Kehidupan manusia tidak terpisahkan dari kehidupan
makhluk-makhluk gaib yang tak kasat mata. Mengetahui tentang
makhluk gaib pun menjadi penting, sebab menyakini adanya
makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala selain manusia
yaitu bagian dari keimanan kita sebagai seorang muslim.
Sebagian kehidupan makhluk gaib juga berdampingan dengan
kehidupan manusia, sehingga diperlukan pengetahuan agar
manusia tidak menggangu mereka dan sebaliknya.
Di makalah ini, kami akan membahas makhluk gaib yang
pekerjaannya menyesatkan manusia agar tersesat dan
meninggalkan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan manusia
pun diperintahkan agar menghindari rayuan mereka.
Kita sudah sering mendengar istilah makhluk Jin, Setan dan
Iblis. Namun masih sedikit dari kita yang memahami tentangnya.
Oleh sebab itulah, sudah sepatutnya kita mempelajari tentang
mereka.
A. Jin, Setan, dan Iblis
Kita sudah pasti sering mendengar istilah dari makhluk
yang bernama Jin, Setan dan Iblis. Namun, masih sedikit yang
memahami dari perbedaan dari Jin, Setan dan Iblis. Banyak yang
bertanya, “apa sih bedanya dari jin, setan, dan iblis?”. Oleh
sebab itu, kami akan mencoba menguraikannya.
1. Jin
Jin yaitu sebuah golongan makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa
Ta’ala yang memiliki sifat fisik tertentu, berbeda dengan jenis
manusia atau malaikat.
Jin diciptakan dari bahan dasar api, sebagaimana yang
Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan,
رر خخِرا َفف لل َفكِرا لل َفصِرا لل َفص لن رم َفن َفسِرا لن رلل َفق ا َفل لر( )14( َفخ َفنِرا لن رم لج رر َفمِرا لن رم خن َفجِرا لل َفق ا َفل َفخ )15َفو
“Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.
Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar-Rahman: 14 –
15)
Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam dua hal:
a) Jin memiliki akal dan nafsu, sebagaimana manusia
juga memiliki akal dan nafsu.
b) Jin mendapatkan beban perintah dan larangan
syariat, sebagaimana mausia juga mendapatkan beban
perintah dan larangan syariat.
Oleh sebab itu, ada jin yang muslim dan ada jin yang kafir.
Ada jin yang baik dan ada jin yang jahat. Ada jin yang pintar
masalah agama dan ada jin yang bodoh. Bahkan ada jin
Ahlussunnah dan ada jin pengikut kelompok sesat, dst.
Dan dalam penjelasan Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin
Baz rahimahullah tentang jin, beliau rahimahullah menjelaskan,
“Yang nampak, jin memiliki bahasa sebagaimana manusia
yaitu bahasa yang beraneka ragam. Di antara mereka ada yang
berbahasa Inggris, ada yang berbahasa Perancis, ada yang
berbahasa Amerika. Di kalangan kaum Jin ada yang berbahasa
non Arab dan ada pula yang berbahasa Arab sebab di antara
mereka ada berbagai macam bangsa. Allah berfirman mengenai
kaum jin,
دقق قددددا دطدراقئ ككننط اق دكق دنق دذقل دنوقمننط اق كدنو دنق كحنو نصط اقل قمننط اق ال دنودأننط اق
“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang
saleh dan di antara Kami ada (pula) yang tidak demikian halnya.
yaitu kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al Jin:
11).
Kaum jin itu ada berkelompok-kelompok sebagaimana
firman Allah,
دن كطنو قس دنوقمننط اق اللدقط ا دنق كمنو لسقل كم قمننط اق الل دنودأننط اق
“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang
taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari
kebenaran.” (QS. Al Jin: 14)
Kaum jin itu terdapat beberapa kelompok, ada yang baik
dan ada yang jahat. Di antara mereka ada yang Jahmi (pengikut
Jahmiyah), ada yang Sunni, ada yang Rofidhoh (Syi’ah), ada yang
Nashrani, ada yang Yahudi dan lain-lain. Mereka itu berpecah-
pecah dalam berbagai kelompok sebagaimana firman Allah,
دقق قددددا دطدراقئ ككننط اق دكق دنق دذقل دنوقمننط اق كدنو دنق كحنو نصط اقل قمننط اق ال دنودأننط اق
“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang
saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya.
yaitu kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al Jin:
11).
Yang dimaksud دك“ دنق دذقللل yaitu ”كدنو umum, artinya kaum jin
sendiri terpecah-pecah menjadi kelompok yang lain.
Sedangkan perbedaan jin dengan mansuia yang paling
mendasar yaitu dari asal penciptaan dan kemampuan bisa
kelihatan dan tidak.
Makhluk ini dinamakan jin, sebab memiliki sifat ijtinan
(Arab: ,(اجتنلللط ان yang artinya tersembunyi dan tidak kelihatan.
Manusia tidak bisa melihat jin dan jin bisa melihat manusia. Allah
berfirman,
كهلم لنودن در كثق دلق دت دحلي لنق قم دنودققبيكلكهق كهدنوق ككلمق درا قإننكهق دي
“Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat
kamu di suatu keadaan yang kamu tidak bisa melihat mereka.”
(QS. Al-A’raf: 27)
2. Setan
Untuk memahami setan, satu prinsip yang harus Anda
pegang: Jin itu makhluk dan setan itu sifat. sebab setan itu sifat,
maka dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri.
Setan yaitu sifat untuk menyebut setiap makhluk yang
jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat,
suka melawan aturan, atau semacamnya.
Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar mengatakan,
الشيطط انق فيق لغةق العربق يطلقق علىق كلق عط ادق متمرد
“Setan dalam bahasa Arab digunakan untuk menyebut setiap
makhluk yang menentang dan membangkang.” (Alamul Jinni was
Syayathin, Hal. 16).
Dinamakan setan, dari kata; syutun (Arab: (شللطنون yang artinya
jauh. sebab setan dijauhkan dari rahmat Allah. (Al-Mu’jam Al-
Wasith, kata: الشيطط ان)
Kembali pada keterangan sebelumnya, sebab setan itu
sifat maka kata ini bisa melekat pada diri manusia dan jin.
Sebagaimana penjelasan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa ada
setan dari golongan jin dan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman, setelah menjelaskan sifat-sifat setan,
قس دنوالننط ا قجننقةق دنق الل قم
“(setan yang membisikkan itu) dari golongan jin dan mausia.”
(QS. An-Nas: 6).
3. Iblis
Siapakah iblis? Iblis yaitu nama salah satu jin yang
menjadi gembongnya para pembangkang. Dalil bahwa iblis dari
golongan jin yaitu firman Allah,
دربقه قرق لم لنق دأ دع دقق دس بنق دفدف قج دنق الل قم دنق دكط ا دسق دجكدنواق قإنلق قإلبقلي دس كجكدنواق قلدددمق دف لس دكقةق ا دمدلقئ دنوقإلذق كقللدنط اق قللل
“Ingatlah saat Kami berkata kepada para malaikat, ‘Sujudlah
kallian kepada Adam!’ maka mereka semua-pun sujud kecuali
Iblis. Dia dari golongan jin dan membangkang dari perintah
Allah.” (QS. Al-Kahfi: 50)
Motivasi yang menghalangi si Iblis itu untuk sujud kepada
Adam عليه السل م tidak lain yaitu rasa kesombongan dan tinggi hati.
Dia merasa dirinya jauh lebih baik dari Adam السل م -Dalam Al . عليه
Qur’an;
لن رم هه َفت لق َفل َفخ َفو لر َفنِرا لن رم رن ي َفت لق َفل َفخ هه لن رم رر لي َفخ َفنِرا أ
َف َفل َفقِرا َفك هت لر َفم أ
َف لذ رإ َفد هج لس َفت خل أ
َف َفك َفع َفن َفم َفمِرا َفل َفقِرا
لن رطي
Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud di
waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik
daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau
ciptakan dari tanah". (QS.Al-Araf : 12 )
Ciri yang paling utama dari Iblis yaitu dia tidak mati-mati
sampai hari kiamat. Dan penangguhan usianya itu memang telah
diberikan oleh Allah سععععععععععععععععععبحِرانه و تعععععععععععععععععععِرال
Dalam Al-Qur’an dijelaskan dalam Surah Al-Araf ayat 14 dan 15
دن ١٥ دظقري كملن دنق الل قم دكق دلق قإنن دقط ا دن ١٤ دعكثنو لنوقمق كيلب ق دي لرقنيق قإدل قظ ألن
دلق د ىىدقط ا
| 6
Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka
dibangkitkan". Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk
mereka yang diberi tangguh." (QS.Al-Araf : 14-15 )
Dijelaskan juga tentang penangguhan usia Iblis dalam Surah
yang lainnya.
لنوقمق ٨١
لعك دم قتق الل دنولق لنوقمق الل ق دي دنق ق ٨٠ىىق ق قإدل دظقري كملن دنق الل قم دكق دلق دفقإنن دن ق ٧٩ق ق ق دقط ا دعكثنو لنوقمق كيلب ق دي لرقنيق قإدل قظ ألن
ببق دفد در دلق ىىدقط ا
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari
mereka dibangkitkan". Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu
termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari
yang telah ditentukan waktunya ". (QS.Shaad : 79-81 )
Iblis juga memiliki keturunan, sebagaimana umumnya jin
lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
دعكدونو ككلمق كهلمق دل دنو لنق كدنوقنيق قم دءق لنوقلديط ا برنيدتكهق دأ دنوكذ قخكذنودنكهق دربقهق دأدفدتنت قرق لم لنق دأ دع دقق دس بنق دفدف قج دنق الل قم دنق دكط ا
“Iblis itu dari golongan jin, dan dia membangkang terhadap
perintah Rab-nya. Akankah kalian menjadikan dia dan
keturunannya sebagai kekasih selain Aku, padahal mereka
yaitu musuh bagi kalian…” (QS. Al-Kahfi: 50)
Jadi iblis yaitu nama seorang jin yang hidup di masa
penciptaan Adam dan tidak mati-mati sampai hari عليعه السعل م ini.
Iblis yaitu kakek moyang Setan yang juga punya keturunan,
namun keturunannya itu tidak mendapatkan jaminan untuk
hidup sampai kiamat. Dan sebagai bangsa jin, ada diantara
keturunannya itu yang mati. Meski barangkali usianya berbeda
dengan rata-rata manusia. Tetapi tetap akan mati juga. Kecuali
kakek moyang mereka yaitu Iblis. و الب أعلممب بالـصـواب
B. Iblis dan Setan Sebagai Makhluk Dilaknat
Iblis dan Setan dilaknat sebab sifat pembangkangannya.
Kejadian saat Iblis membangkang yaitu saat awal penciptaan
manusia. Saat Nabi Adamب ملسو هيلع هللا ىلصdiciptakan, Iblis yang dengan sifat
sombongnya menolak penciptaan manusia. Sebab, sebelum
penciptaan manusia Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman
kepada Malaikat, bahwa akan diciptakan makhluk manusia yang
akan menjadi khalifah (pemimpin). Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman:
لحكن دنودن دءق ق ق دما ككق البد لسقف دنودي دهط اق قسكدق قفلي لنق يلف دم دهط اق كلق قفلي لجدع اق دادت ق ق دقط اكل دخقلليدفدةق قضق دلللر قعللق قفىق ا دجط ا ليق دكقةق قابن قئ دم دكق قللل دريب دلق ولو دنوقالذق دقط ا وىل
دن لنو كم لعدل دمط اق دلق دت لعدلكمق ق دا دلق قابن ق ق دقط ا دكق كسق دلل دنوكندقبد دكق لمقد دح كحق قب دسب ول يكن
"Dan (ingatlah) saat Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,
"Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata,
"Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan
menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-
Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku
mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.""(QS. Al-Baqarah: Ayat
30)
Jauh sebelum penciptaan manusia, telah ada golongan
makhluk lain penghuni di muka bumi ini yaitu golongan jin. Dan
di kalangan jin, ada yang berusaha agar menjadi pemimpin di
muka bumi, yaitu bernama Iblis. Namun saat dia mendengar
kata khalifah (pemimpin) saat Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman kepada Malaikat, dia tahu jika nantinya akan makhluk
tersebut akan menjadi pemimpin di muka bumi dan dia sebagai
kandidat sebagai pemimpin di muka bumi terhapus. Inilah alasan
utama kenapa Iblis tidak mau sujud saat Allah Subhanahu wa
Ta’ala memerintahkan makhluk di langit untuk sujud kepada
Adam .
Bersujud kepada Adam ق bukan berarti dengan sujud
ibadah namun sebagai penghormatan kepadanya, menampakan
kelebihannya dan sebagai bukti ketaatan mereka kepada Allah
Subhanahu wa Ta’ala.
Seluruh malaikat mentaati perintah Allah swt dengan
bersujud kepada Adam as kecuali iblis disebab kan
kengganannya menjalankan perintah-Nya dan kesombongannya.
Perbuatannya ini menjadikannya keluar dari ketaatan kepada
Allah swt dan menjadikannya sebagai makhluk Allah pertama
yang kafir kepada-Nya.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala
دن قري دكط اقف دنق الل قم دنق دنودكط ا درق لكدب لسدت دنوا دسق دأدبىق نلق قإلبقلي دجكدنولاق قإ دس كجكدنولاق لدددمق دف لس دكقةق ا دلقئ دم دنوقإلذق كقللدنط اق قللل
Artinya : “Dan (ingatlah) saat Kami berfirman kepada Para
Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka
kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan yaitu ia Termasuk
golongan orang-orang yang kafir. (QS. Al Baqarah : 34)
Tidak ada perbedaan dikalangan para ulama bahwa
perbuatan iblis yang tidak bersujud kepada Adam قmenjadikan
dirinya diusir dari surga, sebagaimana firman-Nya :
قجيلمق ( در دكق دهط اق دفقإنن قملن لجق لخكر دلق دفط ا قن77دقط ا لنوقمق البدي لعدنقتيق قإدلىق دي دكق دل دعدللي ننق دنوقإ )ق ق ق
Artinya : “Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari
surga; Sesungguhnya kamu yaitu orang yang terkutuk,
Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari
pembalasan”. (QS. Shaad : 77 – 78)
Perkataan Allah Subhanahu wa Ta’Ala kepada Iblis seperti
منهط ا منهط ا atauق فط اهبطق yaitu dalil bahwa iblis sebelumnya beradaق فط اخرجق
di langit lalu diperintahkan untuk turun darinya serta keluar dari
rumah atau tempat yang didapatnya selama ini sebab ketaatan
dan ibadahnya yang seperti malaikat. Surga itu ditarik darinya
disebab kan kesombongan, dengki dan durhaka kepada Allah
untuk kemudian diturunkan ke bumi dengan kehinaan dan
terusir. Setelah itu Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan
Adamب ملسو هيلع هللا ىلصdan juga istrinya untuk menempati surga.
دن قم ككنودنط اق دجدردةق دفدت نش دهقذقهق ال دردبط اق دلق دتلق دنو دمط اق قشلئكت كثق دحلي دغدداق در دهط اق قملن دلق دنوكك دجنندةق دكق الل كج دزلنو دنو دتق لنق دأن لسكك دنوكقللدنط اق ديط اق آددكمق ا
دن قمي نظط اقل الل
Artinya : “Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh
kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-
makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu
sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan
kamu Termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al Baqoroh : 35)
Dijelaskan pula di Surah lain tentang pembangkangan Iblis.
Yakni di QS. Al-A’raaf:11-18).
Allah SWT berfirman:
اق ق قا
دجكدنول دس دددمق دف لنواق كجكد لس دكقةق ا قئ
ل دم ككلمق كثنمق كقللدنط اق قللل لر دصننو ككلمق كثنمق دخدللق خلدنودلدقلدق ل و رل ى ىنل ىولىن لل لى لى لى لى لى لى لى لى ى
دن قجقدلي دنق ال بم لنق كك لمق دي ق ق دل دسق ق ق ىسسقالبقللي
"Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian
membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para
malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun
sujud kecuali Iblis. la (Iblis) tidak termasuk mereka yang
bersujud."(QS. Al-A'raf: Ayat 11)
رر لنق ننط ا قم ليق دخدللقدتقن بملنكهق ق ق ق ق لرق دخلي ق
دلق دادنط ا ق ق دقط ا دكق ق ق لركت دم كجددق قالذق دا لس دكق دانلق دت دع دمدن دمط اق دلق ِرا ِرا دقط ا
رن قطلي لنق قم ق دخدللقدت ههننو
"(Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga)
kamu tidak bersujud (kepada Adam) saat Aku menyuruhmu?"
(Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan
aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.""(QS. Al-
A'raf: Ayat 12)
دن قرلي قغ دنق ال قم دكق لجق قانن لخكر دهط اق دفط ا درق قفلي دكنب لنق دتدت دكق ق دا كنق دلل لنو كك دمط اق دي دهط اق دف قملن لطق لهقب دلق دفط ا ىسصدقط ا
"(Allah) berfirman, "Maka, turunlah kamu darinya (surga); sebab
kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya.
Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang
hina.""(QS. Al-A'raf: Ayat 13)
دن لنو دعكث لنوقمق كيلب ىق دي ق ق قا
لرقنيل قظ دلق دالن ىلدقط ا للللللللل يل يل
"(Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari
mereka dibangkitkan."" (QS. Al-A'raf: Ayat 14)
دن دظقرلي كملن دنق الل قم دكق دلق قانن دقط ا
"(Allah) berfirman, "Benar, kamu termasuk yang diberi
penangguhan waktu.""(QS. Al-A'raf: Ayat 15)
لسدتقليدم كم دكق الل دط قصدرا كهلمق ننق دل كعدد ددللق ليق ق لغدنوليدتقن ق دا
دمط ا دلق دفقب ِرادقط ا
"(Iblis) menjawab, "sebab Engkau telah menyesatkan aku, pasti
aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang
lurus,"(QS. Al-A'raf: Ayat 16)
قهلم دشدماقئقل لنق دع دنو قهلمق دمط اقن لنق دالي دع دنو قهلمق دخللقف لنق دنوقم قهلمق قنق داليقدلي ق دبلي
بمنل كهلمق ق قتدينن لللللللللنلَفلنلكثنمق
دن قرلي قك كهلمق در لكدث قجكدق دا دنودلق دت ىشق ق
"kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari
belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak
akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.""(QS. Al-A'raf:
Ayat 17)
دن قعلي لجدم ككلمق دا قملن دجدهنندمق ننق لل لمدللل ددل كهلمق قملن دكق دع لنق دتقب دم ق ق دل دراق ق ق كحلنو نملد لنودمط اق كء دملذ دهط اق قملن لجق لخكر دلق ا َفٴدقط ا
"(Allah) berfirman, "Keluarlah kamu dari sana (surga) dalam
keadaan terhina dan terusir! Sesungguhnya barang siapa di
antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka
Jahanam dengan kamu semua.""(QS. Al-A'raf: Ayat 18)
Mengapa Iblis tidak mau bersujud kepada Adam?
Sesungguhnya ketidakmauan Iblis untuk bersujud kepada Adam
‘alaihissalam yaitu sebab dengki dan takabur. Hal ini jelas dari
firman Allah di atas yaitu saat Allah bertanya kepada Iblis:
“Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di
waktu Aku menyuruhmu?” Iblis Menjawab “Saya lebih baik
daripadanya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau
ciptakan dia dari tanah”.(QS. Al-A’raf 13). Dalam ayat lain Allah
menyebutkan penyebab keengganan Iblis secara tegas yaitu
sebab ketaburannya, Allah berfirman: Ia enggan dan takabur
dan ia golongan orang-orang yang kafir (QS. Al-Baqarah:34).
Dalam dua ayat di atas jelas bahwa Iblis tidak mau bersujud
lantaran merasa sombong alias takabur dan dia lebih memilih
menjadi orang kafir dari pada menjadi orang beriman yang
sami’na wa atho’na kepada perintah Allah.
Dari sinilah Akhlak buruk mulai menjelma dalam bentuk
pembangkangan kepada Allah ta’ala, kesombongan yang
membuat antipati untuk mengakui kelebihan orang lain, bangga
dengan dosa dan menutup diri dari pemahaman.
Allah murka kepada Iblis dan Allahpun mengusirnya serta
melaknatnya: “Turunlah kamu dari surga itu; tidak sepatutnya
kamu menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah!
Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina.” Dalam
ayat yag lain dikatakan pula kepadanya: “Sesungguhnya mulai
sekarang kamu terlaknat sampai hari kiamat.” Atau kalau dalam
bahasa kita: “Iblis..! mulai detik ini pergi kau dari sini, kamu…
Saya laknat sampai hari kiamat. Tidak boleh ada orang sombong
dihadapan-Ku.”
Penolakan Iblis untuk bersujud kepada Adam ‘alahissalam
terjadi sebab sesuatu yang dikehendaki oleh Allah yaitu agar
Adam dan istrinya kelak turun dari surga ke bumi untuk menjadi
khalifah Allah yang memakmurkan bumi, Dan agar Iblis beserta
keturunannya menjadi sarana penyesat manusia.
Setelah Iblis diusir dan dilaknat serta dihinakan, dia putus
asa dari rahmat Allah, tidak bertobat dan memperbaiki kesalahan
namun justru ingin balas dendam kepada Adam dan
keturunannnya. Iblis berkata kepada Allah: Beri tangguhlah saya
sampai waktu mereka dibangkitkan” para ulama menafsirkan:
maksud beri tangguhlah saya sampai hari kebangkitan yaitu
berikanlah saya kehidupan sampai hari kiamat, artinya Iblis
minta supaya tidak matikan oleh Allah kecuali telah datang hari
kiamat. Permintaan ini dikabulkan oleh Allah: Allah berfirman:
“Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh.”
Maka telah menjadi keputusan Allah bahwa Iblis akan terus hidup
sampai hari kiamat, sebagaimana para malaikat. Dan kelak
semuanya akan mati, kecuali Allah Rabbul Alamin. Ibnul Jauzi
berkata dalam kitabnya Zadul Masir: Sebenarnya Iblis minta
supaya menjadi makhluk terbebas dari kematian dan menjadi
orang yang abadi namun Allah Tidak mengabulkan semuanya
Allah hanya mengabulkan dia bisa terus hidup sampai hari yang
dimaklumi yaitu hari kiamat. Hal ini bisa semakin jelas bila dilihat
dalam surat Al-Hijr 38.
Setelah dikabulkan permintaannnya, Iblis menjelaskan
alasannya yaitu supaya bisa menyesatkan anak keturunan Adam
dari masa ke masa, sehingga setiap anak keturunan Adam pasti
mendapat godaan dari Iblis atau bala tentaranya yaitu para
Setan dari kalangan Jin dan manusia.
Iblis berjanji di hadapan Allah bahwasannya dia akan
menjerusmuskan manusia ke dalam maksiat dengan segala
kemampuannya, dia akan mendatangi manusia dari arah depan,
belakang, kanan dan kiri dan bawah. Semua usaha penyesatan
akan Iblis lakukan supaya anak keturuan adam tidak bersyukur
kepada Allah, jauh dari shalat, tidak suka mengingat Allah,
terjerumus ke dalam kesyirikan dan menjadi temannya di neraka
Jahannam. Namun Iblis mengakui sendiri bahwa ia tidak akan
mampu mengalahkan hamba Allah yang Ikhlas, hamba-hamba
yang yakin dan tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
C. Tahapan Setan Menyesatkan Manusia
Dalam menjalankan misinya untuk menyesatkan manusia,
berikut tahapan yang dilakukan oleh Setan.
1. Langkah pertama: Diajak pada kekafiran, kesyirikan,
serta memusuhi Allah dan Rasul-Nya
Inilah langkah pertama yang ditempuh oleh setan, barulah
saat itu ia beristirahat dari rasa capeknya. Setan akan terus
menggoda manusia agar bisa terjerumus dalam dosa pertama
ini. Jika telah berhasil, pasukan dan bala tentara iblis akan
diangkat posisinya menjadi pengganti iblis.
2. Langkah kedua: Diajak pada perbuatan bid’ah
Jika langkah pertama tidak berhasil, manusia diajak pada
perbuatan bid’ah. Perbuatan ini lebih disukai oleh iblis daripada
dosa besar atau pun maksiat lainnya. sebab bahaya bid’ah itu:
a. membahayakan agama seseorang,
b. membahayakan orang lain, jadi ikut-ikutan berbuat sesuatu
yang tidak ada tuntunan,
c. orang yang berbuat bid’ah akan sulit sadar untuk taubat
sebab ia merasa amalannya selalu benar,
d. bid’ah itu menyelisihi ajaran Rasul dan selalu mengajak
untuk menyelisihi ajaran beliau.
Setan yang menggoda seperti ini pun juga akan diangkat
sebagai pembantu iblis jika telah berhasil menyesatkan manusia
dalam hal ini.
3. Langkah ketiga: Diajak pada dosa besar (al-kabair)
Kalau langkah kedua tidak berhasil, setan akan mengajak
manusia untuk melakukan dosa besar, lebih-lebih jika ia yaitu
seorang alim (berilmu) dan diikuti orang banyak. Setan lebih
semangat lagi menyesatkan alim semacam itu supaya membuat
manusia menjauh darinya, maksiat semacam itu pun akan
mudah tersebar, dan akan dirasa pula bahwa maksiat itu malah
mendekatkan diri pada Allah.
Yang berhasil menyesatkan manusia dalam hal ini, dialah yang
nanti akan menjadi pengganti iblis.
4. Langkah keempat: Diajak dalam dosa kecil (ash-
shaghair)
Jika setan gagal menjerumuskan dalam dosa besar, setan
akan mengajak pada dosa kecil. Dosa kecil ini juga berbahaya.
إيط اكمق نومحقراتق الذننوبق كقنومق نزلنواق فيق بطنق نوادق فجط اءق ذاق بعنودق نوجط اءق ذاق بعنودق حتىق انضجنواق خبزتهمق نوإن
محقراتق الذننوبق متىق يؤخذق بهط اق صط احبهط اق تهلكه
“Jauhilah oleh kalian dosa-dosa kecil. (sebab perumpamaan hal
tersebut yaitu ) seperti satu kaum yang singgah di satu lembah,
lalu datanglah seseorang demi seorang membawa kayu sehingga
masaklah roti mereka dengan itu. Sesungguhnya dosa-dosa kecil
itu saat akan diambil pemiliknya, maka ia akan
membinasakannya.” (HR. Ahmad, 5: 331, no. 22860. Syaikh
Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Maksud hadits, jika dosa kecil terus menumpuk dan tidak
terhapus, maka itu akan membinasakan. Di sini tidak disebutkan
dosa besar sebab jarang terjadi di masa silam dan dosa besar
memang benar-benar dijaga agar tidak terjerumus di dalamnya.
Demikian dijelaskan oleh Al-Munawi.
Imam Al-Ghazali menyebutkan, dosa kecil lama-lama bisa
menjadi besar sebab : (1) menganggap remeh dosa kecil
tersebut, (2) terus menerus dalam berbuat dosa. sebab ingatlah
yang namanya dosa saat seseorang menganggap itu begitu
besar (berbahaya), menjadi kecil di sisi Allah. Sebaliknya, saat
dosa itu dianggap remeh, maka menjadi besar di sisi Allah.
(Dinukil dari Faidh Al-Qadir, 3: 127)
5. Langkah kelima: Disibukkan dengan perkara mubah
(yang sifatnya boleh, tidak ada pahala dan tidak ada
sanksi di dalamnya)
Namun sebab sibuk dengan yang mubah mengakibatkan
luput dari pahala. Jika setan tidak mampu menggoda dalam
tingkatan kelima ini, maka seorang hamba akan benar-benar
tamak pada waktunya. Ia akan tahu bagaimanakah berharganya
waktu. Ia pun tahu ada nikmat dan ada akibat jelek jika tidak
menjaganya dengan baik.
Jika tidak mampu dalam langkah kelima, maka setan beralih
pada langkah yang keenam.
6. Langkah keenam: Disibukkan dalam amalan yang
kurang afdhal, padahal ada amalan yang lebih afdhal
Setan akan menggoda manusia supaya ia luput dari pahala
amalan yang lebih utama dan ia terus tersibukkan dengan yang
kurang afdhal.
Mengenal enam langkah ini seharusnya membuat kita bisa
melakukan prioritas dalam bneramal dan mencari manakah yang
paling diridhai oleh Allah.
D. Agar Terhindar dari Godaan Setan
Setiap dari kita pasti ingin terhindar dari godaan Setan
laknatullah. Lalu bagaimana agar kita memiliki senjata supaya
tidak diganggu setan? Coba ikuti kiat-kiat berikut.
1. Patut dipahami, setan yaitu musuh manusia
Allah Ta’ala berfirman,
قر نسقعي قبق ال لصدحط ا لنق دأ قم ككنوكننواق لزدبكهق قلدي قح كعنوق دمط اق ديلد دعكدونواق قإنن قخكذنوكهق دعكدونوق دفط انت ككلمق دنق دل دطط ا نشلي ننق ال قإ
“Sesungguhnya syaitan itu yaitu musuh bagimu, maka
anggaplah ia musuh(mu), sebab sesungguhnya syaitan-syaitan
itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi
penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)
Lalu setiap manusia ingin disesatkan oleh setan kecuali
orang yang memiliki tauhid yang benar. Allah Ta’ala berfirman,
قجيلمق ( در دكق دهط اق دفقإنن قملن لجق لخكر دلق دفط ا قنق (77دقط ا لنوقمق البدي لعدنقتيق قإدلىق دي دكق دل دعدللي ننق دنوقإ دنق (78)ق دعكثنو لنوقمق كيلب لرقنيق قإدلىق دي قظ ألن
ببق دفد در دلق )ق دقط ا
دنق (79 دظقري كملن دنق الل قم دكق دلق دفقإنن لنوقمق (80)ق دقط ا
لعك دم قتق الل دنولق لنوقمق الل دنق (81)ق قإدلىق دي لجدمقعي كهلمق دأ لغقنودينن دل
ك دكق نزقت قع دلق دفقب )ق قإنل82)ق دقط ا
قصين لخدل كم كهكمق الل قملن دكق قعدبط ادد
(83)
“Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga;
sesungguhnya kamu yaitu orang yang terkutuk, Sesungguhnya
kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” Iblis berkata:
“Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka
dibangkitkan.” Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk
orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah
ditentukan waktunya (hari Kiamat).” Iblis menjawab: “Demi
kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,
kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (QS.
Shaad: 77-83).
2. Berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah
Allah Ta’ala berfirman,
لن كمقبي دعكدونوق ككلمق قنق قإننكهق دل دطط ا نشلي قتق ال كطدنوا كخ كعنواق دنودلق دتنتقب دكط انفدةق لقمق
بسل كخكلنواق قفيق ال دمكننواق الد دنق دآ دهط اق انلقذي ديط اق دأي
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam
keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.
Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-
Baqarah: 208)
Masuklah dalam “silmi” artinya yaitu lakukanlah ketaatan
kepada Allah. Disebutkan dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya
Ibnu Katsir, sebagaimana pendapat dari Ibnu ‘Abbas, Abu ‘Aliyah,
dan Ar-Rabi’ bin Anas saat menafsirkan ayat di atas.
Hal ini dikuatkan lagi dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كن درق الب قم دنوليقلىق –ق كأ ربق ديط اق درلي كك قردنواديقةق دأقبىق دنوقفىق دنوليدلكهق –ق كلق ديط اق قكىق ديكقنو كنق ديلب دطط ا نشلي دلق ال دز لعدت دجددق ا دس لجدددةق دف نس كنق آدددمق ال دردأق الب قإدذاق دق
كر دىق الننط ا كتق دفقل كجنوقدق دفدأدبلي يس كتق قبط ال لر قم دنوكأ دجننكةق دجددق دفدلكهق الل دس كجنوقدق دف يس آدددمق قبط ال
“Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka
setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan
berkata-kata: “Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun
bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri
diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku
pantas mendapatkan neraka.” (HR. Muslim no. 81)
Orang yang mau sujud pada Allah berarti telah berpegang pada
ajaran Islam dengan benar.
3. Berlindung dari gangguan setan dan senantiasa
meminta tolong pada Allah
Allah Ta’ala berfirman,
دنق ( قهقلي دجط ا قنق الل دع لضق لعقر دنودأ قفق لر كع لرق قبط الل كم أ
دنول دنوق دعلف لع199كخقذق الل دسقمي قنلق قإننكهق قعلذق قبط ا لسدت لغق دفط ا لز قنق دن دطط ا نشلي دنق ال قم دكق دغنن دز نمط اق ديلن دنوقإ )ق
دعقليلم
(200)
“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang
ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.
Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka
berlindunglah kepada Allah.” (QS. Al-A’raf: 199-200)
Ada beberapa tempat atau waktu meminta perlindungan dari
gangguan setan:
a. saat masuk kamar mandi
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
قث دخدبط اقئ دنوالل قثق كخكب دنق الل قم دكق كعنوكذق قب كهنمق قإبنىق دأ دلق النل دلدءق دقط ا دخ دلق الل دخ يىق –ق صلىق الق عليهق نوسلمق –ق قإدذاق دد دنق الننقب دكط ا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat memasuki
jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a’udzu bika minal
khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari
setan laki-laki dan setan perempuan).” (HR. Bukhari no. 142 dan
Muslim no. 375)
b. saat marah
Dari Sulaiman bin Surd radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,
“Suatu hari saya duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam. saat itu ada dua orang yang saling memaki. Salah
satunya telah merah wajahnya dan urat lehernya memuncak.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
دعلنكهق مط اق ديجكد نرجيقم ،ق ذهبق قنق ال نشليطط ا دنق ال قم دل :ق أعنوكذق بط الق لنوق قط ا دبق عنكهق مط اق يجكد ،ق دل دهط اق لذه لنوق قط ادل ةق دل
دمد دكقل قإنيق لعلكمق
“Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh
orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-
uudzu billahi minas syaithanir rajiim (aku berlindung kepada
Allah dari godaan setan yang terkutuk), marahnya akan hilang.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
c. saat singgah di suatu tempat
Diriwayatkan dari Khawlah binti Hakim As-Sulamiyyah; beliau
mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
دك قهق دذقل قزقل دملن لنق قم دلق قح لردت دحنتىق دي لىلءق دش كضيركهق دق .ق دللمق دي دخدل دمط اق دشبرق لنق قم قتق نمط ا قنلق النتط ا قتق ا دمط ا دكقل كعنوكذق قب دلق دأ دلق كثنمق دقط ا قز دملن دلق دز لنق دن دم
“Barang siapa yang singgah di suatu tempat kemudian dia
mengucapkan, ‘A’uudzu bi kalimaatillaahit taammaati min syarri
maa kholaq (Artinya: Aku berlindung dengan kalimat Allah yang
sempurna dari kejelekan setiap makhluk),” maka tidak ada satu
pun yang akan membahayakannya sampai dia pergi dari tempat
tersebut.” (HR. Muslim, no. 2708)
d. saat membaca Al-Qur’an
Diperintahkan dalam ayat,
قجيقم نر قنق ال دطط ا نشلي دنق ال قم لق
قن قعلذق قبط ا لسدت دنق دفط ا لردآ دتق اللكق درلأ دفقإدذاق دق
“Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta
perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (QS. An-
Nahl: 98)
Hendaklah memulai membaca Al-Qur’an dengan membaca
ta’awudz. Bacaan ta’awudz menurut jumhur (mayoritas ulama)
yaitu “a’udzu billahi minasy syaithonir rajiim”. Membaca
ta’awudz ini dihukumi sunnah, bukan wajib.
e. Melindungi anak dan keluarga
Do’a yang biasa diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
untuk meminta perlindungan untuk Hasan dan Husain, yaitu:
دلنمرة رنق دعلي بلق كك لنق دنوقم نمرةق ،ق دهط ا دنو رنق دطط ا دشلي بلق كك لنق قم نمقةق قنلق النتط ا قتق ا دمط ا دكقل كعنوكذق قب دأ
“‘Audzu bi kalimaatillahit taammati min kulli syaithonin wa
haammatin wa min kulli ‘ainin laammatin (aku berlindung dengan
kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari godaan setan,
binatang beracung dan dari pengaruh ‘ain yang buruk).” (HR.
Bukhari no. 3371). Nabi katakana bahwa dulu bapak kalian
berdua yaitu Nabi Isma’il dan Ishaq meminta perlindungan pada
Allah dengan do’a tersebut.
Kemudian, terdapat pula do’a yang dibacakan oleh malaikat Jibril
‘alaihis salam saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat
gangguan setan, yaitu:
دك لرقي قنلق دأ لسقمق ا دكق قبط ا لشقفي لق دي
كن قسردق ا دحط ا قنق دعلي لنوق رسق دأ بلق دنلف كك دشبرق لنق قم دكق لؤقذي لىرءق كي دش بلق كك لنق قم دكق لرقي قنلق دأ لسقمق ا قبط ا
“Bismillahi arqiika min kulli syai-in yu’dziika min syarri kulli nafsin
aw ‘aini haasidin. Allahu yasyfiika, bismillah arqiika.” (Dengan
menyebut nama Allah, aku membacakan ruqyah untukmu dari
segala sesuatu yang menganggumu dari kejahatan setiap jiwa
dan pengaruh ‘ain. Semoga Allah menyembuhkanmu).” (HR.
Muslim no. 2186)
4. Memperbanyak dzikir
Yang patut direnungkan yaitu ayat berikut,
قسق ( ببق الننط ا در كعنوكذق قب للق دأ قسق (1كق قكق الننط ا دمقل قسق (2)ق قهق الننط ا قسق (3)ق قإدل دخننط ا قسق الل لسدنوا دنو دشبرق الل لنق قم كسق قفي4)ق لسقنو دنو )ق انلقذ يق كي
قس قرق الننط ا كصكدنو
(5)
“Katakanlah: “Aku berlidung kepada Rabb (yang memelihara dan
menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari
kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang
membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.” (QS. An-
Naas: 1-5)
Dalam Al-Kalim Ath-Thayyib, Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa
kita diperintahkan oleh Allah untuk berdzikir. Fungsi dzikir yaitu
seperti seseorang yang mengusir musuhnya dengan cepat.
Sampai-sampai jika musuh itu datang pada benteng, maka akan
terlindungi. Demikianlah fungsi dzikir bagi diri. Diri seseorang
akan semakin terlindungi hanyalah dengan dzikir pada Allah.
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,
دس دخنن دعط ادلىق دلق دت درق ا دك دسق دفقإدذاق دذ لسدنو دنو دلق دغدف دنو دسدهط اق قنق آدددمق دفقإدذاق قبق قالب دعدلىق دقلل دجط ادثدمق كنق دطط ا نشلي ال
“Setan itu mendekam pada hati manusia. Jika ia luput dan lalai,
setan menggodanya. Jika manusia mengingat Allah, setan akan
bersembunyi.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 13:
469-470, Adh-Dhiya’ dalam Al-Mukhtar 10: 367 dengan sanad
yang shahih)
5. Menyelisihi tingkah laku setan
Contoh, menyelisihi tingkah laku setan dalam hal makan. Setan
makan dengan tangan kiri, kita diperintahkan makan dengan
tangan kanan.
Dalam Shahih Muslim disebutkan sebuah riwayat,
قشدمط اقلقه كبق قب لشدر دنودي قهق قشدمط اقل كلق قب كك دنق ديلأ دطط ا نشلي ننق ال قميقنقهق دفقإ لبق قبدي لشدر دبق دفللدي دشقر دنوقإدذاق قميقنقهق للق قبدي كك أ
ككلمق دفللديل دحكد دلق دأ دك قإدذاق دأ
“Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia
makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya
juga minum dengan tangan kanannya, sebab setan makan
dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.”
(HR. Muslim no. 2020, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya)
Setan juga memberi dan menerima sesuatu dengan tangan kiri.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قشدمط اقلقه كبق قب لشدر دنودي قهق قشدمط اقل كلق قب كك دنق ديلأ دطط ا نشلي ننق ال قميقنقهق دفقإ قطق قبدي لع دنوللكي قميقنقهق كخلذق قبدي أ
دنوللديل قميقنقهق لبق قبدي لشدر دنوللدي قميقنقهق ككلمق قبدي دحكد للق دأ كك قلديلأ
قه قشدمط اقل كخكذق قب دنوديلأ قهق قشدمط اقل قطىق قب لع دنوكي
“Hendaklah salah seorang di antara kalian makan dan minum
dengan tangan kanannya, juga mengambil dan memberi sesuatu
dengan tangan kanannya sebab setan itu makan dan minum
dengan tangan kiri, begitu pula memberi dan mengambil sesuatu
dengan tangan kiri.” (HR. Ibnu Majah no. 3266. Al-Hafizh Abu
Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Setan tidak biasa tidur qailulah, yaitu tidur sebentar menjelang
Zhuhur. Sedangkan kita diperintahkan untuk tidur qailulah.
Disebutkan dalam hadits dari Anas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda,
كل دلق دتقلي دنق قطلي نشديط ا ننق ال لنواق دفقإ قليكل
“Tidurlah di tengah hari (qailulah) sebab setan tidak tidur
qailulah.” (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb 1: 12 dan Akhbar
Ash-bahan 1: 195 dari jalur Abu Daud Ath-Thayalisi. Syaikh Al-
Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan dalam As-Silsilah Ash-
Shahihah no. 1647).
6. Taubat dan istighfar
Allah Ta’ala berfirman,
دن قصكرنو كملب كهلمق كرنواق دفقإدذاق نك قنق دتدذ دطط ا نشلي دنق ال قم لفق دطط اقئ نسكهلمق دم لنواق قإدذاق دنق انتدق ننق انلقذي قإ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa
was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka saat itu
juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (QS. Al-A’raf:
201)
Disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim (4:
144), di antara tafsiran ayat di atas yaitu saat seseorang
tertimpa dosa, lalu ia mengingat akan hukuman Allah dan pahala
besar dari Allah serta janji-Nya, ia pun bertaubat dan kembali
pada-Nya. Ia meminta perlindungan pada Allah dan kembali
sesegera pada-Nya. Kemudian ia istiqamah dan berusaha terus
menjadi baik.
Syaikh ‘Umar Al-Asyqar menyatakan bahwa itu menunjukkan
kalau setan hampir-hampir telah menjadikan manusia dalam
keadaan buta terhadap kebenaran, ia tidak bisa melihatnya
sebab hatinya dalam keadaan tertutup dengan syubhat dan
berbagai keraguan. (‘Alam Al-Jin wa Asy-Syaithon, hlm. 175)
Berarti, kita bisa selamat dari godaan dan gangguan setan
yaitu dengan istighfar dan taubat. sebab dengan melakukan
seperti itu barulah selamat dari kerugian sebagaimana
disebutkan dalam ayat,
دن قسقري دخط ا دنق الل قم ننق ككنودن لمدنط اق دلدن دح لر دنودت لرق دلدنط اق لغقف لنق دللمق دت دنوقإ دسدنط اق لمدنط اق دألنكف دظدل درنبدنط اق دقط ادلق
“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri
kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan
memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk
orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 23). Keduanya di sini
yaitu Nabi Adam dan istrinya, Hawa yang telah mendekati
pohon terlarang. Mereka menyesal dan bertaubat dengan
sungguh pada Allah. Mereka nyatakan bahwa kalau Allah tidak
mengampuni mereka, tentu mereka akan termasuk orang yang
merugi.
Wallahu waliyyut taufiq. Semoga bisa menempuh enam
langkah agar bisa terbentengi dan terlindungi dari gangguan
setan.
Didalam pembuatan makalah ini kami memakai
berbagai sumber. Namun didalam makalah ini, kami dapat
mengembangkan dengan semampuan kami.
Dari berbagai pemaparan materi tersebut dapat
disimpulkan bahwa istilah Jin, Iblis, dan Setan saling berkaitan.
Bangsa Jin sama dengan seperti manusia dalam hal ada yang
taat dan ada juga yang pembangkang. Iblis dan Setan yaitu
makhluk dengan sifat pembangkang. Mereka yaitu makhluk
yang dilaknat dan akan senantiasa menjerumuskan manusia
menuju kesesatan. Iblis akan kekal di dunia ini sampai hari akhir,
dan akan melakukan berbagai cara agar menyesatkan manusia.




