duniawi, sering kali justru menjadi sasaran
penipuan .
Seorang mantan pelaku gendam jalanan menuturkan,
bahwa orang dari kalangan religius tradisional yaitu sasaran
paling empuk penipuan, disebabkan oleh pemahamannya yang
45
berlebihan tentang makna berbaik sangka (husnudzon) , selain
itu mereka pada umumnya tidak memiliki budaya membaca
sehingga tidak mengikuti perkembangan dunia luar, yang
mengakibatkan analisisnya lemah.
Waspadai Orang Baru Lihai Bicara
Agar selamat dari bujuk rayu para penggendam, biasa
kanlah untuk mewaspadai orang-orang yang baru Anda kenal .
Jangan mudah terkecoh dengan penampilan seseorang, teruta
ma cara bicaranya yang muluk-muluk.
Para pelaku gendam jalanan pada umumnya memiliki
kemampuan komunikasi yang bagus. Jika suatu saat Anda
bertemu dengan tipe orang demikian , waspyaitu l Sikap hati
hati terhadap bujukan yang disertai niat jahat yaitu tetaplah
bertahan untuk berpikir yang sehat (rasional). Hindarilah sikap
"terlalu" dalam segala hal.
Selama diri Anda masih ditunggui sifat syukur dan qana'ah
(nrima ing pandum) insyaallah Anda tetap selamat, sebab
gendam lebih banyak memakan korban orang yang "terlalu" .
Terlalu rakus, terlalu mudah kagum , terlalu senang dengan
berita baru yang belum pasti benarnya, terlalu sedih, terlalu
takut, dan sebagainya.
Secara umum, gendam itu lebih mudah memperdaya dua
golongan manusia. Yaitu orang miskin yang tidak sabar dengan
kemiskinannya, dan orang kaya yang tidak pernah merasa puas
dan bersyukur atas kekayaannya .
berdasar pengalaman saya sebagai penulis buku yang
banyak didatangi orang dari berbagai profesi , (termasuk
orang yang punya niat kurang baik) , bahwa orang yang punya
46
niat tidak lurus itu, pada umumnya takut dengan kamera.
sebab itu, j ika suatu saat Anda kedatangan tamu yang
mencurigakan gerak-geriknya, pancinglah ia dengan ajakan
untuk berfoto bersama sebab orang yang ingin melakukan
suatu tindak pidana, maka identitas dan wajahnya jangan
sampai didokumentasikan calon korbannya.
·
Putus lndikasi
Selain tip yang sudah saya tulis di atas, ada tip lain un
tuk menghindar sekaligus memberi periawanan pada pelaku
kejahatan bermodus gendam, yaitu dengan cara mengalihkan
pernbicaraan pada hal-hal yang tidak dikuasainya.
Anda tentu rnenyadari bahwa setiap pribadi memiliki
keahlian atau kelebihan pada salah satu bidang keilrnuan
yang tidak dirniliki orang lain . Sebaliknya, orang lain pun
tentu memiliki keahlian pada bidang tertentu yang tidak
Anda miliki . Nah, para pelaku penipuan bermodus gendam itu
pada umumnya rnemiliki keahlian dalarn hal-hal yang bersifat
rnetafisis atau bidang lain yang biasa dijadikan modal untuk
membual .
sebab teknik gendam sering dilakukan dengan memberikan
sugesti atau saran secara cepat, rnaka untuk mernatahkan
berondongan itu , Anda harus sigap. Jangan mau terbawa
iramanya. Potong pembicaraan dan sedapat mungkin belokkan
ke pembicaraan yang lebih Anda kuasai, tetapi bidang itu ti
dak dikuasainya .
Misalnya, Anda ahli di bidang komputer. Di saat Anda
diberondong dengan saran untuk mengikuti ajakannya, segera
belokkan pembicaraan itu dan ajaklah dia (pelaku gendam)
47
untuk membahas masalah komputer. Nah, di saat seseorang
tidak paham dengan apa yang Anda bicarakan, maka dia akan
menjadi pendengar. Setelah Anda mengambil alih kendali ,
gunakanlah langkah selanjutnya.
Mengalihkan perhatian dari memerhatikan apa yang disa
rankan pelaku gendam itu, ibarat Anda memindah saluran
televisi yang menayangkan sinetron berseri . Dan ketika Anda
membiarkan diri menikmati tayangan itu dari satu episode ke
episode selanjutnya, samalah artinya Anda membiarkan diri
hanyut dalam keasyikan yang makin menghanyutkan.
Pada zaman sekarang ini, teknik memutuskan cecaran
bujukan yang paling efektif yaitu sesegera mungkin meng
hubungi teman atau keluarga Anda melalui hand phone sam
bil kaki Anda melangkah menjauh seolah Anda tidak ingin
48
pernbicaraan Anda itu sangat pribadi sehingga tidak boleh
didengarkan orang lain .
Narnun yang lebih beruntung yaitu saat Anda sedang
mengalarni bujukan itu, tiba-tiba ada panggilan masuk. Oto
matis, cecaran itu akan berhenti dengan sendirinya, seperti
iklan di televisi , saat pemuda sedang merayu gadis pujaan
hatinya, ketika tiba-tiba telepon berdering dan gadis itu me
ngangkat telepon, maka kalimat rayuan itu pun terputus dan
pelakunya menjadi blank .
. Waspada Tepuk Pundak
Orang yang sedang kaget akibat berpikir keras sebab se
suatu yang memesonakan, posisinya seperti orang yang sedang
shock. Maka pada bagian otak kecilnya rnenjadi renggang
(spasi) , sehingga j ika saat itu langsung diberi (sugesti tanpa
korna), akibatnya otak itu jadi mudah dipengaruhi .
49
Kasus gendam di jalanan sering kali diawali dengan
cara menciptakan kekagetan melalui tepukan pundak pada
calon korbannya, dan ketika calon korban kaget lalu bengong,
boleh jadi sebab mencoba mengingat-ingat siapakah orang
di depannya itu, maka penipu itu lalu berbicara cepat atau
nyerocos agar calon korban tidak memiliki kesempatan untuk
berpikir. Kondisi bengong dan berpikir keras itu menyebabkan
seseorang mudah terkena pengaruh saran dari luar.
Proses bengong yang menjadi pintu masuknya saran
dari luar hingga membuat korbannya seperti kerbau bodoh
itu, oleh warga sering dihubung-hubungkan dengan
kekuatan magis. Hal itu dapat dimaklumi, sebab kemampuan
analisisnya baru sampai di situ .
Biasanya, korban penipuan dengan modus gendam itu
setelah sadar mengaku bahwa saat kejadian, dirinya tidak
sadar akibat pengaruh magis. Mengapa? Sebab jika dia tidak
mengambinghitamkan kekuatan magis, maka dia akan keli
hatan bodohnya. Tragisnya, peristiwa semacam itu oleh mass
media lalu diberitakan sebagai kejadian di luar nalar, bahkan
sering kali menggunakan istilah korban hipnotis.
Di lapangan ditemukan banyak orang mengaku menjadi
korban gendam atau hipnotis hanya untuk menutupi aib
pribadinya. Sebagai contoh, seorang ibu muda sebab jatah
belanja dapurnya dihabiskan untuk j udi, atau saat lebaran
tidak ada dana untuk membelikan baju baru untuk anak-anak
nya, maka cara yang dianggap paling aman yaitu menutupi
malu itu dengan mengaku habis kena gendam.
Alasan terkena hipnotis atau "hipnotis" itu sedikit lebih
keren dan modern dibanding trend tahun 70-an . Saat itu, untuk
50
kasus pura-pura kehilangan uang, selalu mengambinghitamkan
tuyul.
Menghindar (llmu Lenga)
Menu rut falsaf ah Jawa, untuk selamat dari segala bentuk
kejahatan dan bahaya, termasuk yang bermodus gendam,
gunakanlah ilmu lenga. Yaitu, j ika ada orang mentheleng
(melotot) , tinggal lunga (pergi) saja.
Rumus yang perlu Anda pegang yaitu :
• Jika pelaku gendam mengacaukan konsentrasi Anda
dengan pandangan matanya yang tajam, jangan balas
tatapan matanya.
• Jika terpaksa Anda berada pada posisi saling berhadap
hadapan dengan pelaku, pandanglah bagian anggota
badan selain matanya. Misalnya bagian leher atau
dadanya .
• Dan jika pelaku gendam itu melancarkan teknik gen
damnya melalui kata-kata yang cepat atau disebut
dengan istilah "sugesti tanpa koma", maka jangan
hiraukan ucapannya.
Selain menggunakan jurus lenga, alihkan perhatian dengan
memalingkan wajah, kemudian melakukan aktivitas yang
dapat menyebabkan perhatian Anda terputus darinya. Misalnya
dengan bersiul a tau menyanyi . Atau segera melambaikan
tangan pada seseorang yang tidak Anda kenal - ini hanya
acting belaka -, lalu Anda berjalan mendekatinya. Soal
nanti orang yang Anda dekati itu bertanya-tanya kenapa Anda
melakukan hal itu, sampaikan apa adanya bahwa Anda akan
5 1
menjadi sasaran gendam. Namun jika Anda malu, katakan
sambil minta maaf, bahwa Anda salah lihat sebab wajah dia
mirip sahabat Anda. Gampang, kan?
Para pelaku gendam di pinggir jalanan itu modalnya hanya
pengalaman. Modus yang dipakai biasanya berganti -ganti
sesuai kondisi kejiwaan calon korbannya. Saya pernah hampir
menjadi korban gendam saat sedang berada di Surabaya.
Namun dengan jurus i lmu lenga itu, saya berhasil selamat.
Kejadiannya berawal ketika akan belanja buku di Jem
batan Merah Plaza, di lantai dasar ada bapak-bapak yang
menawarkan suatu produk. Saya mengatakan belum berminat
dengan produk ini , dan berbasa-basi lain waktu saja .
Ternyata, ucapan " lain waktu" itu dijadikan bahan untuk
terus mengejar. Pelaku itu mulai melakakan teknik-teknik
gendamnya.
Wajahnya mulai didekatkan hampir menempel wajah saya.
Tentu saja ini menimbulkan perasaan risih . Dalam kondisi kehi
langan konsentrasi itu dia meminta saya untuk meminjamkan
kartu ATM yang katanya ingin diketahui berapa saldo yang saya
miliki . Saya menolak, tetapi dia memberikan argumentasi
yang sangat prof esional.
Saya tidak kehabisan akal. Saya pura-pura menyetujui
untuk bertransaksi , tetapi saya minta transaksi itu ditunda 30
menit lagi sebab saya sudah telanjur janji ketemu seseorang
di lantai lima. Saya lalu ambil alih kendali . Mereka saya suruh
menunggu di lantai satu dan saya segera ke lantai lima. Dari
lantai lima itu saya memerhatikan mereka pada clingukan
gelisah, mungkin menanti kedatangan saya .
Pelau kejahatan bermodus gendam biasanya orang terlatih
52
sehingga secara alami sorot matanya memancarkan kekuatan
magnetis. Pengertian magnetis ini tidak selalu identik dengan
kekuatan magis, melainkan sorot mata yang memancar secara
alami dari pribadi yang memiliki rasa percaya diri kuat dan
mampu menguasai keadaan di sekitarnya. Orang awam agar
terhindar dari magnetis mata yang terlatih itu, yang paling
sederhana yaitu menghindari tatapan matanya.
Di lingkungan jawa, teknik menguatkan pancaran mata
dapat di lakukan dengan sering meneteskan air jeruk nipis
ke rnata. Pada tahap awal, tetesan air jeruk nipis ini terasa
sangat pedih, namun jika sudah terbiasa, pedih itu menjadi
berkurang.
Selain latihan pedih dengan air jeruk nipis, ada juga teknik
menguatkan mata yang lebih ekstrem. Untuk membentuk
"mata elang" dapat di lakukan dengan mengasapi mata
dengan asap jerami yang dibakar. Untuk rneningkatkan rasa
pedih, pada tumpukan jerarni itu ditaburi belerang. Latihan
ini biasanya di lakukan di ruangan tertutup agar asap tidak
mudah hilang.
5 3
6
Menangkal dengan Sugesti Pribadi
Mencegah segala bentuk kejahatan , termasuk gendam
dan segala tipu daya yang dilakukan oleh manusia,
baik dengan cara teknik, ftsik, maupun metaftsis, dapat
dilakukan dengan mengucapkan kalimat-kalimat pendek yang
Anda pahami arti dan tujuannya.
Kalimat yang dimaksud bisa dalam bentuk rangkaian ka
limat yang Anda rangkum sendiri, atau yang Anda terima dari
seorang guru yang membimbing rohani Anda, atau siapa pun
yang diyakini memahami urusan ilmu batin . Apakah orang itu
disebut dukun, paranormal, atau sebutan yang lain, si lakan
saja l Yang pen ting konsep yang Anda amalkan itu bukan bentuk
pemujaan terhadap makhluk yang tidak layak untuk dimintai
bantuan.
Doa. Bahasa Hati
Jangan berdoa seperti doanya orang awam. Yaitu berdoa
hanya sebuah gerakan lisan tanpa penghayatan yang tidak
Anda mengerti arti dari kalimat doa itu. Agar kalimat yang
diamalkan itu dapat meresap ke dalam hati sanubari, dan
menyatu pad a badan jasmani dan rohani , melekat pada
bulu, kulit, otot, darah, daging, tulang dan sumsum, maka
lakukanlah doa itu dengan penuh penghayatan, dan lakukanlah
secara rutin.
55 .
Untuk hasil yang maksimal, jangan hanya berdoa ketika
Anda sedang dalam kondisi bahaya saja, sebab berdoa yang
paling disukai Tuhan yaitu doa yang dipanjatkan ketika
Anda dalam keadaan lapang (aman). Berdoa di saat terdesak
bahaya, itu hal yang biasa. Tetapi jika Anda berdoa di saat
lapang, nilainya lebih tinggi sebab hal ini sebagai
bentuk cinta kepada Tuhan yang menciptakan Anda.
Sebagian dari kalimat yang saya rekomendasikan , agar
Anda terhindar dari segala bentuk pergendaman, baik itu
gendam yang murni teknik komunikasi maupun yang bersifat
magis, di antaranya yaitu doa berikut ini:
56
• Melakukan sugesti pribadi melalui kalimat-kalimat
positif.
"Saya hanya dapat dipengaruhi oleh lain untuk hal-hal
yang positif saja.
"Setiap kali ada niat jahat dari mana pun, saya selalu
selamat. "
• Menciptakan sugesti pribadi yang dikombinasi dengan
konsep ngelmu.
"Ruhku, ruhmu ... ruhku lebih tinggi dari ruhmu. "
"Sluman, slumun, slamet. Terbebaslah aku dari segala
bahaya. "
• Mem baca doa-doa yang m u rn i bersumber dar i
agama:
"Robbi najjini minal qaumizh-zhaalimiim"
Ya Tuhanku , selamatkanlah aku dari orang-orang yang
dzalim .
• "A llahumma inna naj 'aluka fii nuhuurihim wa
a 'udzubika bin syuruurihim "
Ya Tuhan, sesungguhnya kami menjadikan Engkau
sebagai pembunuh mereka, dan kami berlindung
kepada Engkau dari kejahatan mereka.
• "Bismillaahilladzii Laa yadLurru ma'asmihi syaiun fiL
ardi wa Laa fissama-i wahuwas samii'uL 'aliim".
Dengan menyebut namaAllah yang tidak membahayakan
sesuatu bersama nama-Nya di bumi dan di langit.
Allah yaitu Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui .
Doa singkat ini termasuk doa favorit di kalangan para
pelaku spiritual sebab amalan ini diijazahkan langsung oleh
Nabi Muhammad saw bagi semua umatnya. Dalam riwayat
hadits shahih At-Turmudzi dan Shohih Abu Dawud, cara
pengamalannya dibaca tiga kali di waktu pagi dan petang dan
dibaca minimal sekali ketika ada keperluan (bepergian atau
memulai pekerjaan yang dikhawatirkan akan adanya risiko
bahaya) .
• "A'udzu bikalimaatillaahittaammaati min syarri maa
khalaqa"
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Tuhan yang
sempurna, dari kajahatan makhluk ciptaan-Nya.
Doa ini bersumber dari hadits shahih Musli m . Cara
mengamalkannya sama dengan amalan sebelumnya. Amalan
yang ringkas dengan manfaat yang multikompleks untuk
keselamatan dan menghi langkan bahaya.
57
• "Allahu lathHfum bi 'ibaadih Allahu hafiizhun qadHmun
azaUwun hawun qawumul Laa yanaam. "
Ya Allah Dzat yang belas kasih terhadap hamba-Nya
menjaga, dahulu, azali , hidup dan menjaga alam
semesta yang tidak tidur.
Doa ini khusus bagi Anda yang ingi n terhindar dari
pencurian dan perampokan , atau bisa diartikan
perampasan hak-hak pribadi secara halus dengan tipu
daya, atau yang dilakukan melalui kekerasan fisik.
• Visualisasi Huruf " Lam Alif"
Cara lain melindungi diri dari bahaya, dapat meng
gu nakan " t u l i sa n " secara vi sua l i s atau isarah
membentuk huruf Arab " Lam-Al if" . Huruf ini
jika diartikan yaitu "Tidak" atau "Jangan" . Caranya,
menjelang bepergian, berdoa sejenak lalu akhiri de
ngan menggenggam tangan kanan lalu menulis huruf
ini . Dimulai dari dada kiri lalu bergerak menuju
samping kanan pusar, geser lurus ke arah samping kiri
lalu tarik ke atas ke arah dada kanan. Untuk melakukan
ini, gunakan pusar sebagai titik lobang pada huruf lam
aUf ini . Saat membuat huruf secara imajiner itu,
sertai dengan menahan napas dan dalam hati berkata :
"Tidak terjadi bahaya" .
sebab kita tidak mengetahui secara pasti bahaya itu
bersumber dari aktivitas yang fisik berupa teknik komunikasi
atau yang dilakukan dengan kekuatan ilmu batin, maka tidak
58
ada salahnya j ika selain menangkal dengan memperluas
wawasan, Anda juga melakukan sugesti pribadi yang bersifat
spiritual.
Selain doa-doa ini , seorang guru spiritual memberikan
doa agar selamat dari penipuan itu dengan doa ketika seseorang
bertemu dengan ular : Salamun 'alaa Nuhin fil 'aalamiin (Ke
sejahteraan dilimpahkan atas Nuh seluruh alam) .
Timbul pertanyaan, adakah kaitan antara tukang gendam
dengan ular? Guru itu menjelaskan , dalam kisah agama,
ular diidentikkan dengan setan. Para pelaku kejahatan yang
bermodal "kelicikan" berbicara atau sebab andalan yang
bersifat ngelmu, diposisikan sebagai setan.
Di daerah saya, orang yang dikenal licik dalam bisnis
diberi julukan ula yang berarti ular. Dan sebab watak licik
ular itulah, maka iblis memanfaatkannya saat menggoda Adam
dan Hawa di sorga hingga keduanya terusir dari sorga.
Penangkal Alamiah
Selain dengan kekuatan doa, sebagian orang meyakini
bahwa menangkal kejahatan bermodus gendam itu melalui
cara:
• Membalf k celana dalam
lnformasi menangkal gendam dengan memakai celana
dalam yang sengaja dibalik (bagian dalam pada posisi
luar) menurut banyak sumber, berasal dari kepercayaan
(mistik) dari wilayah Kalimantan . Selain diyakini mampu
menangkal gendam, cara ini diyakini mampu menangkal
jenis santet yang dapat "melepas alat vital" .
• Membalas menepuk pundak
59
Ada juga teknik menangkal gendam dengan cara membalas
menepuk pundak. Yaitu, jika suatu saat ada seseorang
yang menepuk pundak Anda untuk tujuan melakukan
gendam, Anda disarankan untuk membalas menepuknya.
Cara ini dapat diterima dari sisi logika sebab dengan
melakukan hal ini berarti Anda memiliki keberanian
dan kesaciaran untuk melawan pelaku gendam. Ketika
pikiran Anda berada dalam kondisi "sadar" untuk mela
wan, berarti Anda siap melawan upaya jahat itu.
• Membawa merang ketan hitam
Mistik barat meyakini bawang putih mampu mencegah
hantu dan berbagai energi negatif lainnya. Tetapi menurut
paham kejawen, benda yang dianggap lebih kuat daya
tangkalnya dibanding bawang putih yaitu merang ketan
hitam . Caranya merang itu dapat disimpan di dalam
dompet, atau dimasukkan dalam aksesoris berbentuk
gelang.
• Kontrol napas
60
Seorang dalang wayang kulit pengikut aliran kebatinan
(kejawen) memberikan tip selamat dari segala marabahaya
dengan cara sederhana. Yaitu, setiap kali hendak keluar
rumah untuk suatu u rusan penting, disarankan untuk
melakukan kontrol napas terlebih dahulu. Caranya dengan
menutup salah satu lubang hidung secara bergantian lalu
mengembuskan napas melalui satu lubang hidung itu .
Biasanya, pada saat bersamaan , antara lubang hidung
yang kiri dan kanan itu ada yang terasa lebih longgar.
Nah , jika pada saat itu yang longgar yaitu lubang hidung
bagian kanan, maka saat keluar dari rumah (pintu utama)
Anda harus mulai melangkah dengan kaki yang kanan.
Sebaliknya jika yang lebih longgar itu lubang hidung yang
kiri , rnaka Anda juga melangkah dengan kaki kiri .
• " Kayu berenergi"
Gendam, baik yang terturnpu pada kelihaian kornunikasi
maupun yang bersifat mistis, oleh sebagian kalangan
diyakini mampu ditanggulangi dengan kayu yang memiliki
karakter melindungi . Jenis kayu yang dimaksud yaitu
kayu yang berusia tua dan tumbuh pada lahan yang keras
dan tandus seperti kayu setigi laut, setigi barik, galih
asam yang sudah berusia hitungan abad. Semakin tua usia
kayu/galih, semakin kuat energinya untuk menanggulangi
energi yang negatif. pemakaian sarana kayu itu dapat
dijadikan mata cincin, gelang, atau tongkat.
Hasil penelitian (Juli, 2009 ) terhadap kayu bertuah yang
dilakukan dua kelompok peneliti terdiri atas praktisi reiki
dan yoga di Jakarta dan kelompok lain melalui foto aura,
menunjukkan hasil yang sama. Yaitu adanya aura, energi dan
karakter pada kayu-kayu ini . Hasi l penelitian tahun
1987- 1989 di Fakultas MIPA UGM (Universitas Gajah Mada) oleh
drh. Oentoro dkk, dengan chronometer menunjukkan energi
yang terdapat pada "kayu bertuah", besarnya dua kali lipat
dibanding energi Tosan Aji atau Pusaka. Jika energi pusaka
pada level 50, sedang energi kayu "bertuah" mencapai
level 1 00. (Sumber: infometafisika.com)
6 1
7
Dahsyatnya Komunikasi Ala
Gen dam
l lmu, apa pun itu , posisinya netral. Manusialah yang
mewarnainya. Manusia dapat menggunakan suatu ilmu
untuk segala keinginannya, apakah itu untuk merusak atau
untuk membangun sisi -sisi positif kehidupan.
Gendam, misalnya, hampir semua orang menuding sebagai
ilmu untuk kejahatan. Tetapi bagi saya, ilmu atau teknik
gendam itu "baik-baik saja". lbarat sebilah pisau, fungsinya
ditentukan dari siapa yang memegangnya.
Teknik gendam yaitu teknik komunikasi tradisional yang
secara alami dikuasai berdasar bakat alam yang kemudian
dipupuk oleh pengalaman lapangan.
Gendam dilakukan dengan mempertimbangkan banyak
hal, terutama kejelian dalam memilih calon korban . Walau
secara umum sasaran gendam lebih tertuju pada orang yang
berwawasan lebih rendah, bukan berarti dari kalangan yang
berpendidikan tinggi pun tidak dapat "diperdaya" .
Setiap pribadi memiliki celah atau kelemahan yang dapat
diterobos mel.alui apa yang disukainya. Berawal dari senang
atau terpesona itulah, pertahanan diri seseorang bisa menjadi
lemah. Dan dalam dunia gendam, berlaku kaidah "Di atas
langit masih ada langit lagi . "
Artinya, orang pintar itu hanya pada bidang ilmu yang
63
digelutinya. Tidak ada manusia yang lengkap keilmuannya.
Seorang profesor sekalipun, hanya ahli di bidang keilmuannya,
tetapi ia menjadi orang awam jika berhadapan dengan orang
yang memiliki keahlian yang tidak dibidanginya. Pak Habibie
- mantan Presiden RI - boleh pandai ketika bicara tentang
desain pesawat terbang, tetapi jangan harap lebih pandai
j ika berbicara soal kendhi (tempat air dari tanah ) di hadapan
orang yang setiap hari bergelut dengan urusan kendhi.
Saya mencatat kejadian -kejadian yang pernah saya alami
berkaitan dengan teknik komunikasi ala gendam yang saya
kuasai secara alami (bukan hasil pelatihan ) sehingga saya
menyimpulkan, tidak selamanya gendam itu negatif (untuk
tindak kejahatan), sebab kenyataannya saya sering menolong
orang juga melalui teknik komunikasi ala gendam itu .
Dan gendam pun tidak hanya berlaku bagi orang yang
ber-SDM rendah saja, sebab orang dengan tingkat intelektual
tinggi pun dapat dimasuki melalui kelemahannya, yaitu se
suatu yang membuatnya terpesona.
Berikut ini saya tulis beberapa kisah gendam yang saya
alami sendiri . Si lakan Anda simak, dan tersenyumlah jika
ada hal-hal yang Anda anggap lucu . Namun target yang saya
inginkan dari tulisan ini yaitu Anda dapat memandang
gendam dari sisi yang lain .
Menagih Upah dengan Gendam
Di mata saya, gendam yaitu teknik komunikasi yang
canggih yang dapat menyelesaikan masalah dengan mudah .
Soal orang lain ada yang memanfaatkannya untuk sarana
menipu, itu urusan masing-masing pribadi.
64
Dalam sejarah kehidupan saya, salah satu dari peristiwa
yang layak dicatat dengan tinta emas yaitu ketika saya
berhasil memecahkan kebuntuan yang dialami teman yang
sedang didzalimi majikannya di negeri orang. Upah kerjanya
hampir setahun di luar negeri senilai Rp 37.000.000, - terancam
tidak dibayar majikan .
Ketika teman itu menghubungi saya melalui telepon,
yang pertama kali saya tanyakan yaitu apa yang disukai oleh
majikannya itu . Olehnya dijawab bahwa sang majikan suka
dengan benda-benda magis.
Kata kunci "senang benda magis" itu makanan empuk bagi
saya. Strategi gendam pun langsung berjalan . Atas saran saya,
teman itu saya suruh menemui majikannya dan mengatakan
bahwa di negara kita ada orang sakti yang merniliki j imat
kebal, dan kehebatan dari jimat itu dapat dibuktikan secara
langsung, kapan saja dan di mana saja.
Sesaat kemudian majikan itu menghubungi saya dan
menanyakan i nformasi yang disampaikan karyawannya ..
Selanjutnya kami sering berkomunikasi melalui hand phone
hingga kemudian terjadi ikatan pertemanan menjadi lebih
akrab. Dan ketika majikan itu mengutarakan keinginannya
untuk memiliki jimat kebal itu, saya pun menjelaskan bahwa
jimat saya hanya bersedia mengikuti orang yang hati dan pi
kirannya bersih.
Dia yakin dengan apa yang saya bicarakan sebab saya
sudah mengirimkan dokumentasi dari "uji coba jimat" kebal
itu, di antaranya rambut kebal silet, dll . Teknik ini sebenarnya
trik sulap. Namun bagi orang yang belum mengetahui raha
sianya, dianggapnya sebagai i lmu gaib.
65
K;tika pertemanan antara saya dengan majikan itu sudah
makin akrab dan ia memosisikan saya sebagai "orang pintar"
maka apa pun yang saya bicarakan, dipatuhinya. Termasuk
ketika saya meminta agar gaji pekerjanya itu dilunasi untuk
keperluan menengok keluarga di I ndonesia dan baliknya nanti
akan membawa "jimat kebal" saya untuk dipinjam olehnya
dalam waktu kurang dari 40 hari , maka saat itu juga upah yang
sudah menunggak enam bulan pun dibayar kontan.
Maji kan itu tergendam oleh teknik komunikasi yang
saya mainkan. Mulai dari adegan kebal silet yang saya kirim
melalui internet, informasi tentang j imat itu yang dapat
dipinjam walau harus menyeberang lautan . Dan majikan itu
makin percaya dengan keampuhan jimat ini ketika saya
sampaikan, bahwa jimat itu akan pulang dengan sendirinya
(secara mistis) pada hari yang keempat puluh.
Semua trik gendam yang saya mainkan itu targetnya
agar majikan membayar upah buruhnya, titikl ! Soal dia
kemudian menyesal atau marah-marah sebab buruhnya tidak
segera kembali , itu urusan lain . Yang penting target sudah
tercapai .
Satu trik sulap yang saya aj arkan ( kebal si let) dan
berhasil mencairkan upah buruh itu, di lain hari , ternyata
dapat menyelesaikan masalah yang hampir sama. Ketika te
man dari buruh itu mengalami kasus yang sama, trik itu pun
digunakannya. Bedanya, buruh yang upahnya macet enam
bulan itu memilih menawarkan jimat kepada majikannya.
Dia mengatakan bahwa upahnya yang tertahan di majikan
itu sudah diikhlaskan asalkan jimat warisan leluhurnya itu
dibeli untuk pulang ke negara kita . Dalam uji coba itu , majikan
66
dibuat kagum sebab saat dia memegang jimat, rambut dan
tali yang dipegangnya tidak mempan dipotong dengan silet.
Bedanya untuk teknik yang kedua ini, setelah majikan
sanggup membeli dengan sejumlah uang yang sedikit lebih
besar dari upahnya itu , majikan diberi saran untuk menya
tukan kekuatan jimat dengan pemilik barunya itu dan dia
dimi nta membaca suatu amalan (doa) selama 40 hari .
Ditandaskan pula, bahwa selama proses penyatuan 40 hari
ini , jimat itu belum boleh digunakan.
Begitu upah dibayar, pekerja itu segera kembali ke
negara kita . Dan menjelang hari yang ke-40 mantan majikannya
dihubungi lewat SMS bahwa jimat yang dibelinya itu palsu.
Mendengar kabar itu, majikannya hanya terdiam. la sadar te
lah menerima pembalasan atas perlakuan buruknya terhadap
pekerjanya.
Dan. Judi pun Sembuh
Untuk melakukan teknik gendam itu sebenarnya mudah
dan tida harus menggunakan kekuatan mistis. Dengan sedikit
kemahiran sulap plus kemampuan komunikasi yang lihai ,
rasanya sudah cukup.
Sulap, di satu sisi dapat dijadikan media memengaruhi .
Sebaliknya, dengan teknik sulap itu, seseorang dapat terhindar
dari penipuan (sebab unsur wawasan) , bahkan dengan sulap
pula seseorang mampu meringkus penipu yang mengeskploitasi
sulap sebagai mistik. l lmu itu mengikuti apa maunya "tuan"
nya.
Para pelaku gendam terkadang juga memiliki keterampilan
sulap. Seseorang dapat saja memperdaya orang lain dengan
67
bermodalkan kemampuan mendemonstrasikan rambutnya ti
dak mempan disilet, atau membuat beberapa lembar kertas
koran di tangannya berubah menjadi lembaran uang kertas.
Orang awam yang menyaksikan hal seperti itu sudah pasti ter
pesona. Padahal keterpesonaan itu merupakan pintu masuk
bagi bujuk rayu .
Dalam istilah hipnotis modern , seseorang dalam posisi
percaya dan terpesona itu berarti membuka dirinya untuk
dapat diperdalam (deepenjng) sugesti (saran atau perintah)
menjadi lebih dalam lagi . Dan sesekali saya juga menggunakan
teknik komunikasi ala gendam ini terhadap beberapa klien
yang datang untuk mencari solusi atas problem hidupnya.
Misalnya, suatu hari seseorang datang ke kediaman saya
dan membawa kartu judi. la meminta saya memantrai kartu
judinya itu agar setiap kali ia melakukan perjudian selalu
menang. Padahal , dari pancaran wajahnya, klien itu menun
jukkan sebagai seorang yang aktif menjalankan ibadah.
sebab tamu itu senang dengan hal-hal yang magis, saya
pun bersikap layaknya dukun ampuh yang dapat melakukan
keajaiban. Saya menebak tepat ·nama kakeknya yang sudah
meninggal puluhan tahun si lam .
Teknik ini disebut teknik "tebar pesona" dan efektif
untuk melemahkan piki ran orang yang akan dipengaruhi .
Setelah dia yakin dengan kemampuan saya, selanj utnya
teknik gendam dapat ditingkatkan dengan meramalnya,
bahwa klien itu tidak berbakat untuk permainan judi sebab
sesungguhnya dia diciptakan Tuhan sebagai orang baik. sebab
itu, jika ia melakukan maksiat, maka sentilan Tuhan langsung
ditampakkan dalam bentuk kerugian atau kekalahan .
68
"Semakin Anda bersemangat untuk berjudi, semakin besar
kesialan yang Anda alami ! " kata saya.
Berawal dari kekagumannya dengan kemampuan saya
menebak nama kakeknya yang sudah meninggal, menyebabkan
klien itu percaya bahwa saya dapat membaca isi hati orang
lain, termasuk melihat apa yang akan terjadi pada masa yang
akan datang.
Maka jangan heran jika klien itu kemudian langsung mem
bakar kartu judi dan j imat-jimat judi yang dibeli dari banyak
dukun, dan setelah itu dia berjanji untuk bertobat atas masa
lalunya. Dia kemudian kembali menekuni profesinya semula,
sebagai pedagang keli ling.
Menurut saya, untuk sekadar membuat orang lain menurut
apa yang disarankan , tidak harus kita menguasai ilmu supra
natural. Dengan teknik komunikasi dan memahami sisi keji
waan subjek atau "calon korban" ditambah dengan teknik
menciptakan pesona, atau teknik intimidasi , maka orang lain
dapat menurut seperti kerbau bodoh. Skill semacam itu tidak
dapat dipelajari di kampus, sebab teknik ini sekolahnya
di lapangan kehidupan dan dosennya yaitu pengalaman .
Walau gendam berkonotasi magis, tidak selamanya k.esim
pulan itu benar. Saya mungkin termasuk dari sekian orang yang
dianggap sebagai orang yang menguasai i lmu gendam. Namun,
secara pribadi saya tidak meyakini apa yang saya lakukan itu
sebab faktor magis semata. Saya mengombinasi antara sisi
batin dengan sisi yang ilmiah .
Nikah pun Gagal
Teknik komunikasi ala gendam yang pernah saya gunakan,
69
yang cukup mengesankan yaitu ketika suatu saat ada seorang
lbu menghubungi saya melalui hand phone dan mengutarakan
keinginananya untuk menyadarkan anaknya yang akan menikah
dengan pemuda yang agamanya berbeda. Dalam kasus nikah
beda agama, saya termasuk orang yang tidak menyetujuinya,
sebab sering kali anak-anak yang nantinya menjadi korban .
Ketika lbu itu kemudian datang bersama anaknya ke
kediaman saya, mereka saya perintahkan untuk membeli
madu di toko. Semula mereka ingin membeli madu satu
botol, tetapi saya jelaskan bahwa yang saya butuhkan yaitu
sedikit madu yang terdapat pada produk jamu komplit dari
salah satu perusahaan jamu. Saya memerintahkan keduanya
membeli madu di pasar berjarak sekitar 3 km agar tidak ada
kesan rekayasa.
Setelah keduanya datang dan membawa sebungkus jamu,
saya pun segera beraksi . Saya mengambil piring kecil dan
mempersilakan keduanya untuk memeriksa bahwa madu itu
masih bersegel dari pabrik, dan bukan madu yang sudah saya
persiapkan secara khusus.
Selanjutnya anak gadis itu saya persi lakan membuka
bungkus madu itu dengan gunting lalu menuangkannya ke
dalam piring. Kemudian saya mengatakan, bahwa madu itu
akan saya gunakan sebagai alat untuk mencari petunj uk
(istikharah) apakah perjodohan yang akan mereka lakukan
itu baik atau sebaliknya.
Setelah madu dituang dalam piring kecil, saya pun menga
takan : "Saya akan berdoa pada Tuhan, mohon petunjuk agar
memberi tanda pada madu ini. Jika madu ini tetap normal
. (dingin ) , maka itu pertanda pernikahan akan berlangsung
70
dengan baik (darnai ), namun jika madu ini berubah rnenjadi
.
panas, itu pertanda pernikahan nantinya penuh masalah. "
Kedua tarnu itu pun rnenganggukkan kepala. Namun se
belurn saya memulai berdoa, saya mempersilakan sang l bu
dan putrinya untuk sama-sama mencicipi madu itu dengan
rnenyentuhkan ujung jari telunjuk lalu mengoleskan pada
bagian kulit. Tentu saja, apa yang dirasakan pada madu itu
normal-normal saja. Kulit terasa dingin, dan ketika disen
tuhkan pada lidah pun terasa manis.
Setelah itu saya berdoa dan meniup madu. Saya mengu
capkan: "Madu ini sudah saya mantrai , sekarang kedua belah
pihak harus sama-sama netral. Jika madu ini normal, lbu ja
ngan memaksakan kehendaknya melarang pernikahan beda
agama. Pernikahan si lakan dilanjut. Namun jika madu ini
berubah rnenjadi panas, rnaka putri lbu juga silakan memilih
apakah akan rnengarungi pernikahan yang panas dan penuh
rnasalah . "
Dengan meyakinkan , jari telunjuk saya rnenyentuh rnadu
lalu mengoleskan pada j idat gadis itu . lbu memerhatikan
semua prosesi itu dengan saksama. Dan apa yang kernudian
terjadi?
"Bagaimana? Apa yang Anda rasakan?" tanya saya pada
anak gadis itu.
"Biasa pak. "
"Apakah madunya tetap dingin-dingin saja?"
" lya pak ... "
Saya rnelirik lbunya yang mulai tampak gelisah, mengira
bahwa dingin yang dirasakan anaknya itu sebuah tanda bahwa
ia harus rnengalah melepas anak gadisnya menikah dengan pria
71
berbeda agama. Namun, apa yang kemudian terjadi?
Sekitar 1 5 detik kemudian, gadis itu mulai merasakan ada
sesuatu yang aneh pada madu yang saya oleskan di j idat itu .
la mulai merasa gatal, makin gatal bahkan madu itu berubah
menjadi panas dan sangat panas. la berteriak, meronta-ronta
tidak tahan dengan panasnya madu itu.
Target dari deteksi itu pun tercapai. Saya sengaja me
ninggalkan ruang tamu untuk memberi kesempatan keduanya
menyikapi hasil deteksi itu . Yang pasti, apa yang saya mainkan
itu sebuah "trik sulap" semata. Tetapi detailnya trik ini tidak
tepat jika ditulis dalam buku ini . Biarlah misteri itu tetap ada
(kenapa madu bisa berubah dari dingin lalu panas) , sebab
j ika semuanya dibuka ( rahasianya) maka nilai seni dari trik
ini tidak lagi dapat dinikmati .
Sesaat kemudian, saya kembali ke ruang tamu. Dengan
muka dingin saya bertanya pada gadis itu.
"Apa yang kamu rasakan tadi?"
"Awalnya dingin pak, tapi kemudian terasa gatal Latu
panas dan panas sekali . "
"Ya ... seperti sudah saya katakan sebelumnya, silakan
maknai sendiri . Saya tidak melarang Anda menikah dengan
lelaki yang saat ini menjadi kekasihmu, namun dari madu
yang Anda rasakan itu sebuah tanda bahwa yang akan terjadi
yaitu awalnya mesra, selanjutnya dalam dua hingga tiga bu
lan mulai banyak masalah , hingga akhirnya terjadi suasana
yang makin panas dan makin panas lagi .
Tanpa banyak kata, di depan saya dan lbunya, gadis itu
mengutarakan keinginannya untuk mengurungkan niatnya
menikah . lbunya tampak sumringah dan tugas saya selanjutnya
72
yaitu memperkuat "tanda panas" itu dengan provokasi
bahwa yang disebut pernikahan itu ibarat dua pasang manusia
yang naik sampan . Arah dayungnya harus sama, apalagi dalam
sampan itu nanti ada penumpangnya, yaitu anak-anak. Jika
sampan tenggelam, korban yang pertama yaitu anak-anak
itu .
Ketika kesan orang bahwa gendam itu negatif, saya memilih
berpendapat bahwa semua itu tergantung manusianya. Jika
gendam hanya dilihat dari beberapa kasus penipuan di jalanan,
maka yang tampak yaitu negatif. Tetapi j ika ada fakta lain,
seperti mematahkan keinginan gadis menikah dengan pria
beda agama, menyadarkan orang yang kecanduan j udi, atau
kasus meminta upah pekerja sebagaimana saya tulis pada
bagian sebelum ini, apakah Anda juga tetap menilai bahwa
gendam itu jelek semua?
Preman pun Tunduk
Oulu, sebelum namanya terkenal, Johan (bukan nama
sebenarnya) pernah hidup malang melintang di jalanan .
Menjadi pemain debus keli ling dan pernah berurusan dengan
kepolisian sebab teknik debusnya mencederai penonton.
Salah satu teknik yang menyebabkan Johan disegani
kalangan preman di kotanya yaitu teknik yang sama seperti
yang saya mainkan , yaitu mengubah benda cair menjadi
basah . Bedanya, jika saya lebih suka menggunakan sarana
madu sebagai sarana "deteksi" masa yang akan datang, Johan
justru menggunakan ludah . Kesannya agak jorok, tetapi hasil
dari komunikasi ini sengguh luar biasa.
Ketika Johan akan menundukkan salah satu preman,
73
teknik kom unikasi yang digunakan yaitu mengaj aknya
preman itu ngobrol . Johan bertanya apakah lawan bicaranya
itu pernah belajar ilmu kebal? Tentu saja, anak jalanan yang
hidup di dunia preman sedikit banyak pernah belajar ilmu
untuk jaga diri , termasuk il'!'lu kebal atau sebatas i lmu untuk
keselamatan. Maka, obrolan pun berlanjut.
"Oke, saya ingin mencoba sejauh mana ilmu kebalmu.
Caranya tidak perlu dengan golok, sebab nan t i bis a fat al
j ika ternyata ilmumu sudah tidak berfungsi atau kalah tua
dibanding ilmu saya , " kata Johan.
Yang namanya preman , dapat tantangan semacam ini
tentu menyetujui. Selanjutnya Johan menjelaskan bahwa
dalam uji coba ilmu kebal ini ia cukup mengoleskan
ludahnya ke kulit preman yang ada di hadapannya. Johan lalu
menyentuhkan ujung jari telunjuknya ke ujung lidahnya .
Ketika dia melakukan pengambilan ludah dengan ujung
jari itu, Johan sengaja menyuruh lawan . bicaranya untuk
memerhatikan gerakannya secara teliti . Setelah itu Johan
menyentuhkan uj ung j ari ke telinga bagian bawah sang
preman. Maka dalam waktu sekitar 1 0 detik, preman yang
di depannya itu akan mengaduh kesakitan sebab telinganya
benar-benar kepanasan.
Target dari teknik gertakan dengan "ludah" itu, Johan
ingin mengatakan bahwa preman yang ada di depannya itu
ilmunya masih belum apa-apa dibanding dirinya. Korban dari
teknik itu menyebabkan Johan mendapat satu teman dari
kalangan anak jalanan yang kemudian menjadi anak buahnya
yang setia dan mengikuti komandonya setiap saat.
Johan termasuk orang yang pandai dalam menjaga rahasia
74
tekniknya. Tidak setiap saat teknik itu dimainkan. Semakin
jarang suatu teknik dimainkan, justru dampaknya semakin
baik. sebab dari sekali saja Johan melakukannya pada salah
satu preman , maka preman itu akan memperbincangkan
"kesaktian" yang dimilikinya dengan teman seprofesinya.
Kabar yang terjadi kemudian menjadi lebih dramatis.
Bahwa kemampuan Johan itu dikaitkan dengan ilmu "Gembolo
Geni" seperti cerita zaman nenek moyang kita dulu. Dengan
teknik yang sangat sederhana (bagi yang sudah mengetahui ) ,
menyebabkan semua preman d i kota asalnya tunduk kepa
danya.
Analisis yang llmiah
Yakinlah, bahwa apa yang saya lakukan terhadap para ta
mu sebagaimana saya sebut di atas itu bukan perkara magis.
Anda pun dapat melakukannya j ika mampu menciptakan
kondisi yang menempatkan klien atau tamu dalam posisi
"percaya" dengan skill Anda.
Tiga contoh kasus tadi merupakan sebagian kecil dari
kasus yang bisa saya ungkapkan . Kasus yang lain jauh lebih
banyak dan unik, tetapi tidak etis untuk ditulis di sini sebab
menyangkut privacy banyak orang. Tiga contoh kasus ini
sudah bisa mewakili , bahwa yang dianggap gendam itu tidak
selalu identik dengan magis.
Walau saya mengakui mengamalkan berbagai ilmu yang
masuk kategori gendam, namun dalam keseharian, ilmu saya
yang logika itu lebih banyak berperan . Gendam yang murni
magis hanya bereaksi di saat-saat yang khusus saja.
Jika Anda mau menganalisis "keajaiban " yang saya
75
lakukan, misalnya menggagalkan pernikahan beda agama,
atau menyadarkan orang yang gila j udi, tentu akan ketemu
rumus i lmiahnya, yaitu :
• Rumah saya berada di pedesaan. Orang yang mendatangi
kediaman saya yaitu orang yang bersungguh-sungguh
meyakini saya.
• Klien tersugesti nama seorang penulis buku- buku
metafisika, apalagi saya sering tampil di mass media
dan menjadi narasumber untuk tulisan yang tidak jauh
dari unia supranatural.
• Skill saya di bidang menciptakan kekaguman itu aslinya
teknik sulap, tetapi oleh klien diasumsikan sebagai
magis.
• Kesan positif dari klien sebab saat memberikan konsul
tasi , saya tidak menerapkan tarif resmi, sehingga apa
yang saya sampaikan, oleh klien dianggap sebuah ke
tulusan.
• Hal-hal yang bersifat metafisis, saya lebih menguasai ,
setidaknya dibandingkan para tamu dari kalangan
orang awam.
Teknik komunikasi untuk memengaruhi orang lain ini tidak
selamanya baik, namun j uga tidak selamanya buruk. Semua
tergantung dari siapa yang melakukannya. Jika dalam kisah di
atas saya memainkan teknik komunikasi ala gendam untuk hal
yang positif, lain waktu bisa saja saya memanfaatkan untuk
iseng atau hal-hal yang kurang terpuji , baik itu secara sadar
atau sebab sebuah keterdesakan .
76
Skill, teknik, gendam, ilmu atau ngelmu itu hanya sebuah
alat semata. Posisinya seperti pistol yang menjadi baik ji
ka dipegang oleh pihak yang berkompeten memegangnya
(aparat untuk menjaga warga ), sebaliknya jika pistol
itu dipegang orang jahat maka akan menimbulkan keresahan
pada warga .
Dalam penulisan gendam dan segala tekniknya, sebagian
orang tentu ada yang berpendapat, bahwa hal ini lebih
banyak sisi negatifnya sebab dapat memberikan inspirasi bagi
orang yang bawaan dasarnya memang sudah jahat.
Sebaliknya, tentu ada pihak yang berpendapat bahwa
pengungkapan teknik-teknik gendam itu justru positif sebab
penipuan yang dilakukan penjahat di jalan-jalan itu tidak da
pat dihentikan dengan nasihat agama maupun undang-undang
yang mengancam tindakan mereka.
Solusi yang terbaik mencegah meningkatnya kejahatan itu
yaitu jika warga dipandaikan, diperluas wawasannya,
agar mereka tidak mudah menjadi korban kejahatan . sebab
dalam pengamatan saya, orang yang menjadi korban kejahatan
bermodus gendam atau hipnotis itu, lebih disebabkan oleh
faktor kebodohan dan keserakahan .
77
8
Melihat Gendam Langsung,
Bukan, Katanya . . .
Tdak bermaksud mengolok-olok, tetapi suatu saat saya
senyum-senyum penuh maklum ketika menyaksikan
seorang narasumber yang berbicara soal gendam di layar
kaca. Ternyata, dari sekian yang ahli , ada j uga orang yang
tampil memaksakan diri . Mereka belum memahami materi
yang disampaikan, namun sebab tuntutan profesi hingga
memaksanya untuk tampil. Dan akhirnya, ya begitulah ....
Seorang narasumber itu kelihatan sekali, bahwa literatur
yang digunakan saat tampil di televisi itu bersumber dari
membaca dan bukan dari pengalaman langsung bersentuhan
dengan i lmu gendam , sehingga ketika ia mengucapkan
kata cablek, pengucapannya salah dan itu menunjukkan
keawamannya, seperti orang yang belum pernah masuk
Jakarta sehingga tidak mampu mengeja tulisan secara benar
nama daerah Semper dan Te bet.
Saya mengenal gendam bukan berasal dari buku-buku
bacaan. Referensi saya di bidang keilmuan ini lebih banyak
berasal dari pengalaman lapangan, bergaul dengan para
pakarnya, berguru, praktik dan mengajarkan juga kepada
para yunior. Tentu saja, gendam versi saya jauh dari kesan
memprovokasi pemula agar melakukan kejahatan. Gendam
ala saya yaitu teknik komunikasi yang positif.
79
sebab bersentuhan langsung dengan i lmu gendam, maka
saya berani meyakinkan bahwa tidak ada hal yang perlu
ditakutkan dari ilmu yang disebut gendam ini. Kesimpulan
ini boleh j adi sebab latar belakang proses perkenalan saya
dengan ilmu ini . Yaitu, saat pertama kali bertemu seseorang
yang memiliki keah lian gendam untuk urusan menolong
orang-orang yang sedang bermasalah dengan jiwanya (untuk
penyadar) .
Langsung Tidur dan Tenang
Awal kali saya menyaksikan peristiwa unik terkait gendam
yaitu ketika keluarga saya di Pati , mendengar kabar bahwa
kakak saya yang tinggal di Jakarta meninggal dalam sebuah
kecelakaan lalu lintas di jalan tol Jagorawi , pada tahun
1 990.
Keluarga kami, khususnya lbu dan kakak-kakak perempuan
saya shock dan histeris. Dan entah siapa yang mengupayakan,
dalam suasana duka itu ada seseorang yang mendatangkan
orang pintar asal tetangga desa yang biasa dipanggil Mbah
Modin.
Ketika Mbah Modin datang dan masuk kamar tempat
ibu dan kakak perempuan saya sedang menangis, saya
memerhatikan gerak-gerik Mbah Modin . Awalnya Mbah Modin
meneteskan minyak wangi pada telapak tangannya, lalu meng
gosok-gosokkan di kedua telapak tangannya, lantas menepuk
nepuk tubuh lbu sembari mulutnya komat-kamit.
Sesaat kemudian, tangisan lbu dan kakak-kakak perempuan
saya terhenti . Selanjutnya mereka tertidur, dan ketika terba
ngun seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Walau mereka sadar
80
bahwa kakak saya telah meninggal , namun kali ini lebih
mampu menerima kenyataan itu. Kemudian kami sekeluarga
mempersiapkan diri untuk berangkat menuju Jakarta.
Saat kejadian itu, saya sedang getol-getolnya menulis
untuk sebuah harian di Jawa Tengah. Dalam suasana duka,
saya sempatkan mewawancarai Mbah Modin kemudian menulis
naskah tentang kemampuan seorang perangkat desa yang
ahli sirep (menidurkan) dan menyadarkan orang yang sedang
histeris.
Beberapa hari kemudian, berita tentang Mbah Modin
sudah ditayangkan di harian itu. Setelah itu, ia yang tinggal
di wilayah perbatasan Jepara-Pati itu banyak didatangi orang
yang sedang bermasalah, terutama orang yang keluarganya
sedang shock akibat kematian orang-orang yang dicintainya,
dan a tau kasus kematian yang be rs if at mendadak.
TKW Digendam
Lima tahun kemudian, kemampuan Mbah Modin saya
saksikan kembali ketika ada salah satu tetangga yang harus
digendam. la yaitu seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita)
yang barusan datang dari Arab Saudi. Kehadiran Mbah Modin
ke keluarga itu, setelah ada kabar bahwa anaknya masih
dalam perjalanan Semarang menuju Pati . Keluarga itu sedang
menghadapi problem . Ayah dari TKW itu sudah meninggal dua
bulan sebelum kedatangan anaknya, tetapi kematian sangaja
dirahasiakan.
Dan sebab anaknya sudah dalam perjalanan dari bandara
ke rumahnya , saya diminta mengatur siasat bagaimana
mengatasi masalah itu . Spontan saya ingat kejadian yang
8 1
,··
pernah dialami keluarga saya. Saya lalu menyuruh tetangga
menjemput Mbah Modin . Sekaligus uji coba lagi, pikir saya.
Satu jam sebelum kedatangan TKW, Mbah Modin sudah
berada di dekat lokasi, dan ketika TKW itu belum datang,
kami semua sepakat untuk memberi tahu bahwa ayah TKW
itu sedang pergi ke sawah.
Beberapa saat setelah TKW itu datang, tibalah saatnya
menyampaikan bahwa ayahnya sudah meninggal. Maka, seper
ti sudah diduga sebelumnya, TKW itu langsung menangis
histeris. Mbah Modin yang semula sudah menunggu di rumah
sebelah, segera mendatanginya.
Walau sudah berada di dekat TKW yang histeris itu, Mbah
Modin tampak masih santai-santai saja. Ketika saya meminta
untuk segera beraksi " meniup" TKW, Mbah Modin malah men
jawab: "Tunggu dulu, biar tangisnya memuncak sampai ke
ubun-ubun."
Pada puncak histeris itu, Mbah Modin beraksi menyentuh
(cablek) dengan sentuhan lembut nyaris tanpa tenaga pada
bagian anggota badan TKW, sambil berkata seakan bercanda:
"Katokno nduk ... " yang artinya "Sepuasmu, mbak ... "
Apa yang kemudian terjadi? Saat itu juga orang yang semu
la histeris, tiba-tiba menjadi tenang. la mulai mengantuk dan
tidur sangat pulas, dan ketika sudah bangun dari tidurnya, ia
bangun dalam keadaan yang normal sebagaimana dulu dialami
ibu dan kaka-kakak perempuan saya tahun 1990. TKW itu
tetap sadar, bahwa ayahnya sudah meninggal, tetapi ia ikhlas
menerima kenyataan itu .
82
Kegaduhan Menjelang Resepsi
Selain pertemuan dengan Mbah Modin, saya j uga pernah
menyaksikan kejadian luar biasa saat hadir dalam resepsi
pernikahan tetangga, yang saat itu acaranya kacau sebab ada
anak usia 1 2 tahun menangis histeris lantaran tidak terpilih
sebagai pengapit pasangan pengantin di pelaminan, gara-gara
baju yang tersedia untuk pengapit itu ukurannya hanya untuk
anak usia lima hingga enam tahun.
Anak itu menjerit-jerit, hingga resepsi pun kacau. Berbagai
upaya menenangkan dilakukan keluarga tetapi selalu gagal,
hingga akhirnya suami dari tukang rias pengantin itu mendekat
dan memegang anak itu sambil mengusapkan ujung ibu jarinya
ke bagian jidat, dan tak lama kemudian anak itu berhenti
menangis. Selanjutnya ia pun mengantuk dan tertidur.
Kebetulan saya kenal baik dengan bapak yang menenangkan
anak histeris itu, sebab kami masih bertetangga. Dan setelah
kejadian itu , suami tukang rias tadi sering kedatangan ibu-ibu
yang anaknya rewel.
Bahkan ia pernah didatangkan ke luar kota ketika ada
balita yang menangis berhari -hari , padahal berbagai cara
adat sudah dilakukan. Mulai dari menyelimuti dengan sarung
ayahnya yang saat itu sedang berdinas ke Timor Timur, namun
tetap tidak mampu menghentikan tangisnya.
Ketika ia datang, ternyata di ruang tamu sudah ada
orang pintar dari desa setempat yang juga ingin membantu
menenangkan anak ini melalui ritual. Upaya itu mem
buahkan hasil dan sempat menghentikan tangis untuk waktu
sesaat. Tetapi - boleh jadi - sebab orang pintar itu takabur.
(sombong) dengan hasil ikhtiarnya dan mengucapkan : "Lha
83
soal begini saja kok menunggu kalau mbah sudah turun
tangan . "
Sesaat setelah ucapan itu , bayi kembali rewel . Tetangga
saya itu memilih keluar rumah sebab sudah ada yang mena
ngani . Sesama "orang pintar" tidak boleh saling mendahului ,
pikirnya . Dan ketika penyembuh pertama tetap tidak mampu
menenangkan bayi ini , ia memilih cara yang jitu, yaitu
doa yang biasa dibaca untuk menenangkan bayi rewel itu
ditulis dengan huruf la tin (aslinya bahasa Arab) lalu diberikan
kepada sopir yang menjemputnya.
Agar tidak mempermalukan penyembuh yang masih
berada di dalam rumah, sopir itu diminta membaca dari luar
rumah tetapi diniatkan untuk menenangkan bayi yang rewel.
Pada hitungan yang sangat singkat, mendadak bayi itu terdiam
dari tangisannya lalu tertidur.
llmu dari Mimpi
Rumah saya termasuk rumah yang disukai anak-anak
usia SD hingga SLTA sebab di rumah itu banyak buku bacaan
yang membuat mereka betah berlama-lama di rumah saya.
Selain banyak buku, saya sering mengajari anak-anak melukis,
silat, dan sulap. Suatu skill yang mungkin tergolong langka
di pedesaan .
Dari sekian anak-anak yang kerasan bermain d i rumah,
ada dua anak usia SLTA yang tertarik dengan ilmu batin . Saya
tidak tahu pasti bagaimana proses kedua anak itu, yang tiba
tiba memiliki ilmu "gendam pambungkam".
Menurut pengakuan mereka, i lmu itu didapatkan dari
mimpi yang kemudian diijazahkan dengan imam sebuah surau
di pinggiran desa. Surau itu biasa didatangi anak-anak muda
84
yang suka berguru. Boleh jadi , impian itu akibat sisa-sisa
pikiran lantaran keduanya suka nguping pembaca buku saya
yang berkonsultasi .
Kedua anak itu, belum lama ini menceritakan apa yang
pernah dialami belasan tahun silam. Yaitu, ketika suatu malam
keduanya sedang membeli ayam jantan untuk suatu keperluan,
saat dibawa dari rumah pedagang, dua ayam itu berontak dan
bersuara keras, "keok, keook .... "
Kedua anak ini merasa tidak enak sebab di tepi jalan
kecil yang di lewati itu ada penduduk yang sedang berkumpul
untuk acara doa bersama. Keduanya lalu sepakat untuk
membaca amalan untuk membungkam keokan kedua ayam
itu. Begitu doa selesai dibaca, kedua ayam itu langsung diam,
tidak lagi bersuara, dan juga tidak berontak. Salah satu dari
anak ini , kini sudah dewasa dan dikenal sebagai praktisi
hipnosis dan penulis buku. la yaitu Saiful Anam.
Menyimak apa yang dialami dua remaja ini , dapat
disimpulkan bahwa selain teknik yang i lmiah, para leluhur kita
juga memiliki teknik memengaruhi secara nonverbal. Bahkan
hebatnya, selain dapat memengaruhi manusia, ternyata juga
dapat untuk memengaruhi hewan.
Apa yang diamalkan oleh Saiful Anam itu, ternyata sama
dengan yang diamalkan remaja lain asal luar kota, 75 km
dari kediaman saya, yang juga sering mengunjungi kediaman
saya. Bedanya, remaja ini memprogram "bacaan"-nya untuk
kepentingan keselamatan.
Keajaiban yang sering dialami yaitu sebelum ia memiliki
SIM (Surat lzin Mengemudi) tidak pernah ia terkena tilang,
justru setelah ia memiliki SIM, ilmunya malah tidak manjur.
85
9
Pengalaman Pribadi
Tulisan ini tidak bermaksud untuk pamer, apalagi
takabur. l ni sekadar meyakinkan pada pembaca,
bahwa buku ini ditulis oleh orang yang tidak awam terhadap
gendam. Pembaca tentu lebih puas jika buku yang saat ini
Anda baca, itu bukan saduran dari membaca buku-buku yang
sudah ada, apalagi hasil dari copy paste di padepokan "Mbah
Google".
Di pedesaan, setidaknya di desa tempat saya tinggal, anak
usia SLTP sudah menguasai ilmu gendam, itu bukan hal yang
luar biasa. Sayangnya, warga dengan latar belakang
seperti itu jarang yang memiliki budaya menulis, sehingga
penulis dari kalangan praktisi jumlahnya masih sangat terba
tas.
Dalam menulis buku, saya lebih mengandalkan apa yang
pernah saya alami dan saya melihat sendiri. Bagi saya, menulis
ibarat mendongeng. Referensinya yaitu pengalaman hidup
sehari-hari yang sudah tertampung di ingatan. lbarat air hujan
yang tertampung di bendungan, untuk mengeluarkannya cukup
dengan membuka pintunya.
Menganalisis Gendam
Ketika proses penulisan naskah ini masih dalam tahap
persiapan , saya mengundang beberapa teman dari berbagai
87
disiplin ilmu untuk berdiskusi tentang gendam. Mereka itu dari
kalangan hipnosis, pelaku mistis (gendam), jurnalis, ustad,
dan kalangan orang a warn.
Dalam diskusi itu , ada enam kasus yang dalam pandangan
dua pelaku gendam dianggap terjadi di luar batas kewajaran,
sehingga untuk sementara diyakini sebagai keajaiban mistis,
yaitu:
88
1 . Pelaku gendam pertama, sebut saja Budi, saat naik be
cak tiba-tiba dihadang seseorang yang mengancamnya.
Orang yang mengancam itu, dengan sepeda motornya
berhenti di depan becak yang dinaiki Budi. Budi spontan
turun, musuhnya ditepuk pundaknya lalu diminta untuk
mengantarkannya belanja ikan hias. Ketika turun dari
becak, ongkos becak tidak diminta oleh abang becak.
Yang terjadi justru musuh Budi mengantarnya belanja,
bahkan orang yang semula marah itu, mau juga ketika
diminta menunggu di depan toko ikan hias saat Budi
belanja. Setelah belanja, Budi minta untuk diantar
sampai terminal, dan kali ini pun musuhnya menurut
saja perintahnya. Ketika sepeda motor sampai pintu
terminal, ada bus jurusan rumah Budi . la lalu minta
sepeda motor itu berhenti , dan selanjutnya meloncat
naik bus. Dari atas bus, Budi melihat musuhnya itu
memandangi arah bus dengan bengong.
2 . Budi yang dikenal memi liki i lmu gendam , suatu
saat dilapori tetangganya tentang kebengisan salah
satu penduduk yang berprofesi sebagai rentenir.
Disebutkan, bahwa rentenir itu jika ada orang yang
meminjam uang dan telat membayar sehari pada jatuh
tempo yang disepakati , maka peminjam itu dikenakan
bunga dua kali lipat. Jika telatnya lebih lama bisa kena
bunga berbunga. Budi terprovokasi untuk mencoba
ilmunya. Rentenir itu dihubungi melalui hand phone,
dan ia mengatakan butuh uang Rp1 .000.000, - Sesaat
kemudian uang diantar ke rumah Budi . Namun, hampir
dua tahun lebih uang itu tidak pernah ditagih . Bahkan
ketika suatu saat Budi bertemu dengan rentenir itu
di jalan, Budilah yang mengingatkan kenapa uangnya
tidak diurus, dan dengan malu-malu, rentenir itu justru
menjawab: "Biar di rumah Anda saja, saya percaya sa
ma sampeyan. " Yang tidak masuk akal, tiap kali Budi
bertemu dengan rentenir itu , justru rentenirnya yang
malah menyingkir. Meski begitur suatu saat Budi tetap
ingin mengembalikan uang ini .
3. Panitia sebuah ormas dibuat bingung sebab dana yang
diandalkan untuk sebuah acara, mendadak dibatalkan
oleh donatur yang sudah berjanji menjadi sponsor aca
ra ini . Budi yang dikenal memiliki ilmu gendam,
dimintai bantuan panitia untuk mengusahakan dana.
Budi lalu mendatangi salah satu orang yang dikenal
berduit. Budi minta uang Rp 4.000.000, - dan langsung
diberi . Uang segera diserahkan ke panitia untuk mem
biayai kegiatan itu. Lain hari, Budi menemui pihak yang
membantu dana itu. Apa yang dikatakan sang donatur?
"Kenapa kemarin saya memberi uang sejumlah itu .
Lebaran kan kurang tiga hari , siapa pun butuh pegang
duit ."
4. Sanjaya - pelaku gendam ke-2 - suatu hari memberi
89
90
laporan pada aparat sebab setiap malam minggu
banyak PNS berjudi di sebuah kantor. sebab Sanjaya
dikenal aparat, laporan itu masuk kategori A yang
segera ditindaklanjuti . Setelah komandan operasi
sudah mengerahkan anak buahnya untuk menggrebek
perj udian, ternyata saat itu tidak ada perj udian .
Komandan marah sebab merasa dikerjai Sanjaya, dan
saking marahnya, ia berkata kepada teman-temannya
jika suatu saat ketemu Sanjaya, dirinya akan dimarahi .
Ternyata? Saat ketemu Sanjaya, ia tidak j adi marah.
Komandan justru senyum-senyum dan tidak berbicara
sepatah kata pun. Dan sekali berbicara, komandan itu
malah mengutarakan ingin minta i lmu yang dimi likinya
sebab ia merasakan ada sesuatu yang tidak wajar pada
diri Sanjaya.
5 . Sanjaya mengambil kredit sepeda motor. Uang muka
Rp 4.000.000, - dan angsuran bulanan disepakatinya .
Dalam kesepakatan , per bulan tiap tanggal 8 kolektor
menarik angsuran ke rumah Sanjaya. Tetapi baru ang
suran yang ke- 1 0 dari 30, kolektor tidak lagi datang.
Sanjaya pernah ditemui saat bertemu di jala dan
ditanya kenapa angsuran tidak dibayar. la menjaw.ab
sesuai kesepakatan, kolektor yang datang ke rumahnya.
Dengan alasan rumah Sanjaya jauh, kolektor mengaku
malas. Padahal yang berlaku pada orang lain, telat
lebih tiga bulan, motor sudah ditarik dealer.
6. Dalam perjalanan ke luar kota, mobil Sanjaya diikuti
petugas yang kemudian menghentikannya . Ketika
petugas itu turun dari mobil dan mendekat, Sanjaya
membuka kaca pintu dan berta ya: "Ada apa ... ? ! ! " .
Aparat itu menjawab terbata-bata, "Maaf pak, saya
kira ini crew televisi, mau saya kawal..." Padahal,
teman yang duduk di samping Sanjaya itu punya
pengalaman pahit . Di jalan arteri itu, dia sering
dipungli oknum petugas, kok Sanjaya malah mau
dikawal? Ha ha ha .. . .
Seki las dari enam kasus yang diduga gendam yang
saya tulis di atas, memang ada bagian yang tampak di luar
kewajaran . Namun, dari analisis teman-teman diskusi , tetap
saja ada bagian yang ketemu i lmiahnya, yaitu :
1 . Ketika Budi turun dari becak lalu menepuk pundak
lawannya itu, boleh jadi sebab sebelumnya lawan
mengira Budi akan takut atau marah. sebab sikap
Budi justru bersahabat, maka emosi lawan jadi luluh
sehingga bersedia memboncengkannya ke toko ikan
hias, menungguinya belanja lalu, mengantarnya hingga
pintu terminal . sedang tukang becak yang tidak
minta uang, ia menganggap kedua orang itu akan
berkelahi . Dan ket;ka ternyata apa yang diduga itu
tidak terjadi, dalam hati dia bersyukur sehingga tidak
perlu mempermasalahkan uangnya.
2 . Terkait rentenir yang tidak mengurus uangnya? lni yang
agak sulit diterima akal. Tetapi secara akal, boleh jadi
sebab di desa itu Budi dikenal sebagai orang yang
punya pengaruh, punya banyak kenalan, sehingga
dengan menanam jasa dalam bentuk pinjaman uang,
suatu saat Budi bisa dimintai perlindungan jika suatu
9 1
92
saat ada masalah dengan profesi i legalnya itu .
3 . Tentang menggendam Rp 4.000.000,- menjelang le
baran, analisis yang agak masuk akal yaitu Budi
kenal baik dengan orang yang didatangi itu. Apalagi
saat itu Budi mengatakan kalau acara itu bekerja sama
dengan salah satu perusahaan yang suatu saat jasanya
dibutuhkan oleh donator itu.
4. Akan ha lnya Sanj aya yang t idak j adi d imarahi
Komandan? Boleh jadi sebab ia memiliki hubungan
pertemanan yang baik dengan Sanj aya , apalagi
Komandan itu meyakini Sanjaya memiliki ilmu gendam,
dan ia meminati ilmu itu. Logikanya, jika ia marah-ma
rah dengan Sanjaya, tentu tidak akan diberi ilmu.
5. Untuk kasus kredit sepeda motor, ini yang sulit diterima
sebab kerja perusahaan bersifat kolektif . Administrasi
sebuah perusahaan besar tentu tertib . Petugasnya
banyak, dan mereka yaitu orang-orang lapangan
yang terlatih menangani hal seperti itu. Tim diskusi
menempatkan kasus ini perlu dibahas lebih lanjut. '
6 . Tentang petugas yang terbata- bata saat ditanya
Sanjaya dengan nada yang membentak? Untuk yang
ini, tim sepakat bahwa faktor utamanya lebih pada
wajah Sanjaya yang meyakinkan . Pancaran mata dan
kumisnya mengesankan dia orang yang percaya diri .
Apa rat menduga plat




