Bukankah lebih baik jika kita membicarakan tokoh-
tokoh ini satu demi satu?"
"Kita akan membicarakan Darwin, Nyai girah . Kamu mungkin ingat
bahwa orang-orang sebelum Socrates mencari penjelasan-alam
tentang proses-proses alam. Sebagaimana mereka telah menjauhkan
diri dari penjelasan-penjelasan mitologi kuno, Darwin pun
menjauhkan diri dari pandangan Gereja mengenai penciptaan
manusia dan binatang."
Charles DAWIN
"Tapi apakah dia seorang filosof sejati?"
"Darwin yaitu seorang ahli biologi dan ilmuwan alam. Tapi dia
juga ilmuwan dari masa belakangan ini yang telah menantang
pandangan Bibel tentang kedudukan manusia dalam Penciptaan
dengan cara yang paling terbuka."
"Jadi Anda harus menceritakan teori evolusi Darwin."
"Mari kita mulai dengan Darwin sebagai seorang manusia. Dia
dilahirkan di kota kecil Shrewsbury pada 1809. Ayahnya, Dr. Robert
Darwin, yaitu seorang dokter yang masyhur, dan sangat keras dalam
mendidik putranya. saat Charles masih menjadi murid sekolah
dasar, kepala sekolahnya menggambarkannya sebagai seorang anak
lelaki yang selalu terbang ke sana-sini, bermain-main dengan tetek-
bengek dan segala macam hal yang tidak-tidak, dan tidak pernah
sekali pun melakukan sesuatu yang berguna. Yang dipandang
`berguna' oleh kepala sekolah ini yaitu belajar bahasa Yunani
dan Latin. Dengan `terbang ke sana-sini', yang dimaksudkannya antara
lain bahwa Charles suka memanjat-manjat pohon untuk
mengumpulkan berbagai jenis tawon."
"Aku berani bertaruh, kepala sekolah itu pasti menyesali kata-
katanya di kemudian hari."
"saat kemudian dia belajar teologi, Charles jauh lebih tertarik
untuk memerhatikan burung-burung dan mengumpulkan serangga,
maka dia tidak mendapat nilai yang baik untuk pelajaran teologi.
Tapi saat di perguruan tinggi, dia berhasil meraih nilai terbaik
sebagai seorang ilmuwan alam, terutama karena minatnya pada
geologi, yang barangkali merupakan ilmu yang perkembangannya
paling pesat pada masa itu. Begitu lulus dari pelajaran teologi di
Cambridge pada April 1831, dia pergi ke North Wales untuk
mempelajari formasi batuan dan mencari fosil. Pada Agustus tahun
yang sama, saat baru berusia dua puluh dua tahun, dia menerima
sebuah surat yang selanjutnya menentukan seluruh jalan hidupnya ..."
"Apakah isi surat itu?"
"Surat itu berasal dari teman dan gurunya, John Steven Henslow.
Dia menulis: `Aku diminta untuk ... mengusulkan seorang ahli ilmu
alam untuk menjadi rekan bagi Kapten Fitzroy, yang telah ditunjuk
oleh pemerintah untuk menyelidiki pantai-pantai selatan di Amerika
Selatan. Aku telah mengemukakan bah a aku mempertimbangkan
dirimu sebagai orang yang paling memenuhi syarat untuk menerima
tugas semacam itu. Sepanjang menyangkut masalah keuangan, aku
tidak tahu apa-apa. Pelayaran itu akan berlangsung selama dua tahun
...'"
"Bagaimana Anda bisa menghafal semua itu?"
"Sepele saja, Nyai girah ."
"Dan bagaimana dia menjawabnya?"
"Dia sangat berharap dapat mengambil kesempatan itu, tapi pada
masa itu para pemuda tidak bisa melakukan sesuatu tanpa izin
orangtua mereka. Setelah melalui berbagai bujukan, akhirnya ayahnya
setuju—dan dialah yang membiayai pelayaran putranya. Tanpa dana
yang memadai, mustahil pelayaran ini dapat dilangsungkan."
"Oh."
"Kapal yang digunakan yaitu kapal angkatan laut HMS Beagle.
Kapal itu berlayar dari Plymouth pada 27 Desember 1831, menuju
Amerika Selatan, dan baru kembali pada Oktober 1836. Rencana dua
tahun molor menjadi lima tahun dan pelayaran menuju Amerika
Selatan berubah menjadi pelayaran ke seluruh dunia. Dan kini kita
sampai pada salah satu pelayaran penemuan paling penting pada
masa-masa belakangan ini."
"Mereka berlayar terus mengelilingi seluruh dunia?"
"Ya, benar-benar secara harfiah. Dari Amerika Selatan mereka
melanjutkan pelayaran melintasi Samudra Pasifik menuju Selandia
Baru, Australia, dan Afrika Selatan. Lalu, mereka berlayar lagi ke
Amerika Selatan sebelum kembali ke Inggris. Darwin menulis bahwa
pelayarannya di atas kapal Beagle tak pelak lagi merupakan
peristiwa paling penting sepanjang hidupnya."
"Tentunya tidak mudah menjadi seorang ahli ilmu alam di tengah
lautan."
"Pada tahun-tahun pertama, Beagle berlayar di sepanjang pantai
Amerika Selatan. Ini memberi Darwin banyak kesempatan untuk
mendekatkan dirinya kepada benua itu, juga pedalamannya.
Penyelidikan yang berulang kali dilakukan di Kepulauan Galapagos
di Samudra Pasifik sebelah barat Amerika Selatan juga mempunyai
arti yang sangat penting. Dia dapat mengumpulkan dan mengirimkan
ke Inggris banyak sekali materi untuk diteliti. Namun, dia tetap
menyimpan sendiri renungan-renungannya mengenai alam dan evolusi
kehidupan. saat pulang kembali pada usia dua puluh tujuh, dia
mendapati dirinya termasyhur sebagai seorang ilmuwan. Pada saat
itu, dia mempunyai gambaran mental yang sangat jelas tentang teori
evolusinya. Tapi dia baru menerbitkan karya utamanya bertahun-
tahun setelah kepulangannya, sebab Darwin yaitu orang yang sangat
hati-hati—sifat yang cocok bagi seorang ilmuwan."
"Apakah karya utamanya itu?"
"Yah, ada beberapa, sebenarnya. Tapi yang menimbulkan
perdebatan paling panas di Inggris yaitu The Origin of Species,
yang diterbitkan pada 1859. Judul lengkapnya yaitu On the Origin
of Species by Means of Natural Selection, or the Preservation of
Favoured Races in the Struggle for Life. Judul yang panjang itu
sebenarnya merupakan ikhtisar lengkap dari teori Darwin."
"Dia benar-benar mengepak banyak barang dalam satu bungkusan
kecil."
"Tapi mari kita kupas sedikit demi sedikit. Dalam The Origin of
Species, Darwin mengemukakan dua teori atau tesis utama: pertama,
dia menyatakan bahwa semua bentuk tanaman dan binatang
diturunkan dari bentuk-bentuk yang telah ada sebelumnya yang lebih
primitif, melalui suatu evolusi biologi. Kedua, bahwa evolusi
merupakan hasil seleksi alam."
"Siapa kuat dia menang, benar?"
"Itu benar, tapi marilah kita pusatkan perhatian lebih dulu pada
gagasan mengenai evolusi. Gagasan ini sendiri sebenarnya sama
sekali tidak asli. Gagasan tentang evolusi biologi mulai diterima
secara luas di beberapa kalangan sejak 1800. Juru bicara terkemuka
untuk gagasan ini yaitu ahli zoologi Prancis Lamarck. Bahkan
sebelum dia, kakek Darwin sendiri, Erasmus Darwin, telah
menyarankan bahwa tanaman dan binatang itu berkembang dari
beberapa spesies primitif. Tapi tak seorang pun dari mereka
mengemukakan penjelasan yang dapat diterima mengenai cara
terjadinya evolusi ini. Oleh karena itu, mereka tidak dianggap oleh
para petugas Gereja sebagai ancaman besar."
"Tapi Darwin merupakan ancaman besar?"
"Ya, sangat, dan bukannya tanpa alasan. Baik di kalangan Gereja
maupun kalangan ilmiah, doktrin Bibel mengenai kekekalan semua
spesies tanaman dan binatang dipatuhi benar- benar. Setiap bentuk
kehidupan binatang telah diciptakan secara terpisah sejak zaman
azali. Lebih-lebih, pandangan Kristen ini dianggap selaras dengan
ajaran-ajaran Plato dan Aristoteles."
"Bagaimana bisa begitu?"
"Teori ide Plato menyatakan bahwa semua spesies binatang itu
kekal, sebab mereka dibuat sesuai dengan pola-pola gagasan atau
bentuk yang abadi. Kekekalan spesies binatang itu juga merupakan
salah satu dasar filsafat Aristoteles. Tapi pada masa Darwin, ada
sejumlah penyelidikan dan penemuan yang berusaha untuk menguji
kepercayaan-kepercayaan tradisional."
"Penyelidikan dan penemuan macam apakah itu?"
"Yah, pada awalnya banyak fosil yang digali. Ada pula penemuan-
penemuan sejumlah besar fosil binatang-binatang yang telah punah.
Darwin sendiri bingung menemukan makhluk-makhluk laut jauh di
pedalaman. Di Amerika Selatan, dia menemukan fosil makhluk laut
di dataran tinggi Pegunungan Andes. Apa yang dilakukan seekor
makhluk laut di Andes, Nyai girah ? Dapatkah kamu mengatakannya
padaku?"
"Tidak."
"Sebagian orang percaya bahwa mereka `dilemparkan' ke sana
oleh manusia atau binatang. Yang lain-lainnya percaya bahwa Tuhan
telah menciptakan fosil-fosil dan jejak-jejak semua makhluk ini untuk
menyesatkan orang-orang kafir."
"Tapi apa yang dipercaya oleh para ilmuwan?"
"Kebanyakan ahli geologi meyakini suatu `teori bencana', yang
menyatakan bahwa bumi telah dilanda banjir, gempa, dan bencana-
benca lain yang luar biasa dahsyatnya sehingga seluruh kehidupan
hancur. Kita membaca adanya salah satu bencana ini dalam Bibel—
Banjir dan Kapal Nabi Nuh. Setelah terjadinya setiap bencana
ini , Tuhan memperbarui kehidupan di atas bumi dengan
menciptakan tanaman-tanaman dan binatang-binatang yang baru—dan
lebih sempurna."
"Jadi fosil itu merupakan sisa dari bentuk-bentuk kehidupan
sebelumnya yang telah disapu bersih oleh bencana- bencana dahsyat
ini?"
"Tepat. Misalnya, orang beranggapan bahwa fosil itu merupakan
sisa binatang-binatang yang tidak berhasil dimasukkan ke dalam
Kapal. Tapi saat Darwin mulai berlayar di atas Beagle, dia
membawa serta jilid pertama dari karya ahli biologi Inggris Sir
Charles Lyell, Principles of Geology. Lyell berpendapat bahwa
geologi bumi yang sekarang, dengan gunung-gunung dan lembah-
lembahnya, merupakan hasil evolusi yang amat-sangat lama dan
berlangsung secara perlahan-lahan. Maksudnya, perubahan-
perubahan sekecil apa pun dapat menyebabkan pelengkungan
geologis yang sangat besar, mengingat lamanya masa yang telah
lewat."
"Perubahan macam apa yang dibayangkannya?"
"Dia membayangkan beberapa kekuatan yang masih tetap ada
hingga hari ini: angin dan cuaca, es yang meleleh, gempa bumi, dan
naiknya permukaan tanah. Kamu pernah mendengar pepatah mengenai
setetes air yang dapat melubangi sebuah batu—bukan dengan
kekuatan yang besar, melainkan dengan menetes terus-menerus. Lyell
percaya bahwa perubahan-perubahan yang sama kecilnya dan
berlangsung sama lambatnya selama berabad-abad dapat mengubah
wajah alam menjadi lain sama sekali. Namun, teori itu sendiri tidak
dapat menjelaskan mengapa Darwin menemukan sisa-sisa makhluk
laut jauh tinggi di Andes. Tapi Darwin selalu ingat bahwa
perubahan-perubahan kecil yang terjadi perlahan-lahan dapat
mengakibatkan timbulnya perubahan-perubahan dramatis jika
berlangsung dalam waktu yang cukup lama."
"Kukira dia beranggapan bahwa penjelasan yang sama berlaku
untuk evolusi binatang."
"Ya, itulah anggapannya. Tapi seperti yang telah kukatakan
sebelumnya, Darwin yaitu orang yang hati-hati. Dia mengajukan
pertanyaan-pertanyaan jauh sebelum dia berusaha untuk
menjawabnya. Dalam pengertian itu, dia menggunakan metode yang
sama sebagaimana semua filosof sejati: lebih penting bertanya tapi
tidak perlu tergesa-gesa memberikan jawabannya."
"Ya, aku mengerti."
"Suatu faktor yang menentukan dalam teori Lyell yaitu usia bumi.
Pada masa hidup Darwin, telah dipercaya secara luas bahwa Tuhan
menciptakan bumi sekitar 6.000 tahun yang lalu. Angka itu diperoleh
dengan menghitung generasi- generasi sejak Adam dan Hawa."
"Betapa naifnya!"
"Yah, memang mudah untuk berkata begitu setelah peristiwanya
terjadi. Darwin memperkirakan usia bumi yaitu 300 juta tahun.
Karena ada satu hal, setidak-tidaknya, yang sudah jelas: baik teori
Lyell mengenai evolusi geologi yang terjadi perlahan-lahan maupun
teori evolusi Darwin tidak akan sah, kecuali jika tersedia jangka
waktu yang amat sangat lama."
"Berapakah usia bumi?"
"Kini kita tahu bahwa usia bumi yaitu 4,6 miliar tahun,"
"Wow!"
"Hingga saat ini, kita telah melihat salah satu argumen Darwin
bagi evolusi biologis, yaitu simpanan fosil yang berlapis-lapis di
dalam berbagai lapisan batuan. Argumen lainnya yaitu penyebaran
geografis dari spesies-spesies makhluk hidup. Di sinilah pelayaran
ilmiah Darwin memberikan sumbangan data yang baru dan benar-
benar bercakupan luas. Dia telah melihat dengan mata kepalanya
sendiri bahwa individu-individu dari satu spesies binatang tunggal di
dalam wilayah yang sama dapat berbeda satu sama lainnya hanya
dalam perincian yang paling kecil. Dia melakukan beberapa
pengamatan menarik di Kepulauan Galapagos, sebelah barat
Ekuador, secara khusus."
"Ceritakan padaku tentang itu."
"Kepulauan Galapagos yaitu sekelompok pulau-pulau vulkanik.
Oleh karena itu, tidak ada perbedaan besar pada kehidupan tanaman
dan binatang di sana. Tapi, Darwin justru tertarik pada perbedaan-
perbedaan kecil. Di seluruh pulau itu, dia menemui kura-kura darat
raksasa yang sedikit berbeda dari satu pulau ke pulau lainnya.
Apakah Tuhan benar-benar telah menciptakan turunan kura-kura darat
yang berbeda untuk setiap pulau?"
"Hal itu patut diragukan."
"Pengamatan-pengamatan yang dilakukan Darwin terhadap
kehidupan burung di Galapagos lebih mengherankan lagi. Burung-
burung kutilang Galapagos benar-benar beragam dari satu pulau ke
pulau lainnya, terutama dalam bentuk paruh mereka. Darwin
membuktikan bahwa keragaman itu terkait erat dengan cara burung-
burung kutilang ini menemukan makanan mereka di pulau-pulau
yang berbeda. Burung kutilang darat dengan paruh berbentuk lancip
memakan biji-biji pohon cemara, burung kutilang pengicau kecil
memakan serangga, dan burung kutilang pohon makan anai-anai yang
diambil dari kulit kayu dan cabang-cabang pohon ... Masing-masing
spesies itu mempunyai paruh yang secara tepat disesuaikan dengan
cara makan mereka. Mungkinkah semua burung kutilang itu diturunkan
dari satu spesies yang sama? Dan, apakah burung-burung kutilang itu
menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka di atas pulau-pulau
yang berbeda selama berabad-abad dengan cara sedemikian rupa
sehingga spesies burung kutilang yang baru berkembang menjadi
demikian?"
"Itulah kesimpulan yang ditariknya, bukan?"
"Ya. Mungkin di situlah Darwin menjadi seorang `Darwinis'—di
Kepulauan Galapagos. Dia juga mengamati bahwa fauna di sana
mempunyai banyak kesamaan dengan banyak spesies yang pernah
dilihatnya di Amerika Selatan. Apakah Tuhan benar-benar telah
menciptakan semua binatang ini sedikit berbeda satu sama lain—atau
apakah telah terjadi evolusi? Dia semakin meragukan bahwa semua
spesies itu kekal. Tapi dia masih belum mempunyai penjelasan yang
masuk akal tentang cara terjadinya evolusi semacam itu. Masih ada
satu faktor lagi yang menunjukkan bahwa semua binatang di atas bumi
mungkin saling berhubungan."
"Apakah itu?"
"Perkembangan janin pada mamalia. Jika kamu membandingkan
janin anjing, kelelawar, kelinci, dan manusia pada tahap awal,
mereka tampak demikian serupa sehingga sulit menunjukkan
perbedaannya. Kamu tidak dapat membedakan janin manusia dari
janin kelinci hingga tahap yang sangat lanjut. Mungkinkah ini
membuktikan bahwa kita merupakan keluarga jauh?"
"Tapi dia masih belum menemukan penjelasan tentang bagaimana
terjadinya evolusi?"
"Dia terus-menerus merenungkan teori Lyell mengenai perubahan-
perubahan kecil yang dapat memberi pengaruh besar dalam jangka
waktu yang sangat lama. Tapi dia tidak dapat menemukan penjelasan
yang dapat diterapkan sebagai suatu prinsip umum. Dia sudah
mengenal baik teori ahli zoologi Prancis Lamarck, yang telah
membuktikan bahwa spesies yang berbeda mengembangkan ciri-ciri
yang mereka butuhkan. Jerapah, misalnya, lehernya menjadi panjang
sebab selama beberapa generasi mereka harus meraih dedaunan di
pohon-pohon yang tinggi. Lamarck percaya bahwa ciri-ciri yang
diper oleh setiap individu melalui usaha-usahanya sendiri diturunkan
pada generasi selanjutnya. Tapi teori mengenai pewarisan `ciri-ciri
perolehan' ini ditolak oleh Darwin, sebab Lamarck tidak mempunyai
bukti bagi pernyataannya yang berani ini . Bagaima napun,
Darwin mulai mencari jalan pemikiran lain yang jauh lebih jelas.
Kamu nyaris dapat mengatakan bahwa mekanisme aktual di balik
evolusi spesies itu berada tepat di depan hidungnya sendiri."
"Jadi, apakah itu?"
"Aku lebih suka kamu memikirkan sendiri mekanisme itu. Maka
aku bertanya: Jika kamu mempunyai tiga ekor sapi, tapi makanan
ternak yang kamu punyai hanya cukup untuk mempertahankan hidup
dua ekor sapi, apa yang akan kamu lakukan?"
"Kukira aku akan membunuh salah seekor dari mereka."
"Baiklah ... mana yang akan kamu bunuh?"
"Kukira aku akan membunuh sapi yang menghasilkan susu paling
sedikit."
"Benarkah?"
"Ya, itu logis, bukan?"
"Itulah tepatnya yang telah dilakukan umat manusia selama ribuan
tahun. Tapi kita belum selesai dengan kedua sapimu. Misalnya kamu
ingin salah satu di antaranya beranak. Mana yang kamu pilih?"
"Sapi yang menghasilkan susu paling banyak. Jadi, anaknya
mungkin akan menjadi sapi yang menghasilkan banyak susu pula."
"Jadi kamu lebih suka sapi yang menghasilkan banyak susu dari
pada yang tidak. Kini tinggal satu pertanyaan lagi. Jika kamu seorang
pemburu dan kamu mempunyai dua ekor anjing pemburu, tapi harus
mengorbankan salah seekor di antaranya, mana yang akan kamu
pertahankan?"
"Anjing yang paling pandai menemukan jenis buruan yang kucari,
itu jelas."
"Tentunya demikian, kamu akan lebih menyukai anjing pemburu
yang lebih baik. Begitulah tepatnya cara orang membiakkan binatang
peliharaan selama lebih dari sepuluh ribu tahun, Nyai girah . Ayam betina
tidak selalu bertelur lima kali seminggu, domba tidak selalu
menghasilkan banyak wol, dan kuda tidak selalu sekuat dan secepat
yang ada sekarang. Para peternak telah melakukan seleksi buatan.
Hal yang sama terjadi pada dunia tanaman. Kamu tidak akan
menanam kentang yang buruk jika ada bibit kentang yang baik, dan
kamu tidak akan membuang-buang waktu menuai gandum yang tidak
menghasilkan biji. Darwin mengemukakan bahwa tidak ada sapi,
tidak ada batang gandum, tidak ada anjing, dan tidak ada burung
kutilang yang persis sama. Alam menghasilkan variasi yang luar
biasa banyaknya. Bahkan dalam spesies yang sama, tidak ada dua
individu yang benar-benar sama. Kamu mungkin mengalaminya
sendiri saat kamu minum cairan biru itu."
"Memang."
"Jadi, kini Darwin harus bertanya pada dirinya sendiri:
mungkinkah suatu mekanisme yang sama bekerja di alam juga?
Mungkinkah alam melakukan `seleksi alam' terhadap individu mana
yang akan bisa bertahan? Dan, dapatkah seleksi semacam itu dalam
waktu yang amat-sangat lama menghasilkan spesies flora dan fauna
yang baru?"
"Kutebak, jawabannya yaitu ya."
"Darwin masih belum dapat membayangkan bagaimana seleksi
alam semacam itu bisa terjadi. Tapi pada Oktober 1838, tepat dua
tahun setelah dia kembali dengan kapal Beagle, kebetulan dia
menemukan sebuah buku kecil karya seorang ahli dalam telaah
populasi, chucky Malthus. Buku itu berjudul An Essay on the
Principle of Population. Malthus mendapatkan gagasan untuk
esainya dari Benjamin Franklin, orang Amerika yang antara lain
menemukan konduktor petir. Franklin pernah mengemukakan bahwa
jika tidak ada faktor pembatas di alam, satu spesies tanaman atau
binatang akan menyebar ke seluruh permukaan bumi. Tapi, karena
ada banyak spesies, keseimbangan di antara mereka tetap terjaga."
"Aku dapat mengerti itu."
"Malthus mengembangkan gagasan ini dan menerapkannya pada
populasi dunia. Dia percaya bahwa kemampuan manusia untuk
berkembang biak itu demikian besar sehingga selalu ada lebih banyak
anak yang dilahirkan daripada yang bisa tetap hidup. Karena
produksi makanan tidak pernah dapat berjalan seiring dengan
pertambahan jumlah penduduk, dia percaya bahwa sejumlah besar
manusia terpaksa mati dalam perjuangan untuk mempertahankan
keberadaan mereka. Mereka yang berhasil bertahan untuk tetap hidup
—dan melestarikan jenisnya—yaitu mereka yang terbukti sebagai
yang terbaik dalam perjuangan mempertahankan diri."
"Kedengarannya logis."
"Tapi inilah sesungguhnya mekanisme universal yang telah dicari-
cari Darwin. Inilah penjelasan bagi cara terjadinya evolusi. Itu
dikarenakan adanya seleksi alam dalam perjuangan mempertahankan
kehidupan, di mana mereka yang paling mampu menyesuaikan diri
dengan lingkunganlah yang akan bertahan dan melestarikan jenisnya.
Ini yaitu teori ke dua yang diajukannya dalam The Origin of
Species. Dia menulis: `Gajah dianggap sebagai pembiak paling
lambat dari semua binatang yang dikenal', tapi jika ia mempunyai
enam anak dan hidup sampai umur seratus tahun, `setelah jangka
waktu dari 740 hingga750 tahun akan ada hampir sembilan belas juta
gajah yang hidup, yang diturunkan dari pasangan pertama'."
"Belum lagi ribuan telur ikan cod dari seekor cod."
"Darwin lebih jauh mengemukakan bahwa perjuangan untuk
bertahan hidup yang paling berat sering kali terjadi di antara spesies-
spesies yang paling mirip satu sama lain. Mereka harus berjuang
untuk mendapatkan makanan yang sama. Di situ, kelebihan-kelebihan
kecil—yaitu, variasi yang sangat kecil—benar-benar muncul.
Semakin sengit perjuangan untuk bertahan hidup, semakin cepat
terjadinya evolusi spesies baru, sehingga hanya yang paling mampu
menyesuaikan dirinyalah yang akan bertahan dan yang lain-lainnya
akan mati."
"Semakin sedikit makanan yang ada dan semakin banyak anak-
anaknya, semakin cepat evolusi terjadi?"
"Ya, tapi ini bukan hanya menyangkut makanan. Sama pentingnya
bagi mereka untuk menghindar agar tidak dimakan binatang lain.
Misalnya, untuk mempertahankan hidupnya, binatang tertentu
mempunyai kamuflase pelindung, kemampuan untuk berlari cepat,
mengenali musuh, atau, yang paling buruk, mempunyai bau yang
menjijikkan. Racun yang dapat membunuh pemangsa juga sangat
berguna. Itulah sebabnya mengapa banyak kaktus yang beracun,
Nyai girah . Praktis tidak ada tanaman lain yang dapat tumbuh di gurun,
sehingga tanaman ini sangat rentan terhadap binatang-binatang
pemakan tanaman."
"Kebanyakan kaktus juga berduri."
"Kemampuan untuk melakukan reproduksi juga sangat penting, itu
jelas. Darwin menelaah kecerdikan dari penyerbukan tanaman secara
sangat terperinci. Bunga-bunga menampilkan bentuk dan warna yang
indah serta bau yang harum untuk menarik serangga yang sangat
penting untuk penyerbukan. Untuk melestarikan jenis mereka, burung-
burung melantunkan nada-nada yang merdu. Seekor sapi jantan yang
tenang atau murung dan tidak berminat pada sapi betina berarti tidak
berminat untuk meneruskan keturunannya pula, sebab dengan ciri-ciri
seperti itu, jalur keturunannya akan segera terputus. Satu-satunya
tujuan hidup sapi jantan adaIah meningkatkan kematangan seksualnya
dan bereproduksi untuk melestarikan jenis mereka. Ini agak
menyerupai perlombaan lari beranting. Mereka yang karena satu atau
lain sebab tidak mampu meneruskan gen mereka akan selalu
tertinggal, dan dengan cara itu jenis mereka akan selalu berkurang.
Kekebalan terhadap penyakit merupakan salah satu ciri penting yang
terus terakumulasi dan tersimpan dalam varian-varian yang berhasil
bertahan."
"Jadi semuanya semakin lama menjadi semakin baik?"
"Hasil dari seleksi yang berkelanjutan ini yaitu bahwa mereka
yang paling mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan tertentu
—atau ceruk (niche) ekologi tertentu—dalam jangka panjang akan
dapat melestarikan jenis mereka dalam lingkungan itu. Tapi apa yang
menguntungkan dalam satu lingkungan tidak selalu menguntungkan
dalam lingkungan lain. Bagi beberapa burung kutilang Galapagos,
kemampuan untuk terbang itu sangat penting. Tapi kepandaian terbang
tidak dibutuhkan jika makanan harus digali dari tanah dan tidak ada
pemangsa. Alasan mengapa spesies binatang semakin bertambah
banyak selama berabad-abad ini yaitu karena adanya banyak ceruk
dalam lingkungan alam."
"Sekalipun demikian, hanya ada satu jenis manusia."
"Itu karena manusia mempunyai kemampuan unik untuk
menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi kehidupan yang berbeda.
Salah satu hal yang paling mengherankan Darwin yaitu cara orang-
orang Indian di Tierra del Fuego berusaha untuk hidup dalam kondisi
iklim yang begitu berat. Tapi itu tidak berarti bahwa semua manusia
sama. Mereka yang hidup di dekat khatulistiwa mempunyai warna
kulit yang lebih gelap dibanding orang-orang yang tinggal di daerah
utara, sebab kulit yang gelap melindungi mereka dari matahari.
Orang-orang berkuIit putih yang menjemur diri mereka di bawah
matahari untuk waktu lama lebih rentan terkena kanker kulit."
"Apakah juga menguntungkan untuk mempunyai kulit putih jika
Anda tinggal di negeri-negeri utara?"
"Ya, sebab jika tidak demikian, setiap orang di atas bumi ini akan
berkulit gelap. Tapi kulit putih lebih mudah membentuk vitamin-
vitamin matahari, dan itu sangat penting di daerah-daerah yang hanya
dapat menikmati sedikit sinar mata hari. Kini hal itu tidak terlalu
penting lagi sebab kita dapat memastikan bahwa kita telah
mendapatkan cukup vitamin mata hari dalam makanan kita. Tapi tidak
ada sesuatu pun di alam ini yang berkembang sendiri. Segala sesuatu
selalu mengalami perubahan-perubahan kecil yang akan memberi
pengaruh pada generasi-generasi selanjutnya yang tak terbatas
jumlahnya."
"Sungguh fantastis!"
"Memang benar. Jadi, sejauh ini, kita dapat meringkas teori
evolusi Darwin dalam beberapa kalimat."
"Teruskan!"
"Kita dapat mengatakan bahwa `bahan mentah' di balik evolusi
kehidupan di atas bumi yaitu variasi individu-individu yang terus
berkembang di dalam spesies yang sama, plus keturunan dalam
jumlah besar, yang berarti bahwa hanya sebagian di antara mereka
yang bertahan hidup. "Mekanisme" sesungguhnya, atau daya dorong,
di belakang evolusi karenanya yaitu seleksi alam dalam perjuangan
untuk mempertahankan diri. Seleksi ini memastikan bahwa yang
paling kuat, atau `yang paling cocok', itulah yang menang."
"Tampaknya sama logisnya dengan penjumlahan matematika.
Bagaimana penerimaan orang terhadap The Origin of Species?"
"Buku itu menyebabkan timbulnya kontroversi sengit. Gereja
memprotes keras dan dunia ilmu pengetahuan terpecah secara tajam.
Itu sebenarnya tidak terlalu mengherankan. Bagaimanapun, Darwin
telah memisahkan Tuhan jauh-jauh dari tindak penciptaan, meskipun
ada sebagian orang yang menyatakan bahwa menciptakan sesuatu
dengan potensi evolusi bawaan itu lebih hebat daripada menciptakan
suatu entitas yang sudah baku."
Tiba-tiba, Nyai girah melompat dari kursinya,
"Lihat di luar sana!" dia berseru.
Dia menunjuk ke luar jendela. Di sana, di dekat danau, seorang
pria dan seorang wanita sedang berjalan bergandengan tangan.
Mereka dalam keadaan telanjang bulat.
"Itu Adam dan Hawa," kata Alberto. "Lambat laun mereka
terdorong untuk mengadu untung bersama si Topi Merah dan Alice di
Negeri Ajaib. Itulah sebabnya mereka muncul di sini."
Nyai girah pergi ke jendela untuk memerhatikan mereka, tapi dengan
cepat mereka menghilang di antara pepohonan.
"Karena Darwin percaya bahwa umat manusia yaitu keturunan
binatang?"
"Pada 1871, Darwin menerbitkan The Descent of Man, di mana
dia memperlihatkan kesamaan yang sangat besar antara manusia dan
binatang, dengan mengemukakan teori bahwa manusia dan kera
antropoid pada suatu masa pasti telah berkembang dari nenek moyang
yang sama. Pada waktu itu, tengkorak fosil pertama dari jenis
manusia yang telah punah ditemukan, pertama-tama di Rock of
Gibraltar dan beberapa tahun kemudian di Neanderthal di Jerman.
Anehnya, protes yang timbul pada 1871 lebih sedikit dari pada 1859,
saat Darwin menerbitkan The Origin of Species. Tapi, keturunan
manusia dari binatang telah tersirat juga dalam buku pertama itu. Dan
seperti yang pernah kukatakan padamu, saat Darwin meninggal
pada 1882, dia di kubur dengan segala upacara yang pantas
dipersembahkan untuk seorang perintis ilmu pengetahuan."
"Jadi pada akhirnya dia mendapatkan kehormatan dan martabat?"
"Pada akhirnya, ya. Tapi tidak sebelum dia digambarkan sebagai
orang yang paling berbahaya di Inggris."
"Astaga!"
"`Marilah kita berharap hal itu tidak benar', tulis seorang wanita
kelas atas, `tapi jika memang benar, marilah kita berharap hal itu
tidak diketahui oleh umum'. Seorang ilmuwan ter kemuka
mengungkapkan pemikiran serupa: `Suatu penemuan yang memalukan,
dan semakin sedikit yang kita ketahui tentang hal itu, semakin baik'."
"Itu nyaris membuktikan bahwa manusia berkerabat dengan burung
unta!"
"Komentar bagus. Tapi memang mudah bagi kita untuk berbicara
begitu sekarang. Orang-orang mendadak dipaksa untuk memperbarui
seluruh pendekatan mereka terhadap Kitab Kejadian. Penulis muda
John Ruskin mengemukakannya seperti ini: `Kalau saja para ahli
geologi tidak menggangguku. Setiap selesai membaca satu ayat Bibel,
aku mendengar dentuman palu mereka.'"
"Dan dentuman palu itu menyuarakan keraguannya terhadap firman
Tuhan?"
"Itulah barangkali yang dimaksudkannya. Sebab yang
digoyahkannya bukan sekadar penafsiran harfiah kisah penciptaan.
Inti teori Darwin sesungguhnya yaitu variasi-variasi acak yang
pada akhirnya melahirkan Manusia. Lagi pula, Darwin telah
mengubah Manusia menjadi produk dari sesuatu yang sungguh-
sungguh tidak berperasaan seperti perjuangan untuk mempertahankan
kehidupan."
"Apakah Darwin mengatakan sesuatu mengenai cara timbulnya
variasi-variasi yang acak itu?"
"Kamu menyentuh titik paling lemah dalam teorinya. Gagasan
Darwin tentang keturunan sangat kabur. Sesuatu terjadi dalam proses
persilangan. Seorang ayah dan seorang ibu tidak pernah mendapatkan
dua anak yang sama. Selalu ada sedikit perbedaan. Di samping itu,
yaitu sulit untuk menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru
dengan cara itu. Lagi pula, ada beberapa tanaman dan binatang yang
melakukan reproduksi dengan tunas atau melalui pembagian sel
semata, Untuk menjawab pertanyaan bagaimana variasi-variasi itu
muncul, teori Darwin di lengkapi dengan apa yang disebut neo-
Darwinisme." "Apakah itu?"
"Seluruh kehidupan dan seluruh reproduksi pada dasarnya yaitu
pembagian sel. saat sebuah sel terbagi menjadi dua, dua sel yang
sama dihasilkan dengan faktor-faktor keturunan yang persis sama.
Dalam pembagian sel, karenanya, kita katakan bahwa sebuah sel
membuat salinan dirinya sendiri."
"Ya?"
"Tapi kadang-kadang, kesalahan-kesalahan kecil terjadi dalam
prosesnya, sehingga sel salinan itu tidak persis sama dengan sel
induknya. Dalam istilah biologi modern, ini disebut mutasi. Mutasi-
mutasi itu bisa jadi tidak relevan sama sekali, atau mereka dapat
mendorong timbulnya perubahan-perubahan yang dapat dilihat dalam
perilaku individu ini . Mereka dapat secara langsung
membahayakan, dan `mutan-mutan' semacam itu akan selalu
disisihkan dari kelompok besarnya. Banyak penyakit sesungguhnya
merupakan akibat dari mutasi-mutasi ini. Tapi kadang-kadang, mutasi
dapat memberikan pada individu itu ciri positif tambahan yang justru
diperlukan untuk bertahan dalam perjuangan untuk mempertahankan
kehidupan."
"Seperti leher yang lebih panjang, misalnya?"
"Penjelasan Lamarck tentang mengapa jerapah mempunyai leher
yang begitu panjang yaitu bahwa jerapah itu selalu berusaha untuk
meraih ke atas. Tapi menurut Darwinisme, ciri semacam itu tidak
diturunkan. Menurut Darwin leher panjang jerapah itu merupakan
hasil suatu variasi. Neo-Darwinisme melengkapi penjelasan ini
dengan menunjukkan adanya penyebab yang jelas dari variasi
istimewa semacam itu."
"Mutasi?"
"Ya. Jelas bahwa perubahan-perubahan yang tak disengaja dalam
faktor keturunan memberikan kepada nenek moyang jerapah leher
yang sedikit lebih panjang dibanding rata-rata. saat persediaan
makanan terbatas, ini dapat berperan penting. Jerapah yang dapat
meraih paling tinggi di pepohonan mem peroleh hasil yang paling
banyak. Kita juga dapat membayangkan bagaimana beberapa `jerapah
primal' semacam itu mengembangkan kemampuan mereka untuk
menggali tanah untuk mencari makanan. Selama jangka waktu yang
sangat panjang, satu spesies binatang, yang kini telah lama punah,
pasti dapat membagi dirinya menjadi dua spesies. Kita dapat
mengambil beberapa contoh yang lebih mutakhir dari cara kerja
seleksi alam."
"Ya, silakan."
"Di Inggris ada spesies kupu-kupu tertentu yang dinamakan
peppered moth, yang hidup di cabang-cabang pohon birkin perak.
Pada abad kedelapan belas, kebanyakan peppered moth berwarna
abu-abu keperakan. Dapatkah kamu menduga mengapa, Nyai girah ?"
"Agar mereka tidak mudah dilihat oleh burung-burung pemangsa."
"Tapi dari waktu ke waktu, akibat terjadinya mutasi-mutasi
kebetulan, lahir beberapa anak dengan warna lebih gelap.
Menurutmu, bagaimana keadaan varian-varian yang lebih gelap ini?"
"Mereka lebih mudah dilihat, sehingga lebih mudah disam bar oleh
burung-burung pemangsa."
"Ya, sebab di lingkungan itu—di mana cabang-cabang pohon
birkin berwarna perak—warna yang lebih gelap merupakan ciri yang
tidak cocok. Jadi peppered moth yang lebih pucat selalu meningkat
jumlahnya. Tapi kemudian sesuatu terjadi pada lingkungan ini .
Di beberapa tempat, cabang-cabang yang berwarna perak itu menjadi
hitam akibat jelaga industri. Menurutmu apa yang terjadi pada
peppered moth waktu itu?"
"Yang warnanya lebih gelap lebih mampu bertahan."
"Ya, peningkatan jumlah mereka terjadi dalam waktu yang tidak
terlalu lama. Dari 1848 hingga 1948, proporsi peppered moth warna
gelap meningkat dari 1 hingga 99 persen di tempat-tempat tertentu.
Lingkungan telah berubah, dan tidak lagi menguntungkan bagi yang
berwarna terang. Justru sebaliknya. `Para pecundang' putih itu
tersingkir dengan bantuan burung-burung begitu mereka muncul di
cabang-cabang pohon. Tapi kemudian sesuatu yang penting terjadi
lagi. Menurunnya penggunaan batu bara dan peralatan penyaring yang
lebih baik di pabrik-pabrik belakangan ini menghasilkan lingkungan
yang lebih bersih."
"Jadi kini pohon birkin berwarna perak lagi?"
"Dan karenanya peppered moth berproses untuk kembali pada
warna peraknya lagi. Inilah yang kita sebut adaptasi. Itu sudah
merupakan hukum alam."
"Ya, aku mengerti."
"Tapi ada banyak contoh tentang ikut campurnya manusia dalam
lingkungan."
"Seperti apa?"
"Misalnya, orang-orang telah berusaha untuk memusnahkan hama
dengan berbagai obat pembasmi hama. Pada mulanya, ini dapat
memberikan hasil yang sangat bagus. Tapi saat kamu menyemprot
sebuah ladang atau kebun buah dengan obat pembasmi hama,
sesungguhnya kamu menimbulkan miniatur bencana lingkungan bagi
hama yang ingin kamu basmi. Akibat mutasi yang terjadi terus-
menerus, satu jenis hama berkembang dengan kekebalan terhadap
obat pembasmi hama yang telah digunakan. Kini `para pemenang'
ini dapat bebas bermain, sehingga menjadi semakin sulit saja
untuk memerangi jenis-jenis hama tertentu semata-mata akibat usaha
manusia untuk memusnahkan mereka. Varian yang paling kebal
yaitu yang dapat bertahan hidup, tentu saja."
"Itu sungguh mengerikan."
"Jelas ini merupakan santapan untuk pikiran kita. Kita juga
berusaha untuk memerangi parasit dalam tubuh kita sendiri dalam
bentuk bakteria."
"Kita menggunakan penisilin atau jenis-jenis antibiotika lainnya."
"Ya, dan penisilin juga merupakan bencana lingkungan bagi setan-
setan kecil itu. Tapi, karena kita terus menggunakan penisilin, kita
membuat bakteria tertentu menjadi kebal, dan dengan demikian
menghasilkan sekelompok bakteria yang jauh lebih sulit untuk
diperangi daripada sebelumnya. Kita menyadari bahwa kita harus
menggunakan antibiotik yang lebih kuat lagi, hingga ..."
"Sampai akhirnya mereka merangkak keluar dari mulut kita?
Mungkin kita harus mulai menembaki mereka?"
"Itu mungkin sedikit berlebihan. Tapi jelas bahwa ilmu ke
dokteran modern telah menciptakan sebuah dilema serius.
Masalahnya bukan hanya satu bakteri yang menjadi semakin jahat.
Pada masa lalu, ada banyak anak yang tidak dapat bertahan hidup—
mereka meninggal akibat berbagai penyakit. Kadang-kadang hanya
sebagian kecil yang berhasil diselamatkan. Tapi, dalam satu
pengertian, ilmu kedokteran modern telah menyelewengkan seleksi
alam. Sesuatu yang telah berhasil menyembuhkan seorang individu
dari penyakit serius dalam jangka panjang justru melemahkan
kekebalan seluruh umat manusia terhadap penyakit-penyakit tertentu.
Jika mereka sama sekali tidak menaruh perhatian pada apa yang
dinamakan kemerosotan higienis, kita akan mendapati diri kita
berhadapan dengan kehancuran umat manusia. Potensi manusia untuk
menolak penyakit serius akan menjadi lemah."
"Alangkah mengerikannya prospek itu!"
"Tapi seorang filosof sejati tidak boleh menahan diri dari
mengemukakan sesuatu yang `mengerikan' jika dia percaya hal itu
benar. Maka, mari kita coba ikhtisar yang lain."
"Oke."
"Kamu dapat mengatakan bahwa kehidupan yaitu sebuah lotere
besar yang di dalamnya hanya nomor-nomor yang menang yang dapat
dilihat."
"Maksud Anda apa sih?"
"Mereka yang kalah dalam perjuangan mempertahankan kehidupan
telah lenyap, kamu tahu. Dibutuhkan waktu jutaan tahun untuk
menyeleksi nomor-nomor pemenang untuk setiap spesies tanaman dan
binatang di atas bumi ini. Dan nomor-nomor yang kalah, yah, mereka
hanya muncul sekali. Jadi, tidak ada spesies binatang atau tanaman
yang ada sekarang ini yang bukan merupakan pemenang di dalam
lotere besar kehidupan."
"Sebab hanya yang terbaik yang dapat bertahan."
"Ya, itu cara lain untuk mengemukakannya. Dan kini, jika kamu
mau berbaik hati mengambilkan gambar yang telah dibawakan oleh
kawan kita—sang penjaga kebun binatang ..."
Nyai girah menyerahkan gambar itu kepadanya. Gambar Kapal Nabi
Nuh menutupi satu sisinya. Sisi yang lain berisi sebuah diagram
pohon dari seluruh spesies binatang. Inilah yang diperlihatkan
Alberto kepadanya.
"Nabi Nuh membawakan sebuah sketsa yang menunjukkan
penyebaran berbagai spesies tanaman dan binatang. Kamu dapat
melihat bagaimana spesies-spesies yang berbeda termasuk dalam
kelompok-kelompok, kelas-kelas, dan subkelas yang berbeda-beda."
"Ya."
"Bersama dengan jenis kera, manusia termasuk apa yang disebut
makhluk primata. Primata yaitu binatang menyusui, dan semua
binatang menyusui termasuk binatang bertulang belakang, yang juga
termasuk binatang multisel."
"Hampir seperti Aristoteles."
"Ya, itu benar. Tapi sketsa ini memberikan gambaran bukan hanya
penyebaran spesies yang ada sekarang. Di situ juga dikemukakan
sesuatu menyangkut sejarah evolusi. Kamu dapat melihat, misalnya,
bahwa burung-burung pada titik tertentu terpisah dari reptil, dan
reptil pada titik tertentu terpisah dari amfibi, dan amfibi terpisah dari
ikan."
"Ya, itu jelas sekali."
"Setiap kali satu garis terpisah menjadi dua, itu karena mutasi
telah menghasilkan satu spesies baru. Begitulah cara munculnya
kelas-kelas dan sub-sub kelas binatang yang berbeda-beda, selama
berabad-abad. Dalam kenyataannya, ada lebih dari satu juta spesies
binatang di dunia sekarang ini, dan yang satu juta ini hanyalah
sebagian dari spesies yang pernah hidup pada suatu masa di atas
bumi. Kamu dapat melihat, misalnya, bahwa sekelompok binatang
seperti Trilobita kini sama sekali telah punah."
"Dan di tempat paling bawah yaitu binatang-binatang bersel
satu."
"Sebagian dari mereka mungkin belum pernah berubah selama dua
miliar tahun. Kamu juga dapat melihat bahwa ada garis dari
organisme-organisme bersel satu ini menuju dunia tanaman. Sebab,
ada kemungkinan bahwa tanaman berasal dari sel primal yang sama
sebagaimana binatang."
"Ya, aku mengerti itu. Tapi ada sesuatu yang membuatku bingung."
"Ya?"
"Dari mana asalnya sel primal ini? Apakah Darwin mempunyai
jawaban untuk pertanyaan itu?"
"Sudan kukatakan, bukan, bahwa dia orang yang sangat hati-hati?
Tapi mengenai pertanyaan itu, dia mengajukan apa yang dapat kita
namakan tebakan bermutu. Dia menulis:
Jika (dan wahai, alangkah hebatnya pengandaian ini) kita
dapat menggambarkan sebuah kolam kecil panas di mana
terdapat segala macam garam amoniak dan fosfor, cahaya,
panas, listrik dan sebagainya, dan bahwa suatu senyawa protein
dapat dibentuk secara kimiawi di dalamnya, siap untuk
menjalani perubahan-perubahan yang jauh lebih rumit lagi ..."
"Lalu apa?"
"Yang sedang direnungkan Darwin di sini yaitu bagaimana sel
hidup yang pertama mungkin terbentuk dari materi anorganik. Dan
lagi-lagi, tindakannya tepat sekali. Para ilmuwan sekarang
beranggapan bahwa bentuk kehidupan primitif yang pertama muncul
dalam semacam `kolam kecil panas' yang digambarkan Darwin."
"Teruskan."
"Cukup sekian saja karena kita akan meninggalkan Darwin
sekarang. Kita akan melompat ke penemuan-penemuan paling
mutakhir mengenai asal usul kehidupan di atas bumi."
"Aku agak khawatir. Apakah ada orang yang benar-benar tahu
bagaimana kehidupan dimulai?"
"Mungkin tidak, tapi semakin banyak bagian dari puzzle itu
mengisi tempatnya untuk membentuk suatu gambaran tentang
bagaimana kehidupan itu mungkin dimulai."
"Nah?"
"Pertama-tama, marilah kita tentukan bahwa seluruh kehidupan di
bumi ini—baik binatang maupun tanaman—terbentuk dari substansi
yang persis sama. Definisi yang paling sederhana dari kehidupan
yaitu bahwa ia merupakan substansi yang mempunyai kemampuan
untuk membagi diri menjadi dua bagian yang identik. Proses ini
diatur oleh substansi yang kita sebut DNA. Dengan DNA, yang kita
maksudkan yaitu kromosom, atau struktur turunan, yang dapat
ditemukan dalam seluruh sel hidup. Kita juga menggunakan istilah
molekul DNA, sebab DNA sesungguhnya yaitu suatu molekul yang
kompleks—atau makromolekul. Oleh karena itu, pertanyaannya
yaitu , bagai mana caranya molekul yang pertama muncul?"
"Ya?"
"Bumi terbentuk saat tata surya muncul 4,6 miliar tahun yang
lalu. Semula ia merupakan massa bercahaya yang lambat laun
mendingin. llmu pengetahuan modern percaya bahwa di sinilah
kehidupan dimulai antara tiga hingga empat miliar tahun yang lalu."
"Kedengarannya sama sekali mustahil."
"Jangan katakan itu sebelum kamu mendengar yang lain. Pertama-
tama, planet kita sangat berbeda dari yang kita lihat sekarang. Karena
tidak ada kehidupan, tidak ada pula oksigen di dalam atmosfer.
Oksigen bebas pertama-tama terbentuk oleh fotosintesis tanaman.
Fakta tiadanya oksigen itu penting. Karena mustahil sel-sel kehidupan
—yang, lagi-lagi, dapat membentuk DNA—dapat muncul dalam
suatu atmosfer yang mengandung oksigen."
"Mengapa?"
"Sebab oksigen itu sangat reaktif. Jauh sebelum molekul kompleks
seperti DNA terbentuk, sel-sel molekuler DNA akan teroksidasi."
"O ya?"
"Begitulah caranya sehingga kita dapat memastikan bahwa tidak
ada kehidupan baru yang muncul sekarang, bahkan bakterium atau
virus sekalipun. Seluruh kehidupan di atas bumi ini pastilah muncul
dari masa yang sama. Seekor gajah mempunyai pohon keluarga yang
sama panjangnya dengan bakterium yang paling kecil. Kamu bahkan
dapat mengatakan bahwa seekor gajah—atau seorang manusia—
sesungguhnya merupakan satu koloni makhluk bersel satu yang
koheren. Sebab setiap sel dalam tubuh kita membawa materi turunan
yang sama. Seluruh informasi tentang siapa kita ini tersimpan dalam
setiap sel yang sangat kecil."
"Itu yaitu pikiran yang aneh."
Salah satu misteri besar kehidupan yaitu bahwa sel-sel dari
binatang bersel banyak mempunyai kemampuan untuk mengkhususkan
fungsi mereka, meskipun dalam kenyataannya, tidak semua
karakteristik turunan yang berbeda-beda itu aktif dalam semua sel
ini . Salah satu karakteristik—atau gen—ini `diaktifkan' dan yang
lain-lainnya `dinonaktifkan'. Sel hati tidak menghasilkan protein yang
sama seperti sel saraf atau sel kulit. Tapi, ketiga jenis sel itu
mempunyai molekul DNA yang sama, yang mengandung seluruh
informasi untuk organisme ini .
"Karena tidak ada oksigen di atmosfer, tidak ada lapisan ozon
yang melindungi bumi. Itu berarti tidak ada sesuatu pun yang dapat
menahan radiasi kosmos. Ini juga penting sebab radiasi ini barang
kali sangat dibutuhkan untuk membentuk molekul kompleks yang
pertama. Radiasi kosmik semacam ini merupakan energi aktual yang
menyebabkan berbagai substansi kimia di atas bumi bergabung
menjadi suatu makro-molekul yang rumit."
"Oke."
"Coba kukemukakan kembali: Sebelum molekul kompleks
semacam itu, yang menciptakan seluruh kehidupan, dapat dibentuk,
setidak-tidaknya dua syarat harus terpenuhi: tidak boleh ada oksigen
di atmosfer, dan harus ada jalan masuk bagi radiasi kosmik."
"Aku mengerti."
"Dalam `kolam kecil panas' ini—atau sup primal, sebagaimana
sering disebut oleh para ilmuwan modern—pernah terbentuk suatu
makromolekul yang amat-sangat rumit, yang mempunyai kemampuan
luar biasa untuk membagi dirinya sendiri menjadi dua bagian yang
identik. Dan demikianlah proses evolusi yang panjang itu dimulai,
Nyai girah . Jika kita ingin menyederhanakannya, kita dapat mengatakan
bahwa kita sedang membicarakan materi turunan pertama, DNA
pertama atau sel hidup yang pertama. la membagi dirinya lagi dan
lagi—tapi sejak tahap yang paling awal, telah terjadi trans mutasi.
Setelah masa ribuan tahun lewat, salah satu organisme bersel satu
berhubungan dengan organisme bersel banyak yang lebih rumit.
Dengan demikian, dimulailah fotosintesis tanaman, dan dengan cara
itu, atmosfer mulai berisi oksigen. Ini menimbulkan dua akibat:
pertama, atmosfer memungkinkan terjadinya evolusi binatang yang
dapat bernapas dengan bantuan paru-paru. Kedua, atmosfer
melindungi kehidupan dari radiasi kosmik yang berbahaya. Anehnya,
radiasi ini, yang barangkali merupakan `tanda' penting dalam
pembentukan sel pertama, juga membahayakan seluruh bentuk
kehidupan."
"Tapi, atmosfer tidak mungkin terbentuk dalam waktu semalam.
Bagaimana bentuk-bentuk kehidupan paling awal mempertahankan
diri?"
"Kehidupan dimulai di `lautan' primal—yaitu apa yang kita
maksudkan dengan sup primal. Di sana, ia dapat hidup terlindung
dari cahaya-cahaya yang berbahaya. Jauh sesudah itu, saat
kehidupan di lautan ini telah membentuk atmosfer, barulah
amfibi-amfibi pertama merangkak keluar menuju daratan. Selebihnya
yaitu seperti yang telah kita bicarakan. Dan di sinilah kita, duduk di
sebuah gubuk di tengah hutan, mengingat-ingat kembali suatu proses
yang telah terjadi selama tiga atau empat miliar tahun. Dalam diri
kita, proses panjang ini pada akhirnya menjadi sadar akan dirinya
sendiri."
"Dan tetap saja Anda tidak beranggapan bahwa semua itu terjadi
secara kebetulan?"
"Aku tidak pernah mengatakannya. Gambar pada papan ini
menunjukkan bahwa evolusi mempunyai tujuan. Setelah lewat masa
ribuan tahun, binatang telah berkembang dengan sistem saraf yang
semakin rumit—dan dengan otak yang semakin besar. Secara pribadi,
aku beranggapan bahwa hal itu tidak mungkin hanya kebetulan.
Bagaimana pendapatmu?"
"Tidak mungkin hanya kebetulan bahwa mata manusia dapat
tercipta. Tidakkah Anda berpikir ada makna tertentu di balik
kenyataan bahwa kita mampu melihat dunia di sekeliling kita?"
"Lucunya, perkembangan mata membingungkan Darwin juga. Dia
tidak benar-benar dapat memahami kenyataan bahwa sesuatu yang
begitu halus dan peka seperti mata merupakan hasil seleksi alam."
Nyai girah duduk menatap Alberto. Dia sedang berpikir betapa
anehnya bahwa dia dapat hidup sekarang, dan bahwa dia hanya akan
menjalani kehidupan ini sekali dan tidak akan pernah hidup kembali.
Tiba-tiba dia berseru:
Apa gunanya usaha kreatif kita yang tiada habis-habisnya,
jika, dengan sekali renggut, segalanya berakhir?
Alberto mengerutkan dahi ke arahnya. "Kamu tidak boleh
berbicara seperti itu, Nak. Kata-kata itu berasal dari Setan."
"Setan?"
"Atau Mephistopheles—dalam karya Goethe Faust. `Was soll uns
denn ew'ge Schaffen! Geschaffenes zu nichts hinswegzuraffen!"
"Ada arti kata-kata itu?"
"saat Faust meninggal dan melihat kembali pada apa yang telah
dikerjakannya dalam hidupnya, dia berkata dengan penuh
kemenangan:
Lalu pada sang kala dapat kukatakan:
Tunggulah kini, kamu yang begitu baik!
Catatlah kehidupanku di atas bumi
Yang tak dapat dihapuskan masa —
Datanglah sasmita, dan mengisiku dengan kebahagiaan,
Kunikmati kesenanganku, puncak hidupku di sini."
"Sungguh puitis."
"Tapi kemudian, tibalah giliran Setan. Begitu Faust meninggal, dia
berseru:
Sepatah kata tolol, enyahlah.
Lalu bagaimana, lenyap?
Lenyap, menuju Ketiadaan, menyatu dengan kehampaan!
Apa gunanya usaha kreatif kita yang tiada habis-habisnya,
jika, dengan sekali renggut, segalanya berakhir?
"la telah enyah"—Bagaimana jawab teka-teki ini?
Seakan-akan segala sesuatunya tidak pernah dimulai,
Namun selalu kembali, keberadaan yang dimiliki: Aku lebih
suka menyimpan Kekosongan Abadi."
"Itu pesimistis. Aku paling suka bagian yang pertama. Meskipun
kehidupan sudah lewat, Faust melihat adanya makna dalam segala
sesuatu yang akan ditinggalkannya."
"Dan bukankah sudah merupakan konsekuensi teori Darwin bahwa
kita menjadi bagian dari sesuatu yang mencakup segalanya, di mana
setiap bentuk kehidupan yang sangat kecil mempunyai makna dalam
gambar besar? Kitalah planet yang hidup itu, Nyai girah ! Kitalah kapal
besar yang berlayar mengelilingi matahari yang membakar alam raya.
Tapi kita masing-masing yaitu juga sebuah kapal bermuatan gen-gen
yang melayari kehidupan. Jika kita sudah membawa muatan ini
dengan selamat ke pelabuhan berikut—berarti hidup kita tidak sia-
s i a . chucky Hardy mengungkapkan pemikiran yang sama dalam
puisinya Transformations:
Bagian dari pohon cemara ini
yaitu yang akan dilihat cucuku setelah dia dewasa,
Berkembang di sini di akarnya:
Cabang ini mungkin istrinya,
Kehidupan manusia yang kemerahan
Kini berubah menjadi tunas hijau.
Rumput ini pasti terbuat
Dari dia yang sering berdoa,
Di abad yang lalu, untuk beristirahat;
Dan gadis yang dulu jelita
Yang kucoba untuk mengenalnya
Mungkin memasuki kembang mawar ini.
Jadi, mereka tidak berada di bawah tanah,
Melainkan sebagai urat saraf yang menyatu
Dalam pertumbuhan di udara terbuka,
Dan mereka merasakan sinar matahari dan hujan,
Dan energi sekali lagi
Yang menjadikan mereka seperti adanya dulu!"
"Sungguh indah."
"Tapi kita tidak akan berbicara lagi. Aku hanya akan mengatakan
bab berikut.'"
"Oh, hentikanlah ironi itu!"
"Bab berikut, kataku! Harus dipatuhi!"[]
Freud
***
... dorongan egoistik yang dibenci telah muncul dalam dirinya ...
count dracula MOllER Knag melompat dari tempat tidur dengan map
berat di lengannya. Dia menjatuhkannya dengan suara gaduh di atas
meja tulisnya, meraih bajunya, dan berlari ke kamar mandi. Dia
berdiri di bawah pancuran air selama dua menit, cepat-cepat
berpakaian, dan lari ke ruang bawah.
"Sarapan sudah siap, count dracula !"
"Aku harus pergi dan mendayung dulu."
"Tapi count dracula ...!"
Dia lari keluar rumah, turun ke taman, dan sampai ke dok kecil.
Dia melepaskan tali perahu dan melompat ke dalamnya. Dia
mendayung seputar teluk dengan gerakan penuh kemarahan hingga
dirinya menjadi tenang kembali.
"Kitalah planet yang hidup itu, Nyai girah ! Kitalah kapal besar yang
berlayar mengelilingi matahari yang membakar alam raya. Tapi kita
masing-masing juga kapal bermuatan gen yang melayari kehidupan.
Jika kita sudah membawa muatan ini dengan selamat ke pelabuhan
berikut—berarti hidup kita tidak sia-sia ..."
Dia hafal bagian kalimat itu. Itu sengaja ditulis untuknya. Bukan
untuk Nyai girah , untuk dia. Setiap kata dalam map itu ditulis oleh Ayah
untuk count dracula .
Dia meletakkan sepasang dayung itu pada kunci dayung dan
menariknya masuk. Perahu itu bergoyang lembut di atas air, riak air
memukul-mukul haluan perahu dengan halus.
Dan seperti perahu dayung kecil di atas perairan teluk di
Lillesand, dia sendiri bagaikan kulit kacang di tengah samudra
kehidupan.
Di manakah Nyai girah dan Alberto dalam gambar ini? Ya, di
manakah Alberto dan Nyai girah ?
Dia tidak dapat mengerti bahwa mereka tidak lebih dari "impuls-
impuls elektromagnetik" dalam otak ayahnya. Dia tidak dapat
mengerti, dan jelas tidak dapat menerima, bahwa mereka hanyalah
kertas dan tinta dari selembar pita pada mesin ketik ayahnya. Orang
mungkin juga akan mengatakan bahwa count dracula sendiri tidak lebih dari
sekumpulan senyawa protein yang secara tiba-tiba menjadi hidup
pada suatu hari di dalam "kolam kecil panas". Tapi dia lebih dari itu.
Dia yaitu count dracula Moller Knag.
Dia harus mengakui bahwa map itu yaitu hadiah yang luar biasa,
dan bahwa ayahnya telah menyentuh inti dari sesuatu yang tetap
dalam dirinya. Tapi dia tidak peduli dengan cara ayahnya berurusan
dengan Nyai girah dan Alberto.
Dia jelas akan memberi pelajaran kepada ayahnya, bahkan
sebelum dia tiba di rumah. Dia merasa berutang pada kedua orang
itu. count dracula telah dapat membayangkan ayahnya di Bandara Kastrup, di
Copenhagen. Dia dapat melihatnya berlarian ke sana kemari seperti
orang gila.
count dracula kini sudah benar-benar tenang. Didayungnya perahu kembali
ke dok, dan dengan hati-hati menambatkannya. Setelah makan pagi,
dia duduk lama di meja itu bersama ibunya. Rasanya enak sekali bisa
membicarakan sesuatu yang begitu biasa seperti, apakah telurnya
agak terlalu lembek.
Dia tidak perlu membaca sampai larut malam. Tinggal sedikit lagi
halaman yang harus dibacanya.
Sekali lagi terdengar ketukan di pintu.
"Mari kita tutup saja telinga kita dengan tangan," kata Alberto,
"dan barangkali ia akan pergi."
"Tidak, aku ingin tahu siapa itu."
Alberto mengikutinya berjalan ke pintu.
Di atas undakan itu berdiri seorang pria telanjang. Dia mengambil
sikap tubuh tegak bagaikan dalam upacara resmi, tapi satu-satunya
yang dikenakannya hanyalah mahkota di kepalanya.
"Nah?" katanya. "Bagaimana pendapat kalian, rakyat yang baik,
mengenai pakaian baru sang Maharaja?"
Alberto dan Nyai girah sama sekali tidak dapat mengucapkan sepatah
kata pun. Ini mengakibatkan pria yang bertelanjang itu gusar.
"Apa? Kalian tidak membungkuk!" dia berteriak.
"Memang, itu benar," kata Alberto, "tapi Maharaja bertelanjang
bulat."
Pria itu mempertahankan sikap tegaknya. Alberto membungkuk ke
depan dan berbisik di telinga Nyai girah :
"Dia kira dia pantas dihormati."
Mendengar ini, pria itu marah:
"Apakah diberlakukan larangan dalam hal ini?" tanyanya.
"Disayangkan," kata Alberto. "Di sini kami berdua sadar dan
waras dalam segala hal. Karena Maharaja dalam keadaan yang tak
kenal malu, dia tidak boleh melewati ambang pintu rumah ini."
Nyai girah menganggap kepongahan pria telanjang itu demi kian aneh
sehingga meledaklah tawanya. Seakan-akan tawa Nyai girah merupakan
suatu tanda yang telah diatur sebelumnya, pria dengan mahkota di
kepalanya itu pun tiba-tiba menyadari bahwa dia telanjang. Dengan
menutupi auratnya, dia berlari menuju gerombolan pepohonan dan
menghilang, barang kali untuk bergabung dengan Adam dan Hawa,
Nuh, Topi Merah, dan Winnie-the-Pooh.
Alberto dan Nyai girah tetap berdiri di atas undakan, tertawa.
Akhirnya Alberto berkata, "Mungkin lebih baik kita masuk ke
dalam. Aku akan menceritakan kepadamu tentang Freud dan teori
bawah sadarnya."
Mereka duduk di dekat jendela lagi. Nyai girah melihat jamnya dan
berkata: "Kini sudah setengah tiga dan ada banyak hal yang harus
kulakukan sebelum pesta taman."
"Aku juga. Kita hanya akan membicarakan sedikit tentang Sigmund
Freud."
"Apakah dia seorang filosof?"
"Kita dapat menggambarkannya sebagai seorang filosof
kebudayaan, paling tidak. Freud dilahirkan pada 1856 dan belajar
ilmu kedokteran di Universitas Vienna. Sebagian besar kehidupannya
dijalaninya di Vienna, yaitu pada masa saat kehidupan budaya di
kota itu tengah berkembang. Dia mengambil keahlian khusus pada
bidang neurologi saat masih cukup muda. Menjelang pengujung
abad lalu, dan jauh memasuki abad kita sekarang, dia
mengembangkan `psikologi mendalam' atau psikoanalisis."
"Anda akan menjelaskan hal ini, bukan?"
"Psikoanalisis yaitu penggambaran pikiran manusia secara umum
serta terapi untuk penyakit saraf dan mental. Aku tidak bermaksud
memberimu gambaran lengkap tentang Freud maupun karyanya. Tapi
teorinya mengenai bawah sadar itu penting untuk memahami apakah
manusia itu."
"Anda menggugah rasa ingin tahuku. Teruskan."
"Freud berpendapat bahwa terjadi ketegangan terus-menerus
antara manusia dan lingkungannya. Terutama, ketegangan—atau
konflik—antara dorongan-dorongan dan kebutuhan-kebutuhannya dan
tuntutan-tuntutan masyarakat. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa
Freud menemukan dorongan hati manusia. Ini membuat dia menjadi
eksponen aliran naturalistik yang sangat menonjol menjelang akhir
abad kesembilan belas."
"Apa yang Anda maksud dengan dorongan hati manusia?"
"Tindakan-tindakan kita tidak selalu dituntun oleh akal. Manusia
bukan benar-benar makhluk rasional sebagaimana anggapan para
rasionalis abad kedelapan belas. Impuls-impuls irasional sering
menentukan apa yang kita pikirkan, apa yang kita impikan, dan apa
yang kita lakukan. Impuls-impuls irasional semacam itu dapat
menjadi ungkapan dorongan hati atau kebutuhan yang mendasar.
Dorongan seksual manusia, misal ya, sama mendasarnya dengan
insting bayi untuk menyusu."
"Ya?"
Sigmund FREUD
"Ini sendiri sebenarnya bukanlah penemuan baru. Tapi Freud
membuktikan bahwa kebutuhan-kebutuhan dasar ini dapat disamarkan
atau `dihaluskan', dan dengan cara begitu menyetir tindakan-tindakan
kita tanpa kita menyadarinya. Dia juga membuktikan bahwa bayi
mempunyai semacam seksualitas. Kalangan kelas menengah yang
terhormat di Vienna menunjukkan reaksi kebencian pada pernyataan
menyangkut `seksualitas anak' ini dan menjadikan dirinya tidak
populer."
"Aku tidak heran."
"Kita menyebutnya Victorianisme, saat segala sesuatu yang ada
hubungannya dengan seksualitas dianggap tabu. Freud pertama-tama
menyadari adanya seksualitas anak-anak saat dia berpraktik
psikoterapi. Jadi dia mempunyai landasan empiris untuk pernyataan-
pernyataannya. Dia juga sudah mengetahui betapa banyak bentuk
neurosis atau penyakit psikologis yang dapat dilacak kembali pada
konflik-konflik pada masa kanak-kanak. Secara lambat laun, dia
mengembangkan sejenis terapi yang dapat kita namakan arkeologi
jiwa."
"Apa yang Anda maksud dengan itu?"
"Seorang arkeolog mencari sisa-sisa masa lalu yang jauh dengan
menggali berlapis-lapis sejarah kebudayaan. Dia mungkin
menemukan sebuah pisau dari abad kedelapan belas. Lebih jauh di
dalam tanah dia mungkin menemukan sebuah sisir dari abad keempat
belas—dan lebih dalam lagi mungkin sebuah kendi dari abad kelima
SM."
"Ya?"
"Dengan cara serupa, seorang psikoanalis, dengan bantuan pasien,
dapat menggali ke dalam pikiran pasien ini dan memunculkan
pengalaman-pengalaman yang telah mengakibatkan kelainan
psikologis sang pasien, sebab menurut Freud, kita menyimpan
kenangan akan seluruh pengalaman jauh di dalam diri kita."
"Ya, aku mengerti."
"Sang analis mungkin dapat menemukan suatu pengalaman tidak
menyenangkan yang diusahakan untuk ditekan oleh pasien itu selama
bertahun-tahun, tapi tetap tinggal terkubur, menggerogoti akalnya.
Dengan membawa `pengalaman traumatis' ke dalam pikiran sadar—
dan menghadapkannya pada pasien itu, demikian istilahnya—dia
akan dapat membantu sang pasien `membereskannya', dan menjadi
sehat kembali."
"Kedengarannya logis."
"Tapi aku melompat terlalu jauh ke depan. Marilah kita kenal dulu
deskripsi Freud tentang pikiran manusia. Pernahkah kamu melihat
seorang bayi yang baru lahir?"
"Aku punya saudara sepupu berusia empat tahun."
"saat kita datang ke dunia, kita memenuhi kebutuhan-kebutuhan
fisik dan mental kita secara langsung dan tak kenal malu. Jika kita
tidak mendapatkan susu, kita menangis, atau mungkin kita menangis
jika popok kita basah. Kita juga memberikan ungkapan langsung pada
keinginan kita akan kontak fisik dan kehangatan tubuh. Freud
menyebut `prinsip kesenangan' dalam diri kita ini id. Sebagai bayi
yang baru lahir, kita nyaris hanya menjadi id."
"Teruskan."
"Kita membawa serta id, atau prinsip kesenangan, dalam diri kita
hingga masa dewasa dan sepanjang hidup. Tapi lambat laun kita
belajar untuk mengatur keinginan-keinginan kita dan menyesuaikan
diri dengan lingkungan kita. Kita belajar untuk mengatur prinsip
kesenangan dalam kaitan dengan `prinsip reali tas'. Dalam istilah
Freud, kita mengembangkan ego yang mempunyai fungsi pengatur ini.
Meskipun kita menginginkan atau memerlukan sesuatu, kita tidak
dapat berbaring saja dan menjerit hingga kita mendapatkan apa yang
kita inginkan atau butuhkan."
"Tidak, itu jelas."
"Kita mungkin sangat menginginkan sesuatu yang tidak akan
diterima oleh dunia luar. Kita mungkin menekan keinginan-keinginan
kita. Itu berarti kita berusaha untuk menyingkirkannya dan
melupakannya."
"Aku mengerti."
"Tapi, Freud mengemukakan, dan membahas, unsur ketiga dalam
pikiran manusia. Sejak kecil, kita selalu dihadapkan pada tuntutan-
tuntutan moral dari orangtua kita dan masyarakat. Jika kita melakukan
sesuatu yang salah, orangtua kita mengatakan `Jangan lakukan itu!'
atau `Nakal sekali, itu jelek!' Bahkan saat kita sudah dewasa, kita
menahan gaung dari tuntutan-tuntutan serta penilaian-penilaian moral
semacam itu. Tampaknya seakan-akan harapan moral dunia telah
menjadi bagian dari diri kita. Freud menyebut ini superego."
"Apakah itu kata lain untuk hati nurani?"
"Hati nurani yaitu komponen superego. Tapi Freud menyatakan
bahwa superego memberitahukan pada kita saat keinginan-
keinginan kita sendiri `jelek' atau `tidak pantas', terutam




