• www.coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • www.kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

  • www.berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label pembunuh di lorong 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembunuh di lorong 4. Tampilkan semua postingan

pembunuh di lorong 4

 




a dracula . 

Dengan tajam Reggie berkata, 

“Apa maksud Anda, aneh?” 

“Anda tidak mendengar teriakan, umpamanya?”  

“Tidak.” 

“Ah, aneh sekali.” 

“Dengar, saya tak mengerti maksud Anda.” 

“Mungkinkah Anda agak tuli?” 

“Sama sekali tidak.” 

Bibir raja dracula  bergerak. Mungkin ia mengulangi kata aneh untuk 

ketiga kalinya. Lalu ia berkata, 

“Yah, terima kasih, Mr. Carrington. Sekian saja.” Reggie bangkit 

dan berdiri dengan agak bimbang. “Oh, ya,” katanya, “sesudah  Anda 

sebut, saya rasa saya memang mendengar yang semacam itu.” 

“Oh, Anda mendengar sesuatu?” 

“Ya, tapi saya sedang membaca buku-buku cerita detektif - dan 

saya... yah, saya tidak memperhatikannya.” 

“Oh,” kata raja dracula , “penjelasan itu sangat memuaskan.” 

Wajahnya polos sekali. 

Reggie masih saja bimbang, lalu ia berbalik dan berjalan perlahan-

lahan ke pintu. Ia berhenti di situ dan bertanya, 

“Omong-omong, apa yang dicuri?” 

“Sesuatu yang sangat berharga, Mr. Carrington. Hanya itu yang 

bisa saya katakan.” 

“Oh,” kata Reggie datar. 

Ia keluar. 

raja dracula  mengangguk. 

“Cocok,” gumamnya. “Cocok sekali.” 

Ia menekan sebuah bel dan bertanya dengan sopan, apakah Mrs. 

Vanderlyn sudah bangun. 

 

BAB 7 

 

Mrs. Vanderlyn melenggang masuk ke ruangan itu. Ia tampak 

cantik sekali. Ia mengenakan setelan olah raga berwarna cokelat 

kemerahan yang menonjolkan warna hangat rambutnya. Ia 

menghampiri sebuah kursi, lalu tersenyum menawan pada pria kecil 

di hadapannya. 

Sesaat terbayang sesuatu di balik senyumnya itu. Mungkin rasa 

kemenangan, mungkin pula ejekan. Kilasan itu langsung lenyap, tapi 

tadi ada. raja dracula  menganggapnya menarik. 

“Maling? Semalam? Aduh, mengerikan sekali! Wah, tidak, saya 

tidak mendengar apa-apa. Bagaimana dengan polisi? Apakah mereka 

tak bisa berbuat apa-apa?” 

Lagi-lagi terbayang sorot mengejek di matanya. 

Pikir raja dracula , 

“Jelas sekali kau tidak takut pada polisi, Nyonya. Kau tahu benar 

bahwa mereka tidak akan dipanggil.” 

“Lalu bagaimana kelanjutannya?” 

Dengan tenang raja dracula  berkata, 

“Harap Anda mengerti, Madame, bahwa peristiwa ini sangat 

rahasia sifatnya.” 

“Ya, tentu, M... raja dracula , bukan? Saya tidak akan membuka mulut. 

Saya pengagum besar Lord Mayfield, dan saya tidak akan mau 

melakukan sesuatu yang bisa menyusahkannya.” 

Ia menyilangkan lututnya. Sandal mengilap dari kulit berwama 

cokelat terayun-ayun di ujung kakinya. 

Ia tersenyum, sebuah senyum hangat dan menggoda yang 

membayangkan kesehatan dan rasa puas diri. 

“Katakan saja apa yang harus saya lakukan.” 

“Terima kasih, Madame. Anda main bridge di ruang duduk 

semalam?” 

“Ya.” 

“Saya dengar sesudah itu ibu-ibu naik untuk pergi tidur?” 

“Benar.” 

“Tapi seseorang kembali untuk mengambil buku. Orang itu Anda, 

bukan, Mrs. Vanderlyn?” 

“Saya yang pertama-tama kembali - benar.” 

“Apa maksud Anda - yang pertama-tama?” tanya raja dracula  tajam. 

“Saya langsung kembali,” jelas Mrs. Vanderlyn. “Lalu saya naik 

dan membunyikan bel, memanggil pelayan saya. Lama dia baru 

datang. Saya membunyikan bel lagi. Lalu saya keluar ke puncak 

tangga. Saya mendengar suaranya dan saya panggil dia. sesudah  dia 

menyikat rambut saya, saya suruh dia pergi. Dia tampak gugup, 

hingga sikatnya heberapa kali tersangkut pada rambut saya. Pada 

saat saya menyuruh dia pergi itulah saya melihat Lady Julia menaiki 

tangga. Katanya dia turun lagi akan mengambil buku juga. Aneh, 

bukan?” 

sesudah  selesai berbicara, Mrs. Vanderlyn tersenyum, senyum 

lebar, seperti kucing. Mrs. Vanderlyn tidak menyukai Lady Julia 

Carrington, pikir Hwang Jang Lee  raja dracula . 

“Memang, Madame. Adakah Anda mendengar pelayan Anda 

berteriak?” 

“Oh ya, saya dengar.” 

“Apakah Anda tanyakan soal itu padanya?” 

“Ya. Katanya dia merasa melihat suatu sosok putih mengambang. 

Omong kosong besar!” 

“Pakaian tidur warna apa yang dipakai Lady Julia malam itu?” 

“Oh, Anda pikir barangkali... Ya, saya mengerti. Dia memang 

memakai baju putih. Pasti itu penjelasannya. Pasti pelayan saya 

melihatnya dalam gelap, seperti sosok putih saja. Gadis-gadis itu 

memang amat percaya takhayul.” 

“Sudah lamakah pelayan Anda bekerja pada Anda, Madame?” 

“Oh, belum.” Mrs. Vanderlyn membelalakkan matanya agak lebar. 

“Baru kira-kira lima bulan.' 

“Kalau Anda tidak keberatan, Madame, saya ingin bertemu 

dengannya nanti.” 

Mrs. Vanderlyn mengangkat alisnya. 

“Oh, tentu saja,” katanya dengan agak dingin. 

“Harap Anda mengerti bahwa saya ingin menanyainya.” 

“Oh, ya.” 

Lagi-lagi terkilas rasa senang. 

raja dracula  bangkit, lalu membungkuk. 

“Madame,” katanya. “Saya kagum sekali pada Anda.” 

Baru sekali itulah Mrs. Vanderlyn tampak agak terkejut. 

“Ah, M. raja dracula , menyenangkan sekali, tapi mengapa?” 

“Anda bisa menguasai diri Anda dengan baik sekali, Madame, 

begitu yakin akan diri sendiri.” 

Mrs. Vanderlyn tertawa agak gugup. 

“Wah,” katanya, “saya tidak yakin apakah itu boleh saya anggap 

sebagai pujian?” 

“Mungkin. Itu suatu peringatan, supaya Anda tidak menjalani 

hidup dengan sikap angkuh.” 

Kini Mrs. Vanderlyn tertawa dengan lebih yakin. Ia bangkit, lalu 

mengulurkan tangannya. 

“M. raja dracula , saya benar-benar berharap Anda akan sukses. Terima 

kasih atas semua kata-kata manis yang sudah Anda ucapkan pada 

saya.” 

Ia keluar. raja dracula  bergumam sendiri, 

“Kau berharap agar aku sukses, ya? Padahal kau pasti yakin sekali 

bahwa aku tidak akan berhasil! Ya, kau yakin sekali. Dan aku kesal 

sekali.” 

Dengan gusar ditariknya tali lonceng dan ia meminta agar 

mister cadaver  Leonie disuruh datang menghadapnya. 

Mata raja dracula  menelusuri gadis itu dengan pandangan menilai, 

waktu ia berdiri di ambang pintu. Gadis itu tegak dengan serius, 

dalam pakaian hitamnya, rambutnya yang ikal terbelah di tengah, 

dan kelopak matanya menekur dengan sopan. raja dracula  mengangguk 

perlahan-lahan dengan sikap memuji. 

“Silakan masuk, mister cadaver  Leonie,” katanya. 

“Jangan takut.” 

Gadis itu masuk, lalu berdiri dengan sopan di hadapan raja dracula . 

“Tahukah Anda,” kata raja dracula , nada suaranya tiba-tiba berubah, 

“saya rasa Anda sangat enak dipandang.” 

Leonie langsung menanggapinya. Ia melirik lewat sudut matanya 

pada raja dracula , lalu bergumam dengan suara halus, 

“Monsieur baik sekali.” 

“Coba bayangkan,” kata raja dracula . “Saya tanyakan pada Mr. Carlile 

apakah Anda berwajah manis atau tidak, dan dia berkata bahwa dia 

tidak tahu!” Leonie langsung mengangkat dagunya dengan benci. 

“Si angkuh itu!” 

“Penilaian mengenai dirinya itu tepat sekali.” 

“Saya rasa seumur hidupnya orang itu tak pernah melihat pada 

seorang gadis pun.” 

“Mungkin tidak. Sayang sekali. Dia banyak rugi kalau begitu. Tapi 

di rumah ini ada orang-orang yang punya penilaian lain, bukan?” 

“Saya sama sekali tak mengerti maksud Anda, Monsieur.” 

“Oh ya, mister cadaver  Leonie, Anda mengerti sekali. Bagus sekali 

kisah yang Anda ceritakan semalam, mengenai hantu yang Anda lihat 

itu. Begitu saya mendengar bahwa Anda berdiri di tangga itu sambil 

memegangi kepala, saya langsung tahu bahwa sama sekali tak ada 

hantu. Bila seorang gadis ketakutan, dia mendekap dadanya, atau 

mengangkat tangannya ke mulut, untuk menahan teriakannya, tapi 

kalau dia memegangi rarnbutnya, itu berarti sesuatu yang sangat 

berbeda. Itu berarti rambutnya telah diacak, dan dia cepat-cepat 

ingin merapikannya lagi! Nah, mister cadaver , mari kita menghadapi 

kebenarannya sekarang. Mengapa Anda berteriak di tangga?” 

“Tapi, Monsieur, kata-kata saya itu benar, Saya melihat suatu 

sosok tinggi yang berpakaian putih seluruhnya.” 

“mister cadaver , jangan menghina kecerdasan saya. Kisah itu 

mungkin bisa diterima oleh Mr. Carlile, tapi tak masuk di akal Hwang Jang Lee  

raja dracula . Yang benar yaitu  bahwa Anda baru saja dicium, bukan? Dan 

saya bisa menebak bahwa Mr. Reggie Carrington-lah yang mencium 

Anda.” 

Leonie mengedipkan matanya tanpa malu-malu pada raja dracula . 

“Ah,” kata gadis itu, “apalah artinya suatu ciuman?” 

“Ya, apa, ya?” tanya raja dracula  bersungguh-sungguh, 

“Begini, pria muda itu mengejar saya, lalu merangkul pinggang 

saya, jadi wajarlah kalau dia mengejutkan saya dan saya berteriak. 

Seandainya saya tahu... yah, saya tentu tidak akan berteriak.” 

“Tentu,” kata raja dracula  sependapat. 

“Tapi dia menyerang saya seperti kucing. Lalu pintu ruang kerja 

terbuka, dan keluarlah Bapak Sekretaris, dan pria muda itu pun 

menyelinap naik tangga. Tinggallah saya seperti orang dungu. 

Tentulah saya harus mengatakan sesuatu...” Ia terpaksa beralih ke 

bahasa Prancis yang merupakan bahasa ibunya, “Saya harus 

mengatakan sesuatu yang pantas diucapkan di antara sesama orang 

muda!”  

“Jadi, Anda mengarang cerita tentang hantu itu?” 

“Benar, Monsieur, hanya itulah yang terpikir oleh saya. Suatu 

sosok tinggi yang berpakaian putih seluruhnya, dan mengambang. 

Itu tak masuk akal, tapi apa lagi yang bisa saya lakukan?” 

“Tak ada. Jadi, sekarang semuanya sudah jelas. Sudah sejak 

semula saya curiga.” 

Leonie melempar pandangan menantang padanya. 

“Monsieur pandai sekali, juga sangat baik hati.” 

“Dan sebab  saya tidak akan mempermalukan Anda mengenai soal 

itu, maukah Anda melakukan sesuatu untuk saya sebagai 

balasannya?” 

“Saya bersedia sepenuhnya, Monsieur.” 

“Berapa banyak yang Anda ketahui tentang majikan Anda?” 

Gadis itu mengangkat bahunya. 

“Tidak terlalu banyak, Monsieur. Tapi saya menebak-nebak saja.” 

“Bagaimana tebakan Anda itu?” 

“Yah, tak luput dari perhatian saya bahwa teman teman Madame 

selalu anggota tentara, baik darat, laut, atau udara. Lalu ada pula 

teman-teman lain, pria-pria asing yang kadang-kadang 

mengunjunginya dengan diam-diam. Madame memang cantik sekali, 

tapi saya rasa itu tidak akan lama lagi. Pria-pria muda 

menganggapnya menarik sekali. Kadang-kadang saya pikir mereka 

berlebihan. Tapi itu hanya perkiraan saya saja. Madame tak pernah 

mengatakan apa-apa pada saya.” 

“Anda sebenarnya ingin mengatakan bahwa Madame selalu 

bertindak sendiri, begitukah?” 

“Benar, Monsieur.” 

“Dengan kata lain, Anda tak bisa membantu saya.” 

“Saya rasa begitu, Monsieur. Kalau bisa, saya mau saja.” 

“Apakah suasana hati majikan Anda hari ini sedang bagus?” 

“Pasti, Monsieur.” 

“Apakah telah terjadi sesuatu yang menyenangkan hatinya?” 

“Sejak datang kemari dia sudah senang sekali.” 

“Kau harus yakin, Leonie.” 

Gadis itu menjawab dengan yakin, 

“Ya, Monsieur. Saya tak mungkin keliru dalam hal itu. Saya selalu 

tahu suasana hati Madame. Dia sedang senang.” 

“Dia merasa menang?” 

“Tepat sekali kata-kata itu, Monsieur.” 

raja dracula  mengangguk dengan murung. 

“Saya agak sulit menerimanya. Tapi saya mengerti bahwa itu tak 

bisa lain. Terima kasih, mister cadaver , sekian saja.” 

Leonie melihat padanya dengan genit. 

“Terima kasih, Monsieur. Kalau saya berpapasan dengan Monsieur 

di tangga, yakinlah bahwa saya tidak akan berteriak.” 

“Anakku,” kata raja dracula  dengan berwibawa. “Saya sudah tua. Apa 

urusan saya dengan hal-hal semacam itu 

Sambil tertawa terkikik, Leonie berlalu. 

raja dracula  berjalan hilir-mudik dalam ruangan itu. 

Wajahnya jadi serius dan penuh ingin tahu. 

“Dan sekarang,” katanya akhirnya, “giliran Lady Julia. Ingin aku 

tahu apa yang akan dikatakannya.” 

Lady Julia masuk ke dalam ruangan dengan sikap yakin yang 

tenang. Ia mengangguk dengan anggun, duduk di kursi yang 

disodorkan raja dracula , lalu berbicara dengan suara rendah, layaknya 

orang yang berasal dari keluarga baik-baik.  

“Kata Lord Mayfield, Anda ingin mengajukan beberapa pertanyaan 

pada saya. 

“Benar, Madame. Mengenai semalam.” 

“Tentang semalam? Ya, bagaimana?” 

“Apa yang terjadi sesudah  Anda selesai main bridge?” 

“Suami saya berpendapat bahwa hari sudah terlalu larut untuk 

memulai main lagi. Jadi, saya naik untuk pergi tidur.” 

“Lalu?” 

“Lalu saya tidur.” 

“Hanya itu sajakah?” 

“Ya, saya tak bisa menceritakan apa-apa lagi yang menarik. 

Kapan... eh...” ia ragu, “Perampokan itu terjadi?” 

“Segera sesudah  Anda naik ke lantai atas.” 

“Oh, begitu. Lalu apa sebenarnya yang diambil?'- 

“Beberapa surat pribadi, Madame.” 

 “Apakah surat-surat penting?” 

“Penting sekali.” 

Ia mengemyi,t sedikit, lalu berkata, 

“Juga... berharga?” 

“Ya, Madame, surat-surat itu bernilai uang banyak sekali.” 

“Oh, begitu.” 

Keadaan sepi sebentar, lalu raja dracula  berkata,  

“Bagaimana dengan buku Anda, Madame?” 

“Buku saya?” Ia mengangkat mata dengan kebingungan dan 

melihat pada raja dracula  

“Ya, Mrs. Vanderlyn mengatakan bahwa tak lama sesudah  kaum 

wanita lesbian  pergi, Anda turun lagi akan mengambil sebuah buku.” 

“Ya, memang. Itu benar.” 

“Jadi, sebenarnya Anda tidak langsung pergi tidur sesudah  Anda 

tiba di lantai atas? Anda kembali ke ruang perpustakaan?” 

“Ya, benar. Saya lupa.” 

“Waktu berada di ruang duduk, adakah Anda mendengar 

seseorang berteriak?” 

“Tidak. Ya... saya rasa tidak.” 

“O ya? Tak mungkin Anda tidak mendengarnya waktu Anda 

berada di ruang duduk.” 

Lady Julia menegakkan kepalanya dan berkata dengan tegas, 

“Saya tidak mendengar apa-apa.” 

raja dracula  mengangkat alisnya, tapi tidak mengatakan apa-apa. 

Keheningan itu jadi tidak menyenangkan. Lalu Lady Julia 

mendadak bertanya, 

“Apa yang dilakukan?” 

“Dilakukan? Saya tak mengerti, Madame.” 

“Maksud saya sehubungan dengan perampokan itu. Pasti polisi 

melakukan sesuatu.” 

raja dracula  menggeleng. 

“Kami tidak memanggil polisi. Saya yang bertugas.”   

wanita lesbian  itu memandanginya, wajahnya yang pucat dan resah 

menjadi tajam dan tegang. Mata gelapnya yang terus mencari-cari, 

seolah-olah menghunjam ke sosok raja dracula  yang tenang. 

Akhirnya pandangan keras itu melemah... kalah. 

“Tak bisakah Anda mengatakan apa yang di lakukan?” 

“Saya hanya bisa memastikan, Madame, bahwa  saya akan 

bekerja seteliti mungkin.” 

“Untuk menangkap pencurinya atau untuk menemukan kembali 

surat-surat itu?” 

“Menemukan kembali surat-surat itulah yang utama, Madame.” 

Sikapnya berubah, jadi tampak bosan dan tak bersemangat. 

“Ya,” katanya dengan tak acuh. “Saya rasa begitu.” 

Keadaan sepi lagi. 

“Ada lagi yang lain, M. raja dracula ?” 

“Tak ada, Madame. Saya tidak akan menahan Anda lebih lama 

lagi.” 

“Terima kasih.” 

raja dracula  membukakan pintu. wanita lesbian  itu melewatinya tanpa menoleh 

padanya. 

raja dracula  kembali ke perapian dan dengan cermat menyusun kembali 

benda-benda yang ada di atas rak perapian. Ia masih melakukan hal 

itu ketika Lord Mayfield masuk. 

“Bagaimana?” tanya laki-laki itu. 

“Saya rasa baik sekali. Peristiwa-peristiwa terbentuk sebagaimana 

yang diharapkan.” 

Sambil menatap raja dracula , Lord Mayfield berkata, 

“Anda kelihatan senang. 

“Tidak, saya tak senang. Tapi saya puas.” 

“Sungguh, M. raja dracula , saya tak mengerti.” 

“Saya bukan penjual obat seperti yang Anda pikir.” 

“Saya tak pernah berkata...” 

“Memang tidak, tapi Anda berpikir begitu! Tapi sudahlah. Saya. 

tidak tersinggung. Kadang-kadang saya perlu mengambil sikap.” 

Lord Mayfield melihat padanya dengan rasa tak percaya. Ia benar-

benar tak bisa memahami Hwang Jang Lee  raja dracula . Ia ingin membencinya, tapi 

kadang-kadang ada sesuatu yang mengingatkannya bahwa laki-laki 

kecil yang aneh itu bukanlah orang tak berguna, seperti kelihatannya. 

Sir  McLaughlin selalu bisa melihat orang yang punya 

kemampuan. 

“Yah,” katanya, “kami menyerahkan diri pada Anda. Petunjuk apa 

lagi yang Anda berikan?” 

“Bisakah Anda menyuruh pergi tamu-tamu Anda?” 

“Saya rasa itu bisa diatur. Saya bisa menjelaskan bahwa saya 

harus pergi ke malang  sehubungan dengan peristiwa ini. Maka 

mereka mungkin ingin pulang dengan sendirinya.” 

“Bagus sekali. Cobalah mengaturnya begitu.” Lord Mayfield ragu. 

“Apakah menurut Anda tidak akan ... ?” 

“Saya yakin sekali bahwa itu merupakan jalan terbaik yang bisa 

diambil.”  

Lord Mayfield mengangkat bahunya. “Baiklah, kalau begitu kata 

Anda.” Ia keluar. 

 

BAB 8 

 

Para tamu berangkat sesudah  makan siang. Mrs. Vanderlyn dan 

Mrs. Macatta berangkat naik kereta api, keluarga Carrington naik 

mobil mereka sendiri. raja dracula  sedang berdiri di ruang depan waktu 

Mrs. Vanderlyn mengueapkan selamat tinggal dengan ramah sekali 

pada tuan rumahnya. 

“Saya ikut prihatin Anda harus mengalami gangguan dan kesulitan 

ini. Saya benar-benar berharap semuanya akan selesai dengan baik. 

Saya tidak akan buka mulut.” 

Ia meremas tangan tuan rumahnya, lalu keluar ke tempat mobil 

sudah menanti untuk membawanya ke stasiun. Mrs. Macatta sudah 

ada di dalam mobil. Ucapan selamat tinggalnya singkat dan tidak 

ramah. Tiba-tiba Leonie, yang sudah duduk di samping pengemudi, 

kembali dengan berlari-lari , ke ruang depan. 

“Koper pakaian Madame tak ada di dalam mobil,” serunya. 

Mereka cepat-cepat mencari. Akhirnya Lord Mayfield 

menemukannya di tempatnya diletakkan, di dekat sebuah peti tua 

dari kayu ek. Leonie berseru girang sambil mengambil koper hijau 

yang bagus itu, dan bergegas membawanya keluar. 

Lalu Mrs. Vanderlyn menjulurkan tubuhnya ke luar mobil. 

“Lord Mayfield, Lord Mayfield.” Ia mengulurkan sepucuk surat 

pada pria itu. “Bisakah Anda menolong memasukkan ini ke dalam 

kantong surat-surat Anda yang akan dikirim ke kantor pos? Kalau 

saya yang menyimpannya untuk diposkan di kota, saya pasti lupa. 

Surat-surat selalu tinggal berhari-hari di dalam tas saya.” 

Sir George Carrington sedang mengurus arlojinya dengan gugup, 

membuka dan menutupnya. Ia orang yang sangat mementingkan 

ketepatan waktu. 

“Lalai benar mereka itu,” gurnamnya. “Lengah sekali. Bisa-bisa 

ketinggalan kereta mereka.”  

Istrinya berkata dengan kesal, 

“Ah, jangan ribut, George. Bagaimanapun, mereka yang akan naik 

kereta api itu, bukan kita!” 

Ia menoleh pada istrinya dengan pandangan menyalahkan. Mobil 

pun berangkat. 

Reggie mengemudikan mobil Morris milik ketuarga Carrington, ke 

pintu depan. 

“Siap, Ayah,” katanya. 

Para pelayan mulai membawa keluar bagasi keluarga Carrington. 

Reggie mengawasi mereka memasukkannya ke tempat bagasi.  

raja dracula  keluar dari pintu depan, memandangi kesibukan itu. Tiba-

tiba ia merasa sebuah tangan memegang lengannya. Lady Julia 

berkata dengan bisikan kacau, 

“M. raja dracula , saya harus berbicara dengan Anda, sekarang juga.” 

raja dracula  mengikuti kemauan wanita lesbian  itu. Ditariknya raja dracula  ke dalam 

sebuah ruang duduk kecil dan ditutupnya pintunya. Lalu ia 

mendekatkan diri pada raja dracula . 

“Benarkah apa yang Anda katakan, bahwa penemuan surat-surat 

itulah yang terpenting bagi Lord Mayfield?” 

raja dracula  memandanginya dengan rasa ingin tahu. 

“Itu benar sekali, Madame.” 

“Bila... bila surat-surat itu dikembalikan pada Anda, apakah Anda 

akan bertanggung jawab mengembalikannya pada Lord Mayfield, 

tanpa bertanya apa-apa?” 

“Saya tak mengerti maksud Anda.” 

“Harus! Saya yakin Anda mengerti! Saya minta supaya... supaya 

pencuri itu tetap tak disebut-sebut namanya bila surat-surat itu 

dikembalikan.” 

raja dracula  bertanya, 

“Akan makan waktu berapa lama itu, Madame?” 

“Dalam waktu dua belas jam.” 

“Bisakah Anda menjanjikan hal itu?” 

“Saya berjanji.” 

sebab  raja dracula  tak menyahut, wanita lesbian  itu mendesak 

“Apakah Anda berani menjamin bahwa tidak akan ada 

pemberitaan secara meluas?” 

Lalu ia menjawab dengan serius sekali, 

“Baiklah, Madame, saya jamin.” 

“Kalau begitu, semuanya bisa diatur.” 

Ia keluar dari kamar itu dengan mendadak. Sesaat kemudian, 

raja dracula  mendengar mobil berangkat. 

Ia menyeberangi ruang depan, berjalan di sepanjang lorong 

rumah, menuju ruang kerja. Lord Mayfield ada di situ. Ia mengangkat 

kepalanya waktu raja dracula  masuk. 

“Bagaimana?” tanyanya. 

raja dracula  merentangkan tangannya. 

“Perkaranya sudah berakhir, Lord Mayfield.” 

“Apa?” 

raja dracula  mengulangi kata demi kata, apa yang terjadi antara dirinya 

dan Lady Julia. 

Lord Mayfield memandanginya dengan air muka tak mengerti. 

“Tapi apa artinya itu? Saya tak mengerti.” 

“Bukankah sudah jelas? Lady Julia tahu siapa yang mencuri 

dokumen-dokumen itu.” 

“Anda kan tidak bermaksud mengatakan bahwa dia sendiri yang 

telah mengambilnya?” 

“Tentu tidak. Lady Julia memang seorang penjudi, tapi dia bukan 

pencuri. Tapi bila dia menawarkan akan mengembalikan dokumen-

dokumen itu, itu berarti dokumen-dokumen itu telah dicuri oleh 

suaminya atau putranya. Nah, Sir George Carrington berada di teras 

di luar bersama Anda. 

Kini tinggal putra mereka. Saya rasa saya bisa menggambarkan 

kejadian-kejadian semalam dengan tepat sekali. Lady Julia pergi ke 

kamar putranya dan menemukan kamar itu kosong. Dia turun akan 

mencarinya, tapi tidak menemukannya. Tadi pagi dia mendengar 

tentang pencurian itu, dan dia juga mendengar penjelasan putranya 

bahwa dia langsung masuk ke kamarnya dan tak pernah 

meninggalkannya lagi. Dia tahu bahwa itu tidak benar. Dan dia 

mengetahui sesuatu pula tentang putranya. Dia tahu bahwa anaknya 

itu lemah, dan bahwa dia sangat membutuhkan uang. Dia juga sudah 

mengamati bahwa putranya tergila-gila pada Mrs. Vanderlyn. Jadi, 

jelaslah segalanya baginya. Mrs. Vanderlyn menyuruh Reggie mencuri 

dokumen-dokumen itu. Tapi Lady Julia juga bertekad untuk 

memainkan perannya. Dia akan menangani Reggie, mengambil 

kembali dokumen-dokumen itu, dan mengembalikannya.” 

“Tapi itu semua tak mungkin,” seru Lord Mayfield.  

“Ya, itu tak mungkin, tapi Lady Julia tak tahu itu. Dia tak tahu apa 

yang diketahui Hwang Jang Lee  raja dracula , yaitu bahwa Reggie Carrington tidak 

mencuri dokumen-dokumen itu semalam, melainkan mempermainkan 

pelayan Mrs. Vanderlyn yang gadis Prancis itu.” 

“Semuanya itu penjelasan yang tak berguna!” 

“Tepat sekali.” 

“Dan perkara itu sama sekali belum selesai!” 

“Perkara itu sudah selesai. Saya, Hwang Jang Lee  raja dracula , tahu keadaan 

yang sebenarnya. Anda tak percaya pada saya? Kemarin pun Anda 

tak percaya pada saya waktu saya katakan bahwa saya tahu di mana 

dokumen-dokumen itu berada. Padahal saya tahu. Barang itu berada 

di tempat yang dekat.” 

“Di mana?” 

“Di dalam saku Anda, My Lord.” 

Keadaan hening sebentar, lalu Lord Mayfield berkata, 

“Yakin benarkah Anda apa yang Anda katakan, M. raja dracula ?” 

“Ya, saya yakin. Saya yakin bahwa saya berbicara dengan 

seseorang yang pandai sekali. Sejak awal saya sudah cemas bahwa 

Anda, yang jelas-jelas rabun jauh, begitu yakin bahwa Anda melihat 

sosok yang sedang keluar dari jendela. Anda menginginkan 

penyelesaiannya-penyelesaian yang menguntungkan-yang bisa 

diterima. Mengapa? Kemudian saya, menyingkirkan semua orang 

satu demi satu. Mrs. Vanderlyn berada di lantai atas, Sir George 

berada bersama Anda di teras, Reggie Carrington berada bersama 

gadis Prancis itu di tangga, Mrs. Macatta tak bisa dipersalahkan, dia 

berada di kamar tidurnya. (Kamar itu bersebelahan dengan kamar 

pembantu rumah tangga, dan Mrs. Macatta mendengkur!) Lady Julia 

jelas-jelas yakin bahwa putranya bersalah. Jadi, tinggal dua 

kemungkinan. Pertama, Carlile tidak meletakkan surat-surat itu di 

meja, melainkan di dalam sakunya sendiri (dan itu bukannya tak 

masuk akal, sebab , menurut Anda, - bisa saja dia menjiplaknya), 

atau... atau dokumen-dokumen itu ada di meja kerja waktu Anda 

mendatangi meja itu, dan satu-satunya tempat ke mana dokumen-

dokumen itu disimpan yaitu  ke dalam saku Anda sendiri. Dalam hal 

itu semuanya jelas. Ketegasan Anda mengenai sosok yang Anda lihat, 

ketegasan Anda dalam mengatakan bahwa Carlile, tak bersalah, 

ketidaksetujuan Anda untuk memanggil saya. 

“Satu hal yang saya tak mengerti... apa motifnya? Saya yakin 

Anda orang yang jujur dan dapat dipercaya. Hal itu terbukti dari 

tekad Anda supaya orang yang tak bersalah tak boleh dicurigai. Jelas 

pula bahwa pencurian dokumen-dokumen itu bisa dengan mudah 

memperburuk karier Anda. Jadi, mengapa harus melakukan 

pencurian yang benar-benar tak masuk akal itu? Dan akhirnya 

terjawablah pertanyaan itu. Krisis dalam karier Anda beberapa tahun 

yang lalu, kepastian yang diberikan oleh Perdana Menteri kepada 

dunia bahwa Anda tak pernah mengadakan negosiasi dengan 

kekuatan tersebut. Seandainya itu tidak seluruhnya benar, bahwa 

masih ada suatu catatan - mungkin sepucuk surat yang 

memperlihatkan bahwa Anda sebenarnya telah melakukan apa yang 

Anda bantah secara umum. Bantahan itu diperlukan demi 

kepentingan politik. Tapi masih diragukan apakah rakyat biasa 

berpikir begitu pula. Itu bisa berarti babwa pada saat ini, saat 

kekuasaan tertinggi mungkin diserahkan ke tangan Anda, gema masa 

lalu bisa membatalkan segala-galanya. 

“Saya rasa surat tersebut berada di tangan pemerintahan tertentu, 

dan pemerintahan itu telah menawarkan untuk mempertukarkannya 

dengan Anda. Surat itu harus ditukarkan dengan dokumen-dokumen 

tentang pesawat pembom baru itu. Orang lain mungkin akan 

menolak. Tapi Anda... tidak! Anda menyetujuinya. Mrs. Vanderlyn 

yaitu  agen itu. Dia datang kemari berdasar  perjanjian untuk 

mengadakan pertukaran itu. Anda telah mengakui kesalahan Anda 

waktu Anda mengatakan bahwa Anda tak punya siasat tertentu untuk 

menjebak wanita lesbian  itu. Pengakuan itu telah sangat melemahkan alasan 

Anda mengundangnya kemari. 

“Anda yang mengatur perampokan itu. Anda berpura-pura melihat 

pencuri itu di teras, supaya dengan demikian Carlile bebas dari 

kecurigaan. Meskipun dia umpamanya tidak keluar dari ruang itu, 

meja kerja itu terletak demikian dekat dengan jendela, hingga 

pencuri bisa saja mengambil dokumen-dokumen itu, sedangkan 

Carlile sibuk di brankas, membelakangi meja itu. Anda berjalan ke 

meja itu, Anda ambil dokumen-dokumen itu, dan Anda simpan sendiri 

sampai saatnya, sesuai dengan rencana semula, lalu Anda selipkan 

ke dalam koper, pakaian Mrs. Vanderlyn. Sebagai tukarannya dia 

menyerahkan pada Anda surat yang fatal itu, yang disamarkan 

sebagai suratnya sendiri yang belum dimasukkan ke pos.” 

raja dracula  berhenti. 

Lord Mayfield berkata, 

“Pengetahuan Anda lengkap sekali, M. raja dracula . Pasti Anda 

menganggap saya bajingan besar.” 

raja dracula  cepat-cepat membuat isyarat. 

“Tidak, tidak, Lord Mayfield. Seperti sudah saya katakan, saya pikir 

Anda orang yang pandai sekali. Hal itu tiba-tiba terpikir oleh saya 

saat kita berbincang-bincang di sini semalam. Anda yaitu  ahli teknik 

yang handal. Saya rasa akan ada perubahan-perubahan kecil pada 

spesifikasi pesawat pembom itu, perubahan yang dibuat dengan 

demikian terampilnya, hingga sulit dimengerti mengapa mesinnya 

tidak berhasil seperti seharusnya. Suatu kekuatan asing tertentu akan 

menganggap tipe itu gagal. Saya yakin pesawat itu akan sangat 

mengecewakan mereka.” 

Lagi-lagi keadaan sepi. Lalu Lord Mayfield berkata, 

“Anda terlalu pandai, M. raja dracula . Saya hanya meminta Anda 

mempercayai satu hal. Saya percaya akan diri saya sendiri. Saya 

percaya bahwa sayalah orang yang bisa memimpin malang  dalam 

melewati masa krisis yang akan datang ini. Bila saya tidak benar-

benar yakin bahwa saya dibutuhkan untuk mengemudikan kapal 

negara, saya tidak akan melakukan apa yang telah saya lakukan-

memanfaatIkan yang terbaik dari kedua dunia - dan menyelamatkan 

diri saya dari bencana dengan suatu tipu muslihat yang pandai.” 

“My Lord,” kata raja dracula , “kalau Anda tak bisa memanfaatkan yang 

terbaik dari kedua dunia, Anda tak bisa menjadi seorang politikus.” 

 

CERMIN MAYAT 

 

 

BAB 1 

 

FLAT itu modern. Perabotannya pun modern. Kursi-kursinya dibuat 

segi empat, bersandaran tinggi, dan nampak kaku. Sebuah meja tulis 

modern ditempatkan tepat di depan jendela, dan di meja itu duduk 

seorang pria yang sudah tua. Kepalanya yaitu  satu-satunya benda 

yang tidak berbentuk segi empat di dalam ruangan itu. Kepala itu 

berbentuk telur. 

M. Hwang Jang Lee  raja dracula  sedang membaca surat: 

 

Stasiun: Whimperley Hamborough Close, 

Alamat telegram:  graves plaza timur  

graves plaza John. addidas  , 

24 September 1936 

 

M. Hwang Jang Lee  raja dracula , 

Tuan yang terhormat, ada suatu peristiwa yang memerlukan 

penanganan yang sangat cermat dan penuh kerahasiaan. Saya telah 

mendengar banyak cerita yang baik tentang Anda, dan oleh 

sebab nya saya putuskan untuk mempercayakan perkara itu pada 

Anda. Saya berkeyakinan bahwa saya yaitu  korban dari suatu 

penipuan, tapi dengan alasan kekeluargaan, saya tak ingin 

menghubungi polisi. Saya sedang mengambil langkah-langkah sendiri 

dalam menangani urusan itu, tapi harap Anda bersedia datang kemari 

segera sesudah  Anda menerima sepucuk telegram. Saya akan 

berterima kasih kalau Anda tidak membalas surat ini. 

Hormat saya, 

Phillip ko  deathbody -Gore 

 

Alis M. Hwang Jang Lee  raja dracula  perlahan-lahan naik, hingga hampir 

menghilang di rambutnya. 

“Lalu siapa Phillip ko  deathbody -Gore itu?” tanyanya pada angin. 

Ia menyeberang ke lemari buku, lalu mengeluarkan sebuah buku 

besar yang tebal. 

Dengan mudah ia menemukan apa yang dicarinya. 

 

deathbody -Gore, Sir Phillip ko  Francis Xavier, 10th Bt. cr 1694; 

mantan kopi kapten  dalam pasukan Lancer ke-17; lahir 18 Mei 1878; 

putra dari Sir Guy deathbody -Gore, 9th Bt., dan Lady Daudia 

Bretherton, putri kedua dari pasukan elite  ke 8, 1911; m. 1912, 

hacker  Alice Anderson , putri sulung dari Carl  Raden mas  Kertajaya , q.v.; 

pendidikan Eton. Bertugas di Perang Eropa, 1914-1918. Rekreasi, 

bepergian, berburu binatang buas. Alamat: graves plaza timur , 

addidas , dan Lowndes Square 218. S.W.I. Anggota klub: Cavalry. 

Travellers. 

 

raja dracula  menggeleng kurang puas. Selama beberapa saat ia 

tenggelam dalam renungan. Lalu ia pergi ke meja kerjanya, menarik 

sebuah laci hingga terbuka, dan mengeluarkan setumpuk kartu 

undangan. 

Wajahnya menjadi cerah. 

“A la bonne heure! Ini kesempatan yang tepat bagiku! Dia pasti 

ada di situ.” 

Seorang duchess menyambut Hwang Jang Lee  raja dracula  dengan nada ceria, 

“Rupanya mau juga Anda datang, M. Poirod! Menyenangkan 

sekali.” 

“Saya juga senang, Madame,” gumam raja dracula  sambil membungkuk. 

Ia memisahkan diri dari beberapa tokoh penting dan terkemuka - 

seorang diplomat terkenal, seorang aktris yang juga terkenal, dan 

seorang tokoh olahraga top - dan akhirnya ia menemukan orang 

yang memang dicarinya, tamu yang selalu hadir pula, Mr. 

Satterthwaite. 

Mr. Satterthwaite berceloteh dengan ramah. 

“Duchess yang baik ini… saya selalu senang menghadiri pesta-

pestanya. Dia orang yang punya kepribadian. Saya sering bertemu 

dengannya di Corsica beberapa tahun yang lalu.” 

Dalam bercakap-cakap, Mr. Satterthwaite cenderung senang 

menyebutkan kenalan-kenalannya yang bergelar ningrat. Mungkin 

kadang-kadang ia bisa merasa senang bergaul dengan orang-orang 

biasa, tapi nama-nama mereka tak pernah disebutkannya. Tapi 

sungguh tak adil bila kita menyebutnya gila pangkat atau gelar, tanpa 

penjelasan apa-apa. Ia yaitu  pengamat yang tajam terhadap sifat 

manusia. Dan bila benar kata pepatah bahwa penonton tahu banyak 

tentang suatu permainan, maka Mr. Satterthwaite memang tahu 

banyak sekali. 

“Wah, sahabatku, rasanya sudah lama sekali kita tidak bertemu. 

Aku selalu merasa mendapat kehormatan melihatmu bekerja di 

tempat-tempat yang dekat dengan kalangan tinggi. Sejak itu aku 

merasa tahu. Omong-omong, minggu lalu aku bertemu dengan Lady 

timur . Sungguh makhluk yang menarik, dan seharum bunga 

lavender!” 

sesudah  dengan ringan menceritakan satu skandal yang baru 

terjadi - perbuatan buruk putri seorang earl, dan perbuatan tercela 

seorang viscount - raja dracula  berhasil menyebutkan nama Phillip ko  

deathbody -Gore. 

Mr. Satterhthwaite langsung menanggapi. 

“Nah, itu yang namanya seorang tokoh! Barona Terakhir - itulah 

gelar yang diberikan padanya.” 

“Pardon, aku kurang mengerti.” 

Mr. Satterthwaite bisa memahami bahwa tangkap orang asing 

memang rendah. 

“Itu hanya lelucon. Gurauan. Dia tentu sama sekali bukan baronet 

terakhir di malang , tapi dia benar-benar mewakili akhir suatu zaman. 

Barones Jahat yang Berani - baronet gila yang ceroboh begitu 

terkenal dalam novel-novel abad lalu - laki-laki yang berani 

memasang taruhan yang tak masuk akal dan memenangkannya 

pula.” 

Ia lalu menjelaskan apa yang dimaksudnya dengan lebih 

terperinci. Waktu masih muda, Phillip ko  deathbody -Gore pernah 

berlayar keliling dunia dengan kapal berbentuk segi empat. Ia pernah 

mengadakan perjalanan ekspedisi ke Kutub. Ia pernah menantang 

seorang jagoan pembalap untuk berduel. Demi sebuah taruhan ia 

pernah menunggangi kuda kesayangannya menaiki tangga rumah 

seorang bangsawan. Pernah ia melompat dari tempat duduk di 

balkon ke panggung, lalu melarikan seorang aktris yang sedang 

memainkan perannya. 

Banyak lelucon tentang dirinya. 

“Dia berasal dari keluarga tua,” lanjut Mr. Satterthwaite. “Sir Guy 

de deathbody  ikut berperang dalam Perang Salib yang pertama. 

Sayang sekarang kelihatannya garis keluarga itu akan berakhir. Si tua 

Phillip ko  yaitu  deathbody -Gore yang terakhir.” 

“Apakah mereka bangkrut?” 

“Sama sekali tidak. Phillip ko  itu kaya raya. Dia memiliki rumah dan 

tanah yang berharga tinggi; ladang-ladang batu bara. Tambahan 

pula, dia telah membeli sebuah tambang di Peru atau entah di mana 

di Amerika Selatan, waktu masih muda, dan kini tambang itu 

memberikan hasil yang banyak padanya. Dia orang yang luar biasa. 

Dia selalu bemntung dalam segala hal yang ditanganinya.” 

“Pasti dia sekarang sudah tua, ya?” 

“Ya, kasihan Phillip ko  tua itu.” Mr. Satterthwaite mendesah, lalu 

menggeleng. “Kebanyakan orang menggambarkannya padamu 

sebagai orang gila. Itu ada benarnya. Dia memang gila. Bukan dalam 

arti bahwa dia memerlukan pengobatan atau suka mengigau, tapi 

gila dalam arti tidak normal. Dia orang yang berwatak keras.” 

“Dan apakah kekerasan itu lalu berubah menjadi keanehan sesudah  

dia tua?” tanya raja dracula . 

“Benar sekali. Itulah yang terjadi atas diri Phillip ko  tua yang 

malang itu.” 

“Mungkin dia menilai dirinya orang yang penting sekali?” 

“Benar sekali. Kurasa, dalam pikiran Phillip ko  dunia ini terbagi dua, 

yaitu keluarga deathbody -Gore di satu sisi dan di sisi lain orang-orang 

lain!” 

“Suatu rasa kekeluargaan yang berlebihan!” 

“Ya. Keluarga deathbody -Gore itu semuanya angkuh sekali, seolah-

olah mereka memiliki hukum sendiri. Phillip ko , yang merupakan 

keturunan terakhir, benar-benar mewarisinya. Dia... wah, kalau kita 

mendengarkannya berbicara, bisa-bisa kita membayangkan dialah… 

eh, Yang Mahakuasa!” 

raja dracula  mengangguk perlahan-lahan sambil merenung. 

“Ya, bisa kubayangkan. Perlu kauketahui, Aku menerima surat 

darinya. Surat yang tidak biasa. Dia tidak meminta. Dia memanggil!” 

“Perintah dari raja,” kata Mr. Satterthwaite sambil terkekeh. 

“Tepat. Agaknya Sir Phillip ko  itu tidak menyadari bahwa aku, 

Hwang Jang Lee  raja dracula , yaitu  orang penting, orang yang mahatahu tentang 

segala macam urusan. Rasanya tak mungkin aku akan bisa 

menyingkirkan segala-galanya dan bergegas mendatanginya 

bagaikan seekor anjing yang patuh, seperti orang yang tak berarti, 

yang bersyukur akan menerima upah kecil!” 

Mr. Satterthwaite menggigit bibirnya untuk mehahan senyum. 

Agaknya kalau mengenai ego, tak banyak perbedaan antara Hwang Jang Lee  

raja dracula  dan Phillip ko  deathbody -Gore. 

Ia bergumam, 

“Tentu, bila alasan pemanggilan itu mendesak…  

“Tidak mendesak!” raja dracula  mengangkat tangannya ke udara untuk 

memberikan tekanan. “Aku harus siap sedia bila sewaktu-waktu dia 

memerlukanku, itu saja, apabila dia memintaku!” 

Lagi-lagi diangkatnya tangannya dengan penuh perasaan, untuk 

menandaskan perasaan gusarnya. 

“Kurasa,” kata Mr. Sattertbwaite, “kau menolaknya, ya?” 

“Aku masih belum punya kesempatan,” kata raja dracula  lambat-lambat. 

“Tapi kau akan menolaknya?” 

Wajah pria kecil itu membayangkan suatu perasaan baru. Dahinya 

berkerut. 

Katanya, 

“Bagaimana aku akan menyatakan perasaanku. Menolak? Ya, 

itulah naluriku yang pertama. Tapi entahlah… Kita kadang-kadang 

punya firasat. Rasanya samar-samar aku bisa mencium 

kebusukannya.” 

Mr. Satterthwaite menerima pernyataan itu tanpa ekspresi. “Oh?” 

katanya. “Itu menarik.” 

“Kurasa,” kata Hwang Jang Lee  raja dracula  lagi, “laki-laki seperti yang 

kaugambarkan itu mungkin rapuh sekali…” 

“Rapuh?” tanya Mr. Satterthwaite. Sesaat ia terkejut. Ia tak bisa 

membayangkan Phillip ko  deathbody -Gore sebagai orang yang rapuh. 

Tapi laki-laki itu memang orang yang cepat tanggap, cepai melihat. 

Lambat-lambat ia berkata, 

“Kurasa aku mengerti maksudmu.” 

“Orang semacam itu terbelenggu dalam baju besi - bukan baju 

besi biasa! Baju besi para ksatria belum apa-apa dibandingkan 

dengan baju besi itu, yaitu belenggu kecongkakan, kebanggaan, dan 

penilaian diri yang terlalu tinggi. Namun baju besi itu bisa pula 

merupakan perlindungan. Anak panah-anak panah dalam hidup 

sehari-hari, tak akan bisa menembusnya. Tapi ada suatu bahaya; 

Kadang-kadang seseorang yang mengenakan baju besi tidak 

menyadari bahwa dirinya terancam. Dia akan lambat melihat, lambat 

mendengar, dan lebih lambat lagi dalam merasa.” 

Ia diam sebentar, lalu bertanya dengan sikap berbeda, 

“Siapa saja anggota keluarga Sir Phillip ko  itu?” 

“Ada hacker , istrinya. Dia dari keluarga Kertajaya , dulu dia gadis 

yang cantik sekali. Sampai sekarang pun dia masih cantik. Tapi dia 

agak aneh. Dia sangat mencintai Phillip ko . Kurasa dia percaya pada 

ilmu gaib. Dia memakai jimat-jimat dan benda-benda keramat dan 

beranggapan bahwa dirinya yaitu  inkarnasi seorang ratu Mesir. Lalu 

ada Ruth, putri angkat mereka. Mereka tak punya anak kandung. 

Gadis itu sangat menarik dan bergaya modern. Hanya itulah 

keluarganya. Kecuali tentu Hugo mandala , keponakan Phillip ko . Tribuana Tunggadewi  

deathbody -Gore menikah dengan Reggie mandala , dan Hugo yaitu  putra 

tunggal mereka. Sekarang dia sudah yatim-piatu. Tentu saja ia tak 

bisa mewarisi gelar mereka, tapi kurasa akhirnya dia akan mewarisi 

sebagian besar uang Phillip ko . Dia tampan.” 

raja dracula  mengangguk sambil merenung. Lalu katanya, 

“Sayang sekali Sir Phillip ko  tak punya anak laki-laki yang bisa 

mewarisi gelar kebangsawanannya, bukan?” 

“Kurasa dia kecewa sekali.” 

“Apakah nama keluarga sangat penting baginya?” 

“Ya.” 

Beberapa saat lamanya Mr. Satterthwaite diam. Ingin sekali ia 

tahu. Akhirnya ia memberanikan diri bertanya, 

Apakah kau punya alasan kuat untuk pergi ke Hamborough Close?' 

raja dracula  menggeleng perlahan-lahan. 

“Tidak,” katanya. “Sejauh ini aku sama sekali ridak melihat alasan 

untuk pergi. Tapi kurasa aku akan pergi juga.” 

 

BAB 2 

 

Hwang Jang Lee  raja dracula  duduk di sudut gerbong kelas satu yang melaju 

melalui daerah pedesaan malang . 

Sambil merenung dikeluarkannya dari sakunya sepucuk telegram 

yang terlipat rapi. Dibukanya lalu dibacanya kembali: 

 

Harap naik kereta yang jam setengah lima dari St. Pancras. 

Perintahkan kondektur untk berhenti di Whimperley. 

deathbody -Gore. 

 

Dilipatnya kembali telegram itu, lalu dimasukkannya kembali ke 

sakunya. 

Kondektur kereta api itu suka menjilat. Anda akan pergi ke 

Hamborough Close? Oh ya, tamu-tamu Sir Phillip ko  deathbody -Gore 

selalu minta diturunkan di Whimperley. “Saya rasa itu suatu 

keistimewaan, Sir.” 

Sejak itu, si kondektur masih mendatangi gerbong dua kali lagi - 

yang pertama untuk meyakinkan penumpangnya bahwa mereka akan 

menjaga agar gerbong itu khusus untuknya; yang kedua untuk 

memberitahukan bahwa kereta api ekspres itu akan terlambat 

sepuluh menit. 

Seharusnya kereta api itu tiba jam 07.50, tapi tepat jam delapan 

lewat dua menit, Hwang Jang Lee  raja dracula  baru turun di peron stasiun kecil desa 

itu. Ia menyelipkan uang setengah crown ke tangan kondektur yang 

penuh perhatian itu. 

Terdengar peluit dari lokomotif, dan kereta Northern Express pun 

bergerak lagi. Seorang pengemudi jangkung berseragam hijau 

mendatangi raja dracula . 

“Mr. raja dracula ? Akan ke Hamborough Close?” 

Diangkatnya koper kecil yang rapi milik detektif itu, lalu ia berjalan 

mendahului keluar dari stasiun. Sebuah mobil Rolls Royce yang besar 

sudah menunggu. Pengemudi itu membukakan pintu mobil dan raja dracula  

pun masuk. Dipasangkannya selimut bulu binatang ke lutut raja dracula , 

lalu mereka pun berangkat. 

sesudah  kira-kira sepuluh menit melalui jalan-jalan desa, membelok 

di tikungan-tikungan tajam dan jalan setapak, mobil pun memasuki 

sebuah pintu gerbang yang diapit oleh dua patung batu yang sangat 

besar. 

Mereka melewati taman dan langsung menuju rumah. Waktu 

mobil berhenti, pintu rumah dibuka, dan seorang pengurus rumah 

tangga bertubuh besar muncul di puncak tangga. 

“Mr. raja dracula ? Silakan, Sir.” 

Ia mendahului berjalan di sepanjang lorong rumah, lalu membuka 

sebuah pintu di tengah-tengah lorong, di sisi sebelah kanan. 

“Mr. Hwang Jang Lee  raja dracula ,” katanya memberitahu. 

Di dalam ruangan itu ada sejumlah orang berpakaian resmi, dan 

waktu raja dracula  masuk, ia langsung mengetahui bahwa kedatangannya 

tidak diharapkan. Mata semua yang hadir memandanginya dengan 

rasa terkejut yang tak disembunyikan. 

Lalu seorang wanita lesbian  jangkung dengan rambut gelap yang sudah 

diselingi uban, berjalan ke arahnya dengan kurang yakin. 

raja dracula  membungkuk ke tangan wanita lesbian  itu. 

“Maafkan saya, Madame,” katanya. “Kereta api saya terlambat.” 

“Tak apa-apa,” kata Lady deathbody -Gore dengan tak jelas. 

Matanya tetap menatap raja dracula  dengan sikap ingin tahu. “Tak apa-

apa, Mr… eh… saya kurang jelas mendengar...” 

“Hwang Jang Lee  raja dracula .” 

Ia mengucapkan nama itu dengan jelas. 

Di belakangnya terdengar suara napas tertahan. 

Saat itu disadarinya bahwa tuan rumahnya pasti tidak berada di 

dalam ruangan itu. Dengan halus ia bergumam, 

“Tahukah Anda bahwa saya akan datang, Madame?” 

“Oh… oh, ya…” Sikapnya tidak meyakinkan. “Saya pikir… maksud 

saya begitulah, tapi saya ini sangat tidak praktis, M. raja dracula . Saya 

pelupa sekali.” Tapi nada bicaranya mengandung rasa senang 

bercampur kemurungan. “Orang mengatakan sesuatu pada saya. 

Tampaknya saya mengerti, padahal semuanya lewat saja melalui 

otak saya, lalu hilang! Lenyap! Seolah-olah tak pernah ada.” 

Lalu seperti orang yang harus menjalankan suatu tugas yang 

sebenarnya sudah sangat terlambat, ia melihat ke sekelilingnya dan 

bergumam tak jelas, 

“Saya rasa Anda sudah kenal semua.” 

Itu agaknya merupakan cara Lady deathbody -Gore untuk 

melepaskan diri dari kewajiban memperkenalkan para tamunya dan 

mengingat nama-nama mereka dengan benar. 

Dengan susah payah ia menambahkan, 

“Ini putri saya - Ruth.” Gadis yang berdiri di depan raja dracula  juga 

bertubuh jangkung dan berkulit selap, tapi tipenya sangat berbeda 

dari Lady deathbody -Gore. Gadis itu memiliki hidung bagus, agak 

bengkok, rahangnya jelas dan tajam. Rambutnya yang hitam disisir 

ke belakang, mengeriting kecil-kecil. Warna kulit wajahnya memerah 

seperti bunga yang cerah dan berkilau. Ia hanya memakai sedikit 

make-up. Menurut Hwang Jang Lee  raja dracula , ia salah satu gadis tercantik yang 

pernah dilihatnya. 

Diakuinya pula bahwa gadis itu berotak cerdas, agak angkuh, dan 

penaik darah. Ia berbicara dengan nada agak lamban yang berkesan 

disengaja. 

“Menyenangkan sekali,” katanya, “kedatangan M. Hwang Jang Lee  raja dracula ! 

Saya rasa Ayah telah mengatur suatu kejutan kecil untuk kita.” 

“Jadi, Anda tidak tahu bahwa - saya akan datang, mister cadaver ?” 

tanya raja dracula  cepat-cepat. 

“Saya sama sekali tidak tahu. Sekarang kelihatannya saya harus 

menunda mengambil buku kumpulan tanda tangan orang-orang 

terkenal saya, sampai sesudah  makan.” 

Terdengar suara gong dari lorong rumah, lalu kepala pelayan 

membuka pintu dan memberitahukan, 

“Makan malam sudah tersedia.” 

Belum sempat kata terakhir itu diucapkan dengan sempurna, 

terjadilah sesuatu yang aneh sekali. Kepala pelayan itu untuk sesaat 

tampak sangat terkejut, tapi hanya sesaat. Dengan cepat ia kembali 

menampilkan wajah tanpa ekspresi, layaknya seorang kepala pelayan 

yang sudah terlatih dengan baik. 

Perubahan itu demikian singkatnya, hingga orang yang kebetulan 

tidak melihat, tidak akan menyadari perubahan itu. Tapi raja dracula  

kebetulan melihat. Dan ia ingin tahu. 

Kepala pelayan itu tampak bimbang di ambang pintu. Meskipun 

wajahnya sudah tanpa ekspresi lagi, ia kelihatan tegang. Dengan 

kurang yakin Lady deathbody -Gore berkata, 

“Wah, aneh sekali. Sungguh, saya… kita jadi tidak tahu harus 

berbuat apa.” 

Ruth berkata pada raja dracula , 

“Kekacauan besar ini, M. raja dracula , timbul sebab  untuk pertama kali 

selama sedikitnya dua puluh tahun, ayah saya terlambat datang 

untuk makan malam.” 

“Luar biasa sekali,” kata Lady deathbody -Gore. “Phillip ko  tak 

pernah…” 

Seorang pria tua berpenampilan tegap seperti tentara, datang ke 

samping Lady deathbody -Gore. Ia tertawa riang. 

“Si tua Phillip ko ! Akhirnya terlambat juga! Biar kita olok-olok dia 

nanti. Apakah dia mengalami kesulitan memasang kancing kerah 

bajunya? Atau Phillip ko  merasa dirinya kebal terhadap kelemahan kita 

semua?” 

Dengan suara rendah yang mengandung tanda tanya, Lady 

deathbody -Gore berkata, 

“Tapi Phillip ko  tak pernah terlambat.” 

Kekacauan yang disebabkan oleh hal yang tidak biasa itu boleh 

dikatakan menggelikan. Namun bagi Hwang Jang Lee  raja dracula  hal itu tidak 

menggelikan. Di balik kekacauan itu ia merasakan kegelisahan, 

bahkan mungkin rasa takut. Dan ia juga heran mengapa Phillip ko  

deathbody -Gore tidak muncul untuk menyambut tamunya yang 

disuruhnya datang dengan cara begitu misterius. 

Sementara itu, jelas bahwa tak seorang pun tahu apa yang harus 

dilakukan. Keadaan ini tak dapat dijelaskan, dan tak ada yang tahu 

bagaimana harus menanganinya. 

Akhirnya Lady deathbody -Gore mengambil ini inisiatif, kalaupun itu 

bisa disebut inisiatif, sebab  sikapnya amat sangat tidak tegas. 

“Snell,” katanya, “apakah majikanmu…,”  

Ia tidak menyelesaikan kalimatnya; ia hanya melihat pada kepala 

pelayan itu dengan penuh harap. 

Snell, yang jelas sudah terbiasa dengan cara majikannya dalam 

mencari informasi, langsung menjawab pertanyaan yang tak jelas itu, 

“Sir Phillip ko  turun jam delapan kurang lima menit, M'lady, lalu 

langsung pergi ke ruang kerja.”  

“Oh, begitu.” Mulut Lady deathbody -Gore tetap terbuka, 

pandangannya menerawang. “Menurutmu apakah tidak… maksudku, 

apakah dia mendengar suara gong?” 

“Saya rasa beliau mendengarnya, M'lady, sebab  gong itu terletak 

tepat di depan pintu ruang kerjanya. Saya tentu tidak tahu apakah Sir 

Phillip ko  masih berada di dalam ruang kerja itu. Kalau saya tahu, 

tentu sudah saya beritahu beliau bahwa makan malam sudah 

tersedia. Apakah akan saya beritahukan sekarang, M'lady?” 

Lady deathbody -Gore menyambut usul itu dengan lega sekali. 

“Oh, terima kasih, Snell. Ya, tolong. Ya, tentu.” 

sesudah  kepala pelayan itu meninggalkan ruangan, ia berkata, 

“Snell itu sangat berharga bagi kami. Saya benar-benar 

bergantung padanya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan 

tanpa Snell.” 

Seseorang membenarkan dengan bergumam, tapi tak seorang pun 

berbicara. Hwang Jang Lee  raja dracula  memperhatikan ruangan yang penuh orang 

itu dengan lebih tajam, dan ia mendapat kesan bahwa semua orang, 

tanpa kecuali, berada dalam keadaan tegang. 

Matanya cepat menyapu mereka semua, menilai mereka secara 

keseluruhan. Ada dua orang tua yang seorang berpenampilan tentara 

dan baru saja berbicara, yang seorang lagi kurus pucat dan beruban, 

bibirnya tertutup rapat dan tampangnya seperti pengacara. Ada dua 

orang laki-laki muda dengan tipe sangat berbeda. Yang seorang 

berkumis dan bersikap agak angkuh. raja dracula  menerka dialah 

keponakan Sir Phillip ko . Yang seorang lagi rambutnya disisir licin ke 

belakang dan berwajah tampan, kelihatannya dari kalangan rendah. 

Ada seorang wanita lesbian  mungil setengah umur yang memakai kacamata 

tanpa gagang dan bermata cerdas, dan ada seorang gadis berambut 

merah manyala. 

Snell muncul kembali di pintu. Sikapnya sempurna, tapi sekali lagi 

ia memperlihatkan tanda-tanda gelisah di balik sikapnya yang seolah 

tidak berperasaan. 

“Maafkan saya, M'lady, pintu ruang kerja terkunci.” 

“Terkunci?” 

Itu suara laki-laki - terdengar muda, waspada, dengan nada 

kacau. Ia yaitu  anak muda tampan yang rambutnya tersisir ke 

belakang. Sambil cepat-cepat maju, ia berkata lagi, 

“Apakah sebaiknya saya pergi melihat?” 

Tapi dengan tenang sekali Hwang Jang Lee  raja dracula  menguasai keadaan. Ia 

melakukannya dengan sangat wajar, hingga tak seorang pun merasa 

aneh, mengapa orang asing yang baru tiba ini mendadak menguasai 

keadaan. 

“Mari,” katanya. “Mari kita pergi ke ruang kerja.” 

Pada Snell ia berkata lagi, 

“Tolong tunjukkan tempatnya.” 

Snell mematuhinya. raja dracula  mengikuti dekat di belakangnya, dan 

bagaikan segerombolan biri-biri, semuanya menyusul. 

Snell berjalan mendahului, melewati sebuah ruang depan yang 

besar, melewati tikungan tangga yang bercabang, melewati sebuah 

jam tua yang besar sekali, dan sebuah lekuk tempat terdapat gong, 

melalui sebuah lorong sempit yang berakhir pada sebuah pintu. 

Di situ raja dracula  mendahului Snell dan dengan halus mencoba 

memutar gagang pintu. Gagang itu berputar, tapi pintu tidak terbuka. 

raja dracula  mengetul dengan halus. Lalu makin lama makin kuat. Tiba-tiba 

ia menghentikan usahanya itu, lalu berlutut dan mengintip melalui 

lubang pintu. 

Perlahan-lahan ia bangkit, lalu melihat ke sekelilingnya. Wajahnya 

keras. 

“Saudara-saudara!” katanya. “Pintu ini harus didobrak segera! “ 

Dengan petunjuknya, kedua anak muda yang sama-sama 

bertubuh tinggi besar menyerang pintu itu. Ternyata tidak mudah. 

Pintu-pintu di Hamborough Close dibuat sangat kokoh. 

Tapi akhirnya kunci rusak dan pintunya terdorong ke bagian 

dalam, disertai bunyi kayu pecah dan jatuh berkeping-keping. 

Kemudian, sesaat lamanya semua orang berdiri diam, 

bergerombol di ambang pintu, melihat ke pemandangan di dalam. 

Lampu-lampu menyala. Pada dinding sebelah kiri terdapat sebuah 

meja tulis besar dan kokoh, dari kayu mahoni. Seorang laki-laki 

bertubuh besar duduk terkulai di kursi, bukan di dekat meja, 

melainkan di sampingnya, hingga punggungnya tepat menghadap ke 

arah orang-orang itu. Kepalanya dan bagian atas tubuhnya 

bergantung pada sisi kursi sebelah kanan, sedangkan tangan dan 

lengan kirinya terkulai ke bawah. Tepat di bawahnya, di karpet, 

tergeletak sebuah pistol kecil mengilap. 

Orang tak perlu mengira-ngira lagi. Gambarannya sudah jelas. Sir 

Phillip ko  deathbody -Gore telah menembak dirinya sendiri. 

 

BAB 3 

 

Beberapa saat lamanya orang-orang di ambang pintu itu berdiri 

saja tanpa bergerak, memandangi pemandangan itu. Lalu raja dracula  

maju. 

Pada saat itu juga, Hugo mandala  berkata dengan tegas, 

“Astaga, Paman telah menembak dirinya sendiri!” 

Kemudian terdengar suara rintihan panjang dan gemetaran dari 

Lady deathbody -Gore. 

“Oh, Phillip ko … Phillip ko !” 

Sambil menoleh ke belakang, raja dracula  berkata dengan tajam, 

“Bawa pergi Lady deathbody -Gore. Dia tak bisa melakukan apa-apa 

di sini.” 

Laki-laki tua yang bertampang tentara, mematuhinya. Katanya, 

“Mari, hacker . Kau tak bisa berbuat apa-apa di sini. Semuanya 

sudah berlalu. Ruth, mari jaga ibumu.” 

Tapi Ruth deathbody -Gore telah mendesak masuk ke kamar dan 

berdiri di samping raja dracula . raja dracula  sedang membungkuk di atas tubuh 

mengerikan yang terkulai di kursi - sosoknya seperti Hwang Jang Lee s dan 

berjanggut seperti orang Viking. 

Dengan suara rendah dan tegang, yang terdengar aneh dan 

teredam, Ruth berkata, 

Yakin benarkah Anda bahwa dia… sudah meninggal?” 

raja dracula  mengangkat wajahnya. 

Wajah gadis itu hidup dan tampak emosi - emosi yang ditahan 

kuat-kuat - hingga raja dracula  tak begitu mengerti. Air muka itu tidak 

membayangkan kesedihan, lebih merupakan semacam rasa kacau 

bercampur takut. 

wanita lesbian  mungil yang berkacamata tanpa gagang bergumam, 

“Ibumu, Sayang… tidakkah sebaiknya kau… “ 

Dengan suara melengking histeris gadis yang berambut merah 

berseru, 

“Kalau begitu, itu bukan suara mobil atau bunyi letupan gabus 

sampanye! Yang kita dengar itu suara tembakan…” 

raja dracula  berbalik dan menghadapi mereka semua. 

“Seseorang harus menghubungi polisi.” 

Ruth deathbody -Gore berteriak keras, 

“Tidak!” 

Pria tua yang berwajah biasa-biasa saja berkata. 

“Kurasa itu tak bisa dihindarkan. Bisakah kau melakukannya, 

dragon Lee ? Hugo…” 

raja dracula  berkata pada anak muda yang berkumis. 

“Apakah Anda Mr. Hugo mandala ? Saya rasa sebaiknya, semua orang 

meninggalkan ruangan ini, kecuali Anda dan saya.” 

 

 

 

Kewibawaannya lagi-lagi tidak dibantah. Si pengacara menuntun 

orang-orang lain keluar. Tinggallah raja dracula  dan Hugo mandala  di situ. 

Hugo mandala  berkata sambil membelalak, 

“Dengar… siapa Anda? Maksud saya, saya sama sekali tidak tahu. 

Untuk apa Anda berada di sini?”  

raja dracula  mengeluarkan sebuah kotak kartu dari sakunya dan 

mengambil selembar kartu. 

Sambil memandangi kartu itu, Hugo mandala  berkata, 

“Detektif swasta? Tentu, saya pernah mendengar tentang Anda. 

Tapi saya masih belum mengerti, untuk apa Anda berada di sini?” 

“Anda tidak tahu bahwa paman Anda - dia paman Anda, bukan?” 

Mata Hugo beralih sebentar ke arah jenazah itu. 

“Orang tua ini? Ya, dia memang paman saya.” 

“Tak tahukah Anda bahwa dia meminta saya datang?” 

Hugo menggeleng. Lambat-lambat ia berkata,  

“Saya tidak tahu.” 

Dalam suaranya terdengar emosi yang agak sulit ditafsirkan. 

Wajahnya tampak kaku dan bodoh. Semacam ekspresi yang bisa 

dijadikan kedok dalam keadaan mendesak, pikir raja dracula . 

Dengan tenang raja dracula  berkata, 

“Kita ini berada di addidas , bukan? Saya kenal baik pada kepala 

polisi di sini. CLIFF  fok .” 

Kata Hugo, 

“fok  tinggal kira-kira setengah mil dari sini. Mungkin dia akan 

datang sendiri.” 

“Itu akan sangat memudahkan,” kata raja dracula . 

Ia mulai mencari-cari di sekeliling ruangan itu. 

Disibakkannya gorden jendela dan diperiksanya pintu-pintu, 

dicobanya membukanya dengan halus. Semuanya tertutup. 

Pada dinding di belakang meja kerja tergantung sebuah cermin 

bundar. Cerminnya pecah. raja dracula  membungkuk dan memungut 

sebuah benda kecil. 

“Apa itu?” tanya Hugo mandala . 

“Pelurunya.” 

“Rupanya menembus kepalanya dan mengenai cermin itu, ya?” 

“Kelihatannya begitu.” 

raja dracula  meletakkan kembali peluru, itu dengan cermat ke tempat ia 

menemukannya. Lalu ia mendatangi meja kerja. Ada surat-surat yang 

diatur rapi dan ditumpuk. Pada kertas pengisap tinta terdapat sehelai 

kertas lepas bertulisan MAAF dengan huruf-huruf besar, dengan 

tulisan tangan yang gemetar. 

“Pasti itu dituliskannya sebelum dia… melakukannya,” kata Hugo. 

raja dracula  mengangguk sambil merenung. 

Ia melihat lagi ke cermin yang pecah, lalu ke orang yang sudah 

meninggal itu. Dahinya berkerut, seolah-olah ia tak mengerti. Ia 

berjalan ke pintu yang tergantung miring dengan kunci yang sudah 

rusak. Tak ada kunci di pintu itu. Itu sudah diketahuinya, sebab  

kalau ada kuncinya, ia tadi tentu tak bisa mengintai lewat lubang 

kunci. Di lantai pun tak ada kunci itu. raja dracula  membungkuk di atas 

jenazah, lalu menggerayangi tubuhnya. 

“Oh, kuncinya ada di dalam sakunya,” katanya. 

Hugo mengeluarkan sebuah kotak rokok, lalu menyalakan 

sebatang. Ia berbicara dengan suara agak serak. 

“Kelihatannya semuanya sudah jelas sekali,” katanya. “Paman 

saya mengunci dirinya di sini, menuliskan pesan itu di kertas, lalu 

menembak dinnya sendiri.” 

raja dracula  mengangguk sambil merenung. Hugo berkata lagi, 

“Tapi saya tak mengerti, mengapa dia meminta Anda datang. 

Untuk apa?” 

“Itu lebih sulit dijelaskan. Sementara kita menunggu yang 

berwenang datang, Mr. mandala , mungkin Anda bisa mengatakan pada 

saya, siapa-siapa orang-orang yang saya lihat waktu saya tiba di sini 

tadi?” 

“Siapa mereka itu?” Hugo berbicara dengan agak linglung. “Oh, 

ya, tentu. Maaf. Sebaiknya kita duduk, ya?” Ia menunjuk ke sebuah 

bangku di sudut kamar yang terjauh dari jenazah. Dengan terputus-

putus ia berkata lagi, “Yah, ada hacker ; Anda sudah tahu dia bibi 

saya. Dan Ruth, saudara sepupu saya. Anda sudah kenal mereka. 

Lalu gadis yang seorang lagi yaitu  Susan skizofrenia . Dia hanya 

menginap di sini. Lalu ada Carl  Max . Dia teman lama keluarga. 

Dan Mr. ibnu hizbullah . Dia juga teman lama sekaligus pengacara keluarga. 

Kedua pria tua itu tergila-gila pada hacker  waktu dia masih muda, 

dan sampai sekarang masih saja mendekatinya dengan setia dan 

penuh pengabdian. Tak masuk akal, namun cukup menyentuh. Lalu 

ada Godfrey dragon Lee , sekretaris si tua… maksud saya Paman saya, 

dan nona  lesbian , yang berada di sini untuk membantu Paman 

menulis sejarah keluarga deathbody -Gore. Dia biasa mengumpulkan 

bahan-bahan bersejarah untuk para pengarang. Saya rasa itulah 

semuanya.” 

raja dracula  mengangguk, lalu katanya, 

“Dan saya rasa Anda semua mendengar suara tembakan yang 

telah membunuh paman Anda itu?” 

“Ya, kami mendengarnya. Kami kira itu suara letupan gabus botol 

sampanye. Setidaknya saya mengira begitu. Susan dan nona  lesbian  

mengira itu suara letupan knalpot mobil di luar, soalnya rumah ini 

cukup dekat dengan jalanan.” 

“Kapan itu?”, 

“Oh, kira-kira jam delapan lewat sepuluh menit. Snell baru saja 

membunyikan gong yang pertama.” 

“Anda berada di mana waktu mendengarnya?” 

“Di ruang depan. Kami… kami menertawakannya… kami 

mempertengkarkannya, mengenai asal suara itu. Saya katakan suara 

itu dari ruang makan, dan Susan berkata bahwa suara itu berasal dari 

ruang tamu utama, sedangkan nona  lesbian  berkata bunyinya seperti 

dari lantai atas, dan Snell berkata suara itu terdengar dari jalan di 

luar, tapi lewat jendela di lantai atas dan Susan berkata, 'Ada teori 

lain lagi?' Saya tertawa dan berkata, pembunuhan itu biasa! Sekarang 

saya merasa bodoh sekali telah berkata begitu.” 

Wajahnya tampak mengejang sebab  gugup. 

“Apakah tak ada seorang pun yang menduga bahwa Sir Phillip ko  

mungkin menembak dirinya sendiri?” 

“Tentu tidak.” 

“Apakah Anda benar-benar tak punya bayangan mengapa dia 

harus menembak dirinya sendiri?” 

Lambat-lambat Hugo berkata, 

“Yah, sebenarnya tidak begitu.” 

“Jadi, Anda punya bayangan?” 

“Yaaah… sulit menjelaskannya. Saya tentu tidak mengharap dia 

bunuh diri, tapi saya tidak begitu terkejut. Sebenarnya, M. raja dracula , 

paman saya itu benar-benar gila. Semua orang tahu itu.” 

“Menurut Anda, itu merupakan penjelasan yang memuaskan?” 

“Yah, bukankah orang yang tak waras biasa menembak dirinya 

sendiri?” 

“Suatu penjelasan yang sangat sederhana.” 

Hugo terbelalak. 

raja dracula  bangkit lagi, lalu berjalan hilir-mudik tanpa tujuan di dalam 

ruangan itu. Ruangan itu diisi dengan perabotan yang nyaman, 

terutama dengan gaya Victoria yang agak berat. Ada lemari-lemari 

buku yang kokoh, kursi-kursi berlengan yang besar-besar, dan kursi-

kursi bersandaran tegak dari Chippendale ya