toh) dari mata yang tidak digunakan sesuai
dengan FUNGSI SEBENARNYA bisa menyebabkan mata tersebut menjadi sakit,
bahkan menjadi buta. Di dalam ayat lainnya, Allah berfirman:
“Maka tidak pernahkah mereka berjalan di muka bumi, sehingga hati (akal) mereka
dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang
buta, ialah hati yang di dalam dada.”—QS. Al-Hajj: 46
Dari ayat di atas dikatakan bawa orang-orang yang tidak pernah berjalan di atas muka
bumi dan tidak pernah mengambil pelajaran dari kaum yang DIMUSNAHKAN
sebagai orang yang buta matanya sebab hatinya tidak mau belajar dari orang-orang
terdahulu (kaum yang dimusnahkan). Hati yaitu letak dimana fitrah berada. Ayat di
atas mengisyaratkan efek yang didapat bila tidak pemakaian mata sesuai dengan
fitrahnya, yaitu kebutaan batin dan pada akhirnya bisa juga secara lahir.
Di dalam artikel ini membahas tentang kaitan antara fitrah dan tubuh bisa berdampak
pada timbulnya penyakit bila tubuh tidak digunakan sesuai dengan fitrahnya dan kami
membahas tentang teknik menyembuhkan diri dari berbagai penyakit yang
ditimbulkannya.
Bagian 10: Sistem-Sistem dalam Tubuh Manusia dan Simbolnya
“Juru SANTET yang paling dahsyat yaitu diri Anda sendiri, dan korban SANTET
yang paling empuk yaitu diri Anda sendiri juga.”
140
Juru Santet Paling Berbahaya yang Terlupakan
Anda tentunya pernah membaca atau mendengar ungkapan yang berbunyi, “Musuh
paling berbahaya yaitu diri Anda sendiri.” Dan di sini kami teruskan makna
musuh, dalam ungkapan tersebut sebagai—kenapa tidak—juga juru SANTET. Jika di
bagian lain dalam artikel ini, juru santet yaitu seseorang yang ingin mencelakai Anda,
dan ia yaitu sebuah entitas lain selain dari diri Anda sendiri, maka di bagian ini,
Anda akan bertemu dengan diri Anda sendiri sebagai sang JURU SANTET paling
berbahaya itu, dan korban utamanya yaitu Anda juga.
Anda tentunya pernah mendengar ungkapan ini, “Semua penyakit berasal dari
pikiran—dan dari apa yang Anda makan, dan seberapa banyak Anda
memakannya.”—lihat bagian Kamus Penyakit pada artikel ini. Ungkapan seperti ini
belum menjawab beberapa pertanyaan yang kemudian timbul, seperti: “Apa yang
dimaksud dengan pikiran di sini? Pikiran seperti apa? Bagaimana mekanismenya?”
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan semisal ini, kami akan memperincinya
secara lebih DETAIL pada bagian ini, sehingga pada gilirannya nanti Anda akan
mampu menjabarkan, mencari dan menemukan setiap titik permasalahannya,
sehingga solusi terhadap permasalahannya bisa Anda rumuskan sendiri dengan
konsep yang kami sajikan di dalam artikel ini. sebab bukan sekedar pola pikir yang
menyebabkan timbulnya sebuah disease atau gangguan fungsi tubuh di bagian
tertentu, namun juga KELALAIAN Anda dalam memahami FITRAH peruntukkan
dari berbagai fungsi anatomi yang membentuk tubuh itu sendiri. Bagaikan kita
membeli sebuah benda elektronik, atau sebuah mobil yang disertai dengan sebuah
artikel PEDOMAN PEMAKAIAN, atau artikel PEDOMAN PEMILIK, yang selama
ini tidak pernah Anda baca. Maka besar kemungkinan, Anda akan tanpa sadar akan
merusak barang milik Anda tersebut, demikianlah analogi kita dengan tubuh kita,
yang kita miliki dan operasikan—Di bagian akhir artikel ini, kami sertakan sebuah
kamus penyakit akibat Gangguan Fungsi Tubuh dan Kemungkinan Faktor
pemicu nya, yang bisa melengkapi pengetahuan Anda dalam hal ini.
Efek santet menurut asal datangnya, kami bagi dalam dua kelompok:
1. pemicu dari Dalam
2. pemicu dari Luar (Kecelakaan, bunuh diri),
Efek santet menurut sifat kejadiannya, kami bagi dalam dua kelompok:
1. Penyakit Menular
2. Penyakit Tidak Menular
Efek santet menurut data DNA, kami bagi ke dalam dua kelompok:
1. Penyakit Keturunan (Pola Pikir yang Diturunkan/DNA), Can we change the
DNA?
2. Bukan Penyakit Keturunan
141
Fitrah Fungsi Organ Tubuh
Manusia (dan jin) tidak diciptakan Allah swt. SELAIN untuk beribadah kepada-Nya.
Oleh sebab itu diberilah kita anugerah dalam bentuk spesifikasi dua dimensi yang
dapat memfasilitasi TUGAS tersebut. Seperti halnya, sebuah komputer, apakah itu
sebuah mainframe atau sebuah PC, tentu saja memiliki spesifikasi yang berbeda,
tergantung peruntukkannya masing-masing. FITRAH MANUSIA telah TERINSTAL
pada kita, sebelum kita dilahirkan. Fitrah yaitu spesifikasi tersebut, ia bagaikan
sebuah menu HELP dalam software sebuah komputer, dan PANDUAN UNTUK
PEMILIK untuk membuat sebuah unit fisik komputer agar berfungsi optimal dan bisa
awet, bisa dipakai sesuai dengan life-span yang diharapkan.
Pada bagian ini, kita akan membahas FITRAH, dalam keterkaitannya dengan fungsi
fisik tubuh kita. Tentang tugas, fungsi dan filosofi dari fungsi setiap bagian tubuh,
organ, kelenjar, sendi, dan lain sebagainya sedetail mungkin, yang bisa kami sajikan
di bagian artikel ini. Kami akan berusaha menyampaikan pembahasan secara
terstruktur dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki. Kami akan menyampaikan
disfungsi dan penderitaan di bagian tubuh tertentu, kemungkinan pemicu nya, dan
solusi saran perbaikannya, yang tentunya yaitu sebuah usaha untuk
PENYELARASAN, PENYETELAN KEMBALI kepada FITRAH dari peruntukkan
fungsi organ yang mengalami DISFUNGSI tersebut, sehingga kita kemudian bisa
berharap bahwa organ yang mengalami DISFUNGSI itu bisa kembali BERFUNGSI
dengan baik.
Mari kita mulai pembahasan yang menarik ini.
Pembagian Sistem Tubuh pada Manusia
“Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri
mereka sendiri.”—QS. Ali Imran:17
“Santet yang paling berbahaya yaitu santet yang kita lakukan pada diri sendiri,
tanpa kita sadari. Bagian artikel ini, terkait erat dengan santet terhadap diri sendiri
yang kami maksud, akibat dari kelalaian atau ketidaksadaran. Semoga bagian ini
memberi kabar gembira bagi Anda dan keluarga, mengenai beberapa keburukan
yang berasal dari diri kita sendiri.
Kami telah menyusun sebuah daftar penyakit—atau lebih tepatnya gangguan-
gangguan fungsi—yang bisa timbul, sebab secara tidak sadar kita telah menyantet
diri sendiri. Kami telah mengelompokkan 318 macam penyakit atau gangguan pada
sistem tubuh dan atau regional anatomi ini ke dalam 14 sistem yang bekerja pada
tubuh manusia, yaitu: 1) Sistem Penggerak, 2) Sistem Kerangka, 3) Sistem
Kardiovaskular, 4) Sistem Saraf, 5) Sistem Sensoris, 6) Sistem Integumen, 7) Sistem
Imunitas, 8) Sistem Pernapasan, 9) Sistem Pencernaan, 10) Sistem Pembuangan, 11)
Sistem Reproduksi, 12) Sistem Endokrin, 13) Sistem Artikulasi dan 14) Hal lain yang
tidak termasuk ke dalam ke 13 sistem di atas, kami masukkan ke dalam bagian
Regional Anatomi. Kami juga menyajikan kemungkinan pemicu nya secara
metafisika/supra rasional, dan menyusun mantra, sajak atau doa untuk
menyembuhkannya—juga—secara metafisika. Besar harapan bagi kami, bahwa daftar
tersebut bisa dijadikan panduan dalam proses penyembuhan bagi Anda, para pembaca
142
kami yang budiman, sebagai usaha tambahan selain usaha penyembuhan secara
medis.
Sistem Penggerak
Terdiri dari otot dan persendian, berfungsi sebagai infrastruktur yang memungkinkan
tubuh kita untuk bergerak, berpindah tempat dan melakukan berbagai aktivitas sehari-
hari. Simbol dari kemampuan manusia dalam berusaha, berupaya dan berikhtiar
mencapai tujuan-tujuan hidup atau memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sistem Kerangka
Terdiri dari berbagai macam tulang belulang, yang berfungsi menopang tubuh kita,
untuk bisa berdiri tegak di atas tanah, tanpanya kita akan menjadi bergumpal-gumpal
daging yang teronggok di lantai tak berdaya. Bagaikan tulangan sebuah bangunan,
yang memungkinkan bangunan itu berdiri kokoh. Kerangka tulang juga berfungsi
sebagai pelindung organ-organ tubuh penting seperti, jantung dan paru-paru.
Kerangka secara metafisis yaitu sebuah sandaran, jika bermasalah pada sistem
sandaran ini, berarti kita telah salah menyandarkan diri. Kita telah keluar juga dari
fitrah, berserah diri (submission), sepenuhnya pada Allah swt. sebab tanpa-Nya kita
sungguh tidak berdaya, kita akan roboh. Tiada daya dan kekuatan tanpa kekuatan
dari-Nya.
Sistem Kardiovaskular
Terdiri dari organ jantung sebagai pusatnya, berbagai jenis pembuluh darah dan darah
yang mengalir diantaranya. Menyimbolkan aliran cinta dan kasih sayang ke seluruh
tubuh lewat aliran darah. Kemampuan mencintai dan menyalurkan cinta yaitu
simbol dari sistem ini. Sistem ini erat kaitannya dengan kualitas hubungan antara kita
dengan keluarga sedarah. “What is thicker than blood?”
Sistem Saraf
Terdiri dari Otak, dan jutaan urat-urat syaraf yang terjalin ke sekujur tubuh kita.
Berfungsi, sebagai pusat kesadaran intelektual, pusat kendali dan perintah pada
seluruh bagian tubuh yang berada dalam kendalinya untuk melakukan sesuatu atau
tidak melakukan sesuatu.
Sistem Sensoris
Terdiri dari organ mata, hidung, dan telinga. Sistem ini berfungsi untuk memindai
lingkungan di sekitar kita, sehingga kita dapat menyesuaikan diri dengan keadaannya,
dan mengambil keputusan yang tepat demi kelangsungan hidup dan tercapainya
tujuan kita di lingkungan tersebut.
Sistem Integumen
Disebut juga sistem pembungkus, sistem ini membungkus tubuh kita, sehingga
berfungsi sebagai garda terluar, sebagai citra diri kita yang terlihat dari luar,
143
merepresentasikan kecantikan, keindahan, dan kepercayaan diri. Sistem ini terdiri dari
kulit—sebagai organ terbesar—kuku, payudara dan rambut.
Sistem Imunitas
Sistem ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai serangan penyakit dari luar
tubuh dan dari sistem ini sendiri. Terdiri dari berbagai saluran limpatik, darah putih,
dan sumsum tulang sebagai penghasil darah putih dan darah merah. Menyimbolkan
ketahanan kita atas segala macam cobaan yang datang dari luar diri kita dan dari
dalam diri kita sendiri—menzalimi diri sendiri.
Sistem Pernapasan
Menyimbolkan hidup itu sendiri, selagi bernapas, selagi masih hidup. Menyimbolkan
semangat hidup. Kesadaran akan napas, kesadaran kenapa kita hidup. sebab hidup
kita selalu tergantung dari napas kita yang berikutnya. Cara pandang terhadap
kehidupan itu sendiri. Sistem ini terdiri dari hidung, saluran-saluran pernapasan dan
organ utamanya paru-paru. Tak akan pernah kita bisa hidup tanpa Oksigen, dan
Oksigen ini, tidak terlihat oleh mata biasa. Ini simbol dari ketergantungan kita kepada
sesuatu yang Dzat-Nya tidak nampak—tidak bisa terjangkau oleh kita.
Sistem Pencernaan
Terdiri dari organ penghancur makanan, gigi, gusi, lidah, segala macam usus, usus
halus, usus kecil usus besar, lambung, dan hati. Menyimbolkan kemampuan dalam
memahami segala sesuatu, dalam mencerna segala sesuatu yang terjadi dalam
kehidupan kita, kemampuan menarik hikmah di balik segala kejadian. Kebijaksanaan,
kecerdasan spiritual.
Sistem Pembuangan
Sistem ini mencerminkan kemampuan dalam melepaskan segala sesuatu yang sudah
tidak lagi menjadi bagian dari hidup kita, sudah bukan milik kita lagi, dan melepaskan
apa yang terjadi di masa lalu. Sistem ini juga menyimbolkan kemampuan untuk
melepaskan sebagian rezeki yang kita miliki pada yang berhak menerimanya.
Perasaan kekurangan akan membuat kita berat dalam berbagi, dan perasaan
kekurangan ini, akan memicu gangguan pada sistem pembuangan kita. Terdiri
dari organ usus besar, ginjal, berbagai jenis saluran pembuangan, dan kantung kemih.
“Allah Maha Mencukupi kebutuhan, Dia-lah Sang Pemelihara seluruh makhluknya.”
Sistem Reproduksi
Menyimbolkan kondisi hubungan dengan keluarga, terutama orang tua dan
kemampuan memiliki keturunan, kemampuan melanjutkan kehidupan, dan semangat
hidup. Menyimbolkan seberapa besar kita bisa menghargai dan mencintai diri kita
sendiri, untuk kemudian ingin mempertahankan rantai keturunan, sebagai legacy.
Memiliki misi visi yang jelas, dalam menjalani kehidupan, sehingga ia merasa perlu
untuk memiliki sebuah generasi penerus. Terdiri dari organ reproduksi laki-laki dan
wanita —alat kelamin, testes, sel telur dan rahim.
Sistem Endokrin
Terdiri dari berbagai kelenjar penghasil hormon-hormon pengatur fungsi tubuh
tertentu, seperti kelenjar Adrenal, kelenjar Pituitary, kelenjar Thyroid, dan organ
Pankreas. Menyimbolkan kemampuan kita dalam berlaku adil baik terhadap diri
sendiri mau pun orang lain. Kemampuan untuk menempatkan segala sesuatu pada
tempatnya, sehingga mencapai sebuah keseimbangan yang sempurna.
Sistem Artikulasi
Terdiri dari mulut, lidah, laring, pita suara, dan tenggorokan. Sistem ini berfungsi
sebagai alat mengekspresikan pikiran dan perasaan pada dunia luar. Menyimbolkan
kemampuan untuk mengeluarkan perkataan yang baik, atau diam sama sekali.
“.... dan ucapkanlah perkataan yang baik.”—QS. Al-Ahzab:32
Berbicara tidaklah harus bersuara. Percakapan hati yaitu juga jenis berbicara. Jadi
dalam diri lidah lebih dari satu. Seorang Syaikh pernah berkata bahwa, “Berbicara itu
bagai minuman yang memabukkan. Ia dapat menjerat jiwa dan merusak pikiran.
Orang-orang yang melakukannya akan sangat sulit meninggalkannya. Seolah
berbicara itu menjadi minuman pelepas dahaga hati. Bicara bisa menyebarkan bias
kegelapan, ada bendera ria, ujub, takabur, kebohongan dan kesombongan. Tidak ada
yang mengingat Tuhannya. Semuanya terbawa oleh keadaan, dan ingin segera
menuruti nada jiwanya.”
Regional Anatomi
Meskipun terdapat overlapping dengan bagian sistem yang telah disebutkan di atas,
kami juga menambahkan satu bagian akhir, yang kami masukkan ke dalam bagian
Regional Anatomi, untuk beberapa bagian tubuh yang memiliki simbol fungsi unik
tersendiri, seperti: Bagian kanan dan bagian kiri tubuh, jari jemari, organ kaki dan
pembagiannya, leher, lengan, pinggul, pantat, punggung dan wajah.
Permasalahan Mendasar pada Terjadinya Santet Diri Sendiri—Santet Penyakit
“Hari saat bersaksi atas mereka lidah-lidah mereka, tangan-tangan mereka dan
kaki-kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”—QS. An-Nur 24.
“Dan hari musuh-musuh Allah digiring ke neraka lalu mereka dikumpulkan .
Sehingga jika mereka telah mencapainya bersaksilah atas pendengaran mereka,
dan penglihatan-penglihatan mereka serta kulit-kulit mereka menyangkut apa yang
telah mereka senantiasa kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka,
“Mengapa kamu menjadi saksi yang memberatkan kami?” Mereka menjawab,
“Allah yang menjadikan segala sesuatu BERBICARA dan Dia-lah yang
MENCIPTAKAN kamu pada kali yang PERTAMA dan hanya kepada-Nyalah saja
kamu dikembalikan.”— QS. Fushshilat 19-21
Ayat di atas menyatakan kuasa-Nya atas DIRI MANUSIA, yakni pada bagian-bagian
dari diri manusia yang selama di dunia mereka MERASA berada dalam kekuasaan
145
masing-masing pribadi. Padahal ternyata di dunia pun bagian-bagian tubuh kita telah
dirancang untuk selalu jujur pada FITRAH-nya akan kebenaran. Ketidakselarasan
dengan fitrah dari penciptaannya itu sendiri akan menyebabkan penderitaan sebab
terganggunya fungsi-fungsi di bagian-bagian tubuh tertentu sehubungan dengan amal
perbuatan kita, bahkan saat kita masih hidup di dunia.
PEMBICARAAN anggota badan di atas tidak harus dipahami dalam arti ucapan-
ucapan manusia dengan bahasa manusia. Bahasa kedokteran menamakannya the body
symptoms atau gejala terdapatnya gangguan fungsi dari bagian-bagian tubuh. sebab
tidak semua pembicaraan harus dalam bentuk kata-kata, tetapi pembicaraan yang
dilakukan oleh atau terhadap sesuatu yaitu sesuai dengan sifat dan keadaan sesuatu
itu.
Pada ayat di atas, disebutkan tiga anggota badan yang menjasi SAKSI, yaitu
PENDENGARAN, PENGLIHATAN dan KULIT. Ini sebab ketiganya memiliki
peranan besar dalam penolakan KEBENARAN. Pendengaran menolak wahyu Ilahi
dan penjelasan lisan rasul; penglihatan membuta terhadap mukjizat dan bukti-bukti
kekuasaan-Nya yang terhampar, sedang kulit mencakup seluruh badan. Di sisi lain,
sebab kulit-lah (indra perasa dan peraba) yang tersiksa dan melalui kulit, kepedihan
terasa, sebab itu, “Setiap kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit
yang lain supaya mereka merasakan azab.”—QS. An-Nisa [4]:56
Penglihatan-penglihatan berbentuk jamak dalam ayat di atas, sebab yang didengar
selalu saja sama, baik oleh seseorang maupun banyak orang dan dari arah mana pun
datangnya suara. Ini berbeda dengan apa yang dilihat. Posisi tempat berpijak dan arah
pandang melahirkan PERBEDAAN. Demikian juga hasil kerja akal dan hati. Hasil
penalaran akal pun demikian. Dia dapat berbeda, boleh jadi ada yang sangat jitu dan
tepat, dan boleh jadi juga merupakan kesalahan fatal. Masing-masing orang memiliki
point of view yang berbeda-beda. Tak pernah kita mendengar adanya ungkapan
different point of hearing. Wow!
“Dan kamu sekali-kali tidak menyembunyikan KESAKSIAN atas diri kamu oleh
PENDENGARAN kamu, tidak (juga) oleh PENGLIHATAN-PENGLIHATAN kamu
dan tidak (juga) oleh KULIT-KULIT kamu tetapi sebab kamu menduga bahwa Allah
tidak mengetahui banyak dari apa yang kamu kerjakan. Itulah dugaan yang kamu
duga terhadap Tuhan kamu. (Itu) telah MEMBINASAKAN kamu sehingga
menjadikan kamu termasuk orang-orang yang rugi. Jika mereka bersabar, maka
nerakalah tempat tinggal mereka dan jika mereka mengemukakan alasan-alasam
maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya.”—QS.
Fushshilat: 22-24
Bagian 11: Kesimpulan dan Penutup
Ketidakpastian yaitu kepastian itu sendiri, kini tak ada lagi ilmu pasti, yang ada
hanyalah kepastian bahwa kita semua akan menemui kematian.
Pembaca yang budiman, bertahanlah dalam samudera kehidupan ini, tak ada yang
pasti kecuali Anda tidak boleh tenggelam, tidak masalah jika hanya kepala Anda yang
muncul di permukaan lautan kehidupan, jangan tenggelam. Apa pun yang terjadi pada
Anda, asalkan Anda beriman dan setia pada janji setia Anda pada Allah, yaitu baik
bagi Anda. Mau Anda mati tersantet sekali pun, itu yaitu baik bagi Anda, jika Anda
orang beriman. Namun, usaha menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,
yaitu kewajiban kita sebagai manusia. Usaha yaitu ibadah. Segala yang terjadi
yaitu sebab Allah menghendakinya, percayakan segala urusan Anda sepenuh-Nya
padanya. “The theory of Everything is God.”—Syaikh Hamza Yusuf
Quantum Mekanik, telah membuktikan bahwa tidak selalu saat kita bertanya, lantas
kita mendapatkan jawaban, melalui percobaan para ilmuwan dengan metoda
ilmiahnya, rumusan-rumusan matematika yang kemudian bisa dibuktikan melalui
percobaan itu, sehingga diambil sebuah kesimpulan atau sebuah postulat atau teori
tentang bagaimana alam semesta bekerja. Tidak ada lagi ilmu pasti, atau ilmu alam,
atau science, sebab semua yang terjadi yaitu sebab Dia mengatakan, “Kun.” Jika
kita tidak mempercayai keberadaan Tuhan, maka science pun—ternyata—sudah tidak
bisa lagi dipertuhankan.
Jika satu detik saja Tuhan berhenti bekerja, maka alam semesta raya akan lenyap
sesaat .
Menzalimi diri sendiri yaitu benang merah dalam artikel ini, sebab keburukan apa
pun yang menimpa kita pada dasarnya yaitu sebab perbuatan diri kita sendiri.
Akhir kata, semoga Anda—pembaca yang budiman—dapat memetik manfaat dari
artikel yang jauh dari kata sempurna ini. Namun sungguh kami berharap bahwa upaya
kami dalam berkarya lewat penulisan artikel ini disukai oleh Allah swt.—amin. Terima
kasih telah membeli, mendapatkan dan membacanya.
Bagian 12: Daftar Santet Penyakit dan Penurunan Fungsi Tubuh

