• www.coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • www.kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

  • www.berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Santet 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santet 8. Tampilkan semua postingan

Santet 8

 


toh) dari mata yang tidak digunakan sesuai 

dengan FUNGSI SEBENARNYA bisa menyebabkan mata tersebut menjadi sakit, 

bahkan menjadi buta. Di dalam ayat lainnya, Allah berfirman: 

 

“Maka tidak pernahkah mereka berjalan di muka bumi, sehingga hati (akal) mereka 

dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang 

buta, ialah hati yang di dalam dada.”—QS. Al-Hajj: 46 

 

Dari ayat di atas dikatakan bawa orang-orang yang tidak pernah berjalan di atas muka 

bumi dan tidak pernah mengambil pelajaran dari kaum yang DIMUSNAHKAN 

sebagai orang yang buta matanya sebab  hatinya tidak mau belajar dari orang-orang 

terdahulu (kaum yang dimusnahkan). Hati yaitu  letak dimana fitrah berada. Ayat di 

atas mengisyaratkan efek yang didapat bila tidak pemakaian  mata sesuai dengan 

fitrahnya, yaitu kebutaan batin dan pada akhirnya bisa juga secara lahir. 

 

Di dalam artikel  ini membahas tentang kaitan antara fitrah dan tubuh bisa berdampak 

pada timbulnya penyakit bila tubuh tidak digunakan sesuai dengan fitrahnya dan kami 

membahas tentang teknik menyembuhkan diri dari berbagai penyakit yang 

ditimbulkannya. 

 

Bagian 10: Sistem-Sistem dalam Tubuh Manusia dan Simbolnya 

 

“Juru SANTET yang paling dahsyat yaitu  diri Anda sendiri, dan korban SANTET 

yang paling empuk yaitu  diri Anda sendiri juga.” 

 

 

 140 

Juru Santet Paling Berbahaya yang Terlupakan 

 

Anda tentunya pernah membaca atau mendengar ungkapan yang berbunyi, “Musuh 

paling berbahaya yaitu  diri Anda sendiri.” Dan di sini kami teruskan makna 

musuh, dalam ungkapan tersebut sebagai—kenapa tidak—juga juru SANTET. Jika di 

bagian lain dalam artikel  ini, juru santet yaitu  seseorang yang ingin mencelakai Anda, 

dan ia yaitu  sebuah entitas lain selain dari diri Anda sendiri, maka di bagian ini, 

Anda akan bertemu dengan diri Anda sendiri sebagai sang JURU SANTET paling 

berbahaya itu, dan korban utamanya yaitu  Anda juga. 

 

Anda tentunya pernah mendengar ungkapan ini, “Semua penyakit berasal dari 

pikiran—dan dari apa yang Anda makan, dan seberapa banyak Anda 

memakannya.”—lihat bagian Kamus Penyakit pada artikel  ini. Ungkapan seperti ini 

belum menjawab beberapa pertanyaan yang kemudian timbul, seperti: “Apa yang 

dimaksud dengan pikiran di sini? Pikiran seperti apa? Bagaimana mekanismenya?” 

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan semisal ini, kami akan memperincinya 

secara lebih DETAIL pada bagian ini, sehingga pada gilirannya nanti Anda akan 

mampu menjabarkan, mencari dan menemukan setiap titik permasalahannya, 

sehingga solusi terhadap permasalahannya bisa Anda rumuskan sendiri dengan 

konsep yang kami sajikan di dalam artikel  ini. sebab  bukan sekedar pola pikir yang 

menyebabkan timbulnya sebuah disease atau gangguan fungsi tubuh di bagian 

tertentu, namun juga KELALAIAN Anda dalam memahami FITRAH peruntukkan 

dari berbagai fungsi anatomi yang membentuk tubuh itu sendiri. Bagaikan kita 

membeli sebuah benda elektronik, atau sebuah mobil yang disertai dengan sebuah 

artikel  PEDOMAN PEMAKAIAN, atau artikel  PEDOMAN PEMILIK, yang selama 

ini tidak pernah Anda baca. Maka besar kemungkinan, Anda akan tanpa sadar akan 

merusak barang milik Anda tersebut, demikianlah analogi kita dengan tubuh kita, 

yang kita miliki dan operasikan—Di bagian akhir artikel  ini, kami sertakan sebuah 

kamus penyakit akibat Gangguan Fungsi Tubuh dan Kemungkinan Faktor 

pemicu nya, yang bisa melengkapi pengetahuan Anda dalam hal ini. 

 

Efek santet menurut asal datangnya, kami bagi dalam dua kelompok: 

 

1. pemicu  dari Dalam 

2. pemicu  dari Luar (Kecelakaan, bunuh diri),   

 

Efek santet menurut sifat kejadiannya, kami bagi dalam dua kelompok: 

 

1. Penyakit Menular 

2. Penyakit Tidak Menular 

 

Efek santet menurut data DNA, kami bagi ke dalam dua kelompok: 

 

1. Penyakit Keturunan (Pola Pikir yang Diturunkan/DNA), Can we change the 

DNA? 

2. Bukan Penyakit Keturunan 

 

 

 

 

 141 

Fitrah Fungsi Organ Tubuh 

 

Manusia (dan jin) tidak diciptakan Allah swt. SELAIN untuk beribadah kepada-Nya. 

Oleh sebab  itu diberilah kita anugerah dalam bentuk spesifikasi dua dimensi yang 

dapat memfasilitasi TUGAS tersebut. Seperti halnya, sebuah komputer, apakah itu 

sebuah mainframe atau sebuah PC, tentu saja memiliki spesifikasi yang berbeda, 

tergantung peruntukkannya masing-masing. FITRAH MANUSIA telah TERINSTAL 

pada kita, sebelum kita dilahirkan. Fitrah yaitu  spesifikasi tersebut, ia bagaikan 

sebuah menu HELP dalam software sebuah komputer, dan PANDUAN UNTUK 

PEMILIK untuk membuat sebuah unit fisik komputer agar berfungsi optimal dan bisa 

awet, bisa dipakai sesuai dengan life-span yang diharapkan. 

 

Pada bagian ini, kita akan membahas FITRAH, dalam keterkaitannya dengan fungsi 

fisik tubuh kita. Tentang tugas, fungsi dan filosofi dari fungsi setiap bagian tubuh, 

organ, kelenjar, sendi, dan lain sebagainya sedetail mungkin, yang bisa kami sajikan 

di bagian artikel  ini. Kami akan berusaha menyampaikan pembahasan secara 

terstruktur dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki. Kami akan menyampaikan 

disfungsi dan penderitaan di bagian tubuh tertentu, kemungkinan pemicu nya, dan 

solusi saran perbaikannya, yang tentunya yaitu  sebuah usaha untuk 

PENYELARASAN, PENYETELAN KEMBALI kepada FITRAH dari peruntukkan 

fungsi organ yang mengalami DISFUNGSI tersebut, sehingga kita kemudian bisa 

berharap bahwa organ yang mengalami DISFUNGSI itu bisa kembali BERFUNGSI 

dengan baik.  

 

Mari kita mulai pembahasan yang menarik ini.  

 

Pembagian Sistem Tubuh pada Manusia 

 

“Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri 

mereka sendiri.”—QS. Ali Imran:17 

 

“Santet yang paling berbahaya yaitu  santet yang kita lakukan pada diri sendiri, 

tanpa kita sadari. Bagian artikel  ini, terkait erat dengan santet terhadap diri sendiri 

yang kami maksud, akibat dari kelalaian atau ketidaksadaran. Semoga bagian ini 

memberi  kabar gembira bagi Anda dan keluarga, mengenai beberapa keburukan 

yang berasal dari diri kita sendiri.  

 

Kami telah menyusun sebuah daftar penyakit—atau lebih tepatnya gangguan-

gangguan fungsi—yang bisa timbul, sebab  secara tidak sadar kita telah menyantet 

diri sendiri. Kami telah mengelompokkan 318 macam penyakit atau gangguan pada 

sistem tubuh dan atau regional anatomi ini ke dalam 14 sistem yang bekerja pada 

tubuh manusia, yaitu: 1) Sistem Penggerak, 2) Sistem Kerangka, 3) Sistem 

Kardiovaskular, 4) Sistem Saraf, 5) Sistem Sensoris, 6) Sistem Integumen, 7) Sistem 

Imunitas, 8) Sistem Pernapasan, 9) Sistem Pencernaan, 10) Sistem Pembuangan, 11) 

Sistem Reproduksi, 12) Sistem Endokrin, 13) Sistem Artikulasi dan 14) Hal lain yang 

tidak termasuk ke dalam ke 13 sistem di atas, kami masukkan ke dalam bagian 

Regional Anatomi. Kami juga menyajikan kemungkinan pemicu nya secara 

metafisika/supra rasional, dan menyusun mantra, sajak atau doa untuk 

menyembuhkannya—juga—secara metafisika. Besar harapan bagi kami, bahwa daftar 

tersebut bisa dijadikan panduan dalam proses penyembuhan bagi Anda, para pembaca 

 142 

kami yang budiman, sebagai usaha tambahan selain usaha penyembuhan secara 

medis. 

 

Sistem Penggerak 

 

Terdiri dari otot dan persendian, berfungsi sebagai infrastruktur yang memungkinkan 

tubuh kita untuk bergerak, berpindah tempat dan melakukan berbagai aktivitas sehari-

hari. Simbol dari kemampuan manusia dalam berusaha, berupaya dan berikhtiar 

mencapai tujuan-tujuan hidup atau memenuhi kebutuhan hidupnya. 

 

Sistem Kerangka 

 

Terdiri dari berbagai macam tulang belulang, yang berfungsi menopang tubuh kita, 

untuk bisa berdiri tegak di atas tanah, tanpanya kita akan menjadi bergumpal-gumpal 

daging yang teronggok di lantai tak berdaya. Bagaikan tulangan sebuah bangunan, 

yang memungkinkan bangunan itu berdiri kokoh. Kerangka tulang juga berfungsi 

sebagai pelindung organ-organ tubuh penting seperti, jantung dan paru-paru. 

Kerangka secara metafisis yaitu  sebuah sandaran, jika bermasalah pada sistem 

sandaran ini, berarti kita telah salah menyandarkan diri. Kita telah keluar juga dari 

fitrah, berserah diri (submission), sepenuhnya pada Allah swt. sebab  tanpa-Nya kita 

sungguh tidak berdaya, kita akan roboh. Tiada daya dan kekuatan tanpa kekuatan 

dari-Nya. 

 

Sistem Kardiovaskular 

 

Terdiri dari organ jantung sebagai pusatnya, berbagai jenis pembuluh darah dan darah 

yang mengalir diantaranya. Menyimbolkan aliran cinta dan kasih sayang ke seluruh 

tubuh lewat aliran darah. Kemampuan mencintai dan menyalurkan cinta yaitu  

simbol dari sistem ini. Sistem ini erat kaitannya dengan kualitas hubungan antara kita 

dengan keluarga sedarah. “What is thicker than blood?” 

 

Sistem Saraf 

 

Terdiri dari Otak, dan jutaan urat-urat syaraf yang terjalin ke sekujur tubuh kita. 

Berfungsi, sebagai pusat kesadaran intelektual, pusat kendali dan perintah pada 

seluruh bagian tubuh yang berada dalam kendalinya untuk melakukan sesuatu atau 

tidak melakukan sesuatu.  

 

Sistem Sensoris 

 

Terdiri dari organ mata, hidung, dan telinga. Sistem ini berfungsi untuk memindai 

lingkungan di sekitar kita, sehingga kita dapat menyesuaikan diri dengan keadaannya, 

dan mengambil keputusan yang tepat demi kelangsungan hidup dan tercapainya 

tujuan kita di lingkungan tersebut. 

 

Sistem Integumen 

 

Disebut juga sistem pembungkus, sistem ini membungkus tubuh kita, sehingga 

berfungsi sebagai garda terluar, sebagai citra diri kita yang terlihat dari luar, 

 143 

merepresentasikan kecantikan, keindahan, dan kepercayaan diri. Sistem ini terdiri dari 

kulit—sebagai organ terbesar—kuku, payudara dan rambut.  

 

Sistem Imunitas 

 

Sistem ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai serangan penyakit dari luar 

tubuh dan dari sistem ini sendiri. Terdiri dari berbagai saluran limpatik, darah putih, 

dan sumsum tulang sebagai penghasil darah putih dan darah merah. Menyimbolkan 

ketahanan kita atas segala macam cobaan yang datang dari luar diri kita dan dari 

dalam diri kita sendiri—menzalimi diri sendiri. 

 

Sistem Pernapasan 

 

Menyimbolkan hidup itu sendiri, selagi bernapas, selagi masih hidup. Menyimbolkan 

semangat hidup. Kesadaran akan napas, kesadaran kenapa kita hidup. sebab  hidup 

kita selalu tergantung dari napas kita yang berikutnya. Cara pandang terhadap 

kehidupan itu sendiri. Sistem ini terdiri dari hidung, saluran-saluran pernapasan dan 

organ utamanya paru-paru. Tak akan pernah kita bisa hidup tanpa Oksigen, dan 

Oksigen ini, tidak terlihat oleh mata biasa. Ini simbol dari ketergantungan kita kepada 

sesuatu yang Dzat-Nya tidak nampak—tidak bisa terjangkau oleh kita. 

 

Sistem Pencernaan 

 

Terdiri dari organ penghancur makanan, gigi, gusi, lidah, segala macam usus, usus 

halus, usus kecil usus besar, lambung, dan hati. Menyimbolkan kemampuan dalam 

memahami segala sesuatu, dalam mencerna segala sesuatu yang terjadi dalam 

kehidupan kita, kemampuan menarik hikmah di balik segala kejadian. Kebijaksanaan, 

kecerdasan spiritual. 

 

Sistem Pembuangan 

 

Sistem ini mencerminkan kemampuan dalam melepaskan segala sesuatu yang sudah 

tidak lagi menjadi bagian dari hidup kita, sudah bukan milik kita lagi, dan melepaskan 

apa yang terjadi di masa lalu. Sistem ini juga menyimbolkan kemampuan untuk 

melepaskan sebagian rezeki yang kita miliki pada yang berhak menerimanya. 

Perasaan kekurangan akan membuat kita berat dalam berbagi, dan perasaan 

kekurangan ini, akan memicu  gangguan pada sistem pembuangan kita. Terdiri 

dari organ usus besar, ginjal, berbagai jenis saluran pembuangan, dan kantung kemih. 

“Allah Maha Mencukupi kebutuhan, Dia-lah Sang Pemelihara seluruh makhluknya.” 

 

Sistem Reproduksi 

 

Menyimbolkan kondisi hubungan dengan keluarga, terutama orang tua dan 

kemampuan memiliki keturunan, kemampuan melanjutkan kehidupan, dan semangat 

hidup. Menyimbolkan seberapa besar kita bisa menghargai dan mencintai diri kita 

sendiri, untuk kemudian ingin mempertahankan rantai keturunan, sebagai legacy. 

Memiliki misi visi yang jelas, dalam menjalani kehidupan, sehingga ia merasa perlu 

untuk memiliki sebuah generasi penerus. Terdiri dari organ reproduksi laki-laki dan 

wanita —alat kelamin, testes, sel telur dan rahim.  

 


Sistem Endokrin 

 

Terdiri dari berbagai kelenjar penghasil hormon-hormon pengatur fungsi tubuh 

tertentu, seperti kelenjar Adrenal, kelenjar Pituitary, kelenjar Thyroid, dan organ 

Pankreas. Menyimbolkan kemampuan kita dalam berlaku adil baik terhadap diri 

sendiri mau pun orang lain. Kemampuan untuk menempatkan segala sesuatu pada 

tempatnya, sehingga mencapai sebuah keseimbangan yang sempurna. 

 

Sistem Artikulasi 

 

Terdiri dari mulut, lidah, laring, pita suara, dan tenggorokan. Sistem ini berfungsi 

sebagai alat mengekspresikan pikiran dan perasaan pada dunia luar. Menyimbolkan 

kemampuan untuk mengeluarkan perkataan yang baik, atau diam sama sekali.  

 

“.... dan ucapkanlah perkataan yang baik.”—QS. Al-Ahzab:32 

 

Berbicara tidaklah harus bersuara. Percakapan hati yaitu  juga jenis berbicara. Jadi 

dalam diri lidah lebih dari satu. Seorang Syaikh pernah berkata bahwa, “Berbicara itu 

bagai minuman yang memabukkan. Ia dapat menjerat jiwa dan merusak pikiran. 

Orang-orang yang melakukannya akan sangat sulit meninggalkannya. Seolah 

berbicara itu menjadi minuman pelepas dahaga hati. Bicara bisa menyebarkan bias 

kegelapan, ada bendera ria, ujub, takabur, kebohongan dan kesombongan. Tidak ada 

yang mengingat Tuhannya. Semuanya terbawa oleh keadaan, dan ingin segera 

menuruti nada jiwanya.”  

 

Regional Anatomi  

 

Meskipun terdapat overlapping dengan bagian sistem yang telah disebutkan di atas, 

kami juga menambahkan satu bagian akhir, yang kami masukkan ke dalam bagian 

Regional Anatomi, untuk beberapa bagian tubuh yang memiliki simbol fungsi unik 

tersendiri, seperti: Bagian kanan dan bagian kiri tubuh, jari jemari, organ kaki dan 

pembagiannya, leher, lengan, pinggul, pantat, punggung dan wajah.  

 

 

Permasalahan Mendasar pada Terjadinya Santet Diri Sendiri—Santet Penyakit 

 

“Hari saat  bersaksi atas mereka lidah-lidah mereka, tangan-tangan mereka dan 

kaki-kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”—QS. An-Nur 24. 

 

“Dan hari musuh-musuh Allah digiring ke neraka lalu mereka dikumpulkan . 

Sehingga jika  mereka telah mencapainya bersaksilah atas pendengaran mereka, 

dan penglihatan-penglihatan mereka serta kulit-kulit mereka menyangkut apa yang 

telah mereka senantiasa kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka, 

“Mengapa kamu menjadi saksi yang memberatkan kami?” Mereka menjawab, 

“Allah yang menjadikan segala sesuatu BERBICARA dan Dia-lah yang 

MENCIPTAKAN kamu pada kali yang PERTAMA dan hanya kepada-Nyalah saja 

kamu dikembalikan.”— QS. Fushshilat 19-21  

 

Ayat di atas menyatakan kuasa-Nya atas DIRI MANUSIA, yakni pada bagian-bagian 

dari diri manusia yang selama di dunia mereka MERASA berada dalam kekuasaan 

 145 

masing-masing pribadi. Padahal ternyata di dunia pun bagian-bagian tubuh kita telah 

dirancang untuk selalu jujur pada FITRAH-nya akan kebenaran. Ketidakselarasan 

dengan fitrah dari penciptaannya itu sendiri akan menyebabkan penderitaan sebab  

terganggunya fungsi-fungsi di bagian-bagian tubuh tertentu sehubungan dengan amal 

perbuatan kita, bahkan saat  kita masih hidup di dunia. 

 

PEMBICARAAN anggota badan di atas tidak harus dipahami dalam arti ucapan-

ucapan manusia dengan bahasa manusia. Bahasa kedokteran menamakannya the body 

symptoms atau gejala terdapatnya gangguan fungsi dari bagian-bagian tubuh. sebab  

tidak semua pembicaraan harus dalam bentuk kata-kata, tetapi pembicaraan yang 

dilakukan oleh atau terhadap sesuatu yaitu  sesuai dengan sifat dan keadaan sesuatu 

itu.  

 

Pada ayat di atas, disebutkan tiga anggota badan yang menjasi SAKSI, yaitu 

PENDENGARAN, PENGLIHATAN dan KULIT. Ini sebab  ketiganya memiliki  

peranan besar dalam penolakan KEBENARAN.  Pendengaran menolak wahyu Ilahi 

dan penjelasan lisan rasul; penglihatan membuta terhadap mukjizat dan bukti-bukti 

kekuasaan-Nya yang terhampar, sedang kulit mencakup seluruh badan. Di sisi lain, 

sebab  kulit-lah (indra perasa dan peraba) yang tersiksa dan melalui kulit, kepedihan 

terasa, sebab  itu, “Setiap kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit 

yang lain supaya mereka merasakan azab.”—QS. An-Nisa [4]:56 

 

Penglihatan-penglihatan berbentuk jamak dalam ayat di atas, sebab  yang didengar 

selalu saja sama, baik oleh seseorang maupun banyak orang dan dari arah mana pun 

datangnya suara. Ini berbeda dengan apa yang dilihat. Posisi tempat berpijak dan arah 

pandang melahirkan PERBEDAAN. Demikian juga hasil kerja akal dan hati. Hasil 

penalaran akal pun demikian. Dia dapat berbeda, boleh jadi ada yang sangat jitu dan 

tepat, dan boleh jadi juga merupakan kesalahan fatal. Masing-masing orang memiliki 

point of view yang berbeda-beda. Tak pernah kita mendengar adanya ungkapan 

different point of hearing. Wow! 

 

 

“Dan kamu sekali-kali tidak menyembunyikan KESAKSIAN atas diri kamu oleh 

PENDENGARAN kamu, tidak (juga) oleh PENGLIHATAN-PENGLIHATAN kamu 

dan tidak (juga) oleh KULIT-KULIT kamu tetapi sebab  kamu menduga bahwa Allah 

tidak mengetahui banyak dari apa yang kamu kerjakan. Itulah dugaan yang kamu 

duga terhadap Tuhan kamu. (Itu) telah MEMBINASAKAN kamu sehingga 

menjadikan kamu termasuk orang-orang yang rugi. Jika mereka bersabar, maka 

nerakalah tempat tinggal mereka dan jika mereka mengemukakan alasan-alasam 

maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya.”—QS. 

Fushshilat: 22-24  

  

Bagian 11: Kesimpulan dan Penutup 

 

Ketidakpastian yaitu  kepastian itu sendiri, kini tak ada lagi ilmu pasti, yang ada 

hanyalah kepastian bahwa kita semua akan menemui kematian. 

 

Pembaca yang budiman, bertahanlah dalam samudera kehidupan ini, tak ada yang 

pasti kecuali Anda tidak boleh tenggelam, tidak masalah jika hanya kepala Anda yang 

muncul di permukaan lautan kehidupan, jangan tenggelam. Apa pun yang terjadi pada 

Anda, asalkan Anda beriman dan setia pada janji setia Anda pada Allah, yaitu  baik 

bagi Anda. Mau Anda mati tersantet sekali pun, itu yaitu  baik bagi Anda, jika Anda 

orang beriman. Namun, usaha menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi, 

yaitu  kewajiban kita sebagai manusia. Usaha yaitu  ibadah. Segala yang terjadi 

yaitu  sebab  Allah menghendakinya, percayakan segala urusan Anda sepenuh-Nya 

padanya. “The theory of Everything is God.”—Syaikh Hamza Yusuf 

 

Quantum Mekanik, telah membuktikan bahwa tidak selalu saat  kita bertanya, lantas 

kita mendapatkan jawaban, melalui percobaan para ilmuwan dengan metoda 

ilmiahnya, rumusan-rumusan matematika yang kemudian bisa dibuktikan melalui 

percobaan itu, sehingga diambil sebuah kesimpulan atau sebuah postulat atau teori 

tentang bagaimana alam semesta bekerja. Tidak ada lagi ilmu pasti, atau ilmu alam, 

atau science, sebab  semua yang terjadi yaitu  sebab  Dia mengatakan, “Kun.” Jika 

kita tidak mempercayai keberadaan Tuhan, maka science pun—ternyata—sudah tidak 

bisa lagi dipertuhankan. 

 

Jika satu detik saja Tuhan berhenti bekerja, maka alam semesta raya akan lenyap 

sesaat . 

 

Menzalimi diri sendiri yaitu  benang merah dalam artikel  ini, sebab  keburukan apa 

pun yang menimpa kita pada dasarnya yaitu  sebab  perbuatan diri kita sendiri.  

 

Akhir kata, semoga Anda—pembaca yang budiman—dapat memetik manfaat dari 

artikel  yang jauh dari kata sempurna ini. Namun sungguh kami berharap bahwa upaya 

kami dalam berkarya lewat penulisan artikel  ini disukai oleh Allah swt.—amin. Terima 

kasih telah membeli, mendapatkan dan membacanya.  

 

 

Bagian 12: Daftar Santet Penyakit dan Penurunan Fungsi Tubuh