit penguasa freemason yang 

sebenarnya.  

Tentu saja ada di antara para anggota petinggi ketiga agama itu yang tulus 

dalam pengamalannya dan benar-benar beribadat pada Tuhan, tetapi andaikan 

mereka mau melihat ajaran Nabinya masing-masing dengan lebih seksama, mereka 

akan lihat bahwa tiada di antara Nabi-Nabi mereka -bahkan di antara semua Nabi 

-yang memulai sebuah kerahiban, di mana mereka mengatakan "anda perlu kami" 

agar dapat mencapai Allah.   

Transaksi dengan Allah yang asli yaitu  langsung antara anda dengan Allah, 

tanpa perantara. Seluruh hidupmu yaitu  antara dirimu dengan Allah. Mereka yang 

punya sarana kepada transaksi kehidupan Islam yang hidup tahu hal ini.   

Ajaran Nabi Muhammad saw yaitu  satu-satunya ajaran Kenabian yang utuh di 

masa ini, sebab  awliya yang telah memancar-teruskan ajaran ini semuanya. Muslim. 

Anda tidak bisa menemukan mereka yang memahami Allah di antara para Hindu, 

Budha, Magian (kasta kerahiban Persia kuno), Yahudi, maupun Kristen, sebab  

pemahaman Allah hanya dapat dicapai oleh seseorang yang punya sarana ke (dan 

mengikuti) ajaran Kenabian yang utuh. Seluruh ajaran Kenabian yang dahulu pernah 

diikuti dengan sempurna, jauh sebelum Nabi Muhammad saw diutus, telah hilang atau 

diubah, atau berhasil dilumpuhkan sistem kafir yaitu sistem Dajjal, atau malah diserap 

kedalamnya -dan pernyataan ini juga berlaku bagi mereka yang telah mengubah 

ajaran asli Islam menjadi sebuah agama jadi-jadian.  

Segelintir Yahudi yang masih mengaku diturunkan langsung dari bani Israel 

yang dipimpin oleh Musa as, beserta para Yahudi yang bukan Yahudi itu -yaitu para 

keturunan Khazar atau keturunan Yahudi Oriental dan Sephardic yang telah kawin 

campur dengan ras-ras lainnya -semuanya tidak mengikuti perike-hidupan yang telah 

diejawantahkan oleh Nabi Musa as. Para Kristen -baik yang Unitarian maupun Trinitas 

-tidak mengikuti perikehidupan yang telah dieja-wantahkan oleh Nabi 'Isa as. 

artikel -artikel  yang digunakan para Yahudi, para Yahudi yang bukan Yahudi, maupun 

para Kristen, semuanya tidak dapat diandalkan sebab  dari dahulu telah diubah dan 

disensor oleh para rahib korup, yang melaksanakan perubahan-perubahan itu demi 

selaras dengan para penguasa kafir, dan demi sedikit uang sampingan.  

Apalagi sebenarnya dalam kedua kasus bukan wahyu yang aslinya yang telah 

diubah: Pada kasus Yahudi, pernah datang satu saat dalam sejarah mereka -sekitar 

enam abad setelah Musa as wafat -di mana semua salinan Kitab Taurat yang lengkap 

telah dilumatkan oleh tentara-tentara Nebuchadnezzar saat ia memporak-porandakan 

Jerusalem pada tahun 586 sebelum masehi (SM). Lalu para Yahudi berusaha untuk 

memulihkan Taurat dengan mengumpulkan semua sisa yang ada ditambah dengan 

serpihan-serpihan yang dihapalkan oleh para rabi (rahib Yahudi). Ternyata tidak pulih. 

Bagaimanapun, mereka tetap mencoba merangkum dari sebanyak mungkin serpihan 

dan bagian yang ada. Kumpulan serpihan inilah yang dipegang dan digalang oleh 

Ezra saat pemulauan134 para Yahudi ke Babilonia pada abad ke 5 SM, dan kitab inilah 

yang juga dibawanya ke Jerusalem pada 458 SM -sayang, umumnya diakui juga 

bahwa hasil rangkuman ini pun dilumatkan saat Antiochus Epeplianus 

memporak-porandakan Jerusalem pada tahun 161 SM.  

Menarik kiranya kita catat secara sepintas bahwa sebelum pemulauan ke 

Babilonia, hanya satu kitab yang ada dalam bentuk tulisan, yaitu kitab 

                                                          

134

 Proses, cara, perbuatan memulaukan; pengasingan; pemboikotan. (KBBI) 

Deuteronomy 135  -yang telah ditulis pada tahun 621 SM dan juga dibacakan ke 

khalayak di Kuil di Jerusalem. Sebelum ini, yaitu selama enam abad sebelumnya, 

pengajaran Yahudi dan sejarahnya disinambungkan melalui penyampaian lisan. 

Douglas Reed menulis di artikel nya The Controversy of Zion:  

Berarti, Deuteronomy yang muncul sebagai kitab kelima dalam Bibel masa 

kini, dengan isinya yang berkesan berkelanjutan dari kitab-kitab 

sebelumnya, ternyata yaitu  kitab yang paling pertama dirampungkan. 

Dan walaupun kitab-kitab Genesis dan Exodus memberikan latar belakang 

sejarah dan batu Ioncatan kepadanya, ternyata kitab-kitab ini 

dirampungkan kemudian oleh para Levites, bahkan kitab-kitab Taurat 

lainnya yaitu Leviticus dan Numbers disusun jauh kemudian.  

Walaupun Taurat yang asli berhasil dihapal dengan baik di hati oleh para Levites 

selama berabad -abad tanpa adanya kesalahan dan perubahan -yang sepertinya tak 

rnungkin -kenyataannya ini: sebagian besar isi kelima kitab itu -dan tentunya semua 

kitab-kitab lain dalam rangkuman Perjanjian Lama -ada dalam bentuk aneka kisah 

dan kesaksian mengenai apa yang terjadi sebelum, sewaktu dan sesudah hidupnya 

Musa as, dan dengan demikian tentu tidak mungkin menyampaikan pesan mengenai 

apa yang diwahyukan ke Musa as di Bukit Tursina. Uraian yang ada di kitab-kitab ini 

lebih berbentuk "sejarah" Bani Israel.  

Selama empat abad antara 450 dan 50 SM, dan khususnya pada saat 

rangkumannya Ezra dilumatkan oleh Antiochus saat ia menyerbu Jerusalem pada 

tahun 161 SM, kitab yang dinamai Taurat -beserta semua kitab tambahan yang 

disumbarkan sebagai catatan sejarah Bani Israel setelah wafatnya Musa, yang kerap 

ditulis dan dirangkum dari aneka sumber berabad-abad setelah kejadian-kejadian 

yang ditulis terjadi -terus-menerus ditulis, ditulis-ulang, dan direvisi, yang kemudian 

semakin berubah akibat penanganan para rabi korup yang ingin membengkokkan 

hukum, yang asalnya diturunkan dari transaksi kehidupan islam asli bawaan Nabi 

Musa as.  

Bagai kupasan Dr. Maurice Bucaille dalam artikel nya: The Bible, the Qur'an and 

Science, bahwa pada saat torehan-torehan Ibrani diterjemahkan ke dalam bahasa 

Yunani oleh, katanya, tujuhpuluh dua rabi Yahudi di Alexandria, yaitu di antara 275 

sampai 150 SM, torehan-torehan tadi tidak lagi sepenuhnya menyampaikan ajaran 

Musa -bahkan sudah demikian sejak lama sekali:  

Sekitar abad ketiga SM, setidaknya ada tiga bentuk torehan Ibrani: tulisan 

Masoretic, yaitu tulisan yang digunakan (walaupun sebagian) untuk 

menghasilkan terjemah Yunani dan The Samaritan Pentateuch (lima ajaran 

Samaritan). Pada abad pertama SM, ada kecenderungan untuk 

membangun hanya satu tulisan saja, tetapi baru pada satu abad setelah 

Kristus, tulisan yang digunakan dalam Bibel dirangkum.  

Andaikan kita punya ketiga-tiga bentuk tulisan, maka perbandingan pasti 

bisa dilaksanakan, dan bisa saja kita mencapai persetujuan mengenai apa 

kiranya isi tulisan yang asli. Sayangnya, kita tidak punya sedikit pun 

gambaran. Kecuali The Dead Sea Scrolls (piagam-piagam di laut mati yang 

ditemukan di gua Qumran), bertanggal sebelum kedatangan 'Isa; sebuah 

                                                          

135

 Deuteronomy atau Kitab Ulangan yaitu  kitab kelima daripada tanakh dan juga kitab Taurat. Dalam 

bahasa Ibrani, disebut sebagai Devarim ("kata-kata"), dari kalimat permulaan "Eleh ha-devarim." 

(wikipedia -localholic). 

papyrus (kertas) yang berisi The Ten Commandments (sepuluh 

perintah-perintah), yang bertanggal abad kedua Masehi, yang isinya ada 

beberapa versi yang diambil dari tulisan aslinya; dan beberapa serpihan 

dari abad kelima Masehi (Geniza dari Kairo), yaitu Bibel tulisan Ibrani yang 

tertua yang pernah diketahui (abad kesembilan Masehi).  

Dr, Bucaille melanjutkan:  

Perjanjian Lama yaitu  kumpulan karya-karya berisikan berbagai gaya 

tulisan dengan panjang yang berbeda-beda. Karya-karya itu ditulis dalam 

berbagai bahasa dan dalam kurun waktu lebih dari sembilan ratus tahun, 

dan didasari penyampaian-penyampaian lisan. Banyak di antara 

karya-karya ini diperbaiki dan dirampungkan seiring dengan 

kejadian-kejadian atau keperluan-keperluan khusus, dan kerap pada 

masa-masa yang amat berjauhan di antaranya.  

Dr. Bucaille menyimpulkan:  

Wahyu tentu bercampur-baur ke dalam semua tulisan-tulisan ini, tetapi apa 

yang kita punya sekarang sebenarnya yaitu  apa yang manusia anggap 

baik untuk diteruskan. Orang-orang ini telah memanipulasi tulisan-tulisan 

mereka demi mencapai kepuasan diri mereka sendiri, dan tergantung 

dengan keadaan dan keperluan mereka sendiri.  

Di artikel nya The Controversy of Zion, Douglas Reed mengutip Josef Kastein 

(alias Julius Katzenstein) dari artikel nya History and Destiny of the Jews bahwa 

terjemahan bahasa Yunani dilaksanakan dengan "sebuah tujuan yang jelas, agar 

dapat dimengerti oleh para Yunani; ini mengakibatkan pengaburan dan pemelintiran 

kata-kata, perubahan makna-makna, dan kerapnya penggantian istilah-istilah dan 

gagasan-gagasan umum kepada istilah-istilah dan gagasan-gagasan lokal dan 

nasional (Yunani)." Setelah mengupas apa kiranya maksud utama dalam 

penerjemahan ini, bahwa tentu sebab  pada saat itu masyarakat Yahudi yang 

terbesar berkumpul di Alexandria, dan bahwa tentu di situ bahasa Yunani menjadi 

bahasa mereka sehari-hari, dan bahwa "sebagian besar dari mereka tidak bisa 

memahami lagi bahasa Ibrani dan dengan demikian memerlukan adanya versi Hukum 

bahasa Yunani untuk penafsiran-penafsiran kerahiban mereka," Douglas Reed 

mengamati:  

Apabila kita lihat perubahan-perubahan yang dibuat saat penerjemahan 

(lihat kutipan Dr. Kastein di atas), tiada seorang pun kecuali para rabi 

Yahudi yang bisa tahu seberapa dekat Perjanjian Lama yang asli (dan 

berbahasa Ibrani-Aramaik) dibanding dengan versi-versi yang diturunkan 

dari terjemahan Yunani yang digunakan Bibel. Jelaslah banyak perubahan 

yang mendasar telah dibuat, dan bahwa sangat berbeda dengan "Taurat 

lisan", dengan lanjutan Talmud-nya, sehingga dunia Gentile136 (Kristen) 

tentu tidak pernah tahu Hukum Yahudi yang sebenarnya.  

 Talmud, yang dikatakan mencatat tradisi-tradisi lisan dari Nabi Musa as, belum 

muncul dalam bentuk tulisan hingga tujuhbelas abad setelah wafatnya Nabi Musa as, 

dan sekurang-kurangnya sembilan abad setelah Taurat dalam bentuk aslinya sirna: 

                                                          

136

 Gentile; orang dari bangsa non-Yahudi atau non-Yahudi dalam hal kepercayaan; terutama: seorang 

Kristen yang dibedakan dari seorang Yahudi (merriam-webster.com); Kafir (Google Translate). 

(localholic). 

Mishnah137, yang dikatakan bentuk tertulis riwayat-riwayat lisan dari Musa as, belum 

disusun seperti bentuk yang ada kini hingga abad ketiga Masehi. Dua ulasan atas 

Mishnah, yaitu Gemara Jerusalem, dan Gemara Babilonia, belum diselesaikan 

sehingga abad kelima dan abad ketujuh Masehi, sementara ulasan atas ulasan 

ini , catatan Midrash yang lengkap, telah di tulis antara tahun 400 dan 1200 M.  

sebab  ulasan-ulasan ini  begitu panjang dan rinci maka lahirlah usaha 

untuk mengkodifikasikannya. Yang paling terkenal yaitu  The Code of Maimo-nides 

dihimpun pada abad ke 12 M, The Code of Jacob ben Asher (disebut The Turim) 

diselesaikan pada abad ke14 M, dan The Code of Joseph Caro (disebut The Shulchan 

Aruch) dihimpun pada abad ke 16 M.  

Tentu, satu-satunya artikel  yang kini tidak ada yaitu  Tauratnya Musa, wahyu asli 

yang diterimanya dari Allah, dalam bahasa asli seperti saat diwahyukannya, sehingga 

dengannya keaslian dan ketepatan semua terjemahan dan tafsiran darinya dapat 

dipastikan dan dinilai merujuk kepadanya kapan saja diperlukan.   

Mengenai Kristen, tampaknya kitab Injil, yaitu Gospel, yang diwahyukan kepada 

Nabi 'Isa as tidak pernah ditulis pada lembaran perkamen maupun papirus. Kini, 

jelaslah tidak ada artikel  berjudul The Gospel of Jesus yang ditulis dalam bahasa 

Aramaik, bahasa asli beliau. Kalau pun ada, berarti para Kristen membisu. 

Sebaliknya, muncul Perjanjian Baru yang berisi empat gospel resmi versi mereka 

yang bahkan belum pernah berjumpa dengan Nabi 'Isa as, yang kerap kali 

bertentangan satu sama lainnya, disatukan bersama ajaran Paul(us) yang juga tidak 

pernah berjumpa dengan Nabi Isa as, yang bahkan terang-terangan menentang 

transaksi kehidupan islam asli yang dibawa oleh Nabi 'Isa as, artikel  inilah yang 

kemudian dihimpun dan diubah oleh para pendeta korup zaman dahulu yang 

berusaha menambahi dan mempercantik ajaran asli Nabi 'Isa as, sehingga 

hampir-hampir tidak bisa dikenali, supaya agama baru mereka lebih dapat 

disesuaikan dengan kehendak para penguasa kafir dan jemaatnya.  

Barangkali dua perubahan yang paling menghebohkan yaitu : pertama, 

satu-satunya penyisipan yang menyebut-nyebut doktrin Paulus tentang Trinitas (I 

John 5:7), dan kedua, satu-satunya penyisipan yang menyebut-nyebut doktrin Paulus 

tentang Inkarnasi (Penjelmaan Tuhan dalam badan Yesus -I Timothy 3:16) -yang 

kedua-duanya telah terbukti mutlak sebagai pemalsuan, di antara-nya oleh Sir Isaac 

Newton, dan yang tidak pernah disinggung sepanjang perdebatan teologis sengit 

yang berlangsung tiga abad setelah gaibnya Nabi 'Isa as, semata-mata sebab  kedua 

ayat ini belum ada pada rnasa itu!  

Menurut terjemahan bahasa Inggris dari versi bahasa Itali artikel  Gospel of 

Barnabas -yang sebagaimana gospel-gospel lain yang resmi diakui, tidak dapat 

disahkan keasliannya sebab  ketiadaan kitab aslinya -Injil memang belum pernah 

"dikertaskan", tetapi diwahyukan kepada Nabi 'Isa as melalui malaikat Jibril dalam 

bentuk penglihatan, mengambil bentuk seperti sumur ilmu di dalam hatinya, yang 

dapai diambil kapan saja dia menghendaki, dan yang merupakan perangkat yang 

digunakan beliau untuk menghembuskan nyawa baru pada hukum-hukum asli Nabi 

Musa as, yang harus selalu diingat, harus dihidupkan dan ditegakkan kembali di 

antara keduabelas kaum dan Bani Israel -dan bukan untuk mengubahnya "setitik atau 

secoret pun".  

                                                          

137

 Mishnah (Ibrani משנה , "pengulangan"), yaitu  catatan tulisan dari Hukum Lisan Taurat dari 

orang-orang Yahudi dari generasi ke generasi. (wikipedia - localholic). 

Hal ini menyusahkan para rahib Yahudi yang, sebelum munculnya Nabi 'Isa as, 

telah menyatakan dirinya sebagai para penjaga asli keaslian ajaran Nabi Musa as, 

yang memakai kerahiban mereka sebagai alat kepemimpinan dan mata 

pencahariannya. Nabi 'Isa as telah membongkar kemunafiqan mereka dan dengan 

demikian mengancam sumber kekuasaan dan kekayaan mereka, sehingga mereka 

begitu ganas menentang beliau. Dengan munculnya Nabi 'Isa as, maka seluruh 

penggambaran yang menyeleweng -dan perubahan atas pengajaran asli Nabi Musa 

as yang secara bertahap disisipkan oleh para rahib Yahudi selama sembilan abad 

sejak berakhirnya kerajaan Nabi Sulaiman as -tiba-tiba terancam dibongkar dan 

hirarki mereka terancam runtuh. sebab  inilah mereka menolak Nabi 'Isa as, dan 

merencanakan bers