nomor luar kota itu yaitu orang
desa, namun ketika kaca jendela dibuka dan ada yang
berani "membentak" asumsi dari petugas itu, wah ini
pangkatnya lebih tinggi dari saya.
Manusia tidak tahu pasti , sebuah fenomena itu masuk
kategori yang mana. Dari enam kasus yang kami bedah
dengan teman dari banyak profesi , disimpulkan bahwa tidak
semua fenomena itu layak dikategorikan logis, namun juga
tidak semua dikategorikan mistis. Akhirnya, terserah kepada
pembaca bagaimana memersepsikannya.
Refleks & Tranche
Menurut pengakuan Budi dan Sanjaya, keduanya memiliki
pengalaman yang hampir sama pada saat menghadapi masa
masa sulit seperti ketika ia turun dari becak kemudian me
nepuk bahu orang yang mengancamnya, atau ketika ia harus
"menodong" untuk dana suatu acara dan pengalaman lain yang
tertuang di atas, yaitu keduanya mengalami kondisi tranche
dan gerakannya sering tidak mereka sadari .
Orang Jawa menyebut proses trans yang menghasilkan
gerak. refleks itu sebagai ora njarak atau tidak sengaja, ora
karepe dhewe atau tidak kehendak sendiri . Ada yang menye
but sedang kalenggahan atau ketempatan energi nonpribadi
yang menuntunnya. Nah, siapakah yang "menduduki" mere
ka? Wallahu a'lam. Untuk semua aktivitas yang baik-baik,
semoga itu bagian dari kodrat Tuhan . .... bukanlah engkau
yang melempar, melainkan Allah juga yang melempar ketika
engkau melempar (Al-Anf al: 17).
Tentang gerakan yang "tidak sengaja" alias refleks ini
dapat Anda simak pada bab lain dalam buku ini. Pada bab
"Profil Mbah Modin", Mbah Modin menjelaskan bahwa dalam
kondisi dia harus melakukan tindakan untuk menenangkan
orang histeris, ia mengandalkan apa yang disebut sebagai
93
"petunjuk" dari Tuhan.
Walau belum sekelas pengalaman yang dialami Budi ,
Sanjaya , dan Mbah Modin , sesekali saya juga merasakan
pengalaman yang hampir serupa. Pada saat yang kritis harus
menyelesaikan suatu persoalan, kondisi tranche itu benar
benar masuk, dan saya merasakan ada kekuatan yang mengen
dalikan hingga waktu dan gerakan terasa begitu cepat dan
singkat, wus, wus, wus .. . .
Dan ketika persoalan itu selesai, saya baru sadar bahwa
saya telah melakukan hal-hal yang secara logika termasuk sulit
dilakukan. sebab itu , saya sering bercanda dengan teman
teman bahwa ketika seseorang melakukan "gendam", sebab
hal itu di lakukan dalam kondisi otak blank maka hukumnya
tidak berdosa. Kenapa? Ya ... sebab orang yang "akal"-nya
hilang, itu tidak terbebani dengan hukum. Sekali lagi, ini ha
nya bercanda saja.
Pengalaman saya terkait masalah "penggendaman" yang
mengesankan yaitu ketika suatu hari saya sedang membezuk
tetangga sebelah rumah yang sudah 15 hari dirawat di rumah
sakit, sebab jatuh dari atas pohon randu.
Ketika saya sedang bezuk, dokter yang menangani, menga
jak saya berdiskusi sebab secara medis kondisi pasien tidak
menunjukkan adanya kemajuan . Justru semakin hari semakin
menurun. Oleh dokter saya disarankan untuk membawa pasien
itu pulang, yang berarti saya harus mencabut slang oksigen?
Whooo ... ini yang saya tidak mau, sebab ketika pasien itu nanti
menemui ajal, saya merasa sebagai pihak yang menyebabkan
kematiannya.
Kurang lebih sepuluh menit setelah saya memutuskan
94
untuk tidak mencabut slang oksigen, pasien itu menemui ajal.
lbunya yang sejak awal menunggui anaknya langsung histeris.
Saya yang pernah belajar gendam, tiba-tiba refleks membaca
doanya, dan dengan gerakan samar, saya meniup ubun-ubun
sang lbu itu dalam jarak sekitar satu meter. Saat itu j uga lbu
itu mengantuk.
Di saat jenazah anaknya harus diurus, lbu itu malah minta
bantal dan tikar, kemudian tidur dengan nyenyaknya. Untuk
urusan jenazah di kamar mayat, saya yang mengambil alih . Dan
ketika semua urusan sudah beres dan mobil ambulans sudah
siap, l bu itu saya bangunkan untuk pulang dan menempuh
perjalanan 125 km.
Dalam perjanana pulang itu, lbu itu tampak baik-baik saja.
Tetapi pada hari yang ke-40, dia menangis sebab ingatan pada
sang anaknya menguat kembali . Penyebabnya bisa sebab
orang Jawa memiliki tradisi peringatan 40-hari , sehingga itu
mengingatkan pada anaknya, atau sebab pengaruh gendam
yang hanya berlaku 40 hari .
Bisa untuk Damo1
Pengalaman menggendam itu ternyata tidak berlaku ke
tika tidak ada suatu masalah yang sesungguhnya. Artinya,
ketika tidak ada kejadian yang sesungguhnya, ilmu ini
tidak mampu saya gunakan.
Sudah berulang kali saya "meniup" orang dari jarak dekat,
tetapi satu pun tidak ada yang mengantuk apalagi sampai
tertidur seketika . lni lah yang menyebabkan ilmu yang digali
dari jalur doa itu , tidak menjual j ika ditawarkan pada sebuah
seminar atau pelatihan di hotel-hotel.
95
Sesuatu yang tidak dapat ditampakkan itu, tidak menarik
untuk dijual. sebab untuk menjelaskan hal seperti gendam,
sirep, ini para pelakunya sendiri juga sering tidak merasa
memiliki kemampuan itu. Selain itu, data dan dokumentasi
tentang keajaiban magis sering kali lemah sebab jarang atau
bahkan tidak pernah didokumentasikan . lnformasi seputar
peristiwa-peristiwa magis, lebih sering dituturkan secara
pribadi, dari mulut ke mulut.
Namun demikian, saya yakin suatu saat ada pihak-pihak
yang melakukan eksperimen seputar masalah yang masih
(dianggap) supranatural ini . sebab dari sekian ilmu yang
karakternya defensif atau yang hanya bereaksi ketika ada
kejadian kritis , terdapat juga ilmu yang ofensif.
Salah satu dari ilmu gendam yang metodanya saya tulis
dalam buku ini, juga ada yang dapat dijadikan uji coba, walau
tidak dalam kondisi ada masalah yang sesungguhnya. Guru
yang mengajarkan ilmu ini menginstruksikan, setelah
murid puasa tiga hari , murid diminta untuk melakukan uj i
coba dengan memindah anak ayam dari eraman induknya.
Perangai induk ayam yang sedang menetaskan anaknya yaitu
menyerang.
Dalam uji coba itu , dapat diketahui apakah ilmu ya:1g
ditirakati itu sudah masuk atau belum, deteksinya dilihat dari
perangai induk ayam betina. Jika ayam itu masih berontak
dan anak ayam pada ribut, si murid diminta untuk mengulang
tirakat kembali . Namun jika induk ayam dan anaknya tetap
diam, tidak bereaksi adanya gangguan, itu partanda ilmunya
sudah berhasil. Murid dianggp sudah lulus.
Klasifikasi keistimewaan yang diberikan Tuhan kepada
96
hambanya dari tingkatan spiritual yang tertinggi ke tingkatan
bawah yaitu : mukjjzat, jrhas, karamah, ma'unah, dan yang
terendah yaitu sihir atau istijrad.
Mukjizat yaitu keistimewaan yang d iberikan Tuhan
kepada para Nabi dan Rasul. Dalam kitab-kitab suci , dapat
kita simak sifat dari mukjizat itu ada yang ofensif dan ada
pula yang def ensif. Ada mukjizat yang dapat dimunculkan
seiring dengan keinginan para Nabi , misalnya Nabi Nuh as
dapat melemaskan besi , Nabi Isa as dalam ilmu pertabiban,
Nabi Sulaiman as mengendalikan angin, hewan, dan j in .
Tetapi mukj izat yang diberikan kepada Nabi Musa as
bersifat defensif. Nabi Musa as dalam kondisi terdesak bahaya,
ketika bala tentara Fir'aun mengejar sementara di depan
Nabi Musa dan pengikutnya terbentang lautan , ketika Tuhan
menurunkan wahyu agar Musa memukulkan tongkatnya ke
tautan, saat itu Nabi Musa belum tahu apa yang akan terja
di.
Dan ketika tongkat sudah dipukulkan, terjadilah peristiwa
luar biasa (mukjizat) . Lautan terbelah dan Nabi Musa dengan
para pengikutnya menyelamatkan diri , berlari di dasar lautan
yang terbelah itu .
berdasar sifat dari mukj izat yang demikian itu ,
mestinya keistimewaan yang diberikan Tuhan kepada manu
sia juga ada yang hanya bereaksi ketika dalam kondisi kritis,
namun juga ada yang diizinkan dapat muncul seiring keinginan
yang memil iki nya atau dalam bahasa Jawa disebut sak
ciptaningsun dadiyo kersane gustL Wallahu a'lam.
97
10
Gendam dalam Guntingan
Media
'i:)e lajar berpikir cerdas, mernbiasakan rnenganalisis
sesuatu kejadian tidak hanya berpedoman , pada
berpikir rnistis. Untuk mencari kebenaran, pikiran harus netral
dan siap untuk rnenerirna rnasukan dari berbagai disiplin ilmu.
Sikap apriori terhadap i lrnu yang belum dikuasai , hanya akan
rnendorong seseorang terjebak dalarn kesombongan.
Saya dan kawan-kawan sudah rnernberikan contoh bagai
mana menganalisis berbagai kasus yang oleh kalangan awarn
diklairn sebagai gendarn. Di antara kejadian yang sulit dicerna,
tetap ada bagian yang dapat dilogikakan.
Di bawah ini ada beberapa kasus yang saya arnbil dari
berbagai surnber. Silakan pernbaca untuk rnenganalisis sehing
ga dapat menyirnpulkan bahwa apa yang disebut gendam di
jalanan itu terrnasuk perkara yang rnana. Magis atau logis ....
Parampok Hipnotis ltu Mangincar .Jakarta
26 Agustus 201 0
Surnber : vivanews
Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap dua warga Ne
gara asing yang diduga pelaku perampokan dengan modus
hipnotis di Bandar lampung. Mereka yaitu Memed Sahdi dan
Hendi, asal Suriah dan Iran.
99
Kedua pelaku ditangkap di kawasan Gondangdia dan
Kemayoran , Kamis dini hari tadi , kata kepala bidang Humas
Polda Metro Jaya, komisaris Besar Boy Rafli Amar di Markas
Mapolda, Kamis 26 Agustus 201 0.
Keduanya , jelas Boy, memang ada kegiatan di Lampung
dan Jakarta . "Ditengarai kedua pelaku ingin melakukan aksi
serupa di Jakarta, " kata Boy.
Ditambahkan dia, saat ini polisi sedang menyelidiki apa
kah ada tindakan perampokan yang diduga dilakukan para
tersangka di Jakarta.
Polisi juga sedang melakukan pendalaman terhadap
kejahatan dengan modus hipnotis ini . Kedua pelaku saat ini
masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya.
" Kami masih memburu perempuan berjilbab yang terlihat
di kamera CClV, " kata Boy, polisi pun sudah mengantongi nama
perempuan berkerudung putih itu . " l nisialnya A.
Dua perampok yang ditangkap yaitu anggota yang
terdiri dari empat orang. Aksi mereka tercium di Lampung,
saat menguras Rp 4 juta dari sebuah supermarket di Yukum,
Lampung Tengah.
Lalu mereka mengambil uang Rp 500.000 dan voucher
telepon Rp 1 , 1 50 juta dari kasir di l ndomart Kali Balok.
Rekaman CClV membongkar kejahatan mereka. (Adi) .
Gendam Kasir Toko. Warga Turki Nyaris
Dimassa
7 September 2008
Sumber : detiksurabaya .com
Situbondo- Kej ahatan bermodus gendam atau awam
1 00
menyebut dengan istilah hipnotis kembali marak. Kali ini
pelaku beraksi di sebuah Swalayan di Situbondo dan berhasil
dibekuk. Pelaku warga Negara Turki bernama Memet Suzer
(38) tak berkutik saat dikepung oleh warga sekitar.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 18. 30 WIB, Sabtu
(6 /9 /2008) saat seorang kasir swalayan "Rezeki" sedang
melayani pembeli . Memet yang saat itu bersama anaknya
berbelanja kebutuhan pokok. Sambil menenteng barang yang
sudah diborong, Memet juga antre bersama sederet pembeli
lainnya.
Saat Mernet gi li ran membayar, tiba-tiba tangannya
langsung merogoh kotak penyimpanan uang di kasir yang saat
itu dijaga Filla Puji Astutik (20). Anehnya, Puj i , sapaan akrab
Filla Puji Astutik, sarna sekali tidak menyadari apa yang sedang
diperbuat Memet.
Dengan gerakan cepat, Memet berhasil menyambar tum
pukan uang kertas nominal Rp 100 ribuan dan dimasukkan ke
saku celannya.
"Saya baru menyadari setelah uang ratusan ribuan di kotak
kasir sudah lenyap. Seolah terjaga dari rnirnpi , saya dikagetkan
dengan teguran salah seorang rekan yang berteriak kalau uang
di kotak dibawa kabur pembeli , " cerita Puji kepada polisi yang
meminta keterangannya, Minggu (7 /9 /2008).
Saat itu juga sejumlah karyawan swalayan meneriaki
pria asing yang sudah menaiki mobi l di area parkir toko itu.
Kegaduhan kian mernanas sebab beberapa abang becak yang
ada di kawasan itu juga menggedor kaca mobil Honda Jazz
warna hitam yang dikendarai pelaku.
Tak ayal, kaca sarnping dan belakang bernopol B 8355
1 0 1
HO pecah berantakan . Demikian halnya bodi samping kanan
kendaraan itu juga penyok akibat amarah warga.
Tanpa merasa bersalah , Memet keluar dari kendaraannya
sembari memberikan tumpukan uang yang telah diambil dari
laci kasir. Namun ulah warga Turki itu tak mampu meredam
emosi warga yang langsung menggelandang ke Mapolres
Situbondo.
Selain menahan Memet Suzer, polisi juga menyita Honda
Jazz sebagai barang bukti . "Kita masih berupaya merninta
keterangan , rneski ada kendala tersangka tidak bisa berkornu
nikasi dengan bahasa lnggris, apalagi bahasa negara kita . Kita
j uga telah berkoordinasi dengan Polda Jatirn, kernungkinan
untuk mengambil alih kasus ini , " tegas Kapolres Situbondo,
AKBP Drs Rudy Kristantyo saat dikonfirrnasi wartawan. (fat/
fat) .
Korban Gendam Asal Pati Telantar di
Semarang
Rabu, 1 7 Peb 201 0 20: 1 1 : 38 WIB
Oleh : Wisnu Adhi Nugroho
ANTARA - Seorang perernpuan bernarna Dahlia lndah (20),
warga Dusun Kicir, Desa Wegil , Kecarnatan Sukolilo, Pati ,
diduga rnenjadi korban gendarn dua pria tak dikenalnya hingga
telantar di Kota Semarang.
Korban yang diternui di Tarnan Tabanas kawasan Gombel
Semarang, Rabu , mengataka n , awalnya dia berbelanja
kebutuhan pokok untuk dijual lagi di Pasar Bitingan, Kabupaten
Kudus, pada Rabu ( 1 7 /2) pagi .
"Saat sedang menunggu angkutan umum, tiba-tiba dua
1 02
pria yang mengemudi mobil sedan putih berhenti tepat di
depan saya berdiri, kemudian meminta saya masuk ke mobil,
dan saya menurutinya bahkan sampai tertidur, " katanya.
la mengaku , sebelum menuruti permintaan mereka
yang mengaku bernama Slamet dan Aldi itu, tangan kanan
nya sempat dicubit oleh salah seorang pria ini .
Beberapa waktu kemudian atau setelah sadar, katanya, korban
sudah berada di kawasan Simpang Lima Semarang, sedang
perhiasan korban berupa gelang dan cincin emas seberat enam
gram hilang diambil pelaku.
la mengaku, saat keadaannya masih lemas dan belum
sadar sepenuhnya, dia bertemu beberapa pemuda yang salah
satu di antaranya mengaku warga Jalan Brotojoyo, Semarang
Utara.
"Setelah itu mereka meminta paksa uang satu juta rupiah
yang saya simpan di tas, dan saya juga sempat diberi minuman
beralkohol hingga menuruti permintaan para pemuda terse
but, " katanya.
la mengaku , bingung kemudian naik salah satu angkutan
kota di Simpang Lima tanpa tahu jurusannya, yang ternyata
sampai di kawasan Taman Tabanas Semarang itu .
Sutinah, seorang pemilik warung di sekitar Taman Tabanas
yang menolong korban itu, mengaku, dirinya tergerak memban
tu korban setelah melihat korban keluar dari angkutan kota
dengan langkah terhuyung.
"Saya hanya merasa kasihan melihat korban dengan
kondisi seperti itu ," katanya.
la mengaku, telah memberi minum korban dan memintanya
beristirahat beberapa saat di warungnya dan kemudian mela-
1 03
porkan kejadian itu kepada polisi .
Kasus itu hingga saat ini masih dalam penanganan jajaran
Kepolisian Sektor Banyumanik Semarang. s
Pelaku Gendam Pelajar Diamankan
PATI - Perempuan yang diduga kuat menjadi pelaku
pencurian dengan cara gendam, Jumat (27 / 3 ) diamankan
jajaran Satreskrim Polres Pati . Pamela Apriliani (22 ) , warga
Jalan Kamandowo, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pati itu,
ditangkap setelah polisi menerima laporan dari sejumlah
korban.
Kapolres Pati AKBP Burhanudin SIK melalui Kasatreskrim
AKP Sulkhan SH mengungkapkan, sejauh ini korban gendam
yang telah melapor ke pihaknya ada enam orang . Mereka
kebanyakan anak sekolah.
Menurut Sulkhan , pelaku telah lama melakukan kejahatan
ini dengan modus dan tempat kejadian yang berbeda
bed a . Sehin gga pihaknya terus mengembangkan kasus
ini . Kepada penyidik, Pamela mengaku, telah mencuri
uang dan barang berharga seperti handphone melalui gendam
sebanyak sembilan kali .
Adapun waktunya dipilih saat jam pulang sekolah . Dua
korban kemarin berada di Mapolres untuk dimintai keterangan,
Marisa dan Vitrin . Mereka mengatakan, merasa linglung saat
dipanggil pelaku dari kejauhan dengan melambaikan tangan .
(H49-36)
1 04
MUI. Hipnotis. dan •rrhe Master ..
Oleh A. Masruri
Semestinya, ilmu peluluh tidak perlu dirisaukan, sebab
kej ahatan di ja lanan lebih banyak menggunakan penya
lahgunaan teknik komunikasi , dan penyuburnya yaitu
kemiskinan dan kebodohan. Dan warning MUI menjadi efektif
jika disertai penegakan hukum dan penataan ekonomi .
Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar
hampir menggelincirkan kamu (Muhammad) dengan pandangan
mereka . . . (Al-Qalam: 5 1 ) .
Belum lama ini, Majelis Ulama negara kita (MU I ) mendesak
agar tayangan berbau hipnotis segera dihentikan sebab
dianggap memberi dampak negatif dari sisi akidah dan dampak
sosial lain seperti maraknya tindak kejahatan yang diduga
menggunakan hipnotis.
Hipnotis i lmiah dapat dipahami sebagai aktivitas menem
bus area kritik pikiran sadar untuk memunculkan ide yang
dapat diterima oleh manusia. Artinya, dari pemahaman ini,
segala sesuatu yang memiliki dampak meniadakan kritik (lo
gika) dapat disebut hipnotis.
Tanpa disadari , dalam keseharian kita sering menjadi
korban hipnotis. Misalnya, kita terbawa ikut sedih atau marah
saat menonton sinetron di layar televisi, padahal kita tahu
adegan itu bukan kejadian nyata.
Selain hipnotis ilmiah , kita mengenal hipnotis dalam
pengertian yang metafisik, yaitu kekuatan aku batin yang dapat
memengaruh pihak lain menjadi menurut atau menyerah .
Ada dua aliran hipnotis, yakni hipnotis Barat yang ilmiah
dan Timur yang irasional sebab metode pelatihan dan proses
1 05
kerjanya terkait dengan magis. Oleh Maj lis Ulama negara kita ,
hipnotis Timur ini yang dipermasalahkan.
Hipnotis Ritual
Secara khusus, Alquran -terjemahan Departemen Aga
ma Republik negara kita - menulis "catatan kaki" : Menurut
kebiasaan yang terjadi di tanah Arab, seseorang dapat
membinasakan binatang atau manusia dengan menunjukkan
pandangan yang tajam.
Hal ini hendak dilakukan pula kepada Nabi Muhammad
saw, tetapi Allah memeliharanya , sehingga terhindar dari
bahaya sebagaimana dijanjikan Allah dalam Surat Al-Maidah :
67. Kekuatan pandangan mata itu pada masa sekarang disebut
hipnotisme.
Dalam tafsir lain oleh Imam Jalaluddin Al-Suyuthi, hal itu
dilukiskan dengan kalimat: Dengan pandangan yang sangat
kuat, hingga hampir memingsankan dan menjatuhkan dari
tempatmu (Muhammad) tetapi Allah menolong.
Yang dimaksud memandang bukanlah pandangan kagum
atau terpesona saat Nabi Muhammad sedang membacaAlquran,
melainkan pandangan tajam memancarkan kebencian. l lmu
"kekuatan mata" ini pada zaman Nabi banyak dikuasai
bani Asad . Melalui ritual puasa tiga hari dan setelah itu mereka
mampu mempraktikkan kepada manusia dan hewan.
Hipnotisme (ilmiah ) yaitu ilmu tentang "tidur". Hipno
tisme berasal dari kata "hypnos" (Yunani ) yang berarti tidur.
l lmu ini sudah ada ribuah tahun dan dipelajari bangsa Babi
lonia, Persia, China, Jepang, dan bangsa lain.
Kelahiran hipnotis modern terinspirasi oleh cara yang
1 06
di lakukan suku-suku pedalaman saat melakukan ritual
penyembuhan . Sentuhan i lmiah pada hipnotis baru dimulai
abad ke-1 8 oleh Milton Ericson, dokter berkebangsaan Austria.
Pemanf aatan hipnotis belakangan lebih difokuskan untuk
kepentingan pengobatan (Hipnoterapi) .
Belum lama ini, Majelis Ulama negara kita (MUI ) se-Jawa dan
Lampung mendesak pihak-pihak terkait terutama penanggung
jawab acara di televisi untuk segera menghentikan tayangan
"The Master" atau acara sejenis seperti "Master Mentalist"
dan "Master Hipnotis" .
Ketua Komisi Fatwa KH Syafe' i mengatakan, hipnotis
merusak ketauhidan dan akidah umat Islam. Yang dimaksud
MU I , hipnotis yang diharamkan yaitu yang melibatkan unsur
mantra, jin, dan setan. Adapun hipnotis yang ilmiah yang tanpa
mantra hukumnya sah tergantung pada pemakaian nya.
Yang menjadi pertanyaan yaitu ketika hipnotis i l
miah dihalalkan, mengapa acara "The Master" harus dire
komendasikan agar dihentikan? Sebab acara ini tidak
melibatkan unsur mistik. Nuansa yang (seolah-olah) dibuat
mistik itu hanyalah bumbu sebuah tayangan agar terkesan wah
dan lain daripada yang lain. Dalam konteks stage hypnosis atau
hipnotis panggung, hal ini wajar-wajar saja.
Acara "The Master" sesungguhnya lebih identik dengan
"kecerdasan" logika dibanding unsur magis yang semestinya
menantang khalayak untuk berpikir cerdas sekaligus arif.
Semisal, ketika kita menyaksikan seorang Master mampu
membengkokkan linggis, kenapa kita tidak menganalisis hat
itu secara i lmiah? Misalnya mempertanyakan apakah linggis
itu asli? Bagaimana jika linggis itu disediakan oleh penonton
1 07
atau pihak luar yang tidak terlibat dalam acara ini ?
Ketika melihat suatu hal yang menakjubkan lalu kita selalu
mengaitkan dengan sesuatu yang metafisis, ini menjadi tidak
relevan di tengah kemajuan ilmu dan teknologi . Otak harus
dibiasakan berpikir kritis, sebab berpikir secara tradisional
cenderung pada buruk sangka (su 'udzon ) bahkan sering
menimbulkan fitnah bagi pihak lain .
Setelah merdeka selama 64 tahun, sudah seharusnya
kita menjadi bangsa yang cerdas dalam menyikapi segala
sesuatu, termasuk tayangan "The Master" dan lain- lain yang
memesonakan mata.
Jangan sampai kita memiliki tradisi buru-buru "menolak
atau menerima" secara ekstrem sesuatu yang belum dimengerti
yang justru menjadi catatan sejarah lucu bagi anak cucu.
Seperti bangsa tertentu yang menolak kehadiran televisi
hanya sebab mengira proses munculnya gambar pada layar
televisi itu dianggap ada bantuan j in. Atau majikan di Timur
Tengah yang memenjarakan sopir asal negara kita sebab ber
main sulap untuk menghibur anak-anak majikan. Sulap itu
dianggap sebagai sihir.
Tentang salah analisis , sesekali juga dialami kelompok
ilmuwan sekalipun . Seperti Muhammad Isa Daud dalam buku
larisnya Dialog dengan Jin Muslim menulis, bahwa David
Copperfield saat main ilusi menggunakan bantuan beribu
ribu jin. Padahal, yang di lakukan ilusionis Amerika itu murni
teknologi .
Langkah MUI
Berkaitan dengan hipnotis, MUI tampaknya sudah cukup
1 08
bijaksana dengan membagi hipnotis yang mubah dan yang
diharamkan. Walaupun fatwa itu semestinya tidak harus dikait
kan dengan rekomendasi penghentian acara "The Master"
yang 1 00 persen ilmiah .
Tentang hipnotis yang dikategorikan sebagai alat bantu
tindak kejahatan , tampaknya juga perlu dikaji ulang sebab
dalam praktiknya kejahatan yang disinyalir menggunakan
hipnotis itu, pelaku sebenarnya bukan dari kalangan orang
yang memiliki ilmu dalam pengertian ngelmu yang melibatkan
jin.
Para pelaku gendam yaitu orang yang memiliki skill
di bidang persuasi dari faktor pergaulan dengan seniornya.
Kemampuan memperdaya orang lain itu sebab faktor "ke
biasaan" saja. lni tidak beda ketika calo di terminal saat
"memengaruhi" calon penumpang yang SDM-nya terbatas dan
yang tidak menguasai medan, sehingga mau saja beli tiket bus
yang bukan jurusan yang seharusnya dinaiki .
Hipnotis atau gendam jalanan berproses sebab faktor
nyali dan terlatihnya sang pelaku serta faktor lemahnya
mental dan wawasan calon korban. Pelaku penipuan yang
disinyalir menggunakan "hipnotis" di jalanan yang benar
benar menggunakan piandel rnagis, persentasenya justru
sangat kecil.
lstiqamah Hipnotis atau gendam pada warga kita
hanya digunakan untuk isti lah penyebutan sesuatu yang
dianggap ajaib yang terkait dengan upaya memperdaya orang
lain.
Dalam ilmu metafisika, i lmu khusus untuk gendam se
benarnya sulit ditemui atau bahkan tidak ada . Yang ada
1 09
hanyalah i lmu "peluluh hati" yang semestinya diprogram
untuk kebenaran.
l lmu yang kemudian dikenal sebagai gendam awalnya
yaitu " l lm u Pemanggil " dan " l lmu Peluluh" yang pada
umumnya digunakan nelayan untuk mengundang ikan saat
hendak berlayar menangkap ikan, atau bahkan pengundang
burung walet.
l lmu ini hakikatnya positif. Programnya agar orang
kalap dapat ditenangkan, meminta hak yang tertahan ditarigan
orang bakhil, menasihati agar meresap ke dalam hati , atau
agar hewan (dan manusia) lebih kompromi, atau balita yang
rewel dapat ditenangkan sehingga bisa tertidur.
l lmu semacam ini pada umumnya dikuasai oleh pribadi
pribadi yang sudah mapan . Mereka bisa berasal dari golongan
spiritual yang berbeda, namun kemapanan hati (istiqamah)
menjadi standar ilmu ini mapan dan matang, sehingga
mustahil j ika orang yang masih kluyuran dari satu terminal
ke terminal lain menguasai ilmu semacam ini.
-A. Masruri , praktis i h ipnoOs dan pengamat masalah
metafisika, tinggal di Sirahan, Cluwak, Pati
1 1 0
11
Gendam Supranaturat
Dalam pewayangan, gendam dikisahkan ketika Dewi
Kunthi diberi ajian gendam oleh gurunya . J ika
mantera dari ajian itu dibaca, maka siapa pun yang dikehendaki
datang dan menuruti kehendaknya. Tidak terkecuali apakah
yang dituju itu dewa sekalipun. Berbekal aj ian gendam itu,
Dewi Kunthi dapat memanggil dewa-dewa yang kemudian
memberikan beberapa putra yang kemudian dikenal sebagai
Pandawa Lima.
Tetapi ilmu gendam bukan hanya ada dalam ceri ta
pewayangan saja. l lmu ini ada pada setiap aliran mistik dan
bisa dipelajari . Pada dasarnya, i lmu gendam yaitu i lmu
batin yang digunakan untuk memanipulasi dan memengaruhi
kehendak orang lain . Gendam dipercaya sebagai ilmu yang
dapat memengaruhi alam bawah sadar manusia. Orang yang
terkena ilmu gendam akan menuruti keinginan si pemilik ilmu
gendam ini .
Dalam kisah para sufi j uga dikenal tokoh-tokoh yang
memiliki skill dalam hal meminta sesuatu (uang) dengan ber
bekal kelebihan yang mereka miliki . Misalnya, Sayyid Fajar
al-Majdzub (Abad ke- 1 0) , dikenal sering meminta uang kepada
orang lain. Bila uang sudah terkumpul, uang itu dibagi-bagikan
kepada orang yang membutuhkan dan janda-janda.
Tak jarang, uang itu dengan seenaknya dipendam di pe
karangan tetangganya. Uang itu ditinggal begitu saja dan bi-
1 1 1
sa diambil oleh orang yang membutuhkan. Tidak hanya itu,
Sayyid Fajar - sebagaimana diceritakan oleh Jamal al-Din lbn
Syaykh al- Islam Zakariyya al-Anshari - dalam meminta (uang)
ia sering melakukan dengan cara memaksa . Jumlahnya pun
harus sesuai dengan yang dikehendaki .
Syaikh Wahisy al-Majdzub (9 17 H) lain lagi . Apabila Syaikh
melihat pejabat negara yang kebetulan lewat, ia segera
menurunkan pejabat itu dari keledainya (himar) , dan ia
menyuruh pejabat itu memegang kandali kepala himar ini
untuk dirinya. Lalu terjadilah hal yang di lematis, sebab jika
menolak perintah tadi, maka Syaikh membuatnya kaku di atas
bumi hingga tidak bisa pindah dan bergeser selangkah pun.
Namun jika orang ini mengikuti perintahnya, maka ia
akan mendapat malu besar dari orang-orang yang lewat dan
melihat kejadian itu.
Doa Peredam
Sebenarnya, apa yang disebut hipnotis, gendam, cablek,
itu hanyalah istilah yang diberikan manusia. Dan pemberian
istilah itu ditentukan dari latar belakang budaya mereka. Yang
pasti , manusia dengan taraf spiritualnya memercayai adanya
kekuatan magis yang muncul dari sebuah laku prihatin, apakah
itu doa, mantra, wirid, hizib, dan sebagainya.
Kalau di negara kita, ada dua kelompok organisasi ke
warga an terbesar di negara kita yang secara umum dikenal
familier dengan amalan-amalan yang bersifat batin. Kelompok
ini disebut ahlu sunnah. sedang kelompok yang terkesan
menjaga jarak dengan amalan-amalan disebut kelompok
wahabi. Namun dalam hal urusan doa yang not a bene ageman
1 1 2
pribadi, sering kali tidak dibatasi dari organisasi mana mereka
berasal .
Dalam sebuah acara di sebuah televisi swasta nasional,
Pak Mahfudz MD mengisahkan bahwa dia memiliki doa yang
diberikan oleh Gus Dur. Ketika doa itu diucapkan, saya terse
nyum sebab kebetulan saya juga mengamalkan doa itu, walau
dengan cara yang berbeda.
Saya menjadi maklum mendengar penuturan Pak Mahfudz
MD saat membahas doa itu sebab beliau berasal dari daerah
Madura dan dekat dengan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama.
Namun, saya menjadi kaget ketika membaca sebuah buku
autobiografi Amin Rais: lnilah Jalan Hidup Saya tulisan Bagus
Mustakim dan Nurhuda Kurniawan yang diterbitkan oleh
penerbit lnsan Madani .
Dalam buku ini tertulis, ketika Pak Amien sedang
menghadapi masalah terkait majalah Risalah sehingga
dipanggil untuk menjalani interogasi, dalam perjalanan ke
Semarang, Pak Amien tidak pernah lepas dari doa yang ada
dalam Surat al-isra' : Rabbi adkhilni mudkhala shidqin wa
akhrijni mukhraja shidqin waj'al Ii f!Jin ladunka sulthana
al-nashiran. Doa itu oleh Pak Amien diyakini sangat dahsyat,
sebab sesampai Semarang, PakAmien justru berani memben
tak para "serdadu " yang jaga gardu di depan.
Sambil berkacak pinggang Pak Amien bertanya, "Di mana
kantor Saudara Si litonga !?" Setelah diberi tahu, dengan
langkah tegap ia melangkah menuju ruang interograsi . Pintu
nya digedor sangat keras oleh Pak Amien, sehingga penghu
ninya kaget.
Diyakini berkat dari doa itu rupa-rupanya sorot mata para
1 1 3
aparat itu menjadi redup. Dengan bergaya seorang jawa, ser
dadu itu membungkuk-bungkuk mempersilakan Pak Amien
duduk.
"Duduk? Duduk apal l ni kan banyak kursi l Tolong diberi
tahu kursi mana yang harus saya duduki ! ?" kata Ami en Rais.
Kemudian serdadu itu mencoba memainkan psikologi Pak
Amien dengan mengatakan, "Terima kasih sudah datang. Duduk
dulu. Saya akan ada keperluan di luar. Mungkin dua hingga
tiga jam saya baru pulang. "
Pak Amien lalu membentak, "Eh bung! Jangan main-main
dengan sayal Sekarang juga harus diselesaikan apa keperluan l
sebab saya jam 4 sore harus sudah berada di Yogyakarta. "
Dengan bentakan itu, serdadu itu sedikit kalah. Dia kemu
dian masuk dalam ruangan khusus. Begitu duduk, Pak Amien
kemudian membuka tas lalu mengaktifkan tape recorder.
Serdadu itu tampak kaget dan bertanya, "Pak Amien, untuk
apa Anda merekam?"
PakAmien menjawab bahwa siapa pun harus jujur dalam
interogasi , jadi semua pertanyaan dan jawaban harus direkam
agar di pengadilan tidak ada kebohongan. Selain itu PakAmien
punya atasan yang bernama rektor, dekan, dan juga Menteri
Pendidikan, jadi, ia tidak mau dituduh subversi .
Pak Amien mengatakan, entah sebab daya magis doa
yang dibaca tanpa henti itu, tiba-tiba serdadu yang ditugaskan
mengmterogasi kemudian menjadi melembek bahkan berkata,
"Sudahlah PakAmien . Kalau begitu tidak ada pertanyaan lisan.
Saya kira cukup tertulis, jumlahnya 1 0 pertanyaan saja. "
Sesaat kemudian komandan dari petugas yang mengin
terogasi itu datang, dan dengan sangat santunnya berbicara
1 1 4
halus dan mengucapkan terima kasih sebab Pak Amien sudah
mau mendatangi panggilan mereka. Mereka yakin kalau Pak
Amien tidak bersalah sama sekali .
Pak Amien kemudian pulang dan merasa sangat bahagia.
Dibandingkan teman-temannya yang "dikamu-kamukan dan
dibentak-bentak" ternyata ketika berhadapan dengan Pak
Amien di tempat yamg sama, dengan interogator yang sama,
suasananya berubah sangat drastis. Momen kritis itu oleh Pak
Amien diyakini terselesaikan dengan kekuatan doa.
Momen kritis lain yaitu ketika Pak Amien sebagai staf
ahli majalah Risalah mulai disidangkan di pengadilan Ne-geri
Sleman dalam status sebagai seorang saksi , lagi- lagi untuk
memperlancar proses, Pak Amien juga membaca doa seba
gaimana ini itu berulang-ulang. Malam sebelum sidang,
PakAmien menjalankan shalat laH (shalat malam) dan setelah
itu membaca doa sebanyak-banyaknya.
Beberapa pendukung Pak Amien yang menyaksikan drama
satu babak ketika PakAmien bersaksi di depan hakim Pengadilan
Negeri Steman atas pertanyaan jaksa itu, mengatakan bahwa
tampaknya sidang jadi berbalik. Pak Amien jadi jaksanya dan
jaksanya jadi saksi . ·
Momen kritis lainnya lagi terjadi ketika PakAmien menjadi
ketua MPR. PakAmien diberi tahu bahwa saat akan memimpin
Sidang Umum MPR tahun 2000, akan ada hujan interupsi yang
di lakukan secara sistematik, supaya Pak Amien mengalami
mental breakdown. sebab akan dipermalukan sebagai ketua
MPR yang tidak becus mengendalikan sidang, Pak Amien
membaca beberapa surat Alquran kemudian shalat laH, dan
pergi ke gedung MPR dengan membca doa yang menjadi
1 1 5
andalannya.
Persis seperti yang diperkirakan, begitu Pak Amien me
ngucapkan salam dan selamat pagi , ada belasan tangan yang
mengacungkan jari sambil meneriakkan kata interupsi . Ketika
PakAmien memelototi satu per satu , mereka kemudian duduk
dan tidak menunjukkan posisi yang menantang apalagi provo
katif.
Dengan suara yang tenang Pak Amien mengatakan :
"Saudara-saudara, tidak masuk akal kalau saya baru mengu
capkan salam sudah diinterupsi . Jadi, apa yang diinterupsi .
Jadi mohon tenang dulu. Anda wakil rakyat yang terhormat.
Jutaan mata melihat sidang MPR kita ini . Beri kesempatan
kepada saya untuk menyelesaikan pokok-pokok pikiran yang
akan saya sampaikan. " Setelah itu, tidak ada satu pun interup
si sampai sesi pagi itu selesai dengan baik.
Banyak wartawan yang kemudian bertanya: "Pak Amien ,
apa rahasianya Pak Ami en bisa menenangkan belasan anggota
DPR yang kelihatan beringas itu?" Dengan rendah hati Pak
Amien mengatakan, "Yang saya lakukan yaitu memohon
kepada Tuhan supaya saya bisa masuk dan keluar di tempat
yang sejahtera, dan diberi kekuatan supaya bisa memenangkan
langkah-langkah saya itu . "
Sluman. Slumun, Slamet
Di depan, saya menulis pengalaman spiritual Pak Amien
Rais saat beliau masih sebagai dosen di UGM tentang doa yang
diambil dari Surat al- lsra' : Rabbi adkhilni mudkhala shidqin
wa akhrijni mukhraja shidqin waj 'al ti min ladunka sulthana
al-nashiran.
1 1 6
Berbeda dengan yang diamalkan Pak Amien Rais , Pak
Mahfudz MD j uga menyinggung doa itu dalam sebuah acara
di televisi . Pak Makhfudz memeroleh doa ini dari Gus
Dur, tetapi membacanya dengan awalan kalimat Allahumma.
Sehingga menjadi : Allahumma adkhilni mudkhala shidqin
wa akhrijni mukhraja shidqin waj'al Li min ladunka sulthana
al-nashiran.
Arti dari doa ini yaitu : Ya Tuhanku, masukkanlah
aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku
secara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi
Engkau kekuasaan yang menolong.
Penjelasan dari doa yang diamalkan dengan awalan
yang berbeda (namun memiliki arti yang sama) bahwa yang
diamalkan oleh Pak Amien yaitu teks asli yang terdapat
dalam Alquran, sedang versi Gus Dur a tau Pak Ma hf udz MD
yaitu lqtibas yaitu meniru-niru atau mengutip sesuatu dari
Al-Quran atau hadits, lalu disertakan ke dalam suatu kalimat
prosa atau syair tanpa dijelaskan bahwa kalimat yang dikutip
itu dari Alquran atau hadits.
Di lingkungan pelaku mistik, metode iqtibas ini lazim
dilakukan . Hal itu disikapi sebagai "meniru" atau "mengutip"
bagian dari Alquran tetapi tidak dikategorikan sebagai ayat
Alquran. Dan sudah tentu tidak diniatkan untuk mengubah
apalagi melecehkan ayat Alquran .
Dalam mistik jawa, suatu mantra yang ditujukan untuk
mendapatkan "mlebu, metu, apik" sebagaimana arti dari
doa yang bersumber dari surat Al- lsra' di atas disebut dengan
doa "Sluman, slumun, slamet". Yaitu doa untuk memeroleh
kebaikan saat memulai dan kebaikan saat mengakhiri suatu
1 1 7
urusan. Khusus untuk doa ini, berdasar artinya, seseorang
yang mengamalkannya insyaallah akan memeroleh empat hal,
yaitu :
• Memulai dengan cara yang baik.
• Mengakhiri dengan cara yang baik.
• Memeroleh kekuasaan .
• Memeroleh pertolongan.
Saya memeroleh ijazah atau pengesahan doa ini dari
seorang guru spiritual dalam konteks hizib, yaitu rangkaian
doa-doa perlindungan dalam "Hizib Maghrobi" . Doa ini
terdapat pada hizib tahap kedua dengan kaifiyah atau metode
pengamalan yang khusus, yaitu membacanya secara rutin
(istiqamah) minimal tiga kali pada saat menjelang pergantian
petang dengan malam (waktu maghrib ) .
Setiap pribadi memiliki pengalaman spiritual berbeda
dengan doa atau amalan yang diyakininya. "Keajaiban" yang
dialami seseorang melekat pada tingkat sosial dan spiritual
yang ada pada dirinya. l lmli itu menyesuaikan dengan wadah
atau pribadi pelakunya.
Artinya, Pak Amien berani membentak dan menjatuhkan
mental aparat yang menginterogasinya, atau mampu meredam
dengan "pelototan" matanya beberapa anggota MPR yang
hendak mengacaukan jalannya sidang dengan hujan interupsi ,
maka hal itu tidak mungkin mampu saya lakukan, walaupun
doa yang diamalkan itu sama.
Pengalaman spiritual pribadi terkait dengan doa ini ,
pernah saya alami , ketika saya harus meminta kembali
uang Rp1 1 . 500.000, - dari seseorang yang berprofesi sebagai
pemeras . Uang dikembalikan utuh tanpa ada perdebatan
1 1 8
maupun perlawanan fisik. Bahkan saat saya datangi secara
baik-baik, saya melihat tangannya bergetar. Kejadian i ni
oleh teman-teman dianggap tidak lazim, sebab selain dia
jago berdiplomasi , pelaku juga memiliki anak buah yang siap
menerima komando.
Saat akan masuk "kandang macan" itu, saya bermodal
yakin bahwa doa saya sepanjang perjalanan (lebih dari dua
jam) itu, jika dikabulkan Tuhan maka dapat mempertemukan
saya dengan "masuk secara benar, dan
.
keluar pun secara
benar" dan "memeroleh kekuasaan yang dapat menolong".
Seperti doanya orang Jawa, Sluman, slumun, slamet.. . . Masuk
dan keluarnya memeroleh selamat.
Gendam .. Galam ..
Secara tradisional, kekuatan gendam itu dapat dibangkitkan
dengan laku batin melalui bacaan-bacaan tertentu. Tetapi
perlu diketahui bahwa posisi dari bacaan atau "ayat" itu dalam
mistik Jawa masih sebagai "oyot" atau akar.
Pada sebuah pohon, akar berfungsi sebagai penyangga
sekaligus yang menghidupi pohon itu. Apakah pohon itu mampu
bertahan hidup dan berbuah, semua ditentukan oleh akar
yang bertugas menyerap makanan dari dalam tanah kemudian
menyuplainya ke seluruh bagian pohon, mulai dari kulit, kayu,
daun, dan buah .
Akar yaitu bagian terpenting dari ma ta rantai kehidupan
sebuah pohon . Atau dalam kaidah ilmu hikmah disebut dengan
kalimat : Tiada warid (buah) tanpa wirid (bacaan) . Bacaan
atau amalan wirid diibaratkan sebagai syariat, sedang
warid yaitu hakikatnya .
1 1 9
Seseorang tidak mungkin mencapai hakikat atau merasa
kan manisnya buah suatu ilmu tanpa melalui proses dasar
terlebih dahulu. Dalam hal ini , bersungguh-sungguh dalam
mengamalkan suatu konsep i lmu, apakah itu doa, wirid
rutin, dan bentuk laku lain (puasa) yang diajarkan guru yang
membimbingnya.
Bacaan yang biasa diamalkan untuk gendam atau disebut
i lmu pelu luh, pada umumnya bersumber dari kitab suci
yang memiliki arti mendekati dari tujuan amalan ini
diamalkan . Misalnya, seorang guru pernah memberikan
ijazah atau pengesahan ilmu kepada saya sebagai berikut :
Wakallamallahu musa taklma. lnnan; anallah. La ilaha Wa
ana fa 'budni. Yang artinya : Ket;ka Tuhan berfirman kepada
Musa dengan langsung. Sesungguhnya Akulah Tuhanmu. Tfoda
Tuhan selajn Aku, maka sembahlah Aku.
Amalan ini diambil dari surat An- Nisa dan surat
Thaha. Cara mengamalkannya dibaca sebagai amalan rutin
setelah shalat maghrib dalam jumlah tertentu . Kem udian
di saat menghadapi orang yang hendak di luluhkan hatinya,
dibaca dalam hati atau secara lisan (perlahan) .
Jika energi dari bacaan in i sudah ditabung, diyakini
mampu menundukkan hati orang yang dikehendaki , sehingga
nasihat atau saran yang disampaikan itu mudah diterima dan
masuk dalam hati sanubarinya.
Saya memeroleh amalan ini dari seorang guru agama di
sebuah desa kecil , tidak jauh dari desa saya ketika suatu saat
di daerah saya ada seseorang yang didakwa warga sebagai
pelaku santet. Hasil pengamatan saya terhadap orang ini
hanya terkena fitnah akibat keawaman masya-rakat dalam
menganalisis penyakit, ditambah sikap menerima informasi
1 20
dari pihak yang diyakini "orang pintar" hingga menyebabkan
orang yang belum tentu bersalah itu didenda Rp1 5 .000.000, - .
Uang sejumlah itu pada tahun 1 998 ni lainya besar, terutama
bagi janda yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Tertarik untuk menolong orang yang dizal imi , saya
mengunjungi seorang guru yang memiliki amalan untuk
meluluhkan hati . Saat itu saya belum menerima istilah
gendam. Asumsi saya terhadap istilah itu masing negatif,
namun oleh guru yang saya datangi itu dijelaskan bahwa
amalan yang dulu didapatkan dari seorang kiai asal Kudus
itu, banyak membantu dalam menyelesaikan masalah yang
berhubungan dengan orang yang berhati keras.
Nasihat beliau yang saya ingat, bahwa ilmu itu warisan
para leluhur dan sangat bagus untuk menolong. Sebagai guru
agama, ia mudah saat menasihati murid-muridnya dan sebagai
orang yang sering didatangi penduduk yang bertanya banyak
hal, ia mudah mengarahkan mereka. Misalnya, orang yang
semula ingin bercerai hanya sebab menuruti hawa nafsu,
dengan dibacakan amalan itu menjadi luluh dan berdamai .
sebab mendapatkan pencerahan yang cocok, ilmu itu pun
saya amalkan . Kasus awal yang saya tangani yaitu membe
rikan pengertian kepada tokoh-tokoh pemuda dan warga
yang sudah telanjur memvonis janda yang diyakini memiliki
ilmu santet. Target membatalkan denda (di bawah tekanan
masa) yang sudah ditandatangani di balai desa pun berhasi l .
Prambayu .. Hijabul Abshar ..
Selain konsep di atas, di lingkungan para santri dikenal
amalan yang memil iki karakter "menutup" pandangan
mata atau panglimunan juga sekaligus menutup mulut dan
1 2 1
melemahkan fisik dan mental lawan . Dalam istilah mistik Jawa
disebut prembanyu atau pupu bayu dalam bahasa Sunda.
Saya bertemu dengan banyak guru atau para pelaku
spiritual yang mengamalkan surat al-An 'am : 1 03 : La tudrikuhul
absharu, Wahuwa yudrikul abshara, Wa huwal-lathiiful khabfr:
Yang artinya : Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata,
sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah
Yang Maha Hal us lagi Maha Mengetahui.
Dari beberapa sumber, saya mendapatkan f ungsi dari
amalan ini dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang menya
rankan dibaca tiga kali setiap usai shalat fardhu. Atau jika ingin
hasil yang lebih maksimal, dilakukan dengan tirakat puasa tiga
hari dengan tanpa makan yang mengandung ruh , dan setelah
usai sh a lat f ardhu (selama tiga hari) itu amalan dibaca dalam
jumlah tertentu . Dan setelah tirakat tiga hari , amalan dibaca
minimal tiga kali pada pagi dan petang.
Orang-orang yang dikenal memiliki kekuatan peluluh atau
disebut gendam, sebagian menjadikan amalan itu seba-gai
pegangan pribadi . Tentu, dari sekian yang saya kenal meme
gang amalan ini lebih banyak yang menggunakannya untuk
hal-hal yang positif.
Gandam Sirap
Sebagian kalangan mengategorikan gendam identik dengan
sirep. Semula saya tidak sependapat dengan kesimpulan itu ,
namun setelah mencoba mempelajari ilmu sirep, saya menye
tujuinya.
Amalan ini saya dapatkan dari tetangga sekaligus sahabat
baik saya, yang memeroleh ijazah dari ayahnya, dan ayahnya
1 22
menerima ijazah dari guru tarekat Naqsabandiyah. Sejarah
i lmu ini dari yang semula dipegang guru tarekat hingga ke
tangan saya menyebabkan i lmu menjadi berubah "rasa",
yang semula diturunkan atas nama "penenang" balita yang
rewel, memasuki era 80-an mengalami pengembangan. Bukan
hanya balita yang dapat ditenangkan, namun orang dewasa
pun bisa.
Bahkan termasuk klien hipnoterapi yang mengalami
gangguan psikis, terlebih lagi yang terkena gangguan mistis, se
hingga sulit mencapai relaksasi sebab ketidakmampuan fokus,
ternyada dapat ditidurkan dengan amalan dari surat Yunus:
81 : -Qala Musa ma ji 'tum bihis-sihr, lnnallaha sayubthiluh,
lnnallaha la yuslihu 'amalal mufsidin- yang artinya : Musa
berkata : Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya
Allah akan menampakkan ketidakbenarannya. " Sesungguhnya
Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan
orang-orang yang membuat kerusakan.
Amalan ini dibaca minimal tiga kali dalam satu hari , dan
dibaca tiga kali dengan menahan napas sambil berkonsentrasi .
Fungsi dari amalan ini untuk menenangkan orang bingung,
stres, terkena gangguan sihir, dan membuat rileks bagi orang
yang terkena pengaruh energi negatif.
Gendam Tradisional
Manusia dari berbagai latar belakang budaya dan agama
menciptakan konsep-konsep supranatural yang kemudian
dijadikan pedoman generasi berikutnya . Proses penemuan
konsep itu , pada zaman dulu tidak berdasar pada olah pikir
- othak athik mathuk - melainkan bersumber dari inspirasi
1 23
yang bersifat i lhami hasi l dari proses laku spi ritual yang
panjang melalui puasa dan bentuk laku prihatin lainnya.
Selain konsep yang bersifat agamis bersumber dari kitab
suci agama, dikenal j uga konsep gendam dari ranah budaya.
Biasanya, produk tradisional ini memiliki konsep yang lebih
unik.
Saya berhasil menemukan konsep gendam yang bersumber
dari ilmu buhun atau tradisional Sunda. Yaitu, selama tiga
pagi (sebelum matahari terbit) seseorang harus melakukan
kungkum atau berendam pada pertemuan dua sungai , dengan
aturan laku sebagai berikut :
• Pertama, dalam posisi berdiri mantra dibaca sembilan
kali .
• Kedua, dalam posisi jongkok (kepala masuk dalam air)
mantra dibaca sembilan kali .
• Ketiga, dalam posisi berdiri lagi , mantra dibaca sem
bilan kali, dan seterusnya hingga mencapai 9 X 9 dalam
posisi : berdiri - menyelam - berdiri - menyelam -
berdiri - menyelam - berdiri .
Selanjutnya setelah "timbul-tenggelam" sambil membaca
mantra, kemudian ke daratan dan tetap membaca mantra
hingga jam 9 pagi , tanpa henti . Adapun mantra yang dibaca
yaitu : Dele dele simandele, Didele sekaU Undek, Direret
sekaU dae, Mangka welas, mangka asih . . . . . dan seterusnya.
Saya banyak melihat orang-orang di pedesaan yang me
miliki kekuatan batin luar biasa, sehingga mampu melakukan
keajaiban yang sulit diterima logika . Saya punya pengalaman
di tahun 1 994 ketika anak saya yang saat itu sudah berusia tiga
tahun mengalami problem pada nafsu makannya. Berbagai
1 24
ob at dari apotek, saya berikan untuk memicu naf su makannya
namun hanya menolong untuk waktu yang sesaat saja. Hingga
kemudian saya disarankan untuk minta bantuan Mbah Wiryo,
tetangga belakang rumah .
Oleh penduduk setempat, Mbah Wiryo dikenal memiliki
keahlian dalam mendongkrak nafsu makan anak-anak yang
dalam istilah Jawa disebut dengan "nyedakke sega dudoh"
yang artinya mendekatkan anak dengan nasi dan sayur. Aneh ,
ketika anak saya sudah makan telur ayam kampung yang sudah
dimantrai Mbah Wiryo, nafsu makannya mendadak naik.
Suatu saat saya mengunjungi Mbah Wiryo untuk minta
ilmunya . Saya yang terbiasa menganalisis suatu kalimat
justru ragu dengan teks mantra yang diberikan . Sebagian dari
teksnya: raiku kaya rembulan tanggal rotas ( wajahku seperti
1 25
bulan tanggal 1 2) .
Mantra ini sekilas tidak ada kaitan dengan kemampuan
"memengaruhi" orang lain , tetapi lebih dekat dengan ilmu
pengasihan (pelet) dan ilmu awet muda. Dan ketika hal itu
saya tanyakan, Mbah Wiryo mengatakan ilmu itu yang penting
mantapnya hati .
Dengan mantra itu Mbah Wiryo melakukan banyak hal.
Misalnya, mendongkrak nafsu makan anak-anak, memutus
keinginan anak agar tidak menyusu pada ibunya (sapih) ,
memutus ingatan anak terhadap orang tuanya dalam kasus
kematian atau lbu/Bapak yang bekerja ke luar negeri, bahkan
ketika ada anak-anak yang mengalami hambatan nyali sehingga
takut berdiri dan berjalan , dengan makan telur ayam kampung
yang dimantrai , mendadak dapat berdiri dan berjalan .
l lmu seperti yang dikuasai Mbah Wiryo ini juga ada unsur
gendam sebab memiliki efek memengaruhi pikiran . Tetapi
gendam yang dimaksud yaitu gendam yang positif, membuat
anak kepincut atau terpikat dengan nasi dan sayur sehingga
nafsu makannya normal, dan tidak untuk memengaruhi orang
lain untuk tujuan yang negatif.
Orang seperti Mbah Wiryo ini tidak tahu apa yang disebut
gendam . Orang desa menyebut ilmu ini dengan istilah
suwuk atau sebul yang artinya "meniup". lstilah gendam
itu kan isti lah generasi sekarang yang mudah mengakses
informasi dari mass media . Apa kata media, seperti itu pula
kita menyebutnya.
Rahasia Kekuatan Mata
Mata yaitu jendela hati . Apa yang tersimpan dalam hati
1 26
sanubari dapat dikeluarkan melalui pancaran mata. Dalam
pelatihan hipnotis tempo dulu masih terdapat jenis latihan
mata, tetapi dalam konsep hipnotis yang modern, latihan
menguatkan mata itu sudah mulai ditinggalkan .
Latihan mata yang paling dasar yaitu memandang titik
hitam (diameter 2 cm) pada tembok putih. Dan dalam jarak
pandang 1 meter, Anda duduk dengan posisi tubuh lurus (tidak
membungkuk) lalu memandang titik hitam itu . Semakin lama
Anda mampu menahan tidak berkedip , hasilnya lebih bagus.
Di saat memandang tajam titik hitam itu visualisasikan Anda
sedang memandang titik tengah antara dua alis (cakra ajna)
dan ucapkan kalimat-kalimat sugesti .
Perjalanan sejarah masa lalu saya, pernah mengalami
proses latihan seperti itu. Kalimat ini diucapkan berulang-
1 27
ulang dengan suara lirih . Jika mata sudah mulai pedih ,
dipersilakan berkedip. Setelah istirahat sejenak, lalu kedua
tangan melakukan passes (menggosok kedua telapak tangan)
hingga muncul hawa panas. Rasa panas pada telapak tangan
itu kemudian ditempelkan pada kedua mata (dalam posisi
menutup).
Panas telapak tangan akibat passes itu selain dapat
menyegarkan kembali mata yang mulai letih, j uga berfungsi
untuk menghimpun kekuatan magnetism, sehingga mata akan
memancarkan kekuatan misteri yang dapat menundukkan
orang yang dikehendaki .
Kenapa sih harus dengan pancaaran mata ? lni berdasar
pada konsep mistik bahwa Tuhan memberikan mukjizat kepada
Nabi, melalui pancaran matanya. Memberikan keramat kepada
para Wali , melalui pancaran matanya, dan Tuhan memberikan
kekuatan sihir kepada orang yang jahat dan yang tidak beriman
pun , j uga lewat pancaran matanya.
Teknik memandang titik hitam atau api l i l in masih
manusiawi . Yang lebih ekstrem yaitu memandang matahari
pagi atau menjelang petang. Awalnya lumayan menyiksa,
namun lama kelamaan biasa-biasa saja. Soal apakah teknik
latihan itu nantinya berdampak pada kesehatan mata, ya
wasapyaitu . Jika Anda ragu, jangan di lakukan d:}n carilah
cara lain yang lebih aman.
l lmu gendam hampir identik dengan kekuatan mata .
Walau ilmu bersifat netral atau bebas nilai , hati dan perilaku
seseorang menentukan apakah "energi pelu luh" yang
mem;ncar dari mata itu menghasilkan .kekuatan yang masuk
kategori ma'unah yaitu kekuatan yang diberikan Tuhan kepada
1 28
hamba-Nya yang beriman berdasar ridha, atau menjadi
kekuatan sihir, yaitu kekuatan yang diberikan Tuhan kepada
hamba-Nya yang kafir dan disertai murka-Nya.
Tuhan memberikan kebebasan kepada kita untuk memilih
apa pun yang kita inginkan. Namun kebebasan itu dibatasi
dengan kalimat "menanam = memanen" . Apa-apa yang kita
lakukan saat ini, cepat atau lambat pasti buahnya akan kita
petik di lain waktu.
Konsep menahan mata ini , seorang guru menjelaskan
bahwa aktivitas yang bersifat "menahan" itu menghasilkan
energi yang besar. Dari latihan menahan napas, menghasilkan
tenaga dalam; menahan keinginan untuk makan minum (puasa)
membangkitkan kejernihan hati; dari menahan mata (tidak
banyak tidur) indra keenam terbuka.
Bagaimana dengan menahan kedip mata? Sudah tentu
membangkitkan kekuatan magnetis yang luar biasa. sebab
kedipan mata itu yaitu perkara ringan , yang siapa pun
bisa melakukannya setiap 5-7 detik secara tidak sengaja
(refleks) .
Jika kebiasan itu dilatih untuk dikendalikan, tentu ada
bonus bagi diri Anda. Untuk hasil yang lebih maksimal, para
pelaku mistik dapat mengombinasikan antara menahan napas
dan kedipan sekaligus, dan disertai membaca mantra atau
bacaan apa pun yang diyakini mampu membangkitkan ke
kuatan supranatural.
Konsep gendam dari aliran tradisional menempatkan sorot
mata menjadi hal yang vital, sedang gendam versi "padang
pasiran" lebih tertumpu pada kekuatan (kerutinan ) doa dan
kedisiplinan dalam sebuah laku.
1 29
12
Bagaimana Menguasai Gendam?
Mempelajari gendam tidaklah rumit. Kuncinya harus
yakin dan tekun dan sebagai penunjang, wawasan
harus diperluas. Tentang berat ringannya proses latihan itu,
tergantung jenis yang diinginkan .
Konsep penggalian energi gendam itu sangat beragam.
Ada yang dengan melakukan kungkum dengan membaca
mantra-mantra tertentu, puasa sekian hari , dan ada yang
cukup dengan membaca bacaan yang diyakini mengandung
kekuatan gaib. Tetapi untuk melalui semua itu, seorang murid
harus melakukan ijazah atau dibimbing langsung oleh orang
yang sudah menguasai ilmu yang diajarkannya.
Tentang ljazah
ljazah dapat diartikan sebagai proses pengesahan ketika
seseorang mempelajari suatu i lmu dari ja lur spiritual .
Pada saat itu seorang guru mengajarkan suatu ilmu kepada
seseorang melalui proses seleksi .
Pada umumnya, proses ijazah atau serah terima ilmu itu
di lakukan dengan cara, murid menghadap guru atau dengan
cara lain yang disesuaikan dengan kondisi zaman . Pada zaman
teknologi ini , ijazah melalui telepon atau perangkat teknologi
yang lain tentu bisa saja terjadi sepanjang ada kesepakatan
1 3 1
di kedua belah pihak, dan itu sah-sah saja.
Pada saat ijazah itulah, guru memberikan berbagai petun
juk bagaimana suatu i lmu itu harus diamalkan oleh muridnya.
Terkadang, serah-terima ilmu itu di lakukan dengan cara sa
ling berjabat tangan . ltu jika ijazah ilmu di lakukan secara
langsung. Guru mengucapkan mantra atau amalan secara lisan
dan murid mengikutinya.
Dapat juga pemberian ijazah itu menggunakan cara lain
yang lebih praktis, namun kurang sakral. Yaitu , guru cukup
memberikan catatan amalan berupa doa, aurad , mantra, dan
berikut cara mengamalkannya.
Yang pasti , setiap guru memiliki tradisi yang berbeda
dalam memberikan ijazah kepada muridnya. Ada guru yang
menerapkan cara serba sakral dan dibuat sesulit mungkin,
namun ada j uga guru yang menerapkan cara berijazah yang
lebih sederhana.
Di kalangan para guru, ijazah yaitu start awal sebuah
penanaman keyakinan (alto-auto sugesti ) kepada muri d .
Pada saat ijazah sedang berlangsung, itulah saatnya murid
mengalami proses "cuci -otak", yaitu program awal seseorang
membentuk pikirannya terkait dengan keilmuan yang dipela
jarinya .
Sebagian orang meyakirii , selama proses ijazah itu berlang
sung, saat itu terjadi penyaluran atau perpindahan energi ilmu
dari guru kepada muridnya dengan tanpa mengurangi energi
sang guru , bahkan energi guru itu justru bertambah .
Bagi kalangan orang awam, proses ijazah ini boleh jadi
memunculkan pertanyaan yang terkadang disertai kecurigaan
adanya trik manajemen spi ritual. Sering muncul pertanyaan ,
1 32
kenapa untuk urusan i lmu seseorang harus berijazah pada
sesama manusia? Bukankah ilmu itu milik Tuhan, kenapa harus
"diminta" kepada manusia?
Dalam hal ini , para guru berpendapat, mempelajari i lmu
batin, tradisi jjazah bertujuan untuk mencari mantapnya hati.
Siapa pun yang ingin mengamalkan suatu ilmu, dari mana pun
sumbernya, sepanjang ia meyakininya maka hukumnya sudah
sah , dan bisa. Namun demikian, menurut banyak pendapat
bahwa belajar suatu ilmu melalui proses ijazah, hasilnya tentu
lebih baik, aman , dan sempurna.
Untuk masuk dunia metafisik, dalam hal ini yaitu
mempelajari ilmu yang supranatural (ghaib), Anda tidak
mungkin meraihnya dengan menggunakan kemampuan logika.
Metafisika bukan ilmu pasti . Rumusnya: tidak selalu 1 + 1
= 2. Dalam rumus metafisik, hasil penambahan dapat saja
menghasilkan bilangan yang berbeda-beda, tergantung situasi
dan kondisinya.
sebab itu, 1 + 1 bisa menghasilkan angka 0 (nol = gagal),
dan di lain waktu menghasilkan bilangan 2 (sesuai perkiraan),
namun terkadang menghasilkan angka 3 , 4, bahkan 1 0, yang
berarti hasilnya jauh lebih banyak daripada yang diduga
sebelumnya.
Kekuatan metafisik dapat aktif dan berkembang jika
Anda memulainya dengan keyakinan yang haqqul yakin, dan
bukan keyakinan semu yang dipaksa-paksakan. Untuk itu Anda
harus menggunakan otak kanan (imajinasi , visualisasi , religi,
perasaan , visualisasi ) , sedang otak kiri yang logis (fakta,
data, analisis, kritik) diperankan untuk menunjang imajinasi
dan keyakinan itu .
1 33
Energi Disiplin Diri
Sebuah ritual menimbulkan energi mistik. Prosesnya di
lakukan dengan menanamkan "hipnotis diri " (autosugesti)
melalui bacaan-bacaan tertentu, wirid , mantra, doa hingga
menimbulkan sugesti yang sangat kuat.
Ritual magis menghasilkan tenaga magnetis, yaitu inti
dari kekuatan magis/supranatural yang hasilnya dapat diman
faatkan untuk banyak hal. Proses wirid , doa, atau mantra,
ditinjau dari sisi ilmiah yaitu konsep memotivasi alam bawah
sadar. Sehingga seseorang dapat melakukan aktivitas yang
sering tidak disadarinya atau disebut kalenggahan sebab
hadirnya energi nonpribadi , yang selalu mengendalikan j iwa
dan raga.
Maka, orang yang tekun mengolah j iwa sering tidak
menyadari "prestasi" yang dialaminya, bahkan menurut
pengalaman , saat energi itu bekerj a , terasa kesadaran
berkurang. Terjadinya proses gendam yang murni sernsa sama
sama "mengantuk", baik yang dialami oleh pelaku atau yang
dipengaruhi , dan tahu-tahu . . . . be res I ! !
Hipnotis pada sebagian warga dikonotasikan negatif.
Asumsi orang akan tertuju adegan mata melotot, memengaruhi
o rang lain yang kemudian menyerahkan perhiasan dan isi
dompetnya. Dalam memengaruhi atau "menundukkan" orang
lain , antara hipnotis yang modern dengan gendam memiliki
perbedaan . Hipnotis modern hanya mampu memengaruhi
orang yang ingin dipengaruhi (untuk kepentingan terapi ) ,
sedang hipnotis tradisional mampu memengaruhi orang
yang menolak sekalipun.
1 34
Repetisi : Doa dan Mantra
Posisi mantra atau jenis bacaan tertentu yaitu "alat
bantu" . Mantra atau bacaan-bacaan itu bukan satu-satunya
yang menimbulkan kekuatan . Dalam bahasa yang lebih
sederhana, "katamu yaitu doamu" . Artinya, ucapan lisan
yang terprogram yaitu kekuatan insaniah yang dapat
menghasi lkan kekuatan l lahiyah. Kaidah ini dalam hipnotis
modern disebut autosugesti.
Jika hipnotis modern lebih tertumpu pada teknik verbal,
hipnotis tradisional memengaruhi subjek (sasaran) dengan
energi batin melalui tatapan mata, gelombang suara dan energi
lembut yang memancar dari badan halus. Para ahli hipnotis
tradisional pada umumnya mempelajari ilmu metafisika yang
"berkarakter meluluhkan" .
Kunci sukses dari mengolah ilmu supranatural harus dise
suaikan tahap spiritual seseorang. Orang yang lebih dekat pada
animisme-dinamisme harus melakukan ritual "aneh-aneh",
sedang orang modern lebih akrab dengan metode yang
dapat diterima akal, melalui pernapasan, konsentrasi, dan
orang religius melalui wirid atau doa.
Mistik yang berkembang pada u m u m nya mem i l i ki
tahapan:
• Japa mantra (pemujaan pada alam, tokoh sakti, dan
keakuan) .
• Riyadah bentuk disiplin diri, mengurangi kenikmatan
duniawi , puasa, dsb.
• Mantra rel igius (kombinasi mantra budaya dan
religi )
• Aurad (doa rangkuman oleh orang suci , jaljalut, hizb,
1 3 5
asmak, ayat sud)
• Doa, religi murni (dari hadits dan Alquran atau kitab
suci yang lain)
Gendam ternyata mengusik banyak kalangan. Ada pihak
yang meragu kan bahwa proses itu bukan sebab unsur
magis, melainkan teknik komunikasi dengan memanfaatkan
"kebodohan" calon korban saja.
Saya memberikan argumentasi keberadaan gendam
itu sebagian masih masuk kategori metafisis sebab rumus
ilmiahnya belum ketemu. Misalnya dalam kasus sapih yang
metodenya cukup dengan memberikan makanan atau minuman
yang suCJa, . diberi energi . Maka anak yang disapih itu tiba
tiba mogok menyusu , bahkan takut saat melihat puting susu
ibunya.
Pertanyaannya yaitu , kenapa anak itu tiba-tiba tidak
mau menyusu? Padahal ia tidak dibujuk-bujuk oleh terapisnya.
Nah, j ika hanya dengan "tiupan" saja dapat memengaruhi
prilaku secara tiba-tiba, menunjukkan ada energi yang meme
ngaruhinya.
Gunakan Falsafah Menabung
l lmu yang digali melalui jalur wirid atau membaca suatu




