sistem dajjal 1



Dajjal - raja yang tak punya baju  

Dajjal memiliki tiga sisi. Dajjal sebagai oknum. Dajjal sebagai gejala sosial 

budaya global. Dajjal sebagai kekuatan gaib1 

Meskipun kata "Dajjal" dari bahasa Arab artinya "menipu", "mencurangi" atau 

"melumuri dengan ter" -tidak tercantum dalam Qur'an, namun Dajjal dirinci dengan 

jelas dalam semua kitab-kitab hadits2 utama, termasuk dalam kitab hadits-hadits 

shahih yang masyhur dari Imam al-Bukhari dan Imam Muslim (terutama pada bab-bab 

mengenai saat-saat menjelang kiamat), juga di dalam kitab-kitab hadits lain seperti 

Mishkat al-Masabih, Riyadush Shalihin dan al-Muwwafa' dari Imam Malik :  

Abdullah bin 'Umar ra3 mengabarkan:  

Nabi Muhammad saw4 berdiri dan berkata pada umatnya, setelah memuji 

Allah yang Maha Agung dan Maha Terpuji, beliau bersabda mengenai 

Dajjal, 'Aku memperingatkan kalian dari dia, tak seorang nabi pun yang 

tidak memperingatkan umatnya dari dia bahkan Nabi Nuh telah 

memperingatkan umatnya dari dia. Tapi aku akan mengabarkan sesuatu 

yang belum pernah disampaikan oleh Nabi mana pun sebelum aku: 

Hendaklah kalian tahu bahwa Dajjal itu bermata satu, dan Allah tidak 

bermata satu." (diriwayatkan oleh Muslim)  

Dari Abu ad-Dira ra:  

Nabi Muhammad saw bersabda, "Barangsiapa menghapal sepuluh ayat 

pertama surat al-Kahfi akan terlindung dari Dajjal." (diriwayatkan oleh Abu 

Da'ud dan Muslim).  

Abdullah bin Abbas ra mengabarkan:  

Nabi Muhammad saw biasa mengajarkan doa ini dengan cara seperti 

beliau mengajarkan sebuah surat dari Qur'an:  

'Allaahumma innii a'uudzu bika min adzaabi jahannama, wa a'uudzu bika 

min adzaabil-qabri, wa a'uudzu bika min fitnatil-Masihid-Dajjal, wa a'uudzu 

bika min fitnatil-mahyaa wal-mamaati."  

"Ya Allah, aku berlindung padaMu dari siksa Neraka, dan aku berlindung 

padaMu dari siksa kubur, dan aku berlindung padaMu dari fitnah5 Dajjal.  

                                                          

  

dan aku berlindung padaMu dari fitnah kehidupan dan kematian."  

(diriwayatkan oleh Imam Malik)  

“Al-Masih ad-Dajjal” secara harfiah berarti "Mesiah Palsu" yaitu “Juru Selamat 

Palsu”, alias "si AntiKristus6" -berlawanan dengan “Al-Masih bin Maryam” yang berarti 

“Mesiah putera Maryam”, yaitu Nabi 'Isa as7.  

Abdullah bin 'Umar ra mengabarkan bahwa:  

Nabi Muhammad saw bersabda, “Semalam aku bermimpi aku berada di 

Ka'bah, dan aku melihat seorang pria berkulit gelap bagaikan pria berkulit 

gelap yang paling rupawan dari yang pernah kalian lihat. Rambutnya 

sepanjang di antara telinga dan bahunya, seperti rambut yang terindah 

yang pernah kalian lihat. Rambutnya baru disisirnya, dan masih menitikkan 

air. Dia bersandar pada dua pria atau pada bahu dua pria yang sedang 

bertawaf keliling Ka'bah. Aku bertanya, 'Siapa dia?' Dijawab, Al-Masih bin 

Maryam.' Kemudian aku melihat seseorang berambut meliat-liut dan buta 

mata kanannya, bagaikan anggur mengambang. Aku bertanya, 'Siapa dia?' 

Dijawab, 'Itu Al Masih ad-Dajjal.'” (diriwayatkan oleh Imam Malik).  

 Pada suatu saat di antara kini dan kiamat: Dajjal pasti akan datang.  Pernah di 

suatu penghujung sore Nabi Muhammad saw duduk bersama para sahabatnya ra. 

Kala itu matahari hampir mulai tenggelam ke balik sebuah dinding. Nabi bersabda 

bahwa selang waktu mereka duduk di sore itu ke hari kiamat, yaitu  sedekat jarak 

matahari ke ujung atas dinding itu. Padahal peristiwa itu telah berlangsung lebih dari 

seribu empat ratus tahun yang lalu.  

Dalam Qur'an Allah menegaskan bahwa, orang yang ditanya tentang saat 

Kiamat sama tidak tahunya dengan orang yang bertanya. Allah juga berfirman bahwa 

manusia hanya diberi sedikit pengetahuan tentang saat Kiamat. Tak seorang pun 

mengetahui kapan tepatnya, namun Allah menunjukkan di Qur'an bahwa mungkin 

saatnya lebih dekat daripada sangkaan kita. Bagi anda, setidaknya kiamat terjadi 

sebab  anda meninggal.  

Abu Hurairah ra mengabarkan:  

Nabi Muhammad saw bersabda, “Ada lima perkara yang tidak diketahui 

siapa pun kecuali oleh Allah,” kemudian beliau menyebutkan:  

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang 

Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa 

yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui 

(dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang 

pun dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah 

Maha Mengetahui, Maha Mengenal. (Qur'an: surat Luqman 34)  

(diriwayatkan oleh Muslim)  

                                                          

 

Banyak pertanda kiamat yang diungkapkan secara jelas dalam kitab-kitab 

hadits, dan pertanda itu akan diketahui dan dikenali oleh siapa saja yang sadar dan 

awas pada segala pertanda yang ada pada dirinya dan kawasannya. Kini, sebenarnya 

sudah hampir semua pertanda kiamat nampak, kecuali empat tanda utama terakhir, 

bahkan tanda-tanda ini pun nampaknya akan segera terwujud.  

Adapun beberapa tanda yang sudah nampak yaitu : bahwa si miskin dan si 

papa membangun gedung-gedung tinggi tempat mereka memuja dirinya; bahwa 

hamba perempuan akan melahirkan majikannya, salah satu pengertiannya yaitu  

seorang ibu yang diperbudak oleh pekerjaannya demi anak-anak yang sebab  dewasa 

tak terkendali, menjajah dan menindas keluarga; bahwa jumlah wanita jauh melebihi 

jumlah pria; bahwa banyak wanita yang tidak lagi melahirkan; bahwa setiap orang 

mempersoalkan masalah pekerjaan hingga tidak hanya kaum pria, kaum wanita pun 

pergi bekerja; bahwa tali kekeluargaan sudah diabaikan atau dicampakkan; bahwa 

pangan akan berlimpah, namun sebagian besar tidak berkah; bahwa sebab  

seseorang ditawari makanan akan menolak; bahwa waktu menjadi singkat; bahwa 

banyak orang.yang keras hati dan bengis; bahwa banyak orang yang bersumpah 

palsu; bahwa yang jujur tak lagi dipercaya dan para pendusta dipercaya; bahwa yang 

kuat akan memangsa yang lemah; bahwa sangat sedikit orang yang bijaksana dan 

banyak yang jahil; bahwa sang pemimpin yaitu  yang terburuk dari masyarakatnya; 

bahwa rakyat begitu takut kepada penguasa lalim, sehingga mereka bahkan tidak 

berani untuk mengatakan padanya bahwa dia lalim; bahwa akan terjadi banyak 

perang dan pembunuhan; yang membunuh tidak tahu siapa yang dibunuh, dan yang 

dibunuh tak tahu kenapa mereka dibunuh; bahwa terdapat manusia yang berperilaku 

seperti binatang; bahwa terdapat wanita-wanita yang berpakaian seolah kulit kedua, 

hingga sekalipun berpakaian mereka tetap terlihat telanjang; bahwa banyak orang 

menenggak minuman keras; bahwa perzinahan dan perselingkuhan menjadi perkara 

lumrah; bahwa pria meniduri pria, dan wanita meniduri wanita; bahwa kaum pria 

mengenakan sutera; bahwa para biduanita dan peralatan musik memasyarakat; 

bahwa riba sudah sangat merebak, sehingga mereka yang tidak berkecimpung pun 

tetap terkena getahnya; bahwa sangat sedikit orang yang jujur dalam perniagaannya; 

bahwa orang-orang tidak mempercayai orang jujur tapi mempercayai penipu; bahwa 

tulis-menulis tersebar luas; bahwa diadakan upaya-upaya untuk menghijaukan gurun; 

bahwa orang akan mencoba untuk merubah keseimbangan alam, ikut campur 

mengganggu daur dasar dan proses-proses kehidupan; bahwa gempa bumi dan 

bencana alam lainnya semakin sering dan semakin dahsyat; bahwa orang-orang ingin 

mati dan masuk kubur saja; bahwa banyak orang lebih percaya pada perbintangan 

dibanding kepada Tuhan; bahwa banyak sekali nabi palsu dan semuanya mengaku 

sebagai utusan Tuhan; bahwa di tempat-tempat peribadatan suara-suara dikeraskan 

dengan amarah; bahwa banyak Muslim menjadi kaya raya; bahwa jumlah Muslim 

banyak tapi tak berdaya -sebab  cinta dunia dan takut mati -mereka tak mampu 

mencegah bangsa-bangsa lain menjajah dan menjarah mereka; dan puncaknya 

yaitu  bahwa matahari terbit dan barat, salah satu pengertiannya yaitu  transaksi 

kehidupan 8  Islam diamalkan oleh masyarakat barat -walau sudah jelas dari 

kitab-kitab hadits bahwa kejadian di bawah ini pun ditakdirkan akan terjadi secara 

lahiriah:  

Dari Abdullah bin Amr ra:  

                                                          

 Penulis artikel  ini memakai  istilah life transaction untuk menggambarkan arti ad-Din yang 

sebenarnya. Baca juga bab kosa Kata mengenai Din. ad-Din.  

Nabi Muhammad saw bersabda, “Tanda-tanda pertama (saat Kiamat) 

yaitu  matahari akan terbit dari barat dan munculnya Dabbah9 ke hadapan 

manusia menjelang tengah hari. Yang mana pun dari kedua ini terjadi lebih 

dulu, maka yang lain akan segera menyusul.” (diriwayatkan oleh Muslim).  

Ibnu Katsir, dalam ulasannya berpendapat bahwa kemunculan Dabbah – di 

Mekah atau di sekitarnya -yaitu  tanda pertama di muka bumi, sedangkan matahari 

terbit di barat merupakan tanda pertama di langit. Menyimpulkan dari keterangan 

Qur'an dan hadits mengenai Dabbah, Ibnu Katsir menulis di kitabnya al-Bidayah 

wan-Nihayah, sebagai berikut:  

Salah satu tanda kiamat yaitu  munculnya Dabbah dari perut bumi, 

wujudnya sangat ganjil dan ukurannya raksasa; bahkan tak seorang pun 

bisa membayangkan seperti apa rupanya. Dabbah akan keluar dari perut 

bumi lalu mengibaskan debu dari kepalanya. la akan membawa cincin Nabi 

Sulaiman dan tongkat Nabi Musa. Orang-orang akan ngeri dan mencoba 

melarikan diri, tapi mereka tidak akan bisa Iolos sebab  demikianlah takdir 

Allah. Dengan tongkatnya, Dabbah akan menghancurkan hidung setiap 

orang kafir, lalu menorehkan kata “kafir” di kening mereka; Ia akan 

menghiasi wajah setiap orang beriman, lalu menorehkan kata "mu'min" di 

kening mereka; dan Dabbah pun akan berbicara pada manusia.  

Selain terbitnya matahari dari barat dan kemunculan Dabbah dari perut bumi, 

hadits juga menerangkan tentang tanda-tanda utama lain yang masih akan terjadi, 

diantaranya ad-Dukhan (Asap) -yang akan menggiring manusia dari timur ke barat; 

penghancuran Madina al-Munawarra; penghancuran Ka'bah di Mekkah oleh orang 

Ethiopia yang bernama Zhu'l-Suwaiqatain; dan terjadinya tiga tanah longsor dahsyat 

-satu di Timur, satu di Barat, dan satu di Semenanjung Arab -lalu menyemburlah api 

dari arah Aden10 yang akan menggiring manusia ke tempat perhimpunan terakhir.  

Menurut sebagian besar ahli tafsir, peristiwa-peristiwa di atas akan terjadi 

setelah empat tanda utama terakhir kiamat terjadi, yaitu: munculnya si Dajjal; 

kedatangan Mahdi, pemimpin rasyid11 para Muslim yang akan memerangi Dajjal; 

muncul kembalinya Nabi 'Isa as yang tidak saja akan menghancurkan semua salib, 

membunuh semua babi, menikah, berketurunan dan beribadat bersama para Muslim, 

bahkan beliaulah yang akan membunuh Dajjal; dan munculnya Yajuj wa Majuj (Gog 

dan Magog12), suatu suku yang akan menyebar ke segenap penjuru bumi membuat 

kerusakan.   

Dajjal memiliki tiga sisi. Dajjal sebagai oknum. Dajjal sebagai gejala sosial 

budaya global. Dajjal sebagai kekuatan gaib.   

Jelaslah bahwa sebelum si Dajjal sendiri muncul, harus tersedia sistem yang 

mapan beserta para pengurusnya, yang siap mendukung dan menaati Dajjal. 

Keberadaan sistem dan para pengurusnya itu, merupakan bukti dari Dajjal sebagai 

gejala sosial budaya global dan Dajjal sebagai kekuatan gaib. Dilihat dari semua 

pertanda yang nampak dewasa ini, kedua sisi Dajjal ini  -yang akan dijelmakan 

                                                          

 Diambil dari Gog and Magog, nama-nama ini muncul di Bibel, sedangkan nama-nama Yajuj wa Majuj 

muncul di al-Qur'an. Bila kita menilik linguistiknya, maka keduanya sebenarnya sama 

oleh si Dajjal sendiri -sudah sangat kentara, ini berarti kemunculan Dajjal sudah 

sangat dekat.   

Di antara perincian tentang Dajjal dalam kitab-kitab hadits, kita akan 

menemukan: Dajjal bermata satu, bagaikan anggur mengambang. Dajjal dapat 

didengar di seluruh dunia pada satu saat yang sama. Dajjal bisa menampilkan api 

padamu, tapi tidak akan membakarmu. Dajjal bisa menampilkan air padamu, tapi 

anda tak bisa meminumnya, Dajjal akan bicara tentang Taman 13 , tetapi 

menggambarkannya seperti Api 14 . Dajjal akan bicara tentang Api, tetapi 

menggambarkannya seperti Taman. Semua perincian di atas cocok dengan ciri-ciri 

sistem media massa dan teknik komunikasi masa kini, khususnya dalam hal 

bagaimana sistem dan teknik itu biasa digunakan.  

Hadits juga menyebutkan bahwa Dajjal bermata banyak di kedua sisinya, dan 

berkeliling dunia dengan lompatan-lompatan raksasa. Gambaran ini cocok dengan 

ciri-ciri alat transportasi massa, masa kini. Ada juga keterangan bahwa di dahi Dajjal 

tertera huruf KFR. Sebagian pesawat jet tempur Israel bertuliskan huruf-huruf KFR di 

moncongnya.  

KFR yaitu  huruf-huruf akar dari kata bahasa Arab: kufr atau kafir. Kufr artinya 

menutupi dan mengingkari. Kafir yaitu  seseorang yang menutupi hakikat kehidupan 

-bahwa tiada tuhan selain Allah -dan yang ingkar kepada para nabi yang diutus Allah 

untuk memberi teladan pada manusia tentang bagaimana cara hidup yang selaras 

dengan diri sendiri dan selaras dengan perkara di luar dirinya, serta bagaimana cara 

mengenal dan mengabdi kepada Allah.  

sebab  Nabi Muhammad saw bersabda bahwa hendaknya kita mencari ilmu 

hingga ke negeri Cina 15 , beliau bermaksud pada ilmu mengenal Allah, atau 

setidaknya ilmu-ilmu yang akan mengarahkan kita kepada ilmu mengenal Allah.  

 Jika ilmu anda tidak berasal dari ketakwaan16 kepada Allah, berarti anda telah 

tertipu. Bertakwalah kepada Allah, maka Allah akan memberi anda ilmu. Seorang kafir 

mengingkari ini. Dengan demikian seorang kafir sangat bertolak belakang dengan 

seorang mu'min.  

Seorang mu'min yaitu  seorang muslim yang terang-terangan mengakui 

hakikat kehidupan, sekaligus menerima dan mengikuti teladan dan ajaran Nabi 

Muhammad saw: Nabi terakhir yang diutus Allah sebelum kiamat.   

Jelaslah bahwa sistem kafir dan kafirun17 yang menguasai dan meyakini sistem 

itu, tidak lain yaitu  perwujudan Dajjal sebagai gejala sosial budaya global dan Dajjal 

                                                          

13

 Terjemahan langsung dan Jannah, biasa disebut "surga", sengaja diganti dengan Taman sebab  

selain lebih sesuai dengan penggambaran yang ada di al-Qur'an dan as-Sunnah. juga sebab  surga 

sering direka-reka penggambarannya misalnya di kamus-kamus. ensiklopedi ataupun pada 

pembicaraan umum, bahkan banyak Muslim yang punya interpetasi sendiri mengenainya, maka 

tentu lebih baik memperoleh keterangan-keterangan mengenainya dari al-Qur‟an dan al-Hadits. 

Penulis artikel  ini pun sengaja memakai  the Garden (b. Inggris). 

14

 Terjemahan dari Nar. biasa disebut "neraka". ibid. Penulis pun memakai  the Fire 

15

 Mayoritas ulama pakar hadits menilai bahwa hadits ini yaitu  hadits dho‟if (lemah) (localholic) 

16

 Diambil dan kata bahasa Arab taqwa. terkadang diartikan sebagai takut (b. Indonesia) atau fear 

(bahasa Inggris). Takwa menggambarkan cinta kasih dan hormat yang amat dalam hingga khawatir 

menyinggung atau khawatir tidak dikasihi oleh yang dicintai dan dihormati itu. 

17

 Kafirun yaitu  jamak dari kafir, yaitu: para kafir; orang-orang kafir 

sebagai kekuatan gaib. Sedangkan si Dajjal sendiri akan menjadi puncak penjelmaan 

dari sistem kafir, gembongnya kafir, maka tak pelak sebab  muncul dia akan 

dinobatkan sebagai pemimpin sistem kafir oleh para kafirun yang menjalankannya. 

Nabi Muhammad saw bersabda bahwa kufr yaitu  sebuah sistem. Sistem kafir 

yaitu  Dajjal. Maka nyatalah bahwa ketiga sisi Dajjal itu berkaitan dan bersenyawa. 

Dajjal.  

Begitu pula halnya dengan Mahdi, sebab  datang ia akan menjadi puncak 

penjelmaan Islam, yaitu jalannya Nabi Muhammad, tetapi harus segera diingat bahwa 

ia dibanding Nabi Muhammad saw yaitu  seumpama setetes air dibanding 

samudera. Dengan demikian, tak pelak lagi Mahdi akan dikenali dan diterima sebagai 

pemimpin oleh seluruh Muslim sejati. Nabi Muhammad bersabda bahwa seluruh 

Muslimin yaitu  satu tubuh.  

Kufr memerangi Islam. Islam memerangi Kufr. Sudah jelas dari hadits bahwa 

Dajjal akan melawan Mahdi. Mahdi akan melawan Dajjal. Nabi 'Isa as, yang tak disalib 

tetapi digaibkan oleh Allah dari dunia ini -dan seseorang yang mirip dengan beliau 

disalib menggantikannya -sebab  turun lagi ke bumi ini, akan membinasakan Dajjal 

beserta seluruh pengikutnya.   

Dajjal sudah banyak dibahas dalam naskah-naskah kuno. Beberapa ramalan 

yang berkaitan dengan Dajjal dapat ditemukan di Bibel18, di the Book of Revelations19 

karangan John, dan pada naskah-naskah Nostradamus 20 . Banyak orang telah 

berulangkali mencoba menafsirkan ramalan-ramalan itu, dan menghubungkannya 

dengan kejadian-kejadian yang berlaku pada masa para penafsir masing-masing. 

Dalam aneka ramalan dan ulasan-ulasannya, Dajjal biasanya disimpulkan sebagai "si 

AntiKristus" -begitu pula menurut tafsiran bebas beberapa film dan video belakangan 

ini.  

Tidak diketahui bagaimanakah keandalan dan ketepatan semua ramalan, 

ulasan, maupun penafsiran-penafsirannya yang terbaru. Boleh jadi sebagian berasal 

dari jin.  

Jin terbuat dari api tak berasap. Mereka bisa melihat kita. Dan hanya beberapa 

dari kita yang bisa melihat mereka. Manusia terbuat dari tanah dan air. Malaikat 

terbuat dari cahaya murni. Malaikat tak bisa berbuat salah. Mereka tidak makan, tidak 

tidur, dan tidak berketurunan, Mereka terus memuji Allah. Mereka yaitu  perangkat 

penyelenggara jalannya proses kehidupan. Adapun jin, seperti manusia, bisa berbuat 

benar dan salah. Ada yang muslim, ada yang kafir dan ada yang munafik, yaitu yang 

mengaku muslim padahal hakikatnya kafir. Jin 21  sering berkomunikasi dengan 

manusia, dan dari pengetahuan mereka tentang kegaiban, mereka bisa mengabarkan 

                                                          

18

 sebab  kitab yang kini ada di kalangan beragama Katolik, Protestan maupun cabang-cabang Kristen 

lainnya bukan Injil yang diturunkan kepada Nabi 'Isa as, dan kitab "perjanjian lama" bukan Taurat 

yang diturunkan kepada Nabi Musa as. dan istilah "Alkitab" diragukan arti dan maksud tujuan 

penggunaannya, maka Bibel digunakan sebagai terjemah dari Bible 

19

 “artikel  Wahyu-wahyu” karangan John, Ia sering juga disebut sebagai John the Baptist. 

20

 Nostradamus yaitu  seorang astrolog dan tabib perancis abad 16, la menjadi terkenal sejak 

tulisannya berjudul Centuries (abad-abad) yang berisi ramalan-ramalan mengenai masa depan 

Perancis dan Dunia. Ramalannya banyak yang dikait-kaitkan dengan kejadian-kejadian nyata 

21

 Selain keterangan di atas, perlu kita ingat juga bahwa di antara jin ada yang pengikutnya syaithan. 

dan kita senantiasa berlindung kepada Allah dari para syaithan yang terkutuk 

peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Jin sering dimanfaatkan oleh 

para peramal dan tukang sihir.  

Jelaslah, bila naskah-naskah karangan John atau Nostradamus dipengaruhi 

atau datang dari jin iseng atau jin jahat, maka tidak semua keterangan mereka bisa 

diandalkan. Masalahnya yaitu  sebagian besar dari para jin -yang akrab dengan 

penyihir dan yang sering berkomunikasi melalui cenayang 22 -dalam menyampaikan 

satu kebenaran, menambahkan beberapa yang setengah benar dan beberapa yang 

sama sekali dusta. Dengan adanya unsur ketidakpastian dan kesalahan ini, maka 

satu-satunya cara untuk membuktikan kebenaran ramalan-ramalan John maupun 

Nostradamus yaitu  jika apa yang dikabarkannya cocok dengan yang terjadi.  

Sejauh mana keandalan sebuah catatan, maka tentu hanya hadits yang 

mengandung perincian terandal mengenai Dajjal, dan peristiwa-peristiwa yang akan 

terjadi sebelum maupun sesudah kemunculannya -asalkan hadits itu memiliki isnad 

yang terpercaya, isnad yaitu  rantai penyebaran berita yang terpercaya, dari orang 

yang langsung melihat dan mendengar apa yang dikatakan atau dilakukan Nabi 

Muhammad, kepada orang-orang yang ingat apa yang riwayatkan oleh orang pertama 

tadi, sampai kepada orang yang kemudian menuliskan apa yang mereka semua ingat.  

Hadits-hadits hanya bisa diakui setelah kandungan dan isnad-isnadnya 

diperiksa dengan sangat teliti dan disahkan oleh para ulama 23  yang 

mengumpulkannya. Ini berbeda dengan aneka versi Bibel masa kini, yang seluruh 

isinya tidak bisa dibuktikan keasliannya dengan cara yang sama, akibatnya banyak isi 

Bibel yang bisa saja berasal dari sumber-sumber yang tak terpercaya, dan mutlak tak 

bisa dikaitkan lagi dengan para Nabi yang konon perkataan dan perilakunya direkam 

di Bibel.  

Qur'an merupakan wahyu langsung dari Allah kepada Muhammad saw melalui 

Malaikat Jibril, Qur'an dihafal dalam hati dan ditulis persis seperti sebab  diturunkan. 

bahkan Qur'an lebih terpercaya daripada hadits yang shahih 24. Dalam Qur'an Allah 

menegaskan bahwa kaum Yahudi dan kaum Kristen telah merubah dan mengganti 

ajaran asli para Nabinya as, dan banyaknya pertentangan dan ketidaksesuaian dalam 

Bibel merupakan bukti yang tidak dapat disangkal.  

Nabi Muhammad saw bersabda, bahwa ilmu yaitu  milik mu'min yang hilang, 

yang bisa diambil dimana pun ilmu itu ditemukannya. Mu'min yaitu  muslim yang 

tidak saja percaya pada Allah, tapi juga sungguh-sungguh yakin 25 kepada Allah 

dalam segala perilaku kesehariannya. Muslim percaya pada Allah, namun mereka 

masih mengandalkan kemampuan dirinya. Mu'min menggantungkan keberhasilannya 

pada Allah. Muhsin yaitu  muslim yang yakin hanya ada Allah, berarti mustahil 

bergantung pada selain Allah. Muslim, mu'min dan muhsin semuanya Muslim, namun 

mereka dikaruniai derajat ilmu pengenalan Allah yang berbeda. Mereka yang paling 

takwa pada Allah, yaitu  mereka yang paling banyak memperoleh ilmu mengenal 

Allah. Nabi Muhammad saw bersabda bahwa tak ada yang lebih takwa kepada Allah 

sebagaimana beliau.  

                                                          

22

 Terjemah dari medium, yaitu orang yang biasa digunakan jin sebagai penyampai kabarnya 

23

 Ulama, 'ulama jamak dari 'alim. Baca mengenai 'alim di bab Kosa Kata 

24

 Hadits yang baik tanpa cacat.    

25

 Bacalah keterangan mengenai yakin, yaqin. di bab Kosa Kata 

Ilmu pengenalan Allah akan datang pada mereka yang mensucikan hatinya atas 

rahmatNya. sebab  hati menjadi bening dan tenang, maka bertambahlah ilmu di hati. 

Ilmu semacam ini bermula sebab  ilmu yang tertulis berakhir, Bagi mereka yang berhati 

bening, segala pertanda yang ada pada dirinya dan kawasannya -yang sebenarnya 

sama saja -dapat dikenali dan dipahaminya, maka bagi mereka, pertanda Dajjal 

sebagai gejala sosial budaya global dan Dajjal sebagai kekuatan gaib akan terlihat 

dengan gamblang, dan apa pun yang mereka alami akan menegaskan dan 

menguatkan ilmu yang tertulis.  

Mu'min yaitu  muslim yang yakin pada Allah. Sebagian dari keyakinan itu 

yaitu  yakin pada orang lain, yakin pada diri sendiri, yakin pada pengalamannya, dan 

yakin pada penafsirannya atas apa yang terjadi pada dirinya dan kawasannya. 

Keyakinan ini  menjadi utuh sebab  seseorang mengenal dirinya sendiri, sebab  

barang siapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal Rabbnya 26, dan barang 

siapa mengenal Rabbnya akan mengetahui apa yang datang dari Rabbnya, yaitu 

kehidupan, semesta dan segala isinya -dan tak ada satu pun yang berbentuk maupun 

tak berbentuk, yang aktual maupun konseptual, yang bisa diserupakan dengan Allah. 

Siapa pun yang berkeyakinan dan berpengetahuan seperti itu yaitu  muhsin 27.  

Membaca tak sama dengan menyaksikan. Persaksian yaitu  penegasan yang 

lebih kuat daripada bacaan. artikel -artikel  hanya dapat mengingatkanmu pada apa yang 

telah dirasakan, pada apa yang belum terasa atau pada apa saja yang bisa dirasakan. 

Jadi yang terpenting yaitu  merasakan, bukan rekaman rasa -apapun ragamnya 

-baik audio atau visual, di kertas atau plastik, pada logam maupun seluloid. 

Menyaksikan berarti mengetahui, tetapi ada beragam persaksian dan beragam 

pemahaman.   

Merenungkan Dajjal sebagai kekuatan gaib, kehadiran kekuatan ini ditandai 

dengan kehadiran makhluk dari alam lain yang menguasai manusia, atau 

sebagaimana terkadang jin merasuki orang atau binatang. Boleh jadi, Dajjal sebagai 

kekuatan gaib, seperti jin, menjelma sebagai manusia atau binatang tanpa perlu 

merasukinya, cukup dengan menyerupainya. Ada juga kemungkinan bahwa 

penjelmaan Dajjal sebagai kekuatan gaib yaitu  jadi-jadian dari sekelompok jin kafir, 

artinya bukan sesosok makhluk baru. Tidak diketahui alam asal mereka. Sebenarnya 

diketahui bahwa ada banyak alam. Pada surat al-Fatihah, Allah disebut Rabbul 

'aalamiin28. Ibnu al Arabi29 pun pernah bermimpi mengunjungi alam-alam lain, dan 

beliau menuangkan pengalamannya di artikel nya: Wahyu-wahyu Mekkah. Beliau 

menceritakan tentang kota-kota besar yang memiliki teknologi-teknologi canggih, 

yang jauh mengungguli apa yang dibanggakan manusia jaman sekarang.  

Tanda bahwa perasukan telah terjadi ialah, bahwa anda menyaksikan sejum-lah 

besar manusia atau kelompok-kelompok manusia, semuanya berlaku seolah satu 

tubuh, seakan tak punya jati diri. Walaupun mereka nampak sebagai manusia namun 

perilakunya sama sekah' tidak manusiawi, lebih mirip robot. Banyak sekali artikel  dan 

film yang mengangkat gejala ini, dan itu semua bukan khayalan belaka. Semuanya 

                                                          

26

 Rabb: Pencipta. Pemelihara, Pelindung. Allah 

27

 Baca bab Kosa Kata mengenai muhsin 

28

 Artinya: Tuhan segala alam; Raja segala alam; Penguasa dunia-dunia 

29

 Tokoh sufi (localholic)    

menunjukkan kepada kenyataan yang telah, sedang dan akan terus terjadi, 

sebagaimana digambarkan dalam film The Man who Fell to Earth.  

sebab  sisi Dajjal sebagai kekuatan gaib berada di Alam Gaib, maka 

pengetahuan mengenainya hanya bisa diperoleh dan mereka yang punya sarana ke 

Alam Gaib. Walaupun Nabi Muhammad saw diberikan sarananya, namun beliau tidak 

berhasrat padanya. sebab  hasrat kepada ilmu semacam ini yaitu  kendala bagi 

orang yang berhasrat pada ilmu mengenal Allah.  

Namun, dengan mengamati bagaimana-perubahan-perubahan yang terjadi 

pada keadaan sosial budaya dunia, terutama di abad ini, dan dengan mengamati 

bagaimana cara hidup masa kini, maka kita bisa memperoleh bukti dari alam nyata 

-yaitu alam yang bisa ditangkap oleh panca indera kita -bahwa pengam-bilalihan telah 

dan sedang terjadi. Dengan kata lain, kita dapat mengenali ciri-ciri Dajjal sebagai 

kekuatan gaib, dengan meneliti Dajjal sebagai gejala sosial budaya global.  

 Apabila kita kaji sisi Dajjal sebagai gejala sosial -budaya global, kita akan 

saksikan bahwa pengambilalihan sedang berjalan lancar, nampaknya saat 

kemunculan si Dajjal sudah sangat dekat, alasannya sangat sederhana: sebab  

sistem-sistem dan para pengurusnya, yaitu sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, telah 

memperoleh kekuasaan yang cukup di seluruh dunia, sehingga begitu si Dajjal 

dikenali dan diakui, Dajjal bisa langsung dinobatkan sebagai pimpinan yang 

dinanti-nanti.  

Dalam seratus tahun yang terakhir, telah terjadi perubahan-perubahan yang 

sangat luar biasa di rauka bumi. Pengelompokan sosial yang biasa berlaku di seluruh 

dunia, yaitu masyarakat berpola pedesaan, yang terbentuk dari keluarga-keluarga 

yang saling mengenal dan saling membantu -baik di antara warganya maupun antar 

pedesaan -kini dengan pesatnya telah terkikis dan kehilangan sifatnya. Kini, di 

kota-kota besar, setiap insan semakin terkucil dari jati dirinya, dari manusia di 

sekitarnya, dan dari pengenalan kepada Allah -mereka sekedar menjadi sebuah roda 

gigi yang sibuk dalam proses produsen-konsumen, yang apabila tidak sedang bekerja 

atau tidur, mereka hampir selalu terjebak dalam pencapaian fatamorgana pemuasan 

diri yang kekanak-kanakan dan tak ada habisnya, ini mcnjamin bahwa manusia tidak 

akan punya banyak waktu untuk merenung dan bercermin tentang dari mana dan 

akan kemana dia, juga tak ada waktu untuk mencoba membebaskan diri dari jeratan 

rutinitas kehidupan yang membelitnya.  

Walaupun ukuran pengelompokan sosial yang ada sekarang sebesar 

masyarakat pedesaan, transaksi sosial antar warganya sudah tidak sehangat dan 

seerat dahulu. Kini, semakin kurang waktu untuk saling bertemu dan semakin banyak 

waktu tersita televisi. Semakin sedikit waktu untuk bekerja bersama dan semakin 

banyak waktu untuk bekerja sendirian. Bagi mereka yang dilahirkan dalam keadaan 

seperti ini, perubahan sosial ini tidak begitu kentara. Seolah-olah semua berjalan 

sebagaimana mestinya, sebagaimana digambarkan film THX 1138.  

Mungkin satu-satunya cara untuk memahami betapa dahsyatnya perubahan 

yang telah terjadi, yaitu  dengan mengamati apa yang terjadi sebab  sebuah 

perusahaan multinasional memutuskan untuk mulai menjarah sumber daya alam dari 

suatu daerah yang sebelumnya terpencil. Dalam waktu yang cukup singkat, kegiatan 

para pengatur perusahaan ini  tidak hanya mengacaukan cara hidup masyarakat 

asli daerah itu, tapi juga memusnahkan sumber-sumber penghidupan tradisional 

mereka, dan dengan demikian menjamin pasokan tenaga kerja murah untuk 

mengerjakan berbagai kegiatan perusahaan multinasional itu. Mendadak semua 

orang dinomori dan mengejar sesuatu yang namanya uang, dan terenggutlah 

keselarasan sosial yang pernah ada sebelum datangnya pertambangan, atau ladang 

minyak, atau penebangan hutan, atau pendirian pabrik, atau pembangkit listrik tenaga 

air, atau apa pun juga.  

Semuanya dilaksanakan atas nama kemajuan, pemberadaban masyarakat 

terbelakang, atau demi peningkatan mutu kehidupan, namun, pada hakikatnya gaya 

hidup baru itu pasti terkait dengan teknologi baru, dan pasti juga terkait dengan 

pelecehan pada ilmu hakiki, yang para kafir sebut sebagai pendidikan dan melek 

huruf itu. Semuanya merupakan tanda terkikisnya atau berakhirnya transaksi 

kemanusiaan yang sejati di daerah ini . Adapun penduduk asli yang tidak bisa 

dipakai, akan sengaja digusur atau dibasmi dengan aneka penyakit menular atau 

virus-virus baru, yang mereka belum miliki penolak alaminya,  

Sebuah perubahan perilaku sosial lainnya yang cukup berarti, dan jelas 

berkaitan dengan meningkatnya otomatisasi di suatu kelompok sosial, yaitu  bahwa 

dahulu keutuhan suatu masyarakat dibina dengan peribadatan kepada Tuhan, kini 

unsur pengikat yang mendasar itu sudah semakin berkurang. Di dunia barat, pola 

peribadatan yang menonjol yaitu  pola agama Kristen -sebuah agama ganjil hasil 

percampuran dari gagasan-gagasan Paulus sendiri, filsafat Yunani, pembaharuan 

yang mengada-ada atas peran kerahiban -dalam rangka berusaha keras untuk 

selaras dengan para penguasa kafir -dan dengan sedikit serpihan-serpihan ajaran asli 

Nabi 'Isa as.  

sebab  pola peribadatan ini berbeda dengan cara asli yang diamalkan Nabi 'Isa 

dan para pengikutnya, maka pola ibadat ini belum pernah, tidak mampu dan tidak 

akan mampu mencapai hakikat kehidupan maupun membimbing kepada pengenalan 

Allah. Tak pelak lagi ini memastikan bahwa khalayak akan terus mencampakkan pola 

ibadat ini -si kafir menolak sebab  memang dia tidak punya hasrat untuk menyembah 

Allah, dan para penganut setia menolak sebab  menyadari bahwa agama bermerek 

Kristen yang ditawarkan itu, hanya sedikit pertautannya dengan ajaran asli Nabi 'Isa, 

dan tidak berpijak kepada cara hidup Nabi 'Isa dan kaumnya, juga tidak akan 

membimbingnya mengenal Allah.   

Adapun hal yang mempermudah khalayak bercerai dengan pola peribadatan 

Kristen, yaitu  sebab  terjadinya pemilah-milahan di masyarakat barat akibat 

kebangkitan cara hidup seperti mesin, yang konon disebut "revolusi industri". Maka 

hidup tanpa peribadatan lebih disukai daripada menganut pola ibadat yang walaupun 

dikemas atas nama Nabi 'Isa, namun nyatanya tidak sesuai dengan pola ibadat asli 

Nabi 'Isa -yang sebenarnya sudah punah untuk selamanya.  

Yang menarik, sebab  begitu banyak ajaran dasar Kristen bukan saja 

merupakan hasil rekayasa manusia, tapi juga terang-terangan bertentangan dengan 

apa yang telah diajarkan Nabi 'Isa, dan juga sebab  begitu banyak upacara Gereja 

Trinitas30 yang diambil dari sumber-sumber selain dari gaya hidup Nabi 'Isa dan 

kaumnya, maka ada beberapa penulis barat yang menyamakan Gereja Trinitas 

Resmi -beserta aneka perwujudannya -dengan si AntiKristus itu sendiri.  

Pandangan itu diperkuat dengan bukti bahwa para jagoan Gereja Trinitas 

Resmilah -yaitu Katolik Roma dan Protestan -yang pada beberapa abad yang lalu 

                                                          

30

 Trinitas. trinitarian: sering juga disebut doktrin / prinsip trimurti atau tritunggal. 

menyulut peperangan dan membasmi semua Kristen Unitarian 31  -seperti kaum 

Nazarenes, Ebitiones, Donatist, Arians, Adoptionists, Paulicians, Ilumnists, Catharii, 

dan banyak suku-suku Goth -padahal merekalah yang sebenarnya mengikuti ajaran 

asli dan jalan hidup Nabi 'Isa as. Dengan Inkuisisi Jaman Pertengahan dan dilanjutkan 

dengan Inkuisisi Spanyol, Gereja Trinitas berhasil membasmi semua Kristen Unitarian 

ini , termasuk sebilangan besar kaum Yahudi Unitarian di Eropa. Selanjutnya, 

Gereja Trinitas Resmi mengalihkan usaha pembasmiannya kepada semua umat 

Unitarian pengikut Nabi Muhammad, yaitu kaum Muslimin, dan walaupun upaya ini 

belum sepenuhnya berhasil, proyek ini masih terus digalang hingga kini.  

Sejak dahulu hingga kini, tingkat keberhasilan yang dicapai Gereja Trinitas 

Resmi dalam gerakan pembasmian itu, hanya bisa tercapai sebab  mereka selalu 

bersekongkol dengan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, sistem yang telah dan 

senantiasa bertekad untuk menyesatkan dan memusnahkan pengamalan Islam yang 

hidup dan dinamis.  

Dari temuan ini, dan sebab  kubu "Sains" dan Kristen Trinitas bergantung pada 

dan menopang sistem yang sama, maka nyatalah bahwa pertentangan apapun yang 

nampak antara keduanya hanyalah khayalan belaka dan tentu hanya di permukaan 

saja. Jelaslah perlu segera dibedakan dengan tegas antara para Kristen Trinitas yang 

tahu bahwa jalan yang mereka anut bukanlah jalannya Nabi 'Isa as, dengan mereka 

yang penuh ketulusan ingin menyembah Tuhan -namun telah disesatkan hingga 

percaya bahwa merek Kristen yang mereka anut itu sesuai dengan ajaran asli Nabi 

'Isa -dan mereka pun sampai saat ini belum sempat mengenal transaksi kehidupan 

Islam sejati: yaitu jalan hidup kenabian bagi jaman ini, yang sebenarnya sangat mirip 

dengan jalan hidup Nabi 'Isa dan para pengikutnya ra.  

Apa yang baru diuraikan tentang para Kristen juga berlaku pada kaum Yahudi. 

Kini mereka yang mengaku Yahudi, nyata-nyata tidak mengikuti jalan Nabi Musa as, 

bahkan sejumlah besar Yahudi terang-terangan mengaku bukan berasal dari 

keturunan Bani Israel -yaitu suku bangsa yang khusus kepada mereka Nabi Musa dan 

Nabi 'Isa diutus. Salah satu moyang para Yahudi yang bukan Yahudi itu, yaitu  kaum 

Khazar, aslinya mereka yaitu  bangsa kecil yang tinggal di wilayah yang kini menjadi 

Turki dan Rusia Selatan32; pada pertengahan abad kedelapan, pemimpin mereka 

yang bernama Raja Joseph memeluk agama Yahudi sebagai muslihat politik, agar 

terhindar dari penjajahan Kristen yang datang dari utara, dan terhindar dari dakwah 

Islam yang datang dari selatan. Raja Joseph paham betul bahwa muslihatnya itu akan 

mendatangkan perlin-dungan yang layak dari sesama penyembah Tuhan.  

Kini keturunan-keturunan Khazar yang biasa disebut juga sebagai bangsa 

Ashkenazim, telah tersebar di seluruh dunia, dan mereka diakui keahliannya di bidang 

seni dan dalam transaksi-transaksi bisnis dan keuangan. Cara hidup mereka 

bukanlah cara hidup yang diamalkan Nabi Musa as dan para pengikutnya ra. Cara 

hidup Nabi Musa as telah punah sebab  Nabi 'Isa as diturunkan. Perlu diingat bahwa 

Nabi 'Isa diutus untuk menegakkan kembali cara hidup Musa di kalangan bani Israel, 

dan bukan untuk membuat perubahan walau cuma sehuruf. Namun nyatanya, para 

penulis kitab dan para rabi di masa itu -yaitu kependetaan yang menobatkan dirinya 

sendiri dalam apa yang kemudian menjadi "agama Yahudi" -bahkan tidak bisa 

                                                          

31

 Unitarian yaitu  keyakinan atas ke-Esa-an Tuhan beserta Sifat-Sifat-Nya 

32

 Di daerah antara Laut Hitam dan Laut Kaspia 

mengenali siapa Nabi 'Isa as, hal ini menunjukkan betapa jauhnya para Yahudi itu 

tersesat dari ajaran asli Nabi Musa, padahal itu terjadi duapuluh abad yang lalu.  

Terkadang disebut juga sebagai "suku Israel yang ketiga-belas", beberapa ahli 

sejarah mengaitkan para keturunan Khazar ini dengan salah satu dari empat tanda 

kiamat yang utama, yaitu kemunculan Yajuj wa Majuj, atau Gog dan Magog, sebab  

mereka hakikatnya yaitu  "Yahudi yang bukan Yahudi". Kaitan ini lebih diperkuat 

dengan pernyataan Raja Joseph pada tahun 960 33, yang menyatakan bahwa bangsa 

Khazar yaitu  keturunan Togarma34, cucu dari Japheth, putera Nabi Nuh -yang 

menurut Kitab Kejadian 10:2-3 -paman Togarma itu bernama Magog. Jika ini benar, 

maka jelaslah keturunan Khazar terkait erat dengan kemunculan Dajjal, sebab  

kebanyakan dari mereka kini memegang tampuk-tampuk kekuasaan penting dalam 

aneka sistem terkait yang berpadu menjadi sistem kafir, yaitu sistem Dajjal.  

Ada pula pihak-pihak yang sangat berhasrat untuk menunjukkan bahwa apa 

yang terjadi pada Kristen dan Yahudi, juga berlaku pada Muslim, dan bahwa banyak 

yang mengaku sebagai "Muslim" .tetapi tidak mengikuti jalannya Nabi Muhammad 

saw dan para sahabatnya. Ini ada benarya, dan ini merupakan sebagian bukti 

keberhasilan yang dinikmati Kristen dan Yahudi dalam usaha mereka untuk 

menyesatkan dan membasmi siapa saja yang telah atau sedang mencari jalan hidup 

Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya ra.  

Salah satu metoda pemungkas yang digunakan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, 

dalam menghapus cara hidup Islam, yaitu  dengan menanamkan cara hidup kafir ke 

negeri-negeri Muslim, sembari disamarkan dengan peristilahan yang "islami". Kini 

hampir semua wilayah-wilayah yang dahulu dihuni oleh Muslim, telah dikuasai dan 

diperintah berdasarkan asas-asas sistem kafir dan tidak sesuai dengan kandungan 

Qur'an dan Sunnah. Meskipun Rasulullah saw pernah bersabda bahwa nanti 

sebagian Muslim akan mengikuti cara hidup para pendahulunya, yaitu Kristen dan 

Yahudi -secepat kadal kabur ke liangnya, namun beliau juga bersabda bahwa tidak 

semua umatnya akan tersesat. Kini masih banyak Muslim yang mengikuti pola 

kehidupan Rasulullah saw dan pola kehidupan masyarakat Muslim pertama yang 

terbentuk di sekeliling beliau, Yang penting yaitu , walau terdapat sejumlah Muslim 

yang menyimpang dari jalan Nabi Muhammad, setidaknya jalan hidup itu masih 

terpelihara bagi mereka yang ingin mengamalkannya, dan setidaknya masih ada 

mereka yang mengamalkan jalan hidup itu. Perbedaan yang telak di antara kaum 

Yahudi, Kristen dengan Muslim yaitu : kaum Yahudi tidak lagi mengetahui dan tidak 

mengamalkan ibadatnya Nabi Musa, kaum Kristen tidak lagi mengetahui dan tidak 

mengamalkan ibadatnya Nabi 'Isa, sedangkan Muslim masih mengetahui dan masih 

mengamalkan ibadatnya Nabi Muhammad saw.  

Jalan hidup Nabi Musa as dan Nabi 'Isa as telah punah. Sebagai gantinya, 

direkayasa dan diproklamasikanlah agama Yahudi dan agama Kristen. 

Agama-agama buatan ini merupakan senyawa dari sistem kafir, yaitu sistem Dajjal. 

Sistem Dajjal sangat bertolak-belakang dengan jalan hidup Kenabian; yaitu jalan 

                                                          

33

 Di dalam Khazars Correspondence yang masyhur, antara beliau dan Hasdai bin Shaprut. seorang 

Yahudi Sephardhic yang menjabat sebagai menteri luar negeri di masa pemerintahan Khalifah 

Abdu'r-Rahman III di Andalusia.  

34

 Togarmah (Hebrew: Togarmah ; Armenian: T‟orgom ; Georgian: T‟argamos) merupakan anak ketiga 

dari Gomer, dan cucu Yafet (Japheth), saudara Askenaz dan Riphat (Kejadian 10:3). Dia dianggap 

leluhur bangsa-bangsa Kaukasus Selatan (orang Georgia dan Armenia). (wikipedia; localholic) 

hidup yang tidak saja diwujudkan oleh Nabi Musa as, Nabi 'Isa as, dan Nabi 

Muhammad saw, bahkan diwujudkan pula oleh seluruh Nabi sejak Nabi Adam as 

hingga ke seratus dua puluh empat ribu Nabi lainnya, semoga Allah memberkati dan 

menyejahterakan mereka semua.   

Di dunia ini terdapat tiga macam pola dasar pengelompokan sosial, Ada 

masyarakat sederhana yang hidup sesuai fitrah35, yang selaras dengan alam namun 

tidak mengikuti pola peribadatan Kenabian kepada Allah. Lalu ada masyarakat 

muslim, yang hidup selaras dengan alam sekaligus menyembah Allah dengan cara 

yang ditunjukkanNya melalui nabi Muhammad saw. Dan yang terakhir ialah 

masyarakat kafir, yang hidup tidak selaras dengan alam dan dengan sengaja tidak 

menyembah Allah. Pada Hakikatnya, pasti setiap atom diletakkan pada tempatnya, 

dan keselarasan seluruh alam semesta dengan fasihnya menyatakan Keagungan dan 

Keindahan dari Yang Mengadakan dan Yang Meniadakan, Yang Esa, yaitu Allah.  

Terutama di abad ini, kita telah menyaksikan bagaimana pola hidup yang dianut 

oleh masyarakat kecil sesuai fitrah dan yang dianut oleh masyarakat Muslim, dikikis 

dan dirusak dengan seksama oleh merebaknya sistem kafir, yaitu sistem Dajjal. Untuk 

memahami ciri-ciri sistem ini, yang secara lahir yaitu  perwujudan Dajjal sebagai 

gejala sosial budaya global, dan secara batin yaitu  perwujudan Dajjal sebagai 

kekuatan gaib, maka kita perlu memeriksa sistem Dajjal dengan lebih rinci.  

 Apabila kita kaji bagaimana sistem pemerintahan di negara kafir saat ini, kita 

akan menemukan bahwa pengaturan dan pengendalian dilakukan dengan cara yang 

sangat terpusat dan semakin terkomputerisasi. Dengan kemajuan teknologi -terutama 

di bidang komunikasi dan transportasi, bersama-sama dengan penggunaan sistem 

komputer canggih guna penyimpanan dan pengambilan informasi -maka 

pengendalian yang meluas dari satu tempat jadi kenyataan.  

Kini sebagian besar negara kafir yaitu  police state 36 . Dibanding dengan 

keadaan seratus tahun yang lalu, maka kini tingkat pengawasan dan pengendalian 

yang dilaksanakan pemerintah-pemerintah atas rakyat-rakyatnya sangatlah 

menakjubkan, dan sebagian besar pengendalian itu dicapai dengan bentuk-bentuk 

pekerjaan yang tersedia dalam sebuah masyarakat industri masa kini.  

Jelaslah bahwa kini bentuk usaha yang paling umum yaitu  perusahaan besar, 

baik milik swasta maupun pemerintah, perusahaan-perusahaan semacam ini biasa 

memiliki cabang-cabang yang tersebar tidak hanya di satu negara, tapi juga tersebar 

di banyak benua, bahkan di seluruh jagat. Siapa saja yang bekerja pada perusahaan 

semacam itu akan dikendalikan oleh tata tertib perusahaannya. Dalam kehidupan 

mereka sehari-hari, para pekerja secara bertahap semakin diwajibkan untuk 

menjunjung tinggi aturan perusahaan di atas akal sehat dan kemanusiaan. Bahkan 

sebuah perusahaan pribadi maupun usaha kecil diatur dengan ketat tentang apa yang 

boleh dan tak boleh dilakukannya. Semua orang selalu diajarkan bahwa aturan-aturan 

                                                          

35

 Diambil dan kata fitra, maksudnya: keadaan yang asli. yang alami, keadaan asli di mana manusia 

selaras dengan alam, selaras dengan dirinya sendiri, dan selaras dengan luar dirinya.    

36

 Police State yaitu  sebuah sistem negara totaliter yang mengandalkan kekuatan kepolisian, 

biasanya polisi rahasia atau militer rahasia, di mana mereka diberi wewenang yang luas untuk 

meredam perbedaan-perbedaan pendapat dan perbedaan politk di antara warganya. 

Korban-korbannya biasa diciduk. diadili dan dlhukum secara rahasia; mereka tak diberi hak yang 

seharusnya mereka dapatkan walaupun hak-hak ini  yaitu  bagian dari prosedur legal negara 

itu. Contoh: Gestapo di Jerman dahulu. KGB di Rusia, Kung-an Pu di Cina, dan banyak pula contoh 

serupa di hampir semua negara di dunia, termasuk di yang konon demokratis pun. 

ini dibuat demi kebaikan mereka sendiri, namun mereka tak pernah diberi 

kesempatan untuk melihat apa jadinya kehidupan ini bila aturan-aturan ini tak ada.  

Tidaklah mengherankan bila di negara kafir ditemukan bahwa mereka yang 

mengendalikan pemerintahan biasanya juga mengendalikan perusahaan-perusahaan 

besar. Kaum elit penguasa kafir mengendalikan sistem hukum kafir, yang digunakan 

untuk mengatur semua sub-sistem yang saling berkaitan dalam sistem kafir, yaitu 

sistem Dajjal, dengan menentukan bentuk usaha apa yang diijinkan, serta tata-tertib 

apa yang harus ditaati para pekerjanya. Ini berarti bahwa kehidupan di negara kafir itu 

sangat dilembagakan, dibakukan dan diatur. Kini, pengelompokan masyarakat yang 

paling umum berpusar pada pekerjaan. Bentuk organisasinya bagaikan piramida. 

Cara pengaturannya fir'auni. Ini memungkinkan yang sedikit mengatur dan 

memperbudak yang banyak, seringkali tanpa yang banyak menyadari betapa besar 

derajat pengendalian yang menimpa mereka. Semua lembaga-lembaga kafir 

dijalankan demi menangguk untung semata, apakah itu sistem hukumnya, sistem 

pemerintahannya, sistem industrinya, sistem universitasnya, sistem rumah sakitnya, 

sistem media massanya, maupun sistem-sistem lainnya.  

Semua lembaga-lembaga itu dipersiapkan demi kemujaraban pelaksanaan 

proses produsen konsumen: inilah agama yang paling berpengaruh saat ini dan 

menjerat banyak manusia dengan milyaran aturannya yang dikendalikan oleh hirarki 

para pakarnya. Semua pihak yang kini menguasai negara-negara kafir yang katanya 

modern itu senantiasa menyanjung proses produsen-konsumen sebagai jalan hidup 

yang ideal. Ini sama sekali tidak mengherankan, sebab  dengan kelangsungan proses 

produsen-konsumen, merekalah yang paling diuntungkan dan yang paling banyak 

mendapat ganjaran keuangan.  

Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa sebab  mendirikan proses 

produsen-konsumen di tempat yang katanya negara dunia ketiga atau negara sedang 

berkembang itu, para penjajah selalu mengacaukan cara hidup yang dijalani 

penduduk asli. Pendekatan dasarnya selalu sama, masyarakat dirayu untuk 

menghasilkan lebih dari yang mereka butuhkan. Untuk mencapai maksud ini mereka 

harus dirayu agar bekerja lebih lama, dan kaum wanitanya diyakinkan bahwa mereka 

akan mencapai emansipasi, bila mereka meninggalkan rumah guna bekerja di pabrik 

seharian penuh. Agar pekerjaan bisa menjadi suatu tawaran yang menggiurkan, 

masyarakat dijanjikan uang, namun jumlahnya hanya cukup untuk membuat mereka 

tergantung pada uang hingga mereka harus terus bekerja untuk mendapatkannya, 

sebab  penghasilan mereka tak akan pernah bersisa untuk ditabung. Agar uang 

kelihatan berharga, masyarakat dirayu untuk menginginkan produk-produk yang tidak 

pernah mereka butuhkan sebelumnya, bahkan banyak yang sebenarnya tidak 

diperlukan. Sekali masyarakat berhasil dipancing minatnya, mereka harus mencari 

uang untuk membelinya, berarti mereka harus bekerja untuk mendapat uangnya. 

Maka dalam waktu yang sekejap saja, sejumlah besar masyarakat bisa dibujuk untuk 

menanggalkan cara hidup sebelumnya, guna membuat produk-produk yang mereka 

telah dipancing meminatinya, demi upah untuk membelinya.  

Pola itu lebih diperkuat dengan disusupkannya mekanisme hutang. Semua 

orang digalakkan untuk menginginkan bahkan membutuhkan uang yang melebihi 

penghasilannya, sehingga mereka harus meminjam kekurangannya. Begitu 

berhutang, maka mereka akan ketagihan dan terjebak. Istilah "ambil sekarang, bayar 

belakangan", bagi sebagian besar orang biasanya berarti: "sekali anda berhutang, 

anda akan terus berusaha melunasinya seumur hidup". Memang, perangkap bunga 

majemuk37 yaitu  jerat yang teramat ganas.  

Tentu ada saja yang walaupun telah terbujuk untuk menghendaki harta-benda, 

mereka tidak bisa mendapat pekerjaan atau tidak mau dipusingkan untuk mendapat 

pekerjaan. Mereka malah memilih kejahatan. Bagi para penguasa kafir, keadaan ini 

yaitu  alasan yang ideal untuk menegakkan sistem hukum mereka, yang melindungi 

namun sekaligus meningkatkan pengendalian atas para pekerja. Keadaan ini juga 

menciptakan tambahan lahan kerja, baik bagi mereka yang diperlukan untuk 

menjalankan sistem hukum kafir -yaitu para birokrat dan para pegawai kantornya -dan 

juga bagi mereka yang membangun gedung-gedung perkantoran, gedung-gedung 

pengadilan dan penjara-penjaranya -yang digunakan untuk menangani siapa pun 

yang tidak mau ikut permainan produsen konsumen. Tentu saja semua denda-denda 

yang berhasil dikumpulkan proses peradilan, tidak akan cukup untuk membiayai 

pendirian semua bangunan dan untuk gaji yang pantas bagi mereka yang bekerja di 

sana. Dengan demikian harus dipungut pajak-pajak tambahan. Ini pun memerlukan 

lebih banyak lahan perkantoran dan menciptakan lebih banyak lahan pekerjaan bagi 

para pemungut pajak. Artinya, semua orang harus kerja keras untuk memelihara daya 

belinya. Artinya, banyak orang yang akan mencoba menghindari pajak, maka 

bertambahlah pekerjaan bagi mereka yang berada dalam sistem hukum. sebab  

pajak-pajak ditingkatkan dan nilai uang melemah -sebab  harga-harga dinaikkan agar 

mendapat pemasukan tambahan tanpa perlu melakukan kerja tambahan -akhirnya 

kaum pekerja merasa tidak puas. Mereka berusaha untuk menyusun barisan dan 

merubah stafus quo38. Akibatnya bertambahlah undang-undang untuk menangkal 

gerakan-gerakan mereka. Ini berarti tambahan kerja bagi para petugas sistem hukum. 

Dan dengan demikian dalam waktu yang sangat singkat proses produsen-konsumen 

sudah bisa berdiri dengan kokoh. Sedangkan para pekerja terjerat di dalam sistem 

birokrasi yang teratur namun kacau -sebuah sistem yang mengalihkan perhatian 

mereka dari Sang Pemberi Nafkah kepada nafkahnya belaka demi tingkat 

perekonomian dan keperluan mereka sehari-hari.  

sebab  kegiatan produsen konsumen di suatu negara menjadi semakin kompleks 

dan beragam, dan sebab  manusia menjadi semakin terasing dari dirinya 

masing-masing dan terpilah-pilah, maka akan datang suatu tahap yang tak terelakkan 

-sebagaimana yang kini kita lihat terjadi di negara-negara yang katanya tempat asal 

proses produsen konsumen:  

Ambruk Total.  

Proses bunuh diri inilah -yaitu proses produsen konsumen kafir -yang 

hampir-hampir memusnahkan pola perilaku yang sangat bertolak-belakang 

dengannya, yaitu gaya hidup Kenabian. Milyaran manusia kini terjerat dalam sistem 

kafir, yaitu sistem Dajjal, dan walaupun sebagian besar dari mereka tidak senang 

dengan sistem ini, nampaknya mereka tidak akan bisa memahami bagaimana hakikat 

kehidupan Islam yang sebenarnya, sebelum keruntuhan proses produsen konsumen 

di Negara-negara High Tec North 39  semakin menjadi-jadi, sebab  mereka telah 

                                                          

37

 Terjernahan dari compound Interest (b. Inggris), yaitu penerapan bunga atas bunga pinjaman. Untuk 

lengkapnya baca kamus besar bahasa Indonesia 

38

 Status quo: keadaan, kekuasaan atau penguasa yang sedang berlaku. 

39

 Biasa juga disebut sebagai negara-negara maju, negara-negara industri atau negara-negara yang 

sudah berkembang, yaitu negara "utara-utara". Biasanya "berteknologi tinggi". 

diprogram dengan sempurna untuk meyakini bahwa kehidupan yang berasas pada 

proses produsen-konsumen, yaitu  cara hidup yang "beradab" dan "maju", 

sedangkan kehidupan yang berasas pada jalannya Muhammad saw, yaitu  cara 

hidup yang "primitif" dan "terbelakang".  

Proses produsen konsumen menjamin bahwa manusia diperlakukan sebagai 

anak kecil, mereka didorong untuk bekerja keras dan menikmati permainannya, agar 

tidak banyak bertanya yang susah-susah. Jahilnya para pengendali proses itu dan 

jahilnya mereka yang dikendalikan oleh para pengendali itu, dibuktikan dengan 

ketidaktahuan mereka tentang hakikat kehidupan, dan tentang apa yang terjadi 

setelah mati. Mereka menganggap enteng kehidupan, berlagak seolah tak akan 

segera mati, dan jika mati pun, mereka berpikir mereka hanya akan menjadi debu atau 

abu.  

Adapun bagi mereka yang mengikuti pola hidup Kenabian -yang berdasarkan 

wahyu Allah, bukan berdasarkan pada tebak-tebakan dan coba-cobanya para "ahli" 

-mereka memahami bahwa segalanya berasal dari Allah dan akan kembali kepada 

Allah. Mereka paham bahwa mereka sedang dalam perjalanan dari Allah menuju 

Allah. Mereka tahu apa yang terjadi setelah mati: pertanyaan di dalam kubur, masa 

penantian hingga kiamat, kebangkitan kembali di Hari Akhir40, disiapkannya Mizan 

(penimbangan amal dan niat seseorang), penetapan keputusan apakah anda 

diperuntukkan untuk Api atau Taman41, dan akhirnya anda akan menempati salah 

satu untuk selama-lamanya.  

 Mereka yang mengikuti pola hidup Kenabian tidak saja tahu apa yang ada 

dibalik kematian, mereka juga memahami betapa singkatnya hidup ini, dan mereka 

bertindak sesuai pemahaman itu. Jelaslah bagi mereka yang pandangannya tertumpu 

pada Taman, atau pada Allah semata, pemerasan atas manusia lain demi menumpuk 

harta dan kekuasaan di dunia ini, yaitu  suatu tawaran yang sama sekali tidak 

bernilai dan tak berarti. Tawaran sedemikian hanya dapat menggiurkan para kafir 

sebab  mereka berpikir bahwa kehidupan ini yaitu  segalanya, dan dengan demikian 

mereka tentu rnencoba untuk membangun Taman menurut versinya masing-masing 

di dunia yang fana ini.  

Pola hidup Kenabian berasas pada pengabdian kepada Allah. Lima shalat wajib 

yang dilakukan para Muslim setiap hari terkadang disebut sebagai lima tiang hari. 

Lima tiang itu menghidupi hari anda dan membereskan segala perkara. Tentu saja 

bekerja tetap diperlukan sebab  hanya di Tamanlah makanan akan datang sendiri 

sekehendak kita -tetapi seorang mu'min tidak menghamba pada pekenaannya, ia 

hanya menghamba pada Allah. Mu'min tak mudah khawatir soal rezekinya, sebab  

mereka paham bahwa Allah yaitu  Sang Pemberi Rezeki, dan bahwa siapa pun yang 

mengingat Allah akan diingat Allah, dan siapa pun yang memuji Allah akan dipenuhi 

kebutuhannya oleh Allah.  

                                                          

40

 Diambil dan Yaum al-Akhira, artinya: Hari Terakhir. yaitu hari berakhirnya semesta. dunia. beserta 

seluruh isinya Seluruh manusia akan dibangkitkan kembali pada hari ini. Di Qur'an sering disebut 

juga sebagai Yaum ad-Diin: Hari Transaksi Hidup (jalan hidup); Yaum al-Ba'ts: Hari Kebangkitan 

(dari kubur); Yaum al-Hasyi: Hari Pengumpulan; Yaum al-Qiyams: Hari Diberdirikan (akar kata / 

istilah kiamat); Yaum al-Mizan: Hari Penimbangan; Yaum al-Hisab. Hari Perhitungan (penilaian). Hari 

Akhir bakal menjadi salah satu: kalau bukan jadi hari yang terbaik bagimu seumur-umur, ia akan 

menjadi hari terburukmu, tergantung siapa anda dan ke mana tujuanmu. Hari Akhir dibahas dengan 

amat terinci di dalam al-Qur'an dan al-Hadits. 

41

 Api Neraka dan Taman Surga (localholic) 

Perekonomjan Islam tidak dibangun dengan penciptaan hutang-hutang. 

Perekenomian Islam dibangun dengan kerelaan berbagi kekayaan dari yang kaya ke 

yang miskin. Apa yang hendak dicapai negara kafir melalui pemungutan aneka pajak 

yang ditegakkan dengan cara-cara lalim, dicapai masyarakat Muslim dengan kerelaan 

berbagi. Kerelaan ini hanya bisa terjadi bila hakikat kehidupan telah dipahami. Mereka 

yang diberi kekayaan paham bahwa, pertama, itu semua berasal dari Allah, kedua, 

bahwa bila ia membagikan harta ini  sesuai perintah Allah maka ini akan 

menghantarkannya ke Taman, dan ketiga, bahwa bila ia tidak mau berbagi maka 

keserakahan itu akan menyeretnya ke Api. Seseorang yang berharap untuk 

memandang wajah Allah, memahami bahwa ia harus berbagi dengan apa yang telah 

Allah berikan kepadanya.  

Pada suatu hari, di bawah bayangan Ka'bah, Rasulullah saw bersabda pada 

Abu Dzar, bahwa yang paling terancam masuk Api yaitu  mereka yang kaya-raya, 

kecuali jika mereka mendermakan hartanya ke segenap penjuru. Beliau juga 

bersabda bahwa bersedekah yaitu  tameng Api. Itulah sebabnya kenapa 

masyarakat Muslim tidak memerlukan polisi, penjara, dan sistem hukum yang lalim, 

sebab  gambaran Api lebih ampuh mencegah tindakan-tindakan asosial atau egois, 

dan gambaran Taman lebih ampuh mendorong perbuatan benar dan terpuji, 

dibanding dengan ancaman-ancaman dan rangsangan-rangsangan yang diperlukan 

di negara kafir -di mana masyarakatnya menganggap bahwa Surga dan Neraka 

yaitu  tempat-tempat khayalan karangan Kristen kuno, sebagai dalih para 

pendetanya yang korup agar masyarakat kecil mau mendermakan hartanya ke 

Gereja.  

Sejujurnya, walaupun surga dan neraka 42 karangan para Kristen -yang sama 

sekali tidak punya sarana pada ajaran asli Nabi 'Isa as -sama sekali tidak mirip 

dengan Api dan Taman, dan walaupun para Kristen korup telah mengobral ancaman 

neraka dan janji surganya untuk memeras orang yang takut pada Tuhan; Api dan 

Taman yaitu  nyata dan anda akan memasuki salah satu. Tidak ada pilihan ketiga 

atau jalan keluar yang mudah. Barang siapa membaca keterangan tentang Api dan 

Taman dalam Qur'an, akan jelas baginya bahwa kehidupan akhirat43 tidak mungkin 

direka seseorang demi memudahkan kehidupan dunia -sebab  kemungkinan untuk 

masuk Api sangat mengerikan -dan tak seorang pun bisa memastikan di kampung 

akhirat yang mana dia akan menetap.  

Berbagi dan kedermawanan yaitu  asas perniagaan dan peningkatan 

kemakmuran Muslim, sebab  apa pun yang anda berikan sebab  Allah, akan dibalas 

dengan setidaknya sepuluh kali lipat. Dengan demikian seorang mu'min hanya 

berhutang pada Allah. Sedangkan kafir berusaha untuk menciptakan uang dari nihil 

dengan menerapkan bunga. Dan sebab  suku bunga menjadi terlalu tinggi akan tiba 

suatu masa di mana mata uang kertas dan mata uang plastik nampak belangnya, 

yaitu sekedar deretan angka yang tercetak di atas kertas atau tercatat di komputer, 

yang sama sekali tak bernilai. Seorang mu'min berbagi dan memasrahkan 

kelanjutannya pada Allah. Untuk menjadi jutawan, si kafir harus kejam, sedangkan 

mu'min harus menjadi dermawan. Ciri negara kafir yaitu  merajalelanya pajak dan 

pemusatan kekayaan, sedangkan ciri masyarakat Muslim ialah pajak yang minimal, 

                                                          

42

 Di sini penulis pun sengaja memakai  heaven and hell (bahasa Inggris).    

43

 Akhirat, dalam bahasa Arab akhira. maksudnya: apa yang ada setelah kematian; sebuah alam 

setelah alam ini: alam akhirat kini berada dalam kenyataan gaib, berada di alam gaib. 

ditunjang dengan kerelaan berbagi dan tak ada pemusatan kekayaan -uang mereka, 

yang terbuat dari emas atau perak, bukan dari kertas atau plastik, senantiasa berputar 

dan beredar.  

Rasulullah saw pernah bersabda bahwa jika beliau diberi emas sebesar Gunung 

Uhud, maka beliau merasa malu bila dalam tiga hari semuanya tidak habis dibagikan. 

Tabiat beliau yaitu  tidak pernah membiarkan harta bermalam bersamanya. Apa pun 

yang ada padanya di penghujung hari dibagi-habiskan.  

Negara kafir, berupaya untuk menata dan menggalang pembagian kekayaan 

seraya mengesalkan semua pihak kecuali para elit penguasa yang diuntungkan oleh 

tata tertib itu, sedangkan dalam masyarakat Muslim, pemerataan kekayaan 

berlangsung alamiah -sesebab  dan tak terduga -dan memuaskan semua yang yakin 

kepada Allah.  

Masyarakat Muslim menemukan jati dirinya dalam peribadatan kepada Allah. 

Allah berfirman dalam Qur'an: "Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk 

beribadat kepadaKu." Allah juga berfirman melalui sabda Rasulullah saw di sebuah 

hadits qudsi44, 'Aku yaitu  khazanah yang tersembunyi dan Aku ingin agar DiriKu 

dikenal, maka Aku ciptakan Semesta." Yang Tahu, Yang Dikenal dan Pengetahun 

yaitu  satu. Khalayak yang terjebak dalam sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, tidak 

memahami ini. Mereka telah dikondisikan agar menemukan jati dirinya dalam proses 

produsen-konsumen dan agar menerima dan menghamba pada sistem yang 

memperbudak mereka.  

  

 Telah disebutkan bahwa sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, terbentuk dari 

sistem-sistem yang berkaitan. Untuk memahami bagaimana cara kerja jaringan itu, 

maka sistem-sistem yang paling berpengaruh perlu disimak secara mendalam. Harus 

ditekankan dan diingat pula bahwa yang perlu dipelajari yaitu  sistem dan 

strukturnya, bukan orang-orang didalamnya.  

Sering didapati ada orang-orang yang dilahirkan dan dibesarkan di dalam sistem 

kafir, yaitu sistem Dajjal, namun mereka tidak mempercayai sistem itu. Tentunya ini 

akibat pengalaman langsung mereka sendiri, sehingga pemahaman mereka akan 

jangkauan dan hakikat sistem ini , sering lebih mendalam dan tajam dibanding 

pemahaman mereka yang lahir dan dibesar