Santet 5


 cewa 

 

setelah mendapati barang yang telah dipinjam ternyata rusak. Ini bukan salah si 

peminjam barang atau pun jasa Anda, namun ini yaitu  suatu hukum atau sunatullah 

yang memang mengikat pada diri manusia di muka bumi ini.  

 

Hukum Keberhakan yaitu  suatu hukum yang sangat mudah dipahami, berasal dari 

kata hak yang diambil dari bahasa Arab yakni “Haq” yang artinya benar. Jadi bila 

Anda memberi  atau meminjamkan pada orang yang belum berhak atau tidak 

berhak, maka barang tersebut pastilah akan hilang, rusak atau hancur. Tindakan 

memberi  pinjaman atau memberi  barang atau jasa pada orang yang tidak 

berhak yaitu  suatu tindakan yang salah dan memberi  atau meminjamkan barang 

atau jasa pada yang berhak yaitu  tindakan yang benar (Haq). 

 

Ki Ngawur pernah membeli sebuah playstation yang akan ia gunakan untuk 

menghibur anak-anak asuhnya di padepokannya. Niat baiknya membelikan 

playstation agar mereka betah main dan membantu pekerjaan Ki Ngawur di 

Padepokannya. Namun baru saja 3 hari dimainkan oleh anak-anak asuhnya, 

playstation tersebut rusak dan tidak menyala, entah mengapa dan apa yang membuat 

rusak. Setelah beberapa hari kemudian Ki Ngawur menyadari bahwa playstation yang 

rusak disebabkan oleh adanya Hukum Keberhakan. Anak asuhnya memang belum 

berhak mendapatkan dan memainkan playstation tersebut, meskipun mereka telah 

membantu pekerjaan Ki Ngawur di padepokan, namun setelah adanya playstation 

mereka menjadi malas bekerja dan lagi mereka yaitu  anak-anak kampung di 

pedalaman yang belum bisa menghargai dan merawat playstation dengan baik. 

Bawah sadar mereka lebih merasa berhak memainkan permainan kampung, seperti 

petasan yang terbuat bambu atau petasan lodong, permainan ketapel, permainan 

lompat karet dan permainan-permainan tradisional lainnya.  

 

Contoh kasus lainnya yaitu  beberapa pegawai Ki Ngawur yang mengalami kejadian 

yang sama, di waktu yang berbeda. Kejadiannya yaitu  pegawai yang bernama 

Sofyan yang berasal dari pedalaman di banten diberikan Smartphone Blackberry yang 

baru dipakai sehari dan pada hari keduanya hilang terjatuh saat naik sepeda motor. 

Sofyan terlihat sedih dan akhirnya kami memutuskan untuk meminjamkan Blackberry 

yang serupa milik Ki Ngawur kepada Sofyan. Belum ada sebulan Blackberry 

digunakan oleh Sofyan, terlihat tombol Blackberrynya mulai ronto satu persatu dan ia 

harus pemakaian  potongan sapu lidi untuk menekan tombol-tombol tersebut. 

Kejadian yang serupa juga dialami oleh pegawai Ki Ngawur yang bernama A’an, 

handphone yang diberikan oleh Ki Ngawur belum lama digunakannya langsung 

rontok satu-persatu tombolnya dan harus pemakaian  potongan sapu lidi untuk 

menekan tombol-tombol tersebut. Untungnya Ki Ngawur hanya memberi  

handphone yang lebih murah pada A’an, namun memiliki banyak fungsi seperti 

menyetel TV, radio, musik, dan lainnya. Apakah itu suatu kebetulan? Bukan, ini 

yaitu  Hukum Keberhakan telah bekerja. 

 

Setelah Ki Ngawur melihat jenis handphone seperti apa saja yang digunakan oleh 

teman-teman kampungnya Sofyan dan A’an, ternyata memang handphone Sofyan dan 

A’an jauh lebih baik dari handphone yang digunakan oleh kawan-kawannya di 

kampung. Kawan-kawannya kebanyakan memakai handphone Nokia jadul dan ada 

juga yang buatan china yang sangat murah dengan merk yang tidak terlalu diminati di 

kota. Mereka membeli handphone dari kawannya yang memang sedang butuh uang, 

dengan harga sekitar Rp 25.000 hingga Rp 50.000 dan kesamaannya yaitu  rata-rata 

handphone kawan-kawannya pada rontok semua tombolnya. Fakta diatas sangatlah 

jelas bahwa diam-diam bawah sadarnya Sofyan dan A’an merasa tidak berhak 

memiliki handphone yang bagus. Bawah sadarnya merasa tidak berhak sehingga 

membuat handphone miliknya menjadi setara dengan kawan-kawannya. 

 

Hukum Keberhakan juga berlaku pada jasa dan tidak hanya pada barang. Kejadian ini 

bermula pada tetangga kami yang ingin diantarkan ke Cianjur untuk menjumpai anak-

anaknya dengan pemakaian  mobil milik kami. Mengetahui keberadaan Hukum 

Keberhakan, Nyi Damar meminta tetangga kami tersebut agar merasa berhak 

diantarkan ke Cianjur dengan membantu Ki Ngawur memasang keramik pada toilet 

rumah Ki Ngawur. Namun sampai hari yang ditunggu-tunggu, tetangga tersebut tidak 

juga mengerjakan syarat tersebut, namun ia datang tiga hari kemudian dengan 

mengatakan meminta Ki Ngawur untuk mengantarnya ke Cianjur. Ki Ngawur dan 

Nyi Damar menolak dan sangat sulit menjelaskannya pada dia tentang Hukum 

Keberhakan tersebut. Menurut Anda, apa yang terjadi di jalan menuju Cianjur bila 

yang diantarkan yaitu  orang yang tidak berhak? Tentu saja, kecelakaan atau 

sejenisnya yang membuat Ki Ngawur dan Nyi Damar bisa merasa kesal sepanjang 

jalan. 

 

Hukum Fitrah  

 

Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa tubuh kasar kita ini tunduk pada fitrah kita sebagai 

manusia. Kita hanyalah makhluk spiritual yang terbungkus di dalam jasad yang kasar 

dan bila kita sadari semakin jauh, bahwa tubuh kita inipun merupakan makhluk 

tersendiri yang kita gunakan sebagai kendaraan selama hidup di dunia. Tubuh kita 

yang terdiri dari milyaran sel, dan sel itu sendiri yaitu  makhluk yang hidup lagi unik, 

hasil pertemuan antara sel telur dengan sel sperma yang menghantarkan jutaan bahkan 

milyaran data yang diperlukan untuk pembentukan tubuh kita yang sempurna.  

 

Bayangkan saja, untuk pembentukan telapak tangan saja, berisi banyak data untuk 

membentuk bagian telapak tangan, seperti data telapak tangan yang terdiri dari lima 

buah jari, masing-masing jari memiliki data ukuran yang berbeda, berikut bentuk jari-

jari itu sendiri, dimana ada jari kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk dan 

jari jempol. Masing-masing jari memiliki data sidik jari yang berbeda, bahkan ada 

data dari bentuk kuku dan jumlah tulang pada jari telapak tangan. Semua data itu 

tersimpan dalam sel sperma yang sangat kecil sekali namun bisa mengantongi sekian 

banyak data yang bahkan tidak mampu ditandingi oleh peralatan modern canggih apa 

pun di dunia ini. Itu pun baru contoh kecil dan seputar telapak tangan yang sangat 

terinci dan banyak sekali data yang diperlukan untuk membentuk telapak tangan.  

 

Lantas bagaimana dengan data yang diperlukan untuk membentuk satu tubuh 

manusia? Bisa dipastikan bahwa diperlukan banyak data dan canggihnya lagi 

itubsemua tersimpan dalam satu sperma yang ukurannya sangat kecil tersebut. 

Tubuh kita bisa dikatakan yaitu  makhluk yang kita tumpangi, makhluk yang tunduk 

pada tuhannya, yang akan mengadu pada Tuhan saat dia menjadi saksi di akhirat 

nanti. Menjadi saksi atas perlakuan kita terhadap tubuh kita sendiri yang kita gunakan 

selama hidup di dunia. Peristiwa saat tubuh kita menjadi saksi selama hidup di dunia 

dilukiskan di dalam ayat al-Quran, sebagai berikut: 

“Sehingga jika  mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit 

mereka menjadi saksi terhadap apa yang telah mereka lakukan. Dan mereka berkata 

kepada kulit mereka, 'Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?' (Kulit) mmreka 

menjawab, “Yang menjadikan kami dapat berbicara yaitu  Allah, yang (juga) 

menjadikan segala sesuatu dapat berbicara, dan Dialah yang menciptakan kamu 

yang pertama kali dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.”—QS. Fussilat: 20-

21). 

 

“Pada hari, (saat ) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka 

terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” —QS. An-Nur: 24 

 

Dari ayat-ayat di atas, maka tampaklah dengan sangat jelas bahwa tubuh kita 

bukanlah kita, melainkan makhluk yang berdiri sendiri yang tunduk pada pengaturan 

penciptanya. Pengaturan pada ciptaannya inilah yang disebut sebagai fitrah—the 

origin of the human’s nature—yang ada di dalam diri manusia, seperti yang 

dijelaskan dalam ayat berikut:  

 

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); sesuai fitrah 

Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada 

perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan 

manusia tidak mengetahui.”—QS. Ar-rum: 30 

 

Dalam ayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Allah swt. Sangat mengetahui 

perihal manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya. Allah mengetahui mana yang baik dan 

buruk untuk manusia. Allah telah menanamkan fitrah yang berisi perjanjian manusia 

dengan Allah yang terukir dengan “pena” Allah yang di permukaan kalbu dan lubuk 

fitrah manusia, di atas permukaan hati nurani serta di kedalaman perasaan batiniah. 

Dalam al-Quran Allah berfirman, 

 

“Dan (ingatlah) saat  Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang), anak 

cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka 

(seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?' Mereka menjawab, 'Betul 

(Engkau Tuhan kami), kami bersaksi (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari 

Kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya saat  itu kami lengah terhadap ini.” 

—QS. al-Araf: 172 

 

Fitrah yang berisi perjanjian kita dengan Allah yaitu  berupa aturan-aturan yang 

diperuntukkan demi kebaikan manusia itu sendiri. Aturan-aturan ini yaitu  batasan-

batasan yang tidak boleh dilampaui oleh manusia, dan bila kita melampaui batasan-

batasan tersebut, maka kita tidak sekedar mendapatkan hukuman di akhirat saja, 

melainkan juga di dunia.  

 

“Mereka tidak mampu menghalangi (siksaan Allah) di Bumi, dan tidak ada bagi 

mereka penolong selain Allah. Azab itu dilipatgandakkan kepada mereka. Mereka 

tidak mampu mendengar (kebenaran) dan tidak dapat melihat (nya).”—QS. Hud:20 

 

Fitrah yang berisi aturan-aturan yang tidak boleh dilampaui oleh manusia yaitu  al-

Quran dan al-hadis itu sendiri. Bisa dikatakan bahwa al-Quran yaitu  artikel  petunjuk 

untuk manusia agar selamat di dunia dan di akhirat. Al-Quran telah tertanam di setiap 

hati manusia, sesuatu yang bisa dikatakan kebenaran mutlak atau benarnya kebenaran 

itu sendiri. Para Nabi datang untuk kembali MENGINGATKAN perjanjian kita 

dengan Tuhan kita. Perjanjian yang berisi agar kita selalu kembali pada setingan awal 

atau fitrah kita sebagai manusia. Mengingatkan kita agar pemakaian  tubuh kita ini 

sesuai pada fungsinya yang awal demi kebaikan kita sendiri dan orang banyak.  

 

Bila diibaratkan tubuh kita sebagai komputer atau HP Pintar, maka al-Quran bisa 

diibaratkan artikel  petunjuk atau “menu help” dalam pemakaian nya. Dalam konsep 

Islam, kita akan menjalani siklus tahunan untuk mengembalikan kita pada setingan 

awal kita—re-aligning, dan itu ada di Bulan Ramadan dan puncaknya ada di hari 

kemenangan atau Idul Fitri, di mana kita kembali pada fitrah atau setingan awal itu 

tadi, setelah sebulan penuh memperbaharui, mengupgrade keimanan kita dan 

membersihkan diri kita dari virus-virus yang menggerogoti kualitas keimanan kita.  

 

Fitrah yaitu  keberserahan diri secara total pada sang pencipta, hanya itu satu-

satunya jalan agar umat manusia tidak tenggelam dalam samudera kehidupan yang 

bergelora. 

 

Affirmasi yang Tidak Selaras dengan Fitrah  

 

“Affirmation without proper action is the beginning of delusion.”—Jim Rohn 

 

Mantra atau afirmasi yaitu  pernyataan positif atau negatif yang memicu  energi 

rasa tertentu sehingga bisa mempengaruhi pikiran dan rasa seseorang jika  

diucapkan dengan resmi, sungguh-sungguh, dengan disiplin dan teknik tertentu. Rasa 

merupakan salah satu bentuk energi yang bisa menggugah seseorang untuk 

melakukan serangkaian aksi tertentu, dan aksi inilah yang akan mendatangkan hasil 

baik itu sesuai dengan yang ia inginkan atau bahkan lebih baik dari yang ia inginkan.  

 

Louise Hay yaitu  salah seorang world-renowned teacher dan termasuk penggagas 

awal praktik afirmasi positif untuk self-healing. Hay berpendapat bahwa afirmasi bisa 

berupa kalimat apa pun yang kita ucapkan atau pikirkan, yang dapat membuka 

gerbang bawah sadar untuk mewujudkan isinya menjadi kenyataan dalam hidup 

Anda. Afirmasi sebaiknya selalu dijaga agar selalu positif dan terus diulang, dan 

berbentuk present tense atau kalimat yang menyatakan keadaan waktu sekarang. 

 

Sementara Jim Rohn, terlihat kurang terlalu meyakini kefektifan dari teknik afirmasi 

ini. Menurutnya, afirmasi tanpa aksi yaitu  permulaan dari sebuah delusi. “Hidup 

saya semakin bertambah baik dari hari ke hari, bagaimana kalau tidak demikian?” 

Kritiknya.  T Harv Eker, sebagai seorang master pengembangan diri yang merupakan 

salah satu murid dari Jim Rohn sepertinya sedikit terpengaruh oleh pendapat Jim 

Rohn tersebut, sehingga ia membedakan afirmasi dengan deklarasi. Namun 

penjelasannya mengenai perbedaan tersebut, tidak dapat kami pahami dengan jelas. 

Menurut Eker, afirmasi berbeda tipis namun profound dari teknik deklarasi yang 

diusungnya. Perbedaannya terletak pada officiallity atau keresmian dari sebuah 

deklarasi dibandingkan afirmasi. Padahal Louise Hay memiliki banyak afirmasi yang 

dimulai dengan kata, “I declare ....” atau “Saya mendeklarasikan ....”  

 

 Affirmasi yaitu , setiap pernyataan yang mendukung, tindakan atau perkataan yang 

bisa memicu  suatu dorongan untuk mengubah sesuatu dalam diri kita, yang bisa 

memicu  hasil seperti yang tersirat atau tersurat pada maksud dari affirmasi 

tersebut.  

 

Affirmasi yang tidak sesuai dengan fitrah kemanusiaan akan sangat sulit untuk dapat 

terwujud. sebab  fitrah yaitu  pemrograman paling mendasar, dan paling kuat yang 

membuat kita disebut manusia. Dan sebab  fitrah itu pada hakikatnya berarti berserah 

diri sepenuhnya—full submission—pada segala kehendak dari Allah swt. maka 

hakikat dari afirmasi itu sendiri sama dengan sebuah doa. Apa pun bisa dikabulkan 

Allah, baseline-nya ini, bukan afirmasinya namun dikehendaki-Nya juga. Setiap bayi 

yang lahir, diprogram oleh orang tua atau walinya untuk dapat menjadi apa pun, dan 

membentuk karakter seperti apa pun, namun ada program default bawaan sejak lahir, 

yang membuat kakak beradik memiliki karakter yang berbeda meskipun memiliki 

orang tua yang sama dan disekolahkan di sekolah yang sama. Kembar identik saja, 

memiliki karakter masing-masing yang berbeda.  

 

“Saya akan memiliki sebuah sayap, dan terbang seperti burung.” 

 

Affirmasi, atau mantra atau doa, akan memicu  sebuah pemikiran tertentu di 

benak kita, pemikiran akan berubah menjadi, perasaan, perasaan akan mendorong 

seseorang untuk melakukan suatu tindakan, dan tindakan inilah yang akan 

mendatangkan hasil. Demikian, sebab akibat berubahnya sebuah affirmasi menjadi 

sebuah hasil tertentu.  

 

Antara perasaan dan terwujudnya sesuatu yang memicu  perasaan tertentu pun 

hakikatnya bersifat paradoxical, mana duluan perasaan senang memiliki sebuah 

bisnis yang sukses, atau suatu affirmasi yang memicu  sebuah perasaan memiliki 

sebuah bisnis yang sukses, kemudian bisnis yang sukses itu segera datang dalam 

kehidupan kita untuk melengkapi perasaan itu? Pertanyaan paradoxical-nya yaitu  

mana duluan? Tertulis di kitab takdir dulu, bahwa kita memang akan memiliki sebuah 

mobil impian, kemudian tersirat ingin mempelajari kekuatan sebuah affirmasi sebagai 

salah satu usaha mewujudkannya, atau apakah kita bisa memiliki sebuah mobil sebab  

kita bisa membelok-belokan  sebuah takdir: dari tidak memiliki sebuah mobil idaman, 

menjadi memilikinya—lompat dari garis takdir yang satu ke takdir yang lain? Kami 

rasa kita tak akan pernah tahu jawabannya—Paradox Takdir. Dalam konsep 

terkabulnya sebuah doa, seorang syaikh menjelaskan bahwa, “Setiap doa pasti akan 

dikabulkan Tuhan, sebab  kita berdoa pun yaitu  termasuk dalam sebuah rentetan 

takdir akan terkabulnya doa itu.”  

 

Core believe, yaitu  segala sesuatu yang kemudian menempel pada fitrah 

kemanusiaan itu sendiri. Keyakinan beragama yang Anda pilih, jika Anda sungguh 

meyakininya, maka itu yaitu  sebuah core believe bagi Anda. Affirmasi apa pun yang 

bertentangan dengan nilai-nilainya, maka ia tak akan bisa masuk menancap ke dalam 

bawah sadar Anda, sebab  akan di negasikan oleh sesuatu yang lebih kuat, kalah 

nancep. 

 

Mana yang lebih dulu, informasi dari kitab takdir, atau kah dari kekuatan pikiran dan 

doa untuk mengubahnya?—Paradox Takdir 

 

 

 

 87 

Hukum Nurani 

 

Sebenarnya kita tidak perlu lagi untuk membuka kamus besar untuk memahami arti 

dari nurani. Ada bagian di hati langsung berbisik halus, “Itu aku.” Oh, benar ... Anda 

benar, ada yang telah terbunuh di rongga-rongga dada tertentu, tapi jelas bukan milik 

kita. Milik kita masih hidup, itulah sebabnya kami menulis artikel  ini dan kemudian 

Anda tarik ke tangan Anda sekarang. Untuk itu, kami ucapkan sekali lagi pada Anda, 

“Terima kasih dan salam kenal.” Namun ada baiknya, kami bukakan sekali lagi 

kamus besarnya untuk Anda, siapa tahu Anda memang belum pernah melakukannya 

untuk kata nurani. Menurut  KBBI, arti nurani yaitu  1) Kata sifat, (segala sesuatu 

yang) berkenaan dengan atau (ber) sifat CAHAYA. 2) Kata benda, lubuk hati yang 

paling dalam. Menurut kami, kedua makna tersebut saling berkaitan, sebab  di lubuk 

hati paling dalam itulah bersemayamnya cahaya, dari Sang Pemberi cahaya. Cahaya 

selalu berkonotasi dengan kebaikan, sebab  lawan kata cahaya─dalam berbagai 

bentuk dan sumbernya─yaitu  kegelapan. Jadi nurani yaitu  cahaya kebenaran, dan 

kebenaran itu yaitu  yang sesuai dengan kebenaran FITRAH kita sendiri.   

 

“Fitrah is the origin of the human’s nature.”—Syaikh Hamza Yusuf Hanson 

   

Fitrah itu sudah terimprint dalam diri kita, sementara Nurani yaitu  tempat di mana 

monitoring, and control panel punishment sistem berada─sistem navigasi, mercu 

suar─terhadap KESELARASAN akan segala tindakan kita dengan fitrah kita. 

Serangkaian KONSEKUENSI atas segala tindakan yang tidak selaras dengan fitrah 

pun telah terimprint di sekujur sistem tubuh dan jiwa kita, nurani ada untuk 

mengingatkan dan menerangi jalan kita, agar kita bisa selalu SELAMAT sentausa—

tidak tenggelam dalam samudera kehidupan. 

 

“Agama itu din, atau jalan dan fitrah itu sesuai agama yang benar, nurani bertugas 

menerangi jalannya.”  

 

Suara Batin, Suara Kebenaran 

 

Orang-orang yang telah kembali pada fitrahnya sebagai manusia akan selalu dapat 

mendengar suara kebenaran di dalam hatinya dengan sangat jelas. Suara hati tersebut 

dikatakan sebagai suara nurani yang terdengar dengan sangat jelas dan seolah ia 

berteriak mengingatkan setiap kali kita berencana atau melakukan suatu tindakan 

yang melanggar sisi kemanusiaan. Bahkan suara nurani atau suara hati tersebut juga 

sering memberitahukan kepada kita akan apa yang akan terjadi ke depannya, 

semacam firasat yang memberitau kepada kita akan apa-apa yang akan terjadi, dan dia 

menyarankan kita untuk segera melakukan sesuatu untuk mencegah kerugian lebih 

lanjut sebab nya. 

 

Orang-orang yang sudah sulit mendengarkan apa yang dikatakakan oleh hati, atau 

sudah tidak bias membedakan apa yang ia dengar, apakah itu nurani, ego atau dari 

yang batil, sama saja bisa dikatakan bahwa ia telah mulai menghilangkan sisi 

kemanusiaannya. Suara hati atau nurani bisa jadi juga telah meninggalkan kita bila dia 

terlalu sering kita abaikan, sehingga tanpanya kita dapat dikatakan bukan lagi menjadi 

sesosok manusia yang utuh. Jiwa yang sudah kehilangan sisi kemanusiaannya akan 

turun derajat menjadi bahkan lebih sesat dibandingkan  binatang. sebab  manusia bisa 

menjadi seperti “sleep-walker” (lengah), kehilangan kesadaran dalam hidupnya, 

 88 

keilangan kewaspadaan. Kami bahkan tidak pernah melihat seekor binatang tanpa 

kewaspadaan demi mempertahankan hidupnya, mereka selalu awas dari segala 

macam bahaya yang bisa mengancam hidup mereka. Dalam al-Quran dijelaskan,  

 

“Dan perumpamaan bagi (penyeru) orang yang kafir yaitu  seperti (penggembala) 

yang meneriaki (binatang) yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. 

(Mereka) tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti.” (QS. al-Baqarah: 171) 

 

“Dan sungguh, kami akan isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan 

manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-

tanda kekuasaan Allah), dan mereka memiliki  telinga (tetapi) tidak 

dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan 

bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” —QS. al-Araf: 

179 

 

Perumpamaan yang diberikan Tuhan kepada orang-orang yang lengah, telah 

mengabaikan sisi kemanusiaan, kebenaran dan suara hatinya diibaratkan sebagai lebih 

sesat dibandingkan  hewan. 

 

Sangat lantang dalam mengingatkan kita bila sedang berada pada jalan yang 

menyimpang. Suara batin semakin jelas terdengar saat kita sudah berhasil 

menyingkirkan ego (keakuan), dan keinginan kita. Melalui latihan yang cukup 

panjang dalam meditasi rutin, serta melatih kesabaran kita.  

 

Suara batin yaitu  seperti suara yang keluar dari mulut kita, suara yang mengeluarkan 

kata-kata kebenaran dengan terlebih dahulu menjalani latihan sehari-hari untuk tidak 

mengeluarkan perkataan yang buruk dan kasar, sama artinya dengan menahan 

amarah, menahan pembicaraan kotor, menahan perkataan yang bisa menyinggung 

orang lain dan diri sendiri, yang melebihi batas. Allah tidak menyukai orang-orang 

yang melampaui batas. Batasan-batasan inilah yang disebut dengan FITRAH itu 

sendiri. 

 

Suara kebenaran merupakan suara Tuhan. Kebenaran datang dari sisi Tuhan, yang 

menyentuh hati kita yang saat itu sedang dalam keadaan rindu pada-Nya Yang Maha 

Pengasih. Pada tahap ini, terasa sekali kedekatan kita pada Tuhan dan membuat kita 

selalu ingin memuji nama-Nya tiada henti, di saat ini pula kita seperti sedang diawasi, 

seperti juga sedang dilindungi, terjadinya sebuah konektivitas antara kita dengan 

Tuhan kita, suara yang terdengar secara bertahap sesuai dengan tingkatan amalan kita, 

di antaranya yaitu  sebagai berikut: 

 

1. Suara Pikiran. Suara pikiran itu berasal dari pemikiran kita sendiri saat kira 

sedang berpikir, suaranya hasil dari kehendak kita sendiri dan suaranya 

terdengar sama persis dengan suara yang keluar dari mulut kita atau dari 

perkataan orang lain yang telah terekam di dalam pikiran dan kita munculkan 

kembali secara sadar atau pun tanpa kita sadari. 

 

2. Suara Hidayah atau Ide yang Muncul. Suara ini muncul dari perantaraan 

Tuhan, seperti malaikat atau pun kecerdasan spiritual yang telah lama tertidur 

di dalam diri kita. Suara hidayah biasanya muncul saat kita membutuhkan 

 89 

suatu jalan keluar dan bagian dari jawaban atas doa yang kita panjatkan. Suara 

inilah yang dikatakan juga sebagai suara ilham atau petunjuk. Pada tahap ini 

biasanya dirasakan oleh seorang seniman, spiritualist mau pun penulis artikel . 

Jadi jangan bingung bila anda melihat penulis artikel  yang menghasilkan 

tulisan-tulisan yang bagus. 

3. Suara Dimensi Lain. Sampai pada tahap ini, seseorang dapat mendengar 

sesuatu yang orang di sekitarnya tidak mampu mendengarnya. Suara yang 

seperti berasal dari dimensi lain ini didapat dari hasil olah batin seperti 

melakukan meditasi, puasa, dan lainnya, yang dilakukan secara rutin. Pada 

tahap ini, otak kita mampu menangkap gelombang dari dimensi lain, baik itu 

suara makhluk halus, seperti suara ketawa kuntilanak, suara harimau jadi-

jadian yang mengaum, hingga suara dengungan aneh yang orang di sekitarnya 

tidak mendengarnya, meskipun suara yang kita tangkap sangat keras. 

 

 

4. Suara Firasat. Suara firasat ini bentuknya tidak seperti suara kita, seperti 

suara orang lain yang tujuannya membimbing kita, membantu kita berpikir 

dengan sangat cepat, efektif dan efisien. Pada tahap inilah yang dikatakan 

sebagai kecepatan pikitan yang dapat menembus ruang dan waktu. Terkadang 

suara firasat ini juga masih berasal dari kekuatan yang tersembunyi yang ada 

di dalam diri kita, dan masih terkait dengan bertambah matangnya tingkat 

kecerdasan spiritual kita. Suara firasat mampu membantu kita dalam berpikir 

jauh dan lebih cepat, sehingga kita bisa mengetahui apa yang akan terjadi 

melalui analisis ilmiah yang di kelola di dalam otak kita dengan sangat cepat. 

 

5. Suara Kebenaran. Pada tahap ini yaitu  tahap yang menyatakan diri kita 

sudah sangat peka, sensitif dan mudah hanyut pada rasa kerinduan pada Illahi. 

Rasanya membuat diri kita sangat nyaman, keadaan ekstasi seperti sebuah rasa 

yang sedang intim dengan Tuhan, dimana membuat diri kita sangat peka dan 

bisa merasakan apa yang sedang dialami oleh orang lain. Sebuah sensasi yang 

rasanya seperti orang yang dimabuk cinta. Suara kebenaran yang sangat 

lembut (bukan suara pria atau pun wanita), yang setiap panggilannya membuat 

mata kita meneteskan air mata dan benar-benar menggetarkan hati kita. 

Suaranya benar-benar tidak jauh dari leher kita. 

 

Bila kita renungkan, dan bila kita jadikan sebuah bahan pertanyaan, maka seharusnya 

suara itu berasal atau keluar dari mulut, namun suara-sauara yang disebutkan di atas 

tidak keluar dari mulut, melainkan entah dari mana, sejauh ini kita meyakininya 

berasal dari dalam hati. Anda tentu juga bisa berbicara dari dalam hati Anda, 

meskipun di dalam hati Anda, tidak ada organ artikulasi fisik, termasuk mulut yang 

dapat mengeluarkan bunyi berupa perkataan. Beda halnya dengan penganut paham 

materialistik yang selalu beranggapan bahwa segala sesuatu harus dapat dibuktikan 

dengan cara dilihat, diraba, ditangkap oleh menjelasan ilmiah yang bisa mereka 

terima. Paham materialistik ini biasa dianut oleh mereka yang mengaku atheist. 

Pemahaman yang menuntut segala sesuatunya harus dapat dilihat, dirasa dan 

dijangkau oleh indera manusia yang terbatas yaitu  pemikiran Atheisme. Mereka 

mengartikan segala sesuatunya haruslah dapat dijangkau oleh indera mereka. Tak 

 90 

heran bila mereka tidak percaya suara nurani dan suara yang bersumber dari 

kebenaran, sebab  bagi mereka suara berupa bunyi haruslah dihasilkan oleh sebuah 

sistem artikulasi. Bahkan parahnya lagi, mereka mengartikan perkataan “melihat” 

Tuhan, mereka artikan sebagai melihat Tuhan dengan kedua organ mata fisik mereka, 

meskipun sebenarnya kata melihat yang Anda maksud, yaitu melihat tanda-tanda 

kebesaran-Nya. Mereka tidak memahami sesuatu yang yang hanya bisa dilihat dan 

didengar dengan keimanan, sebab  tingkat pengetahuan dan tingkat spiritual mereka 

berada pada titik terendah, sehingga mereka akhirnya berpikir tidak lagi secara 

harfiah, sebab  mereka cenderung berpikir dengan kerangka berpikir materialistis. 

Mereka bahkan bisa saja beranggapan bahwa pintu surge benar-benar berada di 

bawah telapak kaki ibu mereka, sehingga suatu saat mengecek telapak kaki ibunya 

untuk mencari pintunya. 

 

“Dan kami perlihatkan (neraka) jahanam dengan jelas pada hari itu, kepada orang 

kafir. (yaitu) orang yang mata (hati) nya dalam keadaan tertutup (tidak mampu) dari 

memperlihatkan tanda-tanda (kebesaran)-ku, dan mereka tidak sanggup 

mendengar.”—QS. Al-Kahfi: 100-101 

 

Pada surat al-Kahfi di atas, ayat 100-101, dikatakan orang–orang kafir yaitu  orang-

orang yang mata hatinya tidak mampu melihat tanda-tanda kebesaran Allah dan tidak 

sanggup mendengar (ayat-ayat) yang berisi petunjuk atau kebenaran yang datang dari 

sisi Tuhan (Rabbani). Petunjuk atau kebenaran itu berisi banyak sekali pelajaran di 

dalamnya, namun sangat sedikit sekali yang dapat memetik pelajaran di dalamnya, 

seperti yang dijelaskan pada ayat berikut: 

 

“Dia memberi  hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi 

hikmah, sesunguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang 

dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang memiliki  akal sehat.”—QS. 

Al-Baqarah: 269 

 

Dalam ayat di atas dikatakan bahwa ada syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk 

menjadi orang yang berkesempatan mendapatkan hikmah atau kemampuan untuk 

memahami rahasia syariat agama, yaitu mampu pemakaian  akal sehatnya. Orang-

orang yang mampu pemakaian  akal sehatnya yaitu  orang-orang yang memiliki 

tingkat kesadaran akan keimanan yang mampu melindungi dirinya dari siksa di 

neraka, hal ini yang dijelaskan dalam ayat: 

 

“Sungguh Tuhanmu, Dialah yang mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan 

Dia-lah yang paling mengetahui orang yang mendapat petunjuk. Maka janganlah 

engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Mereka 

menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak pula. Dan 

janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina. 

Suka mencela, yang kian kemari menyebarkan fitnah. Yang merintangi segala yang 

baik, yang melampaui batas dan banyak dosa. Yang bertabiat kasar, selain itu juga 

terkenal kejahatannya. sebab  dia kaya dan banyak anak.” —QS. al-Qalam 7-14 

 

Ayat-ayat di atas menyebutkan bahwa, untuk bisa benar-benar mendapatkan Ilmu 

Hikmah, maka kita diharuskan untuk: 

• Tidak mendustakan ayat-ayat Allah, 

• Tidak memberi kelonggaran pada kejahatan mereka, 

 91 

• Jangan suka mengumbar sumpah dan jangan suka menghina, 

• Jangan suka mencela, jangan juga menyebar fitnah, 

• Jangan merintangi kebaikan/perbuatan baik, 

• Jangan melampaui batas dan berbuat dosa, 

• Jangan bertabiat kasar.  

Sedangkan“sebab  dia kaya dan banyak anak” diartikan sebagai pendorong agar 

semakin banyak pengikut untuk memperkuat perbuatan jahatnya.   

Al-Quran yaitu  berisi peringatan, dan bagi yang menghendaki dan mau menerima 

al-Quran maka tentu orang tersebut mendapatkan banyak pelajaran yang 

bermanfaat—lihat: QS. Al-Muddassir: 54-55). 

Seperti yang kami telah jelaskan, bahwa pada prinsipnya, al-Quran telah tertanam di 

dalam dada kita dan pada tahap kita benar-benar ingin memetik pelajaran di 

dalamnya, maka Anda akan mendapatkan petunjuk atau suara kebenaran yang 

menjelaskannya pada Anda, suara tersebut akan membimbing Anda menemukan 

kebenaran dan pelajaran yang bermanfaat, seperti yang dijelaskan dalam QS. al-

Qiyamah: 17-19: 

 

“Sesungguhnya Kami mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya. jika  

Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaan itu. Kemudian 

sesungguhnya, Kami akan menjelaskannya.” 

 

Ayat-ayat di atas, ditujukan pada Nabi Muhammad saw. ayat-ayat yang 

menggambarkan sebuah rangkaian proses pengajaran pada Nabi, melalui malaikat 

Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu dari Allah. Dalam ayat tersebut terdapat 

kalimat, “Kami yang mengumpulkannya (di dadamu)”, pertanyaannya: Mengapa 

mengumpulkannya di dalam dada? Buka di dalam kepala yang melambangkan fungsi 

ingatan. Dikumpulkan di dalam dada bertujuan agar terlebih dahulu kita bisa 

menyukai dan mencintai, maka dengan demikian akan mudah dihafalkan, mudah 

diingat agar menjadi sebuah tindakan yang sesuai pada apa yang telah diajarkan. 

Sesuatu akan mudah kita ingat bila kita menyukainya dan menyimpannya dalam hati 

kita, dan juga bila kita terus menerus mengingatnya dan diterapkan dalam kehidupan 

kita sehari-hari, tercermin dalam akhlak perbuatan kita. 

 

Hukum Inception (penanaman ide) 

 

“Sebuah ide bagaikan benih dari sebuah tumbuhan, dia akan jatuh ke ladang pikiran 

yang subur, mengakar, dan menancap dalam jauh ke relung bawah sadar.” 

 

Inception yaitu  penanaman ide/sugesti ke dalam pikiran bawah sadar seseorang baik 

itu lewat sebuah cerita, nyanyian, syair maupun perkataan langsung yang disampaikan 

kepada seseorang tersebut, atau pun lewat cara lainnya. Jenis pemilihan inception baik 

itu lewat sebuah cerita, nyanyian, syair dan lain-lain, HARUSLAH TEPAT DAN 

SANGAT MENGENA—emosional—di hati orang yang dituju. Baik itu dengan 

sesekali penyampaian atau pun berkali-kali diperdengarkannya secara langsung 

maupun tidak langsung kepada target.  

 

Dalam Film berjudul: Inception, sebuah Science Fiction Thriller, karya apik dari 

Christopher Nolan di tahun 2010, film berdurasi 148 menit ini mengisahkan seorang 

extractor (pencuri informasi korporasi profesional) bernama Dominick, Dom—yang 

 92 

diperankan oleh Leonardo Dicaprio—yang biasa mencuri ide-ide penting dari pikiran 

bawah sadar para targetnya. Ektraksi dilakukan dengan cara memasuki bawah sadar 

targetnya lewat teknik berbagi mimpi. Kali ini Dom mendapatkan sebuah tawaran 

menarik dari seseorang yang memiliki kekuasaan besar, bernama Saito, namun bukan 

untuk mencuri sebuah ide, seperti keahlian Dom, namun justru untuk 

MENANAMKAN sebuah ide (mengimplant ide) kepada sang target bernama Robert 

Fischer, langsung ke pusat bawah sadarnya Robert, lewat teknik berbagi dunia mimpi 

dengannya, dengan mendesain sebuah dunia mimpi berlapis yang stabil, dan penuh 

dengan jebakan labirin di dalamnya, dengan bantuan zat sedative kimia yang sangat 

kuat, iringan sebuah lagu yang tak kalah membius—Non, je ne regrette rien—dan 

sebuah mesin mimpi khusus. 

 

Dalam film ini, target—Robert, yang dimaksud yaitu  seorang ahli waris dari sebuah 

perusahaan konglomerasi milik ayahnya Maurice Fischer yang baru saja meninggal, 

dan menjadikannya ahli waris. Tujuan yang diinginkan yaitu  agar Robert memeceh 

perusahaan warisan dari ayahnya, dan menjualnya satu persatu, sehingga dominasi 

kekuatannya sebagai sebuah korporasi konglomerasi pun berakhir. Imbalan yang 

ditawarkan yaitu  penghapusan jejak tuduhan kriminal Dom, sehingga 

memungkinkan ia untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan tenang dan normal 

bersama kedua anaknya yang masih kecil, yang selama ini terpaksa ia tinggalkan 

bersama kakeknya. 

 

Yang sangat menarik dari film ini, yaitu  bagaimana kemudian sebuat team yang 

dibentuk Dom, yang terdiri dari dua orang ektraktor, Dom dan Arthur, kemudian 

seorang ahli kimia, Yusuf, seorang arsitektur mimpi, Ariadne, Eames sang profiler, 

atau si pencuri identitas target dan impersonator, bekerja sama menjalankan proyek 

sulit ini. Langkah pertama melakukan profiling, menginvestigasi sang target dan 

seluruh ring satunya, mencari tahu dengan secermat dan seteliti mungkin, kira-kira ide 

apakah yang kemudian akan sangat mempengaruhi keputusannya itu. Sebuah ide yang 

sangat mengena di hatinya, sehingga ia pada akhirnya mengambil keputusan yang 

diinginkan, oleh seorang berkuasa bernama Saito, yang merupakan seorang pebisnis 

saingan.  

 

Langkah berikutnya yaitu  mencari cara atau momen yang tepat, untuk menculik dan 

membius Robert—sebab  penanaman ide ini tentu saja bukanlah keinginan dari 

Robert sebagai target—untuk kemudian dimasukan ke dalam dunia mimpi bersama 

yang telah mereka siapkan, tanpa Robert menyadarinya. Teknik yang digunakan 

dalam film ini, untuk memasuki bawah sadar targetnya, yaitu  melewati identifikasi 

profile target beserta ring satunya, kemudian membius target dan memasukannya 

pada dunia mimpi yang mereka bagi bersama, kemudian berusaha memasukan ide 

tersebut melalui PESAN-PESAN yang disampaikan oleh proyeksi orang-orang yang 

berpengaruh terhadap Robert, termasuk Peter Browning, ayah angkatnya sekaligus 

tangan kanannya Robert, dan juga tentu saja lewat proyeksi Maurice Fisher 

ayahnya—orang paling penting di bawah sadar Robert—yang baru saja meninggal. 

Cerita menjadi seru saat  di luar dugaan mereka, Robert pun ternyata bawah 

sadarnya telah dilatih untuk menjaga diri dari intruder bawah sadar, dengan 

munculnya proyeksi-proyeksi pertahanan dirinya—sepasukan bersenjata yang 

kemudian berusaha memburu dan membunuh mereka, pasukan itu bertindak sebagai 

pengaman bawah sadar atau subconscious security. 

  

 93 

Dan ide yang sangat mengena di hati seseorang, yaitu  selalu merupakan IDE YANG 

PALING EMOSIONAL bagi orang itu, dalam kisah film ini, yaitu  TERKAIT 

hubungan sang target dengan ayah angkat dan ayah kandungnya yang baru saja 

meninggal, sebuah momen yang paling emosional. Kemudian Dom dan teamnya 

menyusun berbagai alternatif skenario, lewat pencitraan mimpi atau proyeksi sang 

ayah sebagai proyeksi penyampai ide ke bawah sadar Robert sebagai target inception, 

di ranjang kematiannya, proyeksi sang ayah menyampaikan ide ini, pada Robert, 

dengan lemah. 

  

Maurice (terbata-bata): “Aku … ke … kee … kec ….”(Tak mampu mengatakan, Aku 

kecewa ….”) 

 

Robert: “Aku tahu ayah. Aku tahu ayah kecewa padaku, sebab  aku tak bisa menjadi 

seperti ayah. 

 

Maurice: “Tidak … tidak, tidak … tidak, aku justru pernah kecewa, kecewa … sebab  

kamu pernah mencoba (menjadi seperti aku, yang seorang konglomerat).”  

 

Di situ pun kemudian ada sebuah adegan yang sangat menyentuh hati, sang ayah 

menunjukkan tangannya ke dalam sebuah lemari besi yang dalam keadaan terbuka, di 

mana di dalamnya tersimpan kitiran angin terbuat dari kertas, milik Robert waktu 

kecil, menunjukkan betapa sayangnya sang ayah pada anaknya. Demikianlah proses 

penanaman ide ini, telah berhasil tertanam di bawah sadar Robert, untuk menjual 

perusahaannya, dan tidak lagi menjadi seorang konglomerat SEPERTI mendiang 

ayahnya. 

 

Kisah di bawah ini menjadi contoh dari inception yang kerap terjadi selama di dalam 

rumah tahanan. Peristiwa atau cerita di mana banyak tahanan yang mendapati istri 

atau pacarnya selingkuh saat suami atau pacarnya berada di dalam penjara. Kisah ini 

bukan hal baru di kalangan orang-orang yang menghuni penjara, sehingga cerita yang 

beredar membuat sebagian tahanan merasa resah bila hal itu sampai terjadi pada 

pasangannya di luar sana.  Kita sebut saja namanya Dedi yang meminta Ilham untuk 

mencoba menggoda istrinya lewat telepon untuk mengetahui Apakah istrinya yang 

sedang di luar sana mau atau tertarik pada bujuk rayu Ilham yang mengajak istrinya 

Dedi untuk janjian bertemu di suatu tempat ternyata istrinya Joker Ayu Ilham dan 

mau untuk bertemu di suatu tempat Dedi yang mendengar istrinya di dalam telepon 

mau untuk menemui Ilham di suatu tempat langsung merebut HP yang ada di tangan 

Ilham dan langsung mencaci maki istrinya dan sebulan kemudian akhirnya Dedi dan 

istrinya pun cerai. Dari kisah di atas dapat diambil pelajaran bahwa Inception yang 

dipilih yaitu  metode yang tepat dan masuk akal untuk menghancurkan hubungan 

suami istri. 

 

Kisah lainnya yang bisa diambil contoh sebagai Inception kami gambarkan dalam 

kisah berikut ini, yaitu  seorang guru honorer dengan pendapatan yang masih belum 

cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Sebut saja nama guru 

honorer tersebut dengan nama Rizki yang hampir tiap hari pusing dengan pemenuhan 

kebutuhan rumah tangga-nya dalam menafkahi anak dan istrinya yang ada di rumah.  

Suatu hari temannya yang bernama Rudi datang ke rumah Rizki sebagai seorang pria 

yang memiliki banyak uang.  Rudi bahkan sering memberi Anak Rizki, banyak uang 

untuk jajan, sehingga membuat Rizki kian merasa penasaran dengan pekerjaan Rudi.  

 94 

 

Rudi mengajak Rizki ikut jika, ia ingin mengetahui pekerjaannya dalam menghasilkan 

uang yang sangat banyak itu. Rizki pun akhirnya ikut menemani Rudi ke sebuah 

komplek perumahan, di mana para penghuninya banyak yang memiliki mobil. 

Rupanya Rudi yaitu  seorang spesialis pencuri mobil. Dengan piawai dan cepat Rudi 

berhasil membawa satu unit mobil sedan yang sedang diparkir tanpa pengawasan, 

sore itu.  Rizky yang hanya bertugas mengawasi di sekitar, saat Rudi beraksi, 

akhirnya menerima imbalan pembayaran dari hasil penjualan mobil curian tersebut 

dengan nominal yang sangat besar dalam selang waktu beberapa hari saja.  

 

Dari pengalaman tersebut dan mudahnya Rizki menghasilkan uang besar dan cepat, 

membuat Rizki tertarik untuk selalu ikut beraksi bersama Rudi. Hingga, pada suatu 

titik, akhirnya Rizky pun menjadi mahir dalam mencuri mobil dan bergerak sendiri 

sebagai spesialis pencuri mobil.  Namun sepandai-pandainya tupai melompat 

akhirnya jatuh juga, Rizki ditangkap oleh aparat kepolisian yang membuat ia dan 

istrinya berpisah saat Rizki masuk ke dalam penjara. 

 

Peristiwa kisah di atas yaitu  gambaran kecil dari sebuah iming-iming penghasilan 

dengan nominal yang besar dalam waktu yang cepat namun rupanya itu yaitu  bujuk 

rayuan dari SETAN yang berasal dari golongan manusia yang membuat ia pisah dan 

bercerai dengan istrinya saat ia masuk ke dalam penjara. 

 

Kisah di atas belum seberapa kali ini kisah seorang pria yang bernama Adit yang 

dibujuk oleh temannya yang bernama Roni untuk menjual obat-obatan terlarang.  Adit 

yang terhimpit masalah ekonomi untuk bisa tetap menafkahi istrinya akhirnya 

menyetujui tawaran Roni hingga akhirnya, ia pun ditangkap oleh Polisi, di hari 

nahasnya. Selama di dalam penjara, istrinya hanya awal-awal saja membesuk 

suaminya, namun beberapa bulan kemudian Adit mendapat kabar bahwa istrinya kini 

tinggal bersama dengan Roni dan kumpul kebo. 

 

Dari kisah-kisah di atas bisa dikatakan inception ini berbentuk ajakan atau iming-

iming penghasilan besar yang menyebab sehingga tercapainya suatu usaha untuk 

menyingkirkan seseorang. Inception juga bisa berupa fitnah dan usaha menceritakan 

sebuah cerita yang membuat seseorang menjadi khawatir dan akhirnya mengambil 

tindakan gegabah yang menjerumuskan dirinya ke dalam sebuah perangkat yang telah 

dipasang oleh lawannya itu.  

 

Santet Inception melalui sugesti, bisa Anda coba dengan cara berikut cara yang sudah 

kami uji dan dulu sering kami mainkan. Caranya Anda harus mengambil dua orang 

teman untuk mengatakan kalimat yang sama yaitu kalimat: 

 

"Sepertinya Anda terlihat sedang tidak sehat" atau "Sepertinya kamu mau sakit" atau 

"Wajah kamu sangat pucat, sepertinya kamu mau jatuh sakit."  

 

Anda bertiga harus mengatakan kalimat di atas pada seseorang yang Anda jadikan 

target, dalam waktu yang berbeda. Pada saat pertama kali Anda mengatakan hal 

tersebut, mungkin orang yang Anda jadikan target dari penanaman sugesti itu, akan 

menjawab. “Saya baik-baik saja” namun saat teman Anda atau orang ketiga 

mengatakan kalimat dengan ide yang sama, seperti di atas, maka ia akan mulai 

percaya pikiran bawah sadarnya, sebab  ia pikir sudah lebih dari dua orang yang 

 95 

melihat dirinya seperti orang yang sedang mau jatuh sakit. Jawaban si target pada kali 

ketiganya, kemungkinan besar yaitu  "Iya nih, saya sedang tidak enak badan." dan 

akhirnya si target mulai benar-benar merasakan tidak enak badan, dan kemudian jatuh 

sakit. 

 

Inception untuk kesembuhan juga berprinsip sama, dengan ide sebaliknya, Anda dan 

beberapa teman Anda harus mengatakan kalimat "Sepertinya kamu terlihat makin 

sehat-sehat saja" pada target atau seseorang yang sedang jatuh sakit dengan waktu 

yang berbeda. Inception bisa disampaikan dengan cukup sekali—seperti dalam kisah 

Film Inception di atas—dan bisa juga beberapa kali disampaikan pada target agar 

hasilnya lebih sempurna, untuk pilihan strategi penanaman yang berbeda. 

 

Dalam melakukan inception dengan berkali-kali, ide yang disampaikan pada target, 

tidak harus berupa kalimat. Santet Inception juga bisa berupa simbol suatu serangan. 

Misalkan dengan meletakkan bunga tujuh rupa atau dengan membakar kemenyan, 

kemudian diletakkan di sekitar rumah target selama beberapa hari.  Biasanya para 

penyerang memberi  Santet Inception dengan melempari depan pintu rumah 

korban atau target dengan pasir atau tanah biasa, yang nantinya dikira yaitu  tanah 

kuburan. saat  target bangun pagi hari, ia akan ketakutan saat melihat ada pasir atau 

tanah kuburan di depan pintu rumahnya yang berserakan di lantainya.  Perasaan 

ketakutan yang timbul dari dalam diri target akan membuat target jatuh sakit, sebab  

ia merasa dirinya telah disantet oleh seseorang. 

  

Ada lagi yang membuat boneka yang dibungkus kain kafan lalu pada wajahnya 

ditempel foto orang yang ingin disantet lalu digantung di suatu tempat yang mudah 

ditemukan oleh orang-orang, agar menjadi heboh atau menjadi bahan perbincangan 

banyak orang. Saat dibicarakan oleh banyak orang itulah maka kemudian akan 

berkembang menjadi banyak cerita yang simpang-siur yang pada suatu titik akan 

sampai kepada telinga target, sehingga akan tertanam sugesti atau ide tentang usaha 

santet yang ditujukan pada dirinya, sehingga ia akan ketakutan, kepikiran dan 

kemudian jatuh sakit. 

 

“Allah swt. is the Highest Inceptor of all” 

 

Hukum Logika  

 

Dalam sejarah filsafat dan logika, Hukum logika berpikir, yaitu  sebuah formulasi 

fundamental yang merupakan aturan berpikir yang dianggap rasional. Secara umum, 

ini telah diformulasikan sebagai rangkaian hukum terkait proses berpikir seseorang, 

cara dalam menyampaikan hasil pemikirannya/berekspresi/berdiskusi, dll. Namun ide 

klasik tentang hukum logika ini, kemudian telah runtuh saat  ia dihadapkan dengan 

metafisika, bahkan dengan science sekali pun—Quantum Mekanik/supra rasional.  

 

Menurut Kamus 1999 Cambridge Dictionary of Philosophy, Hukum-hukum Logika 

berpikir yaitu , hukum-hukum yang selaras dengan bagaimana sebuah proses berpikir 

yang valid bekerja, termasuk proses berpikir deduksi. Hukum-hukum ini merupakan 

aturan yang dianggap mengikat secara umum, tanpa pengecualian terhadap setiap 

objek dari sebuah pemikiran. Istilah yang telah digunakan para ahli, bervariasi, akan 

tetapi secara umum biasanya diekspresikan dalam 3 hukum berpikir, sbb.: 

  

 96 

1. Hukum Identitas/the law of identity (ID), “Segala sesuatu yaitu  identik 

dengan dirinya sendiri.” 

2. Hukum Kontradiksi/the law of contradiction (or non-contradiction; NC), 

“Tidak ada yang memiliki sebuah kualitas dan juga—dalam waktu yang 

bersamaan—tidak memiliki kualitas tersebut.” Contoh: sebuah bilangan 

ganjil tidak mungkin yaitu  juga merupakan sebuah bilangan genap.” Dan; 

3. Hukum excluded Middle/the law of excluded middle, “Segala sesuatu yaitu  

salah satu diantara i) memiliki sebuah kualitas atau ii) memiliki negasi dari 

kualitas itu. Contoh: Setiap angka yaitu  termasuk ke dalam salah satu di 

antara i) ganjil atau ii) genap. (EM).  

 

Pada tahun 1815-1864, ekspresi-ekspresi atas hukum logika ini, telah dipakai oleh 

Boolan Algebra, sebagai dasar untuk menunjukkan theorems dalam “Logika Aljabar” 

yang disusunnya, yang merupakan cabang dari Ilmu Matematika, yang pernah kita 

pelajari di bangku sekolah menengah atas, sebagai “Logika Matematika” atau Ilmu 

Aljabar. Sementara itu, Arthur Schopenhauer, mengekspresikan hukum logika 

berpikir tersebut ke dalam 4 kategori: 

  

1. Hukum Identitas/The law of identity—“A yaitu  A”. 

2. Hukum Kontradiksi/The law of contradiction. “Tidak ada yang secara bersamaan 

ada dan sekaligus tiada, atau: memiliki kualitas tertentu dan sekaligus tidak memiliki 

kualitas tertentu itu/Nothing can simultaneously be and not be. “A yaitu  bukan 

bukan A.” 

3. Hukum Esklusi/The law of exclusion; atau excluded middle. “Segala sesuatu 

yaitu  salah satu diantara dua: begini atau bukan begini/Each and every thing either 

is or is not. X yaitu  A atau bukan A.” 

4. Hukum Kecukupan Nalar/The law of sufficient reason." Segala sesuatu bisa 

dijelaskan kenapa sesuatu itu begitu/Of everything that is, it can be found why it is. 

Jika A maka B (A mengimplikasikan B).  

Hukum EM (The law of excluded middle) secara logika yaitu  equivalent dengan 

hukum NC (The law of non-contradiction).  

 

Hukum Included Middle/The Law of Included Middle 

 

Included Middle pertama kali digagas oleh Stéphane Lupasco, dalam: The Principle 

of Antagonism and the Logic of Energy pada tahun 1951, dikembangkan lebih lanjut 

oleh Joseph E. Brenner dan Basarab Nicolescu, dan juga di dukung oleh Werner 

Heisenberg. Ide atau pemikiran ini, berakar pada cabang ilmu fisika modern—

Quantum Mekanik, kemudian penerapannya dikembangkan dalam bidang lain 

seperti teori informasi dan teknologi komputer, epistemology, dan teori kesadaran.  

 

Hukum Included Middle yaitu  sebuah teori hukum yang menyatakan bahwa logika 

memiliki struktur yang terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama yaitu  posisi 

menyatakan bahwa sesuatu yaitu  sesuatu/asserting something, menegasikan bahwa 

sesuatu itu yaitu  sesuatu/the negation of this assertion, dan posisi ketiga, yakni 

bukan dua-duanya, atau dua-duanya. Lupasco melabeli ketiga posisi ini dengan: states 

A, not-A, dan T. Hukum Included Middle berseberangan dengan hukum logika klasik 

yang berakar dari pemikiran Aristotle— seperti yang telah kita bahas juga di atas. Di 

dalam konsep logika klasik tersebut, prinsip dari NC/Non-contradiction secara 

spesifik mengedepankan Hukum Excluded Middle, ketiadaan posisi tengah, tertium 

 97 

non datur (tidak ada pilihan ketiga). Dalam konsep logika tradisional, kondisi dari 

setiap proposisi yaitu : bahwa proposisi tersebut yaitu  BENAR, atau TIDAK 

BENAR (A atau bukan-A). Hal ini tidak bermasalah saat , keadaan subjek 

pemikiran atau pengamatan memang hanya memiliki dua posisi, A dan bukan-A, akan 

tetapi ternyata, ada sebagian besar posisi yang tidak dapat terwakili, dan bagian 

yang tidak terwakili ini dimasukan ke dalam posisi Included Middle. 

 

Heisenberg mengamati bahwa telah ditemukan banyak kondisi saat  hukum logika 

klasik, (posisi A dan bukan-A) ini kemudian terpaksa runtuh, yaitu saat  hukum 

logika klasik ini dihadapkan dengan apa yang disebut dengan Quantum Mekanik.  

Pada skala realita makro, Hukum Excluded Middle (EM), mungkin terlihat masih 

berlaku. Apakah artikel  itu ada di atas meja, atau tidak ada artikel  di atas meja. Tidak 

ada posisi ketiga. Namun kemudian, realita mikro Quantum Mekanik pun ditemukan, 

di dalamnya ada ide-ide tentang superposisi dan probabilitas, dimana kedua posisi 

tersebut sungguh terjadi.  

 

Kasus kucingnya Schrödinger sekaligus memiliki dua kondisi/superposisi, sang 

kucing mati DAN sang kucing hidup, sampai seorang pengamat/observer 

menyebabkan kondisi superposisi itu kemudian collapsed/rubuh dan berubah 

menjadi hanya satu kondisi saja—hidup atau mati. Kemudian, sebuah logika baru 

dibutuhkan untuk menjelaskan superposisi sebagai kemungkinan posisi ketiga ini, 

munculah istilah Included Middle. Kata“middle” di sini, bukan dalam makna posisi 

di tengah di antara posisi A dan posisi bukan-A, bahwa: “Sebagian artikel  ada di atas 

meja dan sebagian artikel  tidak ada di atas meja”, namun menunjukkan sebuah posisi 

ketiga, yaitu sebuah posisi yang sekaligus memiliki posisi A dan posisi bukan-A, 

sebuah superposisi. Ini merupakan sebuah konsep logika yang sungguh mengguncang 

tentang realita, sebagaimana Quantum Mekanik telah mengguncang para ilmuwan 

papan atas termasuk Albert Einstein dan Stephen Hawking. Posisi A dan posisi bukan-

A, dalam waktu yang bersamaan, berada di dalam sebuah level realita, meskipun 

kedua posisi ini merupakan dua buah kemungkinan yang saling bertentangan.  

 

Kucing Schrödinger merupakan ihktisar perbedaan antara Fisika Klasik 

(Newtonian), Interpretasi Copenhagen tentang Quantum Mekanik, dan interpretasi 

yang lainnya tentang Quantum Mekanik. Seekor kucing ditaruh di dalam sebuah 

kotak. Di dalam kotak itu juga dipasang sebuah alat yang bisa melepas gas beracun, 

yang akan segera membunuh si kucing sesaat  jika gasnya dilepaskan. Apakah alat 

tersebut melepaskan gas beracun itu atau tidak, tak ada yang bisa mengetahuinya 

secara pasti. Kotaknya kemudian ditutup rapat, dan percobaan tersebut dimulai. 

Beberapa saat kemudian, kemungkinannya berarti ada dua, gas tersebut sudah 

dilepaskan alat itu atau tidak. Pertanyaannya yaitu , tanpa melihat, apa yang telah 

terjadi di dalam kotak tertutup tersebut? Menurut fisika klasik, kondisi si kucing 

yaitu  antara hidup atau mati, kita tinggal membuka kotaknya dan melihatnya. Akan 

tetapi menurut Quantum Mekanik, situasinya tidak sesederhana itu. Interpretasi 

Copenhagen tentang Quantum Mekanik—silahkan Anda lihat juga, sub-bagian 

Interpretasi Copenhagen dan Double Slit Experiment/Percobaan Dua Celah, masih 

di bagian 2 artikel  ini— mengatakan bahwa kondisi si kucing berada dalam posisi 

limbo, atau apa yang para ahli fisika modern sebut dengan superposisi, yang 

direpresentasikan oleh fungsi gelombang, yang memiliki kemungkinan bahwa si 

kucing masih hidup DAN juga kemungkinan bahwa si kucing sudah mati. saat  kita 

 98 

melihat ke dalam kotak, salah satu dari kedua kemungkinan/possibility ini mewujud, 

dan kemungkinan yang lainnya menghilang.  

 

The Law of Inclusive Middle 

 

Tentang logika berpikir, ini yaitu  sebuah axiom—sebuah pernyataan yang benar, 

yang bisa dijadikan sebuah bahan untuk diskusi dan argumentasi lebih lanjut—atau 

sesuatu yang telah terbukti kebenarannya, sebelumnya hal ini bersifat intuitif—

seperti tentang keberadaan Black Hole, sampai kemudian terbukti bukan hanya teori 

semata—kemudian sekarang telah terbukti secara Ilmu Fisika Modern, dalam 

cabangnya: Quantum Mekanik, dimana hukum-hukum logika pun kemudian rubuh. 

 

Realita Quantum Mekanik telah meruntuhkan Hukum Logika berpikir. Ada sebuah 

hukum yang telah terbukti menjadi salah satu aspek dari Quantum Mekanik, The Law 

of Inclusive Middle—Konsep Buddism dalam tatanan Logika Jungian termasuk pula 

di dalamnya. Hukum ini mengatakan, “Something can be something and not be that 

thing at the same time/sesuatu bisa menjelma menjadi sesuatu itu dan juga bukan 

sesuatu itu dalam saat yang bersamaan.”Cahaya bisa menjelma sebagai gelombang 

dan partikel. Gelombang dan partikel merupakan hal yang berbeda. sebab  

gelombang lebih seperti garis sedangkan partikel merupakan point/titik. Garis bisa 

juga terdiri dari banyak titik yang membentuk sebuah garis, namun garis bukanlah 

titik. Jadi, saat  sesuatu yaitu  sebuah titik, dan menyatu pada suatu saat, Anda akan 

mendapatkan included middle, BUKAN inclusive middle, sebab  jika kondisinya 

menyatu, itu berarti sesuatu itu yaitu , “Sesuatu, dan sekaligus yaitu  sesuatu yang 

lainnya, pada saat yang bersamaan.” 

 

Kaum Asyaris memakai hukum ini—the Law of Included middle—dalam salah satu 

formasinya, sebab  saat  kita berbicara tentang Tuhan, Tuhan yaitu  sesuatu yang 

transcendental. Dia berada di luar semua kategori, meskipun Dia berada dalam 

lingkup beberapa logika-terkait dalam upaya manusia memahami-Nya. Namun 

bahkan saat  kita pemakaian  logika-teologi sekali pun, pada suatu titik teologi 

logika ini pun akan juga runtuh—jadi tepatnya yaitu : semua logika akan runtuh jua 

pada akhirnya.  

 

Salah satu contoh The Law of Included Middle terkait ini yaitu , God is neither 

connected nor disconnected from his creation/Tuhan yaitu  sekaligus, tidak 

terkoneksi dan tidak tidak-terkoneksi dengan segala makhluk ciptaan-Nya. Jadi, kaum 

Asyari, mengatakan bahwa Allah yaitu : neither connected nor disconnected, jangan 

posisikan Dia dalam salah satu posisinya, sebab  keduanya bersifat 

problematik/paradoxical. Jadi mereka mengatakan bahwa:“neither nor/bukan ini dan 

bukan pula itu”, hal ini sekaligus meruntuhkan: The law of the inclusive middle dan 

The law of non contradiction, sebab  jika kita mengatakan bahwa, God is connected 

to his creations/Tuhan terkait dengan ciptaannya, itu berarti sama saja dengan kita 

mengatakan bahwa, “sesuatu yang corruptible yaitu  bagian dari sesuatu yang 

incorruptible atau the Divine/Tuhan”. sebab  manusia memang diciptakan dengan 

fitrah: corruptible/korup. Kemudian, jika  kita mengatakan, “disconnected/tidak 

terkait”, ini berarti bahwa kita memiliki eksistensi yang terpisah dari sisi Tuhan. 

Itulah kenapa, mereka kemudian memilih untuk mengatakan bahwa, “God is neither 

connected nor disconnected”, ini yaitu  sebuah pemikiran yang supra-rasional, yang 

kemudian akan menarik kita keluar dari realitas Newtonian Physics, dan memasuki 

 99 

realitas Quantum Physics, sebuah realita dimana logika telah ambruk, sebab  tidak 

semua hal ternyata terikat dengan logika—lihat bagian Quantum Mekanik di artikel  ini. 

 

Bagian 8: Mekanisme Terjadinya Santet (Cara Santet Bekerja)  

 

Santet dengan Bantuan Jin 

 

Santet dengan pemakaian  jin yaitu  upaya seseorang untuk mencelakai orang lain 

dari jarak jauh dengan pemakaian  ilmu hitam. Santet dilakukan pemakaian  

berbagai macam media antara lain: rambut, foto, boneka, dupa, rupa-rupa kembang, 

paku dan lain-lain. Seseorang yang terkena santet akan berakibat cacat atau 

meninggal dunia. Santet sering dilakukan orang yang memiliki  dendam sebab  

sakit hati kepada orang lain. 

 

 

Santet Tradisional 

 

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata santet berarti sihir, dan santet dengan cara 

tradisional identik dikenal dengan perbuatan memasukkan benda seperti paku, silet 

bahkan jarum ke dalam tubuh seseorang dengan perantara atau bantuan jin. Perbuatan 

santet dengan memakai bantuan jin amatlah dilarang oleh agama, sebab  sebenarnya 

jin yang dimintai bantuan amatlah tidak memberi  manfaat pada si pemohon 

bantuan. 

 

Telah dinyatakan dengan sangat jelas sekali bahwa jin yang diminta bantuan oleh 

seorang manusia tidaklah membawa mudharat atau manfaat, bahkan bisa jadi 

sebenarnya jin tidak memasukkan suatu benda ke dalam tubuh seseorang. Bahkan 

bisa jadi juga, jin itu hanya memperlihatkan wujud bola api saja yang terbang menuju 

seseorang yang akan menjadi korbannya tanpa membawa benda-benda seperti silet, 

jarum dan sebagainya untuk menyakiti targetnya. Lalu bagaimana bila hal itu benar-

benar terjadi? Bagaimana bila memang ada jin yang berhasil memasukkan benda ke 

dalam tubuh seseorang? Jawabannya di antaranya yaitu  sebagai berikut: 

 

- Semua yaitu  atas izin atau kehendak Allah swt. Artinya memang ada peran Allah 

dalam hal apa pun di alam jagad raya ini. 

 

- Semua yang terjadi itu melalui hukum atau ketetapan yang telah di tetapkan oleh 

Allah swt. Bila Anda pikir itu tidak mungkin atau melawan hukum-hukum ketetapan 

yang telah Allah buat, maka itu artinya ada hukum atau ketetapan yang belum Anda 

pelajari. 

 

- Allah swt. Maha Berkehendak, hal apapun bisa menjadi kenyataan bagi Allah dan 

tidak ada yang mustahil bagi-Nya. 

 

- Hadist Qudsi yang mengatakan, "Aku (Allah swt) yaitu  persis seperti persangkaan 

hambaKu kepadaKu." 

 

Meminta bantuan jin untuk menyantet seseorang dengan cara santet tradisional 

yaitu  sama halnya dengan mengadakan perjanjian atau kesepakatan pada syaitan. 

Kesepakatan ini tentunya berimbas pada sebuah transaksi jual-beli, dimana Anda 

 100 

tidak akan mendapatkan bantuan syaitan secara gratis, Anda harus tetap 

membayarnya, dengan harga paling mahal. Dan jika Allah mengizinkan itu terwujud, 

maka itu merupakan sebuah berita paling buruk yang sampai ke tangan Anda, Allah 

swt. telah mengijinkan Anda untuk menjadi kafir, naudzubillah. 

 

Anda tentu saja tidak menginginkan hal seperti ini terjadi—jika Anda orang yang 

beriman—mengadakan perjanjian dengan syaitan apalagi harus memakai ritual 

untuk meminta bantuan pada bangsa jin, dan dengan itu berarti telah menghianati al-

Quran dan al-Hadis. Tentu tidak, kami pun tidak akan membawa anda pada ranah 

seperti ini, kami akan memperkenalkan sebuah jenis santet baru, bisa dikatakan 

sebagai santet jenis hybrida, yang lebih masuk akal untuk Anda pelajari dan dapat 

membantu Anda dalam memahami khasanah begitu dahsyatnya kekuatan pikiran 

bawah sadar bila Anda mau mempelajari dan mengembangkan kekuatan pikiran 

bawah sadar yang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan bahkan 

dapat menghancurkan. Sihir terlarang—yang diajarkan kedua malaikat Harut dan 

Marut yang diturunkan di negeri Babilonia bahkan jauh sebelum jamannya Nabi 

Sulaiman as.—seperti yang telah disampaikan oleh malaikat Harut-Marut sebelum 

mengajarkan sihir itu pada orang yang mereka temui, mereka mengatakan, "Ini 

yaitu  cobaan." Cobaan bagi orang-orang yang menemui sesuatu atau ilmu yang 

menjadikan ia memiliki kekuasaan/power atas hidup orang lain, seperti pepatah yang 

mengatakan "power tend to corrupt/Kekuasaan cenderung dikorupsi." 

 

Kedamaian akan tercipta bila kekuasaan ada di tangan yang baik dan orang-orang 

yang takut akan Tuhannya. Orang-orang yang pemakaian  kekuasaan dengan baik 

dan tepat akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi dirinya dan orang 

lain. Namun sebaliknya, bila kekuasaan berada di tangan orang yang tidak tepat dan 

jahat, maka ia sendiri akan menemui kehancuran dan parahnya lagi dapat merugikan 

orang lain yang ada disekitarnya. Kami sangat berharap bahwa ilmu yang kami 

tuangkan disini dapat bermanfaat bagi kebanyakan orang,