• www.coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • www.kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

  • www.berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Santet 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santet 7. Tampilkan semua postingan

Santet 7

 


lakukan saat mendengar inception seperti diatas yaitu  Jjangan 

diam saja. Contohnya Anda bisa membalikkan kalimat negatif tersebut dengan 

kalimat, “Oh ya? Apakah mobil dan rumahnya sudah lunas kreditnya? Bila belum 

lunas, maka belum sepenuhnya merupakan asset miliknya, itulah kenapa saya belum 

memiliki mobil dan rumah, sebab  saya belum mampu membelinya dengan cara 

cash-keras, cara kredit berbunga termasuk riba, dan riba yaitu  sesuatu yang 

haram.” Intinya, jangan biarkan diri Anda menerima inception tersebut, Anda harus 

mengembalikannya pada si pelontar inception bila Anda tidak ingin terkena efek 

santet-nya—Anda harus terpaksa mematahkannya dan jangan merasa tidak enak 

dalam melakukannya, sebab  itu yaitu  sebuah hak jawab. 

 

Berbahagialah Setiap Saat Anda menjadi korban gossip! 

 

Perkara Gossip-menggossip itu ibarat kebakaran hutan, saat Anda coba memadamkan 

api di bagian utara hutan, maka api di sebelah selatan hutan semakin membesar dan 

Anda pun akan ikut terbakar. Anda akan begitu sibuk memadamkan api-gossip bila 

Anda masih peduli apa yang dibicarakan orang lain tentang diri Anda. Saat Anda kini 

sibuk memperbaiki nama Anda lantaran gossip yang terus-menerus disebarkan oleh 

orang yang menzalimi diri Anda, maka saran kami pada Anda saat ini yaitu  berhenti 

memadamkan gossip tentang diri Anda tersebut, biarkan saja, lepaskan, abaikan. 

sebab  peraturan tentang ini hanya ada dua, 1) Tidak ada orang yang tidak pernah 

dimakan gossip, dan 2) Jika Anda menggosip tentang seseorang, maka orang itu akan 

tahu bahwa Anda membicarakannya juga di belakang.  

 120 

 

Yang perlu Anda lakukan dalam menghadapi gossip yaitu  dengan memiliki 

pengetahuan dan kesadaran tentang beberapa hal sbb.: 

 

- Orang yang sedang membicarakan, mencela atau menggossipkan diri Anda, 

SEBENARNYA ia sedang membicarakan tentang dirinya sendiri. Gossip 

yang juga sekaligus cenderung mengandung fitnah—meskipun berdasarkan 

fakta, namun tahu darimana bahwa faktanya memang demikian?—sebab  itu 

semua berasal dari persepsi pikirannya sendiri tentang siapa lagi kalau bukan 

tentang orang yang paling dia kenal, yakni dirinya sendiri. Sehingga tanpa 

disadari ia sedang mewujudkan apa yang ia gossipkan ke dalam kehidupannya 

sendiri, itulah kenapa Gibah atau gossip ini pada dasarnya lebih berbahaya 

terhadap si penggossipnya itu sendiri dibandingkan  terhadap korban gossipnya. 

 

- Orang yang sedang mencela atau menggossipkan diri Anda dengan narasi 

celaannya atau gossipnya tidak menyadari bahwa itupun bisa terjadi pada 

dirinya kapan saja dan dimana saja, hanya saja sebab  itu belum terjadi pada 

dirinya, maka ia menganggapnya itu tidak mungkin terjadi. Seseorang yang 

selalu menggossipkan kawannya yang sedang menjalin hubungan dengan 

seorang janda dengan stigma sosialnya misalnya, maka kemungkinan besartak 

lama kemudian ia pun akan jatuh cinta kepada dan menikahi seorang janda. 

Atau seorang penggossip yang menyebarkan gossip kawannya yang sedang 

bercerai, maka akhirnya si penggossip-pun mengalami hal yang sama yaitu 

bercerai dengan pasangannya. Apakah ini sebuah kebetulan? Tentu tidak. 

 

- Abaikan dan jangan ditanggapi, fokuskan diri Anda pada hal-hal yang 

membangun diri Anda. Buatlah lebih banyak karya lagi, misalnya Anda 

seorang penulis artikel , mulailah merancang daftar isi artikel  berikutnya. Jika 

gossip itu pada akhirnya pun mendatangkan sebuah kerugian pada Anda, 

biasanya sebuah pembelaan entah itu datangnya darimana akan segera tiba. 

 

- Berikan hak-jawab Anda pada si pengantar gossip yang menyampaikan pada 

diri Anda bahwa si anu sedang menggossipkan tentang diri Anda—ngomong-

ngomong, siapa pun dia, sang pengantar gossip kepada Anda, dia bukan teman 

sejati Anda, segera jauhi dia. Misalkan Anda digossipkan bahwa tidak ada 

orang yang ingin berkawan pada Anda, maka katakan pada si pengantar 

gossip dengan mengatakan kalimat ini contohnya: “Saya memang tidak 

berkawan dengan para penggossip, tapi belum lama ini saya baru saja 

menghadiri kawan-kawan saya di suatu acara yang dihadiri para pejabat 

penting.” Katakan saja hal ini sebagai strategi dalam menyiasati derasnya 

gossip, meski pun sebenarnya Anda hanya menghadiri acara komunitas biasa 

atau tidak menghadiri acara apapun. Jangan menceritakan hal-hal buruk yang 

sedang atau telah Anda lalui pada si pengantar gossip. Ceritakan saja 

kemenangan-kemenangan kecil dan besar yang telah Anda peroleh, maka itu 

akan membuat si penggossip menjadi kesal dan kekesalan hatinya akan 

berubah menjadi penyakit.   

- Gossip yang sedang gencar disebarkan oleh si penyebar gossip secara terus-

menerus sama artinya ia sedang memberi  afirmasi negatif pada dirinya 

sendiri secara terus-menerus agar menjadi kenyataan di dalam hidupnya. 

 121 

Untuk menyantetnya, Anda cukup mengatakan,“Kembalilah pada lidahmu 

yang asal itu!”  

 

Sumpah Serapah dengan Rasa (energi) 

 

Sumpah serapah yang bisa menjadi kenyataan itu disebab kan rasa yang diikuti oleh 

energi yang dikeluarkan oleh orang yang memberi  sumpah serapah itu. Sumpah 

serapah harus memakai emosi yang kuat dan orang yang di sumpahi—bagusnya—

juga terikat dengan Hukum Kemelekatan Jasa, artinya orang yang disumpahi harus 

dibuat emosi bawah sadarnya sebab  telah sadar bahwa yang dijahatinya yaitu  orang 

yang pernah berbuat baik atau pernah berjasa dalam hidupnya. Orang yang disumpahi 

akan bereaksi bawah sadarnya, kemungkinan besar ia akan marah sekali mendengar 

sumpah serapah atau kutukan tersebut disebab kan bawah sadarnya atau nuraninya 

membenarkan segala kebaikan yang pernah ia berikan, namun pikiran bawah 

sadarnya mengikuti ego dan nafsunya sendiri, catatan: Jika ia masih memiliki nurani 

yang hidup. 

 

Nurani orang yang diberikan sumpah serapah dan mendengar sumpah serapah akan 

bereaksi nuraninya membela orang yang yang menyumpahi dia bila ada kebenaran 

pada orang yang menyumpahinya. Nurani menyampaikan kebenaran pada seluruh 

anggota tubuh yang telah diperintahkan oleh Allah agar sesuai fitrahnya untuk 

kebaikan pada dirinya dan juga pada orang lain. Bagian anggota tubuh yang 

diperintahkan oleh pikiran sadar orang yang disumpahi untuk menzalimi orang yang 

menyumpahi dia akan melawan dan bereaksi negatif berupa timbulnya penyakit, 

itupun timbul akibat persetujuan bawah sadar dari orang yang disumpahinya. 

 

Kisah keanehan yang timbul dari sepasang suami-istri, mereka berdua yaitu  murid 

kami. Bermula saat sang istri sedang hamil dan hasil USG menunjukkan bahwa anak 

yang sedang dikandungnya yaitu  berjenis kelamin wanita. Beberapa kali di USG 

tetap menunjukkan bahwa anak yang dikandungnya yaitu  berjenis kelamin wanita. 

Sepulangnya dari USG, sang suami mengeluarkan uneg-unegnya dengan mengatakan 

bahwa anaknya harus laki-laki, bila tidak maka ia akan menceraikan sang istri. 

Pertikaian hebat malam itu dimana sang suami tidak bisa menerima bila yang lahir 

yaitu  anak wanita, sementara sang istri meyakinkan sang suami agar lebih bisa 

menerima apapun pemberian dari Allah. Dengan hati sedih, sang istri yang semakin 

besar hamilnya selalu memikirkan kalimat-kalimat kasar yang dilontarkan oleh sang 

suami yang begitu menginginkan anak laki-laki. Dan pada saat melahirkan, 

keanehanpun terjadi, janin yang telah beberapa kali di USG berjenis kelamin wanita, 

kini lahir menjadi berjenis kelamin pria. Sang suami pun sangat bahagia menyambut 

kelahiran bayi laki-lakinya. Namun saat bayi menjadi besar, mulai tampak ada yang 

aneh dengan anak yang mereka asuh dan dokter menyatakan bahwa anaknya 

menderita autis dan auto-immune.  

 

Dari contoh kasus di atas, begitu tergambarkan dengan jelas bahwa sumpah serapah 

akan begitu menjadi kenyataan bila orang yang disumpahinya yaitu  orang yang 

derajat atau hirarkinya berada dibawahnya. Namun perbuatan tidak mensyukuri 

pemberian Allah Swt. seperti yang dilakukan oleh sang suami akan mengakibatkan 

penderitaan yang lebih berkepanjangan. 

 

Kesimpulan: 

 122 

 

Sumpah serapah akan menjadi kenyataan bila: 

- Orang yang disumpahinya telah menzalimi dirinya. 

- Orang yang menyumpahi pernah berjasa pada orang yang disumpahi. 

- Orang yang disumpahi menjadi emosi atau kesal atas kalimat sumpahnya 

sebab  banyak nilai-nilai kebenaran didalamnya sehingga dirinya akan 

menghukum dirinya sendiri. 

- Bawah sadar orang yang disumpahi menyetujui kalimat sumpahnya itu. 

- Secara derajat dan hirarki, orang yang disumpahi berada di bawahnya. 

 

Energi Santet 

 

Pengertian energi dalam konteks ini, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu :  

 

Energi psikologi: Terapi yang dilakukan untuk mengatasi masalah psikologi dan 

spiritual, seperti fobia, trauma dengan cara menyeimbangkan medan energi 

seseorang yang melibatkan aura, cakra dan meridian.” 

 

Dalam konteks energi yang memiliki efek-santet yaitu , energi psikologi dan spiritual 

yang mengganggu keseimbangan medan energi seseorang yang melibatkan aura, 

cakra dan meridian. Aura, cakra dan meridian merupakan pemetaan fitrah 

keselamatan dan ketahanan tubuh dan jiwa dari manusia. 

 

Santet Massal Melalui Sublimasi Massal—ceramah, iklan, corong masjid, Media 

sosial, Media Massa, program TV, program radio, dll. 

 

Kami berdua tinggal di suatu pedalaman di Banten, dimana penduduknya selalu 

mengingatkan kami agar tidak melakukan tindakan yang tidak disukai pihak yang 

berlabel alim-ulama yang menguasai perkampungannya, sedikit-sedikit selalu saja 

orang yang kami jumpai selalu mengingatkan agar tidak melakukan hal-hal yang tidak 

disukai golongan alim-ulama di kampung itu. Kami bingung dan tak habis pikir, 

sebab  sepertinya alim-ulama di kampungnya seperti berada bahkan di atas hukum 

negara sekalipun—dan sepertinya pada akhirnya ini terbukti, setidaknya berdasarkan 

apa yang telah menimpa kami berdua. Mereka memiliki aturan dan mengatur dengan 

aturannya sendiri dan terkesan yang akan mengambil tindakan bila ada warga yang 

menurutnya melakukan kesalahan dan tidak sejalan dengan alim-ulama setempatl dan 

tindakan ini bahkan bisa sampai menghilangkan nyawa, dengan selogan, “halal 

darahnya.” 

 

Suara nyanyian rohani—yang mereka sebut dengan salawatan, padahal isinya bukan 

itu, tapi semacam pengagungan pada pihak tertentu—yang disuarakan dari masjid 

sebelum adzan maghrib berkumandang yaitu  jawabannya. Jawaban yang membuat 

kami selama ini penasaran dengan warga kampung yang selalu takut akan alim-

ulama-nya. Di sini Anda dapat mendengar lirik lagu rohani yang sudah sejak lama 

dikumandangkan, liriknya yaitu : “Rukun Islam ada lima, syahadat yang pertama, 

harus menurut pada ulama agar mati diterima, yang kedua harus salat 5 waktu 

jangan terlewat, dst ...”, perhatikan kalimat penyisipan yang seakan-akan setelah 

Anda bersyahadat, maka harus langsung nurut ke ulama setempat seolah sebagai 

rukun islam yang ke dua. Nyanyian rohani diatas yaitu  sebuah sublimasi yang 

dilakukan melalui lagu rohani dan corong masjid dan turun-temurun di nyanyikan 

 123 

oleh anak-anak kecil di pedalaman Banten ini agar alim ulama dapat senantiasa 

mengontrol mereka dan agar dapat dipengaruhi untuk kepentingan mereka, padahal 

selagi kita berada di wilayah hukum Indonesia, sudah seharusnyalah memakai hukum 

yang berlaku demi keadilan.  

 

Ceramah juga menjadi salah satu media sublimasi yang sangat efektif untuk 

mempengaruhi masa atau warga agar menuruti kepentingannya. Bahkan tanpa ragu 

penceramah mengeluarkan pernyataan-pernyataan tanpa dasar demi 

menyingkirkan lawan atau pesaingnya yang menurutnya dapat mengurangi 

pengaruhnya di mata masyarakat. Padahal seharusnya alim-ulama yang berceramah—

jika mereka ulama sejati— dapat menempuh melalui pendekatan persuasif atau dialog 

pada orang yang dianggapnya berseberangan olehnya. Mereka lebih memilih cara 

sublimasi melalui ceramah-ceramah untuk menyingkirkan orang yang dianggap 

lawannya dalam mempengaruhi masyarakat. Dengan dalih agama, Anda dapat 

mengontrol orang-orang bodoh—sebab  lalai—dengan mudah, bahkan bisa dengan 

mudah menggerakan massa yang sebenarnya telah di pengaruhi melalui sublimasi 

mereka.   

 

Alat Santet massal paling dahyat yaitu  pesawat TV Anda di rumah, segera tendang 

keluar dari kamar tidur Anda, dari ruang keluarga Anda bahkan dari dapur Anda, 

sekarang juga!”  

 

Visualisasi Kreatif Media Santet—Boneka Santet, Rambut dan Air Liur Target 

 

Visualisasi Kreatif yaitu  menggambarkan atau membayangkan ke dalam pikiran 

Anda untuk tujuan menyantet seseorang. Yang biasa digunakan untuk menyantet 

seseorang yaitu  dengan pemakaian  boneka santet atau boneka voodoo, dimana 

pada saat Anda ingin menyakiti seseorang dengan boneka santet tersebut, maka Anda 

harus membayangkan bahwa boneka santet tersebut yaitu  seseorang yang pernah 

menyakiti Anda. Untuk mencapai hasil yang lebih baik, maka Anda terlebih dahulu 

harus fokus atau memusatkan segenap energi pikiran Anda untuk membayangkan 

bahwa boneka tersebut yaitu  seseorang yang ingin balas rasa sakit Anda. Tidak 

hanya sampai di situ saja, Anda juga harus membangkitkan emosi yang ada pada diri 

Anda, seakan-akan kini dia ada di dalam kekuasaan Anda dan Anda bisa dengan 

mudah menyakitinya. Boneka berukuran kecil simbol dari bahwa orang yang ingin 

Anda santet yaitu  orang yang sangat kecil ukurannya dan Anda berukuran sangat 

besar, sehingga secara mental Anda dapat memiliki perasaan menang dengan mudah.  

 

Di lain sisi, ada sebagian orang yang membakar kemenyan saat ingin menyantet 

dengan boneka santet. Aroma kemenyan akan membantu diri Anda memasuki nuansa 

mistik, meyakinkan diri Anda bahwa ada energi lain yang akan membantu Anda. 

Padahal aroma kemenyan tersebut hanyalah untuk menciptakan suasana sakral, 

suasana yang tidak seperti biasanya, suasana yang mengundang energi terbesar yang 

bangkit dari dalam diri Anda sendiri untuk keluar dan mewujudkan keinginan Anda. 

 

Simbol-simbol lain yang turut membantu dalam menggambarkan wajah seseorang 

yang ingin disantet biasanya mengambil bagian dari potongan tubuh orang yang akan 

disantet, seperti rambut, kuku bahkan liur orang yang ingin disantet. Bahkan ada yang 

pemakaian  media barang pribadi milik orang yang ingin disantet, seperti celana 

dalam yang diambil dari jemurannya dan lain sebagainya.  

 124 

 

Barang-barang milik orang yang akan disantet biasanya akan digunakan dalam ritual 

santet, digunakan untuk menambah yakin diri si penyantet bahwa dengan media 

tersebut akan berhasil dalam tujuan yang ingin disampaikannya. Barang-barang 

tersebut yaitu  rangkaian dari simbol yang mewakili pikiran bawah sadar kita semua, 

contohnya: 

- Rambut 

Rambut yaitu  bagian dari tubuh kita yang mewakili gambaran dalam 

mempercantik/keanggunan penampilan. Ritual santet dengan pemakaian  

rambut orang yang akan disantet biasanya untuk memperkuat visualisasi 

kreatif akan rontoknya rambut orang yang akan disantet sehingga orang yang 

memandangnya akan melihat dia tampak jelek penampilannya. 

 

- Kuku 

Kuku yaitu  simbol dari perlindungan atau proteksi. Ritual santet dengan 

pemakaian  potongan kuku orang yang akan disantet biasanya digunakan 

untuk membuat orang tersebut menjadi takut tanpa alasan yang jelas, mudah 

stres dan selalu gelisah. 

 

- Air liur atau ludah 

Air liur atau ludah yaitu  simbol dari mulut dan alat pencernaan makanan. 

Ritual santet dengan pemakaian  air liur atau ludah orang yang akan 

disantet, biasanya digunakan agar orang yang disantet bibirnya menjadi 

sariawan yang parah, sakit batuk hingga terganggunya sistem pencernaan yang 

ada pada perutnya, sehingga kemungkinan besar perutnya serasa kembung 

sebab  masuk angin, hingga sulit buang air besar. 

 

- Pembalut Wanita  

Barang pribadi milik orang yang akan disantet biasanya diambil dari tong 

sampah rumah orang yang akan disantetnya, salah satunya yaitu  pembalut 

wanita yang sudah digunakan. Ritual dengan pemakaian  pembalut wanita 

ini untuk memperkuat visualisasi kreatif agar wanita yang ingin disantet 

memiliki masalah dengan organ intim kewanitaannya. 

 

- Celana Dalam 

Barang pribadi milik orang yang akan disantet biasanya berupa celana dalam 

yang diambil dari jemurannya. Media ini biasanya digunakan untuk membuat 

si pemilik celana dalam tersebut menjadi selalu teringat-ingat dengan 

seseorang yang cintanya pernah ia tolak, hatinya hanya akan tertuju pada 

orang yang pernah ia tolak cintanya dan kini berbalik menjadi dia yang begitu 

tergila-gila ingin berhubungan intim dengan orang yang yang pernah ia tolak 

cintanya. 

  

- Perlengkapan Make-Up 

Perlengkapan make up yang dicuri untuk sementara waktu dan dikembalikan 

lagi setelah diritualkan, biasanya ditujukan untuk membuat si pemilik make up 

memiliki wajah yang buruk saat orang melihatnya. Biasanya hal ini terjadi 

dilingkungan pelacur untuk menyingkirkan pesaingnya. 

 

 

Santet Paradox Takdir (membelok-belokan  takdir seseorang) 

 

Silahkan lihat juga ke tajuk TERKAIT: Santet dan Butterfly Effect juga ke tajuk 

Hukum Inception yang juga dibahas di awal artikel  ini. 

 

Pada dasarnya semua orang memiliki tujuan yang terbentuk dari kumpulan filosofi—

benar atau salah—dalam bentuk file-file yang tersimpan di kepala dan hatinya. 

Sayangnya kebanyakan orang memiliki tujuan hidup yang sangat mudah dibaca, dan 

dapat dikatakan tujuan hidupnya bukanlah terdiri dari impian-impian besar. Bahkan 

ada yang tidak tahu buat apa ia hidup dan oleh sebab  itu tidak memiliki tujuan hidup, 

namun memiliki banyak keinginan yang tidak sejalan dengan proses yang harus di 

lakoninya. Sementara orang-orang yang memiliki impian besar yaitu  orang yang 

selalu mengotak-atik proses perencanaannya untuk menggapai impian terbesarnya 

tersebut. Mereka yakin sekali bahwa dengan mengotak-atik proses perencanaannya 

saja terkadang dapat membuahkan hasil dalam waktu yang relatif singkat, mereka 

yakin bahwa mereka hanya bisa berencana, namun cepat atau lambatnya impian 

terwujud yaitu  sebab  Tuhan memiliki rencana yang jauh lebih baik dari dirinya. 

 

Kebanyakan orang memiliki tujuan hidup yang sangat mudah ditebak, sehinga dalam 

menjalani proses dalam upaya untuk mewujudkan tujuan itu, akan dengan mudah 

dibelokkan, sehingga pada akhirnya dia akan mengalami kehancuran dan kegagalan. 

Maka seringkali kita melihat kebanyakan orang bercita-cita membahagiakan orang 

tuanya—secara hitam putih—meskipun mereka sendiri tak tahu harus bagaimana 

untuk mewujudkannya. Orang kebanyakan yaitu  orang-orang yang selalu berpikir, 

“Bagaimana nanti saja”, tidak punya perencanaan untuk masa depan. Hidupnya 

terlalu kacau dan terlalu fokus pada masalah-masalah kecil yang mereka hadapi 

sehari-hari, sehingga memiliki kecenderungan untuk mengambil jalan pintas yang 

berujung pada kena tipu daya orang jahat disekelilingnya. Proses terjadinya terkena 

tipu daya orang lain ini pun sudah termasuk kategori sebuah pembelokkan dari tujuan 

terbesar dalam hidupnya yaitu dari membahagiakan orang tuanya, menjadi suatu 

musibah terkena tipu daya orang lain. 

 

Suatu tujuan yang kita sendiri memang tidak menginginkannya atau setengah hati 

dalam mencapai tujuan tersebut, pastilah akan berakhir sia-sia, habis tenaga, uang dan 

waktu yang teramat penting. Orang-orang kebanyakan bahkan menghabiskan waktu 

dan uangnya sebab  terperosok ke dalam bujuk rayu berjenis-jenis MLM yang 

berskema piramida yang berujung jatuhnya banyak kerugian yang mereka alami. 

Tujuan hidup terbesar mereka untuk membahagiakan orangtuanya dibelokkan oleh 

iming-iming yang disodorkan oleh MLM dan tak jarang yang akhirnya menjadi 

kekecewaan pada MLM skema piramida itu. 

 

Orang-orang kebanyakan yang kadang terlalu mengagung-agungkan orang tua secara 

berlebihan dapat terlihat saat kami membawa pikiran bawah sadar mereka ke dalam 

kenangan mereka pada orang tuanya, hampir semuanya menangis tersedu-sedu 

teringat jasa orang tuanya pada mereka, menangis di atas panggung seminar-seminar 

MLM sebab  merasa belum bisa membahagiakan orantuanya, merasa selama ini 

hanya menjadi beban bagi orangtuanya saja. Tidak sedikit pula yang merasa dirinya 

kualat sama orangtuanya, melawan apa kata-kata orangtuanya sehingga selama ini 

merasa bersalah. Kualat timbul sebab  perasaan yang ditimbulkan oleh dirinya sendiri 

yang begitu kuat akan perasaan bersalah pada seseorang atau pada orang tuanya yang 

akhirnya pikiran bawah sadarnya menghukum dirinya sendiri.  Pikiran bawah 

sadarnya akan serta-merta menyeret dirinya pada kehancuran yang ia temui di 

penghujung jalan.  

 

memberi  Kebaikan 

 

Bagi kebanyakan orang yang pernah disakiti oleh seseorang akan sulit untuk bisa 

kembali berbaik hati pada orang yang menyakitinya itu. Betapa tidak, jika rasa sakit 

hati pada orang yang pernah menzaliminya itu sulit untuk dilupakan, apalagi jika ia 

harus berbuat baik pada orang yang pernah menyakiti hatinya tersebut? 

 

Bahkan kita tidak ingin dikatakan membeli kebaikan hatinya orang yang telah 

menzalimi diri kita, pasti kita enggan melakukan hal tersebut sebab  niatnya sudah 

beda, yaitu niat membeli kebaikan hati orang yang pernah atau sering menzalimi diri 

kita agar dia tidak lagi menzalimi diri kita dan tidak lagi semena-mena pada diri kita. 

Apalagi suatu saat akan sampailah jua kepada kita komentarnya, semisal, “Lagi 

ngebaikin gua dia.” 

 

Namun bila kita ingin agar orang tersebut tidak lagi menzalimi diri kita lagi, maka 

Anda harus tetap bisa terus memberi kebaikan pada orang yang menzalimi Anda itu, 

hanya saja bedanya di niat. Saat Anda memberi kebaikan pada orang yang pernah 

menzalimi Anda, maka janganlah berniat sebab  takut dia akan terus-menerus 

menzalimi diri Anda, namun niatkan hati Anda bahwa dengan memberi  kebaikan 

padanya, maka nurani yang ada pada dirinya bangkit, nilai-nilai kebenaran yang ada 

pada dirinya akan menghukum dirinya sendiri bila terus saja masih menyakiti hati 

Anda meskipun Anda sudah memberi  kebaikan pada dirinya. Namun tentunya niat 

terbaik selalu yaitu , hanya sebab  Allah saja.  

 

Seperti yang telah kami jelaskan, bahwa di dalam diri setiap orang ada nilai-nilai 

kebaikan, ada nurani di dalam hati setiap orang. Untuk bisa membuat nurani orang 

tersebut menghukum dirinya sendiri, maka niatkanlah bahwa memang Anda ikhlas 

memberi  kebaikan pada dirinya, maka nurani yang ada pada diri dia akan 

merasakan energi keikhlasan yang Anda kirimkan pada dirinya—energi keikhlasan 

yaitu  energi paling murni di antara segala jenis energi.  

 

Kirimkanlah kebaikan pada orang yang pernah menyakiti diri Anda, Anda bisa 

memberi  kebaikan pada anggota keluarganya, tidak harus langsung pada orang 

yang pernah menzalimi Anda, namun energi keikhlasan Anda akan tetap sampai pada 

orang yang pernah menzalimi diri Anda. Anda bisa mengirimkan sembako, uang atau 

rokok satu slop atau apapun bentuknya semampu Anda dan seikhlas Anda untuk 

memancing hati nurani dia menghukum dirinya sendiri. 

 

Anda tentu ingat peribahasa yang mengingatkan kita agar jangan membalas kebaikan 

dengan kejahatan, kalimat itu berbunyi, “Air susu dibalas air tuba” maka kita tinggal 

membaliknya menjadi, “Air tuba dibalas air susu” maka efek santet akan bekerja 

pada dirinya. 

 

 

 

Umur Panjang vs Umur Pendek 

 

“Orang yang baik yaitu  ia yang keberadaannya tidak pernah mengakibatkan 

kerugian kepada orang-orang dan lingkungan di sekitarnya, bahkan sebaliknya, ia 

selalu mendatangkan kebaikan terhadap apa pun yang ia sentuh dan tersentuh 

olehnya.” 

 

Seringkali tanpa kita sadari kita mengeluh dengan mengatakan, “Jadi orang baik itu 

melelahkan sebab  selalu dianggap sebagai tanda kelemahan, rasanya pingin jadi 

orang jahat saja, agar lebih ditakuti dan dihargai sehingga hidup ini akan terasa 

lebih mudah.” Betapa tidak, memang menjadi orang baik bukanlah hal mudah—

bahkan ini yaitu  sebuah mahkota berat yang tak boleh lepas dari kepala kita dalam 

menjalankan permainan kehidupan ini. Namun berita baiknya yaitu  bahwa orang-

orang yang baik yaitu  orang-orang yang tahu/sadar, tahu bahwa dirinya sedang 

diawasi tuhannya, tahu dan sadar bahwa ada perangkat hukum di negara kita ini 

yang siap menindak siapapun yang berlaku jahat—meskipun perangkap hukum ini 

terdiri dari manusia juga dengan fitrahnya yang bisa dikorupsi/corrupted dalam 

menjalankan tugas mereka menegakkan hukum, “Well ...” Semoga Anda tidak seperti 

kami, yang mengalami praktik ketidakadilan hukum di negara tercinta ini. Sementara 

itu juga, kita semua tahu, bahwa orang-orang yang berlaku jahat yaitu  orang-orang 

bodoh dan tidak menyadari apa-apa yang ia lakukan terutama terhadap dirinya dan 

orang lain, bahkan orang-orang jahat tidak peduli sama sekali dan tidak takut sama 

sekali kepada Tuhannya—atau bahkan ada orang yang bahkan sama sekali tidak 

mempercayai keberadaan Tuhan—kalau saja ia tidak takut sama tuhannya, apalagi 

takut sama hukum yang ada di negeri ini—atau bahkan mereka lebih takut kepada 

hukum manusia dibandingkan  hukum-hukum Tuhan, the Omnipotent? Orang-orang yang 

suka berbuat jahat ini disebut dengan orang yang iseng (mengurusi urusan orang lain). 

Kata iseng disebut dengan orang yang jahil dan jahil artinya yaitu  bodoh. 

 

Saat orang-orang baik menghadapi orang jahat yang menzalimi dirinya, orang baik 

akan selalu hampir saja kehabisan akal menghadapi orang-orang jahat yang 

menzalimi dirinya dengan berbagai jalan. Disinilah orang-orang baik hanya bisa 

mengadu pada tuhannya, merasa bahwa permasalahan yang dihadapinya yaitu  

permasalahan besar yang tak ada jalan keluarnya, merasa tak mampu melawan sebab  

tetap mempertahankan statusnya sebagai orang baik. Padahal kita tidak harus berdiam 

diri saat seseorang menzalimi diri kita, yang bisa kita lakukan yaitu  melawan atau 

hijrah/berpindah tempat. Kegalauan terus menjalar dipikirannya disebab kan 

sebenarnya ada jalan lain yang bisa ia ambil (melawan atau hijrah), namun ia tidak 

mau mengambil jalan lain itu—ini pun yang lalai segera kami lakukan pada suatu 

masa, dan tentu saja mendatangkan malapetaka.  

 

Orang-orang baik sangat takut sekali dengan dosa, terlalu banyak khawatir akan dosa 

yang ia peroleh nantinya bila ia melawan orang-orang yang menjahatinya, sehingga 

ujung-ujungnya orang baik lebih banyak menjadi korban perasaan, padahal dengan ia 

tidak melawan orang-orang yang menzalimi dirinya pun sudah termasuk 

menzaliminya dirinya sendiri atau menyantet dirinya sendiri, sehingga timbulah 

berbagai penyakit akibat menjadikan dirinya sebagai korban perasaan, mulai dari 

penyakit sesak nafas hingga kepala pusing lantaran terus-menerus fokus pada masalah 

yang dihadapinya—lihat bagian Kamus Penyakit dalam artikel  ini. 

Masalah yang dipikirkan terus-menerus inilah yang membuat kebanyakan orang-

orang baik merana hidupnya, bawah sadarnya mengatakan bahwa hidup ini tidak adil, 

hidup ini tidak menyenangkan sehingga bawah sadarnya ingin cepat-cepat kembali 

pada sang pencipta. Sementara itu para pembenci atau orang-orang jahat yang suka 

menzalimi orang lain begitu semangat dalam menjalani hidup untuk membenci dan 

berbuat zalim, dengan tidak memakai perasaan berusaha sedemikian keras agar orang 

yang dianggap lawannya (orang-orang baik) lenyap dari muka bumi, hati nuraninya 

sudah tidak lagi didengarkannya. Tuhan memberi  kesempatan waktu baginya 

untuk bertobat dan orang-orang jahat akan bersemangat hidup dalam menzalimi 

seseorang yang dianggapnya patut untuk dilenyapkan, itulah yang membuat orang-

orang yang suka berbuat zalim pada orang lain rata-rata berumur panjang. 

 

“Dan Rabbmulah Yang Maha Pengampun, Pemilik rahmat. Jika seandainya Dia 

menyiksa mereka sebab  perbuatan mereka, tentu Dia menyegerakan siksa bagi 

mereka. Tetapi bagi mereka waktu tertentu  yang mereka sekali-kali tidak akan 

menemukan tempat berlindung dibandingkan nya. Dan negeri itu telah Kami binasakan 

saat  mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan 

mereka.”—Surah Al Kafhi, ayat 58-59 

 

Lantas bagaimanakah cara kita agar kita tidak mudah menyerah dalam menghadapi 

orang-orang yang suka berbuat jahat pada diri kita? Seperti yang telah kami sebutkan, 

bahwa Anda bisa melakukan dua hal, yaitu melawan mereka atau menghindarinya. 

Bagi kebanyakan orang memilih cara yang kedua yaitu menghindar, disebab kan 

kebanyakan orang tidak suka konflik atau masalah menjadi lebih besar bila meladeni 

orang-orang yang menzalimi diri kita. Tidak ada yang salah dengan kedua cara 

tersebut, bahkan setelah kita berusaha sambil bertahan dan akhirnya kita memilih cara 

menghindar-pun juga cara terbaik yang dapat Anda lakukan.  

 

Menghindar atau berhijrah dari suatu tempat untuk meninggalkan seseorang atau 

sekumpulan orang, bukan berarti menyerah pada mereka yang menzalimi diri kita, 

namun sebenarnya kita telah mencabut semangat hidup dia. Ingat! Orang-orang yang 

menzalimi diri Anda mendapatkan semangat hidupnya dari menzalimi diri Anda dan 

juga penangguhan waktu dari Tuhan untuk bertobat. Saat Anda pergi 

meninggalkannya, maka hidupnya sudah tidak lagi berarti. Di satu sisi ada mekanisme 

atau cara lain yang bekerja, yaitu Anda sebagai orang yang baik sudah tidak ada di 

tempat tersebut  (tidak lagi berbaur dengan orang-orang yang suka berbuat zalim), 

tempat yang akan diturunkannya siksa bagi orang-orang yang zalim. 

 

Saat dulu kami tinggal di Jakarta, kami memiliki tetangga—sepertinya ada setan yang 

memang bertugas khusus untuk membisikkan permusuhan di antara tetangga, 

terutama tetangga dekat—yang dulunya sempat ingin membeli rumah kami dengan 

harga yang murah dan dicicil pembayarannya. Tentu saja kami tidak setuju dengan 

penawaran mereka dan akhirnya rumah tersebut kami renovasi dan kami tinggal di 

dalamnya. Semanjak itulah tetangga tersebut selalu saja mencari gara-gara agar kami 

tidak nyaman tinggal di rumah tersebut. Selama hampir dari tahun 2010 hingga tahun 

2015 kami mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari tetangga depan 

rumah kami di Jakarta. Ia dan keluarganya memusuhi kami agar kami tidak betah 

tinggal disitu dengan berbagai cara, mulai dari menutup  lubang saluran pembuangan 

air kami yang dipampet pakai semen sehingga saat hujan turun, rumah kami dalamnya 

digenangi oleh air hujan yang tidak bisa keluar ke selokan, bahkan hingga jalanan 

yang dipersempit sehingga sulit keluar-masuk, dan masih banyak lagi usaha mereka 

dalam menzalimi kami dengan keji. Kami sempat mengadukan masalah ini dengan 

ketua RT, namun tak lama kemudian pak RT masuk ke dalam rumahnya dan saya 

dibiarkan begitu saja. Ternyata pak RT masih saudara dekat dari tetangga depan 

rumah yang suka menzalimi kami. Kami hanya bisa pasrah dan bertahan dengan apa 

yang kami bisa. Dua bulan kemudian berita duka cita di umumkan dari masjid, pak 

RT meninggal dunia dan digantikan oleh wakilnya yang jauh lebih baik, seorang guru 

agama yang setelah sempat ngobrol sama saya, ternyata sama-sama nge-fans dengan 

Prof. Dr Nazaruddin Umar.  

 

Saat malam takbiran Idul Fitri tahun 2015 kami pindah rumah, memilih membangun 

rumah sekaligus padepokan di peternakan yang telah kami mulai sejak tahun 2013 di 

perkampungan pedalaman Banten. Delapan bulan setelah kami pindah rumah, kami 

kembali ke Jakarta untuk mengurus surat pindah dan harus menemui Pak RT yang ada 

di Jakarta. Dari tetangga di Jakarta itulah kami mendapat kabar bahwa tetangga depan 

rumah kami yang dulu sedang sakit keras, lumpuh setengah sebab  sakit stroke yang 

di deritanya, sementara ibunya yang pernah ikut memusuhi kami belum lama 

meninggal dunia akibat diabetes. 

 

Kisah di atas yaitu  kisah untuk menyemangati diri Anda, agar jangan menyerah 

untuk menjadi orang baik. sebab  keutamaan menjadi orang baik yaitu  untuk diri 

Anda sendiri, begitupun sebaliknya, menjadi orang jahat pun yaitu  untuk kejahatan 

dirinya sendiri. Islam yaitu  agama yang adil, menempatkan segala sesuatu sesuai 

tempatnya atau fitrahnya. Berilah kebaikan pada orang yang berhak Anda beri 

kebaikan, jangan memberi  kebaikan pada orang yang tidak berhak. Bila kata 

“hak” yaitu  sama dengan “haq” maka hak yaitu  kebenaran. memberi  kebaikan 

pada orang yang tidak berhak sama halnya Anda sedang menzalimi diri Anda 

sendiri—now, it sounds like, detachment is always be a more wise approach. 

 

Dengan mempelajari Ilmu Santet yang ini, Anda akan merasa lebih tenang 

menghadapi orang-orang yang suka berbuat zalim terhadap diri Anda, sebab  ada 

Allah yang memelihara makhluknya dengan sunatullah yang telah ada di muka bumi 

ini—untuk konsep yang lebih dalam, silahkan lihat pembahasan tentang Quantum 

Mekanik di artikel  ini. Agar Anda berumur panjang, maka berikanlah kontribusi 

yang besar pada banyak orang, tebarkan kebaikan dan sambung tali 

persaudaraan/silahturahim dengan banyak orang. Sementara orang-orang jahat 

mencari semangat hidupnya dengan menzalimi orang lain, orang-orang zalim 

berusaha keras meyakinkan dirinya jauh lebih baik hidupnya dari orang-orang yang di 

jahatinya, dari orang-orang yang berhasil dia aniaya, dia bully, dimana pun dan kapan 

pun—anyway, jika Anda orang yang beriman pada kehidupan setelah kematian, maka 

negeri akhirat yaitu  harapan terbaik Anda. 

 

Orang-orang yang Baik Mati Lebih Cepat, Orang-Orang Jahat Hidup Lebih 

Lama 

 

Seperti telah kita bahas di atas, seringkali kita mendengar orang mengatakan, "Jadi 

orang baik itu capek dan melelahkan." Namun, apakah kita memiliki pilihan lain 

yang bagus? Tentunya kita tidak akan memilih untuk menjadi orang jahat—meskipun 

ada pepatah barat yang mengatakan, “All you need is just one little push, voala, 

he/she is turning into a psyichopath”, seharusnya kita harus mencari tahu akar 

pemicu  yang membuat orang letih menjadi orang baik dan rata-rata pemicu nya 

yaitu : 

 

- Orang-orang yang memiliki hati yang baik yaitu  orang-orang yang selalu merasa 

nggak enakan sama orang lain—terus dia jadi enek sendiri deh—sehingga tidak enak 

untuk berkata, “tidak!” atau sulit menolak permintaan atau tawaran orang lain, 

sehingga ia menderita sendiri. 

 

- Orang-orang baik itu selalu makan hati, kesal namun hanya memendam rasa 

amarahnya pada seseorang, sehingga kekesalan tersebut berbuntut memicu  

berbagai penyakit yang ada di dalam dirinya sendiri—lihat kamus daftar penyakit di 

bagian akhir dalam artikel  ini. 

 

- Orang-orang baik itu enggan melakukan balasan pada tiap-tiap orang yang 

mencela dirinya—“Guess what, karma is not always there Baby”—ia enggan 

melakukan balasan kata-kata yang kasar pada tiap orang jahat yang mencelanya. 

Padahal ia tak harus membalasnya dengan kalimat yang kasar pula, cukup dengan 

melancarkan jurus abaikan saja orang jahat tersebut. Bukankah balasan yang lebih 

menyakitkan seseorang itu yaitu  dengan mengabaikannya, dengan tidak mengakui 

keberadaannya dalam ruang makro dan mikro kosmos kita? Menganggap dirinya 

sebagai orang yang tidak penting atau tidak ada dia dalam kehidupan kita. Maka ia 

akan pergi dan menghilang dengan sendirinya dari kehidupan kita. 

 

- Orang-orang baik itu cenderung tidak mencintai dirinya sendiri, sehingga ia 

mudah dipengaruhi oleh orang lain yang berniat jahat pada dirinya dan berusaha 

menipu dirinya—jadinya beda tipis antara tidak paham dengan menjadi baik. 

 

- Menjadi orang baik saja tidak cukup, Anda juga harus menjadi cerdas agar terhindar 

dari tekanan batin, sehingga Anda akan menemui banyak solusi dari masalah hidup 

yang menghampiri diri Anda. 

 

- Orang-orang baik itu selalu memposisikan dirinya sebagai pihak yang di zalimi oleh 

orang-orang jahat yang hanya mau memanfaatkan dirinya. Selalu menempatkan 

dirinya berada dibawah orang lain yang dianggapnya memiliki kekuasaan akan 

hidupnya. 

 

- Orang-orang baik itu cenderung diam saat melihat kezaliman merajalela, mereka 

memilih mencari jalan aman dan tidak berani melawan atau menentang orang-orang 

jahat, mereka banyak namun yaitu  silent majority, sementara orang jahat itu 

sebenarnya sedikit namun mereka punya banyak orbit dan mereka selalu bergerak 

untuk mengitarinya. 

 

- Orang-orang baik itu berpikir bahwa Tuhanlah yang akan selalu membalas 

perbuatan orang-orang jahat yang menganiaya diri mereka. Padahal tuhan juga telah 

menciptakan mekanisme atau hukum-hukum di atas muka bumi yang telah diciptakan 

sebagai peraturan permainan dalam menjalankan kehidupan di dunia ini. 

 

- Orang-orang baik itu malas melawan sebab  pada dasarnya orang baik itu tidak suka 

bila masalahnya menjadi besar, namun justru masalahnya makin membesar saat ia 

masih memikirkan masalah tersebut. 

 131 

 

Semantara itu orang-orang jahat lagi bodoh akan selalu merasa dirinya berhak dan 

membela mati-matian apa pun yang ia pikir ia berhak mendapatkannya. Maka tanpa 

rasa malu dan ragu pun mereka akan tetap mempertahankan keinginannya meskipun 

ia sebenarnya tidak berhak atas hal tersebut. Inilah yang membuat mereka orang-

orang jahat dan bodoh hidup lebih lama. Mereka tidak memikirkan perasaan orang 

lain, mereka hanya memikirkan perasaannya saja. 

 

Anda tidak perlu menjadi jahat bila Anda letih menjalani hidup sebagai orang baik, 

yang Anda perlukan dalam menemukan kedamaian dalam hidup yaitu  dengan 

menjadi pribadi yang adil. Islam yaitu  agama yang mengusung keadilan, Islam 

yaitu  agama yang adil. Islam menempatkan segala sesuatunya pada tempatnya. 

Anda harus bersikap proporsional setiap kali menemui segala permasalahan, jangan 

berlebih-lebihan, sebab  perbuatan melampaui batas dalam segala hal akan 

mendatangkan malapetaka bagi diri pelakunya. 

 

Saat Anda merasa dizalimi oleh orang lain, maka bukan berarti lantas Anda menjadi 

berdiam diri saja, Anda harus melawannya, mempertahankan hak-hak Anda saat 

kewajiban telah Anda penuhi. Tentu saja Anda harus bangkit melawan kezaliman 

yang mendera hidup Anda saat ini, tidak cukup hanya berdoa sambil berharap Tuhan 

yang membalasnya, seperti yang tertulis pada al-Quran: 

 

"Dan Allah akan membalas perbuatan mereka melalui perantaraan tangan kalian." 

 

Dalam ayat tersebut sangat jelas sekali bahwa Anda berhak melakukan perlawanan 

dan pembalasan pada orang-orang yang menzalimi diri Anda. Namun Anda tidak bisa 

langsung gegabah dalam melakukannya tanpa ilmu dan tanpa perhitungan.  

 

Ayat di atas menegaskan bahwa ada Allah swt. yang selalu membantu Anda yang 

telah dizalimi oleh orang lain, namun bagaimana pun ada aturan atau mekanisme yang 

tetap harus Anda jalankan agar upaya keadilan dapat berdiri tegak. Perang antara 

kebaikan dan kejahatan terus berjalan di atas muka bumi sampai hari kiamat, dan 

dimulai bahkan sejak Anda belum lahir sekali pun, bahkan sebelum manusia pertama 

diciptakan. 

 

Bagian 9: Perlindungan dan Penyembuhan Diri dari Santet 

 

Perlindungan Diri dari Santet Para Pendengki 

 

“Ya Allah jangan pernah izinkan mereka, aku tak akan lalai memohon perlindungan 

pada-Mu, dari-Mu.”  

 

“Sesungguhnya tipu daya syaithan itu lemah.”—QS. An-Nisa:76 

 

“Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan 

IZIN Allah ....”—QS. Al-Baqarah:102. 

 

Arti kata Sihir—seperti yang pernah kami jelaskan dalam artikel  kami, berjudul Kitab 

Sihir Rahasia Kuno—menurut bahasa berarti sesuatu yang halus dan tersembunyi.  

 

 132 

“Sihir yaitu  jimat-jimat, jampi-jampi, serta mantra-mantra, dan tiupan buhul-buhul 

yang dapat berpengaruh terhadap HATI dan BADAN. Maka sihir bisa menyakiti, 

membunuh, dan memisahkan suami dari istrinya, serta mengambil seseorang dari 

pasangannya.”—Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad al-Maqdisi Ibnu Qudamah 

(wafat 620 H).  

 

Untuk melindungi diri dan keluarga dari sihir santet, kita harus selalu melakukan 

dzikir di dua periode waktu pagi dan petang hari, di mana dunia menjadi samar dan 

remang-remang—seperti definisi dari sihir itu sendiri. Pagi hari di mana cahaya 

membelah kegelapan, dan sore hari di mana cahaya siang kembali ke peraduannya. 

Memohon perlindungan dari yang Maha Mengizinkan terjadinya sihir itu sendiri, 

pada kita, Dia-lah Allah swt.  

 

Keutamaan Surah al-Falaq dan An-Nas dalam Menangkal Santet 

 

Dalam tafsir al-Mishbah, vol 15 hlm. 727-728, Prof. Quraish Shihab menjelaskan 

tentang sabab Nuzul ini, sbb: 

 

Mayoritas ulama berpendapat bahwa surah ini Makkiyyah, yakni turun sebelum Nabi 

saw. berhijrah ke Madinah. Pendapat ini berdasarkan sabab nuzul yang menyatakan 

bahwa kaum musyrikin Mekah berusaha mencederai Nabi dengan apa yang dinamai 

‘ain (mata), yakni pandangan mata yang merusak. Ada kepercayaan di kalangan 

masyarakat tertentu bahwa mata melalui pandangannya dapat membinasakan, dan ada 

orang-orang tertentu yang matanya demikian. Surah al-Falaq dan Surah an-Nas—

menurut riwayat itu—turun mengajari Nabi saw. menangkalnya. Yang berpendapat 

bahwa surah ini Madaniyyah mengemukakan riwayat Sabab Nuzul—yang lain—

yakni bahwa surah ini merupakan pengajaran kepada Nabi saw. untuk menangkal 

sihir yang dilakukan Labid Ibn al-A’sham, seorang Yahudi yang tinggal di Madinah. 

Riwayat tersebut, walaupun banyak sekali dikemukakan oleh para pengarang kitab 

tafsir, sebagian ulama menolak kesahihannya. Tidak semua yang menerimanya pun 

menjadikannya sebagai alasan untuk menetapkan bahwa surah ini turun di Madinah. 

 

Surah al-Falaq dan an-Nas, dinamai juga surah al-Mu’awwidzatain. Nama itu 

terambil dari kata kedua surah tersebut yang pemakaian  kata A’udzu yang berarti 

Aku berlindung sehingga al-Mu’awwidzatain berarti dua surah yang menuntun 

pembacanya kepada tempat perlindungan atau memasukkannya ke dalam arena yang 

dilndungi.  

 

Tema utama kedua surah ini yaitu  pengajaran untuk menyadarkan diri dan memohon 

perlindungan hanya kepada Allah dalam menghadapi aneka kejahatan. Sayyidatina 

Aisyah ra. Istri Rasulullah saw. berkata:  

 

“Rasul meniupkan untuk dirinya al-Mu’awwidzatain saat menderita sakit menjelang 

wafatnya, dan saat  keadaan beliau sudah amat parah aku membaca untuknya dan 

mengusapkan dengan tangan beliau kitanya memperoleh berkat surah ini.” (HR. 

Bukhari dan Muslim). 

 

Surah al-Falaq yaitu  permohonan perlindungan menyangkut segala macam 

kejahatan di segala tempat dan waktu, dan secara khusus disebut malam pada masa 

kelamnya, penyihir/juru santet dan yang iri hati. Kesemuanya bersumber dari PIHAK 

 133 

LAIN. Dalam surah al-Falaq yang disebut terakhir yaitu  yang IRI HATI, dan inilah 

yang merupakan SUMBER upaya Iblis menjerumuskan manusia serta sumber 

permusuhan dengannya—permusuhan Iblis terhadap Adam. Sehingga surah 

berikutnya yaitu  An-Nas, memulai dengan memohon perlindungan dari kejahatan 

khusus yaitu godaan jin atau Iblis. Di sisi lain, surah al-Falaq merupakan 

permohonan perlindungan dari kejahatan yang bersumber dari luar, sedang surah an-

Nas merupakan permohonan perlindungan dari kejahatan yang datang dari dalam, 

bahkan boleh jadi dari diri sendiri—dan bahkan menurut Syeikh Imran Hosein, dari 

bisikan Dajjal ke dalam dada manusia, sebab  dia juga manusia.  

 

QS. Al-Falaq 

 

“Katakanlah: ‘Aku BERLINDUNG kepada Rabb yang menguasai shubuh (fajar), 

dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam jika  telah 

gelap gulita, dan dari kejahatan (wanita -wanita ) penyihir yang meniup pada 

buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang DENGKI, jika  ia 

dengki.”—(QS. Al-Falaq: 1-5). 

 

QS. An-Nas 

 

“Katakanlah: ‘Aku BERLINDUNG kepada Rabb-nya manusia, Raja manusia, 

sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang 

membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) JIN dan 

MANUSIA.”—(QS. AN-Nas: 1-6) 

 

Pengobatan/Penyembuhan terhadap Santet Para Pendengki dengan Bantuan 

Orang Lain/Peruqyah 

 

Seseorang yang melakukan perlawanan tidak akan mendapatkan kemenangan dari 

musuh kecuali, dengan dukungan dua hal berikut: 

 

1. Keadaan senjata yang digunakan untuk meruqyah haruslah BENAR dan 

BAGUS (yakni DOA, dzikir dan wirid yang benar). 

 

2. Tangan yang pemakaian nya haruslah KUAT pula (yakni orang yang 

meruqyah harus orang yang BERTAUHID dan BERTAKWA kepada Allah). 

 

Para ulama telah sepakat membolehkan ruqyah, dengan tiga syarat, yaitu: 

 

1. pemakaian  firman Allah, atau asma’ dan sifat-Nya, atau dengan sabda 

Rasulullah saw. 

2. Hendaknya diucapkan dalam bahasa Arab, dengan pembacaan yang benar, 

atau bahasa lain yang dipahami maknanya oleh kedua belah pihak. 

3. Kesadaran bahwa itu hanyalah sebuah USAHA dan DOA, sebuah sebab, 

bukan yang menyembuhkan, yang menyembuhkan hanya Allah. 

 

 

 

 

 134 

Penyembuhan Diri—Lihat Juga Bagian 12: Daftar Santet Penyakit dan 

Penurunan Fungsi Tubuh/Kamus Penyakit, dalam artikel  ini 

  

Membebaskan Diri dari Santet dengan Doa 

 

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan 

bagimu.” —QS. Ghafir: 60 

 

Doa bisa dilakukan secara langsung—tak butuh perantara—dan harus dijaga 

kemurniannya. 

 

 “jika  hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), 

bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa jika  ia 

memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah) Ku dan 

hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam 

kebenaran.” (Al-Baqarah: 186). 

 

Mari kita simak menafsiran ayat di atas, menurut tafsir al-Mishbah, karya Prof. 

Quraish Shihab: 

 

Kata jawablah tidak terdapat dalam teks ayat di atas. Itu dicantumkan dalam 

terjemahan hanya untuk memudahkan pengertian makna ayat. Ulama al-Qur’an 

menguraikan bahwa kata jawablah DITIADAKAN di sini untuk mengisyaratkan 

bahwa SETIAP ORANG —walau yang bergelimang dalam dosa—dapat langsung 

berdoa kepada-Nya TANPA PERANTARA. Ia juga mengisyaratkan bahwa Allah 

begitu dekat dengan manusia, dan manusia pun dekat kepada-Nya, sebab  

pengetahuan tentang wujud Allah melekat pada FITRAH MANUSIA. 

 

 

“Kepada-Ku” 

 

Anak kalimat,“orang yang berdoa jika  ia memohon kepada-Ku,” menunjukkan 

bahwa bisa jadi ada seseorang yang bermohon tapi ia BELUM LAGI DINILAI 

BERDOA oleh-Nya. Yang dinilai-Nya BERDOA antara lain yaitu  yang TULUS 

MENGHADAPKAN HARAPAN HANYA KEPADA-NYA, bukan kepada selain-

Nya, bukan juga yang menghadapkan diri kepada-Nya BERSAMA dengan selain-

Nya. Ini dipahami dari penggunaan kata kepada-Ku (bentuk tunggal). 

 

Firman-Nya: Hendaklah mereka memenuhi (segala perintah) Ku mengisyaratkan 

bahwa yang pertama dan utama dituntut dari setiap YANG BERDOA yaitu  

MEMENUHI segala PERINTAH-Nya. Ini diperingatkan juga oleh Nabi saw. yang 

menguraikan keadaan seseorang yang menengadah ke langit sambil berseru: 

“Tuhanku-Tuhanku! (Perkenankan doaku),“ tetapi makanan yang dimakannya 

haram, pakaian yang dikenakannya haram, “maka bagaimana mungkin dikabulkan 

doanya?”  

 

Selanjutnya ayat di atas memerintahkan agar PERCAYA kepada-Nya. Ini bukan saja 

dalam arti mengakui keesaan-Nya, tetapi juga bahwa Dia akan memilih yang terbaik 

untuk si pemohon. Dia tidak akan menyia-nyiakan DOA itu, tetapi bisa jadi Allah 

memperlakukan si pemohon seperti seorang ayah kepada anaknya, Sekali memberi 

 135 

sesuai permintaannya, di kali lain diberi-Nya yang tidak dia mohonkan tetapi LEBIH 

BAIK untuknya, dan tidak jarang pula Allah MENOLAK PERMINTAANYA namun 

memberi sesuatu yang LEBIH BAIK di masa mendatang. Kalau tidak di dunia, maka 

di akhirat kelak. 

 

“Berdoalah kepada Allah disertai dengan KEYAKINAN PENUH bahwa Allah akan 

memperkenankannya.”—Sabda Nabi Muhammad saw. Itu semua agar kamu selalu 

berada dalam kebenaran, yakni dapat mengetahui jalan YANG TERBAIK serta 

bertindak TEPAT, baik menyangkut soal dunia maupun akhirat. 

 

Kehidupan manusia, disukai atau tidak, mengandung penderitaan, kesedihan, dan 

kegagalan, di samping kegembiraan, prestasi dan keberhasilan. Banyak kepedihan 

yang dapat dicegah dengan melalui usaha yang sungguh-sungguh serta ketabahan 

dalam menanggulangginya. Tetapi, ada juga seperti misalnya KEMATIAN, yang 

tidak dapat DICEGAH oleh upaya apa pun. Nah, di sinilah semakin terasa 

manfaatnya DOA. Harus diingat pula bahwa kalau pun apa yang dimohonkan TIDAK 

SEPENUHNYA TERCAPAI, dengan DOA tersebut seseorang telah hidup dalam 

suasana OPTIMISME, HARAPAN, dan hal ini tentu saja membawa dampak yang 

sangat baik dalam kehidupan. 

 

Seseorang yang beriman MENYADARI bahwa segala sesuatu BERADA DALAM 

kekuasaan Allah. Jika ia bersikap dengan TEPAT, pasti Allah akan MEMBUKA 

baginya JALAN-JALAN lain, meskipun jalan tersebut pada mulanya terlihat 

mustahil. Jalan yang kelihatan mustahil inilah yang diperoleh melalui ketabahan dan 

shalat (DOA). 

 

Hakikat Doa 

 

“Atau siapa Yang memperkenankan orang yang dalam keadaan terpaksa jika  ia 

berdoa kepada-Nya dan Yang menghilangkan kesusahan.”—QS. An-Naml: 62 

 

Thabathaba’i memahami ayat di atas dalam arti JANJI Allah untuk 

MEMPERKENANKAN doa siapa yang berdoa. Menurutnya, kata yang terpaksa 

sengaja digarisbawahi agar yang berdoa mewujudkan secara benar HAKIKAT DOA. 

Permohonan, bila tidak disertai dengan kebutuhan yang mendesak, atau yang berdoa 

merasa tidak terlalu perlu dengan apa yang dimintanya, itu mengandung arti IA 

TIDAK MEMINTA. Sedang kalimat jika  ia berdoa kepada-Nya mengandung 

isyarat bahwa doa harus benar-benar terarah secara murni hanya kepada Allah swt. 

Dan ini baru dapat diwujudkan jika  yang bersangkutan MEMUTUSKAN 

HUBUNGAN dengan SEBAB-SEBAB LAHIRIAH dan hatinya hanya bergantung 

kepada Allah SEMATA-MATA. Adapun yang hatinya masih berkaitan dengan 

sebab-sebab lahiriah, atau menggabung antara itu dan Tuhannya, pada hakikatnya 

dia TIDAK BERDOA (hanya) kepada Tuhannya, tetapi (juga) kepada selain-Nya.  

 

Bisa jadi pada saat kita berdoa meminta tambahan rezeki, sementara rezeki itu 

biasanya datangnya dari arah yang tidak disangka-sangka, kalau kita mulai 

mengira-ngira arahnya, berarti kita masih mengaitkan doa kita dengan sebab-sebab 

lahiriah, misalnya dalam bentuk bonus berlipat dari perusahaan tempat Anda bekerja, 

atau melakukan penggabungan antara perusahaan tempat Anda bekerja dengan 

 136 

Tuhan, berarti pada hakikatnya kita tidak berdoa kepada Tuhan, tetapi kepada selain-

Nya, dan syarat terkabulnya doa pun tidak bisa terpenuhi.  

 

Syarat dan Adab Berdoa 

 

“Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan berendah diri dan dengan 

MERAHASIAKAN. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui 

batas.”—QS. Al-A’raf: 55 

 

Berdoalah kepada Tuhan yang selalu membimbing dan berbuat baik kepada kamu 

serta beribadahlah secara TULUS sambil mengakui keesaan-Nya dengan berendah 

diri menampakkan KEBUTUHAN YANG SANGAT MENDESAK, serta dengan 

merahasiakan, yakni memperlembut suara kamu seperti halnya orang yang 

merahasiakan sesuatu. Siapa yang enggan berdoa atau mengabaikan tuntunan ini, dia 

telah melampaui batas dan sesungguhnya Allah tidak menyukai, yakni tidak 

melimpahkan rahmat kepada orang-orang yang melampaui batas. 

 

Syarat Diterimanya Doa 

 

Khusyuk dan ikhlas bermohon kepada Yang Maha Esa dengan suara yang TIDAK 

KERAS sehingga memekakkan telinga serta tidak pula bertele-tele sehingga terasa 

dibuat-buat. sebab  bisa jadi kedua hal ini yaitu  bentuk dari pelampauan batas. 

Agar permintaan kita dikabulkan maka kita harus membuat Sang Pengabul menyukai 

doa kita, untuk itu kita perlu menerapkan syarat dan adab doa dalam berdoa, agar doa 

kita diperkenankan-Nya. 

 

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah perbaikannya dan 

BERDOALAH kepada-Nya dalam keadaan TAKUT dan HARAPAN. Sesungguhnya 

rahmat Allah dekat dengan al-muhsinin.”—QS. Al-A’raf : 56 

 

Ada DUA SYARAT LAIN yang perlu diperhatikan oleh orang yang berdoa, seolah 

ayat ini berpesan: Himpunlah dalam diri kamu rasa takut kepada Allah dan harapan 

akan anugerah-Nya serta jangan sekali-kali menduga bahwa doa yang kalian 

panjatkan —walau bersungguh-sungguh—sudah cukup. 

 

Seorang muhsin lebih tinggi kedudukannya dibandingkan  seorang yang adil sebab  yang 

adil menuntut semua haknya dan tidak menahan hak orang lain, ia memberinya sesuai 

kadar yang sebenarnya, sedang yang muhsin memberi lebih banyak dibandingkan  yang 

seharusnya dia beri dan rela menerima apa yang kurang dari haknya.   

 

“Always do more than you get paid for, to make an investment.”—Jim Rohn 

 

Investment atau investasi yang dimaksud pada quote di atas bisa berarti untuk dipetik 

hasilnya di kehidupan ini dan atau di kehidupan yang akan datang. Dalam artikel nya 

The Seasons of Life yang mengharukan, ia menulis bahwa, ia yakin bahwa kehidupan 

ini merupakan sebuah test atau ujian untuk memisahkan siapa yang lulus dan siapa 

yang tidak, untuk peningkatan level pengembangan kepribadian secara eternal atau 

abadi pada setiap fasenya dan alamnya. 

 

 

 137 

Doa Seorang Muhsinin 

 

Muhsinin yaitu  orang-orang yang mantap dalam kebaikannya, senang membantu, 

menasihati dan membimbing. Memang seseorang yang dinilai baik diakui pula 

memiliki hati yang bersih dan pikiran yang jernih sehingga dapat memahami apa yang 

tidak dipahami oleh orang kebanyakan, bahkan dipercaya bahwa dia mampu 

mengungkap—melalui kesucian jiwanya—apa yang tidak mampu ditangkap oleh 

selainnya—memiliki karomah. 

 

Menjadi Pecinta Allah 

 

Sebagai usaha kita manusia, jika kita menginginkan sesuatu dari seseorang, atau 

menginginkan bantuannya, maka kita seharusnya tidak akan bisa berani memintanya 

jika kita menyadari kadar emosi hubungan kita—investasi emosi—dengan yang 

bersangkutan kurang memadai. Besar kemungkinan kalau hubungan kita dengan yang 

bersangkutan kurang baik, maka ia akan menolak permintaan kita. Kecuali jika ia 

seorang muhsinin, maka ia akan tetap memberi  bantuan pada kita, sebab  ia akan 

memberi  pada kita melebihi apa yang kita berhak menerimanya. Namun, populasi 

kaum muhsinin ini—menurut keterangan, yaitu  sangat terbatas—belum lagi yang 

bisa menyentuh kehidupan kita. Dalam kaitannya dengan dikabulkannya suatu 

permintaan atau doa pada Allah swt. Agar kita bisa mengantarkan doa-doa kita 

dengan YAKIN akan dikabulkan oleh Allah swt. tentu saja kita harus menjadi seorang 

Pecinta Allah. Tentu kita sering berkata, “Saya ingin dicintai Allah swt.” Namun itu 

yaitu  sebagai efek sebab  kita yang mencintai Allah swt. Sebaik yang kita bisa. 

Definisi Pecinta Allah menurut sufi besar al-Junaid, yaitu  sebagai berikut: 

 

“Ia yaitu  yang tidak menoleh kepada dirinya lagi, selalu dalam hubungan intim 

dengan Tuhan melalui zikir, senantiasa menunaikan hak-hak-Nya. Dia memandang 

kepada-Nya dengan mata hati, terbakar hatinya oleh sinar hakikat Ilahi, meneguk 

minum dari gelas cinta-Nya, tabir pun terbuka baginya sehingga sang Maha Kuasa 

muncul dari tirai-tirai gaib-Nya. Maka, tatkala berucap, dengan Allah ia; tatkala 

berbicara, demi Allah ia; tatkala bergerak, atas perintah Allah ia; tatkala diam, 

bersama Allah ia. Sungguh, dengan, demi dan bersama Allah, selalu ia.” 

 

Qisash, Doa dan Santet 

 

Membela diri yaitu  hak setiap insan. Dari mulai sebuah hak-jawab sampai dengan 

yang menyangkut nyawa. Meski pun tidak selalu difasilitasi oleh perangkat hukum 

yang terdapat di sebuah Negara—Qisash dalam konteks syariat Islam, dibahas lebih 

detail di bagian lain artikel  ini.   

 

Al-Quran yaitu  Obat 

 

Seringkali kita mendengar sejak dulu bahwa al-Quran yaitu  obat segala penyakit dan 

obat penawar hati. Semua orang pada tingkatan ilmunya mencoba memecahkan 

misteri dan pelajaran yang ada dalam al-Quran. Seperti yang kita ketahui, bahwa di 

dalam al-Quran terdapat ayat-ayat yang mudah dipahami (muhkamat) dan sulit 

dipahami, atau Allah saja yang memahami (mutasyabihat)—seperti yang dijelaskan 

dalam QS. Ali Imran: 7—“Hanya orang-orang yang memiliki akal sehat saja yang 

dapat mengambil pelajaran dan ilmu yang ada di dalamnya.” 

 138 

 

Di dalam artikel  yang Anda pegang ini, telah berkali-kali kami menjelaskan konsep 

santet, yang sebenarnya itu—kebanyakannya—yaitu  akibat dari perbuatan diri 

sendiri, seperti yang dijelaskan dalam ayat berikut: 

 

“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, maka itu yaitu  untuk dirinya sendiri, dan 

barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri; 

kemudian kepada Tuhanmu kamu dikembalikan.”—QS. al-Jasiyah: 15  

 

Pertanyaan selanjutnya yaitu , lantas kapankah datangnya balasan bagi orang-orang 

yang berbuat jahat di dunia ini? Proses terjadinya balasan/siksaan/azab pada 

seseorang atau orang banyak yang suka menzalimi orang lain yaitu  telah dijelaskan 

proses terjadinya azab di dalam al-Quran surah al-Araf: 33-35, sama halnya pada QS. 

al-An’am: 42-44. Ada beberapa syarat agar azab/balasan/siksaan untuknya di 

antaranya yaitu: 

 

1. Ada seseorang yang berbuat jahat dan menzalimi Anda. 

Orang-orang yang berbuat zalim pada prinsipnya yaitu  orang-orang yang berbuat 

jahat dan melampaui batas. Tanpa mereka sadari, bahwa mereka telah, tidak 

pemakaian  tubuhnya, sesuai dengan fitrahnya, yang seharusnya anggota tubuhnya 

digunakan untuk menebar perbaikan dan kebenaran. 

 

2. Anda berpegang teguh pada kebenaran. 

Anda berada pada posisi yang tidak bersalah, Anda menyampaikan kebenaran, lalu 

anda dizalimi oleh orang-orang yang memang ingin menyingkirkan Anda; sebab  

Anda yaitu  orang yang memegang teguh kebenaran dan keadilan. Anda membawa 

perbaikan dan perubahan ke arah yang lebih baik dengan iman dan takwa Anda. 

 

3. Anda tidak mempersekutukan Allah. 

Anda tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu. Banyak orang yang, tanpa sadar, 

dirinya telah mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan lainnya. Illah atau tuhan 

bisa mengandung arti berbagai benda, baik abstrak (nafsu/keinginan pribadi), maupun 

sosok/benda-benda nyata (seperti Firaun/penguasa yang dipatuhinya/dipuja, 

atasan/bos, bahkan kedua orang tua). 

 

4. Tidak mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. 

Anda tidak boleh mendustakan ayat-ayat-Nya, Anda harus menerima secara 

keseluruhan dari Islam pada diri Anda, tidak boleh setengah-setengah. Tidak boleh 

meyakini satu ayat, namun memungkiri ayat yang lainnya. Tidak boleh mengada-

adakan kebohongan dengan mengatakan bahwa itu yaitu  ayat dari Allah, padahal 

bukan. 

 

5. Memohon dengan kerendahan hati. 

Kita diharuskan bermohon kepada Allah dengan penuh keredahan hati, memohon 

perlindungan pada-Nya. Memohon ampunan dan bersabar terhadap cobaan yang 

diberikan dan tidak boleh bersedih hati terhadap perlakuan orang-orang yang telah 

menzalimi kita. Mereka, orang-orang yang telah menzalimi kita, tentu saja berharap 

 139 

kita bersedih atas apa-apa yang telah menimpa diri kita, agar mereka bisa merasa 

lebih baik dari kita. Penting sekali bagi kita untuk terus merasa bahwa pertolongan 

Allah itu sangat dekat, dan memang demikianlah adanya. Derajat kita akan diangkat 

lebih tinggi setelah melewati ujian-ujian yang diberikan kepada kita. Yakinlah bahwa, 

Allah bersama orang-orang yang bersabar. Sementara, balasan untuk mereka yang 

telah menzalimi kita sedang menunggu terjadinya, dan telah ada batas waktu bagi 

mereka yang telah menzalimi kita—mereka dan Anda saat ini tengah sama-sama 

menunggunya. 

 

Al-Quran yaitu  berita gembira untuk Anda yang merasa selama ini telah dizalimi 

oleh orang lain, atau banyak orang. Al-Quran membuat hati kita menjadi jauh lebih 

tenang, saat membaca dan mendengar janji-janji Allah untuk memberi balasan pada 

orang-orang zalim itu. Memang benar-benar obat penawar hati sekaligus obat yang 

diperuntukan bagi tubuh yang sedang menderita sakit. Al-Qur’an yaitu  obat segala 

penyakit, dengan memperhatikan dan mempelajari makna—mentadaburi—ayat-ayat 

al-Qur’an, dengan terlebih dahulu mempelajari kaitan antara tubuh dengan fitrahnya 

atau digunakan sesuai fungsi sebenarnya seperti yang terdapat dalam Surah al-Araf 

179: 

 

“Mereka memiliki hati, tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah), 

dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda 

kekuasaan Allah), dan mereka memiliki  telinga (tetapi) tidak dipergunakannya 

untuk mendengar (ayat-ayat Allah)….” 

 

Pada ayat di atas sangat jelas bahwa (con