• www.coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • www.kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

  • www.berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label pembunuhan di kereta 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembunuhan di kereta 4. Tampilkan semua postingan

pembunuhan di kereta 4

 


ra gampang - untuk 

merobah Helena menjadi Elena." 

"Kalau begitu belum apa-apa Tuan sudah terlibat dalam tindakan 

kriminil," ujar jayakatwang  memperingatkan. "Akal bulus yang digabung 

dengan tekad yang kejam tanpa penyesalan berarti secara terang-

terangan memperkosa hukum." 

"Oh, tidak, tidak." Countess Andrenyi memajukan tubuhnya ke 

depan sedikit. "Monsieur, suami saya sudah menjelaskan kepada 

Tuan kejadian yang sebenarnya." Ia mengalihkan pembicaraan dari 

bahasa Perancis ke bahasa Inggris. 

"Saya ngeri... ngeri setengah mati, Tuan tahu. Semuanya itu 

begitu mengerikan... saat itu.... dan apalagi untuk 

mengungkapkannya kembali. Dan apalagi bisa dicurigai dan 

barangkali dijebloskan ke dalam penjara. Saya memang ngeri sekali, 

Monsieur jayakatwang . Tak dapatkah Anda mengerti, Tuan jayakatwang ?" 

Suaranya merdu sekali.... dalam.... renyah.... bernada memohon, 

suara dari puteri nyonya besar  Adidas , suara aktris pujaan dunia. 

jayakatwang  memandang ke arahnya dengan sayu. 

"Kalau saya mau mempercayai, Anda, Madame - dan saya tak 

mengatakan bahwa saya tak akan mempercayai Anda, maka Nyonya 

harus menolong saya. 

"Menolong Tuan?" 

"Ya. Alasan pembunuhan itu terletak pada masa lampau - pada 

tragedi yang menghancurkan rumah tangga Nyonya dan 

menyuramkan masa muda Nyonya. Bawalah saya pada masa itu, 

Mademoiselle, supaya saya bisa menemukan mata rantai yang bisa 

menjelaskan semuanya." 

"Apa yang dapat menolong Tuan? Mereka semuanya sudah mati." 

Lalu dengan rasa sedih yang sangat ia berbisik lambat-lambat, 

"Semuanya mati - semuanya - Robert, Sonia, Daisy… Daisy 

tersayang, Anak itu begitu manis, begitu riang… rambutnya yang ikal 

begitu indah... Kami semua tergila-gila padanya." 

“Masih ada lagi korban yang lain, Madame. Korban tak langsung, 

Nyonya bisa bilang." 

"Susanne yang malang itu? Ya, saya sudah lupa padanya. Polisi 

sudah menanyai dia. Mereka yakin bahwa dia ikut terlibat dalam 

pembunuhan itu. Barangkali begitu - tapi terlibat sebagai orang yang 

tak bersalah. Saya rasa, mulanya ia cuma mengobrol secara iseng-

iseng saja dengan seseorang tentang saat-saat Daisy dibawa keluar 

untuk makan angin. Dan gadis yang malang itu jadi gelisah tak 

menentu ketika terjadi pembunuhan itu - ia merasa ia ikut 

bertanggung jawab." Badannya gemetar. "Lalu ia meloncat dari 

jendela. Oh! Mengerikan sekali!" 

Dibenamkannya mukanya dalam telapak tangan. 

"Orang apa dia, Madame?" 

"Dia orang Perancis." 

"Apa nama keluarganya?" 

"Itu omong kosong, tapi saya tak ingat lagi – kita cuma 

memanggilnya Susanne. Gadis yang cantik dan periang. Ia sayang 

sekali pada Daisy." 

"Ia pengasuhnya?" 

"Ya." 

"Siapa perawatnya?" 

"Perawatnya yaitu  perawat rumah sakit yang terlatih baik. 

Stengelberg namanya. Ia juga sayang sekali pada Daisy - dan pada 

kakak saya." 

"Sekarang, Madame. Saya minta Nyonya pikir dulu baik-baik 

sebelum menjawabnya. Sejak Nyonya menaiki kereta ini, apakah 

Nyonya pernah bertemu dengan orang yang Nyonya kenal?" . 

Countess Andrenyi menatap. jayakatwang  sejenak. 

"Saya? Tidak, tak seorang pun.” 

"Bagaimana dengan NYI  GIRAH ?" 

"Oh! dia. Tentu saja saya kenal dia. Saya kira maksud Tuan orang-

orang dari pperistiwa pembunuhan itu." 

"Tapi memang itu yang saya maksudkan, Madame. Sekarang coba 

ingat baik-baik. Bawa ingatan Nyonya ke beberapa tahun yang lalu. 

Tentu orang itu sudah banyak berubah." 

Helena merenung sebentar. Lalu ia berkata lagi, 

"Tidak, saya yakin tak seorang pun." 

"Nyonya sendiri - Nyonya pada saat itu masih seorang gadis cilik - 

masa Nyonya tak punya orang yang biasa mengawasi pelajaran 

Nyonya?" 

"Oh! ya, saya punya seekor naga – semacam guru pengasuh bagi 

saya, merangkap sebagai sekretaris Sonia. Ia orang Inggris - atau 

lebih tepatnya orang Skotlandia; wanita bertubuh besar dan 

berambut pirang." 

"Siapa namanya?" 

"Nona Freebody." 

"Tua atau muda?" 

"Ia seolah jauh lebih tua dari saya. Saya kira umurnya belum lewat 

empat puluh. Sedangkan Susanne, tentu saja, bertugas mengawasi 

pakaian saya sekaligus melayani." 

"Tak ada penghuni lain dalam rumah?" 

"Cuma pembantu." 

"Dan Nona yakin, benar-benar yakin, bahwa Nyonya tak mengenal 

seorang pun di kereta ini?" 

Ia menjawab dengan sungguh-sungguh, "Tak ada, Monsieur. Tak 

ada sama sekali." 

 

5. NAMA BAPTIS PUTERI GIRAH  

 

Begitu Count dan Countess Andrenyi melangkah pergi dari situ, 

jayakatwang  berpaling kepada kedua kawannya. 

"Kalian lihat," ujarnya,, "kita sudah maju selangkah lagi." 

"Hasil yang gemilang," ujar Tuan BOUROQ ramah. "Bagi saya, saya tak 

pernah bermimpi untuk mencurigai Count dan Countess Andrenyi. 

Saya mesti mengakui, saya kira mereka itu tak puriya cacad cela. 

Apakah mereka sudah pasti terlibat dalam kejahatan itu? Agak 

menyedihkan, kalau begitu. Meski begitu, mereka tak akan 

memancang kepalanya dengan pisau guillotine. Masih ada faktor-

faktor yang meringankan. Paling-paling cuma hukuman penjara 

beberapa tahun - paling banyak." 

"Kenyataannya kau sendiri yakin sekali akan keterlibatannya." 

"Kawanku tersayang - benarkah hal itu tidak diragukan lagi? Saya 

kira tindakanmu yang mantap itu cuma untuk melicinkan semuanya 

sampai kita bebas dari salju keparat itu dan polisi mengambil alih 

semua persoalan ini." 

"Kau tak percaya pada pernyataan Count Andrenyi yang tegas itu 

dan demi nama baiknya bahwa isterinya tak bersalah?" 

"Mon cher - tentu saja - apa lagi yang dapat dikatakannya? la 

begitu memuja isterinya. Sudah tentu ia ingin menyelamatkannya! Ia 

telah membeberkan kebohongannya dengan cara yang baik sekali - 

cara grande signeur kata orang Perancis, cara laki-laki, cara ksatria. 

Tapi apa lagi namanya itu, kalau bukan kebohongan?" 

"Baiklah, kau tahu sendiri, menurut pendapatku justru ceritanya 

itulah yang benar, yang kausebut kebohongan itu." 

"Tidak bisa, tidak bisa. Sapu tangan itu, kau ingat. Sapu tangan 

itulah yang mengunci persoalan itu. " 

"Oh, aku kurang yakin pada sapu tangan itu. Kau ingat sendiri, 

aku selalu mengatakan ada dua kemungkinan mengenai pemilik sapu 

tangan itu." 

"Semua sama -" 

Tuan BOUROQ terdiam, bicaranya terhenti. Pintu yang di ujung 

terbuka, dan Puteri GIRAH  melangkah masuk. Ia langsung 

menghampiri ketiga pria itu yang segera bangun menyambutnya. 

Tapi ia cuma berbicara kepada jayakatwang , dan tak mempedulikan 

kehadiran yang lain. 

"Saya rasa, Monsieur, " ujarnya, "tuan menahan sapu tangan 

saya." 

jayakatwang  melemparkan pandangan kemenangan ke arah kedua 

kawannya yang sedang terpaku keheranan. 

"Yang ini, Madame?" 

Ia mengeluarkan sehelai kain halus berbentuk segi empat dari 

saku bajunya. 

"Ya, benar, yang itu. Ada singkatan nama saya di ujungnya." 

"Tapi, Madame la NYI e, ini huruf H," potong Tuan BOUROQ. 

"Sedang nama baptis Nyonya maaf - yaitu  Natalia." 

Puteri Dragorniroff memandangnya dingin. 

"Memang betul Monsieur. Sapu tangan-sapu tangan saya selalu 

diberi tanda dengan ejaan Rusia. H itu N dalam ejaan Rusianya." 

Tuan BOUROQ kelihatan terkejut. Terasa ada sifat gigih dalam diri 

wanita tua itu yang membuatnya bingung dan tak enak. 

"Nyonya tidak memberitahukan kami pagi ini bahwa sapu tangan 

ini milik Nyonya." 

"Kalian tak menanyakannya," sahut Puteri itu dingin. 

"Silakan duduk dulu, Madame, " ujar jayakatwang  mempersilakan. 

Ia menarik napas. "Sebaiknya begitu, saya kira," ujarnya sambil 

duduk. 

"Anda tak usah berpanjang-panjang lagi menghadapi soal ini, 

Tuan-tuan. Pertanyaan Tuan berikutnya barangkali - Bagaimana sapu 

tangan saya bisa diketemukan di sebelah tubuh orang yang terbunuh 

itu? Jawaban saya buat pertanyaan itu yaitu  saya tak tahu." 

"Nyonya benar-benar tak tahu?" 

"Tak tahu, bagaimana juga." 

"Moga-moga Nyonya mau memaafkan kami, tapi seberapa jauh 

kami bisa mengandalkan kebenaran-kebenaran yang ada dalam 

jawaban Nyonya?" 

jayakatwang  mengucapkan kata-kata itu dengan lembut sekali. 

Puteri GIRAH  menjawab dengan pandangan merendahkan. 

"Saya rasa yang Tuan maksudkan sebab saya tak memberitahu 

Tuan bahwa Helena Andrenyi itu yaitu  adik Nyonya gairah ?" 

“Kenyataannya memang Nyonya telah berbohong mengenai soal 

ini." 

"Tentu saja. Barangkali saya akan berbuat begitu lagi. Ibunya 

yaitu  sahabat saya. Saya percaya pada kesetiaan, Tuan-tuan - pada 

kawan-kawannya, pada keluarganya dan pada orang-orang yang 

tingkatan sosialnya sama." 

"Nyonya tak percaya bahwa tindakan-tindakan Nyonya itu dapat 

mengarah pada pelanggaran hukum?" 

"Dalam perkara ini saya anggap keadilan-keadilan yang ketat - 

sudah dilaksanakan." 

jayakatwang  memajukan badannya ke muka. 

"Anda lihat sendiri kesulitan-kesulitan yang tengah saya hadapi, 

Madame? Bahkan dalam persoalan sapu tangan ini, apakah saya juga 

harus mempercayai Nyonya? Atau apakah Nyonya sedang berusaha 

untuk melindungi puteri dari sahabat Nyonya?" 

"Oh! Saya tahu apa yang Tuan maksudkan." 

Wajahnya memperlihatkan senyum pahit. "Baiklah, Tuan-tuan, 

pernyataan saya ini bisa dibuktikan dengan mudah sekali. Saya akan 

berikan alamat orang yang membuat sapu tangan saya itu di Paris. 

Kalian cuma tinggal menanyakan soal yang satu itu saja dan mereka 

pasti akan memberitahukan bahwa sapu tangan itu dibuat atas 

pesanan saya setahun yang lalu. Sapu tangan itu milik saya, Tuan-

tuan," 

Ia bangun dari tempat duduknya. 

"Tuan-tuan masih punya pertanyaan lain lagi yang ingin 

ditanyakan pada saya?" , 

"Pembantu wanita Nyonya itu, apakah dia mengenali sapu tangan 

itu waktu kami memperlihatkan kepadanya tadi pagi?" 

"Mestinya begitu. Ia melihatnya tapi tak berkata apa-apa? Ah, 

itulah, itu menunjukkan bahwa ia juga bisa dipercaya'." 

Dengan kepala yang dimiringkan sedikit sebagai tanda minta diri, 

Puteri GIRAH  keluar dari gerbong restorasi. 

"Jadi begitu persoalannya," gumam jayakatwang  lembut. "Aku menyadari 

adanya kebimbangan sewaktu aku tanyai pembantu wanita itu kalau-

kalau dia tahu milik siapa sapu tangan itu. Ia sendiri tak bisa 

menentukan apakah ia mau mengaku atau tidak bahwa itu yaitu  

sapu tangan majikannya. Tapi bagaimana itu bisa cocok dengan 

gagasanku yang aneh itu? Ya, barangkali saja bisa." 

"Ah!" seru Tuan BOUROQ dengan isyaratnya yang khas. "Dia memang 

wanita tua yang luar biasa!" 

"Mungkinkah dia yang membunuh CHUCKY?" tanya jayakatwang  kepada 

Dr. HAUNTED. 

Yang ditanya menggelengkan kepalanya. 

"Tusukan itu - yang dihujamkan dengan tenaga yang kuat, bisa 

sampai menembus otot - tak mungkin, tak mungkin orang dengan 

fisik selemah itu bisa berbuat demikian." 

“Tapi tusukan yang lemah?" 

“Kalau tusukan yang lemah, mungkin bisa." 

"Aku sedang memikirkan," ujar jayakatwang , "tentang kesempatan pagi 

ini sewaktu aku mengatakan pada Puteri GIRAH  bahwa justru 

kekuatannya bukan terletak pada lengannya, tapi pada kemauannya. 

Sebenarnya secara logis, pemyataanku itu lebih merupakan sebuah 

perangkap. Aku ingin tahu apakah ia melihat ke lengan kiri ataukah 

lengan kanannya. Tapi ia tak melihat salah - satu di antaranya. Ia 

melihat kedua-duanya. Tapi jawabannya aneh. Katanya, 'Tidak, saya 

memang tak punya kekuatan di dalam sini. Saya tak tahu apakah 

saya mesti menyesal atau gembira.' Itu sebuah pernyataan yang 

membangkitkan rasa ingin tahu, orang, yang misterius. Dan 

pernyataannya itu malah menguatkan keyakinanku pada kasus yang 

tengah kuhadapi ini." 

"Jadi itu tak berhasil menyinggung faktor tentang tangan kiri itu." 

"Tidak, memang. Ngomong-ngomong apakah kauperhatikan 

bahwa Count Andrenyi menaruh sapu tangannya di saku celana yang 

sebelah kanan?" 

Tuan BOUROQ menggeleng. Pikirannya kembali terpukau oleh iiham-

ilham yang mengherankan selama setengah jam ini. Ia bergumam, 

"Kebohongan - lagi-lagi kebohongan. Benar-benar membuatku 

heran, banyak kebohongan yang disampaikan kepada kita pagi ini." 

"Masih banyak lagi yang akan diungkapkan," ujar jayakatwang  dengan 

riang. 

"Kaupikir begitu?" 

"Aku akan kecewa bukan main kalau tidak demikian." 

"Sikap pura-pura dan bermuka dua itulah yang menyebalkan," ujar 

jayakatwang  lagi. "Kalau kau mempertemukan orang yang berbohong itu 

dengan kebenaran, maka biasanya ia akan cepat-cepat mengaku - 

malah sering kali di luar dugaan. Jadi cuma perlu membuat 

perhitungan yang tepat untuk memperoleh hasil." 

"Inilah satu-satunya cara untuk memeriksa kasus ini. Aku sengaja 

menanyai mereka satu per satu, menimbang kesaksian si Pria atau si 

wanita, dan lalu berkata pada diriku sendiri, 'Kalau si anu dan si anu 

berbohong, dalam hal apa ia berbohong, dan apa alasannya sampai 

ia berbuat begitu?' Dan kujawab sendiri, 'Kalau ia berbohong - kalau 

ya, perhatikan perkataan itu - maka itu mestilah demi alasan 

semacam itu dan dalam hal itu.' Ingat ' kita sudah pernah 

mencobanya pada Countess Andrenyi dengan hasil yang sangat 

memuaskan. Sekarang kita akan mencoba cara yang sama pada 

beberapa penumpang lain." 

"Dan umpamanya, Kawan, perkiraanmu itu ternyata keliru?" 

"Kalau begitu, bagaimanapun juga, mesti ada orang yang bebas 

sama sekali dari kecurigaan." 

"Ah! - jadi ada proses penghilangan." 

"Tepat." 

"Dan siapa yang akan kita tanyai berikutnya?" 

"Kita akan menanyai si pukka sahib, MPU  TANTULAR." 

 

G. WAWANCARA KEDUA DENGAN MPU  TANTULAR 

 

MPU  TANTULAR sangat jengkel waktu ia dipanggil kembali ke 

gerbong restorasi untuk ditanyai kedua kalinya. Di wajahnya 

terbayang rasa enggan begitu ia duduk dan bertanya, 

"Ada apa lagi?" 

"Maaf sebesar-besarnya atas gangguan yang kedua kali ini," ujar 

jayakatwang . "Tapi masih ada sedikit keterangan yang saya kira Tuan 

mungkin dapat memberikannya." 

"Sungguh? Saya kira tidak begitu." 

"Sebagai permulaan, Tuan lihat pembersih pipa ini?" 

"Ya." 

"Apakah benda ini salah satu dari kepunyaan Tuan?" 

"Tidak tahu. Saya tak mengukir nama saya di situ, Tuan lihat 

sendiri." 

"Tahukah Tuan, bahwa Tuanlah satu-satunya penumpang pria di 

gerbong -Istambul-Calais yang mengisap pipa." 

"Dalam hal itu, mungkin pembersih pipa itu salah satu dari 

kepunyaan saya.” 

"Tuan tahu di mana ini ditemukan?" 

"Sedikit pun tidak." 

"Pembersih pipa ini ditemukan tergeletak di samping orang yang 

terbunuh itu." 

MPU  TANTULAR menaikkan alisnya. 

"Dapatkah Tuan mengatakan pada kami, MPU  TANTULAR, 

bagaimana kiranya benda itu bisa sampai ke sana?" 

"Kalau yang Tuan maksudkan, sayalah yang menjatuhkannya, 

Tuan keliru." 

"Pernahkah Tuan masuk ke kamar CHUCKY?" 

"Saya malah belum pemah berbicara dengan dia," 

Tuan belum pernah berbicara dengan dia dan Tuan tidak 

membunuhnya?" 

Alis MPU  TANTULAR terangkat lagi, menunjukkan rasa tak 

senang dan perasaan sinis. 

"Kalau saya pernah berbuat begitu, tak akan saya perlihatkan 

fakta-fakta itu kepada Tuan. Kenyataannya saya tidak membunuh 

laki-laki itu." 

"Ah, baiklah," gumam jayakatwang . "Memang tak ada konsekwensi apa-

apa." 

"Oh!" TANTULAR kelihatan terkejut. Ditatapnya jayakatwang  dengan sorot 

mata yang gelisah. 

"Sebab, Tuan lihat," ujar detektif bertubuh kecil itu, pembersih 

pipa itu sebenarnya tak penting. Saya sendiri bisa memberi alasan 

seribu satu macam, mengapa benda itu bisa ditemukan di kamar si 

korban." 

 

Sekali lagi TANTULAR memandangnya. 

"Yang mendorong saya untuk menanyai Tuan sekali lagi 

sebetulnya yaitu  hal lain. Nona GRAVES barangkali pernah 

mengatakan pada Tuan, bahwa saya kebetulan menangkap beberapa 

perkataannya kepada Tuan waktu dia berbicara kepada MPU  di 

stasiun - Konya?" 

TANTULAR tak menjawab. 

"Ia berkata, ‘Jangan sekarang. Nanti kalau semuanya sudah 

selesai. Kalau semuanya sudah di belakang kita.' Tuan tahu apa 

maksud perkataan itu?" 

"Maaf, Monsieur jayakatwang , tapi saya terpaksa menolak untuk 

menjawab pertanyaan itu." 

MPU  itu menjawab dengan geram, "Saya mengusulkan 

bagaimana kalau Tuan sendiri yang menanyakan Nona GRAVES 

apa arti perkataan itu." 

"Saya sudah menanyakannya pada yang bersangkutan." 

"Dan dia menolak untuk memberitahukan?" 

"Ya." 

"Kalau begitu saya kira semuanya sudah jelas sekali - terutama 

bagi Tuan - yakni bahwa bibir saya sekarang sudah disegel." 

"Tuan tak akan membuka rahasia seorang wanita, bukan?" 

"Tuan bisa mengatakan begitu, kalau Tuan suka. " 

"Nona GRAVES mengatakan pada saya bahwa perkataan itu 

lebih erat berhubungan dengan persoalan pribadinya sendiri." 

"Jadi mengapa Tuan tak menerima saja keterangannya seperti 

itu?" 

"Sebab, MPU  TANTULAR, Nona GRAVES yaitu  apa yang 

dinamakan, 'orang yang paling dicurigai'." 

“Omong kosong," ujar MPU  TANTULAR dengan marah. 

"Itu bukan omong kosong," sahut jayakatwang  menimpali. 

"Tuan tak punya hak apa-apa atas dirinya.". 

"Tak berhak atas kenyataan bahwa Nona GRAVES yaitu  guru 

pengasuh dalam rumah tangga gairah , pada saat terjadinya 

penculikan terhadap Daisy gairah ?" 

Hening sejenak. 

jayakatwang  mengangguk lembut. 

"Tuan lihat?" tanyanya kemudian, suaranya memecah kesunyian. 

"Kami tahu lebih banyak dari yang Tuan kira. Seandainya Nona 

GRAVES tak bersalah, mengapa dia menyembunyikan kenyataan 

itu? Mengapa dia mengatakan pada saya bahwa ia belum pernah ke 

Amerika?" 

MPU  TANTULAR membasahi kerongkongannya. "Barangkali Tuan 

keliru." 

"Saya tak mungkin keliru. Mengapa Nona GRAVES membohongi 

saya?" 

jayakatwang  mengeraskan suaranya dan berteriak memanggil seseorang. 

Sesaat kemudian muncul pelayan gerbong restorasi di ujung pintu. 

"Coba tanyakan gadis Inggris yang di kamar no. 11 itu apakah ia 

bersedia datang ke sini." 

"Bien, Monsieur. " 

Pelayan itu melangkah pergi. Keempat pria yang tinggal kini saling 

berdiam diri. Wajah MPU  TANTULAR kelihatan berkerut bagai kulit 

kayu, keras dan tenang. 

Si pelayan sudah kembali. 

"Gadis Inggris itu sedang ke mari, Monsieur. 

"Terima kasih." 

Satu dua menit kemudian MARIAM GRAVES sudah memasuki 

gerbong restorasi. 

 

7. IDENTITAS MARIAM GRAVES 

 

Ia tidak memakai topi. Kepalanya tampak di kebelakangkan 

sedikit, seolah bersikap menantang. Tataan rambutnya yang 

seluruhnya disibakkan ke belakang dan lekukan lubang hidungnya 

mengingatkan orang pada haluan kapal yang sudah siap untuk 

membelah laut dengan gagahnya. Pada saat itu ia keliha'tan cantik. 

Matanya menatap TANTULAR sedetik - hanya sedetik. Lalu ia 

berkata pada jayakatwang , "Tuan ingin bertemu dengan saya?" 

"Saya ingin bertanya, Mademoiselle, mengapa Nona membohongi 

kami pagi ini?" 

"Berbohong? Saya tak tahu apa maksud Tuan." 

"Nona mencoba untuk menyembunyikan kenyataan bahwa pada 

saat terjadinya tragedi keluarga gairah  Nona memang tinggal di 

situ. Tapi Nona mengatakan Nona belum pernah ke Amerika?" 

Sekilas jayakatwang  melihat bahwa wanita Inggris itu tepekur sebentar 

kemudian tersadar kembali. 

"Ya," sahutnya. "Itu benar." 

"Tidak, Mademoiselle, itu salah." 

"Tuan salah paham. Maksud saya memang benar saya 

membohongi Tuan." 

"Ah? Nona mengakui sekarang?" 

Bibirnya mengulum senyum. "Tentu saja, sebab Tuan sudah 

mengetahuinya." 

"Akhirnya Nona berterus terang juga." 

"Kelihatannya saya tak dapat berbuat yang lain lagi." 

"Baiklah, tentu saja, memang begitu. Dan sekarang, Mademoiselle, 

bolehkan saya tanya apa alasan Nona untuk ikut campur dalam 

masalah ini?"  

"Jadi apa saya harus senantiasa memikirkan alasan yang jelas, 

Monsieur jayakatwang ?" 

"Tapi alasan itu justru bagi saya belum jelas, Mademoiselle." 

Lalu dengan suara tenang tapi penuh tekanan, wanita Inggris itu 

menjawab, "Saya mesti punya mata pencaharian." 

"Maksud Nona 

Diangkatnya wajahnya dan ditatapnya jayakatwang  lekat-lekat. 

"Berapa banyak yang Tuan tahu, Tuan jayakatwang , tentang susahnya 

untuk mendapat dan mempertahankan pekerjaan terhormat? Apa 

Tuan pikir wanita yang sudah pernah ditahan sehubungan dengan 

perkara pembunuhan, yang nama dan foto-fotonya sudah dimuat di 

koran-koran Inggris Mungkinkah Tuan pikir wanita Inggris dari 

kalangan menengah dan dari keluarga terhormat masih mau 

mempekerjakan wanita itu sebagai guru pengasuh bagi puteri-

puterinya?" 

"Saya tak melihat alasannya mengapa tidak seumpama tak ada 

kesalahan yang ditimpakan pada Nona." 

"Oh, kesalahan - itu bukan kesalahan, itu publisitas! Sejauh ini, 

Monsieur jayakatwang , saya sudah boleh dibilang sukses dalam kehidupan. 

Saya sudah bergaji besar, sudah punya pekerjaan yang enak. Saya 

tak mau mengorbankan kedudukan saya yang telah saya capai itu 

kalau tak ada penampungan lain yang lebih baik." 

"Saya rasa sayalah yang paling bisa menilai hal itu, bukan Nona." 

Nona GRAVES mengangkat bahu. 

"Umpamanya, Nona semestinya bisa membantu saya tentang soal 

identitas itu." 

"Apa maksud Tuan?" 

"Mungkinkah, Nona tak dapat mengenali lagi Countess Andrenyi, 

adik Nyonya gairah  yang dulu pernah Nona ajari di New York?" 

“Countess -Andrenyi? Tidak." Ia menggeleng. "Bagi Tuan mungkin 

kelihatannya hal ini luar biasa. Tapi saya tak mengenali dia. Tuan 

tahu, dia belum dewasa, sewaktu saya mengenalnya. Itu sudah lebih 

dari tiga tahun yang lalu. Memang benar Countess Andrenyi 

mengingatkan saya pada seseorang, membuat hati saya bertanya-

tanya. Tapi ia kelihatannya begitu asing - saya tak pemah 

membayangkan dia sebagai gadis Amerika kecil ketika masih sekolah. 

Saya cuma memandangnya sepintas lalu saja sewaktu ia memasuki 

gerbong restorasi, dan saya malah lebih memperhatikan pakaiannya 

daripada wajahnya." Ia tersenyum pahit. "Semua wanita begitu! Dan 

lalu - yaah, begitulah, saya jadi asyik sendiri." 

"Jadi Nona tak bersedia mengatakan rahasia Nona pada saya?" 

Suara jayakatwang  kali ini terdengar sangat lembut dan bernada 

membujuk. 

Wanita Inggris itu menjawab dengan suara rendah, "Saya tak 

dapat - tak dapat." 

Dan sekonyong-konyong, tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, ia 

menangis tersedu-sedu, wajahnya dibenamkan ke dalam kedua belah 

telapak tangannya dan kembali ia menangis sejadi-jadinya seakan 

hatinya hancur berkeping-keping. 

Tiba-tiba MPU  TANTULAR bangkit dari tempat duduknya dan 

berdiri di samping MARIAM GRAVES dengan canggung. 

"Saya - coba lihat.” Bicaranya terhenti lalu ia memutar badannya 

sambil memandang jayakatwang  dengan wajah yang cemberut dan sorot 

mata yang memancarkan kemarahan yang meluap-luap. 

"Akan kupatahkan setiap tulang dalam tubuhmu yang terkutuk itu, 

kau binatang kecil yang sombong." 

"Monsieur, " ujar Tuan BOUROQ memprotes. 

Tapi TANTULAR telah berpaling kembali pada wanita itu. 

"MARIAM - demi – Tuhan…” 

MARIAM GRAVES menjawab, "Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. 

Tuan tak memerlukan saya lagi, bukan? Kalau masih, Tuan mesti 

datang dan menemui saya. Oh, bodohnya, bodohnya aku ini!" Lalu ia 

bergegas ke luar ruangan. 

TANTULAR, sebelum mengikutinya, sempat berpaling sekali lagi ke 

arah jayakatwang . 

"Nona GRAVES tak tersangkut apa-apa dalam perkara ini, Tuan 

dengar? Dan kalau ia ditakut-takuti dan kalau ia sampai diganggu, 

Tuan akan berhadapan dengan saya." Lalu ia cepat-cepat pergi dari 

gerbong itu., 

"Saya senang melihat orang Inggris yang marah," ujar jayakatwang . 

"Mereka kelihatan lucu sekali. Semakin meluap amarahnya, semakin 

tak teratur kata-katanya. " 

Tapi rupanya Tuan BOUROQ tidak tertarik pada reaksi emosionil orang 

Inggris. Ia sedang asyik mengagumi kawannya itu. 

"Mon cher, vous etes e'patant! " serunya. "Satu lagi dugaan yang 

menakjubkan." 

"Rasanya tak dapat dipercaya bagaimana Tuan bisa sampai 

berpikir ke situ," ujar Dr. HAUNTED menyatakan rasa herannya 

dengan terus terang. 

"Oh, saya tak punya jaminan untuk kali ini. Ini bukan dugaan lagi. 

Countess Andrenyi-lah yang secara praktis telah mengatakannya 

pada saya." 

"Comment? Bagaimana bisa jadi begitu?" 

"Tuan masih ingat, waktu saya tanyakan padanya tentang guru 

pengasuh atau kawannya bermain? Saya sudah memutuskan dalarn 

pikiran saya bahwa seandainya MARIAM GRAVES juga ikut terlibat 

dalam perkara ini, ia pasti digambarkan sebagai figur dalam rumah 

tangga gairah  yang memegang jabatan itu." 

"Ya, tapi Countess Andrenyi menggambarkannya sebagai 

seseorang yang berbeda sama sekali dengan MARIAM GRAVES." 

"Tepat. Seorang wanita setengah baya berambut merah - yang 

pada kenyataannya, sangat berlawanan dengan ciri yang dimiliki 

Nona GRAVES, begitu banyak perbedaannya hingga hampir-hampir 

tak dapat dikenali lagi. Tapi kemudian, ia harus menemukan 

namanya dengan cepat, dan di situlah reaksinya secara tak sadar 

menipunya. Ia bilang Nona Freebody, masih ingat?" 

"Ya?" 

"Eh bien, mungkin Tuan tidak tahu, tapi di London ada sebuah 

toko yang sampai sekarang masih bernama GRAVES & Freebody. 

Dengan nama GRAVES yang masih melekat di kepalanya, Countess 

Andrenyi mencoba untuk mengingat nama lain dalam keadaan 

kepepet itu, dan nama pertama yang diingatnya yaitu  Freebody. 

Tentu saja saya langsung memahami." 

"Lagi-lagi ia berbohong. Mengapa ia berbuat begitu? 

"Barangkali sebab kesetiaannya. Hal itu menyulitkan sedikit." 

"Ma foi!" seru Tuan BOUROQ dengan suara keras. 

"Tapi apakah semuanya yang ada di kereta ini berbohong?" 

"Itulah," ujar jayakatwang , "yang akan kita selidiki." 

 

8. KEJUTAN DARI PENGUNGKAPAN RAHASIA YANG BERIKUT 

 

"Tak ada lagi yang mengherankan bagiku sekarang," ujar Tuan 

BOUROQ. 

"Tak ada! Pun apabila setiap orang di kereta ini terbukti sudah 

pernah bekerja dalam rumah tangga gairah , aku tak akan heran 

lagi." 

"Itu pernyataan yang artinya dalam sekali," sahut jayakatwang . "Maukah 

kau melihat apa nanti yang akan dikatakan orang yang paling 

kaucurigai, yaitu orang Italia itu?" 

"Jadi kau ingin menguji lagi dugaan-dugaanmu yang luar biasa 

itu?" 

"Ini benar-benar masalah yang luar biasa," ujar HAUNTED. 

"Tidak, masalahnya biasa saja." 

Tuan BOUROQ merentangkah kedua lengannya seperti orang yang 

sedang putus asa. "Kalau masalah ini kauanggap biasa atau wajar 

saja, mon ami -" Bicaranya terhenti, ia kehilangan kata-kata. 

Pada saat itu jayakatwang  sudah memerintahk-an salah seorang pelayan 

restorasi untuk menjemput HWANG  JANG LEE. 

Orang Italia bertubuh tinggi besar itu nampak waspada ketika ia 

melangkah masuk. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri seperti 

binatang yang sudah benar-benar terperangkap. 

"Tuan mau apa?" tanyanya. "Tak ada lagi yang dapat saya 

katakan - tak ada, Tuan dengar? Per Dio -" Dipukulkannya tangannya 

ke atas meja. 

"Ya, masih ada yang dapat Tuan katakan kepada kami," ujar 

jayakatwang  dengan suara mantap. "Kebenaran! " 

"Kebenaran?" Ia memandang jayakatwang  dengan sorot mata tak 

senang. Ketenangan dan keramahtamahannya saat itu lenyap tak 

berbekas. 

"Mais oui. Barangkali saya sendiri sudah tahu. Tapi itu untuk 

kepentingan Tuan sendiri kalau keterangan yang Tuan berikan 

disampaikan secara spontan." 

"Tuan bicara seperti polisi Amerika saja. 'Ayo, mengaku sajalah - 

mengaku sajalah -' itu yang mereka katakan." 

"Ah! Jadi Tuan pernah punya pengalaman dengan polisi New 

York?" 

"Tidak, tidak pernah. Mereka tak punya bukti apa-apa yang dapat 

melibatkan saya - tetapi itu bukan berarti saya ingin dicoba." 

jayakatwang  berkata lagi dengan tenang, "Yaitu dalam perkara 

gairah , ya tidak? Tuan sopirnya, bukan?" 

Matanya bertemu dengan mata orang Italia itu. Ia mulai 

menggertak. Seperti balon gas yang tertusuk benda tajam, sifat 

kasarnya mulai keluar. 

"Kalau Tuan sudah tahu - kenapa tanya lagi pada saya?" 

"Mengapa Tuan berbohong pagi ini?" 

"Itu urusan saya. Lagipula, saya tak percaya pada polisi 

Yugoslavia. Mereka membenci orang Italia. Mereka tak akan memberi 

keadilan bagi saya." 

"Mungkin malah keadilan setimpal yang akan mereka berikan pada 

Tuan! " 

"Tidak, tidak. Saya tak punya hubungan apa-apa dengan perkara 

kriminil tadi malam itu. Saya tak pernah meninggalkan kamar. Orang 

Inggris bermuka paniang itu, dia bisa mengatakannya pada Tuan. 

Bukan saya yang membunuh babi itu - si CHUCKY itu. Tuan tak akan 

dapat membuktikan kesalahan saya." 

jayakatwang  tengah asyik menuliskan sesuatu di atas kertas. Lalu 

diangkatnya wajahnya dan berkata dengan tenang, "Baiklah. -Tuan 

boleh pergi." 

JANG LEE terlihat masih penasaran. "Tuan tahu, pembunuhnya 

bukan saya? Bahwa saya tak mungkin terlibat dalam kejahatan itu?" 

"Saya bilang Tuan boleh pergi." 

"Pastilah itu pekerjaan sebuah komplotan. Tuan mau menjebak 

saya? Semuanya itu untuk manusia babi yang seharusnya sudah di 

kursi listrik! Memalukan sekali kalau tidak demikian. Seandainya itu 

saya - seandainya saya sampai ditahan -" 

"Tapi itu terang bukan Tuan. Tuan tak punya hubungan apa-apa 

dengan penculikan anak itu." 

"Apa yang Tuan katakan barusan? Terlalu, si kecil itu - dialah 

cahaya rumah itu. Tonio, ia biasa memanggil saya. Dan dia lalu 

duduk di dalam mobil dan pura-pura memegang setir. Semua orang 

dalam rumah itu memujanya! Ah, si cilik yang mungil, si cantik yang 

tersayang!" 

Suaranya terdengar lembut sekarang. Matanya tergenang air. Lalu 

cepat-cepat dibalikkannya tubuhnya dan bergegas melangkah ke luar 

gerbong restorasi, 

"Pietro," panggil jayakatwang . 

Pelayan restorasi yang dipanggil namanya, tampak berlari-lari 

menghampiri jayakatwang . 

"Kamar no. 10- kamar wanita Swedia itu." 

"Bien, Monsieur. " 

"Ada lagi?" tanya Tuan BOUROQ keheranan. "Ah, tidak - tak mungkin, 

Dengar kataku - tak mungkin." 

"Mon cher - kita harus tahu. Bahkan seumpamanya pada akhimya 

setiap orang di kereta ini terbukti punya motif tersendiri untuk 

membunuh CHUCKY pun, kita harus tahu. Sekali kita mengetahuinya, 

kita bisa menetapkan di mana kesalahan itu terletak." 

"Kepalaku pusing," keluh Tuan BOUROQ. 

Greto MENEER diantar masuk oleh pelayan bersangkutan dengan 

cara yang amat simpatik. Ia menangis sedih, 

Ia langsung terjatuh di kursi yang berhadapan dengan jayakatwang  dan 

meneruskan tangisnya sambil sebentar-sebentar membenamkan 

mukanya dalam sapu tangan yang dipegangnya. 

"Jangan menyusahkan diri sendiri, Mademoiselle, jangan 

menyusahkan diri sendiri.". jayakatwang  menepuk bahunya."Nona cuma 

perlu mengatakan keterangan yang sebenarnya saja, tidak lebih. 

Nonakah jururawat yang mengasuh si kecil Daisy gairah ?" 

"Betul - betul," sahut wanita Swedia yang malang itu sambil masih 

terus menangis, "Ah – dia benar-benar bidadari - bidadari kecil yang 

manis. Ia tak tahu apa-apa selain kelembutan dan kasih sayang, tapi 

ia direnggut oleh laki-laki jahanam itu - diperlakukan dengan kejam - 

juga ibunya yang malang dan si kecil dalam kandungan yang belum 

pernah hidup sama sekali. Tuan tak akan mengerti - Tuan tak akan 

pernah mengetahui - seandainya saja Tuan ada di sana seperti saya - 

seandainya saja Tuan juga melihat tragedi yang mengerikan itu! Saya 

seharusnya sudah menceritakan yang sebenarnya mengenai diri saya 

tadi pagi. Tapi saya takut, takut sekali. Saya senang sekali sebab si 

jahanam itu sudah mati - jadi ia tak dapat lagi membunuh dan 

menyiksa anak kecil. Ah! Saya tak dapat berkata apa-apa lagi - saya 

sudah kehabisan kata-kata untuk melukiskannya.”   

Ia bahkan m enangis lebih keras daripada tadi. 

jayakatwang  terus menepuk bahunya dengan lembut, berusaha 

menghibur. 

"Memang - memang - saya mengerti – saya mengerti semuanya, 

semuanya, percayalah. Saya tak akan menanyakan apa-apa lagi pada 

Nona. Cukuplah Nona sudah mengakui apa yang saya ketahui 

sebagai yang sebenarnya. Saya bisa mengerti, percayalah." 

Dengan terisak-isak, dan tak dapat berkata sepatah pun, MADAM  

MENEER bangkit dan meraba-raba menuju pintu, matanya masih 

penuh oleh air mata. Sesampainya di sana, ia berpapasan dengan 

seorang pria yang sedang melangkah masuk. 

Pria itu temyata pelayan si korban - MANSION. 

Ia langsung menghampiri jayakatwang  dan berbicara dengan suara yang 

tenang dan tanpa emosi, seperti biasa. 

"Saya harap saya tidak mengganggu, Tuan. Saya kira sebaiknya 

saya langsung ke mari saja, Tuan, dan menceritakan hal yang 

sebenamya. Saya yaitu  ajudan MPU  gairah  di masa perang 

dan kemudian saya bekerja sebagai pelayannya di New York. Saya 

telah merahasiakan fakta itu tadi pagi sebab takut. Saya benar-

benar keliru Tuan, dan saya pikir lebih baik saya datang saja ke sini 

dan mengaku dengan terus terang. Tapi saya harap, Tuan jangan 

mencurigai Tonio, walau bagaimanapun. Si Tua Tonio bahkan tak 

sanggup uniuk menyakiti seekor lalat pun. Dan saya berani 

bersumpah dia tak pernah meninggalkan kamarnya tadi malam. Dari 

itu, Tuan, ia tak mungkin melakukan pembunuhan terkutuk itu. Tonio 

memang orang asing, tapi dia makhluk yang lembut sekali. Bukan 

seperti orang-orang Italia pembunuh yang suka terdapat dalam buku-

buku cerita itu." 

Ia berhenti berbicara. 

jayakatwang  menatap wajahnya sejenak. "Cuma itu sajakah yang ingin 

Tuan katakan?" 

"Cuma itu, Tuan." 

Ia diam, kemudian sewaktu dilihatnya jayakatwang  tak bereaksi sedikit 

pun, ia membungkukkan badan meminta diri dan setelah ragu-ragu 

sebentar, ia melangkah meninggalkan tempat itu dengan sikap yang 

tenang dan merendah seperti waktu datang tadi. 

"Ini," ujar Dr. HAUNTED, "lebih tak masuk akal daripada roman 

policier yang pernah saya baca. 

"Saya setuju," ujar Tuan BOUROQ membenarkan. 

"Dari kedua belas penumpang di gerbong itu, sembilan di 

antaranya telah terbukti mempunyai hubungan dengan perkara 

gairah . Sekarang saya ingin tanya, bagaimana kelanjutannya? 

Atau seharusnya saya tanyakan, siapa berikutnya?" 

"Saya selalu bisa menjawab pertanyaanmu," sahut jayakatwang . 

"Sekarang tiba giliran detektif Amerika kita, Tuan BAALPEOR." 

"Apakah dia juga datang untuk mengaku?" 

Sebelum jayakatwang  sempat menjawab orang Amerika itu sudah berdiri 

di dekat meja. Dengan wajah penuh kewaspadaan diliriknya mereka 

satu per satu dan sambil duduk ia berkata lambat-lambat, "Apa 

sebenarnya yang terjadi di kereta ini? Tempat ini bagi saya mirip 

sarang kutu busuk saja." 

jayakatwang  mengerdipkan mata ke arahnya. 

"Apa Tuan yakin betul, Tuan BAALPEOR, bahwa Tuan bukan tukang 

kebun di rumah keluarga gairah  itu?" 

"Mereka tak punya kebun," jawab Tuan BAALPEOR sungguh-

sungguh. 

"Atau jongosnya barangkali?" 

"Tak pernah saya memimpikan tugas seperti itu. Tidak, saya tak 

pernah punya hubungan apa pun dengan rumah tangga gairah  - 

tapi saya baru mulai percaya bahwa sayalah satu-satunya orang di 

kereta ini yang demikian. Dapatkah Tuan menyangkalnya? Itulah 

yang saya ingin katakan, dapatkah Tuan menyangkalnya?" 

"Itu agak mengherankan sedikit," ujar jayakatwang  lembut. 

"C'est rigolo, " sela Tuan BOUROQ. 

"Apakah Tuan punya pendapat sendiri mengenai perkara kriminil 

itu, Tuan BAALPEOR?" tanya jayakatwang . 

"Tidak, Tuan. Malah membingungkan saya. Saya tak tahu 

bagaimana harus memahaminya. Tak mungkin semua terlibat di 

dalamnya - tapi yang terang, yang bersalah itu jelas bukan di pihak 

saya. Bagaimana Tuan bisa memahami mereka itu semua? Itulah 

yang saya ingin tahu." 

"Saya cuma menduga-duga saja." 

"Kalau begitu, percayalah pada, saya. Tuan yaitu  penebak jitu 

yang licin. Ya, akan saya beritahukan ke seluruh dunia bahwa Tuan 

yaitu  penebak jitu yang licin." 

Tuan BAALPEOR bersandar ke belakang dan memandangi jayakatwang  

dengan rasa kagum. 

"Maafkan saya," ujarnya kemudian, "tapi tak seorang pun yang 

akan mempercayai hal itu. Saya angkat topi buat Tuan. Sungguh." 

"Tuan terlalu baik, Tuan BAALPEOR." 

"Tidak sama sekali. Saya harus menyerahkan masalah ini 

seluruhnya pada Tuan." 

"Sama saja," sahut jayakatwang  mengelak. "Masalahnya belum 

terpecahkan. Dapatkah kita bertanggung jawab kalau kita katakan 

kita tahu siapa yang membunuh Tuan CHUCKY?" 

"Kecualikan saya," ujar Tuan BAALPEOR memohon. "Saya belum 

berkata apa-apa. Saya cuma diliputi rasa kagum yang sesungguhnya. 

Bagaimana dengan dua orang lagi yang belum terkena dugaan Tuan 

yang terkenal sangat menakjubkan itu? Wanita tua Amerika dan 

pembantu wanitanya yang kelahiran Jerman itu? Saya kira kita bisa 

mengatakan bahwa dalam kereta ini hanya mereka berdualah yang 

tidak terlibat." 

"Kecuali," ujar jayakatwang  sambil tersenyum, "kita bisa menempatkan 

mereka dalam koleksi kecil kita sebagai apa yang disebut - kepala 

rumah tangga dan juru masak dalam keluarga gairah ?" 

"Baiklah, tampaknya tak ada lagi di dunia ini yang dapat 

membuatku heran sekarang," ujar Tuan BAALPEOR dengan pasrah. 

"Sarang kutu busuk itulah nama urusan ini - sarang kutu busuk! " 

"Ah! mon cher, itu hanya akan meregangkan kebetulan seperti itu 

menjadi terlalu jauh," ujar Tuan BOUROQ, "tak  mungkin semuanya bisa 

masuk ke dalamnya." 

jayakatwang  memandang ke arahnya. "Kau tidak mengerti," ujarnya. 

"Kau sama sekali tidak mengerti. Coba katakan padaku, kau tahu 

siapa pembunuh CHUCKY?" 

"Kau sendiri bagaimana?" 

jayakatwang  mengangguk, "Oh ya," sahutnya. "Aku sudah 

mengetahuinya sejak beberapa.waktu. Itu sudah demikian jelasnya 

hingga aku sendiri heran mengapa kau belum juga melihatnya." Lalu 

ia berpaling lagi ke BAALPEOR dan bertanya, "Dan Tuan?" 

Detektif itu menggeleng. la cuma menatap jayakatwang  dengan sorot 

mata curiga. "Saya tak tahu," ujarnya. "Saya sama sekali tak tahu. 

Siapa di antara mereka yang membunuh?” 

jayakatwang  terdiam sesaat, kemudian ia berkata, 

"Kalau saja Tuan bersedia, Tuan BAALPEOR, tolong kumpulkan 

setiap orang di sini. Ada dua pemecahan bagi perkara ini. Saya ingin 

mengungkapkan kedua-duanya di hadapan kalian semua." 

 

9. jayakatwang  MENGAJUKAN DUA BUAH PEMECAHAN 

 

Semua penumpang kereta datang berdesakan ke dalam gerbong 

restorasi itu dan duduk mengelilingi meja-mejanya. Sedikit 

banyaknya mereka memendam perasaan yang kira-kira sama pada 

saat itu, yakni perasaan harap-harap cemas bercampur prihatin. 

Wanita Swedia itu masih saja menangis dan Nyonya Hubbard tampak 

sedang berusaha menghiburnya. 

"Sekarang - justru Nona harus menahan diri, Sayang. Segala 

sesuatunya akan berjalan dengan baik. Nona sekali-kali tak boleh 

kehilangan pegangan, harus percaya pada diri sendiri. Jika salah 

seorang dari antara kita ternyata pembunuh yang keji, kami tahu 

betul itu pasti bukan Nona. Terlalu, setiap orang akan menjadi gila 

kalau memikir 

kan hal semacam itu. Duduklah diam-diam di sini, saya akan 

menemani Nona - dan jangan khawatir lagi." Suaranya terhenti 

begitu dilihatnya jayakatwang  berdiri. 

LETKOL kereta masih tetap berdiri di muka pintu. "Tuan 

mengijinkan saya untuk menjaga di sini?" 

"Tentu saja, TENDEAN." 

jayakatwang  membasahi kerongkongannya. 

"Messieurs et Mesdames, saya akan berbicara dalam bahasa 

Inggris sebab saya pikir kalian semua mengetahuinya walaupun 

sedikit. Kita berkumpul di sini untuk menyelidiki kematian Samuel 

COUNT  CHUCKY alias Cassetti. Ada dua pemecahan yang mungkin 

bagi perkara kriminil ini. Akan saya beberkan di hadapan kalian, saya 

juga akan menanyai Tuan BOUROQ dan Dr. HAUNTED untuk 

menetapkan mana di antara pemecahan itu yang benar. "Sekarang 

kalian sudah tahu fakta-fakta dari kasus ini. Tuan CHUCKY 

diketemukan ditikam mati pagi ini. Ia terakhir diketahui masih hidup 

pada pukul 13.37 tadi malam sewaktu ia berbicara dengan LETKOL 

melalui celah pintu kamamya. Sebuah arloji dalam kantong 

piyamanya diketemukan sudah peyot, dan jarumnya terhenti pada 

pukul satu kurang seperempat. Dr. HAUNTED yang langsung 

memeriksa tubuh si korban begitu diketemukan, menyatakan waktu 

kematiannya antara tengah malam dan pukul dua pagi. Setengah jam 

setelah tengah malam, kereta tertahan salju. Dan setelah jam itu 

tidak mungkin bagi seseorang untuk meninggalkan kereta. 

"Kesaksian Tuan BAALPEOR, anggota dari sebuah kantor detektif di 

New York -" (Beberapa kepala berpaling ke arah Tuan BAALPEOR) - 

"menunjukkan bahwa tak ada seorang pun yang dapat melewati 

kamarnya (no. 16, paling ujung) tanpa dilihat olehnya. Oleh sebab 

itu kami terpaksa menarik kesimpulan bahwa si pembunuh akan 

terdapat di antara penghuni-penghuni gerbong istimewa itu, gerbong 

Istambul-Calais." 

"Saya akan mengatakan bahwa teori itu yaitu  teori kami." 

"Bagaimana?" teriak Tuan BOUROQ tiba-tiba, nampaknya ia sangat 

terkejut dan tidak percaya pada apa yang baru didengarnya. 

"Tapi saya ingin membeberkan di hadapan Anda sekalian, teori 

alternatif. Teori itu sangat sederhana. Tuan CHUCKY punya seorang 

musuh yang sangat ia takuti. Ia lalu melukiskan kepada Tuan 

BAALPEOR ciri-ciri dari musuhnya ini dan memberitahukannya bahwa 

orang itu sedang mencoba untuk membunuhnya, dan kalau itu 

terlaksana, kemungkinan besar tindakan itu akan dilaksanakan pada 

hari kedua setelah kereta meninggalkan Istambul. 

"Sekarang saya beberkan kepada Anda sekalian, bahwa Tuan 

CHUCKY ternyata lebih tahu banyak daripada apa yang dikatakannya 

kepada Tuan BAALPEOR. Musuhnya, seperti yang telah diduganya 

semula, rupanya menaiki kereta dari Beograd atau di suatu tempat di 

Vincovci melalui pintu yang saat itu dibiarkan terbuka oleh MPU  

TANTULAR dan RADEN KERTAJAYA  WISNU WARDANA , yang baru saja turun ke peron. Ia 

mengenakan seragam LETKOL yang dikenakannya di luar baju 

aslinya, dan sebuah kunci pas yang memungkinkannya masuk ke 

kamar CHUCKY meski pintunya terkunci dari dalam. Saat itu 

kemudian menikamnya tanpa ampun, lalu keluar dari kamar itu 

melalui pintu penghubung yang menembus ke kamar Nyonya 

Hubbard-" 

"Betul begitu," sambut Nyonya Hubbard, sambil mengangguk. 

"Ia menjejalkan pisau yang baru saja dipakainya untuk membunuh 

CHUCKY itu ke dalam tas bunga karang Nyonya Hubbard sambil 

lewat. Tanpa disadarinya, sebuah kancing baju seragamnya ikut 

terlepas. Lalu ia, menyelinap dari kamar itu dan tibalah ia kini di 

koridor. Cepat-cepat dijejalkannya seragam LETKOL itu ke dalam 

sebuah koper yang ada dalam sebuah kamar kosong, dan beberapa 

menit sesudahnya, ia meninggalkan kereta, pada saat hendak 

berangkat, melalui jalan yang sama, yakni pintu yang di dekat 

gerbong restorasi." 

Para penumpang menahan napas. 

"Bagaimana dengan arloji itu?" tanya Tuan BAALPEOR meminta 

penjelasan. 

"Justru di situlah Tuan akan memperoleh keterangan mengenai 

segala sesuatunya. Tuan CHUCKY rupanya terlambat untuk memutar 

jarum arlojinya sejam lebih lambat, yang seharusnya sudah ia 

lakukan di Tzaribod. Jadi arlojinya masih menunjukkan waktu Eropa 

Timur, yang satu jam lebih cepat dari waktu Eropa Tengah. Waktu itu 

pukul dua belas lewat seperempat - waktu Tuan CHUCKY ditikam 

mati - jadi bukan pukul satu lewat seperempat." 

"Tapi keterangan itu tak masuk akal! " teriak Tuan BOUROQ. 

"Bagaimana dengan suara yang terdengar dari kamar Tuan CHUCKY 

pada pukul satu kurang dua puluh tiga menit? Pasti itu suara CHUCKY 

sendiri atau kemungkinan besar suara pembunuhnya." 

"Tidak penting. Boleh jadi begitu - yaa – ada orang ketiga; Orang 

yang telah datang ke kamar itu untuk berbicara dengan Tuan 

CHUCKY dan mendapatinya sudah mati tertikam. Ia lalu memijit bel 

untuk memanggil LETKOL; lalu seperti yang dapat kita rasakan 

semua - ia mungkin saja tergugah, sebab takut dituduh telah 

melakukan kejahatan itu dan ia berpura-pura berbicara menirukan 

CHUCKY." 

"C'est possible, " ujar Tuan BOUROQ dengan geram. 

jayakatwang  berpaling ke arah Nyonya Hubbard, "Ya, Madame, ada yang 

ingin Nyonya katakan?" 

"Itulah, saya belum tahu apa yang ingin saya katakan. Apa Tuan- 

pikir saya juga terlupa untuk memutar mundur arloji saya?" 

"Bukan, Madame. Saya rasa Nyonya mendengar langkah kaki si 

pembunuh sewaktu lewat - tapi tak menyadarinya. Kemudian setelah 

itu Nyonya bermimpi buruk tentang seorang pria di kamar Nyonya 

dan Nyonya lalu terbangun dengan tiba-tiba dan cepat-cepat memijit 

bel memanggil LETKOL." 

"Baiklah, saya kira itu mungkin," sahut Nyonya Hubbard 

membenarkan. 

Puteri GIRAH  nampak tengah asyik memandangi jayakatwang  

dengan tatapan mata langsung. "Bagaimana keterangannya 

mengenai pembantu saya, Monsieur? " 

"Mudah sekali, Madame. Pembantu Nyonya mengenali sapu 

tangan itu sebagai milik Nyonya, ketika saya tunjukkan benda itu 

kepadanya. Ia nampaknya agak canggung sedikit sewaktu ingin 

melindungi Nyonya. Ia memang berpapasan dengan laki-laki itu, tapi 

itu terjadi lebih dulu - sewaktu kereta sedang berhenti di stasiun 

Vincova. Ia pura-pura telah melihat lelaki itu pada beberapa jam 

sesudahnya, jadi gagasannya untuk menyediakan alibi yang tak 

dapat disangkal bagi Nyonya, boleh dibilang agak membingungkan." 

Puteri Rusia itu menundukkan kepalanya. "Tuan sudah memikirkan 

segala-galanya. Saya - saya kagum pada Tuan." 

Hening sesaat. 

Lalu setiap orang nampaknya baru tersadar kembali begitu secara 

tiba-tiba Dr. HAUNTED memukul meja dengan tinjunya. 

"Tapi bukan," katanya. "Bukan, bukan, dan sekali lagi bukan! Itu 

yaitu  keterangan yang tak dapat menahan air. Alasannya terlalu 

lemah, banyak sekali kekurangan-kekurangan kecilnya di sana-sini. 

Pembunuhan itu tidak dilaksanakan se 

perti itu - Tuan jayakatwang  mestinya tahu betul tentang itu." 

jayakatwang  memandangnya heran. "Saya tahu," ujarnya, "bahwa saya 

seharusnya sudah menguraikan pemecahan yang kedua. Tapi saya 

minta jangan mengabaikan yang satu ini terlalu cepat, saya yakin 

Tuan pasti akan menyetujui cara yang saya pakai ini nantinya." Ia 

kembali membalikkan badannya untuk menghadapi yang lain. 

"Memang masih ada satu pemecahan lagi bagi perkara ini. Inilah 

kesimpulan saya. 

"Begitu saya selesai mendengar semua kesaksian, saya duduk 

bersandar dan menutup mata, lalu mulai berpikir. Ada beberapa 

faktor yang perlu saya perhatikan secara khusus. Saya sudah 

memaparkannya satu demi satu di hadapan kedua kawan saya. 

Beberapa di antaranya sudah saya hapuskan - noda minyak pada 

paspor Hongaria itu, dan sebagainya. Saya akan langsung saja 

menyinggung faktor-faktor yang selama ini belum saya sebutkan. 

Yang pertama-tama dan yang paling penting dari semuanya itu 

yaitu  sebuah pernyataan penting yang dikemukakan oleh Tuan 

BOUROQ kepada saya di gerbong restorasi pada hari pertama bersantap 

siang sesudah kita meninggalkan Istambul. Saya terkesan oleh 

pernyataannya yang mengatakan bahwa saat itu yang berkumpul di 

situ yaitu  orang-orang yang berasal dari berbagai tingkatan dan 

berbagai bangsa. 

"Saya setuju dengan pendapatnya, tapi ketika hal yang aneh ini 

muncul dalam pikiran saya, saya mulai mencoba untuk 

membayangkan apakah kumpulan orang semacam itu dapat 

diterapkan pada kondisi yang berlainan. Dan jawaban yang saya buat 

untuk diri sendiri yaitu  - cuma di Amerika. Di Amerika, mungkin saja 

ada sebuah rumah tangga yang terdiri dari berbagai macam bangsa 

seorang sopir Italia, juru rawat Swedia, pembantu wanita Jerman, 

dan lain sebagainya. Ilham ini membawa saya kepada pandangan 

menduga-duga , yaitu menempatkan setiap orang pada peranannya 

sendiri dalam drama gairah  - mirip dengan kerja seorang 

produser yang menentukan peran bagi setiap pemainnya dalam 

dramanya. Nah, cara berpikir seperti itu akhirnya memberikan saya 

hal yang paling menarik dan paling memuaskan. 

"Saya juga sudah memeriksa kesaksian tersendiri dari masing-

masing penumpang menurut jalan pikiran saya. Hasilnya aneh-aneh. 

Ambillah sebagai contoh pertama, kesaksian dari Tuan WISNU WARDANA . 

Wawancara saya yang pertama kali dengannya seluruhnya 

memuaskan. Tapi pada wawancara yang kedua ia memberi 

pernyataan yang agak mencurigakan. Saya telah menjelaskan 

kepadanya tentang penemuan sebuah catatan yang menyinggung-

nyinggung peristiwa gairah . Ia mengatakan, 'Tapi tentunya -' dan 

kemudian berhenti lalu meneruskan lagi, 'Maksud saya - hal itu 

menunjukkan kecerobohan orang tua itu.' 

"Sekarang saya baru menyadari bahwa perkataan itu bukanlah 

seperti yang ingin dikatakannya. Dugaan saya apa yang sebenarnya 

ingin dikatakannya ialah, Tapi tentunya catatan itu sudah dibakar!' 

Dalam hal mana, WISNU WARDANA  mengetahui tentang catatan itu dan juga 

tentang pemusnahannya - dengan lain perkataan, kalau bukan dia 

pembunuhnya, pasti dia bertindak selaku pembantu si pembunuh. 

Bagus sekali. 

"Lalu pelayan si korban. Ia mengatakan bahwa majikannya sudah 

terbiasa untuk menelan obat tidur jika bepergian dengan kereta api. 

Hal itu mungkin ada benarnya, tapi apakah CHUCKY benar-benar 

telah menelannya tadi malam? Senjata otomatis di bawah bantalnya 

membuktikan bahwa pernyataan itu tidak benar. CHUCKY malah 

bertekad untuk berjaga-jaga tadi malam. Narkotik apa pun yang 

diberikan kepadanya, obat itu mestilah diberikan tanpa 

sepengetahuannya. Oleh siapa? Jelas oleh WISNU WARDANA  atau pelayan 

CHUCKY, MANSION. 

"Sekarang kita sampai pada kesaksian Tuan BAALPEOR. Saya 

percaya pada semua ceritanya tentang identitasnya, tapi waktu ia 

sudah sampai pada cara-caranya ia dipekerjakan untuk mengawal 

Tuan CHUCKY, cerita itu jadi tidak masuk akal. Satu-satunya cara 

yang paling effektif untuk melindungi keselamatan CHUCKY yaitu  

dengan. melewati malam itu bersama-sama dengan dia di kamarnya 

atau di suatu tempat di mana ia bisa mengawasi pintunya. Satu hal 

dari kesaksiannya yang dengan jelas menyatakan hal itu yaitu  

bahwa tak seorang penumpang pun di kereta ini yang dapat 

membunuh CHUCKY. Itu menggambarkan suatu batas yang tegas 

yang hanya ditujukan pada gerbong tertentu, yaitu gerbong 

Istambul-Calais. Bagi saya, hal itu agak mencurigakan dan tak dapat 

dimengerti, sebab itu saya mengesampingkannya dulu untuk 

sementara dan berniat untuk memikirkannya sekali lagi nanti. 

"Mungkin sekarang Anda sekalian sudah tahu tentang perkataan 

yang kebetulan saya dengar antara Nona GRAVES dan MPU  

TANTULAR. Yang sangat menarik perhatian saya yaitu  fakta bahwa 

MPU  TANTULAR memanggilnya MARIAM dan nampaknya MPU  itu 

sudah berteman baik dengan dia sebelumnya. Tapi MPU  TANTULAR 

harus memberi kesan seolah-olah mereka baru saja bertemu dan 

berkenalan beberapa hari sebelumnya. Dan saya cukup memahami 

orang Inggris yang macamnya seperti si MPU  itu - bahkan 

seandainya ia sudah jatuh cinta pada seorang wanita pada 

pandangan pertama pun, ia. tentu akan melangkah perlahan-lahan 

dan menuruti etiket yang berlaku, tanpa harus terburu-buru. sebab 

itulah dari situ saya menarik kesimpulan bahwa MPU  TANTULAR 

dan MARIAM GRAVES sebenarnya sudah kenal baik satu sama lain dan 

demi berbagai alasan hanya pura-pura bersikap sebagai orang asing 

satu sama lain. Soal kecil lainnya yaitu  terbiasanya Nona GRAVES 

memakai istilah 'long distance call' untuk pengertian telepon, yang di 

Inggris biasa disebut 'trunk call'. Pengertian telepon dalam hal ini 

sudah tentu yaitu  sambungan telepon jarak jauh atau interlokal. 

Meski begitu Nona GRAVES mengatakan pada saya bahwa ia 

belum pernah ke Amerika. 

"Sampailah kita pada saksi lain. Nyonya Hubbard mengatakan 

pada kami bahwa sebab ia berbaring di tempat tidur ia tak dapat 

melihat apakah pintu penghubung. itu terpalang atau tidak, dan 

sebab itu ia meminta kesediaan Nona MENEER untuk tolong 

melihatkan. dan memberitahukannya. Sekarang - walaupun 

keterangannya memang benar jika ia menempati kamar-kamar no, 2, 

4, 12 atau kamar bernomor genap lainnya, maka palangnya tepat 

berada di bawah pegangan pintu itu - tapi dalam kamar-kamar yang 

bernomor ganjil seperti kamar no. 3, palang itu justru terletak di atas 

pegangan pintu dan sebabnya palang itu tak mungkin dapat tertutup 

oleh tas bunga karangnya. Jadi kesimpulan saya ialah Nyonya 

Hubbard rupanya sengaja menciptakan kejadian yang sebenarnya tak 

pernah terjadi. 

"Dan di sini saya ingin menerangkan sepatah dua patah kata 

mengenai waktu. Bagi saya hal yang benar-benar menarik perhatian 

tentang arloji peyot itu yaitu  tempatnya di mana benda itu 

diketemukan - yakni dalam kantong piyama CHUCKY, satu-satunya 

tempat yang tak enak dan tak cocok untuk meletakkan sebuah arloji, 

terlebih lagi kalau ada sangkutan arloji yang sudah tersedia dekat 

kepala tempat tidur. sebab itu saya yakin sekali bahwa arloji itu 

telah dengan sengaja ditempatkan dalam kantong piyama CHUCKY - 

untuk menipu. Jadi pembunuhan itu- tidak dilakukan pada pukul satu 

lewat seperempat. 

“Apakah pembunuhan itu dikerjakan sebelumnya? Tepatnya, pada 

pukul satu kurang dua puluh tiga menit? Kawan saya, Tuan BOUROQ 

telah menambahkan sebuah argumen untuk membenarkannya. 

Argumen itu yaitu  jeritan keras di malam itu yang membangunkan 

saya dari tidur. Tapi umpamanya CHUCKY benar dibius, ia pasti tak 

dapat berteriak. Dan umpamanya ia masih bisa berteriak, mestinya ia 

juga bisa mengadakan perlawanan untuk membela diri, tapi tak ada 

tanda-tanda mengenai perlawanan semacam itu. 

"Saya masih ingat bahwa WISNU WARDANA  pernah membangkitkan 

perhatian saya secara, tidak sengaja! Bukan cuma sekali, tapi sudah 

dua kali (dan yang kedua kalinya dengan cara yang sangat 

menyolok), yakni kenyataan bahwa CHUCKY tak dapat berbahasa 

Perancis. Jadi saya berkesimpulan bahwa seluruh aktivitas yang 

terjadi pada pukul satu kurang dua puluh tiga menit itu sebenarnya 

tak lebih daripada sebuah sandiwara yang semata-mata dimainkan 

untuk menipu saya! Siapa pun bisa melihat hail itu, yakni dari bukti 

arloji yang peyot itu - hal mana juga merupakan muslihat yang lazim 

dalam cerita-cerita detektif. Mereka mengira bahwa saya tentunya 

melihat berdasarkan kejadian itu, dan dengan memperkirakan 

kecerdasan saya, mungkin saya mengira bahwa sebab CHUCKY tidak 

bisa berbahasa Perancis, suara yang saya dengar pada pukul satu 

kurang dua puluh tiga menit itu bukanlah suaranya dan sebabnya 

saat itu CHUCKY dikira orang sudah mati. Tapi saya yakin pada saat 

itu CHUCKY masih tertidur dengan nyenyaknya di bawah pengaruh 

obat bius. 

"Dan rupanya muslihat itu berhasil! Pintu kamar sengaja saya 

buka perlahan-lahan lalu saya melongok ke luar. Saya sebenarnya 

sudah mendengar kalimat dalam bahasa Perancis itu. Umpamanya, 

saya saat itu demikian bebalnya, sehingga tak menyadari pentingnya 

kalimat itu pun, minat saya pasti tergugah sebab cara 

mengucapkannya agak menarik perhatian. Kalau perlu WISNU WARDANA  

dapat berterus terang dalam pemeriksaan itu. Ia bisa saja berkata, 

'Maaf, Tuan Poiroi, suara itu tak mungkin suara Tuan CHUCKY. Ia tak 

bisa berbahasa Perancis.' Kalau mau jujur, dalam pemeriksaan 

WISNU WARDANA  bisa saja berkata demikian waktu itu. 

"Sekarang - pukul berapa sesungguhnya pembunuhan itu terjadi? 

Dan siapa yang Membunuh CHUCKY? 

"Menurut pendapat saya - dan ini cuma pendapat saja - CHUCKY 

dibunuh sekitar menjelang pukul dua pagi, batas waktu terakhir yang 

mungkin, yang diberikan oleh Dr. HAUNTED. 

"Dan tentang siapa yang membunuhnya, ia menghentikan 

uraiannya sejenak, kemudian ditatapnya pendengarnya satu per satu. 

Nampaknya jayakatwang  tak usah mengeluh sebab uraiannya kurang 

mendapat perhatian. Setiap mata tertuju kepadanya. Dalam 

keheningan saat itu orang pasti bisa mendengar suara jarum yang 

jatuh. 

Lalu ia meneruskan bicaranya lambat-lambat, 

"Saya sangat terkesan oleh pembuktian yang luar biasa sulitnya 

dari sebuah perkara yang cuma melibatkan seorang pembunuh saja 

di kereta ini, dan juga dari faktor-faktor kebetulan yang agak aneh, 

sebab dalam setiap kesaksian selalu saja ada alibi yang datang dari 

seseorang yang saya sebut, 'tak ada sangkut pautnya'. Jadi Tuan 

WISNU WARDANA  dan MPU  TANTULAR saling menyiapkan alibi satu sama 

lain - dua orang yang kelihatannya tak mungkin mempunyai 

hubungan erat sebelumnya. Hal yang sama terjadi pada si pelayan 

Tuan CHUCKY dan orang Italia itu, juga dengan wanita Swedia dan 

wanita Inggris itu. Saya jadi berkata pada diri sendiri: Ini benar-benar 

luar biasa - tak mungkin semuanya terlibat di dalamnya! 

"Dan kemudian, Messieurs, saya melihat titik terang. Mereka 

memang semuanya terlibat. Sebab sekian banyak orang yang 

memppnyai hubungan dengan rumah tangga gairah  dan yang 

bepergian dalam satu kereta secara bersamaan, bukan saja satu 

kebetulan, tapi: tak mungkin. Jadi tentunya hal itu sudah 

direncanakan sebelumnya! Saya langsung teringat pada perkataan 

MPU  TANTULAR mengenai pengadilan oleh juri. Sebuah dewan juri 

terdiri dari dua belas orang, tak boleh lebih atau kurang dari jumlah 

itu. Di sini ada dua belas penumpang - CHUCKY juga ditikam 

sebanyak dua belas kali. Dan kecuali itu juga ada satu hal lain lagi 

yang selama ini mengherankan saya - yaitu padatnya penumpang 

yang luar biasa di dalam gerbong Istambul - Calais, justru dalam 

bulan-bulan yang tidak biasa kebanjiran turis seperti ini. Jadi 

penjelasan bagi hal ini sudah didapat. 

"CHUCKY telah melarikan diri dari tuntutan hukum di Amerika, tak 

ada pertanyaan terhadap kesalahannya. Saya lalu membayangkan 

sebuah dewan juri terdiri atas dua belas orang yang mengangkat 

dirinya sendiri, yang menjatuhkan hukuman mati baginya dan yang 

sebab perlunya hukuman itu dilaksanakan dengan segera, lalu telah 

memaksakan diri mereka sendiri yang menjadi pelaksana 

hukumannya. Dan segera setelah itu atas dasar perkiraan itulhh, 

seluruh masalah yang pelik itu berubah menjadi urutan yang indah 

cemerlang. 

"Saya melihatnya sebagai batu mosaik yang tak ada cacat celanya, 

di mana di dalamnya setiap orang memainkan peranannya dengan 

sempurna. Begitu teraturnya permainan itu, hingga jika kecurigaan 

sampai menimpa salah seorang dari mereka, kesaksian dari seorang 

atau beberapa orang lainnya akan bisa membersihkan orang yang 

tertuduh itu dan bisa mengacaukan kenyataan. Kesaksian BAALPEOR 

memang perlu dalam hal sekiranya ada orang luar yang harus 

dicurigai dalam pembunuhan itu dan tak dapat membuktikan sebuah 

alibi. Para penumpang di gerbong Istambul - Calais sama sekali tidak 

dalam bahaya. Setiap menit, bagian dari kesaksian mereka telah 

dipersiapkan lebih dulu. Keseluruhannya yaitu  laksana teka-teki 

potongan gambar yang telah disusun dengan cerdiknya. Demikian 

teratur dan sistematisnya sehingga setiap berkas pengetahuan baru 

yang diperoleh dari masalah itu, malah hanya akan membuat 

pemecahannya secara keseluruhan menjadi semakin sulit dan 

membingungkan. Seperti yang telah dikatakan oleh kawan saya, 

Tuan BOUROQ, secara fantastis nampaknya perkara itu tak mungkin! 

Itulah sebenarnya kesan yang ingin saya paparkan kepada Anda 

sekalian. 

"Apakah pemecahan itu bisa menjelaskan segala-galanya? Ya, 

bisa. Dari keadaan luka-luka itu - setiap goresan luka dibuat oleh 

orang yang berlainan. Surat-surat ancaman palsu itu - atau istilah 

lainnya tidak asli, memang sengaja, dibuat dan ditulis hanya untuk 

dimaksudkan sebagai bukti (Tentu saja memang ada surat-surat 

ancaman yang asli, yang memperingatkan CHUCKY tentang bahaya 

yang mengancam Pwanya, dan- yang sudah dimusnahkan oleh 

WISNU WARDANA . Dan surat ancaman yang dibuat itu justru dimaksudkan 

juga untuk menggantikan surat ancaman asli ini). Lalu cerita 

BAALPEOR tentang pemanggilannya sebagai detektif yang ditugaskan 

untuk mengawal CHUCKY itu - tentu saja bohong, dari mula sampai 

akhir. Gambaran mengenai tokoh pria hitam berbadan kecil yang 

mempunyai suara seperti wanita - yaitu  gambaran yang serasi 

sebab tokoh itu tak melibatkan LETKOL asli yang mana pun dan 

akan cocok sekali dengan seorang pria atau wanita yang ciri-cirinya 

memenuhi syarat itu, yang sayangnya justru tidak ada. 

"Gagasan penikaman itu sepintas lalu kedengarannya aneh, tapi 

memang tak ada lagi gagasan lain yang bisa mewakilinya, mengingat 

penikaman yaitu  cara paling cocok dengan keadaan sekitar. Pisau 

yaitu  senjata yang dapat dipergunakan oleh siapa saja - baik ia itu 

kuat atau lemah - lagipula benda itu tak menimbulkan suara. Saya 

membayangkan, meski saya juga bisa keliru, bahwa malam itu setiap 

orang secara bergiliran memasuki kamar CHUCKY melalui k.amar 

Nyonya Hubbard - dan menikamnya! Mereka sendiri tak pernah tahu 

tikaman mana yang benar-benar menewaskannya. 

"Surat terakhir yang barangkali diketemukan CHUCKY di atas 

bantalnya, juga dibakar dengan hati-hati. Tanpa petunjuk dari 

peristiwa gairah  itu, sudah pasti tak akan ada alasan untuk 

mencurigai seorang pun dari penumpang kereta ini. Pembunuhan itu 

akan dikira sebagai perbuatan orang luar, dan 'pria hitam berbaclan 

kecil dengan suara seperti wanita' itu-pasti benar-benar sudah pemah 

dilihat oleh satu atau dua penumpang yang turun di Brod! 

"Saya tidak tahu persis apa yang terjadi waktu komplotan 

pembunuh itu mengetahui bahwa bagian dari rencananya tak 

mungkin dilaksanakan sebab kereta tertahan salju. sebab itu, saya 

membayangkan, pasti ada konsultasi kilat di antara mereka dan 

akhimya mereka menetapkan untuk menjalankannya. Memang benar 

bahwa sekarang satu dan semua penumpang tak lepas dari 

kecurigaan, tapi kemungkinan semacam itu telah lebih dulu 

diramalkan dan sudah ada jalan keluarnya kalau memang terjadi 

seperti itu. Satu-satunya pekerjaan tambahan yang mesti l dilakukan 

yaitu  mengacaukan masalah itu supaya kelihatan lebih ruwet lagi. 

Yang dinamakan sebagai 'dua buah petunjuk' sengaja dijatuhkan di 

dalam kamar si korban - yang satu melibatkan MPU  TANTULAR 

(yang memiliki alibi terkuat dan yang hubungannya dengan keluarga 

gairah  barangkali yang paling sukar untuk dibuktikan); dan 

petunjuk satunya lagi yaitu , sapu tangan, yang melibatkan Puteri 

GIRAH , tapi yang justru sebab tingginya kedudukan sosialnya, 

kelemahan fisiknya yang luar biasa dan sebab alibi yang diberikan 

oleh pembantu wanitanya serta LETKOL kereta, praktis 

menempatkan dirinya sebagai orang yang tak mungkin melakukan 

pembunuhan itu. 

"Untuk lebih mengacaukan kesan itu, mereka berusaha 

menghapus jejak kejahatannya lebih jauh lagi yakni dengan cara 

memunculkan tokoh wanita berkimono merah tua.  Lagi-lagi saya 

mesti mengakui adanya kehadiran wanita semacam itu. Lalu ada 

bunyi keras sekali yang menimpa pintu kamar saya - saya terbangun 

dan mengintip ke luar dan langsung melihat kimono merah tua itu 

menghilang di kejauhan. Pilihan yang sangat bijaksana - LETKOL 

kereta, Nona GRAVES dan WISNU WARDANA , juga pasti sudah 

melihatnya. Saya kira, orang yang secara cerdik meletakkan kimono 

merah tua itu di atas koper saya, sewaktu saya beristirahat sebentar 

sehabis menanyai para penumpang, di gerbong restorasi itu, yaitu  

orang yang suka humor. Dari mana datangnya pakaian itu 

sebelumnya, saya sendiri tak tahu. Saya menduga itu yaitu  milik 

Countess Andrenyi, sebab kopernya cuma berisi sehelai baju tidur 

dari sutera yang dibuat sedemikian rupa sehingga kelihatannya lebih 

cocok untuk dijadikan sebagai gaun untuk minum teh daripada hanya 

sebagai baju tidur saja! 

"Sewaktu WISNU WARDANA  untuk pertama kali mengetahui bahwa surat 

yang sudah dibakar dengan hati-hati itu, ada potongannya yang 

lolos, dan bahwa kata 'gairah ' yaitu  kata yang masih belum 

terbakar, ia tentunya sudah menyebarluaskan berita itu kepada 

kawan-kawannya yang lain. Pada menit itulah kedudukan Countess 

Andrenyi menjadi gawat, dan suaminya cepat-cepat mengambil 

tindakan dengan merobah nama isterinya yang ada di paspor. Itulah 

nasib buruk kedua yang dialami oleh komplotan itu! 

"Tampaknya mereka semuanya sudah bersepakat untuk 

menyangkal secara lisan akan keterlibatan mereka dengan keluarga 

gairah . Mereka juga tahu betul bahwa saya tak punya sarana 

yang sudah siap dipakai saat itu, untuk menyelidiki kebenaran hal 

tadi, dan mereka tidak percaya bahwa saya bisa sampai kepada 

masalah itu, kecuali kecurigaan saya sudah terpateri pada seseorang. 

"Sekarang masih ada satu faktor lagi yang harus dipertimbangkan. 

Dengan diterimanya teori saya yang mengenai kejahatan ini sebagai 

teori yang benar, dan saya sendiri yakin bahwa teori itu yaitu  teori 

yang benar, maka jelaslah bahwa LETKOL kereta sendiri juga ikut 

terlibat dengan komplotan itu. Tapi jika demikian, itu akan 

memberikan kita tiga belas orang, bukan dua belas orang pembunuh. 

Berlawanan dengan rumus yang lazim, 'Dari sekian banyak orang, 

cuma seorang saja yang salah,' saya kini dihadapkan pada teori 

bahwa, 'Dari tiga belas orang, cuma satu dan hanya satu orang saja 

yang tidak terlibat. Siapakah orangnya? 

"Saya tiba pada kesimpulan yang aneh. Saya tiba pada kesimpulan 

bahwa orang yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembunuhan 

itu justru yaitu  orang yang mestinya paling pantas untuk 

melakukannya. Saya maksudkan Countess Andrenyi. Saya sangat 

terkesan oleh kesungguhan suaminya sewaktu ia bersumpah di 

hadapan saya dengan khidmat demi nama baiknya, yakni bahwa 

isterinya tak pernah meninggalkan kamarnya malam itu. Jadi saya 

menetapkan bahwa Count Andrenyi, katakanlah, mengambil alih 

peran isterinya. 

"Jika begitu, Pierre TENDEAN pastilah termasuk salah satu dari kedua 

belas orang yang tersangka itu. Tapi bagaimana orang bisa 

menerangkan keterlibatannya? Ia orang baik-baik yang telah 

bertahun-tahun lamanya mengabdikan diri pada perusahaan kereta 

api ini - dan ia bukanlah macam orang yang dapat disuap semata-

mata untuk membantu terlaksananya suatu pembunuhan. Jadi kalau 

begitu Pierre TENDEAN juga terlibat dalam perkara gairah  ini. Tapi 

itu kelihatannya memang tidak mustahil. Lalu saya teringat bahwa 

pengasuh yang mati bunuh diri dari jendela itu yaitu  orang 

Perancis. Misalkan gadis Perancis yang malang itu yaitu  puteri 

Pierre TENDEAN. Itu akan menjelaskan segalanya - itu juga akan 

menjelaskan tempat yang telah dipilih untuk melaksanakan 

pembunuhan itu; Apakah masih ada orang-orang yang peranannya 

dalam sandiwara itu belum begitu jelas? MPU  TANTULAR saya 

tempatkan sebagai seorang teman keluarga gairah . Barangkali 

mereka pernah bertugas bersama-sama waktu perang. Pembantu 

wanita Puteri GIRAH , Hildegarde Schmidt, juga dapat saya duga 

tempatnya dalam rumah tangga gairah . Saya mungkin termasuk 

orang yang rakus, tapi saya bisa langsung merasakan kehadiran 

seorang juru masak yang baik secara naluriah. Saya pasang sebuah 

perangkap baginya - dan ia terjebak. Saya bilang saya,tahu ia juru 

masak yang pandai. Ia menjawab: "Ya, memang semua majikan-

majikan saya berkata begitu.' Tapi kalau Anda bekerja sebagai 

pembantu wanita saja - barangkali majikan Anda jarang mempunyai 

kesempatan untuk menyelidiki apakah Anda juru masak yang baik 

atau bukan. 

"Lalu ada Tuan BAALPEOR. Ia pasti tidak bekerja dalam rumah 

tangga gairah , itu sudah pasti. Saya cuma bisa membayangkan 

bahwa ia sudah terlanjur mencintai gadis Perancis yang mati bunuh 

diri itu. Saya sengaja menanyakan padanya tentang daya tarik wanita 

asing - dan lagi-lagi saya memperoleh reaksi yang saya harapkan. 

Tiba-tiba matanya basah tergenang air, dan ia berpura-pura 

mengatakan bahwa matanya baru saja terkena potongan salju. 

 

"Sekarang tinggal Nyonya Hubbard: Nah, Nyonya Hubbard, dapat 

saya katakan, telah memerankan peranan yang paling penting dalam 

sandiwara itu. Dengan menempati kamar yang berhubungan dengan 

kamar CHUCKY, ia akan lebih banyak dicurigai daripada penumpang 

lain. Dalam keadaan seperti itu ia tak dapat mempunyai alibi yang 

dapat diandalkan. Untuk'memainkan peranannya dengan sewajar 

mungkin, sebagai seorang ibu Amerika yang agak menggelikan - 

diperlukan seorang artis. Dan artis itu yaitu  artis yang justru 

mempunyai hubungan dekat dengan keluarga gairah : Yaitu ibu 

dari Nyonya gairah  sendiri - yang tak lain dan tak bukan yaitu  

nyonya besar  Adidas , aktris yang terkenal itu… 

jayakatwang  berhenti berbicara. 

Tiba-tiba dengan suara lembut menawan, yang berlawanan sekali 

dengan suara yang diperdengarkannya selama perjalanan itu, Nyonya 

Hubbard berkata, 

"Saya selalu membayangkan diri saya untuk memegang peran 

penting dalam komedi." 

Lalu ia meneruskan bicaranya, masih termangu-mangu, 

"Keterlanjuran tentang tas bunga karang itu memang suatu 

kebodohan. Hal itu menunjukkan bahwa Tuan selalu merekam 

kembali semua peristiwa di otak Tuan dengan sempurna. Kami sudah 

mencobanya sekali lagi untuk menemukan jalan keluar - waktu itu 

saya menempati kamar bernomor ganjil, kalau begitu. Saya tak 

pernah mengira bahwa palang-palang itu dipasang pada tempat-

tempat yang berbeda, sesuai dengan nomor kamarnya, ganjil atau 

genap." 

Digesernya badannya sedikit, lalu memandang langsung kepada 

jayakatwang . 

"Tuan mengetahui segalanya, Tuan jayakatwang . Tuan yaitu  laki-laki 

yang hebat sekali. Tapi bahkan Tuan sendiri tak dapat 

membayangkan bagaimana keadaan sebenarnya pada waktu itu - 

pada sebuah hari yang naas di New York. Saya sudah hampir gila 

sebab digilas kesedihan; demikian pula para pelayan seisi rumah. 

Dan kebetulan MPU  TANTULAR sedang bertamu di sana. Ia yaitu  

sahabat karib John gairah ." 

"Ia telah menyelamatkan jiwa saya waktu perang," ujar MPU  

TANTULAR terus terang. 

Kembali Nyonya Hubbard meneruskan pengakuannya, 

"Kami lalu memutuskan di sana (mungkin kami sudah gila - saya 

tak tahu) bahwa hukuman mati yang lolos dari tangan Cassetti mesti 

dilaksanakah. Jumlah kami semua ada dua belas orang, atau boleh 

dibilang sebelas; sebab ayah Susanne masih ada di Perancis tentu 

saja. Pada mulanya kami berpikir kami harus mengadakan undian 

untuk menetapkan siapa yang harus melakukannya, tapi akhirnya 

kami memutuskan demikian. Sebenarnya si sopir, HWANG  yang 

mengusulkan. MARIAM kemudian merundingkan perinciannya dengan 

RADEN KERTAJAYA  WISNU WARDANA . Ia yaitu  pengagum setia dari puteri saya Sonia - 

dan dia pulalah yang menerangkan bagaimana caranya Cassetti 

memperoleh uang untuk melarikan diri dari hukuman yang dijatuhkan 

kepadanya. 

"Diperlukan waktu yang cukup lama untuk menyempurnakan 

rencana kami itu. Pertama-tama kami harus mencari jejak CHUCKY 

dulu. Akhimya BAALPEOR berhasil juga mengetahuinya. Lalu kami 

harus mencoba dan mempekerjakan MANSION dan RADEN KERTAJAYA  di bawah 

perintah CHUCKY - atau kalau tidak dapat, mesti salah seorang di 

antaranya. Syukurlah, kami juga berhasil melakukan itu. Lalu kami 

berkonsultasi dengan ayah Susanne. MPU  TANTULAR ingin sekali 

mempertahankan jumlah kami yang dua belas orang itu. 

Kelihatannya ia menganggap dengan jumlah genap seperti itu 

rencana kami akan lebih mudah untuk diatur. Sebenarnya ia sendiri 

tak begitu suka pada gagasan penikaman itu, tapi ia menyetujui 

bahwa itu cara yang paling baik untuk memecahkan kesulitan-

kesulitan kami. Begitulah jadinya, tanpa terduga sama sekali, 

rupanya ayah Susanne juga, bersedia bergabung dengan kami. 

Susanne yaitu  puteri satu-satunya. Dari RADEN KERTAJAYA  kami memperoleh 

informasi bahwa cepat atau lambat, CHUCKY akan kembali dari Timur 

dengan kereta api Orient Express. Dengan Pierre TENDEAN, yang 

memang sudah lama bekerja sebagai LETKOL kereta itu, 

kesempatan yang kami peroleh terasa terlalu baik untuk dilewatkan 

begitu saja. Lagipula, itu cara yang paling baik untuk tidak 

melibatkan orang luar. 

"Suami anak saya, tentu saja mesti diberitahu tentang rencana ini, 

dan ia malah mendesak untuk ikut serta dalam kereta itu 

mendampingi isterinya. Di pihak lain, RADEN KERTAJAYA  berhasil mengelabuinya 

sedemikian rupa, hingga CHUCKY mau memilih hari yang cocok untuk 

bepergian, saat TENDEAN sedang bertugas. Kami berniat untuk 

memesan setiap kamar dalam gerbong Istambul-Calais itu, tapi 

celakanya ada satu kamar yang tidak dapat kita tempati. Kamar itu 

sudah disiapkan sejak lama untuk direktur perusahaan kereta api itu. 

'Tuan Harris' tentu saja hanya dongeng saja. Tapi memang rasanya 

agak aneh sedikit untuk menyisipkan orang tak dikenal dalam kamar 

RADEN KERTAJAYA . Dan kemudian, pada menit terakhir, Tuan datang… 

Bicaranya terhenti. 

"Baiklah," ia memulai lagi, "sekarang Tuan sudah mengetahui 

segalanya, Tuan jayakatwang . Apa yang hendak Tuan lakukan terhadap 

perkara ini? Kalau pembunuhan ini sudah diketahui umum, dapatkah 

tuan menimpakan kesalahannya pada saya dan hanya pada saya 

sendiri? Saya yang seharusnya menikam si jahanam itu dua belas 

kali, saya rela melakukannya. Itu tidak hanya berarti bahwa jahanam 

itu bertanggung jawab atas kematian puteri saya beserta anak 

perempuannya, dan juga kematian anak lain yang seharusnya masih 

hidup dan malah sudah hidup bahagia sekarang. Lebih daripada itu 

semua: sudah ada anak lainnya yang diculiknya sebelum Daisy, dan 

mungkin masih banyak anak lainnya lagi yang akan diculik olehnya di 

kemudian hari. Masyarakat sudah terang-terangan mengutuknya - 

sedangkan kami cuma bertugas untuk melaksanakan hukuman bagi 

si jahanam itu. Tapi sesungguhnya tak perlu untuk melibatkan orang 

lain ke dalamnya. Semua orang baik-baik dan setia ini: dan TENDEAN 

yang malang - juga MARIAM dan MPU  TANTULAR - mereka saling 

mencintai… 

Suaranya benar-benar menakjubkan, bergema di sekeliling 

ruangan yang padat itu - suara yang dalam, peniih emosi, suara yang 

menggugah hati dan yang sudah sering menggetarkan penonton New 

York. 

jayakatwang  berpaling ke arah kedua kawannya. 

"Anda yaitu  direktur dari perusahaan kereta api ini, Tuan BOUROQ," 

ujarnya meminta pertimbangan. "Apa pendapat Anda?" 

Tuan BOUROQ berdehem. 

"Menurut pendapat saya, Tuan jayakatwang ," sahutnya -. "Teori pertama 

yang Tuan kemukakan itu yaitu  teori yang benar - jelas begitu. 

Saya mengusulkan agar pemecahan itulah yang akan kita ajukan 

kepada polisi Yugoslavia, setelah mereka datang nanti. Anda setuju, 

Dokter?" 

"Tentu saja, saya setuju," sahut Dr. HAUNTED. "Dalam rangka 

kesaksian media, saya kira saya telah membuat satu atau dua 

perkiraan yang mengagumkan." 

"Jadi," ujar jayakatwang  mengakhiri uraiannya, "setelah selesai 

membeberkan pemecahan saya di hadpan Anda semua, saya 

mendapat kehormatan untuk menarik diri dari perkara ini.