meskipun kita semua tahu
bahwa sebilah pisau dapat digunakan untuk memotong bawang dan juga dapat
digunakan untuk membunuh seseorang. Semua akan kembali pada amalnya masing-
masing, apa yang Anda tanam, maka Anda akan menuainya. Cepat atau lambat, di
dunia atau pun nanti di akhirat, jika kita yaitu termasuk mereka yang beriman.
Ritual Meminta Bantuan Jin
Ritual meminta bantuan jin tidaklah mudah dilakukan, apalagi harus memenuhi
syarat-syarat yang sangat berat demi tercapainya tujuan dan itu pun belum tentu
berhasil meskipun sudah memenuhi syarat-syarat yang berat tersebut. Kadang
berhasil dan lebih seringnya menemui kegagalan, ini merupakan rahasia umum dan
hal ini telah dijadikan modus penipuan bagi sebagaian paranormal yang berpura-pura
mengadakan ritual meminta bantuan jin dalam meyakinkan kliennya. Sayangnya para
korban hasil penipuan paranormal seperti ini enggan melaporkan pada pihak yang
berwajib, sebab merasa malu.
Anda tidak memerlukan bantuan jin, bahkan Anda tidak perlu menerima tawaran
paranormal untuk mengadakan ritual yang aneh-aneh. Apalagi Anda tahu harga yang
harus di bayar sebenarnya yaitu kerak neraka sebab telah meminta bantuan pada
jin. Ironis memang bila para pemuja setan melakukan ritual dengan sangat syahdu,
sementara kita melakukan ibadah dengan keadaan tergesa-gesa sebab sibuknya
101
dengan urusan di dunia. Bukankah seharusnya kita saat beribadah pada Allah harus
lebih syahdu dibandingkan kesyahduannya para pemuja setan? Sangat ironis bila kita
melihat orang lain dan diri kita sendiri bila masih beribadah dalam keadaan tergesa-
gesa, padahal seharusnya kita bisa menjadikan ibadah kita menjadi suatu kenikmatan
saat kita langsung berhadapan pada Allah swt.
Misteri Santet
Santet secara umum sering disebut sebagai Teluh (sihir), hal ini sudah dikenal sejak
zaman dahulu. Tapi hingga kini misteri itu belum (dan sulit) diungkap. Sejalan
dengan kemajuan zaman, santet telah berkembang jauh lebih canggih. Bahkan seperti
dalam era digital, santet pun ada yang diklasifikasikan sebagai santet krah putih.
Melibatkan kalangan atas dengan cara modern dan canggih.
Santet atau sihir dalam bahasa Arab dinamakan Ainun Saqhirah, atau sesuatu yang
menyilaukan mata. Lebih jauh, bermakna menakjubkan. Atau sebuah kemampuan
luar biasa yang sulit diterima akal sehat. Dalam masyarakat Jawa, terdapat fenomena
Teluh Braja. Menurut kesaksian dan cerita turun temurun/mitos dari leluhur—dan
mitos tidak seperti fabel, dalam mitos selalu terkandung kebenaran—Teluh Braja juga
merupakan sinar terang benderang yang melesat amat cepat. Atau seperti Ainun
Saqhirah. Kemunculan Teluh Braja biasanya disusul dengan mewabahnya penyakit.
Kalau menuju ke rumah tertentu, salah satu penghuninya biasanya lalu menderita
sakit berat, tak jarang mengakibatkan kematian.
Di Jawa ada beberapa jenis tanaman yang bisa menangkal datangnya Teluh Braja
sehingga tidak memakan korban. Dengan menanam Pohon Pepaya di muka rumah,
bisa mengalihkan datangnya Teluh Braja ke pohon tersebut. Sehingga si empunya
rumah selamat dari serangan guna-guna atau santet.
Kalau memang sedang mendapat serangan santet, ada lagi kiat untuk menangkalnya.
Yakni dengan membawa merang padi ketan hitam ke mana pun pergi. Menurut
paranormal, merang padi ketan hitam memiliki power positif untuk menetralisir ilmu
santet. Bisa seseorang terancam santet dipersilahkan tidur di atas lantai. Tanah atau
bumi dinilai memiliki energi positif. Itulah maka tidak ada gendruwo atau lelembut
yang berani menginjak bumi, sebab akan terasa panas. Santet biasanya bergerak
sekitar 50 cm di atas permukaan tanah. Maka bisa seseorang tidur dia atas lantai,
maka ia tidak mungkin terkena tembakan santet. Namun demikian, sebenarnya semua
santet jin ini, apa pun jenis dan sebutannya yaitu sangat lemah, baik efeknya, potensi
terjadinya maupun kebenaran atas keterjadiannya itu sendiri. Yang jelas, fitnahnya
lebih keji dibandingkan santetnya, di jaman fitnah seperti sekarang, inilah yang menjadi
cobaan terberat umat manusia, dan sedikit sekali yang mampu terlepas dari jerat-
jeratnya.
Santet tanpa Bantuan Jin (Lewat Perantaraan Tangan Kalian Sendiri)
Dalam konsteks-nya dengan hak membalas sesuai syariat Islam, ayat di bawah ini
bisa menjadikan dasar hukum, dari sub bagian ini:
“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan)
tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap
102
mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. Dan menghilangkan
kemarahan orang-orang yang beriman.”—QS. At-Taubah 14-15.
Santet ‘Ain—Santet Pandangan Mata
“Berlindunglah kalian kepada Allah Ta’ala dari ‘ain sebab sesungguhnya ‘ain itu
haq (benar).”—Shahih: HR. Ibnu Majah (no. 3508) dan al-Hakim (IV/215) dari
Aisyah ra.
“’Ain itu benar adanya, jika seandainya ada sesuatu yang mendahului qadar, maka
akan didahului oleh ‘Ain. jika kamu diminta untuk mandi maka mandilah.”—
Shahih: HR. Muslim (no. 2188) dari Ibnu Abbas ra.
“Kebanyakan yang wafat dari umatku setelah (adanya) qadha dan qadar yaitu
dengan sebab ‘ain.”—Hasan: HR. Abu Dawud ath-Thayalisi (no. 1868), al-Bazzar
(no. 3052), Ibnu Abi Ashim dalam as-Summah (no. 311) dan ath-Thahawi dalam
Syarh Musykilil Atsar (VII/338, no. 2900).
Penyakit ‘Ain yaitu penyakit baik pada badan maupun jiwa yang disebabkan oleh
pandangan—pengaruh jahat—mata baik dari orang yang dengki maupun kagum,
sehingga dimanfaatkan oleh setan dan bisa memicu bahaya bagi orang yang
terkena.
“Dikatakan bahwa Fulan terkena ‘Ain, yaitu jika musuh atau orang-orang dengki
memandangnya lalu pandangan mata itu MEMPENGARUHINYA sehingga
menyebabkannya jatuh sakit.”—Ibnul Atsir
“Jiwa orang yang menjadi pemicu ‘Ain bisa saja memicu penyakit ‘Ain tanpa
harus dengan MELIHAT. Bahkan terkadang ada orang buta, kemudian diceritakan
tentang sesuatu kepadanya, jiwanya bisa memicu penyakit ‘Ain, meskipun dia
tidak melihatnya. Ada banyak pemicu ‘Ain yang bisa menyebabkan penyakit,
termasuk hanya dengan cerita saja tanpa melihat langsung—kekuatan visualisasi.”—
Zadul Ma’ad 4/149
“Oleh sebab itu, jelaslah bahwa pemicu ‘Ain bisa terjadi saat melihat gambar
seseorang atau melalui TV, atau terkadang hanya mendengar ciri-cirinya, kemudian
orang itu terkena ‘Ain. Kita mohon keselamatan dan kesehatan kepada Allah.”—
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid
Pengobatan akibat terkena ‘ain terdiri dari beberapa bagian:
Upaya sebelum Terkena ‘Ain
Kami langsung saja, hati-hati bermedia sosial, memberitakan pada dunia setiap seluk
beluk kehidupan kita. Tambah banyak yang Anda buka pada dunia, tambah rentan
Anda terhadap jenis kejahatan ini. “Get off Social Media!” Demikian kata Syaikh
Hamza Yusuf Hanson. “Be carefull with social media,” kata Mufty Menk Ismail. Ini
sangat serius, saat kita berlomba-lomba menunjukkan pada dunia, segala
“keberhasilan” kita, maka mata dunia akan tertuju pada kita, dan pengaruh jahatnya
bisa mempengaruhi kita. Kurangi update sosmed, dan perbanyak doa dan dzikir dan
103
ta’awwudz yang disyariatkan, untuk membentengi diri dari bahaya ‘Ain, kami berdua
pun yaitu salah satu korban dari santet ‘Ain ini, sebab kami memang mencari
nafkah di antaranya dengan berbisnis on-line via salah satu media sosial dan “Woof!
Its tough!”
Santet Doa Buruk Kutukan Orang Tua
Telah menjadi mitos mengenai dahsyatnya power orang tua terhadap anak-anak
mereka. Jika kita tidak benar-benar meluangkan waktu mengkaji al-Quran dengan
teramat sungguh-sungguh, maka kita dengan mudah akan termakan oleh mitos ini,
yang memang mengandung kebenaran di dalamnya. Namun, jika kita menganggap
power mereka terhadap keberhasilan dan kekacauan hidup kita yaitu melebihi
kekuatan Allah swt. maka kita telah mempertuhankan mereka, atau setidaknya
menjadikan mereka sejajar dengan Tuhan, dan ini yaitu sebuah perbuatan syirik.
Memang orang yang paling kita sayangi dan hormati yaitu potensi penderitaan jika
mereka kemudian melakukan sesuatu untuk menyakiti kita, baik itu secara disengaja
atau pun tidak disengaja. Berbakti kepada orangtua memang juga yaitu perintah
Tuhan terhadap kita, tapi itu ada tanda komanya. Dan kata “berbakti”, tentunya bukan
berarti sampai dengan menuhankan mereka. Mungkin ungkapan, “Power reside
where we put it”, sesuai untuk menjelaskan hal ini. Sehingga supata, atau perkataan
buruk yang keluar dari mulut kedua orang tua kita, bisa sungguh efektif terwujud
dalam kehidupan kita. Jika mereka mengatakan, “Kualat!” Dan kemudian kita lupa
mengingat apa kata al-Quran tentang ini, tentang permasalahan yang kita hadapi
dengan kedua orang tua kita, tentang unsur-unsur keadilan yang tidak boleh kita
abaikan terkait apa pun permasalahan yang kita hadapi, sebab kita tidak
berkewajiban untuk selalu tunduk patuh kepada keinginan mereka jika itu tidak sesuai
dengan keterangan-keterangan agung itu, maka perkataan mereka akan menjadi
sebuah mantra paling ajaib bagi kita. Namun, perlu kita ingat bahwa, sesayang apa
pun orang tua kita pada kita, Allah swt. lebih sayang pada kita, dan sebab mereka
manusia, mereka bisa salah dan bahkan bisa saja memiliki ilmu dan kematangan
kepribadian yang bahkan tidak lebih baik dibandingkan anak-anaknya. Jadi, jika Anda
mengijinkan segala perkataan buruk mereka menimpa Anda, maka Anda telah lupa,
bahwa sebenarnya perkataan mereka itu tidaklah ada apa-apanya—bahkan hal
tersebut merupakan hal yang dilarang oleh agama, tidaklah boleh sepasang orang tua
berkata yang buruk-buruk tentang anak-anak mereka.
Santet Doa Orang yang Kita Aniaya
Dalam memainkan ilmu santet teknik yang kami ajarkan ini, Anda tidak langsung
begitu saja mempraktikkan ilmu ini tanpa ada alasan yang jelas pada orang yang Anda
tuju. Anda membutuhkan alasan yang kuat untuk menyantet seseorang yang ingin
Anda balas. Ini sama halnya dengan Anda memberhentikan mobil yang sedang
melaju, lalu Anda berdiri dihadapannya sambil berkata, "Ayo mas, tabrak saya!"
Tentu saja orang yang menyetir mobil tersebut tidak akan mau melakukan perintah
Anda.
Yang Anda butuhkan agar santet benar-benar mengenai sasaran Anda, maka Anda
harus menjadi pihak yang teraniaya oleh perlakuan seseorang yang menyakiti Anda.
Anda tentu masih ingat bahwa doa orang-orang teraniaya sangatlah bisa menjadi
kenyataan, cepat atau lambat. Balasan atas kebaikan maupun kejahatan tidak harus
104
selalu ada di akhirat, bahkan bisa jadi balasan tersebut menjadi kenyataan di dunia—
dan Anda pun masih di sini untuk menyaksikannya di front row. Seperti pepatah yang
mengatakan, "Bila Anda menabur, maka Anda akan menuainya." Ini merupakan
sebuah hukum kebiasaan atas ketetapan dari Tuhan, bila tidak maka itu berarti Anda
sedang dipaksa oleh Tuhan untuk masuk ke dalam skenario kehidupan yang akan
membuat Anda jauh lebih baik, percayalah!
Bila Anda renungkan kembali kalimat yang mengatakan bahwa doa orang-orang
teraniaya dapat dikabulkan menjadi kenyataan, maka tidak selalu berarti Anda harus
menjadi korban terlebih dahulu. Orang-orang teraniaya bisa juga diartikan sebagai
orang-orang yang bersikap meditatif dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga ia bisa
merasakan penderitaan yang dirasakan oleh orang lain. Hal ini sangat erat kaitannya
pada pencapaian proses olah batin melalui meditasi, dimana Anda akan memiliki
kepekaan rasa yang dapat merasakan penderitaan yang dirasakan oleh orang lain.
Kepekaan rasa yang timbul saat kita melatih diri kita dalam meditasi, dan pada
output-nya kita bisa benar-benar merasakan kesedihan setiap kali melihat dan
merenungkan suatu peristiwa atau objek yang menurut kita itu yaitu suatu alasan
untuk kita bersedih. Saat dalam kondisi seperti ini, timbul rasa seakan-akan kita ingin
membantu banyak orang agar keluar dari keadaan yang menyedihkan dirinya, tentu
saja itu tidak mungkin.
Kepekaan batin hasil olah meditasi yang mampu merasakan penderitaan orang lain
dapat membuat Anda frustrasi, inilah yang dikatakan bahwa pada pencapaian keadaan
hati dan jiwa Anda yang begitu peka akan membawa diri Anda ke dalam keadaan gila
dan dapat dikatakan bahwa pada saat ini Anda telah terbawa ilmu, bukan ilmu yang
dibawa oleh diri Anda. Namun Anda tak perlu khawatir, kami memiliki resep agar
Anda tidak menjadi gila yang itu—hehe. Caranya amatlah mudah, semudah
membalikan telapak tangan Anda, dan caranya yaitu saat Anda melihat objek atau
peristiwa yang membawa Anda pada perasaan sedih, maka yang harus Anda katakan
yaitu ada Tuhan yang akan mengatur semuanya, sadarilah bahwa Anda tidak akan
bisa menyelesaikan seluruh masalah yang dihadapi oleh semua orang yang berada
diatas muka bumi ini, biarkan saja Tuhan yang menyelesaikan semuanya, Anda cukup
mengontrol diri Anda dan perasaan Anda agar tetap sadar.
Keadaan meditatif kapan pun dan dimana pun bisa diraih dengan terus-menerus
mengingat kebesaran Tuhan atau berdzikir, dimana hal tersebut merupakan usaha
dalam menyatukan gelombang pada Tuhan, berusaha meraih cinta-Nya, dimana
keadaan Anda pada saat itu tidak mengharapkan apa-apa selain cinta-Nya, keadaan ini
rasanya seperti sedang dimabuk cinta—cinta teragung, bahkan Anda akan merasakan
benar-benar bergetar hati Anda saat mendengar nama-Nya. Kondisi seperti ini akan
membuat Anda merasa sedang diawasi dan diperhatikan tiap langkah Anda oleh
Tuhan, kondisi dimana Anda merasa terkurung di dunia, jarak yang terasa jauh
dengan Tuhan dan ingin terus merasakan kedekatan-Nya. Sebuah kondisi dimana
Anda merasa bahwa dunia yaitu sebuah neraka dan kematian yaitu sebuah
kehidupan yang nyata dan disitulah Anda akan memahami bahwa diri Anda yaitu
masuk ke dalam daftar orang-orang yang teraniaya di dalam kehidupan yang Anda
jalani di dunia ini, dan Anda pun kini tahu bahwa mereka yang paling dicintai-Nya
yaitu mereka yang paling teraniaya.
105
Tujuan Hidup Anda yaitu Kelebihan Sekaligus Kelemahan Anda.
Setelah Anda memahami konsep santet jenis katakanlah hybrida temuan kami ini—
sebab power yaitu hanya bersumber dari-Nya saja—agaknya Anda mulai saat ini
harus lebih berhati-hati dalam mengungkapkan tujuan hidup terbesar Anda pada
orang lain, jangan sampai tujuan hidup terbesar Anda diketahui oleh orang yang
memahami teknik santet kami ini, sebab Anda bisa menjadi bulan-bulanan olehnya.
Tetaplah menjadi misterius—stay low key, Sun Tzu pun tak sepenuhnya benar.
Jagalah diri Anda dari kesombongan, jangan sampai sebab kesombongan Anda
akhirnya justru memperlihatkan titik lemah Anda sehingga musuh bisa menghajar
Anda dengan mudahnya. Apakah sejauh ini Anda mulai sedikit memahami konsep
santet kami? Jangan salah kami pun telah belajar dari pengalaman yang menimpa
kami sendiri. “It’s hurt! Believe us!”
Anda harus sudah mulai menyadari apakah diri Anda termasuk ke dalam golongan
orang-orang yang kebanyakan/korban santet masal—sebentar apa maknanya ini,
anda pun mungkin bertanya, nanti Anda akan paham jawabannya—ataukah atau
bukan? Anda harus mulai memetakan diri Anda masuk ke dalam golongan yang
mana. Apakah Anda termasuk menjadi orang-orang kebanyakan yang mudah ditebak
kedalaman yang ada di pikiran bawah sadar Anda atau Anda yaitu lautan dalam
yang tak bertepi bagi kebanyakan orang?
Bila Anda sendiri masih bingung Anda termasuk golongan orang kebanyakan atau
bukan, maka untuk mengetahuinya bisa dengan menjawab beberapa pertanyaan
berikut di bawah ini:
Soal Pertama.
Misalkan saat Anda berkumpul di dalam suatu ruangan, dimana dalam ruangan
tersebut terdapat diri Anda, pasangan Anda, saudara wanita Anda, ibu Anda yang
telah tua renta dan dua orang anak Anda. Dan tiba-tiba terjadilah kebakaran di
ruangan tersebut, lantas siapakah yang terlebih dahulu Anda coba selamatkan?
Stop membaca dan renungkan terlebih dahulu untuk mencari jawabannya sekarang,
setelah mendapatkan jawabannya, silahkan membaca soal kedua di bawah ini!
Soal Kedua.
Misalkan Anda dan seorang anak Anda yang masih kecil naik pesawat, dan tiba-tiba
saja berbunyi tanda bahaya dan keluarlah mask oksigen dari atas. Lantas siapakah
yang terlebih dahulu yang Anda pakaikan mask oksigen tersebut, Anda atau anak
Anda?
Stop membaca dan renungkan terlebih dahulu untuk mencari jawabannya sekarang!
Setelah Anda mendapatkan jawabannya, silahkan membaca jawaban di bawah ini.
Bagi kebanyakan orang, ia akan menjawab dengan lebih mendahulukan untuk
menyelamatkan orang lain dari pada menyelamatkan dirinya sendiri. Pada soal
pertama, akan ada banyak sekali yang menjawab dengan menyelamatkan ibunya dan
soal kedua, Anda akan menemui jawaban untuk menyelamatkan anaknya terlebih
106
dahulu. Padahal seharusnya kita menyelamatkan diri kita terlebih dahulu, setelah itu
Anda bisa menyelamatkan yang lain. Bisa kita lihat, betapa hebatnya program pikiran
bekerja dalam kehidupan nyata. Dari contoh kasus ini kita dapat melihat betapa
banyak orang yang kurang mencintai dirinya sendiri, tujuan hidupnya selalu dan
selalu untuk kepentingan orang lain. Betapa banyak orang yang berbakti pada orang
tua dan mengorbankan hidupnya serta hak-haknya sebagai anak untuk orang tua
sebab program pikiran yang telah tertanam sejak kecil untuk selalu berbakti pada
orang tua.
Tujuan hidup berbakti pada orang tua secara berlebihan ini, berkat program pikiran
yang ditanam sejak kecil dan ini kita sebut sebagai tujuan hidup, dan bila orang
tuanya telah meninggal, maka misi atau tujuan hidupnya dianggap oleh pikiran bawah
sadarnya telah selesai, maka ia pikiran bawah sadarnya akan serta-merta
menghancurkan dirinya sendiri sebab pikiran bawah sadarnya berpikir bahwa misi
telah selesai, begitu pun dengan peran dirinya di atas muka bumi ini. Misi yang
dianggap telah selesai inilah yang akan membuat dirinya untuk memiskinkan dirinya
sendiri atau bahkan menyakiti dirinya sendiri dengan memanggil penyakit sampai
kemungkinan terbesar akan menyebabkan ia pergi dari dunia ini.
Kesulitan dalam mencapai tujuan terbesar Anda dan saat Anda memutuskannya untuk
menyerah hanya akan membuat hidup Anda makin terpuruk dari segi perekonomian
dan dari segi kesehatan. Saat Anda merasa gagal dan tak mampu melanjutkan
perjuangan meraih tujuan hidup Anda, maka pikiran bawah sadar Anda akan
mendukung Anda dalam menghancurkan diri Anda sendiri, terkecuali diri Anda
yaitu orang yang kreatif yang dapat dan mau mengubah jalur hidup atau mundur
beberapa langkah untuk lompatan yang jauh lebih besar lagi. Terkadang Tuhan
bekerja dengan sangat unik dan cara-cara yang kadang kita tidak memahaminya dan
akhirnya memahami rencana tuhan setelah Anda melewati masa ujian yang diberikan
oleh Tuhan.
Cara Kreatif Menyalurkan Energi Santet
Seperti yang kami telah jelaskan sebelumnya, bahwa teknik santet hasil temuan kami
ini tidaklah pemakaian bantuan jin, melainkan dengan:
- Mengetahui tujuan hidup seseorang terlebih dahulu dan memotong impian mereka di
tengah jalan.
- Memusatkan energi pikiran Anda.
- Mengetahui impian atau tujuan dia terdekat saat ini apa.
- Mengetahui terlebih dahulu filosofi hidupnya dan core believe system-nya.
- Cek pada dirinya, apakah ia memiliki perasaan bersalah yang selama ini ia
pendam?
- Meruntuhkan mental seseorang.
- Sublimasi ke dalam pikiran bawah sadar terdalamnya dengan cara-cara yang tidak
disadari.
Memotong Tujuan Hidup Terbesar Seseorang
Seperti yang telah kami bahas sebelumnya, setiap orang memiliki tujuan hidup
terbesar dan bila kita mengetahui tujuan hidup terbesarnya, maka kita bisa memotong
107
tujuan hidupnya sekaligus semangat hidupnya. Beberapa contoh kasus yang kami
temui, salah satunya yaitu seorang kawan kami yang berprofesi sebagai polisi. Saat
kami bertemu dengannya, kami melihat ia berjalan dengan pincang, setelah kami
tanyakan kenapa kakinya, ia menjawab bahwa pada dengkul kaki kanannya
membengkak, seperti ada cairan yang harus dikeluarkan dan itupun ia baru saja
berobat setelah proses pengeluaran cairan yang ada pada dengkulnya dan sedikit lebih
membaik.
Namun Nyi Damar yang juga melihat kaki kawan kami yang berprofesi sebagai polisi
tersebut menduga dengan tepat dengan bertanya: "Apakah dalam waktu dekat
belakangan ini kamu ada rencana yang tertunda?" Spontan ia langsung menjawab:
"Ada, dan itu yaitu kejadian sekitar sebulan yang lalu, kejadian dimana sudah
serah-serahan dalam proses lamaran untuk ke jenjang selanjutnya yaitu menikah,
namun akhirnya putus hubungan begitu saja setelah proses lamaran." Nyi Damar
langsung berkata: "Ahhaaa.... Itu dia pemicu nya, kamu telah terkena santet”, Pak
polisi muda tersebut terdiam beberapa saat, dalam hatinya ia tidak percaya hal seperti
ini, namun setelah dijelaskan oleh Nyi Damar, akhirnya ia paham dan berjanji pada
Nyi Damar untuk mengikuti segala anjurannya untuk menyembuhkan penyakitnya.
Yang perlu kita ketahui bahwa, tujuan hidup terbesar kita akan menciptakan energi
bagi sekeliling kita, bagi tubuh kita, bagi tempat tinggal kita dan lain sebagainya.
Anda tentu pernah mengalami kejadian serupa ini: Saat kami berdua pergi
meninggalkan rumah kami yang ada di Banten—yang sekarang sudah mereka
luluhlantakkan itu—menuju Jakarta untuk beberapa urusan selama seminggu, kami
berusaha untuk enjoy di Jakarta, berusaha untuk tidak memikirkan rumah, anjing
penjaga peternakan, kucing dan kambing yang kami tinggalkan di Banten—anjing-
anjing itu telah mereka bunuh dengan keji, para kucing entah apa kabar, dan ketujuh
ekor kambing yang kami rawat itu tak kunjung mereka kembalikan kepada kami—
sebab kami pikir sudah ada satu pegawai kami yang mengurusnya semua itu. Nyi
Damar tampak malas menanyakan kabar rumah dan hewan ternak kami pada pegawai
yang menjaga disana, Nyi Damar tahu bahwa dengan tidak adanya kami di rumah,
maka tidak akan ada pula energi yang melingkupi hewan ternak kami.
Saat kami kembali pulang menuju Banten, kami memiliki firasat pasti ada yang tidak
beres dan benar saja, Demian, anjing Siberian Husky kami—sekarang dia pun telah
mati, maafkan kami Demian—yang paling besar kakinya pincang, berlubang pada
bagian lututnya dan di dalamnya dipenuhi belatung, setelah beberapa hari kami
tangani pengobatannya dengan pemakaian kapur barus, ternyata ada sekitar tiga
puluh belatung yang keluar. Belum lagi saat kami masuk ke dalam rumah kami yang
kami tinggalkan selama seminggu, isi rumah dipenuhi jamur dan debu, ditambah lagi
beberapa isi gelas dan dapur yang berantakan lantaran tikus dengan leluasa menguasai
seluruh isi sudut rumah kami.
Memusatkan Energi Pikiran Anda.
Energi itu nyata dan juga ditimbulkan sebab pikiran kita, pikiran kita menebarkan
energi pada segala sesuatu yang kita pikirkan dan kita inginkan, pada benda-benda
kesayangan kita dan pada apa pun tentunya. Apa-apa yang Anda pikirkan akan
mendekat dan menjadi milik Anda, namun sebaliknya apapun yang sudah Anda tidak
pikirkan lagi, maka ia akan pergi dengan berbagai macam kemungkinan
108
mekanismenya. Dulu kami memiliki motor Ninja 250 cc dan pada saat itu belum
banyak yang memilikinya, namun saat kami membeli mobil Mazda 2, kami mulai
jarang pemakaian motor itu lagi, paling-paling hanya saya gunakan buat beli sayur
ke pasar lalu kami parkir di halaman luar rumah. Dan pada suatu pagi kami melihat
pintu pagar halaman terbuka gemboknya dan melihat lubang kunci motor rusak
sebab maling berusaha mencuri motor tersebut dengan pemakaian kunci T, namun
syukurnya motor Ninja tidak berhasil di curi orang. Sudah jarang di pakai, rusak pula.
Akhirnya kami jual motor ninja tersebut dengan harga murah pada sahabat kami. Dari
kejadian tersebut bisa Anda lihat bahwa apa-apa yang Anda sudah tidak berada dalam
list pikiran kita lagi, maka apa pun itu akan menghilang dari kehidupan kita dengan
sendirinya.
Kini Anda mulai memahami bagaimana kaitannya kejadian di atas dengan teknik
santet yang akan kami berikan pada Anda melalui pemahaman secara perlahan tapi
pasti. Anda mulai bisa memahami bagaimana membuat sesuatu tersebut akan mulai
menghilang dari kehidupan Anda, caranya sangat mudah, yaitu ABAIKAN saja,
anggap saja tidak ada dengan memikirkan atau sibuk dengan hal lain, jangan berikan
energi padanya, jangan berikan perhatian padanya, maka ia akan pergi dengan
sendirinya setelah Anda memfokuskan pikiran Anda pada hal lainnya, dan
melupakannya.
Ini sama halnya dengan banyak pasangan yang keduanya saling tidak memberi
perhatian tulus pada pasangannya masing-masing, keduanya sibuk dengan
pekerjaannya sehingga mereka hanya membutuhkan waktu yang sangat sedikit untuk
saling memberi energi lewat obrolan dan kedekatannya. Sang suaminya sibuk di
kantor, bertemu dengan kawan-kawan kantor wanita yang juga punya waktu sedikit
sama suaminya di rumah. Mereka di kondisikan berada di dalam suatu ruangan
kantor, merasa senasib dan berakhir pada kedekatannya di meja makan di kantin atau
restoran saat istirahat makan siang dari kantornya. Kedekatan mereka berdua di
kantor semakin dekat dan dekat lagi sampai akhirnya mereka melakukan
perselingkuhan di kantor. Makin hari makin lama mereka dekat dan intim, sehingga
perasaannya pada pasangannya di rumah pun makin lama makin berkurang, energinya
tersedot habis di kantor. Pasangannya sudah sangat jarang sekali diperhatikan sebab
lebih sering memperhatikan selingkuhannya di kantor dan cepat atau lambat
pasangannya di rumah akan pergi menghilang, entah sebab mekanisme jatuh sakit,
tuntutan cerai dan lain sebagainya.
Bahkan pasangan yang sudah tidak harmonis di dalam rumah tangga yang
dibangunnya dan terlebih lagi ada di antara pasangannya yang memiliki selingkuhan
di luar akan menyebabkan perhatian dan tenaganya terkuras untuk selingkuhannya. Di
dalam hatinya mulai tumbuh sikap membanding-bandingkan—yang yaitu sikap
syaitan—antara pasangan dengan selingkuhannya, sehingga lambat laun hubungannya
dengan pasangan menjadi tidak harmonis, ranjang menjadi dingin dan tidak hangat
seperti awal pernikahan mereka, bahkan sampai pada tahap akhirnya yaitu mereka
berdua sudah cukup lama tidak melakukan hubungan seks. Di sinilah letak awal atau
sumber penyakit muncul yang disebabkan oleh dua hal, yaitu tubuh yang seharusnya
atau sesuai fitrahnya menjalin hubungan seks dan tubuh yang tidak sesuai dengan
fitrahnya yang diperlakukan untuk berhubungan seks yang bukan muhrimnya atau
bukan pasangannya yang halal atau selingkuhan.
109
Tubuh yang tidak diberlakukan lagi sesuai fitrahnya, dimana sudah tidak lagi
melakukan hubungan seks antara suami-istri akan berdampak timbulnya penyakit
pada tubuhnya. Serasa tubuhnya protes sebab tidak lagi dapat menyalurkan hasrat
dorongan seksualnya. Tubuh yang dalam waktu cukup lama untuk tidak melakukan
hubungan seks dengan pasangan akan menyebabkan tubuhnya protes, salah satu
diantaranya yaitu timbulnya penyakit pada istri berupa pusing kepala yang
menyebabkan marah-marah, timbulnya rasa sakit pada sekitar payudaranya. Di satu
sisi, seorang suami yang sudah lama tidak berhubungan badan dengan istrinya akan
mulai timbul penyakit yang berkaitan dengan alat reproduksi pria seperti ejakulasi
dini, impotensi hingga kanker prostat. Terlebih lagi bila pasangannya sudah mulai
melakukan perselingkuhan dan akan sangat beresiko mengidap penyakit kelamin
seperti penyakit sipilis hingga AIDS sebagai bentuk mekanisme tubuh yang protes
kepada dirinya yang telah melakukan hubungan badan dengan yang bukan
pasangannya atau perselingkuhan.
Bila Anda memiliki musuh bebuyutan yang selalu membuat Anda kesal, maka
segeralah kontrol pikiran Anda, jangan selalu bicarakan dia, sebab dengan selalu
membicarakan tingkah lakunya yang membuat Anda kesal tersebut, maka itu sama
artinya Anda memberi energi padanya dan ia akan tumbuh semakin kuat di dalam
kehidupan Anda. Segeralah potong tujuan hidup terbesar dia agar ia hengkang dalam
kehidupan Anda. Apakah Anda masih bingung mencari apa tujuan hidup terbesarnya
untuk membuat dia menghilang dari hidup Anda? Saya katakan pada Anda,
kemungkinan terbesar daru tujuan hidup terbesar dia yang membuat ia terus hidup
yaitu penderitaan Anda sebab nya. Ia akan terus meminta perhatian dari Anda agar
ia merasa hidup, merasa ada, merasa bermakna. Maka pada saat Anda sudah tidak lagi
memikirkan dirinya, menganggap dia sudah tidak ada lagi dalam kehidupan Anda
dengan cara mengabaikannya, maka itu sama artinya dengan Anda telah memotong
tujuan hidup terbesarnya. Kisah ini mirip dengan kisah salah satu relationship
arc/kisah hubungan antara The Joker dan Batman, beruntung jika Anda bukan
Batman, dengan Joker yang serial mass killer sebagai upaya menarik perhatian
Batman, daaan terpaksa Batman yang berprinsip tidak mau membunuh siapa pun—
termasuk the Joker, akan selalu berhadapan dengannya untuk menyelamatkan nyawa
mereka yang terancam Joker-nya.
“Killing you Batman? Nooooo … I’ll never kill you. What am I without you?”—The
Joker, the Dark Night Rises-nya Christopher Nolan.
“You can’t beat me Bruce, you need me, I am your villain of your dream.”—The
Joker, the Batman Telltale Series.
sebab tujuan hidup terbesar the Joker yaitu membuat Batman kesal dan
menderita, itulah kepuasan baginya, sebab dia diam-diam terobsesi padanya, ingin
sepertinya namun tidak bisa. Jika Batman mati, dia akan kehilangan mainan
kesayangannya, dan kemudian ia akan mati bosan.
Sekali lagi: Kekuatan Pikiran
“Dunia di luar diri kita menciptakan dunia di dalam diri kita.”
Konsep santet yang kami temukan ini sangatlah berbeda dengan santet yang tersebar
di beberapa wilayah di Indonesia, Anda tidak akan menemui ritual yang aneh-aneh
110
untuk memanggil bantuan jin dalam melakukan santet, bahkan kabar baiknya yaitu
Anda juga akan menguasai teknik penyembuhan dengan menguasai artikel yang ada di
genggaman tangan Anda sekarang ini.
Seperti kita ketahui bahwa banyak aliran ilmu santet dari berbagai daerah yang
dikenal kuat dengan ilmu santet-nya yang diajarkan secara turun temurun seperti
Banten, Banyuwangi, dan Kalimantan. Satu hal lagi yang membuat kami enggan
mempelajari ilmu santet yaitu sebab adanya keterkaitan bantuan jin dalam
mempraktikkan ilmu santet dan tentu saja kami tidak akan membawa Anda ke dalam
ranah bantuan jin untuk bisa menguasai ilmu santet ini, sebab ilmu santet yang akan
Anda pelajari di dalam kitab karya kami ini yaitu suatu cabang baru dalam
menguasai ilmu santet yang tidak pemakaian sarana bantuan jin namun hasilnya
akan jauh lebih istimewa sebab Anda tidak perlu memasukkan benda ke dalam tubuh
seseorang yang ingin Anda santet.
Teknik-teknik santet yang kami pelajari lebih condong kepada cabang psikologi yang
sangat ilmiah namun supra natural dan dapat dipelajari oleh siapa pun yang ingin
menguasai ilmu ini. Meskipun dengan teknik psikologi dan memahami kaidah
hukum-hukum alam, namun hasilnya akan menyerupai santet yang sering kita dengar
dan itu artinya bahwa ilmu santet dengan konsep yang kami miliki ini sama
mematikannya dengan model santet yang telah lama ada di Bumi Nusantara ini.
Bahkan dengan teknik dan konsep santet kami ini dapat meruntuhkan perusahaan
besar sekaligus bila digunakan tekniknya dengan tepat.
Setiap orang memiliki alasan yang kuat untuk hidup, namun tidak cukup kuat untuk
menerima kenyataan hidupnya. Saat kenyataan hidup tidak seperti yang ia arahkan,
saat dunia yang ada di luar dirinya tidak sesuai yang ia harapkan, maka kebanyakan
orang yang tidak cukup imannya, maka pikiran bawah sadarnya akan berusaha
menghancurkan hidupnya sendiri. Inilah yang dikatakan sebagai, "dunia di luar diri
kita, menciptakan dunia yang ada di dalam diri kita." Seperti yang kita ketahui,
bahwa pikiran bawah sadar kita sangatlah berpengaruh besar terhadap apa-apa yang
kita raih dalam kehidupan kita sejauh ini. Mungkin Anda akan kami buat terkagum-
kagum dengan lembaran-lembaran yang ada di dalam artikel kami ini, Anda akan—
atau telah—kami bawa pada hal-hal yang Anda sendiri pun belum mengetahuinya.
“Namun sekali lagi kami tegaskan bahwa artikel Kitab Santet ini yaitu juga sebuag
cobaan buat Anda, jadi kami sudah memberi peringatan.”
Program Pikiran
Semua orang yang terlahir di atas muka bumi ini pada dasarnya yaitu lahir dalam
keadaan fitrah, tergantung orang tuanyalah nanti bagaimana mereka kemudian akan
membentuknya. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw.:
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang
menyebabkan ia menjadi Yahudi, Nasrani dan Majusi."—HR. Bukhari
Pada hadist ini jelas terlihat bahwa peran orang tualah yang pertama kali dan
seringkali menanamkan program pikiran kepada anaknya.
111
Bahkan di dalam al-Quran, Allah berfirman:
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di
belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap
(kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah
dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."—(QS. An-Nisa: 9)
Terlihat sangat jelas bahwa yang dimaksud dengan perkataan yang benar yang
terdapat dalam firman Allah di atas yaitu perkataan yang berupa program pikiran
yang di tanamkan orang tua kepada anaknya sesuai dengan tuntunan al-Quran dan
sunah Nabi saw. Allah memerintahkan kita agar mengisi pikiran anak-anak kita
dengan program-program pikiran/pendidikan yang baik yang mendukung kesuksesan
anaknya di dunia dan di akhirat. Program pikiran yang telah ditanamkan oleh orang
tuanya—semenjak mereka dalam buaian—baik secara langsung maupun tidak
langsung akan menyerap ke dalam pikiran bawah sadar anaknya dan menjadi
kebiasaan atau pola pikir dan tindakan sang anak dalam menjalankan kehidupannya
dan menghadapi segala tantangannya di dunia ini.
Perkataan yang baik atau program pikiran yang baik akan membuahkan hasil yang
baik pula dalam kehidupan sang anak. Namun sayangnya ada banyak program yang
kesannya terlihat baik, padahal itu tidaklah baik buat kehidupan anaknya disaat
dewasa nanti.
Contoh kalimat yang terlihat baik, padahal itu tidaklah baik yaitu :
“Saat penimbangan di akhirat nanti, orang kaya akan lama ditanya oleh malaikat
dan ditanya buat apa saja hartanya selama hidup di dunia, namun saat orang miskin
di tanya oleh malaikat, maka proses audit akan berjalan jauh lebih cepat.”
Padahal dari kisah di atas, proses lama atau tidaknya audit yang dilakukan oleh
malaikat tidak menentukan yang lama di audit pasti akan masuk neraka dan yang
cepat prosesnya akan masuk surga.
Bisa jadi kisahnya akan menjadi seperti ini:
Saat orang kaya di tanya malaikat seputar hartanya digunakan untuk apa saja selama
hidup di dunia, maka si kaya menjawabnya dengan,"Saya gunakan untuk membangun
masjid di beberapa kota, sebagian harta saya juga saya gunakan untuk membangun
beberapa pesantren di lima kota, memberi makan ribuan fakir miskin di yayasan yang
kami dirikan, bahkan sebagian uang milik kami, kami gunakan untuk
memberangkatkan orang tua dan orang-orang miskin untuk pergi haji, mobil yang
saya gunakan untuk keperluan mengangkut anak-anak yati piatu ke tempat belajar di
luar pesantren agar mereka mengenal dunia luar dan meraih ilmu lebih banyak lagi...
Dan masih banyak lagi."
Akhirnya malaikat memperkenankan si kaya masuk ke dalam surga. Tak lama
kemudian datanglah si miskin dengan pedenya, ia begitu yakin bahwa kali ini
malaikat tidak membutuhkan waktu lama untuk mengaudit kekayaan dirinya sebab
memang ia tidaklah punya harta atau miskin. Malaikat: "Hai orang miskin, kamu
gunakan untuk apa saja selama kamu hidup di dunia?" lalu si miskin menjawab: "Ya
112
tidak saya gunakan buat apa-apa, wong saya ini orang miskin kok, paling-paling
cuma punya sendal jepit keren selama hidup saya waktu itu." lalu malaikat bertanya
lagi: "Oohhh.... Jadi kamu orang miskin beneran?" Dengan pede si miskin kembali
menjawab: "Iya lah ... Saya kan orang miskin" dan malaikat bertanya lagi: "Okehhh ...
pertanyaan selanjutnya, jadi selama kamu hidup di dunia, apa saja yang kamu
lakukan sehingga kamu menjadi ahli miskin?" Si miskin kemudian menjawab: "Saya
hanya duduk-duduk saja, nongkrong di ujung jalan, makan-tidur, ngopi sambil
ngerokok menikmati hidup" lalu malaikat terdiam dan wajahnya terlihat marah dan
tak lama kemudian berkata "Penjaga!!! Masukkan orang ini ke dalam neraka!!!"
Jadi bisa kita lihat bahwa cerita yang selama ini belum tentu benar, belum tentu benar
orang kaya akan masuk neraka dan orang miskin masuk surga. Bagaimana bila
kejadiannya nanti seperti kisah di atas? Bahkan ada lagi program pikiran yang
ditanamkan oleh orang tua kepada kita dengan kalimat, "Ridho-nya orang tua, yaitu
ridho Allah," sehingga orang yang terkena konsep hidup seperti ini kemungkinan
besar hidupnya akan mengabdikan hidupnya, mengorbankan hak-hak pribadinya
sebagai anak demi kepentingan orang tuanya dan parahnya lagi berbakti pada orang
tua hampir menyerupai menyembah orang tuanya. Nampak dengan jelas di sini,
bahwa kita harus jeli dalam melihat dan memahami konteks makna kalimat di atas.
Pemrograman pikiran semacam di atas inilah yang menjadi program hidup yang
salah, dan hampir banyak sekali program pikiran yang beredar di masyarakat, maka
tidak sedikit orang yang memang hidupnya ditujukan untuk berkorban habis-habisan
untuk orang tuanya, dan hal ini sangat mudah di tebak oleh kebanyakan
orang. Tujuan hidup orang kebanyakan sangat mudah di tebak dan bahayanya lagi
bisa di patahkan oleh orang lain dan inilah yang disebut dengan konsep santet hybrida
kami yang sangat mudah di pahami, sangat mudah dipraktikkan dan tanpa bantuan
jin, namun hasilnya tetap sama dahsyatnya.
Kalau manusia lebih hebat dibandingkan jin—sebab ditiupkan sebagian Ruh Ilahi
kepadannya—lantas buat apa kita meminta bantuan jin? Mengapa kita tidak berdoa
dan meminta pada Allah? Dan selebihnya kita tinggal berikhtiar agar menjadi
perpanjangan dari tangan Allah.
"Dan Allah akan membalasnya melalui perantaraan tangan kalian."
Santet Asmaul Husna
“I write this book as if my life depends on it, this book is haunting me.”—Nyi Damar
Sagiri
Metode santet yang kita bicarakan dari awal yaitu metode yang dimaksudkan untuk
menggerakkan FITRAH dan NURANI seseorang agar bangkit, mengaum, dan
berefek. Bangkitnya fitrah dan nurani akan mempercepat terciptanya suatu
mekanisme yang menghukum seseorang yang telah menzalimi diri kita.
Pada bagian ini kita akan memberi contoh-contoh yang dapat membuat
bangkitnya fitrah dan nurani seseorang agar ia TERKENA santet dan/atau agar ia
justru TERHINDAR atau sembuh dari santet.
113
“Kita tidak mungkin terhindar dari sesuatu, jika kita tidak mendalami sesuatu itu,
mempelajari kekuatan dan kelemahannya.”—Nyi Damar
Menjadi Pemurah/Pengasih
Teknik pertama ini yaitu teknik yang sangat mudah Anda coba lakukan pada
seseorang yang telah menzalimi atau menyakiti Anda. Dengan pemakaian teknik
ini, Anda harus tetap memberi kemurahan hati pada seseorang yang telah
menzalimi diri Anda tersebut. Contohnya berikanlah anggota keluarganya sesuatu
yang menampakkan bahwa Anda tetap menjadi seorang yang pemurah meskipun dia
tetap menzalimi diri Anda. Anda bisa memberi nya pada anaknya maupun pada
anggota keluarganya, tidak harus secara langsung memberi nya pada dia.
Menjadi Penyayang
Dalam tujuan untuk membangkitkan fitrah pada diri seseorang—yang pernah
menzalimi Anda—sehingga fitrah tersebut terganggu, menggeliat dan mengajukan
protes pada diri orang tersebut yang nantinya berakibat banyak hal, seperti dia
kemudian jatuh sakit dan mungkin juga memicu kesadaran bahwa ia telah
menyakiti Anda sejauh ini, maka inilah yang bisa Anda lakukan, yaitu dengan tetap
menunjukkan rasa sayang Anda pada dirinya, dengan mengirimnya energy cinta.
Salah satu caranya, bisa dengan Anda bercerita pada seseorang yang dekat pada
dirinya, bahwa Anda tidak membenci dirinya, justru malah menyayanginya meski ia
telah berbuat jahat pada Anda. Cerita Anda—perkataan yang memang ditujukan
kepada seseorang, bahkan jika itu pun tidak sempat diungkapkan ke dalam kata-kata,
hanya dalam pikiran Anda saja, pasti pada akhirnya efeknya akan sampai pada orang
yang Anda tuju—akan sampai pada seseorang yang pernah menzalimi Anda itu dan
oleh sebab itu jangan sedikit pun membicarakan hal buruk tentang dirinya, meskipun
itu membicarakannya dalam pikiran Anda dengan diri Anda sendiri atau dengan para
demon yang bersemayam di dalamnya. Pertanyaan menarik kemudian timbul, “Siapa
saja yang bersemayam di dalam pikiran Anda, selain tentunya Anda sendiri?”
Merajai Jalan Hidup Anda Sendiri
Dalam hal ini Anda dituntut untuk melakukan action/tindakan yang memperlihatkan
bahwa Anda akan tetap berusaha mempertahankan prinsip-prinsip dan hak-hak
pribadi Anda agar tidak diambil/diganggu oleh orang lain—apa pun harga yang
harus Anda bayar, akan selalu Anda bayar meski pun Anda harus masuk penjara
sebab nya. Hak Anda yang telah direbut oleh orang lain dan Anda hanya bisa berdiam
diri justru hanya akan membuat Anda jatuh sakit—fisik mau pun mental—sebab
fitrah yang ada di dalam diri Anda merasa tidak dibela, merasa Anda tidak berpihak
pada diri Anda sendiri dan bahkan Anda telah menzalimi diri Anda sendiri.
Mungkin Anda kerap merasa takut menghadapi seseorang yang sedang dan telah
mengganggu/merebut prinsip dan hak-hak Anda sebab ia memiliki power baik itu
beripa pengaruh yang kuat sebab kedudukan atau kekerabatan, sehingga Anda belum
berusaha sedikit pun untuk kembali meraih hak-hak Anda tersebut, padahal Anda bisa
meminta bantuan ke banyak pihak bila Anda merasa itu yaitu hak Anda. Anda bisa
meminta bantuan pada pihak yang berwajib—pada saat ini relevan, atau apa pun yang
mengerti dengan masalah hukum tanpa harus bermain hakim sendiri atau bahkan
114
pergi meninggalkan lingkungan yang tidak mendukung itu, tinggalkan semuanya
sebab taka da yang lebih penting dibandingkan mempertahankan hak dan prinsip hidup.
Setidaknya perlihatkan pada diri Anda sendiri bahwa sejauh ini Anda telah berusaha
membela hak-hak Anda tersebut.
Selalu Berusaha Mensucikan Diri
Yang kami maksud dalam mensucikan diri di sini yaitu berkaitan dengan serangan
santet yang bisa jadi berasal dari dalam diri Anda sendiri maupun dari orang lain.
Tanpa Anda sadari bahwa Anda ternyata belum mensucikan diri Anda, baik itu dari
hal yang menajiskan maupun mensucikan diri Anda dari harta yang Anda miliki
dimana ada sebagian hak orang lain di dalamnya yaitu hak fakir-miskin dan anak
yatim-piatu. Pada bagian lain artikel ini telah kami bahas juga mengenai hal ini,
mengenai karakteristik para wali Allah.
Menjadi Juru Penyelamat
Cara lainnya dalam menghindari santet yang berasal dari orang lain, atau pun dalam
rangka memberi pelajaran pada seseorang yang ingin Anda santet lantaran ia telah
menzalimi diri Anda, maka Anda bisa mencoba salah satu metode santet ini yaitu
dengan cara menawarkan bantuan untuk menyelamatkan seseorang atau seseorang
yang pernah menzalimi Anda saat ia dalam keadaan susah atau sakit-sakitan. Tawaran
yang Anda ajukan tersebut kemungkinan besar akan ditolak olehnya, namun bukan itu
tujuan sebenarnya, melainkan kita mencoba membangkitkan ego lawan kita agar ia
berpikir bahwa tidak ada pilihan lain yang bisa menyelamatkan dirinya, meskipun ia
berusaha mencari kesana-kemari namun pikiran bawah sadarnya akan semakin kacau,
ditambah lagi fitrah yang ada di dalam dirinya memberontak saat ia menolak tawaran
penyelamatan dari Anda. Dirinya akan semakin berperang dengan pikirannya sendiri
dan semakin ia mempertahankan egonya maka ia akan semakin memperparah
penderitaan yang ia alami.
Memelihara Keamanan dan Rasa Aman
Kita tidak akan pernah tahu siapa dan kapan waktunya orang lain menyantet Anda.
Kita tidak bisa lantas menuduh siapa pelakunya—bahkan sebaiknya hal ini selalu
dihindari untuk menghindari fitnah—namun Anda bisa mencegah dan
menyelamatkan diri Anda dari bahaya santet yaitu dengan cara memelihara keamanan
untuk diri Anda sendiri dan keluarga Anda. Pastikan bahwa keamanan telah Anda
lakukan, bukan berarti sekedar pintu rumah Anda terkunci rapat saja, namun secara
sosial politik pertahanan yang sesungguhnya ada di dalam diri Anda sendiri, Anda
harus jeli dalam memilih orang-orang dalam hidup Anda, terutama yang terdekat,
sebab selalu yang terdekat dan Anda biarkan mendekat sajalah yang paling lethal
bagi Anda. Contohnya: Sudahkah Anda memberi hak anak yatim-piatu dan fakir-
miskin? Namun terkadang kebaikan-kebaikan yang kita lakukan, tidak akan mampu
menahan musibah datang ke dalam kehidupan Anda, jika kita bicara sosial politik.
Bukankah Anda memberi nya untuk diri Anda sendiri bila Anda telah
memahaminya? Namun yang terpenting yaitu selalulah mempertahankan
kemisteriusan diri Anda.
115
Menjadi Penjaga yang Dapat Diandalkan
Seperti Anda ketahui, bahwa metode santet ini seperti halnya dua sisi mata pedang
yang bisa membunuh orang lain dan bisa menyelamatkan atau menyembuhkan diri
Anda sendiri. Menjadi penjaga disini dimaksudkan agar Anda menjadi bisa membantu
menjaga hak-hak orang lain dan menjaga hak diri Anda sendiri. Membantu menjaga
hak-hak orang lain akan menciptakan keharmonisan dalam bersosialisasi dan
menciptakan kondisi masyarakat yang saling tolong-menolong dalam berbuat
kebaikan, sementara menjaga hak diri sendiri akan menciptakan kesehatan pikiran
kita.
Berusaha Menjadi Orang yang Mulia
Berusaha menjadi orang yang mulia dalam hidup bukanlah hal mudah, namun melatih
diri Anda dengan latihan-latihan kecil akan meringankan proses pembentukan pribadi
yang mulia pada diri Anda. Menjadi pribadi yang mulia sama halnya dengan hidup
sesuai dengan aturan dan fitrah kita sebagai manusia—dan tentu saja menjadi jahat
pada orang lain atau terkorupsi kejahatan yaitu juga merupakan bagian dari fitrah
kita juga, bahwa manusia bisa corrupted. Namun di sinilah justru letak kemuliaan dari
manusia yang mulia, sebab jika para malaikat yaitu makhluk yang mulia, fakta ini
bukanlah sesuatu yang katakanlah stand out. Senantiasa orang lain yang melihat kita
menjadi teramat segan untuk menzalimi diri Anda dan Anda akan disukai atau
dicintai banyak orang sebab hidup Anda berjalan sesuai denga fitrah yang ada pada
diri Anda. Latihan kecil yang bisa Anda lakukan sehari-hari yaitu dengan berusaha
berbuat baik sesuai fitrah kita sebagai manusia dan Anda bisa memulainya di
lingkungan terkecil sehari-hari Anda.
Berusaha Menjadi Manusia yang Perkasa
Anda terlahir sebagai pemenang setelah mengalahkan sel-sel sperma lainnya untuk
menggapai sel telur. Dari situ Anda bisa melihat contoh kecil keperkasaan diri Anda
bila saat ini Anda telah lupa dan tidak mengingatnya lagi. Mungkin saat ini Anda
merasa menjadi seorang yang kalah dalam kehidupan, namun satu hal yang Anda
lupakan yaitu Anda punya banyak kesempatan untuk menjadi hebat. Berlarut-larutnya
Anda meratapi kehidupan Anda yang menurut Anda tidak berkembang dan selalu
gagal hanya akan menarik banyak hal yang akan membuat Anda makin menemui
kegagalan. Bisa dikatakan bahwa semakin Anda terlarut dalam kesedihan, maka Anda
akan makin menjadi sasaran empuk santet yang dilontarkan oleh orang lain ke diri
Anda. Sekarang bangkitlah dengan sekuat tenaga Anda, saat baru saja lawan Anda
melihat Anda bangkit saja sudah akan membuat dia terserang santet dari diri Anda
dan ia bisa jatuh sakit.
memberi Gambaran Betapa Besarnya Anda
Untuk membuat lawan Anda terkena santet Anda atau bisa dikatakan bahwa fitrahnya
telah Anda bangkitkan sehingga fitrahnya akan menghukum dirinya sendiri, caranya
yaitu Anda harus membuat dirinya semakin takabur, sehingga ia lupa akan batas
kemampuan diri dia yang sebenarnya dan ia akan menemukan ganjaran atas perbuatan
takaburnya itu. Sementara cara lainnya yakni cara menghadapi juru santet masal yang
dikirim oleh banyak orang lantaran Anda dianggap kecil di lingkungan masyarakat,
116
maka yang harus Anda lakukan yaitu dengan menunjukkan seberapa besarnya diri
Anda, misalkan Anda foto bersama Pak Presiden, atau artis terkenal. Namun hal ini
harus dimainkan dengan hati-hati, sebab hal ini bisa menjadi pisau bermata dua. Bisa
jadi mereka segan, atau bahkan semakin ngotot mengumpulkan kekuatan untuk
menghabisi Anda dengan segala cara, namun dalam konteksnya dengan konsep di
bagian ini, maka penjelasan di atas tetap relevan.
Mengetahui Misi Hidupnya
Setiap orang memiliki program tujuan hidup terbesarnya masing-masing. Kebanyakan
orang memiliki program besar yang dijadikan tujuan hidupnya, yakni ingin
membahagiakan orangtuanya. Ini yaitu contoh kecil saja dimana ada seorang anak
yang rela berkorban habis-habisan demi membahagiakan orangtuanya kelak. Bisa
dikatakan misi hidupnya demi membahagiakan orangtuanya. Namun belum sampai ia
berhasil membahagiakan orangtuanya, ternyata orangtuanya telah meninggal terlebih
dahulu. Orangtua yang meninggalkan dirinya membuat ia tidak lagi menemui
semangat dalam menjalani hidupnya dan akhirnya ia pun jatuh sakit dan meninggal
menyusul orangtuanya. Kisah gambaran kecil di atas yaitu betapa pentingnya misi
hidup kita agar tidak mudah terbaca oleh lawan kita, sebab hanya dengan
mematahkan misi hidupnya saja maka padamlah sudah semangat hidupnya. Temukan
misi atau tujuan hidup lawan Anda, lalu patahkan.
Menjadi Pencipta yang Pertama
Tehnik ini bisa dikatakan teknik yang sering dipakai dalam menghadapi sebuah
persaingan di dalam dunia bisnis untuk membuat lawan Anda tidak berkutik dalam
ruang gerak persaingan yang Anda buat. Buatlah lawan-lawan Anda makin jauh
tertinggal di belakang Anda. Saya kembali teringat pada lawan-lawan pesaing kami
yang juga sama-sama membuka lapak ramal Tarot di teras Taman Ismail Marzuki.
Hampir sekitar delapan orang peramal tarot berjejer di sana. Persaingan yang sangat
ketat ini membuat perekonomian saya semakin memburuk saat itu dan penyakit batuk
berdahak yang tidak kunjung sembuh saat itu membuat saya harus memutar otak saya.
Lantas saya berpikir bagaimana caranya agar saya menjadi lebih unggul dari mereka
dan akhirnya saya mendapatkan ide untuk membuat atau menciptakan berbagai
macam media ramal yang belum pernah ada, seperti media ramal Batu Aztec, Batu
Mesir, Map of Life, Hypnoprophecy, kartu ramal Vendra, Ramal Nomor HP dan
bahkan hingga saya mempelajari banyak sekali teknik ramal seperti Astrologi Mesir
dan Yunani, Feng Shui, Palmistry, baca wajah, hypnosis dan lain sebagainya. Dengan
begitu saya dengan mudah mengalahkan semua pesaing saya saat itu. Namun semakin
saya sadari, bahwa saya bukanlah sedang bersaing pada mereka, melainkan pada sisi
lain diri saya yang pemalas dan tidak ingin terus berkembang, sehingga bisa dikatakan
saya telah menyantet diri saya. Saya telah menzalimi diri saya sendiri yang
sebenarnya fitrah saya mampu menjadi seseorang creator media ramal dan lainnya,
tapi saya selalu menunda-nundanya sehingga saya sakit batuk-batuk yang tidak
kunjung sembuh saat itu.
117
Perhatikan Apa yang Menjadi Harapan Satu-satunya
Pada umumnya hampir semua orang tua menginginkan anaknya menjadi jauh lebih
baik dari orangtuanya. Orangtua menginginkan anaknya menjadi sukses di dunia dan
di akhirat, serta khawatir anaknya menjadi tidak lebih baik, dan kekhawatiran
orangtua yang pertama yaitu agar anaknya tetap berpegang teguh pada keyakinan
seperti apa yang telah diyakininya sebelum ia meninggal.
Tanpa disadari oleh orangtua kebanyakan yaitu kekhawatiran yang berlebihan ini
bisa menjadi dampak negative, apalagi anak yang ia miliki hanya semata wayang.
Dalam hal ini, anak bisa menjadi cobaan bagi orangtua. Di satu sisi anak yaitu
kebanggaan bagi kedua orangtua, namun di sisi lainnya yaitu cobaan bagi orangtua
itu sendiri.
Seorang ayah mungkin saja tidak terlalu menghiraukan apa kata istrinya, namun apa
yang di katakan oleh anaknya bisa menjadi ancaman pihak ke-tiga yang mau-tidak
mau harus didengar atau setidaknya masuk ke dalam perasaan sang ayah.
Kekhawatiran seseorang yaitu kehilangan miliknya yang cuma satu-satunya, dan itu
yaitu kelemahan yang bisa meruntuhkan mental dan fisik seseorang bila ia
kehilangan satu-satunya yang ia miliki tersebut.
Kekhawatiran akan Sumber Rejeki yang Hilang
Bagi sebagian banyak orang secara tidak sadar berpikir bahwa rejeki dari Allah swt.
yaitu terbatas, sehingga selain orang tersebut bisa tertimpa penyakit kikir, memiliki
kecenderungan mempertahankan jabatan dan pekerjaannya dengan berbagai cara,
sampai akhirnya ia berpikir bahwa bosnyalah atau perusahaannyalah yang sejauh ini
memberi rezeki pada dirinya sehari-hari. Semakin lama, ia semakin lupa bahwa
Allah Maha menyantuni setiap makhluk-Nya. Orang-orang yang menggantungkan
hidupnya kepada perusahaannya (atau tempat ia bekerja) secara berlebihan, sama
halnya ia mengartikan dan menanamkan suatu program ke dalam pikiran bawah
sadarnya yang mengatakan bahwa bila perusahaan atau tempat ia bekerja itu yaitu
tempat ia menggantungkan hidupnya. Maka pikiran bawah sadarnya akan memproses
data program tersebut dengan kalimat: tidak bekerja di perusahaan itu maka sama
halnya dengan kematian (lawan kata dari hidup). Maka tak jarang kita menemui
berbagai kasus buruk yang menimpa para pensiunan suatu perusahaan, mulai dari
terserang penyakit stroke yang bisa dikatakan sebagai mati setengah dari sebagian
tubuhnya, hingga sampai pada kasus-kasus meninggalnya para pensiunan atau mantan
karyawan suatu perusahaan yang terlalu menganggap tempat kerjanya secara
berlebihan.
Para mantan pegawai suatu perusahaan yang telah lama bekerja di suatu perusahaan,
ditambah lagi posisinya di dalam perusahaan itu sangatlah enak, maka meskipun ia
mendapatkan uang pensiun yang banyak sekali, maka tetap saja ia akan menemui
banyak kegagalan bila menekuni suatu usaha selepas menjadi pegawai perusahaan.
Selama program pikiran di dalam bawah sadarnya belum diperbaiki, maka apapun
jenis usaha yang ia lakukan akan menemui hambatan dan kegagalan, sehingga
memaksa ia untuk berpikir kerja kembali meskipun sudah menjadi pensiun, sebab ia
pikir disanalah semangat hidupnya dan tempat yang menghidupi dirinya.
118
Untuk menghindari terjadinya kasus diatas, maka sebaiknya sejak dini kita sudah
mulai membuka pintu-pintu rezeki lainnya dan selalu mengingat bahwa Allah-lah
yang mencukupi rezeki kita.
Perhatikan Pola Kebiasaan Buruknya
Manusia yaitu makhluk yang memiliki pola kebiasaan yang sulit diubah, pola
kebiasaan-kebiasaan buruk yaitu kelemahan yang menjadi sasaran tembak bagi setan
untuk membisikan godaannya. Sedikit sekali orang-orang yang benar-benar bertobat
sepenuhnya dan bisa menjauhi kebiasaan buruknya. Hal buruk yang pernah dilakukan
seseorang biasanya terpola dan terus-menerus, namun dengan objek masalah yang
berbeda-beda. Anda bisa telusuri kebiasaan buruk seseorang dengan berpura-pura
empati dan tidak menghakimi dirinya, maka satu persatu Anda akan mengetahui masa
lalunya yang kelam, hingga pada kasus-kasus besar yang pernah ia alami akan
diceritakannya pada Anda. Teruslah menjadi pendengar yang baik akan kisah
hidupnya yang kelam tersebut, ingat! Ini bisa menjadi data yang Anda kantongi untuk
mengenal pola kebiasaan buruknya yang merupakan kelemahan-kelemahan dia yang
sewaktu-waktu bisa ia ulangi lagi. Kenalilah lebih dekat lawan Anda, dan jagalah
jarak dengan teman-teman Anda. Dengan mengetahui masa lalunya yang dipenuhi
dengan kebiasaan-kebiasaan buruknya, maka Anda akan memahami jalan pikirnya,
latar belakangnya, kehidupan keluarganya dan cara ia bersikap pada banyak orang di
sekitarnya.
Penanaman Ide/Inception
Bukan sekali atau dua kali saja saat saat kita bertemu teman lama kemudian terlibat
percakapan dengannya yang akhirnya terjadilah gossip—kata ini berasal dari God’s
lips, untuk menunjukkan kemahatahuan atau sebuah sikap yang berlagak paling tahu
tentang pribadi dan urusan orang lain, atau bisa jadi merupakan singkatan makin
digosok makin sip—di antara pertemuan itu. Gossip yaitu sarana yang tepat dalam
menanamkan inception pada orang yang akan kita santet, sehingga ia akan terus
kepikiran dan pastinya akan berujung pada tindakan. Inception yang dilakukan secara
tidak langsung atau halus akan lebih efektif dibandingkan dengan teknik
menyebarkan fitnah—sengaja atau tidak disengaja—disaat meng-gossip.
“Pada jaman fitnah ini, siapakah yang terlibat di dalam kubangan fitnah itu? Mereka
yaitu yang menyebarkan berita dan para pencari berita itu sendiri, berarti pada
dasarnya semua orang yang ada di dalam jaringan internet.”—Syeikh Hamza Yusuf
Saya pernah mendengarkan dua orang yang sedang meng-gossip, kawan lama yang
datang ke rumahnya selama berjam-jam asyik bergossip-ria dan juga curhat. Kawan
lamanya seorang wanita yang sudah beberapa bulan berhenti kerja dan tinggal
suaminya saja yang masih belum memutuskan untuk berhenti bekerja, wanita ini
mengeluhkan perihal perkataan sahabatnya yang pernah satu kantor, sahabatnya
berkata, “Namanya suami kalau hanya dia yang bekerja mencari nafkah dan istrinya
diam di rumah, maka dia tidak akan menghargai istrinya—suami akan banyak
bertingkah, belagu dan banyak mengatur—beda halnya bila suami dan istrinya sama-
sama bekerja mencari nafkah.” Tanpa disadari orang yang menjadi lawan bicara
gossip-nya tersebut terpengaruh, ide itu masuk ke kepalanya. Selepas kawannya
pulang, kalimat inception tersebut terngiang-ngiang di kepalanya, hingga akhirnya ia
119
berpikir bahwa suaminya-pun juga sedemikian sikapnya dan dapat memicu
keributan rumah tangga yang tak jelas pemicu nya lantaran inception yang telah
tertancap di pikiran bawah sadarnya.
Penanaman inception juga sering kita jumpai saat pertemuan keluarga besar di hari
raya, dimana kita lama tidak berjumpa dengan saudara jauh. Dan hal yang paling
menyebalkan yaitu bila kita mendengar kalimat inception yang dilontarkan tanpa
rasa bersalah dari saudara kita atau teman kita yang telah lama tidak bertemu. Kalimat
pembuka yang sangat menyebalkan dan tidak peduli dengan perasaan orang lain itu
yaitu semisal, “Kamu kelihatannya nambah gemukan ya?!”
Bahkan ada juga yang berkata tidak sopan dan tidak peduli dengan perasaan orang
lain dengan mengatakan kalimat, “Kerabat kamu yang itu, mobilnya sudah nambah
satu lagi jadi 3, rumahnya juga sudah nambah satu lagi, totalnya jadi 5.” Ini yaitu
kalimat pembuka saat terjadinya pertemuan kembali yang bisa membuat kita tidak
nyaman, bukan sebab tidak ikut bersenang hati mendengar kabar bahwa orang lain
bertambah asset-nya namun, perbuatan membanding-bandingkan seperti ini bisa
memicu perpecahan rasa persaudaraan, dan memang yaitu pekerjaan setan
yang dapat memicu rasa kedengkian, persaingan tidak jelas. Tidak heran jika
jumlah pembelian kredit kendaraan bermotor menjelang hari raya biasanya meningkat
drastis, sebab mana tahan pulang dengan keadaan apa adanya?
Yang perlu Anda ketahui, sebenarnya conton kalimat inception di atas yaitu kalimat
yang efeknya dapat meruntuhkan mental Anda, tanpa Anda sadari juga bahwa yang
mengatakan tersebut memang sedang berusaha membuat Anda merasa buruk, merasa
rendah, sehingga Anda akan bereaksi menyalahkan diri Anda sendiri ataupun
pasangan Anda sehingga Anda akan tidak harmonis dengan pasangan Anda sendiri.
Yang perlu Anda

