cewa
setelah mendapati barang yang telah dipinjam ternyata rusak. Ini bukan salah si
peminjam barang atau pun jasa Anda, namun ini yaitu suatu hukum atau sunatullah
yang memang mengikat pada diri manusia di muka bumi ini.
Hukum Keberhakan yaitu suatu hukum yang sangat mudah dipahami, berasal dari
kata hak yang diambil dari bahasa Arab yakni “Haq” yang artinya benar. Jadi bila
Anda memberi atau meminjamkan pada orang yang belum berhak atau tidak
berhak, maka barang tersebut pastilah akan hilang, rusak atau hancur. Tindakan
memberi pinjaman atau memberi barang atau jasa pada orang yang tidak
berhak yaitu suatu tindakan yang salah dan memberi atau meminjamkan barang
atau jasa pada yang berhak yaitu tindakan yang benar (Haq).
Ki Ngawur pernah membeli sebuah playstation yang akan ia gunakan untuk
menghibur anak-anak asuhnya di padepokannya. Niat baiknya membelikan
playstation agar mereka betah main dan membantu pekerjaan Ki Ngawur di
Padepokannya. Namun baru saja 3 hari dimainkan oleh anak-anak asuhnya,
playstation tersebut rusak dan tidak menyala, entah mengapa dan apa yang membuat
rusak. Setelah beberapa hari kemudian Ki Ngawur menyadari bahwa playstation yang
rusak disebabkan oleh adanya Hukum Keberhakan. Anak asuhnya memang belum
berhak mendapatkan dan memainkan playstation tersebut, meskipun mereka telah
membantu pekerjaan Ki Ngawur di padepokan, namun setelah adanya playstation
mereka menjadi malas bekerja dan lagi mereka yaitu anak-anak kampung di
pedalaman yang belum bisa menghargai dan merawat playstation dengan baik.
Bawah sadar mereka lebih merasa berhak memainkan permainan kampung, seperti
petasan yang terbuat bambu atau petasan lodong, permainan ketapel, permainan
lompat karet dan permainan-permainan tradisional lainnya.
Contoh kasus lainnya yaitu beberapa pegawai Ki Ngawur yang mengalami kejadian
yang sama, di waktu yang berbeda. Kejadiannya yaitu pegawai yang bernama
Sofyan yang berasal dari pedalaman di banten diberikan Smartphone Blackberry yang
baru dipakai sehari dan pada hari keduanya hilang terjatuh saat naik sepeda motor.
Sofyan terlihat sedih dan akhirnya kami memutuskan untuk meminjamkan Blackberry
yang serupa milik Ki Ngawur kepada Sofyan. Belum ada sebulan Blackberry
digunakan oleh Sofyan, terlihat tombol Blackberrynya mulai ronto satu persatu dan ia
harus pemakaian potongan sapu lidi untuk menekan tombol-tombol tersebut.
Kejadian yang serupa juga dialami oleh pegawai Ki Ngawur yang bernama A’an,
handphone yang diberikan oleh Ki Ngawur belum lama digunakannya langsung
rontok satu-persatu tombolnya dan harus pemakaian potongan sapu lidi untuk
menekan tombol-tombol tersebut. Untungnya Ki Ngawur hanya memberi
handphone yang lebih murah pada A’an, namun memiliki banyak fungsi seperti
menyetel TV, radio, musik, dan lainnya. Apakah itu suatu kebetulan? Bukan, ini
yaitu Hukum Keberhakan telah bekerja.
Setelah Ki Ngawur melihat jenis handphone seperti apa saja yang digunakan oleh
teman-teman kampungnya Sofyan dan A’an, ternyata memang handphone Sofyan dan
A’an jauh lebih baik dari handphone yang digunakan oleh kawan-kawannya di
kampung. Kawan-kawannya kebanyakan memakai handphone Nokia jadul dan ada
juga yang buatan china yang sangat murah dengan merk yang tidak terlalu diminati di
kota. Mereka membeli handphone dari kawannya yang memang sedang butuh uang,
dengan harga sekitar Rp 25.000 hingga Rp 50.000 dan kesamaannya yaitu rata-rata
handphone kawan-kawannya pada rontok semua tombolnya. Fakta diatas sangatlah
jelas bahwa diam-diam bawah sadarnya Sofyan dan A’an merasa tidak berhak
memiliki handphone yang bagus. Bawah sadarnya merasa tidak berhak sehingga
membuat handphone miliknya menjadi setara dengan kawan-kawannya.
Hukum Keberhakan juga berlaku pada jasa dan tidak hanya pada barang. Kejadian ini
bermula pada tetangga kami yang ingin diantarkan ke Cianjur untuk menjumpai anak-
anaknya dengan pemakaian mobil milik kami. Mengetahui keberadaan Hukum
Keberhakan, Nyi Damar meminta tetangga kami tersebut agar merasa berhak
diantarkan ke Cianjur dengan membantu Ki Ngawur memasang keramik pada toilet
rumah Ki Ngawur. Namun sampai hari yang ditunggu-tunggu, tetangga tersebut tidak
juga mengerjakan syarat tersebut, namun ia datang tiga hari kemudian dengan
mengatakan meminta Ki Ngawur untuk mengantarnya ke Cianjur. Ki Ngawur dan
Nyi Damar menolak dan sangat sulit menjelaskannya pada dia tentang Hukum
Keberhakan tersebut. Menurut Anda, apa yang terjadi di jalan menuju Cianjur bila
yang diantarkan yaitu orang yang tidak berhak? Tentu saja, kecelakaan atau
sejenisnya yang membuat Ki Ngawur dan Nyi Damar bisa merasa kesal sepanjang
jalan.
Hukum Fitrah
Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa tubuh kasar kita ini tunduk pada fitrah kita sebagai
manusia. Kita hanyalah makhluk spiritual yang terbungkus di dalam jasad yang kasar
dan bila kita sadari semakin jauh, bahwa tubuh kita inipun merupakan makhluk
tersendiri yang kita gunakan sebagai kendaraan selama hidup di dunia. Tubuh kita
yang terdiri dari milyaran sel, dan sel itu sendiri yaitu makhluk yang hidup lagi unik,
hasil pertemuan antara sel telur dengan sel sperma yang menghantarkan jutaan bahkan
milyaran data yang diperlukan untuk pembentukan tubuh kita yang sempurna.
Bayangkan saja, untuk pembentukan telapak tangan saja, berisi banyak data untuk
membentuk bagian telapak tangan, seperti data telapak tangan yang terdiri dari lima
buah jari, masing-masing jari memiliki data ukuran yang berbeda, berikut bentuk jari-
jari itu sendiri, dimana ada jari kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk dan
jari jempol. Masing-masing jari memiliki data sidik jari yang berbeda, bahkan ada
data dari bentuk kuku dan jumlah tulang pada jari telapak tangan. Semua data itu
tersimpan dalam sel sperma yang sangat kecil sekali namun bisa mengantongi sekian
banyak data yang bahkan tidak mampu ditandingi oleh peralatan modern canggih apa
pun di dunia ini. Itu pun baru contoh kecil dan seputar telapak tangan yang sangat
terinci dan banyak sekali data yang diperlukan untuk membentuk telapak tangan.
Lantas bagaimana dengan data yang diperlukan untuk membentuk satu tubuh
manusia? Bisa dipastikan bahwa diperlukan banyak data dan canggihnya lagi
itubsemua tersimpan dalam satu sperma yang ukurannya sangat kecil tersebut.
Tubuh kita bisa dikatakan yaitu makhluk yang kita tumpangi, makhluk yang tunduk
pada tuhannya, yang akan mengadu pada Tuhan saat dia menjadi saksi di akhirat
nanti. Menjadi saksi atas perlakuan kita terhadap tubuh kita sendiri yang kita gunakan
selama hidup di dunia. Peristiwa saat tubuh kita menjadi saksi selama hidup di dunia
dilukiskan di dalam ayat al-Quran, sebagai berikut:
“Sehingga jika mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit
mereka menjadi saksi terhadap apa yang telah mereka lakukan. Dan mereka berkata
kepada kulit mereka, 'Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?' (Kulit) mmreka
menjawab, “Yang menjadikan kami dapat berbicara yaitu Allah, yang (juga)
menjadikan segala sesuatu dapat berbicara, dan Dialah yang menciptakan kamu
yang pertama kali dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.”—QS. Fussilat: 20-
21).
“Pada hari, (saat ) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka
terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” —QS. An-Nur: 24
Dari ayat-ayat di atas, maka tampaklah dengan sangat jelas bahwa tubuh kita
bukanlah kita, melainkan makhluk yang berdiri sendiri yang tunduk pada pengaturan
penciptanya. Pengaturan pada ciptaannya inilah yang disebut sebagai fitrah—the
origin of the human’s nature—yang ada di dalam diri manusia, seperti yang
dijelaskan dalam ayat berikut:
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); sesuai fitrah
Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada
perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui.”—QS. Ar-rum: 30
Dalam ayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Allah swt. Sangat mengetahui
perihal manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya. Allah mengetahui mana yang baik dan
buruk untuk manusia. Allah telah menanamkan fitrah yang berisi perjanjian manusia
dengan Allah yang terukir dengan “pena” Allah yang di permukaan kalbu dan lubuk
fitrah manusia, di atas permukaan hati nurani serta di kedalaman perasaan batiniah.
Dalam al-Quran Allah berfirman,
“Dan (ingatlah) saat Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang), anak
cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka
(seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?' Mereka menjawab, 'Betul
(Engkau Tuhan kami), kami bersaksi (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari
Kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya saat itu kami lengah terhadap ini.”
—QS. al-Araf: 172
Fitrah yang berisi perjanjian kita dengan Allah yaitu berupa aturan-aturan yang
diperuntukkan demi kebaikan manusia itu sendiri. Aturan-aturan ini yaitu batasan-
batasan yang tidak boleh dilampaui oleh manusia, dan bila kita melampaui batasan-
batasan tersebut, maka kita tidak sekedar mendapatkan hukuman di akhirat saja,
melainkan juga di dunia.
“Mereka tidak mampu menghalangi (siksaan Allah) di Bumi, dan tidak ada bagi
mereka penolong selain Allah. Azab itu dilipatgandakkan kepada mereka. Mereka
tidak mampu mendengar (kebenaran) dan tidak dapat melihat (nya).”—QS. Hud:20
Fitrah yang berisi aturan-aturan yang tidak boleh dilampaui oleh manusia yaitu al-
Quran dan al-hadis itu sendiri. Bisa dikatakan bahwa al-Quran yaitu artikel petunjuk
untuk manusia agar selamat di dunia dan di akhirat. Al-Quran telah tertanam di setiap
hati manusia, sesuatu yang bisa dikatakan kebenaran mutlak atau benarnya kebenaran
itu sendiri. Para Nabi datang untuk kembali MENGINGATKAN perjanjian kita
dengan Tuhan kita. Perjanjian yang berisi agar kita selalu kembali pada setingan awal
atau fitrah kita sebagai manusia. Mengingatkan kita agar pemakaian tubuh kita ini
sesuai pada fungsinya yang awal demi kebaikan kita sendiri dan orang banyak.
Bila diibaratkan tubuh kita sebagai komputer atau HP Pintar, maka al-Quran bisa
diibaratkan artikel petunjuk atau “menu help” dalam pemakaian nya. Dalam konsep
Islam, kita akan menjalani siklus tahunan untuk mengembalikan kita pada setingan
awal kita—re-aligning, dan itu ada di Bulan Ramadan dan puncaknya ada di hari
kemenangan atau Idul Fitri, di mana kita kembali pada fitrah atau setingan awal itu
tadi, setelah sebulan penuh memperbaharui, mengupgrade keimanan kita dan
membersihkan diri kita dari virus-virus yang menggerogoti kualitas keimanan kita.
Fitrah yaitu keberserahan diri secara total pada sang pencipta, hanya itu satu-
satunya jalan agar umat manusia tidak tenggelam dalam samudera kehidupan yang
bergelora.
Affirmasi yang Tidak Selaras dengan Fitrah
“Affirmation without proper action is the beginning of delusion.”—Jim Rohn
Mantra atau afirmasi yaitu pernyataan positif atau negatif yang memicu energi
rasa tertentu sehingga bisa mempengaruhi pikiran dan rasa seseorang jika
diucapkan dengan resmi, sungguh-sungguh, dengan disiplin dan teknik tertentu. Rasa
merupakan salah satu bentuk energi yang bisa menggugah seseorang untuk
melakukan serangkaian aksi tertentu, dan aksi inilah yang akan mendatangkan hasil
baik itu sesuai dengan yang ia inginkan atau bahkan lebih baik dari yang ia inginkan.
Louise Hay yaitu salah seorang world-renowned teacher dan termasuk penggagas
awal praktik afirmasi positif untuk self-healing. Hay berpendapat bahwa afirmasi bisa
berupa kalimat apa pun yang kita ucapkan atau pikirkan, yang dapat membuka
gerbang bawah sadar untuk mewujudkan isinya menjadi kenyataan dalam hidup
Anda. Afirmasi sebaiknya selalu dijaga agar selalu positif dan terus diulang, dan
berbentuk present tense atau kalimat yang menyatakan keadaan waktu sekarang.
Sementara Jim Rohn, terlihat kurang terlalu meyakini kefektifan dari teknik afirmasi
ini. Menurutnya, afirmasi tanpa aksi yaitu permulaan dari sebuah delusi. “Hidup
saya semakin bertambah baik dari hari ke hari, bagaimana kalau tidak demikian?”
Kritiknya. T Harv Eker, sebagai seorang master pengembangan diri yang merupakan
salah satu murid dari Jim Rohn sepertinya sedikit terpengaruh oleh pendapat Jim
Rohn tersebut, sehingga ia membedakan afirmasi dengan deklarasi. Namun
penjelasannya mengenai perbedaan tersebut, tidak dapat kami pahami dengan jelas.
Menurut Eker, afirmasi berbeda tipis namun profound dari teknik deklarasi yang
diusungnya. Perbedaannya terletak pada officiallity atau keresmian dari sebuah
deklarasi dibandingkan afirmasi. Padahal Louise Hay memiliki banyak afirmasi yang
dimulai dengan kata, “I declare ....” atau “Saya mendeklarasikan ....”
Affirmasi yaitu , setiap pernyataan yang mendukung, tindakan atau perkataan yang
bisa memicu suatu dorongan untuk mengubah sesuatu dalam diri kita, yang bisa
memicu hasil seperti yang tersirat atau tersurat pada maksud dari affirmasi
tersebut.
Affirmasi yang tidak sesuai dengan fitrah kemanusiaan akan sangat sulit untuk dapat
terwujud. sebab fitrah yaitu pemrograman paling mendasar, dan paling kuat yang
membuat kita disebut manusia. Dan sebab fitrah itu pada hakikatnya berarti berserah
diri sepenuhnya—full submission—pada segala kehendak dari Allah swt. maka
hakikat dari afirmasi itu sendiri sama dengan sebuah doa. Apa pun bisa dikabulkan
Allah, baseline-nya ini, bukan afirmasinya namun dikehendaki-Nya juga. Setiap bayi
yang lahir, diprogram oleh orang tua atau walinya untuk dapat menjadi apa pun, dan
membentuk karakter seperti apa pun, namun ada program default bawaan sejak lahir,
yang membuat kakak beradik memiliki karakter yang berbeda meskipun memiliki
orang tua yang sama dan disekolahkan di sekolah yang sama. Kembar identik saja,
memiliki karakter masing-masing yang berbeda.
“Saya akan memiliki sebuah sayap, dan terbang seperti burung.”
Affirmasi, atau mantra atau doa, akan memicu sebuah pemikiran tertentu di
benak kita, pemikiran akan berubah menjadi, perasaan, perasaan akan mendorong
seseorang untuk melakukan suatu tindakan, dan tindakan inilah yang akan
mendatangkan hasil. Demikian, sebab akibat berubahnya sebuah affirmasi menjadi
sebuah hasil tertentu.
Antara perasaan dan terwujudnya sesuatu yang memicu perasaan tertentu pun
hakikatnya bersifat paradoxical, mana duluan perasaan senang memiliki sebuah
bisnis yang sukses, atau suatu affirmasi yang memicu sebuah perasaan memiliki
sebuah bisnis yang sukses, kemudian bisnis yang sukses itu segera datang dalam
kehidupan kita untuk melengkapi perasaan itu? Pertanyaan paradoxical-nya yaitu
mana duluan? Tertulis di kitab takdir dulu, bahwa kita memang akan memiliki sebuah
mobil impian, kemudian tersirat ingin mempelajari kekuatan sebuah affirmasi sebagai
salah satu usaha mewujudkannya, atau apakah kita bisa memiliki sebuah mobil sebab
kita bisa membelok-belokan sebuah takdir: dari tidak memiliki sebuah mobil idaman,
menjadi memilikinya—lompat dari garis takdir yang satu ke takdir yang lain? Kami
rasa kita tak akan pernah tahu jawabannya—Paradox Takdir. Dalam konsep
terkabulnya sebuah doa, seorang syaikh menjelaskan bahwa, “Setiap doa pasti akan
dikabulkan Tuhan, sebab kita berdoa pun yaitu termasuk dalam sebuah rentetan
takdir akan terkabulnya doa itu.”
Core believe, yaitu segala sesuatu yang kemudian menempel pada fitrah
kemanusiaan itu sendiri. Keyakinan beragama yang Anda pilih, jika Anda sungguh
meyakininya, maka itu yaitu sebuah core believe bagi Anda. Affirmasi apa pun yang
bertentangan dengan nilai-nilainya, maka ia tak akan bisa masuk menancap ke dalam
bawah sadar Anda, sebab akan di negasikan oleh sesuatu yang lebih kuat, kalah
nancep.
Mana yang lebih dulu, informasi dari kitab takdir, atau kah dari kekuatan pikiran dan
doa untuk mengubahnya?—Paradox Takdir
87
Hukum Nurani
Sebenarnya kita tidak perlu lagi untuk membuka kamus besar untuk memahami arti
dari nurani. Ada bagian di hati langsung berbisik halus, “Itu aku.” Oh, benar ... Anda
benar, ada yang telah terbunuh di rongga-rongga dada tertentu, tapi jelas bukan milik
kita. Milik kita masih hidup, itulah sebabnya kami menulis artikel ini dan kemudian
Anda tarik ke tangan Anda sekarang. Untuk itu, kami ucapkan sekali lagi pada Anda,
“Terima kasih dan salam kenal.” Namun ada baiknya, kami bukakan sekali lagi
kamus besarnya untuk Anda, siapa tahu Anda memang belum pernah melakukannya
untuk kata nurani. Menurut KBBI, arti nurani yaitu 1) Kata sifat, (segala sesuatu
yang) berkenaan dengan atau (ber) sifat CAHAYA. 2) Kata benda, lubuk hati yang
paling dalam. Menurut kami, kedua makna tersebut saling berkaitan, sebab di lubuk
hati paling dalam itulah bersemayamnya cahaya, dari Sang Pemberi cahaya. Cahaya
selalu berkonotasi dengan kebaikan, sebab lawan kata cahaya─dalam berbagai
bentuk dan sumbernya─yaitu kegelapan. Jadi nurani yaitu cahaya kebenaran, dan
kebenaran itu yaitu yang sesuai dengan kebenaran FITRAH kita sendiri.
“Fitrah is the origin of the human’s nature.”—Syaikh Hamza Yusuf Hanson
Fitrah itu sudah terimprint dalam diri kita, sementara Nurani yaitu tempat di mana
monitoring, and control panel punishment sistem berada─sistem navigasi, mercu
suar─terhadap KESELARASAN akan segala tindakan kita dengan fitrah kita.
Serangkaian KONSEKUENSI atas segala tindakan yang tidak selaras dengan fitrah
pun telah terimprint di sekujur sistem tubuh dan jiwa kita, nurani ada untuk
mengingatkan dan menerangi jalan kita, agar kita bisa selalu SELAMAT sentausa—
tidak tenggelam dalam samudera kehidupan.
“Agama itu din, atau jalan dan fitrah itu sesuai agama yang benar, nurani bertugas
menerangi jalannya.”
Suara Batin, Suara Kebenaran
Orang-orang yang telah kembali pada fitrahnya sebagai manusia akan selalu dapat
mendengar suara kebenaran di dalam hatinya dengan sangat jelas. Suara hati tersebut
dikatakan sebagai suara nurani yang terdengar dengan sangat jelas dan seolah ia
berteriak mengingatkan setiap kali kita berencana atau melakukan suatu tindakan
yang melanggar sisi kemanusiaan. Bahkan suara nurani atau suara hati tersebut juga
sering memberitahukan kepada kita akan apa yang akan terjadi ke depannya,
semacam firasat yang memberitau kepada kita akan apa-apa yang akan terjadi, dan dia
menyarankan kita untuk segera melakukan sesuatu untuk mencegah kerugian lebih
lanjut sebab nya.
Orang-orang yang sudah sulit mendengarkan apa yang dikatakakan oleh hati, atau
sudah tidak bias membedakan apa yang ia dengar, apakah itu nurani, ego atau dari
yang batil, sama saja bisa dikatakan bahwa ia telah mulai menghilangkan sisi
kemanusiaannya. Suara hati atau nurani bisa jadi juga telah meninggalkan kita bila dia
terlalu sering kita abaikan, sehingga tanpanya kita dapat dikatakan bukan lagi menjadi
sesosok manusia yang utuh. Jiwa yang sudah kehilangan sisi kemanusiaannya akan
turun derajat menjadi bahkan lebih sesat dibandingkan binatang. sebab manusia bisa
menjadi seperti “sleep-walker” (lengah), kehilangan kesadaran dalam hidupnya,
88
keilangan kewaspadaan. Kami bahkan tidak pernah melihat seekor binatang tanpa
kewaspadaan demi mempertahankan hidupnya, mereka selalu awas dari segala
macam bahaya yang bisa mengancam hidup mereka. Dalam al-Quran dijelaskan,
“Dan perumpamaan bagi (penyeru) orang yang kafir yaitu seperti (penggembala)
yang meneriaki (binatang) yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan.
(Mereka) tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti.” (QS. al-Baqarah: 171)
“Dan sungguh, kami akan isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan
manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-
tanda kekuasaan Allah), dan mereka memiliki telinga (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan
bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” —QS. al-Araf:
179
Perumpamaan yang diberikan Tuhan kepada orang-orang yang lengah, telah
mengabaikan sisi kemanusiaan, kebenaran dan suara hatinya diibaratkan sebagai lebih
sesat dibandingkan hewan.
Sangat lantang dalam mengingatkan kita bila sedang berada pada jalan yang
menyimpang. Suara batin semakin jelas terdengar saat kita sudah berhasil
menyingkirkan ego (keakuan), dan keinginan kita. Melalui latihan yang cukup
panjang dalam meditasi rutin, serta melatih kesabaran kita.
Suara batin yaitu seperti suara yang keluar dari mulut kita, suara yang mengeluarkan
kata-kata kebenaran dengan terlebih dahulu menjalani latihan sehari-hari untuk tidak
mengeluarkan perkataan yang buruk dan kasar, sama artinya dengan menahan
amarah, menahan pembicaraan kotor, menahan perkataan yang bisa menyinggung
orang lain dan diri sendiri, yang melebihi batas. Allah tidak menyukai orang-orang
yang melampaui batas. Batasan-batasan inilah yang disebut dengan FITRAH itu
sendiri.
Suara kebenaran merupakan suara Tuhan. Kebenaran datang dari sisi Tuhan, yang
menyentuh hati kita yang saat itu sedang dalam keadaan rindu pada-Nya Yang Maha
Pengasih. Pada tahap ini, terasa sekali kedekatan kita pada Tuhan dan membuat kita
selalu ingin memuji nama-Nya tiada henti, di saat ini pula kita seperti sedang diawasi,
seperti juga sedang dilindungi, terjadinya sebuah konektivitas antara kita dengan
Tuhan kita, suara yang terdengar secara bertahap sesuai dengan tingkatan amalan kita,
di antaranya yaitu sebagai berikut:
1. Suara Pikiran. Suara pikiran itu berasal dari pemikiran kita sendiri saat kira
sedang berpikir, suaranya hasil dari kehendak kita sendiri dan suaranya
terdengar sama persis dengan suara yang keluar dari mulut kita atau dari
perkataan orang lain yang telah terekam di dalam pikiran dan kita munculkan
kembali secara sadar atau pun tanpa kita sadari.
2. Suara Hidayah atau Ide yang Muncul. Suara ini muncul dari perantaraan
Tuhan, seperti malaikat atau pun kecerdasan spiritual yang telah lama tertidur
di dalam diri kita. Suara hidayah biasanya muncul saat kita membutuhkan
89
suatu jalan keluar dan bagian dari jawaban atas doa yang kita panjatkan. Suara
inilah yang dikatakan juga sebagai suara ilham atau petunjuk. Pada tahap ini
biasanya dirasakan oleh seorang seniman, spiritualist mau pun penulis artikel .
Jadi jangan bingung bila anda melihat penulis artikel yang menghasilkan
tulisan-tulisan yang bagus.
3. Suara Dimensi Lain. Sampai pada tahap ini, seseorang dapat mendengar
sesuatu yang orang di sekitarnya tidak mampu mendengarnya. Suara yang
seperti berasal dari dimensi lain ini didapat dari hasil olah batin seperti
melakukan meditasi, puasa, dan lainnya, yang dilakukan secara rutin. Pada
tahap ini, otak kita mampu menangkap gelombang dari dimensi lain, baik itu
suara makhluk halus, seperti suara ketawa kuntilanak, suara harimau jadi-
jadian yang mengaum, hingga suara dengungan aneh yang orang di sekitarnya
tidak mendengarnya, meskipun suara yang kita tangkap sangat keras.
4. Suara Firasat. Suara firasat ini bentuknya tidak seperti suara kita, seperti
suara orang lain yang tujuannya membimbing kita, membantu kita berpikir
dengan sangat cepat, efektif dan efisien. Pada tahap inilah yang dikatakan
sebagai kecepatan pikitan yang dapat menembus ruang dan waktu. Terkadang
suara firasat ini juga masih berasal dari kekuatan yang tersembunyi yang ada
di dalam diri kita, dan masih terkait dengan bertambah matangnya tingkat
kecerdasan spiritual kita. Suara firasat mampu membantu kita dalam berpikir
jauh dan lebih cepat, sehingga kita bisa mengetahui apa yang akan terjadi
melalui analisis ilmiah yang di kelola di dalam otak kita dengan sangat cepat.
5. Suara Kebenaran. Pada tahap ini yaitu tahap yang menyatakan diri kita
sudah sangat peka, sensitif dan mudah hanyut pada rasa kerinduan pada Illahi.
Rasanya membuat diri kita sangat nyaman, keadaan ekstasi seperti sebuah rasa
yang sedang intim dengan Tuhan, dimana membuat diri kita sangat peka dan
bisa merasakan apa yang sedang dialami oleh orang lain. Sebuah sensasi yang
rasanya seperti orang yang dimabuk cinta. Suara kebenaran yang sangat
lembut (bukan suara pria atau pun wanita), yang setiap panggilannya membuat
mata kita meneteskan air mata dan benar-benar menggetarkan hati kita.
Suaranya benar-benar tidak jauh dari leher kita.
Bila kita renungkan, dan bila kita jadikan sebuah bahan pertanyaan, maka seharusnya
suara itu berasal atau keluar dari mulut, namun suara-sauara yang disebutkan di atas
tidak keluar dari mulut, melainkan entah dari mana, sejauh ini kita meyakininya
berasal dari dalam hati. Anda tentu juga bisa berbicara dari dalam hati Anda,
meskipun di dalam hati Anda, tidak ada organ artikulasi fisik, termasuk mulut yang
dapat mengeluarkan bunyi berupa perkataan. Beda halnya dengan penganut paham
materialistik yang selalu beranggapan bahwa segala sesuatu harus dapat dibuktikan
dengan cara dilihat, diraba, ditangkap oleh menjelasan ilmiah yang bisa mereka
terima. Paham materialistik ini biasa dianut oleh mereka yang mengaku atheist.
Pemahaman yang menuntut segala sesuatunya harus dapat dilihat, dirasa dan
dijangkau oleh indera manusia yang terbatas yaitu pemikiran Atheisme. Mereka
mengartikan segala sesuatunya haruslah dapat dijangkau oleh indera mereka. Tak
90
heran bila mereka tidak percaya suara nurani dan suara yang bersumber dari
kebenaran, sebab bagi mereka suara berupa bunyi haruslah dihasilkan oleh sebuah
sistem artikulasi. Bahkan parahnya lagi, mereka mengartikan perkataan “melihat”
Tuhan, mereka artikan sebagai melihat Tuhan dengan kedua organ mata fisik mereka,
meskipun sebenarnya kata melihat yang Anda maksud, yaitu melihat tanda-tanda
kebesaran-Nya. Mereka tidak memahami sesuatu yang yang hanya bisa dilihat dan
didengar dengan keimanan, sebab tingkat pengetahuan dan tingkat spiritual mereka
berada pada titik terendah, sehingga mereka akhirnya berpikir tidak lagi secara
harfiah, sebab mereka cenderung berpikir dengan kerangka berpikir materialistis.
Mereka bahkan bisa saja beranggapan bahwa pintu surge benar-benar berada di
bawah telapak kaki ibu mereka, sehingga suatu saat mengecek telapak kaki ibunya
untuk mencari pintunya.
“Dan kami perlihatkan (neraka) jahanam dengan jelas pada hari itu, kepada orang
kafir. (yaitu) orang yang mata (hati) nya dalam keadaan tertutup (tidak mampu) dari
memperlihatkan tanda-tanda (kebesaran)-ku, dan mereka tidak sanggup
mendengar.”—QS. Al-Kahfi: 100-101
Pada surat al-Kahfi di atas, ayat 100-101, dikatakan orang–orang kafir yaitu orang-
orang yang mata hatinya tidak mampu melihat tanda-tanda kebesaran Allah dan tidak
sanggup mendengar (ayat-ayat) yang berisi petunjuk atau kebenaran yang datang dari
sisi Tuhan (Rabbani). Petunjuk atau kebenaran itu berisi banyak sekali pelajaran di
dalamnya, namun sangat sedikit sekali yang dapat memetik pelajaran di dalamnya,
seperti yang dijelaskan pada ayat berikut:
“Dia memberi hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi
hikmah, sesunguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang
dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang memiliki akal sehat.”—QS.
Al-Baqarah: 269
Dalam ayat di atas dikatakan bahwa ada syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk
menjadi orang yang berkesempatan mendapatkan hikmah atau kemampuan untuk
memahami rahasia syariat agama, yaitu mampu pemakaian akal sehatnya. Orang-
orang yang mampu pemakaian akal sehatnya yaitu orang-orang yang memiliki
tingkat kesadaran akan keimanan yang mampu melindungi dirinya dari siksa di
neraka, hal ini yang dijelaskan dalam ayat:
“Sungguh Tuhanmu, Dialah yang mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan
Dia-lah yang paling mengetahui orang yang mendapat petunjuk. Maka janganlah
engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Mereka
menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak pula. Dan
janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina.
Suka mencela, yang kian kemari menyebarkan fitnah. Yang merintangi segala yang
baik, yang melampaui batas dan banyak dosa. Yang bertabiat kasar, selain itu juga
terkenal kejahatannya. sebab dia kaya dan banyak anak.” —QS. al-Qalam 7-14
Ayat-ayat di atas menyebutkan bahwa, untuk bisa benar-benar mendapatkan Ilmu
Hikmah, maka kita diharuskan untuk:
• Tidak mendustakan ayat-ayat Allah,
• Tidak memberi kelonggaran pada kejahatan mereka,
91
• Jangan suka mengumbar sumpah dan jangan suka menghina,
• Jangan suka mencela, jangan juga menyebar fitnah,
• Jangan merintangi kebaikan/perbuatan baik,
• Jangan melampaui batas dan berbuat dosa,
• Jangan bertabiat kasar.
Sedangkan“sebab dia kaya dan banyak anak” diartikan sebagai pendorong agar
semakin banyak pengikut untuk memperkuat perbuatan jahatnya.
Al-Quran yaitu berisi peringatan, dan bagi yang menghendaki dan mau menerima
al-Quran maka tentu orang tersebut mendapatkan banyak pelajaran yang
bermanfaat—lihat: QS. Al-Muddassir: 54-55).
Seperti yang kami telah jelaskan, bahwa pada prinsipnya, al-Quran telah tertanam di
dalam dada kita dan pada tahap kita benar-benar ingin memetik pelajaran di
dalamnya, maka Anda akan mendapatkan petunjuk atau suara kebenaran yang
menjelaskannya pada Anda, suara tersebut akan membimbing Anda menemukan
kebenaran dan pelajaran yang bermanfaat, seperti yang dijelaskan dalam QS. al-
Qiyamah: 17-19:
“Sesungguhnya Kami mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya. jika
Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaan itu. Kemudian
sesungguhnya, Kami akan menjelaskannya.”
Ayat-ayat di atas, ditujukan pada Nabi Muhammad saw. ayat-ayat yang
menggambarkan sebuah rangkaian proses pengajaran pada Nabi, melalui malaikat
Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu dari Allah. Dalam ayat tersebut terdapat
kalimat, “Kami yang mengumpulkannya (di dadamu)”, pertanyaannya: Mengapa
mengumpulkannya di dalam dada? Buka di dalam kepala yang melambangkan fungsi
ingatan. Dikumpulkan di dalam dada bertujuan agar terlebih dahulu kita bisa
menyukai dan mencintai, maka dengan demikian akan mudah dihafalkan, mudah
diingat agar menjadi sebuah tindakan yang sesuai pada apa yang telah diajarkan.
Sesuatu akan mudah kita ingat bila kita menyukainya dan menyimpannya dalam hati
kita, dan juga bila kita terus menerus mengingatnya dan diterapkan dalam kehidupan
kita sehari-hari, tercermin dalam akhlak perbuatan kita.
Hukum Inception (penanaman ide)
“Sebuah ide bagaikan benih dari sebuah tumbuhan, dia akan jatuh ke ladang pikiran
yang subur, mengakar, dan menancap dalam jauh ke relung bawah sadar.”
Inception yaitu penanaman ide/sugesti ke dalam pikiran bawah sadar seseorang baik
itu lewat sebuah cerita, nyanyian, syair maupun perkataan langsung yang disampaikan
kepada seseorang tersebut, atau pun lewat cara lainnya. Jenis pemilihan inception baik
itu lewat sebuah cerita, nyanyian, syair dan lain-lain, HARUSLAH TEPAT DAN
SANGAT MENGENA—emosional—di hati orang yang dituju. Baik itu dengan
sesekali penyampaian atau pun berkali-kali diperdengarkannya secara langsung
maupun tidak langsung kepada target.
Dalam Film berjudul: Inception, sebuah Science Fiction Thriller, karya apik dari
Christopher Nolan di tahun 2010, film berdurasi 148 menit ini mengisahkan seorang
extractor (pencuri informasi korporasi profesional) bernama Dominick, Dom—yang
92
diperankan oleh Leonardo Dicaprio—yang biasa mencuri ide-ide penting dari pikiran
bawah sadar para targetnya. Ektraksi dilakukan dengan cara memasuki bawah sadar
targetnya lewat teknik berbagi mimpi. Kali ini Dom mendapatkan sebuah tawaran
menarik dari seseorang yang memiliki kekuasaan besar, bernama Saito, namun bukan
untuk mencuri sebuah ide, seperti keahlian Dom, namun justru untuk
MENANAMKAN sebuah ide (mengimplant ide) kepada sang target bernama Robert
Fischer, langsung ke pusat bawah sadarnya Robert, lewat teknik berbagi dunia mimpi
dengannya, dengan mendesain sebuah dunia mimpi berlapis yang stabil, dan penuh
dengan jebakan labirin di dalamnya, dengan bantuan zat sedative kimia yang sangat
kuat, iringan sebuah lagu yang tak kalah membius—Non, je ne regrette rien—dan
sebuah mesin mimpi khusus.
Dalam film ini, target—Robert, yang dimaksud yaitu seorang ahli waris dari sebuah
perusahaan konglomerasi milik ayahnya Maurice Fischer yang baru saja meninggal,
dan menjadikannya ahli waris. Tujuan yang diinginkan yaitu agar Robert memeceh
perusahaan warisan dari ayahnya, dan menjualnya satu persatu, sehingga dominasi
kekuatannya sebagai sebuah korporasi konglomerasi pun berakhir. Imbalan yang
ditawarkan yaitu penghapusan jejak tuduhan kriminal Dom, sehingga
memungkinkan ia untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan tenang dan normal
bersama kedua anaknya yang masih kecil, yang selama ini terpaksa ia tinggalkan
bersama kakeknya.
Yang sangat menarik dari film ini, yaitu bagaimana kemudian sebuat team yang
dibentuk Dom, yang terdiri dari dua orang ektraktor, Dom dan Arthur, kemudian
seorang ahli kimia, Yusuf, seorang arsitektur mimpi, Ariadne, Eames sang profiler,
atau si pencuri identitas target dan impersonator, bekerja sama menjalankan proyek
sulit ini. Langkah pertama melakukan profiling, menginvestigasi sang target dan
seluruh ring satunya, mencari tahu dengan secermat dan seteliti mungkin, kira-kira ide
apakah yang kemudian akan sangat mempengaruhi keputusannya itu. Sebuah ide yang
sangat mengena di hatinya, sehingga ia pada akhirnya mengambil keputusan yang
diinginkan, oleh seorang berkuasa bernama Saito, yang merupakan seorang pebisnis
saingan.
Langkah berikutnya yaitu mencari cara atau momen yang tepat, untuk menculik dan
membius Robert—sebab penanaman ide ini tentu saja bukanlah keinginan dari
Robert sebagai target—untuk kemudian dimasukan ke dalam dunia mimpi bersama
yang telah mereka siapkan, tanpa Robert menyadarinya. Teknik yang digunakan
dalam film ini, untuk memasuki bawah sadar targetnya, yaitu melewati identifikasi
profile target beserta ring satunya, kemudian membius target dan memasukannya
pada dunia mimpi yang mereka bagi bersama, kemudian berusaha memasukan ide
tersebut melalui PESAN-PESAN yang disampaikan oleh proyeksi orang-orang yang
berpengaruh terhadap Robert, termasuk Peter Browning, ayah angkatnya sekaligus
tangan kanannya Robert, dan juga tentu saja lewat proyeksi Maurice Fisher
ayahnya—orang paling penting di bawah sadar Robert—yang baru saja meninggal.
Cerita menjadi seru saat di luar dugaan mereka, Robert pun ternyata bawah
sadarnya telah dilatih untuk menjaga diri dari intruder bawah sadar, dengan
munculnya proyeksi-proyeksi pertahanan dirinya—sepasukan bersenjata yang
kemudian berusaha memburu dan membunuh mereka, pasukan itu bertindak sebagai
pengaman bawah sadar atau subconscious security.
93
Dan ide yang sangat mengena di hati seseorang, yaitu selalu merupakan IDE YANG
PALING EMOSIONAL bagi orang itu, dalam kisah film ini, yaitu TERKAIT
hubungan sang target dengan ayah angkat dan ayah kandungnya yang baru saja
meninggal, sebuah momen yang paling emosional. Kemudian Dom dan teamnya
menyusun berbagai alternatif skenario, lewat pencitraan mimpi atau proyeksi sang
ayah sebagai proyeksi penyampai ide ke bawah sadar Robert sebagai target inception,
di ranjang kematiannya, proyeksi sang ayah menyampaikan ide ini, pada Robert,
dengan lemah.
Maurice (terbata-bata): “Aku … ke … kee … kec ….”(Tak mampu mengatakan, Aku
kecewa ….”)
Robert: “Aku tahu ayah. Aku tahu ayah kecewa padaku, sebab aku tak bisa menjadi
seperti ayah.
Maurice: “Tidak … tidak, tidak … tidak, aku justru pernah kecewa, kecewa … sebab
kamu pernah mencoba (menjadi seperti aku, yang seorang konglomerat).”
Di situ pun kemudian ada sebuah adegan yang sangat menyentuh hati, sang ayah
menunjukkan tangannya ke dalam sebuah lemari besi yang dalam keadaan terbuka, di
mana di dalamnya tersimpan kitiran angin terbuat dari kertas, milik Robert waktu
kecil, menunjukkan betapa sayangnya sang ayah pada anaknya. Demikianlah proses
penanaman ide ini, telah berhasil tertanam di bawah sadar Robert, untuk menjual
perusahaannya, dan tidak lagi menjadi seorang konglomerat SEPERTI mendiang
ayahnya.
Kisah di bawah ini menjadi contoh dari inception yang kerap terjadi selama di dalam
rumah tahanan. Peristiwa atau cerita di mana banyak tahanan yang mendapati istri
atau pacarnya selingkuh saat suami atau pacarnya berada di dalam penjara. Kisah ini
bukan hal baru di kalangan orang-orang yang menghuni penjara, sehingga cerita yang
beredar membuat sebagian tahanan merasa resah bila hal itu sampai terjadi pada
pasangannya di luar sana. Kita sebut saja namanya Dedi yang meminta Ilham untuk
mencoba menggoda istrinya lewat telepon untuk mengetahui Apakah istrinya yang
sedang di luar sana mau atau tertarik pada bujuk rayu Ilham yang mengajak istrinya
Dedi untuk janjian bertemu di suatu tempat ternyata istrinya Joker Ayu Ilham dan
mau untuk bertemu di suatu tempat Dedi yang mendengar istrinya di dalam telepon
mau untuk menemui Ilham di suatu tempat langsung merebut HP yang ada di tangan
Ilham dan langsung mencaci maki istrinya dan sebulan kemudian akhirnya Dedi dan
istrinya pun cerai. Dari kisah di atas dapat diambil pelajaran bahwa Inception yang
dipilih yaitu metode yang tepat dan masuk akal untuk menghancurkan hubungan
suami istri.
Kisah lainnya yang bisa diambil contoh sebagai Inception kami gambarkan dalam
kisah berikut ini, yaitu seorang guru honorer dengan pendapatan yang masih belum
cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Sebut saja nama guru
honorer tersebut dengan nama Rizki yang hampir tiap hari pusing dengan pemenuhan
kebutuhan rumah tangga-nya dalam menafkahi anak dan istrinya yang ada di rumah.
Suatu hari temannya yang bernama Rudi datang ke rumah Rizki sebagai seorang pria
yang memiliki banyak uang. Rudi bahkan sering memberi Anak Rizki, banyak uang
untuk jajan, sehingga membuat Rizki kian merasa penasaran dengan pekerjaan Rudi.
94
Rudi mengajak Rizki ikut jika, ia ingin mengetahui pekerjaannya dalam menghasilkan
uang yang sangat banyak itu. Rizki pun akhirnya ikut menemani Rudi ke sebuah
komplek perumahan, di mana para penghuninya banyak yang memiliki mobil.
Rupanya Rudi yaitu seorang spesialis pencuri mobil. Dengan piawai dan cepat Rudi
berhasil membawa satu unit mobil sedan yang sedang diparkir tanpa pengawasan,
sore itu. Rizky yang hanya bertugas mengawasi di sekitar, saat Rudi beraksi,
akhirnya menerima imbalan pembayaran dari hasil penjualan mobil curian tersebut
dengan nominal yang sangat besar dalam selang waktu beberapa hari saja.
Dari pengalaman tersebut dan mudahnya Rizki menghasilkan uang besar dan cepat,
membuat Rizki tertarik untuk selalu ikut beraksi bersama Rudi. Hingga, pada suatu
titik, akhirnya Rizky pun menjadi mahir dalam mencuri mobil dan bergerak sendiri
sebagai spesialis pencuri mobil. Namun sepandai-pandainya tupai melompat
akhirnya jatuh juga, Rizki ditangkap oleh aparat kepolisian yang membuat ia dan
istrinya berpisah saat Rizki masuk ke dalam penjara.
Peristiwa kisah di atas yaitu gambaran kecil dari sebuah iming-iming penghasilan
dengan nominal yang besar dalam waktu yang cepat namun rupanya itu yaitu bujuk
rayuan dari SETAN yang berasal dari golongan manusia yang membuat ia pisah dan
bercerai dengan istrinya saat ia masuk ke dalam penjara.
Kisah di atas belum seberapa kali ini kisah seorang pria yang bernama Adit yang
dibujuk oleh temannya yang bernama Roni untuk menjual obat-obatan terlarang. Adit
yang terhimpit masalah ekonomi untuk bisa tetap menafkahi istrinya akhirnya
menyetujui tawaran Roni hingga akhirnya, ia pun ditangkap oleh Polisi, di hari
nahasnya. Selama di dalam penjara, istrinya hanya awal-awal saja membesuk
suaminya, namun beberapa bulan kemudian Adit mendapat kabar bahwa istrinya kini
tinggal bersama dengan Roni dan kumpul kebo.
Dari kisah-kisah di atas bisa dikatakan inception ini berbentuk ajakan atau iming-
iming penghasilan besar yang menyebab sehingga tercapainya suatu usaha untuk
menyingkirkan seseorang. Inception juga bisa berupa fitnah dan usaha menceritakan
sebuah cerita yang membuat seseorang menjadi khawatir dan akhirnya mengambil
tindakan gegabah yang menjerumuskan dirinya ke dalam sebuah perangkat yang telah
dipasang oleh lawannya itu.
Santet Inception melalui sugesti, bisa Anda coba dengan cara berikut cara yang sudah
kami uji dan dulu sering kami mainkan. Caranya Anda harus mengambil dua orang
teman untuk mengatakan kalimat yang sama yaitu kalimat:
"Sepertinya Anda terlihat sedang tidak sehat" atau "Sepertinya kamu mau sakit" atau
"Wajah kamu sangat pucat, sepertinya kamu mau jatuh sakit."
Anda bertiga harus mengatakan kalimat di atas pada seseorang yang Anda jadikan
target, dalam waktu yang berbeda. Pada saat pertama kali Anda mengatakan hal
tersebut, mungkin orang yang Anda jadikan target dari penanaman sugesti itu, akan
menjawab. “Saya baik-baik saja” namun saat teman Anda atau orang ketiga
mengatakan kalimat dengan ide yang sama, seperti di atas, maka ia akan mulai
percaya pikiran bawah sadarnya, sebab ia pikir sudah lebih dari dua orang yang
95
melihat dirinya seperti orang yang sedang mau jatuh sakit. Jawaban si target pada kali
ketiganya, kemungkinan besar yaitu "Iya nih, saya sedang tidak enak badan." dan
akhirnya si target mulai benar-benar merasakan tidak enak badan, dan kemudian jatuh
sakit.
Inception untuk kesembuhan juga berprinsip sama, dengan ide sebaliknya, Anda dan
beberapa teman Anda harus mengatakan kalimat "Sepertinya kamu terlihat makin
sehat-sehat saja" pada target atau seseorang yang sedang jatuh sakit dengan waktu
yang berbeda. Inception bisa disampaikan dengan cukup sekali—seperti dalam kisah
Film Inception di atas—dan bisa juga beberapa kali disampaikan pada target agar
hasilnya lebih sempurna, untuk pilihan strategi penanaman yang berbeda.
Dalam melakukan inception dengan berkali-kali, ide yang disampaikan pada target,
tidak harus berupa kalimat. Santet Inception juga bisa berupa simbol suatu serangan.
Misalkan dengan meletakkan bunga tujuh rupa atau dengan membakar kemenyan,
kemudian diletakkan di sekitar rumah target selama beberapa hari. Biasanya para
penyerang memberi Santet Inception dengan melempari depan pintu rumah
korban atau target dengan pasir atau tanah biasa, yang nantinya dikira yaitu tanah
kuburan. saat target bangun pagi hari, ia akan ketakutan saat melihat ada pasir atau
tanah kuburan di depan pintu rumahnya yang berserakan di lantainya. Perasaan
ketakutan yang timbul dari dalam diri target akan membuat target jatuh sakit, sebab
ia merasa dirinya telah disantet oleh seseorang.
Ada lagi yang membuat boneka yang dibungkus kain kafan lalu pada wajahnya
ditempel foto orang yang ingin disantet lalu digantung di suatu tempat yang mudah
ditemukan oleh orang-orang, agar menjadi heboh atau menjadi bahan perbincangan
banyak orang. Saat dibicarakan oleh banyak orang itulah maka kemudian akan
berkembang menjadi banyak cerita yang simpang-siur yang pada suatu titik akan
sampai kepada telinga target, sehingga akan tertanam sugesti atau ide tentang usaha
santet yang ditujukan pada dirinya, sehingga ia akan ketakutan, kepikiran dan
kemudian jatuh sakit.
“Allah swt. is the Highest Inceptor of all”
Hukum Logika
Dalam sejarah filsafat dan logika, Hukum logika berpikir, yaitu sebuah formulasi
fundamental yang merupakan aturan berpikir yang dianggap rasional. Secara umum,
ini telah diformulasikan sebagai rangkaian hukum terkait proses berpikir seseorang,
cara dalam menyampaikan hasil pemikirannya/berekspresi/berdiskusi, dll. Namun ide
klasik tentang hukum logika ini, kemudian telah runtuh saat ia dihadapkan dengan
metafisika, bahkan dengan science sekali pun—Quantum Mekanik/supra rasional.
Menurut Kamus 1999 Cambridge Dictionary of Philosophy, Hukum-hukum Logika
berpikir yaitu , hukum-hukum yang selaras dengan bagaimana sebuah proses berpikir
yang valid bekerja, termasuk proses berpikir deduksi. Hukum-hukum ini merupakan
aturan yang dianggap mengikat secara umum, tanpa pengecualian terhadap setiap
objek dari sebuah pemikiran. Istilah yang telah digunakan para ahli, bervariasi, akan
tetapi secara umum biasanya diekspresikan dalam 3 hukum berpikir, sbb.:
96
1. Hukum Identitas/the law of identity (ID), “Segala sesuatu yaitu identik
dengan dirinya sendiri.”
2. Hukum Kontradiksi/the law of contradiction (or non-contradiction; NC),
“Tidak ada yang memiliki sebuah kualitas dan juga—dalam waktu yang
bersamaan—tidak memiliki kualitas tersebut.” Contoh: sebuah bilangan
ganjil tidak mungkin yaitu juga merupakan sebuah bilangan genap.” Dan;
3. Hukum excluded Middle/the law of excluded middle, “Segala sesuatu yaitu
salah satu diantara i) memiliki sebuah kualitas atau ii) memiliki negasi dari
kualitas itu. Contoh: Setiap angka yaitu termasuk ke dalam salah satu di
antara i) ganjil atau ii) genap. (EM).
Pada tahun 1815-1864, ekspresi-ekspresi atas hukum logika ini, telah dipakai oleh
Boolan Algebra, sebagai dasar untuk menunjukkan theorems dalam “Logika Aljabar”
yang disusunnya, yang merupakan cabang dari Ilmu Matematika, yang pernah kita
pelajari di bangku sekolah menengah atas, sebagai “Logika Matematika” atau Ilmu
Aljabar. Sementara itu, Arthur Schopenhauer, mengekspresikan hukum logika
berpikir tersebut ke dalam 4 kategori:
1. Hukum Identitas/The law of identity—“A yaitu A”.
2. Hukum Kontradiksi/The law of contradiction. “Tidak ada yang secara bersamaan
ada dan sekaligus tiada, atau: memiliki kualitas tertentu dan sekaligus tidak memiliki
kualitas tertentu itu/Nothing can simultaneously be and not be. “A yaitu bukan
bukan A.”
3. Hukum Esklusi/The law of exclusion; atau excluded middle. “Segala sesuatu
yaitu salah satu diantara dua: begini atau bukan begini/Each and every thing either
is or is not. X yaitu A atau bukan A.”
4. Hukum Kecukupan Nalar/The law of sufficient reason." Segala sesuatu bisa
dijelaskan kenapa sesuatu itu begitu/Of everything that is, it can be found why it is.
Jika A maka B (A mengimplikasikan B).
Hukum EM (The law of excluded middle) secara logika yaitu equivalent dengan
hukum NC (The law of non-contradiction).
Hukum Included Middle/The Law of Included Middle
Included Middle pertama kali digagas oleh Stéphane Lupasco, dalam: The Principle
of Antagonism and the Logic of Energy pada tahun 1951, dikembangkan lebih lanjut
oleh Joseph E. Brenner dan Basarab Nicolescu, dan juga di dukung oleh Werner
Heisenberg. Ide atau pemikiran ini, berakar pada cabang ilmu fisika modern—
Quantum Mekanik, kemudian penerapannya dikembangkan dalam bidang lain
seperti teori informasi dan teknologi komputer, epistemology, dan teori kesadaran.
Hukum Included Middle yaitu sebuah teori hukum yang menyatakan bahwa logika
memiliki struktur yang terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama yaitu posisi
menyatakan bahwa sesuatu yaitu sesuatu/asserting something, menegasikan bahwa
sesuatu itu yaitu sesuatu/the negation of this assertion, dan posisi ketiga, yakni
bukan dua-duanya, atau dua-duanya. Lupasco melabeli ketiga posisi ini dengan: states
A, not-A, dan T. Hukum Included Middle berseberangan dengan hukum logika klasik
yang berakar dari pemikiran Aristotle— seperti yang telah kita bahas juga di atas. Di
dalam konsep logika klasik tersebut, prinsip dari NC/Non-contradiction secara
spesifik mengedepankan Hukum Excluded Middle, ketiadaan posisi tengah, tertium
97
non datur (tidak ada pilihan ketiga). Dalam konsep logika tradisional, kondisi dari
setiap proposisi yaitu : bahwa proposisi tersebut yaitu BENAR, atau TIDAK
BENAR (A atau bukan-A). Hal ini tidak bermasalah saat , keadaan subjek
pemikiran atau pengamatan memang hanya memiliki dua posisi, A dan bukan-A, akan
tetapi ternyata, ada sebagian besar posisi yang tidak dapat terwakili, dan bagian
yang tidak terwakili ini dimasukan ke dalam posisi Included Middle.
Heisenberg mengamati bahwa telah ditemukan banyak kondisi saat hukum logika
klasik, (posisi A dan bukan-A) ini kemudian terpaksa runtuh, yaitu saat hukum
logika klasik ini dihadapkan dengan apa yang disebut dengan Quantum Mekanik.
Pada skala realita makro, Hukum Excluded Middle (EM), mungkin terlihat masih
berlaku. Apakah artikel itu ada di atas meja, atau tidak ada artikel di atas meja. Tidak
ada posisi ketiga. Namun kemudian, realita mikro Quantum Mekanik pun ditemukan,
di dalamnya ada ide-ide tentang superposisi dan probabilitas, dimana kedua posisi
tersebut sungguh terjadi.
Kasus kucingnya Schrödinger sekaligus memiliki dua kondisi/superposisi, sang
kucing mati DAN sang kucing hidup, sampai seorang pengamat/observer
menyebabkan kondisi superposisi itu kemudian collapsed/rubuh dan berubah
menjadi hanya satu kondisi saja—hidup atau mati. Kemudian, sebuah logika baru
dibutuhkan untuk menjelaskan superposisi sebagai kemungkinan posisi ketiga ini,
munculah istilah Included Middle. Kata“middle” di sini, bukan dalam makna posisi
di tengah di antara posisi A dan posisi bukan-A, bahwa: “Sebagian artikel ada di atas
meja dan sebagian artikel tidak ada di atas meja”, namun menunjukkan sebuah posisi
ketiga, yaitu sebuah posisi yang sekaligus memiliki posisi A dan posisi bukan-A,
sebuah superposisi. Ini merupakan sebuah konsep logika yang sungguh mengguncang
tentang realita, sebagaimana Quantum Mekanik telah mengguncang para ilmuwan
papan atas termasuk Albert Einstein dan Stephen Hawking. Posisi A dan posisi bukan-
A, dalam waktu yang bersamaan, berada di dalam sebuah level realita, meskipun
kedua posisi ini merupakan dua buah kemungkinan yang saling bertentangan.
Kucing Schrödinger merupakan ihktisar perbedaan antara Fisika Klasik
(Newtonian), Interpretasi Copenhagen tentang Quantum Mekanik, dan interpretasi
yang lainnya tentang Quantum Mekanik. Seekor kucing ditaruh di dalam sebuah
kotak. Di dalam kotak itu juga dipasang sebuah alat yang bisa melepas gas beracun,
yang akan segera membunuh si kucing sesaat jika gasnya dilepaskan. Apakah alat
tersebut melepaskan gas beracun itu atau tidak, tak ada yang bisa mengetahuinya
secara pasti. Kotaknya kemudian ditutup rapat, dan percobaan tersebut dimulai.
Beberapa saat kemudian, kemungkinannya berarti ada dua, gas tersebut sudah
dilepaskan alat itu atau tidak. Pertanyaannya yaitu , tanpa melihat, apa yang telah
terjadi di dalam kotak tertutup tersebut? Menurut fisika klasik, kondisi si kucing
yaitu antara hidup atau mati, kita tinggal membuka kotaknya dan melihatnya. Akan
tetapi menurut Quantum Mekanik, situasinya tidak sesederhana itu. Interpretasi
Copenhagen tentang Quantum Mekanik—silahkan Anda lihat juga, sub-bagian
Interpretasi Copenhagen dan Double Slit Experiment/Percobaan Dua Celah, masih
di bagian 2 artikel ini— mengatakan bahwa kondisi si kucing berada dalam posisi
limbo, atau apa yang para ahli fisika modern sebut dengan superposisi, yang
direpresentasikan oleh fungsi gelombang, yang memiliki kemungkinan bahwa si
kucing masih hidup DAN juga kemungkinan bahwa si kucing sudah mati. saat kita
98
melihat ke dalam kotak, salah satu dari kedua kemungkinan/possibility ini mewujud,
dan kemungkinan yang lainnya menghilang.
The Law of Inclusive Middle
Tentang logika berpikir, ini yaitu sebuah axiom—sebuah pernyataan yang benar,
yang bisa dijadikan sebuah bahan untuk diskusi dan argumentasi lebih lanjut—atau
sesuatu yang telah terbukti kebenarannya, sebelumnya hal ini bersifat intuitif—
seperti tentang keberadaan Black Hole, sampai kemudian terbukti bukan hanya teori
semata—kemudian sekarang telah terbukti secara Ilmu Fisika Modern, dalam
cabangnya: Quantum Mekanik, dimana hukum-hukum logika pun kemudian rubuh.
Realita Quantum Mekanik telah meruntuhkan Hukum Logika berpikir. Ada sebuah
hukum yang telah terbukti menjadi salah satu aspek dari Quantum Mekanik, The Law
of Inclusive Middle—Konsep Buddism dalam tatanan Logika Jungian termasuk pula
di dalamnya. Hukum ini mengatakan, “Something can be something and not be that
thing at the same time/sesuatu bisa menjelma menjadi sesuatu itu dan juga bukan
sesuatu itu dalam saat yang bersamaan.”Cahaya bisa menjelma sebagai gelombang
dan partikel. Gelombang dan partikel merupakan hal yang berbeda. sebab
gelombang lebih seperti garis sedangkan partikel merupakan point/titik. Garis bisa
juga terdiri dari banyak titik yang membentuk sebuah garis, namun garis bukanlah
titik. Jadi, saat sesuatu yaitu sebuah titik, dan menyatu pada suatu saat, Anda akan
mendapatkan included middle, BUKAN inclusive middle, sebab jika kondisinya
menyatu, itu berarti sesuatu itu yaitu , “Sesuatu, dan sekaligus yaitu sesuatu yang
lainnya, pada saat yang bersamaan.”
Kaum Asyaris memakai hukum ini—the Law of Included middle—dalam salah satu
formasinya, sebab saat kita berbicara tentang Tuhan, Tuhan yaitu sesuatu yang
transcendental. Dia berada di luar semua kategori, meskipun Dia berada dalam
lingkup beberapa logika-terkait dalam upaya manusia memahami-Nya. Namun
bahkan saat kita pemakaian logika-teologi sekali pun, pada suatu titik teologi
logika ini pun akan juga runtuh—jadi tepatnya yaitu : semua logika akan runtuh jua
pada akhirnya.
Salah satu contoh The Law of Included Middle terkait ini yaitu , God is neither
connected nor disconnected from his creation/Tuhan yaitu sekaligus, tidak
terkoneksi dan tidak tidak-terkoneksi dengan segala makhluk ciptaan-Nya. Jadi, kaum
Asyari, mengatakan bahwa Allah yaitu : neither connected nor disconnected, jangan
posisikan Dia dalam salah satu posisinya, sebab keduanya bersifat
problematik/paradoxical. Jadi mereka mengatakan bahwa:“neither nor/bukan ini dan
bukan pula itu”, hal ini sekaligus meruntuhkan: The law of the inclusive middle dan
The law of non contradiction, sebab jika kita mengatakan bahwa, God is connected
to his creations/Tuhan terkait dengan ciptaannya, itu berarti sama saja dengan kita
mengatakan bahwa, “sesuatu yang corruptible yaitu bagian dari sesuatu yang
incorruptible atau the Divine/Tuhan”. sebab manusia memang diciptakan dengan
fitrah: corruptible/korup. Kemudian, jika kita mengatakan, “disconnected/tidak
terkait”, ini berarti bahwa kita memiliki eksistensi yang terpisah dari sisi Tuhan.
Itulah kenapa, mereka kemudian memilih untuk mengatakan bahwa, “God is neither
connected nor disconnected”, ini yaitu sebuah pemikiran yang supra-rasional, yang
kemudian akan menarik kita keluar dari realitas Newtonian Physics, dan memasuki
99
realitas Quantum Physics, sebuah realita dimana logika telah ambruk, sebab tidak
semua hal ternyata terikat dengan logika—lihat bagian Quantum Mekanik di artikel ini.
Bagian 8: Mekanisme Terjadinya Santet (Cara Santet Bekerja)
Santet dengan Bantuan Jin
Santet dengan pemakaian jin yaitu upaya seseorang untuk mencelakai orang lain
dari jarak jauh dengan pemakaian ilmu hitam. Santet dilakukan pemakaian
berbagai macam media antara lain: rambut, foto, boneka, dupa, rupa-rupa kembang,
paku dan lain-lain. Seseorang yang terkena santet akan berakibat cacat atau
meninggal dunia. Santet sering dilakukan orang yang memiliki dendam sebab
sakit hati kepada orang lain.
Santet Tradisional
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata santet berarti sihir, dan santet dengan cara
tradisional identik dikenal dengan perbuatan memasukkan benda seperti paku, silet
bahkan jarum ke dalam tubuh seseorang dengan perantara atau bantuan jin. Perbuatan
santet dengan memakai bantuan jin amatlah dilarang oleh agama, sebab sebenarnya
jin yang dimintai bantuan amatlah tidak memberi manfaat pada si pemohon
bantuan.
Telah dinyatakan dengan sangat jelas sekali bahwa jin yang diminta bantuan oleh
seorang manusia tidaklah membawa mudharat atau manfaat, bahkan bisa jadi
sebenarnya jin tidak memasukkan suatu benda ke dalam tubuh seseorang. Bahkan
bisa jadi juga, jin itu hanya memperlihatkan wujud bola api saja yang terbang menuju
seseorang yang akan menjadi korbannya tanpa membawa benda-benda seperti silet,
jarum dan sebagainya untuk menyakiti targetnya. Lalu bagaimana bila hal itu benar-
benar terjadi? Bagaimana bila memang ada jin yang berhasil memasukkan benda ke
dalam tubuh seseorang? Jawabannya di antaranya yaitu sebagai berikut:
- Semua yaitu atas izin atau kehendak Allah swt. Artinya memang ada peran Allah
dalam hal apa pun di alam jagad raya ini.
- Semua yang terjadi itu melalui hukum atau ketetapan yang telah di tetapkan oleh
Allah swt. Bila Anda pikir itu tidak mungkin atau melawan hukum-hukum ketetapan
yang telah Allah buat, maka itu artinya ada hukum atau ketetapan yang belum Anda
pelajari.
- Allah swt. Maha Berkehendak, hal apapun bisa menjadi kenyataan bagi Allah dan
tidak ada yang mustahil bagi-Nya.
- Hadist Qudsi yang mengatakan, "Aku (Allah swt) yaitu persis seperti persangkaan
hambaKu kepadaKu."
Meminta bantuan jin untuk menyantet seseorang dengan cara santet tradisional
yaitu sama halnya dengan mengadakan perjanjian atau kesepakatan pada syaitan.
Kesepakatan ini tentunya berimbas pada sebuah transaksi jual-beli, dimana Anda
100
tidak akan mendapatkan bantuan syaitan secara gratis, Anda harus tetap
membayarnya, dengan harga paling mahal. Dan jika Allah mengizinkan itu terwujud,
maka itu merupakan sebuah berita paling buruk yang sampai ke tangan Anda, Allah
swt. telah mengijinkan Anda untuk menjadi kafir, naudzubillah.
Anda tentu saja tidak menginginkan hal seperti ini terjadi—jika Anda orang yang
beriman—mengadakan perjanjian dengan syaitan apalagi harus memakai ritual
untuk meminta bantuan pada bangsa jin, dan dengan itu berarti telah menghianati al-
Quran dan al-Hadis. Tentu tidak, kami pun tidak akan membawa anda pada ranah
seperti ini, kami akan memperkenalkan sebuah jenis santet baru, bisa dikatakan
sebagai santet jenis hybrida, yang lebih masuk akal untuk Anda pelajari dan dapat
membantu Anda dalam memahami khasanah begitu dahsyatnya kekuatan pikiran
bawah sadar bila Anda mau mempelajari dan mengembangkan kekuatan pikiran
bawah sadar yang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan bahkan
dapat menghancurkan. Sihir terlarang—yang diajarkan kedua malaikat Harut dan
Marut yang diturunkan di negeri Babilonia bahkan jauh sebelum jamannya Nabi
Sulaiman as.—seperti yang telah disampaikan oleh malaikat Harut-Marut sebelum
mengajarkan sihir itu pada orang yang mereka temui, mereka mengatakan, "Ini
yaitu cobaan." Cobaan bagi orang-orang yang menemui sesuatu atau ilmu yang
menjadikan ia memiliki kekuasaan/power atas hidup orang lain, seperti pepatah yang
mengatakan "power tend to corrupt/Kekuasaan cenderung dikorupsi."
Kedamaian akan tercipta bila kekuasaan ada di tangan yang baik dan orang-orang
yang takut akan Tuhannya. Orang-orang yang pemakaian kekuasaan dengan baik
dan tepat akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi dirinya dan orang
lain. Namun sebaliknya, bila kekuasaan berada di tangan orang yang tidak tepat dan
jahat, maka ia sendiri akan menemui kehancuran dan parahnya lagi dapat merugikan
orang lain yang ada disekitarnya. Kami sangat berharap bahwa ilmu yang kami
tuangkan disini dapat bermanfaat bagi kebanyakan orang,




