Dajjal - raja yang tak punya baju
Dajjal memiliki tiga sisi. Dajjal sebagai oknum. Dajjal sebagai gejala sosial
budaya global. Dajjal sebagai kekuatan gaib1
Meskipun kata "Dajjal" dari bahasa Arab artinya "menipu", "mencurangi" atau
"melumuri dengan ter" -tidak tercantum dalam Qur'an, namun Dajjal dirinci dengan
jelas dalam semua kitab-kitab hadits2 utama, termasuk dalam kitab hadits-hadits
shahih yang masyhur dari Imam al-Bukhari dan Imam Muslim (terutama pada bab-bab
mengenai saat-saat menjelang kiamat), juga di dalam kitab-kitab hadits lain seperti
Mishkat al-Masabih, Riyadush Shalihin dan al-Muwwafa' dari Imam Malik :
Abdullah bin 'Umar ra3 mengabarkan:
Nabi Muhammad saw4 berdiri dan berkata pada umatnya, setelah memuji
Allah yang Maha Agung dan Maha Terpuji, beliau bersabda mengenai
Dajjal, 'Aku memperingatkan kalian dari dia, tak seorang nabi pun yang
tidak memperingatkan umatnya dari dia bahkan Nabi Nuh telah
memperingatkan umatnya dari dia. Tapi aku akan mengabarkan sesuatu
yang belum pernah disampaikan oleh Nabi mana pun sebelum aku:
Hendaklah kalian tahu bahwa Dajjal itu bermata satu, dan Allah tidak
bermata satu." (diriwayatkan oleh Muslim)
Dari Abu ad-Dira ra:
Nabi Muhammad saw bersabda, "Barangsiapa menghapal sepuluh ayat
pertama surat al-Kahfi akan terlindung dari Dajjal." (diriwayatkan oleh Abu
Da'ud dan Muslim).
Abdullah bin Abbas ra mengabarkan:
Nabi Muhammad saw biasa mengajarkan doa ini dengan cara seperti
beliau mengajarkan sebuah surat dari Qur'an:
'Allaahumma innii a'uudzu bika min adzaabi jahannama, wa a'uudzu bika
min adzaabil-qabri, wa a'uudzu bika min fitnatil-Masihid-Dajjal, wa a'uudzu
bika min fitnatil-mahyaa wal-mamaati."
"Ya Allah, aku berlindung padaMu dari siksa Neraka, dan aku berlindung
padaMu dari siksa kubur, dan aku berlindung padaMu dari fitnah5 Dajjal.
dan aku berlindung padaMu dari fitnah kehidupan dan kematian."
(diriwayatkan oleh Imam Malik)
“Al-Masih ad-Dajjal” secara harfiah berarti "Mesiah Palsu" yaitu “Juru Selamat
Palsu”, alias "si AntiKristus6" -berlawanan dengan “Al-Masih bin Maryam” yang berarti
“Mesiah putera Maryam”, yaitu Nabi 'Isa as7.
Abdullah bin 'Umar ra mengabarkan bahwa:
Nabi Muhammad saw bersabda, “Semalam aku bermimpi aku berada di
Ka'bah, dan aku melihat seorang pria berkulit gelap bagaikan pria berkulit
gelap yang paling rupawan dari yang pernah kalian lihat. Rambutnya
sepanjang di antara telinga dan bahunya, seperti rambut yang terindah
yang pernah kalian lihat. Rambutnya baru disisirnya, dan masih menitikkan
air. Dia bersandar pada dua pria atau pada bahu dua pria yang sedang
bertawaf keliling Ka'bah. Aku bertanya, 'Siapa dia?' Dijawab, Al-Masih bin
Maryam.' Kemudian aku melihat seseorang berambut meliat-liut dan buta
mata kanannya, bagaikan anggur mengambang. Aku bertanya, 'Siapa dia?'
Dijawab, 'Itu Al Masih ad-Dajjal.'” (diriwayatkan oleh Imam Malik).
Pada suatu saat di antara kini dan kiamat: Dajjal pasti akan datang. Pernah di
suatu penghujung sore Nabi Muhammad saw duduk bersama para sahabatnya ra.
Kala itu matahari hampir mulai tenggelam ke balik sebuah dinding. Nabi bersabda
bahwa selang waktu mereka duduk di sore itu ke hari kiamat, yaitu sedekat jarak
matahari ke ujung atas dinding itu. Padahal peristiwa itu telah berlangsung lebih dari
seribu empat ratus tahun yang lalu.
Dalam Qur'an Allah menegaskan bahwa, orang yang ditanya tentang saat
Kiamat sama tidak tahunya dengan orang yang bertanya. Allah juga berfirman bahwa
manusia hanya diberi sedikit pengetahuan tentang saat Kiamat. Tak seorang pun
mengetahui kapan tepatnya, namun Allah menunjukkan di Qur'an bahwa mungkin
saatnya lebih dekat daripada sangkaan kita. Bagi anda, setidaknya kiamat terjadi
sebab anda meninggal.
Abu Hurairah ra mengabarkan:
Nabi Muhammad saw bersabda, “Ada lima perkara yang tidak diketahui
siapa pun kecuali oleh Allah,” kemudian beliau menyebutkan:
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang
Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa
yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui
(dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang
pun dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui, Maha Mengenal. (Qur'an: surat Luqman 34)
(diriwayatkan oleh Muslim)
Banyak pertanda kiamat yang diungkapkan secara jelas dalam kitab-kitab
hadits, dan pertanda itu akan diketahui dan dikenali oleh siapa saja yang sadar dan
awas pada segala pertanda yang ada pada dirinya dan kawasannya. Kini, sebenarnya
sudah hampir semua pertanda kiamat nampak, kecuali empat tanda utama terakhir,
bahkan tanda-tanda ini pun nampaknya akan segera terwujud.
Adapun beberapa tanda yang sudah nampak yaitu : bahwa si miskin dan si
papa membangun gedung-gedung tinggi tempat mereka memuja dirinya; bahwa
hamba perempuan akan melahirkan majikannya, salah satu pengertiannya yaitu
seorang ibu yang diperbudak oleh pekerjaannya demi anak-anak yang sebab dewasa
tak terkendali, menjajah dan menindas keluarga; bahwa jumlah wanita jauh melebihi
jumlah pria; bahwa banyak wanita yang tidak lagi melahirkan; bahwa setiap orang
mempersoalkan masalah pekerjaan hingga tidak hanya kaum pria, kaum wanita pun
pergi bekerja; bahwa tali kekeluargaan sudah diabaikan atau dicampakkan; bahwa
pangan akan berlimpah, namun sebagian besar tidak berkah; bahwa sebab
seseorang ditawari makanan akan menolak; bahwa waktu menjadi singkat; bahwa
banyak orang.yang keras hati dan bengis; bahwa banyak orang yang bersumpah
palsu; bahwa yang jujur tak lagi dipercaya dan para pendusta dipercaya; bahwa yang
kuat akan memangsa yang lemah; bahwa sangat sedikit orang yang bijaksana dan
banyak yang jahil; bahwa sang pemimpin yaitu yang terburuk dari masyarakatnya;
bahwa rakyat begitu takut kepada penguasa lalim, sehingga mereka bahkan tidak
berani untuk mengatakan padanya bahwa dia lalim; bahwa akan terjadi banyak
perang dan pembunuhan; yang membunuh tidak tahu siapa yang dibunuh, dan yang
dibunuh tak tahu kenapa mereka dibunuh; bahwa terdapat manusia yang berperilaku
seperti binatang; bahwa terdapat wanita-wanita yang berpakaian seolah kulit kedua,
hingga sekalipun berpakaian mereka tetap terlihat telanjang; bahwa banyak orang
menenggak minuman keras; bahwa perzinahan dan perselingkuhan menjadi perkara
lumrah; bahwa pria meniduri pria, dan wanita meniduri wanita; bahwa kaum pria
mengenakan sutera; bahwa para biduanita dan peralatan musik memasyarakat;
bahwa riba sudah sangat merebak, sehingga mereka yang tidak berkecimpung pun
tetap terkena getahnya; bahwa sangat sedikit orang yang jujur dalam perniagaannya;
bahwa orang-orang tidak mempercayai orang jujur tapi mempercayai penipu; bahwa
tulis-menulis tersebar luas; bahwa diadakan upaya-upaya untuk menghijaukan gurun;
bahwa orang akan mencoba untuk merubah keseimbangan alam, ikut campur
mengganggu daur dasar dan proses-proses kehidupan; bahwa gempa bumi dan
bencana alam lainnya semakin sering dan semakin dahsyat; bahwa orang-orang ingin
mati dan masuk kubur saja; bahwa banyak orang lebih percaya pada perbintangan
dibanding kepada Tuhan; bahwa banyak sekali nabi palsu dan semuanya mengaku
sebagai utusan Tuhan; bahwa di tempat-tempat peribadatan suara-suara dikeraskan
dengan amarah; bahwa banyak Muslim menjadi kaya raya; bahwa jumlah Muslim
banyak tapi tak berdaya -sebab cinta dunia dan takut mati -mereka tak mampu
mencegah bangsa-bangsa lain menjajah dan menjarah mereka; dan puncaknya
yaitu bahwa matahari terbit dan barat, salah satu pengertiannya yaitu transaksi
kehidupan 8 Islam diamalkan oleh masyarakat barat -walau sudah jelas dari
kitab-kitab hadits bahwa kejadian di bawah ini pun ditakdirkan akan terjadi secara
lahiriah:
Dari Abdullah bin Amr ra:
Penulis artikel ini memakai istilah life transaction untuk menggambarkan arti ad-Din yang
sebenarnya. Baca juga bab kosa Kata mengenai Din. ad-Din.
Nabi Muhammad saw bersabda, “Tanda-tanda pertama (saat Kiamat)
yaitu matahari akan terbit dari barat dan munculnya Dabbah9 ke hadapan
manusia menjelang tengah hari. Yang mana pun dari kedua ini terjadi lebih
dulu, maka yang lain akan segera menyusul.” (diriwayatkan oleh Muslim).
Ibnu Katsir, dalam ulasannya berpendapat bahwa kemunculan Dabbah – di
Mekah atau di sekitarnya -yaitu tanda pertama di muka bumi, sedangkan matahari
terbit di barat merupakan tanda pertama di langit. Menyimpulkan dari keterangan
Qur'an dan hadits mengenai Dabbah, Ibnu Katsir menulis di kitabnya al-Bidayah
wan-Nihayah, sebagai berikut:
Salah satu tanda kiamat yaitu munculnya Dabbah dari perut bumi,
wujudnya sangat ganjil dan ukurannya raksasa; bahkan tak seorang pun
bisa membayangkan seperti apa rupanya. Dabbah akan keluar dari perut
bumi lalu mengibaskan debu dari kepalanya. la akan membawa cincin Nabi
Sulaiman dan tongkat Nabi Musa. Orang-orang akan ngeri dan mencoba
melarikan diri, tapi mereka tidak akan bisa Iolos sebab demikianlah takdir
Allah. Dengan tongkatnya, Dabbah akan menghancurkan hidung setiap
orang kafir, lalu menorehkan kata “kafir” di kening mereka; Ia akan
menghiasi wajah setiap orang beriman, lalu menorehkan kata "mu'min" di
kening mereka; dan Dabbah pun akan berbicara pada manusia.
Selain terbitnya matahari dari barat dan kemunculan Dabbah dari perut bumi,
hadits juga menerangkan tentang tanda-tanda utama lain yang masih akan terjadi,
diantaranya ad-Dukhan (Asap) -yang akan menggiring manusia dari timur ke barat;
penghancuran Madina al-Munawarra; penghancuran Ka'bah di Mekkah oleh orang
Ethiopia yang bernama Zhu'l-Suwaiqatain; dan terjadinya tiga tanah longsor dahsyat
-satu di Timur, satu di Barat, dan satu di Semenanjung Arab -lalu menyemburlah api
dari arah Aden10 yang akan menggiring manusia ke tempat perhimpunan terakhir.
Menurut sebagian besar ahli tafsir, peristiwa-peristiwa di atas akan terjadi
setelah empat tanda utama terakhir kiamat terjadi, yaitu: munculnya si Dajjal;
kedatangan Mahdi, pemimpin rasyid11 para Muslim yang akan memerangi Dajjal;
muncul kembalinya Nabi 'Isa as yang tidak saja akan menghancurkan semua salib,
membunuh semua babi, menikah, berketurunan dan beribadat bersama para Muslim,
bahkan beliaulah yang akan membunuh Dajjal; dan munculnya Yajuj wa Majuj (Gog
dan Magog12), suatu suku yang akan menyebar ke segenap penjuru bumi membuat
kerusakan.
Dajjal memiliki tiga sisi. Dajjal sebagai oknum. Dajjal sebagai gejala sosial
budaya global. Dajjal sebagai kekuatan gaib.
Jelaslah bahwa sebelum si Dajjal sendiri muncul, harus tersedia sistem yang
mapan beserta para pengurusnya, yang siap mendukung dan menaati Dajjal.
Keberadaan sistem dan para pengurusnya itu, merupakan bukti dari Dajjal sebagai
gejala sosial budaya global dan Dajjal sebagai kekuatan gaib. Dilihat dari semua
pertanda yang nampak dewasa ini, kedua sisi Dajjal ini -yang akan dijelmakan
Diambil dari Gog and Magog, nama-nama ini muncul di Bibel, sedangkan nama-nama Yajuj wa Majuj
muncul di al-Qur'an. Bila kita menilik linguistiknya, maka keduanya sebenarnya sama
oleh si Dajjal sendiri -sudah sangat kentara, ini berarti kemunculan Dajjal sudah
sangat dekat.
Di antara perincian tentang Dajjal dalam kitab-kitab hadits, kita akan
menemukan: Dajjal bermata satu, bagaikan anggur mengambang. Dajjal dapat
didengar di seluruh dunia pada satu saat yang sama. Dajjal bisa menampilkan api
padamu, tapi tidak akan membakarmu. Dajjal bisa menampilkan air padamu, tapi
anda tak bisa meminumnya, Dajjal akan bicara tentang Taman 13 , tetapi
menggambarkannya seperti Api 14 . Dajjal akan bicara tentang Api, tetapi
menggambarkannya seperti Taman. Semua perincian di atas cocok dengan ciri-ciri
sistem media massa dan teknik komunikasi masa kini, khususnya dalam hal
bagaimana sistem dan teknik itu biasa digunakan.
Hadits juga menyebutkan bahwa Dajjal bermata banyak di kedua sisinya, dan
berkeliling dunia dengan lompatan-lompatan raksasa. Gambaran ini cocok dengan
ciri-ciri alat transportasi massa, masa kini. Ada juga keterangan bahwa di dahi Dajjal
tertera huruf KFR. Sebagian pesawat jet tempur Israel bertuliskan huruf-huruf KFR di
moncongnya.
KFR yaitu huruf-huruf akar dari kata bahasa Arab: kufr atau kafir. Kufr artinya
menutupi dan mengingkari. Kafir yaitu seseorang yang menutupi hakikat kehidupan
-bahwa tiada tuhan selain Allah -dan yang ingkar kepada para nabi yang diutus Allah
untuk memberi teladan pada manusia tentang bagaimana cara hidup yang selaras
dengan diri sendiri dan selaras dengan perkara di luar dirinya, serta bagaimana cara
mengenal dan mengabdi kepada Allah.
sebab Nabi Muhammad saw bersabda bahwa hendaknya kita mencari ilmu
hingga ke negeri Cina 15 , beliau bermaksud pada ilmu mengenal Allah, atau
setidaknya ilmu-ilmu yang akan mengarahkan kita kepada ilmu mengenal Allah.
Jika ilmu anda tidak berasal dari ketakwaan16 kepada Allah, berarti anda telah
tertipu. Bertakwalah kepada Allah, maka Allah akan memberi anda ilmu. Seorang kafir
mengingkari ini. Dengan demikian seorang kafir sangat bertolak belakang dengan
seorang mu'min.
Seorang mu'min yaitu seorang muslim yang terang-terangan mengakui
hakikat kehidupan, sekaligus menerima dan mengikuti teladan dan ajaran Nabi
Muhammad saw: Nabi terakhir yang diutus Allah sebelum kiamat.
Jelaslah bahwa sistem kafir dan kafirun17 yang menguasai dan meyakini sistem
itu, tidak lain yaitu perwujudan Dajjal sebagai gejala sosial budaya global dan Dajjal
13
Terjemahan langsung dan Jannah, biasa disebut "surga", sengaja diganti dengan Taman sebab
selain lebih sesuai dengan penggambaran yang ada di al-Qur'an dan as-Sunnah. juga sebab surga
sering direka-reka penggambarannya misalnya di kamus-kamus. ensiklopedi ataupun pada
pembicaraan umum, bahkan banyak Muslim yang punya interpetasi sendiri mengenainya, maka
tentu lebih baik memperoleh keterangan-keterangan mengenainya dari al-Qur‟an dan al-Hadits.
Penulis artikel ini pun sengaja memakai the Garden (b. Inggris).
14
Terjemahan dari Nar. biasa disebut "neraka". ibid. Penulis pun memakai the Fire
15
Mayoritas ulama pakar hadits menilai bahwa hadits ini yaitu hadits dho‟if (lemah) (localholic)
16
Diambil dan kata bahasa Arab taqwa. terkadang diartikan sebagai takut (b. Indonesia) atau fear
(bahasa Inggris). Takwa menggambarkan cinta kasih dan hormat yang amat dalam hingga khawatir
menyinggung atau khawatir tidak dikasihi oleh yang dicintai dan dihormati itu.
17
Kafirun yaitu jamak dari kafir, yaitu: para kafir; orang-orang kafir
sebagai kekuatan gaib. Sedangkan si Dajjal sendiri akan menjadi puncak penjelmaan
dari sistem kafir, gembongnya kafir, maka tak pelak sebab muncul dia akan
dinobatkan sebagai pemimpin sistem kafir oleh para kafirun yang menjalankannya.
Nabi Muhammad saw bersabda bahwa kufr yaitu sebuah sistem. Sistem kafir
yaitu Dajjal. Maka nyatalah bahwa ketiga sisi Dajjal itu berkaitan dan bersenyawa.
Dajjal.
Begitu pula halnya dengan Mahdi, sebab datang ia akan menjadi puncak
penjelmaan Islam, yaitu jalannya Nabi Muhammad, tetapi harus segera diingat bahwa
ia dibanding Nabi Muhammad saw yaitu seumpama setetes air dibanding
samudera. Dengan demikian, tak pelak lagi Mahdi akan dikenali dan diterima sebagai
pemimpin oleh seluruh Muslim sejati. Nabi Muhammad bersabda bahwa seluruh
Muslimin yaitu satu tubuh.
Kufr memerangi Islam. Islam memerangi Kufr. Sudah jelas dari hadits bahwa
Dajjal akan melawan Mahdi. Mahdi akan melawan Dajjal. Nabi 'Isa as, yang tak disalib
tetapi digaibkan oleh Allah dari dunia ini -dan seseorang yang mirip dengan beliau
disalib menggantikannya -sebab turun lagi ke bumi ini, akan membinasakan Dajjal
beserta seluruh pengikutnya.
Dajjal sudah banyak dibahas dalam naskah-naskah kuno. Beberapa ramalan
yang berkaitan dengan Dajjal dapat ditemukan di Bibel18, di the Book of Revelations19
karangan John, dan pada naskah-naskah Nostradamus 20 . Banyak orang telah
berulangkali mencoba menafsirkan ramalan-ramalan itu, dan menghubungkannya
dengan kejadian-kejadian yang berlaku pada masa para penafsir masing-masing.
Dalam aneka ramalan dan ulasan-ulasannya, Dajjal biasanya disimpulkan sebagai "si
AntiKristus" -begitu pula menurut tafsiran bebas beberapa film dan video belakangan
ini.
Tidak diketahui bagaimanakah keandalan dan ketepatan semua ramalan,
ulasan, maupun penafsiran-penafsirannya yang terbaru. Boleh jadi sebagian berasal
dari jin.
Jin terbuat dari api tak berasap. Mereka bisa melihat kita. Dan hanya beberapa
dari kita yang bisa melihat mereka. Manusia terbuat dari tanah dan air. Malaikat
terbuat dari cahaya murni. Malaikat tak bisa berbuat salah. Mereka tidak makan, tidak
tidur, dan tidak berketurunan, Mereka terus memuji Allah. Mereka yaitu perangkat
penyelenggara jalannya proses kehidupan. Adapun jin, seperti manusia, bisa berbuat
benar dan salah. Ada yang muslim, ada yang kafir dan ada yang munafik, yaitu yang
mengaku muslim padahal hakikatnya kafir. Jin 21 sering berkomunikasi dengan
manusia, dan dari pengetahuan mereka tentang kegaiban, mereka bisa mengabarkan
18
sebab kitab yang kini ada di kalangan beragama Katolik, Protestan maupun cabang-cabang Kristen
lainnya bukan Injil yang diturunkan kepada Nabi 'Isa as, dan kitab "perjanjian lama" bukan Taurat
yang diturunkan kepada Nabi Musa as. dan istilah "Alkitab" diragukan arti dan maksud tujuan
penggunaannya, maka Bibel digunakan sebagai terjemah dari Bible
19
“artikel Wahyu-wahyu” karangan John, Ia sering juga disebut sebagai John the Baptist.
20
Nostradamus yaitu seorang astrolog dan tabib perancis abad 16, la menjadi terkenal sejak
tulisannya berjudul Centuries (abad-abad) yang berisi ramalan-ramalan mengenai masa depan
Perancis dan Dunia. Ramalannya banyak yang dikait-kaitkan dengan kejadian-kejadian nyata
21
Selain keterangan di atas, perlu kita ingat juga bahwa di antara jin ada yang pengikutnya syaithan.
dan kita senantiasa berlindung kepada Allah dari para syaithan yang terkutuk
peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Jin sering dimanfaatkan oleh
para peramal dan tukang sihir.
Jelaslah, bila naskah-naskah karangan John atau Nostradamus dipengaruhi
atau datang dari jin iseng atau jin jahat, maka tidak semua keterangan mereka bisa
diandalkan. Masalahnya yaitu sebagian besar dari para jin -yang akrab dengan
penyihir dan yang sering berkomunikasi melalui cenayang 22 -dalam menyampaikan
satu kebenaran, menambahkan beberapa yang setengah benar dan beberapa yang
sama sekali dusta. Dengan adanya unsur ketidakpastian dan kesalahan ini, maka
satu-satunya cara untuk membuktikan kebenaran ramalan-ramalan John maupun
Nostradamus yaitu jika apa yang dikabarkannya cocok dengan yang terjadi.
Sejauh mana keandalan sebuah catatan, maka tentu hanya hadits yang
mengandung perincian terandal mengenai Dajjal, dan peristiwa-peristiwa yang akan
terjadi sebelum maupun sesudah kemunculannya -asalkan hadits itu memiliki isnad
yang terpercaya, isnad yaitu rantai penyebaran berita yang terpercaya, dari orang
yang langsung melihat dan mendengar apa yang dikatakan atau dilakukan Nabi
Muhammad, kepada orang-orang yang ingat apa yang riwayatkan oleh orang pertama
tadi, sampai kepada orang yang kemudian menuliskan apa yang mereka semua ingat.
Hadits-hadits hanya bisa diakui setelah kandungan dan isnad-isnadnya
diperiksa dengan sangat teliti dan disahkan oleh para ulama 23 yang
mengumpulkannya. Ini berbeda dengan aneka versi Bibel masa kini, yang seluruh
isinya tidak bisa dibuktikan keasliannya dengan cara yang sama, akibatnya banyak isi
Bibel yang bisa saja berasal dari sumber-sumber yang tak terpercaya, dan mutlak tak
bisa dikaitkan lagi dengan para Nabi yang konon perkataan dan perilakunya direkam
di Bibel.
Qur'an merupakan wahyu langsung dari Allah kepada Muhammad saw melalui
Malaikat Jibril, Qur'an dihafal dalam hati dan ditulis persis seperti sebab diturunkan.
bahkan Qur'an lebih terpercaya daripada hadits yang shahih 24. Dalam Qur'an Allah
menegaskan bahwa kaum Yahudi dan kaum Kristen telah merubah dan mengganti
ajaran asli para Nabinya as, dan banyaknya pertentangan dan ketidaksesuaian dalam
Bibel merupakan bukti yang tidak dapat disangkal.
Nabi Muhammad saw bersabda, bahwa ilmu yaitu milik mu'min yang hilang,
yang bisa diambil dimana pun ilmu itu ditemukannya. Mu'min yaitu muslim yang
tidak saja percaya pada Allah, tapi juga sungguh-sungguh yakin 25 kepada Allah
dalam segala perilaku kesehariannya. Muslim percaya pada Allah, namun mereka
masih mengandalkan kemampuan dirinya. Mu'min menggantungkan keberhasilannya
pada Allah. Muhsin yaitu muslim yang yakin hanya ada Allah, berarti mustahil
bergantung pada selain Allah. Muslim, mu'min dan muhsin semuanya Muslim, namun
mereka dikaruniai derajat ilmu pengenalan Allah yang berbeda. Mereka yang paling
takwa pada Allah, yaitu mereka yang paling banyak memperoleh ilmu mengenal
Allah. Nabi Muhammad saw bersabda bahwa tak ada yang lebih takwa kepada Allah
sebagaimana beliau.
22
Terjemah dari medium, yaitu orang yang biasa digunakan jin sebagai penyampai kabarnya
23
Ulama, 'ulama jamak dari 'alim. Baca mengenai 'alim di bab Kosa Kata
24
Hadits yang baik tanpa cacat.
25
Bacalah keterangan mengenai yakin, yaqin. di bab Kosa Kata
Ilmu pengenalan Allah akan datang pada mereka yang mensucikan hatinya atas
rahmatNya. sebab hati menjadi bening dan tenang, maka bertambahlah ilmu di hati.
Ilmu semacam ini bermula sebab ilmu yang tertulis berakhir, Bagi mereka yang berhati
bening, segala pertanda yang ada pada dirinya dan kawasannya -yang sebenarnya
sama saja -dapat dikenali dan dipahaminya, maka bagi mereka, pertanda Dajjal
sebagai gejala sosial budaya global dan Dajjal sebagai kekuatan gaib akan terlihat
dengan gamblang, dan apa pun yang mereka alami akan menegaskan dan
menguatkan ilmu yang tertulis.
Mu'min yaitu muslim yang yakin pada Allah. Sebagian dari keyakinan itu
yaitu yakin pada orang lain, yakin pada diri sendiri, yakin pada pengalamannya, dan
yakin pada penafsirannya atas apa yang terjadi pada dirinya dan kawasannya.
Keyakinan ini menjadi utuh sebab seseorang mengenal dirinya sendiri, sebab
barang siapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal Rabbnya 26, dan barang
siapa mengenal Rabbnya akan mengetahui apa yang datang dari Rabbnya, yaitu
kehidupan, semesta dan segala isinya -dan tak ada satu pun yang berbentuk maupun
tak berbentuk, yang aktual maupun konseptual, yang bisa diserupakan dengan Allah.
Siapa pun yang berkeyakinan dan berpengetahuan seperti itu yaitu muhsin 27.
Membaca tak sama dengan menyaksikan. Persaksian yaitu penegasan yang
lebih kuat daripada bacaan. artikel -artikel hanya dapat mengingatkanmu pada apa yang
telah dirasakan, pada apa yang belum terasa atau pada apa saja yang bisa dirasakan.
Jadi yang terpenting yaitu merasakan, bukan rekaman rasa -apapun ragamnya
-baik audio atau visual, di kertas atau plastik, pada logam maupun seluloid.
Menyaksikan berarti mengetahui, tetapi ada beragam persaksian dan beragam
pemahaman.
Merenungkan Dajjal sebagai kekuatan gaib, kehadiran kekuatan ini ditandai
dengan kehadiran makhluk dari alam lain yang menguasai manusia, atau
sebagaimana terkadang jin merasuki orang atau binatang. Boleh jadi, Dajjal sebagai
kekuatan gaib, seperti jin, menjelma sebagai manusia atau binatang tanpa perlu
merasukinya, cukup dengan menyerupainya. Ada juga kemungkinan bahwa
penjelmaan Dajjal sebagai kekuatan gaib yaitu jadi-jadian dari sekelompok jin kafir,
artinya bukan sesosok makhluk baru. Tidak diketahui alam asal mereka. Sebenarnya
diketahui bahwa ada banyak alam. Pada surat al-Fatihah, Allah disebut Rabbul
'aalamiin28. Ibnu al Arabi29 pun pernah bermimpi mengunjungi alam-alam lain, dan
beliau menuangkan pengalamannya di artikel nya: Wahyu-wahyu Mekkah. Beliau
menceritakan tentang kota-kota besar yang memiliki teknologi-teknologi canggih,
yang jauh mengungguli apa yang dibanggakan manusia jaman sekarang.
Tanda bahwa perasukan telah terjadi ialah, bahwa anda menyaksikan sejum-lah
besar manusia atau kelompok-kelompok manusia, semuanya berlaku seolah satu
tubuh, seakan tak punya jati diri. Walaupun mereka nampak sebagai manusia namun
perilakunya sama sekah' tidak manusiawi, lebih mirip robot. Banyak sekali artikel dan
film yang mengangkat gejala ini, dan itu semua bukan khayalan belaka. Semuanya
26
Rabb: Pencipta. Pemelihara, Pelindung. Allah
27
Baca bab Kosa Kata mengenai muhsin
28
Artinya: Tuhan segala alam; Raja segala alam; Penguasa dunia-dunia
29
Tokoh sufi (localholic)
menunjukkan kepada kenyataan yang telah, sedang dan akan terus terjadi,
sebagaimana digambarkan dalam film The Man who Fell to Earth.
sebab sisi Dajjal sebagai kekuatan gaib berada di Alam Gaib, maka
pengetahuan mengenainya hanya bisa diperoleh dan mereka yang punya sarana ke
Alam Gaib. Walaupun Nabi Muhammad saw diberikan sarananya, namun beliau tidak
berhasrat padanya. sebab hasrat kepada ilmu semacam ini yaitu kendala bagi
orang yang berhasrat pada ilmu mengenal Allah.
Namun, dengan mengamati bagaimana-perubahan-perubahan yang terjadi
pada keadaan sosial budaya dunia, terutama di abad ini, dan dengan mengamati
bagaimana cara hidup masa kini, maka kita bisa memperoleh bukti dari alam nyata
-yaitu alam yang bisa ditangkap oleh panca indera kita -bahwa pengam-bilalihan telah
dan sedang terjadi. Dengan kata lain, kita dapat mengenali ciri-ciri Dajjal sebagai
kekuatan gaib, dengan meneliti Dajjal sebagai gejala sosial budaya global.
Apabila kita kaji sisi Dajjal sebagai gejala sosial -budaya global, kita akan
saksikan bahwa pengambilalihan sedang berjalan lancar, nampaknya saat
kemunculan si Dajjal sudah sangat dekat, alasannya sangat sederhana: sebab
sistem-sistem dan para pengurusnya, yaitu sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, telah
memperoleh kekuasaan yang cukup di seluruh dunia, sehingga begitu si Dajjal
dikenali dan diakui, Dajjal bisa langsung dinobatkan sebagai pimpinan yang
dinanti-nanti.
Dalam seratus tahun yang terakhir, telah terjadi perubahan-perubahan yang
sangat luar biasa di rauka bumi. Pengelompokan sosial yang biasa berlaku di seluruh
dunia, yaitu masyarakat berpola pedesaan, yang terbentuk dari keluarga-keluarga
yang saling mengenal dan saling membantu -baik di antara warganya maupun antar
pedesaan -kini dengan pesatnya telah terkikis dan kehilangan sifatnya. Kini, di
kota-kota besar, setiap insan semakin terkucil dari jati dirinya, dari manusia di
sekitarnya, dan dari pengenalan kepada Allah -mereka sekedar menjadi sebuah roda
gigi yang sibuk dalam proses produsen-konsumen, yang apabila tidak sedang bekerja
atau tidur, mereka hampir selalu terjebak dalam pencapaian fatamorgana pemuasan
diri yang kekanak-kanakan dan tak ada habisnya, ini mcnjamin bahwa manusia tidak
akan punya banyak waktu untuk merenung dan bercermin tentang dari mana dan
akan kemana dia, juga tak ada waktu untuk mencoba membebaskan diri dari jeratan
rutinitas kehidupan yang membelitnya.
Walaupun ukuran pengelompokan sosial yang ada sekarang sebesar
masyarakat pedesaan, transaksi sosial antar warganya sudah tidak sehangat dan
seerat dahulu. Kini, semakin kurang waktu untuk saling bertemu dan semakin banyak
waktu tersita televisi. Semakin sedikit waktu untuk bekerja bersama dan semakin
banyak waktu untuk bekerja sendirian. Bagi mereka yang dilahirkan dalam keadaan
seperti ini, perubahan sosial ini tidak begitu kentara. Seolah-olah semua berjalan
sebagaimana mestinya, sebagaimana digambarkan film THX 1138.
Mungkin satu-satunya cara untuk memahami betapa dahsyatnya perubahan
yang telah terjadi, yaitu dengan mengamati apa yang terjadi sebab sebuah
perusahaan multinasional memutuskan untuk mulai menjarah sumber daya alam dari
suatu daerah yang sebelumnya terpencil. Dalam waktu yang cukup singkat, kegiatan
para pengatur perusahaan ini tidak hanya mengacaukan cara hidup masyarakat
asli daerah itu, tapi juga memusnahkan sumber-sumber penghidupan tradisional
mereka, dan dengan demikian menjamin pasokan tenaga kerja murah untuk
mengerjakan berbagai kegiatan perusahaan multinasional itu. Mendadak semua
orang dinomori dan mengejar sesuatu yang namanya uang, dan terenggutlah
keselarasan sosial yang pernah ada sebelum datangnya pertambangan, atau ladang
minyak, atau penebangan hutan, atau pendirian pabrik, atau pembangkit listrik tenaga
air, atau apa pun juga.
Semuanya dilaksanakan atas nama kemajuan, pemberadaban masyarakat
terbelakang, atau demi peningkatan mutu kehidupan, namun, pada hakikatnya gaya
hidup baru itu pasti terkait dengan teknologi baru, dan pasti juga terkait dengan
pelecehan pada ilmu hakiki, yang para kafir sebut sebagai pendidikan dan melek
huruf itu. Semuanya merupakan tanda terkikisnya atau berakhirnya transaksi
kemanusiaan yang sejati di daerah ini . Adapun penduduk asli yang tidak bisa
dipakai, akan sengaja digusur atau dibasmi dengan aneka penyakit menular atau
virus-virus baru, yang mereka belum miliki penolak alaminya,
Sebuah perubahan perilaku sosial lainnya yang cukup berarti, dan jelas
berkaitan dengan meningkatnya otomatisasi di suatu kelompok sosial, yaitu bahwa
dahulu keutuhan suatu masyarakat dibina dengan peribadatan kepada Tuhan, kini
unsur pengikat yang mendasar itu sudah semakin berkurang. Di dunia barat, pola
peribadatan yang menonjol yaitu pola agama Kristen -sebuah agama ganjil hasil
percampuran dari gagasan-gagasan Paulus sendiri, filsafat Yunani, pembaharuan
yang mengada-ada atas peran kerahiban -dalam rangka berusaha keras untuk
selaras dengan para penguasa kafir -dan dengan sedikit serpihan-serpihan ajaran asli
Nabi 'Isa as.
sebab pola peribadatan ini berbeda dengan cara asli yang diamalkan Nabi 'Isa
dan para pengikutnya, maka pola ibadat ini belum pernah, tidak mampu dan tidak
akan mampu mencapai hakikat kehidupan maupun membimbing kepada pengenalan
Allah. Tak pelak lagi ini memastikan bahwa khalayak akan terus mencampakkan pola
ibadat ini -si kafir menolak sebab memang dia tidak punya hasrat untuk menyembah
Allah, dan para penganut setia menolak sebab menyadari bahwa agama bermerek
Kristen yang ditawarkan itu, hanya sedikit pertautannya dengan ajaran asli Nabi 'Isa,
dan tidak berpijak kepada cara hidup Nabi 'Isa dan kaumnya, juga tidak akan
membimbingnya mengenal Allah.
Adapun hal yang mempermudah khalayak bercerai dengan pola peribadatan
Kristen, yaitu sebab terjadinya pemilah-milahan di masyarakat barat akibat
kebangkitan cara hidup seperti mesin, yang konon disebut "revolusi industri". Maka
hidup tanpa peribadatan lebih disukai daripada menganut pola ibadat yang walaupun
dikemas atas nama Nabi 'Isa, namun nyatanya tidak sesuai dengan pola ibadat asli
Nabi 'Isa -yang sebenarnya sudah punah untuk selamanya.
Yang menarik, sebab begitu banyak ajaran dasar Kristen bukan saja
merupakan hasil rekayasa manusia, tapi juga terang-terangan bertentangan dengan
apa yang telah diajarkan Nabi 'Isa, dan juga sebab begitu banyak upacara Gereja
Trinitas30 yang diambil dari sumber-sumber selain dari gaya hidup Nabi 'Isa dan
kaumnya, maka ada beberapa penulis barat yang menyamakan Gereja Trinitas
Resmi -beserta aneka perwujudannya -dengan si AntiKristus itu sendiri.
Pandangan itu diperkuat dengan bukti bahwa para jagoan Gereja Trinitas
Resmilah -yaitu Katolik Roma dan Protestan -yang pada beberapa abad yang lalu
30
Trinitas. trinitarian: sering juga disebut doktrin / prinsip trimurti atau tritunggal.
menyulut peperangan dan membasmi semua Kristen Unitarian 31 -seperti kaum
Nazarenes, Ebitiones, Donatist, Arians, Adoptionists, Paulicians, Ilumnists, Catharii,
dan banyak suku-suku Goth -padahal merekalah yang sebenarnya mengikuti ajaran
asli dan jalan hidup Nabi 'Isa as. Dengan Inkuisisi Jaman Pertengahan dan dilanjutkan
dengan Inkuisisi Spanyol, Gereja Trinitas berhasil membasmi semua Kristen Unitarian
ini , termasuk sebilangan besar kaum Yahudi Unitarian di Eropa. Selanjutnya,
Gereja Trinitas Resmi mengalihkan usaha pembasmiannya kepada semua umat
Unitarian pengikut Nabi Muhammad, yaitu kaum Muslimin, dan walaupun upaya ini
belum sepenuhnya berhasil, proyek ini masih terus digalang hingga kini.
Sejak dahulu hingga kini, tingkat keberhasilan yang dicapai Gereja Trinitas
Resmi dalam gerakan pembasmian itu, hanya bisa tercapai sebab mereka selalu
bersekongkol dengan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, sistem yang telah dan
senantiasa bertekad untuk menyesatkan dan memusnahkan pengamalan Islam yang
hidup dan dinamis.
Dari temuan ini, dan sebab kubu "Sains" dan Kristen Trinitas bergantung pada
dan menopang sistem yang sama, maka nyatalah bahwa pertentangan apapun yang
nampak antara keduanya hanyalah khayalan belaka dan tentu hanya di permukaan
saja. Jelaslah perlu segera dibedakan dengan tegas antara para Kristen Trinitas yang
tahu bahwa jalan yang mereka anut bukanlah jalannya Nabi 'Isa as, dengan mereka
yang penuh ketulusan ingin menyembah Tuhan -namun telah disesatkan hingga
percaya bahwa merek Kristen yang mereka anut itu sesuai dengan ajaran asli Nabi
'Isa -dan mereka pun sampai saat ini belum sempat mengenal transaksi kehidupan
Islam sejati: yaitu jalan hidup kenabian bagi jaman ini, yang sebenarnya sangat mirip
dengan jalan hidup Nabi 'Isa dan para pengikutnya ra.
Apa yang baru diuraikan tentang para Kristen juga berlaku pada kaum Yahudi.
Kini mereka yang mengaku Yahudi, nyata-nyata tidak mengikuti jalan Nabi Musa as,
bahkan sejumlah besar Yahudi terang-terangan mengaku bukan berasal dari
keturunan Bani Israel -yaitu suku bangsa yang khusus kepada mereka Nabi Musa dan
Nabi 'Isa diutus. Salah satu moyang para Yahudi yang bukan Yahudi itu, yaitu kaum
Khazar, aslinya mereka yaitu bangsa kecil yang tinggal di wilayah yang kini menjadi
Turki dan Rusia Selatan32; pada pertengahan abad kedelapan, pemimpin mereka
yang bernama Raja Joseph memeluk agama Yahudi sebagai muslihat politik, agar
terhindar dari penjajahan Kristen yang datang dari utara, dan terhindar dari dakwah
Islam yang datang dari selatan. Raja Joseph paham betul bahwa muslihatnya itu akan
mendatangkan perlin-dungan yang layak dari sesama penyembah Tuhan.
Kini keturunan-keturunan Khazar yang biasa disebut juga sebagai bangsa
Ashkenazim, telah tersebar di seluruh dunia, dan mereka diakui keahliannya di bidang
seni dan dalam transaksi-transaksi bisnis dan keuangan. Cara hidup mereka
bukanlah cara hidup yang diamalkan Nabi Musa as dan para pengikutnya ra. Cara
hidup Nabi Musa as telah punah sebab Nabi 'Isa as diturunkan. Perlu diingat bahwa
Nabi 'Isa diutus untuk menegakkan kembali cara hidup Musa di kalangan bani Israel,
dan bukan untuk membuat perubahan walau cuma sehuruf. Namun nyatanya, para
penulis kitab dan para rabi di masa itu -yaitu kependetaan yang menobatkan dirinya
sendiri dalam apa yang kemudian menjadi "agama Yahudi" -bahkan tidak bisa
31
Unitarian yaitu keyakinan atas ke-Esa-an Tuhan beserta Sifat-Sifat-Nya
32
Di daerah antara Laut Hitam dan Laut Kaspia
mengenali siapa Nabi 'Isa as, hal ini menunjukkan betapa jauhnya para Yahudi itu
tersesat dari ajaran asli Nabi Musa, padahal itu terjadi duapuluh abad yang lalu.
Terkadang disebut juga sebagai "suku Israel yang ketiga-belas", beberapa ahli
sejarah mengaitkan para keturunan Khazar ini dengan salah satu dari empat tanda
kiamat yang utama, yaitu kemunculan Yajuj wa Majuj, atau Gog dan Magog, sebab
mereka hakikatnya yaitu "Yahudi yang bukan Yahudi". Kaitan ini lebih diperkuat
dengan pernyataan Raja Joseph pada tahun 960 33, yang menyatakan bahwa bangsa
Khazar yaitu keturunan Togarma34, cucu dari Japheth, putera Nabi Nuh -yang
menurut Kitab Kejadian 10:2-3 -paman Togarma itu bernama Magog. Jika ini benar,
maka jelaslah keturunan Khazar terkait erat dengan kemunculan Dajjal, sebab
kebanyakan dari mereka kini memegang tampuk-tampuk kekuasaan penting dalam
aneka sistem terkait yang berpadu menjadi sistem kafir, yaitu sistem Dajjal.
Ada pula pihak-pihak yang sangat berhasrat untuk menunjukkan bahwa apa
yang terjadi pada Kristen dan Yahudi, juga berlaku pada Muslim, dan bahwa banyak
yang mengaku sebagai "Muslim" .tetapi tidak mengikuti jalannya Nabi Muhammad
saw dan para sahabatnya. Ini ada benarya, dan ini merupakan sebagian bukti
keberhasilan yang dinikmati Kristen dan Yahudi dalam usaha mereka untuk
menyesatkan dan membasmi siapa saja yang telah atau sedang mencari jalan hidup
Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya ra.
Salah satu metoda pemungkas yang digunakan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal,
dalam menghapus cara hidup Islam, yaitu dengan menanamkan cara hidup kafir ke
negeri-negeri Muslim, sembari disamarkan dengan peristilahan yang "islami". Kini
hampir semua wilayah-wilayah yang dahulu dihuni oleh Muslim, telah dikuasai dan
diperintah berdasarkan asas-asas sistem kafir dan tidak sesuai dengan kandungan
Qur'an dan Sunnah. Meskipun Rasulullah saw pernah bersabda bahwa nanti
sebagian Muslim akan mengikuti cara hidup para pendahulunya, yaitu Kristen dan
Yahudi -secepat kadal kabur ke liangnya, namun beliau juga bersabda bahwa tidak
semua umatnya akan tersesat. Kini masih banyak Muslim yang mengikuti pola
kehidupan Rasulullah saw dan pola kehidupan masyarakat Muslim pertama yang
terbentuk di sekeliling beliau, Yang penting yaitu , walau terdapat sejumlah Muslim
yang menyimpang dari jalan Nabi Muhammad, setidaknya jalan hidup itu masih
terpelihara bagi mereka yang ingin mengamalkannya, dan setidaknya masih ada
mereka yang mengamalkan jalan hidup itu. Perbedaan yang telak di antara kaum
Yahudi, Kristen dengan Muslim yaitu : kaum Yahudi tidak lagi mengetahui dan tidak
mengamalkan ibadatnya Nabi Musa, kaum Kristen tidak lagi mengetahui dan tidak
mengamalkan ibadatnya Nabi 'Isa, sedangkan Muslim masih mengetahui dan masih
mengamalkan ibadatnya Nabi Muhammad saw.
Jalan hidup Nabi Musa as dan Nabi 'Isa as telah punah. Sebagai gantinya,
direkayasa dan diproklamasikanlah agama Yahudi dan agama Kristen.
Agama-agama buatan ini merupakan senyawa dari sistem kafir, yaitu sistem Dajjal.
Sistem Dajjal sangat bertolak-belakang dengan jalan hidup Kenabian; yaitu jalan
33
Di dalam Khazars Correspondence yang masyhur, antara beliau dan Hasdai bin Shaprut. seorang
Yahudi Sephardhic yang menjabat sebagai menteri luar negeri di masa pemerintahan Khalifah
Abdu'r-Rahman III di Andalusia.
34
Togarmah (Hebrew: Togarmah ; Armenian: T‟orgom ; Georgian: T‟argamos) merupakan anak ketiga
dari Gomer, dan cucu Yafet (Japheth), saudara Askenaz dan Riphat (Kejadian 10:3). Dia dianggap
leluhur bangsa-bangsa Kaukasus Selatan (orang Georgia dan Armenia). (wikipedia; localholic)
hidup yang tidak saja diwujudkan oleh Nabi Musa as, Nabi 'Isa as, dan Nabi
Muhammad saw, bahkan diwujudkan pula oleh seluruh Nabi sejak Nabi Adam as
hingga ke seratus dua puluh empat ribu Nabi lainnya, semoga Allah memberkati dan
menyejahterakan mereka semua.
Di dunia ini terdapat tiga macam pola dasar pengelompokan sosial, Ada
masyarakat sederhana yang hidup sesuai fitrah35, yang selaras dengan alam namun
tidak mengikuti pola peribadatan Kenabian kepada Allah. Lalu ada masyarakat
muslim, yang hidup selaras dengan alam sekaligus menyembah Allah dengan cara
yang ditunjukkanNya melalui nabi Muhammad saw. Dan yang terakhir ialah
masyarakat kafir, yang hidup tidak selaras dengan alam dan dengan sengaja tidak
menyembah Allah. Pada Hakikatnya, pasti setiap atom diletakkan pada tempatnya,
dan keselarasan seluruh alam semesta dengan fasihnya menyatakan Keagungan dan
Keindahan dari Yang Mengadakan dan Yang Meniadakan, Yang Esa, yaitu Allah.
Terutama di abad ini, kita telah menyaksikan bagaimana pola hidup yang dianut
oleh masyarakat kecil sesuai fitrah dan yang dianut oleh masyarakat Muslim, dikikis
dan dirusak dengan seksama oleh merebaknya sistem kafir, yaitu sistem Dajjal. Untuk
memahami ciri-ciri sistem ini, yang secara lahir yaitu perwujudan Dajjal sebagai
gejala sosial budaya global, dan secara batin yaitu perwujudan Dajjal sebagai
kekuatan gaib, maka kita perlu memeriksa sistem Dajjal dengan lebih rinci.
Apabila kita kaji bagaimana sistem pemerintahan di negara kafir saat ini, kita
akan menemukan bahwa pengaturan dan pengendalian dilakukan dengan cara yang
sangat terpusat dan semakin terkomputerisasi. Dengan kemajuan teknologi -terutama
di bidang komunikasi dan transportasi, bersama-sama dengan penggunaan sistem
komputer canggih guna penyimpanan dan pengambilan informasi -maka
pengendalian yang meluas dari satu tempat jadi kenyataan.
Kini sebagian besar negara kafir yaitu police state 36 . Dibanding dengan
keadaan seratus tahun yang lalu, maka kini tingkat pengawasan dan pengendalian
yang dilaksanakan pemerintah-pemerintah atas rakyat-rakyatnya sangatlah
menakjubkan, dan sebagian besar pengendalian itu dicapai dengan bentuk-bentuk
pekerjaan yang tersedia dalam sebuah masyarakat industri masa kini.
Jelaslah bahwa kini bentuk usaha yang paling umum yaitu perusahaan besar,
baik milik swasta maupun pemerintah, perusahaan-perusahaan semacam ini biasa
memiliki cabang-cabang yang tersebar tidak hanya di satu negara, tapi juga tersebar
di banyak benua, bahkan di seluruh jagat. Siapa saja yang bekerja pada perusahaan
semacam itu akan dikendalikan oleh tata tertib perusahaannya. Dalam kehidupan
mereka sehari-hari, para pekerja secara bertahap semakin diwajibkan untuk
menjunjung tinggi aturan perusahaan di atas akal sehat dan kemanusiaan. Bahkan
sebuah perusahaan pribadi maupun usaha kecil diatur dengan ketat tentang apa yang
boleh dan tak boleh dilakukannya. Semua orang selalu diajarkan bahwa aturan-aturan
35
Diambil dan kata fitra, maksudnya: keadaan yang asli. yang alami, keadaan asli di mana manusia
selaras dengan alam, selaras dengan dirinya sendiri, dan selaras dengan luar dirinya.
36
Police State yaitu sebuah sistem negara totaliter yang mengandalkan kekuatan kepolisian,
biasanya polisi rahasia atau militer rahasia, di mana mereka diberi wewenang yang luas untuk
meredam perbedaan-perbedaan pendapat dan perbedaan politk di antara warganya.
Korban-korbannya biasa diciduk. diadili dan dlhukum secara rahasia; mereka tak diberi hak yang
seharusnya mereka dapatkan walaupun hak-hak ini yaitu bagian dari prosedur legal negara
itu. Contoh: Gestapo di Jerman dahulu. KGB di Rusia, Kung-an Pu di Cina, dan banyak pula contoh
serupa di hampir semua negara di dunia, termasuk di yang konon demokratis pun.
ini dibuat demi kebaikan mereka sendiri, namun mereka tak pernah diberi
kesempatan untuk melihat apa jadinya kehidupan ini bila aturan-aturan ini tak ada.
Tidaklah mengherankan bila di negara kafir ditemukan bahwa mereka yang
mengendalikan pemerintahan biasanya juga mengendalikan perusahaan-perusahaan
besar. Kaum elit penguasa kafir mengendalikan sistem hukum kafir, yang digunakan
untuk mengatur semua sub-sistem yang saling berkaitan dalam sistem kafir, yaitu
sistem Dajjal, dengan menentukan bentuk usaha apa yang diijinkan, serta tata-tertib
apa yang harus ditaati para pekerjanya. Ini berarti bahwa kehidupan di negara kafir itu
sangat dilembagakan, dibakukan dan diatur. Kini, pengelompokan masyarakat yang
paling umum berpusar pada pekerjaan. Bentuk organisasinya bagaikan piramida.
Cara pengaturannya fir'auni. Ini memungkinkan yang sedikit mengatur dan
memperbudak yang banyak, seringkali tanpa yang banyak menyadari betapa besar
derajat pengendalian yang menimpa mereka. Semua lembaga-lembaga kafir
dijalankan demi menangguk untung semata, apakah itu sistem hukumnya, sistem
pemerintahannya, sistem industrinya, sistem universitasnya, sistem rumah sakitnya,
sistem media massanya, maupun sistem-sistem lainnya.
Semua lembaga-lembaga itu dipersiapkan demi kemujaraban pelaksanaan
proses produsen konsumen: inilah agama yang paling berpengaruh saat ini dan
menjerat banyak manusia dengan milyaran aturannya yang dikendalikan oleh hirarki
para pakarnya. Semua pihak yang kini menguasai negara-negara kafir yang katanya
modern itu senantiasa menyanjung proses produsen-konsumen sebagai jalan hidup
yang ideal. Ini sama sekali tidak mengherankan, sebab dengan kelangsungan proses
produsen-konsumen, merekalah yang paling diuntungkan dan yang paling banyak
mendapat ganjaran keuangan.
Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa sebab mendirikan proses
produsen-konsumen di tempat yang katanya negara dunia ketiga atau negara sedang
berkembang itu, para penjajah selalu mengacaukan cara hidup yang dijalani
penduduk asli. Pendekatan dasarnya selalu sama, masyarakat dirayu untuk
menghasilkan lebih dari yang mereka butuhkan. Untuk mencapai maksud ini mereka
harus dirayu agar bekerja lebih lama, dan kaum wanitanya diyakinkan bahwa mereka
akan mencapai emansipasi, bila mereka meninggalkan rumah guna bekerja di pabrik
seharian penuh. Agar pekerjaan bisa menjadi suatu tawaran yang menggiurkan,
masyarakat dijanjikan uang, namun jumlahnya hanya cukup untuk membuat mereka
tergantung pada uang hingga mereka harus terus bekerja untuk mendapatkannya,
sebab penghasilan mereka tak akan pernah bersisa untuk ditabung. Agar uang
kelihatan berharga, masyarakat dirayu untuk menginginkan produk-produk yang tidak
pernah mereka butuhkan sebelumnya, bahkan banyak yang sebenarnya tidak
diperlukan. Sekali masyarakat berhasil dipancing minatnya, mereka harus mencari
uang untuk membelinya, berarti mereka harus bekerja untuk mendapat uangnya.
Maka dalam waktu yang sekejap saja, sejumlah besar masyarakat bisa dibujuk untuk
menanggalkan cara hidup sebelumnya, guna membuat produk-produk yang mereka
telah dipancing meminatinya, demi upah untuk membelinya.
Pola itu lebih diperkuat dengan disusupkannya mekanisme hutang. Semua
orang digalakkan untuk menginginkan bahkan membutuhkan uang yang melebihi
penghasilannya, sehingga mereka harus meminjam kekurangannya. Begitu
berhutang, maka mereka akan ketagihan dan terjebak. Istilah "ambil sekarang, bayar
belakangan", bagi sebagian besar orang biasanya berarti: "sekali anda berhutang,
anda akan terus berusaha melunasinya seumur hidup". Memang, perangkap bunga
majemuk37 yaitu jerat yang teramat ganas.
Tentu ada saja yang walaupun telah terbujuk untuk menghendaki harta-benda,
mereka tidak bisa mendapat pekerjaan atau tidak mau dipusingkan untuk mendapat
pekerjaan. Mereka malah memilih kejahatan. Bagi para penguasa kafir, keadaan ini
yaitu alasan yang ideal untuk menegakkan sistem hukum mereka, yang melindungi
namun sekaligus meningkatkan pengendalian atas para pekerja. Keadaan ini juga
menciptakan tambahan lahan kerja, baik bagi mereka yang diperlukan untuk
menjalankan sistem hukum kafir -yaitu para birokrat dan para pegawai kantornya -dan
juga bagi mereka yang membangun gedung-gedung perkantoran, gedung-gedung
pengadilan dan penjara-penjaranya -yang digunakan untuk menangani siapa pun
yang tidak mau ikut permainan produsen konsumen. Tentu saja semua denda-denda
yang berhasil dikumpulkan proses peradilan, tidak akan cukup untuk membiayai
pendirian semua bangunan dan untuk gaji yang pantas bagi mereka yang bekerja di
sana. Dengan demikian harus dipungut pajak-pajak tambahan. Ini pun memerlukan
lebih banyak lahan perkantoran dan menciptakan lebih banyak lahan pekerjaan bagi
para pemungut pajak. Artinya, semua orang harus kerja keras untuk memelihara daya
belinya. Artinya, banyak orang yang akan mencoba menghindari pajak, maka
bertambahlah pekerjaan bagi mereka yang berada dalam sistem hukum. sebab
pajak-pajak ditingkatkan dan nilai uang melemah -sebab harga-harga dinaikkan agar
mendapat pemasukan tambahan tanpa perlu melakukan kerja tambahan -akhirnya
kaum pekerja merasa tidak puas. Mereka berusaha untuk menyusun barisan dan
merubah stafus quo38. Akibatnya bertambahlah undang-undang untuk menangkal
gerakan-gerakan mereka. Ini berarti tambahan kerja bagi para petugas sistem hukum.
Dan dengan demikian dalam waktu yang sangat singkat proses produsen-konsumen
sudah bisa berdiri dengan kokoh. Sedangkan para pekerja terjerat di dalam sistem
birokrasi yang teratur namun kacau -sebuah sistem yang mengalihkan perhatian
mereka dari Sang Pemberi Nafkah kepada nafkahnya belaka demi tingkat
perekonomian dan keperluan mereka sehari-hari.
sebab kegiatan produsen konsumen di suatu negara menjadi semakin kompleks
dan beragam, dan sebab manusia menjadi semakin terasing dari dirinya
masing-masing dan terpilah-pilah, maka akan datang suatu tahap yang tak terelakkan
-sebagaimana yang kini kita lihat terjadi di negara-negara yang katanya tempat asal
proses produsen konsumen:
Ambruk Total.
Proses bunuh diri inilah -yaitu proses produsen konsumen kafir -yang
hampir-hampir memusnahkan pola perilaku yang sangat bertolak-belakang
dengannya, yaitu gaya hidup Kenabian. Milyaran manusia kini terjerat dalam sistem
kafir, yaitu sistem Dajjal, dan walaupun sebagian besar dari mereka tidak senang
dengan sistem ini, nampaknya mereka tidak akan bisa memahami bagaimana hakikat
kehidupan Islam yang sebenarnya, sebelum keruntuhan proses produsen konsumen
di Negara-negara High Tec North 39 semakin menjadi-jadi, sebab mereka telah
37
Terjernahan dari compound Interest (b. Inggris), yaitu penerapan bunga atas bunga pinjaman. Untuk
lengkapnya baca kamus besar bahasa Indonesia
38
Status quo: keadaan, kekuasaan atau penguasa yang sedang berlaku.
39
Biasa juga disebut sebagai negara-negara maju, negara-negara industri atau negara-negara yang
sudah berkembang, yaitu negara "utara-utara". Biasanya "berteknologi tinggi".
diprogram dengan sempurna untuk meyakini bahwa kehidupan yang berasas pada
proses produsen-konsumen, yaitu cara hidup yang "beradab" dan "maju",
sedangkan kehidupan yang berasas pada jalannya Muhammad saw, yaitu cara
hidup yang "primitif" dan "terbelakang".
Proses produsen konsumen menjamin bahwa manusia diperlakukan sebagai
anak kecil, mereka didorong untuk bekerja keras dan menikmati permainannya, agar
tidak banyak bertanya yang susah-susah. Jahilnya para pengendali proses itu dan
jahilnya mereka yang dikendalikan oleh para pengendali itu, dibuktikan dengan
ketidaktahuan mereka tentang hakikat kehidupan, dan tentang apa yang terjadi
setelah mati. Mereka menganggap enteng kehidupan, berlagak seolah tak akan
segera mati, dan jika mati pun, mereka berpikir mereka hanya akan menjadi debu atau
abu.
Adapun bagi mereka yang mengikuti pola hidup Kenabian -yang berdasarkan
wahyu Allah, bukan berdasarkan pada tebak-tebakan dan coba-cobanya para "ahli"
-mereka memahami bahwa segalanya berasal dari Allah dan akan kembali kepada
Allah. Mereka paham bahwa mereka sedang dalam perjalanan dari Allah menuju
Allah. Mereka tahu apa yang terjadi setelah mati: pertanyaan di dalam kubur, masa
penantian hingga kiamat, kebangkitan kembali di Hari Akhir40, disiapkannya Mizan
(penimbangan amal dan niat seseorang), penetapan keputusan apakah anda
diperuntukkan untuk Api atau Taman41, dan akhirnya anda akan menempati salah
satu untuk selama-lamanya.
Mereka yang mengikuti pola hidup Kenabian tidak saja tahu apa yang ada
dibalik kematian, mereka juga memahami betapa singkatnya hidup ini, dan mereka
bertindak sesuai pemahaman itu. Jelaslah bagi mereka yang pandangannya tertumpu
pada Taman, atau pada Allah semata, pemerasan atas manusia lain demi menumpuk
harta dan kekuasaan di dunia ini, yaitu suatu tawaran yang sama sekali tidak
bernilai dan tak berarti. Tawaran sedemikian hanya dapat menggiurkan para kafir
sebab mereka berpikir bahwa kehidupan ini yaitu segalanya, dan dengan demikian
mereka tentu rnencoba untuk membangun Taman menurut versinya masing-masing
di dunia yang fana ini.
Pola hidup Kenabian berasas pada pengabdian kepada Allah. Lima shalat wajib
yang dilakukan para Muslim setiap hari terkadang disebut sebagai lima tiang hari.
Lima tiang itu menghidupi hari anda dan membereskan segala perkara. Tentu saja
bekerja tetap diperlukan sebab hanya di Tamanlah makanan akan datang sendiri
sekehendak kita -tetapi seorang mu'min tidak menghamba pada pekenaannya, ia
hanya menghamba pada Allah. Mu'min tak mudah khawatir soal rezekinya, sebab
mereka paham bahwa Allah yaitu Sang Pemberi Rezeki, dan bahwa siapa pun yang
mengingat Allah akan diingat Allah, dan siapa pun yang memuji Allah akan dipenuhi
kebutuhannya oleh Allah.
40
Diambil dan Yaum al-Akhira, artinya: Hari Terakhir. yaitu hari berakhirnya semesta. dunia. beserta
seluruh isinya Seluruh manusia akan dibangkitkan kembali pada hari ini. Di Qur'an sering disebut
juga sebagai Yaum ad-Diin: Hari Transaksi Hidup (jalan hidup); Yaum al-Ba'ts: Hari Kebangkitan
(dari kubur); Yaum al-Hasyi: Hari Pengumpulan; Yaum al-Qiyams: Hari Diberdirikan (akar kata /
istilah kiamat); Yaum al-Mizan: Hari Penimbangan; Yaum al-Hisab. Hari Perhitungan (penilaian). Hari
Akhir bakal menjadi salah satu: kalau bukan jadi hari yang terbaik bagimu seumur-umur, ia akan
menjadi hari terburukmu, tergantung siapa anda dan ke mana tujuanmu. Hari Akhir dibahas dengan
amat terinci di dalam al-Qur'an dan al-Hadits.
41
Api Neraka dan Taman Surga (localholic)
Perekonomjan Islam tidak dibangun dengan penciptaan hutang-hutang.
Perekenomian Islam dibangun dengan kerelaan berbagi kekayaan dari yang kaya ke
yang miskin. Apa yang hendak dicapai negara kafir melalui pemungutan aneka pajak
yang ditegakkan dengan cara-cara lalim, dicapai masyarakat Muslim dengan kerelaan
berbagi. Kerelaan ini hanya bisa terjadi bila hakikat kehidupan telah dipahami. Mereka
yang diberi kekayaan paham bahwa, pertama, itu semua berasal dari Allah, kedua,
bahwa bila ia membagikan harta ini sesuai perintah Allah maka ini akan
menghantarkannya ke Taman, dan ketiga, bahwa bila ia tidak mau berbagi maka
keserakahan itu akan menyeretnya ke Api. Seseorang yang berharap untuk
memandang wajah Allah, memahami bahwa ia harus berbagi dengan apa yang telah
Allah berikan kepadanya.
Pada suatu hari, di bawah bayangan Ka'bah, Rasulullah saw bersabda pada
Abu Dzar, bahwa yang paling terancam masuk Api yaitu mereka yang kaya-raya,
kecuali jika mereka mendermakan hartanya ke segenap penjuru. Beliau juga
bersabda bahwa bersedekah yaitu tameng Api. Itulah sebabnya kenapa
masyarakat Muslim tidak memerlukan polisi, penjara, dan sistem hukum yang lalim,
sebab gambaran Api lebih ampuh mencegah tindakan-tindakan asosial atau egois,
dan gambaran Taman lebih ampuh mendorong perbuatan benar dan terpuji,
dibanding dengan ancaman-ancaman dan rangsangan-rangsangan yang diperlukan
di negara kafir -di mana masyarakatnya menganggap bahwa Surga dan Neraka
yaitu tempat-tempat khayalan karangan Kristen kuno, sebagai dalih para
pendetanya yang korup agar masyarakat kecil mau mendermakan hartanya ke
Gereja.
Sejujurnya, walaupun surga dan neraka 42 karangan para Kristen -yang sama
sekali tidak punya sarana pada ajaran asli Nabi 'Isa as -sama sekali tidak mirip
dengan Api dan Taman, dan walaupun para Kristen korup telah mengobral ancaman
neraka dan janji surganya untuk memeras orang yang takut pada Tuhan; Api dan
Taman yaitu nyata dan anda akan memasuki salah satu. Tidak ada pilihan ketiga
atau jalan keluar yang mudah. Barang siapa membaca keterangan tentang Api dan
Taman dalam Qur'an, akan jelas baginya bahwa kehidupan akhirat43 tidak mungkin
direka seseorang demi memudahkan kehidupan dunia -sebab kemungkinan untuk
masuk Api sangat mengerikan -dan tak seorang pun bisa memastikan di kampung
akhirat yang mana dia akan menetap.
Berbagi dan kedermawanan yaitu asas perniagaan dan peningkatan
kemakmuran Muslim, sebab apa pun yang anda berikan sebab Allah, akan dibalas
dengan setidaknya sepuluh kali lipat. Dengan demikian seorang mu'min hanya
berhutang pada Allah. Sedangkan kafir berusaha untuk menciptakan uang dari nihil
dengan menerapkan bunga. Dan sebab suku bunga menjadi terlalu tinggi akan tiba
suatu masa di mana mata uang kertas dan mata uang plastik nampak belangnya,
yaitu sekedar deretan angka yang tercetak di atas kertas atau tercatat di komputer,
yang sama sekali tak bernilai. Seorang mu'min berbagi dan memasrahkan
kelanjutannya pada Allah. Untuk menjadi jutawan, si kafir harus kejam, sedangkan
mu'min harus menjadi dermawan. Ciri negara kafir yaitu merajalelanya pajak dan
pemusatan kekayaan, sedangkan ciri masyarakat Muslim ialah pajak yang minimal,
42
Di sini penulis pun sengaja memakai heaven and hell (bahasa Inggris).
43
Akhirat, dalam bahasa Arab akhira. maksudnya: apa yang ada setelah kematian; sebuah alam
setelah alam ini: alam akhirat kini berada dalam kenyataan gaib, berada di alam gaib.
ditunjang dengan kerelaan berbagi dan tak ada pemusatan kekayaan -uang mereka,
yang terbuat dari emas atau perak, bukan dari kertas atau plastik, senantiasa berputar
dan beredar.
Rasulullah saw pernah bersabda bahwa jika beliau diberi emas sebesar Gunung
Uhud, maka beliau merasa malu bila dalam tiga hari semuanya tidak habis dibagikan.
Tabiat beliau yaitu tidak pernah membiarkan harta bermalam bersamanya. Apa pun
yang ada padanya di penghujung hari dibagi-habiskan.
Negara kafir, berupaya untuk menata dan menggalang pembagian kekayaan
seraya mengesalkan semua pihak kecuali para elit penguasa yang diuntungkan oleh
tata tertib itu, sedangkan dalam masyarakat Muslim, pemerataan kekayaan
berlangsung alamiah -sesebab dan tak terduga -dan memuaskan semua yang yakin
kepada Allah.
Masyarakat Muslim menemukan jati dirinya dalam peribadatan kepada Allah.
Allah berfirman dalam Qur'an: "Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk
beribadat kepadaKu." Allah juga berfirman melalui sabda Rasulullah saw di sebuah
hadits qudsi44, 'Aku yaitu khazanah yang tersembunyi dan Aku ingin agar DiriKu
dikenal, maka Aku ciptakan Semesta." Yang Tahu, Yang Dikenal dan Pengetahun
yaitu satu. Khalayak yang terjebak dalam sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, tidak
memahami ini. Mereka telah dikondisikan agar menemukan jati dirinya dalam proses
produsen-konsumen dan agar menerima dan menghamba pada sistem yang
memperbudak mereka.
Telah disebutkan bahwa sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, terbentuk dari
sistem-sistem yang berkaitan. Untuk memahami bagaimana cara kerja jaringan itu,
maka sistem-sistem yang paling berpengaruh perlu disimak secara mendalam. Harus
ditekankan dan diingat pula bahwa yang perlu dipelajari yaitu sistem dan
strukturnya, bukan orang-orang didalamnya.
Sering didapati ada orang-orang yang dilahirkan dan dibesarkan di dalam sistem
kafir, yaitu sistem Dajjal, namun mereka tidak mempercayai sistem itu. Tentunya ini
akibat pengalaman langsung mereka sendiri, sehingga pemahaman mereka akan
jangkauan dan hakikat sistem ini , sering lebih mendalam dan tajam dibanding
pemahaman mereka yang lahir dan dibesar

