SIHIR
Menurut bahasa (etimologi), sihir berarti sesuatu yang halus dan tersembunyi. Pada hakekatnya arti
sihir menurut kebiasaan bahasa, memiliki beberapa arti, sebagai berikut:
1. Sihir berarti tipuan dan hayal atau gambaran-gambaran yang hakekatnya tidak ada, sebagai
mana yang biasa dikerjakan oleh para tukang sulap.
2. Sihir berarti sesuatu yang dihasilkan oleh tukang sihir dengan pertolongan atau bantuan syetan
dengan jalan memuaskan maksud syetan, atau dengan jalan menyembah, merendahkan diri
atau menghaturkan sesaji yang menjadi syarat-syarat syetan.
3. Sihir berarti tiap sesuatu yang halus dan tersembunyi tempat pengambilannya.
Syetan menipu pandangan mata manusia, seakan-akan sihir itu nyata adanya, memang benar ada suatu
kekuatan yang bernama sihir, namun hal ini tidak lain yaitu sebagai bantuan tenaga dan bantuan
kekuatan syetan kepada kekasihnya saja, yaitu manusia yang menginginkan akan ilmu ini .
sedang menurut istilah (terminologi), sebagaimana yang disebutkan oleh Abu Muhammad
Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah al-Maqdisi, “Sihir yaitu jimat, jampi-jampi,
mantera, buhul-buhul, yang dapat berpengaruh pada hati, akal dan badan. Sihir dapat menyakiti,
membunuh dan memisahkan suami dengan istrinya, membuat orang saling benci, atau membuat dua
orang saling mencintai.
Sihir yaitu tipu daya syetan melalui walinya (tukang sihir, dukun, paranormal, dan lain-lain). Sihir
memiliki hakikat dan pengaruh, karena itu kita diperintahkan berlindung kepada Allah dari
pengaruh sihir. Sihir, guna-guna dan lainnya tidak akan mengenai seseorang kecuali dengan izin Allah
swt.
“Sesungguhnya tipu daya syetan itu yaitu lemah.” (QS. An-Nisaa: 76)
Sihir ialah perbuatan di luar dari adat kebiasaan yang sengaja dikerjakan dengan jalan bermacam cara
di luar ajaran agama Islam dan mendapat bantuan dari makhluk gaib, yaitu jin dan syetan.
Agama melarang mempelajari, mengamalkan ilmu sihir, atau minta tolong kepada ahli sihir untuk
menggunakannya baik bagi kepentingan siapa saja, ada keterangan yang mengatakannya bahwa bagi
siapa yang mengamalkan ilmu sihir, tidak diakui sebagai ummat Muhammad saw.
Macam-Macam Sihir
1. Sihir Pemisah.
Yang dimaksud dengan sihir pemisah yaitu sihir yang ditujukan untuk memisahkan pasangan suami
istri yang saling mencintai. Juga termasuk ke dalam sihir ini yaitu sihir yang ditujukan untuk
membuat permusuhan dan kebencian di antara dua orang sahabat atau kerabat dekat. Jenis sihir ini
telah disebutkan dalam al-Qur’an.
Allah berfirman swt:
“Maka mereka mempelajari dari keduanya sihir yang dengannya mereka dapat menceraikan antara
seorang (suami) dengan istrinya.” (QS. al-Baqoroh [2]: 102)
Pekerjaan menceraikan antara pasangan suami istri yaitu pekerjaan yang paling dicintai dan dikagumi
oleh iblis, raja para setan.
2. Sihir Mahabbah (Penarik Cinta/Pelet).
Tentang ini Rosululloh saw pernah bersabda:
(( ))
“Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat dan tiwalah (pelet) yaitu kesyirikan.” (HR. Ahmad, Abu
Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim; dishahihkan oleh al-Albani)
3. Sihir Takhyil (Mengelabui Pandangan), Sirep atau Aji Halimunan.
Tentang sihir jenis ini pernah dialami oleh Nabi Musa dan Harun ketika menghadapi para tukang
sihir Fir’aun. Para tukang sihir itu menggunakan sihir jenis ini untuk menakut-nakuti kedua Nabi yang
mulia itu. Sebagaimana Allah berfirman di QS. al-A’rof [7]: 115-118.
4. Sihir Pembuat Gila.
Sihir ini berpengaruh membuat seseorang menjadi seperti gila atau kurang waras. Di antara
pengaruhnya yaitu seorang bepergian tanpa tujuan, linglung dan sangat pelupa. Terkadang dia
berbicara nyerocos (tidak beraturan), terkadang matanya menatap kosong dan tanpa makna. Terkadang
tidak bisa langgeng dalam mengerjakan sesuatu, terkadang seseorang tidak tahu kemana dia harus
pergi dan terkadang tidur di tempat-tempat terpencil.
5. Sihir Pembuat Kelesuan.
Sihir jenis ini bisa berpengaruh membuat seseorang yang tadinya normal dan energik menjadi suka
menyendiri dan tertutup, terkadang pusing terus menerus tanpa sebab yang jelas dan terkadang diam
dan tampak lesu.
6. Sihir Suara Panggilan.
Sihir jenis ini di antara pengaruhnya yaitu membuat seseorang melihat mimpi-mimpi yang
menyeramkan atau panggilan-panggilan yang menakutkan.
7. Sihir Pembawa Penyakit.
Ada banyak macam penyakit yang bisa ditimbulkan oleh sihir jenis ini. Di antaranya yaitu :
Sakit terus-menerus pada salah satu anggota tubuh.
Urat-urat menjadi kejang.
Lumpuh pada salah satu anggota tubuh (mati rasa atau mati sebelah).
Lumpuh total (mati suri).
Tidak berfungsinya salah satu indera.
Dan gejala-gejala lainnya.
Satu hal yang harus diketahui, bahwa sihir ini tidak akan menimbulkan pengaruh kecuali dengan takdir
Allah . Jadi, jangan disangka bahwa sihir bisa menyebabkan seseorang sakit terlepas dari takdir Allah .
Dan para tukang sihir tidak mampu menimbulkan mudharat atau bencana kecuali dengan izin Allah
semata.
8. Sihir Pendarahan.
Sihir jenis ini hanya terjadi pada kaum wanita saja. Dalam sihir ini, tukang sihir menyuruh kepada jin
untuk merasuk ke dalam tubuh seorang wanita yang disihirnya seraya memberikan tugas untuk
mengeluarkan darah. Kemudian jin itu masuk ke dalam tubuh wanita dan berjalan melalui urat-uratnya
dalam aliran darah.
Rosululloh bersabda:
(( ))
“Sesungguhnya istihadhah itu yaitu hentakan dari setan.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Bukhori)
9. Sihir Penghalang Pernikahan.
Sihir ini terjadi karena seorang yang dengki lagi penuh tipu daya datang kepada seorang tukang sihir
yang jahat lalu meminta supaya dibuatkan sihir untuk anak perempuan si fulan.
Setelah itu ada dua kemungkinan yang akan dilakukan oleh setan:
Masuk ke dalam tubuh wanita itu lalu membuatnya merasa tidak cinta dan tidak suka kepada setiap
lelaki yang datang melamarnya, atau
Setan melancarkan sihir dengan cara mengelabui pandangan laki-laki yang melihat wanita itu
sehingga setiap laki-laki yang datang melamar wanita ini akan melihat bahwa wanita itu jelek
rupanya dan tidak menarik penampilannya.
10. Sihir Untuk Melepas Sihir (Nusyrah).
Sihir jenis ini dilakukan oleh tukang sihir atas permintaan keluarga atau kerabat orang yang terkena
sihir. Setelah itu tukang sihir akan meminta kepada setannya untuk mengusir atau menghadapi setan
lain yang meng-ganggu orang yang sakit tadi.
Kisah Bani Israil dan Harta Karun Sihir
Suatu hari pasca kenabian Sulaiman, satu jin menjelma menjadi manusia dan mendatangi Bani Israil.
Ia menawarkan hal yang menggiurkan, "Maukah kalian ku tunjukkan harta karun yang belum pernah
kalian ketahui?" ujar jin itu kepada sekelompok Bani Israil.
Mendengarnya, Bani Israil pun girang dan bersemangat. Tentu saja mereka mau meski tawaran itu
datang dari orang tak dikenal dan tak terpercaya. "Ya, dimana itu?" tanya mereka.
"Galilah di bawah singgasana Sulaiman!" perintah si jin. Mereka pun menuruti dan berbondong-
bondong menuju peninggalan istana Sulaiman yang megah tiada tara. Terbayang harta karun Nabi
Sulaiman yang kekuasaannya tak tertandingi. Mereka pun segera menggali singgasana nabi mereka
dengan tamak.
Namun saat menggalinya, mereka kesulitan dan meminta bantuan jin. "Bantulah kami untuk
menggali," ujar seorang dari Bani Israil. Namun jin enggan. Apalagi menggali, mendekatinya saja jin
ketakutan.
"Aku disini saja, aku tak akan emana-mana. Jika kalian tidak menemukannya, kalian boleh
membunuhku," ujar jin dari golongan jahat ini .
Setelah beberapa lama, Bani Israil pun berhasil menemukan sebuah peti. Mereka girang setengah mati,
begitupun dengan si jin. Saat dibuka, isinya bukan emas atau berlian, melainkan setumpuk kitab usang.
Namun jin terperangah, seakan menemukan barang lamanya yang hilang.
Bani Israil pun membuka lembaran-lembaran penuh catatan ini . Mereka kaget menemukan
catatan ilmu sihir di dalamnya. Serta merta, jin yang licik segera berkata, "Ternyata Sulaiman yaitu
tukang sihir!" serunya menghasut Bani Israil.
"Apa maksudmu?" mereka bertanya-tanya. "Kitab sihir ini Sulaiman sembunyikan untuk
mengendalikan kalian semua," ujar jin berdusta.
Bani Israil yang bodoh pun gampang terpedaya. Mereka pun mengingat hal-hal menakjubkan yang
dimiliki Nabi Sulaiman dan mempercayainya sebagai tipu daya sihir belaka. Segera mereka
mengabarkan hal ini kepada seluruh warga. Hampir semua keturunan Bani Israil mempercayai
bahwa nabi yang diutus kepada mereka itu hanyalah seorang tukang sihir.
Namun terdapat sekelompok orang salih yang tetap membela Nabi Sulaiman, "Ia bukanlah seorang
tukang sihir, Ia yaitu utusan Allah," ujar orang salih yang jumlahnya secuil itu.
Jin berhasil membuat keturunan Yahudi itu menentang Nabi Sulaiman. Dengannya, ajaran sang nabi
pun akan mereka enyahkan. Bani Israil terpedaya dan lebih meyakini ucapan jin. Mereka yang juga
gemar melakukan sihir pun justru kemudian mempelajari dan banyak melakukan sihir. Melihatnya, jin
girang bukan kepalang. Tentu saja, mereka tak tahu bahwa lembaran ilmu sihir itu milik nenek
moyang mereka yang berkolaborasi dengan jin.
Saat Nabi Sulaiman masih hidup, beliau geram dengan banyaknya catatan-catatan sihir dari para
dukun. Penguasaan sihir diperoleh para dukun atas keberhasilan jin dalam mencuri berita langit.
Zaman dahulu, sebelum diutusnya Rasulullah, jin jahat gemar bertandang ke langit untuk mencuri
dengar berita tentang masa depan. Mereka mendengarnya dari para malaikat yang ditugaskan Allah.
Dari menguping ini , para jin mengetahui hal-hal yang akan terjadi di bumi.
Setelah berhasil mencuri informasi, mereka turun ke bumi dan mendatangi para dukun dan tukang
sihir. Kepada merka lah, para jin itu memberikan hasil curi dengar berita langit. Sebuah informasi dari
langit direkayasa jin menjadi 70 yang semuanya kemudian diterima para peramal untuk kemudian
dituliskannya. Tersebarlah kitab-kitab sihir di kalangan Bani Israil.
Mengatasinya, Nabi Sulaiman menyita seluruh catatan sihir itu. Beliau bermaksud melenyapkan sihir
di muka bumi. Maka terkumpullah seluruh kitab dusta itu kemudian dipendam dibawah
singgasananya. Tak ada yang tahu tempat dipendamnya kitab itu kecuali Nabi Sulaiman, orang saleh
kepercayaannya, dan tentu saja, oleh jin.
Namun jin tak berdaya menggali kotak berisi kitab sihir itu. Acapkali mendekatinya, mereka akan
segera hangus terbakar. Mereka pun tak berani menyebarkan kebohongan sihir lagi, hingga kemudian
Nabi Sulaiman wafat. Orang-orang saleh kepercayaannya pun meninggal dunia. Tinggallah tersisa jin
yang mengetahui rahasia hartanya yang terpendam. Ia lah yang kemudian mendatangi Bani Israill,
menawarkan harta karun dan memperdaya mereka dengan memnuduh Nabi Sulaiman sebagai tukang
sihir.
Tuduhan jin ini termaktub dalam Alquran surah Al Baqarah ayat 102. "Dan mereka (Bani Israil-pen)
mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan (kitab sihir-pen) pada masa kerajaan Sulaiman (dan
mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak
mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir)." Ibnu Katsir menafsirkan
ayat ini dengan mengatakan bahwa syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi
Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir.
Sebagaimana diketahui, Nabi Sulaiman memiliki kerajaan yang tak ada tandingannya sepanjang
sejarah. Pasukannya terdiri atas manusia, jin dan hewan. Tak sedikit jin yang menjadi budak dibawah
perintahnya. Para jin jahat itu tak berdaya dibawah kekuasaan Sulaiman. Bahkan sebetulnya kematian
Nabi Sulaiman memberikan hikmah kepada umatnya bahwa jin tidaklah mengilmui hal ghaib.
"Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka
kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah itu
bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa
yang menghinakan," Surah Saba' ayat 14.
Namun Bani Israil mudah tertipu dan terpedaya. Keimanan mereka pada nabi sangat rendah hingga
buta akankebenaran. Mereka justru terus mempraktikan sihir dan mempelajarinya dari jin. Dalam
sejarah, mereka bahkan sangat terkenal dalam penguasaan sihir.
Dari kisah Bani Israil dan jin diatas, beberapa sumber mengatakan kisah ini masih berkaitan
dengan upaya Zionis Yahudi dalam penggalian Haikal Sulaiman dibawah Masjidil Aqsa di Palestina
yang terus berlangsung hingga kini.
Bagiamana kaitannya, Allahu wa Rasuluhu A'lam. Kisah ini cukup menjadi pelajaran berharga bagi
muslimin untuk menolak sihir dan menjauhi syirik. Selain itu juga untuk tidak mengikuti jejak umat
terdahulu yang tidak menghormati para utusan Allah yang mulia.
Nabi Musa Menundukkan Tukang Sihir Raja
Fir’aun
1_1293104771_and-the-firaun-tutankamunRaja Fir’aun marah ketika mendengar keyakinan Nabi Musa untuk
menyembah kepada Allah, kemudian Raja Fir’aun memanggil mengumpulkan tukang-tukang sihirnya yang
pandai. Setelah beberapa tukang sihir itu datang kepada Raja Fir’aun, mereka mengatakan: apakah
sesungguhnya kami akan mendapat upah jika kami menang menghadapi kepandaian Musa? Raja Fir’aun
menjawab: “Ya, kamu akan mendapatkan upah jika kamu sebagai pemenangnya, dan sesungguhnya kamu
benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat kepada kemenangan. Hal sesuai dengan penjelasan yang
tertuang dalam Al-Qur’an Q.S. Al-A’raf: 103-136.
Pada suatu hari (yaitu hari berlangsungnya pertandingan) Raja Fir’aun menghadapkan tukang-tukang sihirnya
yang pandai itu kepada Nabi Musa, dengan disaksikan pembesar-pembesar kerajaan dan seluruh rakyat (di
tanah lapang). Maka tukang-tukang sihir itu berkata kepada Nabi Musa, hai Musa apakah engkau dalam yang
menunjukkansihir ataukah kami semua, Nabi Musa menjawab, keluarkan sihirmu terlebih dahulu, maka
mereka tiba-tiba melemparkan tali-temali (tapar-tampar) dan tongkat-tongkat mereka, yang kemudian
terbayang oleh Nabi Musa, seakan-akan ular-ular kecil yang merayap cepat, dan Nabi Musa merasa takut
(dalam hatinya). Maka Allah memberikan kabar gembira kepada Nabi Musa. Jangnlah engkau takut
sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Setelah itu Nabi Musa melemparkan tongkatnya (denga
izin Allah SWT) tongkat itu menjadi ular yang sangat besar. dan terjadilah pertempuran sengit antara ular
Mu’jizat Nabi Musa dengan ular tukang sihir Raja Fir’aun, maka habislah ular-ular dari tukang sihir Raja Fir’aun
dimakan oleh ular Mu’jizat Nabi Musa. Kemudian diambil ular itu oleh Allah menjadi tongkat kembali.
Melihat kejadian itu mereka (tukang-tukang sihir) sangat heran dan bercampur takut akan kehebatan Mu’jizat
Nabi Musa, sehingga mereka tunduk dan patuh kepada Nabi Musa serta mereka beriman kepada Allah SWT.
Dengan menyaksikan perbuatan tukang sihirnya, maka Raja Fir’aun semakin bertambah marah, seraya
berketakutan. Apakah kamu beriman kepada Musa sebelum aku beri izin kepadamu sehingga ia yaitu
pemimpinnya yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan
dan kaki kamu dengan bersilang secara timbal-balik dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu pada pangkal
pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang pedih dan lebih kekal
siksanya.
Maka akhirnya Raja Fir’aun mengancam dan akan membunuh Nabi Musa beserta pengikut-pengikutnya yang
beriman, sehingga Nabi musa melarikan diri beserta pengikut-pengikutnya dan Raja Fir’aun beserta
balatentaranya mengejar terus sampai pada perbatasan (di pantai laut merah).




