sistem dajjal 4

 


abatan sebagai redaktur kepala The Times. 

Pada 12 Juni 1922, mereka semua pergi ke Evian-les Bains 89 , dan 

sepanjang perjalanan ke perbatasan Swiss, Wickham Steed berbicara 

dengan seorang dokter secara rahasia. Setibanya di Swiss, "seorang 

spesialis syaraf Perancis yang ulung" (tak disebut namanya) dipanggil dan 

pada sore hari itu juga dia mengesahkan bahwa Lord Northcliffe tidak 

waras. Bermodalkan pengesahan ini, Wickham Steed mengirim telegram 

ke The Times agar mengabaikan dan tidak menerbitkan berita apa pun 

yang diterima dari Lord Northcliffe, dan pada 13 Juni 1922 Wickham Steed 

pulang ke London dan tak pernah berjumpa lagi dengan Lord Northcliffe. 

Pada 18 Juni 1922, Lord Northcliffe tiba di London dan langsung dilucuti 

dari segala kendali dan dari segala perhubungannya dengan 

pekerjaan-pekerjaannya (apalagi dengan The Times: teleponnya diputus). 

Bahkan manajer The Times menempatkan polisi di pintu masuk kantor 

guna mencegah Lord Northcliffe masuk. Menurut The Official History of The 

Times, semua ini terjadi atas kekuatan sertifikat luar negeri (Swiss) yang 

disahkan oleh seorang dokter (Perancis) tak bernama. Tanggal 14 Agustus 

1922, Lord Northcliffe wafat; dinyatakan penyebab kematiannya yaitu  

ulcerative endocarditis90  (sariawan jantung), pada usia limapuluh tujuh 

tahun. Setelah disemayamkan di Westminster Abbey, beliau dimakamkan 

diiringi serombongan besar wartawan yang berkabung.  

 Sebegitu rupalah kisah yang saya sadur dari terbitan resmi. Pada masa 

itu, tak sedikit pun dari kabar itu sempat diketahui orang banyak; peristiwa 

itu baru terungkap setelah berlalu tiga dasawarsa, dengan terbitnya The 

Official History of The Times. Seandainya artikel  itu terbit tahun 1922, 

tentulah akan memancing terlalu banyak pertanyaan. Saya kira tak akan 

pernah ada lagi pembongkaran peristiwa yang sebanding dengan 

                                                          

88

 Henry Wickham Steed (10 Oktober 1871 -13 Januari 1956) yaitu  seorang jurnalis Inggris dan 

sejarawan. Dia yaitu  editor dari The Times dari tahun 1919 sampai 1922. (wikipedia -localholic) 

89

 Sebuah komune di bagian utara departemen Haute-Savoie di wilayah Rhône-Alpes di selatan-timur 

Perancis. (wikipedia -localholic) 

90

 Infeksi pada endokardium (selaput jantung) dan katup jantung. (medicastore -localholic) 

penggulingan orang berkuasa dan kaya raya, dalam keadaan yang 

sedemikian misterius itu.  

Douglas Reed menyimpulkan:  

Maka terbuanglah Lord Northcliffe dari peredaran, dan dari kendalinya atas 

penerbitan surat kabar miliknya, ini terjadi di masa penting sebab  Liga 

Bangsa Bangsa sedang membuat pengesahan "mandat", yang akan 

membakukan perjanjian Palestina dan mewariskan akibat-akibatnya hingga 

ke generasi kita di jaman sekarang. Bila di masa itu terbaca penentangan 

dari jurnal-jurnal yang bertiras luas, mungkin peta keadaannya bisa sama 

sekali berbeda. Setelah Lord Northcliffe wafat, maka pupuslah kesempatan 

tajuk-tajuk di The Times yang "mengecam sikap Balfour terhadap 

Zionisme". Sejak saat itu, manutnya pers kepada garis-garis besar haluan 

the Protocols of Zion semakin nyata, hingga mencapai keadaan yang 

seperti sekarang, di mana pemberitaan jujur dan ulasan yang tidak 

memihak mengenai permasalahan ini telah lama digantungkan.  

Lord Northcliffe telah dicopot dari kepemimpinannya di surat-surat kabar 

miliknya dan ia dicekal pada tanggal 18 Juni 1922; pada tanggal 24 Juli 1922, sidang 

Liga Bangsa Bangsa berlangsung di London, aman dari kemungkinan adanya 

protes-protes keras khalayak yang dikerahkan Lord Northcliffe, sidang itu 

menganugerahi Inggris dengan "mandat" untuk tetap menduduki Palestina dan untuk 

menempatkan para Zionis di sana dengan kekuatan senjata (saya telah menerangkan 

peristiwa-peristiwa yang sebenarnya; namun pasti berbeda dengan 

keterangan-keterangan yang disampaikan kepada masyarakat).  

Satu hal yang menarik yaitu , Douglas Reed, staf surat kabar The Times sejak 

akhir perang dunia kesatu, dikirim ke Boulogne sebagai sekretaris Lord Northcliffe, di 

minggu pertama Juni 1922. Dia termasuk salah satu yang terakhir sekali berjumpa 

dengan Lord Northcliffe -sebelum ia dinyatakan "tidak waras". Jelaslah menurut 

pendapat Douglas Reed -yang segera setelah itu dilantik sebagai wartawan utama 

The Times untuk wilayah Eropa Tengah dan Balkan -bahwa Lord Northcliffe di minggu 

itu dalam keadaan normal seperti biasa;  

Saya tidak bisa menghakimi, saya hanya bisa mencatat apa yang saya saksikan 

dan apa yang saya pikirkan sebab  itu -selayaknya seorang pemuda yang tidak bisa 

memahami kejadian di sekelilingnya bak kepahaman bayi pada bentuk bumi. Setelah 

saya kembali ke London, saya ditanya mengenai Lord Northcliffe oleh saudaranya 

yang bernama Lord Rothermere dan oleh rekan dekatnya Sir George Sutton. Pada 

saat itu pasti gagasan tentang kesintingan Lord Northcliffe sudah tertanam di benak 

mereka (pada saat itu sertifikat pengesahan "tidak waras" sudah terbit), sehingga 

gagasan itu mewarnai pertanyaan-pertanyaan mereka, tetapi bahkan pada saat itu 

saya tidak curiga sedikit pun, walaupun saya termasuk orang terakhir yang berjumpa 

dengan Lord Northcliffe sebelum ia dinyatakan tidak waras dan dicopot dari 

kepemimpinannya di surat-surat kabarnya. Pada saat berjumpa dengan mereka dan 

bahkan sampai beberapa lama kemudian, saya belum mengetahui peristiwa yang 

sebenarnya. Semuanya begitu dirahasiakan, hingga walaupun saya terus bekerja di 

The Times selama enam belas tahun, saya baru mengetahui peristiwa 

"ketidakwarasan" dan "pengesahan" itu tiga puluh tahun kemudian, itu pun dari artikel  

Official History. Barulah sebab  itu saya menyadari betapa dahsyatnya akibat-akibat 

yang lahir dari peristiwa yang secara tak sengaja saya saksikan sendiri di usia 

duapuluh tujuh tahun.  

Berselubung perang dunia kedua, jumlah orang Yahudi yang dipersenjatai di 

Palestina bertambah pesat, dan dengan didirikannya Persatuan Bangsa Bangsa 

sebagai gantinya Liga Bangsa Bangsa, negara Israel diproklamirkan dan langsung 

secara resmi dan secara "internasional" diakui para anggota PBB -segera setelah 

perang dunia kedua usai.   

Ezra Pound sangat menyadari, bahwa apa yang telah berlaku sebagai 

pendidikan di dunia barat tidak lain hanyalah proses pengkondisian belaka, yang 

menjamin terciptanya kejahilan atas hakikat ,dan kepaduan alam kehidupan, dengan 

tebusan kita dijejali oleh informasi tentang kantung-kantung kehidupan yang khusus 

dan terkucil, puncak kejahilan itu yaitu  sebab  orang yang merasa tahu segalanya, 

padahal yang terjadi kebalikannya. Ezra Pound juga terlalu paham bahwa perang 

dunia kafir kesatu dan kedua, dua-duanya direkayasa, didorong dan didalangi oleh 

para freemason, yang sebagai hasilnya mereka menuai uang banyak, sembari 

meningkatkan kekuasaan mereka, tidak saja di pemerintahan, tapi juga di sistem 

pendidikan, bisnis, medis, hukum, dan sistem media massa di setiap negara peserta 

perang ini , maka ini semua memastikan dan menjamin -melalui sistem 

perbankan, asuransi, dan sistem keuangan mereka yang lain -penguasaan mutlak 

atas seluruh proses produsen-konsumen kafir yang sedang didirikan di 

negara-negara ini . Ezra Pound cukup berani untuk menyiarkan apa yang 

dilihatnya sedang terjadi, dari pemancar radio di Itali di tengah masa perang dunia 

kedua. Dia cukup bodoh atau nekat hingga tidak menyadari seberapa hebat 

kekuasaan yang telah dipegang oleh para freemason atas sistem-sistem. Dia 

berharap untuk bisa membebaskan masyarakat dengan mengingatkan mereka 

tentang bahaya yang siap menelan, dan dengan menganjurkan cara hidup, cara 

bernegara dan cara berdagang alternatif yang didasarkan pada ajaran-ajaran 

Konghucu (Confucius), yang saat itu sedang diterjemahkannya. Nampaknya kala itu 

Ezra Pound belum menyadari bahwa satu-satunya jalan hidup alternatif yang layak 

atas sistem kafir yaitu sistem Dajjal, yaitu  jalan hidup Muhammad saw.  

sebab  tentara Amerika mencapai wilayah Itali tempat Ezra Pound tinggal, dia 

langsung ditangkap. sebab  itu dia menyangka bahwa dia akan dibawa ke Amerika 

untuk menasihati pemerintah sana, tentang bagaimana cara terbaik untuk memungut 

dan menerapkan cara Konghucu ke jalan hidup bangsa Amerika. Dasar dari cara 

Konghucu itu segaung dengan ketetapan asli para bapak pendiri Amerika, dalam hal 

pelarangan penerapan bunga berjenis atau berkedok apa pun pada setiap hutang 

atau pinjaman.  

Perlakuan-perlakuan lanjutan atas Ezra Pound, langsung membuktikan bahwa 

kesalahpahamannya teramat menyedihkan, dan nampaklah betapa sengitnya 

permusuhan elit penguasa freemason Amerika kepada usulan apa pun yang bisa 

mengancam induk sumber pendapatan dan kekuasaan mereka, yaitu penciptaan 

hutang dan penerapan bunga, sehingga para penghutang tidak punya pilihan lain 

selain terus bekerja dalam proses produsen-konsumen, demi menebus hutang lama 

sembari dibelit hutang-hutang baru. Pengambil-alihan di Amerika sudah hampir 

sempurna, dan maka itulah menurut elit penguasa Amerika, Ezra Pound yaitu  

musuh masyarakat nomor satu.   

Begitu ditangkap Ezra Pound dibawa ke Pisa (di Itali), di sana dia dimasukan ke 

dalam bui terpisah berupa kerangkeng besi yang terletak di tengah kompleks militer. 

Kerangkeng itu sama sekali tidak menaunginya dari panasnya matahari, dinginnya 

malam, angin, debu maupun hujan. Tak seorang pun diijinkan bercakap dengannya. 

Tak pelak lagi dia menderita sakit parah hingga harus dimasukan ke kemah agar tetap 

hidup. Beberapa minggu kemudian, masih menderita akibat penjemuran dan 

penyakit, dia dibawa ke Amerika.  

Begitu tiba di Amerika, tanpa diberi kesempatan untuk pulih, dia langsung 

dihadapkan pada hakim dan didakwa dengan tuduhan pengkhianatan. Tuduhan yang 

persis ditujukan Ezra Pound kepada para freemason, sebab  menurut pendapatnya 

freemason telah meruntuhkan dan mengkorupsi Amerika -yang pernah dicita-citakan 

oleh para bapak pendiri aslinya maupun oleh Ezra Pound sendiri -dan dengan 

teknik-teknik manipulasi kekuasaan, mereka mendirikan Amerika yang ada sekarang.  

Ezra Pound tidak diijinkan memilih pengacaranya sendiri. Sebaliknya dia diberi 

pengacara yang ternyata anggota freemason, begitu juga para hakimnya, begitu juga 

para pakar medis yang dipilih oleh penuntut maupun pembela.  

Menurut pertimbangan para freemason, yang penting Pound tidak memberi 

kesaksian, apalagi sampai tampil di pengadilan, sebab  hal itu bisa mengakibatkan 

pengetahuan Pound tentang pengambil-alihan diketahui oleh semua yang mengikuti 

pengadilan, dan bisa terlalu tersebarluaskan -walaupun sebenarnya dari dulu hingga 

kini sistem media kafir utama di Amerika dan Eropa dikuasai oleh para freemason. 

Simak saja, siapa pun yang pernah mencoba mendirikan stasiun siaran sendiri di 

negara kafir, akan paham betapa ketatnya pengaturan yang dikendalikan para 

freemason.  

Maka itulah pengacara Pound menasihatinya, bahwa taktik terbaik untuk 

menghindari bahaya tuduhan berkhianat, yang mana sanksinya yaitu  hukuman 

mati, yaitu  dengan membuat Pound tidak layak diadili dengan alasan 

ketidakwarasan. Demi keberhasilan siasat ini, maka di pengadilan Pound dilarang 

berbicara sepatah kata pun. Pound yang sakit-sakitan sebab  umur dan perlakuan 

yang telah dideritanya, akhirnya tunduk pada tekanan pengacaranya dan isterinya, 

hingga sepakat untuk mengikuti siasat itu.  

Kemudian Pound tampil di muka hakim dan para juri atas dakwaan padanya, lalu 

pengacaranya membuat pernyataan ketidaklayakan Pound diadili, agar ini bisa 

diterima pengadilan, maka hakim pun kemudian meminta pemeriksaan kesehatan 

agar dilakukan oleh para pakar medis dari pihak penuntut maupun pihak pembela.  

Biasanya, pada kasus seperti ini, para pakar medis dari kedua belah pihak akan 

mengajukan dan mempertahankan hasil pemeriksaan yang berbeda, sebab  lazimnya 

pendapat para pakar medis akan digunakan untuk mendukung dan menguatkan 

argumentasi penuntut ataupun pembela yang memilih mereka.   

Maka sepantasnya yang seharusnya terjadi yaitu , pakar medis yang dipilih 

penuntut akan berkesimpulan bahwa Pound betul-betul waras dan layak diadili. 

Tetapi, sebab  apa yang harus terjadi atas Pound sudah disepakati sebelumnya di 

balik layar, maka tidak mengherankan bahwa ternyata pakar medis penuntut -seperti 

juga pakar medis pembela, seluruh pengacara dan hakim yang terlibat, semuanya 

yaitu  anggota freemason -bukannya berusaha agar Ezra Pound diadili dan tidak 

dibiarkan lolos dari jeratan "hukum", malah sepakat sepenuhnya dengan kesimpulan 

pakar medis pihak pembela, yang menyatakan bahwa -setelah dilakukan observasi, 

pemeriksaan dan pengujian-pengujian kejiwaan penting yang rumit berbelit tapi 

sia-sia -Pound terbukti "tidak waras", jadi tidak bisa diadili.  

Oleh media massa yang dikendalikan freemason, keputusan ini tentu saja 

digambarkan sebagai salah satu contoh perlakuan yang sangat manusiawi yang bisa 

diterima oleh seseorang yang tidak waras -yang sebenarnya tidak bisa dituntut atas 

apa pun yang ia katakan dan lakukan -dari sistem hukum yang adil dan penuh 

pengertian. Sebenarnya, para freemason sedang berusaha keras agar apa yang telah 

dikatakan maupun dilakukan Pound guna membuka kedok para freemason tidak jadi 

pengetahuan umum,  

Begitu para pakar medis mencapai keputusan mutlak, dan begitu keputusan 

ini  diperkuat dengan dikumandangkan dalam pertunjukan peradilan yang tepat, 

maka penjeblosan Pound ke rumah sakit jiwa (untuk selamanya) hanya formalitas 

saja. Para freemason, dengan kepiawaian dan kecermelangan memanfaatkan dan 

meramu sistem medis dan sistem hukumnya, dengan gampang telah berhasil 

membungkam salah satu dari penentangnya yang paling fasih dan paham, dan 

semua ini dilaksanakan dengan penampilan yang kelihatannya sempurna secara apa 

yang disebut hukum dan proses peradilan yang sepatutnya. Pementasan pantomim 

Pound sukses besar: Para penonton puas tanpa menyadari apa yang terjadi di 

belakang panggung.  

Ezra Pound mendekam limabelas tahun di rumah sakit jiwa. Dia boleh menerima 

tamu, dan tentunya ini mengundang pengikutnya yang cukup setia, namun 

pandangan-pandangannya masih terpangkas dengan efektif. Dia paham bahwa bila 

dia berkoar lagi, dan mencoba untuk menata penyebarluasan pandangan politisnya 

melalui para pengunjungnya, atau dengan cara lainnya, dia akan langsung 

dihadapkan ke pengadilan lagi, dianggap waras, dan diadili atas pengkhianatan. Kini 

tentu dia sudah sadar bahwa dia bisa dengan mudahnya diputuskan berkhianat lalu 

dihukum mati, semudah dia diputuskan tak waras dan dianggap tak layak diadili. 

Mungkin dia melihat bahwa di usia lanjutnya, akan sedikit sekali yang bisa 

dilakukannya dengan bertindak merubah sistem hampir-hampir sendirian. Dia telah 

berupaya dan gagal untuk membunuh monster berkepala banyak dengan memenggal 

satu atau dua kepalanya. Mungkin dia belum tahu jalan menuju jantungnya. Ezra 

Pound memutuskan untuk tetap hidup saja dan menjadi penyair kondang.  

Sepanjang peristiwa-peristiwa di atas, media yang dikendalikan freemason 

rnenghujat Pound dengan segala cara, mereka mendukung "kegilaan" Pound dengan 

sepenuh hati, dan dengan halusnya mereka menghembuskan keraguan pada setiap 

pandangan Pound tentang politik, ekonomi dan tentang tata cara pengendalian sistem 

kafir, yaitu sistem Dajjal, dari dulu hingga kini. Media menampilkan Pound ke khalayak 

sebagai seorang gila namun berbakat menyair, yang dengan cara tersendiri dan aneh 

dia cakap dan mampu menghibur di bidang kesusastraan -namun sebaliknya media 

juga menampilkan Pound sebagai seseorang yang sama sekali tidak mampu dan 

tidak memenuhi syarat untuk melakukan pengamatan apa pun yang berkaitan dengan 

bagaimana cara Amerika diperintah dan dikendalikan oleh para freemason, tidak saja 

melalui perangkat perbankan, asuransi dan sistem keuangan lainnya, namun juga 

melalui semua lembaga-lembaga dan sistem-sistem kafir yang besar, baik itu bisnis, 

pendidikan, media, medis, hukum, maupun pemerintahan.  

Segala upaya dilakukan untuk memastikan bahwa pandangan-pandangan 

Pound dibatasi peredarannya sesempit mungkin. sebab  para freemason menguasai 

dunia penerbitan -yang mana tidak saja memasok sistem pendidikan dengan 

sebagian besar sumber pengajaran, tapi juga menjamin bahwa toko-toko artikel  

dipenuhi oleh materi-materi yang cukup membius untuk ditelan oleh masyarakat 

-maka hampir semua tulisan Pound yang menyerang sistem kafir dengan ketepatan 

yang terlalu pahit untuk dibiarkan dapat ditarik dari pasar secara gemilang. Hanya 

puisi-puisinya yang "cantik" saja yang diijinkan untuk terus beredar bebas. Bahkan 

hingga hari ini, banyak edisi Canfos-nya Pound yang beberapa bagiannya dihitamkan 

(disensor); yaitu pada bagian yang menyebutkan hal yang sensitif, atau yang 

menyangkut orang penting (seperti Rothschilds) yang disebutkan secara langsung 

maupun secara tersirat.  

Akhirnya setelah lima belas tahun -sebab  Pound sudah tak lagi menjadi 

ancaman bagi sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, semata-mata sebab  dia sudah uzur, 

lapuk dan tinggal menunggu mati -Pound dilepaskan dari rumah sakit jiwa. Dia 

kembali ke Itali dan tak lama kemudian wafat. Jika kini anda bertanya pada siapa saja 

tentang siapakah Ezra Pound, maka jawaban yang paling mungkin yaitu : penyair 

kondang. Amat langka orang yang mengenal kisah yang sesungguhnya, sebab  kisah 

itu tersembunyi dengan rapi di balik timbunan sistem informasi kafir yang tidak 

tersedia untuk umum. Keampuhan cara pembungkaman Pound, hanya dimungkinkan 

oleh keberadaan dan kelestarian jaringan yang efisien, antara sistem-sistem 

kepemerintahan, hukum, medis, dan media Amerika -sebuah jaringan yang menjadi 

nyata dengan pengendalian yang diejawanteihkan oleh para freemason.  

 Jelaslah, bahwa keberhasilan pentas panggung kafir guna menyamarkan 

hakikat zalim dari cara dan mampulasi pengendalian yang dilakukan oleh elit 

freemason yang berkuasa, bergantung pada penerimaan khalayak luas atas 

definisi-definisi kafir tentang apa yang "normal" dan apa yang "legal".  

Para pakar medis kafir menetapkan apa yang "normal" dan apa yang 

"abnormal", itulah yang dianggap waras atau tak waras. Para pakar hukum kafir 

menetapkan apa yang "legal" dan apa yang "ilegal", itulah perbuatan yang dibolehkan 

dan yang dilarang. sebab  para pakar kafir memperhatikan reputasi dan anggapan 

orang lain, akibatnya selalu terdapat lebih dari satu definisi mutakhir tentang apa yang 

normal dan apa yang legal, sebab  orang yang bisa menelurkan satu atau dua 

gagasan yang oleh kafir disebut orisinil, maka ia dijamin akan mendapat kedudukan 

yang baik di hirarki pakar kafir -jika si penggagas diberi publikasi yang layak dan 

berlimpah.  

Walau definisi-definisi kafir tentang apa yang normal dan yang legal jauh 

berbeda-beda, semuanya memiliki satu ciri khusus yang umum, yaitu semuanya 

mendukung pandangan kafir atas kehidupan. Akibatnya ini berarti 

perbedaaan-perbedaan yang nampak di antara pendapat-pendapat para pakar kafir, 

semuanya hanyalah perselisihan sebatas kulit saja. Nyatanya mereka semua 

bersepakat menolak jalan para Nabi dan membenarkan jalan sistem kafir, yaitu sistem 

Dajjal. Kufr yaitu  sebuah sistem. Kafirun nampak seolah satu tubuh, namun mereka 

berpecah-belah satu sama lainnya.  

Sistem pendidikan kafir digunakan untuk menanamkan dan mengkondisikan 

masyarakat umum dengan definisi-definisi yang telah dibingkai oleh para pakar kafir. 

Media massa digunakan untuk mendukung dan melestarikan pengkondisian itu. Maka 

sebab  alasan inilah cara-cara pendidikan alternatif yang tidak mendukung cara 

pandang kafir pada kehidupan, semuanya dicap ilegal sebelum sempat 

memasyarakat. Pada kebanyakan negara-negara kafir, tidak menyertakan anak pada 

proses pendidikan pengkondisian kafir merupakan pelanggaran kriminal. Lembaga 

pendidikan "alternatif", jika ingin selamat, hanya boleh berjalan bila mengajarkan 

"kurikulum nasional" -dan mereka hampir tidak mungkin menerima bantuan dana dari 

pemerintah.  

Jika pun ada keluarga-keluarga yang lolos dari jaringan ini, maka pihak 

berwenang setempat punya hak dan kuasa yang luas untuk mengambil anak-anak 

keluarga itu dan menempatkan mereka di bawah "asuhannya", agar anak-anak itu 

tidak lagi terhalang pengkondisiannya. Sering terjadi, para orang tua yang mencoba 

menyelamatkan anaknya dari sistem pendidikan tidak mengetahui apa alternatif 

lainnya, dengan demikian tugas yang berwenang untuk mendapatkan hak 

pengasuhan anak-anak itu dari pengadilan menjadi lebih mudah, sebab  orang tuanya 

dianggap tidak mampu mengasuhnya.  

Begitu juga sistem media yang paling berpengaruh, yaitu radio dan televisi, 

semuanya dimonopoli oleh sistem kafir, yaitu sistem Dajjal. Di kebanyakan negara 

kafir, mendirikan radio atau televisi yang mandiri tanpa ijin merupakan pelanggaran 

kriminal. Yang diberi ijin biasanya organisasi-organisasi tertentu yang mendukung 

sistem kafir, baik secara langsung maupun tidak langsung.  

Melalui pengendalian ketat semua sistem media massa seperti ini, maka semua 

kritik tajam yang bisa timbul secara luas dapat dihindari dengan cermat. Sebaliknya, 

peliputan yang amat terbatas dan penggambaran yang sejelek mungkin diberikan 

kepada liputan pandangan-pandangan yang katanya para "ekstrimis" itu, toh dampak 

yang diharapkan yaitu  agar menanamkan kesan bahwa sistem kafir, yaitu sistem 

Dajjal, nampak relatif lebih mapan dan jauh lebih mending daripada tawaran dunia 

barunya para minoritas yang marah-marah dan kekanak-kanakan itu.  

Tentu saja tidak semua cacat-cacat sistem kafir dapat disembunyikan dari 

semua orang, sebab  itulah sistem media kafir menyajikan program-program yang 

seolah-olah menunjukkan bahwa kekurangan-kekurangan ini  tidak saja telah 

diketahui dan dikritik, tapi juga sedang dilakukan usaha-usaha untuk 

memperbaikinya. Semakin kokoh sistem media di negara kafir mana pun, maka 

semakin bebaslah khalayak untuk mengkritiknya -sebab  omongan mereka tidak akan 

bisa merubah apa pun. Acara-acara "aktualita" diselingi dengan acara-acara impian 

dan khayalan, yang biasanya dibumbui dengan kecabulan halus yang semakin berani 

-yang mensejajarkan penyajian kecabulan dan penggunaan bahasa kotor dengan 

"kemajuan" dan "kebebasan berekpresi". Setelah dihenyakkan atau dilenakan oleh 

warta berita, selanjutnya anda bisa digairahkan dengan acara olahraga, dihibur 

dengan acara musik dan drama, atau dipesona oleh acara lomba dan kuis berhadiah, 

lalu tiba-tiba saja satu hari yang berharga telah terbuang begitu saja.  

Tujuan sistem media kafir yaitu  untuk menjadikan kehidupan sebagai sesuatu 

yang hanya berlangsung dalam pikiran saja. Semua kegiatan berlangsung di benak 

anda lewat radio, televisi atau komputer, sehingga "kenyataan" menjadi maya. Ini 

yaitu  semacam hipnotis. Segalanya berlangsung melalui perantaraan teknologi. 

Akibat dari terlalu lama dicekoki sistem media yaitu , pada akhirnya anda akan 

menerima segalanya, tanpa benar-benar melakukan apa pun terhadapnya, sebab  

anda telah dicukupi dengan perut kenyang, ranjang hangat dan rumah yang nyaman.  

Di masyarakat kafir, seseorang dibombardir dengan sedemikian banyaknya 

informasi oleh sistem media, hingga akhirnya dia biasanya akan merasa benar-benar 

lumpuh, jika dihadapkan dengan gagasan tentang pembahan sistem, walaupun orang 

itu memiliki pengertian yang baik tentang cara kerja sistem itu, Ada banyak orang di 

masyarakat kafir masa kini, yang tidak sepenuhnya berbahagia dengan bagaimana 

kehidupan mereka diatur, namun mereka merasa tak berdaya untuk melakukan 

perubahan baik pada dirinya maupun pada lingkungannya, Ada juga mereka yang 

begitu saja menerima dunia yang disajikan, sebagai akibat dari pendidikan dan 

pengkondisian media yang mereka alami.  

Dengan mengendalikan sistem pendidikan dan sistem media, elit kafir yang 

berkuasa memastikan agar definisi-definisi mereka atas apa yang "normal" dan apa 

yang "legal", tetap berlaku. Khalayak di negara kafir disajikan definisi-definisi itu sejak 

lahir hingga mati. Kebanyakan mereka hanya dapat melihat apa yang disuruh dilihat. 

Sedikit sekali yang menyadari betapa dalamnya definisi-definisi itu tertanam dalam 

kesadaran mereka, dan sangat sedikit pula yang berusaha menemukan makna sejati 

dari kehidupan yang telah diselubungi oleh definisi-definisi itu. Kandungan dan hasil 

dari pendidikan kafir yaitu  cara pandang kufr atas kehidupan, inilah yang dapat 

disebut sebagai mentalitas Dajjal. Ironis namun dapat diduga, bahwa siapa pun yang 

menolak cara pandang itu akan dicap dan dinafikan sebagai orang yang terkena "cuci 

otak".  

Semua definisi-definisi kafir itu tidak berpijak pada pemahaman atas hakikat 

kehidupan. Tentunya definisi-definisi itu selalu menutupi kebenaran segala sesuatu. 

Definisi-definisi ini  tidak bersumber dari wahyu Kenabian, yang datang dari 

sumber kehidupan dan tempat kembali semua kehidupan, Allah, Sesungguhnya 

hanya dengan mendasarkan kehidupan seseorang pada wahyu Kenabian, baik dalam 

cara hidup kesehariannya maupun dalam pemahaman atas hakikat kehidupan itu 

sendiri -dan saat ini satu-satunya wahyu Kenabian yang masih utuh dan tersedia bagi 

para pencari ilmu hanyalah Qur'an -barulah kita dapat menerobos jerat pengkondisian 

kafir yang telah menutupi ilmu sejati, yaitu ilmu tentang Yang Nyata, Allah. Agar dapat 

betul-betul memahami kehidupan, kita perlu di "cuci hati"!  

Satu-satunya cara untuk mendasarkan kehidupan seseorang pada isi Qur'an, 

yaitu  dengan mencari masyarakat Muslim yang paling mendekati teladan dan cara 

hidup orang-orang yang pertama mendasarkan kehidupannya pada Qur'an dan 

Sunnah, yaitu masyarakat Muslim pertama di Madina al Munawarra, yang terbentuk di 

sekeliling Nabi Muhammad saw, seribu empat ratus tahun yang lalu. Allah tetapkan di 

Qur'an bahwa mereka yaitu  masyarakat yang terbaik yang pernah hidup di muka 

bumi ini, dan sebab  seluruh ciptaan itu berasal dari Allah, Dia Maha Tahu apa yang 

ditetapkanNya. Para sahabat ra menerima ilmu mengenal Allah dan bagaimana cara 

hidupnya, dengan bergaul bersama Nabi Muhammad saw -yang segala perilakunya 

menjelmakan kandungan Qur'an dan setiap ucapannya mengandung hikmah -dan 

keberadaan beliau telah mengubah dan menerangi mereka yang berada di 

sekelilingnya.  

Begitu pula transaksi masyarakat muslim sejati di masa kini. Warganya 

menerima pelajaran dan pemahaman melalui berkah91 dari pemimpin mereka, yaitu 

seorang hamba Allah yang dibimbingNya. Manusia semacam ini disebut wali92 Allah. 

la mencintai Allah dan Allah mencintainya, orang ini berkumpul bersama orang-orang 

yang juga mencintai Allah, dan Allah pun mencintai berkumpulnya mereka. Tidak ada 

                                                          

91

 Diambil dan kata bahasa Arab baraka, berkah digambarkan sebagai sebuah kekuatan gaib yang 

halus, mengalir ke mana saja dan menembus segala sesuatu, terkadang lebih ke suatu tempat 

dibanding yang lainnya, terutama dalam diri manusia. Kesucian mengakibatkan lancarnya aliran 

berkah. sebab  halusnya, berkah sangat erat kaitannya dengan ruh.  

92

 Lihat catatan kaki di bawah ini mengenai awliya dan mengani wali di bab Kosa Kata.  

persaingan di antara awliya93 Allah. Mereka mempunyai derajat masing-masing di sisi 

Allah. Semakin tinggi ketakwaan seorang wali kepada Allah, semakin tinggi pula 

derajatnya di sisi Allah. Awliya yang tertinggi, bertemu dan bercakap dengan Nabi 

Muhammad saw di Keghaiban94, baik melalui mimpinya maupun pandangannya. 

Dengan demikian mereka memiliki sarana kepada transaksi Islam yang hidup, 

sedangkan mereka yang mengambil kepemimpinan semata-mata sebab  mereka 

telah membaca lebih banyak artikel  dibanding yang lainnya, tidak memiliki sarana itu.  

Islam yang hidup tidak dapat ditemukan di artikel -artikel . Islam yang hidup tersebar 

dari orang ke orang. Bagaimanapun penyebaran ini hanya bisa terjadi sebab  Muslim 

memiliki Qur'an, yang artinya "Bacaan". Kunci untuk memahami kandungan Qur'an 

yaitu  dengan melafalkannya, tidak terlalu pelan dan tidak terlalu keras, secara 

berjemaah maupun sendirian, dibaca sambil mengawasi hati sendiri.  

Qur'an yaitu  firman Allah bukan karangan. Qur'an yaitu  satu-satunya kitab di 

muka bumi yang tidak ditulis oleh manusia, melainkan diwahyukan Allah melalui 

malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw -yang tak dapat membaca maupun 

menulis -yang sejak saat diturunkannya hingga kini tak berubah walau sehuruf pun. 

Allah berjanji bahwa al-Qur'an akan dipelihara utuh hingga kiamat.  

Dari sudut pandang Qur'ani, definisi-definisi para pakar kafir terlihat belangnya: 

gagasan-gagasan bebal, sempit, dan sembarangan yang berpijak pada 

tebak-tebakan tanpa kepastian. Kandungan Qur'an dapat digunakan untuk 

memastikan kebenaran setiap pernyataan, sebab  Qur'an yaitu  kumpulan 

pernyataan-pernyataan pasti tentang hakikat kehidupan, yang datang apa adanya 

dari Sumber segala kehidupan, Allah. Kini, di negara-negara High Tech North, 

semakin banyak ilmuwan tulus yang diberi hidayah menemukan bahwa apa pun 

"penemuan" mereka yang benar, ternyata dibenarkan oleh isi Qur'an -padahal 

diwahyukan lebih dari tiga belas setengah abad yang lalu -bahkan banyak lagi perkara 

di Qur'an yang belum mereka temukan, belum lagi yang tak mungkin bisa mereka 

temukan, sebab  metoda mereka terlalu kasar, gegabah, dan salah kaprah.  

Segala ciptaan mempunyai makna, namun definisi-definisi kafir mengaburkan 

dan menutupi makna itu.   

sebab  kafirun hanya bisa menebak, berarti tak punya kepastian, maka 

definisi-definisi mereka harus didefinisi ulang selamanya. Para pakar kafir 

menyembunyikan kelemahan definisi-definisi mereka, dengan gagahnya mereka 

menyatakan bahwa perubahan-perubahan definisi itu yaitu  tanda perkembangan 

dan kemajuan, dan bukan sebab  kelemahan dan kesalahpahaman. Salah seorang 

penyokong utama teori big bang95 pernah ditanya tentang apa yang ada sebelum big 

bang terjadi. Dia menjawab bahwa ada kesepakatan tak tertulis antara semua 

ilmuwan agar tidak mempertanyakan soal itu -apalagi untuk berusaha menjawabnya. 

Kebenaran yang ada dibalik kesepakatan tak tertulis itu yaitu , mereka semua 

paham bahwa bila mereka mengakui kejahilannya, maka mereka akan kehilangan 

gelar-gelar profesionalnya, gajinya, dan reputasinya. Yang terbaik di antara mereka 

                                                          

93

 Awliya yaitu  kata jamak dari wali. yaitu: wali-wali; para wali. Artinya; yang dekat dengan Allah; atau 

sahabat Allah; yaitu mereka yang telah diberi ilmu: tertinggi mengenai pengenalan Allah, yaitu ma'rifa 

(§ biasa disebut makrifat §). 

94

 Keyakinan dikalangan sufi (localholic)  

95

 Teori yang menyebutkan bahwa alam semesta berawal dari sebuah ledakan besar. 

paham bahwa, jika mereka sungguh-sungguh ingin menemukan hakikat kehidupan, 

mereka harus keluar meninggalkan laboratorium-laboratoriumnya, dan mencari wali 

Allah, yaitu orang yang berilmu sejati.  

Salah satu teori utama di antara aneka teori tebakan dari yang katanya 

peradaban ini, yaitu  teori evolusi Darwin. Kerangka pemikiran teori ini sering 

dipinjam kebanyakan teoriwan kafir untuk mendukung teori-teori mereka. Pada 

dasarnya teori Darwin digunakan untuk melanjutkan doktrin kafir tentang evolusi 

kemajuan dan perkembangan di segala bidang. Sebagai contoh, setiap langkah 

tindakan atau perkembangan pada teknologi, yang secara sepintas sama saja 

dengan pembinasaan diri -contohnya bom atom -akan senantiasa dibenarkan dengan 

menyatakan bahwa hal itu "berkembang" dari yang sebelumnya, maka pastilah hal itu 

lebih baik.  

Bagian dari teori Darwin yang paling memasyarakat yaitu  teori yang 

menyatakan bahwa manusia keturunan kera, bukan keturunan Adam. Dari Qur'an kita 

belajar bahwa yang benar yaitu  kebalikannya. Walau apa pun yang bisa dikatakan 

ahli genetik kafir, seluruh umat manusia berasal dari Adam dan Hawa. Dahulu kala 

pernah ada orang-orang yang menolak Nabi yang diutus Allah kepada mereka, 

bukannya mengikuti cara hidup nabinya, mereka malah hidup seperti binatang. 

Akibatnya Allah mengubah sebagian jadi kera, dan sebagian lagi jadi babi. Bila Allah 

menghendaki sesuatu terjadi, Dia berfirman "Jadi", maka jadilah.  

Allah menetapkan di Qur'an bahwa orang yang tidak mengikuti cara hidup 

Kenabian, akan membinasakan dirinya sendiri. Bahkan pengamatan secara sepintas 

pada masyarakat-masyarakat kafir masa kini, dengan gamblang membuktikan 

ketetapan itu. Masyarakat-masyarakat kafir tidak berkembang semakin baik. Mereka 

menjadi semakin rusak dan binasa.  

Segala sesuatu dalam kehidupan ini yaitu  sasaran kelahiran dan kematian, 

tumbuh dan luluh. sebab  sistem kafir kini, yaitu sistem Dajjal, hancur dan akhirnya 

runtuh, adapun mereka yang tersisa, bila ingin selamat tidak punya pilihan lain kecuali 

memeluk Islam -jika mereka belum memeluknya.  

Nabi Muhammad saw bersabda bahwa, sampai kiamat tidak ada zaman yang 

tidak lebih buruk dari zaman sebelumnya. Maka, dunia dan segala isinya bukan 

semakin maju, malah semakin mundur. Dunia sedang mendekati akhirnya. Nabi 

Muhammad saw bersabda bahwa kita tidak seharusnya menjadi anak,-anak dunia 

kini, namun kita harus menjadi anak-anak dunia yang akan datang, sebab  dunia ini 

meninggalkan kita dan dunia yang nanti mendatangi kita.   

Para pakar kafir yang memasok definis-definisi resmi kafir tentang apa yang 

normal dan yang legal, tidak mampu memberi nasihat semacam itu, semata-mata 

sebab  mereka sama sekali tak menyadari hakikat perjalanan yang mau tak mau 

harus ditempuh kita semua. Mereka tak tahu dari mana asal mereka dan ke mana 

tujuan mereka, dan definisi-definisi rendahan mereka cukup mencerminkan 

kebebalan mereka. Pastilah kita berasal dari Allah, dan pada Allah kita pasti kembali.  

Ujung penggunaan definisi-definisi kafir itu, bukan untuk memperdalam 

pemahaman manusia atas hakikat kehidupan, melainkan lebih untuk memanipulasi 

penduduk dan mengendalikannya di dalam proses produsen-konsumen. 

Definisi-definisi itu digunakan untuk memprogram dan mengkondisikan masyarakat, 

agar menerima proses produsen-konsumen sebagai maksud hidup manusia, dan 

agar dijadikan sebagai alasan keberadaan manusia. Allah tetapkan di Qur'an bahwa, 

Dia tidak menciptakan manusia dan jin kecuali untuk beribadat pada Nya.  

Sebagaimana yang terlihat dari kejadian Lord Northcliffe dan Ezra Pound, 

definisi-definisi kafir itu juga memberikan perangkat yang digunakan elit penguasa 

freemason, untuk memusnahkan atau setidaknya mengendalikan orang-orang yang 

mengenali sistem kafir yaitu sistem Dajjal -dan orang-orang yang mungkin bila tidak 

dihentikan bisa mengganggu kelancaran sistem Dajjal -dengan menjadikan mereka 

sebagai sasaran proses peradilan dan medis, yang telah dikondisikan sebagai normal 

dan legal menurut mayoritas penduduk.  

Para pakar kafir yang menyusun dan menyokong definisi-definisi kafir itu, jelas 

bisa dikenali dengan gambaran-gambaran kandungan Qur'an sebagai mufsidun96, 

artinya "para koruptor". Mereka ialah orang-orang yang mengatakan mereka sedang 

membuat kebaikan, padahal nyatanya mereka hanya membuat kekacauan, 

perpecahan dan pertikaian.  

Jadi walau kata "Dajjal" itu tidak tertera di Qur'an, namun perilaku Dajjal, yaitu 

perwujudan puncak dan terakhir dari kufr di proses kehidupan sebelum kiamat, 

dengan jelas dinyatakan dan diperkenalkan. Seluruh sistem kafir, Nabi Muhammad 

saw bersabda bahwa kufr yaitu  sebuah sistem, lengkap dengan jaringan sub-sub 

sistemnya (yang dikendalikan oleh yang katanya para pakar), yaitu  Dajjal sebagai 

gejala sosial budaya global. Tata cara pelaksanaan proses produsen-konsumen dan 

tata cara sistem-sistem pendukung -yang digunakan untuk mengendalikan dan 

memanipulasi masyarakat yang diperbudak sistem produsen-konsumen -yaitu  bukti 

nyata bahwa pengambilalihan oleh Dajjal sebagai kekuatan gaib sudah dan sedang 

berlaku. Kini, sistem kafir yaitu sistem Dajjal telah menjajah hampir semua negara di 

dunia, maka kedatangan si Dajjal sendiri tinggal masalah waktu saja.   

Contoh lain tentang cara kerja sistem Dajjal dalam rangka memusnahkan 

oposisi dengan yang katanya "perangkat kontitusional", dapat ditemukan dalam cara 

penyelenggaran persidangan Nuremberg yang masyhur. Dalam sejarah 

pengambilalihan oleh Dajjal, bisa jadi inilah sandiwara penyamaran yang direkayasa 

paling cermat dan paling menyeluruh, serta memakan biaya jutaan pound.  

Seperti Ezra Pound, Hitler dan para pengikut setianya menyadari betul 

kegiatan-kegiatan para freemason. Hitler menyulut kampanye propaganda meluas 

yang dirancang untuk membongkar kegiatan-kegiatan itu. Dia bahkan merintis perang 

dunia kafir kedua. Seperti Pound, dia meremehkan tingkat pengendalian yang sudah 

dimiliki oleh para freemason. Bahkan pernah pada suatu tahap, sebab  dia 

mendapatkan dukungan dana dari para bankir Zionis di Wall Street, Hitler menyangka 

bahwa pemerintah Amerika akan menyokongnya. Jadi sedikit sekali pengetahuannya, 

bahwa selama paling tidak lima puluh tahun sebelum bermulanya perang dunia 

kedua, di Amerika benar-benar telah terjadi pengam-bilalihan oleh freemason.  

Hitler tidak sadar bahwa, dialah orang yang memang dinanti-nanti oleh para 

freemason. Hitler cukup karismatik untuk dapat menarik sejumlah besar pengikut 

yang siap berperang bagi dirinya, dan dia cukup tamak kekuasaan dan 

metoda-metoda yang digunakannya untuk berkuasa pun cukup zalim. Semua ini 

dapat dijadikan alasan yang kuat oleh para freemason untuk menghujat Hitler begitu 

                                                          

96

 Mufsidun yaitu  jamak dari mufsida, yaitu: para koruptor, para pembuat onar, para pengacau, 

mereka mengaku berbuat benar tetapi sebenarnya mengacau 

perang usai. Maka, dipakailah Hitler oleh para freemason untuk menghancurkan 

dirinya sendiri, seraya pada saat yang sama memberi kesempatan bagi para 

freemason untuk mengeruk keuntungan yang menggiurkan dari peperangan -dan 

situasi ini pun akhirnya bisa meningkatkan pengendalian mereka di seluruh dunia.  

Perang dunia kedua sering dijadikan alasan kuat bagi hampir semua negara 

untuk menimbun sebanyak mungkin peralatan perang, maka keadaan ini memberikan 

begitu banyak potensi pertikaian untuk dimanfaatkan oleh para freemason -sebab  

begitu sebuah negara memiliki persenjataan, keadaan ini pasti akan memunculkan 

seseorang yang ingin memakai nya. Kemudian orang itu akan disokong oleh para 

freemason, begitu pula lawannya, para freemason memahami bahwa sang 

pemenang pertikaian itu, nantinya akan membalas jasa-jasa freemason -biasanya 

berupa pembelian tambahan persenjataan, peminjaman uang yang dibungakan, atau 

pemberian kontrak-kontrak yang menguntungkan kepada perusahaan-perusahaan 

sokongan freemason; demi penegakan proses produsen-konsumen di negara 

ini , dan untuk menguras sumber daya alamnya. sebab  para freemason 

menyokong kedua belah pihak yang bertikai -tanpa disadari oleh keduanya -maka tak 

peduli pihak mana pun yang memenangkan pertikaian itu, para freemason tak akan 

kalah.  

Seperti terhadap Pound, para freemason juga harus mempunyai upaya 

pembalasan yang efektif yang di penghujung perang dunia kedua bisa digunakan 

untuk menghujat gagasan-gagasan Hitler dengan telak, yaitu dengan 

menggambarkan Hitler sebagai orang yang sedemikian gilanya, hingga tak sepatah 

pun perkataannya bisa dipercaya, bahkan tak mengandung kebenaran. Setelah 

memakai  Hitler untuk menciptakan situasi pertikaian yang menguntungkan, tentu 

para freemason harus menceraikan diri dari keterlibatan pada kebangkitan dan 

kejatuhan Hitler, dari peran mereka sebagai dalang peperangan, maupun dari 

kebenaran-kebenaran tentang tingkah laku mereka yang terlanjur dikoar-koarkan oleh 

Hitler. sebab  Hitler sendiri yaitu  seojang kafir, maka tugas ini jadi lebih mudah.  

Meskipun Hitler sadar para freemason berusaha menguasai dunia (dan 

berusaha mencegahnya), namun Hitler tidak punya sarana kepada satu-satunya cara 

hidup alternatif yang Jayak untuk mengganti sistem kafir -yaitu yakin kepada Allah, 

dan yakin kepada cara hidup yang diwujudkan oleh Nabi Muhammad saw yang diikuti 

oleh masyarakat yang terbentuk di sekeliling beliau di Madina al Munawarra.  

Hitler bahkan tidak mempunyai idealisme seperti yang dimiliki Ezra Pound. 

Sebagaimana para freemason, Hitler hanya mengejar kekuasaan. Rencananya Hitler 

ingin mengalahkan para freemason dengan permainannya sendiri, yaitu mengganti 

piramida freemason dengan struktur piramida kekuasaan miliknya.  

Hakikatnya, perang dunia kafir bukanlah perseteruan antara iman dan kafir 

-yaitu pertentangan antara mereka yang menerima kearifan gaya hidup Kenabian 

dengan mereka yang menentangnya -walaupun di antara kedua belah pihak ada saja 

mereka yang terseret ke dalam pertikaian itu, sehingga satu-satunya jalan untuk tetap 

waras yaitu  dengan yakin kepada Allah. Contohnya, pernah ada seorang kolonel 

Muslim dari Hyderabad97 (kota di India), yang memutuskan ikut berperang membela 

Inggris, dengan alasan bahwa jika Jerman menang, maka tentu sistem kafir, yaitu 

sistem Dajjal, akan dijalankan dengan lebih efisien oleh Jerman, sehingga diperlukan 

waktu dua kali lipat untuk mencapai tahap keruntuhan seperti yang sudah tercapai 

                                                          

97

 Letaknya di bagian tengah. Tepatnya di negara bagian Andhra Pradesh (wikipedia -localholic) 

kini. Allah menetapkan di Qur'an bahwa kafirun nampak seolah satu tubuh, namun 

mereka saling berpecah belah.  

Maka betapa dungunya Hitler, sebab  ia tak menyadari betapa tingginya tingkat 

pengendalian yang telah dijalankan para freemason di dunia barat, sampai-sampai ia 

bermimpi bisa menggantikan para freemason sebagai penguasa dunia, Sebaliknya 

para freemason tahu bahwa mereka akan memenangkan perang, bahkan sebelum 

mereka mendorong Hitler untuk "menyulutnya". Yang "kalah" yaitu  khalayak yang 

bernasib sial hingga mau disesatkan untuk ikut berperang. Salah satu tujuan utama 

perang dunia kedua, yaitu  untuk memperluas wilayah yang dikuasai para Komunis, 

yang di balik penyamaran perang dunia kesatu mereka telah merebut kekuasaan di 

Rusia. Inilah sebabnya mengapa perang dinyatakan kepada Jerman, bukan kepada 

Rusia, walaupun Rusia telah menyerbu Polandia "sebelum" meletusnya perang dunia 

kedua -dan bahkan sebab  akhirnya Rusia menduduki seluruh Polandia dan setengah 

wilayah Jerman "seusai" perang dunia kedua.  

Begitu perang usai, salah satu perhatian utama para freemason yaitu  

bagaimana bisa menghilangkan jejaknya. Tugas mereka ganda. Yang pertama 

yaitu  pentingnya menghujat pandangan Hitler atas campur tangan dan manipulasi 

freemason di berbagai urusan tingkat dunia, yaitu dengan mengekang 

penyebarannya sesempit mungkin, dan dengan menjadikan Hitler sebagai orang 

yang tak bisa dipercaya. Yang kedua yaitu  pentingnya membangun kesan yang 

jauh berbeda, pada tindakan-tindakan yang lahir dari pandangan-pandangan Hitler. 

Pandangan-pandangan Hitler -terutama kritik dan kutukannya terhadap bunga -harus 

disajikan sebagai khayalan orang gila, yang sama sekali tak berpijak pada kebenaran 

atau ketepatan apa pun. Tindakan-tindakan Hitler dan para pengikutnya, harus 

digambarkan sebagai penjelmaan mengerikan dari prasangka-prasangka tak waras 

seorang penguasa lalim rasialis, bukan sebagai salah-langkahnya seseorang yang 

mencoba membebaskan Eropa dari jeratan pengendalian para freemason.  

Banyak pandangan Hitler yang digali dari atau ditopang dengan ditemukannya 

sebuah artikel  kecil, yaitu The Protocols of the Learned Elders of Zion98, artikel  ini  

awalnya diterbitkan oleh Sergyei Nilus1 di Rusia pada tahun 1905 dalam bahasa 

Rusia, dan camkan ini: bila seseorang memiliki artikel  ini di masa perebutan kekuasaan 

oleh Komunis di Rusia, maka diancam dengan hukuman mati. artikel  ini memberikan 

gambaran tak utuh, tetapi cukup, mengenai rencana induk para freemason untuk 

mengendalikan dunia: Tata Dunia Baru.  

Isi artikel  itu menguatkan apa yang telah diamati oleh Hitler mengenai tata cara 

pengendalian para freemason melalui apa yang dinamakan Hitler sebagai: 

kediktatoran bursa saham dunia, monopoli bahan-bahan mentah (baca: sumber daya 

alam), pengendalian pertanahan (bahkan kepemilikannya), dan, dedengkotnya, 

penerapan riba dalam segala bentuk.  

Para freemason, yang dalam tahap pengambil-alihannya sudah mencapai 

pengendalian yang hampir sempurna atas media massa di dunia barat, mengadakan 

kampanye penyamaran yang sangat membahana untuk menanamkan gagasan 

bahwa artikel  Protocols yaitu  suatu pemalsuan, dan yang lebih utama, menegaskan 

bahwa tidak ada secuil pun kebenaran pada artikel  itu. Maka untuk maksud ini 

                                                          

98

 Protokol Para Sesepuh Zion yang Terpelajar. Arti protokol; tata-tertib. 

 

bermunculanlah artikel-artikel surat kabar di setiap penerbitan utama di dunia barat 

-termasuk di surat kabar The Times, tentunya setelah Lord Northcliffe dipecat -yang 

bahkan hingga kini kadang-kadang masih muncul.  

Dua cerita yang paling terkenal dianggap sebagai asal-usul artikel  Protocols 

yaitu : pertama, bisa dilacak dari dialog satir antara Machiavelli dan Montesquieu di 

neraka, yang ditujukan pada Napoleon III, dan diterbitkan sebagai bagian dari novel 

Jerman berjudul Biarritz. Asal-usul kedua, artikel  ini konon disusun oleh para anggota 

polisi rahasia Rusia di Paris, di tahun-tahun terakhir abad ke sembilan belas, yang 

mana mereka mengambil gagasannya dari selebaran buatan pengacara Perancis 

yang bernama Maurice Joly199.  

Kampanye penyamaran artikel  Protocols mencapai puncaknya sebab  perkara ini 

dibawa ke pengadilan Swiss yang dikendalikan para freemason, yang -setelah 

menetapkan bahwa pasal-pasal Swiss Civil Code (hukum perdata Swiss) tidak 

berlaku pada acara kesaksian, dan hanya satu dari empat puluh saksi pembela yang 

diijinkan untuk bersaksi, dan mengijinkan para penuntut untuk menunjuk dua juru 

steno pribadi menggantikan juru steno pengadilan, untuk membuat catatan "resmi" 

atas bukti yang diberikan oleh enam belas saksi penuntut -memberikan keputusan 

sesuai dengan yang diharapkan, yaitu memenangkan Swiss Israelitic Alliance (Aliansi 

Keisraelan Swiss), dan Israelite Congregation (Jema'ah Israel) di Berne, tentunya 

juga demi keuntungan para freemason secara keseluruhan -pada tanggal 14 Mei 

1935, setelah peradilannya berlangsung selama hampir dua tahun -bahwa Protocols 

yaitu  pemalsuan yang disengaja, yang mungkin berasal-usul dari kantor-kantor 

Polisi Politik Rusia di Paris, untuk digunakan pemerintahan Tsar untuk melawan kaum 

liberal Rusia. Tidak mengherankan, bahwa dengan melihat sedemikian banyak 

penyimpangan prosedur yang terjadi, akhirnya pada 1 November 1937 Swiss Court of 

Criminal Appeal (Pengadilan Naik Banding Swiss) membatalkan seluruh keputusan 

itu.  

Mungkin perlu disebutkan walau sepintas, bahwa, meskipun para Yahudi Khazar 

terus menyatakan, bahwa The Protocols of The Learned Elders of Zion merupakan 

"pemalsuan kuno yang mengerikan" -yang mana peredarannya di pasar umum sudah 

dicegah sebisa-bisanya oleh mereka -namun terdapat kemiripan yang kuat antara apa 

yang merupakan cita-cita awal dan usulan The Protocols, dengan apa yang terjadi 

sejak saat itu hingga kini, seperti yang pernah ditunjukkan oleh Henry Ford (presiden 

Amerika dahulu) pada tahun 1921:  

 "Selama ini artikel  itu cocok dengan keadaan dunia, dan artikel  itu cocok pula 

dengan saat ini," beberapa contoh kecocokannya yaitu : pendirian 

Persatuan Bangsa Bangsa di tingkat internasional (artinya Pemerintah 

Dunia sesuai dengan rencana tata dunia baru); berdirinya negara-negara 

polisi yang teratur ketat di tingkat nasional; penciptaan ekonomi yang 

impoten dengan penerapan hutang-hutang yang berbunga dan perpajakan 

yang melumpuhkan di tingkat masyarakat; penciptaan kekacauan dan 

pengumbaran kecabulan dengan menyebarkan teori-teori politik dan sosial 

yang sesat di tengah masyarakat Goyim (non-Yahudi) melalui media massa 

di tingkat perorangan; dan pemasyarakatan olahraga yang terorganisir 

                                                          

99

 Maurice Joly (1829-1878) yaitu  seorang satiris Perancis dan pengacara terkenal sebab  karyanya 

berjudul Dialog di Neraka Antara Machiavelli dan Montesquieu, kemudian digunakan sebagai dasar 

untuk The Protokol Para Tetua Sion. (wikipedia – localholic)  

untuk menggantikan peribadatan agama yang dilembagakan di 

mana-mana.  

"Pemalsuan" yaitu  peniruan dari sesuatu yang asli, atau penciptaan sesuatu 

yang diakui sebagai yang asli. Pemalsuan yang baik biasanya begitu mirip dengan 

aslinya sehingga hampir tidak ada perbedaan di antaranya, atau peniruan itu begitu 

tepat sehingga jadi "sebenar" yang aslinya, sekalipun pemalsuan itu tidak diciptakan 

oleh orang yang dikatakan telah menciptakannya. Dengan kata lain, suatu 

"pemalsuan" itu bisa jadi menampilkan secara benar apa pun yang ditirunya atau 

digambarkannya.  

Sekalipun The Protocols of The Learned Elders of Zion merupakan pemalsuan, 

yang belum pernah dibuktikan secara mutlak, bisa jadi sebagian besar dari apa yang 

digambarkan di situ merupakan kebenaran. Apakah artikel  itu fakta atau fiksi, tetap saja 

artikel  itu merupakan bacaan yang menarik. Jika memungkinkan untuk membaca 

Protocols, maka para pembaca bisa memuaskan diri sendiri dengan mencari di mana 

letak kebenarannya, Seperti yang terjadi dengan tulisan-tulisan Pound, para 

freemason yang mengendalikan bisnis penerbitan dan tempat penyebarannya telah 

menjamin bahwa, sejak lama semua salinan dan terjemahan Protocols telah 

benar-benar ditarik dari peredaran.  

Begitu pula halnya dengan tulisan-tulisan Alfred Rosenberg100 -salah seorang 

pengikut Hitler yang banyak menulis tentang Protocols, dan di antara berbagai hal lain 

dia berhasil melacak bahwa Revolusi Rusia bersumber pada kegiatan para 

freemason -semua tulisannya telah ditarik dari tatapan khalayak.  

Selain dari penarikan seluruh catatan pandangan-pandangan Hitler yang 

merusak citra para freemason, sesungguhnya ratusan artikel  yang didukung oleh 

sajian-sajian lain di radio dan di layar, ditulis dan disiarkan untuk menyelewengkan 

apa yang sebenarnya dikatakan oleh Hitler. Sedikit sekali orang masa kini yang 

mengetahui apa yang sesungguhnya dikatakan dan diyakini oleh Hitler. 

Pandangan-pandangan Hitler telah tertutup oleh rentetan caci-maki amarah, yang 

menghalangi orang masa kini untuk bisa secara tenang dan kritis memeriksa apa 

yang telah dikatakan Hitler, untuk mencari kebenaran apa pun yang mungkin 

terkandung padanya. Jika kini anda bertanya kepada orang-orang, tentang apa yang 

mendorong tindakan-tindakan Hitler, kebanyakan mereka akan langsung bergidik, 

dan langsung dengan taat menyampaikan gambaran hasil rekayasa media massa 

freemason bahwa: Hitler yaitu  penguasa lalim yang berprasangka irasional kepada 

Yahudi, tanpa alasan lain kecuali sebab  mereka Yahudi. Tak bisa diragukan lagi 

bahwa Hitler memang membenci sebagian Yahudi, namun dia punya alasan-alasan, 

dan sebenarnya beberapa alasan ini  dapat dimengerti.  

Memang tindakan-tindakan Hitler dan para pengikutnya jelas berlebihan, dan 

semua ini memudahkan para freemason untuk menggambarkan bahwa tindakan 

mereka jauh lebih berlebihan daripada yang sebenarnya. Membesar-besarkan 

sesuatu yang pernah terjadi selalu lebih mudah, dibanding merekayasa sesuatu yang 

sama sekali tak pernah terjadi. Para freemason betul-betul memanfaatkan kenyataan 

ini , untuk melukiskan Hitler dan para pengikut-nya sebagai orang gila rasialis 

fanatik, yang bercita-cita untuk memusnahkan seluruh Yahudi dan menegakkan ras 

Arya yang terunggul.  

                                                          

100

 Alfred Rosenberg (12/01/1893 – 16/10/1946) yaitu  anggota awal dan intelektual berpengaruh dari 

Partai Nazi (wikipedia – localholic)    

Dengan teknik-teknik manipulasi media massa yang sangat memancing amarah 

-termasuk teknik penayangan "close up" yang menuduh, tanpa memberi gambaran 

yang menyeluruh, dan dilatari oleh ramuan kata bermuatan yang memancing 

kebencian -para freemason mencapai sukses besar dalam menjelmakan Hitler 

sebagai psikopat paranoid ngawur, yang membayangkan persekongkolan yang tidak 

ada, demi membenarkan prasangkanya yang rasialis dan irasional, serta 

kebenciannya pada seluruh Yahudi. Tentu saja terdapat beberapa kebenaran pada 

tuduhan-tuduhan ini , namun melalui sistem media, tuduhan ini  dipelihara 

sebagai "kebenaran yang mutlak", padahal nyatanya banyak kebenaran yang telah 

dihapuskan dari gambaran yang dipersiapkan untuk masyarakat umum.  

Salah satu contohnya, seperti yang ditulis Douglas Reed, wartawan utama The 

Times untuk wilayah Eropa Tengah dan Balkan pada tahun 1930-an, di artikel nya The 

Controversy of Zion:  

Pada kasus "pembasmian Yahudi" di Jerman, saya menemukan bahwa sajian 

kenyataan-kenyataan yang adil, secara bertahap telah dikalahkan oleh 

penggambaran yang berat sebelah, sehingga akhirnya kehilangan kebenarannya. 

Pergeseran-pergesaran ini terjadi dalam tiga tahap yang tak kentara. Awalnya media 

mengabarkan tentang pembasmian "lawan-lawan politik dan Yahudi"; kemudian ini 

secara halus diubah menjadi pembasmian "Yahudi dan lawan-lawan politik"; dan pada 

akhirnya pers secara umum hanya membicarakan tentang "pembasmian Yahudi". 

Dengan cara ini, kesan palsu telah ditayangkan ke dalam pemikiran khalayak, dan 

kesengsaraan korban yang jumlahnya begitu banyak telah terhapus dari penglihatan 

umum, sebab  sorotan media hanya ditujukan kepada satu kelompok saja (Yahudi). 

Hasilnya nampak di tahun 1945, yaitu sebab  di satu sisi pembasmian Yahudi dijadikan 

sasaran penuntutan resmi di Nuremberg, sedangkan di sisi lainnya, setengah dari 

Eropa dan seluruh warganya dibiarkan menderita akibat pembasmian yang telah 

sama-sama mereka semua alami, di mana sebenarnya hanya sekelompok kecil 

Yahudi yang telah ikut menderita, sesuai dengan kecilnya perbandingan jumlah 

mereka di setiap wilayah.  

Douglas Reed melanjutkan:  

sebab  pembasmian umum dimulai, aku melaporkan apa yang kusaksikan. 

Jika saya mengetahui keberadaan kamp konsentrasi yang berisi seribu 

tawanan, saya akan melaporkan apa adanya; jika saya mengetahui bahwa 

dari seribu tawanan itu terdapat tiga puluh atau lima puluh orang Yahudi, 

saya akan melaporkan apa adanya. Saya menyaksikan teror yang pertama, 

bercakap dengan banyak korban, memeriksa cedera-cederanya, dan saya 

diperingati bahwa gara-gara itu saya bisa terkena amukan Gestapo (tentara 

rahasia Nazi). Sebilangan besar para korban, tepatnya lebih dari sembilan 

puluh persen yaitu  orang Jerman, dan sedikit sekali orang Yahudi. Dan ini 

menceminkan perbandingan jumlah penduduk di Jerman dan juga di 

negara-negara lain yang kemudian diduduki oleh Hitler. Namun sikap 

pemberitaan pers dunia, secara lambat laun menghapus perkara 

penderitaan sejumlah besar massa, hingga yang tersisa hanya perkara 

penderitaan para Yahudi.  

Begitu juga, sebab  tentara Soviet -yang sepengetahuan kita telah menyerbu 

Polandia sebelum bermulanya perang dunia kedua -akhirnya menguasai Polandia 

dan Jerman Timur di penghujung perang dunia kedua, merekalah yang mengambil 

alih sebagian besar kamp konsentrasi -dan sebagaimana Hitler telah memakai  

kamp itu untuk membuang para lawan politiknya -tentara Soviet juga 

memakai nya untuk membuang lawan-lawan politik Stalin, yang kebanyakan 

dihalangi untuk melarikan diri menyeberangi sungai Elbe oleh pasukan Sekutu -ini 

merupakan suatu skenario yang sangat mengerikan yang tidak pernah 

disebarluaskan kepada khayalak, Seperti yang ditunjukkan lagi oleh Douglass Reed:  

Masyarakat barat tidak mengetahui apa-apa tentang kejadian-kejadian di 

wilayah Jerman yang diduduki oleh Inggris dan Amerika pada masa itu, dan 

mungkin mereka pun tidak akan terlalu keberatan seandainya 

mengetahuinya, sebab  pada periode itu mereka masih terbius dengan 

propaganda perang, khususnya mengenai kamp-kamp konsentrasi Nazi. 

Menurut pemikiran saya, mereka telah melupakan sama sekali bahwa 

kamp konsetrasi aslinya merupakan gagasan Komunis yang ditiru oleh 

Hitler, dan bahwasanya dengan semakin jauh dibiarkannya Tentara Merah 

(Komunis) memasuki Eropa, maka semakin kekal pula keberadaan kamp 

konsentrasi. Perasaan masyarakat barat dibakar dengan film-film berita 

mengerikan yang menampilkan mayat-mayat kurus kering 

bertumpuk-tumpuk bagaikan kayu bakar di kamp-kamp konsentrasi -yang 

ditayangkan pada jutaan layar sebab  pasukan Sekutu memasuki Jerman.  

Saya yaitu  salah seorang pemirsanya dan mendengar 

komentar-komentar di sekitarku dengan rasa was-was. Propaganda perang 

yaitu  racun terjahat yang pernah dikenal manusia, dan saya yakin bahwa 

para pemirsa di tahun 1945 itu, sesudah selama bertahun-tahun dihalangi 

dan informasi yang benar, mereka telah kehilangan segala kemampuan, 

bahkan mungkin telah kehilangan hasrat untuk menilai apa yang mereka 

saksikan. Saya kira kebanyakan dari mereka menyangka bahwa sisa-sisa 

manusia yang mereka tonton itu yaitu  para Yahudi, sebab  itulah kesan 

yang oleh pers saban hari ditanamkan ke dalam pikiran mereka. Mereka 

senantiasa membaca "kamar-kamar gas Nazi untuk Yahudi.... kamar 

pembakaran mayat Nazi untuk Yahudi", dan sangat sedikit dari mereka 

yang di kemudian hari peduli untuk membaca kisah-kisah para penghuni 

kamp-kamp itu dan menemukan siapakah para korban yang sebenarnya. 

Sebagai contoh: seorang wanita Jerman (namanya Frau Margaret Bubers 

Newmann 101 ) yang pernah ditahan selama lima tahun di kamp 

Ravensbruck, mengatakan bahwa korban pertama yaitu  orang-orang 

yang sakit atau cacat, kemudian mereka yang tak mampu bekerja, dan 

korban berikutnya yaitu  kelompok "ras rendahan", yaitu diawali orang 

Polandia, kemudian orang Cheko, Bulgaria, Hungaria dan yang lain.  

Dengan demikian tumpukan mayat-mayat itu, hanya menerima secuil belas 

kasih sejati, setara dengan yang diterima oleh mereka yang hidup dan 

dihalau masuk kembali ke daerah kamp konsentrasi oleh pasukan Sekutu, 

dan kini semua itu hanya menjadi daya tarik sejarah yang disinggung oleh 

artikel  sejenis ini, untuk menunjukkan bahwa kamp-kamp konsentrasi "Nazi" 

-pada saat pasukan Sekutu memasuki Jerman -sebagian besar 

dikendalikan oleh Komunis, dan bahwa para penyiksanya termasuk para 

                                                          

101

 Margarete Buber-Neumann (21/10/1901 – 6/11/1989), yaitu  anggota terkemuka dari Partai 

Komunis Jerman Republik Weimar. Dia selamat penjara selama Perang Dunia II. Setelah perang, ia 

menulis sebuah memoar penjara dan sebagai saksi kunci “trial of the century” yang disebut dalam 

Affair Kravchenko di Perancis. (wikipedia -localholic)    

Yahudi, dan sikap anti-Komunis merupakan syarat yang lebih pasti untuk 

menjebloskan orang ke kamar gas dibanding sikap anti-Hitler!  

Douglas Reed menyimpulkan:  

Para Komunis yang menguasai kamp-kamp itu, menyiksa dan membunuh 

para korban. Jika pun ada, perbedaan antara mereka dengan para sipir 

Gestapo yaitu  bahwa para Komunis lebih kejam, sebab  mereka telah 

mengkhianati dan membunuh orang-orang yang seharusnya menjadi 

teman seperjuangan dalam menghadapi musuh yang sama (Jerman). 

sebab  para Yahudi Timur secara khusus mengambil peran yang besar 

dalam Komunisme, maka logislah bila para Yahudi dianggap terlibat dalam 

perbuatan-perbuatan itu. Ini tidak mengherankan, sebab  Yahudi pun 

seperti manusia biasa, ada yang baik dan ada yang buruk, ada yang kejam 

dan ada yang manusiawi; tetapi keterlibatan Yahudi ini disembunyikan dari 

masyarakat urnum, yang hanya menerima gambaran bahwa kamp-kamp 

penyiksaan itu hampir seluruh penghuninya Yahudi, yang disiksa oleh para 

jagal "Nazi" yang bejat. Sebenarnya, para Yahudi hanya merupakan 

sebagian kecil dari penghuni kamp-kamp itu; pada tiga tahun terakhir 

peperangan, kebanyakan jagal-jagalnya yaitu  para Komunis; dan di 

antara para jagal itu ada, orang-orang Yahudi.  

Kampanye media untuk menghujat Hitler -dirancang untuk meyakinkan 

masyarakat