-sebab sudah menjadi adat media kafir untuk menyamakan kekerasan
semacam itu dengan terorisme, dan menyamakan terorisme semacam itu dengan
Islam -harus ditegaskan bahwa Nabi Muhammad saw melarang membunuh wanita,
anak-anak dan orang tua dalam perang, begitu pula beliau melarang penghancuran
harta benda secara semena-mena. Membunuh orang yang tak bersenjata dan
menghancurkan harta benda secara semena-mena, bisa jadi merupakan tanda-tanda
puncak frustasi, atau tanda membatunya hati, semua ini tidak ada sangkut-pautnya
dengan ajaran-ajaran Islam.
Jika Muslimin diserang dan terpaksa membela diri, maka mereka wajib
bertempur secara terhormat dan dalam batasan perilaku sesuai contoh Nabi
Muhammad saw dan para sahabatnya ra.
115
Fasiqun: orang-orang fasiq; biasa juga disebut fasik. Fasiqun yaitu mereka yang memecah-belah,
baik dalam dirinya sendiri maupun pada luar dirinya.
116
Autisme yaitu suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang
membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. (wikipedia –
localholic)
Diberitakan bahwa sayyidina117 Ali ra, kadang kala tercegah dari membunuh
lawannya di medan pertempuran, sebab dengan penglihatan hatinya ia dapat
melihat, bahwa keturunan musuhnya itu akan menjadi muslim. Pada peristiwa lain,
sebab Ali ra akan melakukan tebasan pemungkas, musuhnya meludahi wajahnya dan
membuatnya marah, sehingga beliau kemudian melepaskan musuhnya itu, sebab
musuhnya bertanya kenapa ia melakukan hal itu, beliau menjawab bahwa jika ia
membunuhnya dengan amarah, maka hal itu akan menyeretnya ke Api. Musuhnya
begitu terkesan pada sikap itu, sehingga ia kemudian menerima Islam dan menjadi
seorang Muslim.
Pengaruh dan pengendalian menyeluruh sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, dalam
berbagai sisi kehidupan masyarakat masa kini begitu meluas dan licin
keberadaannya, dan mengakibatkan sebagian besar masyarakat tidak menyadari apa
yang mereka hadapi. Sistem Dajjal sudah menjadi bagian hidup mereka, bak udara
yang meliputi mereka, yang terus dihirup, tanpa disadari mereka bergantung
padanya. Pengendalian ala freemason yang menimpa diri mereka betul-betul telah
menjadi bagian hidup keseharian mereka, sebegitu dekatnya, sehingga mereka tidak
dapat melihatnya -sebagaimana ketidaksadaran mereka bahwa keberadaan mereka
yaitu karunia Allah, dan bahwa setiap denyut jantung mereka bergantung
sepenuhnya kepada Allah. Dalam pandangan mereka, kebenaran berbagai perkara
menjadi samar. Mereka dilahirkan di dalam sistem Dajjal, dan mereka telah
dibesarkan untuk menerima bahwa demikianlah jalan kehidupan yang sepatutnya.
Mereka telah dididik dalam berbagai cara sistem Dajjal dan walaupun pendidikan
formal mereka telah berakhir, mereka terus-menerus disesatkan oleh media yang
berusaha meneguhkan cara pandang itu.
Walau seseorang menyadari bahwa dalam keadaan kafir, segala sesuatu
menjadi serba salah, namun ia seringkali tidak mampu mengungkapkan kenapa atau
apanya yang salah. Seseorang bisa saja pernah melihat secercah aksi manipulasi
media secara gamblang, atau menyaksikan suatu contoh ketidakadilan kerja sistem
hukum kafir, atau mengakui di lubuk sanubarinya bahwa ia tidak pernah mempelajari
sesuatu yang betul-betul bermakna pada kurikulum resmi di sekolah atau di
perguruan tingginya -walaupun demikian ia tetap tidak mampu mendapatkan
gambaran yang jelas mengenai sistem itu secara menyeluruh, atau membebaskan
dari pengaruh proses produsen-konsumen yang menjebaknya.
Setiap orang berhadapan dengan kebutuhan-kebutuhan hidup yang mendasar.
Kebutuhan-kebutuhan yang sederhana itu, seperti pangan, papan dan sandang,
harus didapatkan dan tagihannya harus dibayarkan -bagi sebagian besar masyarakat
ini berarti bekerja dan bermain dari hari ke hari -dan sebab seorang pria dan seorang
wanita bertemu dan memulai suatu keluarga, maka kehidupan sehari-harinya dengan
begitu saja berubah menjadi begitu padat dan sibuk, sehingga tak tersisa lagi waktu
untuk menyadari apa arti semua itu.
Pada hakikatnya setiap atom berada pada tempatnya dan segala sesuatu yang
nampaknya terjadi dalam kehidupan yaitu bagian dari suatu kejadian. Dalam
Kenyataan kejadian yang terpadu itu tidak ada. Yang ada hanya Allah. Allah yaitu
Yang Tersembunyi di Dalam dan Mewujud di Luar. Allah yaitu Yang Awal sebelum
waktu berjalan dan Yang Terakhir setelah waktu sirna. Ke mana pun anda
117
Sayyidina sering dipakai sebagai penghormatan (§ ibarat tuanku, tengku, pimpinanku §).
memandang di sanalah wajah Allah. Segala sesuatu musnah kecuali wajah Allah.
Pastilah kita berasal dari Allah dan kepada Allah kita kembali.
Perbedaan antara jalan hidup kafir dan jalan hidup muslim yaitu , jalan hidup
kafir menghalangi anda untuk memahami hal ini, sedangkan jalan hidup muslim selain
membuka pemahaman anda, juga mampu membuat anda hidup dalam kedamaian
dan ketentraman. Kafir mengira bahwa ia ada sehingga bermasalah, sedangkan
mu'min mengetahui bahwa Allah ada sehingga tentram.
Pada masyarakat kafir, aneka rupa kebutuhan dan tuntutan hidup sehari-hari,
baik itu yang sesungguhnya maupun hasil rekaan media semata -yang sebab sifat
kerumitan sistem, aneka kebutuhan itu menjadi semakin rumit dan berlebih-lebihan
-membuat kebanyakan orang sulit untuk sempat berhenti dan merenung, apalagi
untuk mengambil keputusan meninggalkan cara hidup kafir itu, untuk menata ulang
dan mengkondisikan ulang, dan untuk menemukan jati diri mereka dan mengetahui
apa hakikat kehidupan.
Pengaruh sistem kafir yaitu sistem Dajjal, kerap begitu menyeluruh dan
memikat, sehingga siapa pun yang telah diperbudaknya biasanya yakin bahwa cara
hidup kafir yaitu cara hidup yang paling layak dan menyangka bahwa cara pandang
kafir atas kehidupan terang dan jelas -tak sadar bahwa ia telah diprogram dan
dikondisikan. Dengan kata lain, bak ikan emas yang lahir dalam akuarium, sebagian
orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka telah masuk perangkap.
Terlepas dari itu semua, walaupun titik keberangkatan telah dicapai, dan
keputusan untuk sungguh-sungguh menemukan makna hidup sudah diambil,
biasanya tetap saja sukar untuk mengejawantahkan niat ini secara lahiriah, sebab
harus berhadapan dengan ketetapan-ketetapan sistem hukum kafir yang mencegah
dan menghalangi -aneka ketetapan ini telah dirancang untuk mencegah agar orang
tidak menyimpang terlalu jauh dari batasan-batasan yang telah dipatok sebagai
"normal" dan "legal" oleh sistem kafir yaitu sistem Dajjal. Apalagi, biasanya akan
berdatangan tekanan-tekanan sosial yang kuat dari para saudara dan teman yang
mungkin sudah merasa puas dengan sistem yang berlaku, dan biasanya mereka
ketakutan dengan keputusan anda untuk meninggalkan sistem itu, sehingga untuk
mencegah anda melaksanakan keputusan anda, biasanya mereka bersedia
melakukan apa pun: dengan iming-iming finansial, pemerasan emosi, atau bahkan
dengan kekuatan fisik.
Siapa pun yang memilih seorang guru, atau mengikuti seorang pemimpin, dan
bergabung dalam sebuah kelompok atau masyarakat yang sepaham, sudah pasti
akan dianggap telah mengalami cuci otak, hingga mau bergabung dengan suatu
kelompok pemujaan (jika mereka Kristen) atau suatu sekte (jika mereka Muslim).
Sayangnya memang demikianlah keadaannya, sebab -sebagaimana yang telah
dikabarkan oleh Nabi 'Isa as dan Nabi Muhammad saw -memang saat ini banyak guru
dan pemimpin yang palsu, termasuk dalam masyarakat Muslim, dan semua ini sangat
membingungkan bagi siapa pun yang bersung-uh-sungguh ingin menuntut ilmu. Pada
akhirnya, setiap orang pasti akan mendapatkan guru yang layak bagi jati dirinya
sendiri.
Lebih sialnya lagi, para guru dan pemimpin sejati yang ada di masyarakat
Muslim -yang sungguh-sungguh terbimbing dan memperoleh idhn dari Allah dan
NabiNya -seringkali dicoreng dengan guratan yang sama oleh kafirun dan munafiqun
-dan bagi seorang mu'min ini malah bisa menjadi bukti bahwa guru yang terbimbing itu
berada pada sirat al-mustaqim118 -sebab sebagaimana Nabi Muhammad saw dan
para sahabatnya ra, maka setiap guru atau pemimpin yang demikian pasti ditentang
dan dihujat oleh kafirun dan munafiqun.
Sebenarnya, ini tidak bisa dihindarkan oleh para mu'minin 119 yang ikhlas
(bahkan oleh seluruh Muslimin), mereka akan selalu dibenci dan dihujat oleh kafirun
dan munafiqun. Semakin banyak pengikut yang tertarik kepada seorang guru atau
pemimpin Muslim -baik yang terbimbing maupun yang tidak -maka mereka akan
semakin dijadikan sasaran kampanye kejam media, di mana mereka akan dicap
sebagai "paranoid", "fanatik", "fundamentalis", dan walau tak tersurat, pasti secara
tersirat mereka pun akan dicap sebagai "teroris", dan, andaikan mereka sekali saja
mencela tindakan barbar yang sepanjang abad keduapuluh telah menimpa orang
Arab Palestlna, maka mereka tidak akan dicap sebagai "anti Zionis", melainkan
secara otomatis dicap sebagai "anti Semit120", dan ini secara tersirat berarti sama saja
dengan Hitter dan para Nazi, padahal sesungguhnya Arab Palestinalah yang
sebenarnya bangsa "Semit", dan sebagian besar orang Zionis Amerika atau Eropa
sebenarnya malah bukan keturunan bangsa Israel, melainkan keturunan suku bangsa
Khazar dan Kaukasus121, dan dengan demikian mereka sebenarnya yaitu bangsa
"Turki".
Jika sesudah segala kampanye media kafir, para guru atau pemimpin itu tetap
digandrungi oleh para pengikutnya, dan jika oleh para arsitek tata dunia baru, tingkat
pengaruh para guru itu tetap dianggap sebagai ancaman, maka akan ditimpakan
tekanan yang lebih dahsyat. Gerakannya akan dihambat. Guru atau pemimpin itu,
bisa saja dicekal dari meninggalkan negerinya, ia bisa saja dikenakan tahanan rumah
dan dilarang menerima tamu. Ia bisa saja didakwa melakukan kejahatan -biasanya
dalam bentuk persekongkolan -dan diajukan ke pengadilan. Ia bisa saja dijebloskan
ke penjara. Bahkan, ia bisa saja dibunuh.
Dalam kondisi demikian, tidak mengherankan bahwa guru yang sejati cenderung
akan tetap tertutup dan tak memiliki banyak pengikut, sedangkan mereka yang
bersungguh-sungguh mencari ilmu yang sejati akan merasa sulit untuk menemukan
seseorang yang menurut mereka dapat dipercayai sepenuhnya. Dengan Rahmat
Allah, bagaimana pun caranya, hati akan bertemu hati.
Ciri seorang guru sejati yaitu , ia mengajak orang untuk menyembah Allah dan
menuju ke jalan Muhammad saw. Ciri guru yang palsu yaitu , ia mengajak orang
kepada dirinya sendiri. Janganlah bergaul dengan seseorang yang keadaannya tidak
merubah dirimu, dan yang perkataannya tidak membimbing anda kepada Allah. Siapa
pun yang mencari seorang guru akan menemukannya sesuai dengan ketulusan dan
keteguhan niatnya.
Bagi mereka yang walaupun telah menghadapi berbagai kekuatan penghalang
-yang sebenarnya semua itu yaitu ujian atas ketulusan dan kesungguhan niat
seorang pencari ilmu -tetap merasa terdorong untuk mencari ilmu sejati dan jalan
118
Jalan yang Lurus, yaitu jalan Islam.
119
Kata jamak dari mu'min, artinya: para mu'min, orang-orang yang beriman.
120
Anti-Semit: anti bangsa Israel.
121
Kaukasus yaitu sebuah daerah di Eropa Timur dan Asia Barat di antara Laut Hitam dan Laut
Kaspia yang termasuk Pegunungan Kaukasus dan daerah-daerah rendah lainnya. Kaukasus kadang
dianggap sebagai bagian dari Asia Tengah. (wikipedia – localholic).
hidup yang berimbang, yang mau tak mau harus ditempuh demi pencarian itu,
kebanyakan akhirnya mereka menyadari bahwa mereka hanya siap berusaha sampai
sejauh itu, bisa saja sebab mereka tidak menginginkan apa yang dapat diinginkan,
atau sebab pengkondisian sosial yang telah mereka tempuh tertanam terlalu kuat
untuk bisa diatasi, atau tercegah oleh rasa takut yang tak masuk akal tentang
hukuman, pembungkaman, atau pembasmian oleh sistem, dan akhirnya mendorong
calon pencari ilmu untuk kembali bermain dalam permainan produsen-konsumen.
Hanya orang yang takut kepada Allah saja yang terbebas dari ketakutan kepada
selain Allah, dan tentunya terbebas pula dari ketakutan kepada sistem kafir, yaitu
sistem Dajjal -beserta berbagai perangkat pemaksaan aturannya.
Mereka yang mengikuti jalan hidup Nabi Muhammad saw, yaitu orang yang
takut hanya kepada Allah. Jelaslah bahwa mereka yang belum menemukan jalan
Islam -walaupun mereka memiliki pengertian yang rancu tentang apa itu Islam,
sebagai akibat dari progam pendidikan dan media, dan mereka yang pada saat ini
terseret dalam proses produsen-konsumen -akan merasa takut terhadap kekuatan
yang seakan-akan dimiliki oleh sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, sekalipun di dalam
dirinya mereka telah menolak sistem ini.
Lebih jauh lagi, rasa panik atas kehidupan dan rasa cemas terhadap
kemungkinan tidak memperoleh nafkah dan naungan yang layak -yang sudah pasti
muncul di hati siapa pun yang tidak mengerti bagaimana cara kerja kehidupan
-memperhebat rasa takut terhadap sistem itu, dan perasaan-perasaan ini berlaku
sebagai perangsang tambahan untuk tetap berperilaku sesuai dengan
ketentuan-ketentuan proses produsen-konsumen -yang berjanji akan meringankan
rasa panik dan rasa cemas dengan menjanjikan aneka barang dambaan. Aturan
mainnya yaitu jika anda ikut serta dalam permainan produsen-konsumen, maka
anda akan memperoleh uang untuk membeli barang-barang yang telah dikondisikan
agar anda membutuhkannya. Sebenarnya hal ini yaitu sebuah dusta, sebab telah
kita ketahui bahwa, salah satu cara untuk menjaga agar khalayak tetap mau bekerja
pada proses produsen-konsumen, yaitu dengan mengupah mereka sejumlah kecil
uang yang tak dapat mencukupi semua kebutuhannya, sehingga pertama, mereka
harus terus bekerja untuk bisa hidup, kedua, mereka harus terus bekerja untuk
membayar hutang-hutang yang terus membengkak sebab bunga -yang oleh
berbagai sistem keuangan kafir mereka telah digalakkan untuk meminjamnya.
Begitulah ciri sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, sehingga hanya elit penguasa yang bisa
menikmati sepenuhnya hasil jerih payah semua orang lain. Memang demikian
seharusnya, sebab sebenarnya dalam sebuah masyarakat kafir tak tersedia cukup
banyak barang-barang mewah untuk dapat dinikmati oleh semua orang.
Bahkan, walaupun bagi mereka yang sudah bisa memiliki aneka barang yang
melimpah-ruah buatan sistem produsen-konsumen masa kini, tetap saja semua itu
tidak bisa memadamkan rasa panik dan rasa cemasnya terhadap kehidupan, dan
dengan demikian mereka akhirnya tenggelam dalam pencarian tanpa akhir demi
mendapatkan model terbaru atau barang yang terhebat, yang semuanya sebenarnya
tidak nyata. Hal ini seperti meminum air laut -semakin banyak meminumnya, semakin
hauslah mereka. Hanya mereka yang sudah ditakdirkan untuk menemui hakikat
kehidupanlah yang dapat berhenti, lalu bercermin.
Dua alasan utama mengapa konsumsi semata tidak bisa mengobati rasa cemas
terhadap nafkah, Pertama, sebab rasa cemas itu yaitu hasil dari kejahilan atas cara
kerja kehidupan, dan rasa cemas ini hanya akan mulai sirna sebab kejahilan
digantikan oleh ilmu. Kedua, rasa gelisah yang bercokol di lubuk hati setiap pria dan
wanita, tidak lain yaitu wujud kerinduan akan pengenalan kepada Allah, maka tentu
saja kerinduan dan rasa gelisah itu hanya bisa dipuaskan dengan pengenalan kepada
Allah. Pengenalan sejati kepada Allah hanya datang dengan mengingati Allah, dan
tentu saja hanya dengan mengingat Allah maka hati menjadi tenang. Satu-satunya
cara untuk mengingat Allah, hanyalah dengan mengikuti jalan para Nabi saw, yang
telah diutus Allah ke berbagai zaman kehidupan umat manusia. Untuk zaman ini, nabi
yang diutus Allah yaitu Nabi Muhammad saw, artinya hanya dengan mengikuti jalan
hidup beliau lah, maka rasa takut atas kehidupan, rasa panik dan rasa cemas atas
nafkah dan naungan akan sirna, Putuskan pilihan anda sekarang juga.
Walaupun pilihannya sudah jelas, namun ini bukan perkara yang mudah bagi
siapa pun yang telah dikondisikan oleh sistem Dajjal -sekalipun orang itu sedang
dalam proses menolak pengkondisian itu. Pengkondisian yang telah dilangsungkan
oleh sistem Dajjal begitu kuat dan berbisa. Pengkondisian itu mampu menciptakan
kecanduan. Pengkondisian itu menciptakan gambaran dalam benak seseorang,
bahwa satu-satunya jalan untuk menghapuskan rasa takut dan rasa cemas, yaitu
dengan memakai teknik-teknik penyembuhan yang ditawarkan oleh sistem itu, yaitu:
dengan bekerja dan bermain sebab anda sehat, dan menaati petuah dokter sebab
anda sakit, dan yang terpenting jangan pernah coba-coba mengubah status quo
-lahiriahnya maupun batiniahnya.
Akibatnya, siapa pun yang dikondisikan sistem Dajjal, tidak pernah diijinkan
tumbuh menjadi dewasa, walaupun ia.sudah bisa beranak, bertanggung jawab atas
pekerjaan kantor dan mengendarai mobil. Siapa pun yang telah dikondisikan oleh
sistem Dajjal, akan dibuat terkagum-kagum pada sistem itu, bak anak kecil yang tidak
saja mengagumi orang tuanya, tetapi juga berpikir bahwa merekalah orang tua terbaik
di seluruh dunia dan merekalah yang paling tahu segala sesuatu. Siapa pun yang
tidak terlibat dalam pencarian pengenalan kepada Allah yaitu seorang anak kecil
-sebab hanya sebab anda mencapai usia tertentu barulah anda mulai ingin tahu apa
hakikat kehidupan. Sebagian orang, baik secara emosional maupun intelektual, tak
pernah mencapai usia ini . Bahkan ada sebagian orang yang sama sekali tak
memiliki intelek, yang disebut Qur'an aql 122, atau mereka tidak memiliki apa yang
disebut Qur'an lubb 123, itulah sarana untuk menyibak rahasia terdalam keberadaan
mereka.
Tak ada kesalahan dalam hal ini. Setiap diri hanya bisa menjadi dirinya sendiri.
Allah telah menetapkan sebagian kafir dan sebagian mu'min. Allah telah menetapkan
sebagian jahil dan sebagian berilmu. Allah telah menetapkan sebagian buta dan
sebagian melihat, Keduanya tidak sama, tetapi tak ada salahnya. Kasih sayang Allah
meliputi seluruh ciptaanNya dan menembus ke segala sisinya. Si kafir tidak bisa
melihat ini sedangkan mu'min melihatnya.
122
Aql dalam bahasa Arab sering juga disebut sebagai akal dalam bahasa Indonesia, artinya:
intelektualitas; kemampuan menalar; kata benda yang diambil dari kata kerja yang artinya
"menambatkan seekor unta" (agar tak lepas ke mana-mana).
123
Lubb: inti. Istilah ini digunakan dalam al-Qu‟an untuk menggambarkan mereka yang memiliki
kebijaksanaan yang sangat mendalam dalam jati dirinya, yaitu dalam hati. Mereka yang memiliki lubb
dapat memuja Allah dengan pengetahuan dalam dan dapat mencapai ma'rifah yang tinggi.
Jelaslah bahwa ada mereka yang benar-benar buta, dan ada mereka yang
benar-benar melihat, dan ada pula mereka yang berada di antaranya. Haruslah
dibedakan antara orang yang sudah merasa puas dengan sistem Dajjal seperti apa
adanya, dan orang yang tak mampu menanggungnya dan hanya tertarik untuk
mengikuti jalan hidup Nabi Muhammad saw dalam segala kesederhanaannya yang
kaya, dan orang yang tidak terlalu menyukai sistem Dajjal tetapi belum menjumpai
jalan hidup Nabi Muhammad saw.
Allah berfirman dalam Qur'an bahwa, jika orang-orang tidak mengikuti jalan
hidup para Nabi, maka pasti mengikuti jalan hidup moyangnya. Jelaslah bahwa kini
banyak manusia di dunia yang tidak punya sarana kepada transaksi hidup Nabi
Muhammad saw yang hidup dan menyala -sebagaimana dijalankan olehnya dan oleh
masyarakat Muslim awal di Madinah al-Munawarra -dan akhirnya mereka mengikuti
moyangnya, betapapun jahil atau beradabnya jalan hidup itu, hanya sebab mereka
tidak tahu jalan hidup yang lebih baik atau jalan hidup lainnya. Orang-orang semacam
ini tak bisa dianggap kafir -walaupun kebanyakan dari mereka berasal dari
tempat-tempat yang biasa dianggap "negeri-negeri Muslim", tetapi tidak dibesarkan
sebagai Muslim -sebab seorang kafir yaitu seseorang yang telah diberikan paparan
jelas mengenai apa Islam dan apa yang diwajibkan Allah kepadanya, kemudian ia
secara terus terang menolak apa yang telah diketahuinya itu, dan selanjutnya
berusaha untuk menghalangi segala penyebutan atau pengejawantahan jalan hidup
Islam.
Terkadang juga terjadi, sebab jati dirinya teracuni oleh kejahilan, ada orang
yang pada awalnya menolak jalan Islam -sebab bagi seorang yang sakit apa yang
manis kerap terasa pahit dan apa yang pahit kerap terasa manis -dan kemudian pada
suatu saat yang tepat ia menerima jalan Islam. Allah berfinnan dalam Qur'an, bahwa
Allah-lah yang meluaskan hati seseorang untuk menerima Islam, dan Allah
melakukan apa saja yang DikehendakiNya.
Dengan demikian, walaupun banyak sekali orang yang hidup di negara-negara
kafir di dunia yang pada saat ini terjebak sistem dan terseret ke dalam pusaran
keseharian proses produsen-konsumen, jika Allah menghendakiNya, dan jika suatu
saat mereka bertemu dengan Muslim sejati dan mengalami apa Islam dan apa makna
Islam yang hakiki, maka mereka akan menjadi Muslim.
Tentu saja ada pula orang yang benar-benar menolak jalan hidup Islam.
Mengenai orang semacam ini, Allah berfirman dalam Qur'an bahwa telinga, mata, dan
hati mereka telah tertutup, sehingga mereka tidak dapat mendengar apa yang
disampaikan oleh seorang Muslim dan tidak dapat melihat apa yang dilakukan oleh
seorang Muslim dengan pemahaman yang benar. Tak ada bedanya anda berbicara
kepada mereka atau tidak. sebab mereka buta, tuli dan bodoh, walaupun
nampaknya mereka melihat, mendengar dan berbicara.
Allah membimbing dan menyesatkan siapa yang dikehendakiNya. Allah
memasukkan sebagian manusia ke dalam Taman dan Allah tak peduli. Allah
memasukkan sebagian manusia ke dalam Api dan Allah tak peduli. Allah berkuasa
atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya kecuali dari Allah.
Kebangkitan Islam pada masa ini yaitu pertanda jelas dari Allah bahwa
polarisasi berskala global antara khalayak iman dan khalayak kufr sedang
berlangsung. Ini yaitu tahap pendahuluan yang harus terjadi sebelum
masing-masing pimpinannya dapat muncul -yaitu Mahdi bagi mu'minun, dan si Dajjal
bagi kafirun -dan sebelum dua kutub ini berhadapan sebagaimana telah ditetapkan.
Setiap kafir pasti akan menyerang setiap muslim, dan begitu Muslim diserang, maka
Allah telah perintahkan agar melawan demi membela diri dan membunuh para
penyerang, yaitu setiap orang yang menyerang mereka dan kemudian menolak
mengucapkan syahadat -yaitu bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan
Muhammad saw yaitu Rasul Allah -atau menolak untuk tunduk pada pemerintahan
Muslim dan membayar pajak jizya.
Salah satu cara untuk mengukur tingkat kejahilan dalam sebuah masyarakat
kafir, dan bagaimana hubungan antara kejahilan dengan timbulnya rasa takut akan
kehidupan dan rasa cemas akan nafkah dan naungan -yang semua ini merupakan ciri
khas dari sistem kafir, yaitu sistem Dajjal -yaitu dengan mengamati sejauh mana
khalayak mengasuransikan dirinya dan barang-barangnya terhadap kemungkinan
terjadinya bencana atau musibah, walaupun undang-undang kafir tidak
mewajibkannya.
Sistem asuransi kafir mutlak tidak diperlukan oleh orang yang menyadari
bagaimana cara kerja kehidupan, dan mengikuti pola hidup Kenabian -sebab pola
hidup Kenabianlah asuransinya.
sebab setiap orang akan bertemu dengan akibat-akibat dari
tindakan-tindakannya, baik di kehidupan ini maupun di kehidupan nanti, jelaslah
bahwa siapa pun yang tidak menyadari mana tindakan bermanfaat dan mana
tindakan
yang tidak bermanfaat, seringkali mendatangkan musibah bagi dirinya sendiri,
semata-mata akibat dari perilaku mereka sendiri. sebab orang kafir tidak mengetahui
ini, maka mereka berusaha menghindari dampak musibah itu, dengan ikut asuransi
sebelum terjadinya musibah -bukannya dengan meninggalkan perilaku asli penyebab
musibah itu.
Jalan hidup Muhammad saw yaitu ilmu tindakan yang bermanfaat. Dalam
Qur'an tindakan yang bermanfaat disebut halal, sedang tindakan yang tidak
bermanfaat disebut haram. Walaupun kata-kata ini terkadang diterjemahkan
sebagai "yang dibolehkan" dan "yang dilarang", makna sebenarnya dapat ditemukan
dalam akibat-akibat dari tindakan yang dijelaskan itu. Jika cara pandang ini hilang,
maka berkembanglah kerangka berpikir yang oleh kafir dinamakan "moralitas".
Perilaku bermoral ini, yang dianggap sebagai tanda beradabnya seseorang itu,
sesungguhnya cenderung membuat orang lupa pada tujuannya. Cara kerjanya
yaitu sebagai berikut;
Pada awalnya ada pengetahuan bahwa halal yaitu yang bermanfaat di dunia
dan akan menghantarkan ke Taman, sedangkan haram yaitu yang tidak bermanfaat
di dunia dan akan menyeret ke Api. Bahkan hal ini juga berlaku kepada makanan yang
anda santap, sebab jika anda menyantap makanan yang halal maka tingkah laku
anda cenderung halal, dan jika anda menyantap makanan yang haram maka tingkah
laku anda cenderung haram. Sebagai contoh, minum wine (anggur beralkohol) atau
menyantap babi, sepertinya bukan kesalahan yang besar, tetapi tindakan-tindakan
yang bisa muncul darinya, seperti misalnya kekerasan atau perzinahan, yaitu
kesalahan besar. Makanan semacam itu tidak saja membuat ketimpangan dalam
tubuh, tetapi juga menimbulkan ketimpangan dalam tindak-tanduk, ketimpangan
inilah yang mengakibatkan penderitaan di dunia ini dan akan dialami sebagai Api di
kehidupan berikutnya. Sebaliknya, melakukan yang halal akan membimbing kepada
perilaku yang berimbang dan menciptakan keselarasan di dunia ini dan akan dialami
sebagai Taman di kehidupan berikutnya.
Cara pandang ini mulai kehilangan maknanya jika dikatakan bahwa halal berarti
"dibolehkan" dan haram berarti "dilarang", sebab sering terjadi bahwa sebagian
orang mulai lupa pada alasan asli mengapa suatu tindakan dibolehkan ataupun
dilarang. Cara pandang yang asli itu, kemudian semakin kabur jika pertimbangan nilai
ditempelkan pada yang dibolehkan dan pada yang dilarang, yaitu, jika yang
dinyatakan halal disebut "baik", dan yang dinyatakan haram disebut "buruk", sekali
lagi, sebab sangat mudah lupa pada alasan yang sebenarnya mengapa sesuatu itu
"baik" atau "buruk".
Dan selanjutnya jika cara pandang utuh mengenai kehidupan setelah mati
menghilang, maka orang akan lupa mengapa sebenarnya itu baik atau buruk.
Sebagai gantinya, mereka mulai menggagas dan mematok apa yang baik dan buruk.
Kemudian, jika mereka lupa bahwa Allah tidak sekedar menyaksikan tindakannya
semata tetapi juga niat di balik tindakan itu, mereka mulai semakin mengabaikan
tindakannya sendiri, sebab mereka tak lagi takut Api dan tak lagi mengharapkan
Taman, sebagai gantinya, mereka akan semakin acuh pada perilaku orang. Mulailah
mereka menilai perilaku lahiriah orang lain -walau tak tahu niat di baliknya -sesuai
dengan gagas baik dan buruk buatannya sendiri.
Begitu orang lupa pada Api dan Taman, bahkan tidak menyadari adanya hidup
setelah mati, maka mulailah mereka menyebut apa yang sepertinya manfaat sebagai
"baik", dan apa yang sepertinya tidak manfaat sebagai "buruk".
Akhirnya, gagasan mereka tentang baik dan buruk tak lagi terkait dengan
kenyataan hidup yang sebenarnya, tetapi lebih terkait dengan apa yang mereka
anggap kenyataan.
Begitu tahap ini tercapai, maka anda memiliki apa yang kafir katakan "moralitas",
yaitu suatu jaringan rumit tentang apa yang boleh dan apa yang dilarang, yang diberi
keabsahan palsu oleh pertimbangan nilai emosional, yang biasanya tidak berkaitan
dengan hakikat kehidupan, yang seperti undang-undang kafir selalu bisa diubah dan
ditilik ulang, dan yang akhirnya cenderung mengakibatkan siapa pun yang memiliki
sikap "moral" ini lupa ke mana tujuannya -yaitu ke Allah, via Api maupun via Taman.
Biasanya siapa pun yang menyadari kemunafikan yang mau tak mau muncul
dari "moralitas" kafir itu, akhirnya akan menolaknya. Begitu mereka menolaknya,
mereka tidak memiliki kerangka acuan yang bisa digunakan sebab menghadapi
keadaan yang perlu keputusan, selain mengacu pada kesukaan dan prasangka
pribadinya sendiri, ditambah dengan pelajaran apa pun yang didapat dari pengalaman
pribadinya -berarti mereka memiliki pengetahuan yang terbatas tentang yang halal
dan yang haram, yang akhirnya mereka capai dengan coba-coba, namun arti
menyeluruhnya tidak mereka pahami, sebab mereka tidak bisa mengkaitkan
pengetahuan yang terbatas tentang yang halal dan yang haram itu kepada apa yang
akan terjadi di kehidupan berikutnya.
Maka kini mereka mempunyai pilihan, yaitu melakukan apa pun sesuai
hasratnya -mencari kenikmatan dan menghindari kesakitan -atau mulai meniti sebuah
perjalanan demi menemukan ilmu terpadu mengenai yang halal dan yang haram
-yaitu dengan mengikuti jalan hidup Nabi Muhammad saw. Jika mereka memilih yang
pertama, maka mereka bergantung pada nafsu mereka sendiri dan pada
tujuan-tujuan maya yang dijanjikan oleh sistem kafir, yaitu sistem Dajjal. Jika mereka
memilih yang kedua, mereka akan mencapai pengetahuan yang halal dan yang
haram, dan mereka akan mengerti mengapa sesuatu itu halal atau haram. Jika
mereka mengikuti jalan hidup Nabi Muhammad saw, menghindari yang haram dan
melaksanakan yang halal, maka mereka akan mencapai ketenangan batiniah dan
kesetimbangan lahiriah -dan semua ini membuat gagasan asuransi kafir jadi
betul-betul konyol. Sebaliknya, seseorang yang tidak mengikuti jalan hidup Nabi
Muhammad saw, dan pasrah pada proses produsen-konsumen, pasti berpikir bahwa
asuransi yaitu gagasan yang "baik" -dan membuang-buang uang sebisanya untuk
asuransi.
Oleh perusahaan asuransi kafir, khalayak digalakkan berasuransi terhadap
segala kemungkinan musibah, semata-mata sebab semakin banyak orang yang
berasuransi maka semakin besar keuntungan yang diraup perusahaan. Sebuah
perusahaan asuransi kafir tidak bisa digambarkan sebagai suatu organisasi yang baik
hati. Perusahaan asuransi berdiri demi menghasilkan uang dari ketakutan dan
kecemasan orang lain. Tentu saja berasuransi nampaknya menguntungkan, apalagi
jika suatu keadaan yang diasuransikan benar-benar terjadi lalu orang yang
berasuransi mendapatkan uang ganti-rugi, namun sebagaimana yang telah kita
ketahui, sebenarnya ada cara yang lebih manusiawi untuk menghadapi musibah dan
bencana, yang dalam masyarakat muslim sejati bentuknya berupa kerelaan berbagi
-dan ini anda bisa dapatkan tanpa harus membayar premi agar anda bisa mendapat
ganti-rugi -baik dari pribadi-pribadi yang telah diberi kelebihan oleh Allah maupun dari
baitul mal, yaitu pusat dana masyarakat yang kepadanya dibayarkan semua pajak
minimal yang diwajibkan al-Qur'an dan Sunnah dan daripadanya disalurkan kembali
ke semua yang memerlukan.
Sebuah telaah singkat pada sejarah masyarakat-masyarakat Muslim terdahulu,
menunjukkan dengan jelas bahwa selama warganya berpegang teguh kepada Qur'an
dan Sunnah, dan hanya membayar pajak sesuai kewajiban yang telah ditetapkan
Allah bagi mereka, dan segera menyalurkan kembali pajak-pajak yang telah
dikumpulkan sesuai petunjuk Qur'an dan Sunnah, maka masyarakat ini akan
makmur. Namun bila warganya mulai mencampakkan isi Qur'an dan Sunnah, maka
mereka akan diberi pemimpin-pemimpin yang berkuasa atas mereka yang sama tak
pedulinya kepada isi Qur'an dan Sunnah. Nabi Muhammad saw bersabda bahwa
setiap orang berhak mendapat pemimpin yang sesuai. Maka begitu para pemimpin ini
mulai memungut pajak-pajak tambahan dan menimbun hasil pungutan itu untuk
kepentingan mereka sendiri atau sebab kecemasan, dan tidak disalurkan kembali
sesuai petunjuk Qur'an dan Sunnah, maka masyarakat akan berpecah-belah,
berhenti berkembang, dan akhirnya hancur -sesuai janji Allah dalam Qur'an bahwa
setiap masyarakat yang menolak petunjuk Kenabian akan hancur.
sebab 'Umar ra menjadi khalifah, saking takutnya kepada Allah dan Hari Kiamat,
ia meminta agar ia segera diingatkan begitu dirinya menyimpang dari isi Qur'an dan
Sunnah. la begitu paham bahwa transaksi hidup Islam yaitu asuransinya.
Seseorang pernah datang kepadanya dan memintanya untuk melaksanakan shalat
minta hujan sebab saat itu terjadi kekeringan. Sayyidina 'Umar ra menjawab bahwa
penyebab terjadinya kekeringan yaitu sebab terlalu banyak warga masyarakat
yang telah meringankan petunjuk Qur'an dan Sunnah. Sebenarnya, kekeringan
lahiriah yaitu cerminan dari kekeringan batiniah, yaitu berkurangnya keyakinan
kepada Allah. Maka kerika keyakinan itu diperbaiki, maka turunlah hujan -yaitu rahmat
Allah. Nabi Muhammad saw bersabda bahwa andaikan sesudah beliau ada orang
yang diangkat sebagai Nabi, maka pastilah sayyidina 'Umar ra orangnya.
Banyak pemerintahan yang katanya muslim tetapi sebenarnya kafir -yang pada
saat penulisan artikel ini, sedang mengendalikan persada-persada Muslim sebab
mereka didukung oleh para penjajah yang membantu penobatan mereka -yang
memungut pajak-pajak tambahan lebih dari apa yang telah ditentukan Allah dalam
Qur'an dan Sunnah, dan mereka menolak untuk menyalurkannya kembali. Ini bukan
saja salah satu alasan ketidakmakmuran negeri-negeri ini, tetapi juga merupakan
sebuah pertanda jelas dari jangkauan pengaruh sistem kafir global, yaitu sistem
Dajjal.
Sesungguhnya sudah menjadi rahasia umum bahwa hasil pendapatan minyak
dari negeri-negeri Muslim, digunakan oleh para penguasanya bukan untuk
kepentingan Muslimin, tetapi malah digunakan untuk mendukung sistem
produsen-konsumen, baik di barat maupun di timur, baik di High Tec North maupun di
Poor South. Pendapatan ini, atau sebagian besar darinya, jika bukan ditanam dalam
perusahaan-perusahaan besar kafir, maka akan didepositokan pada
lembaga-lembaga keuangan besar kafir yang akan menuai bunga majemuk darinya,
untuk kemudian memasok berbagai pinjaman berbunga majemuk (juga) kepada
negeri-negeri Muslim yang lebih miskin, dan dengan demikian semakin
membengkakkan hutang-hutang nasional negeri-negeri itu. sebab
perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga keuangan ini dikendalikan elit
freemason dari sistem kafir yaitu sistem Dajjal, maka akhirnya mereka memakai
kekayaan Muslim untuk menghancurkan Muslim, toh salah satu tujuan utama mereka
yaitu menghancurkan Muslimin, demi mencapai pengendalian global melalui sistem
bisnis dan keuangan mereka, yaitu dengan menegakkan sistem kafir yaitu sistem
Dajjal secara global -tata dunia baru.
Nabi Muhammad saw bersabda bahwa setiap orang mempunyai fitnahnya
masing-masing, dan fitnah bagi Muslimin yaitu harta kekayaan. Beliau juga
bersabda bahwa penyebab kehancuran bangsa Arab yaitu "emas hitam" -sebuah
istilah yang di masa kini digunakan untuk menyatakan minyak. Hal ini tampak jelas
dari apa yang telah terjadi, tidak saja pada para penguasa Arab Saudi yang sibuk atas
nama Islam berusaha mendirikan police state yang didasarkan pada contoh-contoh
kafir barat, tetapi juga pada seluruh negara Arab di Tiraur Tengah lainnya yang
digoyahkan stabilitasnya dan dibuat hampir bangkrut gara-gara Perang Teluk (yang
disulut terutama untuk menyelamatkan tambang-tambang minyak demi keselesaan
negara-negara High Tec North).
Nabi Muhammad saw menegaskan bahwa pemimpin masyarakat Muslim
seharusnya tidak dipilih menjadi pemimpin sekedar sebab ayahnya yaitu pemimpin
sebelumnya. Mengakui keluarga "kerajaan" (dinasti) berlawanan dengan Sunnah.
Jika itu Sunnah, maka pastilah keluarga kerajaan Muslimin yaitu keluarga Nabi
Muhammad saw, dan tentunya seluruh penguasa muslim selama seribu empat ratus
tahun pastilah keturunan Nabi Muhammad, semoga Allah melimpahkan rahmat dan
kesejahteraan kepadanya, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya, dan
kepada sesiapa yang mengikuti beliau dan para sahabat secara ikhlas dan
semaksimalnya hingga Hari Akhir.
Sebuah telaah singkat pada sejarah masyarakat-masyarakat muslim di masa
lalu menunjukkan bahwa, begitu masyarakat memilih pemerintahan dinasti, maka
korupsi dan kehancuran tak bisa dihindarkan. Sudah sangat jelas bahwa seorang
pemimpin masyarakat Muslim harus diangkat atas dasar tingkat ketakwaan dan
pengenalannya kepada Allah, dan tingkat pemahamannya pada isi Qur'an dan
Sunnah yaitu yang terbaik di antara warganya -dan ini berarti dialah yang paling
mengejawantahkan isi Qur'an dan Sunnah.
Korupsi yang terjadi di persada-persada Muslim masa kini sebenarnya tidak
aneh. Keadaan ini yaitu bagian yang tak terhindarkan dari proses kehidupan. Jika
kita hanya menyalahkan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal atas korupsi itu berarti kita
tidak melihat masalah secara utuh. Jelaslah jika beberapa pemimpin Muslim
terdahulu tidak rnudah tergiur korupsi, maka penjajah kafir tidak akan pernah mampu
menanam benih-benih sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, di negeri-negeri Muslim, dan
benih-benih itu tidak akan bisa tumbuh dan berkembang.
Pada hakikatnya segala sesuatu dalam kehidupan ini yaitu sasaran kelahiran
dan kematian, tumbuh dan luluh. Masyarakat Muslim pertama di Madina
al-Munawarra pun mengalami daur ini. Nabi Muhammad saw mengabarkan bahwa
Islam yang dinamis dan hidup ini, yang dijalani oleh masyarakat pertama itu hanya
akan berlangsung di Madina selama 30 atau 70 tahun setelah beliau wafat. Beliau
mengabarkan tentang terjadinya perang saudara di antara Muslimin, yaitu Muslim
melawan Muslim. Beliau juga mengabarkan bahwa apa yang dimulai sebagai
kenabian dan rahmat, akan menjadi kekhalifahan dan rahmat, dan akhirnya berubah
menjadi tirani yang penuh ketidakadilan. Beliau juga mengabarkan bahwa, menjelang
akhir jaman khalifah yang adil dan penyayang akan ditegakkan sekali lagi oleh
Muslimin. Dan beliau tidak pernah menyebutkan apa pun mengenai "tata dunia baru"
yang akan pernah suatu saat ditegakkan oleh kafirun, walaupun sejenak!
Islam sangat mudah untuk digunakan sebagai perangkat tirani, cukup dengan
mensistemasikannya, memoralisasikannya, dan memaksakan sistem dan moralitas
itu -yang tidak berhubungan sedikitpun dengan transaksi hidup yang dibawa Nabi
Muhammad saw -atas orang lain yang tidak ingin diatur oleh sistem dan moralitas itu.
Banyak orang yang hidup di jaman sekarang telah menyaksikan dan mengalami
kejadian ini.
Nabi Muhammad saw juga mengabarkan bahwa tidak semua umatnya akan
menyimpang. Beliau bersabda bahwa menjelang akhir jaman Muslimin akan terbagi
menjadi tujuhpuluh tiga golongan yang berlainan, dan hanya satu golongan saja yang
akan memiliki transaksi hidup Islam yang asli seperti yang beliau bawa. Tak ragu lagi
bahwa golongan ini, yang memiliki sarana kepada transaksi hidup Islam yang penuh
kesederhanaan, yaitu terdiri dari awliya Allah -yaitu mereka yang dicintai Allah dan
mencintai Allah -bersama orang-orang yang mengenal dan mengikuti mereka.
Awliya Allah yaitu mereka yang di setiap waktu dan jaman telah melestarikan
transaksi kehidupan Islam atas rahmat dan bimbingan Allah. Mereka dikenali dengan
bukti bahwa khalayak tertarik kepada kebijaksanaan dan ketenangan mereka,
sehingga masyarakat muslim sejati terbentuk di sekeliling mereka -sebagaimana
khalayak tertarik kepada Nabi Muhammad saw, sehingga masyarakat muslim
pertama terbentuk di sekeliling Nabi Muhammad saw.
Masyarakat muslim sejati semata-mata merupakan penjelmaan lahiriah dari apa
yang terdapat dalam hati para wali itu, sebagaimana tirani negara kafir merupakan
penjelmaan lahiriah dari kegelapan batin para tiran penguasanya. Hati para wali
bercahaya dan damai, dan ini menjelma secara lahiriah dalam bentuk transaksi yang
selaras dan manusiawi, yang selalu merupakan ciri khas dari masyarakat muslim
sejati.
Awliya Allah tidak berada di satu tempat. Sebagaimana ruh, yaitu nyawa yang
meliputi seluruh tubuh, maka para awliya ini pun tersebar di seluruh dunia. Awliya
yaitu ruhnya dunia. Sebagaimana tubuh akan membusuk setelah ruh
meninggalkannya, maka dunia akan tiba pada akhirnya sebab tiada lagi awliya yang
hidup di permukaannya.
Masyarakat muslim sejati yang terbentuk di sekeliling awliya Allah, bagai
masyarakat Muslim pertama di Madina al-Munawarra, juga mengalami daur tumbuh
dan luluh. Biasanya bermula dari satu orang, sang wali. Lalu terbentuklah masyarakat
di sekelilingnya. Kafirun berusaha menghancurkan mereka tetapi gagal sebab Allah
selalu memenangkan mereka yang yakin padaNya, Kemudian sang wali akhirnya
wafat. Lalu berlangsunglah masa berimbang di mana masyarakat masih berpegang
pada isi Qur'an dan Sunnah dan dipimpin oleh mereka yang terbimbing dengan benar,
yaitu para sahabat karib sang wali yang menerima pengenalan Allah dari Allah melalui
sang wali. Kemudian para sahabat ini pun wafat, lalu masyarakat dipimpin oleh
sahabatnya para sahabat sang wali. Kemudian mereka pun wafat, dan
perlahan-lahan hampir tak disadari oleh setiap orang, akhirnya masyarakat itu mulai
kehilangan semangat dan dinamika kehidupan yang dimiliki oleh para anggota
pertamanya.
Dengan berlalunya waktu akhirnya tibalah tahap di mana tidak lagi terdapat
masyarakat Muslim yang utuh. Anggota-anggotanya mungkin masih mengikuti
sebagian besar isi Qur'an dan Sunnah, semata-mata sebab begitulah mereka
dilahirkan, tetapi kebanyakan dari mereka melakukannya sebab begitulah yang
dilakukan oleh nenek moyangnya, dan bukan sebab mereka mengenal Islam yang
sesungguhnya. Mereka tidak lagi memiliki apa yang dimiliki oleh masyarakat asli yang
terbentuk di sekeliling sang wali. Semua ciptaan memiliki titik puncaknya, dan
kemudian berjatuhan, Pada dasarnya sebuah masyarakat Muslim asli yang hidup
dengan semangat hidup dan kesadaran tentang hakikat kehidupan sebagaimana
masyarakat Muslim pertama di Madina al-Munawarra, hanya dapat bertahan selama
tiga generasi. Kemudian semuanya berakhir. Secepatnya masyarakat Muslim itu mati
maka dilahirkan masyarakat Muslim baru di tempat lain. Pengetahuan yang dimiliki
awliya, yang tidak bisa diperoleh melalui artikel -artikel , tersebar dari orang ke orang.
Sekali seorang wali telah menyampaikan pengetahuannya kepada wali yang lain,
maka wali ini akan membawanya kemana pun ia pergi. Dengan cara inilah
pengetahuan ini senantiasa lestari, sejak jaman Nabi Muhammad saw hingga
kini.
Tidak semua wali ada masyarakat Muslim yang membentuk di sekelilingnya.
Allah seringkali menyembunyikan awliya guna melindungi mereka. Pada masa-masa
di mana daur berubah-ubah antara iman dan kufr, maka jika kufr sedang meningkat,
awliya tersembunyi. Tugas mereka hanya melestarikan pengetahuan dan kearifannya
demi memastikan mata-rantai penyebaran tidak terputus. sebab tiba saat iman
meningkat, seperti sekarang, maka awliya akan nampak, dan masyarakat muslim
sejati akan terbentuk di sekelilingnya, dan tak ada yang bisa dilakukan oleh kafirun
dan munafiqun untuk menghentikan mereka, sebab Allah memenangkan sesiapa
yang yakin kepadaNya, dan mereka tentu yakin kepada Allah. Allah memberikan
pengenalan Allah kepada mereka, maka mereka tak dapat melakukan hal lain kecuali
yakin kepada Allah. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman melalui sabda Nabi
Muhammad saw bahwa barang siapa memerangi wali Allah, maka Allah akan
memeranginya.
Biasanya ada juga orang-orang jahil yang mengaku sebagai wali. Mereka
berkecimpung dalam informasi mistik dan kearifan hampa, bukan dalam pengenalan
Allah yang sejati. Mereka bisa dikenali dari kepeduliannya pada ketenaran pribadinya
-artinya mereka lebih peduli pada apa pikiran orang lain terhadap mereka daripada
pada apa yang Allah tahu tentang mereka; dan biasanya mereka menuntut upah
dalam menyampaikan ilmunya; dan sebab lahiriah mereka tidak mengikuti pola hidup
Nabi Muhammad saw, termasuk dalam hal-hal yang mendasar seperti menyantap
makanan halal, melaksanakan shalat, dan berpuasa pada bulan Ramadhan; dan
sebab batiniah mereka tidak diberi nur dan kearifan yang hanya akan diberikan Allah
kepada awliya Allah; dan terutama sebab , mereka tidak memiliki idhn mengajar dari
Allah. Seorang wali besar di masa lalu, Syekh Ahmad bin Ata'i'llah124 berkata bahwa,
siapa yang berkata dengan idhn, maka kata-katanya akan didengar oleh mahluk,
sedangkan siapa yang berkata tanpa idhn, maka ia bak anjing menggonggong. Idhn
hanya berasal dari Allah dan NabiNya saw.
Awliya sejati dapat dikenali dari beberapa pertanda. Secara lahir mereka
mewujudkan jalan hidup Nabi Muhammad saw dalam segala seginya. Secara batin
mereka memiliki cahaya yang dapat mencuci dan membersihkan hati mereka yang
duduk bersamanya. Mereka memiliki perilaku yang terbaik, manusiawi dan
penyayang. Mereka berkearifan dan berpengetahuan tinggi yang ditularkan tanpa
memungut biaya. Mereka hanya takut kepada Allah. Mereka mencintai Allah. Mereka
memiliki pengetahuan ghaib tentang Allah, yang mana itu berbeda dengan memiliki
keterangan tentang Allah. Jati diri mereka telah disucikan, Allah mencintai mereka,
dan sebab Allah mencintai mereka, seperti firman Allah melalui sabda Nabi
Muhammad saw, dalam sebuah hadits qudsi bahwa, Allah menjadi lidah yang
dengannya mereka berbicara, menjadi tangan yang dengannya mereka memegang,
Allah menjadi kaki yang dengannya mereka melangkah. sebab anda melihat mereka,
anda seakan melihat perangkat yang bergerak atas perintah Allah. Inilah sebab
mengapa dan bagaimana mereka membuat segala sesuatu terjadi dan
menghidupkan pengetahuan.
Awliya sangat bertolak belakang dengan para freemason. Para freemason
yaitu elit kafirun. Awliya yaitu elit mu'minun. Para freemason hanya hendak
kekuasaan. Awliya hanya hendak Allah. Para freemason memeras dan menindas
orang-orang yang mereka kendalikan dan mereka manipulasi. Awliya menerangi dan
membebaskan orang-orang yang mereka layani, Baik para freemason maupun awliya
keduanya dibutuhkan dalam proses kehidupan, yang berlangsung dan saling
pengaruh-mempengaruhi kutub-kutub yang bertolak belakang. Anda harus
memeriksa di kutub mana anda berada. Jika anda seorang kafir pergi dan
bergabunglah dengan para freemason, sebab mereka menerima yang terbaik dari
dunia mereka dan menerima yang terburuk dari dunia kelak. Jika anda seorang
mu'min pergi dan bergabunglah dengan awliya sebab mereka menerima yang terbaik
di dunia ini dan menerima yang terbaik di dunia kelak. Putuskan pilihan anda
sekarang juga.
Transaksi hidup Islam yaitu asuransi terbaik di dunia. Bagi siapa saja yang
menjalankannya secara ikhlas, Islam menjamin nafkah di dunia ini, dan Taman di
dunia kelak. Perkara minimal yang anda harus jalankan untuk memastikan sandang,
pangan dan papan, yaitu shalat lima waktu. Perkara minimal yang anda harus
124
Seorang tokoh sufi / Filsuf yang lahir di Alexandria (iskandariyah) Mesir pada pada 648H / 1250M
dan Wafat pada pada 1309M di Kairo, Mesir. (wikipedia – localholic)
lakukan untuk mendapat jaminan Taman yaitu bersaksi setiap saat bahwa tiada
tuhan selain Allah dan Muhammad yaitu utusan Allah; setahun sekali berpuasa di
bulan Ramadhan; dan setahun sekali membayar zakat; dan melaksanakan haji jika
anda mampu, yaitu berkunjung ke Mekkah, setidaknya sekali seumur hidup.
Kelima tindakan dasar yang disebut lima tiang Islam itu, bukan saja syarat
minimal yang dibutuhkan untuk mencapai Taman, namun kelimanya juga merupakan
dasar untuk hidup berimbang di bumi yang mau tak mau akan mengantar seseorang
kepada pengenalan Allah. Kelimanya saja sudah mampu mengubah hati siapa pun
yang mengamalkannya, sekaligus menjadikan hatinya damai. Semakin anda
mengejawantahkan jalan hidup Nabi Muhammad saw, maka semakin banyak yang
akan diperoleh darinya, sebab ada kearifan yang tinggi dalam segala hal yang
dilakukan oleh Nabi, dan kearifan ini hanya disediakan bagi orang yang
mengejawantahkannya.
Puncaknya yaitu , bahwa Allah sesuai dengan sangkaan hambaNya. Anda
akan menerima dari Allah apa yang anda sangka dariNya. Setiap orang akan
mendapatkan keinginannya. Dikisahkan bahwa pada hari Kiamat ada seseorang yang
diberitahu bahwa ia harus masuk ke Api. Ia menjawab, "Manakah yang lebih besar,
kesalahan-kesalahanku atau ampunan Allah?" Maka sebab orang itu memiliki
sangkaan yang sedemikian kepada Allah, ia dimasukkan ke Taman.
Hakikatnya, andaikan tidak ada yang berbuat salah maka Allah tidak dapat
menunjukkan sifat kasih sayang dan pengampunNya. Bagi seseorang yang mencari
pengenalan Allah, tindakan yang benar dan tindakan yang salah sama saja, sebab ia
belajar dari keduanya. Jika seseorang arif yakin kepada Allah, maka ia tidak akan
masuk ke lubang yang sama. Bagi seseorang yang berhasrat untuk melihat wajah
Allah -dan penglihatan ini bisa saja terjadi di dunia ini dan di Taman dalam Taman
kelak -Allah yaitu satu-satunya kepeduliannya. Bagi orang seperti ini, tujuan hidup
bukanlah sekedar menghindari Api dan mencapai Taman, melainkan demi melihat
wajah Allah. Satu-satunya jalan untuk mencapai tahap saat mana Allah akan
mengaruniakan penglihatan ini, jika Dikehendaki-Nya, yaitu dengan mengikuti
jalannya Nabi Muhammad saw.
Bahayanya. bagi seseorang yang tidak, berhasrat mengenal Allah, tak
merindukan Taman, dan tak takut Api, ia akan menyembah Islam dan bukan
menyembah Allah -artinya ia keliru menganggap cara sebagai tujuannya.
Siapa pun yang melakukan kekeliruan ini maka ia telah membunuh transaksi
kehidupan Islam, dan menjadikannya sebagai agama, yaitu suatu jalinan
tindakan-tindakan yang "boleh" dan "tidak", yang tidak berhubungan dengan jalan
hidup Nabi Muhammad saw. Inilah yang telah dilakukan oleh para Yahudi dan Nasrani
terhadap ajaran-ajaran Nabi Musa as dan nabi 'Isa as, dan sayangnya sebagian
Muslimin juga telah membuat suatu agama dari ajaran Nabi Muhammad saw, sebagai
suatu bukti dari sabda beliau bahwa sebagian Muslim akan mengikuti contoh para
pendahulunya, yaitu para Yahudi dan Nasrani, seperti seekor kadal kabur ke liangnya.
Jika anda ingin mengikuti jalan hidup Nabi Mu'hammad saw, maka belajarlah
kepada mereka yang telah menempuh dan mengejawantahkannya, dan jangan
belajar dari mereka yang telah menjadikan Islam sebagai agama. Mereka yang paling
memahami jalan hidup Nabi Muhammad saw yaitu para awliya, sebab merekalah
yang paling baik mengejawantahkannya. Seseorang yang berhasrat pada ilmu
seharusnya berusaha memperolehnya hanya dari seseorang yang tindakannya
sesuai ucapannya.
Jadi, pada kenyataannya ada dua pilihan. Yang pertama, anda bisa memilih
iman atau kufr. Jika anda memilih iman, maka yang kedua, anda bisa memilih
transaksi kehidupan Islam yang hidup -yang tumbuh subur disekeliling para awliya
dan akhirnya menghantarkan anda pada pengenalan kepada Allah dan ke Taman
-atau memilih agama Islam yang mati, yang dianut oleh orang-orang berilmu artikel dan
berasas pada "moralitas" terpatok -agama yang seperti penjara. Putuskan pilihan
anda sekarang juga.
Jelaslah, asuransi seorang mu'min yaitu transaksi kehidupan Islam yang hidup
dan keyakinan kepada Allah, disertai dengan kesadaran pada yang Ghaib dan pada
peristiwa setelah mati. Asuransi seorang kafir yaitu kebalikannya. Bagi si kafir,
kematian bukanlah pintu masuk yang menghantar dari satu dunia ke dunia lainnya,
jadi sebenarnya tidak perlu ditakuti. Bagi si kafir kematian yaitu malapetaka
terbesar, maka perlu diasuransikan. Ini terjadi sebab si kafir tidak tahu apa kematian
itu, atau apakah yang ada dibalik kematian -dan jika ia diberitahu pun, yang
mengabarkannya pasti tidak akan dipercayainya.
Bagi si kafir, asuransi jiwa nampak perlu sebab kecemasannya terhadap
masalah nafkah dan naungannya di usia lanjut. Dilihat dari berbagai sudut kecemasan
semacam ini ada benarnya juga, khususnya bagi sebuah masyarakat yang
terpecah-belah di mana yang muda cenderung menelantarkan yang tua, agar
mengurus dirinya sendiri. Ini persis bertolak-belakang dengan masyarakat muslim
sejati, di mana polis-polis asuransi jiwa sama sekali tidak laku, sebab setiap orang
saling memelihara satu sama lainnya dari lahir hingga mati.
Akibat lain yang tak bisa dihindari masyarakat kafir yang terpilah-pilah,
khususnya bagi masyarakat yang membuat khalayaknya berhasrat pada berbagai
kebendaan sebab telah dikondisikan demikian demi kelestarian proses
produsen-konsumen, yaitu begitu maraknya apa yang oleh kafir disebut tindak
kejahatan. Hampir tak bisa dihindari bahwa orang yang tidak takut kepada Allah dan
Hari Kiamat, dan tidak bisa memiliki apa-apa yang oleh proses produsen-konsumen
telah dikondisikan untuk diinginkan dengan cara-cara yang sesuai hukum, pasti akan
melakukan tindak kejahatan. Seperti yang telah kita ketahui, tindak kejahatan ini
sengaja tidak dicegah atau tepatnya akar-akar penyebabnya sengaja tidak dibasmi,
sebab tindak kejahatan bisa menjadi sumber pekerjaan dan pendapatan tetap bagi
banyak orarig yang bekerja dalam sistem hukum.
Tindak kejahatan juga menjadi perangsang tambahan agar khalayak mau
mengasuransikan miliknya. Seperti telah kita ketahui, perusahaan asuransi tak akan
rugi sebab mereka telah mengatur sistem asuransinya sehingga mereka menerima
jumlah uang premi yang lebih besar daripada jumlah klaim yang harus mereka bayar
sebagai ganti rugi, lalu laba ini bisa semakin besar dengan menanamnya dan
membungakannya. Walhasil, sistem asuransi kafir nampaknya diperlukan sebab
memberi jasa pelayanan mahal bagi masyarakat yang terpilah-pilah, di mana orang
tidak lagi saling mempercayai. Umumnya, Orang kafir mau tak mau harus yakin pada
perusahaan asuransi -yang sebenarnya tak sepenuhnya bisa dipercaya sebab
betapapun efisiennya perusahaan itu, tentu para direkturnya lebih peduli pada laporan
keuntungan tahunan perusahaannya daripada kesejahteraan para nasabahnya,
Siapa pun yang pernah membaca istilah-istilah polis asuransi dan mempelajari
undang-undang yang mengatur penafsiran istilah-istilah ini , akan melihat bahwa
polis-polis itu pada prakteknya dirancang untuk menanggung musibah sekecil
mungkin, seraya dalam teorinya sesumbar melaksanakan kebalikannya.
Sistem asuransi kafir yaitu salah satu sub-sistem penting dalam sistem kafir,
yaitu sistem Dajjal. Dibanding sistem hukum dan sistem medis kafir yang menangguk
uangnya dari malapetaka yang menimpa khalayak -dan musibah itu biasanya terjadi
akibat cara kerja sistem itu sendiri -maka, sistem asuransi kafir selangkah lebih maju
sebab dapat menangguk uang dari rasa takut khalayak kepada malapetaka yang
sebenarnya baru mungkin terjadi.
Kebutuhan semu untuk berasuransi -yang lahir dari kecemasan tak berdasar
dan dari ketetapan hukum untuk berasuransi -yang muncul sebagai dampak-dampak
yang tak bisa dihindari dari suatu masyarakat yang sedang berpecah-belah, yaitu
keturunan dari kejahilan atas cara kerja kehidupan dan dari kurangnya keyakinan
kepada Allah maupun kepada orang lain -yang sebenarnya kedua macam keyakinan
itu sama. Keadaan-keadaan ini sangat bertolak belakang dengan keberadaan para
mu'min, di mana satu-satunya asuransi yaitu yakin kepada Allah -yaitu suatu
keyakinan yang diwujudkan dengan ketaatannya mengikuti petunjuk yang telah
diberikan Allah, yang terkandung dalam Qur'an dan jalan hidup Nabi Muhammad saw.
Nabi Muhammad saw bersabda bahwa jika anda benar-benar yakin kepada
Allah, maka anda akan hidup bak seekor burung yang di pagi hari pergi dari
sarangnya tak punya apa-apa dan di sore hari kembali sarangnya tak punya apa-apa,
tapi sudah dalam keadaan kenyang, Beliau juga bersabda bahwa barang siapa
melaksanakan sholat lima waktu sehari semalam, dijamin oleh Allah akan
memperoleh pangan, sandang dan papan. Nabi sendiri tidak dapat tidur di malam
hari, jika masih terdapat uang dalam biliknya yang sederhana. Maka tentu di setiap
penghujung harinya, oleh kafirun, Nabi disebut sebagai orang yang bangkrut -walau
tidak ada dan kapan pun tidak pernah ada orang yang lebih kaya daripada beliau.
Hakikat dari nafkah yaitu Allah lah Maha Pemberi Nafkah, dan seperti yang
dijanjikan di dalam Qur'an, Allah mengingat siapa yang mengingatiNya. Hakikat dari
nafkah yaitu bahwa pada bulan kelima kehamilan, ruh atau nyawa, ditiupkan
kepada janin, dan pada saat itu dituliskan bagaimana rezekinya di dunia, apakah ia
akan gembira atau sedih, kapan ia akan wafat, dan apakah ia akan masuk ke Api atau
ke Taman. Segala telah ditetapkan, sebelum anda dilahirkan. Sesudah anda lahir
maka segala sesuatu yang akan menimpa anda akan tiba pada saat yang telah
ditetapkan, dan apa-apa yang tidak akan menimpa anda tidak akan pernah tiba.
Demikianlah mengapa Allah berfirman dalam Qur'an bahwa apa-apa yang telah
tertulis bagi anda tidak akan bisa dihindari, dan apa-apa yang tidak tertulis bagi anda
tidak akan bisa dicapai. Demikianlah mengapa Allah berfirman dalam Qur'an,
janganlah terlalu bergembira atas apa-apa yang telah diberikan dan janganlah terlalu
bersedih atas apa-apa yang tidak diberikan padamu.
Salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw bertanya kepada beliau, 'Apakah
kita berada dalam urusan yang telah selesai atau berada dalam urusan yang belum
selesai?". Nabi saw menjawab, "Kita berada dalam urusan yang telah selesai. Pena
telah berhenti menulis, dan tintanya telah mengering."
Si kafir berusaha untuk menihilkan hal ini dengan memberikan gambaran
tentang seorang bodoh yang sedang duduk dan tidak melakukan apa-apa dan
menunggu nafkahnya jatuh dari langit, atau seorang bodoh lainnya yang
menyeberang jalan dengan membuta tanpa lebih dahulu melihat apakah ada mobil
yang melintas. Konsep rendahan kafir ini -yang biasanya disebut "fatalisme" atau
"percaya kepada takdir", tak ada kaitannya dengan hakikat kehidupan. Anda pergi
keluar dan membeli barang-barang, dan anda berhati-hati untuk mencegah
kecelakaan, setiap tarikan nafas anda, setiap detak jantung anda, seluruhnya yaitu
bagian dari apa yang telah tertulis bagi anda.
Anda tidak bisa melakukan selain dari apa yang ada di hati anda, dan setiap
gerakmu sudah diputuskan, tetapi kapan pun anda berhadapan dengan pilihan maka
anda harus memutuskan. Putuskan pilihan anda sekarang juga, tetapi, begitu
keputusan itu dibuat, dan anda mencoba melihatnya kembali, barangkali anda akan
melihat bahwa anda tidak bisa memutuskan selain dari itu. Allahlah yang membuat
anda dan perbuatan anda, dan di Hari Akhir anda harus bertanggungjawab atas
segala perbuatan anda, dan apakah di kehidupan berikutnya anda untuk Api atau
untuk Taman, bergantung pada perbuatan-perbuatan pilihan anda di kehidupan ini.
Diriwayatkan bahwa 'Umar bin al-Khattab ra ditanya mengenai ayat:
Dan (ingatlah), sebab Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak
Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa
mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka
menjawab: "Betul (Engkau Tuhan Kami), kami menjadi saksi". (Kami
lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak
mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) yaitu orang-orang
yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Qur'an: surat al-'Araf 172)
'Umar bin al-Khattab berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw ditanya
tentang ayat ini. Rasulullah saw bersabda, "Allah Maha Suci, Maha Tinggi,
menciptakan Adam. Kemudian menyapu punggung (sulbi) Adam dengan
tangan kananNya, dan dari situ keluarlah keturunan Adam. Allah berfirman:
Aku telah menciptakan mereka untuk Taman dan mereka akan berperilaku
sebagai penghuni Taman. Kemudian Allah menyapu sekali lagi sulbi Adam,
dan dari situ keluarlah keturunannya. Allah berfirman, Aku telah
menciptakan mereka untuk Api dan mereka akan berperilaku sebagai
penghuni Api.'" Seorang bertanya, "Ya Rasulullah! Kalau begitu apa
manfaat amal-amal kita?" Rasulullah saw menjawab, "Apabila Allah
menciptakan hambanya untuk Taman, maka Allah memampukan dia untuk
mengerjakan amalan penghuni Taman, sehingga dia mati beserta amalan
penghuni Taman dan dengan itu Allah akan memasukkan dia ke dalam
Taman. Apabila Allah menciptakan hambanya untuk Api, Allah
memampukan dia mengerjakan a

