ra gampang - untuk
merobah Helena menjadi Elena."
"Kalau begitu belum apa-apa Tuan sudah terlibat dalam tindakan
kriminil," ujar jayakatwang memperingatkan. "Akal bulus yang digabung
dengan tekad yang kejam tanpa penyesalan berarti secara terang-
terangan memperkosa hukum."
"Oh, tidak, tidak." Countess Andrenyi memajukan tubuhnya ke
depan sedikit. "Monsieur, suami saya sudah menjelaskan kepada
Tuan kejadian yang sebenarnya." Ia mengalihkan pembicaraan dari
bahasa Perancis ke bahasa Inggris.
"Saya ngeri... ngeri setengah mati, Tuan tahu. Semuanya itu
begitu mengerikan... saat itu.... dan apalagi untuk
mengungkapkannya kembali. Dan apalagi bisa dicurigai dan
barangkali dijebloskan ke dalam penjara. Saya memang ngeri sekali,
Monsieur jayakatwang . Tak dapatkah Anda mengerti, Tuan jayakatwang ?"
Suaranya merdu sekali.... dalam.... renyah.... bernada memohon,
suara dari puteri nyonya besar Adidas , suara aktris pujaan dunia.
jayakatwang memandang ke arahnya dengan sayu.
"Kalau saya mau mempercayai, Anda, Madame - dan saya tak
mengatakan bahwa saya tak akan mempercayai Anda, maka Nyonya
harus menolong saya.
"Menolong Tuan?"
"Ya. Alasan pembunuhan itu terletak pada masa lampau - pada
tragedi yang menghancurkan rumah tangga Nyonya dan
menyuramkan masa muda Nyonya. Bawalah saya pada masa itu,
Mademoiselle, supaya saya bisa menemukan mata rantai yang bisa
menjelaskan semuanya."
"Apa yang dapat menolong Tuan? Mereka semuanya sudah mati."
Lalu dengan rasa sedih yang sangat ia berbisik lambat-lambat,
"Semuanya mati - semuanya - Robert, Sonia, Daisy… Daisy
tersayang, Anak itu begitu manis, begitu riang… rambutnya yang ikal
begitu indah... Kami semua tergila-gila padanya."
“Masih ada lagi korban yang lain, Madame. Korban tak langsung,
Nyonya bisa bilang."
"Susanne yang malang itu? Ya, saya sudah lupa padanya. Polisi
sudah menanyai dia. Mereka yakin bahwa dia ikut terlibat dalam
pembunuhan itu. Barangkali begitu - tapi terlibat sebagai orang yang
tak bersalah. Saya rasa, mulanya ia cuma mengobrol secara iseng-
iseng saja dengan seseorang tentang saat-saat Daisy dibawa keluar
untuk makan angin. Dan gadis yang malang itu jadi gelisah tak
menentu ketika terjadi pembunuhan itu - ia merasa ia ikut
bertanggung jawab." Badannya gemetar. "Lalu ia meloncat dari
jendela. Oh! Mengerikan sekali!"
Dibenamkannya mukanya dalam telapak tangan.
"Orang apa dia, Madame?"
"Dia orang Perancis."
"Apa nama keluarganya?"
"Itu omong kosong, tapi saya tak ingat lagi – kita cuma
memanggilnya Susanne. Gadis yang cantik dan periang. Ia sayang
sekali pada Daisy."
"Ia pengasuhnya?"
"Ya."
"Siapa perawatnya?"
"Perawatnya yaitu perawat rumah sakit yang terlatih baik.
Stengelberg namanya. Ia juga sayang sekali pada Daisy - dan pada
kakak saya."
"Sekarang, Madame. Saya minta Nyonya pikir dulu baik-baik
sebelum menjawabnya. Sejak Nyonya menaiki kereta ini, apakah
Nyonya pernah bertemu dengan orang yang Nyonya kenal?" .
Countess Andrenyi menatap. jayakatwang sejenak.
"Saya? Tidak, tak seorang pun.”
"Bagaimana dengan NYI GIRAH ?"
"Oh! dia. Tentu saja saya kenal dia. Saya kira maksud Tuan orang-
orang dari pperistiwa pembunuhan itu."
"Tapi memang itu yang saya maksudkan, Madame. Sekarang coba
ingat baik-baik. Bawa ingatan Nyonya ke beberapa tahun yang lalu.
Tentu orang itu sudah banyak berubah."
Helena merenung sebentar. Lalu ia berkata lagi,
"Tidak, saya yakin tak seorang pun."
"Nyonya sendiri - Nyonya pada saat itu masih seorang gadis cilik -
masa Nyonya tak punya orang yang biasa mengawasi pelajaran
Nyonya?"
"Oh! ya, saya punya seekor naga – semacam guru pengasuh bagi
saya, merangkap sebagai sekretaris Sonia. Ia orang Inggris - atau
lebih tepatnya orang Skotlandia; wanita bertubuh besar dan
berambut pirang."
"Siapa namanya?"
"Nona Freebody."
"Tua atau muda?"
"Ia seolah jauh lebih tua dari saya. Saya kira umurnya belum lewat
empat puluh. Sedangkan Susanne, tentu saja, bertugas mengawasi
pakaian saya sekaligus melayani."
"Tak ada penghuni lain dalam rumah?"
"Cuma pembantu."
"Dan Nona yakin, benar-benar yakin, bahwa Nyonya tak mengenal
seorang pun di kereta ini?"
Ia menjawab dengan sungguh-sungguh, "Tak ada, Monsieur. Tak
ada sama sekali."
5. NAMA BAPTIS PUTERI GIRAH
Begitu Count dan Countess Andrenyi melangkah pergi dari situ,
jayakatwang berpaling kepada kedua kawannya.
"Kalian lihat," ujarnya,, "kita sudah maju selangkah lagi."
"Hasil yang gemilang," ujar Tuan BOUROQ ramah. "Bagi saya, saya tak
pernah bermimpi untuk mencurigai Count dan Countess Andrenyi.
Saya mesti mengakui, saya kira mereka itu tak puriya cacad cela.
Apakah mereka sudah pasti terlibat dalam kejahatan itu? Agak
menyedihkan, kalau begitu. Meski begitu, mereka tak akan
memancang kepalanya dengan pisau guillotine. Masih ada faktor-
faktor yang meringankan. Paling-paling cuma hukuman penjara
beberapa tahun - paling banyak."
"Kenyataannya kau sendiri yakin sekali akan keterlibatannya."
"Kawanku tersayang - benarkah hal itu tidak diragukan lagi? Saya
kira tindakanmu yang mantap itu cuma untuk melicinkan semuanya
sampai kita bebas dari salju keparat itu dan polisi mengambil alih
semua persoalan ini."
"Kau tak percaya pada pernyataan Count Andrenyi yang tegas itu
dan demi nama baiknya bahwa isterinya tak bersalah?"
"Mon cher - tentu saja - apa lagi yang dapat dikatakannya? la
begitu memuja isterinya. Sudah tentu ia ingin menyelamatkannya! Ia
telah membeberkan kebohongannya dengan cara yang baik sekali -
cara grande signeur kata orang Perancis, cara laki-laki, cara ksatria.
Tapi apa lagi namanya itu, kalau bukan kebohongan?"
"Baiklah, kau tahu sendiri, menurut pendapatku justru ceritanya
itulah yang benar, yang kausebut kebohongan itu."
"Tidak bisa, tidak bisa. Sapu tangan itu, kau ingat. Sapu tangan
itulah yang mengunci persoalan itu. "
"Oh, aku kurang yakin pada sapu tangan itu. Kau ingat sendiri,
aku selalu mengatakan ada dua kemungkinan mengenai pemilik sapu
tangan itu."
"Semua sama -"
Tuan BOUROQ terdiam, bicaranya terhenti. Pintu yang di ujung
terbuka, dan Puteri GIRAH melangkah masuk. Ia langsung
menghampiri ketiga pria itu yang segera bangun menyambutnya.
Tapi ia cuma berbicara kepada jayakatwang , dan tak mempedulikan
kehadiran yang lain.
"Saya rasa, Monsieur, " ujarnya, "tuan menahan sapu tangan
saya."
jayakatwang melemparkan pandangan kemenangan ke arah kedua
kawannya yang sedang terpaku keheranan.
"Yang ini, Madame?"
Ia mengeluarkan sehelai kain halus berbentuk segi empat dari
saku bajunya.
"Ya, benar, yang itu. Ada singkatan nama saya di ujungnya."
"Tapi, Madame la NYI e, ini huruf H," potong Tuan BOUROQ.
"Sedang nama baptis Nyonya maaf - yaitu Natalia."
Puteri Dragorniroff memandangnya dingin.
"Memang betul Monsieur. Sapu tangan-sapu tangan saya selalu
diberi tanda dengan ejaan Rusia. H itu N dalam ejaan Rusianya."
Tuan BOUROQ kelihatan terkejut. Terasa ada sifat gigih dalam diri
wanita tua itu yang membuatnya bingung dan tak enak.
"Nyonya tidak memberitahukan kami pagi ini bahwa sapu tangan
ini milik Nyonya."
"Kalian tak menanyakannya," sahut Puteri itu dingin.
"Silakan duduk dulu, Madame, " ujar jayakatwang mempersilakan.
Ia menarik napas. "Sebaiknya begitu, saya kira," ujarnya sambil
duduk.
"Anda tak usah berpanjang-panjang lagi menghadapi soal ini,
Tuan-tuan. Pertanyaan Tuan berikutnya barangkali - Bagaimana sapu
tangan saya bisa diketemukan di sebelah tubuh orang yang terbunuh
itu? Jawaban saya buat pertanyaan itu yaitu saya tak tahu."
"Nyonya benar-benar tak tahu?"
"Tak tahu, bagaimana juga."
"Moga-moga Nyonya mau memaafkan kami, tapi seberapa jauh
kami bisa mengandalkan kebenaran-kebenaran yang ada dalam
jawaban Nyonya?"
jayakatwang mengucapkan kata-kata itu dengan lembut sekali.
Puteri GIRAH menjawab dengan pandangan merendahkan.
"Saya rasa yang Tuan maksudkan sebab saya tak memberitahu
Tuan bahwa Helena Andrenyi itu yaitu adik Nyonya gairah ?"
“Kenyataannya memang Nyonya telah berbohong mengenai soal
ini."
"Tentu saja. Barangkali saya akan berbuat begitu lagi. Ibunya
yaitu sahabat saya. Saya percaya pada kesetiaan, Tuan-tuan - pada
kawan-kawannya, pada keluarganya dan pada orang-orang yang
tingkatan sosialnya sama."
"Nyonya tak percaya bahwa tindakan-tindakan Nyonya itu dapat
mengarah pada pelanggaran hukum?"
"Dalam perkara ini saya anggap keadilan-keadilan yang ketat -
sudah dilaksanakan."
jayakatwang memajukan badannya ke muka.
"Anda lihat sendiri kesulitan-kesulitan yang tengah saya hadapi,
Madame? Bahkan dalam persoalan sapu tangan ini, apakah saya juga
harus mempercayai Nyonya? Atau apakah Nyonya sedang berusaha
untuk melindungi puteri dari sahabat Nyonya?"
"Oh! Saya tahu apa yang Tuan maksudkan."
Wajahnya memperlihatkan senyum pahit. "Baiklah, Tuan-tuan,
pernyataan saya ini bisa dibuktikan dengan mudah sekali. Saya akan
berikan alamat orang yang membuat sapu tangan saya itu di Paris.
Kalian cuma tinggal menanyakan soal yang satu itu saja dan mereka
pasti akan memberitahukan bahwa sapu tangan itu dibuat atas
pesanan saya setahun yang lalu. Sapu tangan itu milik saya, Tuan-
tuan,"
Ia bangun dari tempat duduknya.
"Tuan-tuan masih punya pertanyaan lain lagi yang ingin
ditanyakan pada saya?" ,
"Pembantu wanita Nyonya itu, apakah dia mengenali sapu tangan
itu waktu kami memperlihatkan kepadanya tadi pagi?"
"Mestinya begitu. Ia melihatnya tapi tak berkata apa-apa? Ah,
itulah, itu menunjukkan bahwa ia juga bisa dipercaya'."
Dengan kepala yang dimiringkan sedikit sebagai tanda minta diri,
Puteri GIRAH keluar dari gerbong restorasi.
"Jadi begitu persoalannya," gumam jayakatwang lembut. "Aku menyadari
adanya kebimbangan sewaktu aku tanyai pembantu wanita itu kalau-
kalau dia tahu milik siapa sapu tangan itu. Ia sendiri tak bisa
menentukan apakah ia mau mengaku atau tidak bahwa itu yaitu
sapu tangan majikannya. Tapi bagaimana itu bisa cocok dengan
gagasanku yang aneh itu? Ya, barangkali saja bisa."
"Ah!" seru Tuan BOUROQ dengan isyaratnya yang khas. "Dia memang
wanita tua yang luar biasa!"
"Mungkinkah dia yang membunuh CHUCKY?" tanya jayakatwang kepada
Dr. HAUNTED.
Yang ditanya menggelengkan kepalanya.
"Tusukan itu - yang dihujamkan dengan tenaga yang kuat, bisa
sampai menembus otot - tak mungkin, tak mungkin orang dengan
fisik selemah itu bisa berbuat demikian."
“Tapi tusukan yang lemah?"
“Kalau tusukan yang lemah, mungkin bisa."
"Aku sedang memikirkan," ujar jayakatwang , "tentang kesempatan pagi
ini sewaktu aku mengatakan pada Puteri GIRAH bahwa justru
kekuatannya bukan terletak pada lengannya, tapi pada kemauannya.
Sebenarnya secara logis, pemyataanku itu lebih merupakan sebuah
perangkap. Aku ingin tahu apakah ia melihat ke lengan kiri ataukah
lengan kanannya. Tapi ia tak melihat salah - satu di antaranya. Ia
melihat kedua-duanya. Tapi jawabannya aneh. Katanya, 'Tidak, saya
memang tak punya kekuatan di dalam sini. Saya tak tahu apakah
saya mesti menyesal atau gembira.' Itu sebuah pernyataan yang
membangkitkan rasa ingin tahu, orang, yang misterius. Dan
pernyataannya itu malah menguatkan keyakinanku pada kasus yang
tengah kuhadapi ini."
"Jadi itu tak berhasil menyinggung faktor tentang tangan kiri itu."
"Tidak, memang. Ngomong-ngomong apakah kauperhatikan
bahwa Count Andrenyi menaruh sapu tangannya di saku celana yang
sebelah kanan?"
Tuan BOUROQ menggeleng. Pikirannya kembali terpukau oleh iiham-
ilham yang mengherankan selama setengah jam ini. Ia bergumam,
"Kebohongan - lagi-lagi kebohongan. Benar-benar membuatku
heran, banyak kebohongan yang disampaikan kepada kita pagi ini."
"Masih banyak lagi yang akan diungkapkan," ujar jayakatwang dengan
riang.
"Kaupikir begitu?"
"Aku akan kecewa bukan main kalau tidak demikian."
"Sikap pura-pura dan bermuka dua itulah yang menyebalkan," ujar
jayakatwang lagi. "Kalau kau mempertemukan orang yang berbohong itu
dengan kebenaran, maka biasanya ia akan cepat-cepat mengaku -
malah sering kali di luar dugaan. Jadi cuma perlu membuat
perhitungan yang tepat untuk memperoleh hasil."
"Inilah satu-satunya cara untuk memeriksa kasus ini. Aku sengaja
menanyai mereka satu per satu, menimbang kesaksian si Pria atau si
wanita, dan lalu berkata pada diriku sendiri, 'Kalau si anu dan si anu
berbohong, dalam hal apa ia berbohong, dan apa alasannya sampai
ia berbuat begitu?' Dan kujawab sendiri, 'Kalau ia berbohong - kalau
ya, perhatikan perkataan itu - maka itu mestilah demi alasan
semacam itu dan dalam hal itu.' Ingat ' kita sudah pernah
mencobanya pada Countess Andrenyi dengan hasil yang sangat
memuaskan. Sekarang kita akan mencoba cara yang sama pada
beberapa penumpang lain."
"Dan umpamanya, Kawan, perkiraanmu itu ternyata keliru?"
"Kalau begitu, bagaimanapun juga, mesti ada orang yang bebas
sama sekali dari kecurigaan."
"Ah! - jadi ada proses penghilangan."
"Tepat."
"Dan siapa yang akan kita tanyai berikutnya?"
"Kita akan menanyai si pukka sahib, MPU TANTULAR."
G. WAWANCARA KEDUA DENGAN MPU TANTULAR
MPU TANTULAR sangat jengkel waktu ia dipanggil kembali ke
gerbong restorasi untuk ditanyai kedua kalinya. Di wajahnya
terbayang rasa enggan begitu ia duduk dan bertanya,
"Ada apa lagi?"
"Maaf sebesar-besarnya atas gangguan yang kedua kali ini," ujar
jayakatwang . "Tapi masih ada sedikit keterangan yang saya kira Tuan
mungkin dapat memberikannya."
"Sungguh? Saya kira tidak begitu."
"Sebagai permulaan, Tuan lihat pembersih pipa ini?"
"Ya."
"Apakah benda ini salah satu dari kepunyaan Tuan?"
"Tidak tahu. Saya tak mengukir nama saya di situ, Tuan lihat
sendiri."
"Tahukah Tuan, bahwa Tuanlah satu-satunya penumpang pria di
gerbong -Istambul-Calais yang mengisap pipa."
"Dalam hal itu, mungkin pembersih pipa itu salah satu dari
kepunyaan saya.”
"Tuan tahu di mana ini ditemukan?"
"Sedikit pun tidak."
"Pembersih pipa ini ditemukan tergeletak di samping orang yang
terbunuh itu."
MPU TANTULAR menaikkan alisnya.
"Dapatkah Tuan mengatakan pada kami, MPU TANTULAR,
bagaimana kiranya benda itu bisa sampai ke sana?"
"Kalau yang Tuan maksudkan, sayalah yang menjatuhkannya,
Tuan keliru."
"Pernahkah Tuan masuk ke kamar CHUCKY?"
"Saya malah belum pemah berbicara dengan dia,"
Tuan belum pernah berbicara dengan dia dan Tuan tidak
membunuhnya?"
Alis MPU TANTULAR terangkat lagi, menunjukkan rasa tak
senang dan perasaan sinis.
"Kalau saya pernah berbuat begitu, tak akan saya perlihatkan
fakta-fakta itu kepada Tuan. Kenyataannya saya tidak membunuh
laki-laki itu."
"Ah, baiklah," gumam jayakatwang . "Memang tak ada konsekwensi apa-
apa."
"Oh!" TANTULAR kelihatan terkejut. Ditatapnya jayakatwang dengan sorot
mata yang gelisah.
"Sebab, Tuan lihat," ujar detektif bertubuh kecil itu, pembersih
pipa itu sebenarnya tak penting. Saya sendiri bisa memberi alasan
seribu satu macam, mengapa benda itu bisa ditemukan di kamar si
korban."
Sekali lagi TANTULAR memandangnya.
"Yang mendorong saya untuk menanyai Tuan sekali lagi
sebetulnya yaitu hal lain. Nona GRAVES barangkali pernah
mengatakan pada Tuan, bahwa saya kebetulan menangkap beberapa
perkataannya kepada Tuan waktu dia berbicara kepada MPU di
stasiun - Konya?"
TANTULAR tak menjawab.
"Ia berkata, ‘Jangan sekarang. Nanti kalau semuanya sudah
selesai. Kalau semuanya sudah di belakang kita.' Tuan tahu apa
maksud perkataan itu?"
"Maaf, Monsieur jayakatwang , tapi saya terpaksa menolak untuk
menjawab pertanyaan itu."
MPU itu menjawab dengan geram, "Saya mengusulkan
bagaimana kalau Tuan sendiri yang menanyakan Nona GRAVES
apa arti perkataan itu."
"Saya sudah menanyakannya pada yang bersangkutan."
"Dan dia menolak untuk memberitahukan?"
"Ya."
"Kalau begitu saya kira semuanya sudah jelas sekali - terutama
bagi Tuan - yakni bahwa bibir saya sekarang sudah disegel."
"Tuan tak akan membuka rahasia seorang wanita, bukan?"
"Tuan bisa mengatakan begitu, kalau Tuan suka. "
"Nona GRAVES mengatakan pada saya bahwa perkataan itu
lebih erat berhubungan dengan persoalan pribadinya sendiri."
"Jadi mengapa Tuan tak menerima saja keterangannya seperti
itu?"
"Sebab, MPU TANTULAR, Nona GRAVES yaitu apa yang
dinamakan, 'orang yang paling dicurigai'."
“Omong kosong," ujar MPU TANTULAR dengan marah.
"Itu bukan omong kosong," sahut jayakatwang menimpali.
"Tuan tak punya hak apa-apa atas dirinya.".
"Tak berhak atas kenyataan bahwa Nona GRAVES yaitu guru
pengasuh dalam rumah tangga gairah , pada saat terjadinya
penculikan terhadap Daisy gairah ?"
Hening sejenak.
jayakatwang mengangguk lembut.
"Tuan lihat?" tanyanya kemudian, suaranya memecah kesunyian.
"Kami tahu lebih banyak dari yang Tuan kira. Seandainya Nona
GRAVES tak bersalah, mengapa dia menyembunyikan kenyataan
itu? Mengapa dia mengatakan pada saya bahwa ia belum pernah ke
Amerika?"
MPU TANTULAR membasahi kerongkongannya. "Barangkali Tuan
keliru."
"Saya tak mungkin keliru. Mengapa Nona GRAVES membohongi
saya?"
jayakatwang mengeraskan suaranya dan berteriak memanggil seseorang.
Sesaat kemudian muncul pelayan gerbong restorasi di ujung pintu.
"Coba tanyakan gadis Inggris yang di kamar no. 11 itu apakah ia
bersedia datang ke sini."
"Bien, Monsieur. "
Pelayan itu melangkah pergi. Keempat pria yang tinggal kini saling
berdiam diri. Wajah MPU TANTULAR kelihatan berkerut bagai kulit
kayu, keras dan tenang.
Si pelayan sudah kembali.
"Gadis Inggris itu sedang ke mari, Monsieur.
"Terima kasih."
Satu dua menit kemudian MARIAM GRAVES sudah memasuki
gerbong restorasi.
7. IDENTITAS MARIAM GRAVES
Ia tidak memakai topi. Kepalanya tampak di kebelakangkan
sedikit, seolah bersikap menantang. Tataan rambutnya yang
seluruhnya disibakkan ke belakang dan lekukan lubang hidungnya
mengingatkan orang pada haluan kapal yang sudah siap untuk
membelah laut dengan gagahnya. Pada saat itu ia keliha'tan cantik.
Matanya menatap TANTULAR sedetik - hanya sedetik. Lalu ia
berkata pada jayakatwang , "Tuan ingin bertemu dengan saya?"
"Saya ingin bertanya, Mademoiselle, mengapa Nona membohongi
kami pagi ini?"
"Berbohong? Saya tak tahu apa maksud Tuan."
"Nona mencoba untuk menyembunyikan kenyataan bahwa pada
saat terjadinya tragedi keluarga gairah Nona memang tinggal di
situ. Tapi Nona mengatakan Nona belum pernah ke Amerika?"
Sekilas jayakatwang melihat bahwa wanita Inggris itu tepekur sebentar
kemudian tersadar kembali.
"Ya," sahutnya. "Itu benar."
"Tidak, Mademoiselle, itu salah."
"Tuan salah paham. Maksud saya memang benar saya
membohongi Tuan."
"Ah? Nona mengakui sekarang?"
Bibirnya mengulum senyum. "Tentu saja, sebab Tuan sudah
mengetahuinya."
"Akhirnya Nona berterus terang juga."
"Kelihatannya saya tak dapat berbuat yang lain lagi."
"Baiklah, tentu saja, memang begitu. Dan sekarang, Mademoiselle,
bolehkan saya tanya apa alasan Nona untuk ikut campur dalam
masalah ini?"
"Jadi apa saya harus senantiasa memikirkan alasan yang jelas,
Monsieur jayakatwang ?"
"Tapi alasan itu justru bagi saya belum jelas, Mademoiselle."
Lalu dengan suara tenang tapi penuh tekanan, wanita Inggris itu
menjawab, "Saya mesti punya mata pencaharian."
"Maksud Nona
Diangkatnya wajahnya dan ditatapnya jayakatwang lekat-lekat.
"Berapa banyak yang Tuan tahu, Tuan jayakatwang , tentang susahnya
untuk mendapat dan mempertahankan pekerjaan terhormat? Apa
Tuan pikir wanita yang sudah pernah ditahan sehubungan dengan
perkara pembunuhan, yang nama dan foto-fotonya sudah dimuat di
koran-koran Inggris Mungkinkah Tuan pikir wanita Inggris dari
kalangan menengah dan dari keluarga terhormat masih mau
mempekerjakan wanita itu sebagai guru pengasuh bagi puteri-
puterinya?"
"Saya tak melihat alasannya mengapa tidak seumpama tak ada
kesalahan yang ditimpakan pada Nona."
"Oh, kesalahan - itu bukan kesalahan, itu publisitas! Sejauh ini,
Monsieur jayakatwang , saya sudah boleh dibilang sukses dalam kehidupan.
Saya sudah bergaji besar, sudah punya pekerjaan yang enak. Saya
tak mau mengorbankan kedudukan saya yang telah saya capai itu
kalau tak ada penampungan lain yang lebih baik."
"Saya rasa sayalah yang paling bisa menilai hal itu, bukan Nona."
Nona GRAVES mengangkat bahu.
"Umpamanya, Nona semestinya bisa membantu saya tentang soal
identitas itu."
"Apa maksud Tuan?"
"Mungkinkah, Nona tak dapat mengenali lagi Countess Andrenyi,
adik Nyonya gairah yang dulu pernah Nona ajari di New York?"
“Countess -Andrenyi? Tidak." Ia menggeleng. "Bagi Tuan mungkin
kelihatannya hal ini luar biasa. Tapi saya tak mengenali dia. Tuan
tahu, dia belum dewasa, sewaktu saya mengenalnya. Itu sudah lebih
dari tiga tahun yang lalu. Memang benar Countess Andrenyi
mengingatkan saya pada seseorang, membuat hati saya bertanya-
tanya. Tapi ia kelihatannya begitu asing - saya tak pemah
membayangkan dia sebagai gadis Amerika kecil ketika masih sekolah.
Saya cuma memandangnya sepintas lalu saja sewaktu ia memasuki
gerbong restorasi, dan saya malah lebih memperhatikan pakaiannya
daripada wajahnya." Ia tersenyum pahit. "Semua wanita begitu! Dan
lalu - yaah, begitulah, saya jadi asyik sendiri."
"Jadi Nona tak bersedia mengatakan rahasia Nona pada saya?"
Suara jayakatwang kali ini terdengar sangat lembut dan bernada
membujuk.
Wanita Inggris itu menjawab dengan suara rendah, "Saya tak
dapat - tak dapat."
Dan sekonyong-konyong, tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, ia
menangis tersedu-sedu, wajahnya dibenamkan ke dalam kedua belah
telapak tangannya dan kembali ia menangis sejadi-jadinya seakan
hatinya hancur berkeping-keping.
Tiba-tiba MPU TANTULAR bangkit dari tempat duduknya dan
berdiri di samping MARIAM GRAVES dengan canggung.
"Saya - coba lihat.” Bicaranya terhenti lalu ia memutar badannya
sambil memandang jayakatwang dengan wajah yang cemberut dan sorot
mata yang memancarkan kemarahan yang meluap-luap.
"Akan kupatahkan setiap tulang dalam tubuhmu yang terkutuk itu,
kau binatang kecil yang sombong."
"Monsieur, " ujar Tuan BOUROQ memprotes.
Tapi TANTULAR telah berpaling kembali pada wanita itu.
"MARIAM - demi – Tuhan…”
MARIAM GRAVES menjawab, "Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja.
Tuan tak memerlukan saya lagi, bukan? Kalau masih, Tuan mesti
datang dan menemui saya. Oh, bodohnya, bodohnya aku ini!" Lalu ia
bergegas ke luar ruangan.
TANTULAR, sebelum mengikutinya, sempat berpaling sekali lagi ke
arah jayakatwang .
"Nona GRAVES tak tersangkut apa-apa dalam perkara ini, Tuan
dengar? Dan kalau ia ditakut-takuti dan kalau ia sampai diganggu,
Tuan akan berhadapan dengan saya." Lalu ia cepat-cepat pergi dari
gerbong itu.,
"Saya senang melihat orang Inggris yang marah," ujar jayakatwang .
"Mereka kelihatan lucu sekali. Semakin meluap amarahnya, semakin
tak teratur kata-katanya. "
Tapi rupanya Tuan BOUROQ tidak tertarik pada reaksi emosionil orang
Inggris. Ia sedang asyik mengagumi kawannya itu.
"Mon cher, vous etes e'patant! " serunya. "Satu lagi dugaan yang
menakjubkan."
"Rasanya tak dapat dipercaya bagaimana Tuan bisa sampai
berpikir ke situ," ujar Dr. HAUNTED menyatakan rasa herannya
dengan terus terang.
"Oh, saya tak punya jaminan untuk kali ini. Ini bukan dugaan lagi.
Countess Andrenyi-lah yang secara praktis telah mengatakannya
pada saya."
"Comment? Bagaimana bisa jadi begitu?"
"Tuan masih ingat, waktu saya tanyakan padanya tentang guru
pengasuh atau kawannya bermain? Saya sudah memutuskan dalarn
pikiran saya bahwa seandainya MARIAM GRAVES juga ikut terlibat
dalam perkara ini, ia pasti digambarkan sebagai figur dalam rumah
tangga gairah yang memegang jabatan itu."
"Ya, tapi Countess Andrenyi menggambarkannya sebagai
seseorang yang berbeda sama sekali dengan MARIAM GRAVES."
"Tepat. Seorang wanita setengah baya berambut merah - yang
pada kenyataannya, sangat berlawanan dengan ciri yang dimiliki
Nona GRAVES, begitu banyak perbedaannya hingga hampir-hampir
tak dapat dikenali lagi. Tapi kemudian, ia harus menemukan
namanya dengan cepat, dan di situlah reaksinya secara tak sadar
menipunya. Ia bilang Nona Freebody, masih ingat?"
"Ya?"
"Eh bien, mungkin Tuan tidak tahu, tapi di London ada sebuah
toko yang sampai sekarang masih bernama GRAVES & Freebody.
Dengan nama GRAVES yang masih melekat di kepalanya, Countess
Andrenyi mencoba untuk mengingat nama lain dalam keadaan
kepepet itu, dan nama pertama yang diingatnya yaitu Freebody.
Tentu saja saya langsung memahami."
"Lagi-lagi ia berbohong. Mengapa ia berbuat begitu?
"Barangkali sebab kesetiaannya. Hal itu menyulitkan sedikit."
"Ma foi!" seru Tuan BOUROQ dengan suara keras.
"Tapi apakah semuanya yang ada di kereta ini berbohong?"
"Itulah," ujar jayakatwang , "yang akan kita selidiki."
8. KEJUTAN DARI PENGUNGKAPAN RAHASIA YANG BERIKUT
"Tak ada lagi yang mengherankan bagiku sekarang," ujar Tuan
BOUROQ.
"Tak ada! Pun apabila setiap orang di kereta ini terbukti sudah
pernah bekerja dalam rumah tangga gairah , aku tak akan heran
lagi."
"Itu pernyataan yang artinya dalam sekali," sahut jayakatwang . "Maukah
kau melihat apa nanti yang akan dikatakan orang yang paling
kaucurigai, yaitu orang Italia itu?"
"Jadi kau ingin menguji lagi dugaan-dugaanmu yang luar biasa
itu?"
"Ini benar-benar masalah yang luar biasa," ujar HAUNTED.
"Tidak, masalahnya biasa saja."
Tuan BOUROQ merentangkah kedua lengannya seperti orang yang
sedang putus asa. "Kalau masalah ini kauanggap biasa atau wajar
saja, mon ami -" Bicaranya terhenti, ia kehilangan kata-kata.
Pada saat itu jayakatwang sudah memerintahk-an salah seorang pelayan
restorasi untuk menjemput HWANG JANG LEE.
Orang Italia bertubuh tinggi besar itu nampak waspada ketika ia
melangkah masuk. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri seperti
binatang yang sudah benar-benar terperangkap.
"Tuan mau apa?" tanyanya. "Tak ada lagi yang dapat saya
katakan - tak ada, Tuan dengar? Per Dio -" Dipukulkannya tangannya
ke atas meja.
"Ya, masih ada yang dapat Tuan katakan kepada kami," ujar
jayakatwang dengan suara mantap. "Kebenaran! "
"Kebenaran?" Ia memandang jayakatwang dengan sorot mata tak
senang. Ketenangan dan keramahtamahannya saat itu lenyap tak
berbekas.
"Mais oui. Barangkali saya sendiri sudah tahu. Tapi itu untuk
kepentingan Tuan sendiri kalau keterangan yang Tuan berikan
disampaikan secara spontan."
"Tuan bicara seperti polisi Amerika saja. 'Ayo, mengaku sajalah -
mengaku sajalah -' itu yang mereka katakan."
"Ah! Jadi Tuan pernah punya pengalaman dengan polisi New
York?"
"Tidak, tidak pernah. Mereka tak punya bukti apa-apa yang dapat
melibatkan saya - tetapi itu bukan berarti saya ingin dicoba."
jayakatwang berkata lagi dengan tenang, "Yaitu dalam perkara
gairah , ya tidak? Tuan sopirnya, bukan?"
Matanya bertemu dengan mata orang Italia itu. Ia mulai
menggertak. Seperti balon gas yang tertusuk benda tajam, sifat
kasarnya mulai keluar.
"Kalau Tuan sudah tahu - kenapa tanya lagi pada saya?"
"Mengapa Tuan berbohong pagi ini?"
"Itu urusan saya. Lagipula, saya tak percaya pada polisi
Yugoslavia. Mereka membenci orang Italia. Mereka tak akan memberi
keadilan bagi saya."
"Mungkin malah keadilan setimpal yang akan mereka berikan pada
Tuan! "
"Tidak, tidak. Saya tak punya hubungan apa-apa dengan perkara
kriminil tadi malam itu. Saya tak pernah meninggalkan kamar. Orang
Inggris bermuka paniang itu, dia bisa mengatakannya pada Tuan.
Bukan saya yang membunuh babi itu - si CHUCKY itu. Tuan tak akan
dapat membuktikan kesalahan saya."
jayakatwang tengah asyik menuliskan sesuatu di atas kertas. Lalu
diangkatnya wajahnya dan berkata dengan tenang, "Baiklah. -Tuan
boleh pergi."
JANG LEE terlihat masih penasaran. "Tuan tahu, pembunuhnya
bukan saya? Bahwa saya tak mungkin terlibat dalam kejahatan itu?"
"Saya bilang Tuan boleh pergi."
"Pastilah itu pekerjaan sebuah komplotan. Tuan mau menjebak
saya? Semuanya itu untuk manusia babi yang seharusnya sudah di
kursi listrik! Memalukan sekali kalau tidak demikian. Seandainya itu
saya - seandainya saya sampai ditahan -"
"Tapi itu terang bukan Tuan. Tuan tak punya hubungan apa-apa
dengan penculikan anak itu."
"Apa yang Tuan katakan barusan? Terlalu, si kecil itu - dialah
cahaya rumah itu. Tonio, ia biasa memanggil saya. Dan dia lalu
duduk di dalam mobil dan pura-pura memegang setir. Semua orang
dalam rumah itu memujanya! Ah, si cilik yang mungil, si cantik yang
tersayang!"
Suaranya terdengar lembut sekarang. Matanya tergenang air. Lalu
cepat-cepat dibalikkannya tubuhnya dan bergegas melangkah ke luar
gerbong restorasi,
"Pietro," panggil jayakatwang .
Pelayan restorasi yang dipanggil namanya, tampak berlari-lari
menghampiri jayakatwang .
"Kamar no. 10- kamar wanita Swedia itu."
"Bien, Monsieur. "
"Ada lagi?" tanya Tuan BOUROQ keheranan. "Ah, tidak - tak mungkin,
Dengar kataku - tak mungkin."
"Mon cher - kita harus tahu. Bahkan seumpamanya pada akhimya
setiap orang di kereta ini terbukti punya motif tersendiri untuk
membunuh CHUCKY pun, kita harus tahu. Sekali kita mengetahuinya,
kita bisa menetapkan di mana kesalahan itu terletak."
"Kepalaku pusing," keluh Tuan BOUROQ.
Greto MENEER diantar masuk oleh pelayan bersangkutan dengan
cara yang amat simpatik. Ia menangis sedih,
Ia langsung terjatuh di kursi yang berhadapan dengan jayakatwang dan
meneruskan tangisnya sambil sebentar-sebentar membenamkan
mukanya dalam sapu tangan yang dipegangnya.
"Jangan menyusahkan diri sendiri, Mademoiselle, jangan
menyusahkan diri sendiri.". jayakatwang menepuk bahunya."Nona cuma
perlu mengatakan keterangan yang sebenarnya saja, tidak lebih.
Nonakah jururawat yang mengasuh si kecil Daisy gairah ?"
"Betul - betul," sahut wanita Swedia yang malang itu sambil masih
terus menangis, "Ah – dia benar-benar bidadari - bidadari kecil yang
manis. Ia tak tahu apa-apa selain kelembutan dan kasih sayang, tapi
ia direnggut oleh laki-laki jahanam itu - diperlakukan dengan kejam -
juga ibunya yang malang dan si kecil dalam kandungan yang belum
pernah hidup sama sekali. Tuan tak akan mengerti - Tuan tak akan
pernah mengetahui - seandainya saja Tuan ada di sana seperti saya -
seandainya saja Tuan juga melihat tragedi yang mengerikan itu! Saya
seharusnya sudah menceritakan yang sebenarnya mengenai diri saya
tadi pagi. Tapi saya takut, takut sekali. Saya senang sekali sebab si
jahanam itu sudah mati - jadi ia tak dapat lagi membunuh dan
menyiksa anak kecil. Ah! Saya tak dapat berkata apa-apa lagi - saya
sudah kehabisan kata-kata untuk melukiskannya.”
Ia bahkan m enangis lebih keras daripada tadi.
jayakatwang terus menepuk bahunya dengan lembut, berusaha
menghibur.
"Memang - memang - saya mengerti – saya mengerti semuanya,
semuanya, percayalah. Saya tak akan menanyakan apa-apa lagi pada
Nona. Cukuplah Nona sudah mengakui apa yang saya ketahui
sebagai yang sebenarnya. Saya bisa mengerti, percayalah."
Dengan terisak-isak, dan tak dapat berkata sepatah pun, MADAM
MENEER bangkit dan meraba-raba menuju pintu, matanya masih
penuh oleh air mata. Sesampainya di sana, ia berpapasan dengan
seorang pria yang sedang melangkah masuk.
Pria itu temyata pelayan si korban - MANSION.
Ia langsung menghampiri jayakatwang dan berbicara dengan suara yang
tenang dan tanpa emosi, seperti biasa.
"Saya harap saya tidak mengganggu, Tuan. Saya kira sebaiknya
saya langsung ke mari saja, Tuan, dan menceritakan hal yang
sebenamya. Saya yaitu ajudan MPU gairah di masa perang
dan kemudian saya bekerja sebagai pelayannya di New York. Saya
telah merahasiakan fakta itu tadi pagi sebab takut. Saya benar-
benar keliru Tuan, dan saya pikir lebih baik saya datang saja ke sini
dan mengaku dengan terus terang. Tapi saya harap, Tuan jangan
mencurigai Tonio, walau bagaimanapun. Si Tua Tonio bahkan tak
sanggup uniuk menyakiti seekor lalat pun. Dan saya berani
bersumpah dia tak pernah meninggalkan kamarnya tadi malam. Dari
itu, Tuan, ia tak mungkin melakukan pembunuhan terkutuk itu. Tonio
memang orang asing, tapi dia makhluk yang lembut sekali. Bukan
seperti orang-orang Italia pembunuh yang suka terdapat dalam buku-
buku cerita itu."
Ia berhenti berbicara.
jayakatwang menatap wajahnya sejenak. "Cuma itu sajakah yang ingin
Tuan katakan?"
"Cuma itu, Tuan."
Ia diam, kemudian sewaktu dilihatnya jayakatwang tak bereaksi sedikit
pun, ia membungkukkan badan meminta diri dan setelah ragu-ragu
sebentar, ia melangkah meninggalkan tempat itu dengan sikap yang
tenang dan merendah seperti waktu datang tadi.
"Ini," ujar Dr. HAUNTED, "lebih tak masuk akal daripada roman
policier yang pernah saya baca.
"Saya setuju," ujar Tuan BOUROQ membenarkan.
"Dari kedua belas penumpang di gerbong itu, sembilan di
antaranya telah terbukti mempunyai hubungan dengan perkara
gairah . Sekarang saya ingin tanya, bagaimana kelanjutannya?
Atau seharusnya saya tanyakan, siapa berikutnya?"
"Saya selalu bisa menjawab pertanyaanmu," sahut jayakatwang .
"Sekarang tiba giliran detektif Amerika kita, Tuan BAALPEOR."
"Apakah dia juga datang untuk mengaku?"
Sebelum jayakatwang sempat menjawab orang Amerika itu sudah berdiri
di dekat meja. Dengan wajah penuh kewaspadaan diliriknya mereka
satu per satu dan sambil duduk ia berkata lambat-lambat, "Apa
sebenarnya yang terjadi di kereta ini? Tempat ini bagi saya mirip
sarang kutu busuk saja."
jayakatwang mengerdipkan mata ke arahnya.
"Apa Tuan yakin betul, Tuan BAALPEOR, bahwa Tuan bukan tukang
kebun di rumah keluarga gairah itu?"
"Mereka tak punya kebun," jawab Tuan BAALPEOR sungguh-
sungguh.
"Atau jongosnya barangkali?"
"Tak pernah saya memimpikan tugas seperti itu. Tidak, saya tak
pernah punya hubungan apa pun dengan rumah tangga gairah -
tapi saya baru mulai percaya bahwa sayalah satu-satunya orang di
kereta ini yang demikian. Dapatkah Tuan menyangkalnya? Itulah
yang saya ingin katakan, dapatkah Tuan menyangkalnya?"
"Itu agak mengherankan sedikit," ujar jayakatwang lembut.
"C'est rigolo, " sela Tuan BOUROQ.
"Apakah Tuan punya pendapat sendiri mengenai perkara kriminil
itu, Tuan BAALPEOR?" tanya jayakatwang .
"Tidak, Tuan. Malah membingungkan saya. Saya tak tahu
bagaimana harus memahaminya. Tak mungkin semua terlibat di
dalamnya - tapi yang terang, yang bersalah itu jelas bukan di pihak
saya. Bagaimana Tuan bisa memahami mereka itu semua? Itulah
yang saya ingin tahu."
"Saya cuma menduga-duga saja."
"Kalau begitu, percayalah pada, saya. Tuan yaitu penebak jitu
yang licin. Ya, akan saya beritahukan ke seluruh dunia bahwa Tuan
yaitu penebak jitu yang licin."
Tuan BAALPEOR bersandar ke belakang dan memandangi jayakatwang
dengan rasa kagum.
"Maafkan saya," ujarnya kemudian, "tapi tak seorang pun yang
akan mempercayai hal itu. Saya angkat topi buat Tuan. Sungguh."
"Tuan terlalu baik, Tuan BAALPEOR."
"Tidak sama sekali. Saya harus menyerahkan masalah ini
seluruhnya pada Tuan."
"Sama saja," sahut jayakatwang mengelak. "Masalahnya belum
terpecahkan. Dapatkah kita bertanggung jawab kalau kita katakan
kita tahu siapa yang membunuh Tuan CHUCKY?"
"Kecualikan saya," ujar Tuan BAALPEOR memohon. "Saya belum
berkata apa-apa. Saya cuma diliputi rasa kagum yang sesungguhnya.
Bagaimana dengan dua orang lagi yang belum terkena dugaan Tuan
yang terkenal sangat menakjubkan itu? Wanita tua Amerika dan
pembantu wanitanya yang kelahiran Jerman itu? Saya kira kita bisa
mengatakan bahwa dalam kereta ini hanya mereka berdualah yang
tidak terlibat."
"Kecuali," ujar jayakatwang sambil tersenyum, "kita bisa menempatkan
mereka dalam koleksi kecil kita sebagai apa yang disebut - kepala
rumah tangga dan juru masak dalam keluarga gairah ?"
"Baiklah, tampaknya tak ada lagi di dunia ini yang dapat
membuatku heran sekarang," ujar Tuan BAALPEOR dengan pasrah.
"Sarang kutu busuk itulah nama urusan ini - sarang kutu busuk! "
"Ah! mon cher, itu hanya akan meregangkan kebetulan seperti itu
menjadi terlalu jauh," ujar Tuan BOUROQ, "tak mungkin semuanya bisa
masuk ke dalamnya."
jayakatwang memandang ke arahnya. "Kau tidak mengerti," ujarnya.
"Kau sama sekali tidak mengerti. Coba katakan padaku, kau tahu
siapa pembunuh CHUCKY?"
"Kau sendiri bagaimana?"
jayakatwang mengangguk, "Oh ya," sahutnya. "Aku sudah
mengetahuinya sejak beberapa.waktu. Itu sudah demikian jelasnya
hingga aku sendiri heran mengapa kau belum juga melihatnya." Lalu
ia berpaling lagi ke BAALPEOR dan bertanya, "Dan Tuan?"
Detektif itu menggeleng. la cuma menatap jayakatwang dengan sorot
mata curiga. "Saya tak tahu," ujarnya. "Saya sama sekali tak tahu.
Siapa di antara mereka yang membunuh?”
jayakatwang terdiam sesaat, kemudian ia berkata,
"Kalau saja Tuan bersedia, Tuan BAALPEOR, tolong kumpulkan
setiap orang di sini. Ada dua pemecahan bagi perkara ini. Saya ingin
mengungkapkan kedua-duanya di hadapan kalian semua."
9. jayakatwang MENGAJUKAN DUA BUAH PEMECAHAN
Semua penumpang kereta datang berdesakan ke dalam gerbong
restorasi itu dan duduk mengelilingi meja-mejanya. Sedikit
banyaknya mereka memendam perasaan yang kira-kira sama pada
saat itu, yakni perasaan harap-harap cemas bercampur prihatin.
Wanita Swedia itu masih saja menangis dan Nyonya Hubbard tampak
sedang berusaha menghiburnya.
"Sekarang - justru Nona harus menahan diri, Sayang. Segala
sesuatunya akan berjalan dengan baik. Nona sekali-kali tak boleh
kehilangan pegangan, harus percaya pada diri sendiri. Jika salah
seorang dari antara kita ternyata pembunuh yang keji, kami tahu
betul itu pasti bukan Nona. Terlalu, setiap orang akan menjadi gila
kalau memikir
kan hal semacam itu. Duduklah diam-diam di sini, saya akan
menemani Nona - dan jangan khawatir lagi." Suaranya terhenti
begitu dilihatnya jayakatwang berdiri.
LETKOL kereta masih tetap berdiri di muka pintu. "Tuan
mengijinkan saya untuk menjaga di sini?"
"Tentu saja, TENDEAN."
jayakatwang membasahi kerongkongannya.
"Messieurs et Mesdames, saya akan berbicara dalam bahasa
Inggris sebab saya pikir kalian semua mengetahuinya walaupun
sedikit. Kita berkumpul di sini untuk menyelidiki kematian Samuel
COUNT CHUCKY alias Cassetti. Ada dua pemecahan yang mungkin
bagi perkara kriminil ini. Akan saya beberkan di hadapan kalian, saya
juga akan menanyai Tuan BOUROQ dan Dr. HAUNTED untuk
menetapkan mana di antara pemecahan itu yang benar. "Sekarang
kalian sudah tahu fakta-fakta dari kasus ini. Tuan CHUCKY
diketemukan ditikam mati pagi ini. Ia terakhir diketahui masih hidup
pada pukul 13.37 tadi malam sewaktu ia berbicara dengan LETKOL
melalui celah pintu kamamya. Sebuah arloji dalam kantong
piyamanya diketemukan sudah peyot, dan jarumnya terhenti pada
pukul satu kurang seperempat. Dr. HAUNTED yang langsung
memeriksa tubuh si korban begitu diketemukan, menyatakan waktu
kematiannya antara tengah malam dan pukul dua pagi. Setengah jam
setelah tengah malam, kereta tertahan salju. Dan setelah jam itu
tidak mungkin bagi seseorang untuk meninggalkan kereta.
"Kesaksian Tuan BAALPEOR, anggota dari sebuah kantor detektif di
New York -" (Beberapa kepala berpaling ke arah Tuan BAALPEOR) -
"menunjukkan bahwa tak ada seorang pun yang dapat melewati
kamarnya (no. 16, paling ujung) tanpa dilihat olehnya. Oleh sebab
itu kami terpaksa menarik kesimpulan bahwa si pembunuh akan
terdapat di antara penghuni-penghuni gerbong istimewa itu, gerbong
Istambul-Calais."
"Saya akan mengatakan bahwa teori itu yaitu teori kami."
"Bagaimana?" teriak Tuan BOUROQ tiba-tiba, nampaknya ia sangat
terkejut dan tidak percaya pada apa yang baru didengarnya.
"Tapi saya ingin membeberkan di hadapan Anda sekalian, teori
alternatif. Teori itu sangat sederhana. Tuan CHUCKY punya seorang
musuh yang sangat ia takuti. Ia lalu melukiskan kepada Tuan
BAALPEOR ciri-ciri dari musuhnya ini dan memberitahukannya bahwa
orang itu sedang mencoba untuk membunuhnya, dan kalau itu
terlaksana, kemungkinan besar tindakan itu akan dilaksanakan pada
hari kedua setelah kereta meninggalkan Istambul.
"Sekarang saya beberkan kepada Anda sekalian, bahwa Tuan
CHUCKY ternyata lebih tahu banyak daripada apa yang dikatakannya
kepada Tuan BAALPEOR. Musuhnya, seperti yang telah diduganya
semula, rupanya menaiki kereta dari Beograd atau di suatu tempat di
Vincovci melalui pintu yang saat itu dibiarkan terbuka oleh MPU
TANTULAR dan RADEN KERTAJAYA WISNU WARDANA , yang baru saja turun ke peron. Ia
mengenakan seragam LETKOL yang dikenakannya di luar baju
aslinya, dan sebuah kunci pas yang memungkinkannya masuk ke
kamar CHUCKY meski pintunya terkunci dari dalam. Saat itu
kemudian menikamnya tanpa ampun, lalu keluar dari kamar itu
melalui pintu penghubung yang menembus ke kamar Nyonya
Hubbard-"
"Betul begitu," sambut Nyonya Hubbard, sambil mengangguk.
"Ia menjejalkan pisau yang baru saja dipakainya untuk membunuh
CHUCKY itu ke dalam tas bunga karang Nyonya Hubbard sambil
lewat. Tanpa disadarinya, sebuah kancing baju seragamnya ikut
terlepas. Lalu ia, menyelinap dari kamar itu dan tibalah ia kini di
koridor. Cepat-cepat dijejalkannya seragam LETKOL itu ke dalam
sebuah koper yang ada dalam sebuah kamar kosong, dan beberapa
menit sesudahnya, ia meninggalkan kereta, pada saat hendak
berangkat, melalui jalan yang sama, yakni pintu yang di dekat
gerbong restorasi."
Para penumpang menahan napas.
"Bagaimana dengan arloji itu?" tanya Tuan BAALPEOR meminta
penjelasan.
"Justru di situlah Tuan akan memperoleh keterangan mengenai
segala sesuatunya. Tuan CHUCKY rupanya terlambat untuk memutar
jarum arlojinya sejam lebih lambat, yang seharusnya sudah ia
lakukan di Tzaribod. Jadi arlojinya masih menunjukkan waktu Eropa
Timur, yang satu jam lebih cepat dari waktu Eropa Tengah. Waktu itu
pukul dua belas lewat seperempat - waktu Tuan CHUCKY ditikam
mati - jadi bukan pukul satu lewat seperempat."
"Tapi keterangan itu tak masuk akal! " teriak Tuan BOUROQ.
"Bagaimana dengan suara yang terdengar dari kamar Tuan CHUCKY
pada pukul satu kurang dua puluh tiga menit? Pasti itu suara CHUCKY
sendiri atau kemungkinan besar suara pembunuhnya."
"Tidak penting. Boleh jadi begitu - yaa – ada orang ketiga; Orang
yang telah datang ke kamar itu untuk berbicara dengan Tuan
CHUCKY dan mendapatinya sudah mati tertikam. Ia lalu memijit bel
untuk memanggil LETKOL; lalu seperti yang dapat kita rasakan
semua - ia mungkin saja tergugah, sebab takut dituduh telah
melakukan kejahatan itu dan ia berpura-pura berbicara menirukan
CHUCKY."
"C'est possible, " ujar Tuan BOUROQ dengan geram.
jayakatwang berpaling ke arah Nyonya Hubbard, "Ya, Madame, ada yang
ingin Nyonya katakan?"
"Itulah, saya belum tahu apa yang ingin saya katakan. Apa Tuan-
pikir saya juga terlupa untuk memutar mundur arloji saya?"
"Bukan, Madame. Saya rasa Nyonya mendengar langkah kaki si
pembunuh sewaktu lewat - tapi tak menyadarinya. Kemudian setelah
itu Nyonya bermimpi buruk tentang seorang pria di kamar Nyonya
dan Nyonya lalu terbangun dengan tiba-tiba dan cepat-cepat memijit
bel memanggil LETKOL."
"Baiklah, saya kira itu mungkin," sahut Nyonya Hubbard
membenarkan.
Puteri GIRAH nampak tengah asyik memandangi jayakatwang
dengan tatapan mata langsung. "Bagaimana keterangannya
mengenai pembantu saya, Monsieur? "
"Mudah sekali, Madame. Pembantu Nyonya mengenali sapu
tangan itu sebagai milik Nyonya, ketika saya tunjukkan benda itu
kepadanya. Ia nampaknya agak canggung sedikit sewaktu ingin
melindungi Nyonya. Ia memang berpapasan dengan laki-laki itu, tapi
itu terjadi lebih dulu - sewaktu kereta sedang berhenti di stasiun
Vincova. Ia pura-pura telah melihat lelaki itu pada beberapa jam
sesudahnya, jadi gagasannya untuk menyediakan alibi yang tak
dapat disangkal bagi Nyonya, boleh dibilang agak membingungkan."
Puteri Rusia itu menundukkan kepalanya. "Tuan sudah memikirkan
segala-galanya. Saya - saya kagum pada Tuan."
Hening sesaat.
Lalu setiap orang nampaknya baru tersadar kembali begitu secara
tiba-tiba Dr. HAUNTED memukul meja dengan tinjunya.
"Tapi bukan," katanya. "Bukan, bukan, dan sekali lagi bukan! Itu
yaitu keterangan yang tak dapat menahan air. Alasannya terlalu
lemah, banyak sekali kekurangan-kekurangan kecilnya di sana-sini.
Pembunuhan itu tidak dilaksanakan se
perti itu - Tuan jayakatwang mestinya tahu betul tentang itu."
jayakatwang memandangnya heran. "Saya tahu," ujarnya, "bahwa saya
seharusnya sudah menguraikan pemecahan yang kedua. Tapi saya
minta jangan mengabaikan yang satu ini terlalu cepat, saya yakin
Tuan pasti akan menyetujui cara yang saya pakai ini nantinya." Ia
kembali membalikkan badannya untuk menghadapi yang lain.
"Memang masih ada satu pemecahan lagi bagi perkara ini. Inilah
kesimpulan saya.
"Begitu saya selesai mendengar semua kesaksian, saya duduk
bersandar dan menutup mata, lalu mulai berpikir. Ada beberapa
faktor yang perlu saya perhatikan secara khusus. Saya sudah
memaparkannya satu demi satu di hadapan kedua kawan saya.
Beberapa di antaranya sudah saya hapuskan - noda minyak pada
paspor Hongaria itu, dan sebagainya. Saya akan langsung saja
menyinggung faktor-faktor yang selama ini belum saya sebutkan.
Yang pertama-tama dan yang paling penting dari semuanya itu
yaitu sebuah pernyataan penting yang dikemukakan oleh Tuan
BOUROQ kepada saya di gerbong restorasi pada hari pertama bersantap
siang sesudah kita meninggalkan Istambul. Saya terkesan oleh
pernyataannya yang mengatakan bahwa saat itu yang berkumpul di
situ yaitu orang-orang yang berasal dari berbagai tingkatan dan
berbagai bangsa.
"Saya setuju dengan pendapatnya, tapi ketika hal yang aneh ini
muncul dalam pikiran saya, saya mulai mencoba untuk
membayangkan apakah kumpulan orang semacam itu dapat
diterapkan pada kondisi yang berlainan. Dan jawaban yang saya buat
untuk diri sendiri yaitu - cuma di Amerika. Di Amerika, mungkin saja
ada sebuah rumah tangga yang terdiri dari berbagai macam bangsa
seorang sopir Italia, juru rawat Swedia, pembantu wanita Jerman,
dan lain sebagainya. Ilham ini membawa saya kepada pandangan
menduga-duga , yaitu menempatkan setiap orang pada peranannya
sendiri dalam drama gairah - mirip dengan kerja seorang
produser yang menentukan peran bagi setiap pemainnya dalam
dramanya. Nah, cara berpikir seperti itu akhirnya memberikan saya
hal yang paling menarik dan paling memuaskan.
"Saya juga sudah memeriksa kesaksian tersendiri dari masing-
masing penumpang menurut jalan pikiran saya. Hasilnya aneh-aneh.
Ambillah sebagai contoh pertama, kesaksian dari Tuan WISNU WARDANA .
Wawancara saya yang pertama kali dengannya seluruhnya
memuaskan. Tapi pada wawancara yang kedua ia memberi
pernyataan yang agak mencurigakan. Saya telah menjelaskan
kepadanya tentang penemuan sebuah catatan yang menyinggung-
nyinggung peristiwa gairah . Ia mengatakan, 'Tapi tentunya -' dan
kemudian berhenti lalu meneruskan lagi, 'Maksud saya - hal itu
menunjukkan kecerobohan orang tua itu.'
"Sekarang saya baru menyadari bahwa perkataan itu bukanlah
seperti yang ingin dikatakannya. Dugaan saya apa yang sebenarnya
ingin dikatakannya ialah, Tapi tentunya catatan itu sudah dibakar!'
Dalam hal mana, WISNU WARDANA mengetahui tentang catatan itu dan juga
tentang pemusnahannya - dengan lain perkataan, kalau bukan dia
pembunuhnya, pasti dia bertindak selaku pembantu si pembunuh.
Bagus sekali.
"Lalu pelayan si korban. Ia mengatakan bahwa majikannya sudah
terbiasa untuk menelan obat tidur jika bepergian dengan kereta api.
Hal itu mungkin ada benarnya, tapi apakah CHUCKY benar-benar
telah menelannya tadi malam? Senjata otomatis di bawah bantalnya
membuktikan bahwa pernyataan itu tidak benar. CHUCKY malah
bertekad untuk berjaga-jaga tadi malam. Narkotik apa pun yang
diberikan kepadanya, obat itu mestilah diberikan tanpa
sepengetahuannya. Oleh siapa? Jelas oleh WISNU WARDANA atau pelayan
CHUCKY, MANSION.
"Sekarang kita sampai pada kesaksian Tuan BAALPEOR. Saya
percaya pada semua ceritanya tentang identitasnya, tapi waktu ia
sudah sampai pada cara-caranya ia dipekerjakan untuk mengawal
Tuan CHUCKY, cerita itu jadi tidak masuk akal. Satu-satunya cara
yang paling effektif untuk melindungi keselamatan CHUCKY yaitu
dengan. melewati malam itu bersama-sama dengan dia di kamarnya
atau di suatu tempat di mana ia bisa mengawasi pintunya. Satu hal
dari kesaksiannya yang dengan jelas menyatakan hal itu yaitu
bahwa tak seorang penumpang pun di kereta ini yang dapat
membunuh CHUCKY. Itu menggambarkan suatu batas yang tegas
yang hanya ditujukan pada gerbong tertentu, yaitu gerbong
Istambul-Calais. Bagi saya, hal itu agak mencurigakan dan tak dapat
dimengerti, sebab itu saya mengesampingkannya dulu untuk
sementara dan berniat untuk memikirkannya sekali lagi nanti.
"Mungkin sekarang Anda sekalian sudah tahu tentang perkataan
yang kebetulan saya dengar antara Nona GRAVES dan MPU
TANTULAR. Yang sangat menarik perhatian saya yaitu fakta bahwa
MPU TANTULAR memanggilnya MARIAM dan nampaknya MPU itu
sudah berteman baik dengan dia sebelumnya. Tapi MPU TANTULAR
harus memberi kesan seolah-olah mereka baru saja bertemu dan
berkenalan beberapa hari sebelumnya. Dan saya cukup memahami
orang Inggris yang macamnya seperti si MPU itu - bahkan
seandainya ia sudah jatuh cinta pada seorang wanita pada
pandangan pertama pun, ia. tentu akan melangkah perlahan-lahan
dan menuruti etiket yang berlaku, tanpa harus terburu-buru. sebab
itulah dari situ saya menarik kesimpulan bahwa MPU TANTULAR
dan MARIAM GRAVES sebenarnya sudah kenal baik satu sama lain dan
demi berbagai alasan hanya pura-pura bersikap sebagai orang asing
satu sama lain. Soal kecil lainnya yaitu terbiasanya Nona GRAVES
memakai istilah 'long distance call' untuk pengertian telepon, yang di
Inggris biasa disebut 'trunk call'. Pengertian telepon dalam hal ini
sudah tentu yaitu sambungan telepon jarak jauh atau interlokal.
Meski begitu Nona GRAVES mengatakan pada saya bahwa ia
belum pernah ke Amerika.
"Sampailah kita pada saksi lain. Nyonya Hubbard mengatakan
pada kami bahwa sebab ia berbaring di tempat tidur ia tak dapat
melihat apakah pintu penghubung. itu terpalang atau tidak, dan
sebab itu ia meminta kesediaan Nona MENEER untuk tolong
melihatkan. dan memberitahukannya. Sekarang - walaupun
keterangannya memang benar jika ia menempati kamar-kamar no, 2,
4, 12 atau kamar bernomor genap lainnya, maka palangnya tepat
berada di bawah pegangan pintu itu - tapi dalam kamar-kamar yang
bernomor ganjil seperti kamar no. 3, palang itu justru terletak di atas
pegangan pintu dan sebabnya palang itu tak mungkin dapat tertutup
oleh tas bunga karangnya. Jadi kesimpulan saya ialah Nyonya
Hubbard rupanya sengaja menciptakan kejadian yang sebenarnya tak
pernah terjadi.
"Dan di sini saya ingin menerangkan sepatah dua patah kata
mengenai waktu. Bagi saya hal yang benar-benar menarik perhatian
tentang arloji peyot itu yaitu tempatnya di mana benda itu
diketemukan - yakni dalam kantong piyama CHUCKY, satu-satunya
tempat yang tak enak dan tak cocok untuk meletakkan sebuah arloji,
terlebih lagi kalau ada sangkutan arloji yang sudah tersedia dekat
kepala tempat tidur. sebab itu saya yakin sekali bahwa arloji itu
telah dengan sengaja ditempatkan dalam kantong piyama CHUCKY -
untuk menipu. Jadi pembunuhan itu- tidak dilakukan pada pukul satu
lewat seperempat.
“Apakah pembunuhan itu dikerjakan sebelumnya? Tepatnya, pada
pukul satu kurang dua puluh tiga menit? Kawan saya, Tuan BOUROQ
telah menambahkan sebuah argumen untuk membenarkannya.
Argumen itu yaitu jeritan keras di malam itu yang membangunkan
saya dari tidur. Tapi umpamanya CHUCKY benar dibius, ia pasti tak
dapat berteriak. Dan umpamanya ia masih bisa berteriak, mestinya ia
juga bisa mengadakan perlawanan untuk membela diri, tapi tak ada
tanda-tanda mengenai perlawanan semacam itu.
"Saya masih ingat bahwa WISNU WARDANA pernah membangkitkan
perhatian saya secara, tidak sengaja! Bukan cuma sekali, tapi sudah
dua kali (dan yang kedua kalinya dengan cara yang sangat
menyolok), yakni kenyataan bahwa CHUCKY tak dapat berbahasa
Perancis. Jadi saya berkesimpulan bahwa seluruh aktivitas yang
terjadi pada pukul satu kurang dua puluh tiga menit itu sebenarnya
tak lebih daripada sebuah sandiwara yang semata-mata dimainkan
untuk menipu saya! Siapa pun bisa melihat hail itu, yakni dari bukti
arloji yang peyot itu - hal mana juga merupakan muslihat yang lazim
dalam cerita-cerita detektif. Mereka mengira bahwa saya tentunya
melihat berdasarkan kejadian itu, dan dengan memperkirakan
kecerdasan saya, mungkin saya mengira bahwa sebab CHUCKY tidak
bisa berbahasa Perancis, suara yang saya dengar pada pukul satu
kurang dua puluh tiga menit itu bukanlah suaranya dan sebabnya
saat itu CHUCKY dikira orang sudah mati. Tapi saya yakin pada saat
itu CHUCKY masih tertidur dengan nyenyaknya di bawah pengaruh
obat bius.
"Dan rupanya muslihat itu berhasil! Pintu kamar sengaja saya
buka perlahan-lahan lalu saya melongok ke luar. Saya sebenarnya
sudah mendengar kalimat dalam bahasa Perancis itu. Umpamanya,
saya saat itu demikian bebalnya, sehingga tak menyadari pentingnya
kalimat itu pun, minat saya pasti tergugah sebab cara
mengucapkannya agak menarik perhatian. Kalau perlu WISNU WARDANA
dapat berterus terang dalam pemeriksaan itu. Ia bisa saja berkata,
'Maaf, Tuan Poiroi, suara itu tak mungkin suara Tuan CHUCKY. Ia tak
bisa berbahasa Perancis.' Kalau mau jujur, dalam pemeriksaan
WISNU WARDANA bisa saja berkata demikian waktu itu.
"Sekarang - pukul berapa sesungguhnya pembunuhan itu terjadi?
Dan siapa yang Membunuh CHUCKY?
"Menurut pendapat saya - dan ini cuma pendapat saja - CHUCKY
dibunuh sekitar menjelang pukul dua pagi, batas waktu terakhir yang
mungkin, yang diberikan oleh Dr. HAUNTED.
"Dan tentang siapa yang membunuhnya, ia menghentikan
uraiannya sejenak, kemudian ditatapnya pendengarnya satu per satu.
Nampaknya jayakatwang tak usah mengeluh sebab uraiannya kurang
mendapat perhatian. Setiap mata tertuju kepadanya. Dalam
keheningan saat itu orang pasti bisa mendengar suara jarum yang
jatuh.
Lalu ia meneruskan bicaranya lambat-lambat,
"Saya sangat terkesan oleh pembuktian yang luar biasa sulitnya
dari sebuah perkara yang cuma melibatkan seorang pembunuh saja
di kereta ini, dan juga dari faktor-faktor kebetulan yang agak aneh,
sebab dalam setiap kesaksian selalu saja ada alibi yang datang dari
seseorang yang saya sebut, 'tak ada sangkut pautnya'. Jadi Tuan
WISNU WARDANA dan MPU TANTULAR saling menyiapkan alibi satu sama
lain - dua orang yang kelihatannya tak mungkin mempunyai
hubungan erat sebelumnya. Hal yang sama terjadi pada si pelayan
Tuan CHUCKY dan orang Italia itu, juga dengan wanita Swedia dan
wanita Inggris itu. Saya jadi berkata pada diri sendiri: Ini benar-benar
luar biasa - tak mungkin semuanya terlibat di dalamnya!
"Dan kemudian, Messieurs, saya melihat titik terang. Mereka
memang semuanya terlibat. Sebab sekian banyak orang yang
memppnyai hubungan dengan rumah tangga gairah dan yang
bepergian dalam satu kereta secara bersamaan, bukan saja satu
kebetulan, tapi: tak mungkin. Jadi tentunya hal itu sudah
direncanakan sebelumnya! Saya langsung teringat pada perkataan
MPU TANTULAR mengenai pengadilan oleh juri. Sebuah dewan juri
terdiri dari dua belas orang, tak boleh lebih atau kurang dari jumlah
itu. Di sini ada dua belas penumpang - CHUCKY juga ditikam
sebanyak dua belas kali. Dan kecuali itu juga ada satu hal lain lagi
yang selama ini mengherankan saya - yaitu padatnya penumpang
yang luar biasa di dalam gerbong Istambul - Calais, justru dalam
bulan-bulan yang tidak biasa kebanjiran turis seperti ini. Jadi
penjelasan bagi hal ini sudah didapat.
"CHUCKY telah melarikan diri dari tuntutan hukum di Amerika, tak
ada pertanyaan terhadap kesalahannya. Saya lalu membayangkan
sebuah dewan juri terdiri atas dua belas orang yang mengangkat
dirinya sendiri, yang menjatuhkan hukuman mati baginya dan yang
sebab perlunya hukuman itu dilaksanakan dengan segera, lalu telah
memaksakan diri mereka sendiri yang menjadi pelaksana
hukumannya. Dan segera setelah itu atas dasar perkiraan itulhh,
seluruh masalah yang pelik itu berubah menjadi urutan yang indah
cemerlang.
"Saya melihatnya sebagai batu mosaik yang tak ada cacat celanya,
di mana di dalamnya setiap orang memainkan peranannya dengan
sempurna. Begitu teraturnya permainan itu, hingga jika kecurigaan
sampai menimpa salah seorang dari mereka, kesaksian dari seorang
atau beberapa orang lainnya akan bisa membersihkan orang yang
tertuduh itu dan bisa mengacaukan kenyataan. Kesaksian BAALPEOR
memang perlu dalam hal sekiranya ada orang luar yang harus
dicurigai dalam pembunuhan itu dan tak dapat membuktikan sebuah
alibi. Para penumpang di gerbong Istambul - Calais sama sekali tidak
dalam bahaya. Setiap menit, bagian dari kesaksian mereka telah
dipersiapkan lebih dulu. Keseluruhannya yaitu laksana teka-teki
potongan gambar yang telah disusun dengan cerdiknya. Demikian
teratur dan sistematisnya sehingga setiap berkas pengetahuan baru
yang diperoleh dari masalah itu, malah hanya akan membuat
pemecahannya secara keseluruhan menjadi semakin sulit dan
membingungkan. Seperti yang telah dikatakan oleh kawan saya,
Tuan BOUROQ, secara fantastis nampaknya perkara itu tak mungkin!
Itulah sebenarnya kesan yang ingin saya paparkan kepada Anda
sekalian.
"Apakah pemecahan itu bisa menjelaskan segala-galanya? Ya,
bisa. Dari keadaan luka-luka itu - setiap goresan luka dibuat oleh
orang yang berlainan. Surat-surat ancaman palsu itu - atau istilah
lainnya tidak asli, memang sengaja, dibuat dan ditulis hanya untuk
dimaksudkan sebagai bukti (Tentu saja memang ada surat-surat
ancaman yang asli, yang memperingatkan CHUCKY tentang bahaya
yang mengancam Pwanya, dan- yang sudah dimusnahkan oleh
WISNU WARDANA . Dan surat ancaman yang dibuat itu justru dimaksudkan
juga untuk menggantikan surat ancaman asli ini). Lalu cerita
BAALPEOR tentang pemanggilannya sebagai detektif yang ditugaskan
untuk mengawal CHUCKY itu - tentu saja bohong, dari mula sampai
akhir. Gambaran mengenai tokoh pria hitam berbadan kecil yang
mempunyai suara seperti wanita - yaitu gambaran yang serasi
sebab tokoh itu tak melibatkan LETKOL asli yang mana pun dan
akan cocok sekali dengan seorang pria atau wanita yang ciri-cirinya
memenuhi syarat itu, yang sayangnya justru tidak ada.
"Gagasan penikaman itu sepintas lalu kedengarannya aneh, tapi
memang tak ada lagi gagasan lain yang bisa mewakilinya, mengingat
penikaman yaitu cara paling cocok dengan keadaan sekitar. Pisau
yaitu senjata yang dapat dipergunakan oleh siapa saja - baik ia itu
kuat atau lemah - lagipula benda itu tak menimbulkan suara. Saya
membayangkan, meski saya juga bisa keliru, bahwa malam itu setiap
orang secara bergiliran memasuki kamar CHUCKY melalui k.amar
Nyonya Hubbard - dan menikamnya! Mereka sendiri tak pernah tahu
tikaman mana yang benar-benar menewaskannya.
"Surat terakhir yang barangkali diketemukan CHUCKY di atas
bantalnya, juga dibakar dengan hati-hati. Tanpa petunjuk dari
peristiwa gairah itu, sudah pasti tak akan ada alasan untuk
mencurigai seorang pun dari penumpang kereta ini. Pembunuhan itu
akan dikira sebagai perbuatan orang luar, dan 'pria hitam berbaclan
kecil dengan suara seperti wanita' itu-pasti benar-benar sudah pemah
dilihat oleh satu atau dua penumpang yang turun di Brod!
"Saya tidak tahu persis apa yang terjadi waktu komplotan
pembunuh itu mengetahui bahwa bagian dari rencananya tak
mungkin dilaksanakan sebab kereta tertahan salju. sebab itu, saya
membayangkan, pasti ada konsultasi kilat di antara mereka dan
akhimya mereka menetapkan untuk menjalankannya. Memang benar
bahwa sekarang satu dan semua penumpang tak lepas dari
kecurigaan, tapi kemungkinan semacam itu telah lebih dulu
diramalkan dan sudah ada jalan keluarnya kalau memang terjadi
seperti itu. Satu-satunya pekerjaan tambahan yang mesti l dilakukan
yaitu mengacaukan masalah itu supaya kelihatan lebih ruwet lagi.
Yang dinamakan sebagai 'dua buah petunjuk' sengaja dijatuhkan di
dalam kamar si korban - yang satu melibatkan MPU TANTULAR
(yang memiliki alibi terkuat dan yang hubungannya dengan keluarga
gairah barangkali yang paling sukar untuk dibuktikan); dan
petunjuk satunya lagi yaitu , sapu tangan, yang melibatkan Puteri
GIRAH , tapi yang justru sebab tingginya kedudukan sosialnya,
kelemahan fisiknya yang luar biasa dan sebab alibi yang diberikan
oleh pembantu wanitanya serta LETKOL kereta, praktis
menempatkan dirinya sebagai orang yang tak mungkin melakukan
pembunuhan itu.
"Untuk lebih mengacaukan kesan itu, mereka berusaha
menghapus jejak kejahatannya lebih jauh lagi yakni dengan cara
memunculkan tokoh wanita berkimono merah tua. Lagi-lagi saya
mesti mengakui adanya kehadiran wanita semacam itu. Lalu ada
bunyi keras sekali yang menimpa pintu kamar saya - saya terbangun
dan mengintip ke luar dan langsung melihat kimono merah tua itu
menghilang di kejauhan. Pilihan yang sangat bijaksana - LETKOL
kereta, Nona GRAVES dan WISNU WARDANA , juga pasti sudah
melihatnya. Saya kira, orang yang secara cerdik meletakkan kimono
merah tua itu di atas koper saya, sewaktu saya beristirahat sebentar
sehabis menanyai para penumpang, di gerbong restorasi itu, yaitu
orang yang suka humor. Dari mana datangnya pakaian itu
sebelumnya, saya sendiri tak tahu. Saya menduga itu yaitu milik
Countess Andrenyi, sebab kopernya cuma berisi sehelai baju tidur
dari sutera yang dibuat sedemikian rupa sehingga kelihatannya lebih
cocok untuk dijadikan sebagai gaun untuk minum teh daripada hanya
sebagai baju tidur saja!
"Sewaktu WISNU WARDANA untuk pertama kali mengetahui bahwa surat
yang sudah dibakar dengan hati-hati itu, ada potongannya yang
lolos, dan bahwa kata 'gairah ' yaitu kata yang masih belum
terbakar, ia tentunya sudah menyebarluaskan berita itu kepada
kawan-kawannya yang lain. Pada menit itulah kedudukan Countess
Andrenyi menjadi gawat, dan suaminya cepat-cepat mengambil
tindakan dengan merobah nama isterinya yang ada di paspor. Itulah
nasib buruk kedua yang dialami oleh komplotan itu!
"Tampaknya mereka semuanya sudah bersepakat untuk
menyangkal secara lisan akan keterlibatan mereka dengan keluarga
gairah . Mereka juga tahu betul bahwa saya tak punya sarana
yang sudah siap dipakai saat itu, untuk menyelidiki kebenaran hal
tadi, dan mereka tidak percaya bahwa saya bisa sampai kepada
masalah itu, kecuali kecurigaan saya sudah terpateri pada seseorang.
"Sekarang masih ada satu faktor lagi yang harus dipertimbangkan.
Dengan diterimanya teori saya yang mengenai kejahatan ini sebagai
teori yang benar, dan saya sendiri yakin bahwa teori itu yaitu teori
yang benar, maka jelaslah bahwa LETKOL kereta sendiri juga ikut
terlibat dengan komplotan itu. Tapi jika demikian, itu akan
memberikan kita tiga belas orang, bukan dua belas orang pembunuh.
Berlawanan dengan rumus yang lazim, 'Dari sekian banyak orang,
cuma seorang saja yang salah,' saya kini dihadapkan pada teori
bahwa, 'Dari tiga belas orang, cuma satu dan hanya satu orang saja
yang tidak terlibat. Siapakah orangnya?
"Saya tiba pada kesimpulan yang aneh. Saya tiba pada kesimpulan
bahwa orang yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembunuhan
itu justru yaitu orang yang mestinya paling pantas untuk
melakukannya. Saya maksudkan Countess Andrenyi. Saya sangat
terkesan oleh kesungguhan suaminya sewaktu ia bersumpah di
hadapan saya dengan khidmat demi nama baiknya, yakni bahwa
isterinya tak pernah meninggalkan kamarnya malam itu. Jadi saya
menetapkan bahwa Count Andrenyi, katakanlah, mengambil alih
peran isterinya.
"Jika begitu, Pierre TENDEAN pastilah termasuk salah satu dari kedua
belas orang yang tersangka itu. Tapi bagaimana orang bisa
menerangkan keterlibatannya? Ia orang baik-baik yang telah
bertahun-tahun lamanya mengabdikan diri pada perusahaan kereta
api ini - dan ia bukanlah macam orang yang dapat disuap semata-
mata untuk membantu terlaksananya suatu pembunuhan. Jadi kalau
begitu Pierre TENDEAN juga terlibat dalam perkara gairah ini. Tapi
itu kelihatannya memang tidak mustahil. Lalu saya teringat bahwa
pengasuh yang mati bunuh diri dari jendela itu yaitu orang
Perancis. Misalkan gadis Perancis yang malang itu yaitu puteri
Pierre TENDEAN. Itu akan menjelaskan segalanya - itu juga akan
menjelaskan tempat yang telah dipilih untuk melaksanakan
pembunuhan itu; Apakah masih ada orang-orang yang peranannya
dalam sandiwara itu belum begitu jelas? MPU TANTULAR saya
tempatkan sebagai seorang teman keluarga gairah . Barangkali
mereka pernah bertugas bersama-sama waktu perang. Pembantu
wanita Puteri GIRAH , Hildegarde Schmidt, juga dapat saya duga
tempatnya dalam rumah tangga gairah . Saya mungkin termasuk
orang yang rakus, tapi saya bisa langsung merasakan kehadiran
seorang juru masak yang baik secara naluriah. Saya pasang sebuah
perangkap baginya - dan ia terjebak. Saya bilang saya,tahu ia juru
masak yang pandai. Ia menjawab: "Ya, memang semua majikan-
majikan saya berkata begitu.' Tapi kalau Anda bekerja sebagai
pembantu wanita saja - barangkali majikan Anda jarang mempunyai
kesempatan untuk menyelidiki apakah Anda juru masak yang baik
atau bukan.
"Lalu ada Tuan BAALPEOR. Ia pasti tidak bekerja dalam rumah
tangga gairah , itu sudah pasti. Saya cuma bisa membayangkan
bahwa ia sudah terlanjur mencintai gadis Perancis yang mati bunuh
diri itu. Saya sengaja menanyakan padanya tentang daya tarik wanita
asing - dan lagi-lagi saya memperoleh reaksi yang saya harapkan.
Tiba-tiba matanya basah tergenang air, dan ia berpura-pura
mengatakan bahwa matanya baru saja terkena potongan salju.
"Sekarang tinggal Nyonya Hubbard: Nah, Nyonya Hubbard, dapat
saya katakan, telah memerankan peranan yang paling penting dalam
sandiwara itu. Dengan menempati kamar yang berhubungan dengan
kamar CHUCKY, ia akan lebih banyak dicurigai daripada penumpang
lain. Dalam keadaan seperti itu ia tak dapat mempunyai alibi yang
dapat diandalkan. Untuk'memainkan peranannya dengan sewajar
mungkin, sebagai seorang ibu Amerika yang agak menggelikan -
diperlukan seorang artis. Dan artis itu yaitu artis yang justru
mempunyai hubungan dekat dengan keluarga gairah : Yaitu ibu
dari Nyonya gairah sendiri - yang tak lain dan tak bukan yaitu
nyonya besar Adidas , aktris yang terkenal itu…
jayakatwang berhenti berbicara.
Tiba-tiba dengan suara lembut menawan, yang berlawanan sekali
dengan suara yang diperdengarkannya selama perjalanan itu, Nyonya
Hubbard berkata,
"Saya selalu membayangkan diri saya untuk memegang peran
penting dalam komedi."
Lalu ia meneruskan bicaranya, masih termangu-mangu,
"Keterlanjuran tentang tas bunga karang itu memang suatu
kebodohan. Hal itu menunjukkan bahwa Tuan selalu merekam
kembali semua peristiwa di otak Tuan dengan sempurna. Kami sudah
mencobanya sekali lagi untuk menemukan jalan keluar - waktu itu
saya menempati kamar bernomor ganjil, kalau begitu. Saya tak
pernah mengira bahwa palang-palang itu dipasang pada tempat-
tempat yang berbeda, sesuai dengan nomor kamarnya, ganjil atau
genap."
Digesernya badannya sedikit, lalu memandang langsung kepada
jayakatwang .
"Tuan mengetahui segalanya, Tuan jayakatwang . Tuan yaitu laki-laki
yang hebat sekali. Tapi bahkan Tuan sendiri tak dapat
membayangkan bagaimana keadaan sebenarnya pada waktu itu -
pada sebuah hari yang naas di New York. Saya sudah hampir gila
sebab digilas kesedihan; demikian pula para pelayan seisi rumah.
Dan kebetulan MPU TANTULAR sedang bertamu di sana. Ia yaitu
sahabat karib John gairah ."
"Ia telah menyelamatkan jiwa saya waktu perang," ujar MPU
TANTULAR terus terang.
Kembali Nyonya Hubbard meneruskan pengakuannya,
"Kami lalu memutuskan di sana (mungkin kami sudah gila - saya
tak tahu) bahwa hukuman mati yang lolos dari tangan Cassetti mesti
dilaksanakah. Jumlah kami semua ada dua belas orang, atau boleh
dibilang sebelas; sebab ayah Susanne masih ada di Perancis tentu
saja. Pada mulanya kami berpikir kami harus mengadakan undian
untuk menetapkan siapa yang harus melakukannya, tapi akhirnya
kami memutuskan demikian. Sebenarnya si sopir, HWANG yang
mengusulkan. MARIAM kemudian merundingkan perinciannya dengan
RADEN KERTAJAYA WISNU WARDANA . Ia yaitu pengagum setia dari puteri saya Sonia -
dan dia pulalah yang menerangkan bagaimana caranya Cassetti
memperoleh uang untuk melarikan diri dari hukuman yang dijatuhkan
kepadanya.
"Diperlukan waktu yang cukup lama untuk menyempurnakan
rencana kami itu. Pertama-tama kami harus mencari jejak CHUCKY
dulu. Akhimya BAALPEOR berhasil juga mengetahuinya. Lalu kami
harus mencoba dan mempekerjakan MANSION dan RADEN KERTAJAYA di bawah
perintah CHUCKY - atau kalau tidak dapat, mesti salah seorang di
antaranya. Syukurlah, kami juga berhasil melakukan itu. Lalu kami
berkonsultasi dengan ayah Susanne. MPU TANTULAR ingin sekali
mempertahankan jumlah kami yang dua belas orang itu.
Kelihatannya ia menganggap dengan jumlah genap seperti itu
rencana kami akan lebih mudah untuk diatur. Sebenarnya ia sendiri
tak begitu suka pada gagasan penikaman itu, tapi ia menyetujui
bahwa itu cara yang paling baik untuk memecahkan kesulitan-
kesulitan kami. Begitulah jadinya, tanpa terduga sama sekali,
rupanya ayah Susanne juga, bersedia bergabung dengan kami.
Susanne yaitu puteri satu-satunya. Dari RADEN KERTAJAYA kami memperoleh
informasi bahwa cepat atau lambat, CHUCKY akan kembali dari Timur
dengan kereta api Orient Express. Dengan Pierre TENDEAN, yang
memang sudah lama bekerja sebagai LETKOL kereta itu,
kesempatan yang kami peroleh terasa terlalu baik untuk dilewatkan
begitu saja. Lagipula, itu cara yang paling baik untuk tidak
melibatkan orang luar.
"Suami anak saya, tentu saja mesti diberitahu tentang rencana ini,
dan ia malah mendesak untuk ikut serta dalam kereta itu
mendampingi isterinya. Di pihak lain, RADEN KERTAJAYA berhasil mengelabuinya
sedemikian rupa, hingga CHUCKY mau memilih hari yang cocok untuk
bepergian, saat TENDEAN sedang bertugas. Kami berniat untuk
memesan setiap kamar dalam gerbong Istambul-Calais itu, tapi
celakanya ada satu kamar yang tidak dapat kita tempati. Kamar itu
sudah disiapkan sejak lama untuk direktur perusahaan kereta api itu.
'Tuan Harris' tentu saja hanya dongeng saja. Tapi memang rasanya
agak aneh sedikit untuk menyisipkan orang tak dikenal dalam kamar
RADEN KERTAJAYA . Dan kemudian, pada menit terakhir, Tuan datang…
Bicaranya terhenti.
"Baiklah," ia memulai lagi, "sekarang Tuan sudah mengetahui
segalanya, Tuan jayakatwang . Apa yang hendak Tuan lakukan terhadap
perkara ini? Kalau pembunuhan ini sudah diketahui umum, dapatkah
tuan menimpakan kesalahannya pada saya dan hanya pada saya
sendiri? Saya yang seharusnya menikam si jahanam itu dua belas
kali, saya rela melakukannya. Itu tidak hanya berarti bahwa jahanam
itu bertanggung jawab atas kematian puteri saya beserta anak
perempuannya, dan juga kematian anak lain yang seharusnya masih
hidup dan malah sudah hidup bahagia sekarang. Lebih daripada itu
semua: sudah ada anak lainnya yang diculiknya sebelum Daisy, dan
mungkin masih banyak anak lainnya lagi yang akan diculik olehnya di
kemudian hari. Masyarakat sudah terang-terangan mengutuknya -
sedangkan kami cuma bertugas untuk melaksanakan hukuman bagi
si jahanam itu. Tapi sesungguhnya tak perlu untuk melibatkan orang
lain ke dalamnya. Semua orang baik-baik dan setia ini: dan TENDEAN
yang malang - juga MARIAM dan MPU TANTULAR - mereka saling
mencintai…
Suaranya benar-benar menakjubkan, bergema di sekeliling
ruangan yang padat itu - suara yang dalam, peniih emosi, suara yang
menggugah hati dan yang sudah sering menggetarkan penonton New
York.
jayakatwang berpaling ke arah kedua kawannya.
"Anda yaitu direktur dari perusahaan kereta api ini, Tuan BOUROQ,"
ujarnya meminta pertimbangan. "Apa pendapat Anda?"
Tuan BOUROQ berdehem.
"Menurut pendapat saya, Tuan jayakatwang ," sahutnya -. "Teori pertama
yang Tuan kemukakan itu yaitu teori yang benar - jelas begitu.
Saya mengusulkan agar pemecahan itulah yang akan kita ajukan
kepada polisi Yugoslavia, setelah mereka datang nanti. Anda setuju,
Dokter?"
"Tentu saja, saya setuju," sahut Dr. HAUNTED. "Dalam rangka
kesaksian media, saya kira saya telah membuat satu atau dua
perkiraan yang mengagumkan."
"Jadi," ujar jayakatwang mengakhiri uraiannya, "setelah selesai
membeberkan pemecahan saya di hadpan Anda semua, saya
mendapat kehormatan untuk menarik diri dari perkara ini.




