• www.coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • www.kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

  • www.berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Gendam 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gendam 3. Tampilkan semua postingan

Gendam 3

 


nomor luar kota itu yaitu  orang 

desa, namun ketika kaca jendela dibuka dan ada yang 

berani "membentak" asumsi dari petugas itu, wah ini 

pangkatnya lebih tinggi dari saya. 

Manusia tidak tahu pasti , sebuah fenomena itu masuk 

kategori yang mana. Dari enam kasus yang kami bedah 

dengan teman dari banyak profesi ,  disimpulkan bahwa tidak 

semua fenomena itu layak dikategorikan logis, namun juga 

tidak semua dikategorikan mistis. Akhirnya, terserah kepada 

pembaca bagaimana memersepsikannya. 

Refleks & Tranche 

Menurut pengakuan Budi dan Sanjaya, keduanya memiliki 

pengalaman yang hampir sama pada saat menghadapi masa­

masa sulit seperti ketika ia turun dari becak kemudian me­

nepuk bahu orang yang mengancamnya, atau ketika ia harus 

"menodong" untuk dana suatu acara dan pengalaman lain yang 

tertuang di atas, yaitu keduanya mengalami kondisi tranche 

dan gerakannya sering tidak mereka sadari . 

Orang Jawa menyebut proses trans yang menghasilkan 

gerak. refleks itu sebagai ora njarak atau tidak sengaja, ora

karepe dhewe atau tidak kehendak sendiri . Ada yang menye­

but sedang kalenggahan atau ketempatan energi nonpribadi 

yang menuntunnya. Nah, siapakah yang "menduduki"  mere­

ka? Wallahu a'lam. Untuk semua aktivitas yang baik-baik, 

semoga itu bagian dari kodrat Tuhan . .... bukanlah engkau 

yang melempar, melainkan Allah juga yang melempar ketika 

engkau melempar (Al-Anf al: 17). 

Tentang gerakan yang "tidak sengaja" alias refleks ini 

dapat Anda simak pada bab lain dalam buku ini.  Pada bab 

"Profil Mbah Modin", Mbah Modin menjelaskan bahwa dalam 

kondisi dia harus melakukan tindakan untuk menenangkan 

orang histeris, ia mengandalkan apa yang disebut sebagai 

93  

"petunjuk" dari Tuhan. 

Walau belum sekelas pengalaman yang dialami Budi , 

Sanjaya , dan Mbah Modin , sesekali saya juga merasakan 

pengalaman yang hampir serupa. Pada saat yang kritis harus 

menyelesaikan suatu persoalan, kondisi tranche itu benar­

benar masuk, dan saya merasakan ada kekuatan yang mengen­

dalikan hingga waktu dan gerakan terasa begitu cepat dan 

singkat, wus, wus, wus .. . .  

Dan ketika persoalan itu selesai, saya baru sadar bahwa 

saya telah melakukan hal-hal yang secara logika termasuk sulit 

dilakukan. sebab  itu , saya sering bercanda dengan teman­

teman bahwa ketika seseorang melakukan "gendam",  sebab  

hal itu di lakukan dalam kondisi otak blank maka hukumnya 

tidak berdosa. Kenapa? Ya ... sebab  orang yang "akal"-nya 

hilang, itu tidak terbebani dengan hukum. Sekali lagi, ini ha­

nya bercanda saja.  

Pengalaman saya terkait masalah "penggendaman" yang 

mengesankan yaitu  ketika suatu hari saya sedang membezuk 

tetangga sebelah rumah yang sudah 15 hari dirawat di rumah 

sakit, sebab  jatuh dari atas pohon randu. 

Ketika saya sedang bezuk, dokter yang menangani, menga­

jak saya berdiskusi sebab  secara medis kondisi pasien tidak 

menunjukkan adanya kemajuan . Justru semakin hari semakin 

menurun. Oleh dokter saya disarankan untuk membawa pasien 

itu pulang, yang berarti saya harus mencabut slang oksigen? 

Whooo ... ini yang saya tidak mau, sebab  ketika pasien itu nanti 

menemui ajal, saya merasa sebagai pihak yang menyebabkan 

kematiannya. 

Kurang lebih sepuluh menit setelah saya memutuskan 

94 

untuk tidak mencabut slang oksigen, pasien itu menemui ajal.  

lbunya yang sejak awal menunggui anaknya langsung histeris. 

Saya yang pernah belajar gendam, tiba-tiba refleks membaca 

doanya, dan dengan gerakan samar, saya meniup ubun-ubun 

sang lbu itu dalam jarak sekitar satu meter. Saat itu j uga lbu 

itu mengantuk. 

Di saat jenazah anaknya harus diurus, lbu itu malah minta 

bantal dan tikar, kemudian tidur dengan nyenyaknya. Untuk 

urusan jenazah di kamar mayat, saya yang mengambil alih .  Dan 

ketika semua urusan sudah beres dan mobil ambulans sudah 

siap, l bu itu saya bangunkan untuk pulang dan menempuh 

perjalanan 125 km. 

Dalam perjanana pulang itu, lbu itu tampak baik-baik saja.  

Tetapi pada hari yang ke-40, dia menangis sebab  ingatan pada 

sang anaknya menguat kembali . Penyebabnya bisa sebab  

orang Jawa memiliki tradisi peringatan 40-hari , sehingga itu 

mengingatkan pada anaknya, atau sebab  pengaruh gendam 

yang hanya berlaku 40 hari . 

Bisa untuk Damo1 

Pengalaman menggendam itu ternyata tidak berlaku ke­

tika tidak ada suatu masalah yang sesungguhnya. Artinya, 

ketika tidak ada kejadian yang sesungguhnya, ilmu ini  

tidak mampu saya gunakan. 

Sudah berulang kali saya "meniup" orang dari jarak dekat, 

tetapi satu pun tidak ada yang mengantuk apalagi sampai 

tertidur seketika . lni lah yang menyebabkan ilmu yang digali 

dari jalur doa itu , tidak menjual j ika ditawarkan pada sebuah 

seminar atau pelatihan di hotel-hotel.  

95 

Sesuatu yang tidak dapat ditampakkan itu, tidak menarik 

untuk dijual. sebab  untuk menjelaskan hal seperti gendam, 

sirep, ini para pelakunya sendiri juga sering tidak merasa 

memiliki kemampuan itu. Selain itu, data dan dokumentasi 

tentang keajaiban magis sering kali lemah sebab  jarang atau 

bahkan tidak pernah didokumentasikan .  lnformasi seputar 

peristiwa-peristiwa magis, lebih sering dituturkan secara 

pribadi, dari mulut ke mulut. 

Namun demikian, saya yakin suatu saat ada pihak-pihak 

yang melakukan eksperimen seputar masalah yang masih 

(dianggap) supranatural ini . sebab  dari sekian ilmu yang 

karakternya defensif atau yang hanya bereaksi ketika ada 

kejadian kritis ,  terdapat juga ilmu yang ofensif. 

Salah satu dari ilmu gendam yang metodanya saya tulis 

dalam buku ini, juga ada yang dapat dijadikan uji coba, walau 

tidak dalam kondisi ada masalah yang sesungguhnya. Guru 

yang mengajarkan ilmu ini  menginstruksikan, setelah 

murid puasa tiga hari ,  murid diminta untuk melakukan uj i 

coba dengan memindah anak ayam dari eraman induknya. 

Perangai induk ayam yang sedang menetaskan anaknya yaitu  

menyerang. 

Dalam uji coba itu , dapat diketahui apakah ilmu ya:1g 

ditirakati itu sudah masuk atau belum, deteksinya dilihat dari 

perangai induk ayam betina. Jika ayam itu masih berontak 

dan anak ayam pada ribut, si murid diminta untuk mengulang 

tirakat kembali . Namun jika induk ayam dan anaknya tetap 

diam, tidak bereaksi adanya gangguan, itu partanda ilmunya 

sudah berhasil. Murid dianggp sudah lulus. 

Klasifikasi keistimewaan yang diberikan Tuhan kepada 

96 

hambanya dari tingkatan spiritual yang tertinggi ke tingkatan 

bawah yaitu  : mukjjzat, jrhas, karamah, ma'unah, dan yang 

terendah yaitu  sihir atau istijrad. 

Mukjizat yaitu  keistimewaan yang d iberikan Tuhan 

kepada para Nabi dan Rasul. Dalam kitab-kitab suci , dapat 

kita simak sifat dari mukjizat itu ada yang ofensif dan ada 

pula yang def ensif. Ada mukjizat yang dapat dimunculkan 

seiring dengan keinginan para Nabi , misalnya Nabi Nuh as 

dapat melemaskan besi , Nabi Isa as dalam ilmu pertabiban, 

Nabi Sulaiman as mengendalikan angin,  hewan, dan j in .  

Tetapi mukj izat yang diberikan kepada Nabi Musa as 

bersifat defensif. Nabi Musa as dalam kondisi terdesak bahaya, 

ketika bala tentara Fir'aun mengejar sementara di depan 

Nabi Musa dan pengikutnya terbentang lautan , ketika Tuhan 

menurunkan wahyu agar Musa memukulkan tongkatnya ke 

tautan, saat itu Nabi Musa belum tahu apa yang akan terja­

di. 

Dan ketika tongkat sudah dipukulkan, terjadilah peristiwa 

luar biasa (mukjizat) . Lautan terbelah dan Nabi Musa dengan 

para pengikutnya menyelamatkan diri , berlari di dasar lautan 

yang terbelah itu . 

berdasar  sifat dari  mukj izat yang demikian itu , 

mestinya keistimewaan yang diberikan Tuhan kepada manu­

sia juga ada yang hanya bereaksi ketika dalam kondisi kritis, 

namun juga ada yang diizinkan dapat muncul seiring keinginan 

yang memil iki nya atau dalam bahasa Jawa disebut sak 

ciptaningsun dadiyo kersane gustL Wallahu a'lam. 

97 


10

Gendam dalam Guntingan 

Media 

'i:)e lajar berpikir cerdas, mernbiasakan rnenganalisis

sesuatu kejadian tidak hanya berpedoman , pada

berpikir rnistis. Untuk mencari kebenaran, pikiran harus netral 

dan siap untuk rnenerirna rnasukan dari berbagai disiplin ilmu. 

Sikap apriori terhadap i lrnu yang belum dikuasai , hanya akan 

rnendorong seseorang terjebak dalarn kesombongan. 

Saya dan kawan-kawan sudah rnernberikan contoh bagai­

mana menganalisis berbagai kasus yang oleh kalangan awarn 

diklairn sebagai gendarn. Di antara kejadian yang sulit dicerna, 

tetap ada bagian yang dapat dilogikakan. 

Di bawah ini ada beberapa kasus yang saya arnbil dari 

berbagai surnber. Silakan pernbaca untuk rnenganalisis sehing­

ga dapat menyirnpulkan bahwa apa yang disebut gendam di 

jalanan itu terrnasuk perkara yang rnana. Magis atau logis .... 

Parampok Hipnotis ltu Mangincar .Jakarta 

26 Agustus 201 0  

Surnber : vivanews 

Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap dua warga Ne­

gara asing yang diduga pelaku perampokan dengan modus 

hipnotis di Bandar lampung. Mereka yaitu  Memed Sahdi dan 

Hendi, asal Suriah dan Iran. 

99 

Kedua pelaku ditangkap di kawasan Gondangdia dan 

Kemayoran ,  Kamis dini hari tadi , kata kepala bidang Humas 

Polda Metro Jaya, komisaris Besar Boy Rafli Amar di Markas 

Mapolda, Kamis 26 Agustus 201 0. 

Keduanya , jelas Boy, memang ada kegiatan di Lampung 

dan Jakarta . "Ditengarai kedua pelaku ingin melakukan aksi 

serupa di Jakarta, "  kata Boy. 

Ditambahkan dia, saat ini polisi sedang menyelidiki apa­

kah ada tindakan perampokan yang diduga dilakukan para 

tersangka di Jakarta. 

Polisi juga sedang melakukan pendalaman terhadap 

kejahatan dengan modus hipnotis ini .  Kedua pelaku saat ini 

masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya. 

" Kami masih memburu perempuan berjilbab yang terlihat 

di kamera CClV, " kata Boy, polisi pun sudah mengantongi nama 

perempuan berkerudung putih itu . "  l nisialnya A. 

Dua perampok yang ditangkap yaitu  anggota yang 

terdiri dari empat orang. Aksi mereka tercium di Lampung, 

saat menguras Rp 4 juta dari sebuah supermarket di Yukum, 

Lampung Tengah.  

Lalu mereka mengambil uang Rp 500.000 dan voucher 

telepon Rp 1 ,  1 50 juta dari kasir di l ndomart Kali Balok. 

Rekaman CClV membongkar kejahatan mereka. (Adi) .  

Gendam Kasir Toko. Warga Turki Nyaris

Dimassa 

7 September 2008 

Sumber : detiksurabaya .com 

Situbondo- Kej ahatan bermodus gendam atau awam 

1 00 

menyebut dengan istilah hipnotis kembali marak. Kali ini 

pelaku beraksi di sebuah Swalayan di Situbondo dan berhasil 

dibekuk. Pelaku warga Negara Turki bernama Memet Suzer 

(38) tak berkutik saat dikepung oleh warga sekitar. 

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 18. 30 WIB, Sabtu 

(6 /9 /2008) saat seorang kasir swalayan "Rezeki" sedang 

melayani pembeli . Memet yang saat itu bersama anaknya 

berbelanja kebutuhan pokok. Sambil menenteng barang yang 

sudah diborong, Memet juga antre bersama sederet pembeli 

lainnya. 

Saat Mernet gi li ran membayar, tiba-tiba tangannya 

langsung merogoh kotak penyimpanan uang di kasir yang saat 

itu dijaga Filla Puji Astutik (20). Anehnya, Puj i ,  sapaan akrab 

Filla Puji Astutik, sarna sekali tidak menyadari apa yang sedang 

diperbuat Memet. 

Dengan gerakan cepat, Memet berhasil menyambar tum­

pukan uang kertas nominal Rp 100 ribuan dan dimasukkan ke 

saku celannya. 

"Saya baru menyadari setelah uang ratusan ribuan di kotak 

kasir sudah lenyap. Seolah terjaga dari rnirnpi , saya dikagetkan 

dengan teguran salah seorang rekan yang berteriak kalau uang 

di kotak dibawa kabur pembeli , "  cerita Puji kepada polisi yang 

meminta keterangannya, Minggu (7 /9 /2008). 

Saat itu juga sejumlah karyawan swalayan meneriaki 

pria asing yang sudah menaiki mobi l di area parkir toko itu. 

Kegaduhan kian mernanas sebab  beberapa abang becak yang 

ada di kawasan itu juga menggedor kaca mobil Honda Jazz 

warna hitam yang dikendarai pelaku. 

Tak ayal, kaca sarnping dan belakang bernopol B 8355 

1 0 1 

HO pecah berantakan . Demikian halnya bodi samping kanan 

kendaraan itu juga penyok akibat amarah warga. 

Tanpa merasa bersalah , Memet keluar dari kendaraannya 

sembari memberikan tumpukan uang yang telah diambil dari 

laci kasir. Namun ulah warga Turki itu tak mampu meredam 

emosi warga yang langsung menggelandang ke Mapolres 

Situbondo. 

Selain menahan Memet Suzer, polisi juga menyita Honda 

Jazz sebagai barang bukti . "Kita masih berupaya merninta 

keterangan , rneski ada kendala tersangka tidak bisa berkornu­

nikasi dengan bahasa lnggris, apalagi bahasa negara kita . Kita 

j uga telah berkoordinasi dengan Polda Jatirn,  kernungkinan 

untuk mengambil alih kasus ini , "  tegas Kapolres Situbondo, 

AKBP Drs Rudy Kristantyo saat dikonfirrnasi wartawan. (fat/ 

fat) .  

Korban Gendam Asal Pati Telantar di 

Semarang 

Rabu, 1 7  Peb 201 0  20: 1 1  : 38 WIB 

Oleh : Wisnu Adhi Nugroho 

ANTARA - Seorang perernpuan bernarna Dahlia lndah (20), 

warga Dusun Kicir, Desa Wegil ,  Kecarnatan Sukolilo, Pati , 

diduga rnenjadi korban gendarn dua pria tak dikenalnya hingga 

telantar di Kota Semarang. 

Korban yang diternui di Tarnan Tabanas kawasan Gombel 

Semarang, Rabu ,  mengataka n ,  awalnya dia berbelanja 

kebutuhan pokok untuk dijual lagi di Pasar Bitingan, Kabupaten 

Kudus, pada Rabu ( 1 7  /2)  pagi . 

"Saat sedang menunggu angkutan umum, tiba-tiba dua 

1 02 

pria yang mengemudi mobil sedan putih berhenti tepat di 

depan saya berdiri, kemudian meminta saya masuk ke mobil, 

dan saya menurutinya bahkan sampai tertidur, "  katanya. 

la mengaku , sebelum menuruti permintaan mereka 

yang mengaku bernama Slamet dan Aldi itu, tangan kanan­

nya sempat dicubit oleh salah seorang pria ini  . 

Beberapa waktu kemudian atau setelah sadar, katanya, korban 

sudah berada di kawasan Simpang Lima Semarang, sedang  

perhiasan korban berupa gelang dan cincin emas seberat enam 

gram hilang diambil pelaku. 

la mengaku, saat keadaannya masih lemas dan belum 

sadar sepenuhnya, dia bertemu beberapa pemuda yang salah 

satu di antaranya mengaku warga Jalan Brotojoyo, Semarang 

Utara. 

"Setelah itu mereka meminta paksa uang satu juta rupiah 

yang saya simpan di tas, dan saya juga sempat diberi minuman 

beralkohol hingga menuruti permintaan para pemuda terse­

but, " katanya. 

la mengaku , bingung kemudian naik salah satu angkutan 

kota di Simpang Lima tanpa tahu jurusannya, yang ternyata 

sampai di kawasan Taman Tabanas Semarang itu . 

Sutinah, seorang pemilik warung di sekitar Taman Tabanas 

yang menolong korban itu, mengaku, dirinya tergerak memban­

tu korban setelah melihat korban keluar dari angkutan kota 

dengan langkah terhuyung. 

"Saya hanya merasa kasihan melihat korban dengan 

kondisi seperti itu ,"  katanya. 

la mengaku, telah memberi minum korban dan memintanya 

beristirahat beberapa saat di warungnya dan kemudian mela-

1 03 

porkan kejadian itu kepada polisi . 

Kasus itu hingga saat ini masih dalam penanganan jajaran 

Kepolisian Sektor Banyumanik Semarang. s 

Pelaku Gendam Pelajar Diamankan 

PATI - Perempuan yang diduga kuat menjadi pelaku 

pencurian dengan cara gendam,  Jumat (27 / 3 )  diamankan 

jajaran Satreskrim Polres Pati . Pamela Apriliani (22 ) ,  warga 

Jalan Kamandowo, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pati itu, 

ditangkap setelah polisi menerima laporan dari sejumlah 

korban. 

Kapolres Pati AKBP Burhanudin SIK melalui Kasatreskrim 

AKP Sulkhan SH mengungkapkan, sejauh ini korban gendam 

yang telah melapor ke pihaknya ada enam orang .  Mereka 

kebanyakan anak sekolah. 

Menurut Sulkhan , pelaku telah lama melakukan kejahatan 

ini  dengan modus dan tempat kejadian yang berbeda­

bed a .  Sehin gga pihaknya terus mengembangkan kasus 

ini . Kepada penyidik, Pamela mengaku, telah mencuri 

uang dan barang berharga seperti handphone melalui gendam 

sebanyak sembilan kali . 

Adapun waktunya dipilih saat jam pulang sekolah . Dua 

korban kemarin berada di Mapolres untuk dimintai keterangan, 

Marisa dan Vitrin .  Mereka mengatakan,  merasa linglung saat 

dipanggil pelaku dari kejauhan dengan melambaikan tangan . 

(H49-36) 

1 04 

MUI. Hipnotis. dan •rrhe Master ..

Oleh A. Masruri 

Semestinya, ilmu peluluh tidak perlu dirisaukan, sebab  

kej ahatan di ja lanan lebih banyak menggunakan penya­

lahgunaan teknik komunikasi , dan penyuburnya yaitu  

kemiskinan dan kebodohan. Dan warning MUI menjadi efektif 

jika disertai penegakan hukum dan penataan ekonomi . 

Dan sesungguhnya orang-orang kafir  itu benar-benar 

hampir menggelincirkan kamu (Muhammad) dengan pandangan 

mereka . . .  (Al-Qalam: 5 1  ) .  

Belum lama ini,  Majelis Ulama negara kita  (MU I )  mendesak 

agar tayangan berbau hipnotis segera dihentikan sebab  

dianggap memberi dampak negatif dari sisi akidah dan dampak 

sosial lain seperti maraknya tindak kejahatan yang diduga 

menggunakan hipnotis. 

Hipnotis i lmiah dapat dipahami sebagai aktivitas menem­

bus area kritik pikiran sadar untuk memunculkan ide yang 

dapat diterima oleh manusia. Artinya, dari pemahaman ini,  

segala sesuatu yang memiliki dampak meniadakan kritik (lo­

gika) dapat disebut hipnotis. 

Tanpa disadari , dalam keseharian kita sering menjadi 

korban hipnotis. Misalnya, kita terbawa ikut sedih atau marah 

saat menonton sinetron di layar televisi, padahal kita tahu 

adegan itu bukan kejadian nyata. 

Selain hipnotis ilmiah , kita mengenal hipnotis dalam 

pengertian yang metafisik, yaitu kekuatan aku batin yang dapat 

memengaruh pihak lain menjadi menurut atau menyerah . 

Ada dua aliran hipnotis, yakni hipnotis Barat yang ilmiah 

dan Timur yang irasional sebab  metode pelatihan dan proses 

1 05 

kerjanya terkait dengan magis. Oleh Maj lis Ulama negara kita , 

hipnotis Timur ini yang dipermasalahkan. 

Hipnotis Ritual 

Secara khusus, Alquran -terjemahan Departemen Aga­

ma Republik negara kita  - menulis "catatan kaki" :  Menurut 

kebiasaan yang terjadi di tanah Arab, seseorang dapat 

membinasakan binatang atau manusia dengan menunjukkan 

pandangan yang tajam. 

Hal ini hendak dilakukan pula kepada Nabi Muhammad 

saw, tetapi Allah memeliharanya , sehingga terhindar dari 

bahaya sebagaimana dijanjikan Allah dalam Surat Al-Maidah : 

67. Kekuatan pandangan mata itu pada masa sekarang disebut

hipnotisme. 

Dalam tafsir lain oleh Imam Jalaluddin Al-Suyuthi, hal itu 

dilukiskan dengan kalimat: Dengan pandangan yang sangat 

kuat, hingga hampir memingsankan dan menjatuhkan dari 

tempatmu (Muhammad) tetapi Allah menolong. 

Yang dimaksud memandang bukanlah pandangan kagum 

atau terpesona saat Nabi Muhammad sedang membacaAlquran, 

melainkan pandangan tajam memancarkan kebencian. l lmu 

"kekuatan mata" ini  pada zaman Nabi banyak dikuasai 

bani Asad . Melalui ritual puasa tiga hari dan setelah itu mereka 

mampu mempraktikkan kepada manusia dan hewan. 

Hipnotisme (ilmiah ) yaitu  ilmu tentang "tidur". Hipno­

tisme berasal dari kata "hypnos" (Yunani ) yang berarti tidur. 

l lmu ini sudah ada ribuah tahun dan dipelajari bangsa Babi­

lonia, Persia, China, Jepang, dan bangsa lain.  

Kelahiran hipnotis modern terinspirasi oleh cara yang 

1 06 

di lakukan suku-suku pedalaman saat melakukan ritual  

penyembuhan . Sentuhan i lmiah pada hipnotis baru dimulai 

abad ke-1 8  oleh Milton Ericson, dokter berkebangsaan Austria. 

Pemanf aatan hipnotis belakangan lebih difokuskan untuk 

kepentingan pengobatan (Hipnoterapi) .  

Belum lama ini, Majelis Ulama negara kita  (MUI )  se-Jawa dan 

Lampung mendesak pihak-pihak terkait terutama penanggung 

jawab acara di televisi untuk segera menghentikan tayangan 

"The Master" atau acara sejenis seperti "Master Mentalist" 

dan "Master Hipnotis" . 

Ketua Komisi Fatwa KH Syafe' i  mengatakan,  hipnotis 

merusak ketauhidan dan akidah umat Islam. Yang dimaksud 

MU I ,  hipnotis yang diharamkan yaitu  yang melibatkan unsur 

mantra, jin, dan setan. Adapun hipnotis yang ilmiah yang tanpa 

mantra hukumnya sah tergantung pada pemakaian nya. 

Yang menjadi pertanyaan yaitu  ketika hipnotis i l ­

miah dihalalkan, mengapa acara "The Master" harus dire­

komendasikan agar dihentikan? Sebab acara ini  tidak 

melibatkan unsur mistik. Nuansa yang (seolah-olah) dibuat 

mistik itu hanyalah bumbu sebuah tayangan agar terkesan wah 

dan lain daripada yang lain. Dalam konteks stage hypnosis atau 

hipnotis panggung, hal ini  wajar-wajar saja.  

Acara "The Master" sesungguhnya lebih identik dengan 

"kecerdasan" logika dibanding unsur magis yang semestinya 

menantang khalayak untuk berpikir cerdas sekaligus arif. 

Semisal, ketika kita menyaksikan seorang Master mampu 

membengkokkan linggis, kenapa kita tidak menganalisis hat 

itu secara i lmiah? Misalnya mempertanyakan apakah linggis 

itu asli? Bagaimana jika linggis itu disediakan oleh penonton 

1 07 

atau pihak luar yang tidak terlibat dalam acara ini ? 

Ketika melihat suatu hal yang menakjubkan lalu kita selalu 

mengaitkan dengan sesuatu yang metafisis, ini menjadi tidak 

relevan di tengah kemajuan ilmu dan teknologi . Otak harus 

dibiasakan berpikir kritis, sebab  berpikir secara tradisional 

cenderung pada buruk sangka (su 'udzon ) bahkan sering 

menimbulkan fitnah bagi pihak lain .  

Setelah merdeka selama 64 tahun,  sudah seharusnya 

kita menjadi bangsa yang cerdas dalam menyikapi segala 

sesuatu, termasuk tayangan "The Master" dan lain- lain yang 

memesonakan mata. 

Jangan sampai kita memiliki tradisi buru-buru "menolak 

atau menerima" secara ekstrem sesuatu yang belum dimengerti 

yang justru menjadi catatan sejarah lucu bagi anak cucu. 

Seperti bangsa tertentu yang menolak kehadiran televisi 

hanya sebab  mengira proses munculnya gambar pada layar 

televisi itu dianggap ada bantuan j in.  Atau majikan di Timur 

Tengah yang memenjarakan sopir asal negara kita  sebab  ber­

main sulap untuk menghibur anak-anak majikan. Sulap itu 

dianggap sebagai sihir. 

Tentang salah analisis , sesekali juga dialami kelompok 

ilmuwan sekalipun . Seperti Muhammad Isa Daud dalam buku 

larisnya Dialog dengan Jin Muslim menulis, bahwa David 

Copperfield saat main ilusi menggunakan bantuan beribu­

ribu jin. Padahal, yang di lakukan ilusionis Amerika itu murni 

teknologi . 

Langkah MUI 

Berkaitan dengan hipnotis, MUI  tampaknya sudah cukup 

1 08 

bijaksana dengan membagi hipnotis yang mubah dan yang 

diharamkan. Walaupun fatwa itu semestinya tidak harus dikait­

kan dengan rekomendasi penghentian acara "The Master" 

yang 1 00 persen ilmiah . 

Tentang hipnotis yang dikategorikan sebagai alat bantu 

tindak kejahatan , tampaknya juga perlu dikaji ulang sebab  

dalam praktiknya kejahatan yang disinyalir menggunakan 

hipnotis itu, pelaku sebenarnya bukan dari kalangan orang 

yang memiliki ilmu dalam pengertian ngelmu yang melibatkan 

jin. 

Para pelaku gendam yaitu  orang yang memiliki skill 

di bidang persuasi dari faktor pergaulan dengan seniornya. 

Kemampuan memperdaya orang lain itu sebab  faktor "ke­

biasaan" saja.  lni tidak beda ketika calo di terminal saat 

"memengaruhi" calon penumpang yang SDM-nya terbatas dan 

yang tidak menguasai medan, sehingga mau saja beli tiket bus 

yang bukan jurusan yang seharusnya dinaiki .  

Hipnotis atau gendam jalanan berproses sebab  faktor 

nyali dan terlatihnya sang pelaku serta faktor lemahnya 

mental dan wawasan calon korban. Pelaku penipuan yang 

disinyalir menggunakan "hipnotis" di jalanan yang benar­

benar menggunakan piandel rnagis,  persentasenya justru 

sangat kecil. 

lstiqamah Hipnotis atau gendam pada warga  kita 

hanya digunakan untuk isti lah penyebutan sesuatu yang 

dianggap ajaib yang terkait dengan upaya memperdaya orang 

lain.  

Dalam ilmu metafisika, i lmu khusus untuk gendam se­

benarnya sulit ditemui atau bahkan tidak ada . Yang ada 

1 09 

hanyalah i lmu "peluluh hati" yang semestinya diprogram 

untuk kebenaran. 

l lmu yang kemudian dikenal sebagai gendam awalnya 

yaitu  " l lm u  Pemanggil "  dan " l lmu Peluluh" yang pada 

umumnya digunakan nelayan untuk mengundang ikan saat 

hendak berlayar menangkap ikan, atau bahkan pengundang 

burung walet. 

l lmu ini  hakikatnya positif. Programnya agar orang 

kalap dapat ditenangkan, meminta hak yang tertahan ditarigan 

orang bakhil, menasihati agar meresap ke dalam hati , atau 

agar hewan (dan manusia) lebih kompromi, atau balita yang 

rewel dapat ditenangkan sehingga bisa tertidur. 

l lmu semacam ini pada umumnya dikuasai oleh pribadi­

pribadi yang sudah mapan . Mereka bisa berasal dari golongan 

spiritual yang berbeda, namun kemapanan hati (istiqamah) 

menjadi standar ilmu ini  mapan dan matang, sehingga 

mustahil j ika orang yang masih kluyuran dari satu terminal 

ke terminal lain menguasai ilmu semacam ini. 

-A. Masruri , praktis i  h ipnoOs dan pengamat masalah 

metafisika, tinggal di Sirahan, Cluwak, Pati 

1 1 0 

11 

Gendam Supranaturat 

Dalam pewayangan, gendam dikisahkan ketika Dewi 

Kunthi diberi ajian gendam oleh gurunya . J ika 

mantera dari ajian itu dibaca, maka siapa pun yang dikehendaki 

datang dan menuruti kehendaknya. Tidak terkecuali apakah 

yang dituju itu dewa sekalipun. Berbekal aj ian gendam itu, 

Dewi Kunthi dapat memanggil dewa-dewa yang kemudian 

memberikan beberapa putra yang kemudian dikenal sebagai 

Pandawa Lima. 

Tetapi ilmu gendam bukan hanya ada dalam ceri ta 

pewayangan saja. l lmu ini ada pada setiap aliran mistik dan 

bisa dipelajari . Pada dasarnya, i lmu gendam yaitu  i lmu 

batin yang digunakan untuk memanipulasi dan memengaruhi 

kehendak orang lain .  Gendam dipercaya sebagai ilmu yang 

dapat memengaruhi alam bawah sadar manusia. Orang yang 

terkena ilmu gendam akan menuruti keinginan si pemilik ilmu 

gendam ini . 

Dalam kisah para sufi j uga dikenal tokoh-tokoh yang 

memiliki skill dalam hal meminta sesuatu (uang) dengan ber­

bekal kelebihan yang mereka miliki . Misalnya, Sayyid Fajar 

al-Majdzub (Abad ke- 1 0) ,  dikenal sering meminta uang kepada 

orang lain.  Bila uang sudah terkumpul, uang itu dibagi-bagikan 

kepada orang yang membutuhkan dan janda-janda. 

Tak jarang, uang itu dengan seenaknya dipendam di pe­

karangan tetangganya. Uang itu ditinggal begitu saja dan bi-

1 1 1 

sa diambil oleh orang yang membutuhkan. Tidak hanya itu, 

Sayyid Fajar - sebagaimana diceritakan oleh Jamal al-Din lbn 

Syaykh al- Islam Zakariyya al-Anshari - dalam meminta (uang) 

ia sering melakukan dengan cara memaksa . Jumlahnya pun 

harus sesuai dengan yang dikehendaki . 

Syaikh Wahisy al-Majdzub (9 17 H) lain lagi . Apabila Syaikh 

melihat pejabat negara yang kebetulan lewat, ia segera 

menurunkan pejabat itu dari keledainya (himar) , dan ia 

menyuruh pejabat itu memegang kandali kepala himar ini  

untuk dirinya. Lalu terjadilah hal yang di lematis, sebab  jika 

menolak perintah tadi,  maka Syaikh membuatnya kaku di atas 

bumi hingga tidak bisa pindah dan bergeser selangkah pun. 

Namun jika orang ini  mengikuti perintahnya, maka ia 

akan mendapat malu besar dari orang-orang yang lewat dan 

melihat kejadian itu. 

Doa Peredam 

Sebenarnya, apa yang disebut hipnotis, gendam, cablek, 

itu hanyalah istilah yang diberikan manusia. Dan pemberian 

istilah itu ditentukan dari latar belakang budaya mereka. Yang 

pasti , manusia dengan taraf spiritualnya memercayai adanya 

kekuatan magis yang muncul dari sebuah laku prihatin,  apakah 

itu doa, mantra, wirid, hizib, dan sebagainya. 

Kalau di negara kita, ada dua kelompok organisasi ke­

warga an terbesar di negara kita  yang secara umum dikenal 

familier dengan amalan-amalan yang bersifat batin.  Kelompok 

ini disebut ahlu sunnah. sedang  kelompok yang terkesan 

menjaga jarak dengan amalan-amalan disebut kelompok 

wahabi. Namun dalam hal urusan doa yang not a bene ageman 

1 1 2 

pribadi, sering kali tidak dibatasi dari organisasi mana mereka 

berasal .  

Dalam sebuah acara di sebuah televisi swasta nasional, 

Pak Mahfudz MD mengisahkan bahwa dia memiliki doa yang 

diberikan oleh Gus Dur. Ketika doa itu diucapkan, saya terse­

nyum sebab  kebetulan saya juga mengamalkan doa itu, walau 

dengan cara yang berbeda.  

Saya menjadi maklum mendengar penuturan Pak Mahfudz 

MD saat membahas doa itu sebab  beliau berasal dari daerah 

Madura dan dekat dengan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama. 

Namun, saya menjadi kaget ketika membaca sebuah buku 

autobiografi Amin Rais: lnilah Jalan Hidup Saya tulisan Bagus 

Mustakim dan Nurhuda Kurniawan yang diterbitkan oleh 

penerbit lnsan Madani . 

Dalam buku ini  tertulis, ketika Pak Amien sedang 

menghadapi masalah terkait majalah Risalah sehingga 

dipanggil untuk menjalani interogasi, dalam perjalanan ke 

Semarang, Pak Amien tidak pernah lepas dari doa yang ada 

dalam Surat al-isra' : Rabbi adkhilni mudkhala shidqin wa 

akhrijni mukhraja shidqin waj'al Ii f!Jin ladunka sulthana 

al-nashiran. Doa itu oleh Pak Amien diyakini sangat dahsyat, 

sebab  sesampai Semarang, PakAmien justru berani memben­

tak para "serdadu "  yang jaga gardu di depan. 

Sambil berkacak pinggang Pak Amien bertanya, "Di mana 

kantor Saudara Si litonga !?" Setelah diberi tahu,  dengan 

langkah tegap ia melangkah menuju ruang interograsi . Pintu­

nya digedor sangat keras oleh Pak Amien, sehingga penghu­

ninya kaget. 

Diyakini berkat dari doa itu rupa-rupanya sorot mata para 

1 1 3

aparat itu menjadi redup. Dengan bergaya seorang jawa, ser­

dadu itu membungkuk-bungkuk mempersilakan Pak Amien 

duduk. 

"Duduk? Duduk apal l ni kan banyak kursi l Tolong diberi 

tahu kursi mana yang harus saya duduki ! ?"  kata Ami en Rais. 

Kemudian serdadu itu mencoba memainkan psikologi Pak 

Amien dengan mengatakan, "Terima kasih sudah datang. Duduk 

dulu. Saya akan ada keperluan di luar. Mungkin dua hingga 

tiga jam saya baru pulang. " 

Pak Amien lalu membentak, "Eh bung! Jangan main-main 

dengan sayal Sekarang juga harus diselesaikan apa keperluan l 

sebab  saya jam 4 sore harus sudah berada di Yogyakarta. "  

Dengan bentakan itu, serdadu itu sedikit kalah. Dia kemu­

dian masuk dalam ruangan khusus. Begitu duduk, Pak Amien 

kemudian membuka tas lalu mengaktifkan tape recorder. 

Serdadu itu tampak kaget dan bertanya, "Pak Amien, untuk 

apa Anda merekam?" 

PakAmien menjawab bahwa siapa pun harus jujur dalam 

interogasi , jadi semua pertanyaan dan jawaban harus direkam 

agar di pengadilan tidak ada kebohongan. Selain itu PakAmien 

punya atasan yang bernama rektor, dekan, dan juga Menteri 

Pendidikan, jadi, ia tidak mau dituduh subversi . 

Pak Amien mengatakan, entah sebab  daya magis doa 

yang dibaca tanpa henti itu, tiba-tiba serdadu yang ditugaskan 

mengmterogasi kemudian menjadi melembek bahkan berkata, 

"Sudahlah PakAmien . Kalau begitu tidak ada pertanyaan lisan. 

Saya kira cukup tertulis, jumlahnya 1 0  pertanyaan saja. " 

Sesaat kemudian komandan dari petugas yang mengin­

terogasi itu datang, dan dengan sangat santunnya berbicara 

1 1 4 

halus dan mengucapkan terima kasih sebab  Pak Amien sudah 

mau mendatangi panggilan mereka. Mereka yakin kalau Pak 

Amien tidak bersalah sama sekali . 

Pak Amien kemudian pulang dan merasa sangat bahagia. 

Dibandingkan teman-temannya yang "dikamu-kamukan dan 

dibentak-bentak" ternyata ketika berhadapan dengan Pak 

Amien di tempat yamg sama, dengan interogator yang sama, 

suasananya berubah sangat drastis. Momen kritis itu oleh Pak 

Amien diyakini terselesaikan dengan kekuatan doa. 

Momen kritis lain yaitu  ketika Pak Amien sebagai staf 

ahli majalah Risalah mulai disidangkan di pengadilan Ne-geri 

Sleman dalam status sebagai seorang saksi , lagi- lagi untuk 

memperlancar proses, Pak Amien juga membaca doa seba­

gaimana ini  itu berulang-ulang. Malam sebelum sidang, 

PakAmien menjalankan shalat laH (shalat malam) dan setelah 

itu membaca doa sebanyak-banyaknya. 

Beberapa pendukung Pak Amien yang menyaksikan drama 

satu babak ketika PakAmien bersaksi di depan hakim Pengadilan 

Negeri Steman atas pertanyaan jaksa itu, mengatakan bahwa 

tampaknya sidang jadi berbalik. Pak Amien jadi jaksanya dan 

jaksanya jadi saksi . · 

Momen kritis lainnya lagi terjadi ketika PakAmien menjadi 

ketua MPR. PakAmien diberi tahu bahwa saat akan memimpin 

Sidang Umum MPR tahun 2000, akan ada hujan interupsi yang 

di lakukan secara sistematik, supaya Pak Amien mengalami 

mental breakdown. sebab  akan dipermalukan sebagai ketua 

MPR yang tidak becus mengendalikan sidang, Pak Amien 

membaca beberapa surat Alquran kemudian shalat laH, dan 

pergi ke gedung MPR dengan membca doa yang menjadi 

1 1 5

andalannya. 

Persis seperti yang diperkirakan, begitu Pak Amien me­

ngucapkan salam dan selamat pagi , ada belasan tangan yang 

mengacungkan jari sambil meneriakkan kata interupsi . Ketika 

PakAmien memelototi satu per satu , mereka kemudian duduk 

dan tidak menunjukkan posisi yang menantang apalagi provo­

katif. 

Dengan suara yang tenang Pak Amien mengatakan :  

"Saudara-saudara, tidak masuk akal kalau saya baru mengu­

capkan salam sudah diinterupsi . Jadi,  apa yang diinterupsi . 

Jadi mohon tenang dulu. Anda wakil rakyat yang terhormat. 

Jutaan mata melihat sidang MPR kita ini .  Beri kesempatan 

kepada saya untuk menyelesaikan pokok-pokok pikiran yang 

akan saya sampaikan. "  Setelah itu, tidak ada satu pun interup­

si sampai sesi pagi itu selesai dengan baik. 

Banyak wartawan yang kemudian bertanya: "Pak Amien , 

apa rahasianya Pak Ami en bisa menenangkan belasan anggota 

DPR yang kelihatan beringas itu?" Dengan rendah hati Pak 

Amien mengatakan, "Yang saya lakukan yaitu  memohon 

kepada Tuhan supaya saya bisa masuk dan keluar di tempat 

yang sejahtera, dan diberi kekuatan supaya bisa memenangkan 

langkah-langkah saya itu . "  

Sluman. Slumun, Slamet 

Di depan, saya menulis pengalaman spiritual Pak Amien 

Rais saat beliau masih sebagai dosen di UGM tentang doa yang 

diambil dari Surat al- lsra' : Rabbi adkhilni mudkhala shidqin 

wa akhrijni mukhraja shidqin waj 'al ti min ladunka sulthana 

al-nashiran. 

1 1 6 

Berbeda dengan yang diamalkan Pak Amien Rais ,  Pak 

Mahfudz MD j uga menyinggung doa itu dalam sebuah acara 

di televisi . Pak Makhfudz memeroleh doa ini  dari Gus 

Dur, tetapi membacanya dengan awalan kalimat Allahumma. 

Sehingga menjadi : Allahumma adkhilni mudkhala shidqin 

wa akhrijni mukhraja shidqin waj'al Li min ladunka sulthana 

al-nashiran. 

Arti dari doa ini  yaitu  : Ya Tuhanku, masukkanlah 

aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku 

secara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi 

Engkau kekuasaan yang menolong. 

Penjelasan dari doa yang diamalkan dengan awalan 

yang berbeda (namun memiliki arti yang sama) bahwa yang 

diamalkan oleh Pak Amien yaitu  teks asli yang terdapat 

dalam Alquran, sedang  versi Gus Dur a tau Pak Ma hf udz MD 

yaitu  lqtibas yaitu meniru-niru atau mengutip sesuatu dari 

Al-Quran atau hadits, lalu disertakan ke dalam suatu kalimat 

prosa atau syair tanpa dijelaskan bahwa kalimat yang dikutip 

itu dari Alquran atau hadits. 

Di lingkungan pelaku mistik, metode iqtibas ini lazim 

dilakukan . Hal itu disikapi sebagai "meniru" atau "mengutip" 

bagian dari Alquran tetapi tidak dikategorikan sebagai ayat 

Alquran. Dan sudah tentu tidak diniatkan untuk mengubah 

apalagi melecehkan ayat Alquran . 

Dalam mistik jawa, suatu mantra yang ditujukan untuk 

mendapatkan "mlebu, metu, apik" sebagaimana arti dari 

doa yang bersumber dari surat Al- lsra'  di atas disebut dengan 

doa "Sluman, slumun, slamet". Yaitu doa untuk memeroleh 

kebaikan saat memulai dan kebaikan saat mengakhiri suatu 

1 1 7 

urusan. Khusus untuk doa ini,  berdasar  artinya, seseorang 

yang mengamalkannya insyaallah akan memeroleh empat hal, 

yaitu : 

• Memulai dengan cara yang baik.

• Mengakhiri dengan cara yang baik.

• Memeroleh kekuasaan .

• Memeroleh pertolongan.

Saya memeroleh ijazah atau pengesahan doa ini  dari 

seorang guru spiritual dalam konteks hizib, yaitu rangkaian 

doa-doa perlindungan dalam "Hizib Maghrobi" .  Doa ini  

terdapat pada hizib tahap kedua dengan kaifiyah atau metode 

pengamalan yang khusus, yaitu membacanya secara rutin 

(istiqamah) minimal tiga kali pada saat menjelang pergantian 

petang dengan malam (waktu maghrib ) .  

Setiap pribadi memiliki pengalaman spiritual berbeda 

dengan doa atau amalan yang diyakininya. "Keajaiban" yang 

dialami seseorang melekat pada tingkat sosial dan spiritual 

yang ada pada dirinya. l lmli itu menyesuaikan dengan wadah 

atau pribadi pelakunya. 

Artinya, Pak Amien berani membentak dan menjatuhkan 

mental aparat yang menginterogasinya, atau mampu meredam 

dengan "pelototan"  matanya beberapa anggota MPR yang 

hendak mengacaukan jalannya sidang dengan hujan interupsi , 

maka hal itu tidak mungkin mampu saya lakukan, walaupun 

doa yang diamalkan itu sama. 

Pengalaman spiritual pribadi terkait dengan doa ini , 

pernah saya alami , ketika saya harus meminta kembali 

uang Rp1 1 .  500.000, - dari seseorang yang berprofesi sebagai 

pemeras . Uang dikembalikan utuh tanpa ada perdebatan 

1 1 8 

maupun perlawanan fisik. Bahkan saat saya datangi secara 

baik-baik, saya melihat tangannya bergetar. Kejadian i ni 

oleh teman-teman dianggap tidak lazim, sebab  selain dia 

jago berdiplomasi , pelaku juga memiliki anak buah yang siap 

menerima komando. 

Saat akan masuk "kandang macan" itu, saya bermodal 

yakin bahwa doa saya sepanjang perjalanan (lebih dari dua 

jam) itu, jika dikabulkan Tuhan maka dapat mempertemukan 

saya dengan "masuk secara benar, dan

keluar pun secara 

benar" dan "memeroleh kekuasaan yang dapat menolong". 

Seperti doanya orang Jawa, Sluman, slumun, slamet.. . .  Masuk 

dan keluarnya memeroleh selamat. 

Gendam .. Galam .. 

Secara tradisional, kekuatan gendam itu dapat dibangkitkan 

dengan laku batin melalui bacaan-bacaan tertentu. Tetapi 

perlu diketahui bahwa posisi dari bacaan atau "ayat" itu dalam 

mistik Jawa masih sebagai "oyot" atau akar. 

Pada sebuah pohon, akar berfungsi sebagai penyangga 

sekaligus yang menghidupi pohon itu. Apakah pohon itu mampu 

bertahan hidup dan berbuah, semua ditentukan oleh akar 

yang bertugas menyerap makanan dari dalam tanah kemudian 

menyuplainya ke seluruh bagian pohon, mulai dari kulit, kayu, 

daun, dan buah . 

Akar yaitu  bagian terpenting dari ma ta rantai kehidupan 

sebuah pohon . Atau dalam kaidah ilmu hikmah disebut dengan 

kalimat : Tiada warid (buah) tanpa wirid (bacaan) . Bacaan 

atau amalan wirid diibaratkan sebagai syariat, sedang  

warid yaitu  hakikatnya . 

1 1 9 

Seseorang tidak mungkin mencapai hakikat atau merasa­

kan manisnya buah suatu ilmu tanpa melalui proses dasar 

terlebih dahulu.  Dalam hal ini ,  bersungguh-sungguh dalam 

mengamalkan suatu konsep i lmu,  apakah itu doa, wirid 

rutin,  dan bentuk laku lain (puasa) yang diajarkan guru yang 

membimbingnya. 

Bacaan yang biasa diamalkan untuk gendam atau disebut 

i lmu pelu luh,  pada umumnya bersumber dari kitab suci 

yang memiliki arti mendekati dari tujuan amalan ini  

diamalkan . Misalnya, seorang guru pernah memberikan 

ijazah atau pengesahan ilmu kepada saya sebagai berikut : 

Wakallamallahu musa taklma. lnnan; anallah. La ilaha Wa 

ana fa 'budni. Yang artinya : Ket;ka Tuhan berfirman kepada 

Musa dengan langsung. Sesungguhnya Akulah Tuhanmu. Tfoda 

Tuhan selajn Aku, maka sembahlah Aku. 

Amalan ini  diambil dari surat An- Nisa dan surat 

Thaha. Cara mengamalkannya dibaca sebagai amalan rutin 

setelah shalat maghrib dalam jumlah tertentu . Kem udian 

di saat menghadapi orang yang hendak di luluhkan hatinya, 

dibaca dalam hati atau secara lisan (perlahan) .  

Jika energi dari bacaan in i  sudah ditabung, diyakini 

mampu menundukkan hati orang yang dikehendaki , sehingga 

nasihat atau saran yang disampaikan itu mudah diterima dan 

masuk dalam hati sanubarinya. 

Saya memeroleh amalan ini dari seorang guru agama di 

sebuah desa kecil ,  tidak jauh dari desa saya ketika suatu saat 

di daerah saya ada seseorang yang didakwa warga  sebagai 

pelaku santet. Hasil pengamatan saya terhadap orang ini  

hanya terkena fitnah akibat keawaman masya-rakat dalam 

menganalisis penyakit, ditambah sikap menerima informasi 

1 20 

dari pihak yang diyakini "orang pintar" hingga menyebabkan 

orang yang belum tentu bersalah itu didenda Rp1 5 .000.000, - .  

Uang sejumlah itu pada tahun 1 998 ni lainya besar, terutama 

bagi janda yang hidup di bawah garis kemiskinan. 

Tertarik untuk menolong orang yang dizal imi ,  saya 

mengunjungi seorang guru yang memiliki amalan untuk 

meluluhkan hati . Saat itu saya belum menerima istilah 

gendam. Asumsi saya terhadap istilah itu masing negatif, 

namun oleh guru yang saya datangi itu dijelaskan bahwa 

amalan yang dulu didapatkan dari seorang kiai asal Kudus 

itu, banyak membantu dalam menyelesaikan masalah yang 

berhubungan dengan orang yang berhati keras. 

Nasihat beliau yang saya ingat, bahwa ilmu itu warisan 

para leluhur dan sangat bagus untuk menolong. Sebagai guru 

agama, ia mudah saat menasihati murid-muridnya dan sebagai 

orang yang sering didatangi penduduk yang bertanya banyak 

hal, ia mudah mengarahkan mereka. Misalnya, orang yang 

semula ingin bercerai hanya sebab  menuruti hawa nafsu, 

dengan dibacakan amalan itu menjadi luluh dan berdamai . 

sebab  mendapatkan pencerahan yang cocok, ilmu itu pun 

saya amalkan . Kasus awal yang saya tangani yaitu  membe­

rikan pengertian kepada tokoh-tokoh pemuda dan warga  

yang sudah telanjur memvonis janda yang diyakini memiliki 

ilmu santet. Target membatalkan denda (di bawah tekanan 

masa) yang sudah ditandatangani di balai desa pun berhasi l .  

Prambayu .. Hijabul Abshar .. 

Selain konsep di atas, di lingkungan para santri dikenal 

amalan yang memil iki karakter "menutup" pandangan 

mata atau panglimunan juga sekaligus menutup mulut dan 

1 2 1 

melemahkan fisik dan mental lawan . Dalam istilah mistik Jawa 

disebut prembanyu atau pupu bayu dalam bahasa Sunda. 

Saya bertemu dengan banyak guru atau para pelaku 

spiritual yang mengamalkan surat al-An 'am : 1 03 : La tudrikuhul 

absharu, Wahuwa yudrikul abshara, Wa huwal-lathiiful khabfr: 

Yang artinya : Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, 

sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah 

Yang Maha Hal us lagi Maha Mengetahui. 

Dari beberapa sumber, saya mendapatkan f ungsi dari 

amalan ini dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang menya­

rankan dibaca tiga kali setiap usai shalat fardhu. Atau jika ingin 

hasil yang lebih maksimal, dilakukan dengan tirakat puasa tiga 

hari dengan tanpa makan yang mengandung ruh ,  dan setelah 

usai sh a lat f ardhu (selama tiga hari) itu amalan dibaca dalam 

jumlah tertentu . Dan setelah tirakat tiga hari ,  amalan dibaca 

minimal tiga kali pada pagi dan petang. 

Orang-orang yang dikenal memiliki kekuatan peluluh atau 

disebut gendam, sebagian menjadikan amalan itu seba-gai 

pegangan pribadi . Tentu, dari sekian yang saya kenal meme­

gang amalan ini lebih banyak yang menggunakannya untuk 

hal-hal yang positif. 

Gandam Sirap 

Sebagian kalangan mengategorikan gendam identik dengan 

sirep. Semula saya tidak sependapat dengan kesimpulan itu , 

namun setelah mencoba mempelajari ilmu sirep, saya menye­

tujuinya. 

Amalan ini saya dapatkan dari tetangga sekaligus sahabat 

baik saya, yang memeroleh ijazah dari ayahnya, dan ayahnya 

1 22 

menerima ijazah dari guru tarekat Naqsabandiyah. Sejarah 

i lmu ini dari yang semula dipegang guru tarekat hingga ke 

tangan saya menyebabkan i lmu menjadi berubah "rasa", 

yang semula diturunkan atas nama "penenang" balita yang 

rewel, memasuki era 80-an mengalami pengembangan. Bukan 

hanya balita yang dapat ditenangkan, namun orang dewasa 

pun bisa. 

Bahkan termasuk klien hipnoterapi yang mengalami 

gangguan psikis, terlebih lagi yang terkena gangguan mistis, se­

hingga sulit mencapai relaksasi sebab  ketidakmampuan fokus, 

ternyada dapat ditidurkan dengan amalan dari surat Yunus: 

81 : -Qala Musa ma ji 'tum bihis-sihr, lnnallaha sayubthiluh, 

lnnallaha la yuslihu 'amalal mufsidin- yang artinya : Musa 

berkata : Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya 

Allah akan menampakkan ketidakbenarannya. " Sesungguhnya 

Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan 

orang-orang yang membuat kerusakan. 

Amalan ini dibaca minimal tiga kali dalam satu hari , dan 

dibaca tiga kali dengan menahan napas sambil berkonsentrasi . 

Fungsi dari amalan ini untuk menenangkan orang bingung, 

stres, terkena gangguan sihir, dan membuat rileks bagi orang 

yang terkena pengaruh energi negatif. 

Gendam Tradisional 

Manusia dari berbagai latar belakang budaya dan agama 

menciptakan konsep-konsep supranatural yang kemudian 

dijadikan pedoman generasi berikutnya . Proses penemuan 

konsep itu , pada zaman dulu tidak berdasar  pada olah pikir 

- othak athik mathuk - melainkan bersumber dari inspirasi 

1 23 

yang bersifat i lhami hasi l dari proses laku spi ritual yang 

panjang melalui puasa dan bentuk laku prihatin lainnya. 

Selain konsep yang bersifat agamis bersumber dari kitab 

suci agama, dikenal j uga konsep gendam dari ranah budaya. 

Biasanya, produk tradisional ini memiliki konsep yang lebih 

unik. 

Saya berhasil menemukan konsep gendam yang bersumber 

dari ilmu buhun atau tradisional Sunda. Yaitu, selama tiga 

pagi (sebelum matahari terbit) seseorang harus melakukan 

kungkum atau berendam pada pertemuan dua sungai , dengan 

aturan laku sebagai berikut : 

• Pertama, dalam posisi berdiri mantra dibaca sembilan

kali .

• Kedua, dalam posisi jongkok (kepala masuk dalam air)

mantra dibaca sembilan kali .

• Ketiga, dalam posisi berdiri lagi , mantra dibaca sem­

bilan kali, dan seterusnya hingga mencapai 9 X 9 dalam

posisi : berdiri - menyelam - berdiri - menyelam -

berdiri - menyelam - berdiri .

Selanjutnya setelah "timbul-tenggelam" sambil membaca 

mantra, kemudian ke daratan dan tetap membaca mantra 

hingga jam 9 pagi , tanpa henti . Adapun mantra yang dibaca 

yaitu  : Dele dele simandele, Didele sekaU Undek, Direret 

sekaU dae, Mangka welas, mangka asih . . . . . dan seterusnya. 

Saya banyak melihat orang-orang di pedesaan yang me­

miliki kekuatan batin luar biasa, sehingga mampu melakukan 

keajaiban yang sulit diterima logika . Saya punya pengalaman 

di tahun 1 994 ketika anak saya yang saat itu sudah berusia tiga 

tahun mengalami problem pada nafsu makannya. Berbagai 

1 24 

ob at dari apotek, saya berikan untuk memicu naf su makannya 

namun hanya menolong untuk waktu yang sesaat saja.  Hingga 

kemudian saya disarankan untuk minta bantuan Mbah Wiryo, 

tetangga belakang rumah . 

Oleh penduduk setempat, Mbah Wiryo dikenal memiliki 

keahlian dalam mendongkrak nafsu makan anak-anak yang 

dalam istilah Jawa disebut dengan "nyedakke sega dudoh" 

yang artinya mendekatkan anak dengan nasi dan sayur. Aneh , 

ketika anak saya sudah makan telur ayam kampung yang sudah 

dimantrai Mbah Wiryo, nafsu makannya mendadak naik. 

Suatu saat saya mengunjungi Mbah Wiryo untuk minta 

ilmunya . Saya yang terbiasa menganalisis suatu kalimat 

justru ragu dengan teks mantra yang diberikan . Sebagian dari 

teksnya: raiku kaya rembulan tanggal rotas ( wajahku seperti 

1 25 

bulan tanggal 1 2) .  

Mantra ini sekilas tidak ada kaitan dengan kemampuan 

"memengaruhi" orang lain ,  tetapi lebih dekat dengan ilmu 

pengasihan (pelet) dan ilmu awet muda. Dan ketika hal itu 

saya tanyakan, Mbah Wiryo mengatakan ilmu itu yang penting 

mantapnya hati . 

Dengan mantra itu Mbah Wiryo melakukan banyak hal. 

Misalnya, mendongkrak nafsu makan anak-anak, memutus 

keinginan anak agar tidak menyusu pada ibunya (sapih) ,  

memutus ingatan anak terhadap orang tuanya dalam kasus 

kematian atau lbu/Bapak yang bekerja ke luar negeri, bahkan 

ketika ada anak-anak yang mengalami hambatan nyali sehingga 

takut berdiri dan berjalan , dengan makan telur ayam kampung 

yang dimantrai , mendadak dapat berdiri dan berjalan . 

l lmu seperti yang dikuasai Mbah Wiryo ini juga ada unsur 

gendam sebab  memiliki efek memengaruhi pikiran . Tetapi 

gendam yang dimaksud yaitu  gendam yang positif, membuat 

anak kepincut atau terpikat dengan nasi dan sayur sehingga 

nafsu makannya normal, dan tidak untuk memengaruhi orang 

lain untuk tujuan yang negatif. 

Orang seperti Mbah Wiryo ini tidak tahu apa yang disebut 

gendam . Orang desa menyebut ilmu ini  dengan istilah 

suwuk atau sebul yang artinya "meniup".  lstilah gendam 

itu kan isti lah generasi sekarang yang mudah mengakses 

informasi dari mass media .  Apa kata media, seperti itu pula 

kita menyebutnya. 

Rahasia Kekuatan Mata 

Mata yaitu  jendela hati . Apa yang tersimpan dalam hati 

1 26 

sanubari dapat dikeluarkan melalui pancaran mata. Dalam 

pelatihan hipnotis tempo dulu masih terdapat jenis latihan 

mata, tetapi dalam konsep hipnotis yang modern, latihan 

menguatkan mata itu sudah mulai ditinggalkan . 

Latihan mata yang paling dasar yaitu  memandang titik 

hitam (diameter 2 cm) pada tembok putih.  Dan dalam jarak 

pandang 1 meter, Anda duduk dengan posisi tubuh lurus (tidak 

membungkuk) lalu memandang titik hitam itu . Semakin lama 

Anda mampu menahan tidak berkedip ,  hasilnya lebih bagus. 

Di saat memandang tajam titik hitam itu visualisasikan Anda 

sedang memandang titik tengah antara dua alis (cakra ajna) 

dan ucapkan kalimat-kalimat sugesti . 

Perjalanan sejarah masa lalu saya, pernah mengalami 

proses latihan seperti itu. Kalimat ini diucapkan berulang-

1 27 

ulang dengan suara lirih .  Jika mata sudah mulai pedih ,  

dipersilakan berkedip. Setelah istirahat sejenak, lalu kedua 

tangan melakukan passes (menggosok kedua telapak tangan) 

hingga muncul hawa panas. Rasa panas pada telapak tangan 

itu kemudian ditempelkan pada kedua mata (dalam posisi 

menutup).  

Panas telapak tangan akibat passes itu selain dapat 

menyegarkan kembali mata yang mulai letih,  j uga berfungsi 

untuk menghimpun kekuatan magnetism, sehingga mata akan 

memancarkan kekuatan misteri yang dapat menundukkan 

orang yang dikehendaki . 

Kenapa sih harus dengan pancaaran mata ? lni berdasar  

pada konsep mistik bahwa Tuhan memberikan mukjizat kepada 

Nabi, melalui pancaran matanya. Memberikan keramat kepada 

para Wali , melalui pancaran matanya, dan Tuhan memberikan 

kekuatan sihir kepada orang yang jahat dan yang tidak beriman 

pun , j uga lewat pancaran matanya. 

Teknik memandang titik hitam atau api l i l in masih 

manusiawi . Yang lebih ekstrem yaitu  memandang matahari 

pagi atau menjelang petang. Awalnya lumayan menyiksa, 

namun lama kelamaan biasa-biasa saja. Soal apakah teknik 

latihan itu nantinya berdampak pada kesehatan mata, ya 

wasapyaitu  . Jika Anda ragu, jangan di lakukan d:}n carilah 

cara lain yang lebih aman. 

l lmu gendam hampir identik dengan kekuatan mata . 

Walau ilmu bersifat netral atau bebas nilai , hati dan perilaku 

seseorang menentukan apakah "energi pelu luh"  yang 

mem;ncar dari mata itu menghasilkan .kekuatan yang masuk 

kategori ma'unah yaitu kekuatan yang diberikan Tuhan kepada 

1 28 

hamba-Nya yang beriman berdasar  ridha, atau menjadi 

kekuatan sihir, yaitu kekuatan yang diberikan Tuhan kepada 

hamba-Nya yang kafir dan disertai murka-Nya. 

Tuhan memberikan kebebasan kepada kita untuk memilih 

apa pun yang kita inginkan. Namun kebebasan itu dibatasi 

dengan kalimat "menanam = memanen" .  Apa-apa yang kita 

lakukan saat ini,  cepat atau lambat pasti buahnya akan kita 

petik di lain waktu. 

Konsep menahan mata ini , seorang guru menjelaskan 

bahwa aktivitas yang bersifat "menahan" itu menghasilkan 

energi yang besar. Dari latihan menahan napas, menghasilkan 

tenaga dalam; menahan keinginan untuk makan minum (puasa) 

membangkitkan kejernihan hati; dari menahan mata (tidak 

banyak tidur) indra keenam terbuka. 

Bagaimana dengan menahan kedip mata? Sudah tentu 

membangkitkan kekuatan magnetis yang luar biasa. sebab  

kedipan mata itu yaitu  perkara ringan , yang siapa pun 

bisa melakukannya setiap 5-7 detik secara tidak sengaja 

(refleks) .  

Jika kebiasan itu dilatih untuk dikendalikan, tentu ada 

bonus bagi diri Anda. Untuk hasil yang lebih maksimal, para 

pelaku mistik dapat mengombinasikan antara menahan napas 

dan kedipan sekaligus, dan disertai membaca mantra atau 

bacaan apa pun yang diyakini mampu membangkitkan ke­

kuatan supranatural. 

Konsep gendam dari aliran tradisional menempatkan sorot 

mata menjadi hal yang vital, sedang  gendam versi "padang 

pasiran" lebih tertumpu pada kekuatan (kerutinan ) doa dan 

kedisiplinan dalam sebuah laku. 

1 29 


12

Bagaimana Menguasai Gendam? 

Mempelajari gendam tidaklah rumit. Kuncinya harus 

yakin dan tekun dan sebagai penunjang, wawasan 

harus diperluas. Tentang berat ringannya proses latihan itu, 

tergantung jenis yang diinginkan . 

Konsep penggalian energi gendam itu sangat beragam. 

Ada yang dengan melakukan kungkum dengan membaca 

mantra-mantra tertentu, puasa sekian hari , dan ada yang 

cukup dengan membaca bacaan yang diyakini mengandung 

kekuatan gaib. Tetapi untuk melalui semua itu, seorang murid 

harus melakukan ijazah atau dibimbing langsung oleh orang 

yang sudah menguasai ilmu yang diajarkannya. 

Tentang ljazah 

ljazah dapat diartikan sebagai proses pengesahan ketika 

seseorang mempelajari suatu i lmu dari ja lur  spiritual .  

Pada saat itu seorang guru mengajarkan suatu ilmu kepada 

seseorang melalui proses seleksi . 

Pada umumnya, proses ijazah atau serah terima ilmu itu 

di lakukan dengan cara, murid menghadap guru atau dengan 

cara lain yang disesuaikan dengan kondisi zaman . Pada zaman 

teknologi ini ,  ijazah melalui telepon atau perangkat teknologi 

yang lain tentu bisa saja terjadi sepanjang ada kesepakatan 

1 3 1 

di kedua belah pihak, dan itu sah-sah saja.  

Pada saat ijazah itulah, guru memberikan berbagai petun­

juk bagaimana suatu i lmu itu harus diamalkan oleh muridnya. 

Terkadang, serah-terima ilmu itu di lakukan dengan cara sa­

ling berjabat tangan .  ltu jika ijazah ilmu di lakukan secara 

langsung. Guru mengucapkan mantra atau amalan secara lisan 

dan murid mengikutinya. 

Dapat juga pemberian ijazah itu menggunakan cara lain 

yang lebih praktis, namun kurang sakral.  Yaitu , guru cukup 

memberikan catatan amalan berupa doa, aurad , mantra, dan 

berikut cara mengamalkannya. 

Yang pasti , setiap guru memiliki tradisi yang berbeda 

dalam memberikan ijazah kepada muridnya. Ada guru yang 

menerapkan cara serba sakral dan dibuat sesulit mungkin,  

namun ada j uga guru yang menerapkan cara berijazah yang 

lebih sederhana. 

Di kalangan para guru, ijazah yaitu  start awal sebuah 

penanaman keyakinan (alto-auto sugesti ) kepada muri d .  

Pada saat ijazah sedang berlangsung, itulah saatnya murid 

mengalami proses "cuci -otak", yaitu program awal seseorang 

membentuk pikirannya terkait dengan keilmuan yang dipela­

jarinya . 

Sebagian orang meyakirii , selama proses ijazah itu berlang­

sung, saat itu terjadi penyaluran atau perpindahan energi ilmu 

dari guru kepada muridnya dengan tanpa mengurangi energi 

sang guru , bahkan energi guru itu justru bertambah . 

Bagi kalangan orang awam, proses ijazah ini boleh jadi 

memunculkan pertanyaan yang terkadang disertai kecurigaan 

adanya trik manajemen spi ritual. Sering muncul pertanyaan , 

1 32 

kenapa untuk urusan i lmu seseorang harus berijazah pada 

sesama manusia? Bukankah ilmu itu milik Tuhan, kenapa harus 

"diminta" kepada manusia? 

Dalam hal ini , para guru berpendapat, mempelajari i lmu 

batin, tradisi jjazah bertujuan untuk mencari mantapnya hati. 

Siapa pun yang ingin mengamalkan suatu ilmu, dari mana pun 

sumbernya, sepanjang ia meyakininya maka hukumnya sudah 

sah , dan bisa. Namun demikian, menurut banyak pendapat 

bahwa belajar suatu ilmu melalui proses ijazah, hasilnya tentu 

lebih baik, aman , dan sempurna. 

Untuk masuk dunia metafisik, dalam hal ini yaitu  

mempelajari ilmu yang supranatural (ghaib),  Anda tidak 

mungkin meraihnya dengan menggunakan kemampuan logika. 

Metafisika bukan ilmu pasti . Rumusnya: tidak selalu 1 + 1 

= 2.  Dalam rumus metafisik, hasil penambahan dapat saja 

menghasilkan bilangan yang berbeda-beda, tergantung situasi 

dan kondisinya. 

sebab  itu, 1 + 1 bisa menghasilkan angka 0 (nol = gagal), 

dan di lain waktu menghasilkan bilangan 2 (sesuai perkiraan),  

namun terkadang menghasilkan angka 3 ,  4,  bahkan 1 0, yang 

berarti hasilnya jauh lebih banyak daripada yang diduga 

sebelumnya. 

Kekuatan metafisik dapat aktif dan berkembang jika 

Anda memulainya dengan keyakinan yang haqqul yakin, dan 

bukan keyakinan semu yang dipaksa-paksakan. Untuk itu Anda 

harus menggunakan otak kanan (imajinasi , visualisasi , religi, 

perasaan , visualisasi ) ,  sedang  otak kiri yang logis (fakta, 

data, analisis, kritik) diperankan untuk menunjang imajinasi 

dan keyakinan itu . 

1 33 

Energi Disiplin Diri 

Sebuah ritual menimbulkan energi mistik. Prosesnya di­

lakukan dengan menanamkan "hipnotis diri "  (autosugesti) 

melalui bacaan-bacaan tertentu, wirid ,  mantra,  doa hingga 

menimbulkan sugesti yang sangat kuat. 

Ritual magis menghasilkan tenaga magnetis, yaitu inti 

dari kekuatan magis/supranatural yang hasilnya dapat diman­

faatkan untuk banyak hal. Proses wirid ,  doa, atau mantra, 

ditinjau dari sisi ilmiah yaitu  konsep memotivasi alam bawah 

sadar. Sehingga seseorang dapat melakukan aktivitas yang 

sering tidak disadarinya atau disebut kalenggahan sebab  

hadirnya energi nonpribadi , yang selalu mengendalikan j iwa 

dan raga. 

Maka, orang yang tekun mengolah j iwa sering tidak 

menyadari "prestasi"  yang dialaminya, bahkan menurut 

pengalaman ,  saat energi itu bekerj a ,  terasa kesadaran 

berkurang. Terjadinya proses gendam yang murni sernsa sama­

sama "mengantuk", baik yang dialami oleh pelaku atau yang 

dipengaruhi , dan tahu-tahu . . . .  be res I ! !  

Hipnotis pada sebagian warga  dikonotasikan negatif. 

Asumsi orang akan tertuju adegan mata melotot, memengaruhi 

o rang lain yang kemudian menyerahkan perhiasan dan isi

dompetnya. Dalam memengaruhi atau "menundukkan" orang 

lain ,  antara hipnotis yang modern dengan gendam memiliki 

perbedaan .  Hipnotis modern hanya mampu memengaruhi 

orang yang ingin dipengaruhi (untuk kepentingan terapi ) ,  

sedang  hipnotis tradisional mampu memengaruhi orang 

yang menolak sekalipun.  

1 34 

Repetisi : Doa dan Mantra 

Posisi mantra atau jenis bacaan tertentu yaitu  "alat 

bantu" .  Mantra atau bacaan-bacaan itu bukan satu-satunya 

yang menimbulkan kekuatan . Dalam bahasa yang lebih 

sederhana, "katamu yaitu  doamu" . Artinya, ucapan lisan 

yang terprogram yaitu  kekuatan insaniah yang dapat 

menghasi lkan kekuatan l lahiyah. Kaidah ini dalam hipnotis 

modern disebut autosugesti. 

Jika hipnotis modern lebih tertumpu pada teknik verbal, 

hipnotis tradisional memengaruhi subjek (sasaran) dengan 

energi batin melalui tatapan mata, gelombang suara dan energi 

lembut yang memancar dari badan halus. Para ahli hipnotis 

tradisional pada umumnya mempelajari ilmu metafisika yang 

"berkarakter meluluhkan" .  

Kunci sukses dari mengolah ilmu supranatural harus dise­

suaikan tahap spiritual seseorang. Orang yang lebih dekat pada 

animisme-dinamisme harus melakukan ritual "aneh-aneh",  

sedang  orang modern lebih akrab dengan metode yang 

dapat diterima akal, melalui pernapasan,  konsentrasi, dan 

orang religius melalui wirid atau doa. 

Mistik yang berkembang pada u m u m nya mem i l i ki 

tahapan: 

• Japa mantra (pemujaan pada alam, tokoh sakti, dan

keakuan) .

• Riyadah bentuk disiplin diri, mengurangi kenikmatan

duniawi , puasa, dsb.

• Mantra rel igius (kombinasi mantra budaya dan

religi )

• Aurad (doa rangkuman oleh orang suci , jaljalut, hizb,

1 3 5 

asmak, ayat sud) 

• Doa, religi murni (dari hadits dan Alquran atau kitab

suci yang lain)

Gendam ternyata mengusik banyak kalangan.  Ada pihak 

yang meragu kan bahwa proses itu bukan sebab  unsur  

magis, melainkan teknik komunikasi dengan memanfaatkan 

"kebodohan" calon korban saja. 

Saya memberikan argumentasi keberadaan gendam 

itu sebagian masih masuk kategori metafisis sebab  rumus 

ilmiahnya belum ketemu. Misalnya dalam kasus sapih yang 

metodenya cukup dengan memberikan makanan atau minuman 

yang suCJa, . diberi energi . Maka anak yang disapih itu tiba­

tiba mogok menyusu , bahkan takut saat melihat puting susu 

ibunya. 

Pertanyaannya yaitu , kenapa anak itu tiba-tiba tidak 

mau menyusu? Padahal ia tidak dibujuk-bujuk oleh terapisnya. 

Nah, j ika hanya dengan "tiupan" saja dapat memengaruhi 

prilaku secara tiba-tiba, menunjukkan ada energi yang meme­

ngaruhinya. 

Gunakan Falsafah Menabung 

l lmu yang digali melalui jalur wirid atau membaca suatu

 
malam secara rutin ,  ibarat menabung. Sedikit demi sedikit, 
lama-lama menjadi bukit. sebab  itu, melalui jalur wirid ,  
seseorang jangan terlalu berharap akan mendapatkan hasi l 
secara instant. 
Dalam hal ketekunan dan kesabaran, tirulah orang tra­
disional yang meletakkan suatu amalan,  doa atau wirid 
itu sebagai kebutuhan rohani sekaligus sarana untuk lebih 
1 36 
mendekatkan diri kepada Tuhan . 
Artinya, di saat mereka mengamalkan laku spiritual itu 
tidak disertai dengan keinginan untuk sesegera mungkin 
melihat hasilnya, sebab  mereka yakin bahwa dengan 
menjalankan laku secara istiqamah (rutin) akan muncul secara 
alami bonus yang dinamakan karamah (kemuliaan ) .  
Orang-orang tradisional berpedoman pada sebuah hadits, 
bahwa banyak mengingat Tuhan di kala suka (tidak ada baha­
ya) maka Tuhan akan mengingat atau membantunya di kala 
susah (bahaya) .  Dan bentuk ingatannya, Tuhan itu sering 
ditampakkan dalam bentuk pertolongan yang ajaib.  Nah, 
keajaiban inilah yang kemudian oleh kalangan awam disebut 
sebagai bentuk kesaktian . 
Dengan memahami hal itu, posisi wirid atau berdoa 
rutin itu menjadi sangat penting bagi orang yang mengharap 
perlindungan dan kemudahan dari Tuhan atas segala urusannya, 
sebab  wirid identik dengan aktivitas menabung yang hasilnya 
tidak wajib langsung dirasakan seketika, sebab  ketika sedang 
terdesak bahaya, maka Tuhan akan menolong.  
Dan sebab  prinsip "menabung" itulah, maka keajaiban 
yang terjadi pada suatu saat, boleh jadi itu akibat dari doanya 
pada bulan atau tahun yang lalu . Sebuah aktivitas rutin itu 
ibarat tetesan air pada sebuah batu. Jika itu berlangsung 
bertahun-tahun, maka batu yang keras pun dapat menjadi 
cekung atau bahkan berlobang. Untuk mengolah hal-hal yang 
metaftsik, mutlak dibutuhkan keyakinan yang tidak boleh go­
yah, dan itu harus berlangsung lama. 
1 37 

13 
Profi t : Mbah Modin H. Multazam 
Di tengah keraguan banyak pihak tentang gendam 
yang murni kekuatan magis, dalam buku ini saya 
menampilkan profil dari kalangan pinesepuh yang memiliki 
keahlian di bidang keilmuan gendam. Beliau yaitu  H Mutazam 
yang tinggal di sebuah desa, di wilayah perbatasan kabupaten 
Jepara dan Pati . 
1 39 
warga  biasa memanggi l H Multazam itu dengan 
panggilan akrabnya, Mbah Modin .  Dalam usia 77 tahun,  Mbah 
Modin masih sering dipanggil penduduk untuk menangani 
berbagai masalah yang berhubungan dengan "orang kaget" , 
misalnya, sebab  kematian orang yang dicintai atau kasus lain 
yang berhubungan dengan "meluluhkan" orang keras. 
Saya mengenal Mbah Modin sekitar tahun 1 993 dalam 
suatu peristiwa yang terjadi di li ngkungan keluarga, dan 
peristiwa itu j uga saya tulis dalam buku ini . Selanjutnya ka ­
mi sating silturahmi dalam kapasitas sebagai penulis yang 
membutuhkan narasumber, dan secara pribadi sebagai anak 
muda yang perlu bimbingan orang yang lebih tua. 
Ketika saya menulis buku bertemakan gendam, saya 
memandang perlu menampilkan profil Mbah Modin untuk 
memberikan i nformasi penyeim bang, sebab  selama ini 
sebagian besar dari kita memandang gendam tidak lebih dari 
teknik komunikasi untuk tujuan mengelabui saja .  
Tampilnya Mbah Modin dalam buku ini , diharapkan mampu 
memberikan informasi penyeimbang yang jarang terekspos. 
Artinya, ketika sebagian publik sepakat menghakimi gendam 
sebagai ilmu hitam dan identik dengan kejahatan, Mbah Modin 
mampu memberikan informasi yang menempatkan gendam 
sebagai ilmu yang positif. 
Wawancara dengan Mbah Modin berlangsung di kediamannya 
pada Sabtu, 1 9  Febuari 201 1 ,  sebagai berikut: 
llmu ini didapatkan dari mana Mbah? 
Oulu saya belajar i lm u  ini dengan seorang kiai bernama 
Muzayyin di desa Pakis, Kabupaten Pati , pada tahun 1 960. 
Apakah ilmu ini sejak dulu juga dinamakan gendam? 
1 40 
l lrnu ini tidak rnerniliki narna, t-'!t lpi rnerni liki fungsi 
rneredakan orang yang sedang kaget atau pikirannya berubah. 
l lrnu ini aslinya untuk rnengobati orang yang sedang terguncang 
rnentalnya agar cepat sadar. Kalau ada yang rnenyebut dengan 
narna gendarn, itu hanya istilah saja. Saya tidak rnau tahu.  
Bagaimana untuk mempelajari ilmu ini? 
Cukup dengan puasa mutih selarna serninggu. Mulai hari 
Sabtu subuh dan selesai hari Jurnat waktu dluha (jam 1 0.00) .  
Selarna puasa, tidak rnakan yang rnengandung gararn atau 
nyawa. Hanya nasi dan air putih saja untuk buka dan sahurnya. 
Pada hari yang terakhir, tidak boleh rnakan-rninurn,  tetapi 
boleh tidur. 
Kalau doa yang Mbah amalkan itu dibaca tetapi tidak 
disertai dengan puasa, apakah juga manjur? 
Apa tumon? l lrnu itu didapatkan sebab  laku. Jika hanya 
dibaca tanpa lelaku prihatin (puasa mutih) hanya rnendapatkan 
pahala saja. sebab  ilrnu itu urusan di dunia, ya harus dibeli 
dengan lelaku. Datangnya anugerah dari Tuhan itu ketika 
seseorang sedang rnengekang nafsu, terrnasuk dalarn keadaan 
lapar dan dahaga. 
Kenapa setiap kali menyadarkan orang yang histeris selalu 
menyentuh pada bagian tubuhnya? 
Tanpa rnenyentuh pun sebenarnya bisa. Tetapi untuk 
lebih rnantap rnernang dengan sentuhan, sebab  ada rurnus 
yang diajarkan guru saya. Untuk rnenundukkan orang itu 
saya harus rnencari kelernahannya berdasar  hari apa dia 
dilahirkan. Rurnusnya dirnulai dari anggota tubuh yang paling 
bawah, telapak kaki , paha, kernaluan, dada, leher, wajah, 
dan ubun-ubun. Dan tiap saya rnenyentuh sarnbil rnenyebut 
1 41 
nama malaikat, juga berdasar  hari-hari. 
Jika mbah mau menyadarkan atau menundukkan orang, 
tetapi tidak ketahuan hari kelahirannya, bagaimana? 
Setiap kali saya akan menggunakan ilmu ini ,  selalu ada 
petunjuk dari Tuhan apa yang harus saya lakukan, sebab  sifat 
Tuhan itu Maha Pengampun dan Menyayangi hambanya. 
Ada cara lain menundukkan yang tidak harus menyen­
tuh? 
Kemana-mana saya selalu membawa minyak wangi. Minyak 
ini jika tercium orang lain ,  maka dia j uga akan terpengaruh, 
menjadi baik, sadar bahkan mengantuk lalu tidur jika mereka 
sedang ada masalah dengan pikirannya. Minyak yang sudah 
diasmak atau diberi bacaan doa memiliki manfaat seperti 
orang yang disentuhnya. Minyak wangi yaitu  sarana yang 
murah dan efektif untuk membantu orang lain .  Bau wangi itu 
disebut ganda sarine rasa, manjing ana hati sanubari, yang 
artinya bebauan itu yaitu  intinya rasa yang dapat masuk 
ke hati sanubari . Bau wangi itu tak dapat ditolak keberada· 
annya. 
Apakah yang bisa dipengaruhi ilmu Mbah hanya manusia 
yang sedang histeris? 
Tidak. l lmu itu tergantung niatnya. l lmu tidak terbatas 
untuk manusia saja, tetapi makhluk apa pun yang memi liki 
ruh dapat dipengaruhi . Misalnya hewan ngamuk, orang keras, 
orang kesurupan, dapat diluluhkan dengan ilmu ini .  
Apakah ilmu ini dapat digunakan untuk melakukan 
kejahatan? 
Saya tidak pernah melakukan hal itu. Dan saya juga tidak 
sembarangan meneri ma murid .  Saya harus teliti dulu. Orang 
1 42 
yang belum saya kenal yang ingin belajar, selama seminggu 
tirakat itu harus tinggal di rumah saya. Kalau tidak begitu, 
nanti bisa tidak karu-karuan. Untuk mempelajari ilmunya ini 
ada persyaratan yang harus dipenuhi. 
llmu Peluluh 
Nama asli Mbah Modin ini yaitu  Komari .  Penduduk sering 
memanggilnya Mbah Mari . Komari asal kata Qomar dalam 
bahasa arab yang berati rembulan. Sesuai arti namanya, Mbah 
Mari ini memang lebih sering menyinari hati yang sedang 
kegelapan. Setelah menunaikan ibadah haji ,  ia berganti nama 
H Multazam untuk mengenang tempat yang diistimewakan 
Tuhan, yang di situ doa dimakbulkan-Nya. 
Sebagai warga desa yang lugu, Mbah Modin hidup dalam 
kesederhanaan. Pengalamannya sebagai seorang yang memiliki 
ilmu peluluh, tidak membuat dirinya hidup berkelimpahan . 
Bahkan saat ada pejabat yang dibantu secara batin untuk 
urusan meluluhkan atasan ,  hingga kemudian ingin memberi 
hadian ratusan j uta rupiah, Mbah Modin j ustru meminta uang 
sejumlah itu digunakan untuk pembangunan tempat ibadah 
saja, biar lebih bermanfaat bagi banyak orang. 
Suka dukanya sebagai penyembuh kelas desa lebih banyak 
berhubungan dengan orang-orang yang sedang berduka, sering 
kali ia harus "kerja bakti" .  Misalnya, malam hari dijemput 
keluarga yang sedang berduka, dan setelah mengobati pihak 
yang memanggil itu sibuk dengan urusan pemakaman dan lain­
lain, sehingga dirinya terlupakan dan harus pulang sendiri .  
Hal semacam itu sering dialami, namun diterimanya dengan 
1 43 
keikhlasan .  
Posisi orang seperti Mbah Ma ri  dalam dunia "penggendaman" 
ini yaitu  sebagai pelaku. la tidak memiliki rumus atau teori 
yang dapat diajarkan, dipolakan, apalagi untuk diseminarkan . 
sebab  "andalan" yang selama ini dijadikan modal percaya 
saat menangani klien, hanyalah petunjuk dari Tuhan lewat 
hatinya. 
1 44 
14
Epi log/Disclaimer: 
Kejujuran dan Doa 
Ada pencerahan baru di saat saya menulis buku gendam 
ini. Ketika seseorang ingin mempelajari ilmu gendam, 
yang ada dalam benaknya yaitu  seberapa panjang amalan 
(doa/ mantra) yang harus dihafalkan , dan seberapa berat 
tirakat yang harus dijalankan. 
, Ketika membuka kitab-kitab- agama, "kaki" saya tersan­
dung oleh sebuah kisah yang membuat saya malu dan mudah­
mudah dapat dijadikan sebagai bahan introspeksi . Yaitu kisah 
tentang Nabi Muhammad saw saat mengundang warga  
sekitar (orang Quraisy) .  Ketika mereka sudah berkumpul, 
Nabi pun bertanya, "Bagaimana pendapat kalian, andai aku 
katakan ada pasukan berkuda keluar dari balik gunung ini? 
Apakah kalian memercayainya?" 
Mereka, kaum Quraisy itu menjawab serentak, "Kami 
belum pernah melihatmu berbohong. "  
Kalimat ini pendek dan sederhana, tetapi terkandung 
makna yang sangat dalam. Yaitu , j ika kita ingin memi liki 
lidah itu bertuah, dan siapa pun yang kita ajak bicara selalu 
memercayainya, maka sebaiknya kita membiasakan diri 
menjaga lidah itu untuk selalu berkata jujur. 
Agama sangat menghargai orang-orang j uj u r  yang 
dapat dipercaya. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan , 
saudagar yang jujur dan dapat dipercaya akan dimasukkan 
dalam golongan para nabi , dan para syuhada.  Bah kan 
1 45 
dalam bentuk perniagaan, orang yang berkata j ujur  akan 
mendapatkan berkah dari perniagaannya, sebaliknya orang 
yang menyembunyikan sesuatu (berdusta),  maka keberkahan 
dalam transaksi itu dihapus oleh Tuhan. 
Menyadari hat itu, alangkah baiknya Anda yang ingin 
mendapatkan "gendam" yang dapat dijadikan ageman di 
dunia-akhirat itu j ika dapat memadukan antara gendam 
yang bangkit dari konsep ngelmu dan gendam dari konsep 
perilaku . 
1 46 
15
Kata Mereka tentang Gendam 
Mbah Roso 
Paranormal, politikus1 tinggal di Pati. 
Dalam cerita pewayanga n ,  i lm u  
gendam diawali dari kisah Dewi Kunthi. 
Disebutkan oleh gurunya Dewi Kunthi diberi ajian gendam. Jika 
manteranya dirapal, siapa pun yang dikehendaki bahkan dewa 
sekali pun dapat dipanggil ke hadapan si pemilik gendam. 
Dengan berbekal ajian ini ,  Dewi Kunthi mampu menggendam 
dewa-dewa yang kemudian memberikan keturunan yang 
disebut Pandawa Lima. Dan ketika masih perawan, Dewi Kunthi 
pernah membaca mantera gendam secara tidak sengaja,  lalu 
datanglah Bathara Surya. Dengan dewa matahari ini Dewi 
Kunthi memeroleh putra bernama Karna. 
Gendam itu beragam alirannya. Ada yang untuk kepen­
tingan keselamatan maupun urusan asmara. l lmu ini aslinya 
baik, namun menjadi berbahaya jika dikuasai oleh orang yang 
lemah imannya. 
1 47 
Ali Naseh 
Pelaku & pemerhati metafisika, tinggal 
di" Yogyakarta. 
Awal kali bekerja, saya pernah dikerjai 
senior saya. la minta saya meng-SPJ ­
kan uang kantor, tetapi ada kesulitan sebab  belanja alat 
tulis kantor di dua toko. Satu toko punya NPWP, satunya lagi 
tidak. Agar mudah pengurusan pajaknya, ia minta toko yang 
punya NPWP agar memasukkan barang belanjaan yang dari 
toko yang tidak punya N PWP dengan beberapa kesepakatan ,  
tetapi sampai tiga kali negosiasi tidak berhasi l .  
Dengan wajah kesal dan putus asa beliau meminta saya 
untuk nego. Saya berpiki r, kalau senior saya saja tidak bisa 
nego, bagaimana dengan saya? sebab  hormat pada senior, 
saya pun ikuti perintah itu. Sepanjang perjalanan saya memba­
ca ajian warisan leluhur. Saya datangi toko itu . Tanpa banyak 
bicara, saya tunjukkan kuitansi dan saya katakan isinya ada 
keleli ruan. Saya minta nota kosong yang sudah dicap dan 
ditandatangani. Ternyata prosesnya mudah , padahal toko 
ini  dikenal teguh memegang prinsip ' haram! melayani 
nota kosong. 
l lmu semacam "gendam" itu memang ada. Aslinya untuk 
mempermudah segala urusan. Soal ada yang menyalahgunakan 
untuk hal-hal yang negatif, itu sudah keluar dari konteks asal 
ilmu itu diciptakan. 
1 48 
Daday R Hidayat 
l lmu sirep atau gendam terbukti ampuh saat digunakan 
untuk meredakan rasa sakit bagi orang yang sedang kesakitan, 
bahkan bisa buat tidur orang yang sedang histeris atau 
kesakitan . Termasuk anak kecil ,  bayi yang sedang menangis. 
Dalam perjalanannya, saya gunakan juga i lmu ini untuk men­
jinakan binatang yang liar. 
Dari doa dan mantra yang saya lakoni , sebenarnya mirip 
afirmasi atau self hypnosis, sebab  sebelumnya saya harus 
melakukan pembacaan doa/mantra/ jangjawokan secara 
terus menerus dalam bilangan tertentu, berarti saya harus 
melakukan pengulangan atau pembiasaan pikirin bawah sadar 
saya (subconscious mind) , sehingga timbul keyakinan bahwa 
saya mampu melakukan seperti yang saya inginkan. 
Gendam mirip dengan i lmu si rep. Menurut almarhum 
ayah saya, orang yang memiliki ilmu sirep (gendam) ,  memiliki 
kemampuan mengalahkan lawan yang memiliki ilmu kanuragan 
(kekuatan fisik) . Diceritakan, ada seorang jawara ahli silat dan 
kanuragan yang memiliki kemampuan fisik yang mumpuni , 
menantang ahli sirep (gendam) untuk tanding i lmu.  Saat 
jawara ini datang ke rumah ahli sirep, dan memasuki wilayah 
rumah ahli sirep, maka dengan sendirinya langsung mengantuk 
dan tertidur akibat ilmu sirep yang diterapkan oleh ahli sirep 
di wilayah rumahnya. Saat jawara tertidur, ahli gendam me­
ngambil semua peralatannya termasuk goloknya. Setelah 
goloknya diambil ,  kemudian dibangunkan . Jawara merasa 
malu sebab  seandainya mau, ahli sirep dapat melukainya. 
Secara tidak langsung jawara ini  mengakui kehebatan 
ahli sirep/gendam. 
1 49 
Susmanto Nur Iman 
Pelaku spiritual, tinggal di Banten. 
Menurut saya, antara pelet dengan 
gendam itu tidak ada bedanya, sebab 
ka lau  a d a  o r a n g  y a n g  p i ki ran nya 
fokus hanya pada sesuatu,  dikatakan 
kagendam. Kalau lagi tertarik perempuan 
dikatakan kagendam istri . Saya hanya memiliki amalan atau 
i lmu yang cara kerjanya mirip  "gendam" tetapi sebab  
saya ambil dari jalur hikmah, disebutnya mahabbah. Yaitu 
amalan bers1Jmber dari ayat-ayat suci, terutamanya surat 
Ar-ro'du : " walau anna qur'aanan suyyirot bihil jibalu, dan 
seterusnya, dan yang bersumber dari petikan hizib seperti 
i l m u  Khotam/Mustika Sulaiman dan Taskhiirul quluub. 
Setiap ali ran memiliki ilmu untuk memengaruhi pihak lain. 
Untuk kepentingan itu, saya menggunakan hizib maghribi. 
Keampuhan ilmu tidak ditentukan dari alirannya, tetapi dari 
tingkat pematangannya. 
Abdillah Syafi'i 
Wartawan & ustad, tinggal di Samarinda. 
Sebagian korban "gendam" yang saya wawancarai 
mengaku, sebenamya mereka cukup sadar untuk bisa menolak 
permintaan-permintaan si penggendam, cuma lantaran kebi ­
ngungan atau sebab  merasa sangat sungkan, atau pula merasa 
takut menolak sebab  biasanya penggendam jalanan memiliki 
kelompok yang bersinergi menggarap korbannya, sehingga si 
korban menurut saja. 
1 50 
Terkadang ada j uga korban yang tidak mengalami 
intimidasi , namun si korban tergoda oleh barang yang dianggap 
berharga mahal yang ditawarkan oleh si penggendam. Walhasil 
untuk menutupi kekhilaf annya, biasanya korban berkata: 
"Nggak ngerti, setelah ditepuk bahu saya, saya sudah nggak 
ingat apa-apa lagi . "  Pengakuan ini boleh jadi didasari oleh 
perasaan malu kalau ketahuan orang lain lantaran tindakan 
bodohnya itu hingga bisa tertipu. 
Yuhnan Yusuf 
Kolektor buku-buku kuno, tinggal di 
Wonogiri . 
Saya pemah hampir digendam. Waktu 
itu saya masih kuliah di  Yogyakarta. 
Dalam perjalanan ke Boyolali, saya naik 
bus dan turun di perempatan Kartasura. 
Begitu turun dari bus, ada orang mendekat lalu menepuk 
pundak saya. Dengan nada mengiba, dia berkata : "Tolong 
saya mas, saya orang Sumatra, mau mudik tidak ada uang . . .  
lni saya punya jam Rolex asli, harga aslinya jutaan mas. Tetapi 
sebab  terdesak, mas bayar Rp.200.000, - saja. " 
Nada bicaranya sangat cepat seolah tidak memberi saya 
kesempatan untuk menyela. Saya lalu "melawan" dengan 
membalas menepuk pundaknya seraya berkata, "Saya tidak 
punya uang... . Lha wong saya j uga mau mudik minta uang 
orangtua. "  Orang itu lalu berlari, entah kenapa. Saya lolos 
dari gendam, tetapi beberapa hari kemudian kakak perempuan 
saya malah menjadi korban , dan uang ratusan ribu rupiah raib 
oleh penipuan bermodus gendam. 
1 5 1 
. I 
Dodie Magis 
Hipnoterapis, penulis buku. 
Meskipun  saya praktisi h ipnotis 
modern , saya terbuka dan percaya 
terhadap keberadaan gendam. Hal ini 
bukan tanpa alasan. Sebuah pemyataan 
dari tokoh hypnosis paling terkemuka 
d i  Amerika , Ormond McGi l l ,  dalam 
bukunya The New Encycopledia of Stage 
Hypnotism, bahwa pada dasamya ada dua cara menghipnotis, 
yaitu dengan menggunakan  e nergi atau bias.a disebut 
mesmerisme, dan yang kedua dengan menggunakan sugesti . 
Untuk hasi l terbaik, kedua cara ini harus dikombinasikan, 
begitu yang diungkapkan Ormond McGill. 
berdasar  pengalaman saya, gendam yaitu  "bentuk" 
kombinasi hipnotis yang dimaksudkan Ormond McGill, yaitu 
kombinasi antara energi dengan sugesti dengan komposisi 
energi 50-80% dan sugesti 20- 50%. lni artinya, walaupun 
" katanya" gendam t idak membutuhkan  banyak kata , 
tapi dengan ditambah pengetahuan yang matang tentang 
komunikasi dan sugesti , efeknya akan lebih "jos" . 
Bagi saya, gendam dalam pengertian menghimpun kekuat­
an hipnotis, benar-benar saya rasakan efek dan manfaatnya. 
Saya merasa lebih mantap, pede, dan berani ketika harus 
menghipnotis banyak orang, seolah-olah saya memiliki "ke­
kuasaan penuh" (otoriter) .  Dan induksi hipnotis modern pun 
terasa lebih efektif ketika saya rajin  melatih kekuatan hipnotis 
atau gendam ini. 
Saya rnelihat banyak manfaat positif yang bisa didapatkan 
1 52 
dari gendam, yaitu kualitas hubungan dengan orang lain/ klien­
klien jadi meningkat, dan mereka mudah menerima sugesti , 
nasihat, atau bahkan penawaran yang saya sampaikan. 
1 5 3 

Sumber Bacaan 
• Allah swt. Alquranul Kariem, Terjamahan Departemen
Agama RI , 2000
• Bagus Mustakim,  Nurhuda Kurniawan. Amien Rais,
lnilah Jalan Hidup Saya. lnsan Madani, 201 0
• Aam Amiruddin .  Doa Orang-orang Sukses. Khazanah
lntelektual, 2008
• lwan AY. Tuntunan Doa untuk Anak ft Remaja. Aneka -
Solo, 1 999
• ln'amuzzahiddin Masyhudi, MA. Wali-Sufi Gila. Ar-Ruzz,
2002 
• A Masruri . The Secret of Santet. Visimedia - Jakarta,
201 0
• Eddy Dharmawijaya. Diktat Magnetisme. (Catatan
Pribadi ) ,  1 996
• Susmanto Nur Iman . Hizib (Catatan Pribadi ) ,  2001
• Dwijo  Martoyo . Kamus Bahasa Jawa-lndonesia.
Kharisma, 2009
• infometafisika. com
1 5 5 
Biodata Penulis 
A.Masruri lahir di Sirahan, 
Cluwak, Pati 1 8  Septembar 
1 962. Dikenal. sebagai penulis 
b u ku m etafi s i ka . Sebe l u m  
menekuni  p rofesi penu l i s ,  
aktif d i  perguruan bela diri Satya, Budi Suci,  Budshudo, Al­
Hikmah, Silat tadisional Jawa, Si lat SH,  Merpati Putih Kolat 
Balai Sidang Senayan, dll. 
Tahun 1 993- 1 996 menulis di rubrik " Liku - Liku Tenaga 
Dalam" di harian Suara Merdeka Semarang. Tahun 1 995-
2000 mulai menulis buku. Sudah menulis 82 judul buku yang 
diterbitkan oleh penerbit : CV Bahagia,  CV Gunung Mas 
(Pekalongan)  dan CV Aneka - Sala. 
Selain menutis buku, A.Masruri dikenal sebagai penggiat 
hipnosis di negara kita . Tahun 1 996 ketika hypnosis belum dikenal 
banyak orang, bersama gurunya, Eddy Azis Dharwawijaya 
(Pasuruan) A.Masruri sudah mulai memberikan pelati han 
kepada banyak siswa. Sebagian dari siswa ini  saat 
kemudian dikenal sebagai instruktur hypnosis di negara kita . 
Tahun 201 0 mulai aktif menulis lagi . Di antaranya, buku 
The Secret of Santet dan 201 1 menulis buku Rahasia Petet 
yang diterbitkan oleh Visimedia - Jakarta. 
Bersama J .  Wendell Phayton,  putra Ketua Asosiasi Voodoo 
se-dunia di Afrika Utara dan Dr Ray Waither (Oklahoma) ,  
1 56 
A.Masruri yaitu  Parampara atau Dewan Penasihat d i  
Paguyuban Lakutama, Yogyakarta,'sebuah organisasi bela diri
& spiritual yang banyak berkembang di negara bagian Amerika, 
Hawaii, Belanda, Australia, Afrika, dl l .  
A.  Masruri juga Dewan Penasihat di Laboratorium Metafizik 
EXTRO - Pertubuhan Eksplorasi Teknologi Rohani yang berpusat 
di Kelantan, Malaysia. Penulis buku ini dapat dihubungi melalui 
email : javasilat@yahoo.com dan hipnopati_99@yahoo.com 
1 57 
BUKU-BUKU FILSAFAT, HUKUM & 
PENGETAHUAN UMUM 
Helen Chapman 
101 EKSPERIMEN SAIN YANG M EN G H IBUR 
ISBN : 979-50 1-609 - 1  
Ors. R .  Soetarno 
AN EKA CANDI KU NO DI INDON ESIA 
ISBN : 979-50 1-098-0 
Muriel MacFarlane 
BANGKITKAN INDRA KEENAM ANDA DALAM 30 HARI 
ISBN : 979-501 -489 -7 
1 64 
Yahya ibn. Sa'id 
BEKAL CALON AYAH DAN IBU 
ISBN : 978-979 - 1 5 824- 1 -4 
Dr. Joseph Murphy DD. PhD. LLD 
DAYA BATIN BAWAH SADAR 
Cara untuk Mengatasi Kegagalan Anda 
ISBN : 979-501 -033-6 
Stephany Harrison & Barbara Kleiner 
DAYA GUNA KRISTAL 
Sol usi Alternatif Me nuju Kemakmuran 
ISBN : 979-50 1 -373 -4 
Dr. Muhammad Ali 
IT'S MY LIFE Hidup Saleh Dengan Nilai Spirit Islam 
ISBN : 978-979 - 1 5824-0-7 
dr. Hendrik Agus Winarso 
KEIMANAN DALAM AGAMA KONGl·I UCU 
ISBN : 979-50 1-590-7 
Barry Farber 
KIAT MEMPELAJARI BAHASA ASING 
ISBN : 979-501-469-2 
Tim Dahara Prize 
KU MPULAN KEPUTUSAN DAN PERATU RAN 
Terkait dengan P PHI 
ISBN : 979-501 -543-5 
dr. Hendrik Agus Winarso 
MENGENAL HARi RAYA KANFUSIANI 
ISBN : 979-50 1-359-9 
Mohammad Yusron 
MfNUAI RAH MAT DALAM PERBEDAAN MADZHAB 
ISBN : 979-50 1-59 1 - 5 ·  
Ckhart Tolle 
PANDUAN MENUJU PENCERAHAN SPIRITUAL 
ISBN : 979-501-524-9 
Robert A. Ferguson 
UNIVERSAL MIND New Way to Mystic and Properity 
ISBN : 979-501-462-5 
D.J. Conway 
ENERGI & RAHASIA REM BULAN 
Manfaat & Pengaruh Positif untuk Kehidupan 
ISBN : 979-501-495-1 
Anna Bi/ion 
SECRET KU NDALINI Rahasia Yoga Kuno 
ISBN : 979-501-003-2 
TERJEMAHAN/TAFSIR AL-QURAN 
ISBN : 979-50 1-369-6 
Tim Dahara Prize 
Ta nya Jawab U U  No. 19/2002 tentan g  
HAK CIPTA Lengkap d a n  Terpadu dg Penjelasannya 
ISBN : 979-501-423-3 
Tim Dahara Prize 
UU. KETENAGAKERJAAN (Lengkap dengan Penjelasannya) 
N omor 13 Tahun 2003 
ISBN : 979-50 1-404-8 
Tim Dahara ptize 
UU No. 2/ 2004 tentang 
Penyelesa ian Perselisihan Hubungan Industria l  
ISB N :  979-501-482-8 
Tim Dahara Prize 
UU RI No. 37/2008 Ombusmen RI • 
UU RI No. 25/ 2009 Pelayanan Publik 
( Lengkap dengan Penjelasannya) 
ISBN : 979-501-6 19-9 
1 65 
Tim Dahara Prize 
UNDANG-UN DANG DASAR 1945 Disertai Amandemen 1, 2, 
3, dan 4 Bl UU No. 1 2/ 2006 Tentang Kewarganegaraan RI 
Lengkap Dengan Penjelasannya 
1 66 
ISBN : 979-501 - 566-4 
Mohammad Yusron 
WAHAI ANAKKU KUWARISKAN ISLAM KEPADAMU 
ISBN : 979-50 1 - 593 - 1  
Bel/eruth Naparstek 
men-DAHSYAT-kan Indra Keenam 
ISBN : 979-501 -648-2 
A. Masruri 
GENDAM Yes or No Jangan Mau Hanya Jadi Korban 
Ra hasia Membang kitkan Energ i  Gendam yang Positif & 
Menangka l  Gendam ya ng Negatif 
ISBN : 979-50 1-665-2