• www.coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • www.kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

  • www.berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Sihir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sihir. Tampilkan semua postingan

Sihir

 


SIHIR 

 

Menurut bahasa (etimologi), sihir berarti sesuatu yang halus dan tersembunyi. Pada hakekatnya arti 

sihir menurut kebiasaan bahasa, memiliki  beberapa arti, sebagai berikut: 

1. Sihir berarti tipuan dan hayal atau gambaran-gambaran yang hakekatnya tidak ada, sebagai 

mana yang biasa dikerjakan oleh para tukang sulap. 

2. Sihir berarti sesuatu yang dihasilkan oleh tukang sihir dengan pertolongan atau bantuan syetan 

dengan jalan memuaskan maksud syetan, atau dengan jalan menyembah, merendahkan diri 

atau menghaturkan sesaji yang menjadi syarat-syarat syetan. 

3. Sihir berarti tiap sesuatu yang halus dan tersembunyi tempat pengambilannya.  

Syetan menipu pandangan mata manusia, seakan-akan sihir itu nyata adanya, memang benar ada suatu 

kekuatan yang bernama sihir, namun  hal ini tidak lain yaitu  sebagai bantuan tenaga dan bantuan 

kekuatan syetan kepada kekasihnya saja, yaitu manusia yang menginginkan akan ilmu ini . 

sedang  menurut istilah (terminologi), sebagaimana yang disebutkan oleh Abu Muhammad 

Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah al-Maqdisi, “Sihir yaitu  jimat, jampi-jampi, 

mantera, buhul-buhul, yang dapat berpengaruh pada hati, akal dan badan. Sihir dapat menyakiti, 

membunuh dan memisahkan suami dengan istrinya, membuat orang saling benci, atau membuat dua 

orang saling mencintai. 

Sihir yaitu  tipu daya syetan melalui walinya (tukang sihir, dukun, paranormal, dan lain-lain). Sihir 

memiliki  hakikat dan pengaruh, karena itu kita diperintahkan berlindung kepada Allah dari 

pengaruh sihir. Sihir, guna-guna dan lainnya tidak akan mengenai seseorang kecuali dengan izin Allah 

swt. 

                               

“Sesungguhnya tipu daya syetan itu yaitu  lemah.” (QS. An-Nisaa: 76) 

Sihir ialah perbuatan di luar dari adat kebiasaan yang sengaja dikerjakan dengan jalan bermacam cara 

di luar ajaran agama Islam dan mendapat bantuan dari makhluk gaib, yaitu jin dan syetan. 

Agama melarang mempelajari, mengamalkan ilmu sihir, atau minta tolong kepada ahli sihir untuk 

menggunakannya baik bagi kepentingan siapa saja, ada keterangan yang mengatakannya bahwa bagi 

siapa yang mengamalkan ilmu sihir, tidak diakui sebagai ummat Muhammad saw. 

 

 

Macam-Macam Sihir 

 

    1.    Sihir Pemisah. 

Yang dimaksud dengan sihir pemisah yaitu  sihir yang ditujukan untuk memisahkan pasangan suami 

istri yang saling mencintai. Juga termasuk ke dalam sihir ini yaitu  sihir yang ditujukan untuk 

membuat permusuhan dan kebencian di antara dua orang sahabat atau kerabat dekat. Jenis sihir ini 

telah disebutkan dalam al-Qur’an. 

 

Allah  berfirman swt: 

 

                                                             

“Maka mereka mempelajari dari keduanya sihir yang dengannya mereka dapat menceraikan antara 

seorang (suami) dengan istrinya.” (QS. al-Baqoroh [2]: 102) 

 

Pekerjaan menceraikan antara pasangan suami istri yaitu  pekerjaan yang paling dicintai dan dikagumi 

oleh iblis, raja para setan. 

 

    2.   Sihir Mahabbah (Penarik Cinta/Pelet). 

 

Tentang ini Rosululloh saw  pernah bersabda: 

 

((                                      )) 

 

“Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat dan tiwalah (pelet) yaitu  kesyirikan.” (HR. Ahmad, Abu 

Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim; dishahihkan oleh al-Albani) 

 

    3.   Sihir Takhyil (Mengelabui Pandangan), Sirep atau Aji Halimunan. 

 

Tentang sihir jenis ini pernah dialami oleh Nabi Musa  dan Harun   ketika menghadapi para tukang 

sihir Fir’aun. Para tukang sihir itu menggunakan sihir jenis ini untuk menakut-nakuti kedua Nabi yang 

mulia itu. Sebagaimana Allah  berfirman di QS. al-A’rof [7]: 115-118. 

 

    4.  Sihir Pembuat Gila. 

 

Sihir ini berpengaruh membuat seseorang menjadi seperti gila atau kurang waras. Di antara 

pengaruhnya yaitu  seorang bepergian tanpa tujuan, linglung dan sangat pelupa. Terkadang dia 

berbicara nyerocos (tidak beraturan), terkadang matanya menatap kosong dan tanpa makna. Terkadang 

tidak bisa langgeng dalam mengerjakan sesuatu, terkadang seseorang tidak tahu kemana dia harus 

pergi dan terkadang tidur di tempat-tempat terpencil. 

 

    5.   Sihir Pembuat Kelesuan. 

 

Sihir jenis ini bisa berpengaruh membuat seseorang yang tadinya normal dan energik menjadi suka 

menyendiri dan tertutup, terkadang pusing terus menerus tanpa sebab yang jelas dan terkadang diam 

dan tampak lesu. 

 

    6.  Sihir Suara Panggilan. 

 

Sihir jenis ini di antara pengaruhnya yaitu  membuat seseorang melihat mimpi-mimpi yang 

menyeramkan atau panggilan-panggilan yang menakutkan. 

 

    7.   Sihir Pembawa Penyakit. 

 

Ada banyak macam penyakit yang bisa ditimbulkan oleh sihir jenis ini. Di antaranya yaitu : 

 

    Sakit terus-menerus pada salah satu anggota tubuh. 

    Urat-urat menjadi kejang. 

    Lumpuh pada salah satu anggota tubuh (mati rasa atau mati sebelah). 

    Lumpuh total (mati suri). 

    Tidak berfungsinya salah satu indera. 

    Dan gejala-gejala lainnya. 

 

Satu hal yang harus diketahui, bahwa sihir ini tidak akan menimbulkan pengaruh kecuali dengan takdir 

Allah . Jadi, jangan disangka bahwa sihir bisa menyebabkan seseorang sakit terlepas dari takdir Allah . 

Dan para tukang sihir tidak mampu menimbulkan mudharat atau bencana kecuali dengan izin Allah  

semata. 

 

    8.  Sihir Pendarahan. 

 

Sihir jenis ini hanya terjadi pada kaum wanita saja. Dalam sihir ini, tukang sihir menyuruh kepada jin 

untuk merasuk ke dalam tubuh seorang wanita yang disihirnya seraya memberikan tugas untuk 

mengeluarkan darah. Kemudian jin itu masuk ke dalam tubuh wanita dan berjalan melalui urat-uratnya 

dalam aliran darah. 

 

Rosululloh  bersabda: 

 

((                           )) 

 

“Sesungguhnya istihadhah itu yaitu  hentakan dari setan.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Bukhori) 

 

    9.  Sihir Penghalang Pernikahan. 

 

Sihir ini terjadi karena seorang yang dengki lagi penuh tipu daya datang kepada seorang tukang sihir 

yang jahat lalu meminta supaya dibuatkan sihir untuk anak perempuan si fulan. 

 

Setelah itu ada dua kemungkinan yang akan dilakukan oleh setan: 

 

    Masuk ke dalam tubuh wanita itu lalu membuatnya merasa tidak cinta dan tidak suka kepada setiap 

lelaki yang datang melamarnya, atau 

    Setan melancarkan sihir dengan cara mengelabui pandangan laki-laki yang melihat wanita itu 

sehingga setiap laki-laki yang datang melamar wanita ini  akan melihat bahwa wanita itu jelek 

rupanya dan tidak menarik penampilannya. 

 

10. Sihir Untuk Melepas Sihir (Nusyrah). 

 

Sihir jenis ini dilakukan oleh tukang sihir atas permintaan keluarga atau kerabat orang yang terkena 

sihir. Setelah itu tukang sihir akan meminta kepada setannya untuk mengusir atau menghadapi setan 

lain yang meng-ganggu orang yang sakit tadi. 

 

Kisah Bani Israil dan Harta Karun Sihir 

Suatu hari pasca kenabian Sulaiman, satu jin menjelma menjadi manusia dan mendatangi Bani Israil. 

Ia menawarkan hal yang menggiurkan, "Maukah kalian ku tunjukkan harta karun yang belum pernah 

kalian ketahui?" ujar jin itu kepada sekelompok Bani Israil.  

 

Mendengarnya, Bani Israil pun girang dan bersemangat. Tentu saja mereka mau meski tawaran itu 

datang dari orang tak dikenal dan tak terpercaya. "Ya, dimana itu?" tanya mereka. 

 

"Galilah di bawah singgasana Sulaiman!" perintah si jin. Mereka pun menuruti dan berbondong-

bondong menuju peninggalan istana Sulaiman yang megah tiada tara. Terbayang harta karun Nabi 

Sulaiman yang kekuasaannya tak tertandingi. Mereka pun segera menggali singgasana nabi mereka 

dengan tamak.  

 

Namun saat menggalinya, mereka kesulitan dan meminta bantuan jin. "Bantulah kami untuk 

menggali," ujar seorang dari Bani Israil. Namun jin enggan. Apalagi menggali, mendekatinya saja jin 

ketakutan.  

 

"Aku disini saja, aku tak akan emana-mana. Jika kalian tidak menemukannya, kalian boleh 

membunuhku," ujar jin dari golongan jahat ini . 

 

Setelah beberapa lama, Bani Israil pun berhasil menemukan sebuah peti. Mereka girang setengah mati, 

begitupun dengan si jin. Saat dibuka, isinya bukan emas atau berlian, melainkan setumpuk kitab usang. 

Namun jin terperangah, seakan menemukan barang lamanya yang hilang. 

 

Bani Israil pun membuka lembaran-lembaran penuh catatan ini . Mereka kaget menemukan 

catatan ilmu sihir di dalamnya. Serta merta, jin yang licik segera berkata, "Ternyata Sulaiman yaitu  

tukang sihir!" serunya menghasut Bani Israil.  

 

"Apa maksudmu?" mereka bertanya-tanya. "Kitab sihir ini Sulaiman sembunyikan untuk 

mengendalikan kalian semua," ujar jin berdusta. 

 

Bani Israil yang bodoh pun gampang terpedaya. Mereka pun mengingat hal-hal menakjubkan yang 

dimiliki Nabi Sulaiman dan mempercayainya sebagai tipu daya sihir belaka. Segera mereka 

mengabarkan hal ini  kepada seluruh warga. Hampir semua keturunan Bani Israil mempercayai 

bahwa nabi yang diutus kepada mereka itu hanyalah seorang tukang sihir.  

 

Namun terdapat sekelompok orang salih yang tetap membela Nabi Sulaiman, "Ia bukanlah seorang 

tukang sihir, Ia yaitu  utusan Allah," ujar orang salih yang jumlahnya secuil itu. 

 

Jin berhasil membuat keturunan Yahudi itu menentang Nabi Sulaiman. Dengannya, ajaran sang nabi 

pun akan mereka enyahkan. Bani Israil terpedaya dan lebih meyakini ucapan jin. Mereka yang juga 

gemar melakukan sihir pun justru kemudian mempelajari dan banyak melakukan sihir. Melihatnya, jin 

girang bukan kepalang. Tentu saja, mereka tak tahu bahwa lembaran ilmu sihir itu milik nenek 

moyang mereka yang berkolaborasi dengan jin. 

 

Saat Nabi Sulaiman masih hidup, beliau geram dengan banyaknya catatan-catatan sihir dari para 

dukun. Penguasaan sihir diperoleh para dukun atas keberhasilan jin dalam mencuri berita langit. 

Zaman dahulu, sebelum diutusnya Rasulullah, jin jahat gemar bertandang ke langit untuk mencuri 

dengar berita tentang masa depan. Mereka mendengarnya dari para malaikat yang ditugaskan Allah. 

Dari menguping ini , para jin mengetahui hal-hal yang akan terjadi di bumi. 

 

Setelah berhasil mencuri informasi, mereka turun ke bumi dan mendatangi para dukun dan tukang 

sihir. Kepada merka lah, para jin itu memberikan hasil curi dengar berita langit. Sebuah informasi dari 

langit direkayasa jin menjadi 70 yang semuanya kemudian diterima para peramal untuk kemudian 

dituliskannya. Tersebarlah kitab-kitab sihir di kalangan Bani Israil.  

 

Mengatasinya, Nabi Sulaiman menyita seluruh catatan sihir itu. Beliau bermaksud melenyapkan sihir 

di muka bumi. Maka terkumpullah seluruh kitab dusta itu kemudian dipendam dibawah 

singgasananya. Tak ada yang tahu tempat dipendamnya kitab itu kecuali Nabi Sulaiman, orang saleh 

kepercayaannya, dan tentu saja, oleh jin.  

 

Namun jin tak berdaya menggali kotak berisi kitab sihir itu. Acapkali mendekatinya, mereka akan 

segera hangus terbakar. Mereka pun tak berani menyebarkan kebohongan sihir lagi, hingga kemudian 

Nabi Sulaiman wafat. Orang-orang saleh kepercayaannya pun meninggal dunia. Tinggallah tersisa jin 

yang mengetahui rahasia hartanya yang terpendam. Ia lah yang kemudian mendatangi Bani Israill, 

menawarkan harta karun dan memperdaya mereka dengan memnuduh Nabi Sulaiman sebagai tukang 

sihir. 

 

Tuduhan jin ini termaktub dalam Alquran surah Al Baqarah ayat 102. "Dan mereka (Bani Israil-pen) 

mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan (kitab sihir-pen) pada masa kerajaan Sulaiman (dan 

mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak 

mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir)." Ibnu Katsir menafsirkan 

ayat ini dengan mengatakan bahwa syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi 

Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir. 

 

Sebagaimana diketahui, Nabi Sulaiman memiliki kerajaan yang tak ada tandingannya sepanjang 

sejarah. Pasukannya terdiri atas manusia, jin dan hewan. Tak sedikit jin yang menjadi budak dibawah 

perintahnya. Para jin jahat itu tak berdaya dibawah kekuasaan Sulaiman. Bahkan sebetulnya kematian 

Nabi Sulaiman memberikan hikmah kepada umatnya bahwa jin tidaklah mengilmui hal ghaib.  

 

"Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka 

kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah itu 

bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa 

yang menghinakan," Surah Saba' ayat 14. 

 

Namun Bani Israil mudah tertipu dan terpedaya. Keimanan mereka pada nabi sangat rendah hingga 

buta akankebenaran. Mereka justru terus mempraktikan sihir dan mempelajarinya dari jin. Dalam 

sejarah, mereka bahkan sangat terkenal dalam penguasaan sihir. 

 

Dari kisah Bani Israil dan jin diatas, beberapa sumber mengatakan kisah ini  masih berkaitan 

dengan upaya Zionis Yahudi dalam penggalian Haikal Sulaiman dibawah Masjidil Aqsa di Palestina 

yang terus berlangsung hingga kini. 

Bagiamana kaitannya, Allahu wa Rasuluhu A'lam. Kisah ini cukup menjadi pelajaran berharga bagi 

muslimin untuk menolak sihir dan menjauhi syirik. Selain itu juga untuk tidak mengikuti jejak umat 

terdahulu yang tidak menghormati para utusan Allah yang mulia. 

 

 

 

Nabi Musa Menundukkan Tukang Sihir Raja 

Fir’aun 

 

 

1_1293104771_and-the-firaun-tutankamunRaja Fir’aun marah ketika mendengar keyakinan  Nabi Musa untuk 

menyembah kepada Allah, kemudian Raja Fir’aun memanggil mengumpulkan tukang-tukang sihirnya yang 

pandai. Setelah beberapa tukang sihir itu datang kepada Raja Fir’aun, mereka mengatakan: apakah 

sesungguhnya kami akan mendapat upah jika kami menang menghadapi kepandaian Musa? Raja Fir’aun 

menjawab: “Ya, kamu akan mendapatkan upah jika kamu sebagai pemenangnya, dan sesungguhnya kamu 

benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat kepada kemenangan. Hal sesuai dengan penjelasan yang 

tertuang dalam Al-Qur’an Q.S. Al-A’raf: 103-136. 

 

Pada suatu hari (yaitu hari berlangsungnya pertandingan) Raja Fir’aun menghadapkan tukang-tukang sihirnya 

yang pandai itu kepada Nabi Musa, dengan disaksikan pembesar-pembesar kerajaan dan seluruh rakyat (di 

tanah lapang). Maka tukang-tukang sihir itu berkata kepada Nabi Musa, hai Musa apakah engkau dalam yang 

menunjukkansihir ataukah kami semua, Nabi Musa menjawab, keluarkan sihirmu terlebih dahulu, maka 

mereka tiba-tiba melemparkan tali-temali (tapar-tampar) dan tongkat-tongkat mereka, yang kemudian 

terbayang oleh Nabi Musa, seakan-akan ular-ular kecil yang merayap cepat, dan Nabi Musa merasa takut 

(dalam hatinya). Maka Allah memberikan kabar gembira kepada Nabi Musa. Jangnlah engkau takut 

sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Setelah itu Nabi Musa melemparkan tongkatnya (denga 

izin Allah SWT) tongkat itu menjadi ular yang sangat besar. dan terjadilah pertempuran sengit antara ular 

Mu’jizat Nabi Musa dengan ular tukang sihir Raja Fir’aun, maka habislah ular-ular dari tukang sihir Raja Fir’aun 

dimakan oleh ular Mu’jizat Nabi Musa. Kemudian diambil ular itu oleh Allah menjadi tongkat kembali. 

 

Melihat kejadian itu mereka (tukang-tukang sihir) sangat heran dan bercampur takut akan kehebatan Mu’jizat 

Nabi Musa, sehingga mereka tunduk dan patuh kepada Nabi Musa serta mereka beriman kepada Allah SWT. 

Dengan menyaksikan perbuatan tukang sihirnya, maka Raja Fir’aun semakin bertambah marah, seraya 

berketakutan. Apakah kamu beriman kepada Musa sebelum aku beri izin kepadamu sehingga ia yaitu  

pemimpinnya yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan 

dan kaki kamu dengan bersilang secara timbal-balik dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu pada pangkal 

pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang pedih dan lebih kekal 

siksanya. 

 

Maka akhirnya Raja Fir’aun mengancam dan akan membunuh Nabi Musa beserta pengikut-pengikutnya yang 

beriman, sehingga Nabi musa melarikan diri beserta pengikut-pengikutnya dan Raja Fir’aun beserta 

balatentaranya mengejar terus sampai pada perbatasan (di pantai laut merah).