• www.coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • www.kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

  • www.berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Jin setan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jin setan. Tampilkan semua postingan

Jin setan

 


Kehidupan  manusia  tidak  terpisahkan  dari  kehidupan

makhluk-makhluk gaib yang tak kasat mata. Mengetahui tentang

makhluk  gaib  pun  menjadi  penting,  sebab  menyakini  adanya

makhluk  ciptaan  Allah  Subhanahu  wa  Ta’ala  selain  manusia

yaitu   bagian  dari  keimanan  kita  sebagai  seorang  muslim.

Sebagian kehidupan makhluk  gaib  juga  berdampingan  dengan

kehidupan  manusia,  sehingga  diperlukan  pengetahuan  agar

manusia tidak menggangu mereka dan sebaliknya. 

Di makalah ini, kami akan membahas makhluk gaib yang

pekerjaannya  menyesatkan  manusia  agar  tersesat  dan

meninggalkan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan manusia

pun diperintahkan agar menghindari rayuan mereka.

Kita sudah sering mendengar istilah makhluk Jin, Setan dan

Iblis. Namun masih sedikit dari kita yang memahami tentangnya.

Oleh sebab  itulah, sudah sepatutnya kita mempelajari tentang

mereka.


A. Jin, Setan, dan Iblis

Kita  sudah  pasti  sering  mendengar  istilah  dari  makhluk

yang bernama Jin, Setan dan Iblis. Namun, masih sedikit  yang

memahami dari perbedaan dari Jin, Setan dan Iblis. Banyak yang

bertanya,  “apa  sih  bedanya  dari  jin,  setan,  dan  iblis?”.  Oleh

sebab  itu, kami akan mencoba menguraikannya.

1. Jin

Jin yaitu  sebuah golongan makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa

Ta’ala  yang memiliki  sifat  fisik  tertentu,  berbeda dengan jenis

manusia atau malaikat.

Jin  diciptakan  dari  bahan  dasar  api,  sebagaimana  yang

Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan,

رر خخِرا َفف لل َفكِرا لل  َفصِرا لل َفص لن  رم َفن  َفسِرا لن رلل َفق ا َفل لر( )14( َفخ َفنِرا لن  رم لج  رر َفمِرا لن  رم خن  َفجِرا لل َفق ا َفل َفخ )15َفو

“Dia menciptakan manusia dari  tanah kering seperti  tembikar.

Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar-Rahman: 14 –

15)

Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam dua hal:

a) Jin  memiliki  akal  dan  nafsu,  sebagaimana manusia

juga memiliki akal dan nafsu.

b) Jin  mendapatkan  beban  perintah  dan  larangan

syariat,  sebagaimana  mausia  juga  mendapatkan  beban

perintah dan larangan syariat.

Oleh sebab  itu, ada jin yang muslim dan ada jin yang kafir.

Ada jin yang baik dan ada jin yang jahat.  Ada jin yang pintar

masalah  agama  dan  ada  jin  yang  bodoh.  Bahkan  ada  jin

Ahlussunnah dan ada jin pengikut kelompok sesat, dst.

Dan dalam penjelasan Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin

Baz rahimahullah tentang jin, beliau rahimahullah menjelaskan, 

“Yang nampak, jin memiliki bahasa sebagaimana manusia

yaitu bahasa yang beraneka ragam. Di antara mereka ada yang

berbahasa  Inggris,  ada  yang  berbahasa  Perancis,  ada  yang

berbahasa Amerika. Di kalangan kaum Jin ada yang berbahasa

non Arab dan ada pula yang berbahasa Arab sebab  di antara

mereka ada berbagai macam bangsa. Allah berfirman mengenai

kaum jin,

دقق قددددا دطدراقئ ككننط اق  دكق  دنق دذقل دنوقمننط اق كدنو دنق  كحنو نصط اقل قمننط اق ال دنودأننط اق 

“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang

saleh dan di antara Kami ada (pula) yang tidak demikian halnya.

yaitu  kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al Jin:

11).

Kaum  jin  itu  ada  berkelompok-kelompok  sebagaimana

firman Allah,

دن كطنو قس دنوقمننط اق اللدقط ا دنق  كمنو لسقل كم قمننط اق الل دنودأننط اق 

“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang

taat  dan  ada  (pula)  orang-orang  yang  menyimpang  dari

kebenaran.” (QS. Al Jin: 14)

Kaum jin itu terdapat beberapa kelompok, ada yang baik

dan ada yang jahat. Di antara mereka ada yang Jahmi (pengikut

Jahmiyah), ada yang Sunni, ada yang Rofidhoh (Syi’ah), ada yang

Nashrani,  ada yang Yahudi  dan lain-lain.  Mereka itu  berpecah-

pecah dalam berbagai kelompok sebagaimana firman Allah,

دقق قددددا دطدراقئ ككننط اق  دكق  دنق دذقل دنوقمننط اق كدنو دنق  كحنو نصط اقل قمننط اق ال دنودأننط اق 

“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang

saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya.

yaitu  kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al Jin:

11). 

Yang  dimaksud دك“  دنق دذقللل yaitu  ”كدنو  umum,  artinya  kaum  jin

sendiri terpecah-pecah menjadi kelompok yang lain.

Sedangkan  perbedaan  jin  dengan  mansuia  yang  paling

mendasar  yaitu   dari  asal  penciptaan  dan  kemampuan  bisa

kelihatan dan tidak.

Makhluk  ini  dinamakan  jin,  sebab   memiliki  sifat  ijtinan

(Arab: ,(اجتنلللط ان   yang  artinya  tersembunyi  dan  tidak  kelihatan.

Manusia tidak bisa melihat jin dan jin bisa melihat manusia. Allah

berfirman,

كهلم لنودن در كثق دلق دت دحلي لنق  قم دنودققبيكلكهق  كهدنوق  ككلمق  درا قإننكهق دي

“Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat

kamu di suatu keadaan yang kamu tidak bisa melihat mereka.”

(QS. Al-A’raf: 27)

2. Setan

Untuk  memahami  setan,  satu  prinsip  yang  harus  Anda

pegang: Jin itu makhluk dan setan itu sifat. sebab  setan itu sifat,

maka dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri.

Setan yaitu  sifat  untuk menyebut setiap makhluk yang

jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat,

suka melawan aturan, atau semacamnya.

Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar mengatakan,

الشيطط انق فيق لغةق العربق يطلقق علىق كلق عط ادق متمرد

“Setan  dalam bahasa  Arab  digunakan  untuk  menyebut  setiap

makhluk yang menentang dan membangkang.” (Alamul Jinni was

Syayathin, Hal. 16).

Dinamakan setan,  dari  kata;  syutun (Arab: (شللطنون   yang artinya

jauh. sebab  setan dijauhkan dari  rahmat Allah.  (Al-Mu’jam Al-

Wasith, kata: الشيطط ان)

Kembali  pada  keterangan  sebelumnya,  sebab   setan  itu

sifat  maka  kata  ini  bisa  melekat  pada  diri  manusia  dan  jin.

Sebagaimana penjelasan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa ada

setan dari golongan jin dan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala

berfirman, setelah menjelaskan sifat-sifat setan,

قس دنوالننط ا قجننقةق  دنق الل قم

“(setan yang membisikkan itu)  dari  golongan jin dan mausia.”

(QS. An-Nas: 6).

3. Iblis

Siapakah  iblis?  Iblis  yaitu   nama  salah  satu  jin  yang

menjadi gembongnya para pembangkang. Dalil bahwa iblis dari

golongan jin yaitu  firman Allah,

دربقه قرق  لم لنق دأ دع دقق  دس بنق دفدف قج دنق الل قم دنق  دكط ا دسق  دجكدنواق قإنلق قإلبقلي دس كجكدنواق قلدددمق دف لس دكقةق ا دمدلقئ دنوقإلذق كقللدنط اق قللل

“Ingatlah saat  Kami berkata kepada para malaikat,  ‘Sujudlah

kallian  kepada Adam!’  maka  mereka  semua-pun sujud  kecuali

Iblis.  Dia  dari  golongan  jin  dan  membangkang  dari  perintah

Allah.” (QS. Al-Kahfi: 50)

Motivasi yang menghalangi si Iblis itu untuk sujud kepada

Adam عليه السل م tidak lain yaitu  rasa kesombongan dan tinggi hati.

Dia merasa dirinya jauh lebih baik dari Adam السل م -Dalam Al . عليه 

Qur’an;

لن رم هه  َفت لق َفل َفخ َفو لر  َفنِرا لن  رم رن ي  َفت لق َفل َفخ هه  لن رم رر  لي َفخ َفنِرا  أ

َف َفل  َفقِرا َفك    هت لر َفم أ

َف لذ  رإ َفد  هج لس َفت خل  أ

َف َفك  َفع َفن َفم َفمِرا  َفل  َفقِرا

لن رطي

Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud di

waktu  Aku  menyuruhmu?"  Menjawab  iblis  "Saya  lebih  baik

daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau

ciptakan dari tanah". (QS.Al-Araf : 12 )

Ciri yang paling utama dari Iblis yaitu  dia tidak mati-mati

sampai hari kiamat. Dan penangguhan usianya itu memang telah

diberikan  oleh  Allah سععععععععععععععععععبحِرانه و تعععععععععععععععععععِرال 

Dalam Al-Qur’an dijelaskan dalam Surah Al-Araf ayat 14 dan 15

دن  ١٥ دظقري كملن دنق الل قم دكق  دلق قإنن دقط ا دن  ١٤ دعكثنو لنوقمق كيلب ق دي لرقنيق قإدل قظ ألن

دلق د ىىدقط ا

| 6

Iblis  menjawab:  "Beri  tangguhlah  saya  sampai  waktu  mereka

dibangkitkan".  Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk

mereka yang diberi tangguh." (QS.Al-Araf : 14-15 )

Dijelaskan  juga  tentang  penangguhan  usia  Iblis  dalam  Surah

yang lainnya.

لنوقمق ٨١ 

لعك دم قتق الل دنولق لنوقمق الل ق دي دنق ق ٨٠ىىق ق قإدل دظقري كملن دنق الل قم دكق  دلق دفقإنن دن  ق ٧٩ق ق ق دقط ا دعكثنو لنوقمق كيلب ق دي لرقنيق قإدل قظ ألن

ببق دفد در دلق  ىىدقط ا

Iblis  berkata:  "Ya  Tuhanku,  beri  tangguhlah  aku  sampai  hari

mereka  dibangkitkan".  Allah  berfirman:  "Sesungguhnya  kamu

termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari

yang telah ditentukan waktunya ". (QS.Shaad : 79-81 )

Iblis  juga memiliki  keturunan, sebagaimana umumnya jin

lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

دعكدونو ككلمق  كهلمق دل دنو لنق كدنوقنيق  قم دءق  لنوقلديط ا برنيدتكهق دأ دنوكذ قخكذنودنكهق  دربقهق دأدفدتنت قرق  لم لنق دأ دع دقق  دس بنق دفدف قج دنق الل قم دنق  دكط ا

“Iblis  itu  dari  golongan  jin,  dan  dia  membangkang  terhadap

perintah  Rab-nya.  Akankah  kalian  menjadikan  dia  dan

keturunannya  sebagai  kekasih  selain  Aku,  padahal  mereka

yaitu  musuh bagi kalian…” (QS. Al-Kahfi: 50)

Jadi  iblis  yaitu   nama  seorang  jin  yang  hidup  di  masa

penciptaan Adam dan tidak mati-mati sampai hari  عليعه السعل م   ini.

Iblis  yaitu  kakek moyang Setan yang juga  punya keturunan,

namun  keturunannya  itu  tidak  mendapatkan  jaminan  untuk

hidup  sampai  kiamat.  Dan  sebagai  bangsa  jin,  ada  diantara

keturunannya itu yang mati. Meski barangkali usianya berbeda

dengan rata-rata manusia. Tetapi tetap akan mati juga. Kecuali

kakek moyang mereka yaitu Iblis. و الب أعلممب بالـصـواب

B. Iblis dan Setan Sebagai Makhluk Dilaknat

Iblis dan Setan dilaknat sebab  sifat pembangkangannya.

Kejadian saat Iblis membangkang yaitu  saat  awal penciptaan

manusia. Saat Nabi Adamب ملسو هيلع هللا ىلصdiciptakan, Iblis yang dengan sifat

sombongnya  menolak  penciptaan  manusia.  Sebab,  sebelum

penciptaan manusia Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman

kepada Malaikat, bahwa akan diciptakan makhluk manusia yang

akan menjadi  khalifah (pemimpin).  Allah  Subhanahu wa Ta’ala

berfirman:

لحكن دنودن دءق  ق ق  دما ككق البد لسقف دنودي دهط اق  قسكدق قفلي لنق يلف دم دهط اق  كلق قفلي لجدع اق دادت ق ق دقط اكل دخقلليدفدةق  قضق  دلللر قعللق قفىق ا دجط ا ليق  دكقةق قابن قئ دم دكق قللل دريب دلق  ولو دنوقالذق دقط ا  وىل  

دن لنو كم لعدل دمط اق دلق دت لعدلكمق  ق دا دلق قابن ق ق دقط ا دكق  كسق دلل دنوكندقبد دكق  لمقد دح كحق قب دسب ول يكن   

"Dan (ingatlah) saat  Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,

"Aku  hendak  menjadikan  khalifah  di  bumi."  Mereka  berkata,

"Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan

menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-

Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia  berfirman, "Sungguh,  Aku

mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.""(QS. Al-Baqarah: Ayat

30)

Jauh  sebelum  penciptaan  manusia,  telah  ada  golongan

makhluk lain penghuni di muka bumi ini yaitu golongan jin. Dan

di kalangan jin,  ada yang berusaha agar menjadi  pemimpin di

muka bumi, yaitu bernama Iblis.  Namun saat  dia mendengar

kata  khalifah  (pemimpin)  saat  Allah  Subhanahu  wa  Ta’ala

berfirman kepada Malaikat, dia tahu jika nantinya akan makhluk

tersebut akan menjadi pemimpin di muka bumi dan dia sebagai

kandidat sebagai pemimpin di muka bumi terhapus. Inilah alasan

utama kenapa Iblis  tidak mau sujud saat  Allah Subhanahu wa

Ta’ala  memerintahkan  makhluk  di  langit  untuk  sujud  kepada

Adam .

Bersujud  kepada  Adam  ق bukan  berarti  dengan  sujud

ibadah namun sebagai penghormatan kepadanya, menampakan

kelebihannya dan sebagai bukti  ketaatan mereka kepada Allah

Subhanahu wa Ta’ala.

Seluruh  malaikat  mentaati  perintah  Allah  swt  dengan

bersujud  kepada  Adam  as  kecuali  iblis  disebab kan

kengganannya menjalankan perintah-Nya dan kesombongannya.

Perbuatannya  ini  menjadikannya  keluar  dari  ketaatan  kepada

Allah  swt  dan  menjadikannya  sebagai  makhluk  Allah  pertama

yang kafir kepada-Nya.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

دن قري دكط اقف دنق الل قم دنق  دنودكط ا درق  لكدب لسدت دنوا دسق دأدبىق  نلق قإلبقلي دجكدنولاق قإ دس كجكدنولاق لدددمق دف لس دكقةق ا دلقئ دم دنوقإلذق كقللدنط اق قللل

Artinya : “Dan (ingatlah) saat  Kami berfirman kepada Para

Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka

kecuali  Iblis;  ia  enggan  dan  takabur  dan  yaitu   ia  Termasuk

golongan orang-orang yang kafir. (QS. Al Baqarah : 34)

Tidak  ada  perbedaan  dikalangan  para  ulama  bahwa

perbuatan iblis yang tidak bersujud kepada  Adam  قmenjadikan

dirinya diusir dari surga, sebagaimana firman-Nya :

قجيلمق ( در دكق  دهط اق دفقإنن قملن لجق  لخكر دلق دفط ا قن77دقط ا لنوقمق البدي لعدنقتيق قإدلىق دي دكق دل دعدللي ننق  دنوقإ )ق  ق ق 

Artinya  :  “Allah  berfirman:  “Maka  keluarlah  kamu  dari

surga;  Sesungguhnya  kamu  yaitu   orang  yang  terkutuk,

Sesungguhnya  kutukan-Ku  tetap  atasmu  sampai  hari

pembalasan”. (QS. Shaad : 77 – 78)

Perkataan Allah Subhanahu wa Ta’Ala kepada Iblis seperti

منهط ا منهط ا atauق فط اهبطق  yaitu  dalil bahwa iblis sebelumnya beradaق فط اخرجق 

di langit lalu diperintahkan untuk turun darinya serta keluar dari

rumah atau tempat yang didapatnya selama ini sebab  ketaatan

dan ibadahnya yang seperti malaikat.  Surga itu ditarik darinya

disebab kan  kesombongan,  dengki  dan  durhaka  kepada  Allah

untuk  kemudian  diturunkan  ke  bumi  dengan  kehinaan  dan

terusir.  Setelah itu  Allah  Subhanahu wa Ta’ala  memerintahkan

Adamب ملسو هيلع هللا ىلصdan juga istrinya untuk menempati surga.

دن قم ككنودنط اق  دجدردةق دفدت نش دهقذقهق ال دردبط اق  دلق دتلق دنو دمط اق  قشلئكت كثق  دحلي دغدداق  در دهط اق  قملن دلق  دنوكك دجنندةق  دكق الل كج دزلنو دنو دتق  لنق دأن لسكك دنوكقللدنط اق ديط اق آددكمق ا

دن قمي نظط اقل الل

Artinya : “Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh

kamu  dan  isterimu  surga  ini,  dan  makanlah  makanan-

makanannya  yang  banyak  lagi  baik  dimana  saja  yang  kamu

sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan

kamu Termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al Baqoroh : 35)

Dijelaskan pula di Surah lain tentang pembangkangan Iblis.

Yakni di QS. Al-A’raaf:11-18).

Allah SWT berfirman:

اق ق قا

 

دجكدنول دس دددمق دف لنواق  كجكد لس دكقةق ا قئ

 

 

ل دم ككلمق كثنمق كقللدنط اق قللل لر دصننو ككلمق كثنمق  دخدللق خلدنودلدقلدق  ل و رل ى ىنل ىولىن لل لى لى لى لى لى لى لى لى ى

دن قجقدلي دنق ال بم لنق  كك لمق دي ق ق دل دسق ق ق  ىسسقالبقللي   

"Dan  sungguh,  Kami  telah  menciptakan  kamu,  kemudian

membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para

malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun

sujud  kecuali  Iblis.  la  (Iblis)  tidak  termasuk  mereka  yang

bersujud."(QS. Al-A'raf: Ayat 11)

رر لنق ننط ا قم ليق  دخدللقدتقن بملنكهق ق ق  ق ق  لرق  دخلي ق 

 

دلق دادنط ا ق ق دقط ا دكق ق ق  لركت دم كجددق قالذق دا لس دكق دانلق دت دع دمدن دمط اق  دلق  ِرا   ِرا دقط ا

رن قطلي لنق  قم ق  دخدللقدت ههننو

"(Allah)  berfirman,  "Apakah  yang  menghalangimu  (sehingga)

kamu tidak bersujud (kepada Adam) saat  Aku menyuruhmu?"

(Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan

aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.""(QS. Al-

A'raf: Ayat 12)

دن قرلي قغ دنق ال قم دكق  لجق قانن لخكر دهط اق دفط ا درق قفلي دكنب لنق دتدت دكق ق دا كنق دلل لنو كك دمط اق دي دهط اق دف قملن لطق  لهقب دلق دفط ا ىسصدقط ا

"(Allah) berfirman, "Maka, turunlah kamu darinya (surga); sebab 

kamu  tidak  sepatutnya  menyombongkan  diri  di  dalamnya.

Keluarlah!  Sesungguhnya  kamu  termasuk  makhluk  yang

hina.""(QS. Al-A'raf: Ayat 13)

دن لنو دعكث لنوقمق كيلب ىق دي ق ق قا

 

لرقنيل قظ دلق دالن ىلدقط ا للللللللل يل يل

"(Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari

mereka dibangkitkan."" (QS. Al-A'raf: Ayat 14)

دن دظقرلي كملن دنق الل قم دكق  دلق قانن دقط ا

"(Allah)  berfirman,  "Benar,  kamu  termasuk  yang  diberi

penangguhan waktu.""(QS. Al-A'raf: Ayat 15)

لسدتقليدم كم دكق الل دط قصدرا كهلمق  ننق دل كعدد ددللق ليق ق  لغدنوليدتقن ق دا

 

دمط ا دلق دفقب ِرادقط ا  

"(Iblis) menjawab, "sebab  Engkau telah menyesatkan aku, pasti

aku  akan  selalu  menghalangi  mereka  dari  jalan-Mu  yang

lurus,"(QS. Al-A'raf: Ayat 16)

قهلم دشدماقئقل لنق  دع دنو قهلمق  دمط اقن لنق دالي دع دنو قهلمق  دخللقف لنق  دنوقم قهلمق  قنق داليقدلي ق دبلي

 

بمنل كهلمق  ق قتدينن لللللللللنلَفلنلكثنمق 

دن قرلي قك كهلمق  در لكدث قجكدق دا دنودلق دت ىشق ق   

"kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari

belakang,  dari  kanan,  dan dari  kiri  mereka.  Dan Engkau tidak

akan  mendapati  kebanyakan  mereka  bersyukur.""(QS.  Al-A'raf:

Ayat 17)

دن قعلي لجدم ككلمق دا قملن دجدهنندمق  ننق  لل لمدللل ددل كهلمق  قملن دكق  دع لنق دتقب دم ق ق دل دراق ق ق  كحلنو نملد لنودمط اق  كء دملذ دهط اق  قملن لجق  لخكر دلق ا َفٴدقط ا   

"(Allah)  berfirman,  "Keluarlah  kamu  dari  sana  (surga)  dalam

keadaan  terhina  dan  terusir!  Sesungguhnya  barang  siapa  di

antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka

Jahanam dengan kamu semua.""(QS. Al-A'raf: Ayat 18)

Mengapa  Iblis  tidak  mau  bersujud  kepada  Adam?

Sesungguhnya ketidakmauan Iblis untuk bersujud kepada Adam

‘alaihissalam yaitu  sebab  dengki dan takabur. Hal ini jelas dari

firman  Allah  di  atas  yaitu  saat   Allah  bertanya  kepada  Iblis:

“Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di

waktu  Aku  menyuruhmu?”  Iblis  Menjawab  “Saya  lebih  baik

daripadanya: Engkau ciptakan aku dari  api  sedang dia Engkau

ciptakan dia dari tanah”.(QS. Al-A’raf 13). Dalam ayat lain Allah

menyebutkan  penyebab  keengganan  Iblis  secara  tegas  yaitu

sebab   ketaburannya,  Allah  berfirman:  Ia  enggan dan  takabur

dan  ia  golongan  orang-orang  yang  kafir  (QS.  Al-Baqarah:34).

Dalam dua  ayat  di  atas  jelas  bahwa Iblis  tidak  mau bersujud

lantaran merasa sombong alias takabur dan dia lebih memilih

menjadi  orang  kafir  dari  pada  menjadi  orang  beriman  yang

sami’na wa atho’na kepada perintah Allah.

Dari  sinilah  Akhlak  buruk  mulai  menjelma dalam bentuk

pembangkangan  kepada  Allah  ta’ala,  kesombongan  yang

membuat antipati untuk mengakui kelebihan orang lain, bangga

dengan dosa dan menutup diri dari pemahaman.

Allah murka kepada Iblis dan Allahpun mengusirnya serta

melaknatnya:  “Turunlah kamu dari  surga  itu;  tidak  sepatutnya

kamu  menyombongkan  diri  di  dalamnya,  Maka  keluarlah!

Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina.” Dalam

ayat yag lain dikatakan pula kepadanya: “Sesungguhnya mulai

sekarang kamu terlaknat sampai hari kiamat.” Atau kalau dalam

bahasa kita: “Iblis..! mulai detik ini pergi kau dari sini, kamu…

Saya laknat sampai hari kiamat. Tidak boleh ada orang sombong

dihadapan-Ku.”

Penolakan Iblis untuk bersujud kepada Adam ‘alahissalam

terjadi  sebab  sesuatu yang dikehendaki  oleh  Allah yaitu agar

Adam dan istrinya kelak turun dari surga ke bumi untuk menjadi

khalifah Allah yang memakmurkan bumi, Dan agar Iblis beserta

keturunannya menjadi sarana penyesat manusia.

Setelah Iblis diusir dan dilaknat serta dihinakan, dia putus

asa dari rahmat Allah, tidak bertobat dan memperbaiki kesalahan

namun  justru  ingin  balas  dendam  kepada  Adam  dan

keturunannnya. Iblis berkata kepada Allah: Beri tangguhlah saya

sampai  waktu  mereka  dibangkitkan”  para  ulama  menafsirkan:

maksud beri  tangguhlah saya sampai  hari  kebangkitan yaitu 

berikanlah  saya  kehidupan  sampai  hari  kiamat,  artinya  Iblis

minta supaya tidak matikan oleh Allah kecuali telah datang hari

kiamat.  Permintaan  ini  dikabulkan  oleh  Allah:  Allah  berfirman:

“Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi  tangguh.”

Maka telah menjadi keputusan Allah bahwa Iblis akan terus hidup

sampai  hari  kiamat,  sebagaimana  para  malaikat.  Dan  kelak

semuanya  akan  mati,  kecuali  Allah  Rabbul  Alamin.  Ibnul  Jauzi

berkata  dalam  kitabnya  Zadul  Masir:  Sebenarnya  Iblis  minta

supaya  menjadi  makhluk  terbebas  dari  kematian  dan  menjadi

orang  yang abadi  namun Allah  Tidak  mengabulkan  semuanya

Allah hanya mengabulkan dia bisa terus hidup sampai hari yang

dimaklumi yaitu hari kiamat. Hal ini bisa semakin jelas bila dilihat

dalam surat Al-Hijr 38.

Setelah  dikabulkan  permintaannnya,  Iblis  menjelaskan

alasannya yaitu supaya bisa menyesatkan anak keturunan Adam

dari masa ke masa, sehingga setiap anak keturunan Adam pasti

mendapat  godaan  dari  Iblis  atau  bala  tentaranya  yaitu  para

Setan dari kalangan Jin dan manusia.

Iblis  berjanji  di  hadapan  Allah  bahwasannya  dia  akan

menjerusmuskan  manusia  ke  dalam  maksiat  dengan  segala

kemampuannya, dia akan mendatangi manusia dari arah depan,

belakang, kanan dan kiri dan bawah. Semua usaha penyesatan

akan Iblis lakukan supaya anak keturuan adam tidak bersyukur

kepada  Allah,  jauh  dari  shalat,  tidak  suka  mengingat  Allah,

terjerumus ke dalam kesyirikan dan menjadi temannya di neraka

Jahannam.  Namun Iblis  mengakui  sendiri  bahwa ia  tidak  akan

mampu mengalahkan hamba Allah  yang Ikhlas,  hamba-hamba

yang yakin dan tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

C. Tahapan Setan Menyesatkan Manusia

Dalam menjalankan misinya untuk menyesatkan manusia, 

berikut tahapan yang dilakukan oleh Setan.

1. Langkah pertama: Diajak pada kekafiran, kesyirikan, 

serta memusuhi Allah dan Rasul-Nya

Inilah langkah pertama yang ditempuh oleh setan, barulah

saat  itu ia  beristirahat dari  rasa capeknya. Setan akan terus

menggoda manusia agar bisa terjerumus dalam dosa pertama

ini.  Jika  telah  berhasil,  pasukan  dan  bala  tentara  iblis  akan

diangkat posisinya menjadi pengganti iblis.

2. Langkah kedua: Diajak pada perbuatan bid’ah

Jika langkah pertama tidak berhasil,  manusia diajak pada

perbuatan bid’ah. Perbuatan ini lebih disukai oleh iblis daripada

dosa besar atau pun maksiat lainnya. sebab  bahaya bid’ah itu:

a. membahayakan agama seseorang,

b. membahayakan orang lain, jadi ikut-ikutan berbuat sesuatu

yang tidak ada tuntunan,

c. orang yang berbuat bid’ah akan sulit sadar untuk taubat

sebab  ia merasa amalannya selalu benar,

d. bid’ah  itu  menyelisihi  ajaran  Rasul  dan  selalu  mengajak

untuk menyelisihi ajaran beliau.

Setan yang menggoda seperti ini pun juga akan diangkat

sebagai pembantu iblis jika telah berhasil menyesatkan manusia

dalam hal ini.

3. Langkah ketiga: Diajak pada dosa besar (al-kabair)

Kalau langkah kedua tidak berhasil, setan akan mengajak

manusia untuk melakukan dosa besar, lebih-lebih jika ia yaitu 

seorang  alim  (berilmu)  dan  diikuti  orang  banyak.  Setan  lebih

semangat lagi menyesatkan alim semacam itu supaya membuat

manusia  menjauh  darinya,  maksiat  semacam  itu  pun  akan

mudah tersebar, dan akan dirasa pula bahwa maksiat itu malah

mendekatkan diri pada Allah.

Yang berhasil menyesatkan manusia dalam hal ini, dialah yang

nanti akan menjadi pengganti iblis.

4. Langkah keempat: Diajak dalam dosa kecil (ash-

shaghair)

Jika setan gagal menjerumuskan dalam dosa besar, setan 

akan mengajak pada dosa kecil. Dosa kecil ini juga berbahaya.

إيط اكمق نومحقراتق الذننوبق كقنومق نزلنواق فيق بطنق نوادق فجط اءق ذاق بعنودق نوجط اءق ذاق بعنودق حتىق انضجنواق خبزتهمق نوإن

محقراتق الذننوبق متىق يؤخذق بهط اق صط احبهط اق تهلكه

“Jauhilah oleh kalian dosa-dosa kecil. (sebab  perumpamaan hal

tersebut yaitu ) seperti satu kaum yang singgah di satu lembah,

lalu datanglah seseorang demi seorang membawa kayu sehingga

masaklah roti mereka dengan itu. Sesungguhnya dosa-dosa kecil

itu  saat   akan  diambil  pemiliknya,  maka  ia  akan

membinasakannya.”  (HR.  Ahmad,  5:  331,  no.  22860.  Syaikh

Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Maksud  hadits,  jika  dosa  kecil  terus  menumpuk  dan  tidak

terhapus, maka itu akan membinasakan. Di sini tidak disebutkan

dosa besar sebab  jarang terjadi di masa silam dan dosa besar

memang benar-benar dijaga agar tidak terjerumus di dalamnya.

Demikian dijelaskan oleh Al-Munawi.

Imam  Al-Ghazali  menyebutkan,  dosa  kecil  lama-lama  bisa

menjadi  besar  sebab :  (1)  menganggap  remeh  dosa  kecil

tersebut, (2) terus menerus dalam berbuat dosa. sebab  ingatlah

yang namanya  dosa  saat   seseorang  menganggap  itu  begitu

besar (berbahaya), menjadi kecil di sisi Allah. Sebaliknya, saat 

dosa  itu  dianggap  remeh,  maka  menjadi  besar  di  sisi  Allah.

(Dinukil dari Faidh Al-Qadir, 3: 127)

5. Langkah  kelima:  Disibukkan  dengan  perkara  mubah

(yang sifatnya boleh,  tidak ada pahala dan tidak ada

sanksi di dalamnya)

Namun sebab  sibuk dengan yang mubah mengakibatkan

luput  dari  pahala.  Jika  setan  tidak  mampu  menggoda  dalam

tingkatan  kelima  ini,  maka  seorang  hamba  akan  benar-benar

tamak pada waktunya. Ia akan tahu bagaimanakah berharganya

waktu. Ia pun tahu ada nikmat dan ada akibat jelek jika tidak

menjaganya dengan baik.

Jika  tidak  mampu  dalam  langkah  kelima,  maka  setan  beralih

pada langkah yang keenam.

6. Langkah  keenam:  Disibukkan  dalam  amalan  yang

kurang afdhal, padahal ada amalan yang lebih afdhal

Setan akan menggoda manusia supaya ia luput dari pahala

amalan yang lebih utama dan ia terus tersibukkan dengan yang

kurang afdhal.

 Mengenal  enam  langkah  ini  seharusnya  membuat  kita  bisa

melakukan prioritas dalam bneramal dan mencari manakah yang

paling diridhai oleh Allah.

D. Agar Terhindar dari Godaan Setan

Setiap  dari  kita  pasti  ingin  terhindar  dari  godaan  Setan

laknatullah.  Lalu bagaimana agar kita memiliki  senjata supaya

tidak diganggu setan? Coba ikuti kiat-kiat berikut.

1. Patut dipahami, setan yaitu  musuh manusia

Allah Ta’ala berfirman,

قر نسقعي قبق ال لصدحط ا لنق دأ قم ككنوكننواق  لزدبكهق قلدي قح كعنوق  دمط اق ديلد دعكدونواق قإنن قخكذنوكهق  دعكدونوق دفط انت ككلمق  دنق دل دطط ا نشلي ننق ال قإ

“Sesungguhnya  syaitan  itu  yaitu   musuh  bagimu,  maka

anggaplah ia musuh(mu), sebab  sesungguhnya syaitan-syaitan

itu  hanya  mengajak  golongannya  supaya  mereka  menjadi

penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)

Lalu setiap manusia ingin disesatkan oleh setan kecuali 

orang yang memiliki tauhid yang benar. Allah Ta’ala berfirman,

قجيلمق ( در دكق  دهط اق دفقإنن قملن لجق  لخكر دلق دفط ا قنق (77دقط ا لنوقمق البدي لعدنقتيق قإدلىق دي دكق دل دعدللي ننق  دنوقإ دنق (78)ق  دعكثنو لنوقمق كيلب لرقنيق قإدلىق دي قظ ألن

ببق دفد در دلق  )ق دقط ا

دنق (79 دظقري كملن دنق الل قم دكق  دلق دفقإنن لنوقمق (80)ق دقط ا

لعك دم قتق الل دنولق لنوقمق الل دنق (81)ق قإدلىق دي لجدمقعي كهلمق دأ لغقنودينن دل

ك دكق  نزقت قع دلق دفقب )ق قإنل82)ق دقط ا

قصين لخدل كم كهكمق الل قملن دكق  قعدبط ادد

(83)

“Allah  berfirman:  “Maka  keluarlah  kamu  dari  surga;

sesungguhnya kamu yaitu  orang yang terkutuk, Sesungguhnya

kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” Iblis berkata:

“Ya  Tuhanku,  beri  tangguhlah  aku  sampai  hari  mereka

dibangkitkan.” Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk

orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah

ditentukan  waktunya  (hari  Kiamat).”  Iblis  menjawab:  “Demi

kekuasaan  Engkau  aku  akan  menyesatkan  mereka  semuanya,

kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (QS.

Shaad: 77-83).

2. Berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah

Allah Ta’ala berfirman,

لن كمقبي دعكدونوق  ككلمق  قنق قإننكهق دل دطط ا نشلي قتق ال كطدنوا كخ كعنواق  دنودلق دتنتقب دكط انفدةق  لقمق 

بسل كخكلنواق قفيق ال دمكننواق الد دنق دآ دهط اق انلقذي ديط اق دأي

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam

keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.

Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-

Baqarah: 208)

Masuklah  dalam  “silmi”  artinya  yaitu   lakukanlah  ketaatan

kepada Allah. Disebutkan dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya

Ibnu Katsir, sebagaimana pendapat dari Ibnu ‘Abbas, Abu ‘Aliyah,

dan Ar-Rabi’ bin Anas saat  menafsirkan ayat di atas.

Hal ini dikuatkan lagi dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu

‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كن درق الب قم دنوليقلىق –ق كأ ربق ديط اق  درلي كك قردنواديقةق دأقبىق  دنوقفىق  دنوليدلكهق –ق  كلق ديط اق  قكىق ديكقنو كنق ديلب دطط ا نشلي دلق ال دز لعدت دجددق ا دس لجدددةق دف نس كنق آدددمق ال دردأق الب قإدذاق دق

كر دىق الننط ا كتق دفقل كجنوقدق دفدأدبلي يس كتق قبط ال لر قم دنوكأ دجننكةق  دجددق دفدلكهق الل دس كجنوقدق دف يس آدددمق قبط ال

“Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud,  maka

setan  akan  menjauhinya  sambil  menangis.  Setan  pun  akan

berkata-kata:  “Celaka  aku.  Anak  Adam disuruh  sujud,  dia  pun

bersujud,  maka  baginya  surga.  Sedangkan  aku  sendiri

diperintahkan  untuk  sujud,  namun  aku  enggan,  sehingga  aku

pantas mendapatkan neraka.” (HR. Muslim no. 81)

Orang yang mau sujud pada Allah berarti telah berpegang pada

ajaran Islam dengan benar.

3. Berlindung  dari  gangguan  setan  dan  senantiasa

meminta tolong pada Allah

Allah Ta’ala berfirman,

دنق ( قهقلي دجط ا قنق الل دع لضق  لعقر دنودأ قفق  لر كع لرق قبط الل كم أ

دنول دنوق  دعلف لع199كخقذق الل دسقمي قنلق قإننكهق  قعلذق قبط ا لسدت لغق دفط ا لز قنق دن دطط ا نشلي دنق ال قم دكق  دغنن دز نمط اق ديلن دنوقإ )ق 

دعقليلم  

(200)

“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang

ma’ruf,  serta  berpalinglah dari  pada orang-orang yang bodoh.

Dan  jika  kamu  ditimpa  sesuatu  godaan  syaitan  maka

berlindunglah kepada Allah.” (QS. Al-A’raf: 199-200)

Ada beberapa tempat atau waktu meminta perlindungan dari 

gangguan setan:

a. saat  masuk kamar mandi

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

قث دخدبط اقئ دنوالل قثق  كخكب دنق الل قم دكق  كعنوكذق قب كهنمق قإبنىق دأ دلق النل دلدءق دقط ا دخ دلق الل دخ يىق –ق صلىق الق عليهق نوسلمق –ق قإدذاق دد دنق الننقب دكط ا

“Rasulullah  shallallahu  ‘alaihi  wa  sallam  saat   memasuki

jamban,  beliau  ucapkan:  Allahumma  inni  a’udzu  bika  minal

khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari

setan laki-laki dan setan perempuan).” (HR. Bukhari no. 142 dan

Muslim no. 375)

b. saat  marah

Dari Sulaiman bin Surd radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

“Suatu  hari  saya  duduk  bersama  Nabi  shallallahu  ‘alaihi  wa

sallam.  saat   itu  ada  dua  orang  yang  saling  memaki.  Salah

satunya  telah  merah  wajahnya  dan  urat  lehernya  memuncak.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دعلنكهق مط اق ديجكد نرجيقم ،ق ذهبق  قنق ال نشليطط ا دنق ال قم دل :ق أعنوكذق بط الق  لنوق قط ا دبق عنكهق مط اق يجكد ،ق دل دهط اق لذه لنوق قط ادل ةق دل

دمد دكقل قإنيق لعلكمق 

“Sungguh saya mengetahui  ada satu kalimat,  jika dibaca oleh

orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-

uudzu  billahi  minas  syaithanir  rajiim  (aku  berlindung  kepada

Allah dari godaan setan yang terkutuk), marahnya akan hilang.”

(HR. Bukhari dan Muslim).

c. saat  singgah di suatu tempat

Diriwayatkan  dari  Khawlah  binti  Hakim  As-Sulamiyyah;  beliau

mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دك قهق دذقل قزقل دملن لنق  قم دلق  قح لردت دحنتىق دي لىلءق  دش كضيركهق  دق .ق دللمق دي دخدل دمط اق  دشبرق  لنق  قم قتق  نمط ا قنلق النتط ا قتق ا دمط ا دكقل كعنوكذق قب دلق دأ دلق كثنمق دقط ا قز دملن دلق  دز لنق دن دم

“Barang  siapa  yang  singgah  di  suatu  tempat  kemudian  dia

mengucapkan, ‘A’uudzu bi kalimaatillaahit taammaati min syarri

maa kholaq (Artinya: Aku berlindung dengan kalimat Allah yang

sempurna dari kejelekan setiap makhluk),” maka tidak ada satu

pun yang akan membahayakannya sampai dia pergi dari tempat

tersebut.” (HR. Muslim, no. 2708)

d. saat  membaca Al-Qur’an

Diperintahkan dalam ayat,

قجيقم نر قنق ال دطط ا نشلي دنق ال قم لق 

قن قعلذق قبط ا لسدت دنق دفط ا لردآ دتق اللكق درلأ دفقإدذاق دق

“Apabila  kamu  membaca  Al  Quran  hendaklah  kamu  meminta

perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (QS. An-

Nahl: 98)

Hendaklah  memulai  membaca  Al-Qur’an  dengan  membaca

ta’awudz. Bacaan ta’awudz menurut jumhur (mayoritas ulama)

yaitu   “a’udzu  billahi  minasy  syaithonir  rajiim”.  Membaca

ta’awudz ini dihukumi sunnah, bukan wajib.

e. Melindungi anak dan keluarga

Do’a  yang  biasa  diucapkan  Nabi  shallallahu  ‘alaihi  wa  sallam

untuk meminta perlindungan untuk Hasan dan Husain, yaitu:

دلنمرة رنق  دعلي بلق  كك لنق  دنوقم نمرةق  ،ق  دهط ا دنو رنق  دطط ا دشلي بلق  كك لنق  قم نمقةق  قنلق النتط ا قتق ا دمط ا دكقل كعنوكذق قب دأ

“‘Audzu  bi  kalimaatillahit  taammati  min  kulli  syaithonin  wa

haammatin wa min kulli ‘ainin laammatin (aku berlindung dengan

kalimat-kalimat Allah yang telah  sempurna dari  godaan setan,

binatang beracung dan dari  pengaruh ‘ain  yang  buruk).”  (HR.

Bukhari  no.  3371).  Nabi  katakana  bahwa  dulu  bapak  kalian

berdua yaitu Nabi Isma’il dan Ishaq meminta perlindungan pada

Allah dengan do’a tersebut.

Kemudian, terdapat pula do’a yang dibacakan oleh malaikat Jibril

‘alaihis salam saat  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat

gangguan setan, yaitu:

دك لرقي قنلق دأ لسقمق ا دكق قبط ا لشقفي لق دي

كن قسردق ا دحط ا قنق  دعلي لنوق  رسق دأ بلق دنلف كك دشبرق  لنق  قم دكق  لؤقذي لىرءق كي دش بلق  كك لنق  قم دكق  لرقي قنلق دأ لسقمق ا قبط ا

“Bismillahi arqiika min kulli syai-in yu’dziika min syarri kulli nafsin

aw ‘aini  haasidin.  Allahu  yasyfiika,  bismillah  arqiika.”  (Dengan

menyebut nama Allah,  aku membacakan ruqyah untukmu dari

segala sesuatu yang menganggumu dari  kejahatan setiap jiwa

dan  pengaruh  ‘ain.  Semoga  Allah  menyembuhkanmu).”  (HR.

Muslim no. 2186)

4. Memperbanyak dzikir

Yang patut direnungkan yaitu  ayat berikut,

قسق ( ببق الننط ا در كعنوكذق قب للق دأ قسق (1كق قكق الننط ا دمقل قسق (2)ق  قهق الننط ا قسق (3)ق قإدل دخننط ا قسق الل لسدنوا دنو دشبرق الل لنق  قم كسق قفي4)ق  لسقنو دنو )ق انلقذ يق كي

قس قرق الننط ا كصكدنو  

(5)

“Katakanlah: “Aku berlidung kepada Rabb (yang memelihara dan

menguasai)  manusia.  Raja  manusia.  Sembahan  manusia.  Dari

kejahatan  (bisikan)  syaitan  yang  biasa  bersembunyi,  yang

membisikkan  (kejahatan)  ke  dalam  dada  manusia.”  (QS.  An-

Naas: 1-5)

Dalam Al-Kalim Ath-Thayyib, Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa

kita diperintahkan oleh Allah untuk berdzikir. Fungsi dzikir yaitu 

seperti  seseorang  yang  mengusir  musuhnya  dengan  cepat.

Sampai-sampai jika musuh itu datang pada benteng, maka akan

terlindungi.  Demikianlah  fungsi  dzikir  bagi  diri.  Diri  seseorang

akan semakin terlindungi hanyalah dengan dzikir pada Allah.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

دس دخنن دعط ادلىق  دلق دت درق ا دك دسق دفقإدذاق دذ لسدنو دنو دلق  دغدف دنو دسدهط اق  قنق آدددمق دفقإدذاق  قبق قالب دعدلىق دقلل دجط ادثدمق  كنق  دطط ا نشلي ال

“Setan itu mendekam pada hati manusia. Jika ia luput dan lalai,

setan menggodanya. Jika manusia mengingat Allah, setan akan

bersembunyi.”  (HR.  Ibnu  Abi  Syaibah  dalam Al-Mushannaf  13:

469-470,  Adh-Dhiya’  dalam Al-Mukhtar  10:  367  dengan sanad

yang shahih)

5. Menyelisihi tingkah laku setan

Contoh, menyelisihi tingkah laku setan dalam hal makan. Setan

makan  dengan  tangan  kiri,  kita  diperintahkan  makan  dengan

tangan kanan.

Dalam Shahih Muslim disebutkan sebuah riwayat,

قشدمط اقلقه كبق قب لشدر دنودي قهق  قشدمط اقل كلق قب كك دنق ديلأ دطط ا نشلي ننق ال قميقنقهق دفقإ لبق قبدي لشدر دبق دفللدي دشقر دنوقإدذاق  قميقنقهق  للق قبدي كك أ

ككلمق دفللديل دحكد دلق دأ دك قإدذاق دأ

“Jika  seseorang  di  antara  kalian  makan,  maka  hendaknya  dia

makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya

juga  minum  dengan  tangan  kanannya,  sebab   setan  makan

dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.”

(HR. Muslim no. 2020, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya)

Setan juga memberi dan menerima sesuatu dengan tangan kiri.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قشدمط اقلقه كبق قب لشدر دنودي قهق  قشدمط اقل كلق قب كك دنق ديلأ دطط ا نشلي ننق ال قميقنقهق دفقإ قطق قبدي لع دنوللكي قميقنقهق  كخلذق قبدي أ

دنوللديل قميقنقهق  لبق قبدي لشدر دنوللدي قميقنقهق  ككلمق قبدي دحكد للق دأ كك قلديلأ

قه قشدمط اقل كخكذق قب دنوديلأ قهق  قشدمط اقل قطىق قب لع دنوكي

“Hendaklah salah seorang di  antara kalian makan dan minum

dengan tangan kanannya, juga mengambil dan memberi sesuatu

dengan tangan kanannya sebab  setan itu  makan dan minum

dengan tangan kiri, begitu pula memberi dan mengambil sesuatu

dengan tangan kiri.”  (HR.  Ibnu Majah no.  3266.  Al-Hafizh Abu

Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Setan tidak biasa tidur qailulah, yaitu tidur sebentar menjelang

Zhuhur.  Sedangkan  kita  diperintahkan  untuk  tidur  qailulah.

Disebutkan dalam hadits dari Anas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi

wa sallam bersabda,

كل دلق دتقلي دنق  قطلي نشديط ا ننق ال لنواق دفقإ قليكل

“Tidurlah  di  tengah  hari  (qailulah)  sebab   setan  tidak  tidur

qailulah.” (HR.  Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb 1:  12 dan Akhbar

Ash-bahan 1: 195 dari jalur Abu Daud Ath-Thayalisi.  Syaikh Al-

Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan dalam As-Silsilah Ash-

Shahihah no. 1647).

6. Taubat dan istighfar

Allah Ta’ala berfirman,

دن قصكرنو كملب كهلمق  كرنواق دفقإدذاق  نك قنق دتدذ دطط ا نشلي دنق ال قم لفق  دطط اقئ نسكهلمق  دم لنواق قإدذاق  دنق انتدق ننق انلقذي قإ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa

was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka saat  itu

juga  mereka  melihat  kesalahan-kesalahannya.”  (QS.  Al-A’raf:

201)

Disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim (4:

144),  di  antara  tafsiran  ayat  di  atas  yaitu   saat   seseorang

tertimpa dosa, lalu ia mengingat akan hukuman Allah dan pahala

besar dari  Allah serta  janji-Nya,  ia  pun bertaubat dan kembali

pada-Nya.  Ia  meminta  perlindungan  pada  Allah  dan  kembali

sesegera pada-Nya. Kemudian ia istiqamah dan berusaha terus

menjadi baik.

Syaikh  ‘Umar  Al-Asyqar  menyatakan  bahwa  itu  menunjukkan

kalau  setan  hampir-hampir  telah  menjadikan  manusia  dalam

keadaan  buta  terhadap  kebenaran,  ia  tidak  bisa  melihatnya

sebab   hatinya  dalam  keadaan  tertutup  dengan  syubhat  dan

berbagai keraguan. (‘Alam Al-Jin wa Asy-Syaithon, hlm. 175)

Berarti,  kita  bisa  selamat  dari  godaan  dan  gangguan  setan

yaitu  dengan istighfar dan taubat. sebab  dengan melakukan

seperti  itu  barulah  selamat  dari  kerugian  sebagaimana

disebutkan dalam ayat,

دن قسقري دخط ا دنق الل قم ننق  ككنودن لمدنط اق دلدن دح لر دنودت لرق دلدنط اق  لغقف لنق دللمق دت دنوقإ دسدنط اق  لمدنط اق دألنكف دظدل درنبدنط اق  دقط ادلق 

“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri

kami  sendiri,  dan  jika  Engkau  tidak  mengampuni  kami  dan

memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk

orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf:  23).  Keduanya di  sini

yaitu   Nabi  Adam  dan  istrinya,  Hawa  yang  telah  mendekati

pohon  terlarang.  Mereka  menyesal  dan  bertaubat  dengan

sungguh pada Allah. Mereka nyatakan bahwa kalau Allah tidak

mengampuni mereka, tentu mereka akan termasuk orang yang

merugi.

Wallahu waliyyut taufiq. Semoga bisa menempuh enam 

langkah agar bisa terbentengi dan terlindungi dari gangguan 

setan.


Didalam  pembuatan  makalah  ini  kami  memakai 

berbagai  sumber.  Namun  didalam  makalah  ini,  kami  dapat

mengembangkan dengan semampuan kami. 

Dari  berbagai  pemaparan  materi  tersebut  dapat

disimpulkan bahwa istilah Jin, Iblis, dan Setan saling berkaitan.

Bangsa Jin sama dengan seperti  manusia dalam hal  ada yang

taat dan ada juga yang pembangkang.  Iblis  dan Setan yaitu 

makhluk  dengan  sifat  pembangkang.  Mereka  yaitu   makhluk

yang  dilaknat  dan  akan  senantiasa  menjerumuskan  manusia

menuju kesesatan. Iblis akan kekal di dunia ini sampai hari akhir,

dan akan melakukan berbagai cara agar menyesatkan manusia.