kan dalam masyarakat sederhana yang
hidup sesuai fitrah, ataupun dibanding mereka yang lahir dan dibesarkan dalam
masyarakat muslim tradisional.
Begitu pula kebalikannya: seseorang yang lahir dan dibesarkan dalam
masyarakat Muslim bisa saja pada akhirnya malah meninggalkan cara hidup Islam.
Tak ada yang tetap di kehidupan ini. Segalanya senantiasa berubah. Lihatlah betapa
banyak anak-anak yang dilahirkan orang tua kafir memeluk Islam, dan betapa banyak
anak-anak yang dilahirkan orang tua Muslim memeluk kufr. Segala sesuatu terletak
langsung pada kebalikannya.
Ada sebuah ungkapan klise: ada yang bekerja untuk hidup, kini banyak yang
hidup untuk bekerja. Walaupun klise, ungkapan ini ada benarnya. Sistem pabrik kafir
yaitu sistem yang tidak manusiawi dan amat menghina. Sistem itu memperlakukan
44
Hadits qudsi yaitu catatan firman-firman Allah yang disampaikan secara lisan oleh Nabi
Muhammad saw, yang bukan merupakan bagian dari al-Qur'an Dicatat sesuai aslinya dari rantai
penyampaian lisan yang terpercaya.
manusia sebagai bagian yang diperlukan sekaligus bisa dibuang begitu saja dalam
proses produsen-konsumen. Peningkatan otomatisasi berarti peningkatan
penghambaan manusia kepada mesin yang dijalankannya, Mereka diwajibkan untuk
mengikuti lajunya mesin. Pada pabrik yang bekerja dua puluh empat jam per hari,
pekerja diatur sedemikian rupa agar mesin tidak sampai berhenti dan mengganggu
arus produksi. Kelahiran, pernikahan dan kematian, cenderung dianggap sebagai
peristiwa kehidupan yang tidak penting, malahan dianggap berpotensi untuk
mengganggu kelancaran proses produksi. Sekecil apa pun rasa aman pada
pekerjaan, akan diluluhkan oleh pemberlakuan tawaran kontrak kerja jangka pendek
dan ancaman PHK, dan ketakutan ini dijadikan sarana untuk menumbuhkan
semangat kerja. Maka satu-satunya cara untuk bisa bertahan hidup di lingkungan
semacam ini yaitu dengan berlaku seperti robot, atau menjadi robot saja.
Dalam sistem pabrik, sukses diukur dari seberapa besar kekuasaan anda atas
orang lain, dari sekecil apa kekuasaan orang lain atas diri anda, juga diukur dari
seberapa besar uang yang anda peroleh. Semakin banyak barang yang mampu anda
beli, semakin berhasillah anda. Semakin anda bisa mengejewantahkan citra ideal
semu yang ditampilkan media massa -dan ada banyak sekali citra ideal yang
ditawarkan guna menciptakan pasar yang seluas-luasnya -maka semakin terkenallah
anda sebagai seseorang yang sukses dalam permainan produsen-konsumen.
Dalam masyarakat kafir manusia dididik terutama untuk bekerja, bukan dalam
rangka memahami diri sendiri atau hakikat kehidupan. Lembaga-lembaga pendidikan
kafir yaitu pabrik juga, namun apa yang dihasilkannya bukan sekedar barang,
melainkan manusia yang akan ikut andil dalam proses produksi, baik secara langsung
kerja di pabrik, secara tidak langsung mengatur pabrik-pabrik, atau dengan bekerja
pada salah satu sub-sistem yang terkait -yang menjamin agar setiap barang jadi dapat
dengan sukses diiklankan, disebarkan, dijual dan dibeli, Apakah seseorang itu
disiapkan untuk kerja di sektor layanan masyarakat dan pemerintahan, sektor swasta,
atau sektor jasa, yang pasti sistem pendidikan kafir menjamin bahwa setiap orang
telah diprogram untuk menilai dunia dengan kacamata biaya hidup, angka
pengangguran dan pendapatan per kapita nasional. Cara pandang ekonomi
semacam ini, dilestarikan oleh sistem media kafir yang sekongkol dengan sistem
pendidikan kafir.
Satu-satunya cara untuk mengikat dan memperbudak manusia dalam proses
produsen konsumen yaitu dengan membiarkan mereka dalam kejahilan. Untuk itu,
baik dari media massa maupun selama masa yang katanya pendidikan itu, khalayak
hanya diberi informasi yang dibatas, dan tidak diberikan ilmu sejati. Mereka
dikondisikan agar berhasrat pada secarik kertas atau pada kiat-kiat yang dapat
menghantarkan mereka kepada jabatan tertinggi dalam jenjang produsen-konsumen.
Jika pengkondisian ini gagal, maka sudah dapat dipastikan sistem hukum kafir akan
turun tangan mencekokkan -pada orang yang bermasalah itu -asas-asas proses
produsen konsumen dengan cara yang lebih keras. Lain halnya jika seseorang punya
pekerjaan dengan prestasi kerja baik, maka peradilan yang katanya adil itu akan
memperlakukannya dengan ramah. Ada pula mereka yang sudah kebal terhadap
proses pengkondisian pendidikan sehingga mereka menghabiskan sebagian besar
umurnya di penjara. Hasil akhirnya sama saja, yaitu seseorang yang dilumpuhkan
dengan perlembagaan.
Sebagian besar pengajar dalam sistem pendidikan kafir tidak punya ilmu sejati,
yaitu ilmu tentang Yang Sejati: Allah, dan andaikan mereka mempunyainya, tentu
mereka tidak akan membiarkan dirinya berperan dalam proses produsen-konsumen
-sebab proses itu baru nampak menggiurkan jika Allah, Hari Kiamat, Api dan Taman
dilupakan sama sekali. Apalagi sebab sebenarnya ilmu sejati itu gratis. Begitu
sebuah ilmu dikenakan bayaran anda boleh yakin bahwa anda hanya akan mendapat
informasi -yang sebagian besar tak berguna -sebanyak uang yang anda keluarkan.
Informasi yang berguna yaitu informasi yang menghantarkan anda pada ilmu sejati
-kebalikannya yaitu informasi yang tak berguna.
Mereka yang mempunyai ilmu sejati, tidak akan menetapkan bayaran untuk
menyampaikannya, mereka paham ilmu bukan miliknya -sebab ilmu yaitu hadiah
Allah yang hanya akan diberikan atas Kehendak Allah, kepada mereka yang
menghendakinya, bukan sebab mereka mampu membayarnya. Satu-satunya
pembayaran yang diperiukan untuk mendapatkan ilmu sejati yaitu dengan
menyembah Allah, takwa kepada Allah, dan bersangka baik pada Allah. Ilmu
sedemikian hanya akan datang dari Rahmat dan Kehendak Allah. Anda tak akan bisa
mendapat ilmu sejati dengan mencarinya, sebab ilmu sejati hanya bisa didapatkan
jika anda menghendakinya. Allah berfirman di dalam Qur'an, "Bertakwalah padaKu,
maka akan Kuberi ilmu," "Ingatlah Aku, maka Aku akan Mengingatmu" dan
"Mintalah kepadaKu pasti Kukabulkan." Allah Maha Kaya, dan tidak berhajat
kepada apa pun selainNya. Sedangkan segala sesuatu selainNya, bergantung
kepada Allah.
Allah yaitu Al-Alim (Yang Maha Mengetahui), Al-Khabir (Yang Maha
Mengetahui segala sesuatu yang menimpa kita), dan Al-Latif (Yang Maha Meliputi).
Allah memberikan ilmu kepada siapa saja yang la Ridhai, dan KaruniaNya maha luas.
Sistem produsen-konsumen kafir dirancang untuk mencegat anda menemukan ini.
Sistem universitas kafir yang kita kenal kini, yaitu puncak dari sistem
pengkondisian melalui pendidikan, dan merupakan bisnis yang besar. Universitas
menyempurnakan proses pengkondisian untuk para calon pengendali proses
produsen-konsumen -dan calon pengurus semua sistem-sistem lain yang menata,
menentukan dan menjaga kelestarian cara kerjanya seraya berusaha mengeduk
keuntungan yang sebesar-besarnya. Universitas juga menjamin bahwa para calon
pemimpin di negeri-negeri yang telah berhasil dijajah oleh para perintis proses
produsen-konsumen, dapat diprogram dengan baik untuk melanjutkan proses itu, dan
untuk melindungi kepentingan para tuan penjajah, bahkan lama setelah negeri-negeri
itu diberikan apa yang katanya kemerdekaan dan kebebasan dari penguasaan
tuan-tuan penjajah. Tipu muslihat di siang bolong ini, di mana para penjajah
seakan-akan telah menyerahkan kekuasaannya, padahal nyatanya masih
mempertahankannya, disebut neo-kolonialisme45.
Lima puluh tahun yang lalu, lembaga-lembaga universitas sangat langka. Yang
ada pun hanya memiliki sedikit siswa dan bertujuan utama mengembangkan ilmu
pengetahuan, walaupun telah diakui bahwa universitas-universitas itu didirikan
terutama untuk membina keturunan para elit penguasa, yang dipersiapkan untuk
mengambil-alih perusahaan atau kekuasaan keluarganya sebab ada yang meninggal,
sebab universitas-universitas baru bermunculan, pada awalnya mereka berusaha
untuk mempertahankan atau setidaknya berusaha meniru ciri-ciri dan maksud tujuan
45
Diambil dari neo-colonialism, yang artinya: "penjajahan model baru", alias penjajahan yang tidak
nampak sebagai penjajahan fisik, misalnya penjajahan melalui pendidikan, ekonomi, media, dan
"bantuan-bantuan", bahkan yang "kemanusiaan" pun, termasuk "pinjaman-pinjaman" yang biasanya
bersyarat dan mengekang.
universitas-universitas pendahulunya. Namun, hanya dalam jangka waktu sepuluh
tahun setelah perang dunia kafir kedua, terjadilah perubahan kebijaksanaan yang
mencolok. Jika dahulu universitas terutama bertujuan memperoleh pengetahuan
-suatu rencana yang mustahil tercapai oleh lembaga apa pun yang para pengajarnya
tidak punya sarana kepada bimbingan Kenabian yang utuh dan hidup -kini muncul
dua tujuan baru: Pertama, untuk tumbuh membesar secepat mungkin demi menjaring
sebanyak mungkin siswa pembayar iuran -walaupun harus mengorbankan hubungan
erat yang penuh makna antara guru dan muridnya -dan kedua, untuk menjerumuskan
lebih banyak manusia ke bidang-bidang "sains" sekaligus meremehkan
bidang-bidang "humaniora"46.
Tentu saja tujuan-tujuan ini didandani dengan peristilahan yang cocok,
contohnya: "setiap insan berhak atas pendidikan yang layak"; "demi kepentingan
ketahanan, keamanan dan kesejahteraan nasional, riset harus terus dilaksanakan".
Padahal, yang konon disebut pendidikan itu sebenarnya jauh dari layak, apalagi
metodologi yang digunakan biasanya memastikan bahwa apa yang hendak dicari
tidak akan ditemukan. Di universitas-universitas kafir, aneka riset sia-sia terus
digalang agar orang-orang sibuk dan untuk menciptakan peluang -bagi segelintir yang
beruntung -membangun ketenaran dan pendapatan besar dari nihil.
Apa yang menyebabkan perubahan kebijakan ini, yang jelas-jelas muncul
setelah perang dunia kedua, yaitu : Berakhirnya perebutan kekuasaan yang
berlangsung di balik layar selama dua abad lebih antara Gereja Trinitas Resmi
melawan para arsitek Tata Dunia Baru 47 ; yaitu mereka yang membangun dan
menyempurnakan asas-asas proses produsen-konsumen. Kini, bank lebih berkuasa
daripada gereja dan pakar keuangan lebih berpengaruh daripada uskup.
Kini kemajuan ilmiah telah memiliki berbagai bukti meyakinkan tentang hakikat
kehidupan, sehingga siapa pun yang berakal akan menyadari bahwa teologi Kristen,
yang berasas pada doktrin Trinitas yang rapuh itu -yang bukan saja tak pernah
diajarkan oleh Nabi 'Isa as, tapi juga baru selesai dirumuskan sekitar empat ratus
tahun setelah Nabi 'Isa digaibkan -tak lebih dari isapan jempol dan tak kurang dari
dusta. Sungguh menarik bahwa sedikit pengetahuan yang telah diperoleh para
ilmuwan melalui segala metode penelitiannya itu, ternyata dikukuhkan oleh al-Qur'an,
ini tidaklah mengherankan sebab al-Qur'an yaitu kamus kehidupan dari Sumber
segala ciptaan: Allah.
Bagaimanapun, biang keladi perebutan kekuasaan antara Kristen dan para
ilmuwan, bukanlah mengenai siapa yang lebih memahami hakikat kehidupan, tetapi
sebenarnya merupakan perebutan kekuasaan antara para penguasa wilayah dan
penduduk-penduduknya. Jadi, maksud sejati dibalik perubahan kebijakan pendidikan
yang baru itu, yaitu untuk memastikan pengkondisian yang seragam atas sebanyak
mungkin manusia. sebab khalayak hanya boleh menelan satu versi hakikat
kehidupan, dan satu versi cara hidup. Oleh sebab versi Kristen bisa "digugurkan
secara ilmiah", maka versi ilmiah semakin dipercaya dan diterima. Akibatnya cara
46
Terjemahan dari the Arts, yaitu bidang-bidang yang mencakup banyak dan ilmu-ilmu kemanusiaan,
biasa juga disebut sebagai "ilmu-ilmu sosial". Contohnya: bahasa, sejarah, studi kewanitaan,
kependudukan, sosial-politik, humas, dlsb. Hingga kini jurusan-jurusan "sosial" sering diremehkan
dibanding dengan jurusan-jurusan "sains dan teknologi".
47
the "New World Order", alias: novus ordo seclorum.
hidup pun mulai berubah. Gereja-gereja mulai sepi. Stadion-stadion olahraga mulai
ramai.
Walaupun banyak yang masih percaya pada Tuhan, mereka tidak punya sarana
-yaitu bimbingan Kenabian yang utuh dan hidup -guna menyelaraskan
kepercayaannya dengan "bukti-bukti" ilmiah yang kini disajikan pada mereka.
Sehingga walau versi ilmiah jelas tidak mutlak kebenarannya, versi ini tidak bisa
dibantah, dan walau dicoba untuk dibantah, maka sebuah kata sakti, yaitu "riset", bisa
dipakai tidak saja sebagai dalih bahwa apa pun yang belum diketahui sedang dalam
proses penemuan, dan bahwa "riset" tetap perlu digalang demi mencapai
penemuan-penemuan itu.
Atas dasar inilah versi ilmiah mengenai hakikat kehidupan -yang masih terjangkit
berbagai terkaan dan teori belaka -diterima secara luas di negara-negara High Tec
North. Para ilmuwan bisa menjawab semua pertanyaan yang sudah tak bisa lagi
dielakkan para Kristen dengan dalih "itu yaitu rahasia Tuhan", atau "itu tak penting
selama masih ada iman". Para Kristen tahu Tuhan ada, tapi tak bisa menerangkan
hakikat kehidupan, sedangkan para ilmuwan mempunyai secercah terkaan mengenai
hakikat kehidupan, namun mereka tak bisa mengaitkannya kepada Tuhan.
sebab versi ilmiah tentang hakikat kehidupan dan pendekatan ilmiah atas
kehidupan diterima secara luas, para pahlawan versi dan pendekatan ini akhirnya
menjadi penguasa sistem pendidikan. Penelitian yang mereka galakkan kebanyakan
diarahkan untuk pengembangan sistem produsen-konsumen. Pengembangan ini
bergantung pada adanya pengkondisian yang seragam atas sebanyak mungkin
manusia. Penguasaan atas masyarakat banyak hanya bisa dicapai bila
pengkondisian itu efektif dan meluas. Maka masyarakat perlu dirasuki dengan
gagasan bahwa makna kehidupan terdapat dalam memproduksi dan mengkonsumsi.
sebab jumlah mahasiswa melonjak luar biasa seusai perang dunia kedua, para
pengajar dan pemimpm universitas pun berganti. Angkatan lama telah pensiun atau
meninggal, dan digantikan oleh mereka yang mengabdi pada proses
produsen-konsumen dengan segala asas-asasnya, ataupun diganti oleh para
"pemikir bebas", yang tidak menyadari apa dan ke mana tujuan proses
produsen-konsumen itu. Adapun beberapa yang sadar dan keberatan dengan
perubahan cara pendekatan hidup itu -yang direkayasa dengan judul sistem
pendidikan -jika mereka ingin menyelamatkan jabatannya, ketenarannya, dan gajinya
di jenjang pendidikan, mereka tidak akan bisa bersikukuh menentangnya ataupun
terus-menerus melawan arus.
Tiada perubahan yang bisa dilakukan oleh siapa pun yang bercokol di dalam
sistem pendidikan, apalagi jika mereka keluar dari sistem, Jaringan sistem-sistem
yang terpadu membentuk sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, sangat efektif mendukung
sistem pendidikan, sehingga tak seorang pun bisa merubahnya hanya dengan
menentangnya. Memenggal satu atau dua kepala dari seekor raksasa berkepala
banyak tidak akan mematikannya. Tentu saja para penguasa sistem-sistem itu
menggalang perbedaan pendapat -selama masih dalam batasan-batasan mereka
-sebab akan lebih mudah menguasai khalayak yang terpecah-belah, sedangkan bagi
mereka yang tidak mudah puas dengan diadakannya perubahan-perubahan kecil
pada sistem -yang jelas tidak akan bisa menggoyah status quo -biasanya capek
sendiri dan andaikan mereka tetap berusaha merubah sistem itu sendirian, tentu tidak
akan efektif.
Tentu jika terlalu banyak orang mencoba mengubah sistem bersama-sama, dan
sepertinya bakal berhasil, mereka akan segera ditangani perangkat sistem hukum
kafir. Cukup dengan sebuah putusan hukum yang mencap mereka "gerombolan
terlarang", maka siapa pun yang bersikeras akan tamat di penjara. Sebagaimana
yang terjadi di Aljazair48, bendera "demokrasi" terus dikibarkan, tetapi sebab diketahui
dari hasil pemilu bahwa mayoritas rakyat memilih pemerintahan Muslim, maka rezim
militer sokongan Francis segera dilantik guna "melindungi minoritas" dan guna
menindas para Muslim yang hampir saja mengganggu mekanisme pengendalian
politik para "mantan penjajahnya".
sebab jumlah mahasiswa membengkak, maka diperlukan bangunan tempat
kuliah dan asrama mereka. Pembangunan atau pembelian gedung-gedung itu
menjadi sumber penghasilan yang baik bagi banyak orang, seraya semakin
mengukuhkan proses produsen-konsumen.
sebab sistem universitas membengkak, muncullah ciri-ciri khas lembaga kafir.
Sedikit demi sedikit sistem universitas, bersama seluruh sub-strata politeknik dan
aneka akademi yang tumbuh bersamanya, menjadi semakin tak manusiawi dan tak
bermakna. Kini, sistem universitas tak lebih dari sebuah mata-rantai produksi di dalam
pabrik sistem kafir, yaitu sistem Dajjal.
sebab hubungan antara dosen dan mahasiswa serta suasana akademis yang
sedemikian rupa, maka mustahil terjadi penyebaran ilmu sejati, walaupun para dosen
memilikinya. Dengan jumlah mahasiswa dan sistem pendidikan semacam itu, maka
satu-satunya transaksi yang bisa terjadi hanyalah penjejalan secara sistematis dan
mekanis dari begitu banyak informasi yang terkotak-kotak, yang sebagian besar
mutlak sia-sia. Semakin membeo seseorang, semakin dianggap pandailah ia.
Kearifan hanya menjadi kata hampa makna. Proses pengambil-alihan sistem
pendidikan -yang tidak saja terjadi pada sistem universitas tapi juga pada seluruh
sistem pendidikan lainnya yang menyiapkan calon-calon mahasiswa -telah sempurna,
dan terus berlaku hingga kini.
Walaupun kehidupan kampus digambarkan sebagai masa kebebasan dan
pencarian -bebas dari kekangan sekolah dan pingitan orang tua -sebenarnya banyak
peraturan dan pengaturan, kecuali dalam hal hubungan-hubungan yang bersifat
"pribadi" dan moral "pribadi". Para mahasiswa masa kini digalakkan untuk terjun
dalam politik kampus agar mereka tidak bisa ikut campur mengelola kampusnya -dan:
oh, celakalah bagi kelompok-kelompok mahasiswa Muslim yang nampak kelewat rapi
organisasinya -mereka hanya dipacu untuk belajar dan bermain agar dapat melepas
ketegangannya, sambil tetap menyerap pengkondisian. Pada akhirnya, setelah
sepatutnya dianugerahi secarik kertas ijazah -yang tidak ada hubungannya sama
sekali dengan ilmu menurut al-Qur'an -mereka memilih pekerjaan-pekerjaan yang
membanggakan dalam proses produsen-konsumen.
Sebagian besar siswa bahkan tak pernah tahu bahwa mereka sedang
dikondisikan, maupun apa maksud dan tujuannya, Segelintir yang tahu pun akan
48
Algeria. § --- Aljazair ( ر جزائ ال ) terletak di barat-laut Afrika dengan pantai sepanjang Laut Tengah di
sebelah utara, berbatasan dengan Tunisia di timur laut, Libya di timur, Niger di sebelah tenggara,
Mali dan Mauritania di barat laut, dan Maroko di barat. Nama Algeria berasal dari nama ibu kotanya
Aljir yang berarti kepulauan (al-jazā’ir, dalam bahasa Arab). Ini mungkin merujuk kepada 4 buah
pulau yang terletak berdekatan dengan Aljir. Algeria merupakan negara kedua terbesar di benua
Afrika. (dari wikipedia – localholic)
memilih untuk ikut arusnya saja atau drop out 49 . Di antara mereka yang drop out,
hanya sedikit yang bisa bangkit mengatasi kemeranaannya lalu menembus proses
pengkondisian kafir demi mencari ilmu sejati. Salah satu ciri sistem kafir, yaitu sistem
Dajjal, yaitu bahwa selagi anda tetap bercokol di dalamnya -selama proses
pengkondisian pikiran anda tetap berjalan terus baik melalui sistem pendidikan
maupun media -mustahillah merumuskan alternatif apa pun.
Pandangan yang kini berlaku -mengenai versi hakikat kehidupan -di seluruh
dunia, yang telah dicetuskan dan dipelihara oleh sistem pendidikan kafir dan sistem
media massa kafir, yaitu kufr. Hanyalah mereka yang tidak puas dengan pandangan
ini dan menolak sistemnya, yang akan mampu menerobos segala kesalah-pahaman
dan dusta-dusta yang menyelimutinya, dan melihat hakikat Islam yang sebenarnya.
Dan hanya merekalah yang berpeluang untuk mulai memahami dan mengikuti cara
hidup Nabi Muhammad saw yang selalu berdoa kepada Allah, 'Ajarkanlah hamba
untuk memandang segala sesuatu seperti apa adanya."
Selama lima puluh tahun terakhir, sistem rumah sakit kafir termasuk salah satu
bagian yang penting dalam proses produsen-konsumen. Sistem ini didirikan untuk
menjaga kesehatan masyarakat agar selalu siap bekerja. Padahal justru akibat cara
hidup masyarakat yang wajib berpijak pada tata-cara proses produsen-konsumen,
maka muncul berbagai penyakit. Sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, menciptakan
penyakit-penyakitnya sendiri, dengan demikian menciptakan kerja bagi mereka yang
bekerja di sistem rumah sakit.
Sistem rumah sakit dijalankan bak sebuah bisnis. Semua orang diupah untuk
pekerjaannya. Banyak sekali orang yang menggantungkan kelangsungan hidupnya
pada sakitnya orang lain dan dengan cara hidup yang mau tak mau muncul dan
berkembang akibat cara kerja negara produsen-konsumen modern, maka terjaminlah
pasokan orang sakit dalam jumlah yang sangat besar, cukup untuk menyibukkan dan
melestarikan bisnis sistem rumah sakit, sekaligus menjamin adanya pekerjaan yang
langgeng dan menguntungkan bagi begitu banyak bisnis terkait lainnya, yang
memasok peralatan dan obat-obatan ke rumah sakit-rumah sakit dan dokter-dokter.
Kemampuan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, untuk menciptakan
perkerjaan-pekerjaan tak perlu dan kegiatan tak bermakna di setiap lapis kehidupan,
yaitu sesuatu yang nyaris pantas dikagumi. Hal ini sangat berlawanan dengan
keadaan yang terdapat pada masyarakat pedesaan sederhana yang hidup sesuai
fitrah, ataupun pada masyarakat muslim yang hidup selaras. Tentunya dalam
masyarakat-masyarakat ini ada juga penyakit, sebab penyakit yaitu penjelmaan
dari ketidak-seimbangan, dan setiap orang terkadang kehilangan keseimbangannya,
namun yang penting, di sana, mereka yang sehat tidak sekedar merawat yang sakit,
tetapi juga tahu bagaimana caranya, dan tidak dibisniskan.
sebab kedua masyarakat itu selaras dengan kehidupan, dan sebab mereka
tahu makanan apa yang baik dan yang tak baik, dan sebab mereka mengamalkan
cara hidup berimbang, maka pasti di sana terdapat jauh lebih sedikit penyakit parah
dibanding dengan yang terdapat di masyarakat kafir, semua ini semata-mata sebab
di sana terdapat jauh lebih sedikit ketidakseimbangan. Jika hati kita tentram, maka tak
akan ada penyakit yang disebabkan kegelisahan, ketegangan syaraf atau stress. Jika
kita menyantap makanan yang benar, maka penyakit-penyakit yang berasal dari perut
-yaitu sumber aneka penyakit -tidak akan muncul. Seandainya manusia memahami
49
Putus sekolah
betul dan menerima keadaan seperti seharusnya, dan jika mereka mengetahui dari
mana asal dan ke mana tujuan mereka, maka mustahil mereka terseret ke ambang
gangguan jiwa.
Hidup ini sangat sederhana. Sekedar masalah keseimbangan.
Nabi Muhammad pernah menerima kiriman obat-obatan mahal dari Mesir.
Beliau mengembalikannya beserta sebuah pesan yang menyatakan bahwa cara
hidup beliau yaitu obat dan pengobatan yang terbaik. Begitu sempurnanya
keseimbangan hidup beliau, sehingga beliau hanya pernah menderita sakit sebab ada
yang berusaha meracuni makanan beliau atau berusaha menyihir beliau. Nabi
Muhammad saw bersabda bahwa bila hati baik maka seluruh tubuh akan baik, dan
bila hati rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh.
Hati yaitu pusat keberadaan seseorang. Hati yaitu alat untuk mengenali diri
dan mengenali Allah, dan barangsiapa mengenal dirinya akan mengenal Allah.
Semua tata cara hidup lahiriah yang diteladani oleh Nabi Muhammad saw, secara
batiniah akan bermanfaat bagi hati. Hati tidak akan tenteram kecuali dalam
peribadatan kepada Allah. Hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.
Satu-satunya cara untuk senantiasa dalam keadaan beribadat dan mengingat Allah,
yaitu dengan mengikuti cara hidup Nabi Muhammad saw.
Seperti halnya sistem pabrik dan sistem pendidikan kafir, sistem rumah sakit
kafir cenderung dijalankan bak mata-rantai produksi. sebab otomatisasi semakin
menjadi-jadi, maka rumah sakit menjadi semakin tidak manusiawi. sebab banyaknya
jumlah pasien yang harus ditangani, para dokter terpaksa tidak lagi dapat
berhubungan erat dengan para pasien. Memperlakukan pasien sebagai benda mati
lebih mudah dibanding memperlakukannya sebagai manusia. sebab hampir semua
pengurus rumah sakit yaitu buah pengkondisian universitas, tak urung sebagian
besar dari mereka tidak memiliki ilmu medis sejati.
Yang konon disebut sebagai pengobatan-pengobatan mereka hanyalah
penyembuhan sebatas kulit saja. Sebagaimana para profesor senang bermain
dengan gagasan-gagasan dan tebak-tebakan teori, para dokter pun beruji-coba
dengan obat-obatan. Akhirnya pasien menjadi kelinci percobaan, sebagai alat uji
terakhir setelah tak ada lagi yang dapat dipelajari dari berbagai uji coba pada
binatang. Padahal salah satu obat yang paling mujarab dari sistem rumah sakit yaitu
perawatan yang dilakukan dengan kasih sayang oleh para perawatnya.
sebab tidak memahami hakikat kehidupan, para dokter kerap kali terpaksa
beruji-coba. Kini, banyak mereka yang katanya dokter bahkan tidak tahu ilmu dasar
yang amat penting dalam praktek pengobatan: bahwa setiap materif tersusun dari
aneka korabinasi empat unsur, yaitu udara, api, tanah, dan air bahwa unsur-unsur
ini bersifat basah panas, kering panas, kering dingin dan basah dingin; bahwa
tubuh manusia mengandung empat jenis cairan, yaitu darah, empedu hitam, empedu
kuning, dan lendir; bahwa cairan-cairan itu bersifat basah panas, kering panas, kering
dingin dan basah dingin; setiap makanan mempunyai khasiat-khasiat pengobatan,
tergantung pada aneka takaran dan perpaduan unsur-unsurnya yang panas, kering,
dingin atau basah. Penyakit muncul sebab ada ketimpangan di antara cairan tubuh.
Ketimpangan ini dapat dibenahi dengan memakan makanan yang mengandung
sifat-sifat berlawanan dengan sifat-sifat penyakit, sembari berpantang dari makanan
yang bersifat serupa dengan penyakit. Para dokter "modern" sering menolak
pendekatan yang mereka cap "primitif" itu, mereka lebih suka mengandalkan
obat-obatan mutakhir abad ke dua puluh satu, walaupun berakibat keruntuhan sistem
kekebalan tubuh dan daya tahan alami pasien.
Para dokter kafir juga merendahkan Homeopathy, sebuah cara pengobatan
yang melengkapi cara-cara alami yang baru diuraikan di atas -namun dengan cara
memberikan unsur yang sesifat dengan penyakitnya -sekalipun mereka menerapkan
prinsip yang sama dalam penggunaan vaksin. Sedangkan metoda-metoda kuno
untuk melepaskan energi halus yang mengalir dalam tubuh, seperti akupunktur50 dan
shiatsu 51 , ditanggapi dengan curiga. Sikap para dokter kafir yang sedemikian,
hanyalah cermin kejahilan mereka.
Lucunya, untuk menjamin agar cara pandang pengobatan medis kafir meraja,
biasanya sistem hukum kafir melarang orang berpraktek sebagai dokter, kecuali jika
ia memiliki kualifikasi medis kafir dan sebuah gelar yang melekat pada namanya.
Memang masyarakat awam perlu dilindungi dari dukun dan tukang obat palsu, namun
banyak juga kejadian di mana ada dokter-dokter yang menguasai ilmu pengobatan
alami, dicemarkan sebagai "penipu" hanya gara-gara tidak manut pada rumusan kafir
-contohnya, seperti di zaman British Raj52, walaupun seorang India fasih berbahasa
Arab, Parsi, Urdu, bahkan hafal seluruh isi al-Qur'an (termasuk baca-tulisnya), tetapi
tidak bisa membaca dan menulis huruf latin, maka ia akan tetap digolongkan sebagai
orang yang "buta huruf "!
Itulah ciri khas seluruh sistem kafir, yaitu sistem Dajjal. Setiap pandangan dan
tindakan yang tidak manut pada rumusan kafir, dilumpuhkan dan dipangkas
pengaruhnya, dengan cap "terlarang", sebelum sempat menjadi efektif. Bila suatu
tindakan atau pendekatan pada kehidupan telah dicap melanggar hukum, maka
seluruh kekuatan sistem hukum kafir digunakan untuk melumatnya. Akibatnya, sistem
kafir, yaitu sistem Dajjal, menjamin bahwa bila anda tidak setuju, anda bisa mengkritik
namun anda tidak bisa berbuat apa-apa.
Jika kita mengupas praktek perbedahan, maka tak diragukan lagi bahwa akibat
kemajuan teknologi mutakhir, ditambah penemuan-penemuan selama perang dunia
kedua sebab pasokan pasien meluap, terjadi banyak hal yang menakjubkan, banyak
yang hidupnya terselamatkan (untuk sementara), diperbaiki maupun ditingkatkan.
Pada sisi lainnya, di rumah sakit modern, banyak pembedahan yang tak perlu,
sedangkan pembedahan-pembedahan yang nampaknya perlu pun, dilakukan demi
menangani penyakit-penyakit yang sebenarnya disebabkan cara hidup masyarakat
kafir. Seandainya para pasien hidup berimbang, tentu mereka tak akan terjangkit
penyakit yang menggiring mereka ke kamar bedah. Seandainya teknik-teknik bedah
tidak perlu dilatih dan disempurnakan, tentu banyak pembedahan yang tak perlu
terjadi. Seandainya kebebasan seks tak menjadi adat istiadat, tentu tak perlu terjadi
beribu-ribu aborsi per tahunnya. Seandainya kejahilan pada apa yang ada dibalik
50
Akupunktur yaitu teknik memasukkan atau memanipulasi jarum ke dalam "titik akupunktur" tubuh.
Akupunktur sendiri sudah dimasukkan dalam pendidikan kedokteran di indonesia sejak tahun 1966
dengan didirikannya Departemen Akupunktur FKUI/RSCM, tahun 1978 berdiri Perkumpulan Dokter
Akupunktur Indonesia (PDAI), dan menjadi anggota Majelis Dokter Ahli (MDA) Ikatan Dokter
Indonesia. (Majalah Farmacia Edisi November 2006, Hal 36 – localholic)
51
Shiatsu (指圧 berasal dari bahasa Jepang yaitu shi, yang artinya jari, dan atsu, yaitu tekanan)
merupakan terapi tradisional memakai tangan yang berasal di Jepang. (wikipedia -localholic)
Akupuntur dan shiatsu berawal dari negara china dan jepang sejak ratusan tahun lalu, yang sebagian
besar negeri itu non-muslim / kafir. Menurut saya pernyataan penulis bertolak belakang. (localholic)
52
Yaitu "Kerajaan Inggris" ala India, ini terjadi pada jaman penjajahan Inggris di India.
kematian tidak terlalu merebak, tentu banyak pasien manula yang akan memilih
kematian alami -yang sesuai rentang-hidupnya -daripada dijerumuskan kepada
operasi besar -hanya untuk secuil umur tambahan -yang setelahnya pun mereka tidak
akan pernah kembali sehat seperti sedia kala.
Di ajang pembedahan, lagi-lagi banyak manusia yang menjadi kelinci
percobaan. Mari kita lihat apa akibatnya pada orang ini. Akan berhasilkah teknik baru
ini? Salah satu keterangan hadits tentang Dajjal, menyatakan bahwa Dajjal akan
membelah manusia jadi dua, hingga tampaknya mati, kemudian Dajjal
menyatukannya kembali, hingga dia tampaknya hidup dan sehat. Gambaran ini cocok
jitu dengan kejadian di dalam kebanyakan kamar bedah, juga sesuai dengan
beberapa penyakit jiwa seperti schizophrenia53, sebuah hasil karya cara hidup kafir.
Bagaimanapun juga, tak diragukan lagi, bahwa banyak pakar bedah -beserta
para ahli bius dan para asisten bedahnya -yang melaksanakan berbagai pembedahan
bermanfaat, dan bahwa banyak juga dokter yang berhasil menyembuhkan banyak
pasien, dan semua itu dicapai sembari mendapatkan banyak penemuan
menakjubkan. Memang perlu ditekankan bahwa di segala sistem yang saling
berkaitan membentuk sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, banyak orang baik yang
berbuat kebaikan, dan kritikan apa pun pada sistem ini , jangan disalah-artikan
sebagai kritikan kepada orang-orang itu, Hidup yaitu proses belajar, dan siapa saja
yang mencari ilmu akan menemukannya di mana saja. Bahkan isteri Fir'aun yang
bernama Asiya yaitu orang yang beriman.
Kejahilan yang kerap dipertunjukkan oleh sikap profesi medis kafir dalam
pengobatan penyakit jasmani, hanya bisa disetarakan oleh kejahilan kebanyakan
psikiater dalam usaha pengobatan penyakit jiwa. sebab mereka tak paham hakikat
kehidupan, maka mereka pun tak paham hakikat manusia. Akibatnya mereka juga tak
tahu cara mengobati penyakit jiwa. Mereka tak punya ilmu yang lengkap. Mereka tak
tahu bagaimana awal semesta dan isinya, juga tak tahu bagaimana akhir semesta
dan isinya, juga tak tahu bagaimana kejadian-kejadian yang berlangsung diantara
awal dan akhir itu. sebab cara pandang mereka telah terpatok, bertentangan dengan
kenyataan yang dinamis, akibatnya mereka mempunyai gagasan terpatok tentang
apa yang "normal", dan siapa pun yang tak cocok dengan patokan itu akan dianggap
"abnormal", dan selayaknya didera secara fisik atau psikis untuk menggiringnya
masuk ke dalam kerangka patokan ini . sebab sepandai apa pun, mereka
hanya tahu sebagian dari cara kerja kejiwaan manusia, maka mereka mandek pada
penggunaan cara-cara biadab untuk menenangkan dan melumpuhkan otak, apakah
dengan obat-obat penenang maupun pembiusan kelas berat, bahkan dengan
penyetruman, bedah otak, ataupun serbuan tembakan laser.
Para psikiater kafir terbukti memusatkan perhatiannya pada pikiran, yaitu pada
isi kepala, ini menunjukan bahwa mereka telah betul-betul salah sasaran, sebab
seharusnya hati-lah yang diperhatikan. Membaca Qur'an sudah memadai untuk
menenangkan hati dan pikiran, dan cara ini membuat semua teknik psikolog kafir
kadaluwarsa. Kenapa banyak orang di masyarakat kafir masa kini menderita aneka
tingkat dan jenis kegilaan? sebab mereka mencoba memahami hakikat kehidupan
dengan kepala mereka, padahal hanya hati yang mampu mencapai kepahaman
ini . Ada yang mengumpamakan hati bagaikan matahari dan kepala bagaikan
bulan. Bulan tidak bisa bersinar, cahaya bulan yaitu pantulan dari sinar matahari.
53
Penyakit ataupun gangguan jiwa yang biasanya ditandai dengan "kepribadian ganda",
Jadi, bila hati sudah diterangi dengan mengingat Allah, barulah akal menjadi terang,
bukan sebaliknya.
Nampaknya kesalahan terbesar yang dibuat oleh psikolog kafir, yaitu
pengakuan pada adanya illusory self 54, yaitu diri khayalan. Mereka membenarkan
apa yang kita pikir sebagai kita, atau pada apa yang kita pikir orang lain menganggap
kita. Bagi mereka yang memiliki ilmu sejati, diri khayalan ini tidak ada. Diri khayalan
hanya akan seolah-olah ada, bila ia diberi kenyataan yang dikhayalkan, sebab apa
pun yang anda khayalkan, merupakan kenyataan bagi anda. Bila anda berhenti untuk
mengkhayalkan segalanya, kehidupan tidak ikut berhenti, melainkan anda akan
melihat kehidupan senyata-nyatanya, Sesung-guhnya, kemana pun anda
menghadap, ada Yang Ada. Kemana pun anda melihat, di sana ada Wajah Allah.
Tidak ada kenyataan -hanya ada Kenyataan.
Jadi, diri khayalan tidak lain hanyalah suatu pembulatan dari peristiwa-peristiwa
yang menghalangi cahaya hakikat diri, yaitu cahaya Allah. Para psikolog kafir,
membenarkan pembulatan peristiwa-peristiwa dan bukan pada cahaya yang
dihalanginya. sebab inilah mereka kafir: perilaku mereka menyelubungi hakikat
kebenaran. sebab mereka membenarkan yang tidak nyata, sebaliknya tidak mau
membenarkan Yang Nyata, Allah, maka dalam setiap pengobatan yang
diusahakannya para psikiater kafir tidak akan pernah mencapai keberhasilan sejati,
sebab apa pun yang mereka lakukan pasti tak mengacu pada hakikat kehidupan
sehingga tak akan selaras dengannya. Yang konon disebut "penyembuhan" oleh
psikolog kafir sama saja dengan ketimpangan di atas ketimpangan, kegelapan di atas
kegelapan, "kenormalan" lahiriah memalsukan kegilaan dalam batin.
Seorang dokter mu'min -dan istilah ini bukan berarti muslim yang telah ditempa
dan menyepakati pengkondisian sistem pendidikan kafir di bidang medis -sejati
paham bahwa diri khayalan ini harus dilucuti dahulu agar diri sejati muncul. Ini
dicapai dengan penyucian hati, yaitu pusat jati diri anda. Penyucian itu dicapai dengan
mengingat Allah, Perubahan hati hanya terjadi dengan Rahmat Allah. Penyucian dan
perubahan dalam hati hanya terjadi bila ada penyucian dan perubahan lahiriah, yaitu
pada cara hidup anda.
Satu-satunya cara hidup yang memungkinkan penyucian lahir-batin bagi
seseorang yang mengamalkannya, yaitu dengan mengikuti pola hidup Nabi
Muhammad saw. Melalui cara hidup inilah hati menjadi bersih, dan dengan demikian
seseorang akan mengenal dirinya dan Rabbnya, dan sebenarnya kedua pengenalan
ini sama. Dalam Kenyataan, yang Mengetahui, yang Diketahui dan Pengetahuan
yaitu Satu. Untuk mendapatkan ilmu ini, kita perlu berhenti berpikir sama sekali
-artinya, barang siapa yang punya ilmu ini tidak akan bisa diperangkap oleh proses
pengkondisian pendidikan dan media massa, sebab , pengkondisian itu hanya akan
berhasil jika proses berpikir anda dipikat, dibelenggu dan diprogram.
Definisi-definisi para psikolog kafir mengenai apa yang "normal" tidak
mempunyai kebenaran yang mendalam, semuanya semrawut. Puncak kewarasan
yaitu mengukuhkan keberadaan Allah, dan ini diejawantahkan oleh mereka yang
mengikuti gaya hidup Kenabian. Gaya hidup ini diejawantahkan oleh cara hidup
Muhammad saw, Nabi yang pertama dan yang terakhir. Cara hidup beliau yaitu
54
"Alam bawah sadar", maksudnya: ada diri yang nyata tetapi ada yang "terpendam", konon, katanya,
dua-duanya mempunyai "kepribadian" dan "pikiran" masing-masing
bukti. Siapa yang mengikutinya akan mendapatkan ilmu sejati dan dengan demikian
mencapai kesehatan jasmani, ketenangan hati dan kesejahteraan.
Ketiadaan obat bagi penyakit-penyakit fisik maupun psikis -yang disebabkan
oleh proses produsen-konsumen dan gaya hidupnya -yaitu bukti kejahilan para
pemuka profesi medis kafir masa kini. Mereka lebih memperhatikan penyakit-penyakit
yang telah menjelma, bukan pada akar penyebabnya. Dari suatu sudut pandang,
hidup ini seperti persamaan kimia: Campuran tertentu dalam keadaan tertentu akan
mendatangkan hasil tertentu: Jika anda mengikuti gaya hidup kafir maka anda berada
dalam kerusuhan, dan berakhir di Api. Jika anda mengikuti jalan hidup para Nabi
maka anda dalam kedamaian, dan berakhir di Taman. Qur'an yaitu satu-satunya
kitab di muka bumi yang mengandung segala persamaan. Al-Qur'an yaitu kamus
kehidupan, di dalamnya ada petunjuk untuk menghadapi segala situasi. Nabi
Muhammad saw bersabda bahwa di Qur'an ada obat, maka gunakanlah yang
diperlukan.
Seseorang yang di hatinya tidak ada Qur'an, bagaikan bangunan runtuh,
bagaikan mayat dalam kubur. sebab para dokter kafir tidak punya sarana kepada
Qur'an -dan tentu akan menolak bila ditawari pun -maka mereka terus berpijak pada
uji coba, yang mereka katakan sebagai proses evolusi dan kemajuan. Mereka tidak
sadar bahwa sebagian besar dasar-dasar kedokteran modern dijiplak dari para
Muslim, yang mendapatkan ilmunya dari Allah dan dari pengamalan kandungan
Qur'an. Bisa saja para dokter kafir secara tak sengaja menemukan beberapa hal yang
telah ada di Qur'an, namun mereka hanya akan mendapatkan ilmu yang terbatas
darinya, sebab mereka sendiri tidak mengamalkan Qur'an. Mereka tidak memiliki ilmu
yang terpadu. Anda hanya akan mampu memahami Qur'an dengan
mengejawantahkan isi Qur'an. Bisa saja anda memakai obat yang tepat tanpa paham
mengapa dan bagaimana cara kerjanya, namun tentu ini tidak bijaksana.
Sebagaimana sistem pabrik dan sistem pendidikan kafir, sistem medis kafir
dijalankan bak sebuah bisnis. Sistem medis kafir tak begitu peduli pada
penyem-buhan dan apa yang bermanfaat atau tidak. Bahkan merupakan sebuah
bisnis besar bagi perusahaan-perusahaan farmasi yang memasok obat-obatan dan
peralatannya, seraya memelihara beribu-ribu pekerja yang dikaryakan untuk
menambal para pasien, agar mereka pun bisa dikaryakan. Kini, kita lebih sering
mendengar mahasiswa kedokteran berbicara mengenai gaji-gaji besar yang mereka
cita-citakan -apabila telah lulus ujian dan mendapat secarik kertas -dibanding dengan
berbicara mengenai cita-cita mereka untuk menyembuhkan banyak manusia, atau
berbicara mengenai bagaimana cara mencapai penyembuhan ini .
Sistem medis kafir yaitu bagian yang tak terpisahkan dari proses
produsen-konsumen kafir. Sistem itu menjanjikan ganjaran besar bagi mereka yang
memenuhi semua persyaratannya. Sistem ini punya peran penting dalam manajemen
sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, dan sebab sistem ini berkaitan erat dengan sistem
pendidikan kafir dan sistera hukum kafir, maka para pemukanya punya pengaruh
yang kuat di sebuah negara kafir. Padahal seratus tahun yang lalu, sistem medis yang
sedemikian belum ada. Maka sempurnalah pengambil-alihan dalam waktu yang
sesingkat itu.
Sistem yang membuat sistem pabrik, sistem pendidikan dan sistem medis kafir
dapat dipertahankan, dan yang mengatur jalannya semua sistem-sitem kafir, yaitu
sistem Dajjal, yaitu sistem hukum kafir. Sistem inilah yang memungkinkan terjadinya
keterkaitan di antara semua sub-sistem. Jadi sebagai keseluruhan, sistem hukum
kafir yaitu jantungnya sistem kafir, yaitu sistem Dajjal.
Sistem hukum kafir merumuskan kerangka semua sistem-sistem di negara kafir,
mengatur yang boleh dan tak boleh dilakukan, dan memastikan bahwa alternatif apa
pun selain sistem-sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, dapat dilumpuhkan dengan dicap
ilegal atau dengan pembatasan ketat. Sistem hukum kafir juga mendikte perilaku apa
yang diperbolehkan bagi manusia yang berada di negera kafir, dan dengan demikian
menjamin pengendalian dan pengawasan yang ketat atas mayoritas masyarakat di
negara itu. Siapa pun yang mengabaikan atau melawan sistem hukum ini, sekejap
mata akan menemui dirinya berada di bui. Sebenarnya, sistem hukum kafir diterapkan
agar menjamin proses produsen-konsumen berjalan semulus mungkin.
Dengan segala keadaan yang sedemikian, maka tak terhindarkan lagi akan
tegak police state, yaitu sebuah masyarakat yang terpecah-belah, di mana sebagian
masyarakat memangsa sebagian lainnya. Angkatan kepolisian kafir diberi kekuasaan
besar dan kebebasan bertindak. Pada dasarnya, demi hukum anggotanya boleh
melakukan tindakan yang bagi orang lain merupakan pelanggaran hukum. Dan untuk
melakukan itu mereka dibayar banyak, walaupun para pembayar pajak yang
menyediakan uangnya -yang kadang dilindungi dan kadang ditindas polisi -tidak
selalu ingin membayar pajaknya, dan tidak selalu setuju dengan keberadaan
kepolisian. Dalih yang biasa digunakan untuk mempertahankannya yaitu bahwa bila
tidak ada kepolisian maka kekacauan akan merebak. Sanggahannya yaitu ,
memang akan terjadi kekacauan di antara mereka yang kafir, tetapi tidak akan terjadi
di antara mereka yang muslim.
Jalan Islam berarti bahwa mereka yang mengamalkannya tak perlu kepolisian,
sebab setiap orang menjadi polisi atas dirinya masing-masing. Daripada mem-polisi-i
orang lain, muslim mengawasi amal-amalnya sendiri, sebab ia paham bahwa ia
harus bertanggungjawab di hadapan Allah. Lagi pula, hakikat masyarakat muslim itu
sedemikian rupa sehingga akar-akar dan sebab-sebab kejahatan yang dibiarkan
subur di masyarakat kafir, di masyarakat muslim sama sekali tak punya lahan untuk
tumbuh.
Bagai di bidang pengobatan kafir, pun di bidang hukum kafir, aneka penyakit
yang memberi sistem hukum pekerjaan, yaitu akibat langsung dari pelaksanaan
sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, dan akibat langsung dari gaya hidup yang ditanamkan
kepada khalayak yang bekerja di sistem itu. Sistem kafir, yaitu sistem Dajjal,
menciptakan aneka pola kesibukan yang tak berguna, agar orang senantiasa
disibukkan, seraya menghasilkan uang dari semua itu. Tentu ada juga polisi yang
suka menolong, tapi bukankah siapa saja yang mempunyai sifat penolong pun suka
menolong?
Mirip -atau lebih tepatnya seiring -dengan sistem medis kafir, para pakar sistem
hukum kafir pun, sebelum mereka diijinkan bekerja, diharuskan menempuh proses
pendidikan dan pengkondisian yang amat ketat Tetapi sebenarnya ini yaitu proses
penyaringan, siapa pun yang membahayakan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal,
dicegah agar tidak terlalu banyak tahu cara-cara kerjanya, atau disingkirkan. Hanya
mereka yang mendukung dan menguatkan sistemlah, yang akan diperbolehkan
memenuhi persyaratan kerja dan memperoleh jabatan yang tinggi dalam sistem itu,
Sebagaimana sistem pendidikan kafir dan sistem medis kafir, nyatalah bahwa
pada sistem hukum kafir pun telah terjadi pergantian pengurus. Ini khususnya
dibuktikan oleh kenyataan bahwa walaupun nama Tuhan disebut-sebut setiap waktu
sesuai tradisi peradilan -biasanya tepat sebelum seseorang memberi kesaksian
-tetapi kebanyakan penyelenggara peradilan malah jelas-jelas tidak takut pada Tuhan
atau bahkan tak percaya padaNya. Dan seandainya mereka bertakwa, tentu tindakan
mereka akan jauh berbeda dengan apa yang mereka lakukan kini. Yang menggelikan,
tata cara sidang pengadilan yaitu tiru-tiruan Hari Akhir; di mana seseorang yang
sedang menjadi hakim (dan memutuskan nasib terdakwa), sering berperan sebagai
Tuhan -sambil silap pada kenyataan bahwa nanti akan tiba gilirannya menjadi
terdakwa guna mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya di hadapan Allah.
Mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi pada sistem hukum selama
seratus tahun terakhir ini, jelaslah bahwa pengambil-alihan telah terjadi dan masih
terus terjadi. Seratus tahun yang lalu, undang-undang yang berlaku di sebagian besar
negara-negara kafir berpijak pada sisa-sisa ajaran Nabi 'Isa as, pada akal sehat dan
pada kaidah umum, kini, tanpa rasa malu sedikit pun, undang-undang senantiasa
dirancang untuk sedapat mungkin mengendalikan dan memanipulasi, Katanya
undang-undang ditetapkan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, nyatanya
dipakai untuk menjaga agar mayoritas penduduk tidak lolos dari jeratan proses
produsen konsumen. Maka doktrin racun bersalut madu, yaitu doktrin evolusi, lagi-lagi
dikibarkan untuk merayu orang bahwa sistem hukum sedang berkembang semakin
baik, siasat ini akan terus dikibarkan -hingga terperosok masuk ke liang jebakannya
sendiri. .
Bagai para pakar medis kafir, para pakar hukum kafir pun tidak memahami
hakikat kenyataan, Mereka mengakui yang tidak nyata dan menafikan Yang Nyata,
Allah. Akibatnya mereka tak tahu cara menghadapi kenyataan. Semua upaya
rekayasa sosial yang mereka lakukan berpijak pada tebak-tebakan dan teori-teori
yang selalu berubah-ubah. Mereka tak punya kepastian. Sehingga apa yang
dianggap sebagai tujuan oleh kebanyakan undang-undang mereka, tak akan pernah
tercapai. Sebagai contoh, pengembangan undang-undang yang dirancang untuk
menegakkan HAM 55 , diiringi pula oleh dahsyatnya peningkatan degradasi dan
penindasan manusia di segenap penjuru dunia, yang disebabkan oleh pemaksaan
penerapan hukum yang dirumuskan oleh para penyusun undang-undang HAM itu
sendiri. Sesungguhnya, undang-undang HAM diproklamirkan demi meyakinkan
khalayak bahwa mereka memiliki sistem hukum yang adil, bukan untuk benar-benar
menegakkan masyarakat yang adil.
Satu-satunya obat untuk pemilah-milahan sosial yang merebak di mana-mana
-yang diperburuk oleh cara kerja sistem hukum kafir yang sesumbar sedang
mengobatinya -hanyalah Islam.
Salah satu akibat dari penjajahan kafir yaitu tertanamnya sistem kafir, yaitu
sistem Dajjal -terutama sistem hukumnya -di semua negeri yang dahulunya
memakai Qur'an dan Sunnah sebagai dasar-dasar pengaturannya. Berarti sebab
artikel ini ditulis, tak ada satu pun negara di dunia kini yang bebas dari sistem kafir,
yaitu sistem Dajjal.
Dan apabila kita lihat sejarah manusia yang terkandung di dalam al-Qur'an
-bukan sejarah manusia versi kafir yang kini banyak digemari -jelaslah bahwa setiap
kaum, negeri, maupun kumpulan negeri-negeri yang mengikuti bimbingan Kenabian
selalu sejahtera, sedangkan yang mencampakkannya selalu menderita.
55
Hak Asasi Manusia
Studi sejarah Qur'ani juga memperlihatkan dengan jelas bahwa dari waktu ke
waktu, pada setiap masyarakat terjadi fluktuasi antara iman dan kufr. Ada masa di
mana mayoritas kafir, dan ada masa di mana mayoritas mu'min, dan ada masa-masa
peralihan di antara keduanya. Pola kejadian ini sesuai dengan hakikat kehidupan
alami, yang merupakan ajang saling pengaruh mempengaruhi berbagai kutub yang
semuanya bersumber dari Allah.
sebab segala sesuatu terletak langsung pada kebalikannya, den sebab telah
berabad-abad mayoritas manusia di dunia barat meninggalkan bimbingan Kenabian
yang murni, maka kebangkitan Islam di barat bukan saja obat untuk negara-negara
kafir High Tec North yang sakit itu, tapi juga sama sekali tak bisa dihindari lagi. Allah
berfirman di Qur'an, bahwa KetetapanNya tak dapat diubah. Hanya Allah-lah yang
Mengetahui masa depan, tetapi sebab masyarakat di negara-negara kafir High Tec
North mencapai keruntuhan totalnya, Insya Allah56 pengamalan Islam akan tumbuh
dan berkembang di antara puing-puingnya.
Di segenap penjuru dunia, dalam limapuluh tahun terakhir ini, kita saksikan
betapa hebatnya pengembang-biakan berbagai undang-undang mutakhir, dan betapa
hebatnya pelipatgandaan berbagai peraturan, yang semuanya dibuat dan disahkan
oleh pihak yang diberi wewenang oleh undang-undang dan peraturan-peraturan itu.
Sepanjang sejarah kemanusiaan, baru pada masa inilah manusia sedemikian diatur.
Seseorang akan dijatuhi hukuman walau sekecil apa pun penyimpangannya dari
ketentuan yang berlaku, walaupun dalam peristiwa itu tidak ada pihak yang terluka,
benda yang rusak maupun dibahayakan dalam bentuk apa pun. Dengan doktrin strict
liability57 berarti seseorang tetap bisa didakwa atas suatu pelanggaran walau tidak
ada tuntutan padanya, bahkan walaupun yang dilakukan terdakwa yaitu yang
terbaik dan sesuai akal sehat.
Semakin banyak undang-undang di sebuah negeri, semakin banyak pula para
"pelanggar"nya. Semakin banyak pelanggar berarti semakin banyak pula bisnis bagi
mereka yang mengatur sistem hukum, maka semakin makmurlah mereka. Setiap
pelanggar wajib menjalani proses hukum dan dihukum, walaupun nyatanya mereka
sudah mengganti atau memperbaiki kecelakaan atau kerusakan yang terjadi. Ini
menunjukan bahwa undang-undang kafir tidak digunakan demi memelihara
keseimbangan, tapi telah dijadikan dewa -yang apabila diganggu kontan membalas.
Sistem hukum kafir tidak diterapkan demi terwujudnya keselarasan sosial, melainkan
untuk melestarikan ketimpangan sosial melalui pemaksaan dan penindasan. Sistem
hukum kafir hanya menguntungkan orang-orang yang menguasai sistem kafir, yaitu
sistem Dajjal, dan digunakan untuk menguasai dan memperdaya masyarakat yang
diperbudak sistem itu.
Banyak undang-undang yang berlaku kini, bangkit dari situasi dan masyarakat
yang tidak memiliki rasa saling percaya di antara mereka. Yaitu sebab kebanyakan
56
Insya Allah: dengan Ijin Allah, atas Kehendak Allah
57
Strict liability: kewajiban yang kaku. Maksudnya: doktrin atau asas yang menyatakan bahwa
pelanggaran jenis apa pun bisa dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku, walaupun
Peraturan ini dibuat untuk mencegah keadaan tertentu dan ternyata pelanggaran ini tidak
mendatangkan keadaan yang hendak dicegah. Contoh: di kawasan tertib lalu-lintas, pejalan kaki
yang menyeberangi jalan tidak pada tempatnya tetap akan dikenakan sanksi hukum atau denda,
walaupun pejalan kaki itu menyeberangi jalan pada malam hari di mana tidak ada lalu-lintas sama
sekali, yang peraturan itu dibuat agar pejalan kaki terlindung dari kecelakaan. Keadaan ini biasa juga
disebut pemberlakuan hukum yang kaku, atau peraturan kaku.
manusia telah keras hati dan bengis, dibanding menolong sesama, mereka lebih suka
mengambil untung dari orang lain. Di Qur'an, manusia macam ini disebut mutafafifin2
atau "si licik", mereka menuntut takaran sempurna dari orang lain tapi mencurangi
takaran bagi orang lain. Undang-undang telah dibuat untuk mematikan langkah
mereka, tapi begitu peraturan baru ditetapkan, secepat itu pula si licik menemukan
cara baru untuk berkelit, dan ini berarti undang-undang perlu ditambah lagi dan lagi
untuk menutup lubang-lubang kelicikan yang terus muncul.
sebab biasanya si pembuat hukum dan si licik itu pihak yang sama, tak heran
bila selalu terdapat lubang-lubang yang sengaja dibiarkan terbuka, khusus bagi
segelintir yang beruntung. Contohnya, walaupun saat menyumpah para saksi
pengadilan menitahkan penggunaan Bibel atau Qur'an, yang keduanya
mengharamkan riba, nyatanya pengadilan itu pulalah yang mengesahkan,
menjunjung dan bahkan terkadang memaksakan penerapan riba.
Kehidupan menjadi lebih rumit dengan ditambahkannya doktrin judicial
precedent58 yang menyatakan bahwa: semua keputusan peradilan lampau, wajib
dijadikan landasan bagi para hakim sebab hendak memutuskan perkara yang
kasusnya mirip. Dengan demikian, para hakim terkadang harus mengambil keputusan
yang sama sekali tidak adil, hanya sebab sebuah kasus yang telah diputuskan
beberapa tahun yang lalu -sebab kehidupan dan perilaku jauh berbeda. Padahal,
dalam kehidupan ini tak pernah ada keadaan yang bemlang secara persis, dan semua
keputusan peradilan tidak selalu terbebas dari subyek-tifitas hakim-hakimnya.
Satu-satunya cara mengakali doktrin ini yaitu dengan berusaha
"membedakan" kasus-kasus yang tadinya harus diputuskan berlandas kasus lampau,
dengan memakai sirkus kata-kata dan dusta-dusta cerdik cendekia -dan hasil
dari semua itu akan menghasilkan keputusan yang juga "berbeda" yang pada
akhirnya akan memperhebat kebingungan dan ketidakpastian, bila di masa depan
harus diterapkan pada kasus lain yang mirip.
Hasil dari semua undang-undang, aturan-aturan dan semua putusan-putusan
lampau (yang biasanya dibuat dengan undang-undang yang berbeda dengan yang
kini berlaku), yaitu terciptanya suatu jaringan rumit berbelit tentang apa yang "boleh"
dan apa yang "tak boleh", yang semuanya terus berubah dan diubah, hingga yang
bisa mengenali peta-nya hanyalah pakar hukum yang telah mengorbankan seluruh
umurnya di dalam teka-teki ini . Dan kini tentunya teka-teki itu sudah sedemikian
besarnya, hingga wajib diperlukan spesialisasi di setiap bagiannya, dan kalaupun
tercapai, saat mana semua informasi teka-teki itu bisa dimasukkan ke dalam pita-pita
magnet ataupun piringan-piringan optik, maka tibalah masanya kita diadili oleh "para"
komputer. Kerumitan inilah -yang semakin diperkusut oleh kosa kata spesialis dan
aneka prosedur berbelit yang menjamin bahwa para pakar hukum bakal selalu
dibutuhkan, hingga mereka pun bisa memasang tarif yang tinggi atas setiap nasihat
dan layanan mereka, baik di dalam maupun di luar sidang.
Keadaan ini yaitu kebalikan sempurna dari apa yang ada di masyarakat
muslim, Masyarakat muslim tidak memerlukan sistem hukum. Semuanya sudah
tercakup di dalam al-Qur'an dan hadits. Qur'an tidak perlu perubahan sebab sudah
mengandung bimbingan atas apa pun yang hams dilakukan manusia pada segala
keadaan yang mungkin terjadi. Qur'an sudah mengandung hukum paripurna yang
dicari-cari para perumus hukum yang tulus selama beratus-ratus tahun, sebab
58
Judicial precedent, contoh kasus, teladan peradilan, preseden hukum.
aturan-aturan Qur'an dan hadits dalam hal kemasyarakatan dan muamalah 59
manusia amat sederhana, maka aturan-aturan itu tidak memerlukan adanya spesialis
elit yang menobatkan dirinya sebagai penafsirnya, atau sebagai penegaknya atas
orang lain. Warga masyarakat muslim sejati mengikuti isi Qur'an dan hadits, sebab
memang mereka tidak mau mengikuti yang lain. Maka, berbekal ketakwaan pada
Allah dan Hari Akhir, dan dengan mengikuti pola hidup Nabi Muhammad saw dan para
sahabatnya ra, para muslim tak akan jadi ancaman bagi orang lain dan siapa pun tak
akan jadi ancaman bagi para muslim. Jalan Islam yaitu bimbingan untuk siapa pun
yang bermaksud baik dan bertakwa kepada Allah.
Salah satu rahasia kehidupan yaitu , apa pun yang ada dalam hatimu akan
mewujud dalam kehidupanmu. sebab kafir memiliki kekacauan di dalam hatinya,
maka mereka pun menghadapi kekacauan di dalam hidupnya. Lalu kafir mencoba
"menata" kehidupan dengan mengubah sisi lahirnya. Padahal selama masih ada
kerusakan di hati, maka segala perbaikan lahiriah yang diusahakan tak akan berarti,
dan kerusakan sebenarnya akan tetap wujud -tetapi dalam bentuk lain, Sedangkan
seorang mu'min -yaitu mereka yang berada dalam kedamaian -sebab di hatinya ada
kedamaian, maka tentu kedamaian itu akan mewujud dalam kehidupannya -dan
tegaklah Islam.
Satu-satunya cara untuk mengubah isi hati, yaitu dengan mengikuti cara hidup
Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya yang berkumpul di Madina
al-Munawwara60. Madina bersinar dengan manusia-manusia yang di hatinya telah
diberi cahaya pengenalan Allah dan cinta kepada Allah dan RasulNya saw. Dan
sebab itu mereka tidak memerlukan sistem-sistem apa pun yang mencirikan sistem
kafir, yaitu sistem Dajjal -apalagi sistem hukumnya.
Islam bukanlah sebuah sistem. Islam yaitu cara hidup, dan anda hanya bisa
disebut Muslim bila mengikuti cara hidup ini . Negeri-negeri bekas jajahan yang
kini mengamalkan sistem hukum kafir dan proses produsen-konsumen kafir, tidak
bisa dianggap sebagai negeri-negeri yang berpemerintahan "muslim", hanya
gara-gara mereka menerapkan sekelumit dari apa yang ada di Qur'an dan hadits ke
dalam "akta-akta parlemen"61nya. Negeri yang benar-benar islami tidak memerlukan
parlemen bergaya kafir. Qur'an yaitu konstitusinya.
Allah menetapkan di Qur'an bahwa tidak ada paksaan dalam transaksi hidup62.
Begitu anda mengetahui anda harus ke mana, anda akan mencampakkan jalan hidup
yang menghambatmu. Tidaklah cukup sekedar disebut Muslim. Anda perlu jadi
Muslim, yaitu mewujudkan cara Islam dan mendapat kedamaian dalam diri sendiri
dan kehidupan anda. Nabi Muhammad saw bersabda bahwa seorang Muslim yaitu
ia yang orang lain terjaga dari lisan dan tangannya. Beliau bersabda bahwa Muslim
dengan Muslim seyogyanya bagaikan dua belah tangan yang saling membersihkan,
dan seperti tiang kuda-kuda atap yang saling mendukung. Beliau bersabda bahwa
anda belum Muslim hingga anda menginginkan untuk sahabat anda, apa yang anda
inginkan untuk diri sendiri. Beliau juga bersabda bahwa anda belum menjadi seorang
59
Muamalah (mu'amalah), diantaranya: perniagaan, pinjam-meminjam, keuangan. dst.
60
Al-Munawwara: bercahaya. Baca juga bab Kosa Kata.
61
Baik akta-akta yang mengesahkan parlemen, maupun akta-akta yang disahkan parlemen.
62
Kalimat ini yaitu terjemahan dari laa iqraha fid-diin (Qur'an: al-Baqarah 256). Baca juga catatan
kaki halaman 4 dan bab Kosa Kata mengenai Din, ad-Din.
Mu'min sehingga mendahulukan untuk sahabat anda, apa yang anda kehendaki bagi
diri sendiri. Nabi Muhammad saw bersabda bahwa bila anda berperut kenyang
sedangkan tetangga anda berperut kosong, maka anda bukan Muslim. Beliau
bersabda bahwa di antara amalan-amalan yang diutamakan dalam Islam yaitu
memberi salam kepada yang dikenal maupun yang tak dikenal, serta menghormati
dan menjamu tetamu.
Jika khalayak di sebuah masyarakat muslim memiliki pendekatan pada
fkehidupan seperti itu, pun kepada sesama mereka, maka jadilah mereka "warga taat
hukum", yang menaati hukum yang terbaik: hukum Allah63, Ini hanya mungkin terjadi
dalam masyarakat yang cara hidupnya berasaskan ibadat kepada Allah.
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa, setiap masyarakat Muslim pasti
runtuh bila warganya mencampakkan isi al-Qur'an dan isi as-Sunnah: berpaling dari
Allah kepada selain Allah.
Pelanggaran-pelanggaran yang dirumuskan oleh sistem hukum kafir, tidak
dirumuskan mengacu pada apa yang akan terjadi setelah mati. Ini sangat
bertolak-belakang dengan sedikitnya jumlah pelanggaran yang dirumuskan Qur'an
terhadap masyarakat Muslim. Mengacu pada isi Qur'an, pelanggaran-pelanggaran
yaitu tindakan-tindakan anti-sosial, yang bila dibiarkan akan mematikan sifat saling
percaya,

